MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 14 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 14 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Go down

Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Mon Jun 11, 2012 10:19 am

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Beberapa hari lalu ada seorang kawan yang ikut satu jama’ah dakwah mendatangi saya. Dia membawakan keterangan bahwa Ayah dan Ibu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah muslim. Bahkan ia mengatakan, orang yang meyakini keduanya meninggal sebagai musyrik dan kafir terancam akidahnya, dia bisa kafir. Mohon penjelasan tentang status kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?

Pak Yono – Bekasi Utara


________________

Wa’alaikumus Salam Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bernama Abdullah dan Aminah. Keduanya meninggal sebagai musyrik sehingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dilarang memintakan ampun dan memohonkan rahmat untuk keduanya.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menziarahi kubur ibunya, lalu beliau menangis sehingga orang-orang yang ada di sekitar beliau-pun ikut menangis. Karenanya beliau bersabda, “Aku telah meminta izin kepada Rabb-ku untuk saya beristighfar (memintakan ampun) baginya, namun Dia tidak mengizinkan. Dan aku meminta izin untuk menziarahi (mengunjungi) kuburnya, maka Dia mengizinkan untukku. Karenanya, lakukan ziarah kubur, sebab hal itu bisa mengingatkan kepada kematian.”

Dalam riwayat lain yang disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, dari hadits Ibnu Mas’ud bahwa kisah ini menjadi sebab turunnya firman Allah,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam.” (QS. Al-Taubah: 113) dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengutarakan bahwa kesedihan ini merupakan naluri sayang seorang anak terhadap orang tuanya. (Lihat: Al-Hakim dalam Mustadrak: 2/336 beliau mengatakan, “Shahih sesuai syarat keduanya –Bukhari dan Muslim-; Al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwah: 1/189)

Dan terdapat tambahan keterangan dalam al-Mu’jam al-Kabir milik al-Thabrani rahimahullaah, bahwa Jibril 'alaihis salam berkata kepada beliau,

فَتَبَرَّأَ أَنْتَ مِنْ أُمِّكَ، كَمَا تَبَرَّأَ إِبْرَاهِيمُ مِنْ أَبِيهِ

“Berlepas dirilah engkau dari ibumu sebagaimana Ibrahim berlepas diri dari bapaknya.” (Lihat juga Tafsir Ibni Katsir dalam menafsirkan QS. Al-Taubah: 113-114)IBRAHIM ATAU ABRAHAM BUKAN NABI......ORANG PERTAMA YANG JADI NABI ADALAH MUSA....

Maka sangat jelas status Aminah (ibunda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), meninggal di luar Islam dan berada di neraka.

Maka sangat jelas status Aminah (ibunda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), meninggal di luar Islam dan berada di neraka.

Sedangkan riwayat yang menunjukkan bahwa ayah beliau (Abdullah) meninggal sebagai musyrik dan berada di neraka adalah hadits yang diriwayatakan Muslim dari Anas: Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Di manakah bapakku?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Maka ketika ia berbalik, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan bersabda:

إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka.”

Hadits ini menunjukkan bahwa ayah beliau meninggal sebagai orang kafir. Dan siapa yang meninggal di atas kekafiran maka dia di neraka, hubungan kekerabatan tidak berguna dan tidak bisa menyelamatkannya. (Lihat: Syarah Shahih Muslim, Imam al-Nawawi: no. 302)

Maka hadits-hadits yang shahih di atas sangat jelas menyebutkan bahwa kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggal sebagai musyrik dan kafir, keduanya berada di neraka. Kenabian dan kerasulan beliau tidak bisa menyelamatkan keduanya dari neraka sehingga dilarang memintakan ampun untuk keduanya. Karena itu kita wajib meyakini kabar-kabar yang berasal dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ini dan membenarkannya.

Adapun hujah-hujah yang dijadikan sandaran orang yang berpendapat keduanya adalah mukmin dan meninggal di atas Islam sehingga mereka berada di surga adalah hujah yang lemah yang bertentangan dengan hadits-hadits shahih yang telah disebutkan di atas.

. . hujah-hujah yang dijadikan sandaran keduanya adalah mukmin dan meninggal di atas Islam sehingga mereka berada di surga adalah hujah yang lemah yang bertentangan dengan hadits-hadits shahih

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya telah menyebutkan beberapa hadits yang mereka jadikan sandaran, namun beliau menyatakan hadits tersebut sebagai hadits gharib/asing dan konteksnya sangat aneh. Dan hadits yang paling aneh dan munkar adalah apa yang diriwayatkan al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Saabiq wa al-Laahiq dengan sanad yang majhul, dari ‘Aisyah dalam sebuah kisah bahwa Allah telah menghidupkan ibunya, lalu ia beriman kemudian kembali meninggal. (Ditinjau dari sanadnya, hadits ini dhaif sehingga tidak bisa dijadikan sandaran keyakinan. Ditambah lagi dia bertentangan dengan hadits Muslim yang shahih di atas)

Keterangan serupa juga diriwayatkan al-Suhaili dalam al-Raudh, dengan sanad yang di dalamnya terdapat sekumpulan perawi yang majhul (tidak dikenal): “Bahwa Allah telah menghidupkan kembali bapak dan ibunya, lalu keduanya beriman.”

Al-Hafidz Ibnu Dahiyyah mengatakan, “Hadits ini adalah maudhu’ (palsu), Al-Qur’an dan sunnah telah membantahnya.” Lalu beliau menyebutkan firman Allah Ta’ala,

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآَنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ

“Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat sekarang" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran.” (QS. Al-Nisa’: 18)

Imam al-Qurthubi mengingkari kesimpulan Ibnu Dahiyah di atas, bahwa secara syar’i dan ‘aqli memungkinkan Allah untuk menghidupkan lagi keduanya. Beliau berpendapat, kehidupan ini adalah kehidupan yang baru sebagaimana kembalinya matahari setelah terbenam sehingga Ali bisa melaksanakan shalat ‘Ashar. Beliau juga menguatkan kesimpulannya dengan keterangan yang pernah beliau dengar bahwa Allah menghidupkan kembali paman Nabi (Abu Thalib), lalu dia beriman kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Namun, pendapat ini (yang beliau sebutkan dalam al-Tadzkirah, hal. 17) adalah tidak benar dan bertentangan dengan hadits shahih riwayat Muslim dari Anas di atas yang menyebutkan bahwa bapaknya berada di neraka dan juga hadits yang melarang beliau dari memintakan ampun untuk ibunya.

Sedangkan pendapat beliau, pernah mendengar keterangan bahwa Allah menghidupkan kembali pamannya, Abu Thalib, adalah jauh dari benar. Karena di dalam Shahih al-Bukhari, dari hadits Abu Sa’id disebutkan, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan syafaat untuknya di sisi Allah sementara dia (Abu Thalib) berada di neraka dengan dijadikan bara api di bawah telapak kakinya seketika itu otaknya mendidih.

Dan dalam Shahihain disebutkan, dari Al-Nu’man bin Basyir radhiyallahu 'anhu secara marfu’, Bahwa penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib, yakni di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Kalau begini keadaan Abu Thalib, bagaimana bisa ia disebut beriman?. Wallahu a’lam.

Bahwa penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib, yakni di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya.

Kalau begini keadaan Abu Thalib, bagaimana bisa ia disebut beriman?.

Penutup

Dari uraian di atas, ada beberapa point yang bisa kami simpulkan, sebagai berikut:

1. Larangan Allah terhadap Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam untuk memintakan ampun bagi ibunya, karena ibunya meninggal di atas kekufuran sehingga jelas tempat tinggalnya di neraka. Begitu juga beliau dilarang memintakan ampun untuk bapaknya, karena dia juga meninggal di atas kekafiran dan bertempat di neraka.

2. Status keduanya yang kafir dan musyrik disandarkan kepada riwayat-rriwayat yang shahih, salah satunya yang disebutkan Imam Muslim dalam Shahihnya.

3. Pendapat orang yang mengatakan bahwa bapak-ibu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang berada di neraka dinasakh (dihapus) dengan hadits ‘Aisah yang diriwayatkan al-Khatib, tidak dapat diterima. Karena hadits tersebut dhaif dan juga bertentangan dengan hadits shahih lainnya.

4. Pendapat yang mengatakan bahwa ayah-ibu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada di surga bertentangan dengan sunnah shahihah yang sangat jelas dan gamlang yang menerangkan keduanya berada di neraka dan tidak boleh dimohonkan ampun untuk keduanya. Wallahu Ta’ala a’lam.

5. Karena itu, siapa yang mengatakan bahwa keduanya sebagai orang kafir atau musyrik sehingga tempat tinggal mereka di neraka telah sesuai dengan dalil-dalil shahih. Maka orang yang menuduh orang yang memiliki keyakinan seperti ini sebagai orang yang lancang terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan akidahnya terancam batal adalah orang bodoh dan jahil. Ucapannya tidak perlu diperhitungkan karena bertentangan dengan hadits shahih.

6. Kami sarankan kepada orang yang memiliki keyakinan bahwa kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang mukmin agar segera bertaubat, karena pendapatnya bertentangan dengan dalil-dalil shahih dan berlawanan dengan pendapat para ulama. (PurWD/voa-islam.com)

Oleh: Ust. Badrul Tamam

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Mon Jun 11, 2012 10:01 pm

kuku bima wrote:Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Beberapa hari lalu ada seorang kawan yang ikut satu jama’ah dakwah mendatangi saya. Dia membawakan keterangan bahwa Ayah dan Ibu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah muslim. Bahkan ia mengatakan, orang yang meyakini keduanya meninggal sebagai musyrik dan kafir terancam akidahnya, dia bisa kafir. Mohon penjelasan tentang status kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?

Pak Yono – Bekasi Utara


________________

Wa’alaikumus Salam Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bernama Abdullah dan Aminah. Keduanya meninggal sebagai musyrik sehingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dilarang memintakan ampun dan memohonkan rahmat untuk keduanya.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menziarahi kubur ibunya, lalu beliau menangis sehingga orang-orang yang ada di sekitar beliau-pun ikut menangis. Karenanya beliau bersabda, “Aku telah meminta izin kepada Rabb-ku untuk saya beristighfar (memintakan ampun) baginya, namun Dia tidak mengizinkan. Dan aku meminta izin untuk menziarahi (mengunjungi) kuburnya, maka Dia mengizinkan untukku. Karenanya, lakukan ziarah kubur, sebab hal itu bisa mengingatkan kepada kematian.”

Dalam riwayat lain yang disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, dari hadits Ibnu Mas’ud bahwa kisah ini menjadi sebab turunnya firman Allah,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam.” (QS. Al-Taubah: 113) dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengutarakan bahwa kesedihan ini merupakan naluri sayang seorang anak terhadap orang tuanya. (Lihat: Al-Hakim dalam Mustadrak: 2/336 beliau mengatakan, “Shahih sesuai syarat keduanya –Bukhari dan Muslim-; Al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwah: 1/189)

Dan terdapat tambahan keterangan dalam al-Mu’jam al-Kabir milik al-Thabrani rahimahullaah, bahwa Jibril 'alaihis salam berkata kepada beliau,

فَتَبَرَّأَ أَنْتَ مِنْ أُمِّكَ، كَمَا تَبَرَّأَ إِبْرَاهِيمُ مِنْ أَبِيهِ

“Berlepas dirilah engkau dari ibumu sebagaimana Ibrahim berlepas diri dari bapaknya.” (Lihat juga Tafsir Ibni Katsir dalam menafsirkan QS. Al-Taubah: 113-114)IBRAHIM ATAU ABRAHAM BUKAN NABI......ORANG PERTAMA YANG JADI NABI ADALAH MUSA....

Maka sangat jelas status Aminah (ibunda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), meninggal di luar Islam dan berada di neraka.

Maka sangat jelas status Aminah (ibunda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), meninggal di luar Islam dan berada di neraka.

Sedangkan riwayat yang menunjukkan bahwa ayah beliau (Abdullah) meninggal sebagai musyrik dan berada di neraka adalah hadits yang diriwayatakan Muslim dari Anas: Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Di manakah bapakku?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Maka ketika ia berbalik, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan bersabda:

إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka.”

Hadits ini menunjukkan bahwa ayah beliau meninggal sebagai orang kafir. Dan siapa yang meninggal di atas kekafiran maka dia di neraka, hubungan kekerabatan tidak berguna dan tidak bisa menyelamatkannya. (Lihat: Syarah Shahih Muslim, Imam al-Nawawi: no. 302)

Maka hadits-hadits yang shahih di atas sangat jelas menyebutkan bahwa kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggal sebagai musyrik dan kafir, keduanya berada di neraka. Kenabian dan kerasulan beliau tidak bisa menyelamatkan keduanya dari neraka sehingga dilarang memintakan ampun untuk keduanya. Karena itu kita wajib meyakini kabar-kabar yang berasal dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ini dan membenarkannya.

Adapun hujah-hujah yang dijadikan sandaran orang yang berpendapat keduanya adalah mukmin dan meninggal di atas Islam sehingga mereka berada di surga adalah hujah yang lemah yang bertentangan dengan hadits-hadits shahih yang telah disebutkan di atas.

. . hujah-hujah yang dijadikan sandaran keduanya adalah mukmin dan meninggal di atas Islam sehingga mereka berada di surga adalah hujah yang lemah yang bertentangan dengan hadits-hadits shahih

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya telah menyebutkan beberapa hadits yang mereka jadikan sandaran, namun beliau menyatakan hadits tersebut sebagai hadits gharib/asing dan konteksnya sangat aneh. Dan hadits yang paling aneh dan munkar adalah apa yang diriwayatkan al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Saabiq wa al-Laahiq dengan sanad yang majhul, dari ‘Aisyah dalam sebuah kisah bahwa Allah telah menghidupkan ibunya, lalu ia beriman kemudian kembali meninggal. (Ditinjau dari sanadnya, hadits ini dhaif sehingga tidak bisa dijadikan sandaran keyakinan. Ditambah lagi dia bertentangan dengan hadits Muslim yang shahih di atas)

Keterangan serupa juga diriwayatkan al-Suhaili dalam al-Raudh, dengan sanad yang di dalamnya terdapat sekumpulan perawi yang majhul (tidak dikenal): “Bahwa Allah telah menghidupkan kembali bapak dan ibunya, lalu keduanya beriman.”

Al-Hafidz Ibnu Dahiyyah mengatakan, “Hadits ini adalah maudhu’ (palsu), Al-Qur’an dan sunnah telah membantahnya.” Lalu beliau menyebutkan firman Allah Ta’ala,

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآَنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ

“Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat sekarang" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran.” (QS. Al-Nisa’: 18)

Imam al-Qurthubi mengingkari kesimpulan Ibnu Dahiyah di atas, bahwa secara syar’i dan ‘aqli memungkinkan Allah untuk menghidupkan lagi keduanya. Beliau berpendapat, kehidupan ini adalah kehidupan yang baru sebagaimana kembalinya matahari setelah terbenam sehingga Ali bisa melaksanakan shalat ‘Ashar. Beliau juga menguatkan kesimpulannya dengan keterangan yang pernah beliau dengar bahwa Allah menghidupkan kembali paman Nabi (Abu Thalib), lalu dia beriman kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Namun, pendapat ini (yang beliau sebutkan dalam al-Tadzkirah, hal. 17) adalah tidak benar dan bertentangan dengan hadits shahih riwayat Muslim dari Anas di atas yang menyebutkan bahwa bapaknya berada di neraka dan juga hadits yang melarang beliau dari memintakan ampun untuk ibunya.

Sedangkan pendapat beliau, pernah mendengar keterangan bahwa Allah menghidupkan kembali pamannya, Abu Thalib, adalah jauh dari benar. Karena di dalam Shahih al-Bukhari, dari hadits Abu Sa’id disebutkan, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberikan syafaat untuknya di sisi Allah sementara dia (Abu Thalib) berada di neraka dengan dijadikan bara api di bawah telapak kakinya seketika itu otaknya mendidih.

Dan dalam Shahihain disebutkan, dari Al-Nu’man bin Basyir radhiyallahu 'anhu secara marfu’, Bahwa penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib, yakni di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Kalau begini keadaan Abu Thalib, bagaimana bisa ia disebut beriman?. Wallahu a’lam.

Bahwa penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib, yakni di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya.

Kalau begini keadaan Abu Thalib, bagaimana bisa ia disebut beriman?.

Penutup

Dari uraian di atas, ada beberapa point yang bisa kami simpulkan, sebagai berikut:

1. Larangan Allah terhadap Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam untuk memintakan ampun bagi ibunya, karena ibunya meninggal di atas kekufuran sehingga jelas tempat tinggalnya di neraka. Begitu juga beliau dilarang memintakan ampun untuk bapaknya, karena dia juga meninggal di atas kekafiran dan bertempat di neraka.

2. Status keduanya yang kafir dan musyrik disandarkan kepada riwayat-rriwayat yang shahih, salah satunya yang disebutkan Imam Muslim dalam Shahihnya.

3. Pendapat orang yang mengatakan bahwa bapak-ibu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang berada di neraka dinasakh (dihapus) dengan hadits ‘Aisah yang diriwayatkan al-Khatib, tidak dapat diterima. Karena hadits tersebut dhaif dan juga bertentangan dengan hadits shahih lainnya.

4. Pendapat yang mengatakan bahwa ayah-ibu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada di surga bertentangan dengan sunnah shahihah yang sangat jelas dan gamlang yang menerangkan keduanya berada di neraka dan tidak boleh dimohonkan ampun untuk keduanya. Wallahu Ta’ala a’lam.

5. Karena itu, siapa yang mengatakan bahwa keduanya sebagai orang kafir atau musyrik sehingga tempat tinggal mereka di neraka telah sesuai dengan dalil-dalil shahih. Maka orang yang menuduh orang yang memiliki keyakinan seperti ini sebagai orang yang lancang terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan akidahnya terancam batal adalah orang bodoh dan jahil. Ucapannya tidak perlu diperhitungkan karena bertentangan dengan hadits shahih.

6. Kami sarankan kepada orang yang memiliki keyakinan bahwa kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang mukmin agar segera bertaubat, karena pendapatnya bertentangan dengan dalil-dalil shahih dan berlawanan dengan pendapat para ulama. (PurWD/voa-islam.com)

Oleh: Ust. Badrul Tamam
TERBUKTI ALOH SWT BUKAN MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG.......TANPA KEDUA ORANG TUANYA APA KANG MAMAD BISA ADA DI BUMI INI.....KENAPA JUGA ALLOH MEMILI WONG KAFIR UNTUK MENJADI AYAH DAN IBU NABI ...YANG KATANYA MULIA.......

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Zhapents81 on Sun Jun 24, 2012 5:54 am

nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 22
Reputation : 0
Points : 2568
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kermit katak lucu on Sun Jun 24, 2012 8:03 am

Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7455
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Sun Jun 24, 2012 3:20 pm

Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah
IBRAHIM NABI.....????.

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by answering-ff on Sun Jun 24, 2012 3:35 pm

kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

KLO BOKAPNYA NABI MUHAMMAD MENGIKUTI MILAH AJARAN IBRAHIM sebelum Islam rilis, MAKA DIA AKAN MASUK SURGA. PENGANUT AGAMA SEBELUM ISLAM WAJIB MENGIKUTI AJARAN SEBELUM ISLAM. KALO DIA KAPIR MAKA DIA AKAN MASUK NERAKA.

"Allah tidak menghizab suatu kaum sebelum mengutus utusan kepadanya" (Quran)
avatar
answering-ff
MUSLIM
MUSLIM

Number of posts : 3333
Location : ruang humor
Humor : "gile ada yang ngrampok baju gw, Tuhan elu", kata Yesus
Reputation : 10
Points : 6875
Registration date : 2009-11-12

View user profile http://www.aboutkutukupret.tk

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Zhapents81 on Tue Jun 26, 2012 3:50 am

kuku bima wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah
IBRAHIM NABI.....????.
goblok gitu aja gak tau
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 22
Reputation : 0
Points : 2568
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Zhapents81 on Tue Jun 26, 2012 3:53 am

kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!
pertanyaannya gini ....KENAPA JUGA ALLOH MEMILI WONG KAFIR UNTUK MENJADI AYAH DAN IBU NABI ...YANG KATANYA MULIA....... ya saya jawab seperti itu
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 22
Reputation : 0
Points : 2568
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by F-23 on Mon Jul 09, 2012 10:33 pm

@Zhapents81



mendingan kamu gak usah aktif disini. disini perjuangan kamu sia2 soalnya yg dilawan sampah2 semua

mendingan kamu gabung disini aja: http://laskarislam.indonesianforum.net/

semua penghuni yg ada disini udh pindah disana semua

avatar
F-23
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 155
Reputation : -1
Points : 2520
Registration date : 2012-06-15

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Thu Jul 19, 2012 11:09 pm

F-23 wrote:@Zhapents81



mendingan kamu gak usah aktif disini. disini perjuangan kamu sia2 soalnya yg dilawan sampah2 semua

mendingan kamu gabung disini aja: http://laskarislam.indonesianforum.net/

semua penghuni yg ada disini udh pindah disana semua

klu kermit masuk sana pasti langsung di banned..gua dua hari di sana langsung di banned...di sana nga buleh melecehkan muhammad...harus sopan.....nga boleh menyinggung aisyah kekasih cilik abah mamad....

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Zhapents81 on Fri Jul 20, 2012 5:48 am

kuku bima wrote:
F-23 wrote:@Zhapents81



mendingan kamu gak usah aktif disini. disini perjuangan kamu sia2 soalnya yg dilawan sampah2 semua

mendingan kamu gabung disini aja: http://laskarislam.indonesianforum.net/

semua penghuni yg ada disini udh pindah disana semua

klu kermit masuk sana pasti langsung di banned..gua dua hari di sana langsung di banned...di sana nga buleh melecehkan muhammad...harus sopan.....nga boleh menyinggung aisyah kekasih cilik abah mamad....
namanya juga laskar Islam kalau ada yg melecehkan islam harus dimusnahkan
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 22
Reputation : 0
Points : 2568
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by hidup tenang on Fri Jul 20, 2012 2:59 pm

kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

nyang gue bold merah itu lu benar,...istilah kafir (asal kata kafaro) berarti menutupi, maksudnya mereka menutup kebenaran bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Tuhan (seperti kalian itu kermit, makanya kami sebut kalian kafir). nah ketika ajakan untuk bertauhid tersebut telah datang kepada seseorang, tetapi kog doi g ikutan dengan ajakan tersebut, maka doi bisa dibilang kafir, tapi kalo belum ada/ belum sampai ajakan tauhid tersebut maka belum bisa disebut kafir karena tidak ada beban atasnya dikarenakan belum sampainya tauhid ini kepada mereka (hal ini berlaku untuk kedua orang tua nabi muhammad, beliau berdua meninggal sebelum diutusnya nabi Muhammad sebagai utusan).
masalah beliau berdua ikut milah ibrohim wallohua'lam,..

hidup tenang
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 84
Reputation : 0
Points : 2378
Registration date : 2012-06-18

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kermit katak lucu on Fri Jul 20, 2012 7:16 pm

hidup tenang wrote:
kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

nyang gue bold merah itu lu benar,...istilah kafir (asal kata kafaro) berarti menutupi, maksudnya mereka menutup kebenaran bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Tuhan (seperti kalian itu kermit, makanya kami sebut kalian kafir). nah ketika ajakan untuk bertauhid tersebut telah datang kepada seseorang, tetapi kog doi g ikutan dengan ajakan tersebut, maka doi bisa dibilang kafir, tapi kalo belum ada/ belum sampai ajakan tauhid tersebut maka belum bisa disebut kafir karena tidak ada beban atasnya dikarenakan belum sampainya tauhid ini kepada mereka (hal ini berlaku untuk kedua orang tua nabi muhammad, beliau berdua meninggal sebelum diutusnya nabi Muhammad sebagai utusan).
masalah beliau berdua ikut milah ibrohim wallohua'lam,..

=====================================================

tapi orang tua muhammad bukan muslim juga kan???.....apakah non muslim seperti itu bisa masuk sorga islam???

karna kalo gak masuk neraka berarti masuk sorga??

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7455
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Fri Jul 20, 2012 11:42 pm

hidup tenang wrote:
kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

nyang gue bold merah itu lu benar,...istilah kafir (asal kata kafaro) berarti menutupi, maksudnya mereka menutup kebenaran bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Tuhan (seperti kalian itu kermit, makanya kami sebut kalian kafir). nah ketika ajakan untuk bertauhid tersebut telah datang kepada seseorang, tetapi kog doi g ikutan dengan ajakan tersebut, maka doi bisa dibilang kafir, tapi kalo belum ada/ belum sampai ajakan tauhid tersebut maka belum bisa disebut kafir karena tidak ada beban atasnya dikarenakan belum sampainya tauhid ini kepada mereka (hal ini berlaku untuk kedua orang tua nabi muhammad, beliau berdua meninggal sebelum diutusnya nabi Muhammad sebagai utusan).
masalah beliau berdua ikut milah ibrohim wallohua'lam,..
ABRAHAM BUKAN NABI....YAHWEH TIDAK MENGUTUS ABRAHAM..JUSTRU ABRAHAMLAH YANG MENEMUKAN YAHWEH..DAN ORANG PERTAMA DI JAMANNYA YANG PERCAYA PADA YAHWEH....DALAM ALKITAB ABRAHAM DI BERI GELAR ..BAPAK ORANG PERCAYA.......ABRAHAM MENINGGALKAN ORANG TUANYA BERKELANA DENGAN TUJUAN KE TANAH KANAAN YERUSALEM SEKARANG...DALAM PERJALANANNYA ABRAHAM HANYA DI TEMANI ISTRI DAN BUDAKNYA....ABRAHAM TIDAK PUNYA KAUM.....KAUM ABRAHAM BARU BANYAK KETIKA ISHAK MEMPERANAKAN yAKUB..12 ANAK YAKUB...INILAH CIKALBAKAL KAUM ABRAHAM...ISHAK DAN YAKUB JUGA BUKAN NABI.......BARU PADA KETURUNAN YAKUBLAH YAHWEH MENGUTUS NABI.YAKNI YUSUF UNTUK MENYELAMATKAN UMAT ISRAEL/YAKUB DARI KELAPARAN....SETELAH YUSUF YAHWEH MENGUTUS MUSA UNTUK MEMBAWA PULANG UMAT ISRAEL KEMBALI KE KANAAN..TANAH YANG DI BELI OLEH ABRAHAM...DENGAN SERTIFIKATNYA ADA DALAM ALKITAB.....TANAH ITU DI BAGI-BAGI MENJADI 12 BAGIAN......SELAIN NABI TUHAN JUGA MENGUTUS ..HAKIM-HAKIM..RAJA-RAJA...JADI TIDAK SEMUA UTUSAN TUHAN ITU NABI........RAJA DAUD...RAJA SALOMO..RAJA SAUL....SEMUA JELAS KLU ANDA MEMBACA PL....PERJANJIAN LAMA......TANAH YANG DI TEMPATI ISRAEL ITU SYAH MILIK YAKUB..ABRAHAM MEWARISKAN PADA ISHAK .DAN ISHAK MEWARISKAN PADA YAKUB.....DAN SAMPAI SEKARAN SYAH.SECARA HUKUM MILIK YAKUB...SERTIFIKAT TANAH ADA DALAM ALKITAB......

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Thu Aug 02, 2012 12:17 am

Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah
BUKANKAH IBRAHIM INI JUGA MENCIUM BATU....APA BEDANYA BAPAKNYA DENGAN KANG IBRAHIM....SAPA IBRAHIM COM...???...IBRAHIM PENDETA HINDU/BRAHMA...SAMA -SAMA PENYEMBAH BERHALA......NYEMBAH BATU JUGA.....IBRAHIM DAN BAPAKNYA SMA-SAMA ORANG KAFIR.......SATU NYEMBAH PATUNG YANG SATU LAGI NYEMBAH YANG ALAMI BATU.......

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Sun Aug 05, 2012 6:49 am

answering-ff wrote:
kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

KLO BOKAPNYA NABI MUHAMMAD MENGIKUTI MILAH AJARAN IBRAHIM sebelum Islam rilis, MAKA DIA AKAN MASUK SURGA. PENGANUT AGAMA SEBELUM ISLAM WAJIB MENGIKUTI AJARAN SEBELUM ISLAM. KALO DIA KAPIR MAKA DIA AKAN MASUK NERAKA.

"Allah tidak menghizab suatu kaum sebelum mengutus utusan kepadanya" (Quran)
NAMA BOKAP ABDULLAH...PESURUH ALLOH.....KACUNG ALLOH...ANEH KOK KAFIR...KAKEKNYA JUGA ,,ABDUL MOTOYIP..NGA PULANG -PULANG..KOK DI NERAKA....APA BEDAH ALLOH KANG MAMAD SAMA ALLOH LELUHURNYA KANG MAMAD....... MUHAMMAD JUGA ORANG KAFIR/MUSRIK..KARENA BERTUHAN YANG SAMA YAKNI ALLOH....YANG ADALAH BATU HITAM..BATU BER TUAH MILIK SUKU QURAISE..HAJAR ASWAD.....PERINGATAN KERAS KALIAN MAU BERAK DI MATA ALLOH BOLEH-BOLEH SAJA KARENA ALLOH ADA DI MANA-MANA,,,TAPI JANGAN SEKALIPUN KAMU BERAK/MELUDAH MENGHADAP BATU HITAM HAJAR ASWAD...DOSA TAK ADA AMPUNNYA......

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Zhapents81 on Mon Aug 06, 2012 7:55 am

kuku bima wrote:
answering-ff wrote:
kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

KLO BOKAPNYA NABI MUHAMMAD MENGIKUTI MILAH AJARAN IBRAHIM sebelum Islam rilis, MAKA DIA AKAN MASUK SURGA. PENGANUT AGAMA SEBELUM ISLAM WAJIB MENGIKUTI AJARAN SEBELUM ISLAM. KALO DIA KAPIR MAKA DIA AKAN MASUK NERAKA.

"Allah tidak menghizab suatu kaum sebelum mengutus utusan kepadanya" (Quran)
NAMA BOKAP ABDULLAH...PESURUH ALLOH.....KACUNG ALLOH...ANEH KOK KAFIR...KAKEKNYA JUGA ,,ABDUL MOTOYIP..NGA PULANG -PULANG..KOK DI NERAKA....APA BEDAH ALLOH KANG MAMAD SAMA ALLOH LELUHURNYA KANG MAMAD....... MUHAMMAD JUGA ORANG KAFIR/MUSRIK..KARENA BERTUHAN YANG SAMA YAKNI ALLOH....YANG ADALAH BATU HITAM..BATU BER TUAH MILIK SUKU QURAISE..HAJAR ASWAD.....PERINGATAN KERAS KALIAN MAU BERAK DI MATA ALLOH BOLEH-BOLEH SAJA KARENA ALLOH ADA DI MANA-MANA,,,TAPI JANGAN SEKALIPUN KAMU BERAK/MELUDAH MENGHADAP BATU HITAM HAJAR ASWAD...DOSA TAK ADA AMPUNNYA......
tidak ada bedanya, nama abdullah waktu itu adala nama yg biasa sama kaya Abdul Haris (hamba Iblis) bukan berarti mereka menyembah Iblis... sudah dibilangin kok ngeyel sejak kapan orang islam nyembah batu,emang kaya kristen yg nyembah SALIB, pada hari setelah kematiannya Yesus bangkit dan hidup kembali , dasar goblok cerita dongeng kok dipercaya , klo yesus bisa bangkit dari kubur, suruh dia menghadap ke saya, saya gak akan masuk agamanya sebelum aku bertemu yesus
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 22
Reputation : 0
Points : 2568
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by jimatkalimasada on Tue Aug 07, 2012 3:34 am

Zhapents81 wrote: klo yesus bisa bangkit dari kubur, suruh dia menghadap ke saya, saya gak akan masuk agamanya sebelum aku bertemu yesus

kamu persis Tomas
meski Yesus menuruti kemauan Tomas, tetapi Yesus juga menyatakan begini kepadanya:

29 Kata Yesus kepadanya: ''Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.''

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6933
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Zhapents81 on Tue Aug 07, 2012 11:08 pm

jimatkalimasada wrote:
Zhapents81 wrote: klo yesus bisa bangkit dari kubur, suruh dia menghadap ke saya, saya gak akan masuk agamanya sebelum aku bertemu yesus

kamu persis Tomas
meski Yesus menuruti kemauan Tomas, tetapi Yesus juga menyatakan begini kepadanya:

29 Kata Yesus kepadanya: ''Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.''
saya belum melihat dan saya belum percaya
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 22
Reputation : 0
Points : 2568
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by kuku bima on Tue Aug 14, 2012 11:55 pm

Zhapents81 wrote:
kuku bima wrote:
answering-ff wrote:
kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

KLO BOKAPNYA NABI MUHAMMAD MENGIKUTI MILAH AJARAN IBRAHIM sebelum Islam rilis, MAKA DIA AKAN MASUK SURGA. PENGANUT AGAMA SEBELUM ISLAM WAJIB MENGIKUTI AJARAN SEBELUM ISLAM. KALO DIA KAPIR MAKA DIA AKAN MASUK NERAKA.

"Allah tidak menghizab suatu kaum sebelum mengutus utusan kepadanya" (Quran)
NAMA BOKAP ABDULLAH...PESURUH ALLOH.....KACUNG ALLOH...ANEH KOK KAFIR...KAKEKNYA JUGA ,,ABDUL MOTOYIP..NGA PULANG -PULANG..KOK DI NERAKA....APA BEDAH ALLOH KANG MAMAD SAMA ALLOH LELUHURNYA KANG MAMAD....... MUHAMMAD JUGA ORANG KAFIR/MUSRIK..KARENA BERTUHAN YANG SAMA YAKNI ALLOH....YANG ADALAH BATU HITAM..BATU BER TUAH MILIK SUKU QURAISE..HAJAR ASWAD.....PERINGATAN KERAS KALIAN MAU BERAK DI MATA ALLOH BOLEH-BOLEH SAJA KARENA ALLOH ADA DI MANA-MANA,,,TAPI JANGAN SEKALIPUN KAMU BERAK/MELUDAH MENGHADAP BATU HITAM HAJAR ASWAD...DOSA TAK ADA AMPUNNYA......
tidak ada bedanya, nama abdullah waktu itu adala nama yg biasa sama kaya Abdul Haris (hamba Iblis) bukan berarti mereka menyembah Iblis... sudah dibilangin kok ngeyel sejak kapan orang islam nyembah batu,emang kaya kristen yg nyembah SALIB, pada hari setelah kematiannya Yesus bangkit dan hidup kembali , dasar goblok cerita dongeng kok dipercaya , klo yesus bisa bangkit dari kubur, suruh dia menghadap ke saya, saya gak akan masuk agamanya sebelum aku bertemu yesus
COBA ANDA PELAJARI RITUAL MANASIK HAJI..DARI DATANG SAMPAI PERPISAHAN....


Bulan Haji disebut Du al-Hijjah, sama dengan bulan hajinya kaum pagan. “Du Hajjinin” (pagan) juga berarti “Du al-Hijjah” (Muslim).[1][55]


Epiphanius juga berbicara tentang bulan inij.[1][56] Photius menulis tentang bulan2 yang dianggap haram oleh arab untuk bersengketa/berperang. Winekler juga mengidentifikasi bulan2 ini[lv][57]. Selama bulan Du al-Hajjeh, setiap suku Arab pergi ke kuil atau lembah sucinya tersendiri, utk memuja dewa mereka masing2. Jjadi tidak hanya satu tapi ada banyak tempat ritual haji bagi Arab.[lvi][58]

Kesimpulannya, haji2 disekitar Mekah terpisah dari haji2 ditempat lain. Yg satu ke Arafat utk memuja matahari, yg lainnya ke Muzdalifah utk memuja bulan. Tapi kedua2nya berhenti di Manat untuk memohon bagi hujan. Ritua Haji dan Du al-Hijjah diketahui oleh sejarawan2 Islam modern tapi enggan mengungkapkannya [lvii][59].

UPACARA LEMPAR BATU


Mitos Ibrahim membangun Mekah sudah sering kita bahas. Tidak ada satupun penyair/sejarawah pra-Mohammad yg menyebut ttg unsur Ibrahim dan Ismael dlm Kaabah. Ini hanya ditambahkan Mamad setelah ia kepingin jadi nabi dgn cara menarik perhatian Yahudi.

Yang lebih aneh lagi, melempari setan dgn batu2 tidak masuk akal karena setan adalah roh dan tidak terpengaruh pada barang2 material yg dilemparkan padanya. Setan tidak memiliki tubuh utk dilukai dgn batu. Sama dgn melemparkan meteor pad jin spt ditulis dlm Quran bin sintiank !

Melempar batu kpd jin/setan adalah upacara pagan.[lviii][60] Rtiual ini dimulai di Muna oleh suku Sofa yg memimpin upacara pada lembah Arafat. Hanya mereka yang berhak memulai pelemparan batu.[lix][61]

[/b]RITUAL ZOROASTRIAN MELEMPAR BATU DAN ADAT2 PERSIA LAINNYA YANG MEMBEKAS PADA RITUAL HAJI[/b]

Bangsa Zoroastria juga melempar batu ke air dan air seni banteng. Air dan air seni disiapkan bagi wudhu dan purifikasi tubuh dan barang. Begitu mereka dilemparkan, batu2 ini dikubur dalam tanah untuk mematikan serangga dan ulat di tanah yang dianggap mahluk2 jahat oleh kaum Zoroastria. Ini bisa dibaca dalam Epistles of Manuskihar, bagian dari teks Pahlavi/Aveshta, tulisan sakral Zoroastrianisme.[lx][62]



BANTENG, hewan sakral dalam zoroastrianisme. Foto atas : patung2 banteng melindungi sebuah kuil
http://www.zoroastrianism.cc/mazda_ahura.html

Konsep berwudhu dlm Zoroastrianisme adalah untuk mengusir setan dari tubuh. Dlm buku Zoroastrian, seperti Vendidad, bagian dari Zenda Avesta, setan diusir dari bagian tubuh setiap kali air wudhu menyentuh bagian itu. Lalu setan lari ke bagian2 inferior, sampai air menyentuh jari kaki, sampai setan diusir secara utuh.[lxi][63] Upacara ini juga ditemukan dalam teks Pahlavi spt “The Bareshnum Ceremony.”[lxii][64] Juga dalam Shayast La-Shayast, Chapter XX, ditulis bahwa upacara ini harus dilakukan sebelum terbitnya matahari.[lxiii][65] Air dlm Zoroastrianisme adalah dewa yang membersihkan jiwa dari setan dan dampak2 buruknya. Qur’an juga menganut ajaran yg sama ttg pentingnya air: utk membasuh jiwa manusia dan mengusir setan dan dampaknya dari tubuh.

LIHAT Surah Al Anfaal 8:11 :
He covers you with drowsiness … and he makes the water descend from heaven on you in order to purify you and to remove from you the stain of Satan.

Zoroastrian juga percaya dalam kekuatan air seni banteng dalam penyembuhan penyakit. Lihat Epistles of Manuskihar, Epistle I, Chapter VII. [lxiv][66] Dalam Vendidad, Zoroastrian mengatakan bahwa dewa utama mereka, Ahura Mazda, mengusulkan MEMINUM AIR KENCING BANTENG UTK MENYEMBUHKAN PENYAKIT.[lxv][67] Mohammad mengganti banteng dgn onta betina dan mengatakan bahwa air kencing onta ini bisa menyembuhkan setiap penyakit. [lxvi][68] Orang malah minum kencing onta didepannya dan Mohammad sering girang dgn rekomendasinya ini.[lxvii][69] Padahal kita tahu bahwa air kencing sama sekali tidak ada manfaat bagi kesehatan manusia ataupun hewan.



Satu lagi ritual yang dipinjam dari Zoroastrianisme adalah api. Salah satu dewa mereka adalah dewa api. Qusayy, kakek moyang ke 8 Mohammad, datang dari Yemen dan menguasai Mekah. Ia menyalakan api di Muzdalifah, tempat pemujaan bulan. Al-Tabari menulis bahwa api ini terus menyala dijaman Mamad dan ketiga Kalif setelahnya.[lxviii][70]

Dengan mengerti pengaruh Persia pada Yemen dan kawasan selatan Arab, kita bisa mengerti bgm ritual Persia ini menjadi bagian dari upacara haj. Di Yemen ada api yang selama bertahun2 menyala, menurut upacara Persia.[lxix][71]

Adat lain dari Zoroastrianisme adalah melakukan pekerjaan baik dan praktek2 religius atas nama saudara dan teman yang sudah wafat.[lxx][72] Mohammad juga mengadopsi ritual yang sama. Dalam Hadith al-Bukhari, Mohammad menganjurkan seorang wanita utk berhaji atas nama ibunya yang sudah mati.[lxxi][73]


Upacara pemujaan bulan di Muzdalifah juga mirip dgn pemujaan ala Persia. Dalam buku sakral, Nyayis, bulan disebut tiga kali: saat baru muncul, saat bulan
purnama, dan akhirnya saat menghilang.[lxxii][74] Arab juga memuja bulan di Muzdalifah sampai bulan menghilang dengan berpuasa dan berpesta saat bulan
muncul kembali. NAH, RAMADAN dimulai saat bulan sabut muncul kembali (!!!). Bulan memegang peranan penting dalam Islam.

Ritual bulan ini juga berakar dari bangsa Aryan.

Kami membaca dalam Apastamba, buku suci Aryan, bahwa hari raya terjadi saat munculnya bulan sabit. Kaum religius tiak dapat studi atau melakuklan apapun selama dua malam. [lxxiii][75]. Ritual ini diulangi dlm Ramadan. Setelah berpuasa selama sebulan, Muslim berhari raya saat melihat bulan sabit.

Ramadan aslinya adalah ritual Harran di kota Harran, di perbatasan antara Syria, Iraq dan Asia Minor. Kaum Harran berpuasa selama sebulan, dimulai dari minggu pertama dan kedua bulan Maret, identik dengan Ramadan. Berpuasa adalah bagi Sin, dewa bulan. Ada sejarawan yang mengidentifikasi puasa kaum
Harran dengan puasa Ramadan. Saat munculnya bulan sabit, kaum Harran menghentikan puasa mereka dan mulai berpesta, begitu pula orang Arab merayakan
Ramadan setiap tahun. Kamu berasumsi bahwa perayaan Ramadan berpindah dari Harran ke Arabia selama abad 6SM ketika Nabonidus, raja Harran di Babylonia, menjajah Arabia Utara tahun 556-539 SM. Untuk lebih jauhnya silahkan merujuk ke topik Ramadan.

------------------------
Ritual Haji Ketiga : Pemotongan Rambut



The cutting of the hair was a habit practiced by some Arabian tribes after a pilgrimage to honor their gods. One of their gods was an idol named al-akyaser. They conducted a pilgrimage to the idol where they cut their hair, mixed it with flour and threw it in the air. The same celebration was also observed by many pagan Yemeni tribes. Tribes which emigrated to Medina, and the area around Mecca, came from Yemen after the collapse of the dam at Ma'rib, about 150 A.D. This helps us understand why the cutting of hair was the ritual which ends the Hajj.

I mentioned earlier that some Yemeni tribes honored Manat, the daughter of Allah. Manat was represented by a rock, to which these tribes went on their Hajj. At the end of the Hajj, they cut their hair. Ibn al-Kalbi, al-Azruki, and others wrote about the customs of Arabia. They tell us tribes, such as Aos, Khazraj, Ozd, and Ghassan, were all tribes of Yemeni origin which made the Hajj to Manat. In many places, they made religious stops to honor their gods without cutting their hair until they reached Manat, where they ended their Hajj by cutting their hair. They didn’t see their Hajj as complete unless they did so.[lxxvi][78]

You may remember that Manat was the goddess to whom they would plead for rain. After they performed the Hajj to their gods, they would come to Manat, cut their hair and present their animal sacrifices. Stations of the pre-Islamic Hajj included Arafa, the place where they would stop to worship the sun, and Muzdalifah, where they would stop to worship the moon. Then the Hajj would conclude at Mina, called Muna, the place dedicated to Manat, where they cut their hair and presented their animal sacrifices. In Mohammed’s time, this same Hajj was transferred to Islam with the same rituals, including the ritual of cutting the hair at Manat.
-------------------------------------------------


Ritual Berteriak ALLAHU AKBAR saat Haji

Satu lagi ritual yang dilakukan selama upacara haji besar adalah untuk berteriak Labbayk, Allahumma labbayk, labbayk, la sharika laka labbayk, inna ’l-hamda wa ‘n-ni’mata laka wa ‘l-mulka la sharika lak dan tentunya Allahu Akbar!

Al-Ya’akubi, sejarawan Arab, menulis bahwa setiap orang Arab akan berhenti didepan patung dewanya dan berteriak “Labbayk ...labbayk.” Al-Ya’akubi, I, page 225.

Dan begitu Hajj diadopsi Islam, mereka menggunakan kata2 religius yang sama. Saat mereka sampai pada puncak lembah yang didedikasikan pada pemujaan bulan, mereka berteriak “Allahu Akbar,” yang berarti “Allah Maha Besar” atau lebih tepatnya ‘’Allah lebih/paling besar.’’ Mengapa ? Karena bulan, atau dewa Allah, dianggap sebagai kepala Keluarga Bintang dan merupakan dewa yang lebih/paling/maha besar dari anggota dewa lainnya, seperti dewa matahari, Ellat, dan kedua planet, Manat dan al-’Uzza. Jadi teriakan “Allahu Akbar” bukan teriakan Islami tapi teriakan berhala.

Syair2 pra-islam sering menghormati dewa2 Keluarga Bintang dan menekankan Allah sebagai kepala Keluarga Bintang sambil mengulangi istilah “Allahu Akbar.” Contoh, Loas Bin Hagar, penyair jahilyah Arab menulis:

Saya bersumpah pada Ellat dan al-Uzza dan siapapun yang mengikuti agama mereka, dan pada Allah, Allah lebih besar dari mereka.
al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah (Cairo, Egypt, 1925), 11

Abdel Mutaleb, kakek Mohammad, bukan seorang Muslim tapi seorang pengikut kepercayaan Keluarag Bintang yang sangat dekat dengan kepercayaan pada Jinn dan Mutaleb sering berteriak2 “Allahu Akbar.” Ibn Hisham I, hal 118

Jadi teriakan labbayk .. labbayk tadinya dipersebahkan pada ketiga anggota Keluarga Bintang: bulan, matahari dan Manat, puteri Allah dan dewi hujan.

Al-Shahrastani, sejarawan Arab, menulis tentang bangsa2 berhala dijaman Jahiliyah. Katanya, mereka sering mengadakan Haji dalam bulan2 selain bulan Du al-Hijjah, namun mereka melakukan ritual yg sama seperti yagn dicontek ritual haji versus Islam yang menghormati hari2 bulan. Mereka membuat tanggal 10
bulan Du al-Hijjah bagi korban hewan, seperti yang juga dilakukan Muslim saat ini. Dengan kata lain, kadang mereka memilih bulan lain, tapi ritualnya sama. Al Shahrastani, Al Milal Wal Nahel, hal 590


[i][1] Sahih Muslim, 9, page 100
[ii][2] Bukhari, 2, page 141; Sahih Muslim 9, page 119
[iv][3] Al-Biruni,op.cit.,page 318 ( cited by The Knowledge of Life, Sinasi Gunduz, Oxford University, 1994, page 183
[v][4] Ibn al-Nadim, al-Fahrisit, page 322
[vi][5] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, Dar Al Hadith, (Cairo, 1992), 2 : 243
[vii][6] Ibn Darid, Al-Ishtiqaq 84; Qastallani Ahmad ibn Muhammed, Irshad al-Sari, 6, page 171 ; Ibn Kathir, al-Bidayah Wal Nihayah 2, page 244; Ibn al-Atheer, Asad al-Ghabah Fi Maarifat al-Sahabah 2, page 231
[viii][7] M. A. al-Hamed, Saebat Harran Wa Ikhawan al-Safa, ( al-A'hali- Damascus, 1998), page 199
[ix][8]Tarikh al-Tabari, I, 156, 157
[x][9] Ibn Habib, Munammaq, page 275 ; cited by Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page, 173
[xi][10] Muhammad Ibn Habib, Kitab al- Munammaq, page 196
[xii][11] Azruqi, Akhbar Mecca, page 132
[xiii][12] Wellhausen, Reste , page 83; cited by Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page, 174
[xiv][13] Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page, 175
[xv][14] ( Ibn Saad, Tabaqat, 1, page page 216 ); Ibn Hisham, page 281 ; Cited by Crone, page 175
[xvi][15] Ibn Hisham, page 286; ( Ibn Saad, Tabaqat 1, page 217; Cited by Crone page 175
[xvii][16] Ibn Habib, Kitab al-Muhabbar, page 315
[xviii][17] Jawad Ali, al-Mufassal, vi, 328
[xix][18] Ibn Habib, Kitab al-Muhabbar, page 313
[xx][19] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, 14; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 8: 169; Azruqi, Akhbar Mecca, I, 73
[xxi][20] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, pages 13, 15; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan 8, page 169
[xxii][21] Al- Bukhari, 2, page 166
[xxiii][22]Tarikh al-Tabari, I, page 553
[xxiv][23]Tarikh al-Tabari, I, page 553
[xxv][24] Bukhari, 3, page 181
[xxvi][25] Al-Aghani, by Al Asfahani, 4, pages 122- 195
[xxvii][26] Sahih Muslim 9, page 39; Bukhari, 2, page 178
[xxviii][27] Bukhari, 2, page 178
[xxix][28] Suhih Muslim 9, pages 42 and 43
[xxx][29] Taj Al Aruss 10, page 351; Tafsir al-Tabari 27
[xxxi][30] Al-Tabarsi al-Fadl ibn al-Hasan, Majma' al-Bayan fi tafsir al-Qur'an, 9, page 176; Yaqut al-Hamawi, Mujam Al Buldan 2: 944; Jawad Ali, vi, page 246
[xxxii][31] Al-Ya'akubi, I, page 312
[xxxiii][32] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, 14 ; see also Yaqut al-Hamawi, Mujam Al Buldan 8; page 169
[xxxiv][33] Tafsir al-Tabari 27, page 35
[xxxv][34] Tafsir al-Tabari 27, page 35
[xxxvi][35] Tafsir al-Tabari 27, page 32
[xxxvii][36] Tafsir al-Tabari 27: 32; Al Zamkhari al- Khawarismi, Al Kashaf , 3, page 144
[xxxviii][37] Al Azruqi, Akhbar Mecca, 1, page 73; Al Kalbi, Alasnam, page 14; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 8, page 169
[xxxix][38] Tafsir Ibn al-Kathir 4, page 252
[xl][39] Al Shahrastani, Al Milal Wa Al Nah'el, page 578
[xli][40] Sahih al-Bukhari, 5, page 158
[xlii][41] Sahih al-Bukhari, 4, page 235
[xliii][42] Halabieh, I, 127 and 128
[xliv][43] Ibn Hisham, I, page 100; Tarikh al-Tabari, I, page 507
[xlv][44]Tarikh al-Tabari, I, page 507
[xlvi][45]Tarikh al-Tabari, I, page 508
[xlvii][46]Tarikh al-Tabari, I, page 508
[xlviii][47] Ibn Hisham I, page 101
[xlix][48] Taj Al Aruss 2, page 207
[l][49] Jawad Ali, al-Mufassal Fi Tarikh al-Arab Khabel al-Islam, vi, page 384
[li][50] Jawad Ali, al-Mufassal Fi Tarikh al-Arab Khabel al-Islam, vi, page 384
[lii][51] Taj Al Aruss 2, page 207
[liii][52] Sahih al-Bukhari, 4, page 238
[liv][53] Sahih al-Bukhari, 2 , page 171
[lv][54] Sahih Muslim 9, page 23
[lxxx][55] D.Nielsen, Die Altarabischen Mondreligion (Strassburg, 1904), S. 86 ; Jawad Ali, al-Mufassal Fi Tarikh al-Arab Khabel al-Islam, vi, page 348
[lxxxi][56] Shorter Encyc.of Islam, page 124; quoted by Jawad Ali, vi, page 348
[lvi][57] Winekler, ALF., II, Reihe, Ibd., S.336; quoted by Jawad Ali,vi,page 349
[lvii][58] Wellhausen, Reste, Arabischen Heidentums, Berlin, 1927, p. 84; quoted by Jawad Ali, vi, page 351
[lviii][59] Al Masudi, Muruj Al Thahab, II, pages 212 and 213
[lix][60] Alessandro Bausani, L’Islam, Garzanti Milano, 1980, page 61
[lx][61]Tarikh al-Tabari, I, page 508; Ibin Hisham, I, page 100
[lxi][62] Epistles of Manuskihar, Epistle I, Chapter VII, 16, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, PUblished by Motilal Banarsidass, page 308; Epistles of Manuskihar, Epistle II, Chapter III, 12, ; Epistles of Manuskihar, Epistle I , Chapter IX , 6 ;Appendix- The Bareshnum Ceremony, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 447
[lxii][63] Vendidad, Fargard VIII :41-71, translated by James Darmesteter, The Zenda –Avesta part I , The Sacred Books of the East, Volume IV, pages 105-110
[lxiii][64] Appendix- The Bareshnum Ceremony, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 437
[lxiv][65] Shayast La-Shayast, Chapter XX, 5, Pahlavi Texts, Translated by E.W. West, Part I, The Sacred Books of the East, Volume 5, Published by Motilal Banarsidass 1970, page 394
[lxv][66] Epistles of Manuskihar, Epistle I, Chapter VII, 17, Pahlavi Texts, Part II, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 309
[lxvi][67] Vendidad, Fargard VII:66
[lxvii][68] Sahih al-Bukhari, 5, pages 64 and 70
[lxviii][69] Halabieh, I, page 86
[lxix][70]Tarikh al-Tabari, I, page 512
[lxx][71] Al-Nuwayri, Nihayat al-arab fi funun al-adab, I, page 109; Alusi al-Baghdadi Mamud Shukri, Bulugh al-arab fi ma'rifat ahwal al-arab, 2, page 102
[lxxi][72] Dadistan-I Dinik, Chapter VIII, 1, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 26
[lxxii][73] Sahih al-Bukhari, 8, page 150
[lxxiii][74] Comment on Nyayis, The Zenda –Avesta part II, translated by James Darmesteter, The Sacred Books of the East, Volume 23, page 349
[lxxiv][75] Apastamba, Prasna I, Patala 3, Khanda 9, 28, Sacred Laws of the Aryas, Part I, Translated by Georg Buhler, The Sacred Books of the East, Volume 2, Published by Motilal Banarsidass, Delhi, page 35
[lxxv][76] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, 18; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 1, page 341
[lxxvi][77] Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 1, page 341
[lxxvii][78] Azruqi, Akhbar Mecca, I, page 73; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 8, 169; al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah ( Cairo, Egypt, 1925), 14
[lxxviii][79] Al-Ya'akubi, I, page 225
[lxxxii][80] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah (Cairo, Egypt, 1925), 11
[lxxxiii][81] Ibn Hisham I, page 118
[lxxx][82] Al Shahrastani, Al Milal Wal Nahel, page 590


_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
avatar
kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4057
Age : 37
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 8328
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Zhapents81 on Wed Aug 15, 2012 12:46 am

kuku bima wrote:
Zhapents81 wrote:
kuku bima wrote:
answering-ff wrote:
kermit katak lucu wrote:
Zhapents81 wrote:nabi ibrahim as. pun ayahnya adalah orang kafir karena dia adalah pembuat berhala tetapi ibrahim menjadi orang yg paling mulia di sisi allah

=========================


bokapnya ibrahim mah dapet kesempatan untuk mengenal ajaran anaknya;tuh si bokap ibrahim di ajakin ibrahim masuk agama ibrahim; lah kalo bokap nyokap mamad mah gak ada kesempatan sama sekali mengenal ajaran mamad, secara bokap mamad mati ketika mamad masih dalam kandungan dan ibunya mamad mati ketika mamad masih kecil belom jadi nabi kalo saya gak salah.


lol! lol! lol! lol! lol!

KLO BOKAPNYA NABI MUHAMMAD MENGIKUTI MILAH AJARAN IBRAHIM sebelum Islam rilis, MAKA DIA AKAN MASUK SURGA. PENGANUT AGAMA SEBELUM ISLAM WAJIB MENGIKUTI AJARAN SEBELUM ISLAM. KALO DIA KAPIR MAKA DIA AKAN MASUK NERAKA.

"Allah tidak menghizab suatu kaum sebelum mengutus utusan kepadanya" (Quran)
NAMA BOKAP ABDULLAH...PESURUH ALLOH.....KACUNG ALLOH...ANEH KOK KAFIR...KAKEKNYA JUGA ,,ABDUL MOTOYIP..NGA PULANG -PULANG..KOK DI NERAKA....APA BEDAH ALLOH KANG MAMAD SAMA ALLOH LELUHURNYA KANG MAMAD....... MUHAMMAD JUGA ORANG KAFIR/MUSRIK..KARENA BERTUHAN YANG SAMA YAKNI ALLOH....YANG ADALAH BATU HITAM..BATU BER TUAH MILIK SUKU QURAISE..HAJAR ASWAD.....PERINGATAN KERAS KALIAN MAU BERAK DI MATA ALLOH BOLEH-BOLEH SAJA KARENA ALLOH ADA DI MANA-MANA,,,TAPI JANGAN SEKALIPUN KAMU BERAK/MELUDAH MENGHADAP BATU HITAM HAJAR ASWAD...DOSA TAK ADA AMPUNNYA......
tidak ada bedanya, nama abdullah waktu itu adala nama yg biasa sama kaya Abdul Haris (hamba Iblis) bukan berarti mereka menyembah Iblis... sudah dibilangin kok ngeyel sejak kapan orang islam nyembah batu,emang kaya kristen yg nyembah SALIB, pada hari setelah kematiannya Yesus bangkit dan hidup kembali , dasar goblok cerita dongeng kok dipercaya , klo yesus bisa bangkit dari kubur, suruh dia menghadap ke saya, saya gak akan masuk agamanya sebelum aku bertemu yesus
COBA ANDA PELAJARI RITUAL MANASIK HAJI..DARI DATANG SAMPAI PERPISAHAN....


Bulan Haji disebut Du al-Hijjah, sama dengan bulan hajinya kaum pagan. “Du Hajjinin” (pagan) juga berarti “Du al-Hijjah” (Muslim).[1][55]


Epiphanius juga berbicara tentang bulan inij.[1][56] Photius menulis tentang bulan2 yang dianggap haram oleh arab untuk bersengketa/berperang. Winekler juga mengidentifikasi bulan2 ini[lv][57]. Selama bulan Du al-Hajjeh, setiap suku Arab pergi ke kuil atau lembah sucinya tersendiri, utk memuja dewa mereka masing2. Jjadi tidak hanya satu tapi ada banyak tempat ritual haji bagi Arab.[lvi][58]

Kesimpulannya, haji2 disekitar Mekah terpisah dari haji2 ditempat lain. Yg satu ke Arafat utk memuja matahari, yg lainnya ke Muzdalifah utk memuja bulan. Tapi kedua2nya berhenti di Manat untuk memohon bagi hujan. Ritua Haji dan Du al-Hijjah diketahui oleh sejarawan2 Islam modern tapi enggan mengungkapkannya [lvii][59].

UPACARA LEMPAR BATU


Mitos Ibrahim membangun Mekah sudah sering kita bahas. Tidak ada satupun penyair/sejarawah pra-Mohammad yg menyebut ttg unsur Ibrahim dan Ismael dlm Kaabah. Ini hanya ditambahkan Mamad setelah ia kepingin jadi nabi dgn cara menarik perhatian Yahudi.

Yang lebih aneh lagi, melempari setan dgn batu2 tidak masuk akal karena setan adalah roh dan tidak terpengaruh pada barang2 material yg dilemparkan padanya. Setan tidak memiliki tubuh utk dilukai dgn batu. Sama dgn melemparkan meteor pad jin spt ditulis dlm Quran bin sintiank !

Melempar batu kpd jin/setan adalah upacara pagan.[lviii][60] Rtiual ini dimulai di Muna oleh suku Sofa yg memimpin upacara pada lembah Arafat. Hanya mereka yang berhak memulai pelemparan batu.[lix][61]

[/b]RITUAL ZOROASTRIAN MELEMPAR BATU DAN ADAT2 PERSIA LAINNYA YANG MEMBEKAS PADA RITUAL HAJI[/b]

Bangsa Zoroastria juga melempar batu ke air dan air seni banteng. Air dan air seni disiapkan bagi wudhu dan purifikasi tubuh dan barang. Begitu mereka dilemparkan, batu2 ini dikubur dalam tanah untuk mematikan serangga dan ulat di tanah yang dianggap mahluk2 jahat oleh kaum Zoroastria. Ini bisa dibaca dalam Epistles of Manuskihar, bagian dari teks Pahlavi/Aveshta, tulisan sakral Zoroastrianisme.[lx][62]



BANTENG, hewan sakral dalam zoroastrianisme. Foto atas : patung2 banteng melindungi sebuah kuil
http://www.zoroastrianism.cc/mazda_ahura.html

Konsep berwudhu dlm Zoroastrianisme adalah untuk mengusir setan dari tubuh. Dlm buku Zoroastrian, seperti Vendidad, bagian dari Zenda Avesta, setan diusir dari bagian tubuh setiap kali air wudhu menyentuh bagian itu. Lalu setan lari ke bagian2 inferior, sampai air menyentuh jari kaki, sampai setan diusir secara utuh.[lxi][63] Upacara ini juga ditemukan dalam teks Pahlavi spt “The Bareshnum Ceremony.”[lxii][64] Juga dalam Shayast La-Shayast, Chapter XX, ditulis bahwa upacara ini harus dilakukan sebelum terbitnya matahari.[lxiii][65] Air dlm Zoroastrianisme adalah dewa yang membersihkan jiwa dari setan dan dampak2 buruknya. Qur’an juga menganut ajaran yg sama ttg pentingnya air: utk membasuh jiwa manusia dan mengusir setan dan dampaknya dari tubuh.

LIHAT Surah Al Anfaal 8:11 :
He covers you with drowsiness … and he makes the water descend from heaven on you in order to purify you and to remove from you the stain of Satan.

Zoroastrian juga percaya dalam kekuatan air seni banteng dalam penyembuhan penyakit. Lihat Epistles of Manuskihar, Epistle I, Chapter VII. [lxiv][66] Dalam Vendidad, Zoroastrian mengatakan bahwa dewa utama mereka, Ahura Mazda, mengusulkan MEMINUM AIR KENCING BANTENG UTK MENYEMBUHKAN PENYAKIT.[lxv][67] Mohammad mengganti banteng dgn onta betina dan mengatakan bahwa air kencing onta ini bisa menyembuhkan setiap penyakit. [lxvi][68] Orang malah minum kencing onta didepannya dan Mohammad sering girang dgn rekomendasinya ini.[lxvii][69] Padahal kita tahu bahwa air kencing sama sekali tidak ada manfaat bagi kesehatan manusia ataupun hewan.



Satu lagi ritual yang dipinjam dari Zoroastrianisme adalah api. Salah satu dewa mereka adalah dewa api. Qusayy, kakek moyang ke 8 Mohammad, datang dari Yemen dan menguasai Mekah. Ia menyalakan api di Muzdalifah, tempat pemujaan bulan. Al-Tabari menulis bahwa api ini terus menyala dijaman Mamad dan ketiga Kalif setelahnya.[lxviii][70]

Dengan mengerti pengaruh Persia pada Yemen dan kawasan selatan Arab, kita bisa mengerti bgm ritual Persia ini menjadi bagian dari upacara haj. Di Yemen ada api yang selama bertahun2 menyala, menurut upacara Persia.[lxix][71]

Adat lain dari Zoroastrianisme adalah melakukan pekerjaan baik dan praktek2 religius atas nama saudara dan teman yang sudah wafat.[lxx][72] Mohammad juga mengadopsi ritual yang sama. Dalam Hadith al-Bukhari, Mohammad menganjurkan seorang wanita utk berhaji atas nama ibunya yang sudah mati.[lxxi][73]


Upacara pemujaan bulan di Muzdalifah juga mirip dgn pemujaan ala Persia. Dalam buku sakral, Nyayis, bulan disebut tiga kali: saat baru muncul, saat bulan
purnama, dan akhirnya saat menghilang.[lxxii][74] Arab juga memuja bulan di Muzdalifah sampai bulan menghilang dengan berpuasa dan berpesta saat bulan
muncul kembali. NAH, RAMADAN dimulai saat bulan sabut muncul kembali (!!!). Bulan memegang peranan penting dalam Islam.

Ritual bulan ini juga berakar dari bangsa Aryan.

Kami membaca dalam Apastamba, buku suci Aryan, bahwa hari raya terjadi saat munculnya bulan sabit. Kaum religius tiak dapat studi atau melakuklan apapun selama dua malam. [lxxiii][75]. Ritual ini diulangi dlm Ramadan. Setelah berpuasa selama sebulan, Muslim berhari raya saat melihat bulan sabit.

Ramadan aslinya adalah ritual Harran di kota Harran, di perbatasan antara Syria, Iraq dan Asia Minor. Kaum Harran berpuasa selama sebulan, dimulai dari minggu pertama dan kedua bulan Maret, identik dengan Ramadan. Berpuasa adalah bagi Sin, dewa bulan. Ada sejarawan yang mengidentifikasi puasa kaum
Harran dengan puasa Ramadan. Saat munculnya bulan sabit, kaum Harran menghentikan puasa mereka dan mulai berpesta, begitu pula orang Arab merayakan
Ramadan setiap tahun. Kamu berasumsi bahwa perayaan Ramadan berpindah dari Harran ke Arabia selama abad 6SM ketika Nabonidus, raja Harran di Babylonia, menjajah Arabia Utara tahun 556-539 SM. Untuk lebih jauhnya silahkan merujuk ke topik Ramadan.

------------------------
Ritual Haji Ketiga : Pemotongan Rambut



The cutting of the hair was a habit practiced by some Arabian tribes after a pilgrimage to honor their gods. One of their gods was an idol named al-akyaser. They conducted a pilgrimage to the idol where they cut their hair, mixed it with flour and threw it in the air. The same celebration was also observed by many pagan Yemeni tribes. Tribes which emigrated to Medina, and the area around Mecca, came from Yemen after the collapse of the dam at Ma'rib, about 150 A.D. This helps us understand why the cutting of hair was the ritual which ends the Hajj.

I mentioned earlier that some Yemeni tribes honored Manat, the daughter of Allah. Manat was represented by a rock, to which these tribes went on their Hajj. At the end of the Hajj, they cut their hair. Ibn al-Kalbi, al-Azruki, and others wrote about the customs of Arabia. They tell us tribes, such as Aos, Khazraj, Ozd, and Ghassan, were all tribes of Yemeni origin which made the Hajj to Manat. In many places, they made religious stops to honor their gods without cutting their hair until they reached Manat, where they ended their Hajj by cutting their hair. They didn’t see their Hajj as complete unless they did so.[lxxvi][78]

You may remember that Manat was the goddess to whom they would plead for rain. After they performed the Hajj to their gods, they would come to Manat, cut their hair and present their animal sacrifices. Stations of the pre-Islamic Hajj included Arafa, the place where they would stop to worship the sun, and Muzdalifah, where they would stop to worship the moon. Then the Hajj would conclude at Mina, called Muna, the place dedicated to Manat, where they cut their hair and presented their animal sacrifices. In Mohammed’s time, this same Hajj was transferred to Islam with the same rituals, including the ritual of cutting the hair at Manat.
-------------------------------------------------


Ritual Berteriak ALLAHU AKBAR saat Haji

Satu lagi ritual yang dilakukan selama upacara haji besar adalah untuk berteriak Labbayk, Allahumma labbayk, labbayk, la sharika laka labbayk, inna ’l-hamda wa ‘n-ni’mata laka wa ‘l-mulka la sharika lak dan tentunya Allahu Akbar!

Al-Ya’akubi, sejarawan Arab, menulis bahwa setiap orang Arab akan berhenti didepan patung dewanya dan berteriak “Labbayk ...labbayk.” Al-Ya’akubi, I, page 225.

Dan begitu Hajj diadopsi Islam, mereka menggunakan kata2 religius yang sama. Saat mereka sampai pada puncak lembah yang didedikasikan pada pemujaan bulan, mereka berteriak “Allahu Akbar,” yang berarti “Allah Maha Besar” atau lebih tepatnya ‘’Allah lebih/paling besar.’’ Mengapa ? Karena bulan, atau dewa Allah, dianggap sebagai kepala Keluarga Bintang dan merupakan dewa yang lebih/paling/maha besar dari anggota dewa lainnya, seperti dewa matahari, Ellat, dan kedua planet, Manat dan al-’Uzza. Jadi teriakan “Allahu Akbar” bukan teriakan Islami tapi teriakan berhala.

Syair2 pra-islam sering menghormati dewa2 Keluarga Bintang dan menekankan Allah sebagai kepala Keluarga Bintang sambil mengulangi istilah “Allahu Akbar.” Contoh, Loas Bin Hagar, penyair jahilyah Arab menulis:

Saya bersumpah pada Ellat dan al-Uzza dan siapapun yang mengikuti agama mereka, dan pada Allah, Allah lebih besar dari mereka.
al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah (Cairo, Egypt, 1925), 11

Abdel Mutaleb, kakek Mohammad, bukan seorang Muslim tapi seorang pengikut kepercayaan Keluarag Bintang yang sangat dekat dengan kepercayaan pada Jinn dan Mutaleb sering berteriak2 “Allahu Akbar.” Ibn Hisham I, hal 118

Jadi teriakan labbayk .. labbayk tadinya dipersebahkan pada ketiga anggota Keluarga Bintang: bulan, matahari dan Manat, puteri Allah dan dewi hujan.

Al-Shahrastani, sejarawan Arab, menulis tentang bangsa2 berhala dijaman Jahiliyah. Katanya, mereka sering mengadakan Haji dalam bulan2 selain bulan Du al-Hijjah, namun mereka melakukan ritual yg sama seperti yagn dicontek ritual haji versus Islam yang menghormati hari2 bulan. Mereka membuat tanggal 10
bulan Du al-Hijjah bagi korban hewan, seperti yang juga dilakukan Muslim saat ini. Dengan kata lain, kadang mereka memilih bulan lain, tapi ritualnya sama. Al Shahrastani, Al Milal Wal Nahel, hal 590


[i][1] Sahih Muslim, 9, page 100
[ii][2] Bukhari, 2, page 141; Sahih Muslim 9, page 119
[iv][3] Al-Biruni,op.cit.,page 318 ( cited by The Knowledge of Life, Sinasi Gunduz, Oxford University, 1994, page 183
[v][4] Ibn al-Nadim, al-Fahrisit, page 322
[vi][5] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, Dar Al Hadith, (Cairo, 1992), 2 : 243
[vii][6] Ibn Darid, Al-Ishtiqaq 84; Qastallani Ahmad ibn Muhammed, Irshad al-Sari, 6, page 171 ; Ibn Kathir, al-Bidayah Wal Nihayah 2, page 244; Ibn al-Atheer, Asad al-Ghabah Fi Maarifat al-Sahabah 2, page 231
[viii][7] M. A. al-Hamed, Saebat Harran Wa Ikhawan al-Safa, ( al-A'hali- Damascus, 1998), page 199
[ix][8]Tarikh al-Tabari, I, 156, 157
[x][9] Ibn Habib, Munammaq, page 275 ; cited by Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page, 173
[xi][10] Muhammad Ibn Habib, Kitab al- Munammaq, page 196
[xii][11] Azruqi, Akhbar Mecca, page 132
[xiii][12] Wellhausen, Reste , page 83; cited by Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page, 174
[xiv][13] Patricia Crone, Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, page, 175
[xv][14] ( Ibn Saad, Tabaqat, 1, page page 216 ); Ibn Hisham, page 281 ; Cited by Crone, page 175
[xvi][15] Ibn Hisham, page 286; ( Ibn Saad, Tabaqat 1, page 217; Cited by Crone page 175
[xvii][16] Ibn Habib, Kitab al-Muhabbar, page 315
[xviii][17] Jawad Ali, al-Mufassal, vi, 328
[xix][18] Ibn Habib, Kitab al-Muhabbar, page 313
[xx][19] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, 14; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 8: 169; Azruqi, Akhbar Mecca, I, 73
[xxi][20] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, pages 13, 15; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan 8, page 169
[xxii][21] Al- Bukhari, 2, page 166
[xxiii][22]Tarikh al-Tabari, I, page 553
[xxiv][23]Tarikh al-Tabari, I, page 553
[xxv][24] Bukhari, 3, page 181
[xxvi][25] Al-Aghani, by Al Asfahani, 4, pages 122- 195
[xxvii][26] Sahih Muslim 9, page 39; Bukhari, 2, page 178
[xxviii][27] Bukhari, 2, page 178
[xxix][28] Suhih Muslim 9, pages 42 and 43
[xxx][29] Taj Al Aruss 10, page 351; Tafsir al-Tabari 27
[xxxi][30] Al-Tabarsi al-Fadl ibn al-Hasan, Majma' al-Bayan fi tafsir al-Qur'an, 9, page 176; Yaqut al-Hamawi, Mujam Al Buldan 2: 944; Jawad Ali, vi, page 246
[xxxii][31] Al-Ya'akubi, I, page 312
[xxxiii][32] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, 14 ; see also Yaqut al-Hamawi, Mujam Al Buldan 8; page 169
[xxxiv][33] Tafsir al-Tabari 27, page 35
[xxxv][34] Tafsir al-Tabari 27, page 35
[xxxvi][35] Tafsir al-Tabari 27, page 32
[xxxvii][36] Tafsir al-Tabari 27: 32; Al Zamkhari al- Khawarismi, Al Kashaf , 3, page 144
[xxxviii][37] Al Azruqi, Akhbar Mecca, 1, page 73; Al Kalbi, Alasnam, page 14; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 8, page 169
[xxxix][38] Tafsir Ibn al-Kathir 4, page 252
[xl][39] Al Shahrastani, Al Milal Wa Al Nah'el, page 578
[xli][40] Sahih al-Bukhari, 5, page 158
[xlii][41] Sahih al-Bukhari, 4, page 235
[xliii][42] Halabieh, I, 127 and 128
[xliv][43] Ibn Hisham, I, page 100; Tarikh al-Tabari, I, page 507
[xlv][44]Tarikh al-Tabari, I, page 507
[xlvi][45]Tarikh al-Tabari, I, page 508
[xlvii][46]Tarikh al-Tabari, I, page 508
[xlviii][47] Ibn Hisham I, page 101
[xlix][48] Taj Al Aruss 2, page 207
[l][49] Jawad Ali, al-Mufassal Fi Tarikh al-Arab Khabel al-Islam, vi, page 384
[li][50] Jawad Ali, al-Mufassal Fi Tarikh al-Arab Khabel al-Islam, vi, page 384
[lii][51] Taj Al Aruss 2, page 207
[liii][52] Sahih al-Bukhari, 4, page 238
[liv][53] Sahih al-Bukhari, 2 , page 171
[lv][54] Sahih Muslim 9, page 23
[lxxx][55] D.Nielsen, Die Altarabischen Mondreligion (Strassburg, 1904), S. 86 ; Jawad Ali, al-Mufassal Fi Tarikh al-Arab Khabel al-Islam, vi, page 348
[lxxxi][56] Shorter Encyc.of Islam, page 124; quoted by Jawad Ali, vi, page 348
[lvi][57] Winekler, ALF., II, Reihe, Ibd., S.336; quoted by Jawad Ali,vi,page 349
[lvii][58] Wellhausen, Reste, Arabischen Heidentums, Berlin, 1927, p. 84; quoted by Jawad Ali, vi, page 351
[lviii][59] Al Masudi, Muruj Al Thahab, II, pages 212 and 213
[lix][60] Alessandro Bausani, L’Islam, Garzanti Milano, 1980, page 61
[lx][61]Tarikh al-Tabari, I, page 508; Ibin Hisham, I, page 100
[lxi][62] Epistles of Manuskihar, Epistle I, Chapter VII, 16, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, PUblished by Motilal Banarsidass, page 308; Epistles of Manuskihar, Epistle II, Chapter III, 12, ; Epistles of Manuskihar, Epistle I , Chapter IX , 6 ;Appendix- The Bareshnum Ceremony, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 447
[lxii][63] Vendidad, Fargard VIII :41-71, translated by James Darmesteter, The Zenda –Avesta part I , The Sacred Books of the East, Volume IV, pages 105-110
[lxiii][64] Appendix- The Bareshnum Ceremony, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 437
[lxiv][65] Shayast La-Shayast, Chapter XX, 5, Pahlavi Texts, Translated by E.W. West, Part I, The Sacred Books of the East, Volume 5, Published by Motilal Banarsidass 1970, page 394
[lxv][66] Epistles of Manuskihar, Epistle I, Chapter VII, 17, Pahlavi Texts, Part II, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 309
[lxvi][67] Vendidad, Fargard VII:66
[lxvii][68] Sahih al-Bukhari, 5, pages 64 and 70
[lxviii][69] Halabieh, I, page 86
[lxix][70]Tarikh al-Tabari, I, page 512
[lxx][71] Al-Nuwayri, Nihayat al-arab fi funun al-adab, I, page 109; Alusi al-Baghdadi Mamud Shukri, Bulugh al-arab fi ma'rifat ahwal al-arab, 2, page 102
[lxxi][72] Dadistan-I Dinik, Chapter VIII, 1, Pahlavi Texts, Part II, Translated by E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 18, Published by Motilal Banarsidass, page 26
[lxxii][73] Sahih al-Bukhari, 8, page 150
[lxxiii][74] Comment on Nyayis, The Zenda –Avesta part II, translated by James Darmesteter, The Sacred Books of the East, Volume 23, page 349
[lxxiv][75] Apastamba, Prasna I, Patala 3, Khanda 9, 28, Sacred Laws of the Aryas, Part I, Translated by Georg Buhler, The Sacred Books of the East, Volume 2, Published by Motilal Banarsidass, Delhi, page 35
[lxxv][76] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah, Cairo-Egypt, 1925, 18; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 1, page 341
[lxxvi][77] Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 1, page 341
[lxxvii][78] Azruqi, Akhbar Mecca, I, page 73; Yaqut al-Hamawi, Mujam al-Buldan, 8, 169; al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah ( Cairo, Egypt, 1925), 14
[lxxviii][79] Al-Ya'akubi, I, page 225
[lxxxii][80] al-Kalbi, al-Asnam, Dar al-Kutub al-Masriyah (Cairo, Egypt, 1925), 11
[lxxxiii][81] Ibn Hisham I, page 118
[lxxx][82] Al Shahrastani, Al Milal Wal Nahel, page 590

pernyataa yang Terlalu diada-adakan,malah terkesan kelihatan jadi orang bodoh lu
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 22
Reputation : 0
Points : 2568
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum