MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 28 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 28 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 9:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Matius 15:24

View previous topic View next topic Go down

Matius 15:24

Post by wang_pe_sek on Fri Jan 09, 2009 1:25 pm

Matius 15:24
"Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel"






Saya akan membentangkan teks agar kita dapat memahami teks di atas untuk kita semua. Teks ini tidak berdiri sendiri, untuk memahaminya harus kita baca dan pelajari pada keseluruhan ayat-ayat dalam satu perikopnya sbb :



Matius 15:21-28


Perempuan Kanaan yang percaya


Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.


Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."


Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."


Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."


Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."


Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."


Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."


Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.



Ayat 24 Seringkali diklaim oleh muslim sebagai suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa penugasan Yesus hanya untuk Bangsa Israel. Padahal ada pengajaran lain yang sama sekali tidak nyambung dengan tuduhan tersebut..



Yesus saat itu berada didalam lingkungan masyarakat yang memiliki pola pikir bahwa orang-orang Yahudi adalah umat pilihan Allah, the chosen people ; sedangkan bangsa lain menurut orang-orang Yahudi tidak berhak menerima berkat Allah. Bangsa lain lebih rendah dan tidak menerima kemuliaan Taurat seperti Israel.



Yesus menjawab "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel". Hal ini adalah untuk menguji iman perempuan tersebut dan bahkan lebih jauh lagi Yesus mengucapkan kata-kata yang kedengarannya “kasar” sekali yaitu "anjing".



Mengapa Yesus menggunakan kata “anjing” dalam kasus tersebut? Karena memang orang-orang Yahudi menganggap orang-orang Kanaan rendah dan menyebut orang-orang Kanaan dengan sebutan “anjing”. Dan Yesus SENGAJA mengangkat topik ini.





Derivasi yang benar mengenai kata "ANJING" dalam teks diatas



Penterjemahan ke dalam bahasa indonesia kurang tepat karena mengambil translasi umum..make sense anjing dan anak anjing memang sama2 anjing,tapi saya kembalikan lagi ke bahasa asalnya..perhatikan uraian di bawah ini



Banyak orang Yahudi saat itu menyebut orang non-Yahudi sebagai anjing "kuôn" (Yunani). Namun dalam perikop Matius 15:21-28 Yesus Kristus menggunakan bentuk diminuta (makna kecil) dari kata "kuôn" (anjing) dengan "kunarion" (anak anjing), tempat rumah tangga, bukan anjing liar (KUON/ KELEV, Ibrani)



Matius 15:26

Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."



o de apokritheis eipen ouk estin kalon labein ton arton tôn teknôn kai balein tois kunariois



Yesus menunjuk kepada perbandingan : anak-anak "teknôn" dan anak anjing "kunarion", namun tanggapan perempuan kanaan terhadap perbandingan diatas menunjukkan iman dan kerendahan hatinya, yang merupakan maksud dari Matius menulis Injil ini.



Matius 15:27

Kata perempuan itu: "Benar Tuan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."



ê de eipen nai kurie kai gar ta kunaria esthiei apo tôn psichiôn tôn piptontôn apo tês trapezês tôn kuriôn autôn





Perempuan Kanaan ini tidak membela diri dikatakan dirinya sebagai anjing-dalam bahasa indonesia (anak anjing "kunarion"), namun ia mengambil kesempatan dari setiap kata yang diucapkan Yesus bahwa anak anjing "kunarion" makan remah-remah "psichiôn" yang jatuh dari meja "kuriôn"/ tuan mereka, yaitu anak-anak tadi.



Markus mencatat dalam Markus 7:27 Yesus berkata "biarlah anak-anak kenyang dahulu", hal ini menimbulkan harapan bagi perempuan itu bahwa gilirannya akan tiba dan ia memperoleh hasilnya, bahwa Yesus melakukan penyembuhan bagi anak sang perempuan ini



PRAISE GOD FOR HIS KINDNESS!



Satu hal yang kita harus perhatikan dalam kisah ini adalah bahwa Yesus telah menyembuhkan begitu banyak orang tetapi tidak semuanya memiliki iman seperti perempuan Kanaan ini, yang justru dari kalangan yang terhina dengan sebutan “anak anjing”. Bukan itu saja perempuan Kanaan tidak merasa tersinggung dan tetap berani untuk memohon; ayat 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."



Perempuan Kanaan itu berani memohon agar anak perempuannya disembuhkan oleh Yesus. Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta apa yang diperuntukkan bagi orang Israel tetapi ia hanya meminta yang layak ia dapatkan, yakni remah-remahnya. Di sini kita melihat bagaimana besar imannya, karena ia tidak memaksakan kehendaknya tetapi ia benar-benar memfokuskan permohonan kepada belas kasihan Yesus. Perempuan ini menyentuh hati kudus Yesus.. Ia tetap menganggap suatu anugerah walaupun dia hanya mendapatkan remah-remah, sesuatu yang tidak lagi dihargai orang lain. Secara manusiawi, Siapa disini yang mau makan bekas makan orang lain atau minum cawan perjamuan kudus bekas orang?



Pelajaran dari iman perempuan Kanaan itu bahwa dia tidak goyah ketika Yesus menjawab “tidak patutlah mengambil roti yang disedikan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.", dia balik menjawab dengan keberanian yang luar biasa “bahwa anjing yang berada di bawah meja itu makan remah-remah roti yang jatuh”.



Sebagai seorang perempuan dari kalangan kafir dan seorang dari warga kelas dua, keprihatinannya terhadap anak perempuannya telah membuat dia begitu berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan gender dengan IMAN. Inilah yang kemudian membuat Yesus kagum kepada perempuan yang tidak tercantum namanya ini



Dalam kejadian tersebut, terbukti bahwa pelayanan Yesus menembus batas, Perempuan Kanaan itu mendapat belas kasihan Yesus. Perempuan ini telah datang pada pribadi yang tepat, dia memiliki sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang telah terbukti mendobrak pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu. Yesus berkata "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.



Yesus telah dibuat kagum oleh iman dan kesederhanaan pola pikir dari perempuan Kanaan itu. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan oleh Yesus! Anda mau dipuji oleh Tuhan? Belajarlah untuk menjadi seperti perempuan kanaan ini!



Terlebih lagi sekarang ini adalah masa anugrah, dimana kita BUKAN LAGI anak-anak anjing yang makan remah2 yang jatuh dari meja tuannya (Israel), tapi kita diangkat menjadi anak dan memiliki status yang sama dan bahkan lebih tinggi dari Israel!

wang_pe_sek
MURTADIN
MURTADIN

Number of posts: 157
Reputation: -6
Points: 2093
Registration date: 2008-12-31

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum