MURTADIN_KAFIRUN
Latest topics
» 10 myths—and 10 Truths—About Atheism
Wed 10 Oct 2018, 12:07 pm by admin

» Ajaran Cinta Kasih ala Islam...........
Wed 10 Oct 2018, 12:01 pm by admin

» Why We Critique Only Islam!
Wed 10 Oct 2018, 11:55 am by admin

» MUSLIMS DON'T GROW UP
Wed 10 Oct 2018, 11:49 am by admin

» Why Muslimas should not lead Muslim men in prayers?
Wed 10 Oct 2018, 11:39 am by admin

» The Islamic Psycho
Wed 10 Oct 2018, 11:36 am by admin

» What has ruined those countries ?
Wed 10 Oct 2018, 11:34 am by admin

» Saya Akui bahwa menjadi muslim (masuk islam) adalah hal yang membanggakan
Thu 31 May 2018, 6:30 pm by buncis hitam

» NABI ISLAM TIDAK PERNA EKSIS....SOSOK FIKTIF...
Tue 03 Apr 2018, 7:36 pm by kuku bima

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 6 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 6 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Soe Hok GIE: lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan

Go down

Soe Hok GIE: lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan

Post by paulusjancok on Sun 28 Aug 2011, 8:55 am

kalimat tersebut diatas telah mengingatkan kita pada sosok pemuda yang hidup dan tumbuh dalam kepungan hiruk pikuk kekuatan politik yang berkembang pada Th 60-an yang coba untuk disajikan kembali dalam layar lebar yang beberapa dekade lalu sempat membumikan sosok gie yang diperankan oleh nicholas saputra. Film Gie telah banyak menyedot para pecinta layar lebar namun para pecinta layar lebar harus puas pulang dengan membawa seribu kebimbangan dan pertannyaan yang tak terjawab dalam sajian film. documenter yang disadur dari catatan seorang demonstran.
Gie merupakan produk dari hasil pendidikan nasional kita baik sekarang dan masa lalu, sejarah senantiasa memberikan posisi dan telah menciptakan kelas baru bagi mahasiswa, yaitu kelas sosial sendiri atau kelompok yang terpisah dari kehidupan riil masyarakat, dan pendidikan nasional kita telah membentuk cara berfikir Gie yang bersifat liberal. Pertama secara sadar berada di tengah tengah massa mahasiswa dan secara sadar pula dia merupakan bagian dari mahasiswa yang mempunyai peranan aktif dalam menentukan arah gerak sebuah generasi. Namun, ia tidak mau terikat oleh pengetahuan yang dia dapat dari buku atau hasil diskusi tentang keburukan Negara dan hal-hal yang harus ditempuh. Pada poin pertama ini ditunjukkan ketika gie yang mempunyai latar belakang keluarga yang mapan dalam persoalan pendidikan telah membentuknya sebagai pemuda kutu buku dan tak sedikit buku teoritik yang telah di baca dan bahkan ia mampu menjatuhkan pilihan untuk membenci kepemimpinan soekarno namun tidak tampak dari gie untuk berusaha mencari, membentuk dan membangun organisasi sebagai alat perjuangan yang akan mengantarkannya pada cita-cita bersama yaitu kesejahteraan rakyat. Kedua seorang Gie tidak ambil pusing terhadap soal-soal yang tidak menyangkut diri sendiri, menganggap lebih baik tidak banyak bicara sekalipun tahu betul apa yang salah, berlaku cerdik untuk mencari selamat dan hanya berusaha supaya tidak berbuat salah..
Soe hok gie bukan seoarang Pimpinan massa namun Soe hok gie adalah sosok penulis yang terkungkung oleh subyektifitasnya dan mencoba berkeras pada idealisme yang dibangun secara subyektif untuk tidak berpihak dan berposisi netral. Tak satu pun manusia yang hidup dengan netral dan menang dalam perjuangan menuju kesejahteraan masyarakat, setidaknya itu merupakan catatan sejarah.
Ranupane, ranu kumbolo, kali mati, arca pada, kelik, cemoro tunggal, mahameru merupakam teman setia dan bahkan menjadi pilihan tempat Gie untuk menghembuskan nafas yang terakhir dan beristirahat dalam perjuangan yang tanggal ketika raganya telah tanggal pula, usai dan berakhir sudah harapan Gie. Gie tidak pernah percaya pada pikiran orang lain. Ini terlihat pada sosoknya ketika harus dibenturkan pada persoalan, Gie memilih harus pergi berpetualang dan mencoba mendapati dirinya yang bebas lepas dan terus berteriak dengan kebingaran jiwanya yang bebas dan lepas oleh aturan dan norma, jika Gie mempunyai kesadaran pemimpin maka ia harus meletakkan persoalan secara bersama, dianalisis serta mencari solusi bersama. Karena sudah menjadi ketetapan dari hukum alam bahwa selama kita hidup, kontradiksi atau persoalan akan senantiasa ada dan tidak dapat dimusnahkan.
Turut berduka cita atas meninggalnya Gie, segala pola pikir dan ketidak percayaan Gie pada kerja, berfikir, dan menyelesaikan permasalahan bersama adalah kesalahan sistem pendidikan nasional yang tidak pernah memberikan ruang-ruang bagi terbangunnya pondasi kerja kolektif, mencetak pemuda yang ahli di bidangnya dan bervisi kerakyatan serta tidak mencetak kelompok baru yang jauh kehidupan riil masyarakatnya. Namun sejarah perjalanan Gie merupakan pelajaran yang berarti bagi kita tentang bagaimana kita harus senantiasa mendidik diri dengan hidup dan berfikir bersama dan memperjuangkan cita-cita secara bersama guna menjauhkan diri dari nilai subyektif. Bekerja bersama, berfikir dan berjuang bersama adalah jawaban atas pelajaran terpenting dari Gie karena kita TIDAK MAU DIASINGKAN DAN TIDAK AKAN MENYERAH PADA KEMUNAFIKAN!! bukan kah kita tidak sendirian dalam belajar dan berjuang?


avatar
paulusjancok
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 809
Age : 31
Humor : Yesus nggak pake sempak...hanya orang GOBLOK yang menyembahnya
Reputation : 1
Points : 4477
Registration date : 2011-08-12

View user profile

Back to top Go down

Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum