MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 15 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 15 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


tafsir attabari sampe 30 jilid bukti bahwa quran bukanlah kitab yg jelas seperti diklaim awloh

View previous topic View next topic Go down

tafsir attabari sampe 30 jilid bukti bahwa quran bukanlah kitab yg jelas seperti diklaim awloh

Post by kermit katak lucu on Mon Jul 09, 2012 8:41 am

Quran berulangkali mengklaim diri sebagai “kitab yang jelas” (lihat Sura 5:15), “mudah dipahami” (44:58 , 54:22 , 54:32, 54:40) “dijelaskan secara terperinci” (6:114), “menuntun dengan jelas”, (5:16, 10:15) dan “tidak ada keraguan didalamnya” (2:1).

lalu kenapa ada begitu banyak kitab tafsir:


Tafsir terkenal antara lain

'Abdullah bin Abbas, dilahirkan di Syi’bi tiga tahun sebelum hijrah, ada yang mengatakan lima tahun sebelum hijrah, dan wafat di kota Thoif pada tahun 65 H, dan ada yang mengatakan tahun 67 H, dan ‘Ulama’ Jumhur mengatakan wafat pada tahun 68 H., banyak melahirkan beberapa tafsir yang tidak terhitung jumlahnya, dan tafsiran beliau dikumpulkan dalam sebuah kitab yang diberi nama Tafsir ibnu Abbas. Di dalam kitab ini terdapat beberapa riwayat dan metode yang berbeda-beda, namun yang paling bagus adalah tafsir yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah Al Hasyimi.
Mujahid bin Jabr, dilahirkan pada tahun 21 H, pada masa ke pemimpinan Umar bin Khattob, dan wafat pada tahun 102/103 H. sedangkan menurut Yahya bin Qhatton, beliau wafat pada tahun 104 H., termasuk tokoh tafsir pada masa tabi’in sehingga beliau dikatakan tokoh paling ‘alim dalam bidang tafsir pada masa tabi’in, dan pernah belajar tafsir kepada Ibnu Abbas sebanyak 30 kali.
Atthobari, bernama lengkap Muhammad bin Jarir, di lahirkan di Baghdad pada tahun 224 H, dan wafat pada tahun 310 H. karangan-karangannya adalah Jami’ul Bayan Fi Tafsiril Qur’an, Tarikhul Umam Al muluk dan masih banyak lagi yang belum disebutkan.
Ibnu Katsir, bernama lengkap Isma’il bin Umar Al Qorsyi ibnu Katsir Al Bashri. Di lahirkan pada tahun 705 H. dan wafat pada tahun 774 H. termasuk ahli dalam bidang fiqih, hadist, sejarah, dan tafsir, karangan-karangannya adalah Al Bidayah Wan Nihayah Fi Tarikhi, Al Ijtihad Fi Tholabil jihad, Tafsirul Qur’an, dan lain-lainnya.
Fakhruddin Ar Rozi, bernama lengkap Muhammad bin Umar bin Al Hasan Attamimi Al Bakri Atthobaristani Ar Rozi Fakhruddin yang terkenal dengan sebutan Ibnul Khotib As Syafi’i, lahir di Royyi pada tahun 543 H. dan wafat pada tahun 606 H. di harrot, mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu pasti, dan juga mendalami ilmu filsafat dan mantiq, karangannya adalah mafatihul Ghoib fi Tafsirul Qur’an, Al Muhasshol fi Ushulil Fiqh, Ta’jizul Falasifah dan lain-lainya.




Setidaknya, ada 24 karya tafsir yang masuk dalam kategori kitab tafsir utama.



Karyatafsir populer tersebut sebagai berikut.1)Jami' al-Bayan fi Tafsir Alquran atau Tafsir at-Tabari disusun oleh Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Tabari. Kitab ini terdiri atas 30 jilid. Tafsir at-Tabarisangat terkenal di kalangan mufasir yang datang sesudahnya karena kitabtersebut menjadi rujukan pertama, terutama dengan adanya penafsiran naqli(berdasarkan Alquran dan hadis Rasulullah SAW). Kajian penafsirannyameliputi nasikh dan mansukh, tarjih riwayat, keterangan kualitas hadis antarashahih dan dhaif, I’rob Al-qur’an dan istinbath (memberi kesimpulan)terhadap ayat-ayat hukum.2)Kitab tafsir Bahr al-Ulum karya Abu al-Lais Nasr bin Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim as-Samarqandi, ahli fikih Mazhab Hanafi yang terkenal dengan panggilan Imam al-Huda.Dalam menulis tafsir ini, Al-Imam menempuh jalan penafsiran para sahabat dan tabiin. Beliau banyak mengutip komentar merekatetapi tidak menyebut sanad-sanadnya. Beliau menegaskan bahwa seseorangtidak boleh menafsirkan Al-Qur’an semata-mata dengan rasionya sendirisedang ia tidak mengerti kaedah-kaedah bahasa dan kondisi di saat Al-Qur’anitu turun. Ia harus memahami betul ilmu tafsir terlebih dahulu.Ada tiganaskah Bahr al-Ulum. Satu naskah terdiri atas tiga jilid dan terdapat di Dar al-Kutub al-Misriyyah (Mesir). Dua naskah lainnya masing-masing terdiri atasdua dan tiga jilid serta terdapat di perpustakaan Universitas Al-Azh


3)Al-Kasyf wa al-Bayan 'an Tafsir Alquran disusun oleh As-Sa'labi atau AbuIshaq Ahmad bin Ibrahim as-Sa'labi an-Naisaburi. Kitab ini terdiri atas beberapa jilid. Namun, hingga kini, hanya jilid pertama sampai dengan jilidkeempat yang dapat ditemui di perpustakaan Al-Azhar.4)Ma'alim at-Tanzil ditulis oleh Abu Muhammad al-Husain bin Masud binMuhammad al-Farra' al-Bagawi. Selain dalam bidang tafsir, ia adalah ulama4

terkemuka dalam bidang fikih dan hadis. Tafsir ini merupakan tafsir sederhana yang hanya terdiri atas satu buku.Dalam menafsirkan Al-Qur’an beliau mengutip atsar para salaf dengan meringkas sanad-sanadnya. Beliau juga membahas kaedah-kaedah tata bahasa dan hukum-hukum fiqh secara panjang lebar. Tafsir ini juga banyak memuat kisah-kisah dan cerita sehinggakita juga bisa menemukan diantaranya kisah-kisah Israiliyat yang ternyata batil (menyelisihi syariat dan tak rasional). Namun secara umum, tafsir inilebih baik dan lebih selamat dibanding sebagian kitab-kitab tafsir bil ma’tsur lain.5)Al-Muharrir al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz disusun oleh Ibnu Atiah atauAbu Muhammad Abdul Haqq bin Galib bin Atiah al-Andalusi al-Magribi al-Garnati. Karya Ibnu Atiah ini masih berbentuk manuskrip dan terdiri atas 10 jilid dan yang tersimpan di Dar al-Kutub al-Misriyyah (Mesir). Saat ini, karyatersebut hanya terdiri atas empat jilid (jilid tiga, lima, delapan, dan 10). Untuk mendukung penafsirannya, Ibnu Atiah mengemukakan contoh penggunaankata dalam sastra Arab disertai uraian yang berhubungan dengan nahu, kiraah,dan arti kata.Ibnu Khaldun menilai tafsir ini paling tinggi validitasnya.Adapun Ibnu Taimiyah dalam fatwanya mengungkapkan,”tafsir Ibnu‘Atiyyah lebih baik dibandingkan tafsir Az-Zamakhsyari, lebih shahih dalam penukilan dan pembahasannya. Juga lebih jauh dari bid’ah…”6)Tafsir Alquran al-Azim disusun oleh Ibnu Kasir. Kitab ini merupakan kitabtafsir riwayat yang sangat populer dan dipandang sebagai kitab tafsir terbaik kedua setelah kitab tafsir at-Tabari. Ibnu Kasir menafsirkan ayat Alquran berdasarkan hadis Nabi SAW yang dilengkapi dengan sanad dan sedikit penilaian terhadap rangkaian sanad hadis. Beliau menempuh metode tafsir bilma’tsur dan benar-benar berpegang padanya. Ini diungkapkan sendiri oleh beliau dalam muqaddimah tafsirnya : “bila ada yang bertanya, apa metode penafsiran yang terbaik? Jawabannya, metode terbaik ialah denganmenafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Sesuatu yang global di sebuahayat diperjelas di ayat lain. Bila engkau tidak menemukan penafsiran ayat itu,carilah di As-Sunnah karena ia berfungsi menjelaskan Al-Qur’an. BahkanImam Syafi’I menegaskan bahwa semua yang ditetapkan oleh Rasulullahsaw, itulah hasil pemahaman beliau terhadap Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab dengankebenaran, agar engkau memutuskan perkara di antara manusia deng


Al-Jawahir al-Hisan fi Tafsir Alquran disusun oleh as-Sa'alibi atau Abu ZaidAbdurrahman bin Muhammad bin Makhluf as-Sa'alibi al-Jaza'iri al-Magribial-Maliki, seorang penganut Mazhab Maliki. Kitab ini merupakan ringkasandari kitab tafsir Ibnu Atiah disertai dengan beberapa tambahan yang diambildari tafsir-tafsir ulama sebelumnya.8)Ad-Durr al-Mansur fi at-Tafsir al-Ma'tsur karya as-Suyuti terdiri atas enam jilid. Ia menyebutkan, kitab tafsir ini berisi penafsiran Rasulullah SAW. Didalamnya, terdapat sepuluh ribu hadis, baik yang marfu' maupun yangmauquf (yang disandarkan kepada sahabat). Uraian dalam tafsir dikaitkannya pula dengan masalah kebahasaan, seperti i'rab, balagah, dan badi' (keindahansusunan kata Alquran). Tafsir ini pada dasarnya adalah ringkasan dari kitab
Tarjuman Al-Qur’an
yang beliau karang sendiri. Beliau bermaksudmeringkas hadis-hadis dengan hanya menyebutkan matannya saja tanpamenyertakan sanad yang panjang. Ini untuk menghindari kebosanan. ImamAs-Suyuthi menulis tafsir ini dengan mengutip riwayat-riwayat dari Al- bukhori, Mulim, An-Nasa’I, At-Tirmizi, Abu Daud, Ibnu Jarir, Ibnu Hatimdan lain-lain. Namun beliau tidak memilah antara riwayat shahih dan dhaif bahkan mencampur keduanya. Padahal beliau terkenal sebagai ahli riwayatdan sangat memahami seluk beluk ilmu hadis. Sehingga terkesan aneh bilakemampuan tersebut tidak dioptimalkan dalam tafsir ini. Namun berbedadengan kitab tafsir lainnya, tafsir ini merupakan satu-satunya tafsir bil matsur yang hanya memuat hadits-hadits saja.9)Mafatih al-Gaib disusun oleh Fakhruddin ar-Razi. Kitab ini terdiri atasdelapan jilid. Kedelapan jilid tersebut pada hakikatnya tidak disusunseluruhnya oleh ar-Razi. Menurut Ibnu Qadi (ahli tafsir), ar-Razi tidak pernahmenyusun tafsirnya itu secara lengkap dari awal hingga akhir, melainkandilakukan oleh beberapa mufasir


dll...baca sendiri di http://www.scribd.com/doc/67587367/Makalah-Kajian-Kitab-Tafsir-Mufassirin-Dan-ya


=================================================


begitu banyak kitab tafsir;tafsir tabarri saja sampe 30 jilid;

itu saja sudah membuktikan bahwa quran bukanlah“kitab yang jelas” (lihat Sura 5:15), “mudah dipahami” (44:58 , 54:22 , 54:32, 54:40) “dijelaskan secara terperinci” (6:114), “menuntun dengan jelas”, (5:16, 10:15) dan “tidak ada keraguan didalamnya” (2:1).


lol! lol! lol! lol! lol! lol!

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7089
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: tafsir attabari sampe 30 jilid bukti bahwa quran bukanlah kitab yg jelas seperti diklaim awloh

Post by putramentari on Mon Jul 09, 2012 10:41 am

kermit katak lucu wrote:Quran berulangkali mengklaim diri sebagai “kitab yang jelas” (lihat Sura 5:15), “mudah dipahami” (44:58 , 54:22 , 54:32, 54:40) “dijelaskan secara terperinci” (6:114), “menuntun dengan jelas”, (5:16, 10:15) dan “tidak ada keraguan didalamnya” (2:1).

lalu kenapa ada begitu banyak kitab tafsir:


Tafsir terkenal antara lain

'Abdullah bin Abbas, dilahirkan di Syi’bi tiga tahun sebelum hijrah, ada yang mengatakan lima tahun sebelum hijrah, dan wafat di kota Thoif pada tahun 65 H, dan ada yang mengatakan tahun 67 H, dan ‘Ulama’ Jumhur mengatakan wafat pada tahun 68 H., banyak melahirkan beberapa tafsir yang tidak terhitung jumlahnya, dan tafsiran beliau dikumpulkan dalam sebuah kitab yang diberi nama Tafsir ibnu Abbas. Di dalam kitab ini terdapat beberapa riwayat dan metode yang berbeda-beda, namun yang paling bagus adalah tafsir yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah Al Hasyimi.
Mujahid bin Jabr, dilahirkan pada tahun 21 H, pada masa ke pemimpinan Umar bin Khattob, dan wafat pada tahun 102/103 H. sedangkan menurut Yahya bin Qhatton, beliau wafat pada tahun 104 H., termasuk tokoh tafsir pada masa tabi’in sehingga beliau dikatakan tokoh paling ‘alim dalam bidang tafsir pada masa tabi’in, dan pernah belajar tafsir kepada Ibnu Abbas sebanyak 30 kali.
Atthobari, bernama lengkap Muhammad bin Jarir, di lahirkan di Baghdad pada tahun 224 H, dan wafat pada tahun 310 H. karangan-karangannya adalah Jami’ul Bayan Fi Tafsiril Qur’an, Tarikhul Umam Al muluk dan masih banyak lagi yang belum disebutkan.
Ibnu Katsir, bernama lengkap Isma’il bin Umar Al Qorsyi ibnu Katsir Al Bashri. Di lahirkan pada tahun 705 H. dan wafat pada tahun 774 H. termasuk ahli dalam bidang fiqih, hadist, sejarah, dan tafsir, karangan-karangannya adalah Al Bidayah Wan Nihayah Fi Tarikhi, Al Ijtihad Fi Tholabil jihad, Tafsirul Qur’an, dan lain-lainnya.
Fakhruddin Ar Rozi, bernama lengkap Muhammad bin Umar bin Al Hasan Attamimi Al Bakri Atthobaristani Ar Rozi Fakhruddin yang terkenal dengan sebutan Ibnul Khotib As Syafi’i, lahir di Royyi pada tahun 543 H. dan wafat pada tahun 606 H. di harrot, mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu pasti, dan juga mendalami ilmu filsafat dan mantiq, karangannya adalah mafatihul Ghoib fi Tafsirul Qur’an, Al Muhasshol fi Ushulil Fiqh, Ta’jizul Falasifah dan lain-lainya.




Setidaknya, ada 24 karya tafsir yang masuk dalam kategori kitab tafsir utama.



Karyatafsir populer tersebut sebagai berikut.1)Jami' al-Bayan fi Tafsir Alquran atau Tafsir at-Tabari disusun oleh Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Tabari. Kitab ini terdiri atas 30 jilid. Tafsir at-Tabarisangat terkenal di kalangan mufasir yang datang sesudahnya karena kitabtersebut menjadi rujukan pertama, terutama dengan adanya penafsiran naqli(berdasarkan Alquran dan hadis Rasulullah SAW). Kajian penafsirannyameliputi nasikh dan mansukh, tarjih riwayat, keterangan kualitas hadis antarashahih dan dhaif, I’rob Al-qur’an dan istinbath (memberi kesimpulan)terhadap ayat-ayat hukum.2)Kitab tafsir Bahr al-Ulum karya Abu al-Lais Nasr bin Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim as-Samarqandi, ahli fikih Mazhab Hanafi yang terkenal dengan panggilan Imam al-Huda.Dalam menulis tafsir ini, Al-Imam menempuh jalan penafsiran para sahabat dan tabiin. Beliau banyak mengutip komentar merekatetapi tidak menyebut sanad-sanadnya. Beliau menegaskan bahwa seseorangtidak boleh menafsirkan Al-Qur’an semata-mata dengan rasionya sendirisedang ia tidak mengerti kaedah-kaedah bahasa dan kondisi di saat Al-Qur’anitu turun. Ia harus memahami betul ilmu tafsir terlebih dahulu.Ada tiganaskah Bahr al-Ulum. Satu naskah terdiri atas tiga jilid dan terdapat di Dar al-Kutub al-Misriyyah (Mesir). Dua naskah lainnya masing-masing terdiri atasdua dan tiga jilid serta terdapat di perpustakaan Universitas Al-Azh


3)Al-Kasyf wa al-Bayan 'an Tafsir Alquran disusun oleh As-Sa'labi atau AbuIshaq Ahmad bin Ibrahim as-Sa'labi an-Naisaburi. Kitab ini terdiri atas beberapa jilid. Namun, hingga kini, hanya jilid pertama sampai dengan jilidkeempat yang dapat ditemui di perpustakaan Al-Azhar.4)Ma'alim at-Tanzil ditulis oleh Abu Muhammad al-Husain bin Masud binMuhammad al-Farra' al-Bagawi. Selain dalam bidang tafsir, ia adalah ulama4

terkemuka dalam bidang fikih dan hadis. Tafsir ini merupakan tafsir sederhana yang hanya terdiri atas satu buku.Dalam menafsirkan Al-Qur’an beliau mengutip atsar para salaf dengan meringkas sanad-sanadnya. Beliau juga membahas kaedah-kaedah tata bahasa dan hukum-hukum fiqh secara panjang lebar. Tafsir ini juga banyak memuat kisah-kisah dan cerita sehinggakita juga bisa menemukan diantaranya kisah-kisah Israiliyat yang ternyata batil (menyelisihi syariat dan tak rasional). Namun secara umum, tafsir inilebih baik dan lebih selamat dibanding sebagian kitab-kitab tafsir bil ma’tsur lain.5)Al-Muharrir al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz disusun oleh Ibnu Atiah atauAbu Muhammad Abdul Haqq bin Galib bin Atiah al-Andalusi al-Magribi al-Garnati. Karya Ibnu Atiah ini masih berbentuk manuskrip dan terdiri atas 10 jilid dan yang tersimpan di Dar al-Kutub al-Misriyyah (Mesir). Saat ini, karyatersebut hanya terdiri atas empat jilid (jilid tiga, lima, delapan, dan 10). Untuk mendukung penafsirannya, Ibnu Atiah mengemukakan contoh penggunaankata dalam sastra Arab disertai uraian yang berhubungan dengan nahu, kiraah,dan arti kata.Ibnu Khaldun menilai tafsir ini paling tinggi validitasnya.Adapun Ibnu Taimiyah dalam fatwanya mengungkapkan,”tafsir Ibnu‘Atiyyah lebih baik dibandingkan tafsir Az-Zamakhsyari, lebih shahih dalam penukilan dan pembahasannya. Juga lebih jauh dari bid’ah…”6)Tafsir Alquran al-Azim disusun oleh Ibnu Kasir. Kitab ini merupakan kitabtafsir riwayat yang sangat populer dan dipandang sebagai kitab tafsir terbaik kedua setelah kitab tafsir at-Tabari. Ibnu Kasir menafsirkan ayat Alquran berdasarkan hadis Nabi SAW yang dilengkapi dengan sanad dan sedikit penilaian terhadap rangkaian sanad hadis. Beliau menempuh metode tafsir bilma’tsur dan benar-benar berpegang padanya. Ini diungkapkan sendiri oleh beliau dalam muqaddimah tafsirnya : “bila ada yang bertanya, apa metode penafsiran yang terbaik? Jawabannya, metode terbaik ialah denganmenafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an. Sesuatu yang global di sebuahayat diperjelas di ayat lain. Bila engkau tidak menemukan penafsiran ayat itu,carilah di As-Sunnah karena ia berfungsi menjelaskan Al-Qur’an. BahkanImam Syafi’I menegaskan bahwa semua yang ditetapkan oleh Rasulullahsaw, itulah hasil pemahaman beliau terhadap Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Kitab dengankebenaran, agar engkau memutuskan perkara di antara manusia deng


Al-Jawahir al-Hisan fi Tafsir Alquran disusun oleh as-Sa'alibi atau Abu ZaidAbdurrahman bin Muhammad bin Makhluf as-Sa'alibi al-Jaza'iri al-Magribial-Maliki, seorang penganut Mazhab Maliki. Kitab ini merupakan ringkasandari kitab tafsir Ibnu Atiah disertai dengan beberapa tambahan yang diambildari tafsir-tafsir ulama sebelumnya.8)Ad-Durr al-Mansur fi at-Tafsir al-Ma'tsur karya as-Suyuti terdiri atas enam jilid. Ia menyebutkan, kitab tafsir ini berisi penafsiran Rasulullah SAW. Didalamnya, terdapat sepuluh ribu hadis, baik yang marfu' maupun yangmauquf (yang disandarkan kepada sahabat). Uraian dalam tafsir dikaitkannya pula dengan masalah kebahasaan, seperti i'rab, balagah, dan badi' (keindahansusunan kata Alquran). Tafsir ini pada dasarnya adalah ringkasan dari kitab
Tarjuman Al-Qur’an
yang beliau karang sendiri. Beliau bermaksudmeringkas hadis-hadis dengan hanya menyebutkan matannya saja tanpamenyertakan sanad yang panjang. Ini untuk menghindari kebosanan. ImamAs-Suyuthi menulis tafsir ini dengan mengutip riwayat-riwayat dari Al- bukhori, Mulim, An-Nasa’I, At-Tirmizi, Abu Daud, Ibnu Jarir, Ibnu Hatimdan lain-lain. Namun beliau tidak memilah antara riwayat shahih dan dhaif bahkan mencampur keduanya. Padahal beliau terkenal sebagai ahli riwayatdan sangat memahami seluk beluk ilmu hadis. Sehingga terkesan aneh bilakemampuan tersebut tidak dioptimalkan dalam tafsir ini. Namun berbedadengan kitab tafsir lainnya, tafsir ini merupakan satu-satunya tafsir bil matsur yang hanya memuat hadits-hadits saja.9)Mafatih al-Gaib disusun oleh Fakhruddin ar-Razi. Kitab ini terdiri atasdelapan jilid. Kedelapan jilid tersebut pada hakikatnya tidak disusunseluruhnya oleh ar-Razi. Menurut Ibnu Qadi (ahli tafsir), ar-Razi tidak pernahmenyusun tafsirnya itu secara lengkap dari awal hingga akhir, melainkandilakukan oleh beberapa mufasir


dll...baca sendiri di http://www.scribd.com/doc/67587367/Makalah-Kajian-Kitab-Tafsir-Mufassirin-Dan-ya


=================================================


begitu banyak kitab tafsir;tafsir tabarri saja sampe 30 jilid;

itu saja sudah membuktikan bahwa quran bukanlah“kitab yang jelas” (lihat Sura 5:15), “mudah dipahami” (44:58 , 54:22 , 54:32, 54:40) “dijelaskan secara terperinci” (6:114), “menuntun dengan jelas”, (5:16, 10:15) dan “tidak ada keraguan didalamnya” (2:1).


lol! lol! lol! lol! lol! lol!

kalo gak mau bodoh ya belajar lah nak, gak ada yang gak bisa kalao mau berusaha
avatar
putramentari
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 982
Reputation : 2
Points : 3369
Registration date : 2011-04-02

View user profile

Back to top Go down

Re: tafsir attabari sampe 30 jilid bukti bahwa quran bukanlah kitab yg jelas seperti diklaim awloh

Post by kermit katak lucu on Mon Jul 09, 2012 7:38 pm

kalo gak mau bodoh ya belajar lah nak, gak ada yang gak bisa kalao mau berusaha

=================

it is not the point......

tafsir attabari sampe 30 kali lebih tebal dari quran sendiri; itu membuktikan bahwa quran belom jelas,makanya perlu dijelaskan dengan tafsir; benar kan???

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7089
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: tafsir attabari sampe 30 jilid bukti bahwa quran bukanlah kitab yg jelas seperti diklaim awloh

Post by Piss on Mon Jul 09, 2012 10:07 pm

kermit katak lucu wrote:kalo gak mau bodoh ya belajar lah nak, gak ada yang gak bisa kalao mau berusaha

=================

it is not the point......

tafsir attabari sampe 30 kali lebih tebal dari quran sendiri; itu membuktikan bahwa quran belom jelas,makanya perlu dijelaskan dengan tafsir; benar kan???

huahahaha..

tul betul itu...hahahaha...

belum lagi ditambah tafsir-tafsir orang laen selain attabari...

besok gw bikin tafsir baru ahhhh huahahahaha.....

Piss
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1890
Reputation : 1
Points : 4450
Registration date : 2011-03-28

View user profile

Back to top Go down

Re: tafsir attabari sampe 30 jilid bukti bahwa quran bukanlah kitab yg jelas seperti diklaim awloh

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum