MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 17 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 17 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Bagaimana Aku Dapat Menyelamatkan Pernikahanku Dengan Suami Muslimku?

View previous topic View next topic Go down

Bagaimana Aku Dapat Menyelamatkan Pernikahanku Dengan Suami Muslimku?

Post by admin on Sun Mar 17, 2013 9:37 am

Ketika
seorang pria mengabaikan isterinya, sebagaimana sering terjadi dalam
pernikahan Islami, maka anak laki-lakinya akan menjadi pasangan ‘palsu’
ibunya. Ia akan bertindak sebagai pelindungnya. Relasi ibu dan anak yang
tidak sehat seperti ini, sangat umum ditemukan dalam rumah tangga
Muslim. Ketika tak ada suami yang mendukungnya secara emosional, maka
mereka akan membentuk sebuah ikatan emosional dengan anak laki-laki
mereka. Para wanita ini akan merasa cemburu dengan menantu perempuan
mereka dan memandangnya sebagai pesaing dan kompetitor untuk mendapatkan
kasih sayang dari anak laki-laki mereka.





Diposkan oleh Ali Sina, pada tanggal 7 Maret 2013



Maaf jika
aku telah mengganggumu, tapi aku sudah membaca tulisan-tulisanmu di
internet. Aku merasakan kengerian membahas hal ini di balik punggung
suamiku, tapi aku benar-benar tidak lagi sanggup menjalani hidup seperti
ini. Apa yang kau tulis bagiku masuk akal, tapi aku belum dapat
menemukan cara bagaimana membuat suamiku dapat melihat kebenaran yang
engkau sampaikan.


Aku akan
membahasnya dari permulaan. Aku adalah seorang wanita Kristen. Usiaku 24
tahun. Aku tidak mendengarkan nasehat keluarga atau teman-temanku,
supaya tidak menikah dengan seorang pria Muslim. Sebelum kami menikah,
ia telah berjanji bahwa ia akan pergi ke gereja bersamaku, membiarkanku
membawa anak-anak kami ke gereja – dan ia mengucapkan semua janji itu
sebelum kami menikah. Kami tinggal di Amerika Serikat. Tapi kemudian
setelah kami menikah, ia katakan padaku bahwa ia sudah berbohong. Karena
itu kami terus menerus bertengkar. Sekarang setiap saat aku menangis
dan ini bukanlah kebiasaanku. Sebelumnya aku seorang wanita yang biasa
tertawa dan berbahagia, tapi sekarang aku sedemikian banyak menangis
sehingga itu membuat kesehatanku menurun. Tapi aku masih sangat
mencintainya.


Situasinya
menjadi semakin buruk ketika ayahnya sakit berat. Bukannya membantu
ibunya untuk menemukan pekerjaan supaya dapat mensupport anak-anaknya
yang lain, suamiku mengatakan padaku bahwa jika ayahnya meninggal maka
ia akan pergi dengan ibunya ke negara Arab darimana mereka berasal, dan
akan tinggal di sana bersama ibunya. Pilihannya adalah, aku ikut
dengannya ke sana atau pernikahan kami berakhir.


Ibunya
menentangku dan membenciku, dan suamiku ingin agar aku meninggalkan
semua yang kucintai, pindah ke negaranya dan hidup di rumah ibunya.


Ia telah
memberitahuku bahwa Aku tidak akan merasa nyaman di sana sebab aku
adalah seorang Kristen sementara mereka semua Muslim. Ia tak pernah
membelaku. Tiap kali kudengar ayahnya dirawat di rumah sakit, aku
menjadi sangat takut. Hatiku mulai merasa terluka dan aku tahu bahwa ini
mungkin menjadi hari dimana ia akan meninggalkanku untuk ikut bersama
ibunya sebab [menurut ajaran Islam] “surga ada di telapak kaki ibu”.


“Wahai
Rasulullah, aku hendak berperang, kini aku datang untuk meminta
pendapat engkau.” Rasulullah menjawab, “Apakah engkau mempunyai ibu?”
Jawabnya, “Ya.” Lalu Rasulullah bersabda, “Berbuat baiklah kepadanya.
Sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya.”


(Diriwayatkan
Nasa’i (2/54) dan ath­Thabarani (2/225), dan sanadnya?hasan—insya
Allah. Al­ Hakim menshahihkannya (4/151) dan disetujui oleh adz­Dzahabi
dan al­Mundziri (3/214).)




Aku ingin
menyelamatkan pernikahanku, tapi tak ingin melepaskan kebahagiaan dan
keluargaku. Ia telah memberitahuku untuk tak lagi bertemu dengan sahabat
terbaikku padahal kami telah bersahabat selama 14 tahun. Ia tak pernah
mau bersosialisasi dengan anggota keluargaku. Ia memberitahuku bahwa aku
hanya akan memiliki apa yang ia rela berikan, dan ia tak rela memberiku
apapun sebab ia harus memberikannya kepada badan amal. Ia katakan Tuhan
akan mencintainya dan memberkatinya jika ia melakukan hal itu. Ia
mengatakan padaku bahwa aku adalah seorang yang materialistis sebab aku
ingin membangun sebuah rumah dan masa depan dengannya, serta memiliki
hidup yang stabil, supaya aku tak lagi perlu khawatir untuk masa depan
anak-anakku.


Tolonglah
saya. Aku sungguh-sungguh ingin menyelamatkan pernikahanku. Aku tahu
engkau tak punya waktu, tapi saya harus mencobanya. Karena itu kumohon
engkau bisa memberiku bantuan apapun. Aku akan sangat berterimakasih
untuk itu.


Emma





Emma yang baik,

Aku
mengerti bahwa engkau ingin menyelamatkan pernikahanmu. Tapi ketahuilah,
engkau tidak memiliki pernikahan. Mengapa orang menikah? Mereka menikah
agar mereka bisa menjadi orang yang lebih berbahagia. Sebelumnya engkau
adalah orang yang berbahagia. Engkau terbiasa tertawa dan punya jiwa
yang bebas. Tapi sekarang tiap saat engkau menangis hingga kesehatanmu
menurun secara cepat. Bagaimana mungkin engkau masih bisa mengatakan
bahwa engkau sangat mencintai pria ini?


Ia
membohongimu. Ia menipu-daya engkau. Ia berdusta padamu. Sekarang
setelah menikah, ia mengabaikanmu. Ia tak pernah membelamu. Ia
melecehkanmu secara emosional. Ia memberitahumu bahwa baginya engkau itu
tidak ada apa-apanya, dan jika engkau tidak menaatinya dan tidak
melakukan apa yang ia katakan maka ia akan menceraikanmu. Ibunya
membencimu dan suamimu menginginkanmu pindah ke negaranya dan tinggal di
rumah ibunya, berada di bawah kontrol ibunya.


Jika
engkau melakukan itu, maka hidupmu akan ribuan kali lebih buruk daripada
yang engkau alami hari ini. Jika ia belum memukulimu hari ini,
percayalah, ia akan memukulimu kelak saat engkau sudah berada di
negaranya. Engkau tak akan punya hak atas anak-anakmu. Dalam Islam,
seorang wanita tak lebih dari sekedar sebuah inkubator embrio. Tak ada
yang disebut sebagai hak-hak kaum ibu seperti yang kita ketahui di dunia
yang beradab.


Di
negaranya, engkau akan berada di sebuah negara asing, tinggal di
tengah-tengah orang-orang yang membencimu hanya karena keberadaanmu.
Beberapa orang wanita berpaling ke Islam dengan harapan dapat
menyenangkan suami dan keluarga suami mereka, dan dapat diterima. Itu
adalah harapan sia-sia dan pemikiran delusional. Bagi orang-orang Muslim
engkau adalah mahluk inferior dan bahkan perpalinganmu ke Islam pun
tidak akan merubah pandangan mereka. Orang-orang Arab adalah bangsa yang
sangat rasis.


Yang ada
diantara engkau dan pria ini bukanlah cinta. Ini disebut ko-dependensi.
Ini adalah sadomasokisme. Semua Muslim adalah orang-orang yang narsis,
dan orang-orang narsis adalah orang-orang yang sadis. Pertama-tama
mereka melemparkan umpan kepadamu, seperti yang dilakukan seorang
pemancing yang tengah mencoba menangkap ikan. Apabila engkau memakan
umpan itu, maka mereka akan menarik talinya sedikit kemudian
melepaskannya, tapi setiap kali mereka melakukan hal itu, talinya akan
menjadi semakin pendek dan engkau akan semakin kehilangan kebebasanmu,
hingga engkau sepenuhnya berada dalam kendalinya. Pada akhirnya, engkau
akan kehilangan kebebasanmu dan hidupmu seperti yang selama ini engkau
miliki akan berakhir.


Yang saya
takutkan adalah bahwa engkau adalah seorang ‘masochist’. Bagaimana
engkau dapat mencintai seorang pria yang melecehkanmu, meskipun hal itu
membuat kesehatanmu menjadi semakin menurun? Jika engkau tidak suka
dianiaya dan dilecehkan, mengapa engkau masih mau berada dalam relasi
yang beracun seperti ini? Tinggalkan dia! Engkau dapat melakukannya
dengan mudah saat ini, tapi engkau tak akan dapat melakukannya dengan
mudah tanpa pengorbanan yang besar, setelah engkau berada di negaranya.
Aku menyarankanmu untuk menemui seorang terapis. Bahkan jika engkau
dapat keluar dari pernikahan yang tak sehat seperti ini, engkau masih
bisa jatuh ke pria lain yang juga suka melecehkan. Itulah alasan mengapa
saya menyarankanmu menemui seorang terapis.


Aku sudah
mengatakan hal ini berulangkali. Seorang pria Muslim tak punya kapasitas
untuk mencintai seorang wanita sesuai dengan pemahaman yang benar akan
kata ‘cinta’. Ia tak tahu apa artinya cinta. Cinta adalah sebuah seni
yang kita pelajari. Pria-pria Muslim tidak mencintai isteri-isteri
mereka. (Lihat artikelku sebelumnya:
Ada Apa Disana Bagi Muslimah).
Jadi anak-anak mereka tidak bisa mempelajari seni ini, dan jika engkau
menikahi seorang pria Muslim, maka ia tak punya kapasitas untuk
mencintaimu. Ia ingin memilikimu, tapi ia tidak sanggup mencintaimu.
Nilai-nilai yang ia anut sangat jauh berbeda dengan nilai-nilaimu.
Orang-orang Muslim adalah sebuah spesies yang berbeda. Mereka berbeda
dengan kita.


Relasi
pria ini dengan ibunya juga jadi masalah. Tapi ini hal yang biasa
terjadi dalam keluarga-keluarga Timur Tengah. Ibunya mengontrol dia
beserta setiap wanita yang menikah dengannya. Ini adalah sesuatu yang
sulit, bahkan bagi seorang wanita Muslim yang menikah dengan pria ini,
apalagi dengan engkau yang tidak terbiasa dengan budaya ‘sakit’ yang
seperti itu.


Pria yang
engkau sebut sebagai suamimu sebenarnya secara emosional adalah seorang
anak. Ia masih belum memotong tali pusarnya dari ibunya. Hubungan dengan
ibunya adalah hubungan simbiotik. Saya takut harapanmu bahwa suatu hari
kelak ia akan meninggalkan ibunya dengan cara yang biasa dilakukan oleh
seorang pria muda, kemudian memilihmu sebagai pasangan hidupnya,
hanyalah sebuah pemikiran yang kosong. Ia tidak dapat memiliki sebuah
relasi pernikahan yang sehat denganmu atau dengan perempuan manapun,
karena ia adalah seorang anak yang masih perlu bersembunyi dibawah rok
ibunya. Bahkan setelah kematian ibunya, ia masih akan membutuhkan
seorang isteri sebagai ibunya. Pria ini tak akan pernah berfungsi
sebagai seorang suami dan ayah. Ia adalah anak yang senang melecehkan
dan ini tambahan masalah mengenai dirinya, terlepas bahwa ia adalah
seorang Muslim.


Ketika
seorang pria mengabaikan isterinya, sebagaimana sering terjadi dalam
pernikahan Islami, maka anak laki-lakinya akan menjadi pasangan ‘palsu’
ibunya. Ia akan bertindak sebagai pelindungnya. Relasi ibu dan anak yang
tidak sehat seperti ini, sangat umum ditemukan dalam rumah tangga
Muslim. Ketika tak ada suami yang mendukungnya secara emosional, maka
mereka akan membentuk sebuah ikatan emosional dengan anak laki-laki
mereka. Para wanita ini akan merasa cemburu dengan menantu perempuan
mereka dan memandangnya sebagai pesaing dan kompetitor untuk mendapatkan
kasih sayang dari anak laki-laki mereka. Setiap wanita yang menikah
dengan pria seperti ini, hidupnya akan sengsara. Ketika engkau menikahi
seorang pria Muslim, besar kemungkinan engkau akan menikah dengan ‘anak
laki-laki mama’.


Engkau
memintaku untuk menolongmu menyelamatkan pernikahanmu. Pernikahan apa?
Engkau tak punya pernikahan. Engkau sedang berada dalam sebuah relasi
yang salah. Satu-satunya yang bisa kukatakan padamu adalah, bukalah
matamu dan keluarlah dari situ sekarang juga, bukan besok atau jam
berikut. Kemasi barang-barangmu dan segeralah pergi setelah engkau
membaca email ini. Pergilah ke rumah orangtuamu dan minta pada mereka
untuk memberimu tempat berlindung hingga engkau mendapatkan surat cerai
resmi. Apakah engkau sungguh-sungguh menginginkan pria seperti ini
menjadi ayah dari anak-anakmu, dan membesarkan mereka dengan
nilai-nilainya yang melenceng?


Tak ada
manfaatnya membicarakan hal ini dengannya, dan menurutku tak ada terapis
manapun yang dapat menolongnya. Pertama-tama karena ia mengira tak ada
yang salah dengannya dan ia juga tidak akan mau mendengarkan nasehat
seorang terapis. Kedua, hubungannya yang tidak sehat dengan ibunya hanya
salah satu bagian masalah. Masalah utamanya adalah karena ia adalah
seorang Muslim dan oleh sebab nuraninya menjadi tumpul. Ia tak percaya
dengan Aturan
Emas, hal utama yang menjadikan kita sebagai manusia.

Amal?!
Amal apa? Yang ia sedang bicarakan adalah mengenai membantu terorisme
Islami. Tak ada amal dalam Islam sebagaimana yang engkau pahami. Amal
dalam Islam berarti mendukung jihad dengan uang dan dengan hidup mereka.
Jihad berarti dua hal: Taqiyah (tipu daya) dan terorisme. Engkau telah
menjadi korban tipu dayanya. Ia membohongimu untuk menikah dengannya dan
sekarang ia sedang melecehkanmu agar engkau berpaling ke Islam. Baginya
ini adalah bentuk jihad. Anak-anakmu akan menjadi Muslim. Seperti
inilah cara Islam berkembang ‘secara damai’, ketika pedang tidak
dipakai.


Engkau
masih muda. Dari suratmu yang saya kumpulkan, aku yakin engkau belum
punya anak. Bersukacitalah! Ini berarti anak-anakmu kelak tidak akan
menderita karena kesalahanmu. Engkau dapat membatalkan kesalahanmu dan
meninggalkannya di belakangmu. Bahkan jika engkau telah memiliki anak,
nasehatku padamu pun tetap sama. Pria ini tak akan pernah menjadi
pasangan yang sepadan buatmu. Ia tidak akan dapat menjadi seorang suami
atau ayah yang baik. Ia bukan seorang pria dewasa. Ia hanya akan
menghancurkan hidupmu dan tak akan pernah memberimu kebahagiaan.
Pernikahanmu dengannya tidak akan bertahan. Jadi, akhirilah sekarang
sementara kalian masih belum memiliki anak.


Ia tidak
mencintaimu dan engkau juga tidak mencintainya. Ia ingin menguasaimu,
dan perasaanmu terhadapnya bukanlah cinta. Engkau sedang diperbudak
olehnya. Cinta akan membuatmu bahagia dan bebas. Jika engkau
mencintainya maka engkau tidak akan mengirimiku surel untuk meminta
pertolongan. Pernahkah engkau mendengar tentang
sindrom Stockholm? Silahkan mengeceknya dan membaca mengenai hal itu. Inilah masalah mental yang engkau derita.

Bacalah
juga kisah-kisah tentang wanita-wanita lain dalam blog ini. Detilnya
bervariasi namun semua temanya sama. Mereka bertemu dengan
seorang pangeran menawan yang kemudian berubah menjadi seekor katak.
Mereka menikah dengan seorang Dr. Jekyll yang berubah menjadi Mr. Hyde.
Kita harus memberitahu dunia bahwa orang-orang Muslim berbeda dengan
kita, sebab jika tidak maka lebih banyak lagi orang-orang tak bersalah
yang akan menderita. Mereka tidak memiliki hati manusia yang sama
seperti yang kita miliki. Mereka tak punya hati nurani yang sama seperti
yang kita miliki. Mereka semua adalah para narsisis. Kita sedang
berurusan dengan 1,5 milyar psikopat. Mereka semua menjadi sakit karena
meniru nabi mereka. Jangan pernah mempercayai mereka. Jangan mau
dibodohi oleh orang-orang Muslim, bahkan ketika mereka kelihatannya
ramah dan menyenangkan. Benar, di antara mereka masih ada orang baik,
tetapi mengapa harus mengambil risiko? Engkau tak akan pernah tahu kapan
mereka akan memutuskan untuk berpaling pada Tuhan mereka dan berubah
dari Dr. Jekyll menjadi Mr. Hide.


Engkau
hanya hidup sekali dan engkau pantas untuk berbahagia. Jangan memilih
hidup yang dipenuhi penderitaan. Untuk apa menderita ketika engkau dapat
membuang suami seperti ini keluar dari hidupmu dan menemukan
kebahagiaan dengan seseorang yang cukup dewasa dan sanggup mencintai
seorang wanita sebagaimana yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria?


Terlalu muda untuk menikah di usia 24 tahun. Engkau masih punya waktu 10-15 tahun lagi untuk menemukan seorang pria yang baik.

Semoga cepat sembuh



Ali Sina

_________________
MURTADINKAFIRUN
MURTADIN KAFIRUN exMUSLIM INDONESIA BERJAYA 11 SEPTEMBER Hari Murtad Dari Islam Sedunia

admin
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR

Male
Number of posts : 1194
Age : 17
Reputation : -4
Points : 5206
Registration date : 2008-12-17

View user profile http://groups.yahoo.com/group/MURTADIN_KAFIRUN/

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum