Gallery


Poll

Pilih mana Surga kafir atau muslim ?

80% 80% [ 85 ]
19% 19% [ 21 ]

Total Votes : 106

MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Rss feeds

Yahoo! 
Google Reader 
MSN 
AOL 
NewsGator 
Rojo 
Bloglines 


November 2009
MonTueWedThuFriSatSun
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      

Calendar Calendar

MURTAD dari Islam = WAJIB BUNUH!!!

Post new topic   Reply to topic

View previous topic View next topic Go down

MURTAD dari Islam = WAJIB BUNUH!!!

Post  tionghoaindonesia on Sat Dec 27, 2008 2:57 am


MURTAD dari Islam = WAJIB BUNUH!!!

Ada yang merasa bahwa hukuman mati bagi murtad tidak terdapat dalam
Islam tetapi ditambahkan kemudian oleh para pemimpin agama/ulama. Mari kita pelajari seksama apa yang sebenarnya ada dalam Quran dan memakai otak kepala kita sendiri ketimbang mendengarkan perkataan orang lain. O ya, buka Quranmu untuk mengecek kebenaran.

Allah menyatakan dalam Qur'an:

Q 9:11,12 [1]

Namun jika mereka mengaku bersalah dan mengikuti sholat dan membayar zakat, maka mereka menjadi saudara seagamamu ... Namun jika mereka memutuskan perjanjian dan menyerang agamamu, maka perangilah para pemimpin murtad ...

Surah diatas sehubungan dengan konteks peristiwa ini:
Pada saat hijrah pada tahun A.H. 9, Allah memerintahkan berlakunya sebuah masa istirahat. Maksudnya, mereka yang pada saat itu memerangi Allah dan rasulnya dan menghalangi penyebaran agama Islam, diberi waktu untuk berpikir selama 4 bulan. Selama masa ini mereka harus memikirkan situasi mereka; pilih Islam, lalu mereka akan diampuni ATAU meninggalkan negara mereka.

Kalau setelah 4 bulan mereka tidak juga mau menerima Islam maupun meninggalkan negara mereka, maka mereka akan dihadapkan pada PEDANG ISLAM.

Sehubungan dengan ini dikatakan: "Jika mereka meminta maaf dan melaksanakan solat dan zakat, maka mereka menjadi saudara seagama. Setelah masa itu, dan setelah mereka "melanggar perjanjian", perang dilancarkan terhadap para pemimpin kafir. "

Disini "melanggar perjanjian" bukan berarti "melanggar sebuah perjanjian politik". Namun konteksnya jelas menunjuk pada "masuk Islam namun kemudian meninggalkannya". Oleh karena itu arti "fight the heads of disbelief" adalah : perang harus dilancarkan terhadap para pemimpin yang mempromosikan kemurtadan. [2]


Masih banyak lagi surah dalam Quran yang menegaskan berkali2 ketidaksukaan Allah kepada mereka yang menolak Islam:

Q2:258:Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)
TAPI ...
Q2:257: Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan

Q3:85: Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi

Q3:85: Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman

Q3:86: Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya �.

Q3:90: Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima tobatnya �

Q3:91 Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi �

Q3:102:� dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q5:54: Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya � yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir �

Q9:23: � Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran

Q16:104: Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur'an) Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.

Banyak yang berpendapat bahwa ini hanya ancaman bagi murtad di akhirat nanti tidak di dunia ini. Dipihak lain, Allah juga TIDAK pernah mengatakan kepada muslim untuk TIDAK mencelakakan para murtad atau untuk mengampuni mereka atau tetap menganggap mereka sebagai saudara. Bagaimana tidak ? Kalau seorang AYAH non-muslim saja dianggap begitu menghina bagi seorang muslim (lihat Q9:23), sampai muslim tidak boleh mengambilnya sebagai teman.

Mari kita juga lihat apa yang terdapat dalam Hadis.

BUKTI DARI HADIS BAGI PERINTAH EKSEKUSI MURTAD

1. Setiap orang (i.e. Muslim) yang mengganti agama mereka, BUNUH DIA. [3]

Ini perintah Rasulullah yang diriwayahkan dalam Hadis Abu Bakar, Usman, Ali, Muadh ibnu Jabal, Abu Musa Ashari, Abdullah ibn Abbas, Khalid ibnu Walid.

2. Diriwayahkan Abdullah ibn Masud:
Rasulullah mengatakan : dalam hal apapun TIDAK diijinkan untuk menumpahkan darah seorang muslim yang mengaku bahwa "tidak ada Allah selain Allah" dan "Muhamad rasulullah" kecuali :

a. ia membunuh seseorang dan tindakannya membenarkan pembalasan;
b. ia menikah dan ebrzinah;
c. ia meninggalkan agamanya dan dipisahkan dari masyarakatnya. [4]

3. Aisha (isteri termuda Muhamad) melaporkan :
Rasulullah mengatakan dilarang menumpahkan darah seorang muslim kecuali :
a. ia menikah tetapi berzinah, atau
b. seorang Muslim memlih menjadi KAFIR, atau
c. ia mengambil nyawa orang lain.[5]

4. Usman meriwayahkan DUA KALI :
Saya mendengar Rasulullah mengatakan, dilarang menumpahkan darah seoramg Muslim kecuali:

a. seorang Muslim menjadi kafir;
b. one who after marriage commits adultery;
c. one who commits murder apart from having an authorization to take life in exchange for another life. [6] & [7]

Tradisi diatas dibuktikan kebenarannya oleh teks sejarah yang cukup dipercaya. Ada sebuah cerita mengenai Usman, sambil berdiri diatas atap rumahnya dan menegaskan tradisi ini didepan ribuan pemberontak yang pada saat itu mengelilingi rumahnya dan siap untuk membunuhnya. Argumennya menahan niat pemberontak adalah "Saya tidak melakukan satupun diantara ketiga kejahatan tsb.", katanya, "namun kalau kalian membunuh saya, kalianlah yang bersalah !"

Jelaslah bahwa tradisi ini menjadi pembela utama Usman terhadap pemberontak. Kalau tradisi ini sedikitpun diragukan, maka beratus2 pemberontak tsb akan meneriakkan : "Omong kosong kau !"
Namun tidak seorangpun diantara mereka mengajukan keberatan terhadap otentisitas/kebenaran tradisi tsb.

5. Abu Musa Ashari meriwayahkan :
Nabi mengangkat dan mengirim Abu Musa sebagai Gubernur Yemen dan Muadh ibn Jabal sebagai Wakil Gubernur.
Saat Muadh tiba, ia mengumumkan: "Wahai rakyat Yemen, saya dikirim oleh Rasulullah untuk kalian."

Kemudian ada seorang yang dulunya Yahudi, kemudian mejadi muslim dan kembali menjadi Yahudi. Muadh mengatakan : "SAYA TIDAK AKAN DUDUK SEBELUM ORANG INI DIEKSEKUSI. ITU PERINTAH ALLAH DAN RASULNYA." Muadh mengulangi perintahnya 3 kali. Akhirnya, orang itu dibunuh, dan barulah Muadh duduk.[8]

Perlu dicatat bahwa insiden ini direstui sang Rasulullah. Jika Rasulullah tidak setuju atas tindakan gubernur maupun wakil gubernurnya, RASULULLAH PASTI AKAN MENUNJUKKAN KEBERATAN.

6. Abdullah ibn Abbas meriwayahkan :
Abdullah ibn Abi Sarh pernah menjadi tangan kanan Rasulullah. Lalu Satan mempengaruhinya dan ia bergabung dengan kafir. Pada saat mekah diinvasi Rasulullah, ia memerintahkan agar kafir itu DIBUNUH.
Namun Usman meminta ampun baginya setelah ia ganti lagi jadi Muslim dan Rasulullah memberinya pengampunan.[9] & [10]

7. Aisha meriwayahkan :
Setelah Pertempuran Uhud, seorang wanita menjadi murtad. Rasulullah menanggapi: Biarkan ia megnaku dosanya. Jika ia tidak mau, ia harus di-eksekusi.[11]

8. Jabir ibn Abdullah meriwayahkan:
Seorang wanita bernama Umm Ruman (atau Umm Marwan) menjadi murtad. Lalu nabi memerintahkan agar Islam ditawarkan kembali padanya dan lalu megnaku berdosa. Kalau tidak, ia akan di-eksekusi.[12]

Namun laporan berikut milik Bayhaqi menjelaskan kelanjutan peristiwan ini: Wanita itu menolak untuk menerima Islam. Oleh karena itu ia di-eksekusi.




http://profiles.friendster.com/komunitastionghoa
http://www.forumtionghoaindonesia.myforumportal.com/forum/
http://asia.groups.yahoo.com/group/KOMUNITAS_TIONGHOA_INDONESIA/

tionghoaindonesia
MODERATOR
MODERATOR

Number of posts: 95
Points: 344
Reputation: 0
Registration date: 2008-12-18

Back to top Go down

Re: MURTAD dari Islam = WAJIB BUNUH!!!

Post  mail on Tue Nov 03, 2009 3:30 am

tionghoaindonesia wrote:

MURTAD dari Islam = WAJIB BUNUH!!!



Ada yang merasa bahwa hukuman mati bagi murtad tidak terdapat dalam
Islam tetapi ditambahkan kemudian oleh para pemimpin agama/ulama. Mari kita pelajari seksama apa yang sebenarnya ada dalam Quran dan memakai otak kepala kita sendiri ketimbang mendengarkan perkataan orang lain. O ya, buka Quranmu untuk mengecek kebenaran.

Allah menyatakan dalam Qur'an:

Q 9:11,12 [1]

Namun jika mereka mengaku bersalah dan mengikuti sholat dan membayar zakat, maka mereka menjadi saudara seagamamu ... Namun jika mereka memutuskan perjanjian dan menyerang agamamu, maka perangilah para pemimpin murtad ...

Surah diatas sehubungan dengan konteks peristiwa ini:
Pada saat hijrah pada tahun A.H. 9, Allah memerintahkan berlakunya sebuah masa istirahat. Maksudnya, mereka yang pada saat itu memerangi Allah dan rasulnya dan menghalangi penyebaran agama Islam, diberi waktu untuk berpikir selama 4 bulan. Selama masa ini mereka harus memikirkan situasi mereka; pilih Islam, lalu mereka akan diampuni ATAU meninggalkan negara mereka.

Kalau setelah 4 bulan mereka tidak juga mau menerima Islam maupun meninggalkan negara mereka, maka mereka akan dihadapkan pada PEDANG ISLAM.

Sehubungan dengan ini dikatakan: "Jika mereka meminta maaf dan melaksanakan solat dan zakat, maka mereka menjadi saudara seagama. Setelah masa itu, dan setelah mereka "melanggar perjanjian", perang dilancarkan terhadap para pemimpin kafir. "

Disini "melanggar perjanjian" bukan berarti "melanggar sebuah perjanjian politik". Namun konteksnya jelas menunjuk pada "masuk Islam namun kemudian meninggalkannya". Oleh karena itu arti "fight the heads of disbelief" adalah : perang harus dilancarkan terhadap para pemimpin yang mempromosikan kemurtadan. [2]


Masih banyak lagi surah dalam Quran yang menegaskan berkali2 ketidaksukaan Allah kepada mereka yang menolak Islam:

Q2:258:Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)
TAPI ...
Q2:257: Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan

Q3:85: Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi

Q3:85: Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman

Q3:86: Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya �.

Q3:90: Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima tobatnya �

Q3:91 Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi �

Q3:102:� dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q5:54: Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya � yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir �

Q9:23: � Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran

Q16:104: Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur'an) Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.

Banyak yang berpendapat bahwa ini hanya ancaman bagi murtad di akhirat nanti tidak di dunia ini. Dipihak lain, Allah juga TIDAK pernah mengatakan kepada muslim untuk TIDAK mencelakakan para murtad atau untuk mengampuni mereka atau tetap menganggap mereka sebagai saudara. Bagaimana tidak ? Kalau seorang AYAH non-muslim saja dianggap begitu menghina bagi seorang muslim (lihat Q9:23), sampai muslim tidak boleh mengambilnya sebagai teman.

Mari kita juga lihat apa yang terdapat dalam Hadis.


BUKTI DARI HADIS BAGI PERINTAH EKSEKUSI MURTAD

1. Setiap orang (i.e. Muslim) yang mengganti agama mereka, BUNUH DIA. [3]

Ini perintah Rasulullah yang diriwayahkan dalam Hadis Abu Bakar, Usman, Ali, Muadh ibnu Jabal, Abu Musa Ashari, Abdullah ibn Abbas, Khalid ibnu Walid.

2. Diriwayahkan Abdullah ibn Masud:
Rasulullah mengatakan : dalam hal apapun TIDAK diijinkan untuk menumpahkan darah seorang muslim yang mengaku bahwa "tidak ada Allah selain Allah" dan "Muhamad rasulullah" kecuali :

a. ia membunuh seseorang dan tindakannya membenarkan pembalasan;
b. ia menikah dan ebrzinah;
c. ia meninggalkan agamanya dan dipisahkan dari masyarakatnya. [4]

3. Aisha (isteri termuda Muhamad) melaporkan :
Rasulullah mengatakan dilarang menumpahkan darah seorang muslim kecuali :
a. ia menikah tetapi berzinah, atau
b. seorang Muslim memlih menjadi KAFIR, atau
c. ia mengambil nyawa orang lain.[5]

4. Usman meriwayahkan DUA KALI :
Saya mendengar Rasulullah mengatakan, dilarang menumpahkan darah seoramg Muslim kecuali:

a. seorang Muslim menjadi kafir;
b. one who after marriage commits adultery;
c. one who commits murder apart from having an authorization to take life in exchange for another life. [6] & [7]

Tradisi diatas dibuktikan kebenarannya oleh teks sejarah yang cukup dipercaya. Ada sebuah cerita mengenai Usman, sambil berdiri diatas atap rumahnya dan menegaskan tradisi ini didepan ribuan pemberontak yang pada saat itu mengelilingi rumahnya dan siap untuk membunuhnya. Argumennya menahan niat pemberontak adalah "Saya tidak melakukan satupun diantara ketiga kejahatan tsb.", katanya, "namun kalau kalian membunuh saya, kalianlah yang bersalah !"

Jelaslah bahwa tradisi ini menjadi pembela utama Usman terhadap pemberontak. Kalau tradisi ini sedikitpun diragukan, maka beratus2 pemberontak tsb akan meneriakkan : "Omong kosong kau !"
Namun tidak seorangpun diantara mereka mengajukan keberatan terhadap otentisitas/kebenaran tradisi tsb.

5. Abu Musa Ashari meriwayahkan :
Nabi mengangkat dan mengirim Abu Musa sebagai Gubernur Yemen dan Muadh ibn Jabal sebagai Wakil Gubernur.
Saat Muadh tiba, ia mengumumkan: "Wahai rakyat Yemen, saya dikirim oleh Rasulullah untuk kalian."

Kemudian ada seorang yang dulunya Yahudi, kemudian mejadi muslim dan kembali menjadi Yahudi. Muadh mengatakan : "SAYA TIDAK AKAN DUDUK SEBELUM ORANG INI DIEKSEKUSI. ITU PERINTAH ALLAH DAN RASULNYA." Muadh mengulangi perintahnya 3 kali. Akhirnya, orang itu dibunuh, dan barulah Muadh duduk.[8]

Perlu dicatat bahwa insiden ini direstui sang Rasulullah. Jika Rasulullah tidak setuju atas tindakan gubernur maupun wakil gubernurnya, RASULULLAH PASTI AKAN MENUNJUKKAN KEBERATAN.

6. Abdullah ibn Abbas meriwayahkan :
Abdullah ibn Abi Sarh pernah menjadi tangan kanan Rasulullah. Lalu Satan mempengaruhinya dan ia bergabung dengan kafir. Pada saat mekah diinvasi Rasulullah, ia memerintahkan agar kafir itu DIBUNUH.
Namun Usman meminta ampun baginya setelah ia ganti lagi jadi Muslim dan Rasulullah memberinya pengampunan.[9] & [10]

7. Aisha meriwayahkan :
Setelah Pertempuran Uhud, seorang wanita menjadi murtad. Rasulullah menanggapi: Biarkan ia megnaku dosanya. Jika ia tidak mau, ia harus di-eksekusi.[11]

8. Jabir ibn Abdullah meriwayahkan:
Seorang wanita bernama Umm Ruman (atau Umm Marwan) menjadi murtad. Lalu nabi memerintahkan agar Islam ditawarkan kembali padanya dan lalu megnaku berdosa. Kalau tidak, ia akan di-eksekusi.[12]

Namun laporan berikut milik Bayhaqi menjelaskan kelanjutan peristiwan ini: Wanita itu menolak untuk menerima Islam. Oleh karena itu ia di-eksekusi.




http://profiles.friendster.com/komunitastionghoa
http://www.forumtionghoaindonesia.myforumportal.com/forum/
http://asia.groups.yahoo.com/group/KOMUNITAS_TIONGHOA_INDONESIA/


menurut anda apa arti murtad dan kafir? Question

mail
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts: 42
Points: 96
Reputation: 0
Registration date: 2009-11-01

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum