MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 6 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 6 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Mengungkapkan Istilah Kosong “Islam Moderat”

View previous topic View next topic Go down

Mengungkapkan Istilah Kosong “Islam Moderat”

Post by admin on Mon Oct 01, 2012 11:47 pm

Mengungkapkan Istilah Kosong “Islam Moderat”
Oleh Ali Sina on Sun, 03/14/2010 - 03:39

Aku selalu mengatakan bahwa istilah “Muslim moderat” adalah sebuah oxymoron (dua kata yang saling bertentangan arti satu sama lain). Ada dua jenis Muslim: (1) Muslim teroris; dan (2) Muslim KTP. Muslim jenis pertama adalah Muslim yang benar² mengerti akan Islam dan hidup mengikuti perintahnya. Muslim jenis kedua tidak mengerti aturan Islam dan punya khayalan tersendiri akan Islam yang tak berdasarkan fakta.


Dr.Wafa Sultan


Prof. Dr. Daniel Pipes

Tulisan Bapak Tarek Fatah di koran National Post tanggal 12 Maret, 2010 membenarkan pernyataanku. Pak Fatah mengunjungi perdebatan antara Dr. Wafa Sultan versus Dr. Daniel Pipes. Dr. Wafa Sultan adalah ex-Muslimah pemberani yang mengguncangkan dunia Arab ketika Aljazira menyiarkan debat TV di mana dia menuding Islam sebagai sumber
masalah dunia Muslim. Dr. Daniel Pipes adalah ahli sejarah Islam dan direktur Forum Timur Tengah.


Tarek Fatah

Dalam perdebatan ini, Pipes menyatakan bahwa Islam tidak sepenuhnya agama intoleran (tak bertoleran) dan ada beberapa contoh peristiwa ketika masyarakat Yahudi ditindas di negara² Kristen, mereka mengungsi ke tanah² Muslim. Sultan tidak setuju dan dia memberitahu para pemirsa bahwa Muhammad telah menyerang beberapa suku Yahudi yang tinggal di Arabia, membantai para Yahudi yang tak bersenjata, dan mengijinkan gerombolan rampoknya memperkosa para wanita Yahudi, sambil tak lupa mengambil wanita yang tercantik bagi dirinya sendiri. Mendengar komentar² ini, Pak Fatah “sangat kaget.” Tulis Pak Fatah, “Bahkan Muslim sangat sekuler seperti aku sangat sakit hati ketika mendengar hal itu di malam hari tersebut.”

Meskipun mengakui kebenaran kritik Sultan terhadap Islam, Fatah mengomel “bukannya menggunakan ketenarannya untuk menantang pemerintah² teokrasi Islam dan negara² korup di Timur Tengah, Sultan malahan bertingkah tak lebih daripada seorang pembenci Islam belaka.”

Mengapa Sultan harus menantang pemerintah² teokrasi Islam dan kerajaan² Arab yang korup sedangkan semua ini hanyalah buah busuk hasil dari pohon beracun Islam? Masalah utamanya adalah I s l a m, dan akibat²nya adalah masalah yang tampak dalam dunia Islam sekarang. Fatah menuduh Sultan menyulut rasa takut dengan memberitahu penonton yang
kebanyakan warga Yahudi, bahwa Muhammad adalah tukang bunuh Yahudi. Dia menulis “Wafa Sultan mengatakan keterangan mengejutkan bahwa Nabi membantai orang² Yahudi dan memperkosa istri kepala suku Yahudi yang dikalahkan.”

Keterangan mengejutkan? Keterangan² ini ditulis sendiri oleh para sejarawan Muslim awal. Jika Fatah terkejut, hal ini karena, seperti kebanyakan Muslim KTP lainnya, dia tidak pernah membaca sejarah Islam. Hanya segelintir Muslim saja yang mau susah payah mempelajari Islam. Keterangan² tentang penyerangan, perkosaan, perampokan yang dilakukan Muhammad juga tertulis dalam Qur’an. Muslim melafalkan Qur’an demi mendapat thawab (pahala), tapi mereka tidak mempelajari apa isi Qur’an dan tidak mengerti apa yang mereka baca.

Kebencian terhadap kaum Yahudi tercatat dalam Qur’an. Sura pertama Qur’an adalah doa Muslim yang memohon pada Allah “Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang² yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Umat Muslim setuju bahwa “orang² yang telah Allah anugerahkan nikmat” adalah Muslim, sedangkan “mereka yang dimurkai Allah” adalah umat Yahudi dan Kristen.

Umat Muslim seluruh dunia menganggap masyarakat Yahudi itu serakah. Hal ini karena ayat Qur’an mengatakan bahwa masyarakat Yahudi adalah “manusia yang paling loba (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun,” tapi mereka nantinya akan dibakar semua di neraka. (Qur’an, Sura Al-Baqarah (2), ayat 96).

Banyak ayat² Qur’an yang menggambarkan umat Yahudi sebagai orang² jahat, keji, pengacau, pembunuh para Nabi, dan dibenci Tuhan. Karena Muhammad membenci umat Yahudi, maka umat Muslim AKAN SELALU BENCI terhadap umat Yahudi. Kebencian ini tidak bisa dipisahkan dari Islam.

Fatah melanjutkan, “Aku meninggalkan sinagog dengan rasa sangat gundah. Dalam memerangi Islamofasisme, kebencian Wafa Sultan akan Islam malahan memupuk kekuatan yang katanya sedang dilawannya. Ketika seorang penanya bertanya padanya, ‘Apa jalan keluarnya?’, dia hanya mengangkat bahu saja. Mungkin jawaban yang ada di benaknya terlalu liar bahwa bagi standarnya sendiri: Paksa Muslim untuk murtad atau mati.”

Sultan punya semua alasan kuat untuk membenci Islam. Para murtadun (ex-Muslim) membenci Islam karena kami membenci diskriminasi terhadap kaum wanita, kekerasan terhadap kafir, sikap diktator dan pemaksaan agama yang menjadi sifat Islam sejati, dan karena kami tahu kerusakan yang diakibatkan Islam terhadap masyarakat, budaya dan negara² kami. Kami tidak mengangkat bahu ketika ditanya apa jalan keluarnya. Tentu saja “Muslim sangat sekuler” ini terlalu terkejut sehingga dia memilih pergi meninggalkan ruangan saja daripada mendengar jawaban Wafa Sultan.

Para murtadun memilih jalan keluar dengan cara mengungkapkan wajah Islam yang sebenarnya. Kami percaya bahwa kebenaran telah memerdekakan kami. Para murtadun tidak menyulut kekerasan dan kebencian terhadap saudara, kakak, adik, orangtua, dan masyarakat tercinta kami sendiri. Kami berjuang bagi kemerdekaan dan hak mereka untuk mengetahui apakah Islam yang sebenarnya. Kebenaran bisa menyakiti perasaan kita, tapi dusta akan membunuh kita.

Aku tidak menyangkal penjelasan sejarah Dr. Pipes bahwa kadangkala masyarakat Yahudi yang ditindas negara² Kristen mengungsi ke tanah Muslim. Akan tetapi, aku tidak setuju dengan pendapatnya ketika mengajukan keterangan itu sebagai bukti toleransi Islam.

Islam tidak bertoleransi karena Muhammad tidak bertoleransi. Ini tidak berarti bahwa semua Muslim tidak bertoleransi. Banyak pemimpin² Islam jaman sekarang yang toleran, tapi perbuatan mereka ini bertentangan dengan ajaran Islam. Itulah sebabnya para Jihadis yang mengikuti ajaran Islam yang sejati malahan menyerang para penguasa Muslim tersebut.

Tidak seperti prajurit salib jaman dulu yang ingin memaksa semua orang memeluk Kristen, Jihadis Muslim tidak ingin memaksa semua orang masuk Islam. Mereka ingin mendirikan Kilafah dan mendominasi seluruh dunia. Di dalam negara Islam yang menerapkan hukum Syariah, para kafir, terutama kafir Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) dilindungi, selama“mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk” (Qur’an, Sura at-Taubah (9), ayat 29).Hal ini tak ada bedanya dengan Nazisme. Hitler juga tidak ingin mengubah semua orang jadi orang ras Aria, dan dia juga tidak berencana membunuh semua orang. Dia ingin mendominasi dunia.

Dengan membuat perbedaan antara Muslim teroris dan Muslim “moderat”, Dr. Pipes sudah membuka jalur yang berbahaya. Muslim adalah orang yang meniru perbuatan Muhammad, dan Muhammad adalah seorang teroris. Jika Muslim tidak mau meniru perbuatan teror Muhammad, maka dia bukanlah seorang Muslim sejati. Istilah Muslim moderat sama anehnya seperti istilah Nazi moderat. Dusta akan selalu merugikan kita nantinya. Muslim yang tidak melakukan perintah Islam, atau Muslim yang percaya bahwa Islam berarti damai, bukanlah Muslim moderat, tapi adalah Muslim KTP yang tidak mengerti Islam. Karena pandangan salah kaprah inilah maka Glenn Beck menuduh Geert Wilders sebagai “fasis”, atau Jacqui Smith dan beberapa pejabat Inggris melarang Geert Wilders masuk ke Inggris. Banyak sekali orang baik² yang diganggu, ditindas, dan disebut sebagai rasis gara² pandangan yang salah kaprah ini.

Aku sangat berharap Dr. Pipes berhenti promosi pandangan salah kaprah tentang Muslim moderat. Aku juga mengajak dia untuk berdebat secara tertulis mengenai topik ini. Merupakan hal yang penting untuk menjelaskan hal ini secara mendasar, dan ini bukan hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu akademis saja. Pandangan salah akan Muslim moderat telah membahayakan nyawa para pengritik Islam, dan dengan begitu melanggar hak mereka untuk mengungkapkan pendapat. Orang² baik ini dituduh sebagai islamofobi, bigot, rasis, dan fasis karena dunia lebih memilih dusta PC (Politically
Correct)
daripada kebenaran yang pahit. Salah kaprah Muslim moderat membuat orang jujur yang mengungkapkan kebenaran tentang Islam malah dituduh sebagai orang yang mengobarkan kebencian terhadap Muslim.

Sikap Bapak Tarek Fatah membenarkan pendapatku bahwa tidak ada Muslim moderat. Dia menyebut dirinya sebagai sangat sekuler, tapi tidak tahan mendengar sejarah asli tentang Nabinya. Saat dia berkata, “Kebencian Wafa Sultan akan Islam malahan memupuk kekuatan yang katanya sedang dilawannya,” dia sebenarnya sedang bicara tentang dirinya sendiri. Banyak Muslim jujur yang lebih memilih untuk tidak menyembunyikan kepala mereka dalam pasir, menghadapi kenyataan, dan menanggapinya secara rasional.

Aku ingin mengingatkan pembaca bahwa semua teroris Muslim berasal dari latar belakang yang sekuler. Dulu mereka hanyalah Muslim “liberal” sama seperti Pak Fatah sekarang, sampai sesuatu hal terjadi dalam hidupnya dan mereka lalu berbalik kembali pada Islam dan jadi Muslim sejati.

Setiap Muslim “moderat” berpotensial untuk jadi Muslim teroris. Kepercayaan Islam itu bagaikan drum berisi bensin. Tampaknya tak berbahaya, sampai tersentuh api. Untuk merubah Muslim “moderat” jadi Jihadis Muslim pembunuh, yang dibutuhkan hanyalah percikan api iman Islam saja.


Sudah saatnya untuk meniadakan istilah salah kaprah “Islam moderat.” Tidak ada Muslim moderat. Muslim adalah Jihadis atau calon Jihadis, tapi bukan moderat.

P.S.
Duplikat artikel ini kukirim pada National Post. Karena mereka menayangkan tulisan serangan Pak Fatah terhadap Sultan, kuharap mereka pun sudi menayangkan tulisanku sebagai jawaban baginya. Akan tetapi, jika mereka tak mau menayangkan, aku tidak akan sakit hati. Kebanyakan masyarakat Barat memang enggan berhubungan dengan para pengritik Muhammad dan Islam. Tugas berat mengritik Islam berada di pundak para murtadun dan beberapa kafir berjiwa besar seperti Geert Wilders.

_________________
MURTADINKAFIRUN
MURTADIN KAFIRUN exMUSLIM INDONESIA BERJAYA 11 SEPTEMBER Hari Murtad Dari Islam Sedunia

admin
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR

Male
Number of posts : 1194
Age : 17
Reputation : -4
Points : 5205
Registration date : 2008-12-17

View user profile http://groups.yahoo.com/group/MURTADIN_KAFIRUN/

Back to top Go down

Re: Mengungkapkan Istilah Kosong “Islam Moderat”

Post by admin on Mon Oct 01, 2012 11:47 pm

Tarek Fatah: Dari Seorang ex-Muslim yang Benci Islam
12 Maret, 2010, jam 10 pagi
Oleh Tarek Fatah

Kata² itu mengejutkanku bagaikan sengatan listrik: “Muhammad adalah pemerkosa anak kecil.” Bagaikan hal ini belum cukup saja, pembicara lalu menyiratkan agama Islamku bagaikan sampah. “Aku ‘bersih’ dari Islam,” katanya sambil nyengir pada pendengarnya di Toronto. Ketika dia menuduh Islam penuh kebencian, sebenarnya dia sendirilah yang penuh kebencian.

Selama bertahun-tahun, para Islamis radikal telah menggunakan hak berbicara untuk membela serangan² mereka terhadap orang² Kristen, Yahudi, Hindu, dan Muslim liberal. Nada kebencian tak pernah jauh dari permukaan – meskipun sudah berhati-hati disembunyikan sekalipun. Contohnya adalah imam di Toronto yang direkam melalui video secara diam² saat dia berdoa pada Allah agar “para kafir kalah.” Yang diharapkannya tentunya adalah kekalahan orang² Yahudi dan Kristen.

Sebagai seorang Muslim, aku sudah diajari sejak masih sangat kecil untuk berusaha membayangkan jadi orang tertindas untuk bisa merasakan penderitaan mereka. Karena inilah aku tidak malu untuk mengatakan apa adanya dan mencela Muslim pembenci kafir dalam umat Muslim, dan usahaku ini sudah tampak hasilnya dengan berkurangnya kebencian terhadap umat Yahudi dan Hindu dalam kegiatan² ibadah umum para Muslim Barat. Tapi minggu lalu, bukan imam Muslim yang mengejutkan diriku; tapi perkataan seorang ex-Muslimah.

Bahkan Muslim sangat sekuler seperti aku sangat sakit hati ketika mendengar hal itu di malam hari tersebut. Aku juga kecewa karena pembicaraan ini dilakukan di sebuah sinagog, dan penontonnya kebanyakan adalah orang² Yahudi.

Pembicara yang membuatku marah adalah Wafa Sultan, warga Amerika yang berasal dari Syria, yang jadi tenar karena muncul di Televisi Al Jazira di tahun 2006, di mana dia berdebat seru dengan imam Ibrahim al-Khouli tentang masalah² umat Muslim. Suntingan video 30 detik itu jadi sangat terkenal dan dia meraih rasa hormat bahkan dari kalangan Muslim karena kritiknya yang terus terang dan jujur akan umat Muslim. Akan tetapi, bukannya menggunakan kenalkenalannya untuk menantang pemerintah² theokrasi Islam dan negara² korup di Timur Tengah, Sultan malahan bertingkah tak lebih daripada pembenci Islam belaka.

Dalam sebuah sinagog di Toronto minggu lalu, ketika dia berdebat dengan Prof. Dr. Daniel Pipes tentang apakah moderat Islam adalah sekutu Barat atau sekedar salah kaprah Barat, Dr. Sultan tidak menghabiskan waktu dengan langsung menghajar agamanya yang dulu, Islam. Sambil memanfaatkan keberadaan penontonnya yang kebanyakan orang² Yahudi, dia berkata, “Muhammad adalah pembunuh Yahudi.” Untuk lebih mengobarkan kebencian penonton, Wafa Sultan mengatakan keterangan mengejutkan bahwa Nabi membantai orang² Yahudi dan memperkosa istri kepala suku Yahudi yang dikalahkan.

Efek ucapan ini sedemikian hebat, sampai² hanya dua pembicara Yahudi saja, yakni moderator Avi Benlolo dan Prof. Pipes, yang membela Muslim dan mengingatkan fakta bahwa Muslim moderat bangkit melawan ekstrimisme Islam. Benlolo mengingatkan fatwa setebal 600 halaman yang dibuat oleh imam Pakistan bernamaTahir ul Qadriyang mengutuk pemboman bunuh diri dan terorisme.

Tapi Wafa Sultan tidak menerima keterangan itu. Dia malah menuduh Benlolo dan Pipes sebagai orang² naif. “Tidak ada Islam yang moderat,” katanya sambil menggoyangkan jarinya pada Pipes. Hanya ada satu jenis Islam, katanya – Islam yang memperkosa, membunuh, dan yang sarat kebencian.

Karena pengetahuan luasnya – dan ini akan mengejutkan banyak penentangnya – Daniel Pipes mengingatkan penonton bahwa Islam bukanlah monster mengerikan seperti yang dibayangkan orang. “Ingat, selama lebih dari 1000 tahun, ketika orang² Yahudi butuh tempat berlindung, mereka pergi ke tanah² Muslim … Masalahnya bukanlah Islam, tapi Islamisme,” begitu katanya pada mereka.

Aku meninggalkan sinagog dengan rasa sangat gundah. Dalam memerangi Islamofasisme, kebencian Wafa Sultan akan Islam malahan memupuk kekuatan yang katanya sedang dilawannya. Ketika seorang penanya bertanya padanya, ‘Apa jalan keluarnya?’, dia hanya mengangkat bahu saja. Mungkin jawaban yang ada di benaknya terlalu liar bahwa bagi standarnya sendiri: Paksa Muslim untuk murtad atau mati.

Lima ratus tahun yang lalu, Isabel dan Ferdinand “membersihkan” Spanyol dari Islam dan Muslim, tapi kita sekarang ternyata belum mencapai banyak kemajuan setelah kejadian itu. Tentunya kita bisa memikirkan solusi yang lebih bermanfaat – dan mencurahkan perhatian kita pada pemikiran² yang lebih bermanfaat daripada sikap seperti itu.

National Post
Tarek Fatah is the author of [i]Chasing a Mirage: The Tragic Illusion of an Islamic State
. His next book, Unveiling the
Myths that Fuel Muslim Anti-Semitism
(McClelland & Stewart), will be launched in October 2010.

_________________
MURTADINKAFIRUN
MURTADIN KAFIRUN exMUSLIM INDONESIA BERJAYA 11 SEPTEMBER Hari Murtad Dari Islam Sedunia

admin
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR

Male
Number of posts : 1194
Age : 17
Reputation : -4
Points : 5205
Registration date : 2008-12-17

View user profile http://groups.yahoo.com/group/MURTADIN_KAFIRUN/

Back to top Go down

Re: Mengungkapkan Istilah Kosong “Islam Moderat”

Post by admin on Mon Oct 01, 2012 11:50 pm

Bantahan: Pembelaan terhadap Wafa Sultan
12 Maret, 2010, jam 2:42 sore
Oleh Joanne Hill

Tarek Fatah telah menggunakan National Post untuk menayangkan tulisan yang sangat berpihak pada dirinya sendiri saja, tidak benar, dan berbahaya tentang penjelasan² yang diucapkan Dr. Wafa Sultan dalam perdebatan melawan Dr. Daniel Pipes di tanggal 3 Maret, 2010, di Toronto.

Tulisan Pak Fatah bukanlah laporan yang jujur: tulisannya hanyalah pendapat pribadi saja yang sarat dengan ucapan² murah seperti ejekan, serangan, penuh kebencian, pembenci Islam, dan racun perusak. Dia juga tidak mengutip ucapan Dr. Sultan secara benar dan membuat kesimpulan tak berdasarkan fakta apapun yang diucapkan Dr. Sultan. Tulisan Pak Fatah yang ngawur ini bisa membahayakan nyawa Dr. Sultan.

Aku adalah wartawan freelance (wartawan independent); dan aku melaporkan perdebatan antara Dr. Pipes dan Dr. Sultan bagi koran Jewish Tribune. Aku punya rekaman suara seluruh kejadian, termasuk saat Tanya dan Jawab, sehingga aku bisa menulis dengan sangat tepat apa yang diucapkan dan tidak diucapkan Dr. Sultan.

Pak Fatah rupanya mengira dirnya mampu membaca pikiran orang lain sehingga dia bisa mengatakan Dr Sultan punya niat tersembunyi. Dia sendiri telah mengalami kejadian di mana para Muslim (atau yang disebutnya sebagai “Islamis”) mengeluarkan ancaman mati bagi siapapun yang dianggap mengancam Islam. Karena itulah aku punya tiga alasan kuat mengapa aku merasa sangat terganggu akan tuduhannya terhadap Dr. Sultan yang ditulisnya sebagai berikut: “Mungkin jawaban yang ada di benaknya terlalu liar bahwa bagi standarnya sendiri: Paksa Muslim untuk murtad atau mati.”

Hal ini sangat mengganggu, terutama karena Dr. Sultan tidak mengucapkan apapun yang membuat pendengar berkesimpulan seperti itu. Di acara Tanya dan Jawab, ketika Dr. Sultan ditanyai, “Apakah yang kau lakukan agar Muslim berubah? Apakah kau berharap mereka beralih ke agama lain?,” Dr. Sultan menjawab:

Beri mereka kebebasan untuk memilih: hanya itulah yang kuminta. Beri mereka kebebasan untuk mencari, untuk bertanya, untuk mendengar pendapat pihak lain, melihat nilai² lain yang berbeda, dan mengamati cara hidup yang berbeda. Aku bisa mengatakan begitu dari pengalamanku sendiri. Apa yang membantuku berubah adalah ketika aku mengalami sendiri nilai² Barat dalam hidupku dan aku diperbolehkan untuk mengemukakan pendapat secara bebas. Aku selalu membandingkan hidupku ketika dulu di bahwa Syariah Islam dan hidupku yang baru sebagai wanita merdeka di Amerika Serikat, dan aku tulis perbedaan ini dalam websiteku dalam bahasa Arab. Ijinkan Muslim untuk melihat pilihan² lain dan berikan mereka kebebasan untuk memilih. Hanya itulah yang kita butuhkan dari dunia Islam. Aku tidak meminta mereka untuk pindah ke agama apapun; aku hanya meminta agar mereka diberi kebebasan untuk memilih, kebebasan untuk menetapkan jalan hidup apapun yang ingin mereka tempuh. Hanya itu saja.”

Kedua, inilah yang dikatakan Dr. Sultan dalam kesimpulan acara Tanya dan Jawab:

“Aku tidak berkata menentang Islam demi menyenangkan orang lain, tapi ini keluar dari kesadaranku sendiri. Kami telah menderita di bahwa Syariah Islam. Hukum Islam itu sungguh tak adil. CUKUP SUDAH. Kami ingin hidup sebagaimana layaknya manusia normal. Aku ingin kalian mengerti bahwa aku tidak berada di sini untuk membangkitkan kebencian terhadap Muslim. Muslim itu adalah keluargaku sendiri: ibuku, saudara lakiku, saudara perempuanku. Mereka adalah bagian diriku, aku tidak bisa menguliti diriku sendiri. Aku merasa sedih akan nasib mereka karena mereka adalah korban dari ideologi yang penuh kebencian. Ini benar. Lihatlah negara Islam manapun, dan katakan apa yang kau lihat. Tiada lain selain keadaan² yang menyedihkan, terutama nasib kaum wanita yang hidup dalam masyarakat Islam. Jadi tujuanku berbicara adalah untuk menyelamatkan mereka, agar mereka mendapat masa depan yang lebih baik. Percayalah, aku merasa sangat mudah untuk mengungkapkan pendapat bagi pembaca Arab daripada bicara pada orang² Barat. Orang² Barat yang tinggal di negara² Barat punya aturan etika yang melarang mereka menghakimi siapapun berdasarkan agama orang tersebut. Tak ada salahnya dengan etika ini, tapi mereka pun harus mengerti bahwa Islam itu bukanlah seperti agama² lainnya. Islam adalah ideologi politik dan inilah yang kutentang. Karena itulah aku berbicara menentang Islam. Kuharap suatu hari, masa depan generasi kita di dunia Muslim akan punya kehidupan yang lebih baik daripada kehidupanku ketika dulu masih hidup di bawah Syariah Islam di Syria.”

Dan alasan ketiga, yang paling parah, adalah tuduhan Pak Fatah bahwa Dr. Sultan punya niat tersembunyi yang memaksa Muslim untuk murtad atau mati. Padahal perintah seperti itu berasal dari Muhammad sendiri bagi kafir:

Sahih Muslim, Buku 19, Hadis nomer 4294
Peranglah di dalam nama Allâh dan di jalan Allâh. Perangilah mereka yang tak percaya pada Allâh. Lakukan Jihad … Ketika kau bertemu musuh² orang pagan, berikan mereka tiga pilihan. Jika mereka menerima satu dari tiga pilihan ini, terima mereka dan jangan sakiti mereka. Ajak mereka memeluk Islam; jika mereka mau, maka jangan perangi mereka … Jika mereka tidak mau, paksa mereka bayar Jizya. Jika mereka mau bayar, terimalah Jizya dari mereka dan tahan tanganmu. Jika mereka tak mau bayar Jizya, mohon bantuan Allâh dan perangi mereka.

Ada tambahan lagi nih.

Bertentangan dengan tulisan Pak Fatah, Dr. Sultan tidak berkata: “Muhammad adalah pemerkosa anak².”

Tapi inilah yang dikatakan Dr. Sultan: “Sebagai orang yang telah menikah (dengan wanita lain: Saodah), Muhammad memperkosa Aisyah ketika Aisyah berusia 9 tahun; dan Muhammad sendiri saat itu berusia 54 tahun.”

Jika PakFatah merasa sakit hati akan ucapan ini, maka sebaiknya di periksa sendiri hadis Islam itu. Aku tantang Pak Fatah untuk menyangkal keterangan tersebut.

Ketika Dr. Sultan berkata, “Tak ada Islam moderat,” Dr. Sultan menyatakan hal itu dengan sangat jelas, lebih dari sekali, bahwa dia sebenarnya mengutip ucapan dari Perdana Menteri Turki yakni Tayyip Erdogan, yang berkata di tahun 2007 sebagai jawaban atas istilah “Islam moderat.” Ini yang dikatakan PM Tayyip Erdogan, “Istilah² seperti ini sangatlah jelek, menyinggung perasaan dan menghina agama kita. Tiada Islam moderat atau imoderat. Islam ya Islam, dan hanya itu saja.”

Seharusnya Pak Fatah juga mengutip ucapan PM Erdogan tersebut. Atau jangan² dia itu seperti Muslim yang menuntut majalah Kanada Macleans ke pengadilan dengan tujuan melarang siapapun mengutip Muslim manapun jika ucapannya adalah komentar tak enak tentang Islam.

Dr. Sultan menyampaikan proses yang panjang dan sukar untuk bisa bebas dari Islam yang telah dianutnya sejak lahir. Dia berkata, “Ini bukan proses yang mudah, dan malahan sangat sukar. Aku masih saja berperilaku sebagai Muslimah dalam banyak hal. Contohnya, aku berdebat bagaikan aku saja yang benar, dan semua orang lain salah.” Para penonton tertawa dan bertepuk tangan. Dr. Sultan melanjutkan, “Jadi kebiasaan Islam itu sebenarnya sudah menyatu denganku. Sekarang aku tidak mengikuti agama apapun, meskipun aku percaya akan Tuhan dan merasa dikuatkan olehNya.”

Pak Fatah menulis bahwa dia “terkejut sekali” atas kata² Dr. Sultan. Jika memang benar begitu, maka aku beri nasehat bahwa perasaan cepat tersinggung Pak Fatah tidaklah cocok bagi masyarakat Barat di mana dia hidup, karena kami di dunia Barat yang bebas tidak perlu terus-menerus memperlunak ucapan² kami atau menghaluskan kata² keras kami. Dr. Sultan bicara biasa saja dan tegas tentang pengalaman pribadinya sebagai wanita yang dibesarkan di negara Islam di bawah hukum Syariah. Berbeda dengan penjabaran Pak Fatah, Dr. Sultan adalah orang yang penuh humor, sederhana, dan sama sekali bukanlah orang yang penuh kebencian pada orang lain.

Selain itu, jikalau Dr. Sultan memang benci Islam, apa urusan Pak Fatah sehingga dia merasa berhak memberangusnya? Bukankah Dr. Sultan berhak mengutarakan pendapatnya? Sebagai orang Kristen, aku pun merasa tidak senang ketika Dr. Pipes mengatakan orang² Kristen “memulai dari tahap yang jauh lebih rendah” daripada Islam. Tapi itu tak jadi masalah bagiku. Hanya orang **** saja yang mau menyangkal fakta sejarah kejahatan yang dilakukan orang² Kristen terhadap orang² Yahudi dahulu.

Mengapa pula Avi Benlolo merasa perlu menghabiskan waktu 20 menit setelah perdebatan untuk mengelus-elus perasaan sakit hati “Muslim yang sangat sekuler” yang sebenarnya malahan harus berpihak pada kebebasan beragama dan berpendapat?

Aku lihat pesan di bawah artikel Pak Fatah tentang bukunya yang akan terbit, yang judulnya adalah Unveiling the Myths that Fuel Muslim Anti- Semitism (Mengungkapkan Anggapan² Salah yang Membakar Sikap Muslim yang Anti Yahudi). Di malam perdebatan itu, Pak Fatah memberitahu Avi Benlolo (disaksikan olehku sendiri) tanpa sungkan bahwa buku barunya akan berjudul Why We Hate Jews (Mengapa Kami Benci Yahudi).

Tidak seperti Pak Fatah, aku tidak akan menduga-duga apa ya motivasi terselubungnya pada Pak Benlolo atau kenapa dia menulis keterangan ngawur tentang Dr. Sultan. Akan tetapi aku akan mengatakan bahwa dia berhutang pernyataan maaf terhadap Dr. Sultan, koran internet National Post ini, dan para pembaca, dan dia harus mencabut pernyataannya.

National Post

Read more: http://network.nationalpost.com/NP/blog ... z0iP0u48Mw

_________________
MURTADINKAFIRUN
MURTADIN KAFIRUN exMUSLIM INDONESIA BERJAYA 11 SEPTEMBER Hari Murtad Dari Islam Sedunia

admin
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR

Male
Number of posts : 1194
Age : 17
Reputation : -4
Points : 5205
Registration date : 2008-12-17

View user profile http://groups.yahoo.com/group/MURTADIN_KAFIRUN/

Back to top Go down

Re: Mengungkapkan Istilah Kosong “Islam Moderat”

Post by Sponsored content Today at 3:17 pm


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum