MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 11 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 11 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

View previous topic View next topic Go down

Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Agapo on Sun Mar 24, 2013 6:30 am

Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Formalisasi syariat Islam dianggap sebagai ancaman bagi kebhinekaan.Lantas, benarkah bila syariat Islam diterapkan, semua orang dipaksa memeluk agama Islam? Benarkah formalisasi syariat Islam akan diiringi dengan penyeragaman (uniformisasi) agama, budaya, pemikiran, dan pandangan hidup? Benarkah akan terjadi peminggiran peran kelompok minoritas jika syariat Islam diterapkan dalam koridor negara?

Berikut paparan mengenai penerapan syariat Islam di tengah keragaman agama, keyakinan, dan budaya, ditinjau dari sisi sejarah dan nash-nash syariat. Juga mengetengahkan cara pandang dan solusi Islam terhadap keragaman budaya, agama, dan pemikiran.

Inklusivitas Masyarakat Islam

Tatkala Rasulullah SAW menegakkan Daulah Islam(Negara Islam) di Madinah, struktur masyarakat Islam saat itu tidaklah seragam. Masyarakat Madinah dihuni oleh kaum Muslim, Yahudi, Nashrani, dan juga kaum Musyrik. Namun, mereka bisa hidup bersama dalam naungan Daulah Islamiyyah dan di bawah otoritas hukum Islam. Entitas-entitas selain Islam tidak dipaksa masuk ke dalam agama Islam atau diusir dari Madinah. Mereka mendapatkan perlindungan dan hak yang sama seperti kaum Muslim. Mereka hidup berdampingan satu dengan yang lain tanpa ada intimidasi dan gangguan. Bahkan Islam telah melindungi "kebebasan mereka" dalam hal ibadah, keyakinan, dan urusan-urusan privat mereka. Mereka dibiarkan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan mereka.

Masyarakat Islam yang inklusif seperti ini terlihat jelas dalam Piagam Madinah yang dicetuskan oleh Rasulullah SAW. Dalam klausul 13-17 Piagam Madinah disebutkan sebagai berikut, "Orang mukmin tidak boleh membunuh orang mukmin untuk kepentingan orang kafir, juga tidak boleh menolong orang kafir dalam memusuhi orang mukmin. Janji perlindungan Allah adalah satu. Mukmin yang tertindas dan lemah akan memperoleh perlindungan hingga menjadi kuat. Sesama mukmin hendaknya saling tolong menolong. Orang-orang Yahudi yang mengikuti langkah kami (Muhammad), mereka memperoleh perlindungan dan hak yang sama; mereka tidak akan dimusuhi dan tidak pula dianiaya. Perjanjian damai yang dilakukan oleh orang-orang mukmin haruslah merupakan satu kesepakatan.Tidak dibenar-benarkan seorang mukmin mengadakan perdamaian dengan meninggalkan yang lain dalam keadaan perang di jalan Allah, kecuali telah disepakati dan diterima bersama."

Kaum Yahudi yang disebut dalam piagam ini adalah orang-orang Yahudi yang ingin menjadi bagian dari penduduk negara Islam. Mereka mendapatkan perlindungan dan hak muamalah yang sama sebagaimana kaum Muslim. Sebab, mereka merupakan bagian dari rakyat negara Islam yang berhak mendapatkan perlindungan dan dipenuhi haknya. Dalam Piagam Madinah tersebut disebutkan nama-nama kabilah Yahudi yang mengikat perjanjian dengan Rasulullah SAW (menjadi bagian Daulah Islamiyyah), yakni Yahudi Bani 'Auf, Yahudi Bani Najjar, dan sebagainya.

Kelompok pluralis sendiri mengakui masyarakat Madinah sebagai model masyarakat inklusif. Bahkan, mereka menyepadankan masyarakat Madinah dengan civil society atau masyarakat plural. Walaupun penyepadanan masyarakat Madinah dengan civil society ini tidaklah tepat, hanya saja, pengakuan kaum pluralis terhadap masyarakat Madinah sebagai masyarakat yang inklusif justru membuktikan bahwa mereka sebenarnya meyakini bahwa Daulah Islamiyyahmenjamin dan melindungi keragaman, dan sama sekali tidak menghendaki adanya uniformisasi. Lantas, mengapa sekarang mereka justru membuat isu; penerapan syariat Islam dalam koridor negara akan mengancam keberagaman dan kebhinekaan? Mengapa pula mereka getol menyebarkan isu uniformisasi dan eksklusifitas bila syariat Islam diformalisasikan dalam undang-undang negara? Lalu, di mana letak konsistensi mereka dalam berpendapat?

Setelah kekuasaan Daulah Islamiyyah meluas di jazirah Arab, Nabi SAW memberikan perlindungan atas jiwa, agama, dan harta penduduk Ailah, Jarba', Adzrah, Maqna, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Nabi SAW juga memberikan perlindungan, baik harta, jiwa, dan agama penduduk Khaibar yang mayoritasnya beragama Yahudi. Beliau juga memberikan perlindungan kepada penduduk Juhainah, Bani Dlamrah, Asyja', Najran, Muzainah, Aslam, Juza'ah, Jidzaam, Qadla'ah, Jarsy, orang-orang Kristen yang ada di Bahrain, Bani Mudrik, dan Ri'asy, dan masih banyak lagi.

Imam Bukhari menuturkan sebuah riwayat dari Rabi’ bin Khudaij, bahwasanya ia berkata, “Seorang laki-laki dari Anshor terbunuh di Khaibar. Walinya menghadap Rasulullah SAW dan menceritakan peristiwa itu kepada beliau SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, “Kamu harus menghadirkan dua orang saksi yang menyaksikan pembunuhan atas saudaramu.” Mereka berkata, “Ya Rasulullah di sana tidak ada seorangpun dari kaum Muslim akan tetapi hanya ada orang-orang Yahudi yang kadang-kadang bisa berbuat lebih kejam daripada ini. Rasulullah SAW bersabda, “Pilihlah 50 orang dari mereka Yahudi, dan suruhlah mereka bersumpah. Setelah itu, Rasulullah SAW membayarkan diyat pembunuhan kepada wali pihak yang terbunuh."

Saat itu, Khaibar telah menjadi bagian Negara Islam, dan penduduknya didominasi oleh orang-orang Yahudi. Ketika orang—orang Yahudi bersumpah tidak terlibat dalam pembunuhan, Rasulullah SAW pun tidak menjatuhkan vonis kepada mereka. Bahkan, beliau SAW membayarkan diyat atas peristiwa pembunuhan di Khaibar tersebut. Hadits ini menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW menegakkan keadilan hukum bagi warga negaranya tanpa memandang lagi perbedaan agama, ras, dan suku. Adapun non Muslim yang hidup di bawah kekuasaan Islam, mereka tunduk dan patuh terhadap syariat Islam yang telah ditetapkan sebagai hukum negara. Mereka juga mendapatkan perlindungan dalam menjalankan peribadatan, dan keyakinan mereka. Mereka tidak dipaksa untuk memeluk Islam, atau diperintah untuk melenyapkan truth claim atas agama dan keyakinan yang mereka anut. Malah, mereka diberi kebebasan untuk menjalankan seluruh aktivitasnya sesuai dengan koridor hukum negara (syariat Islam).

Fragmen sejarah di atas membuktikan, bahwa formalisasi syariat Islam bukanlah ancaman bagi keberagaman, kebhinekaan, dan kelompok minoritas.

Zaman Kekhilafahan Islam

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, tugas kenegaraan dan pengaturan urusan rakyat dilanjutkan oleh para khalifah. Kekuasaan Islam pun meluas hingga mencakup hampir 2/3 dunia. Kekuasaan Islam yang membentang mulai dari Jazirah Arab, jazirah Syam, Afrika, Hindia, Balkan, dan Asia Tengah itu, tidak mendorong para Khalifah untuk melakukan uniformisasi warga negara, maupun upaya-upaya untuk memberangus pluralitas. Padahal, dengan wilayah seluas itu, Daulah Islam memiliki keragaman budaya, keyakinan, dan agama yang sangat besar, dan sewaktu-waktu bisa memunculkan "konflik agama". Akan tetapi, hingga kekhilafahan terakhir Islam, tak ada satupun pemerintahan Islam yang mewacanakan adanya uniformisasi (keseragaman), atau berusaha menghapuskan pluralitas agama, budaya, dan keyakinan dengan alasan untuk mencegah adanya konflik.

Bahkan, penerapan syariat Islam saat itu, berhasil menciptakan keadilan, kesetaraan, dan rasa aman bagi seluruh warga negara, baik Muslim maupun non Muslim. Dalam bukunya Holy War, Karen Amstrong menggambarkan saat-saat penyerahan kunci Baitul Maqdis kepada Umar bin Khathathab kira-kira sebagai berikut, "Pada tahun 637 M, Umar bin Khaththab memasuki Yerusalem dengan dikawal oleh Uskup Yunani Sofronius. Sang Khalifah minta agar dibawa segera ke Haram al-Syarif, dan di sana ia berlutut berdoa di tempat Nabi Mohammad SAW melakukan perjalanan malamnya. Sang uskup memandang Umar penuh dengan ketakutan. Ia berpikir, ini adalah hari penaklukan yang akan dipenuhi oleh kengerian yang pernah diramalkan oleh Nabi Daniel. Pastilah, Umar ra adalah sang Anti Kristus yang akan melakukan pembantian dan menandai datangnya Hari Kiamat. Namun, kekhawatiran Sofronius sama sekali tidak terbukti." Setelah itu, penduduk Palestina hidup damai, tentram, tidak ada permusuhan dan pertikaian, meskipun mereka menganut tiga agama besar yang berbeda, Islam, Kristen, dan Yahudi.

Keadaan ini sangat kontras dengan apa yang dilakukan oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi. Ketika mereka berhasil menaklukkan Palestina, kengerian, teror, dan pembantaian pun disebarkan hampir ke seluruh kota. Selama dua hari setelah penaklukkan, 40.000 kaum Muslim dibantai. Pasukan Salib berjalan di jalan-jalan Palestina dengan menyeberangi lautan darah. Keadilan, persatuan, dan perdamaian tiga penganut agama besar yang diciptakan sejak tahun 1837 oleh Umar bin Khaththab hancur berkeping-keping. Meskipun demikian, ketika Shalahuddin al-Ayyubiy berhasil membebaskan kota Quds pada tahun 1187 Masehi, beliau tidak melakukan balas dendam dan kebiadaban yang serupa. Karen Armstrong menggambarkan penaklukan kedua kalinya atas Yerusalem ini dengan kata-kata berikut ini, "Pada tanggal 2 Oktober 1187, Salahuddin dan tentaranya memasuki Yerusalem sebagai penakluk dan selama 800 tahun berikutnya Yerusalem tetap menjadi kota Muslim. Salahuddin menepati janjinya, dan menaklukkan kota tersebut menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi. Dia tidak berdendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang Alquran anjurkan (16:127), dan sekarang, karena permusuhan dihentikan, ia menghentikan pembunuhan (2:193-194)".

Di Andalusia, kaum Muslim, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan selama berabad-abad, di bawah naungan kekuasaan Islam. Tidak ada pemaksaan kepada kaum Yahudi dan Kristen untuk masuk ke dalam agama Islam. Sayangnya, peradaban yang inklusif dan agung ini berakhir di bawah mahkamah inkuisisi kaum Kristen ortodoks. Orang-orang Yahudi dan Muslim dipaksa masuk agama Kristen. Jika menolak mereka diusir dari Andalusia, atau dibantai secara kejam dalam peradilan inkuisisi.

Pada tahun 1519 Masehi, pemerintahan Islam memberikan sertifikat tanah kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia.

Pemerintah Amerika Serikat pun pernah mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada Khilafah Islamiyyah atas bantuan pangan yang dikirimkan kepada mereka pasca perang melawan Inggris pada abad ke 18.

Surat jaminan perlindungan juga pernah diberikan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari suaka politik ke Khalifah pada tanggal 30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H.

Pada tanggal 13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865, khalifah memberikan izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah. Sebab, di Rusia mereka tidak mendapatkan kesejahteraan hidup.

Inilah sebagian fragmen sejarah yang menunjukkan, bahwa penerapan syariat Islam dalam koridor Negara tetap melindungi dan metolerir adanya keragaman dan kebhinekaan. Tidak ada uniformisasi, tidak ada pemberangusan terhadap pluralitas, tidak ada pemaksaan atas non Muslim untuk masuk Islam, dan tidak ada pengusiran terhadap non Muslim dari wilayah kekuasaan Islam. Yang terjadi justru, perlindungan terhadap non Muslim, Lebih dari itu, pemerintah Islam dengan syariat Islamnya benar-benar telah mewujudkan gagasan masyarakat inclusive tanpa menghapus truth claim agama, dan tanpa melakukan uniformisasi dan intimidasi.

Lalu, mengapa penerapan syariat Islam dalam koridor negara selalu dikesankan dengan upaya-upaya uniformisasi, pengusiran terhadap non Muslim, eksklusifitas, dan penghancuran terhadap pluralitas? Bukankah kesan tersebut jelas-jelas keliru dan bertentangan dengan realitas sejarah? Barangkali, yang menyebarkan isu ini adalah orang yang awam terhadap sejarah Islam; barangkali a histories dan tidak jujur terhadap sejarah; atau barangkali ini adalah isu politis yang ditujukan untuk menghambat penerapan syariat Islam dalam koridor negara.[]
Sumber : http://mediaumat.com/siyasah-syariyyah/3384-68-syariat-islam-mengakomodasi-keragaman-dan-kebhinekaan-.html

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2914
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 24, 2013 7:09 pm


baca: 9:29!
gak ada toleransi atas keragaman dan ham

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Agapo on Mon Mar 25, 2013 12:04 am

jimatkalimasada wrote:
baca: 9:29!
gak ada toleransi atas keragaman dan ham
Silahkan ditampilkan ayatnya, nanti tak ajari !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2914
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 12:18 am

[9:29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah638 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

hanya karena:
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
5. tidak bayar jisyah
6. tidak tunduk

maka harus diperangi, dimana toleransi dan hamnya?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Mon Mar 25, 2013 12:51 am

hari gini masih bicara hak asasi manusia. mau protes tentang hak asasi? sama Tuhan aja protes nya. Udah di kasih tau babi haram. di dalam Kitabmu di sebutkan, tapi malah di bolehkan. katanya Kitab di turunkan untuk Kasih.. terus katanya bukan karna apa yg kamu makan tapi apa yang kamu ucap kan. Dalil tentang babi haram sudah di hilangkan. parah !!!

Di kasih aturan malah di langgar. Tuhan kok di permainkan.

IMAMAT 11:7
1928 Babi haram
1962 Babi haram
1971 Babi haram
1979 Babi HUTAN HARAM???? Telah diubah manusia...
1985 Babi haram
1990 Babi haram
2006 Babi HUTAN HARAM???? Telah diubah manusia...



zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 1:01 am



ngomongin haram ya?
haram versi aloh beda dengan haram versi muhamat
gimana tuh..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Mon Mar 25, 2013 1:07 am

beda gimana. gampang banget ya ngomong nya, kasian..
Kenapa sih ngga belajar dari semua Thread yang sudah kamu jawab. dalam hati kamu membenarkan tapi dalam kebencian setan merangkulmu..

Aku tau di hatimu kamu membenarkan Islam adalah benar. Allah itu 1 dan nabi muhammad adalah utusan NYA.

Kamu mulai Ragu dengan tuhanmu Yesus. sebab itulah hidup nya selalu bimbang.. Belajarlah..

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 1:10 am

zagisan wrote:beda gimana. gampang banget ya ngomong nya, kasian..

silakan dicek apa yang diharamkan di quran vs apa yang diharamkan di hadis-hadis
kan beda

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Mon Mar 25, 2013 1:14 am

Sama sodaraku.. babi itu haram..

Tuhanmu sudah bilang kan babi itu haram. tapi para imam mu pengen makan babi jadi di bolehkan.. katanya Kitab di turunkan atas dasar kasih.
Tapi apakah semua itu tidak ada maksudnya?
Babi di haramkan karna memiliki sesuatu yang buruk bagi mu.
bisa saja kamu tertimpa penyakit karna memakan nya.
Walaupun hanya makan sedikit.

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 1:22 am



enak aja mengklaim sama..
ini keharaman versi imamat:

Binatang yang haram dan yang tidak haram'

1 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:
2 ''Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:
3 setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.
4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
5 Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
6 Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.
7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
8 Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.
9 Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan.
10 Tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik di dalam lautan dan di dalam sungai, dari segala yang berkeriapan di dalam air dan dari segala makhluk hidup yang ada di dalam air, semuanya itu kejijikan bagimu.
11 Sesungguhnya haruslah semuanya itu kejijikan bagimu; dagingnya janganlah kamu makan, dan bangkainya haruslah kamu jijikkan.
12 Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air, adalah kejijikan bagimu.
13 Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut;
14 elang merah dan elang hitam menurut jenisnya;
15 setiap burung gagak menurut jenisnya;
16 burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya;
17 burung pungguk, burung dendang air dan burung hantu besar;
18 burung hantu putih, burung undan, burung ering;
19 burung ranggung, bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.
20 Segala binatang yang merayap dan bersayap dan berjalan dengan keempat kakinya adalah kejijikan bagimu.
21 Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu yang mempunyai paha di sebelah atas kakinya untuk melompat di atas tanah.
22 Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: belalang-belalang menurut jenisnya, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya.
23 Selainnya segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berkaki empat adalah kejijikan bagimu.
24 Semua yang berikut akan menajiskan kamu -- setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam,
25 dan setiap orang yang ada membawa dari bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam --,
26 yakni segala binatang yang berkuku belah, tetapi tidak bersela panjang, dan yang tidak memamah biak; haram semuanya itu bagimu dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis.
27 Demikian juga segala yang berjalan dengan telapak kakinya di antara segala binatang yang berjalan dengan keempat kakinya, semuanya itu haram bagimu; setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam.
28 Dan siapa yang membawa bangkainya, haruslah mencuci pakaiannya dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. Haram semuanya itu bagimu.
29 Inilah yang haram bagimu di antara segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi: tikus buta, tikus, dan katak menurut jenisnya
30 dan landak, biawak, dan bengkarung, siput dan bunglon.
31 Itulah semuanya yang haram bagimu di antara segala binatang yang mengeriap. Setiap orang yang kena kepada binatang-binatang itu sesudah binatang-binatang itu mati, menjadi najis sampai matahari terbenam.
32 Dan segala sesuatu menjadi najis, kalau seekor yang mati dari binatang-binatang itu jatuh ke atasnya: perkakas kayu apa saja atau pakaian atau kulit atau karung, setiap barang yang dipergunakan untuk sesuatu apa pun, haruslah dimasukkan ke dalam air dan menjadi najis sampai matahari terbenam, kemudian menjadi tahir pula.
33 Kalau seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke dalam sesuatu belanga tanah, maka segala yang ada di dalamnya menjadi najis dan belanga itu harus kamu pecahkan.
34 Dalam hal itu segala makanan yang boleh dimakan, kalau kena air dari belanga itu, menjadi najis, dan segala minuman yang boleh diminum dalam belanga seperti itu, menjadi najis.
35 Kalau bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas sesuatu benda, itu menjadi najis; pembakaran roti dan anglo haruslah diremukkan, karena semuanya itu najis dan haruslah najis juga bagimu;
36 tetapi mata air atau sumur yang memuat air, tetap tahir, sedangkan siapa yang kena kepada bangkai binatang-binatang itu menjadi najis.
37 Apabila bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas benih apa pun yang akan ditaburkan, maka benih itu tetap tahir.
38 Tetapi apabila benih itu telah dibubuhi air, lalu ke atasnya jatuh bangkai seekor dari binatang-binatang itu, maka najislah benih itu bagimu.
39 Apabila mati salah seekor binatang yang menjadi makanan bagimu, maka siapa yang kena kepada bangkainya menjadi najis sampai matahari terbenam.
40 Dan siapa yang makan dari bangkainya itu, haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam; demikian juga siapa yang membawa bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
41 Segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, adalah kejijikan, janganlah dimakan.
42 Segala yang merayap dengan perutnya dan segala yang berjalan dengan keempat kakinya, atau segala yang berkaki banyak, semua yang termasuk binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, janganlah kamu makan, karena semuanya itu adalah kejijikan.
43 Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.
44 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
45 Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.
46 Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi,
47 yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.''


mana versi aloh/muhamat?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Mon Mar 25, 2013 1:30 am

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging
babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut(nama) selain Allah.”
(al-Baqarah: 173)

“Akan datang kepada manusia suatu zaman (ketika itu) seorang
tidak lagi peduli dengan apa yang dia dapatkan, apakah dari yang halal
atau haram?!”
(HR. Bukhari: 2059)

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil
penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta
mengharamkan babi dan hasil penjualannya.”
(HR. Abu Daud)
Dengan demikian jelaslah haramnya daging babi dan seluruh anggota tubuhnya.

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Agapo on Mon Mar 25, 2013 1:33 am

jimatkalimasada wrote:[9:29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah638 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

hanya karena:
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
5. tidak bayar jisyah
6. tidak tunduk

maka harus diperangi, dimana toleransi dan hamnya?
Makanya jangan mengambil satu ayat lalu menyimpulan. Baca mulai ayat 25, itu konteksnya dalam situasi perang Hunain.
Kalau ngambil satu ayat (29), bisa-bisa kamu dibunuh temenmu yg Islam !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2914
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Mon Mar 25, 2013 1:37 am

Kenapa sih harus malu memeluk ISLAM..

Kalo malu belajarlah diam diam dahulu. lalu Teguhkan dirimu untuk mencari pembimbing yang pandai..

Hatimu membenarkan Islam..

Subhanallah.. maha suci engkau ya Allah..

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 1:48 am

zagisan wrote:“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging
babi
, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut(nama) selain Allah.”
(al-Baqarah: 173)
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil
penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta
mengharamkan babi dan hasil penjualannya.”
(HR. Abu Daud)
Dengan demikian jelaslah haramnya daging babi dan seluruh anggota tubuhnya.

haram versi aloh BEDA dengan versi muhamat
gimana tuh?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 1:52 am

Agapo wrote:
Makanya jangan mengambil satu ayat lalu menyimpulan. Baca mulai ayat 25, itu konteksnya dalam situasi perang Hunain.
Kalau ngambil satu ayat (29), bisa-bisa kamu dibunuh temenmu yg Islam !

lha quran kan memang tidak ada konteksnya, hanya potongan-potongan statemen muhamat..

syarat diperangi adalah:
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
5. tidak bayar jisyah
6. tidak tunduk


tambah syarat ke 7
7. (kalau) memerangi muhamat (karena faktanya gak ada yang merangi muhamat dulu)

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 1:54 am

zagisan wrote:Hatimu membenarkan Islam..
Subhanallah.. maha suci engkau ya Allah..

yang maha suci itu Tuhan
bukan zat bernama aloh, ilah fiktif sesembahannya muhamat
kenapa fiktif: karena nongol aja kagak pernah
adanya cuman di kepalanya muhamat

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Agapo on Mon Mar 25, 2013 2:06 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Makanya jangan mengambil satu ayat lalu menyimpulan. Baca mulai ayat 25, itu konteksnya dalam situasi perang Hunain.
Kalau ngambil satu ayat (29), bisa-bisa kamu dibunuh temenmu yg Islam !

lha quran kan memang tidak ada konteksnya, hanya potongan-potongan statemen muhamat..

syarat diperangi adalah:
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
5. tidak bayar jisyah
6. tidak tunduk


tambah syarat ke 7
7. (kalau) memerangi muhamat (karena faktanya gak ada yang merangi muhamat dulu)
Nah kan, kau bisanya cuma berhaluniasi dan paranoid terhadap Islam, nggak ngelihat fakta !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2914
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Mon Mar 25, 2013 2:43 am

Sebenar nya Manusia yang satu ini Wajib kita bunuh.

Sebab hati nya sudah membatu. dan semua yg Dia ucapkan. memerangi ISLAM.

Saya akan usahakan untuk membunuh DIa. Jimatkalimasada
Semoga Allah Menimpakan Musibah Terhadap nya.

Semua umat musmim Wajib Mendoakan dia Supaya Terkutuk.

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 6:45 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Makanya jangan mengambil satu ayat lalu menyimpulan. Baca mulai ayat 25, itu konteksnya dalam situasi perang Hunain.
Kalau ngambil satu ayat (29), bisa-bisa kamu dibunuh temenmu yg Islam !

lha quran kan memang tidak ada konteksnya, hanya potongan-potongan statemen muhamat..

syarat diperangi adalah:
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
6. tidak bayar jisyah
7. tidak tunduk


tambah syarat ke 8
8. (kalau) memerangi muhamat (karena faktanya gak ada yang merangi muhamat dulu)
Nah kan, kau bisanya cuma berhaluniasi dan paranoid terhadap Islam, nggak ngelihat fakta !

mana toleransinya? mana hamnya?
based on 1-7

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 6:52 pm

zagisan wrote:Sebenar nya Manusia yang satu ini Wajib kita bunuh.

Sebab hati nya sudah membatu. dan semua yg Dia ucapkan. memerangi ISLAM.

Saya akan usahakan untuk membunuh DIa. Jimatkalimasada
Semoga Allah Menimpakan Musibah Terhadap nya.

Semua umat musmim Wajib Mendoakan dia Supaya Terkutuk.

yahudi mengkritik muhamat secara halus lewat satire aja dibantai
maka tak heran kamu berkeinginan menyunahinya

saya sebaliknya..
kalau ada yang mengkritisi alkitab, malah berterimakasih
kesempatan untuk menguji kebenarannya

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Mon Mar 25, 2013 9:27 pm

Apakah kamu tidak mengolok olok tuhan kitadan nabi muhammad?

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Mon Mar 25, 2013 11:18 pm



mengkritisi dianggap mengolok-olok
terserah kamu aja

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Tue Mar 26, 2013 2:15 am

jimatkalimasada wrote:

mengkritisi dianggap mengolok-olok
terserah kamu aja

Lalu apa arti kata ini ?
Setiap yang gabung di forum ini pasti akan mendapatkan nya !

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran
artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin
Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!

Bukan kah itu sudah sangat jelas kamu menentang ISLAM?

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Thu Mar 28, 2013 10:01 pm



itu bukan aku yang ngomong..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 3:50 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Makanya jangan mengambil satu ayat lalu menyimpulan. Baca mulai ayat 25, itu konteksnya dalam situasi perang Hunain.
Kalau ngambil satu ayat (29), bisa-bisa kamu dibunuh temenmu yg Islam !

lha quran kan memang tidak ada konteksnya, hanya potongan-potongan statemen muhamat..

syarat diperangi adalah:
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
6. tidak bayar jisyah
7. tidak tunduk


tambah syarat ke 8
8. (kalau) memerangi muhamat (karena faktanya gak ada yang merangi muhamat dulu)
Nah kan, kau bisanya cuma berhaluniasi dan paranoid terhadap Islam, nggak ngelihat fakta !

mana toleransinya? mana hamnya?
based on 1-7
Kau itu sudah saya jelaskan tentang konteks ayat tsb berkaitan dgn perang Hunain. Jadi ayat itu tdk berdiri sendiri. Kau salah !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2914
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Fri Mar 29, 2013 7:07 pm



perangpun..
tidak boleh memaksakan agama/keyakinan

ini pemaksaan, anti keragaman dan ham
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
6. tidak bayar jisyah
7. tidak tunduk

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 9:42 pm

jimatkalimasada wrote:

perangpun..
tidak boleh memaksakan agama/keyakinan

ini pemaksaan, anti keragaman dan ham
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
6. tidak bayar jisyah
7. tidak tunduk
hahahaha...ketakutanmu tidak beralsan coi !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2914
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Sat Mar 30, 2013 2:56 am



saya tidak takut..
tetapi menyodorkan bukti ajaran setan yang tak kenal toleransi dan ham

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Agapo on Sat Mar 30, 2013 5:47 am

Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Formalisasi syariat Islam dianggap sebagai ancaman bagi kebhinekaan.Lantas, benarkah bila syariat Islam diterapkan, semua orang dipaksa memeluk agama Islam? Benarkah formalisasi syariat Islam akan diiringi dengan penyeragaman (uniformisasi) agama, budaya, pemikiran, dan pandangan hidup? Benarkah akan terjadi peminggiran peran kelompok minoritas jika syariat Islam diterapkan dalam koridor negara?

Berikut paparan mengenai penerapan syariat Islam di tengah keragaman agama, keyakinan, dan budaya, ditinjau dari sisi sejarah dan nash-nash syariat. Juga mengetengahkan cara pandang dan solusi Islam terhadap keragaman budaya, agama, dan pemikiran.

Inklusivitas Masyarakat Islam

Tatkala Rasulullah SAW menegakkan Daulah Islam(Negara Islam) di Madinah, struktur masyarakat Islam saat itu tidaklah seragam. Masyarakat Madinah dihuni oleh kaum Muslim, Yahudi, Nashrani, dan juga kaum Musyrik. Namun, mereka bisa hidup bersama dalam naungan Daulah Islamiyyah dan di bawah otoritas hukum Islam. Entitas-entitas selain Islam tidak dipaksa masuk ke dalam agama Islam atau diusir dari Madinah. Mereka mendapatkan perlindungan dan hak yang sama seperti kaum Muslim. Mereka hidup berdampingan satu dengan yang lain tanpa ada intimidasi dan gangguan. Bahkan Islam telah melindungi "kebebasan mereka" dalam hal ibadah, keyakinan, dan urusan-urusan privat mereka. Mereka dibiarkan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan mereka.

Masyarakat Islam yang inklusif seperti ini terlihat jelas dalam Piagam Madinah yang dicetuskan oleh Rasulullah SAW. Dalam klausul 13-17 Piagam Madinah disebutkan sebagai berikut, "Orang mukmin tidak boleh membunuh orang mukmin untuk kepentingan orang kafir, juga tidak boleh menolong orang kafir dalam memusuhi orang mukmin. Janji perlindungan Allah adalah satu. Mukmin yang tertindas dan lemah akan memperoleh perlindungan hingga menjadi kuat. Sesama mukmin hendaknya saling tolong menolong. Orang-orang Yahudi yang mengikuti langkah kami (Muhammad), mereka memperoleh perlindungan dan hak yang sama; mereka tidak akan dimusuhi dan tidak pula dianiaya. Perjanjian damai yang dilakukan oleh orang-orang mukmin haruslah merupakan satu kesepakatan.Tidak dibenar-benarkan seorang mukmin mengadakan perdamaian dengan meninggalkan yang lain dalam keadaan perang di jalan Allah, kecuali telah disepakati dan diterima bersama."

Kaum Yahudi yang disebut dalam piagam ini adalah orang-orang Yahudi yang ingin menjadi bagian dari penduduk negara Islam. Mereka mendapatkan perlindungan dan hak muamalah yang sama sebagaimana kaum Muslim. Sebab, mereka merupakan bagian dari rakyat negara Islam yang berhak mendapatkan perlindungan dan dipenuhi haknya. Dalam Piagam Madinah tersebut disebutkan nama-nama kabilah Yahudi yang mengikat perjanjian dengan Rasulullah SAW (menjadi bagian Daulah Islamiyyah), yakni Yahudi Bani 'Auf, Yahudi Bani Najjar, dan sebagainya.

Kelompok pluralis sendiri mengakui masyarakat Madinah sebagai model masyarakat inklusif. Bahkan, mereka menyepadankan masyarakat Madinah dengan civil society atau masyarakat plural. Walaupun penyepadanan masyarakat Madinah dengan civil society ini tidaklah tepat, hanya saja, pengakuan kaum pluralis terhadap masyarakat Madinah sebagai masyarakat yang inklusif justru membuktikan bahwa mereka sebenarnya meyakini bahwa Daulah Islamiyyahmenjamin dan melindungi keragaman, dan sama sekali tidak menghendaki adanya uniformisasi. Lantas, mengapa sekarang mereka justru membuat isu; penerapan syariat Islam dalam koridor negara akan mengancam keberagaman dan kebhinekaan? Mengapa pula mereka getol menyebarkan isu uniformisasi dan eksklusifitas bila syariat Islam diformalisasikan dalam undang-undang negara? Lalu, di mana letak konsistensi mereka dalam berpendapat?

Setelah kekuasaan Daulah Islamiyyah meluas di jazirah Arab, Nabi SAW memberikan perlindungan atas jiwa, agama, dan harta penduduk Ailah, Jarba', Adzrah, Maqna, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Nabi SAW juga memberikan perlindungan, baik harta, jiwa, dan agama penduduk Khaibar yang mayoritasnya beragama Yahudi. Beliau juga memberikan perlindungan kepada penduduk Juhainah, Bani Dlamrah, Asyja', Najran, Muzainah, Aslam, Juza'ah, Jidzaam, Qadla'ah, Jarsy, orang-orang Kristen yang ada di Bahrain, Bani Mudrik, dan Ri'asy, dan masih banyak lagi.

Imam Bukhari menuturkan sebuah riwayat dari Rabi’ bin Khudaij, bahwasanya ia berkata, “Seorang laki-laki dari Anshor terbunuh di Khaibar. Walinya menghadap Rasulullah SAW dan menceritakan peristiwa itu kepada beliau SAW. Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, “Kamu harus menghadirkan dua orang saksi yang menyaksikan pembunuhan atas saudaramu.” Mereka berkata, “Ya Rasulullah di sana tidak ada seorangpun dari kaum Muslim akan tetapi hanya ada orang-orang Yahudi yang kadang-kadang bisa berbuat lebih kejam daripada ini. Rasulullah SAW bersabda, “Pilihlah 50 orang dari mereka Yahudi, dan suruhlah mereka bersumpah. Setelah itu, Rasulullah SAW membayarkan diyat pembunuhan kepada wali pihak yang terbunuh."

Saat itu, Khaibar telah menjadi bagian Negara Islam, dan penduduknya didominasi oleh orang-orang Yahudi. Ketika orang—orang Yahudi bersumpah tidak terlibat dalam pembunuhan, Rasulullah SAW pun tidak menjatuhkan vonis kepada mereka. Bahkan, beliau SAW membayarkan diyat atas peristiwa pembunuhan di Khaibar tersebut. Hadits ini menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW menegakkan keadilan hukum bagi warga negaranya tanpa memandang lagi perbedaan agama, ras, dan suku. Adapun non Muslim yang hidup di bawah kekuasaan Islam, mereka tunduk dan patuh terhadap syariat Islam yang telah ditetapkan sebagai hukum negara. Mereka juga mendapatkan perlindungan dalam menjalankan peribadatan, dan keyakinan mereka. Mereka tidak dipaksa untuk memeluk Islam, atau diperintah untuk melenyapkan truth claim atas agama dan keyakinan yang mereka anut. Malah, mereka diberi kebebasan untuk menjalankan seluruh aktivitasnya sesuai dengan koridor hukum negara (syariat Islam).

Fragmen sejarah di atas membuktikan, bahwa formalisasi syariat Islam bukanlah ancaman bagi keberagaman, kebhinekaan, dan kelompok minoritas.

Zaman Kekhilafahan Islam

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, tugas kenegaraan dan pengaturan urusan rakyat dilanjutkan oleh para khalifah. Kekuasaan Islam pun meluas hingga mencakup hampir 2/3 dunia. Kekuasaan Islam yang membentang mulai dari Jazirah Arab, jazirah Syam, Afrika, Hindia, Balkan, dan Asia Tengah itu, tidak mendorong para Khalifah untuk melakukan uniformisasi warga negara, maupun upaya-upaya untuk memberangus pluralitas. Padahal, dengan wilayah seluas itu, Daulah Islam memiliki keragaman budaya, keyakinan, dan agama yang sangat besar, dan sewaktu-waktu bisa memunculkan "konflik agama". Akan tetapi, hingga kekhilafahan terakhir Islam, tak ada satupun pemerintahan Islam yang mewacanakan adanya uniformisasi (keseragaman), atau berusaha menghapuskan pluralitas agama, budaya, dan keyakinan dengan alasan untuk mencegah adanya konflik.

Bahkan, penerapan syariat Islam saat itu, berhasil menciptakan keadilan, kesetaraan, dan rasa aman bagi seluruh warga negara, baik Muslim maupun non Muslim. Dalam bukunya Holy War, Karen Amstrong menggambarkan saat-saat penyerahan kunci Baitul Maqdis kepada Umar bin Khathathab kira-kira sebagai berikut, "Pada tahun 637 M, Umar bin Khaththab memasuki Yerusalem dengan dikawal oleh Uskup Yunani Sofronius. Sang Khalifah minta agar dibawa segera ke Haram al-Syarif, dan di sana ia berlutut berdoa di tempat Nabi Mohammad SAW melakukan perjalanan malamnya. Sang uskup memandang Umar penuh dengan ketakutan. Ia berpikir, ini adalah hari penaklukan yang akan dipenuhi oleh kengerian yang pernah diramalkan oleh Nabi Daniel. Pastilah, Umar ra adalah sang Anti Kristus yang akan melakukan pembantian dan menandai datangnya Hari Kiamat. Namun, kekhawatiran Sofronius sama sekali tidak terbukti." Setelah itu, penduduk Palestina hidup damai, tentram, tidak ada permusuhan dan pertikaian, meskipun mereka menganut tiga agama besar yang berbeda, Islam, Kristen, dan Yahudi.

Keadaan ini sangat kontras dengan apa yang dilakukan oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi. Ketika mereka berhasil menaklukkan Palestina, kengerian, teror, dan pembantaian pun disebarkan hampir ke seluruh kota. Selama dua hari setelah penaklukkan, 40.000 kaum Muslim dibantai. Pasukan Salib berjalan di jalan-jalan Palestina dengan menyeberangi lautan darah. Keadilan, persatuan, dan perdamaian tiga penganut agama besar yang diciptakan sejak tahun 1837 oleh Umar bin Khaththab hancur berkeping-keping. Meskipun demikian, ketika Shalahuddin al-Ayyubiy berhasil membebaskan kota Quds pada tahun 1187 Masehi, beliau tidak melakukan balas dendam dan kebiadaban yang serupa. Karen Armstrong menggambarkan penaklukan kedua kalinya atas Yerusalem ini dengan kata-kata berikut ini, "Pada tanggal 2 Oktober 1187, Salahuddin dan tentaranya memasuki Yerusalem sebagai penakluk dan selama 800 tahun berikutnya Yerusalem tetap menjadi kota Muslim. Salahuddin menepati janjinya, dan menaklukkan kota tersebut menurut ajaran Islam yang murni dan paling tinggi. Dia tidak berdendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang Alquran anjurkan (16:127), dan sekarang, karena permusuhan dihentikan, ia menghentikan pembunuhan (2:193-194)".

Di Andalusia, kaum Muslim, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan selama berabad-abad, di bawah naungan kekuasaan Islam. Tidak ada pemaksaan kepada kaum Yahudi dan Kristen untuk masuk ke dalam agama Islam. Sayangnya, peradaban yang inklusif dan agung ini berakhir di bawah mahkamah inkuisisi kaum Kristen ortodoks. Orang-orang Yahudi dan Muslim dipaksa masuk agama Kristen. Jika menolak mereka diusir dari Andalusia, atau dibantai secara kejam dalam peradilan inkuisisi.

Pada tahun 1519 Masehi, pemerintahan Islam memberikan sertifikat tanah kepada para pengungsi Yahudi yang lari dari kekejaman inkuisisi Spanyol pasca jatuhnya pemerintahan Islam di Andalusia.

Pemerintah Amerika Serikat pun pernah mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada Khilafah Islamiyyah atas bantuan pangan yang dikirimkan kepada mereka pasca perang melawan Inggris pada abad ke 18.

Surat jaminan perlindungan juga pernah diberikan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari suaka politik ke Khalifah pada tanggal 30 Jumadil Awwal 1121 H/7 Agustus 1709 H.

Pada tanggal 13 Rabiul Akhir 1282/5 September 1865, khalifah memberikan izin dan ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia namun ingin kembali ke wilayah khalifah. Sebab, di Rusia mereka tidak mendapatkan kesejahteraan hidup.

Inilah sebagian fragmen sejarah yang menunjukkan, bahwa penerapan syariat Islam dalam koridor Negara tetap melindungi dan metolerir adanya keragaman dan kebhinekaan. Tidak ada uniformisasi, tidak ada pemberangusan terhadap pluralitas, tidak ada pemaksaan atas non Muslim untuk masuk Islam, dan tidak ada pengusiran terhadap non Muslim dari wilayah kekuasaan Islam. Yang terjadi justru, perlindungan terhadap non Muslim, Lebih dari itu, pemerintah Islam dengan syariat Islamnya benar-benar telah mewujudkan gagasan masyarakat inclusive tanpa menghapus truth claim agama, dan tanpa melakukan uniformisasi dan intimidasi.

Lalu, mengapa penerapan syariat Islam dalam koridor negara selalu dikesankan dengan upaya-upaya uniformisasi, pengusiran terhadap non Muslim, eksklusifitas, dan penghancuran terhadap pluralitas? Bukankah kesan tersebut jelas-jelas keliru dan bertentangan dengan realitas sejarah? Barangkali, yang menyebarkan isu ini adalah orang yang awam terhadap sejarah Islam; barangkali a histories dan tidak jujur terhadap sejarah; atau barangkali ini adalah isu politis yang ditujukan untuk menghambat penerapan syariat Islam dalam koridor negara.[]

Sumber : http://mediaumat.com/siyasah-syariyyah/3384-68-syariat-islam-mengakomodasi-keragaman-dan-kebhinekaan-.html

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2914
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by you7tube7com on Sat Mar 30, 2013 9:05 am

[quote="jimatkalimasada"]


Jizyah : ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari
orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri
mereka.



jimatkalimasada wrote:hanya karena:
1. tidak beriman kepada Allah
2. tidak beriman kepada hari kemudian
3. tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah
4. tidak emnghaamkan apa yang diharamkan muhamat
5. tidak beragama islam
5. tidak bayar jisyah
6. tidak tunduk

maka harus diperangi...

Ck...ck..ck..ck..ck......

Ya emang jelas doooong....
Disuruh menyembah Allah, malah ga mau....... Allah sdh menetapkan bhw ini haram, kenapa dilanggar...??!!! tdk mau patuh pd ketetapan Allah...??!!!!

Ga ada yg salah oooiii....... karena ada alasan yg kuat....

Lagipula.... 'perangilah' ....
Apakah makna kata tsb pasti 'berperang / saling bunuh...???!!!'

Bagaimana kalo ada kalimat spt ini :" Perangilah Narkoba "

Hi...hi..hi..hi..



jimatkalimasada wrote:....dimana toleransi dan hamnya?
Huaa...huaa.....huaaa....haaa...huaa...huaa......

Ini lg........ lagi2 jawaban kristen yg super ngaco.........!!! hi...hi...hi...hi...

Kalo Allah sdh membuat ketetapan bhw ini adl haram... Allah adl Tuhan yg patut disembah..... lalu ada manusia ciptaan Allah, tdk mau mentaati ketetapan2 Allah tsb..... bahkan tdk percaya......

Lalu.... Allah memberi toleransi...??!!!! lalu Allah mengikuti kemauan manusia kalo manusia hidup itu mempunya Hak......
Huaa....huaaa...huaaa..haaa.....huaaa........

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 5856
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Sat Mar 30, 2013 7:26 pm

you7tube7com wrote:Jizyah : ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari
orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.

kek hercules..

you7tube7com wrote:Ck...ck..ck..ck..ck......

Ya emang jelas doooong....
Disuruh menyembah Allah, malah ga mau....... Allah sdh menetapkan bhw ini haram, kenapa dilanggar...??!!! tdk mau patuh pd ketetapan Allah...??!!!!

Ga ada yg salah oooiii....... karena ada alasan yg kuat....

siapa itu aloh?
enak aja maksa-maksa orang..

you7tube7com wrote:Lagipula.... 'perangilah' ....
Apakah makna kata tsb pasti 'berperang / saling bunuh...???!!!'

Bagaimana kalo ada kalimat spt ini :" Perangilah Narkoba "

lha perangnya muhamat kan bunuh beneran...
based on 9:29

you7tube7com wrote:Kalo Allah sdh membuat ketetapan bhw ini adl haram... Allah adl Tuhan yg patut disembah..... lalu ada manusia ciptaan Allah, tdk mau mentaati ketetapan2 Allah tsb..... bahkan tdk percaya......

Lalu.... Allah memberi toleransi...??!!!! lalu Allah mengikuti kemauan manusia kalo manusia hidup itu mempunya Hak......
Huaa....huaaa...huaaa..haaa.....huaaa........

sujudi saja aloh-mu sampai jidatmu kapalen..
jangan paksakan ke kita-kita melakukan kebodohanmu

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by zagisan on Thu Apr 04, 2013 10:23 pm

sudah tau haram malah di langgar. ngikut si ikan Paus..

zagisan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 40
Reputation : 0
Points : 1410
Registration date : 2013-03-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Thu Apr 04, 2013 10:36 pm


ini yang haram:

16 Jawab Yesus: ''Kamu pun masih belum dapat memahaminya?
17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
20 Itulah yang menajiskan orang


jangan sebaliknya kek ajaran setan...
makanan diharamkan, tapi pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat malah dihalalkan

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by you7tube7com on Fri Apr 05, 2013 10:43 am

[quote="jimatkalimasada"]

jimatkalimasada wrote:siapa itu aloh?
enak aja maksa-maksa orang..

Lho....???!!!! kan udah diberi tahu ama Muahammad, Allah itu adl Tuhan pencipta alam semesta...

jimatkalimasada wrote:lha perangnya muhamat kan bunuh beneran...
based on 9:29

Hi...hi...hi...hi....hi..hi...........
Kalo yg satu ini, bukan perang dgn aksi tindakan.....!!!!!!



jimatkalimasada wrote:sujudi saja aloh-mu sampai jidatmu kapalen..
jangan paksakan ke kita-kita melakukan kebodohanmu

Lho..??!!!! ga ada yg maksa....... Islam ga maksa kok...!!!!!!

jimatkalimasada wrote:

jimatkalimasada wrote:

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 5856
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by jimatkalimasada on Sun Apr 07, 2013 7:16 pm

you7tube7com wrote:Lho....???!!!! kan udah diberi tahu ama Muahammad, Allah itu adl Tuhan pencipta alam semesta...

silakan itu buat dia aja..
buat saya, pencipta alam semesta itu Tuhan, bukan zat sesembahannya..

you7tube7com wrote:Hi...hi...hi...hi....hi..hi...........
Kalo yg satu ini, bukan perang dgn aksi tindakan.....!!!!!!

perangnya muhamat, semua tindakan..

you7tube7com wrote:Lho..??!!!! ga ada yg maksa....... Islam ga maksa kok...!!!!!!

9:29

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6272
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by you7tube7com on Wed Apr 24, 2013 9:05 am

[quote="jimatkalimasada"]


you7tube7com wrote:Hi...hi...hi...hi....hi..hi...........
Kalo yg satu ini, bukan perang dgn aksi tindakan.....!!!!!!

perangnya muhamat, semua tindakan..


you7tube7com wrote:Lho..??!!!! ga ada yg maksa....... Islam ga maksa kok...!!!!!!

9:29


Hi...hi...hi...hi..hi..hi..hi.....

Inilah kristen, tdj mau menerima fakta yg ada............
Sudah jelas, 9:29 itu bukan perang fisik...... masih maksa aja........ emang karena Islam susah dicari kesalahannya, maka yg terjadi adl pemaksaan.... hi..hi..hi....

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 5856
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: Syariat Islam Mengakomodasi Keragaman dan Kebhinekaan

Post by Sponsored content Today at 11:42 pm


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum