MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
» Emangnya allah swt itu tuhan??
Sat Apr 29, 2017 9:34 am by shaggy

» Asal Usul Islam - Sebuah Kritik Sejarah
Tue Apr 18, 2017 8:31 am by Frontline Defender

» Allah SWT pun bisa malu
Tue Apr 18, 2017 8:22 am by Frontline Defender

» Apakah Qur'an itu Firman Illahi yang Abadi, Utuh, Komplit sejak Abad 7M?
Tue Apr 18, 2017 8:20 am by Frontline Defender

» The Choice by Ahmad Deedat
Tue Feb 28, 2017 5:17 am by njlajahweb

» Bukti Yesus Bukan Tuhan
Tue Feb 28, 2017 5:14 am by njlajahweb

» Diskusi dengan njlajahweb
Tue Feb 28, 2017 5:12 am by njlajahweb

» pendeta merangkap jadi germo PSK
Wed Feb 08, 2017 8:45 pm by njlajahweb

» CUKUP 1 PERTANYAAN UNTUK ATHEIS
Wed Feb 08, 2017 8:39 pm by njlajahweb

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 14 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 14 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

View previous topic View next topic Go down

bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by kermit katak lucu on Sun Sep 02, 2012 10:04 pm

bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh








Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan



lol! lol! lol!

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7001
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by you7tube7com on Mon Sep 03, 2012 4:52 am

kermit katak lucu wrote:bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh








Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan



lol! lol! lol!

TIDAK AKAN PERNAH........... !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ISLAM MELARANG BUNUH DIRI, BERODSA HUKUMNYA KALO BUNUH DIRI.....
DAN ITU BUKAN JIHAD...... JIHAD YG SALAH...... JIHAD YG BUKAN AJARAN ISLAM.....

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 6063
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by Piss on Mon Sep 03, 2012 5:52 am

you7tube7com wrote:
kermit katak lucu wrote:bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh








Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan



lol! lol! lol!

TIDAK AKAN PERNAH........... !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ISLAM MELARANG BUNUH DIRI, BERODSA HUKUMNYA KALO BUNUH DIRI.....
DAN ITU BUKAN JIHAD...... JIHAD YG SALAH...... JIHAD YG BUKAN AJARAN ISLAM.....


huahahahahahaha....

ente bisa berdalih apa saja huahahaha....

tapi kenyataan berbicara jauh lebih keras dari kata-kata...

huahahahaha...

musibah lil alamin adalah kenyataan..

huahahahaha...

Piss
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1890
Reputation : 1
Points : 4362
Registration date : 2011-03-28

View user profile

Back to top Go down

Re: bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by kermit katak lucu on Mon Sep 03, 2012 8:10 am

Dikumpulkan oleh: Farid Nu’man

Berikut ini akan saya kumpulkan fatwa-fatwa ulama dunia tentang bom syahid, yang ternyata merupakan pandangan jumhur (mayoritas) ulama, bahwa mereka memperbolehkannya. Hanya sedikit ulama yang menyebutnya itu adalah bom bunuh diri. Sayangnya fatwa-fatwaUlama Ahlus Sunnah ini nampaknya juga tidak dihargai bahkan dilecehkan oleh kalangan yang bermulut tajam, bahkan oleh Luqman Ba’abduh disebut fatwa bodoh. Begitu pula oleh Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam salah saru ceramahnya dalam YOUTUBE, dia meyesat-nyesatkan fatwa tersebut.

Nah inilah para ulama yang mereka anggap fatwanya sesat dan bodoh tersebut.

Fatwa Syaikh Muhadist Muhammad Nashirudin al Albany Rahimahulloh

Didalam Shahih Mawarid Azh Zham’an oleh Syaikh al AlBany (dipublikasikan setelah beliau wafat), dia berkata pada bab kedua, halaman 119, setelah menjelaskan hadits populer Abu Ayyub, mengenai firman Alloh walaa tulqu bi aydiikum ilat-tahlukah, dia berkata :

“Dan ini adalah kisah populer yang menjadi bukti yang sekarang dikenal sebagai operasi bunuh diri dimana beberapa pemuda Islam pergi lakukan terhadap musuh-musuh Alloh, akan tetapi aksi ini diperbolehkan hanya pada kondisi tertentu dan mereka melakukan aksi ini untuk Alloh dan kemenangan agama Alloh, bukan untuk riya, reputasi, atau keberanian, atau depresi akan kehidupan”

Sumber: http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/

Selanjutnya beliau juga berkata:

Ketika ditanya mengenai aksi bom Syahid Syaikh al Albany menjawab:

Itu bukanlah bom bunuh diri, bunuh diri adalah dimana ketika seorang muslim membunuh dirinya untuk menyelamatkan diri dari kesusahan hidupnya atau sesuatu yang sama seperti itu, sejauh yang kamu tanyakan itu, itu adalah jihad untuk Alloh,

akan tetapi kita harus mempertimbangkan aksi ini tidak bisa dilakukan secara individual tanpa di desain oleh seseorang yang menjadi ketua yang mempertimbangkan apakah itu menguntungkan Islam dan kaum muslimin, dan jika Amir memutuskan untuk kehilangan mujahid tadi lebih menguntungkandibandingkan unuk menahannya, terutama jika hal itu menyebabkan kerusakan musuh, kemudian pendapat Amir tersebut terjamin bahkan walaupun si mujahid tadi tidak senang dengan dengan hal itu, maka dia harus mematuhinya..

Syaikh al Albany kemudian melanjutkan

Bunuh diri adalah salah satu dosa besar, ini jika seseorang mati karena dia menginginkan untuk ngakhiri dunianya…, dan jika untuk berjihad maka itu bukanlah bunuh diri,


didalam kisah para sahabat radhiAllohu ‘anhum sering dilakukan untuk melawan jumlah musuh yang besar oleh mereka..

Rekaman Audio: http://www.fatwa-online.com/audio/other/oth010/0040828_2.rm

Fatwa Syaikh Al-Allamah Shalih bin Ghanim As-Sadlan

Syaikh Masyhur bin Hasan 'Allu Salman berkata, Sesudah menjelaskan keharaman aksi bom bunuh diri ini dari Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan mengatakan, Kemudian kita datang kepada beberapa gambaran dari aksi-aksi bunuh diri, yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan tujuan memancing kemarahan musuh.

Walaupun perbuatan ini tidak memajukan atau memundurkan, tetapi dengan banyaknya aksi-aksi ini bisa jadi akan melemahkan musuh atau membuat takut mereka. Aksi-aksi bunuh diri ini berbeda dari pelaku yang satu dengan pelaku yang lainnya. Kadang-kadang orang yang melakukan aksi bom bunuh diri ini terpengaruh oleh orang-orang yang membenarkan perbuatan ini, maka dia melakukannya dengan niat berperang, berjihad dan membela suatu keyakinan. Jika yang dibela benar, dan dia melakukannya dengan landasan pendapat orang yang membolehkannya maka bisa jadi dia tidak dikatakan bunuh diri; karena dia berudzur dengan apa yang dia dengar.( Koran Al-Furqon Kuwait, 28 Shafar, edisi 145, hal. 21 dengan perantaraan Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin,hal. 62.)

http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/26/fatwa-syaikh-al-allamah-shalih-bin-ghanim-as-sadlan-mengenai-bom-syahid/

Fatwa Asy- Syaikh Abdullah bin Humaid

Di suatu sore hari, pada tahun 1400 H, pada saat Syaikh Abdullah bin Humaid Rahimahullohu Ta’ala –mantan Hakim Agung di Makkah Al-Mukarramah– sedang memberikan ceramah di samping pintu masuk ke sumur Zamzam di dekat Ka’bah Al-Musyarrafah, ada seseorang yang bertanya tentang hukum aksi bom syahid. Orang tersebut berkata, “Wahai Syaikh yang mulia, apakah hukumnya dalam Islam jika ada seorang muslim yang mengenakan seperangkat peledak, kemudian dia menyusup ke dalam sekumpulan musuh kaum muslimin dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh sebanyak mungkin dari musuh tersebut?”


Syaikh menjawab, “Alhamdulillah, sesungguhnya aksi individu seorang muslim yang membawa seperangkat bahan peledak, kemudian dia menyusup ke dalam barisan musuh dan meledakkan dirinya dengan maksud untuk membunuh musuh sebanyak mungkin dan dia sadar bahwa dia adalah orang yang pertama kali terbunuh; saya katakan; bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah termasuk bentuk jihad yang disyariatkan. Dan, insya Alloh orang tersebut mati syahid.” (Dikutip dari Al-‘Amaliyyat Al-Istiyhadiyyah fi Al-Mizan Al-Fiqhiy/DR. Nawaf Hail Takruri/hlm 101-102/penerbit Dar Al-Fikr, Beirut/Cetakan kedua edisi revisi/1997 M –1417 H.)


Fatwa Asy-Syaikh Hamuud Bin 'Uqla Asy-Syu’aibi Tentang Bom Syahid

Al-Allamah Fadhilah Syaikh Hamuud bin ‘Uqla Asy-Syu’aibi, (Rahimahulloh)

Mujahidin di Palestina, Chechnya dan selain keduanya di negeri-negeri Muslim melaksanakan Jihad demi mengalahkan musuh-musuh mereka dengan satu methode yang disebut Istisyhadiyah. Operasi Istisyhadiyah ini dilakukan dengan cara mengikatkan bahan peledak pada tubuh mereka, atau diletakkan dalam kantongnya atau alat-alat yang ada pada dirinya atau juga dalam mobilnya yang dipenuhi dengan explosive kemudian meledakkan dirinya ditengah sekumpulan musuh atau tempat-tempat musuh dan yang semisalnya, atau dengan berpura-pura menyerah kepada musuh kemudian dia meledakkan dirinya dengan tujuan memperoleh kesyahidan dan memerangi musuh serta menimbulkan kerugian pada mereka.

Bagaimanakah hukum operasi seperti itu? Dan apakah hal tersebut termasuk perbuatan bunuh diri ? Apapula perbedaan antara bunuh diri dan operasi Istisyhadiyah ?.Jazaakumullahu Khair, dan semoga Alloh memberikan ampunan-Nya kepada anda..

Jawab :

Segala puji bagi Alloh, Rabb (Tuhan) semesta alam,shalawat dan Salam atas semulia-mulia Nabi dan Rasul, nabi kita Muhammad s.a.w, juga atas keluarganya dan sahabatnya,seluruhnya. Selanjutnya:

Sebelum menjawab pertanyaan ini, seyogyanya anda mengetahui bahwa operasi yang disebut ini, merupakan masalah semasa (kontemporer) yang dimasa lalu methode seperti ini tidak didapati. Dan memang setiap zaman memiliki karakteristik permasalahan tersendiri yang timbul di zaman itu. Karena itu para ulama berijtihad dengan memperhatikan nash-nash dan keumumannya, serta perbincangan mengenai hal tersebut dan fakta-fakta yang menyerupainya juga, bagaimana fatwa Ulama Salaf mengenai hal berkenaan.


Firman Alloh:


“Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab” (Al-An’am : 3)

Dan Rasululloh s.a.w bersabda tentang Al-Qur’an:


“Di dalamnya terdapat keputusan terhadap urusan di antara kalian”

Amaliyah (operasi) Istisyhadiyah yang tersebut di atas adalah amalan Masyru’ (disyari’atkan dalam Islam) dan merupakan bagian dari Jihad Fie Sabilillah jika pelakunya memiliki niat yang ikhlas. Operasi inipun termasuk methode yang paling berhasil dalam Jihad Fie Sabilillah melawan musuh-musuh dien ini, karena dengan wasilah seperti terjadilah kerugian dan kerusakan pada musuh, baik berupa terbunuhnya orang-orang kafir atau terluka, sekaligus menimbulkan kengerian dan ketakutan pada mereka. Juga, dalam operasi istisyhad ini nyata, terlihatlah keberanian dan kekuatan hati kaum Muslimin dalam menghadapi kaum kafir, dan merontokkan hati musuh-musuh Islam, sekaligus menghinakan mereka dan mengakibatkan kedongkolan dalam jiwa-jiwa mereka, dan hal-hal lainnya yang merupakan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, yang semuanya itu merupakan maslahat-maslahat Jihadiyah.

Masyru’iyat operasi-operasi tersebut dibuktikan dengan adanya dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan Ijma’ juga dengan adanya beberapa fakta yang terjadi di dalamnya serta fatwa Salafush Sholeh mengenai hal ini, sebagaimana akan disebutkan kemudian, Insya Alloh.


Pertama : Dalil-dalil Qur’an

Firman Alloh:

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Alloh; dan Alloh Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (Al-Baqarah : 207)



Sesungguhnya sahabat r.a menerapkan ayat ini ketika seorang Muslim seorang diri berjibaku menerjang musuh dengan bilangan yang banyak yang dengan itu nyawanya dalam kondisi berbahaya, sebagaimana Umar bin Khaththab dan Abu Ayub Al-Anshari juga Abu Hurairah radhiyAllohu ‘Anhum sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidizy dan Ibnu Hibban serta Al-Hakim menshahihkannya ( Tafsir Al-Qurthubi 2/361)

Firman Alloh :

“Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Alloh; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” ( At-Taubah 111 )Ibnu Katsir -semoga Alloh merahmatinya- berkata: Kebanyakan (Ulama/Mufassir) berpendapat bahwa ayat tersebut berkenaan dengan setiap Mujahid Fie Sabilillah.

Firman Alloh :

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alloh niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al-Anfal : 60)

Alloh berfirman terhadap mereka yang merusak perjanjian :

“Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran” (Al-Anfal:57).


Kedua: Dalil-dalil dari As-Sunnah:

Hadits Ghulam (pemuda) yang kisahnya terkenal, terdapat dalam Shahih Bukhari, ketika ia menunjukkan musuh cara membunuh dirinya, lalu musuh itupun membunuhnya, sehingga ia mati dalam keadaan syahid di jalan Alloh. Maka operasi seperti ini merupakan salah satu jenis Jihad, dan menghasilkan manfaat yang besar, dan kemaslahatan bagi kaum Muslimin, ketika penduduk negeri itu masuk kepada dien(agama) Islam, yaitu ketika mereka berkata : “Kami beriman kepada Rabb (Tuhan) nya pemuda ini”.

Petunjuk (dalil) yang dapat di ambil dari hadits ini adalah bahwa Pemuda (Ghulam) tadi merupakan seorang Mujahid yang mengorbankan dirinya dan rela kehilangan nyawa dirinya demi tujuan kemaslahatan kaum Muslimin. Pemuda tadi telah mengajarkan mereka bagaimana cara membunuh dirinya, bahkan mereka sama sekali tidak akan mampu membunuh dirinya kecuali dengan cara yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut, padahal cara yang ditunjukkan itu merupakan sebab kematian dirinya, akan tetapi dalam konteks Jihad hal ini diperbolehkan.

Operasi sedemikian ini diterapkan oleh Mujahidin dalam Istisyhad (operasi memburu kesyahidan), kedua-duanya memiliki inti masalah yang sama, yaitu menghilangkan nyawa diri demi kemaslahatan jihad. Amalan-amalan seperti ini memiliki dasar dalam syari’at Islam. Tak ubahnya pula dengan seseorang yang hendak melaksakanan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar di suatu tempat dan menunjukkan manusia kepada Hidayah sehingga dia terbunuh di tempat tersebut, maka dia dianggap sebagai seorang Mujahid yang Syahid, ini seperti sabda Nabi s.a.w:
“Jihad yang paling utama adalah mengatakan Al-haq di depan penguasa yang Jaa-ir (jahat)”

Amaliyah yang dilakukan oleh Bara bin Malik dalam pertempuran di Yamamah. Ketika itu ia diusung di atas tameng yang berada di ujung-ujung tombak, lalu dilemparkan ke arah musuh, diapun berperang (di dalam benteng) sehingga berhasil membuka pintu Benteng. Dalam kejadian itu tidak seorangpun sahabat r.a menyalahkannya. Kisah ini tersebut dalam Sunan Al-Baihaqi, dalam kitab As-Sayru Bab At-Tabarru’ Bit-Ta’rudhi Lilqatli (9/44), tafsir Al-Qurthubi (2/364), Asaddul Ghaabah (1/206), Tarikh Thabari.

Operasi yang dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa dan Al-Ahram Al-Asadi, dan Abu Qatadah terhadap Uyainah bin Hishn dan pasukannya. Dalam ketika itu Rasululloh s.a.w memuji mereka, dengan sabdanya: “Pasukan infantry terbaik hari ini adalah Salamah” (Hadits Muttafaqun ‘Alaihi /Bukhari-Muslim).

Ibnu Nuhas berkata : Dalam hadits ini telah teguh tentang bolehnya seorang diri berjibaku ke arah pasukan tempur dengan bilangan yang besar, sekalipun dia memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya akan terbunuh.Tidak mengapa dilakukan jikan dia ikhlas melakukannya demi memperoleh kesyahidan sebagaimana dilakukan oleh Salamah bin Al-’Akwa, dan Al-Akhram Al-Asaddi. Nabi s.a.w tidak mencela, sahabat r.a tidak pula menyalahkan operasi tersebut. Bahkan di dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa operasi seperti itu adalah disukai, juga merupakan keutamaan. Rasululloh s.a.w memuji Abu Qatadah dan Salamah sebagaimana disebutkan terdahulu.Dimana masing-masing dari mereka telah menjalankan operasi Jibaku terhadap musuh seorang diri (Masyari’ul Asywaq 1/540)

Apa yang dilakukan oleh Hisyam bin Amar Al-Anshari, ketika dia meneroboskan dirinya di antara Dua pasukan, menerjang musuh seorang diri dengan bilangan musuh yang besar, waktu itu sebagian kaum Muslimin berkata: Ia menjerumuskan dirinya dalam kebinasaan, Umar bin Khaththab r.a membantah klaim sebagian kaum Muslimin tersebut, begitu juga Abu Hurairah r.a, lalu keduanya membaca ayat: “Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhaan Alloh…” (Al-Baqarah 207 )

Al-Mushannif Ibnu Abi Syaibah (5/303,222), Sunan Al-Baihaqi (9/46). Abu hadrad Al-Aslami dan Dua orang sahabatnya menerjangkan diri ke arah pasukan besar, tidak ada orang ke-empat selain mereka bertiga, akhirnya Alloh memenangkan kaum Muslimin atas kaum Musyrikin. Ibnu Hisyam menyebut riwayat ini dalam kitab sirahnya. Ibnu Nuhas menyebutnya dalam Al-Masyaari’ (1/545).

Operasi yang dilakukan oleh Abdullah bin Hanzhalah Al-Ghusail, ketika ia berjibaku menerjang musuh dalam salah satu pertempuran, sedangkan baju besi pelindung tubuhnya sengaja ia buang, kemudian kaum kafir berhasil membunuhnya. Disebutkan oleh Ibnu Nuhas dalam Al-Masyari’ (1/555).

Imam Al-Baihaqi dalam As-Sunan (9/44) menukil tentang seorang lelaki yang mendengar sebuah hadits dari Abu Musa :”Jannah (syurga) itu berada di bawah naungan pedang” Lalu lelaki itu memecahkan sarung pedangnya, lantas menerjang musuh seorang diri, berperang sampai ia terbunuh.

Kisah Anas bin Nadhar dalam salah satu pertempuran Uhud, katanya: “Aku sudah terlalu rindu dengan wangi jannah (syurga)” kemudian ia berjibaku menerjang kaum Musyrikin sampai terbunuh. (Muttafaqun ‘Alaihi).

http://salafiharoki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-asy-syaikh-hamud-bin-uqla-asy-syuaibi-tentang-operasi-istisyhaadiyah/

Fatwa Syaikh Yusuf al Qaradhawy

“Saya ingin katakan di sini bahwa operasi-operasi ini adalah termasuk cara yang paling jitu dalam jihad fisabilillah. Dan ia termasuk bentuk teror yang diisyaratkan dalam Al Qur'an dalam sebuah firman Alloh Ta'ala yang artinya:"Dan persiapkanlah kekuatan apa yang bisa kamu kuasai dan menunggang kuda yang akan bisa membuat takut musuh-musuh Alloh dan musuhmu." (QS. Al Anfal: 60).

Penamaan operasi ini dengan nama "bunuh diri" adalah sangat keliru dan menyesatkan. Ia adalah operasi tumbal heroik yang bernuansa agamis, ia sangat jauh bila dikatakan sebagai usaha bunuh diri. Juga orang yang melakukannya sangat jauh bila dikatakan sebagai pelaku bunuh diri.

Orang yang bunuh diri itu membunuh dirinya untuk kepentingan pribadinya sendiri. Sementara pejuang ini mempersembahkan dirinya sebagai korban demi agama dan umatnya. Orang yang bunuh diri itu adalah orang yang pesimis atas dirinya dan atas ketentuan Alloh, sedangkan pejuang ini adalah manusia yang seluruh cita-citanya tertuju kepada rahmat Alloh Ta’ala.

Orang yang bunuh diri itu ingin menyelesaikan dari dirinya dan dari kesulitannya dengan menghabisi nyawanya sendiri, sedangkan seorang mujahid ini membunuh musuh Alloh dan musuhnya dengan senjata terbaru ini yang telah ditakdirkan menjadi milik orang-orang lemah dalam menghadapi tirani kuat yang sombong. Mujahid itu menjadi bom yang siap meledak kapan dan di mana saja menelan korban musuh Alloh dan musuh bangsanya, mereka (baca: musuh) tak mampu lagi menghadapi pahlawan syahid ini. Pejuang yang telah menjual dirinya kepada Alloh, kepalanya ia taruh di telapak tangan-Nya demi mencari syahadah di jalan Alloh.

Para pemuda pembela tanah airnya, bumi Islam, pembela agama, kemuliaan dan umatnya, mereka itu bukanlah orang-orang yang bunuh diri. Mereka sangat jauh dari bunuh diri, mereka benar-benar orang syahid. Karena mereka persembahkan nyawanya dengan kerelaan hati di jalan Alloh; selama niatnya ikhlas hanya kepada Alloh saja; dan selama mereka terpaksa melakukan cara ini untuk menggetarkan musuh Alloh Ta'ala, yang jelas-jelas menyatakan permusuhannya dan bangga dengan kekuatannya yang didukung oleh kekuatan besar lainnya.”

Bahkan Syaikh al Qaradhawy menguatkan pendapatnya dengan pandangan ulama klasik yang juga membolehkan aksi sejenis bom syahid, yakni pandangan Imam al Jashash, Imam al Qurthubi Imam ar Razi, Imam Ibnu Katsir, Imam ath Thabari, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Asy Syaukani, Syaikh Rasyid Ridha, dan lain-lain.

Pada akhir fatwanya, dia berkata:

“Saya (Al Qardhawi) yakin kebenaran itu sudah sangat jelas sekali, cahaya pagi itu sudah nampak bagi yang punya indera. Semua pendapat di atas membantah mereka yang mengaku-aku pintar, yang telah menuduh para pemuda yang beriman kepada Tuhannya kemudian bertambah yakin keimanannya itu. Mereka telah menjual dirinya untuk Alloh, mereka dibunuh demi mempertaruhkan agama-Nya. Mereka menuduhnya telah membunuh diri dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Mereka itu, insya Alloh, adalah para petinggi syahid di sisi Alloh. Mereka adalah elemen hidup yang menggambarkan dinamika umat, keteguhannya untuk melawan, ia masih hidup bukan mati, masih kekal tidak punah. Seluruh apa yang kami minta di sini adalah: seluruh operasi itu dilakukan setelah menganalisa dan menimbangkan sisi positif dan negatifnya. Semua itu dilakukan melalui perencanaan yang matang sekali di bawah pengawasan kaum muslimin yang mumpuni . Kalau mereka melihat ada kebaikan, segera maju dan bertawakkal kepada Alloh. Karena Alloh SWT berfirman yang artinya:"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, maka sesungguhnya Alloh itu Maha Agung dan Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal: 49)”

(Fatawa Mu’ashirah, hal. 503-505, Jld. 3. Cet.1, Darul Qalam, Kairo)
disarikan dari Situs http://abuhudzaifi.multiply.com/
Diposkan oleh Dakwah Tauhid_Jihad di 11:32 0 komentar
Fatwa Bom Isytihadiyyah

oleh: Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani al-Jawy

الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره، ونعوذ بالله تعالى من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلن تجد له ولياً مرشداً، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، خصنا بخير كتاب أنزل وأكرمنا بخير نبي أرسل، وجعلنا بالإسلام خير أمة أخرجت للناس، نأمر بالمعروف وننهى عن المنكر ونؤمن بالله، جعلنا بالإسلام أمة وسطا لنكون شهداء على الناس ويكون الرسول علينا شهيدا، وأشهد أن سيدنا وإمامنا وأسوتنا وحبيبنا ومعلمنا محمدا عبد الله ورسوله، أدى الأمانة وبلغ الرسالة ونصح للأمة وجاهد في الله حق جهاده وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك، فمن يطع الله ورسوله فقد رشد ومن يعص الله ورسوله فلا يضر إلا نفسه، ولا يضر الله شيئا، (إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها ومن شكر فإنما يشكر لنفسه ومن كفر فإن ربي غني كريم)، اللهم صل وسلم وبارك على هذا الرسول الكريم، وعلى آله وصحابته، وأحينا اللهم على سنته وأمتنا على ملته واحشرنا في زمرته مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا، أما بعد،،،

أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون ،

Saya menyeru diri saya dan saudara-saudara / saudari semua agar marilah sama-sama kita bertaqwa dan terus bertaqwa kepada Alloh sehingga ke titisan darah yang terakhir. فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون . Dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.

Kematian seseorang itu berbeza-beza sebabnya, tetapi kematian itu hanyalah satu. Seorang penyair berkata :
وَمَنْ لَمْ يَمُتْ بِالسَّيْفِ مَاتَ بِغَيْرِه # تَنَوَّعَتِ الأسْبَابُ والمَوْتُ وَاحِد

Barangsiapa yang tidak mati kerana pedang, akan mati kerana sebab lainnya
Bermacam-macam ragam sebab yang datang, namun matinya sekali cuma

Sebaik-baik mati adalah mati dalam beriman kepada Alloh. Dan mati yang paling agung sekali ialah mati syahid fi sabilillah yang ganjarannya tidakl ternilai di sisi Alloh azza wa jalla.

Syahid itu ada tiga macam :

1- Syahid Akhirat – orang yang mati kerana menderita sakit perut, mati terbakar, mati kerana penyakit taun, mati kerana ditimpa robohan dll sebagaimana yang disebutkan dalam hadith-hadith. Mereka ini semua dimandikan, dikafankan dan disembahyangkan ke atas mereka. Akan tetapi mereka akan tetap dapat pahala syahid di Akhirat.

2- Syahid Dunia – orang yang dilaksanakan ke atasnya hukum-hakam syahid di dunia ini. Inilah syahid yang hakiki pada pandangan Syara’. Mereka ini tidak dimandikan dan tidak dikafankan bahkan ditanam dengan baju dan darahnya. Akan tetapi, kadang-kadang tiada baginya pahala di Akhirat yang selayaknya untuk para syuhada jika sekiranya niatnya semasa berperang melawan kuffar tadi semata-mata untuk dapatkan kepentingan duniawi.

3- Syahid Dunia & Akhirat – Iaitu orang yang berperang untuk menjadikan kalimah Alloh ianya yang tertinggi, ikhlas kepada Alloh dalam perjuangan, sentiasa mara dan tidak mundur dalam mengahadpi musuh. Yang ini juga tidak dimandikannya, tidak dikafankan, dikebumikan dengan bajunya dan darahnya. Ia memperoleh pahala yang besar di sisi Alloh di Akhirat kelak. Dan inilah syahid yang paling tinggi nilainya di sisi Alloh. Dan syahid inilah yang berlaku di Palestin sekarang ini.

Sidang Jumaat sekalian,

Rabitah Ulama Palestin (Persatuan Ulama Palestin) pada 5 Mei 2001 bersamaan 11 Safar 1422H telah mengeluarkan fatwa bahawa perbuatan rakyat Palestin mengebom diri sendiri di komuniti Israel adalah “amaliyyah istiyshaadiyyah عملية استشهادية ” (operasi mati syahid) dan jihad fi sabilillah. Ini adalah kerana dengan berbuat demikian, ia boleh membuat Israel marah dengan sebab pembunuhan & kecederaan, boleh mencampakkan rasa gerun ke dalam hati mereka, menakut-nakutkan mereka, menghancurkan mereka, menggoncangkan foundation daulah mereka supaya mereka memikirkan untuk meninggalkan Palestin, supaya bilangan pendatang tanpa izin ( مهاجر غير شرعي ) daripada kalangan Yahudi luar ke Palestin berkurangan, supaya mereka mengahadapi kerugian material yang besar, supaya kuku-kuku besi mereka yang sentiasa mencengkam menjadi tumpul & semangat mereka menjadi lemah selemah-lemahnya.

Fatwa ini berdasarkan dalil daripada Al-Quran, Hadith dan Ijma Ulama.

1- Al-Quran :

i – Firman Alloh S.W.T. dalam surah at-Taubah : 111

إنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنَ المُؤْمِنِيْنَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِيْ التَّوراةِ والإنْجِيْلِ والْقُرْآن وَمَنْ أوْفَىْ بِعَهْدِهِ مِنَ اللهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الذِيْ بَايَعْتُمْ بِه وَذلِكَ هُوَ الفَوْزُ العَظِيْم

Maksudnya : “Sesungguhnya Alloh telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Alloh, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Alloh di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Alloh ? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

ii- Firman Alloh S.W.T. dalam surah al-Anfaal : 60

وَأَعِدُّوْا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِيْنِ مِنْ دُوْنِهِمْ لا تَعْلَمُوْنَهُمْ اللهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأنْتُمْ لا تُظْلَمُوْنَ

Maksudnya : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka dengan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alloh nescaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.”

iii- Firman Alloh S.W.T. dalam surah at-Taubah : 120

وَلاَ يَطَئُوْنَ مَوْطِئًا يَغِيْظُ الكُفَّارَ وَلا يَنَالُوْنَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلاً إلاَّ كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إنَّ اللهَ لاَ يُضِيْعُ أجْرَ المُحْسِنِيْنَ

Maksudnya : “…dan tidak patut (juga) mereka tidak menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal yang soleh. Sesungguhnya Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”

2- Sunnah

i - جاء في الحديث الشريف الذي رواه الحاكم : أن رجلا قال يا رسول الله ، أرأيتَ لو انغَمَسْتُ في المشركين وقاتلتُهم حتى قُتلتُ ؟ إلى الجنة ؟ قال : نعم ، فانغمسَ الرجل في صف المشركين فقاتل حتى قتل

Maksudnya : “Dalam hadith yang diriwayatkan oleh al-Hakim : Bahawa seorang lelaki telah berkata kepada Rasululloh S.A.W. : wahai Rasul Alloh, apakah hukum kalau saya terjun dalam (komuniti) musyrikin dan fight / berlawan dengan mereka sehingga saya terkorban ? (Adakah akan) ke syurga? Baginda menjawab : Ya. Lalu terjun / masuklah laki-laki tadi ke dalam saf musyrikin, berlawan dengan mereka hinggalah ia terkorban (syahid).”

Bukan seorang sahaja sahabat yang berbuat demikian pada zaman Nabi S.A.W dalam perang Uhud dan nabi S.A.W. tak pernah melarangnya, bahkan memberikan khabar gembira dengan janji syahid kepada mereka yang minta izin daripada baginda untuk keluar berjihad.

ii – Rasululloh S.A.W juga ada bersabda :

مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْد ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْد ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْد ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ أهْلِهِ فَهُوَ شَهِيْد

Maksudnya : “Barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan hartanya, maka ia adalah syahid, barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan darahnya, dia adalah syahid, barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan agamanya, dia adalah syahid (dan) barangsiapa yang terbunuh kerana mempertahankan ahli keluarganya, maka ia (juga) adalah syahid.”




_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7001
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Re: bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by kermit katak lucu on Mon Sep 03, 2012 8:16 am

3 – Ijma’ Ulama

Ulama telah bersepakat menyatakan bahawa kalau ada seorang muslim bertindak melawan 1000 musuh, sekiranya ia mengidami untuk mengalahkan mereka atau meggentarkan mereka, maka tidak mengapa dengan demikian itu kerana qasad ia berbuat demikian ialah untuk menghancurkan musuh Islam, berdasarkan firman Alloh taala تُرْهِبُوْنَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِيْنِ مِنْ دُوْنِهِمْ

Syeikhul-Islam Ibn Taimiyyah dalam fatwanya yang masyhur tentang memerangi tentera Tatar berdalilkan hadith yang diriwayatkan Muslim dalam Sahih nya mengenai kisah Ashabul-Ukhdud (iaitu cerita mengenai seorang anak yang diperintahkan supaya bunuh diri sendiri kerana kemaslahatan untuk menzahirkan agama Islam. Seorang raja yang mengaku dirinya tuhan telah bertindak untuk membunuh anak yang beragama Tauhid, namun tidak pernah berjaya walaupun telah dihantar ke puncak gunung dan juga ke tengah lautan. Anak tadi masih boleh pulang dalam keadaan selamat sempurna. Lalu, anak kecil tadi berkata kepada raja : Jika tuan mahu membunuh saya, tuan suruh orang ramai berkumpul di satu tempat. Kemudian tuan suruh naikkan daku ke atas kayu palang (salib), lalu tuan ambil satu anak panah kepunyaanku dari dalam busurnya. Kemudian tuan bidik aku dengan tepat, lalu tuan bacalah بِسْمِ رَبِّ الغُلام “Dengan nama Alloh, Tuhan anak kecil ini”. Dengan berbuat demikian, barulah tuan dapat membunuhku. Permintaannya dilakukan oleh raja, beliau memanahnya, tepat kena pada jantungnya dan terkulailah ia lalu mati. Tiba-tiba terloncatlah dari mulut seluruh yang hadir ; آمَنَّا بِرَبِّ الغُلام “Kami semua beriman dengan Tuhan anak kecil ini”. Daripada peristiwa ini, seorang anak kecil yang kuat imannya telah terkorban tetapi gantinya yang datang lebih seorang, semuanya beriman dengan Alloh S.W.T.).

Imam Al-Ghazali, hujjatul Islam dalam Ihya Ulumiddinnya berkata, tiada khilaf bahawa seorang muslim secara sendirian boleh menyerang barisan kuffar, meskipun ia tahu bahawa dia akan terkorban.

Imam Nawawi juga berkata, harus terjun ke dalam golongan kuffar, dan مجابهة / konfrontasi untuk syahid adalah harus, tiada karahah (makruh) padanya di sisi jumhur ulama.

Begitu juga dengan pandangan ulama kontemporari sekarang umpamanya Dr. Yusof Al-Qardhawi. Fatwa beliau tentang perkara ini pertama kali dikeluarkan pada tahun 1996 sebagaimana yang disiarkan oleh akhbar Mesir, الشعب yang bertarikh 28 Jun 1996. Ianya adalah sebesar-besar jihad fi sabilillah. Ianya termasuk dalam

الإرهاب المشروع (terrorism yang disyariatkan Alloh) sebagaimana firman Alloh : وَأَعِدُّوْا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِيْنِ مِنْ دُوْنِهِمْ .

Dr. Yusof turut mengecam media-media yang mengganggap perbuatan itu sebagai عملية انتحارية (operasi bunuh diri). Ini adalah penamaan yang salah lagi sesat. Sesungguhnya ianya adalah عملية استشهادية . Membuat perbandingan (qias) orang yang syahid dalam operasi ini sama dengan orang bunuh diri ( المنتحر ) adalah قياس مع الفارق . iaitu qias yang tidak sepadan, perbandingan yang tidak kena. المنتحر membunuh dirinya sendiri kerana jiwanya ada rasa takut, tidak sabar dan putus asa pada perkara yang tidak diredhai Alloh. Adapun mujahid dalam hal ini, jiwanya فرحة مستبشرة gembira lagi optimistik, mengharapkan syurga Alloh, ingin mengangkat agama Alloh dan menggentarkan musuh-musuh Alloh. Jadi, al-muntahir dan al-mustayhid adalah tidak sama.

_________________
avatar
kermit katak lucu
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 3551
Job/hobbies : memuji muji islam
Reputation : 11
Points : 7001
Registration date : 2011-06-17

View user profile

Back to top Go down

Semoga Allah Bapa disorga mau menyelamatkan kalian

Post by DariKelMuslim on Mon Sep 03, 2012 12:54 pm


Bagaimana masyarakat Indonesia yg skeptis, dpt MEng-agung2kan seorang pelaku BOM bunuh diri, yg melakukannya dgn tujuan besar (Jihad) ??

Kita adalah masyarakat dewasa, org yg sudah beragama tidak boleh lagi dipaksa secara "tekanan peristiwa" atau "disingkirkan".
Sebab , org tersebut sama2 memiliki hak untuk membela diri saat ditekan atau dipaksa , "baik melalui peristiwa", atau dgn "disingkirkan". Di Indonesia byk org2 pemerintah adanya gerakan anti Islam, maka dr itulah dibentuk organisasi2 FPI, atau sejenis. (Negara Malaysia saja mentertawakan organisasi2 tersebut).
Dlm Nasrani, dasar Allah Bapa di surga menyatakan "Yesus Kristus", disebabkan oleh "Kehendak bebas manusia" ,dan ternyata kehendak bebas manusia itu yg diperlihatkan manusia kepada Yesus Kristus, dari lahir sampai dia di Salib. Dan mengampuni org2 yg berdosa dlm penyaliban tersebut.
Kenapa Yesus di katakan Tuhan ? jawab > krn itu (Yesus) adalah Kuasa dri Allah Bapa disurga..
Lebih baik demi ketentraman Fikiran Muslimer, ganti lah pemahaman " jihad " itu..!


Lelah sekali kalian surfing di Internet hanya demi nama Yesus Kristus dlm pengertian Nasrani. Marilah melihat secara general. Lebih baik MENGAKUI ADANYA TUHAN dari pada tidak mengakui. Dlm ajaran tiap2 agama, Tuhan telah memperingati kt mengenai "Kehendak bebas manusia". Apabila manusia tdk saling mengasihi, menghormati ,serta menguatkan satu sama lain. Maka akan selalu muncul Hitler2 yg baru (Org2 berkeyakinan Jihad). Untuk diketahui : sudah byk org2 bunuh diri pd zaman Hitler. Padahal tujuan organisasi2 atau kumpulan2 pembela Hitler, masing memiliki tujuan berbeda. Hanya saja mereka meng-atasnamakan agama sebagai tujuan.

Hillary
Clinton dan Menteri Luar Negeri Indonesia , Bapak Marty Natalegawa.
Hillary menyatakan "mengutuk aksi dan pelaku Bom Bunuh diri yg
meresahkan rakyat Pakistan, dan menghimbau masyarakat untuk mendo'akan.


_________________

  • Jadilah Forumer yg baik.
    Jangan Junk (mo debat pake refrensi Grozz)


Grozz Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
avatar
DariKelMuslim
MURTADIN
MURTADIN

Male
Number of posts : 491
Age : 29
Location : Bali- Sesetan, Sidakarya
Job/hobbies : Project-Blackout Brazil
Humor : org ISLAM suka makan babi, mknya berebutan dg orang BATAK, yg Jawa anteng2 ajahhh
Reputation : 177
Points : 2922
Registration date : 2011-09-29

View user profile http://andriepekalongancheater.blogspot.com/

Back to top Go down

Re: bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by you7tube7com on Wed Sep 05, 2012 3:34 am

Piss wrote:
huahahahahahaha....

ente bisa berdalih apa saja huahahaha....

tapi kenyataan berbicara jauh lebih keras dari kata-kata...

huahahahaha...

musibah lil alamin adalah kenyataan..

huahahahaha...

Betul....... kenyataan memang jauh lebih keras dari kata2.... dan itu juga fakta, tidak bisa dielak, tdk bisa dipungkiri....

Dan sudah sy jelaskan berkali2..... itu bukan ajaran Islam.......

Meskipun banyak terjadi hal2 semacam itu, tetap saja bukan ajarn Islam....

Payah.... kristen payah....!!!!!!

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 6063
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by you7tube7com on Wed Sep 05, 2012 3:39 am

[quote="kermit katak lucu"]

Ck...ck...ck..ck..ck....

Mau mayoritas.... mau sebagian besar...... mau kebanyakan......... toh juga ada yg menentang.... meskipun yg menentang itu minoritas......
Kalo sudah ada yg menentang.... tentu sudah terjadi kekeliruan pemahaman ttg Islam.....

Kamu ga tau apa, mayoritas muslim seluruh dunia, apabila muslim dikumpulkan dari seluruh dunia, mayoritas akan menentang bom bunuh diri tsb...... (sy tidak bisa membuktikan secara penelitian ilmiah)... tapi itu lah yg terjadi di masyarakat muslim...



you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 6063
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: bom bunuh diri meledak prematur;apakah si jihadist tetap dapet 72 bidadari??? insya aloh

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum