MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 5 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 5 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


saatnya membahas tentang racun

View previous topic View next topic Go down

saatnya membahas tentang racun

Post by Zhapents81 on Mon Jul 16, 2012 9:28 am

ane banyak baca trit kristen yg mengatakan muhamad mati di racun di khaibar???


Pada bulan Muharam tahun 7 H, Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam
memerintahkan kaum Muslimin untuk bersiap-siap memerangi orang Yahudi
di Khaibar. Khaibar adalah benteng pertahanan kaum Yahudi yang merupakan
wilayah pertanian dengan delapan atau lima benteng yang melindungi.
Jaraknya kira-kira seratus mil arah barat laut Madinah.

Ketika Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam mengepung benteng pertama milik mereka, Beliau Shallallâhu 'Alaihi Wasallam menunggu selama enam hari tanpa melakukan apapun. Pada malam ketujuh, Umar bin Khaththâb radhiyallâhu'anhu berhasil menangkap seorang Yahudi yang tengah keluar dari benteng dan membawanya ke hadapan Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam.




Dalam
keadaan sangat takut, orang Yahudi tersebut mengatakan: “Jika kalian
memberi jaminan keamanan kepadaku, akan aku tunjukkan kepada kalian
sesuatu cara agar kalian berhasil menaklukkan mereka”.
Selanjutnya ia mengatakan, “Penghuni benteng ini telah diliputi rasa
lelah dan jemu. Mereka mengirim anak-anak mereka ke benteng yang ada di
belakangnya. Dan mereka akan keluar menyerang kalian esok hari.”

Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda:

“Sungguh, besok aku
akan berikan panji perang kepada seorang yang mencintai Allah dan
Rasul-Nya, dan dia dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah akan
menaklukkan musuh dengan kedua tangannya."[1]



Keesokan harinya, Beliau menanyakan Ali bin Abi Thâlib radhiyallâhu'anhu. Beliau Shallallâhu 'Alaihi Wasallam diberitahu bahwa Ali radhiyallâhu'anhu mengalami rasa sakit di kedua matanya. Selanjutnya, Beliau Shallallâhu 'Alaihi Wasallam memanggil Ali radhiyallâhu'anhu
dan meludah di kedua matanya. Seketika itu juga Allah Ta’ala
menyembuhkan kedua matanya; seakan-akan tidak pernah ada rasa sakit
sebelumnya.

Kemudian, Beliau Shallallâhu 'Alaihi Wasallam memberikan panji perang kepada Ali radhiyallâhu'anhu.
Setelah itu, kaum Muslimin bergerak menyerang kaum Yahudi hingga
berhasil menaklukkan benteng tersebut. Kaum Muslimin terus menaklukkan
benteng demi benteng, hingga Allah Ta’ala menyempurnakan penaklukan
Khaibar.

Alhamdulillâh, Allah Ta’ala hinakan kaum
Yahudi dan memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin. Mereka
memperoleh harta rampasan perang yang banyak; dan mereka juga menguasai
kepemilikan tanah kaum Yahudi. Tetapi, kaum Yahudi memohon kepada Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam agar mereka tetap dibiarkan tinggal di sana dan mengolah lahan pertanian dengan imbalan separuh hasil panen. Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam pun menyetujuinya, Beliau bersabda” Kami menyetujui permohonan kalian sebatas kehendak kami.”

Pada momentum pertempuran ini, seorang wanita Yahudi memberi hadiah kepada Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam berupa daging kambing yang telah ditaburi racun. Sebagaimana disebutkan di dalam riwayat di bawah ini yang artinya:

Dari Ibnu Syihâb, ia mengatakan, “Dahulu Jâbir radhiyallâhu'anhu
menceritakan bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar yang
meracuni seekor kambing bakar. Kemudian menghadiahkannya kepada
Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam".

Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam pun mengambil paha kambing itu dan memakannya. Beberapa Sahabat pun juga ikut makan bersama Beliau. Tiba-tiba Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam berkata kepada para Sahabat, "Jangan kalian makan !." Lalu Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam mengutus seseorang untuk memanggil wanita (yang memberi kambing) itu dan wanita itu pun datang. Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam pun segera bertanya kepadanya, "Apakah kamu telah meracuni kambing ini?"

Wanita itu menjawab, "Siapa yang telah memberitahumu?"

Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Paha kambing ini yang telah mengabariku."

Wanita itu berkata, "Ya" (aku telah meracuninya).

Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bertanya lagi, "Apa yang kamu kehendaki dari perbuatanmu ini?"

Wanita itu berkata dalam hati, "Jika dia
seorang nabi, makanan pasti itu tidak akan membahayakannya. Dan jika
dia bukan seorang nabi, maka kami akan selamat dari gangguannya."

Selanjutnya Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam memaafkan wanita itu dan tidak menghukumnya.

Sebagian Sahabat yang memakan kambing itu meninggal dunia. Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam sendiri berbekam kepada Abu Hindun (bekas budak bani Bayâdhah) dengan tanduk dan pisau.

Dalam
riwayat lain disebutkan bahwa tatkala ada seorang Sahabat nabi yang
meninggal karena karena racun tersebut, maka wanita itu diperintahkan
oleh Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam agar dibunuh.[2]

Imam Nawawi rahimahullâh
berkata, “Sepertinya racun itu menyisakan tanda atau bekas, berupa
warna hitam atau yang lainnya.” Nama wanita Yahudi itu adalah Zainab
binti Hârits, istri Salâm bin Misykam, salah seorang pembesar Yahudi. (Syarh Shahîh Muslim)

Lajnah Dâimah menyatakan, “Para Ulama pakar sirah Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam
mengatakan bahwa Beliau pernah menyantap daging kambing beracun
pemberian wanita Yahudi Khaibar. Kemudian paha kambing tersebut
berbicara, memberitahu Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bahwa ia telah ditaburi racun, sehingga Beliau pun tidak melanjutkan santapannya.

Tatkala Beliau sakit keras yang menyebabkannya meninggal, Beliau bersabda:







Wahai Aisyah, aku masih bisa merasakan rasa sakit
akibat makanan yang aku makan di Khaibar
.”
(HR Abu Dâwud no. 4512; Ad-Dârimi, Al-Muqaddimah 67)


Ini merupakan mukjizat Rasulullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam. Beliau Shallallâhu 'Alaihi Wasallam
selamat dari racun yang mematikan atas pemberitahuan Allah Ta’ala
kepada Beliau bahwa daging tersebut beracun, juga laporan dari organ
kambing itu kepada Beliau.

Disebutkan pula dalam riwayat lain (selain Imam Muslim), bahwa Beliau Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Kaki ini memberitahuku bahwa kambing panggang ini beracun.”


Kesimpulan 1.Nabi tidak mati diracun karena jika beliau mati diracun maka beliau akan langsung mati di tempat sama seperti para sahabat yg memakan racun ,jaraknya cukup jauh 7 H sedangkan Nabi meninggal pada 10 H

2. Karena kuatnya racun tersebut beberapa sahabat sampai mati di tempat,tetapi nabi hanya merasakan sakit..

3. dan yg terakhir faith freedom bangsat!!!! semua hadisnya hampir gak ada yg bener benar-benar fitnah ,busuk,dan jauh dari nilai-nilai agama yg mengajarkan kejujuran,....
avatar
Zhapents81
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 253
Age : 21
Reputation : 0
Points : 2231
Registration date : 2012-06-16

View user profile

Back to top Go down

Re: saatnya membahas tentang racun

Post by Sombrero on Mon Jul 16, 2012 9:43 pm

Peristiwa Khaibar terjadi tahun 628M (tahun Ke 7) , pada saat itu Nabi di rancun, Nabi Meninggal tahun 632M, yaah, belum pernah ada dalam catatan medis modern (2012) bahwa ada racun yang mampu bertahan selama lebih dari 3 Tahun,

tuduhan kristen hanyalah NGIBUL BELAKA....

Sombrero
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 164
Age : 117
Location : ZAKARTA
Job/hobbies : Ngudag2 Orkris
Humor : Ketika wanita Samaria bertemu Jesus, dia menyapa ; 'hai Tuhan' (kok Tahu kalau Jesus tuhan?) Terjemahan LAI bikin Ngakak
Reputation : 0
Points : 2103
Registration date : 2012-07-06

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum