MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
» Diskusi dengan njlajahweb
Mon Jul 31, 2017 7:35 pm by njlajahweb

»  Quran: Allah = penipu, pembuat sesat, pembunuh
Sat Jul 15, 2017 11:09 pm by admin

» [Quran] Kebaikan Allah yang menipu
Sat Jul 15, 2017 11:08 pm by admin

»  [Quran] Allah = penipu, pembuat sesat, pendusta
Sat Jul 15, 2017 11:06 pm by admin

» Sharia in America
Sat Jul 15, 2017 11:00 pm by admin

»  ISLAMIC CIRCUS
Sat Jul 15, 2017 10:45 pm by admin

» Scientific Errors of the Qur’an
Sat Jul 15, 2017 10:36 pm by admin

» Why Muslims are so delusional?
Sat Jul 15, 2017 10:30 pm by admin

» Emangnya allah swt itu tuhan??
Sat Apr 29, 2017 9:34 am by shaggy

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 9 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 9 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

View previous topic View next topic Go down

kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

Post by kermit katak lucu on Sun Aug 19, 2012 1:42 am

kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap


Zakir Naik dalam bukunya The Qur’an and Modern Science: Compatible or Incompatible? mengklaim bahwa:

Firman Allah SWT :
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari bercahaya (sirojan) dan bulan yang meminjam cahayanya (Muniraa)”. (Q.S. Furqon : 61 )

Dalam Al-Qur ‘an Matahari “As-Syams” selalu menggunakan kata “siroja” yang artinya obor , “dhiya a” artinya cahaya kemuliaan atau “wahaj” yang berarti lampu yang hidup (pen-“wahaj di gunakan di ayat lain) Sedangkan untuk Bulan (Qomar) menggunakan kata “Nur” yang artinya pantulan cahaya, “Munira” yang artinya badan yang mengeluarkan Nur. Ini membuktikan bahwa Quran sudah mengenali perbedaan antara cahaya Matahari dan Bulan.

Pertama-tama, fakta ini telah diketahui ribuan tahun sebelum Muhammad lahir. Saat Aristoteles (384-322 SM) mendiskusikan bentuk Bumi, ia membuktikan kebulatannya dengan menunjukkan bahwa selama gerhana Bulan bayangan Bumi dapat terlihat di Bulan. Berabad-abad sebelum Muhammad, orang Yahudi sudah mengetahui bahwa Bulan hanya “meminjam cahaya” dari Matahari (Philo, abad ke-1), dan bahwa “cahaya Bulan pasti berasal dari cahaya Matahari” (Midrash Hagadol, pertengahan abad ke-1)

Kemudian, masalah terbesar dalam argumen Naik adalah bahwa makna nūr (نُور) itu hanyalah “cahaya”; tidak ada implikasi “pantulan” di kamus atau leksikon Arab manapun. Maka Naik telah membuat redefinisi baru yang tidak sesuai dengan makna Quran yang sesungguhnya.

Apabila kita tetap menggunakan redefinisi Naik, maka Allah yang memiliki sifat an-Nur berarti hanyalah sekadar “cahaya pantulan”, sementara Muhammad yang dijuluki “cahaya (siraj) yang menerangi” di Surah 33:46 merupakan sumber cahayanya. Akibatnya redefinisi ini absurd dan patut ditolak.

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7051
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

Post by kermit katak lucu on Sun Aug 19, 2012 1:43 am

http://cocologi.tumblr.com/post/25545289516/bulan-memantulkan-cahaya-matahari

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7051
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

Post by putramentari on Sun Aug 19, 2012 7:46 am

kermit katak lucu wrote:kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap


Zakir Naik dalam bukunya The Qur’an and Modern Science: Compatible or Incompatible? mengklaim bahwa:

Firman Allah SWT :
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari bercahaya (sirojan) dan bulan yang meminjam cahayanya (Muniraa)”. (Q.S. Furqon : 61 )

Dalam Al-Qur ‘an Matahari “As-Syams” selalu menggunakan kata “siroja” yang artinya obor , “dhiya a” artinya cahaya kemuliaan atau “wahaj” yang berarti lampu yang hidup (pen-“wahaj di gunakan di ayat lain) Sedangkan untuk Bulan (Qomar) menggunakan kata “Nur” yang artinya pantulan cahaya, “Munira” yang artinya badan yang mengeluarkan Nur. Ini membuktikan bahwa Quran sudah mengenali perbedaan antara cahaya Matahari dan Bulan.

Pertama-tama, fakta ini telah diketahui ribuan tahun sebelum Muhammad lahir. Saat Aristoteles (384-322 SM) mendiskusikan bentuk Bumi, ia membuktikan kebulatannya dengan menunjukkan bahwa selama gerhana Bulan bayangan Bumi dapat terlihat di Bulan. Berabad-abad sebelum Muhammad, orang Yahudi sudah mengetahui bahwa Bulan hanya “meminjam cahaya” dari Matahari (Philo, abad ke-1), dan bahwa “cahaya Bulan pasti berasal dari cahaya Matahari” (Midrash Hagadol, pertengahan abad ke-1)

Kemudian, masalah terbesar dalam argumen Naik adalah bahwa makna nūr (نُور) itu hanyalah “cahaya”; tidak ada implikasi “pantulan” di kamus atau leksikon Arab manapun. Maka Naik telah membuat redefinisi baru yang tidak sesuai dengan makna Quran yang sesungguhnya.

Apabila kita tetap menggunakan redefinisi Naik, maka Allah yang memiliki sifat an-Nur berarti hanyalah sekadar “cahaya pantulan”, sementara Muhammad yang dijuluki “cahaya (siraj) yang menerangi” di Surah 33:46 merupakan sumber cahayanya. Akibatnya redefinisi ini absurd dan patut ditolak.

mit mit, kapan pintarnya kamu nak :

3. Surat Al-Furqon ayat 61
تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وقَمَرًا مُنِيرًا
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.”
4. Surat Nuh ayat 16
وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا
“Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?”

5. Surat Yunus ayat 5
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ للهَُّ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ
الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

Ketiga ayat diatas menjelaskan bila Allah menjadikan bulan bercahaya dan matahari bersinar. Lantas, apa perbedaan keduanya? Kata Qamar selalu diikuti nuuran (cahaya) dan Syams yang diikuti Dhiyaa’an dan Siraajan (bersinar/terang dan pelita/lampu malam/kandil). Secara empiris, matahari selalu tampak bundar dan kehadirannya menyebabkan siang yang terang benderang. Berbeda dengan bulan yang tak selalu bundar, tetapi berevolusi dari melengkung dan condong yang makin tebal, separuh lingkaran, separuh lingkaran lebih sampai ketika bundar penuh yang dikenal sebagai ‘bulan purnama’.

Ditinjau dari kajian astronomi, dengan melihat komposisi massa matahari dan bulan lewat penelitian NASA dan foto-foto ruang angkasa sendiri. Bisa dikalkulasikan, bila massa matahari yang terdiri dari gugusan gas helium dan hydrogen menciptakan sumber panas yang dahsyat sehingga mampu memantulkan cahaya dan diplot menjadi pusat tata surya. Berbeda dengan bulan yang terdiri dari gugusan batuan. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Fakta ini memerlihatkan perbedaan yang cukup jelas antara matahari dan bulan. Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi. Bulan seamsal bumi sebagai benda langit yang tak menghasilkan cahaya,namun hanya memantulkan cahaya yang diterimanya. Tak ayal, Allah membedakanantara cahaya bulan dengan sinar matahari.

avatar
putramentari
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 982
Reputation : 2
Points : 3331
Registration date : 2011-04-02

View user profile

Back to top Go down

Re: kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

Post by Piss on Sun Aug 19, 2012 7:54 am

kermit katak lucu wrote:kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap


Zakir Naik dalam bukunya The Qur’an and Modern Science: Compatible or Incompatible? mengklaim bahwa:

Firman Allah SWT :
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari bercahaya (sirojan) dan bulan yang meminjam cahayanya (Muniraa)”. (Q.S. Furqon : 61 )

Dalam Al-Qur ‘an Matahari “As-Syams” selalu menggunakan kata “siroja” yang artinya obor , “dhiya a” artinya cahaya kemuliaan atau “wahaj” yang berarti lampu yang hidup (pen-“wahaj di gunakan di ayat lain) Sedangkan untuk Bulan (Qomar) menggunakan kata “Nur” yang artinya pantulan cahaya, “Munira” yang artinya badan yang mengeluarkan Nur. Ini membuktikan bahwa Quran sudah mengenali perbedaan antara cahaya Matahari dan Bulan.

Pertama-tama, fakta ini telah diketahui ribuan tahun sebelum Muhammad lahir. Saat Aristoteles (384-322 SM) mendiskusikan bentuk Bumi, ia membuktikan kebulatannya dengan menunjukkan bahwa selama gerhana Bulan bayangan Bumi dapat terlihat di Bulan. Berabad-abad sebelum Muhammad, orang Yahudi sudah mengetahui bahwa Bulan hanya “meminjam cahaya” dari Matahari (Philo, abad ke-1), dan bahwa “cahaya Bulan pasti berasal dari cahaya Matahari” (Midrash Hagadol, pertengahan abad ke-1)

Kemudian, masalah terbesar dalam argumen Naik adalah bahwa makna nūr (نُور) itu hanyalah “cahaya”; tidak ada implikasi “pantulan” di kamus atau leksikon Arab manapun. Maka Naik telah membuat redefinisi baru yang tidak sesuai dengan makna Quran yang sesungguhnya.

Apabila kita tetap menggunakan redefinisi Naik, maka Allah yang memiliki sifat an-Nur berarti hanyalah sekadar “cahaya pantulan”, sementara Muhammad yang dijuluki “cahaya (siraj) yang menerangi” di Surah 33:46 merupakan sumber cahayanya. Akibatnya redefinisi ini absurd dan patut ditolak.



huahahahaha...


biasalah muslim..huahahaha...

ngikutin nabinya yang juga penipu itu huahahahaha..

huahahahahaha...

kayak si shella muslim yang pura-pura mau jadi mualaf..

huahahahahha

Piss
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1890
Reputation : 1
Points : 4412
Registration date : 2011-03-28

View user profile

Back to top Go down

Re: kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

Post by kermit katak lucu on Mon Aug 20, 2012 6:46 pm

3. Surat Al-Furqon ayat 61
تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وقَمَرًا مُنِيرًا
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.”
4. Surat Nuh ayat 16
وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا
“Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?”

5. Surat Yunus ayat 5
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ للهَُّ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ
الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”

================================================

bagian mana dari ketiga ayat di atas yg berarti bulan memantulkan cahaya??????????????????


lol! lol! lol! lol! lol! lol! lol! lol!

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7051
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

Post by F-23 on Tue Aug 21, 2012 1:12 am


[center]


avatar
F-23
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 155
Reputation : -1
Points : 2116
Registration date : 2012-06-15

View user profile

Back to top Go down

Re: kebohongan zakir naik soal cahaya bulan terungkap

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum