MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 16 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 16 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

View previous topic View next topic Go down

Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by Tom Jerry on Fri Aug 05, 2011 3:15 am

Nih, dapet copazan bagus dari sesama kalian...

Opini seputar penyusunan AlQuran

Dalam sejarah penulisan AlQuran, kita akan dihadapkan pada fakta sejarah tumpang tindih dan banyak campur tangan berbagai pihak baik itu penguasa politik/pemerintahan, maupun kelompok-kelompok tertentu seperti suku-suku tertentu dimasa itu sampai berbagai kelompok penting tertentu saat ini. Mulai dari bagaimana AlQuran disusun semasa kepemimpinan Utsman bin Affan, sampai pada upaya-upaya lain untuk mencoba merujuk kembali sejarah AlQuran dengan lebih menyeluruh, justru mengarah pada gambaran bahwa proses penyusunan AlQuran cenderung kabur dan bahkan menghilangkan makna dasar AlQuran sebagai pedoman hidup sepanjang masa.
Sebagai seorang muslim, penulis cukup prihatin dengan kondisi sejarah AlQuran tersebut. Tanpa bermaksud untuk memperkeruh kondisi, penulis mencoba untuk menelaah kondisi itu sebagai suatu kewajaran dalam melihat bagaimana sejarah terutama sejarah penyusunan AlQuran. Bagi penulis adalah wajar ketika masing-masing pihak berkepentingan dalam memberi pernyataan seputar sejarah penyusunan AlQuran itu, bahkan termasuk kita sebagai masyarakat awam, dimana kita mempunyai hak untuk mengetahui bagaimana proses penyusunan AlQuran tersebut, hal ini terlepas bahwa informasi tersebut ternyata jadi malah membingungkan kita sendiri.
Kondisi simpang siur tersebut bagi penulis menjadi semakin wajar jika dibandingkan dengan sejarah penyusunan kitab-kitab selain AlQuran, proses penyusunan kembali wahyu-wahyu Tuhan pada kitab selain AlQuran tentu bisa semakin rumit dan beragam, terkait dengan rentang waktu dimana wahyu Tuhan tersebut turun dengan masa proses penyusunan kembali wahyu Tuhan tentu ada jarak waktu panjang dimana mungkin saja terdapat kesalahan atau kehilangan fakta, mengingat bahwa dijaman itu proses pencatatan wahyu jauh lebih sederhana (hanya sebatas ingatan/memori) dibanding proses pewahyuan AlQuran. Jadi menurut hemat penulis sejarah penyusunan AlQuran itu sendiri merupakan bagian sejarah dimana kita sebagai muslim juga harus dapat menerima dengan hati terbuka serta tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa AlQuran saat ini adalah tetap merupakan kitab suci, pedoman hidup sepanjang masa.
Pertanyaan kritis seputar sejarah AlQuran sendiri pada tahap penerapan akan lebih hidup dan membumi jika kita mengarahkan perhatian kita pada bagaimana mempelajari AlQuran sehingga dapat diambil hikmah dan manfaat bagi kehidupan kita saat ini. Mari kita coba untuk memperhatikan AlQuran itu sendiri dimana hal ini tentu akan lebih menarik dan bermanfaat dalam kehidupan kita saat ini dan akan datang. Meskipun hal ini nampaknya sulit, tetaplah kita dianjurkan untuk menjadikan AlQuran sebagai pedoman hidup, sebagaimana nabi menganjurkan kita untuk mempelajari dan menggunakan AlQuran sebagai pedoman hidup kita.
AlQuran kita saat ini merupakan hasil sebuah proses panjang pewahyuan, dimana kalau kita perhatikan dari proses pewahyuan itu berlangsung secara berangsur-angsur sesuai dengan permasalahan umat pada waktu itu. Proses penjang tersebut tentu bukan dimaksudkan bahwa Tuhan tidak mampu menurunkan AlQuran secara langsung jadi, tetapi lebih merupakan sebuah proses pembelajaran Tuhan kepada umat manusia dimana pada masing-masing proses tersebut terdapat pelajaran-pelajaran bagi masing-masing umat pada masa itu.
Pertanyaan lebih lanjut adalah tentang bagaimana kita saat ini harus menyikapi AlQuran tersebut, dimana ada tuntutan bahwa AlQuran saat ini harus mampu menjawab permasalahan-permasalahan umat saat ini, mampukah AlQuran menjawab tantangan permasalahan tersebut secara menyeluruh? Dilema penafsiran AlQuran dalam menjawab permasalahan tersebut ternyata cukup pelik dan membingungkan, disatu sisi kita dianjurkan atau lebih tepatnya diharuskan untuk berpedoman pada AlQuran, disisi lain fakta riil bahwa AlQuran dari sisi terjemahan maupun sisi penafsiran ternyata kurang mampu untuk menjawab tantangan tersebut, bahkan terkesan upaya untuk menafsirkan AlQuran tersebut hanya bersifat subyektif dan lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu sehingga dalam prakteknya justru menimbulkan perselisihan dalam penafsiran ayat-ayat AlQuran itu sendiri, padahal bukankah AlQuran itu harus mampu menjadi petunjuk/pedoman bagi siapa saja atau kelompok manapun, nampaknya prinsip kebersamaan ini menjadi kurang makna atau tidak menemukan jawaban bila rujukan makna hanya dilakukan sebatas penafsiran saja. Lalu harus bagaimana kita menyikapi hal ini bila dalam praktek hidup pedoman (AlQuran) tersebut tidak cukup mampu dalam menjawab permasalahan hidup sehari-hari?
AlQuran dalam proses pewahyuan selama kurang lebih 23 tahun menurut hemat penulis merupakan suatu proses pewahyuan dimana terjadi proses perubahan atau transformasi pesan Ilahiah pada nabi sebagai penerima wahyu. Proses tersebut kalau kita perhatikan merupakan sebuah tahapan dari pesan awal dari Tuhan kemudian melalui proses pewahyuan berupa pesan Tuhan melalui perantara malaikat jibril atau juga bentuk lain sebagaimana disebutkan dalam AlQuran tentang bagaimana proses pewahyuan itu terjadi. Setelah proses itu, sebenarnya kalau kita lebih jeli lagi, ada satu proses lagi dimana proses itu dapat kita istilahkan sebagai proses penyampaian isi wahyu itu sendiri oleh nabi kepada umat dimana proses ini sering disebut sebagai “sabda nabi” dimana setelah itu, sabda inilah kemudian kita terima sebagai wahyu Tuhan.

Pewahyuan dilakukan dengan melalui “proses pewahyuan”, bahwa setelah proses tersebut masih ada proses lagi dimana proses itu dilakukan secara “internal” oleh nabi sendiri kemudian terakhir beliau sampaikan kepada umat dengan “proses penyampaian” atau “sabda nabi” kepada umat.
Dari gambaran singkat tentang proses pewahyuan dapat dipahami bahwa proses itu merupakan proses transformasi informasi Tuhan kepada Umat melalui perantaraan “proses pewahyuan”, “proses internal nabi” dan terakhir “proses penyampaian”. Ketiga proses tersebut kalau kita perhatikan secara seksama terdapat hal menarik bahwa ternyata ada proses internal nabi, dimana hal tersebut mengisyaratkan ada campur tangan nabi dalam memproses informasi guna disampaikan kepada umat. Namun hal demikian tidak berarti ada campur tangan dalam makna campur tangan merubah isi pesan, tetapi penulis melihat ada sebuah proses pemikiran ulang/proses belajar nabi untuk kemudian beliau sampaikan kepada umat sebagai hasil pewahyuan itu sendiri, karena koreksi sudah barang tentu akan langsung dilakukan jika ada kekeliruan dalam penyampaian.
Demikian sedikit gambaran tentang proses pewahyuan dan kaitan sejarah AlQuran sebagai sebuah proses panjang dari makna kontekstual menuju makna universal. Tulisan ini merupakan rangkaian proses pemikiran terhadap AlQuran sebagai pedoman hidup universal sepanjang masa. Pertanyaan kritis seputar proses sejarah penyusunan dan sejarah pewahyuan masih terus berlanjut hingga sekarang ini. Untuk itu diperlukan upaya lebih dari sekedar menerima saja informasi, tetapi juga diperlukan sebuah kesediaan untuk bersikap terbuka dengan semangat pada peningkatan kualitas pengetahuan dan peningkatan keimanan kita pada AlQuran itu sendiri. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam proses berpikir ini, kritik dan saran membangun senantiasa penulis terima.



Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mau bertanya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Yang saya tahu bahwa Al-Qur’an yang sering kita baca merupakan tulisan seseorang. Yang jadi pertanyaan saya, Al-Qur’an yang asli yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sekarang ada di mana? Apakah Allah SWT waktu menurunkan Al-Qur’an berbentuk buku seperti yang kita baca sekarang? Jazakallah khoiron katsiraa atas jawabannya.

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Al-Quran yang asli tidak ada di muka bumi, sebab yang asli adalahnyadi Lauhil Mahfudz. Yang ada di muka bumi adalah hasil tulisan tangan manusia. Yaitu tulisan tangan para shahabat nabi Muhammad SAW yang mulia. Tangan mereka lah yang telah menulis ayat-ayat Al-Quran pertama kali di muka bumi, berdasarkan dikte yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.
Sedangkan Al-Quran yang asli sudah ada jauh sebelum Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Barulah ketika Allah SWT mengangkat nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, sebagian demi sebagian ayat itu diturunkan. Itu pun tidak diturunkan secara urut, melainkan secara acak sesuai dengan kebutuhan yang ada saat itu.
Namun pada saat diturunkan, Jibril menjelaskan kepada Rasulullah SAW bahwa potongan ayat yang baru dibawanya itu adalah urutan kesekian dari surat tertentu. Atau letaknya setelah ayat tertentu dan sebelum ayat tertentu.
Ketika Rasulullah SAW menyampaikan kembali ayat-ayat yang turun kepada beliau, para shahabat lantas mencatatnya, baik di pelepah kurma, tulang, batu atau pun media lainnya. Selain itu Rasulullah SAW juga punya seorang sektetaris pribadi yang secara khusus ditugaskan untuk mencatat setiap ayat yang turun. Seperti Zaid bin Tsabit dan lainnya.
Adapuntulisan tangan para shahabat nabi SAW itu kemudian mengalami standarisasi di zaman Khalifah Utsman bin Al-Affan. Tujuannya untuk menyamakan rasam (bentuk huruf dan tulisan), agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Dan tulisan-tulisan lainnya setelah standarisasi itu dikumpulkan lalu dibakar. Sebab umat Islam sudah punya satu mushaf standar yang telah dikerjakan oleh tim profesional. Mushaf standar inilah yang kemudian digandakan dan dikirim ke pusat-pusat peradanan Islam.
Hingga hari ini, di musium Topkapi Istambul Turki, masih banyak peninggalan bersejarah sejak zaman nabi dan para shahabat. Namun nilainya hanya sekedar sejarah saja, tidak lagi menjadi dasar otentitas Al-Quran. Sebab kalau hanya untuk mendapatkan sumber keotentikannya, umat Islam telah memliki sebuah metode yang ilmiyah dan sangat unik serta tidak pernah dimiliki oleh agama dan bangsa manapun. Yaitu metodologi periwayatan (sanad) yang ternyata sangat luar biasa.
Dengan adanya metodologi periwayatan sanad ini, otentifikasi sebuah naskah menjadi sangat valid. Karena bukan sekedar memastikan bahwa suatu naskah itu asli ditulis pada zaman apa, melainkan juga memastikan alur sampainya periwayatan itu sendiri. Benarkah sebuah naskah itu memang datang dari mulut nabi Muhammad SAW, ataukah hanya karangan orang-orang di sekitarnya?
Kalau hanya dengan menggunakan studi naskah klasik (filologi), kita hanya mampu membuktikan bahwa naskah tertentu ditulis pada tahun berapa, sedangkan kepastian bahwa materi naskah itu betul-betul original atau tidak, kita tidak bisa mengetahuinya.
Dan secara derajat periwayatan, ayat-ayat Al-Quran yang sampai kepada kita telah diriwayatkan dengan mutawatir, sehingga kepastian keshahihannya mutlak,jauh melebihi umumnya rata-rata hadits yang sampai kepada kita.
Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

http://aneh22.blogspot.com/2009/03/al-quran-yang-asli-ada-dimana.html

_________________
"Akulah jalan (yang lurus) dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Allah, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 8:31-32)

Trinitas dan Ketuhanan Yesus tidak bisa dipahami, hanya bisa ter-imani dengan pertolongan dari Roh Kudus… Ini adalah iman, ini adalah kepercayaan… Namun demikian jika iman atau kepercayaan ini tidak bisa dipahami, bukanlah berarti Allah SWT yang ada di Islam pastilah Tuhan…!!! (My Opinion)

Tom Jerry
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 1829
Location: Jakarta
Job/hobbies: Cari kebenaran
Reputation: 11
Points: 3826
Registration date: 2010-09-20

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by Jangan Ngaco on Mon Aug 08, 2011 7:54 am

Tom Jerry wrote:Nih, dapet copazan bagus dari sesama kalian...

Opini seputar penyusunan AlQuran

Dalam sejarah penulisan AlQuran, kita akan dihadapkan pada fakta sejarah tumpang tindih dan banyak campur tangan berbagai pihak baik itu penguasa politik/pemerintahan, maupun kelompok-kelompok tertentu seperti suku-suku tertentu dimasa itu sampai berbagai kelompok penting tertentu saat ini. Mulai dari bagaimana AlQuran disusun semasa kepemimpinan Utsman bin Affan, sampai pada upaya-upaya lain untuk mencoba merujuk kembali sejarah AlQuran dengan lebih menyeluruh, justru mengarah pada gambaran bahwa proses penyusunan AlQuran cenderung kabur dan bahkan menghilangkan makna dasar AlQuran sebagai pedoman hidup sepanjang masa.
Sebagai seorang muslim, penulis cukup prihatin dengan kondisi sejarah AlQuran tersebut. Tanpa bermaksud untuk memperkeruh kondisi, penulis mencoba untuk menelaah kondisi itu sebagai suatu kewajaran dalam melihat bagaimana sejarah terutama sejarah penyusunan AlQuran. Bagi penulis adalah wajar ketika masing-masing pihak berkepentingan dalam memberi pernyataan seputar sejarah penyusunan AlQuran itu, bahkan termasuk kita sebagai masyarakat awam, dimana kita mempunyai hak untuk mengetahui bagaimana proses penyusunan AlQuran tersebut, hal ini terlepas bahwa informasi tersebut ternyata jadi malah membingungkan kita sendiri.
Kondisi simpang siur tersebut bagi penulis menjadi semakin wajar jika dibandingkan dengan sejarah penyusunan kitab-kitab selain AlQuran, proses penyusunan kembali wahyu-wahyu Tuhan pada kitab selain AlQuran tentu bisa semakin rumit dan beragam, terkait dengan rentang waktu dimana wahyu Tuhan tersebut turun dengan masa proses penyusunan kembali wahyu Tuhan tentu ada jarak waktu panjang dimana mungkin saja terdapat kesalahan atau kehilangan fakta, mengingat bahwa dijaman itu proses pencatatan wahyu jauh lebih sederhana (hanya sebatas ingatan/memori) dibanding proses pewahyuan AlQuran. Jadi menurut hemat penulis sejarah penyusunan AlQuran itu sendiri merupakan bagian sejarah dimana kita sebagai muslim juga harus dapat menerima dengan hati terbuka serta tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa AlQuran saat ini adalah tetap merupakan kitab suci, pedoman hidup sepanjang masa.
Pertanyaan kritis seputar sejarah AlQuran sendiri pada tahap penerapan akan lebih hidup dan membumi jika kita mengarahkan perhatian kita pada bagaimana mempelajari AlQuran sehingga dapat diambil hikmah dan manfaat bagi kehidupan kita saat ini. Mari kita coba untuk memperhatikan AlQuran itu sendiri dimana hal ini tentu akan lebih menarik dan bermanfaat dalam kehidupan kita saat ini dan akan datang. Meskipun hal ini nampaknya sulit, tetaplah kita dianjurkan untuk menjadikan AlQuran sebagai pedoman hidup, sebagaimana nabi menganjurkan kita untuk mempelajari dan menggunakan AlQuran sebagai pedoman hidup kita.
AlQuran kita saat ini merupakan hasil sebuah proses panjang pewahyuan, dimana kalau kita perhatikan dari proses pewahyuan itu berlangsung secara berangsur-angsur sesuai dengan permasalahan umat pada waktu itu. Proses penjang tersebut tentu bukan dimaksudkan bahwa Tuhan tidak mampu menurunkan AlQuran secara langsung jadi, tetapi lebih merupakan sebuah proses pembelajaran Tuhan kepada umat manusia dimana pada masing-masing proses tersebut terdapat pelajaran-pelajaran bagi masing-masing umat pada masa itu.
Pertanyaan lebih lanjut adalah tentang bagaimana kita saat ini harus menyikapi AlQuran tersebut, dimana ada tuntutan bahwa AlQuran saat ini harus mampu menjawab permasalahan-permasalahan umat saat ini, mampukah AlQuran menjawab tantangan permasalahan tersebut secara menyeluruh? Dilema penafsiran AlQuran dalam menjawab permasalahan tersebut ternyata cukup pelik dan membingungkan, disatu sisi kita dianjurkan atau lebih tepatnya diharuskan untuk berpedoman pada AlQuran, disisi lain fakta riil bahwa AlQuran dari sisi terjemahan maupun sisi penafsiran ternyata kurang mampu untuk menjawab tantangan tersebut, bahkan terkesan upaya untuk menafsirkan AlQuran tersebut hanya bersifat subyektif dan lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu sehingga dalam prakteknya justru menimbulkan perselisihan dalam penafsiran ayat-ayat AlQuran itu sendiri, padahal bukankah AlQuran itu harus mampu menjadi petunjuk/pedoman bagi siapa saja atau kelompok manapun, nampaknya prinsip kebersamaan ini menjadi kurang makna atau tidak menemukan jawaban bila rujukan makna hanya dilakukan sebatas penafsiran saja. Lalu harus bagaimana kita menyikapi hal ini bila dalam praktek hidup pedoman (AlQuran) tersebut tidak cukup mampu dalam menjawab permasalahan hidup sehari-hari?
AlQuran dalam proses pewahyuan selama kurang lebih 23 tahun menurut hemat penulis merupakan suatu proses pewahyuan dimana terjadi proses perubahan atau transformasi pesan Ilahiah pada nabi sebagai penerima wahyu. Proses tersebut kalau kita perhatikan merupakan sebuah tahapan dari pesan awal dari Tuhan kemudian melalui proses pewahyuan berupa pesan Tuhan melalui perantara malaikat jibril atau juga bentuk lain sebagaimana disebutkan dalam AlQuran tentang bagaimana proses pewahyuan itu terjadi. Setelah proses itu, sebenarnya kalau kita lebih jeli lagi, ada satu proses lagi dimana proses itu dapat kita istilahkan sebagai proses penyampaian isi wahyu itu sendiri oleh nabi kepada umat dimana proses ini sering disebut sebagai “sabda nabi” dimana setelah itu, sabda inilah kemudian kita terima sebagai wahyu Tuhan.

Pewahyuan dilakukan dengan melalui “proses pewahyuan”, bahwa setelah proses tersebut masih ada proses lagi dimana proses itu dilakukan secara “internal” oleh nabi sendiri kemudian terakhir beliau sampaikan kepada umat dengan “proses penyampaian” atau “sabda nabi” kepada umat.
Dari gambaran singkat tentang proses pewahyuan dapat dipahami bahwa proses itu merupakan proses transformasi informasi Tuhan kepada Umat melalui perantaraan “proses pewahyuan”, “proses internal nabi” dan terakhir “proses penyampaian”. Ketiga proses tersebut kalau kita perhatikan secara seksama terdapat hal menarik bahwa ternyata ada proses internal nabi, dimana hal tersebut mengisyaratkan ada campur tangan nabi dalam memproses informasi guna disampaikan kepada umat. Namun hal demikian tidak berarti ada campur tangan dalam makna campur tangan merubah isi pesan, tetapi penulis melihat ada sebuah proses pemikiran ulang/proses belajar nabi untuk kemudian beliau sampaikan kepada umat sebagai hasil pewahyuan itu sendiri, karena koreksi sudah barang tentu akan langsung dilakukan jika ada kekeliruan dalam penyampaian.
Demikian sedikit gambaran tentang proses pewahyuan dan kaitan sejarah AlQuran sebagai sebuah proses panjang dari makna kontekstual menuju makna universal. Tulisan ini merupakan rangkaian proses pemikiran terhadap AlQuran sebagai pedoman hidup universal sepanjang masa. Pertanyaan kritis seputar proses sejarah penyusunan dan sejarah pewahyuan masih terus berlanjut hingga sekarang ini. Untuk itu diperlukan upaya lebih dari sekedar menerima saja informasi, tetapi juga diperlukan sebuah kesediaan untuk bersikap terbuka dengan semangat pada peningkatan kualitas pengetahuan dan peningkatan keimanan kita pada AlQuran itu sendiri. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam proses berpikir ini, kritik dan saran membangun senantiasa penulis terima.



Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mau bertanya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Yang saya tahu bahwa Al-Qur’an yang sering kita baca merupakan tulisan seseorang. Yang jadi pertanyaan saya, Al-Qur’an yang asli yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sekarang ada di mana? Apakah Allah SWT waktu menurunkan Al-Qur’an berbentuk buku seperti yang kita baca sekarang? Jazakallah khoiron katsiraa atas jawabannya.

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Al-Quran yang asli tidak ada di muka bumi, sebab yang asli adalahnyadi Lauhil Mahfudz. Yang ada di muka bumi adalah hasil tulisan tangan manusia. Yaitu tulisan tangan para shahabat nabi Muhammad SAW yang mulia. Tangan mereka lah yang telah menulis ayat-ayat Al-Quran pertama kali di muka bumi, berdasarkan dikte yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.
Sedangkan Al-Quran yang asli sudah ada jauh sebelum Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Barulah ketika Allah SWT mengangkat nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, sebagian demi sebagian ayat itu diturunkan. Itu pun tidak diturunkan secara urut, melainkan secara acak sesuai dengan kebutuhan yang ada saat itu.
Namun pada saat diturunkan, Jibril menjelaskan kepada Rasulullah SAW bahwa potongan ayat yang baru dibawanya itu adalah urutan kesekian dari surat tertentu. Atau letaknya setelah ayat tertentu dan sebelum ayat tertentu.
Ketika Rasulullah SAW menyampaikan kembali ayat-ayat yang turun kepada beliau, para shahabat lantas mencatatnya, baik di pelepah kurma, tulang, batu atau pun media lainnya. Selain itu Rasulullah SAW juga punya seorang sektetaris pribadi yang secara khusus ditugaskan untuk mencatat setiap ayat yang turun. Seperti Zaid bin Tsabit dan lainnya.
Adapuntulisan tangan para shahabat nabi SAW itu kemudian mengalami standarisasi di zaman Khalifah Utsman bin Al-Affan. Tujuannya untuk menyamakan rasam (bentuk huruf dan tulisan), agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Dan tulisan-tulisan lainnya setelah standarisasi itu dikumpulkan lalu dibakar. Sebab umat Islam sudah punya satu mushaf standar yang telah dikerjakan oleh tim profesional. Mushaf standar inilah yang kemudian digandakan dan dikirim ke pusat-pusat peradanan Islam.
Hingga hari ini, di musium Topkapi Istambul Turki, masih banyak peninggalan bersejarah sejak zaman nabi dan para shahabat. Namun nilainya hanya sekedar sejarah saja, tidak lagi menjadi dasar otentitas Al-Quran. Sebab kalau hanya untuk mendapatkan sumber keotentikannya, umat Islam telah memliki sebuah metode yang ilmiyah dan sangat unik serta tidak pernah dimiliki oleh agama dan bangsa manapun. Yaitu metodologi periwayatan (sanad) yang ternyata sangat luar biasa.
Dengan adanya metodologi periwayatan sanad ini, otentifikasi sebuah naskah menjadi sangat valid. Karena bukan sekedar memastikan bahwa suatu naskah itu asli ditulis pada zaman apa, melainkan juga memastikan alur sampainya periwayatan itu sendiri. Benarkah sebuah naskah itu memang datang dari mulut nabi Muhammad SAW, ataukah hanya karangan orang-orang di sekitarnya?
Kalau hanya dengan menggunakan studi naskah klasik (filologi), kita hanya mampu membuktikan bahwa naskah tertentu ditulis pada tahun berapa, sedangkan kepastian bahwa materi naskah itu betul-betul original atau tidak, kita tidak bisa mengetahuinya.
Dan secara derajat periwayatan, ayat-ayat Al-Quran yang sampai kepada kita telah diriwayatkan dengan mutawatir, sehingga kepastian keshahihannya mutlak,jauh melebihi umumnya rata-rata hadits yang sampai kepada kita.
Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh


apa sih yg kamu tanyakan!!!?

_________________
KOMUNITAS PEMBELA ISLAM DINUL HAQ
''Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.'' (QS. At- Taubah [9] : 32)

By:U,Me

Jangan Ngaco
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts: 813
Location: SumSel
Job/hobbies: Memaafkan
Humor: kasihan umat yang diwarisi dosa
Reputation: 12
Points: 2088
Registration date: 2011-08-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by shaggy on Tue Aug 09, 2011 10:29 am


_________________
2 Timotius 1:7Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

shaggy
MURTADIN
MURTADIN

Number of posts: 5838
Reputation: -33
Points: 7604
Registration date: 2010-05-06

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by hamba tuhan on Tue Aug 09, 2011 10:42 am

shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????


_________________
Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Inget-inget lho...bagi yang bukan 12 suku israel, ayat matius 19:28 berlaku kelak sesudah kiamat yaitu waktu penciptaan kembali..

hamba tuhan
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 9905
Age: 14
Location: Aceh
Humor: Obrolan Santai dengan Om Yesus
Reputation: -206
Points: 12427
Registration date: 2010-09-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by agus on Tue Aug 09, 2011 10:49 am

hamba tuhan wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????



_________________
Jika pikiran bisa memikirkannya, dan hati saya dapat mempercayainya - maka saya bisa mencapainya

agus
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 8585
Location: Everywhere but no where
Job/hobbies: Baca-baca
Humor: Shaggy yang malang
Reputation: 45
Points: 11214
Registration date: 2010-04-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by hamba tuhan on Tue Aug 09, 2011 10:50 am

agus wrote:
hamba tuhan wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????



emang ada yg salah mas agus????.....


_________________
Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Inget-inget lho...bagi yang bukan 12 suku israel, ayat matius 19:28 berlaku kelak sesudah kiamat yaitu waktu penciptaan kembali..

hamba tuhan
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 9905
Age: 14
Location: Aceh
Humor: Obrolan Santai dengan Om Yesus
Reputation: -206
Points: 12427
Registration date: 2010-09-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by agus on Tue Aug 09, 2011 10:57 am

hamba tuhan wrote:
agus wrote:
hamba tuhan wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????



emang ada yg salah mas agus????.....


Shaggy maksa betul referensi yang sudah jelas mau disamakan dengan pendapatnya.....

_________________
Jika pikiran bisa memikirkannya, dan hati saya dapat mempercayainya - maka saya bisa mencapainya

agus
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 8585
Location: Everywhere but no where
Job/hobbies: Baca-baca
Humor: Shaggy yang malang
Reputation: 45
Points: 11214
Registration date: 2010-04-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by Jangan Ngaco on Tue Aug 09, 2011 12:49 pm

agus wrote:
hamba tuhan wrote:
agus wrote:
hamba tuhan wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????



emang ada yg salah mas agus????.....


Shaggy maksa betul referensi yang sudah jelas mau disamakan dengan pendapatnya.....

gonggongannya g berirama!! kayaknya lg datang bulan!!!!

_________________
KOMUNITAS PEMBELA ISLAM DINUL HAQ
''Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.'' (QS. At- Taubah [9] : 32)

By:U,Me

Jangan Ngaco
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts: 813
Location: SumSel
Job/hobbies: Memaafkan
Humor: kasihan umat yang diwarisi dosa
Reputation: 12
Points: 2088
Registration date: 2011-08-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by agus on Tue Aug 09, 2011 12:53 pm

Jangan Ngaco wrote:
agus wrote:
hamba tuhan wrote:
agus wrote:
hamba tuhan wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????



emang ada yg salah mas agus????.....


Shaggy maksa betul referensi yang sudah jelas mau disamakan dengan pendapatnya.....

gonggongannya g berirama!! kayaknya lg datang bulan!!!!

Lagi datang bulan pacekliknya ya bro .....

_________________
Jika pikiran bisa memikirkannya, dan hati saya dapat mempercayainya - maka saya bisa mencapainya

agus
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 8585
Location: Everywhere but no where
Job/hobbies: Baca-baca
Humor: Shaggy yang malang
Reputation: 45
Points: 11214
Registration date: 2010-04-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by sabda alam on Tue Aug 09, 2011 1:03 pm

shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.
pendapat yang aneh....

sabda alam
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 824
Reputation: -6
Points: 2192
Registration date: 2011-04-28

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by Jangan Ngaco on Tue Aug 09, 2011 1:06 pm

@ sagy


_________________
KOMUNITAS PEMBELA ISLAM DINUL HAQ
''Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.'' (QS. At- Taubah [9] : 32)

By:U,Me

Jangan Ngaco
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts: 813
Location: SumSel
Job/hobbies: Memaafkan
Humor: kasihan umat yang diwarisi dosa
Reputation: 12
Points: 2088
Registration date: 2011-08-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by BOTELHEM on Tue Aug 09, 2011 1:08 pm

shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.
Emang bisa ya..??
Palingan teks-nya doang yang bisa ter-bakar..

_________________
*Mari berkunjung di Forum LASKAR_ISLAM
YANG MUSLIM SILAHKAN HIJRAH KESINI... NON MUSLIM JUGA SILAHKAN MAMPIR..
www.laskarislam.com



↑ Grab this Headline Animator

BOTELHEM
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 2632
Location: -Dunia Maya-
Humor: Jesus vs ALLAH..mana yg menang..??
Reputation: 8
Points: 4371
Registration date: 2010-10-09

View user profile http://laskarislam.indonesianforum.net/

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by agus on Tue Aug 09, 2011 1:14 pm

BOTELHEM wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.
Emang bisa ya..??
Palingan teks-nya doang yang bisa ter-bakar..

Dikiranya Qur'an itu yang biasa dicetak di tempat percetakan bro ....

_________________
Jika pikiran bisa memikirkannya, dan hati saya dapat mempercayainya - maka saya bisa mencapainya

agus
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 8585
Location: Everywhere but no where
Job/hobbies: Baca-baca
Humor: Shaggy yang malang
Reputation: 45
Points: 11214
Registration date: 2010-04-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by mistik6666 on Tue Aug 09, 2011 1:21 pm

hamba tuhan wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????







_________________
Atas nama Bapak yang bisa dilihat mata manusia, Anak manusia yang mati terkutuk, dan Roh Emprit yang hobby terbang berkelana.. aku bersaksi bahwa ketiganya kombinasi yang tidak masuk logika. Amin.

Bacalah Bible sedari awal sampai akhirnya, dengan hati yang tulus dan ikhlas. Niscaya akan kau temukan kebenaran yang sesungguhnya, cahaya yang sesungguhnya, dan jalan lurus yang sesungguhnya...

YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus. yang telah Aku utus.

mistik6666
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts: 1475
Location: pangkalan becak
Job/hobbies: tukang becak
Reputation: 7
Points: 2991
Registration date: 2011-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by hamba tuhan on Wed Sep 28, 2011 7:42 am

agus wrote:
hamba tuhan wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

lho... katanya diatas alquran yang asli ada di Lauhil Mahfudz, apakah UTSMAN datang ke Lauhil Mahfudz untuk membakarnya????




_________________
Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Inget-inget lho...bagi yang bukan 12 suku israel, ayat matius 19:28 berlaku kelak sesudah kiamat yaitu waktu penciptaan kembali..

hamba tuhan
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 9905
Age: 14
Location: Aceh
Humor: Obrolan Santai dengan Om Yesus
Reputation: -206
Points: 12427
Registration date: 2010-09-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by TukangTipu a.k.a. Yesus on Fri Oct 28, 2011 9:39 pm

TRIT YANG BODOH...
TAPI PAS LAH, YG BUKA LAPAK JUGA BODOH!!
CUMAN DI KETAWAIN DOANG AMA MUSLIM, TRIT INI???

GIMANA NEHH, KRESTEN ???

_________________
Akibat menolak kodrat, menolak reproduksi manusia! sifatnya malah semangkin kaya HEWAN--Ameen!!
Maha Benar ALLOH dengan segala FIRMANNYA,.
Kebencian mereka, di tanamkan semenjak di buaian!!




Turunkan harga SEMPAK!!..turunkan Harga SEMPAK!!..Turunkan Harga SEMPAKK!!

berjayalah islam! ayo sodara-sodara nyang kresten, mampir di maree...
http://laskarislam.indonesianforum.net/
www.laskarislam.tk

TukangTipu a.k.a. Yesus
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts: 371
Humor: Tuhan Apa yang pake Kancut???
Reputation: -11
Points: 1546
Registration date: 2011-09-27

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by metheny on Fri Oct 28, 2011 9:48 pm

Mereka mengira al qur'an asli itu adalah MANUSKRIP KUNO...

metheny
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 803
Reputation: 6
Points: 2003
Registration date: 2011-09-20

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by barabasmurtad on Sun Oct 30, 2011 7:21 am

shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

SAYA TIDAK AKAN MEMBERI KOMENTAR TENTANG DIMANA QURAN YANG ASLI BERADA TETAPI SAYA TELAH MEN COPAS TENTANG PROSES PENULISAN QURAN SBB:

Penelusuran sejarah Islam yang dilakukan oleh para pengkaji dari berbagai lintas ilmu, dalam hal ini lewat sejarah, arkeologi, dan filologi (kebahasaan) sejak hampir 50 tahun ini tidak mendapati satupun bukti yang mendukung dan menguatkan tentang Islam, Muhammad, dan Quran bahkan dari sumber-sumber islami itu sendiri sebelum tahun 750 M. (120 tahun setelah tahun yang diduga sebagai tahun wafatnya Muhammad- 632 M).

Sungguh mengagetkan bukan ! Bagaimana mungkin suatu agama besar dengan segudang kisah tentang pendirinya ternyata tidak memiliki secuilpun kisah valid yang ditulis dalam seratus tahun masa pembentukannya?

We simply do not have any account from the Islamic community during the [initial] 150 years or so, between the first Arab conquests [the early 7th century] and the appearance, with the sira-maghazi narratives, of the earliest Islamic literature" [the late 8th century] (Wansbrough 1978:119).

Sampai awal abad ke delapan, wilayah penaklukan imperialis Arab telah terbentang dari Afrika Utara sampai India Barat , dari Yaman sampai Persia, namun begitu mengejutkan bahwa kita tidak memiliki dokumen tentang pembentukan quran yang kredibel yang masih ada sampai sekarang. Apalagi dokumen yang ditulis dalam bahasa Arab sendiri.

Satu hal yang bisa dipastikan adalah informasi tentang kisah pembentukan islam sebelum tahun 750 itu terdiri dari ‘hampir seluruhnya kutipan-kutipan meragukan yang dikompilasi di jaman berikutnya' (’almost entirely of rather dubious citations in later compilations’' - Humphreys).

Memang suatu keanehan yang luar biasa bahwa Islam tidak dapat menunjukkan satupun bukti sejarah buku suci mereka bahkan dalam waktu 120 – 150 tahun setelah kematian Muhammad.

Penelaah kisah-kisah dalam Quran, Sunnah Nabi dan Sirah dengan mudah dapat dilacak di literartur agama-agama lain sebagai hasil dari pengutipan dan pencatutan.

Sejumlah cerita dalam Quran berasal dari abad ke 2 literatur Yahudi:

- Cerita Kain & Qabil dalam dalam Surah 5.31-32 dipinjam dari Targum Jonathan ben Uzziah dan Mishnah Sanhedrin 4.5
- Cerita Ibrahim, berhala dan penghancuran mereka dalam Surat 21.51-71 adalah dari Misdrash Rabbah ;
- cerita tentang Sulaiman dalam Surat 27.17-44, tentang burung yang dapat berbicara dan Ratu Sheba yang mengangkat gaunnya karena menyangka lantai mengkilap sebagai air, diambil dari Targum kedua cerita Esther.
- Bahkan cerita Gunung Sinai diangkat dan mengambang diatas kepala rakyat Yahudi sebagai ancaman kalau menolak hukum Yahwe (Surah 7.171) berasal dari The Abodah Sarah, dan seterusnya.

Dalam Surat 17.1 terdapat laporang tentang perjalanan Muhamad dari Mekkah ke al Aqsa. Dalam tradisi berikutnya, ayat ini menunjuk kepada Muhamad menaiki langit ke-7, setelah sebuah perjalanan malam (mi’raj) dari Mekah ke Yerusalem dengan menunggangi Buraq, kuda bersayap. Ini berasal dari berbagai sumber : Testamen Ibraham (~200), Rahasia Enoch (chap.1.4-10 and 2.1), dan buku Persia tua berjudul Arta-I Viraj Namak.

Quran mengisahkan bahwa Muhamad memutuskan hubungan degnan kaum Yahudi pada tahun 624 dan memindahkan arah Kiblat (Surat 2.144 and 149-150) dari Yerusalem ke Mekah. Namun, dokumen yang ada pada kita, yaitu Doctrina Iacobi Chronicle (ditulis kira-kira tahun 634 M) dan dokumen Usup Sebeos (ditulis tahun 660 M) menunjukkan hubungan baik antara kaum Yahudi dengan kaum Ismail yang dahulu dikenal sebagai kaum Sarracen. Sumber yang lebih kemudian dari Armenia bahkan menyebut gubernur Yerusalem adalah seorang Yahudi pada tahap akhir masa penjajahan. Jadi, kesaksian-kesakian dokumen sejarah ini bertentangan dengan kesaksian dalam Quran.


Sirat Nabi
Sirat Nabawiyah atau sejarah hidup nabi Muhammad dalam bahasa Arab baru hadir satu abad lebih setelah kematiannya. Sirat pertama ditulis oleh Ibnu Ishaq (707 – 773) sekitar tahun 765. Kemudian salinannya disimpan oleh seorang bernama Ibnu Hisyam dan disadur ulang olehnya hampir satu abad setelah wafatnya Ibnu Ishaq (wafat tahun 883). Selain itu kisah-kisah nabi Muhammad dan komentar quran juga ditulis oleh Al-Tabari (839-923)

Sangat janggal dan mengherankan untuk orang terkenal semacam Muhammad perlu menunggu sampai 120 tahun lebih sampai ada orang yang menuliskannya? Jika sebelumnya kisah-kisah itu bertumpu pada tradisi oral / lisan, maka dapat dibayangkan derajat penyimpangannya dari satu generasi ke generasi lain, dari satu mulut ke mulut lain berdasarkan preferensi si penutur kisah, bukan?



Manuskrip Sanaa

Manuskrip tertua yang kita miliki sekarang adalah manuskrip Sanaa yang ditemukan di Masjid Agung Sanaa tahun 1972 ketika Mesjid Agung itu di restorasi. Lembaran naskah yang masih bisa bertahan itu ditelaah oleh Gerard Puin & tim dari Saarland University Jerman dengan hasil riset yang sangat menohok pemercaya tradisi Islam. Berdasarkan tes karbon 14 diperkirakan naskah ini berasal dari kwartal pertama abad 8, tepatnya sekitar tahun 715 yang mengalami penghapusan dan penimpahan sampai akhir abad 8.

Puin sendiri berkomentar di article Atlantic Monthly 1999 sbb:
Menurut saya Quran adalah koktail teks , naskah campur aduk, yang tidak dipahami bahkan pada jaman Muhammad sendiri. Beberapa bagian dari quran mungkin berusia ratusan tahun telah ada sebelum jaman islam. Bahkan dalam tradisi Islam terdapat begitu banyak informasi yang kontradiktif, termasuk cuplikan naskah Kristen yang signifikan. Seseorang bisa mendapatkan sejarah yang anti islam secara keseluruhan darinya jika ia menginginkannya. Quran diklaim bersifat mu’bin, atau jelas dengan sendirinya, namun jika anda memeriksannya, anda akan melihat bahwa setiap kira-kira lima kalimat dibaca kita akan mendapati klaim tersebut tak masuk akal. Muslim akan bersikeras sebaliknya, tentu saja. Namun fakta bahwa seperlima bagian dari teks Quran tidak bisa dipahami. Hal ini yang telah menyebabkan tradisi kebingungan dalam penerjemahan. Jika Quran tidak bisa dipahami, jika ia bahkan tidak bisa dimengerti oleh orang Arab, maka ia tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa manapun. Inilah yang muslim takutkan. Sebab Quran terus diklaim sebagai telah jelas namun kenyataannya tidak – terdapat kontradiksi yang jelas dan serius di sini. Suatu hal lain pasti telah terjadi.

Mushaf Topkapi dan Mushaf Taskent
Muslim biasanya mengatakan bahwa kita masih memiliki 3 manuskrip / musahf Quran tertua salinan dari jaman Kalifah Usman yang disebut Mushaf Sammarkand, yang disimpan di Perpustakaan Tashkent Uzbekistan, dan Mushaf Topkapi yang disimpan di Topkapi Museum Turki.

Mushaf Samarkand muncul pertama kali di Tashkent sekitar tahun 1485. Manuskrip ini sama sekali tidak lengkap. Dimulai dari pertengahan ayat ke-7 surat ke-2 (Al Baqarah) dan dari situ banyak halaman yang hilang. Dalam beberapa tempat hanya 2 atau 3 lembar yang hilang, sedangkan di tempat lain hingga ratusan halaman. Bagian akhir dari Qur'an dari sejak surah ke-43 ayat 10 sama sekali tidak ada. Dan dari yang dapat diselamatkan, banyak halaman yang koyak serta teks yang hilang.

Adanya perbedaan gaya penulisan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain menimbulkan pertanyaan apakah manuskrip ini benar-benar merupakan satu kesatuan ataukah kompilasi dari beberapa buah sumber.

Sebagaimana manuskrip Samarkand, mushaf Topkapi pun ditulis di atas lembaran perkamen (kulit binatang) dalam aksara Kufik. Tetapi cara penulisan dan bentuknya berbeda dengan mushaf Samarkand. Masing-masing lembar manuskrip Topkapi terdiri atas 18 baris, sedangkan manuskrip Samarkand terdiri atas 8 sampai 12 baris.

Penelitian yang objektif telah membuktikan bahwa tidak satu pun dari kedua manuskrip ini yang benar-benar dapat dianggap sebagai manuskrip asli mushaf Usmani.

Meskipun manuskrip ini berumur tua, namun yang harus diingat bahwa manuskrip Quran ini tidak ditulis dalam aksara Arab, melainkan aksara Kufik. Mushaf Quran dengan aksara Kufik menurut Martin Lings dan Yasin Hamid Safadi tidak pernah muncul sampai abad 8M, dan bahasa Kufi tidak pernah sama sekali digunakan di Mekkah dan Madinnah sampai abad ke 7M. (Lings & Safadi 1976:12-13,17; Gilchrist 1989:145-146; 152-153).

Alasannya sederhana, aksara Kufik disebut demikian karena berasal dari kota Kufa di Irak. Adalah tidak masuk akal apabila sumber dari quran ditulis dalam bahasa Kufki sedangkan wilayah Irak baru diinvasi oleh imperalis Arab beberapa puluh tahun setelah kematian Muhammad.

Jika Muhammad yang adalah seorang Arab, berbahasa Arab, mendapatkan wahyu dari Jibril dalam bahasa Arab, mengapa naskah Alquran pertama ditulis dalam bahasa Kufik? Tidakkah akan mengaburkan isi pesan itu sendiri, karena perbedaan kosa-kata dan makna dari bahasa Arab ke bahasa Kufik? Jadi dari mana keyakinan akan keterjagaan Alquran itu sampai ke tangan kita?
Bahasa Kufik baru mencapai penyempurnaannya selama abad 8, yaitu sekitar 150 tahun setelah kematian Muhammad. Dan sejak saat itu bahasa dan aksar Kufik digunakan secara luas di dunia muslim. Hal ini masuk akal sebab setelah tahun 750 AD dinasti Abasid menguasai dunia islam dan latar belakang Persia mereka menjadikan Kufa dan Bagdad sebagai pusat studi islam.




Mushaf Maili dan Mushaf Mashq
Ada 2 manuskrip lagi yang tidak populer dikalangan dunia islam moderen yaitu Mushaf Maili dan Mushaf Mashq, yang konon berkembang di Mekkah dan Madinnah sekitar abad ketujuh. (Lings & Safadi 1976:11; Gilchrist 1989:144-145). Diberi nama Mushaf Maili dari kata al-ma’il sendiri, yang berarti ‘miring’, mengacu pada bentuk penulisan aksaranya.

Mushaf Mashq ditulis dalam bentuk aksara yang lebih tegak dan mudah dibedakan dari gaya penulisan yang cenderung melengkung dan indah (Gilchrist 1989:144). Kedua mushaf ini bertahan sekitar 2 abad sebelum akhirnya tidak digunakan kembali dalam peredaran di dunia islam. Beberapa ahli pernah memperkirakan kemungkinan jika mushaf Topkapi dan Sammarkand bisa jadi bersumber pada mushaf Masq atau Maili.

Yang menarik adalah kedua Mushaf ini tersimpan di British Museum sehingga bisa dengan mudah dilakukan penelitian ilmiah yang komprehensif termasuk oleh Martin Lings, kurator di museum tersebut, yang adalah muslim sendiri. Dan hasilnya adalah bahwa kedua mushaf ini muncul paling dini sekitar abad 8 akhir yaitu tahun 790-an. Hal ini terlihat jelas dari bentuk hurufnya. (Lings & Safadi 1976:17,20; Gilchrist 1989:16,144)

Jadi kesimpulannya tidak ada petunjuk yang kredibel mengenai kehidupan Muhammad dan informasi-informasi penting mengenai pembentukan islam sebelum pertengahan abad 8 atau sekitar tahun 750. Apa yang terjadi dengan 120 – 150 tahun pertama awal islam itu?

Dome of The Rock
Mungkin anda akan bertanya : bukankah ada tulisan arab di inskripsi Dome of The Rock atau Kubah Batu, atau Kubah Emas yang dibangun tahun 689 – 691 pada masa Abdul Malik ?

Memang benar Kubah Batu dibangun pada masa itu, namun inskripsi itu tidak ditulis dalam aksara arab melainkan aksara Kufik. Sebenarnya kita bisa bertanya kembali pada tahun berapa aksara ini ditulis, sebab Dome of The Rock ini pernah direbut oleh pejuang Salib dan dijadikan gereja sebelum akhirnya pejuang muslim mengambil kembali Dome of The Rock para pejuang Perang Salib yang pernah menjadikannya sebagai gereja. Mereka mengeluarkan semua unsur-unsur berbau Kristen, dan menggantikan interiornya dengan nuansa Islam.

Bangunan berkubah megah ini didirikan oleh Abdul Malik pada tahun 691 dan sampai sekarang masih berdiri. Pertama, kita harus mengingat bahwa Dome of the Rock bukan sebuah mesjid karena tidak memiliki arah kiblat, ia sebuah gedung oktagonal dengan 8 pilar.

Mengapa gedung ini tidak memiliki kiblat? Jawaban yang jelas adalah karena Dome of The Rock inilah kiblat pertama agama yang nantinya berkembang menjadi apa yang kita sebut Islam. Bukan kota Mekkah sebagai kiblatnya, bahkan setelah sampai awal abad 8 M, yakni 70 – 80 tahun setelah kematian Muhammad. Dome of The Rock adalah kiblat dari ibadah Kristen Arab dan agama baru yang nantinya disebut Islam.

Umat islam puas dengan keterangan bahwa Dome ini didirikan guna memperingati malam Isra Mi'raj, malam Muhamad terbang ke surga guna berbicara dengan allah tentang berapa kali jumlah shalat yang harus dipatuhi pengikutnya. Namun, menurut riset oleh Van Berchem dan Yehuda Nevo, kaligrafi disana tidak menyebutkan apa-apa tentang perjalanan dari Mekkah ke tempat itu dan dari tempat itu ke surga. Ironis sekali bukan?

Prasasti di Dome of The Rock hanya berisi tulisan yang menolak ketuhanan Yesus, menegaskan kemesiasan Yesus, penerimaan para nabi, dan penerimaan wahyu oleh Muhammad (bahkan lewat penafsiran baru prasasti ini oleh Cristoph Luzenberg, kata "Muhammad[un]" dalam prasasti ini tidak mengacu pada nama seorang nabi Arab, melainkan sebuah gelar lain yang diberikan oleh Kristen Arab kepada Yesus ! Artikel yang menyoal hal ini akan saya munculkan nanti - Badra Naya). Tidak ada kisah tentang Isra Miraj di sana.

barabasmurtad
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 273
Reputation: 16
Points: 1518
Registration date: 2011-08-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by raymondantes on Sun Oct 30, 2011 8:28 am

barabasmurtad wrote:
shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.

SAYA TIDAK AKAN MEMBERI KOMENTAR TENTANG DIMANA QURAN YANG ASLI BERADA TETAPI SAYA TELAH MEN COPAS TENTANG PROSES PENULISAN QURAN SBB:

Penelusuran sejarah Islam yang dilakukan oleh para pengkaji dari berbagai lintas ilmu, dalam hal ini lewat sejarah, arkeologi, dan filologi (kebahasaan) sejak hampir 50 tahun ini tidak mendapati satupun bukti yang mendukung dan menguatkan tentang Islam, Muhammad, dan Quran bahkan dari sumber-sumber islami itu sendiri sebelum tahun 750 M. (120 tahun setelah tahun yang diduga sebagai tahun wafatnya Muhammad- 632 M).

Sungguh mengagetkan bukan ! Bagaimana mungkin suatu agama besar dengan segudang kisah tentang pendirinya ternyata tidak memiliki secuilpun kisah valid yang ditulis dalam seratus tahun masa pembentukannya?

We simply do not have any account from the Islamic community during the [initial] 150 years or so, between the first Arab conquests [the early 7th century] and the appearance, with the sira-maghazi narratives, of the earliest Islamic literature" [the late 8th century] (Wansbrough 1978:119).

Sampai awal abad ke delapan, wilayah penaklukan imperialis Arab telah terbentang dari Afrika Utara sampai India Barat , dari Yaman sampai Persia, namun begitu mengejutkan bahwa kita tidak memiliki dokumen tentang pembentukan quran yang kredibel yang masih ada sampai sekarang. Apalagi dokumen yang ditulis dalam bahasa Arab sendiri.

Satu hal yang bisa dipastikan adalah informasi tentang kisah pembentukan islam sebelum tahun 750 itu terdiri dari ‘hampir seluruhnya kutipan-kutipan meragukan yang dikompilasi di jaman berikutnya' (’almost entirely of rather dubious citations in later compilations’' - Humphreys).

Memang suatu keanehan yang luar biasa bahwa Islam tidak dapat menunjukkan satupun bukti sejarah buku suci mereka bahkan dalam waktu 120 – 150 tahun setelah kematian Muhammad.

Penelaah kisah-kisah dalam Quran, Sunnah Nabi dan Sirah dengan mudah dapat dilacak di literartur agama-agama lain sebagai hasil dari pengutipan dan pencatutan.

Sejumlah cerita dalam Quran berasal dari abad ke 2 literatur Yahudi:

- Cerita Kain & Qabil dalam dalam Surah 5.31-32 dipinjam dari Targum Jonathan ben Uzziah dan Mishnah Sanhedrin 4.5
- Cerita Ibrahim, berhala dan penghancuran mereka dalam Surat 21.51-71 adalah dari Misdrash Rabbah ;
- cerita tentang Sulaiman dalam Surat 27.17-44, tentang burung yang dapat berbicara dan Ratu Sheba yang mengangkat gaunnya karena menyangka lantai mengkilap sebagai air, diambil dari Targum kedua cerita Esther.
- Bahkan cerita Gunung Sinai diangkat dan mengambang diatas kepala rakyat Yahudi sebagai ancaman kalau menolak hukum Yahwe (Surah 7.171) berasal dari The Abodah Sarah, dan seterusnya.

Dalam Surat 17.1 terdapat laporang tentang perjalanan Muhamad dari Mekkah ke al Aqsa. Dalam tradisi berikutnya, ayat ini menunjuk kepada Muhamad menaiki langit ke-7, setelah sebuah perjalanan malam (mi’raj) dari Mekah ke Yerusalem dengan menunggangi Buraq, kuda bersayap. Ini berasal dari berbagai sumber : Testamen Ibraham (~200), Rahasia Enoch (chap.1.4-10 and 2.1), dan buku Persia tua berjudul Arta-I Viraj Namak.

Quran mengisahkan bahwa Muhamad memutuskan hubungan degnan kaum Yahudi pada tahun 624 dan memindahkan arah Kiblat (Surat 2.144 and 149-150) dari Yerusalem ke Mekah. Namun, dokumen yang ada pada kita, yaitu Doctrina Iacobi Chronicle (ditulis kira-kira tahun 634 M) dan dokumen Usup Sebeos (ditulis tahun 660 M) menunjukkan hubungan baik antara kaum Yahudi dengan kaum Ismail yang dahulu dikenal sebagai kaum Sarracen. Sumber yang lebih kemudian dari Armenia bahkan menyebut gubernur Yerusalem adalah seorang Yahudi pada tahap akhir masa penjajahan. Jadi, kesaksian-kesakian dokumen sejarah ini bertentangan dengan kesaksian dalam Quran.


Sirat Nabi
Sirat Nabawiyah atau sejarah hidup nabi Muhammad dalam bahasa Arab baru hadir satu abad lebih setelah kematiannya. Sirat pertama ditulis oleh Ibnu Ishaq (707 – 773) sekitar tahun 765. Kemudian salinannya disimpan oleh seorang bernama Ibnu Hisyam dan disadur ulang olehnya hampir satu abad setelah wafatnya Ibnu Ishaq (wafat tahun 883). Selain itu kisah-kisah nabi Muhammad dan komentar quran juga ditulis oleh Al-Tabari (839-923)

Sangat janggal dan mengherankan untuk orang terkenal semacam Muhammad perlu menunggu sampai 120 tahun lebih sampai ada orang yang menuliskannya? Jika sebelumnya kisah-kisah itu bertumpu pada tradisi oral / lisan, maka dapat dibayangkan derajat penyimpangannya dari satu generasi ke generasi lain, dari satu mulut ke mulut lain berdasarkan preferensi si penutur kisah, bukan?

COPAS LAGI...COPAS LAGI.......WHAHAHAHAHAHA.......

ENTE KAGAK TAHU SEJARAH COY....MALAH MAIN COPAS2AN YG GA' JELAS....SETELAH ANE BACA NIH....CERITA ENTE ISRAILIYAT SMUA....NIH CRITA LEBIH BAIK ENTE DONGENGIN AJA AMA ANAK ENTE.......

PERLU JUGA ENTE KETAHUI SEJARAH TKHRIJ HADIST ITU....ENTE KIRA ORANG DAHULU MENCERITAKAN SESUATU..APALAGI CERITA TTNG HADIST NABI BAIK YG BERKENAAN DG SEJARAH ATAU YG LAIN...SPT ENTE CERITA AMA TMEN ENTE.......WHAHAHAHAHHAHAHA......

MAKANYA ENTE COBA DH HIDUP PDA JAMAN ITU.....BAARU ENTE TAHU....JGN ASAL NYOPAS AJA...MALU2IN.....TAU GA' SIH.....

ORANG DULU SBLM MENYAMPAIKAN HADIST ATAU RIWAYAT YG MEREKA HAFAL TERLEBIH DAHULU DI KAJI DULU SIFAT DIA...APAKAH TERJAGA MURU'AHNYA ATAU TIDAK...PEMBOHONG APA TIDAK,HAFALANNYA KUAT APA TIDAK.....DAN ITUPUN DISUMPAH....WHAHAHAHAHA...MANA MAU ORANG MENYAMPAIKAN SESUATU SDNGKAN DARI UJUNG RAMBUT AMPE KAKI AJA DI PERHITUNGKAN....KURANG AJA SEDIKIT..MISALKAN DIA PEMBOHONG....HADIST ATAU RIWAYATNYA PUN DITOLAK MENTAH2.....DIKATEGORIKAN MUNGKAR ATAU MAUDHU' (PALSU)..ATAUPUN LEMAH....



Manuskrip Sanaa

Manuskrip tertua yang kita miliki sekarang adalah manuskrip Sanaa yang ditemukan di Masjid Agung Sanaa tahun 1972 ketika Mesjid Agung itu di restorasi. Lembaran naskah yang masih bisa bertahan itu ditelaah oleh Gerard Puin & tim dari Saarland University Jerman dengan hasil riset yang sangat menohok pemercaya tradisi Islam. Berdasarkan tes karbon 14 diperkirakan naskah ini berasal dari kwartal pertama abad 8, tepatnya sekitar tahun 715 yang mengalami penghapusan dan penimpahan sampai akhir abad 8.

Puin sendiri berkomentar di article Atlantic Monthly 1999 sbb:
Menurut saya Quran adalah koktail teks , naskah campur aduk, yang tidak dipahami bahkan pada jaman Muhammad sendiri. Beberapa bagian dari quran mungkin berusia ratusan tahun telah ada sebelum jaman islam. Bahkan dalam tradisi Islam terdapat begitu banyak informasi yang kontradiktif, termasuk cuplikan naskah Kristen yang signifikan. Seseorang bisa mendapatkan sejarah yang anti islam secara keseluruhan darinya jika ia menginginkannya. Quran diklaim bersifat mu’bin, atau jelas dengan sendirinya, namun jika anda memeriksannya, anda akan melihat bahwa setiap kira-kira lima kalimat dibaca kita akan mendapati klaim tersebut tak masuk akal. Muslim akan bersikeras sebaliknya, tentu saja. Namun fakta bahwa seperlima bagian dari teks Quran tidak bisa dipahami. Hal ini yang telah menyebabkan tradisi kebingungan dalam penerjemahan. Jika Quran tidak bisa dipahami, jika ia bahkan tidak bisa dimengerti oleh orang Arab, maka ia tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa manapun. Inilah yang muslim takutkan. Sebab Quran terus diklaim sebagai telah jelas namun kenyataannya tidak – terdapat kontradiksi yang jelas dan serius di sini. Suatu hal lain pasti telah terjadi.

WHAHAHAHAHAHA.....ANE MAU TAMBAHIN YAH....MEMANG BETUL SBAGIAN AYAT ALQUR'AN ITU TIDAK DAPAT DIPAHAMI...TRUS APA MASALAHNYA.....

AYAT YG TIDAK DAPAT DIPAHAMI ITU NAMANYA AYAT MUTASYABIH....ATAU AYAT YG HANYA ALLAH SAJA YG TAU MAKSUDNYA DAN MANUSIA HANYA BISA MENA'WILKANNYA......DAN AYAT YG JELAS ITU NAMNYA AYAT MUHKAMAT ( JELAS LAFADZ DAN MAKNANYA).....

SELAMA INI NIH YA.....GA' ADA TUH ORANG ARAB DAN ORANG ASING SKALIPUN YG MERASA KESUSAHAN DALAM MEMAKNAI ALQUR'AN.....ENTE DAN ORANG YG MENULIS COPASAN ENTE AJA KALI YG GA' NGERTI KARENA HATINYA UDH KARATAN.....

ANE JADI BINGUNG....GA' ADA TUH YG DITAKUTIN AMA ORANG ISLAM......

PERLU ENTE KETAHUI TUH YA....AYAT YG GA' BISA DIPAHAMI ITU HANYA BISA DITA'WILKAN WALAUPUN MAKNA SBENERNYA HNYA ALLAH YG TAHU....

SELURUH DIDUNIA INI ADA BATASAN UNTUK DIPIKIRKAN...BETUL TAK....????

lol! lol! lol! lol!



Mushaf Topkapi dan Mushaf Taskent
Muslim biasanya mengatakan bahwa kita masih memiliki 3 manuskrip / musahf Quran tertua salinan dari jaman Kalifah Usman yang disebut Mushaf Sammarkand, yang disimpan di Perpustakaan Tashkent Uzbekistan, dan Mushaf Topkapi yang disimpan di Topkapi Museum Turki.

Mushaf Samarkand muncul pertama kali di Tashkent sekitar tahun 1485. Manuskrip ini sama sekali tidak lengkap. Dimulai dari pertengahan ayat ke-7 surat ke-2 (Al Baqarah) dan dari situ banyak halaman yang hilang. Dalam beberapa tempat hanya 2 atau 3 lembar yang hilang, sedangkan di tempat lain hingga ratusan halaman. Bagian akhir dari Qur'an dari sejak surah ke-43 ayat 10 sama sekali tidak ada. Dan dari yang dapat diselamatkan, banyak halaman yang koyak serta teks yang hilang.

Adanya perbedaan gaya penulisan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain menimbulkan pertanyaan apakah manuskrip ini benar-benar merupakan satu kesatuan ataukah kompilasi dari beberapa buah sumber.

Sebagaimana manuskrip Samarkand, mushaf Topkapi pun ditulis di atas lembaran perkamen (kulit binatang) dalam aksara Kufik. Tetapi cara penulisan dan bentuknya berbeda dengan mushaf Samarkand. Masing-masing lembar manuskrip Topkapi terdiri atas 18 baris, sedangkan manuskrip Samarkand terdiri atas 8 sampai 12 baris.

Penelitian yang objektif telah membuktikan bahwa tidak satu pun dari kedua manuskrip ini yang benar-benar dapat dianggap sebagai manuskrip asli mushaf Usmani.

Meskipun manuskrip ini berumur tua, namun yang harus diingat bahwa manuskrip Quran ini tidak ditulis dalam aksara Arab, melainkan aksara Kufik. Mushaf Quran dengan aksara Kufik menurut Martin Lings dan Yasin Hamid Safadi tidak pernah muncul sampai abad 8M, dan bahasa Kufi tidak pernah sama sekali digunakan di Mekkah dan Madinnah sampai abad ke 7M. (Lings & Safadi 1976:12-13,17; Gilchrist 1989:145-146; 152-153).

Alasannya sederhana, aksara Kufik disebut demikian karena berasal dari kota Kufa di Irak. Adalah tidak masuk akal apabila sumber dari quran ditulis dalam bahasa Kufki sedangkan wilayah Irak baru diinvasi oleh imperalis Arab beberapa puluh tahun setelah kematian Muhammad.

Jika Muhammad yang adalah seorang Arab, berbahasa Arab, mendapatkan wahyu dari Jibril dalam bahasa Arab, mengapa naskah Alquran pertama ditulis dalam bahasa Kufik? Tidakkah akan mengaburkan isi pesan itu sendiri, karena perbedaan kosa-kata dan makna dari bahasa Arab ke bahasa Kufik? Jadi dari mana keyakinan akan keterjagaan Alquran itu sampai ke tangan kita?
Bahasa Kufik baru mencapai penyempurnaannya selama abad 8, yaitu sekitar 150 tahun setelah kematian Muhammad. Dan sejak saat itu bahasa dan aksar Kufik digunakan secara luas di dunia muslim. Hal ini masuk akal sebab setelah tahun 750 AD dinasti Abasid menguasai dunia islam dan latar belakang Persia mereka menjadikan Kufa dan Bagdad sebagai pusat studi islam.

ENTE TAHU...ALQUR'AN ITU DITURUNKAN UNTUK SIAPA....???? BUKAN KAH UNTUK MAKHLUK SELURUH DUNIA.....????

PERBEDAAN DALAM AKSARA ITU SEMATA2 KARENA PERBEDAAN DAERAH SAJA....DALAM ILMU ALQURAN ITU NAMANYA QIRA'AT....KARENA DAERAH ISLAM SEMAKIN LUAS MAKA BERMACAM2 LAH GAYA ORANG DALAM MEMBACA ALQUR'AN..SEHINGGA DIBUAT OLEH MASING DAERAH GAYA BACA MEREKA MASING2.....KARENA PERBEDAAN ITULAH USMAN MENGUMPULKAN SEMUA HAFIZH ALQUR'AN DAN MUSHAF2..DAN MENYATUKANNYA...PARA HAFIDZ TSB DI SUMPAH TERLEBIH DAHULU ATAS APA YG IA HAFAL....MAKA DITULISLAH PADA SATU KITAB SAJA DALAM BAHASA ASLINYA YAITU BAHASA ARAB....MAKA UNTUK MENGHILANGKAN KERAGUAN TADI DIBAKAR USMAN LAH MUSHAF2 YG DIBUAT OLEH MASING DAERAH YG MEBUAT BERBAGAI KERAGUAN DALAM BACAAN....

NAH KITAB YG DIPEGANG OLEH UMAT ISLAM SEKARANG ITULAH MUSHAF USMANI.....

SKARANG GINI DH....MISALNYA ALQUR'AN ITU DI DAERAH BATAK DITURUNKAN...TENTU ORANG YG BUKAN ORANG BATAK AKAN BERUSAHA MEMBACANYA DG LOGAT MEREKA MASING2 YG AKAN MEMPERMUDAH MEREKA DALAM MEMBACANYA....ATAU MEMBUAT HURUF LATINNYA DG GAYA BAHASA MEREKA TAPI TIDAK MELENCENG DARI KAIDAHNYA....WALAUPUN KLO DIBACA OLEH ORANG LAIN AKAN MENGANGGAP ITU ADA KERAGU2AN DALAM BCAANNYA....

SPT PENULISAN "DZALIKA" DITULIS "DALIKA" DALAM BAHASA ARAB ITU AJA UDAH BEDA ARTINYA.......OLEH KARENA ITU UNTUK MENGHILANGKAN HAL DEMIKIAN....DIKUMPULKAN USMAN MUSHAF2 DAN PARA PENGHAFAL ALQUR'AN.....DAN MENGKODIFIKASIKANNYA PADA SATU MUSHAF SAJA...

SATU MUSHAF ITU PUN CARA MEMBACANYA PUN BERBEDA2 ITU DI KENAL DG QIRA'AT SAB'AH (QIRA'AT YG TUJUH )....

Mushaf Maili dan Mushaf Mashq
Ada 2 manuskrip lagi yang tidak populer dikalangan dunia islam moderen yaitu Mushaf Maili dan Mushaf Mashq, yang konon berkembang di Mekkah dan Madinnah sekitar abad ketujuh. (Lings & Safadi 1976:11; Gilchrist 1989:144-145). Diberi nama Mushaf Maili dari kata al-ma’il sendiri, yang berarti ‘miring’, mengacu pada bentuk penulisan aksaranya.

Mushaf Mashq ditulis dalam bentuk aksara yang lebih tegak dan mudah dibedakan dari gaya penulisan yang cenderung melengkung dan indah (Gilchrist 1989:144). Kedua mushaf ini bertahan sekitar 2 abad sebelum akhirnya tidak digunakan kembali dalam peredaran di dunia islam. Beberapa ahli pernah memperkirakan kemungkinan jika mushaf Topkapi dan Sammarkand bisa jadi bersumber pada mushaf Masq atau Maili.

Yang menarik adalah kedua Mushaf ini tersimpan di British Museum sehingga bisa dengan mudah dilakukan penelitian ilmiah yang komprehensif termasuk oleh Martin Lings, kurator di museum tersebut, yang adalah muslim sendiri. Dan hasilnya adalah bahwa kedua mushaf ini muncul paling dini sekitar abad 8 akhir yaitu tahun 790-an. Hal ini terlihat jelas dari bentuk hurufnya. (Lings & Safadi 1976:17,20; Gilchrist 1989:16,144)

Jadi kesimpulannya tidak ada petunjuk yang kredibel mengenai kehidupan Muhammad dan informasi-informasi penting mengenai pembentukan islam sebelum pertengahan abad 8 atau sekitar tahun 750. Apa yang terjadi dengan 120 – 150 tahun pertama awal islam itu?

Dome of The Rock
Mungkin anda akan bertanya : bukankah ada tulisan arab di inskripsi Dome of The Rock atau Kubah Batu, atau Kubah Emas yang dibangun tahun 689 – 691 pada masa Abdul Malik ?

Memang benar Kubah Batu dibangun pada masa itu, namun inskripsi itu tidak ditulis dalam aksara arab melainkan aksara Kufik. Sebenarnya kita bisa bertanya kembali pada tahun berapa aksara ini ditulis, sebab Dome of The Rock ini pernah direbut oleh pejuang Salib dan dijadikan gereja sebelum akhirnya pejuang muslim mengambil kembali Dome of The Rock para pejuang Perang Salib yang pernah menjadikannya sebagai gereja. Mereka mengeluarkan semua unsur-unsur berbau Kristen, dan menggantikan interiornya dengan nuansa Islam.

Bangunan berkubah megah ini didirikan oleh Abdul Malik pada tahun 691 dan sampai sekarang masih berdiri. Pertama, kita harus mengingat bahwa Dome of the Rock bukan sebuah mesjid karena tidak memiliki arah kiblat, ia sebuah gedung oktagonal dengan 8 pilar.

Mengapa gedung ini tidak memiliki kiblat? Jawaban yang jelas adalah karena Dome of The Rock inilah kiblat pertama agama yang nantinya berkembang menjadi apa yang kita sebut Islam. Bukan kota Mekkah sebagai kiblatnya, bahkan setelah sampai awal abad 8 M, yakni 70 – 80 tahun setelah kematian Muhammad. Dome of The Rock adalah kiblat dari ibadah Kristen Arab dan agama baru yang nantinya disebut Islam.

Umat islam puas dengan keterangan bahwa Dome ini didirikan guna memperingati malam Isra Mi'raj, malam Muhamad terbang ke surga guna berbicara dengan allah tentang berapa kali jumlah shalat yang harus dipatuhi pengikutnya. Namun, menurut riset oleh Van Berchem dan Yehuda Nevo, kaligrafi disana tidak menyebutkan apa-apa tentang perjalanan dari Mekkah ke tempat itu dan dari tempat itu ke surga. Ironis sekali bukan?

Prasasti di Dome of The Rock hanya berisi tulisan yang menolak ketuhanan Yesus, menegaskan kemesiasan Yesus, penerimaan para nabi, dan penerimaan wahyu oleh Muhammad (bahkan lewat penafsiran baru prasasti ini oleh Cristoph Luzenberg, kata "Muhammad[un]" dalam prasasti ini tidak mengacu pada nama seorang nabi Arab, melainkan sebuah gelar lain yang diberikan oleh Kristen Arab kepada Yesus ! Artikel yang menyoal hal ini akan saya munculkan nanti - Badra Naya). Tidak ada kisah tentang Isra Miraj di sana.

WHAHAHAHAHA...CAPEK DH...KOMENT .......

raymondantes
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts: 723
Reputation: 3
Points: 2001
Registration date: 2011-10-06

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by Alkindy on Sun Oct 30, 2011 9:41 am

@Atas :

Banyakan cheerleaders daripada yg menanggapi

_________________
Yesaya 29:13," Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan."

Alkindy
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts: 50
Reputation: -5
Points: 1258
Registration date: 2011-08-29

View user profile

Back to top Go down

Mushaf Usman bermasalah????

Post by Alkindy on Sun Oct 30, 2011 9:53 am

Banyak teman Muslim kurang mengenal sosok istimewa ini, atau mengenalnya sekedar secara sempit dan bias. Soalnya dalam teks umum yang mengisahkan proses tentang kompilasi Quran, sosok Abdullah ibn Mas’ud sering dikesampingkan dengan sengaja. Kenapa begitu? Ya, Ibnu Mas’ud adalah pakar pengajian yang diakui Muhammad. Ia terlalu tahu akan konten Quran dan tidak segan-segan memprotes mushaf edisi khalifah yang dianggap dipaksakan proses kompilasinya menjadi kanon keshahihan. Sejak semula ia telah menolak sejumlah surat dan isi ayat yang ada didalam Mushaf Utsman (Quran sekarang ini). Dengan demikian sikap Ibn Mas’ud yang kontra-arus mayoritas (baca: otoritas kekuasaan) ini dianggap merugikan bahkan membahayakan Islam, yang bagaimana pun tidak bisa mengakui adanya versi “tandingan”. Itulah sebabnya ia perlu disingkirkan sejak dulu – apalagi sekarang ini – disaat orang sudah tidak mungkin mengubah atau mengotak-atik “kesempurnaan-tunggal” mushaf Utsman.

Tetapi sejarah mencatat mushaf Ibn Mas’ud sempat sangat populer dan memiliki pengaruh yang luas khususnya di Kufah, Iraq, sehingga jejak-jejaknya masih berhasil diungkapkan kembali sebagian sebagian, seperti yang sempat diriwayatkan oleh Ibn al-Nadim dalam versi Fihrist, dan juga al-Suyuthi dalam versi Itqan. Mushaf Ibn Mas’ud misalnya tercatat tidak memuat surat-surat ke 1, 113, dan 114. Urutan surat juga berbeda, dimana surat pertama adalah al-Baqarah (surat Quran ke-2), diikuti surat al-Nisa’ (surat ke-4), baru Ali Imran (surat-3), Al-A’raf (surat-7) dll. Juga banyak ayat dalam Quran (yang sekarang ini) yang ternyata berbeda teksualnya, misalnya dalam surat al-Baqarah saja tercatat tidak kurang dari 101 perbedaan teks terhadap apa yang dihimpun Ibnu Mas’ud dari mulut Muhammad! Semua basmalah dikeluarkan karena tidak dianggap wahyu. Sekalipun praktis tidak ada orang Muslim yang mau mengambil resiko melawan arus dengan mengadopsi jejak-jejak mushafnya Ibn Mas’ud (karena semua fragmen dan mushaf tandingan sebagai bukti kebenaran itu sendiri telah termusnahkan akibat dari dekrit Utsman), namun integritas dan otoritas keilmuan Ibn Mas’ud tidaklah bercacat sebagaimana yang terjadi pada diri Utsman.

Ibn Mas’ud sering di-stigmatisasi oleh pakar Islam sekarang ini sebagai orang yang emosionil dan banyak ber-ulah. Tetapi jangan lupa, ia yang polos dan berwatak lugas itu tentu layak menjadi marah ketika ia dizalimi secara kotor. Orang seperti Ibn Mas’ud tidak akan “ber-ulah” sembarangan. Ia adalah sosok yang dikenal sangat serius, kritis, dengan integritas yang tidak menjilat. Ia adalah salah satu Sahabat Nabi yang paling awal memeluk Islam dan berhubungan sangat dekat dengan Nabi dan keluarganya. HR al-Bukhari meriwayatkan bahwa ibn Mas’ud dan ibunya bebas keluar-masuk rumah Rasulullah SAW, bahkan diizinkan untuk mendengarkan pembicaraan rahasia keluarga Nabi, sekalipun istrinya tidak mengenakan hijab (HR.Muslim). Ibn Hisyam dalam bukunya “Life of Muhammad” melaporkan bahwa ia adalah Muslim pertama yang membacakan bagian dari ayat-ayat Al-Quran secara lantang dan terbuka kepada kaum Quraisy yang melemparinya dengan batu. Dia pula yang menjadikan dirinya algojo bagi pemenggalan kepala Abu Jahl demi Nabinya. Huzaifah bin al-Yaman (sahabat dari kaum Ansar) sampai memberi testimony tentang akhlak dan perilakunya yang mirip Rasulullah yang diteladaninya:

Aku tidak pernah melihat seseorang yang kekhusyukan dan perilakunya lebih dekat dengan Rasulullah SAW dibanding Ibnu Mas’ud.

Selain dari itu, ia pulalah yang paling dipuji dalam hal pengajian dan otoritas keilmuan Al-Quran oleh Nabi sendiri:

Belajarlah mengaji Quran dari 4 orang: dari Abdullah bin Mas’ud – beliau memulai dengan nama ini – Salim, eks-budak merdeka dari Abu Hudhaifah, Mu’adh bin Jabal, dan Ubay bin Ka’b. (Sahih al-Bukhari, V, pp.96-97)

Perhatikan bahwa anak kalimat yang digaris bawahi itu adalah komentar dari perawi terkenal Masruq. Itu menunjukkan bahwa diantara orang-orang Muslim pada masa itu, Ibn Mas’ud dianggap sebagai sosok yang otoritasnya paling terkemuka dalam hal Quran.

Ia diakui sebagai fakih dan hafiz, guru dan qadi bagi penduduk Kufah. Ia senantiasa menyertai Nabi dalam bepergian dan tidak absen dalam banyak peristiwa yang kritis. Ia turut dalam sejumlah peperangan bersama-sama dengan Nabi (perang Badr, Uhud, Khandaq), dan ikut sumpah setia Baiat ar-Ridwan di lembah Hudaibiyah, tahun 6 H. Dengan demikian ketika wahyu-wahyu turun kepada Nabi yang memang tidak mengenal tempat dan waktu khusus, maka Ibn Mas’ud-lah orang yang paling sempat dan mampu mencatatnya secara benar. Itu sebabnya beliau berani bersumpah: “Demi Allah, tidak ada satu ayat pun dari Al-Quran tanpa kuketahui latar belakang diturunkannya ayat tersebut. Tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentang Kitabullah dibanding aku. Meskipun begitu, aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian.” (HR.Ahmad bin Hanbal)

Dia mengklaim mengetahui semua latar belakang diturunkan setiap ayat yang dicatatnya! Itu sebabnya dia berani menolak surat 113 dan 114 sebagai wahyu, karena latar belakang kedua surat tersebut diketahuinya sebagai sebentuk doa yang dipanjatkan Nabi untuk mendapatkan perlindungan Ilahi bagi kedua cucunya, Hasan dan Husen. Tidak berkata sembarangan, Ibn Mas’ud dan memang hanya dia yang sudah membuktikan otoritasnya dalam satu acara khusus dimana ia mendemontrasikan mengaji (tekstual) hingga lebih dari 70 Surat, dimana Nabi sendiri hadir, dan tidak ada seorang pun diantara hadirin yang menyalahkan pengajiannya (Sahih Muslim, vol 4, p.1312 ). Itu sedikitnya berarti bahwa kumpulan 70 surat tersebut adalahkanonik, shahih dihadapan Nabi dan proven bacaannya dihadapan publik! Dialah, dan bukan Zayd, Utsman, dll yang berani berkata apa seadanya:

Saya mendapatkan langsung dari Rasulullah 70 surat ketika Zayd masih remaja kanak-kanak. Apakah kini saya harus membuang apa yang saya peroleh langsung dari Rasulullah? (Ibn Abi Dawud, Kitab al-Masahif, p.15)

Jadi kenapa kelak Zayd dan Utsman tidak sedikitpun merujukkan ke-70 Surat kanonik tersebut ketika mereka berusaha membukukan Quran? Atau sedikitnya menyertakan pemiliknya duduk dalam Panitia Pembukuan Quran? Atau paling tidak menjadikannya “tempat berkonsultasi”, jikalau Muhammad sendiri pun sempat diperintahkan Allah untuk berkonsultasi kepada pembaca pembaca kitab Taurat dan Injil ketika beliau ada keraguan atau ketidak tahuan? (Qs.10:94;16:43).

Mengingat kapasitas Ibn Mas’ud ini, dan fakta bahwa jumlah surat dan ayat yang diturunkan di Mekah – dengan volume hampir 70 % dari total wahyu – adalah jauh lebih besar dari pada yang diturunkan di Medinah, jelaslah bahwa keabsahan mushaf Ibnu Mas’ud menjadi paling berwibawa. Tidak ada orang yang bisa membantah (kecuali menyembunyikan saja) bahwa dialah salah satu otoritas terbesar dalam al-Quran, dan tanpa tandingan untuk surat-surat Makkiyah!

Khalifah Umar bin al-Khattab dalam suratnya kepada penduduk Kufa secara konsekwen mengkonfirmasikan keteladanan dan ilmunya:

Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya aku mengutamakan Abdullah bin Mas’ud atas diriku. Maka tuntutlah ilmu darinya.

Sebagai tambahan, Ibnu Mas’ud ini bukan hanya di-qualified oleh Nabi, melainkan juga olehJibril menurut tradisi. Ia dikatakan turut hadir ketika Muhammad sedang me-review Al-Quran dengan Jibril setiap tahun; dan bahwa dialah yang telah berhasil mengumpulkan 90 Surat (Ibnu Sa’d, Kitab al-Tabaqat al-Kabir, vol.2, p 441, 457). Maka ketika ia masih menyaksikan kedua surat 113 dan 114 hadir sebagai bagian mushaf Utsmani, iapun berkata:

Jangan menulis ke dalam Quran apa yang bukan bagiannya!

Bagaimana dengan Surat Al-Fatihah itu sendiri?

Seperti yang disebutkan diatas dan yang sudah diketahui luas, Surat Pembukaan ini – berdasarkan latar belakang wahyu yang diturunkan – ternyata tidak dimasukkan oleh Ibn Mas’ud dalam koleksi mushafnya. Surat yang paling diagungkan Islam ini justru tidak punya silsilah kapan dan dimana ia diturunkan Allah kepada Muhammad, atau diturunkan setelah surat yang mana juga tidak diketahui dengan pasti!

Ada pakar yang berspekulasi bahwa surat ini termasuk surat Makkiyah, tetapi ada yang mengakuinya sebagai surat Madaniyah (Lihat pelbagai ensiklopedi Islam, atau Muqaddimah Terjemahan Quran oleh Moh. Rifai). Ibn al-Hassar secara kuat memastikan 20 surat Madaniyah dan 82 surat Makkiyah, dan menyisakan 12 surat yang dipertentangkan makki-madani-nya, dimana salah satunya adalah surat al-Fatihah! (lihat al-Itqan I/44-45). Malahan ada yang meyakini surat itu diturunkan dikedua tempat tersebut. Sedangkan sejumlah ulama termasuk Syeik Allamah Thabathabai malahan mengatakan surat istimewa itu telah diturunkan berulang-ulang, ya di Mekah, ya di Medinah, menjadikan Jibril hampir tak ada kerjaan lain kecuali mengurusi Surat ajaib ini berulang-ulang!

Muslim awam akan kaget mendapati kenyataan ini. Sebab bukankah Surat yang bernama Al-Fatihah sudah menunjukkan bahwa ia harus ditempatkan sebagai Surat Pembukaan (al-Fatihah), jadi, ya seharusnya ia merupakan surat awal Makkiyah! Lagi-lagi ini kekeliruan menyusuli kekeliruan! Si penyanggah ini lupa bertanya, “Siapakah yang memberi nama “al-Fatihah” dan siapa yang menempatkan surat tersebut?” Hanya apabila Allah yang memberi nama dan penempatan lewat wahyuNya, maka ia mempunyai legitimasi ilahi sebagai Pembuka Al-Quran yang sesungguhnya, dan bukan sempalan manusia. Tetapi dimanapun dalam Quran, Muhammad tidak pernah memberikan judul bagi surat-suratnya, melainkan hanya disebut namageneriknya saja sebagai “sebuah surat”, atau “suatu surat” (Qs.2:23, 9:86, 24:1 dst). Surat-surat ini dalam sejarah awal Islam, dirujuk dengan pelbagai nama yang beragam, sebagiannya telah dibuang, dan baru muncul pembakuan judul surat-surat yang membuktikan bahwa itu semua adalah penjudulan manusia…

Merupakan suatu hal yang pasti bahwa nama-nama yang diberikan kepada surat-surat itu bukanlah bagian dari Quran. Tidak jelas kapan munculnya nama-nama surat yang beragam itu…sekitar pertengahan abad ke-8 dapat dipastikan bahwa nama-nama surat yang beragam itu telah memasyarakat” (Taufik A. Amal, Rekonstruksi Sejarah al-Quran, p.211-212).

Keraguan akan pewahyuan Surat Al-Fatihah ini sungguh didukung oleh segudang fakta historis, antara lain menyangkut hal-hal berikut ini:

1). Surat al-Fatihah ini tidak mempunyai pijakan asal-usul dan sebab-musabab pewahyuannya; ia yang sekalipun dianggap surat paling terhormat, namun muncul begitu saja tanpa silsilah!

2). Kosong-kronologi, tidak diketahui kapan ia diturunkan dan dimana. Bahkan tak ada indikasi ia diturunkan setelah ayat atau surat apa.

3). Tidak memiliki legitimasi ilahi dalam tata-letaknya sebagai Ummul Kitab, al-Kafiyah, al-Asas dan sebagai surat pertama, sebab bukan Muhammad yang menetapkannya disana. Pernahkah Nabi menetapkan: “Letakkan surat al-Fatihah sebagai Surat pertama dari semua Quran yang terkumpul?”

4). Kosong dari saksi-mata, sebab siapakah yang sudah membacanya sebagai wahyu sebelum hijrah? Al-Fatihah hanya diketahui muncul ketika liturgi Islam dibakukan dalam tradisi shalat setelah mikraj dan hijrah ke Medinah.

5). Konsekuensi fatal yang tidak ingin dilihat oleh Muslim, bahwa konten wahyunya menunjuk secara lurus: ia yang wahyu dipersekutukan dengan non-wahyu!

NB. Menurut makna dan isi teksnya, al-Fatihah jelas bukan seruan doa dari Allah tetapi sebaliknya, seruan doa manusia kepada Allah. Namun menurut formatnya, ia tidak mungkin lain dari sebentuk wahyu langsung ucapan Allah sebagaimana seluruh kalimat Quran itu adalahseruan Allah. Jadi bagaimanakah memahaminya?

Lihat bahwa Allah tidak menyertakan kata tanda “Qul” [Katakan (hai Muhammad)...] kedalam surat ini, khususnya untuk ayat 5-7, yang memperlihatkan bahwa ia hanyalah sebentuk doa dari manusia, bukan kata-kata verbatim dari mulut Allah. Bukankah penandaan kata ini sudah dibakukan secara khusus dan sudah diserukan oleh Allah sendiri sebanyak 332 kali “Qul” diseluruh Quran? Maka mungkinkah surat al-Fatihah akan dilalaikan dari satu kata “Qul”/“Katakan”…bilamana Allah menginginkan KalimatNya itu diulangkan oleh Muhammad? Kata-seruan itu mutlak diperlukan demi menjaga agar FirmanNya jangan sampai dipersekutukan kedalam “firman manusia.”

Salah paham antara Nabi dan sahabatnya tentang keberadaan ayat-ayat selalu bisa terjadi, dan sebagiannya tampaknya sudah luput dari catatan sejarah. Salah paham sejenis khususnya mudah terjadi untuk bentuk “bacaan doa pendek” dari Nabi, yang lalu dianggap sebagai kalimat wahyu, karena kebetulan bacaan itu bertema DOA dan diucapkan oleh Nabi secara sakral dan transenden dalam situasi doa. Dalam suasana demikian, kalimat-kalimat yang berkarakter demikian juga mungkin diaktualkan sebagai wahyu mistis, larger than life – oleh Muhammad ataupun para sahabatnya, entah sengaja atau tidak – karena akseptasi bersama. Dan itu agaknya dipenuhi sebaik-baiknya oleh “surat” 1, 113, dan 114, yang memang semuanya adalah ujud-ujud doa pekat yang agak puitis, lengkap dengan nuansa pemujaan dan penyembahan!

Ingat analogi legenda mikraj yang juga dikisahkan larger than life sampai ke langit ketujuh, namun tidak disinggung sedikitpun dalam Quran sendiri!

Namun sayang, Muslim sekaliber Ibnu Mas’ud ini – dalam moral, pengetahuan Quran, dan integritas yang berani berjuang melawan-arus tanpa pamrih – ia justru disisihkan Utsman secara sistematik, tanpa didengarkan sedikitpun! Ia yang paling diotorisasikan oleh Muhammad untuk mengajar Quran (termasuk “mengajar” Zayd dan Utsman tentunya!), kini tidak diajak duduk dalam kepanitiaan penyusunan ulang Al-Quran. Ia yang terbukti memiliki sedikitnya 70 surat yang kanonik tanpa terbantah, ternyata samasekali tidak dirujukkan koleksinya oleh Zayd dan Komisi Pengumpulan Al-Qurannya. Melainkan Zayd justru secara insidental merujukkannya kepada koleksi Khuzaymah bin Thabit al-Ansari (yang belum teruji) untuk satu ayat Quran yang kelolosan, yaitu ayat 23 surat al-Ahzaab! Bukankah itu pilihan konyol? Siapa yang memastikan hanya ayat itu saja yang kelolosan dan tidak ada yang lainnya? Malahan oleh Utsman, koleksi Ibn Mas’ud itu harus dilenyapkan tanpa dipersalahkan! Dan ia sendiri dipecat dari jabatannya di Kufah. Alangkah malangnya sahabat Nabi yang satu ini…

Kita bangsa Indonesia masih teringat akan kasus “tercolongnya” satu ayat dalam Rancangan Undang-Undang Kesehatan yang sudah disetujui DPR (ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan, tahun 2009) yang menyangkut soal tembakau. Bukankah pihak yang bertanggung jawab dalam penghilangan itu akan diperiksa dan dituntut? Nah, Zayd yang bertanggung jawab atas pengumpulan mushaf Abu Bakar yang ternyata (sedikitnya) defisit satu ayat tersebut, tidak diperiksa, apalagi dituntut. Ia malahan dijadikan pahlawan atas keberhasilan “penemuan” kembali satu ayat Khuzamah yang dia sendiri korupkan tadinya. Dan revisi mushaf yang dihasilkannya tidak diperiksa ulang, melainkan taken for granted sebagai karya sempurna! Dari sisi ini saja, tanpa usah berprasangka, kita menyadari bahwa Mushaf Utsman yang dianggap purna-sempurna identik seperti apa yang tertulis di Lauhul Mahfudz tablet di sorga, sebenarnyalah harus ditempatkan dalam kesalahan sebesar seperti apa yang diumumkan – dan yang dimaksudkan – oleh Ibn Mas’ud sendiri, yaitu,

“Jangan menulis kedalam Quran apa yang bukan bagiannya!”

_________________
Yesaya 29:13," Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan."

Alkindy
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts: 50
Reputation: -5
Points: 1258
Registration date: 2011-08-29

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by sun-moon on Sun Oct 30, 2011 4:13 pm

Alkindy wrote:Banyak teman Muslim kurang mengenal sosok istimewa ini, atau mengenalnya sekedar secara sempit dan bias. Soalnya dalam teks umum yang mengisahkan proses tentang kompilasi Quran, sosok Abdullah ibn Mas’ud sering dikesampingkan dengan sengaja. Kenapa begitu? Ya, Ibnu Mas’ud adalah pakar pengajian yang diakui Muhammad. Ia terlalu tahu akan konten Quran dan tidak segan-segan memprotes mushaf edisi khalifah yang dianggap dipaksakan proses kompilasinya menjadi kanon keshahihan. Sejak semula ia telah menolak sejumlah surat dan isi ayat yang ada didalam Mushaf Utsman (Quran sekarang ini). Dengan demikian sikap Ibn Mas’ud yang kontra-arus mayoritas (baca: otoritas kekuasaan) ini dianggap merugikan bahkan membahayakan Islam, yang bagaimana pun tidak bisa mengakui adanya versi “tandingan”. Itulah sebabnya ia perlu disingkirkan sejak dulu – apalagi sekarang ini – disaat orang sudah tidak mungkin mengubah atau mengotak-atik “kesempurnaan-tunggal” mushaf Utsman.

Tetapi sejarah mencatat mushaf Ibn Mas’ud sempat sangat populer dan memiliki pengaruh yang luas khususnya di Kufah, Iraq, sehingga jejak-jejaknya masih berhasil diungkapkan kembali sebagian sebagian, seperti yang sempat diriwayatkan oleh Ibn al-Nadim dalam versi Fihrist, dan juga al-Suyuthi dalam versi Itqan. Mushaf Ibn Mas’ud misalnya tercatat tidak memuat surat-surat ke 1, 113, dan 114. Urutan surat juga berbeda, dimana surat pertama adalah al-Baqarah (surat Quran ke-2), diikuti surat al-Nisa’ (surat ke-4), baru Ali Imran (surat-3), Al-A’raf (surat-7) dll. Juga banyak ayat dalam Quran (yang sekarang ini) yang ternyata berbeda teksualnya, misalnya dalam surat al-Baqarah saja tercatat tidak kurang dari 101 perbedaan teks terhadap apa yang dihimpun Ibnu Mas’ud dari mulut Muhammad! Semua basmalah dikeluarkan karena tidak dianggap wahyu. Sekalipun praktis tidak ada orang Muslim yang mau mengambil resiko melawan arus dengan mengadopsi jejak-jejak mushafnya Ibn Mas’ud (karena semua fragmen dan mushaf tandingan sebagai bukti kebenaran itu sendiri telah termusnahkan akibat dari dekrit Utsman), namun integritas dan otoritas keilmuan Ibn Mas’ud tidaklah bercacat sebagaimana yang terjadi pada diri Utsman.

Ibn Mas’ud sering di-stigmatisasi oleh pakar Islam sekarang ini sebagai orang yang emosionil dan banyak ber-ulah. Tetapi jangan lupa, ia yang polos dan berwatak lugas itu tentu layak menjadi marah ketika ia dizalimi secara kotor. Orang seperti Ibn Mas’ud tidak akan “ber-ulah” sembarangan. Ia adalah sosok yang dikenal sangat serius, kritis, dengan integritas yang tidak menjilat. Ia adalah salah satu Sahabat Nabi yang paling awal memeluk Islam dan berhubungan sangat dekat dengan Nabi dan keluarganya. HR al-Bukhari meriwayatkan bahwa ibn Mas’ud dan ibunya bebas keluar-masuk rumah Rasulullah SAW, bahkan diizinkan untuk mendengarkan pembicaraan rahasia keluarga Nabi, sekalipun istrinya tidak mengenakan hijab (HR.Muslim). Ibn Hisyam dalam bukunya “Life of Muhammad” melaporkan bahwa ia adalah Muslim pertama yang membacakan bagian dari ayat-ayat Al-Quran secara lantang dan terbuka kepada kaum Quraisy yang melemparinya dengan batu. Dia pula yang menjadikan dirinya algojo bagi pemenggalan kepala Abu Jahl demi Nabinya. Huzaifah bin al-Yaman (sahabat dari kaum Ansar) sampai memberi testimony tentang akhlak dan perilakunya yang mirip Rasulullah yang diteladaninya:

Aku tidak pernah melihat seseorang yang kekhusyukan dan perilakunya lebih dekat dengan Rasulullah SAW dibanding Ibnu Mas’ud.

Selain dari itu, ia pulalah yang paling dipuji dalam hal pengajian dan otoritas keilmuan Al-Quran oleh Nabi sendiri:

Belajarlah mengaji Quran dari 4 orang: dari Abdullah bin Mas’ud – beliau memulai dengan nama ini – Salim, eks-budak merdeka dari Abu Hudhaifah, Mu’adh bin Jabal, dan Ubay bin Ka’b. (Sahih al-Bukhari, V, pp.96-97)

Perhatikan bahwa anak kalimat yang digaris bawahi itu adalah komentar dari perawi terkenal Masruq. Itu menunjukkan bahwa diantara orang-orang Muslim pada masa itu, Ibn Mas’ud dianggap sebagai sosok yang otoritasnya paling terkemuka dalam hal Quran.

Ia diakui sebagai fakih dan hafiz, guru dan qadi bagi penduduk Kufah. Ia senantiasa menyertai Nabi dalam bepergian dan tidak absen dalam banyak peristiwa yang kritis. Ia turut dalam sejumlah peperangan bersama-sama dengan Nabi (perang Badr, Uhud, Khandaq), dan ikut sumpah setia Baiat ar-Ridwan di lembah Hudaibiyah, tahun 6 H. Dengan demikian ketika wahyu-wahyu turun kepada Nabi yang memang tidak mengenal tempat dan waktu khusus, maka Ibn Mas’ud-lah orang yang paling sempat dan mampu mencatatnya secara benar. Itu sebabnya beliau berani bersumpah: “Demi Allah, tidak ada satu ayat pun dari Al-Quran tanpa kuketahui latar belakang diturunkannya ayat tersebut. Tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentang Kitabullah dibanding aku. Meskipun begitu, aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian.” (HR.Ahmad bin Hanbal)

Dia mengklaim mengetahui semua latar belakang diturunkan setiap ayat yang dicatatnya! Itu sebabnya dia berani menolak surat 113 dan 114 sebagai wahyu, karena latar belakang kedua surat tersebut diketahuinya sebagai sebentuk doa yang dipanjatkan Nabi untuk mendapatkan perlindungan Ilahi bagi kedua cucunya, Hasan dan Husen. Tidak berkata sembarangan, Ibn Mas’ud dan memang hanya dia yang sudah membuktikan otoritasnya dalam satu acara khusus dimana ia mendemontrasikan mengaji (tekstual) hingga lebih dari 70 Surat, dimana Nabi sendiri hadir, dan tidak ada seorang pun diantara hadirin yang menyalahkan pengajiannya (Sahih Muslim, vol 4, p.1312 ). Itu sedikitnya berarti bahwa kumpulan 70 surat tersebut adalahkanonik, shahih dihadapan Nabi dan proven bacaannya dihadapan publik! Dialah, dan bukan Zayd, Utsman, dll yang berani berkata apa seadanya:

Saya mendapatkan langsung dari Rasulullah 70 surat ketika Zayd masih remaja kanak-kanak. Apakah kini saya harus membuang apa yang saya peroleh langsung dari Rasulullah? (Ibn Abi Dawud, Kitab al-Masahif, p.15)

Jadi kenapa kelak Zayd dan Utsman tidak sedikitpun merujukkan ke-70 Surat kanonik tersebut ketika mereka berusaha membukukan Quran? Atau sedikitnya menyertakan pemiliknya duduk dalam Panitia Pembukuan Quran? Atau paling tidak menjadikannya “tempat berkonsultasi”, jikalau Muhammad sendiri pun sempat diperintahkan Allah untuk berkonsultasi kepada pembaca pembaca kitab Taurat dan Injil ketika beliau ada keraguan atau ketidak tahuan? (Qs.10:94;16:43).

Mengingat kapasitas Ibn Mas’ud ini, dan fakta bahwa jumlah surat dan ayat yang diturunkan di Mekah – dengan volume hampir 70 % dari total wahyu – adalah jauh lebih besar dari pada yang diturunkan di Medinah, jelaslah bahwa keabsahan mushaf Ibnu Mas’ud menjadi paling berwibawa. Tidak ada orang yang bisa membantah (kecuali menyembunyikan saja) bahwa dialah salah satu otoritas terbesar dalam al-Quran, dan tanpa tandingan untuk surat-surat Makkiyah!

Khalifah Umar bin al-Khattab dalam suratnya kepada penduduk Kufa secara konsekwen mengkonfirmasikan keteladanan dan ilmunya:

Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya aku mengutamakan Abdullah bin Mas’ud atas diriku. Maka tuntutlah ilmu darinya.

Sebagai tambahan, Ibnu Mas’ud ini bukan hanya di-qualified oleh Nabi, melainkan juga olehJibril menurut tradisi. Ia dikatakan turut hadir ketika Muhammad sedang me-review Al-Quran dengan Jibril setiap tahun; dan bahwa dialah yang telah berhasil mengumpulkan 90 Surat (Ibnu Sa’d, Kitab al-Tabaqat al-Kabir, vol.2, p 441, 457). Maka ketika ia masih menyaksikan kedua surat 113 dan 114 hadir sebagai bagian mushaf Utsmani, iapun berkata:

Jangan menulis ke dalam Quran apa yang bukan bagiannya!

Bagaimana dengan Surat Al-Fatihah itu sendiri?

Seperti yang disebutkan diatas dan yang sudah diketahui luas, Surat Pembukaan ini – berdasarkan latar belakang wahyu yang diturunkan – ternyata tidak dimasukkan oleh Ibn Mas’ud dalam koleksi mushafnya. Surat yang paling diagungkan Islam ini justru tidak punya silsilah kapan dan dimana ia diturunkan Allah kepada Muhammad, atau diturunkan setelah surat yang mana juga tidak diketahui dengan pasti!

Ada pakar yang berspekulasi bahwa surat ini termasuk surat Makkiyah, tetapi ada yang mengakuinya sebagai surat Madaniyah (Lihat pelbagai ensiklopedi Islam, atau Muqaddimah Terjemahan Quran oleh Moh. Rifai). Ibn al-Hassar secara kuat memastikan 20 surat Madaniyah dan 82 surat Makkiyah, dan menyisakan 12 surat yang dipertentangkan makki-madani-nya, dimana salah satunya adalah surat al-Fatihah! (lihat al-Itqan I/44-45). Malahan ada yang meyakini surat itu diturunkan dikedua tempat tersebut. Sedangkan sejumlah ulama termasuk Syeik Allamah Thabathabai malahan mengatakan surat istimewa itu telah diturunkan berulang-ulang, ya di Mekah, ya di Medinah, menjadikan Jibril hampir tak ada kerjaan lain kecuali mengurusi Surat ajaib ini berulang-ulang!

Muslim awam akan kaget mendapati kenyataan ini. Sebab bukankah Surat yang bernama Al-Fatihah sudah menunjukkan bahwa ia harus ditempatkan sebagai Surat Pembukaan (al-Fatihah), jadi, ya seharusnya ia merupakan surat awal Makkiyah! Lagi-lagi ini kekeliruan menyusuli kekeliruan! Si penyanggah ini lupa bertanya, “Siapakah yang memberi nama “al-Fatihah” dan siapa yang menempatkan surat tersebut?” Hanya apabila Allah yang memberi nama dan penempatan lewat wahyuNya, maka ia mempunyai legitimasi ilahi sebagai Pembuka Al-Quran yang sesungguhnya, dan bukan sempalan manusia. Tetapi dimanapun dalam Quran, Muhammad tidak pernah memberikan judul bagi surat-suratnya, melainkan hanya disebut namageneriknya saja sebagai “sebuah surat”, atau “suatu surat” (Qs.2:23, 9:86, 24:1 dst). Surat-surat ini dalam sejarah awal Islam, dirujuk dengan pelbagai nama yang beragam, sebagiannya telah dibuang, dan baru muncul pembakuan judul surat-surat yang membuktikan bahwa itu semua adalah penjudulan manusia…

Merupakan suatu hal yang pasti bahwa nama-nama yang diberikan kepada surat-surat itu bukanlah bagian dari Quran. Tidak jelas kapan munculnya nama-nama surat yang beragam itu…sekitar pertengahan abad ke-8 dapat dipastikan bahwa nama-nama surat yang beragam itu telah memasyarakat” (Taufik A. Amal, Rekonstruksi Sejarah al-Quran, p.211-212).

Keraguan akan pewahyuan Surat Al-Fatihah ini sungguh didukung oleh segudang fakta historis, antara lain menyangkut hal-hal berikut ini:

1). Surat al-Fatihah ini tidak mempunyai pijakan asal-usul dan sebab-musabab pewahyuannya; ia yang sekalipun dianggap surat paling terhormat, namun muncul begitu saja tanpa silsilah!

2). Kosong-kronologi, tidak diketahui kapan ia diturunkan dan dimana. Bahkan tak ada indikasi ia diturunkan setelah ayat atau surat apa.

3). Tidak memiliki legitimasi ilahi dalam tata-letaknya sebagai Ummul Kitab, al-Kafiyah, al-Asas dan sebagai surat pertama, sebab bukan Muhammad yang menetapkannya disana. Pernahkah Nabi menetapkan: “Letakkan surat al-Fatihah sebagai Surat pertama dari semua Quran yang terkumpul?”

4). Kosong dari saksi-mata, sebab siapakah yang sudah membacanya sebagai wahyu sebelum hijrah? Al-Fatihah hanya diketahui muncul ketika liturgi Islam dibakukan dalam tradisi shalat setelah mikraj dan hijrah ke Medinah.

5). Konsekuensi fatal yang tidak ingin dilihat oleh Muslim, bahwa konten wahyunya menunjuk secara lurus: ia yang wahyu dipersekutukan dengan non-wahyu!

NB. Menurut makna dan isi teksnya, al-Fatihah jelas bukan seruan doa dari Allah tetapi sebaliknya, seruan doa manusia kepada Allah. Namun menurut formatnya, ia tidak mungkin lain dari sebentuk wahyu langsung ucapan Allah sebagaimana seluruh kalimat Quran itu adalahseruan Allah. Jadi bagaimanakah memahaminya?

Lihat bahwa Allah tidak menyertakan kata tanda “Qul” [Katakan (hai Muhammad)...] kedalam surat ini, khususnya untuk ayat 5-7, yang memperlihatkan bahwa ia hanyalah sebentuk doa dari manusia, bukan kata-kata verbatim dari mulut Allah. Bukankah penandaan kata ini sudah dibakukan secara khusus dan sudah diserukan oleh Allah sendiri sebanyak 332 kali “Qul” diseluruh Quran? Maka mungkinkah surat al-Fatihah akan dilalaikan dari satu kata “Qul”/“Katakan”…bilamana Allah menginginkan KalimatNya itu diulangkan oleh Muhammad? Kata-seruan itu mutlak diperlukan demi menjaga agar FirmanNya jangan sampai dipersekutukan kedalam “firman manusia.”

Salah paham antara Nabi dan sahabatnya tentang keberadaan ayat-ayat selalu bisa terjadi, dan sebagiannya tampaknya sudah luput dari catatan sejarah. Salah paham sejenis khususnya mudah terjadi untuk bentuk “bacaan doa pendek” dari Nabi, yang lalu dianggap sebagai kalimat wahyu, karena kebetulan bacaan itu bertema DOA dan diucapkan oleh Nabi secara sakral dan transenden dalam situasi doa. Dalam suasana demikian, kalimat-kalimat yang berkarakter demikian juga mungkin diaktualkan sebagai wahyu mistis, larger than life – oleh Muhammad ataupun para sahabatnya, entah sengaja atau tidak – karena akseptasi bersama. Dan itu agaknya dipenuhi sebaik-baiknya oleh “surat” 1, 113, dan 114, yang memang semuanya adalah ujud-ujud doa pekat yang agak puitis, lengkap dengan nuansa pemujaan dan penyembahan!

Ingat analogi legenda mikraj yang juga dikisahkan larger than life sampai ke langit ketujuh, namun tidak disinggung sedikitpun dalam Quran sendiri!

Namun sayang, Muslim sekaliber Ibnu Mas’ud ini – dalam moral, pengetahuan Quran, dan integritas yang berani berjuang melawan-arus tanpa pamrih – ia justru disisihkan Utsman secara sistematik, tanpa didengarkan sedikitpun! Ia yang paling diotorisasikan oleh Muhammad untuk mengajar Quran (termasuk “mengajar” Zayd dan Utsman tentunya!), kini tidak diajak duduk dalam kepanitiaan penyusunan ulang Al-Quran. Ia yang terbukti memiliki sedikitnya 70 surat yang kanonik tanpa terbantah, ternyata samasekali tidak dirujukkan koleksinya oleh Zayd dan Komisi Pengumpulan Al-Qurannya. Melainkan Zayd justru secara insidental merujukkannya kepada koleksi Khuzaymah bin Thabit al-Ansari (yang belum teruji) untuk satu ayat Quran yang kelolosan, yaitu ayat 23 surat al-Ahzaab! Bukankah itu pilihan konyol? Siapa yang memastikan hanya ayat itu saja yang kelolosan dan tidak ada yang lainnya? Malahan oleh Utsman, koleksi Ibn Mas’ud itu harus dilenyapkan tanpa dipersalahkan! Dan ia sendiri dipecat dari jabatannya di Kufah. Alangkah malangnya sahabat Nabi yang satu ini…

Kita bangsa Indonesia masih teringat akan kasus “tercolongnya” satu ayat dalam Rancangan Undang-Undang Kesehatan yang sudah disetujui DPR (ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan, tahun 2009) yang menyangkut soal tembakau. Bukankah pihak yang bertanggung jawab dalam penghilangan itu akan diperiksa dan dituntut? Nah, Zayd yang bertanggung jawab atas pengumpulan mushaf Abu Bakar yang ternyata (sedikitnya) defisit satu ayat tersebut, tidak diperiksa, apalagi dituntut. Ia malahan dijadikan pahlawan atas keberhasilan “penemuan” kembali satu ayat Khuzamah yang dia sendiri korupkan tadinya. Dan revisi mushaf yang dihasilkannya tidak diperiksa ulang, melainkan taken for granted sebagai karya sempurna! Dari sisi ini saja, tanpa usah berprasangka, kita menyadari bahwa Mushaf Utsman yang dianggap purna-sempurna identik seperti apa yang tertulis di Lauhul Mahfudz tablet di sorga, sebenarnyalah harus ditempatkan dalam kesalahan sebesar seperti apa yang diumumkan – dan yang dimaksudkan – oleh Ibn Mas’ud sendiri, yaitu,

“Jangan menulis kedalam Quran apa yang bukan bagiannya!”
hehe...tumben kali ini copasan ya boss...banyak lagi...
nih boss...copasan juga...utk counternya...

Jawaban Untuk Penggugat Mushaf Utsmani

Berkata Abu Ubayd al-Qasim b. Salam: “Usaha Utsman (r.a.) mengkodifikasi al-Qur’an akan tetap dan senantiasa dijunjung tinggi, karena hal itu merupakan sumbangannya yang paling besar. Memang di kalangan orang-orang yang menyeleweng ada yang mencelanya, namun kecacatan merekalah yang tersingkap, dan maksud buruk merekalah yang terungkap.”
Kata-kata ini diucapkan oleh Abu Ubayd (w. 224/838) lebih kurang seribu dua ratus tahun yang lalu dalam menanggapi usaha sia-sia para pembantah yang ingin meruntuhkan otoritas Mushaf Utsmani saat itu.
Beliau yang merupakan salah seorang ulama yang mempunyai wewenang ilmiah dalam berbagai disiplin Islam, termasuklah Ulum al-Qur’an, mengisyaratkan bahwa setiap bantahan terhadap Mushaf Utsmani akan dijawab oleh para ulama Islam, dan ditunjukkan kecacatan dan kelemahannya.
Satu abad kemudian, seorang sarjana al-Qur’an yang bernama Abu Bakr al-Anbari (w. 328/939), dalam pembelaannya terhadap Mushaf Utsmani misalnya pernah menulis buku khusus dengan judul “al-Radd ala Man Khalafa Mushaf Utsman” (Sanggahan Terhadap Orang yang Menyangkal Mushaf Utsman).
Begitu juga di abad ke tujuh Islam, al-Qurtubi (w. 671/1272), seorang ahli tafsir yang terkemuka dan masyhur, dalam mukaddimah kitab tafsirnya menyediakan satu bab khusus mengenai hujah-hujah untuk membalas tuduhan bahwa dalam Mushaf Utsmani terdapat penambahan dan pengurangan. Judul bab itu ialah “Bab Ma Ja’a min al-Hujjah fi al-Radd ‘ala Man Ta‘ana fi al-Qur’an wa Khalafa Mushaf Utsman bi al-Ziyadah wa al-Nuqsan” (Bab Berisi Hujah dalam Menyanggah Orang yang Mencela al-Qur’an dan Menyangkal Mushaf Utsmani dengan [tuduhan] adanya Penambahan dan Pengurangan).

Mengapa Mushaf Utsmani ada yang menyangkal?
Jawabannya terdapat pada sejarah al-Qur’an itu sendiri dan juga riwayat ataupun berita-berita mengenainya. Diantaranya adalah berita mengenai adanya beberapa mushaf yang dimiliki Sahabat yang tidak sama dengan Mushaf Utsmani, seperti Mushaf Ubayy b. Ka‘b dan Mushaf Ibnu Mas‘ud yang satu sama lain agak berbeda dari segi susunan tertibnya, selain dari tiada beberapa surah misalnya pada Mushaf Ibnu Mas‘ud, dan adanya tambahan pada Mushaf Ubayy b. Ka‘b.
Ada juga yang menyusunnya berdasarkan tarikh penurunannya, sehingga diberitakan bahwa Mushaf Saidina Ali berawal dengan “iqra’ bismi rabbika” yaitu awal surah al-‘Alaq.
Walaupun begitu semua itu hanyalah riwayat yang bersifat ahad atau berita-berita yang disampaikan oleh segelintir orang yang disebutkan dalam kitab-kitab tertentu, seperti kitab Tafsir, Lughah, dan Qira’at. Sejauh mana kebenaran riwayat itu memang dapat ditentukan melalui Ulum al-Hadits dan hal itu tetap diambil perhatian oleh para ulama Islam. Oleh sebab itu mereka tetap melayan kritikan-kritikan yang ditujukan kepada Mushaf Utsmani, selagi ada dasar periwayatannya.
Sebagai contoh, menurut Ibnu Hajar, riwayat yang mengatakan bahwa Mushaf Ibnu Mas‘ud itu tidak mengandung Surat al-Falaq dan Surat an-Nas adalah sah, sementara bagi Fakhruddin ar-Razi dan an-Nawawi pula, riwayat itu batil. Ar-Razi diantaranya berargumen bahwa jika benar Mushaf Ibnu Mas‘ud itu tiada berisi kedua-dua surah tersebut, maka hanya ada dua kemungkinan; pertama, jika periwayatan al-Qur’an secara mutawatir telah tercapai di zaman Sahabat, maka pengurangan itu membawa kepada kekufuran; dan tidak mungkin Ibnu Mas‘ud berbuat kufur seperti itu; kedua, jika periwayatan secara mutawatir belum terhasil di zaman Sahabat, ini berarti al-Qur’an tidak diriwayatkan secara mutawatir sejak awalnya, maka hal ini tidak dapat diterima.
Oleh sebab itu bagi ar-Razi hanya ada satu jawaban yang mungkin, yaitu riwayat yang mengatakan bahwa Mushaf Ibnu Mas‘ud tidak berisi al-muawwidhatayn itu adalah riwayat yang tidak sah. Ibnu Hazm juga mengatakan dusta mengenai riwayat itu, serta mengemukakan riwayat lain dari ‘Asim dari Zirr dari Ibnu Mas‘ud sendiri bahwa mushafnya berisi kedua surah tersebut.
Al-Bazzar juga menambahkan bahwa tidak ada seorang Sahabat pun yang mengikuti Ibnu Mas‘ud jika benar mushafnya begitu, sedangkan telah sah riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah (s.a.w.) membaca kedua surah itu dalam salat.
Ibnu Hajar walau bagaimanapun tetap mempertahankan bahwa riwayat itu sah, dan menurutnya mereka yang mencela riwayat yang sah tanpa sandaran yang kukuh adalah tertolak dan tak bisa diterima. Walaupun begitu, demi mempertahankan Mushaf Utsmani ia menerima takwil. Bagi Ibnu Hajar, yang mengambil takwil Ibnu as-Sabbagh, bahwa kedua surah itu merupakan bagian dari al-Qur’an memang telah tercapai secara mutawatir dikalangan Sahabat, tetapi Ibnu Mas‘ud sendirian menganggapnya tidak mutawatir, jadi ia tidak memasukkannya dalam mushafnya.
Namun cara mendudukkan kasus Ibn Mas‘ud oleh Ibn al-Sabbagh dan Ibn Hajar ini telah dibantah oleh sarjana hadis modern, Prof. Dr. Mustafa A‘zami. Ia berargumen bahwa Ibn Mas‘ud adalah diantara Sahabat yang sempat membaca al-Qur’an 2 kali dihadapan Nabi sebelum wafatnya, dan Nabi sendiri memujinya dengan kata-kata “laqad ahsanta” (bacaan kamu sangat baik), dan karenanya juga Ibn ‘Abbas menganggap bacaan Ibn Mas‘ud sebagai bacaan yang mu‘tamad. Ini menunjukkan bahwa keseluruhan al-Qur’an telahpun melekat dalam hafalan Ibn Mas‘ud ketika Rasulullah masih hidup lagi. Ini juga ditandai dengan hafalan keseluruhan surah-surah al-Qur’an oleh murid-murid Ibn Mas‘ud yang utama seperti ‘Alqamah, al-Aswad, Masruq, al-Sulami, Abu Wa’il, al-Syaibani, al-Hamadani dan Zirr yang meriwayatkan bacaan al-Qur’an dari Ibn Mas‘ud dengan 114 surah yang sempurna. Salah satu murid Zirr, ‘Asim, adalah satu-satunya periwayat yang memberitakan ketiadaan surah-surah itu dalam Mushaf Ibn Mas‘ud. Walaupun ‘Asim merupakan perawi yang tsiqah, namun riwayatnya bertentangan dengan riwayat orang lain yang sama tsiqahnya tetapi jauh lebih banyak jumlahnya. Kasus seperti ini disebut syadh dalam ilmu hadis.
Kalaulah benar pada awalnya Ibn Mas‘ud ragu bahwa al-Qur’an itu 114 surah, maka kewajiban Ibn Mas‘ud adalah menghilangkan keraguannya dengan mendatangi para ulama Sahabat di Madinah atau ditempat lainnya. Karena pernah ia berfatwa bahwa lelaki yang kawin dengan wanita lantas menceraikannya sebelum menggaulinya maka lelaki itu boleh mengawini ibu wanita tadi. Namun ketika mengunjungi Madinah dan mendiskusikan lebih lanjut dengan para Sahabat yang lain, ia menyadari telah keliru dalam memberikan fatwa tersebut. Ia lantas menarik kembali fatwa itu. Saat kembali ke Kufah, tindakan yang pertama yang ia lakukan adalah mengunjungi orang yang bertanyakan fatwanya itu untuk menyatakan kesalahannya. Jadi kalau dengan isu fikih saja begitu sekali Ibn Mas‘ud berhati-hati, apatah lagi dengan isu al-Qur’an, sudah tentu tidak seperti yang diberitakan.
Jelas sudah bahwa berita mengenai ketiadaan surah-surah tertentu dalam Mushafnya bukan bersumber darinya, dan bukan juga dari anak-anak muridnya, tetapi dari salah seorang cucu muridnya. Dalam hal ini maka tidak salah apabila Ibn Hazm, ar-Razi, dan an-Nawawi sejak dulu mengatakan bahwa riwayat yang mengatakan bahwa Mushaf Ibn Mas‘ud tidak memiliki surah-surah tertentu adalah riwayat yang batil. Begitulah contoh hujah-hujah para ulama Islam yang mempertahankan tidak ada penambahan pada Mushaf Utsmani dan mereka tetap mengambil perhatian riwayat lain yang bertentangan dengannya.
Mushaf Utsmani, yaitu mushaf yang digunakan oleh seluruh umat Islam pada hari ini, baik Ahlus Sunnah di kebanyakan negri-negri Islam ataupun Syiah di Iran. Ia merupakan mushaf yang disandarkan kepada riwayat yang mutawatir, yaitu suatu jalan periwayatan dari generasi umat Islam awal kepada generasi umat Islam yang lain yang tidak terputus dari zaman Khalifah Utsman sampai hari ini.
Namun perlu juga disebutkan di sini bahwa Mushaf Utsmani ini bukan hanya terdiri dari satu mushaf saja, tetapi ada beberapa mushaf yang disebut sebagai al-Masahif al-Utsmaniyah. Sejarah mengatakan bahwa Khalifah Utsman telah mengantar beberapa naskah mushaf itu ke seluruh kota-kota besar Islam pada ketika itu, yaitu ke Mekah, Syam, Yaman, Bahrain, Basrah, Kufah, dan satu disimpan di Madinah sendiri. Walaupun ada perbedaan kecil pada mushaf-mushaf tersebut, seperti kewujudan dan ketiadaan huruf-huruf tertentu pada masing-masing mushaf itu, para ulama tetap menerima perbedaan itu, dan tetap mengakuinya sebagai Mushaf Utsmani.
Perlu juga dijelaskan di sini bahwa Mushaf Utsmani mengandung keseluruhan bacaan yang disepakati, karena mushaf ini ditulis sesuai bacaan yang mutawatir. Walaupun begitu ada lagi bacaan-bacaan yang kurang disepakati dan diperselisihkan, dan bergantung pada cara periwayatannya. Dalam hal ini para ulama telah membagi bacaan (qira’ah) al-Qur’an kepada bacaan mutawatir, bacaan masyhur, bacaan ahad, bacaan syadh, bacaan mawdhu‘, dan bacaan mudraj. Bacaan masyhur dan ahad yang sah periwayatannya pada umumnya diterima oleh para ulama sebagai bagian dari makna tujuh huruf. Adapun bacaan syadh, mawdhu‘, dan mudraj, semua itu tidak dianggap sebagai bacaan yang sah dan tidak dihitung sebagian dari tujuh huruf al-Qur’an.
Golongan pembantah selalu mengemukakan riwayat syadh, mawdhu‘ atau mudraj. Namun umat Islam tidak memperdulikan riwayat tersebut, sehingga tinggallah riwayat itu dalam lipatan buku-buku yang hanya dibaca oleh para sarjana yang memang tahu bagaimana menghadapinya. Berbeda sedikit dengan keadaan dulu, yang mana para pengkritik itu terdiri dari orang-orang Islam sendiri, kini golongan pembantah ini dibantu pula oleh para pengkaji dari Barat (Orientalis) yang telah berputus asa terhadap keaselian kitab suci mereka sendiri.
Golongan Orientalis itu, baik yang berpegang teguh dengan agama mereka ataupun yang hanya semata-mata bersimpati tetapi tidak iltizam dengan ajaran agama mereka, memang menginginkan agar nasib al-Qur’an itu sama dengan nasib kitab suci mereka. Selain menggunakan riwayat dan berita-berita yang telah kita sebutkan di atas, mereka juga mencari dan menggunakan manuskrip-manuskrip al-Qur’an yang mereka temukan. Kajian dan olahan mereka inilah yang digunakan oleh pengkritik Mushaf Utsmani dari golongan orang Islam untuk mengukuhkan lagi riwayat dan tuduhan mereka. Oleh itu peperangan ilmiah ini masih berlanjut sehingga ke hari ini. Namun di sana ada sedikit perbedaan; yaitu, dulu para ulama kita berada pada kedudukan diatas dengan banyaknya bilangan mereka dan keluhuran peradaban dan budaya Islam yang menguasai kehidupan dalam menghadapi golongan para pembantah dewasa itu. Tetapi hari ini kita kekurangan para ulama yang berwibawa bagi menghadapi golongan penentang modern yang kini semakin bertambah bilangannya dan disokong pula oleh para pengkaji Barat dengan kekuatan peradaban dan budaya mereka yang menguasai kehidupan. Penguasaan peradaban Barat terhadap kehidupan hari ini menjadikan sebagian kaum Muslimin bingung ataupun merasa rendah diri dengan tradisi Islam itu sendiri.
Diantara orang-orang Islam yang lemah imannya dan dangkal ilmunya ada yang terus keluar dari Islam dan dengan serta merta melancarkan serangan terhadap Islam sambil menuduh al-Qur’an yang bukan-bukan. Sebagai contoh, ada seseorang yang menggunakan nama samaran Ibnu Warraq, yang konon asalnya seorang Muslim telah menulis sebuah buku “Why I am not a Muslim” serta mengkritik al-Qur’an dengan mengumpulkan kajian-kajian orientalis yang telah lapuk dalam bukunya “The Origins of the Koran.” Di kalangan pemikir pula, Mohammed Arkoun yang berasal dari Algeria, telah mengkritik, menghakimi dan mengusulkan pembaharuan (tajdid) Mushaf Utsmani, dan dengan bantuan faham deconstruction Derrida, salah seorang pemikir post-modernism, Arkoun berusaha membongkar (deconstruct) al-Qur’an yang ada.
Taufik Adnan Amal, dari Indonesia juga berusaha mengeluarkan buku “Al-Qur’an Edisi Kritis.” Usaha orang ini sebenarnya terpengaruh dan meniru-niru para Orientalis tua yang dulu pernah mempunyai “ambitious project” tetapi gagal, seperti dinyatakan oleh Puin.
Kini dari Moroko di Afrika Utara hingga ke Merauke di Indonesia kita menyaksikan secara langsung kemunculan penentang Mushaf Utsmani di kalangan orang-orang Islam sendiri. Mudah-mudahan kata-kata Abu Ubayd di awal tulisan ini akan menjadi realitas sekali lagi pada hari ini, yaitu akan munculnya para ulama pembela Mushaf Utsmani, sepertimana pada masa-masa yang lalu.
======
ini tret basi boss....
baca juga ini deh:
http://murtadinkafirun.forumotion.net/t8775-abdullah-ibnu-mas-ud-saksi-ketidakberesan-mushaf-utsman

sun-moon
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 548
Reputation: 5
Points: 1819
Registration date: 2011-07-17

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by Alkindy on Sun Oct 30, 2011 5:35 pm

Tetap saja ada pertentangan di antara periwayatan satu dengan yang lain kan?? Jurus ampuhnya yaitu pendapat "Jumhur Ulama" kan?? Siapa yg berkuasa dialah yg mempunyai sejarah..... Kata Bhs Kafir , "The Story is belong to a winner".....

_________________
Yesaya 29:13," Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan."

Alkindy
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts: 50
Reputation: -5
Points: 1258
Registration date: 2011-08-29

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by lihd on Sun Oct 30, 2011 7:30 pm

Alkindy wrote:Tetap saja ada pertentangan di antara periwayatan satu dengan yang lain kan?? Jurus ampuhnya yaitu pendapat "Jumhur Ulama" kan?? Siapa yg berkuasa dialah yg mempunyai sejarah..... Kata Bhs Kafir , "The Story is belong to a winner".....
Ahh bukan hal yg penting...... :D
Muslim yg hapal Al Qur'an diseluruh dunia banyak dan merata...
Itu yg terutama... Allah akan menjaganya...

Sebagai perbandingan.... kenpa lu ga koreksi injil elu ajah?!
Masa pura2 buta dgn kontradiksi2 atau kesalahan2 yg ada??


_________________
Jadi pengen tau... kira-kira "Apa yg bisa Yesus lakukan tanpa Bapa ya?"

lihd
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 2076
Location: Bait Allah
Job/hobbies: Merevisi Injil
Humor: Tolong carikan ahli sains yg TOP utk menjumlahkan 1+1+1= ...??
Reputation: -76
Points: 3470
Registration date: 2011-03-09

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by TukangTipu a.k.a. Yesus on Sun Oct 30, 2011 7:37 pm

Alkindy wrote:Tetap saja ada pertentangan di antara periwayatan satu dengan yang lain kan?? Jurus ampuhnya yaitu pendapat "Jumhur Ulama" kan?? Siapa yg berkuasa dialah yg mempunyai sejarah..... Kata Bhs Kafir , "The Story is belong to a winner".....

HEHEHEHEHEHEHEH....

_________________
Akibat menolak kodrat, menolak reproduksi manusia! sifatnya malah semangkin kaya HEWAN--Ameen!!
Maha Benar ALLOH dengan segala FIRMANNYA,.
Kebencian mereka, di tanamkan semenjak di buaian!!




Turunkan harga SEMPAK!!..turunkan Harga SEMPAK!!..Turunkan Harga SEMPAKK!!

berjayalah islam! ayo sodara-sodara nyang kresten, mampir di maree...
http://laskarislam.indonesianforum.net/
www.laskarislam.tk

TukangTipu a.k.a. Yesus
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts: 371
Humor: Tuhan Apa yang pake Kancut???
Reputation: -11
Points: 1546
Registration date: 2011-09-27

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by Rhapsody of Fire on Mon Oct 31, 2011 1:21 am

Tom Jerry wrote:Nih, dapet copazan bagus dari sesama kalian...


Jawaban


Sedangkan Al-Quran yang asli sudah ada jauh sebelum Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Barulah ketika Allah SWT mengangkat nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, sebagian demi sebagian ayat itu diturunkan. Itu pun tidak diturunkan secara urut, melainkan secara acak sesuai dengan kebutuhan yang ada saat itu.
Namun pada saat diturunkan, Jibril menjelaskan kepada Rasulullah SAW bahwa potongan ayat yang baru dibawanya itu adalah urutan kesekian dari surat tertentu. Atau letaknya setelah ayat tertentu dan sebelum ayat tertentu.
Ketika Rasulullah SAW menyampaikan kembali ayat-ayat yang turun kepada beliau, para shahabat lantas mencatatnya, baik di pelepah kurma, tulang, batu atau pun media lainnya. Selain itu Rasulullah SAW juga punya seorang sektetaris pribadi yang secara khusus ditugaskan untuk mencatat setiap ayat yang turun. Seperti Zaid bin Tsabit dan lainnya.
Adapuntulisan tangan para shahabat nabi SAW itu kemudian mengalami standarisasi di zaman Khalifah Utsman bin Al-Affan. Tujuannya untuk menyamakan rasam (bentuk huruf dan tulisan), agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Dan tulisan-tulisan lainnya setelah standarisasi itu dikumpulkan lalu dibakar. Sebab umat Islam sudah punya satu mushaf standar yang telah dikerjakan oleh tim profesional. Mushaf standar inilah yang kemudian digandakan dan dikirim ke pusat-pusat peradanan Islam.


http://aneh22.blogspot.com/2009/03/al-quran-yang-asli-ada-dimana.html


Ijin nandain ya.
Akhirnya dapat jg yg dicari.

Rhapsody of Fire
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts: 89
Reputation: 4
Points: 1280
Registration date: 2011-09-28

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by sun-moon on Mon Oct 31, 2011 1:22 pm

Alkindy wrote:Tetap saja ada pertentangan di antara periwayatan satu dengan yang lain kan?? Jurus ampuhnya yaitu pendapat "Jumhur Ulama" kan?? Siapa yg berkuasa dialah yg mempunyai sejarah..... Kata Bhs Kafir , "The Story is belong to a winner".....
yups..
seperti kaisar konstantin ya?
sejarah yesus dilantik menjadi tuhan (oopss...tuhan anak ya?)...LoL
hehehehe....

sun-moon
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 548
Reputation: 5
Points: 1819
Registration date: 2011-07-17

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by answering-ff on Mon Oct 31, 2011 6:14 pm

al quran yang "asli" ada di hati dan di otak muslim. meski berbeda toh cuman cara mengejanya bukan content dan maksud dan tujuan. makanya belajar menghapal jangan hanya bisa menulis entar lupa atau kebakar ilang tuh ilmunya...

_________________
"Kafir sadar, kafir diem, kafir nglawan, kafir kedalam, kafir keluar, kafir kelompok, kafir tahu, kafir nubuat, kafir penutup, kafir terakhir "

answering-ff
MUSLIM
MUSLIM

Number of posts: 3333
Location: ruang humor
Humor: "gile ada yang ngrampok baju gw, Tuhan elu", kata Yesus
Reputation: 10
Points: 5502
Registration date: 2009-11-12

View user profile http://www.aboutkutukupret.tk

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by X.X.X on Mon Oct 31, 2011 6:40 pm

Allah SWT telah berjanji akan menjaga Al Qur'an hingga hari akhir, dan Al Qur'an dari zaman Rasulullah hingga sekarang isinya tetap sama dan Isi Al Qur'an tidak bisa dipalsukan.

X.X.X

Number of posts: 4
Reputation: 0
Points: 1152
Registration date: 2011-10-31

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by barabasmurtad77 on Tue Nov 01, 2011 3:09 am

Alkindy wrote:Tetap saja ada pertentangan di antara periwayatan satu dengan yang lain kan?? Jurus ampuhnya yaitu pendapat "Jumhur Ulama" kan?? Siapa yg berkuasa dialah yg mempunyai sejarah..... Kata Bhs Kafir , "The Story is belong to a winner".....

TENTU "YANG BERKUASA ADALAH YANG MEMILIKI SEJARAH" TAPI ITU BERLAKU DI DUNIA SEKULER BUNG, TAPI ANEHNYA YESUS YANG MENURUT PANDANGAN DUNIA SUDAH DIKALAHKAN DENGAN KEMATIANNYA DI KAYU SALIB, TAPI TERNYATA AJARANNYA MASIH BERTAHAN SAMPAI SAAT INI BAHKAN INJIL ADALAH SATU2NYA KITAB YANG SETIAP TAHUNNYA SELALU MENJADI BOX OFFICE DAN TERLEBIH ANEH LAGI QURAN JUGA SEBAGIAN MENGAMBIL KISAH2 YANG ADA DALAM INJIL.
NETTER2 MUSLIM INI KALAU DISINGGUNG DIKIT AJA UDAH BLINGSATAN NGEBELA DENGAN SEGALA MACAM JURUS PEMBENARAN DIRI, TAPI COBA SELIDIKI TENTANG "TRADISI ISLAM YANG MENYATAKAN MUHAMMAD LAHIR DALAM TAHUN GAJAH"!!!!! APAKAH BENAR DEMIKIAN???? SELIDIKI KISAH RAJA ABRAHA YANG MENYERANG ARAB BAGIAN UTARA YANG DIKISAHKAN DALAM TRADISI ISLAM SEBAGAI RAJA YANG MENGGUNAKAN TENTARA DENGAN PASUKAN GAJAH, YANG KATANYA DIKALAHKAN OLEH PASUKAN ARAB TAPI YANG SEBALIKNYA PULANG DENGAN KEMENANGAN YANG GILANG GEMILANG.

Jika Muhammad yang adalah seorang Arab, berbahasa Arab, mendapatkan wahyu dari Jibril dalam bahasa Arab, mengapa naskah Alquran pertama ditulis dalam bahasa Kufik?
HAL INI BUKAN SEMATA2 MASALAH AKSARA TETAPI MASALAH KEABSAHAN QURAN ITU SENDIRI, MENGAPA QURAN YANG DITURUNKAN KE PADA SEORANG NABI ARAB KOK QURAN PERTAMANYA DITULIS DALAM BAHASA KUFIK????

AYAT YG TIDAK DAPAT DIPAHAMI ITU NAMANYA AYAT MUTASYABIH....ATAU AYAT YG HANYA ALLAH SAJA YG TAU MAKSUDNYA DAN MANUSIA HANYA BISA MENA'WILKANNYA......DAN AYAT YG JELAS ITU NAMNYA AYAT MUHKAMAT ( JELAS LAFADZ DAN MAKNANYA).....

SAYA INGIN MEMBANDINGKAN AYAT QURAN YANG TIDAK SEPENUHYA SAYA MENGERTI DENGAN AYAT ALKITAB YANG BENAR2 SAYA TIDAK MENGERTI NAMUN SAYA BISA MENERIMANYA SEBAGAI SUATU KEBENARAN

73:20. Pemelihara kamu mengetahui bahwa kamu berjaga-jaga hampir dua per tiga malam, atau separuhnya, atau satu per tiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menentukan malam dan siang. Dia mengetahui bahawa kamu tidak akan mampu menghitungnya, dan Dia menerima taubat kamu. Maka bacalah dari al-Qur’an semudah yang dapat. Dia mengetahui bahwa di antara kamu ada yang sakit, dan yang lain di antara kamu berpergian di bumi, mencari pemberian Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah. Maka bacalah darinya semudah yang dapat.
SAYA KURANG DAPAT MEMAHAMI APA YANG DIBICARAKAN DALAM AYAT INI KARENA MENURUT SAYA PENJABARANNYA YANG ACAK KADUT.
1) AYAT INI BERBICARA TENTANG JAGA MALAM DAN ADA ORANG2 YANG JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA
2) ALLAH MENENTUKAN SIANG DAN MALAM YANG KITA TIDAK MAMPU MENGHITUNGNYA. MENGHITUNG APA? JAMNYA? LAMA WAKTUNYA?
3) APA HUBUNGANNYA DENGAN ALLAH MENERIMA TAUBAT KITA?
4) ALLAH TAHU DI ANTARA KITA ADA YANG SAKIT, ADA YANG BEPERGIAN, ADA YANG MENCARI PEMBERIAN ALLAH, ADA YANG BERPERANG DI JALAN ALLAH
5) APA HUBUNGANNYA DENGAN BACALAH DARINYA SEMUDAH YANG DAPAT. BACA DARIMANA? APA YANG DIBACA? APA FAEDAHNYA?

SEKARANG SAYA COPASKAN AYAT ALKITAB YANG SAYA TIDAK MENGERTI.
P. Lama: Yehezkiel: 1
1:4. Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.
1:5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
1:6 tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.
1:7 Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.
1:8 Pada keempat sisi mereka di bawah sayap-sayapnya tampak tangan manusia. Mengenai muka dan sayap mereka berempat adalah begini:
1:9 mereka saling menyentuh dengan sayapnya; mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing berjalan lurus ke depan.
1:10 Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
1:11 Sayap-sayap mereka dikembangkan ke atas; mereka saling menyentuh dengan sepasang sayapnya dan sepasang sayap yang lain menutupi badan mereka.
1:12 Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.
1:13 Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
1:14 Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari seperti kilat.

1:15. Aku melihat, sungguh, di atas tanah di samping masing-masing dari keempat makhluk-makhluk hidup itu ada sebuah roda.
1:16 Rupa roda-roda itu seperti kilauan permata pirus dan keempatnya adalah serupa; buatannya seolah-olah roda yang satu di tengah-tengah yang lain.
1:17 Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan; mereka tidak berbalik kalau berjalan.
1:18 Mereka mempunyai lingkar dan aku melihat, bahwa sekeliling lingkar yang empat itu penuh dengan mata.
1:19 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu juga berjalan di samping mereka; dan kalau makhluk-makhluk hidup itu terangkat dari atas tanah, roda-roda itu turut terangkat.
1:20 Ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, dan roda-rodanya sama-sama terangkat dengan mereka, sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
1:21 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu berjalan; kalau mereka berhenti, roda-roda itu berhenti; dan kalau mereka terangkat dari tanah, roda-roda itu sama-sama terangkat dengan mereka; sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
1:22 Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan, terbentang di atas kepala mereka.
1:23 Dan di bawah cakrawala itu sayap mereka dikembangkan lurus, yang satu menyinggung yang lain; dan masing-masing mempunyai sepasang sayap yang menutupi badan mereka.
1:24 Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
1:25 Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.

1:26. Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
1:27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

BISAKAH ANDA BANDINGKAN BAHWA HANYA SATU AYAT YANG SAYA AMBIL DARI QURAN DAN SAYA KURANG DAPAT MENANGKAP ARAH PEMBICARAANNYA, SEMENTARA SEBEGITU BANYAK--25 AYAT YANG SAYA COPAS DARI ALKITAB DAN SAMPAI SAAT INI SAYA MASIH TIDAK MENGERTI ATAU TIDAK MAMPU MEMBAYANGKAN/MELUKISKAN TENTANG APA YANG DIBICARAKAN OLEH NABI YEHEZKIEL INI, NAMUN DEMIKIAN SAYA BISA MENERIMANYA SEBAGAI KEBENARAN YANG ALLAH INGIN NYATAKAN KEPADA SAYA BAHWA TIDAK SEMUA FIRMANNYA YANG DAPAT KITA MENGERTI.

ENTE TAHU...ALQUR'AN ITU DITURUNKAN UNTUK SIAPA....???? BUKAN KAH UNTUK MAKHLUK SELURUH DUNIA.....????

ITU KA CUMA PENGAKUAN ANDA SAJA. YANG JELAS SETELAH SAYA MENGETAHUI KEBENARAN TENTANG QURAN DAN TENTANG KEHIDUPAN MUHAMMAD, MAKA SEKALI2 SAYA TIDAK AKAN MAU MENJADI PENGIKUTNYA SEKALIPUN SELURUH HARTA DUNIA DITAWARKAN KEPADA SAYA!!!!


Yesaya 29:13," Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan."

barabasmurtad77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 625
Reputation: 0
Points: 1780
Registration date: 2011-10-31

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by you7tube7com on Tue Nov 01, 2011 4:09 am

Tom Jerry wrote:Nih, dapet copazan bagus dari sesama kalian...

Opini seputar penyusunan AlQuran

Dalam sejarah penulisan AlQuran, kita akan dihadapkan pada fakta sejarah tumpang tindih dan banyak campur tangan berbagai pihak baik itu penguasa politik/pemerintahan, maupun kelompok-kelompok tertentu seperti suku-suku tertentu dimasa itu sampai berbagai kelompok penting tertentu saat ini. Mulai dari bagaimana AlQuran disusun semasa kepemimpinan Utsman bin Affan, sampai pada upaya-upaya lain untuk mencoba merujuk kembali sejarah AlQuran dengan lebih menyeluruh, justru mengarah pada gambaran bahwa proses penyusunan AlQuran cenderung kabur dan bahkan menghilangkan makna dasar AlQuran sebagai pedoman hidup sepanjang masa.
Sebagai seorang muslim, penulis cukup prihatin dengan kondisi sejarah AlQuran tersebut. Tanpa bermaksud untuk memperkeruh kondisi, penulis mencoba untuk menelaah kondisi itu sebagai suatu kewajaran dalam melihat bagaimana sejarah terutama sejarah penyusunan AlQuran. Bagi penulis adalah wajar ketika masing-masing pihak berkepentingan dalam memberi pernyataan seputar sejarah penyusunan AlQuran itu, bahkan termasuk kita sebagai masyarakat awam, dimana kita mempunyai hak untuk mengetahui bagaimana proses penyusunan AlQuran tersebut, hal ini terlepas bahwa informasi tersebut ternyata jadi malah membingungkan kita sendiri.
Kondisi simpang siur tersebut bagi penulis menjadi semakin wajar jika dibandingkan dengan sejarah penyusunan kitab-kitab selain AlQuran, proses penyusunan kembali wahyu-wahyu Tuhan pada kitab selain AlQuran tentu bisa semakin rumit dan beragam, terkait dengan rentang waktu dimana wahyu Tuhan tersebut turun dengan masa proses penyusunan kembali wahyu Tuhan tentu ada jarak waktu panjang dimana mungkin saja terdapat kesalahan atau kehilangan fakta, mengingat bahwa dijaman itu proses pencatatan wahyu jauh lebih sederhana (hanya sebatas ingatan/memori) dibanding proses pewahyuan AlQuran. Jadi menurut hemat penulis sejarah penyusunan AlQuran itu sendiri merupakan bagian sejarah dimana kita sebagai muslim juga harus dapat menerima dengan hati terbuka serta tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa AlQuran saat ini adalah tetap merupakan kitab suci, pedoman hidup sepanjang masa.
Pertanyaan kritis seputar sejarah AlQuran sendiri pada tahap penerapan akan lebih hidup dan membumi jika kita mengarahkan perhatian kita pada bagaimana mempelajari AlQuran sehingga dapat diambil hikmah dan manfaat bagi kehidupan kita saat ini. Mari kita coba untuk memperhatikan AlQuran itu sendiri dimana hal ini tentu akan lebih menarik dan bermanfaat dalam kehidupan kita saat ini dan akan datang. Meskipun hal ini nampaknya sulit, tetaplah kita dianjurkan untuk menjadikan AlQuran sebagai pedoman hidup, sebagaimana nabi menganjurkan kita untuk mempelajari dan menggunakan AlQuran sebagai pedoman hidup kita.
AlQuran kita saat ini merupakan hasil sebuah proses panjang pewahyuan, dimana kalau kita perhatikan dari proses pewahyuan itu berlangsung secara berangsur-angsur sesuai dengan permasalahan umat pada waktu itu. Proses penjang tersebut tentu bukan dimaksudkan bahwa Tuhan tidak mampu menurunkan AlQuran secara langsung jadi, tetapi lebih merupakan sebuah proses pembelajaran Tuhan kepada umat manusia dimana pada masing-masing proses tersebut terdapat pelajaran-pelajaran bagi masing-masing umat pada masa itu.
Pertanyaan lebih lanjut adalah tentang bagaimana kita saat ini harus menyikapi AlQuran tersebut, dimana ada tuntutan bahwa AlQuran saat ini harus mampu menjawab permasalahan-permasalahan umat saat ini, mampukah AlQuran menjawab tantangan permasalahan tersebut secara menyeluruh? Dilema penafsiran AlQuran dalam menjawab permasalahan tersebut ternyata cukup pelik dan membingungkan, disatu sisi kita dianjurkan atau lebih tepatnya diharuskan untuk berpedoman pada AlQuran, disisi lain fakta riil bahwa AlQuran dari sisi terjemahan maupun sisi penafsiran ternyata kurang mampu untuk menjawab tantangan tersebut, bahkan terkesan upaya untuk menafsirkan AlQuran tersebut hanya bersifat subyektif dan lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu sehingga dalam prakteknya justru menimbulkan perselisihan dalam penafsiran ayat-ayat AlQuran itu sendiri, padahal bukankah AlQuran itu harus mampu menjadi petunjuk/pedoman bagi siapa saja atau kelompok manapun, nampaknya prinsip kebersamaan ini menjadi kurang makna atau tidak menemukan jawaban bila rujukan makna hanya dilakukan sebatas penafsiran saja. Lalu harus bagaimana kita menyikapi hal ini bila dalam praktek hidup pedoman (AlQuran) tersebut tidak cukup mampu dalam menjawab permasalahan hidup sehari-hari?
AlQuran dalam proses pewahyuan selama kurang lebih 23 tahun menurut hemat penulis merupakan suatu proses pewahyuan dimana terjadi proses perubahan atau transformasi pesan Ilahiah pada nabi sebagai penerima wahyu. Proses tersebut kalau kita perhatikan merupakan sebuah tahapan dari pesan awal dari Tuhan kemudian melalui proses pewahyuan berupa pesan Tuhan melalui perantara malaikat jibril atau juga bentuk lain sebagaimana disebutkan dalam AlQuran tentang bagaimana proses pewahyuan itu terjadi. Setelah proses itu, sebenarnya kalau kita lebih jeli lagi, ada satu proses lagi dimana proses itu dapat kita istilahkan sebagai proses penyampaian isi wahyu itu sendiri oleh nabi kepada umat dimana proses ini sering disebut sebagai “sabda nabi” dimana setelah itu, sabda inilah kemudian kita terima sebagai wahyu Tuhan.

Pewahyuan dilakukan dengan melalui “proses pewahyuan”, bahwa setelah proses tersebut masih ada proses lagi dimana proses itu dilakukan secara “internal” oleh nabi sendiri kemudian terakhir beliau sampaikan kepada umat dengan “proses penyampaian” atau “sabda nabi” kepada umat.
Dari gambaran singkat tentang proses pewahyuan dapat dipahami bahwa proses itu merupakan proses transformasi informasi Tuhan kepada Umat melalui perantaraan “proses pewahyuan”, “proses internal nabi” dan terakhir “proses penyampaian”. Ketiga proses tersebut kalau kita perhatikan secara seksama terdapat hal menarik bahwa ternyata ada proses internal nabi, dimana hal tersebut mengisyaratkan ada campur tangan nabi dalam memproses informasi guna disampaikan kepada umat. Namun hal demikian tidak berarti ada campur tangan dalam makna campur tangan merubah isi pesan, tetapi penulis melihat ada sebuah proses pemikiran ulang/proses belajar nabi untuk kemudian beliau sampaikan kepada umat sebagai hasil pewahyuan itu sendiri, karena koreksi sudah barang tentu akan langsung dilakukan jika ada kekeliruan dalam penyampaian.
Demikian sedikit gambaran tentang proses pewahyuan dan kaitan sejarah AlQuran sebagai sebuah proses panjang dari makna kontekstual menuju makna universal. Tulisan ini merupakan rangkaian proses pemikiran terhadap AlQuran sebagai pedoman hidup universal sepanjang masa. Pertanyaan kritis seputar proses sejarah penyusunan dan sejarah pewahyuan masih terus berlanjut hingga sekarang ini. Untuk itu diperlukan upaya lebih dari sekedar menerima saja informasi, tetapi juga diperlukan sebuah kesediaan untuk bersikap terbuka dengan semangat pada peningkatan kualitas pengetahuan dan peningkatan keimanan kita pada AlQuran itu sendiri. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam proses berpikir ini, kritik dan saran membangun senantiasa penulis terima.



Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mau bertanya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Yang saya tahu bahwa Al-Qur’an yang sering kita baca merupakan tulisan seseorang. Yang jadi pertanyaan saya, Al-Qur’an yang asli yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sekarang ada di mana? Apakah Allah SWT waktu menurunkan Al-Qur’an berbentuk buku seperti yang kita baca sekarang? Jazakallah khoiron katsiraa atas jawabannya.

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Al-Quran yang asli tidak ada di muka bumi, sebab yang asli adalahnyadi Lauhil Mahfudz. Yang ada di muka bumi adalah hasil tulisan tangan manusia. Yaitu tulisan tangan para shahabat nabi Muhammad SAW yang mulia. Tangan mereka lah yang telah menulis ayat-ayat Al-Quran pertama kali di muka bumi, berdasarkan dikte yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.
Sedangkan Al-Quran yang asli sudah ada jauh sebelum Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Barulah ketika Allah SWT mengangkat nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, sebagian demi sebagian ayat itu diturunkan. Itu pun tidak diturunkan secara urut, melainkan secara acak sesuai dengan kebutuhan yang ada saat itu.
Namun pada saat diturunkan, Jibril menjelaskan kepada Rasulullah SAW bahwa potongan ayat yang baru dibawanya itu adalah urutan kesekian dari surat tertentu. Atau letaknya setelah ayat tertentu dan sebelum ayat tertentu.
Ketika Rasulullah SAW menyampaikan kembali ayat-ayat yang turun kepada beliau, para shahabat lantas mencatatnya, baik di pelepah kurma, tulang, batu atau pun media lainnya. Selain itu Rasulullah SAW juga punya seorang sektetaris pribadi yang secara khusus ditugaskan untuk mencatat setiap ayat yang turun. Seperti Zaid bin Tsabit dan lainnya.
Adapuntulisan tangan para shahabat nabi SAW itu kemudian mengalami standarisasi di zaman Khalifah Utsman bin Al-Affan. Tujuannya untuk menyamakan rasam (bentuk huruf dan tulisan), agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Dan tulisan-tulisan lainnya setelah standarisasi itu dikumpulkan lalu dibakar. Sebab umat Islam sudah punya satu mushaf standar yang telah dikerjakan oleh tim profesional. Mushaf standar inilah yang kemudian digandakan dan dikirim ke pusat-pusat peradanan Islam.
Hingga hari ini, di musium Topkapi Istambul Turki, masih banyak peninggalan bersejarah sejak zaman nabi dan para shahabat. Namun nilainya hanya sekedar sejarah saja, tidak lagi menjadi dasar otentitas Al-Quran. Sebab kalau hanya untuk mendapatkan sumber keotentikannya, umat Islam telah memliki sebuah metode yang ilmiyah dan sangat unik serta tidak pernah dimiliki oleh agama dan bangsa manapun. Yaitu metodologi periwayatan (sanad) yang ternyata sangat luar biasa.
Dengan adanya metodologi periwayatan sanad ini, otentifikasi sebuah naskah menjadi sangat valid. Karena bukan sekedar memastikan bahwa suatu naskah itu asli ditulis pada zaman apa, melainkan juga memastikan alur sampainya periwayatan itu sendiri. Benarkah sebuah naskah itu memang datang dari mulut nabi Muhammad SAW, ataukah hanya karangan orang-orang di sekitarnya?
Kalau hanya dengan menggunakan studi naskah klasik (filologi), kita hanya mampu membuktikan bahwa naskah tertentu ditulis pada tahun berapa, sedangkan kepastian bahwa materi naskah itu betul-betul original atau tidak, kita tidak bisa mengetahuinya.
Dan secara derajat periwayatan, ayat-ayat Al-Quran yang sampai kepada kita telah diriwayatkan dengan mutawatir, sehingga kepastian keshahihannya mutlak,jauh melebihi umumnya rata-rata hadits yang sampai kepada kita.
Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

http://aneh22.blogspot.com/2009/03/al-quran-yang-asli-ada-dimana.html

Quran yg asli itu tertulis pd tulang, kulit hewan, batu, daun...

Semua dimusnahkan..... lho...knp dimusnahkan..???!!

Utk mencegah fitnah dari para kaum kafir (spt anda ini)

Bagaimana bisa fitnah..???!!

Coba... kalo masih ada ayat Quran yg asli spt diatas.... dan ayat2 asli tsb di museum kan...maka para kafirun akan
membual ttg adanya penemuan2 baru ttg ayat Quran pada daun, kulit hewan, batu... (spt penemuan benda2 bersejarah)... yg mungkin isi tulisannya ga sama dgn Quran yg ada skrg ini....

Naahh... kalo sudah dimusnahkan semua... dan tak ada satupun ayat Quran asli yg dpt ditemukan.... apbl kaum kafirun membual ttg hal itu.. maka... bualnnya tsb tdk akurat... karena sudah dimusnahkan semua... bersih tanpa sisa...!!!

Skrg... coba anda baca Alkitab asli yg berbahasa Ibrani... yg skrg ini tersimpan di Vatican... sama apa ga dgn Alkitab yg ada skrg ini...

Knp Alkitab Ibrani ini tdk dipake sbg acuan dasar utk terjemahan2 ke bhs lainnya..???!!!
Knp disimpan dan tdk boleh di dikeluarkan..???!!!

Seharusnya... kaum kristen punya pertanyaan spt itu....!!!



[b]

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts: 3242
Reputation: -35
Points: 5089
Registration date: 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by raymondantes on Tue Nov 01, 2011 4:46 am

TENTU "YANG BERKUASA ADALAH YANG MEMILIKI SEJARAH" TAPI ITU BERLAKU DI DUNIA SEKULER BUNG, TAPI ANEHNYA YESUS YANG MENURUT PANDANGAN DUNIA SUDAH DIKALAHKAN DENGAN KEMATIANNYA DI KAYU SALIB, TAPI TERNYATA AJARANNYA MASIH BERTAHAN SAMPAI SAAT INI BAHKAN INJIL ADALAH SATU2NYA KITAB YANG SETIAP TAHUNNYA SELALU MENJADI BOX OFFICE DAN TERLEBIH ANEH LAGI QURAN JUGA SEBAGIAN MENGAMBIL KISAH2 YANG ADA DALAM INJIL.
NETTER2 MUSLIM INI KALAU DISINGGUNG DIKIT AJA UDAH BLINGSATAN NGEBELA DENGAN SEGALA MACAM JURUS PEMBENARAN DIRI, TAPI COBA SELIDIKI TENTANG "TRADISI ISLAM YANG MENYATAKAN MUHAMMAD LAHIR DALAM TAHUN GAJAH"!!!!! APAKAH BENAR DEMIKIAN???? SELIDIKI KISAH RAJA ABRAHA YANG MENYERANG ARAB BAGIAN UTARA YANG DIKISAHKAN DALAM TRADISI ISLAM SEBAGAI RAJA YANG MENGGUNAKAN TENTARA DENGAN PASUKAN GAJAH, YANG KATANYA DIKALAHKAN OLEH PASUKAN ARAB TAPI YANG SEBALIKNYA PULANG DENGAN KEMENANGAN YANG GILANG GEMILANG.

hehehehehe...prasaan ane nih ya.....masalah pasukan gajah dan kelahiran nabi muhammad udh di bahas kali ya.....tpi skrang ane ga' mau bahas itu dulu....ntar deh kapan2......

SAYA INGIN MEMBANDINGKAN AYAT QURAN YANG TIDAK SEPENUHYA SAYA MENGERTI DENGAN AYAT ALKITAB YANG BENAR2 SAYA TIDAK MENGERTI NAMUN SAYA BISA MENERIMANYA SEBAGAI SUATU KEBENARAN

73:20. Pemelihara kamu mengetahui bahwa kamu berjaga-jaga hampir dua per tiga malam, atau separuhnya, atau satu per tiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menentukan malam dan siang. Dia mengetahui bahawa kamu tidak akan mampu menghitungnya, dan Dia menerima taubat kamu. Maka bacalah dari al-Qur’an semudah yang dapat. Dia mengetahui bahwa di antara kamu ada yang sakit, dan yang lain di antara kamu berpergian di bumi, mencari pemberian Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah. Maka bacalah darinya semudah yang dapat.
SAYA KURANG DAPAT MEMAHAMI APA YANG DIBICARAKAN DALAM AYAT INI KARENA MENURUT SAYA PENJABARANNYA YANG ACAK KADUT.
1) AYAT INI BERBICARA TENTANG JAGA MALAM DAN ADA ORANG2 YANG JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA
2) ALLAH MENENTUKAN SIANG DAN MALAM YANG KITA TIDAK MAMPU MENGHITUNGNYA. MENGHITUNG APA? JAMNYA? LAMA WAKTUNYA?
3) APA HUBUNGANNYA DENGAN ALLAH MENERIMA TAUBAT KITA?
4) ALLAH TAHU DI ANTARA KITA ADA YANG SAKIT, ADA YANG BEPERGIAN, ADA YANG MENCARI PEMBERIAN ALLAH, ADA YANG BERPERANG DI JALAN ALLAH
5) APA HUBUNGANNYA DENGAN BACALAH DARINYA SEMUDAH YANG DAPAT. BACA DARIMANA? APA YANG DIBACA? APA FAEDAHNYA?


whahahahahhaa.....malahan nih ya...ayat yg ente cantumkan di atas rasanya kurang lengkap deh.....nih ane cantum kan yg lengkap :

inna rabbaka ya'lamu annaka taquumu adnaa min tsulutsayi allayli wanishfahu watsulutsahu wathaa-ifatun mina alladziina ma'aka waallaahu yuqaddiru allayla waalnnahaara 'alima an lan tuhsuuhu fataaba 'alaykum faiqrauu maa tayassara mina alqur-aani 'alima an sayakuunu minkum mardaa waaakharuuna yadhribuuna fii al-ardhi yabtaghuuna min fadhli allaahi waaakharuuna yuqaatiluuna fii sabiili allaahi faiqrauu maa tayassara minhu wa-aqiimuu alshshalaata waaatuu alzzakaata wa-aqridhuu allaaha qardhan hasanan wamaa tuqaddimuu li-anfusikum min khayrin tajiduuhu 'inda allaahi huwa khayran wa-a'zhama ajran waistaghfiruu allaaha inna allaaha ghafuurun rahiimun

[73:20] Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


jadi kang barabas.....pertanyaan ente yg ini :

1) AYAT INI BERBICARA TENTANG JAGA MALAM DAN ADA ORANG2 YANG JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA

maksud dari berjaga2 malam adalah orang yg melaksanakan shalat tahajjud yaitu shalat yang dilaksanakan pada wktu2 yg tercantum dalam ayat diatas 2/3 malam atau 1/2 malam atau 1/3 malam.....ayat ini ada kaitan dg ayat ke 2 surat muzammil ini :

qumi allayla illaa qaliilaan

[73:2] bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

nishfahu awi unqush minhu qaliilaan

[73:3] (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

aw zid 'alayhi warattili alqur-aana tartiilaan

[73:4] atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan

2) ALLAH MENENTUKAN SIANG DAN MALAM YANG KITA TIDAK MAMPU MENGHITUNGNYA. MENGHITUNG APA? JAMNYA? LAMA WAKTUNYA?

sebelum ayat ke 20 ini turun shalat tahajjud adalah kewajiban bagi nabi muhammad untuk melaksanakannya dan meyunahkan pada umatnya....dan sebagian dari pengikut nabi ketika itu ada yg berjaga2 karena takut luput dari malam2 yg telah ditentukan pada ayat ke 2-4 tsb....hal ini dirasa memberatkan ketika itu karena harus begadang sampai fajar dan membuat lemah fisik mereka dan membuat kaki rasulullah bengkak karena banyaknya shalat ....untuk meringankan itu maka turun lah wahyu :

علم أن لن تحصوه فتاب عليكم
Artinya:
............ "Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberikan keringanan kepadamu...".

Dari ayat 20 ini dapat pula diambil pengajaran lain, bahwa mengerjakan perintah fardu itu tidak boleh melebihi dari batas ukuran yang ditentukan agar tidak memberatkan diri sendiri. Oleh karena itu Tuhan memerintahkan bagi yang biasa salat malam apabila terasa agak memberatkan boleh dikurangi lama waktunya, sehingga dikerjakan tidak dalam keadaan terpaksa. Begitulah Allah memudahkan sesuatu yang berat menjadi ringan, agar seseorang selalu mengerjakan yang mudah itu.

3) APA HUBUNGANNYA DENGAN ALLAH MENERIMA TAUBAT KITA?
pertama, hubungan antara Allah menerima taubat adalah pada malam shalat tahajjud itu lah saat2 doa di mustajabkan atau di kabulkan...apabila orang2 berdoa untuk bertobat maka pada saat itu lah wktu yg tepat dimana Allah menerima tobat seseorang..

kedua,maksud dari ayat itu adalah.....karena perintah shalat tahajjud itu memberatkan nabi dan pengikutnya...maka Allah mencabut perintah( untuk melaksanakan shalat tahajjud sepanjang malam ) dan memberikn keringanan serta mengampuni mereka...maka bacalah apa yg mudah dari alqur'an....hal ini disebabkan nabi muhammad dan para shabat ketika shalat mebaca ayat qur'an hingga berjuz2..maka diringankan salah satunya membaca ayat yg pendek2 saja atau yg mudah saja........

4) ALLAH TAHU DI ANTARA KITA ADA YANG SAKIT, ADA YANG BEPERGIAN, ADA YANG MENCARI PEMBERIAN ALLAH, ADA YANG BERPERANG DI JALAN ALLAH

Allah maha tahu akan ada diantara kalian orang yang sakit,berniaga ,pergi berperang...dan hal shalat malam diatas akan memberatkan mereka untuk melksanakannya....maka Allah pun meberikan keringanan untuk mereka..yaitu mereka boleh melakukan shalat malam sebatas kemampuan mereka masing2 dan mebaca ayat alqur'an yg mudah sja....

5) APA HUBUNGANNYA DENGAN BACALAH DARINYA SEMUDAH YANG DAPAT. BACA DARIMANA? APA YANG DIBACA? APA FAEDAHNYA?

hubungannya adalah.....nabi dan para sahabat membaca alqur'an hingga berjuz2...sehingga akan memberatkan pelaksanaan shalat tahajjud....membaca hingga berjuz2 itu mempunyai faedah yaitu untuk mengulang2 hafalan wahyu yg diturunkan....maka allah pun meberikan keringanan untuk membca ayat yg mudah2 saja untuk pada saat melaksanakan shalat tahajjud itu.....

yah faedahnya agar tidak meberatkan kamu melaksanakan shalat itu......

nih ya ane kutip ayat yg ente copas :

1:7 Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.

ketika itu sudut pandang manakah si pencerita menceritakan apa yg ia lihat....???? apa hubungan telapak kaki dg kuku lembu....????? skarang ane nanya telapak kaki itu mana dan kuku itu yang mana...???? moso' telapak kaki disamakan dengan kuku....????

ini nih yg acak kadut......skrang gini ajah...apakah sama anta telapak tangan dengan kuku tangan.....???


P. Lama: Yehezkiel: 1
1:4. Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.
1:5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
1:6 tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.
1:7 Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.
1:8 Pada keempat sisi mereka di bawah sayap-sayapnya tampak tangan manusia. Mengenai muka dan sayap mereka berempat adalah begini:
1:9 mereka saling menyentuh dengan sayapnya; mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing berjalan lurus ke depan.
1:10 Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
1:11 Sayap-sayap mereka dikembangkan ke atas; mereka saling menyentuh dengan sepasang sayapnya dan sepasang sayap yang lain menutupi badan mereka.
1:12 Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.
1:13 Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
1:14 Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari seperti kilat.

1:15. Aku melihat, sungguh, di atas tanah di samping masing-masing dari keempat makhluk-makhluk hidup itu ada sebuah roda.
1:16 Rupa roda-roda itu seperti kilauan permata pirus dan keempatnya adalah serupa; buatannya seolah-olah roda yang satu di tengah-tengah yang lain.
1:17 Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan; mereka tidak berbalik kalau berjalan.
1:18 Mereka mempunyai lingkar dan aku melihat, bahwa sekeliling lingkar yang empat itu penuh dengan mata.
1:19 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu juga berjalan di samping mereka; dan kalau makhluk-makhluk hidup itu terangkat dari atas tanah, roda-roda itu turut terangkat.
1:20 Ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, dan roda-rodanya sama-sama terangkat dengan mereka, sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
1:21 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu berjalan; kalau mereka berhenti, roda-roda itu berhenti; dan kalau mereka terangkat dari tanah, roda-roda itu sama-sama terangkat dengan mereka; sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
1:22 Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan, terbentang di atas kepala mereka.
1:23 Dan di bawah cakrawala itu sayap mereka dikembangkan lurus, yang satu menyinggung yang lain; dan masing-masing mempunyai sepasang sayap yang menutupi badan mereka.
1:24 Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
1:25 Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.

1:26. Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
1:27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman
.

malahan nih ya....ketika ane mebaca nih ayat...ane ga' ngerti dari sudut pandang mana si pencerita menceritakan apa yg ia lihat.....??? dan satu lagi....sangat sulit buat ane buat memahaminya....soalnya sipencerita dalam menyampaikan apa yg ia lihat mungkin yah ragu2 atao gimana githu....spt dia menyebutkan telapak kaki kmudian pada ayat 1:17 disbutkan bahwa dia tidak berjalan....trus apa tuh maksud telapak kaki yg disamakan dg kuku lembu....????

kmudian maslah roda ??? roda disini nih mksudnya apa...??? apakah pake kursi roda githu ??? karena dia tidak berjalan.....lumpuh dong.....

dan bnyak sekali yang ane ragu....sebenernya nih roh manusia itu di dalam roda yg dimaksud atao dibawah sayap sih....???? kalo dalam roda kenapa harus roda yg mengikuti tuh roh sedangkan dia dalam roda.....?????? apakah roda dikendalikan roh spt orang lagi bawa' mobil atao gimana...?????




jadi secara tidak lang sung nih ayat khusunya yg ane besarin...menceritakan rupa TUHAN itu dg manusia......???? apakah tuhan manusia...???? kemudian apakah tuhan itu punya pinggang.....???? whahahahahaha....gimana yah bentuk pinggang tuhan....?????

apakah kayak gitar espanyol atau kayak drum yah...???? dan yg bikin ane bergidik adlah berapa sih kekuatan mata sipencrita dalam melihat sinar yng dipancarkan oleh tuhan.......

kenapa ane bertnya demikian??? dimana2 yah seseorang yang melihat sinar atau cahaya saja dg mata telanjang matanya bisa buta....???? apakah sipencerita itu melihat dg mata telanjang atau dalam mimpi.....??? klo dg mata telanjang maka ini semua ADALAH BOHONG.....karena tidak mungkin seorang manusia yg nyata2 punya qanun sbg manusia biasa bisa melihat hal itu dan dapat menceritakan se ditail2nya.....????? bisakah kang barabas menjelaskan kepada saya...??? lha wong nabi musa saja tidak sanggup melihat rupa Allah sebenarnya hingga gunung pun jadi debu ketika Allah menampakkan dirinya.....kok nabi yehezkiel bisa melihat dg mata telanjang....?????

tapi klo dalam mimpi nurut ane sih ga' maslah karena dalam mimpi itu terkadang syetan yg menyamar dalam berbagai bentuk....


raymondantes
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts: 723
Reputation: 3
Points: 2001
Registration date: 2011-10-06

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by bayo_lubis on Tue Nov 01, 2011 12:22 pm

Barabas menerima ayat yg dia tampilkan sebagai kebenaran. Bila tak mampu menjelaskan, bisa jadi ini bukti bahwa dia hanya menelannya mentah2.

_________________
Yesus sendiri bukanlah Tuhan Yang Esa.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Kunjungi forum tandingan MurtadinKafirun
http://laskarislam.indonesianforum.net

bayo_lubis
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 5571
Location: Mandailing Natal, Sumatera Utara
Humor: Mari semaikan karet ini, Lalu tanam di tengah sawah. Mari selamatkan planet ini, Buang Alkitab ke tong sampah.
Reputation: -107
Points: 7130
Registration date: 2011-02-27

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by answering-ff on Tue Nov 01, 2011 6:51 pm

raymondantes wrote:
TENTU "YANG BERKUASA ADALAH YANG MEMILIKI SEJARAH" TAPI ITU BERLAKU DI DUNIA SEKULER BUNG, TAPI ANEHNYA YESUS YANG MENURUT PANDANGAN DUNIA SUDAH DIKALAHKAN DENGAN KEMATIANNYA DI KAYU SALIB, TAPI TERNYATA AJARANNYA MASIH BERTAHAN SAMPAI SAAT INI BAHKAN INJIL ADALAH SATU2NYA KITAB YANG SETIAP TAHUNNYA SELALU MENJADI BOX OFFICE DAN TERLEBIH ANEH LAGI QURAN JUGA SEBAGIAN MENGAMBIL KISAH2 YANG ADA DALAM INJIL.
NETTER2 MUSLIM INI KALAU DISINGGUNG DIKIT AJA UDAH BLINGSATAN NGEBELA DENGAN SEGALA MACAM JURUS PEMBENARAN DIRI, TAPI COBA SELIDIKI TENTANG "TRADISI ISLAM YANG MENYATAKAN MUHAMMAD LAHIR DALAM TAHUN GAJAH"!!!!! APAKAH BENAR DEMIKIAN???? SELIDIKI KISAH RAJA ABRAHA YANG MENYERANG ARAB BAGIAN UTARA YANG DIKISAHKAN DALAM TRADISI ISLAM SEBAGAI RAJA YANG MENGGUNAKAN TENTARA DENGAN PASUKAN GAJAH, YANG KATANYA DIKALAHKAN OLEH PASUKAN ARAB TAPI YANG SEBALIKNYA PULANG DENGAN KEMENANGAN YANG GILANG GEMILANG.

hehehehehe...prasaan ane nih ya.....masalah pasukan gajah dan kelahiran nabi muhammad udh di bahas kali ya.....tpi skrang ane ga' mau bahas itu dulu....ntar deh kapan2......

SAYA INGIN MEMBANDINGKAN AYAT QURAN YANG TIDAK SEPENUHYA SAYA MENGERTI DENGAN AYAT ALKITAB YANG BENAR2 SAYA TIDAK MENGERTI NAMUN SAYA BISA MENERIMANYA SEBAGAI SUATU KEBENARAN

73:20. Pemelihara kamu mengetahui bahwa kamu berjaga-jaga hampir dua per tiga malam, atau separuhnya, atau satu per tiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menentukan malam dan siang. Dia mengetahui bahawa kamu tidak akan mampu menghitungnya, dan Dia menerima taubat kamu. Maka bacalah dari al-Qur’an semudah yang dapat. Dia mengetahui bahwa di antara kamu ada yang sakit, dan yang lain di antara kamu berpergian di bumi, mencari pemberian Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah. Maka bacalah darinya semudah yang dapat.
SAYA KURANG DAPAT MEMAHAMI APA YANG DIBICARAKAN DALAM AYAT INI KARENA MENURUT SAYA PENJABARANNYA YANG ACAK KADUT.
1) AYAT INI BERBICARA TENTANG JAGA MALAM DAN ADA ORANG2 YANG JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA
2) ALLAH MENENTUKAN SIANG DAN MALAM YANG KITA TIDAK MAMPU MENGHITUNGNYA. MENGHITUNG APA? JAMNYA? LAMA WAKTUNYA?
3) APA HUBUNGANNYA DENGAN ALLAH MENERIMA TAUBAT KITA?
4) ALLAH TAHU DI ANTARA KITA ADA YANG SAKIT, ADA YANG BEPERGIAN, ADA YANG MENCARI PEMBERIAN ALLAH, ADA YANG BERPERANG DI JALAN ALLAH
5) APA HUBUNGANNYA DENGAN BACALAH DARINYA SEMUDAH YANG DAPAT. BACA DARIMANA? APA YANG DIBACA? APA FAEDAHNYA?


whahahahahhaa.....malahan nih ya...ayat yg ente cantumkan di atas rasanya kurang lengkap deh.....nih ane cantum kan yg lengkap :

inna rabbaka ya'lamu annaka taquumu adnaa min tsulutsayi allayli wanishfahu watsulutsahu wathaa-ifatun mina alladziina ma'aka waallaahu yuqaddiru allayla waalnnahaara 'alima an lan tuhsuuhu fataaba 'alaykum faiqrauu maa tayassara mina alqur-aani 'alima an sayakuunu minkum mardaa waaakharuuna yadhribuuna fii al-ardhi yabtaghuuna min fadhli allaahi waaakharuuna yuqaatiluuna fii sabiili allaahi faiqrauu maa tayassara minhu wa-aqiimuu alshshalaata waaatuu alzzakaata wa-aqridhuu allaaha qardhan hasanan wamaa tuqaddimuu li-anfusikum min khayrin tajiduuhu 'inda allaahi huwa khayran wa-a'zhama ajran waistaghfiruu allaaha inna allaaha ghafuurun rahiimun

[73:20] Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


jadi kang barabas.....pertanyaan ente yg ini :

1) AYAT INI BERBICARA TENTANG JAGA MALAM DAN ADA ORANG2 YANG JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA

maksud dari berjaga2 malam adalah orang yg melaksanakan shalat tahajjud yaitu shalat yang dilaksanakan pada wktu2 yg tercantum dalam ayat diatas 2/3 malam atau 1/2 malam atau 1/3 malam.....ayat ini ada kaitan dg ayat ke 2 surat muzammil ini :

qumi allayla illaa qaliilaan

[73:2] bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

nishfahu awi unqush minhu qaliilaan

[73:3] (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

aw zid 'alayhi warattili alqur-aana tartiilaan

[73:4] atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan

2) ALLAH MENENTUKAN SIANG DAN MALAM YANG KITA TIDAK MAMPU MENGHITUNGNYA. MENGHITUNG APA? JAMNYA? LAMA WAKTUNYA?

sebelum ayat ke 20 ini turun shalat tahajjud adalah kewajiban bagi nabi muhammad untuk melaksanakannya dan meyunahkan pada umatnya....dan sebagian dari pengikut nabi ketika itu ada yg berjaga2 karena takut luput dari malam2 yg telah ditentukan pada ayat ke 2-4 tsb....hal ini dirasa memberatkan ketika itu karena harus begadang sampai fajar dan membuat lemah fisik mereka dan membuat kaki rasulullah bengkak karena banyaknya shalat ....untuk meringankan itu maka turun lah wahyu :

علم أن لن تحصوه فتاب عليكم
Artinya:
............ "Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberikan keringanan kepadamu...".

Dari ayat 20 ini dapat pula diambil pengajaran lain, bahwa mengerjakan perintah fardu itu tidak boleh melebihi dari batas ukuran yang ditentukan agar tidak memberatkan diri sendiri. Oleh karena itu Tuhan memerintahkan bagi yang biasa salat malam apabila terasa agak memberatkan boleh dikurangi lama waktunya, sehingga dikerjakan tidak dalam keadaan terpaksa. Begitulah Allah memudahkan sesuatu yang berat menjadi ringan, agar seseorang selalu mengerjakan yang mudah itu.

3) APA HUBUNGANNYA DENGAN ALLAH MENERIMA TAUBAT KITA?
pertama, hubungan antara Allah menerima taubat adalah pada malam shalat tahajjud itu lah saat2 doa di mustajabkan atau di kabulkan...apabila orang2 berdoa untuk bertobat maka pada saat itu lah wktu yg tepat dimana Allah menerima tobat seseorang..

kedua,maksud dari ayat itu adalah.....karena perintah shalat tahajjud itu memberatkan nabi dan pengikutnya...maka Allah mencabut perintah( untuk melaksanakan shalat tahajjud sepanjang malam ) dan memberikn keringanan serta mengampuni mereka...maka bacalah apa yg mudah dari alqur'an....hal ini disebabkan nabi muhammad dan para shabat ketika shalat mebaca ayat qur'an hingga berjuz2..maka diringankan salah satunya membaca ayat yg pendek2 saja atau yg mudah saja........

4) ALLAH TAHU DI ANTARA KITA ADA YANG SAKIT, ADA YANG BEPERGIAN, ADA YANG MENCARI PEMBERIAN ALLAH, ADA YANG BERPERANG DI JALAN ALLAH

Allah maha tahu akan ada diantara kalian orang yang sakit,berniaga ,pergi berperang...dan hal shalat malam diatas akan memberatkan mereka untuk melksanakannya....maka Allah pun meberikan keringanan untuk mereka..yaitu mereka boleh melakukan shalat malam sebatas kemampuan mereka masing2 dan mebaca ayat alqur'an yg mudah sja....

5) APA HUBUNGANNYA DENGAN BACALAH DARINYA SEMUDAH YANG DAPAT. BACA DARIMANA? APA YANG DIBACA? APA FAEDAHNYA?

hubungannya adalah.....nabi dan para sahabat membaca alqur'an hingga berjuz2...sehingga akan memberatkan pelaksanaan shalat tahajjud....membaca hingga berjuz2 itu mempunyai faedah yaitu untuk mengulang2 hafalan wahyu yg diturunkan....maka allah pun meberikan keringanan untuk membca ayat yg mudah2 saja untuk pada saat melaksanakan shalat tahajjud itu.....

yah faedahnya agar tidak meberatkan kamu melaksanakan shalat itu......

nih ya ane kutip ayat yg ente copas :

1:7 Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.

ketika itu sudut pandang manakah si pencerita menceritakan apa yg ia lihat....???? apa hubungan telapak kaki dg kuku lembu....????? skarang ane nanya telapak kaki itu mana dan kuku itu yang mana...???? moso' telapak kaki disamakan dengan kuku....????

ini nih yg acak kadut......skrang gini ajah...apakah sama anta telapak tangan dengan kuku tangan.....???


P. Lama: Yehezkiel: 1
1:4. Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.
1:5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
1:6 tetapi masing-masing mempunyai empat muka dan pada masing-masing ada pula empat sayap.
1:7 Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.
1:8 Pada keempat sisi mereka di bawah sayap-sayapnya tampak tangan manusia. Mengenai muka dan sayap mereka berempat adalah begini:
1:9 mereka saling menyentuh dengan sayapnya; mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing berjalan lurus ke depan.
1:10 Muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang.
1:11 Sayap-sayap mereka dikembangkan ke atas; mereka saling menyentuh dengan sepasang sayapnya dan sepasang sayap yang lain menutupi badan mereka.
1:12 Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.
1:13 Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
1:14 Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari seperti kilat.

1:15. Aku melihat, sungguh, di atas tanah di samping masing-masing dari keempat makhluk-makhluk hidup itu ada sebuah roda.
1:16 Rupa roda-roda itu seperti kilauan permata pirus dan keempatnya adalah serupa; buatannya seolah-olah roda yang satu di tengah-tengah yang lain.
1:17 Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan; mereka tidak berbalik kalau berjalan.
1:18 Mereka mempunyai lingkar dan aku melihat, bahwa sekeliling lingkar yang empat itu penuh dengan mata.
1:19 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu juga berjalan di samping mereka; dan kalau makhluk-makhluk hidup itu terangkat dari atas tanah, roda-roda itu turut terangkat.
1:20 Ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, dan roda-rodanya sama-sama terangkat dengan mereka, sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
1:21 Kalau makhluk-makhluk hidup itu berjalan, roda-roda itu berjalan; kalau mereka berhenti, roda-roda itu berhenti; dan kalau mereka terangkat dari tanah, roda-roda itu sama-sama terangkat dengan mereka; sebab roh makhluk-makhluk hidup itu berada di dalam roda-rodanya.
1:22 Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala, yang kelihatan seperti hablur es yang mendahsyatkan, terbentang di atas kepala mereka.
1:23 Dan di bawah cakrawala itu sayap mereka dikembangkan lurus, yang satu menyinggung yang lain; dan masing-masing mempunyai sepasang sayap yang menutupi badan mereka.
1:24 Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
1:25 Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.

1:26. Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
1:27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman
.

malahan nih ya....ketika ane mebaca nih ayat...ane ga' ngerti dari sudut pandang mana si pencerita menceritakan apa yg ia lihat.....??? dan satu lagi....sangat sulit buat ane buat memahaminya....soalnya sipencerita dalam menyampaikan apa yg ia lihat mungkin yah ragu2 atao gimana githu....spt dia menyebutkan telapak kaki kmudian pada ayat 1:17 disbutkan bahwa dia tidak berjalan....trus apa tuh maksud telapak kaki yg disamakan dg kuku lembu....????

kmudian maslah roda ??? roda disini nih mksudnya apa...??? apakah pake kursi roda githu ??? karena dia tidak berjalan.....lumpuh dong.....

dan bnyak sekali yang ane ragu....sebenernya nih roh manusia itu di dalam roda yg dimaksud atao dibawah sayap sih....???? kalo dalam roda kenapa harus roda yg mengikuti tuh roh sedangkan dia dalam roda.....?????? apakah roda dikendalikan roh spt orang lagi bawa' mobil atao gimana...?????




jadi secara tidak lang sung nih ayat khusunya yg ane besarin...menceritakan rupa TUHAN itu dg manusia......???? apakah tuhan manusia...???? kemudian apakah tuhan itu punya pinggang.....???? whahahahahaha....gimana yah bentuk pinggang tuhan....?????

apakah kayak gitar espanyol atau kayak drum yah...???? dan yg bikin ane bergidik adlah berapa sih kekuatan mata sipencrita dalam melihat sinar yng dipancarkan oleh tuhan.......

kenapa ane bertnya demikian??? dimana2 yah seseorang yang melihat sinar atau cahaya saja dg mata telanjang matanya bisa buta....???? apakah sipencerita itu melihat dg mata telanjang atau dalam mimpi.....??? klo dg mata telanjang maka ini semua ADALAH BOHONG.....karena tidak mungkin seorang manusia yg nyata2 punya qanun sbg manusia biasa bisa melihat hal itu dan dapat menceritakan se ditail2nya.....????? bisakah kang barabas menjelaskan kepada saya...??? lha wong nabi musa saja tidak sanggup melihat rupa Allah sebenarnya hingga gunung pun jadi debu ketika Allah menampakkan dirinya.....kok nabi yehezkiel bisa melihat dg mata telanjang....?????

tapi klo dalam mimpi nurut ane sih ga' maslah karena dalam mimpi itu terkadang syetan yg menyamar dalam berbagai bentuk....



barabas bin murtadin sama ayat seperti ini saja masih bingung?

[73:20] Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya
kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua
malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang
yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah
mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas
waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu
bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa
akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang
berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang
yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah
(bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan
berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa
saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya
di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar
pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.


:study: :albino: :elephant:

ITU KA CUMA PENGAKUAN ANDA SAJA. YANG JELAS SETELAH SAYA MENGETAHUI
KEBENARAN TENTANG QURAN DAN TENTANG KEHIDUPAN MUHAMMAD, MAKA SEKALI2
SAYA TIDAK AKAN MAU MENJADI PENGIKUTNYA SEKALIPUN SELURUH HARTA DUNIA
DITAWARKAN KEPADA SAYA!!!!

yoo wis.... klo gitu nih ayat maksudnya apa?

kejadian 17:4-14

17:4. "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

17:7. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun
menjadi perjanjian yang kekal,

17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu
dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. :monkey:

_________________
"Kafir sadar, kafir diem, kafir nglawan, kafir kedalam, kafir keluar, kafir kelompok, kafir tahu, kafir nubuat, kafir penutup, kafir terakhir "

answering-ff
MUSLIM
MUSLIM

Number of posts: 3333
Location: ruang humor
Humor: "gile ada yang ngrampok baju gw, Tuhan elu", kata Yesus
Reputation: 10
Points: 5502
Registration date: 2009-11-12

View user profile http://www.aboutkutukupret.tk

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by kudaputih on Tue Nov 01, 2011 8:32 pm

shaggy wrote:Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

DIBAKAR UTSMAN.
e e emangnya ada alquran yg palsu? nggak ada, alquran yg ada sekarang asli buktinya yg di depok dan di bandung sama," tempat lain" juga sama he he he
dari dulu loh ....
yang palsu/dipalsukan tu alkitab ya toh, eh ya kan?


kudaputih
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 171
Reputation: 0
Points: 1325
Registration date: 2011-10-25

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by metheny on Tue Nov 01, 2011 10:54 pm

you7tube7com wrote:

[b]Quran yg asli itu tertulis pd tulang, kulit hewan, batu, daun...

Sebenarnya tidak tepat....
Qur'an yg asli itu intinya BUNYI..bukan tulisan. Tulisan Qur'an baru dikatakan asli jika bunyinya sama dengan yg diajarkan Muhammad.

Nah...dengan begitu...Qur'an ASLI bisa berwujud tulisan manuskrip, tulisan dlm wujud software, hafalan turun temurun, bacaan seseorang ketika sholat, mp3 , dst...


Lalu apa istilah yg paling tepat bagi manuskrip tulisan Qur'an yg ada pd daun, batu, kulit dst?

Saya mengusulkan istilah: MANUSKRIP QUR'AN PALING AWAL....

Tetapi intinya adalah, keaslian Qur'an tidak sepenuhnya bergantung pd MANUSKRIP BAIK AWAL MAUPUN BARU. Krn ada pula Qur'an dlm wujud hafalan turun temurun.

metheny
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 803
Reputation: 6
Points: 2003
Registration date: 2011-09-20

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by sun-moon on Wed Nov 02, 2011 3:04 pm

metheny wrote:
you7tube7com wrote:

[b]Quran yg asli itu tertulis pd tulang, kulit hewan, batu, daun...

Sebenarnya tidak tepat....
Qur'an yg asli itu intinya BUNYI..bukan tulisan. Tulisan Qur'an baru dikatakan asli jika bunyinya sama dengan yg diajarkan Muhammad.

Nah...dengan begitu...Qur'an ASLI bisa berwujud tulisan manuskrip, tulisan dlm wujud software, hafalan turun temurun, bacaan seseorang ketika sholat, mp3 , dst...


Lalu apa istilah yg paling tepat bagi manuskrip tulisan Qur'an yg ada pd daun, batu, kulit dst?

Saya mengusulkan istilah: MANUSKRIP QUR'AN PALING AWAL....

Tetapi intinya adalah, keaslian Qur'an tidak sepenuhnya bergantung pd MANUSKRIP BAIK AWAL MAUPUN BARU. Krn ada pula Qur'an dlm wujud hafalan turun temurun.
yups...
Bunyi Kalam-Nya...
yang diajarkan (melalui mulut/ucapan) nabi Muhammad --> berstatus --> Firman-Nya...

sun-moon
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 548
Reputation: 5
Points: 1819
Registration date: 2011-07-17

View user profile

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by answering-ff on Wed Nov 02, 2011 5:13 pm

lihd wrote:
Alkindy wrote:Tetap saja ada pertentangan di antara periwayatan satu dengan yang lain kan?? Jurus ampuhnya yaitu pendapat "Jumhur Ulama" kan?? Siapa yg berkuasa dialah yg mempunyai sejarah..... Kata Bhs Kafir , "The Story is belong to a winner".....
Ahh bukan hal yg penting...... :D
Muslim yg hapal Al Qur'an diseluruh dunia banyak dan merata...
Itu yg terutama... Allah akan menjaganya...

Sebagai perbandingan.... kenpa lu ga koreksi injil elu ajah?!
Masa pura2 buta dgn kontradiksi2 atau kesalahan2 yg ada??

"Pertentangan" adalah suatu hal yang wajar karena ada sejarahnya misal:

Dari Ubay bin Kaab mengatakan : Rasulullah bertemu dengan Jibril, maka beliau berkata: "Wahai Jibril sesungguhnya saya diutus kepada kaum yang buta huruf. diantara mereka ada orang tua dan sudah uzur, anak-anak, wanita hamba sahaya, serta orang-orang yang tidak pernah membaca buku sama sekali", Jibril berkata: "Wahai Muhammad sesungguhnya Al Qur'an diturunkan atas tujuh macam huruf” (HR. Ibnu Majah)

_________________
"Kafir sadar, kafir diem, kafir nglawan, kafir kedalam, kafir keluar, kafir kelompok, kafir tahu, kafir nubuat, kafir penutup, kafir terakhir "

answering-ff
MUSLIM
MUSLIM

Number of posts: 3333
Location: ruang humor
Humor: "gile ada yang ngrampok baju gw, Tuhan elu", kata Yesus
Reputation: 10
Points: 5502
Registration date: 2009-11-12

View user profile http://www.aboutkutukupret.tk

Back to top Go down

Re: Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Post by you7tube7com on Fri Nov 11, 2011 9:30 pm

you7tube7com wrote:
Tom Jerry wrote:Nih, dapet copazan bagus dari sesama kalian...

Opini seputar penyusunan AlQuran

Dalam sejarah penulisan AlQuran, kita akan dihadapkan pada fakta sejarah tumpang tindih dan banyak campur tangan berbagai pihak baik itu penguasa politik/pemerintahan, maupun kelompok-kelompok tertentu seperti suku-suku tertentu dimasa itu sampai berbagai kelompok penting tertentu saat ini. Mulai dari bagaimana AlQuran disusun semasa kepemimpinan Utsman bin Affan, sampai pada upaya-upaya lain untuk mencoba merujuk kembali sejarah AlQuran dengan lebih menyeluruh, justru mengarah pada gambaran bahwa proses penyusunan AlQuran cenderung kabur dan bahkan menghilangkan makna dasar AlQuran sebagai pedoman hidup sepanjang masa.
Sebagai seorang muslim, penulis cukup prihatin dengan kondisi sejarah AlQuran tersebut. Tanpa bermaksud untuk memperkeruh kondisi, penulis mencoba untuk menelaah kondisi itu sebagai suatu kewajaran dalam melihat bagaimana sejarah terutama sejarah penyusunan AlQuran. Bagi penulis adalah wajar ketika masing-masing pihak berkepentingan dalam memberi pernyataan seputar sejarah penyusunan AlQuran itu, bahkan termasuk kita sebagai masyarakat awam, dimana kita mempunyai hak untuk mengetahui bagaimana proses penyusunan AlQuran tersebut, hal ini terlepas bahwa informasi tersebut ternyata jadi malah membingungkan kita sendiri.
Kondisi simpang siur tersebut bagi penulis menjadi semakin wajar jika dibandingkan dengan sejarah penyusunan kitab-kitab selain AlQuran, proses penyusunan kembali wahyu-wahyu Tuhan pada kitab selain AlQuran tentu bisa semakin rumit dan beragam, terkait dengan rentang waktu dimana wahyu Tuhan tersebut turun dengan masa proses penyusunan kembali wahyu Tuhan tentu ada jarak waktu panjang dimana mungkin saja terdapat kesalahan atau kehilangan fakta, mengingat bahwa dijaman itu proses pencatatan wahyu jauh lebih sederhana (hanya sebatas ingatan/memori) dibanding proses pewahyuan AlQuran. Jadi menurut hemat penulis sejarah penyusunan AlQuran itu sendiri merupakan bagian sejarah dimana kita sebagai muslim juga harus dapat menerima dengan hati terbuka serta tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa AlQuran saat ini adalah tetap merupakan kitab suci, pedoman hidup sepanjang masa.
Pertanyaan kritis seputar sejarah AlQuran sendiri pada tahap penerapan akan lebih hidup dan membumi jika kita mengarahkan perhatian kita pada bagaimana mempelajari AlQuran sehingga dapat diambil hikmah dan manfaat bagi kehidupan kita saat ini. Mari kita coba untuk memperhatikan AlQuran itu sendiri dimana hal ini tentu akan lebih menarik dan bermanfaat dalam kehidupan kita saat ini dan akan datang. Meskipun hal ini nampaknya sulit, tetaplah kita dianjurkan untuk menjadikan AlQuran sebagai pedoman hidup, sebagaimana nabi menganjurkan kita untuk mempelajari dan menggunakan AlQuran sebagai pedoman hidup kita.
AlQuran kita saat ini merupakan hasil sebuah proses panjang pewahyuan, dimana kalau kita perhatikan dari proses pewahyuan itu berlangsung secara berangsur-angsur sesuai dengan permasalahan umat pada waktu itu. Proses penjang tersebut tentu bukan dimaksudkan bahwa Tuhan tidak mampu menurunkan AlQuran secara langsung jadi, tetapi lebih merupakan sebuah proses pembelajaran Tuhan kepada umat manusia dimana pada masing-masing proses tersebut terdapat pelajaran-pelajaran bagi masing-masing umat pada masa itu.
Pertanyaan lebih lanjut adalah tentang bagaimana kita saat ini harus menyikapi AlQuran tersebut, dimana ada tuntutan bahwa AlQuran saat ini harus mampu menjawab permasalahan-permasalahan umat saat ini, mampukah AlQuran menjawab tantangan permasalahan tersebut secara menyeluruh? Dilema penafsiran AlQuran dalam menjawab permasalahan tersebut ternyata cukup pelik dan membingungkan, disatu sisi kita dianjurkan atau lebih tepatnya diharuskan untuk berpedoman pada AlQuran, disisi lain fakta riil bahwa AlQuran dari sisi terjemahan maupun sisi penafsiran ternyata kurang mampu untuk menjawab tantangan tersebut, bahkan terkesan upaya untuk menafsirkan AlQuran tersebut hanya bersifat subyektif dan lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu sehingga dalam prakteknya justru menimbulkan perselisihan dalam penafsiran ayat-ayat AlQuran itu sendiri, padahal bukankah AlQuran itu harus mampu menjadi petunjuk/pedoman bagi siapa saja atau kelompok manapun, nampaknya prinsip kebersamaan ini menjadi kurang makna atau tidak menemukan jawaban bila rujukan makna hanya dilakukan sebatas penafsiran saja. Lalu harus bagaimana kita menyikapi hal ini bila dalam praktek hidup pedoman (AlQuran) tersebut tidak cukup mampu dalam menjawab permasalahan hidup sehari-hari?
AlQuran dalam proses pewahyuan selama kurang lebih 23 tahun menurut hemat penulis merupakan suatu proses pewahyuan dimana terjadi proses perubahan atau transformasi pesan Ilahiah pada nabi sebagai penerima wahyu. Proses tersebut kalau kita perhatikan merupakan sebuah tahapan dari pesan awal dari Tuhan kemudian melalui proses pewahyuan berupa pesan Tuhan melalui perantara malaikat jibril atau juga bentuk lain sebagaimana disebutkan dalam AlQuran tentang bagaimana proses pewahyuan itu terjadi. Setelah proses itu, sebenarnya kalau kita lebih jeli lagi, ada satu proses lagi dimana proses itu dapat kita istilahkan sebagai proses penyampaian isi wahyu itu sendiri oleh nabi kepada umat dimana proses ini sering disebut sebagai “sabda nabi” dimana setelah itu, sabda inilah kemudian kita terima sebagai wahyu Tuhan.

Pewahyuan dilakukan dengan melalui “proses pewahyuan”, bahwa setelah proses tersebut masih ada proses lagi dimana proses itu dilakukan secara “internal” oleh nabi sendiri kemudian terakhir beliau sampaikan kepada umat dengan “proses penyampaian” atau “sabda nabi” kepada umat.
Dari gambaran singkat tentang proses pewahyuan dapat dipahami bahwa proses itu merupakan proses transformasi informasi Tuhan kepada Umat melalui perantaraan “proses pewahyuan”, “proses internal nabi” dan terakhir “proses penyampaian”. Ketiga proses tersebut kalau kita perhatikan secara seksama terdapat hal menarik bahwa ternyata ada proses internal nabi, dimana hal tersebut mengisyaratkan ada campur tangan nabi dalam memproses informasi guna disampaikan kepada umat. Namun hal demikian tidak berarti ada campur tangan dalam makna campur tangan merubah isi pesan, tetapi penulis melihat ada sebuah proses pemikiran ulang/proses belajar nabi untuk kemudian beliau sampaikan kepada umat sebagai hasil pewahyuan itu sendiri, karena koreksi sudah barang tentu akan langsung dilakukan jika ada kekeliruan dalam penyampaian.
Demikian sedikit gambaran tentang proses pewahyuan dan kaitan sejarah AlQuran sebagai sebuah proses panjang dari makna kontekstual menuju makna universal. Tulisan ini merupakan rangkaian proses pemikiran terhadap AlQuran sebagai pedoman hidup universal sepanjang masa. Pertanyaan kritis seputar proses sejarah penyusunan dan sejarah pewahyuan masih terus berlanjut hingga sekarang ini. Untuk itu diperlukan upaya lebih dari sekedar menerima saja informasi, tetapi juga diperlukan sebuah kesediaan untuk bersikap terbuka dengan semangat pada peningkatan kualitas pengetahuan dan peningkatan keimanan kita pada AlQuran itu sendiri. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam proses berpikir ini, kritik dan saran membangun senantiasa penulis terima.



Al-Quran Yang Asli Ada Dimana?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mau bertanya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Yang saya tahu bahwa Al-Qur’an yang sering kita baca merupakan tulisan seseorang. Yang jadi pertanyaan saya, Al-Qur’an yang asli yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sekarang ada di mana? Apakah Allah SWT waktu menurunkan Al-Qur’an berbentuk buku seperti yang kita baca sekarang? Jazakallah khoiron katsiraa atas jawabannya.

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Al-Quran yang asli tidak ada di muka bumi, sebab yang asli adalahnyadi Lauhil Mahfudz. Yang ada di muka bumi adalah hasil tulisan tangan manusia. Yaitu tulisan tangan para shahabat nabi Muhammad SAW yang mulia. Tangan mereka lah yang telah menulis ayat-ayat Al-Quran pertama kali di muka bumi, berdasarkan dikte yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.
Sedangkan Al-Quran yang asli sudah ada jauh sebelum Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Barulah ketika Allah SWT mengangkat nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, sebagian demi sebagian ayat itu diturunkan. Itu pun tidak diturunkan secara urut, melainkan secara acak sesuai dengan kebutuhan yang ada saat itu.
Namun pada saat diturunkan, Jibril menjelaskan kepada Rasulullah SAW bahwa potongan ayat yang baru dibawanya itu adalah urutan kesekian dari surat tertentu. Atau letaknya setelah ayat tertentu dan sebelum ayat tertentu.
Ketika Rasulullah SAW menyampaikan kembali ayat-ayat yang turun kepada beliau, para shahabat lantas mencatatnya, baik di pelepah kurma, tulang, batu atau pun media lainnya. Selain itu Rasulullah SAW juga punya seorang sektetaris pribadi yang secara khusus ditugaskan untuk mencatat setiap ayat yang turun. Seperti Zaid bin Tsabit dan lainnya.
Adapuntulisan tangan para shahabat nabi SAW itu kemudian mengalami standarisasi di zaman Khalifah Utsman bin Al-Affan. Tujuannya untuk menyamakan rasam (bentuk huruf dan tulisan), agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Dan tulisan-tulisan lainnya setelah standarisasi itu dikumpulkan lalu dibakar. Sebab umat Islam sudah punya satu mushaf standar yang telah dikerjakan oleh tim profesional. Mushaf standar inilah yang kemudian digandakan dan dikirim ke pusat-pusat peradanan Islam.
Hingga hari ini, di musium Topkapi Istambul Turki, masih banyak peninggalan bersejarah sejak zaman nabi dan para shahabat. Namun nilainya hanya sekedar sejarah saja, tidak lagi menjadi dasar otentitas Al-Quran. Sebab kalau hanya untuk mendapatkan sumber keotentikannya, umat Islam telah memliki sebuah metode yang ilmiyah dan sangat unik serta tidak pernah dimiliki oleh agama dan bangsa manapun. Yaitu metodologi periwayatan (sanad) yang ternyata sangat luar biasa.
Dengan adanya metodologi periwayatan sanad ini, otentifikasi sebuah naskah menjadi sangat valid. Karena bukan sekedar memastikan bahwa suatu naskah itu asli ditulis pada zaman apa, melainkan juga memastikan alur sampainya periwayatan itu sendiri. Benarkah sebuah naskah itu memang datang dari mulut nabi Muhammad SAW, ataukah hanya karangan orang-orang di sekitarnya?
Kalau hanya dengan menggunakan studi naskah klasik (filologi), kita hanya mampu membuktikan bahwa naskah tertentu ditulis pada tahun berapa, sedangkan kepastian bahwa materi naskah itu betul-betul original atau tidak, kita tidak bisa mengetahuinya.
Dan secara derajat periwayatan, ayat-ayat Al-Quran yang sampai kepada kita telah diriwayatkan dengan mutawatir, sehingga kepastian keshahihannya mutlak,jauh melebihi umumnya rata-rata hadits yang sampai kepada kita.
Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

http://aneh22.blogspot.com/2009/03/al-quran-yang-asli-ada-dimana.html

Quran yg asli itu tertulis pd tulang, kulit hewan, batu, daun...

Semua dimusnahkan..... lho...knp dimusnahkan..???!!

Utk mencegah fitnah dari para kaum kafir (spt anda ini)

Bagaimana bisa fitnah..???!!

Coba... kalo masih ada ayat Quran yg asli spt diatas.... dan ayat2 asli tsb di museum kan...maka para kafirun akan
membual ttg adanya penemuan2 baru ttg ayat Quran pada daun, kulit hewan, batu... (spt penemuan benda2 bersejarah)... yg mungkin isi tulisannya ga sama dgn Quran yg ada skrg ini....

Naahh... kalo sudah dimusnahkan semua... dan tak ada satupun ayat Quran asli yg dpt ditemukan.... apbl kaum kafirun membual ttg hal itu.. maka... bualnnya tsb tdk akurat... karena sudah dimusnahkan semua... bersih tanpa sisa...!!!

Skrg... coba anda baca Alkitab asli yg berbahasa Ibrani... yg skrg ini tersimpan di Vatican... sama apa ga dgn Alkitab yg ada skrg ini...

Knp Alkitab Ibrani ini tdk dipake sbg acuan dasar utk terjemahan2 ke bhs lainnya..???!!!
Knp disimpan dan tdk boleh di dikeluarkan..???!!!

Seharusnya... kaum kristen punya pertanyaan spt itu....!!!



[b]

Tidak ada komen dari anda...
Berarti... kamu tdk bisa membuktikan kebenaran Alkitab kamu....

Imani terus... yakini terus alkitab kamu itu... itu lebih baik buat kamu.....

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts: 3242
Reputation: -35
Points: 5089
Registration date: 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum