MURTADIN_KAFIRUN

Similar topics
    Gallery


    MILIS MURTADIN_KAFIRUN
    MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

    Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

    Menyongsong Punahnya Islam

    Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
     

    Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

    Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

    Powered by us.groups.yahoo.com

    Who is online?
    In total there are 14 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 14 Guests :: 1 Bot

    None

    [ View the whole list ]


    Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
    RSS feeds


    Yahoo! 
    MSN 
    AOL 
    Netvibes 
    Bloglines 


    Social bookmarking

    Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

    Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

    Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


    IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Go down

    IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by kuku bima on Fri Feb 01, 2013 10:13 am

    "Dari Abu Hurairah r.a katanya : "Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh
    Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari
    Nahar melakukan haji kemudian memberitahukan kepada orang banyak,
    suatu pemberitahuan : Ketahuilah ! Sesudah tahun ini orang-orang
    musrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka'bah dalam
    keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musrik Arab telah
    melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara
    lain ialah thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang bulat sambil
    bertepuk tangan".
    (Hadits Shahih Bukhari no : 843)

    Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh
    sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini
    bukanlah merupakan ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama
    bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah
    haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah
    haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum
    Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala
    yang berada di Ka'bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala
    (Hadits Shahih Bukhari no : 1187).
    Pada waktu itu Ka'bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan
    berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-
    lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari no : 843, pada waktu itu bangsa
    Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok
    berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf yaitu
    berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan
    telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

    _________________
    ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

    Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
    TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
    "Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
    "innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
    avatar
    kuku bima
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Male
    Number of posts : 4057
    Age : 37
    Location : firdaus
    Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
    Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
    Reputation : 12
    Points : 8259
    Registration date : 2011-05-19

    View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by Gongging Baladewa on Sat Feb 02, 2013 12:23 pm

    jangankan ibadah haji, ibadah sholat ajah, yesus juga lakukan, dasar kresten otaknya somplak

    _________________
    Yoh_5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

    TERNYATA YESUS HANYA UTUSAN
    avatar
    Gongging Baladewa
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 397
    Location : Endonesia
    Job/hobbies : Gunting Rambut yesus yang gondrong
    Reputation : 9
    Points : 2447
    Registration date : 2012-12-29

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by jimatkalimasada on Wed Mar 20, 2013 1:55 am



    batu/bangunan kok disujudi, diputeri, diciumi
    berhala banget

    jimatkalimasada
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 4627
    Reputation : 5
    Points : 6864
    Registration date : 2012-06-07

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by fiqazazfiq on Mon Apr 01, 2013 1:00 am

    Hajarul Aswad (الحجر الأسود) yang bermaksud batu hitam merupakan salah satu batu yang terdapat di penjuru Kaabah.

    Kalau berkaitan dengan Kaabah maka ia terletak di salah satu bucu
    Kaabah dimana apabila orang yang ingin mengerjakan haji ingin memulakan
    tawaf mereka maka mereka hendaklah memulai tawaf itu dengan membetulkan
    bahu kiri mereka ke arah Hajarul Aswad berpusing sebanyak tujuh kali dan
    akhir sekali dengan akhir di Hajarul Aswad juga. Pada awal tawaf
    bermula dari Hajarul Aswad dan mengakhirkannya di Hajarul Aswad juga.

    Ciuman sebagai sunnah semata-mata

    Menurut ajaran Islam, mencium Hajarul Aswad merupakan sunnah Nabi
    S.A.W. semata-mata, dan ini ditegaskan oleh Khalifah Umar Al-Khattab
    apabila sebelum beliau mencium batu itu (Hajar Aswad), beliau
    berkata-kata:

    “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku
    tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, sudah tentu aku tidak akan
    melakukan (mencium Hajar Aswad).”

    Sejarah Hajarul Aswad

    Menurut tradisi Islam, Hajarul Aswad datang dari syurga dan warnanya
    putih tetapi bertukar warna kerana ramai orang mengerjakan haji dengan
    membawa bersama-sama mereka dosa-dosa yang mereka lakukan

    Menurut banyak riwayat, antara lain daripada Abdullah bin Umar bin
    Khattab, Hajar Aswad berasal dari syurga. Riwayat oleh Sa’id bin Jubair
    r.a daripada Ibnu Abbas daripada Ubay bin Ka’b r.a, menerangkan bahawa
    Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat dari langit ke dunia. Abdullah
    bin Abbas juga meriwayatkan bahawa Hajar Aswad ialah batu yang berasal
    dari syurga, tidak ada sesuatu selain batu itu yang diturunkan dari
    syurga ke dunia ini. Riwayat-riwayat di atas disebutkan oleh Abu
    al-Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al-Azraki (M.224 H/837 M),
    seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekah.Tidak ditemukan
    informasi yang jelas tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad itu
    pertama kali di tempatnya di Kaabah; apakah malaikat ataukah Nabi Adam
    a.s.

    Pada mulanya Hajar Aswad tidak berwarna hitam, melainkan berwarna
    putih bagaikan susu dan berkilat memancarkan sinar yang
    cemerlang.Abdullah bin Amr bin As r.a (7 SH-65 H) menerangkan bahawa
    perubahan warna Hajar Aswad daripada putih menjadi hitam disebabkan
    sentuhan orang-orang musyrik. Hal yang sama diungkapkan pula oleh Zubair
    bin Qais (M. 76 H/65 M).

    Dikatakannya bahawa sesungguhnya Hajar Aswad adalah salah satu batu
    dunia yang berasal dari syurga yang dahulunya berwarna putih berkilauan,
    lalu berubah menjadi hitam kerana perbuatan keji dan kotor yang
    dilakukan oleh orang-orang musyrik. Namun, kelak batu ini akan berwarna
    putih kembali seperti sedia kala. Menurut riwayat Ibnu Abbas dan
    Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih
    tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah s.w.t
    tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup
    mamandangnya.

    Pada tahun 606 M, ketika Nabi Muhammad s.a.w berusia 35 tahun, Kaabah
    mengalami kebakaran besar sehingga perlu dibina kembali oleh Nabi
    Muhammad s.a.w dan kabilah-kabilah terdapat di Mekah ketika itu. Ketika
    pembangunan semula itu selesai, dan Hajar Aswad hendak diletakkan
    kembali ke tempatnya, terjadilah perselisihan di antara kabilah-kabilah
    itu tentang siapa yang paling berhak untuk meletakkan batu itu di
    tempatnya. Melihat keadaan ini, Abu Umayyah bin Mugirah dari suku
    Makzum, sebagai orang yang tertua, mengajukan usul bahawa yang berhak
    untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya adalah orang yang pertama
    sekali memasuki pintu Safa keesokan harinya.

    Ternyata orang itu adalah Muhammad yang ketika itu belum menjadi
    rasul. Dengan demikian, dialah yang paling berhak untuk meletakkan Hajar
    Aswad itu di tempatnya. Akan tetapi dengan keadilan dan
    kebijaksanaannya, Muhammad tidak langsung mengangkat Hajar Aswad itu.
    Baginda melepaskan serbannya dan menghamparkannya di tengah-tengah
    anggota kabilah yang ada. Hajar Aswad lalu diletakkannya di
    tengah-tengah serban itu. Baginda kemudian meminta para ketua kabilah
    untuk memegang seluruh tepi serban dan secara bersama-sama mengangkat
    serban sampai ke tempat yang dekat dengan tempat diletakkannya Hajar
    Aswad. Muhammad sendiri memegang batu itu lalu meletakkannya di
    tempatnya. Tindakan Muhammad ini mendapat penilaian dan penghormatan
    yang besar dari kalangan ketua kabilah yang berselisih faham ketika itu.

    Awalnya, Hajar Aswad tidak dihiasi dengan lingkaran pita perak di
    sekelilingnya. Lingkaran itu dibuat pada masa-masa berikutnya. Menurut
    Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraki (M. 203 H), seorang ahli
    sejarah kelahiran Mekah, Abdullah bin Zubair adalah orang pertama yang
    memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad, setelah terjadi
    kebakaran pada Kaabah. Pemasangan pita perak itu dilakukan agar Hajar
    Aswad tetap utuh dan tidak mudah pecah. Pemasangan pita perak berikutnya
    dilakukan pada 189 H, ketika Sultan Harun ar-Rasyid, Khalifah Uthmaniah
    (memerintah tahun 786-809 M), melakukan umrah di Masjidil Haram. Ia
    memerintahkan Ibnu at-Tahnan, seorang pengukir perak terkenal ketika
    itu, untuk menyempurnakan lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad
    dan membuatnya lebih berkilat dan berkilau.

    Usaha berikutnya dilakukan oleh Sultan Abdul Majid, Khalifah
    Uthmaniah (1225-1277 H/1839-1861 M). Pada tahun 1268 H, baginda
    menghadiahkan sebuah lingkaran emas untuk dililitkan pada Hajar Aswad,
    sebagai pengganti lingkaran pita perak yang telah hilang. Lingkaran emas
    itu kemudian diganti semula dengan lingkaran perak oleh Sultan Abdul
    Aziz, Khalifah Uthmaniah (1861-1876 M). Pada 1331 H, atas perintah
    Sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah pada tahun 1909-1918),
    lingkaran pita perak itu diganti dengan lingkaran pita perak yang baru.
    Untuk menjaga dan mengekalkan keutuhannya, Hajar Aswad sering dililit
    dan dilingkari dengan lingkaran pita perak.

    SETIAP tahun, apabila tiba musim haji, lebih dua juta umat Islam dari
    seluruh dunia bertamu di kota suci Makkatul Mukarramah, menyahut seruan
    Ilahi bagi menyempurnakan rukun Islam yang kelima itu.

    Dalam ibadat itu, jemaah melakukan pelbagai ritual ibadat mengikut
    tertib, seperti tawaf, sai dan bercukur, dengan kemuncaknya melakukan
    wukuf di padang Arafah, yang jatuh pada 9 Zulhijjah.

    Baitullah disebut juga Kaabah, yang terletak di tengah kota suci itu.
    Ia menjadi tumpuan utama pada musim haji, khususnya dalam pelaksanaan
    tawaf, dengan setiap jemaah mengelilinginya sebanyak tujuh kali.

    Rumah Allah itu adalah kiblat kepada umat Islam seluruh dunia ketika
    menunaikan ibadat solat seharian dan Masjidil Haram yang menaungi
    kawasan itu menjadi masjid paling mulia dalam Islam.

    Baitullah yang penuh berkat dan mulia itu dikenali juga dengan nama
    lain seperti al-Bait, al-Bait al-Haram, al-Bait al-Atiq dan Qiblat.

    “Sesungguhnya rumah ibadat yang mula-mula dibina untuk manusia
    (beribadat kepada Tuhannya) ialah Baitullah di Makkah, yang berkat dan
    (dijadikan) petunjuk hidayah bagi umat manusia.” (Ali-Imran: 96)

    Ulama berbeza dalam mentafsirkan ayat berkenaan. Sesetengahnya
    mengatakan makna bait itu ialah Kaabah, sesetengahnya pula mengatakan
    bait itu ialah Masjidil Haram dengan dalil hadis yang diriwayatkan oleh
    Imam al-Bukhari dan Muslim, bermaksud:

    “Daripada Abi Zar berkata: Aku bertanya Rasulullah s.a.w mengenai
    masjid yang paling awal dibina di bumi, sabdanya Masjidil Haram. Aku
    berkata, kemudian masjid mana? Sabdanya, Masjidil Aqsa. Aku bertanya
    berapa lama antara keduanya didirikan? Sabdanya, empat puluh tahun.”

    Menurut cerita Ibn Zahirah al-Qarsyi, Kaabah dibina beberapa kali,
    iaitu oleh malaikat, Nabi Adam a.s, Nabi Ibrahim a.s, orang Quraisy, Ibn
    Zubair dan Hajjaj Yusuf as-Thaqafi.

    “Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail meninggikan
    binaan asas Baitullah itu, sambil keduanya berdoa dengan berkata: Wahai
    Tuhan kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah
    yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah:127)

    Selain melakukan tawaf di rumah Allah itu, satu fenomena cukup ketara
    diperhatikan ketika musim haji, malah pada waktu lain ketika
    mengerjakan umrah, ialah tindakan sesetengah tetamu yang mengucup Batu
    Hitam atau lebih dikenali Hajarul Aswad.

    Amalan itu didakwa sebagai mencontohi kucupan diterima daripada Nabi
    Muhammad s.a.w. Ulama menyatakan perbuatan istilam (melambai tangan)
    terhadapnya ketika memulakan tawaf atau mengucup Hajarul Aswad
    (sekiranya dapat) termasuk perkara sunat mengerjakan haji dan umrah.

    Signifikan tindakan itu, sebagaimana digambarkan Saidina Umar
    al-Khattab, Khalifah Ar-Rasyidin yang kedua: “Saya tahu anda adalah
    sebuah batu yang tidak mendatangkan bahaya dan faedah. Jika tidak aku
    melihat Rasulullah s.a.w mengucupmu, aku tidak akan mengucupmu.”

    Nabi s.a.w menciumnya sebagaimana dilakukan nabi sebelumnya, sehingga
    Hajarul Aswad menjadi tempat bertemunya bibir kalangan nabi, orang
    soleh, jemaah haji dan mereka yang menunaikan umrah sepanjang sejarah.

    Ia juga menjadi tempat permulaan dan akhir tawaf, sekali gus tempat mustajab dikabulkan doa.

    Batu Hitam yang terletak di bahagian penjuru sebelah timur Kaabah
    adalah objek sangat disanjungi umat Islam. Secara kasar batu itu
    berukuran diameter 30 sentimeter dan 1.5 meter dari paras bawah.

    Ia dikatakan pernah pecah kepada beberapa bahagian pada Zaman
    Pertengahan. Malah ada pihak mendakwa ia pecah menjadi berkeping-keping
    kepada lapan gugusan batu kecil.

    Keadaan ini berlaku pada zaman Qaramithah, iaitu satu mazhab daripada
    Syiah Islamiyah al-Batiniyah daripada pengikut Abu Thahir al-Qarmathi
    yang mencabut Hajarul Aswad dan membawanya ke Ihsa’ pada 319 Hijrah,
    tetapi kemudian dikembalikan lagi pada 339 Hijrah.

    Gugusan terbesar dikatakan sebesar buah kurma dan tertanam di batu
    besar yang lain dikelilingi oleh ikatan perak dan diperkuatkan lagi
    dengan paku perak. Batu itulah yang dianjurkan untuk dikucup, bukannya
    batu di sekitarnya dan yang meliputi perak.

    Antara keutamaan Hajarul Aswad kerana ia berasal daripada batu yang
    mulia (yaqut) dari syurga yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s agar
    diletakkan di satu sudut Kaabah.

    Bahkan menurut tradisi Islam, batu itu berasal dari syurga pada zaman
    Nabi Adam a.s dan Hawa lagi, dalam keadaan putih berkilau dan bebas
    daripada unsur kejahatan, tetapi ia menjadi hitam kerana dosa yang
    diserap tahun ke tahun.

    Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Hajarul Aswad itu diturunkan
    dari syurga, warna lebih putih daripada susu dan dosa-dosa anak cucu
    Adamlah yang menjadikannya hitam.”

    Dikatakan juga Nabi Ibrahim a.s yang menemui Batu Hitam dan apabila
    baginda membina semula Kaabah, Malaikat Jibril a.s membawa batu itu
    keluar dan memberikan kepada baginda.

    Menurut cerita, apabila Nabi Ibrahim siap membina Kaabah, dengan
    bantuan puteranya, Nabi Ismail a.s, Allah memerintahkan baginda
    melakukan tawaf.

    Baginda tidak dapat menetapkan bilangan yang tepat pusingan dilakukannya. Baginda berasa mereka yang lain juga akan keliru.

    Justeru, baginda berdoa kepada Allah untuk memberikannya suatu tanda
    untuk digunakan bagi mengira pusingan. Malaikat Jibril membawakan batu
    hitam terbabit kepadanya.

    Bahkan, Nabi Muhammad s.a.w turut memainkan peranan dalam sejarah
    Hajarul Aswad. Ini kerana pada waktu pembinaan semula struktur Kaabah,
    Hajarul Aswad dipindahkan sementara dan bagindalah yang meletakkan
    semula batu terbabit di tempat asalnya.

    Satu cerita yang ditemui dalam Sirah Rasulullah Ibn Ishaq menunjukkan
    Nabi Muhammad s.a.w menyelesaikan satu pertelingkahan di antara suku
    Makkah, yang masing-masing berhak untuk meletakkan Hajarul Aswad di
    tempat asalnya.

    Jalan penyelesaiannya ialah dengan memanggil semua pemimpin suku
    terbabit untuk mengangkat penjuru batu dengan satu kain dan kemudian
    Nabi Muhammad s.a.w meletakkan batu itu pada tempatnya dengan tangannya
    sendiri.

    Umat Islam dari satu generasi ke generasi apabila mula tawaf dan
    selesai setiap pusingan, mengucup Hajarul Aswad, menyentuhnya dengan
    satu tangan atau sekadar memberikan isyarat kepadanya dari jauh.

    Batu Hajarul Aswad akan dibangkitkan pada hari kiamat, dengan
    mempunyai 2 lidah dan 2 mata dan boleh berkata-kata serta memberitahu ”
    Ya tuhanku dia kucup (cium) aku, dia betul-betul ikhlas“

    Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Demi Allah! Allah akan
    membangkitkannya (Hajarul Aswad) pada hari kiamat, baginya sepasang mata
    untuk melihat dan lidah untuk berkata-kata; menjadi saksi kepada
    sesiapa yang mengusapnya dengan kebenaran.” (Hadis riwayat al-Tirmizi)

    Walapun ia adalah batu, ia hidup. Siapa yang menciumnya, ia akan
    menjadi saksi. Kalau tidak dapat mengucupnya, cukuplah sekadar istilam
    (mencium dari jauh secara isyarat). Quran juga tahu siapa yang membaca
    dan mengucupnya. Quran juga menjadi saksi dan lawyer di hari kiamat.
    Begitu juga kulit dan bumi menjadi saksi bercakap di sana:

    Fussilat Dan (setelah berlaku yang demikian), berkatalah mereka
    kepada kulit-kulit badan mereka: Mengapa kamu menjadi saksi terhadap
    kami? Kulit-kulit badan mereka menjawab: Allah yang berkuasa menjadikan
    tiap-tiap sesuatu pandai berkata-kata, telah menjadikan kami dapat
    berkata-kata dan Dialah yang menciptakan kamu pada mulanya dan
    kepadaNyalah kamu dikembalikan (untuk menerima balasan)

    Zalzalah Pada hari itu bumi pun menceritakan khabar beritanya:

    Rasulullah s.a.w berpesan kepada Sayyidina Umar yang pergi bersama
    rombongan 124,000 sahabat pergi membuat haji bersamanya ” Ya Umar,
    jangan kamu menyusahkan orang lain dengan sebab kamu ghairah hendak
    mengucup hajaraul aswad.

    Kalau ada peluang kucuplah, tapi jangan berebut hingga menyusahkan
    orang lain. Menyusahkan dan menyakitkan orang islam yang lain besar
    dosanya.

    fiqazazfiq
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 200
    Reputation : 1
    Points : 2138
    Registration date : 2013-03-31

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by jimatkalimasada on Thu Apr 04, 2013 12:09 am

    fiqazazfiq wrote:Ciuman sebagai sunnah semata-mata

    Menurut ajaran Islam, mencium Hajarul Aswad merupakan sunnah Nabi
    S.A.W. semata-mata, dan ini ditegaskan oleh Khalifah Umar Al-Khattab
    apabila sebelum beliau mencium batu itu (Hajar Aswad), beliau
    berkata-kata:

    “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku
    tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, sudah tentu aku tidak akan
    melakukan (mencium Hajar Aswad).”

    kasihan umar bin khatab
    sebenarnya sudah tahu bahwa nyium batu itu tindakan konyol
    tapi terpaksa mengikuti kekonyolan muhamat

    jimatkalimasada
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 4627
    Reputation : 5
    Points : 6864
    Registration date : 2012-06-07

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by fiqazazfiq on Thu Apr 04, 2013 12:19 am

    jimatkalimasada wrote:
    fiqazazfiq wrote:Ciuman sebagai sunnah semata-mata

    Menurut ajaran Islam, mencium Hajarul Aswad merupakan sunnah Nabi
    S.A.W. semata-mata, dan ini ditegaskan oleh Khalifah Umar Al-Khattab
    apabila sebelum beliau mencium batu itu (Hajar Aswad), beliau
    berkata-kata:

    “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku
    tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, sudah tentu aku tidak akan
    melakukan (mencium Hajar Aswad).”

    kasihan umar bin khatab
    sebenarnya sudah tahu bahwa nyium batu itu tindakan konyol
    tapi terpaksa mengikuti kekonyolan muhamat





    1. Pernyataan ' Umar (mungkin Allah anhu) dikutip dalam hadits ini sangat penting dalam arti bahwa ia ingin membuat itu benar-benar jelas bagi orang yang buta huruf dan bodoh bahwa Al-Hajar Al-Aswad (batu hitam Ka'bah) tidak mencium untuk karena batu dihormati dalam Islam, sebagai praktek di jahiliah. Apa yang dia ingin menekankan adalah bahwa mencium Hajar Aswad adalah sesuai dengan Sunnah Nabi (saw).

    2. Ketaatan Nabi (saw) di seluruh urusan adalah suatu keharusan, Apakah satu memahami hikmah dibalik itu atau tidak. Dengan analogi, mencium batu hitam, beberapa orang berpikir dibolehkan untuk mencium dan menghormati makam orang-orang kudus. Tapi ini bukan alasan sah karena mencium Hajar Aswad ' ibadat (UU ibadah), atau bagian dari itu, dan setiap ' ibadat adalah Tauqifiyah (ditentukan oleh Allah dan nabi (saw)) dan itu dapat tidak akan meningkat atau berkurang, juga dapat itu dinilai sebagai sesuatu yang lain
    Dan ada hadits, salah satu dari mereka yang diriwayatkan oleh ' Aishah (mungkin Allah senang dengan dia): utusan Allah (saw) menyukai tindakan ibadah paling dalam kinerja yang seseorang adalah teratur dan konstan.

    fiqazazfiq
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 200
    Reputation : 1
    Points : 2138
    Registration date : 2013-03-31

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by jimatkalimasada on Thu Apr 04, 2013 1:20 am



    lha muhamat hobi nyiumi batu buat apa?

    jimatkalimasada
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 4627
    Reputation : 5
    Points : 6864
    Registration date : 2012-06-07

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by fiqazazfiq on Thu Apr 04, 2013 1:26 am

    jimatkalimasada wrote:

    lha muhamat hobi nyiumi batu buat apa?

    Jelas..kamu bertambah dekat dengan neraka...kamu belum masih mampu belum mencerna sesuatu apapun sebaliknya mencari alsan...mungkin kamu selesa di Neraka...Alasan dicari bukanNya pencerahan...

    fiqazazfiq
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 200
    Reputation : 1
    Points : 2138
    Registration date : 2013-03-31

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by jimatkalimasada on Thu Apr 04, 2013 1:29 am


    umar nyiumi batu demi menyunahi muhamat
    muhamat nyimi batu demi apa?

    jimatkalimasada
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 4627
    Reputation : 5
    Points : 6864
    Registration date : 2012-06-07

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by fiqazazfiq on Thu Apr 04, 2013 1:32 am

    jimatkalimasada wrote:
    umar nyiumi batu demi menyunahi muhamat
    muhamat nyimi batu demi apa?

    Kamu baca kisah Hajar Aswad...baru kamu faham..

    fiqazazfiq
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 200
    Reputation : 1
    Points : 2138
    Registration date : 2013-03-31

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by jimatkalimasada on Thu Apr 04, 2013 1:43 am



    karena konon batu dari sorga-kah?
    yang warnanya berubah dari putih jadi hitam karena dosa manusia?

    jimatkalimasada
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 4627
    Reputation : 5
    Points : 6864
    Registration date : 2012-06-07

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by fiqazazfiq on Thu Apr 04, 2013 6:22 am

    jimatkalimasada wrote:

    karena konon batu dari sorga-kah?
    yang warnanya berubah dari putih jadi hitam karena dosa manusia?

    Gak perlu khuatir batu Itu dari mana dong?...Khuatirkan nasibmu di kuburan nanti dong...mati kamu bisa lemot...mati kamu juga bisa kapan aja...Ingat sakaratul maut dong...kamu cuma manusia yang menumpang di bumi tuhan dong....Bersyukurlah kepadaNya...walau kamu kesesatan yg amat.....

    fiqazazfiq
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 200
    Reputation : 1
    Points : 2138
    Registration date : 2013-03-31

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by jimatkalimasada on Mon Apr 22, 2013 10:04 pm



    kenapa muhamat hobi menciumi batu?
    ha jadi hitam karena dosanya muhamat?

    jimatkalimasada
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 4627
    Reputation : 5
    Points : 6864
    Registration date : 2012-06-07

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by SerSan on Tue Apr 23, 2013 2:07 am


    _________________
    ==================================================================

    muhammad (mumun) saw pantat ane!!!
    avatar
    SerSan
    RED MEMBERS
    RED MEMBERS

    Female
    Number of posts : 41
    Age : 907
    Location : kuburan
    Job/hobbies : ngebunuh muslim
    Humor : "otak muslim seencer kencing onta"
    Reputation : 0
    Points : 1957
    Registration date : 2013-04-21

    View user profile

    Back to top Go down

    Re: IBADAH HAJI merupakan IBADAH menyembah BERHALA

    Post by Sponsored content


    Sponsored content


    Back to top Go down

    Back to top

    - Similar topics

     
    Permissions in this forum:
    You cannot reply to topics in this forum