MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 10 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 10 Guests

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Page 1 of 4 1, 2, 3, 4  Next

View previous topic View next topic Go down

DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 10:15 am

Mempersiapkan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi.

Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka:“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.


Ini adalah persiapan untuk perang.... yesus menolak dirinya ditangkap, dan tampak akan ada perlawanan dan tidak semudah itu utk menangkap yesus. Yesus tidak berniat menyerahkan diri utk penebusan dosa...

Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!!
Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!
Matius 26:36
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya kesuatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”

Yesus membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) ke dalam kebun untuk membuat jalur pertahanan.

Matius 26
37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”


Doa Yesus Di Getsemani


Matius 26:
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”


Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa ‘cawan’ dalam ayat tersebut bermaksud percobaan dan fitnah Yahudi, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi
Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.


Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:

Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.


Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.
Adakah orang2 yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?

Matius 26:40
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?


Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah Yesus tersebut.

Markus 14:40
Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Hal tersebut membuat Yesus pasrah terhadap hal yang akan terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengambil resiko.

Matius 26:44-45
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Yohanes 18:3
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Lukas 22:49
Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”

Tetapi sebelum Yesus menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani mengeluarkan pedang dan menghunus salah seorang penangkapnya sehingga terpotong telinganya.

Matius 26:51
Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Ternyata..... bukan pedang roh....
Yesus tidak melawan tentara Romawi tersebut. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasihatkan murid-muridnya.

Matius 26:52
Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
Yohanes 18:12
Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Pengadilan Di Hadapan Imam Besar

Matius 26:57
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar.


Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuh-musuhnya, murid-muridnya justru enggan menampakkan batang hidungnya

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Yesus melawan tuduhan Imam Besar dan para ahli-ahli Taurat, sendirian.

Matius 26:59-60
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,

Yohanes 18:19-23
Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa
yang telah Kukatakan.”
Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri
di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”
Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”


Kekristenan menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut :

Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Ternyata Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya dan tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut.

Yohanes 11:50
dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Apa maksud bahwa Yesus mati untuk seluruh bangsa?

Yohanes 47-48
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Yohanes 11:53
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia

Pengadilan Di Hadapan Pilatus

Matius 27:2

Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:


Yohanes 18:31
…Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.”

Menurut Pilatus, Yesus tidak membahayakan negaranya, orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat melongsorkan otoritas mereka

Matius 27:18

Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.

Yohanes 18:38b
Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.

Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah
Pilatus
pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.

Yohanes 19:1-3

Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!”
Lalu mereka menampar muka-Nya.
Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah Manusia itu !”


Istri Pilatus mengirimkan pesan dan memberikan dukungan moril terhadap dirinya.

Matius 27:19
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”

Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pilatus memanfaatkan momen hari raya tersebut.

Yohanes 18:39
Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”

Matius 27:16-17

Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”


Pilatus menyandingkan Yesus dengan Barabas yang dikatakan sebagai penyamun,

Matius 27:21-22

Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.”
Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”


Kedengkian orang Yahudi, teriakan kemarahan ditambah hasutan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadapnya.

Yohanes 19:12
…”Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.“

Pilatus
menyambut teriakan kaum Yahudi.

Matius 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”

Metode Penyaliban

Prosesi penyaliban atau hukuman salib adalah suatu bentuk hukuman mati dimana terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian.

Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh).

Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Penyaliban merupakan prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba berdasarkan catatan sejarah dan dari tinjauan sains serta medis.

Umumnya kematian ditiang salib terjadi karena dua hal:

Pertama,
oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infekasi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari.

Kedua, Kematian disalib terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh.

Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energi yaitu pembentukan ATP ATP merupakan energi “siap pakai”. Bila protein yang ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.

Untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulang-tulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyanggah bobot tubuhnya dan kematiannya akan segera terlaksana. Tanpa prosesi ini, terhukum biasanya masih dapat bertahan berhari-hari sebelum menemui ajalnya.

Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak.

Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al­’idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) merupakan salah satu prosesi yang harus dilakukan kepada terhukum. Manusia yang hanya digantung dan tidak mati diatas kayu salib serta tidak menjalani prosesi penyaliban secara sempurna belum dapat dikatakan telah menjalani hukuman penyaliban.

Yesus Tidak Mati Di Tiang Salib

Sebelumnya Yesus telah diserahkan untuk menjalani penyaliban, tangannya dipaku dan kakinya diberikan penyanggah sebagaimana prosesi penyaliban lazimnya. Fakta-fakta dalam Bible berikut yang akan membuktikan bahwa Yesus tidak mati disalib dalam melalui tahapan penyaliban.

• Lama diatas tiang salib
Hal yang perlu menjadi tinjauan adalah berdasarkan penyebab kematian salib yang telah dipaparkan sebelumnya dari tinjauan medis, bahwa kematian salib baru dapat terlaksana setelah berhari-hari. Berapa lamakah Yesus diatas tiang salib?


Menurut Bible, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 sore mereka telah menurunkannya, berarti Yesus digantung di kayu salib hanya sekitar tiga jam! Sedangkan berdasarkan tinjauan medis, manusia yang menjalani prosesi penyaliban baru dapat mati minimal dua hari secara perlahan, tidak ada yang mati dalam hitungan jam. Pertanyaannya, mengapa Yesus diturunkan begitu cepat?

Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum:

Ulangan 21:23
Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik
pusakamu.


Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum’at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang tergantung di kayu salib. Sehingga Yesus harus segera mati di kayu salib dan langsung diturunkan.
Peremukan tulang

Terdesak oleh waktu dalam hukum Yahudi tentang Sabath atau alasan lainnya jika diperlukan untuk mempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korban akan mati karena lemas dalam satu jam. Ini adalah metode cepat dengan mengabaikan kejamnya penyiksaan yang harus djalani korban.

Yohanes 19:31
…maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Pada saat Yesus dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum bersertanya, namun tidak seperti Yesus, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka yang menyangga tubuh mereka. Apakah prosesi ini juga dilakukan untuk Yesus?

Yohanes 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak
mematahkan kaki-Nya,


Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.


Penyebab ke-pingsan-an

Mengapa Yesus pingsan dan tidak sadarkan diri begitu cepat sementara dua penyamun yang dihukum bersamanya masih nampak siuman? Jawaban yang logis dapat dilihat dari Bible sendiri.

Yohanes 19:29
Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.


Kata yang diterjemahkan menjadi anggur asam tersebut tertulis ‘vinegar’, bukan ‘wine’. Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi.

Vinegar yang disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang­-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Yesus.

Yohanes 29:28
berkatalah Ia : “Aku haus!“

Dan akibat dari ramuan inilah Yesus menjadi koma (mati suri) di tiang salib. Sehingga Yesus hanya pingsan diatas kayu salib dan tampak seperti telah mati.

Penusukan lambung

Tentara Romawi tersebut berpikir bahwa Yesus telah mati sehingga tidak perlu mematahkan kakinya. Salah seorang dari mereka kemudian menikam lambungnya dengan tombak.


Yohanes 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Pada kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban. Dengan adanya luka karena penikaman di pinggang, maka sirkulasi darah mengalir teratur kembali.

Perlu diketahui bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup).

Dalam Ensiklopedia Biblica, pada artikel “Cross” kolom 960 dikatakan: “Yesus hidup kembali jika penikaman itu benar”.Dan perlu diperhatikan kalimat “sekejap mengalir keluar” menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi).

Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian “Thinker Digest” mengatakan: “Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban”.

Murid rahasia

Yesus memiliki murid rahasia yang memiliki misi rahasia untuk merencanakan penyelamatan terhadap dirinya. Mereka telah berperan sejak awal bekerja sama dengan Pilatus. Pilatus secara rahasia menolong Yesus dengan menetapkan waktu hukuman salib pada Jum’at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Yesus diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak “mati”.

Kepingsanan Yesus di atas tiang salib sehingga dia tampak mati dengan bantuan ramuan Haoma Drink tidak terlepas dari pekerjaan golongan Essenes tersebut. Para murid rahasia Yesus dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Yesus sebelum dia di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Yesus.

Itulah mengapa Yesus merasa kehausan seperti yang telah diterangkan dimuka. Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan orang-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan dan sangat mengenal ramuan ini.

Turun dari kayu salib

Pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini, para murid rahasia Yesus dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad Yesus, dan mengurus Yesus.

Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Yesus dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus.

Yohanes 19:38
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea — ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi — meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

Sampai pada ini, fakta dengan kesimpulan yang mengejutkan, fakta yang menyeramkan bagi keimanan Kristiani, kesimpulan yang tidak pernah terbayang sedikitpun dalam pemikiran setiap pribadi Kristen. Kesimpulan ini telah menghapuskan kebanggaan Kristiani terhadap dogma keselamatan dalam penebusan dosa oleh penyaliban.

Yesus turun dari atas kayu salib dalam keadaan selamat!

Penyembuhan Dalam Kuburan

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk.

Jim Bishop dalam buku “The Day Christ Died”, mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggalnya.

Mayat diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua

Yohanes 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam.

Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang kekuburan dengan membawa ramu-ramuan? Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.

Markus 16:1
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Pertanyaannya, adalah Mengapa Maria Magdalena pergi ke sana?
Untuk meminyaki Yesus. Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah ‘masaha’ yang berarti mengusap, memijat, meminyaki. Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah tiga hari? Jawabannya tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari?


Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai.
Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal?

Penyamaran (rupa lain) Di Hadapan Maria

Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kuburan Yesus. Manakala Maria tiba dikuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser sehingga kuburan terbuka, dan di dalam kubur tersebut tubuh Yesus sudah tiada.

Yohanes 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Yesus tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan.

Yohanes 20:15
Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Yesus terlihat seperti penunggu taman karena dia sedang menyamar. Untuk apakah Yesus menyamar? Karena dia takut ketahuan terhadap orang Yahudi, penjaga yang disuruh untuk menjaga kuburan Yesus juga masih ada disekitar sana.Karena dia belum mati, karena orang Yahudi akan mencoba untuk membunuh dan menyalib dirinya untuk kedua kalinya.

Yohanes 20:16
Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.

Yohanes 20:17
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, …

Mengapa Yesus melarang Maria menyentuh dirinya?
Pertama karena tubuh beliau meski sudah pulih tentu masih mengalami nyeri akibat penyiksaan fisik sebelumnya, dan kedua beliau tidak ingin ada orang lain yang mencurigai
penyamarannya. Kemudian Yesus berkata :


Yohanes 20:17 …sebab Aku belum pergi kepada Bapa,...

Maksud Yesus tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa dirinya masih hidup dan belum mengalami kematian.

Menemui Murid-Muridnya

Setelah peristiwa itu, Maria pergi kepada kesebelas murid Yesus untuk menyampaikan berita tersebut. Yesus sendiri bertemu dengan dua orang muridnya
yang sedang menuju Emaus. Yesus belum membuka penyamarannya kepada mereka, mereka bercakap-cakap selama perjalanan.


Lukas 24:19
Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?”
Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan
seluruh bangsa kami.


Murid-murid Yesus saja mengakui Yesus hanyalah seorang Nabi dan tidak pernah
mengklaim gurunya tersebut sebagai Tuhan.


Lukas 24:30
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Dari cara Yesus mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Yesus bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka, namun manakala mereka menyadari hal ini, Yesus telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka. Mereka mengabarkan peristiwa yang mereka alami kepada murid lainnya, namun murid lainnya tidak percaya.

Markus 16:13
Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

Setelah semua kejadian tersebut, Yesus pun menemui dan menampakkan dirinya dengan jelas kepada murid-muridnya.


Lukas 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”


Lukas 24:37

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Yesus dan penyelamatan rahasia yang direncanakan terhadapnya, karena mereka tidak berada disisi Yesus menjelang penyaliban melainkan melarikan diri. Sehingga sangat wajar jika mereka mengira Yesus adalah hantu, untuk itu Yesus pun meyakinkan mereka.

Lukas 29:39-40
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.


Kemudian pada akhirnya murid-muridnya tersebut percaya bahwa sosok yang dihadapan mereka tersebut adalah Yesus yang masih hidup dan selamat dari penyiksaan dan penyaliban.
Reaksi Yang Berbeda

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman, karena emang Maria tahu, kalao Yesus belum mati....

Bandingkan dengan reaksi kesebelas murid Yesus setelah menemui Yesus.

Lukas 24:37
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Kesebelas muridnya justru terkejut, takut, penuh keraguan dan bahkan mengira dihadapan mereka adalah hantu Yesus.

Mereka bukan saksi yang melihat Yesus dari dekat, Apalagi mereka sama sekali tidak mengetahui adanya rencana penyelamatan Pontius Pilatus dengan murid rahasia dari golongan Esenes tersebut

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Inilah Faktanya

Semua fakta-fakta diatas yang disadur berdasarkan kronologis dalam Bible sendiri secara nyata telah menunjukkan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib, melainkan selamat dari penyaliban. Berikut kami uraikan fakta-fakta tersebut kembali.

Fakta pertama
, Yesustidak mati di tiang salib karena dia tidak ingin mati disalib !

Yesus bersama muridnya melakukan strategi pertahanan dan penyerangan
dalam menahan penangkapan orang Yahudi, dia berdoa di taman Getsemani meminta dibebaskan dari cawan kematian salib, dia membela diri dihadapan Imam Besar dan Pilatus.

Fakta kedua,
Yesus tidak mati di tiang salib karena dia orang yang benar! Pilatus tahu bahwa Yesus orang benar sehingga tidak seharusnya mati disalib, istri Pilatus pun mengetahui hal yang sama lewat mimpinya. Yesus telah berdoa dengan penuh kesalehan dibebaskan dari kematian salib, doa orang yang benar sangat besar kuasanya.

Fakta ketiga
, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia hanya sebentar di atas kayu salib! Menurut pengamatan medis bahwa secara normal manusia baru dapat mati di tiang salib setelah mengalami proses berhari-hari, Pilatus mengetahui hal ini sehingga kaget sewaktu mendengar berita tentaranya bahwa Yesus telah mati hanya dalam waktu beberapa jam.
• Fakta keempat,Yesus tidak mati ditiang salib karena tulang kakinya tidak dipatahkan! Peremukan tulang adalah alternatif tercepat untuk mematikan seorang yang digantung di kayu salib, jika tidak maka kematian masih dapat ditunda berhari-hari. Yesus tidak diremukkan kakinya karena dikira telah mati dan sesuai dengan nubuat.
• Fakta kelima, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia pingsan sehingga tampak mati! Semua telah diatur sebagai rencana penyelamatan murid rahasia Yesus. Penusukan lambung Yesus sehingga memancar darah dan air membuktikan bahwa organ-organ tubuhnya masih berfungsi.
• Fakta keenam, Yesus tidak mati ditiang salib dan turun dengan selamat! Semua hal yang telah terjadi pada Yesus saat melalui proses penyaliban adalah pembuktian bahwa Yesus masih bernyawa sewaktu turun diatas kayu salib.
• Fakta ketujuh, Yesus tidak mati ditiang salib karena menjalani perawatan dalam kuburan! Bentuk kuburan yang memungkinkan untuk ditinggali makhluk bernyawa serta datangnya murid-murid rahasia Yesus membawa ramu-ramuan dan rempa-rempa menunjukkan bahwa Yesus yang bernyawa sedang dalam masa penyembuhan.
Fakta kedelapan, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia menisbahkan tanda Nabi Yunus untuk dirinya! Yunus masuk dalam perut ikan paus hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut ikan paus hidup-hidup, dan keluar dari perut ikan paus dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Yesus, masuk dalam perut bumi hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut bumi hidup-hidup, dan keluar dari perut bumi dalam keadaan hidup.
Fakta kesembilan, Yesus tidak mati di tiang salib dapat dilihat dari perbedaan reaksi orang yang dia temui! Maria Magdalena bahagia dan gembira melihat Yesus, karena Yesus sadar dari koma. Berbeda dengan kesebelas muridnya ketakutan dan penuh keraguan melihat Yesus, karena dalam pikiran mereka Yesus telah mati dan bangkit sebagai hantu.
Fakta kesepuluh, Yesus tidak mati di
tiang salib dan tidak bangkit dari kematian! Berdasarkan pemaparan cermat diatas


Demikianlah fakta tak terbantahkan dari Bible sendiri bahwa Yesus tidak lah mati ditiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dengan begini gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya. Penelitian secara cermat dan objektif menggunakan sumber Kristen sendiri telah memunahkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Fri Mar 29, 2013 6:42 pm



mana ada orang belum mati dikafani dan dikubur bahkan kuburnya dijaga pasukan?
karena ada nubuat akan bangkit pada hari ke tiga

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 9:05 pm

jimatkalimasada wrote:mana ada orang belum mati dikafani dan dikubur bahkan kuburnya dijaga pasukan?
karena ada nubuat akan bangkit pada hari ke tiga





Pasukan yg menjaga itu sudah tidak ada pada saat prosesi penyembuhan oleh Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena dan yg lainnya




Yohanes 19:40
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan (sbg kamuflase) menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk.

Jim Bishop dalam buku “The Day Christ Died”, mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggalnya.

Mayat diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua

Yohanes 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam.

Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang kekuburan dengan membawa ramu-ramuan? Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.

Markus 16:1
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Pertanyaannya, adalah Mengapa Maria Magdalena pergi ke sana?
Untuk meminyaki Yesus. Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah ‘masaha’ yang berarti mengusap, memijat, meminyaki. Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah tiga hari? Jawabannya tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari?


Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai.
Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal?

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Piss on Fri Mar 29, 2013 9:16 pm

Agapo wrote:Mempersiapkan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi.

Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka:“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.


Ini adalah persiapan untuk perang.... yesus menolak dirinya ditangkap, dan tampak akan ada perlawanan dan tidak semudah itu utk menangkap yesus. Yesus tidak berniat menyerahkan diri utk penebusan dosa...

Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!!
Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!
Matius 26:36
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya kesuatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”

Yesus membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) ke dalam kebun untuk membuat jalur pertahanan.

Matius 26
37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”


Doa Yesus Di Getsemani


Matius 26:
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”


Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa ‘cawan’ dalam ayat tersebut bermaksud percobaan dan fitnah Yahudi, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi
Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.


Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:

Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.


Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.
Adakah orang2 yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?

Matius 26:40
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?


Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah Yesus tersebut.

Markus 14:40
Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Hal tersebut membuat Yesus pasrah terhadap hal yang akan terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengambil resiko.

Matius 26:44-45
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Yohanes 18:3
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Lukas 22:49
Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”

Tetapi sebelum Yesus menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani mengeluarkan pedang dan menghunus salah seorang penangkapnya sehingga terpotong telinganya.

Matius 26:51
Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Ternyata..... bukan pedang roh....
Yesus tidak melawan tentara Romawi tersebut. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasihatkan murid-muridnya.

Matius 26:52
Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
Yohanes 18:12
Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Pengadilan Di Hadapan Imam Besar

Matius 26:57
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar.


Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuh-musuhnya, murid-muridnya justru enggan menampakkan batang hidungnya

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Yesus melawan tuduhan Imam Besar dan para ahli-ahli Taurat, sendirian.

Matius 26:59-60
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,

Yohanes 18:19-23
Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa
yang telah Kukatakan.”
Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri
di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”
Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”


Kekristenan menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut :

Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Ternyata Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya dan tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut.

Yohanes 11:50
dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Apa maksud bahwa Yesus mati untuk seluruh bangsa?

Yohanes 47-48
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Yohanes 11:53
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia

Pengadilan Di Hadapan Pilatus

Matius 27:2

Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:


Yohanes 18:31
…Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.”

Menurut Pilatus, Yesus tidak membahayakan negaranya, orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat melongsorkan otoritas mereka

Matius 27:18

Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.

Yohanes 18:38b
Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.

Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah
Pilatus
pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.

Yohanes 19:1-3

Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!”
Lalu mereka menampar muka-Nya.
Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah Manusia itu !”


Istri Pilatus mengirimkan pesan dan memberikan dukungan moril terhadap dirinya.

Matius 27:19
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”

Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pilatus memanfaatkan momen hari raya tersebut.

Yohanes 18:39
Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”

Matius 27:16-17

Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”


Pilatus menyandingkan Yesus dengan Barabas yang dikatakan sebagai penyamun,

Matius 27:21-22

Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.”
Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”


Kedengkian orang Yahudi, teriakan kemarahan ditambah hasutan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadapnya.

Yohanes 19:12
…”Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.“

Pilatus
menyambut teriakan kaum Yahudi.

Matius 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”

Metode Penyaliban

Prosesi penyaliban atau hukuman salib adalah suatu bentuk hukuman mati dimana terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian.

Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh).

Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Penyaliban merupakan prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba berdasarkan catatan sejarah dan dari tinjauan sains serta medis.

Umumnya kematian ditiang salib terjadi karena dua hal:

Pertama,
oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infekasi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari.

Kedua, Kematian disalib terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh.

Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energi yaitu pembentukan ATP ATP merupakan energi “siap pakai”. Bila protein yang ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.

Untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulang-tulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyanggah bobot tubuhnya dan kematiannya akan segera terlaksana. Tanpa prosesi ini, terhukum biasanya masih dapat bertahan berhari-hari sebelum menemui ajalnya.

Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak.

Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al­’idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) merupakan salah satu prosesi yang harus dilakukan kepada terhukum. Manusia yang hanya digantung dan tidak mati diatas kayu salib serta tidak menjalani prosesi penyaliban secara sempurna belum dapat dikatakan telah menjalani hukuman penyaliban.

Yesus Tidak Mati Di Tiang Salib

Sebelumnya Yesus telah diserahkan untuk menjalani penyaliban, tangannya dipaku dan kakinya diberikan penyanggah sebagaimana prosesi penyaliban lazimnya. Fakta-fakta dalam Bible berikut yang akan membuktikan bahwa Yesus tidak mati disalib dalam melalui tahapan penyaliban.

• Lama diatas tiang salib
Hal yang perlu menjadi tinjauan adalah berdasarkan penyebab kematian salib yang telah dipaparkan sebelumnya dari tinjauan medis, bahwa kematian salib baru dapat terlaksana setelah berhari-hari. Berapa lamakah Yesus diatas tiang salib?


Menurut Bible, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 sore mereka telah menurunkannya, berarti Yesus digantung di kayu salib hanya sekitar tiga jam! Sedangkan berdasarkan tinjauan medis, manusia yang menjalani prosesi penyaliban baru dapat mati minimal dua hari secara perlahan, tidak ada yang mati dalam hitungan jam. Pertanyaannya, mengapa Yesus diturunkan begitu cepat?

Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum:

Ulangan 21:23
Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik
pusakamu.


Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum’at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang tergantung di kayu salib. Sehingga Yesus harus segera mati di kayu salib dan langsung diturunkan.
Peremukan tulang

Terdesak oleh waktu dalam hukum Yahudi tentang Sabath atau alasan lainnya jika diperlukan untuk mempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korban akan mati karena lemas dalam satu jam. Ini adalah metode cepat dengan mengabaikan kejamnya penyiksaan yang harus djalani korban.

Yohanes 19:31
…maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Pada saat Yesus dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum bersertanya, namun tidak seperti Yesus, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka yang menyangga tubuh mereka. Apakah prosesi ini juga dilakukan untuk Yesus?

Yohanes 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak
mematahkan kaki-Nya,


Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.


Penyebab ke-pingsan-an

Mengapa Yesus pingsan dan tidak sadarkan diri begitu cepat sementara dua penyamun yang dihukum bersamanya masih nampak siuman? Jawaban yang logis dapat dilihat dari Bible sendiri.

Yohanes 19:29
Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.


Kata yang diterjemahkan menjadi anggur asam tersebut tertulis ‘vinegar’, bukan ‘wine’. Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi.

Vinegar yang disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang­-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Yesus.

Yohanes 29:28
berkatalah Ia : “Aku haus!“

Dan akibat dari ramuan inilah Yesus menjadi koma (mati suri) di tiang salib. Sehingga Yesus hanya pingsan diatas kayu salib dan tampak seperti telah mati.

Penusukan lambung

Tentara Romawi tersebut berpikir bahwa Yesus telah mati sehingga tidak perlu mematahkan kakinya. Salah seorang dari mereka kemudian menikam lambungnya dengan tombak.


Yohanes 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Pada kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban. Dengan adanya luka karena penikaman di pinggang, maka sirkulasi darah mengalir teratur kembali.

Perlu diketahui bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup).

Dalam Ensiklopedia Biblica, pada artikel “Cross” kolom 960 dikatakan: “Yesus hidup kembali jika penikaman itu benar”.Dan perlu diperhatikan kalimat “sekejap mengalir keluar” menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi).

Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian “Thinker Digest” mengatakan: “Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban”.

Murid rahasia

Yesus memiliki murid rahasia yang memiliki misi rahasia untuk merencanakan penyelamatan terhadap dirinya. Mereka telah berperan sejak awal bekerja sama dengan Pilatus. Pilatus secara rahasia menolong Yesus dengan menetapkan waktu hukuman salib pada Jum’at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Yesus diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak “mati”.

Kepingsanan Yesus di atas tiang salib sehingga dia tampak mati dengan bantuan ramuan Haoma Drink tidak terlepas dari pekerjaan golongan Essenes tersebut. Para murid rahasia Yesus dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Yesus sebelum dia di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Yesus.

Itulah mengapa Yesus merasa kehausan seperti yang telah diterangkan dimuka. Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan orang-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan dan sangat mengenal ramuan ini.

Turun dari kayu salib

Pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini, para murid rahasia Yesus dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad Yesus, dan mengurus Yesus.

Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Yesus dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus.

Yohanes 19:38
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea — ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi — meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

Sampai pada ini, fakta dengan kesimpulan yang mengejutkan, fakta yang menyeramkan bagi keimanan Kristiani, kesimpulan yang tidak pernah terbayang sedikitpun dalam pemikiran setiap pribadi Kristen. Kesimpulan ini telah menghapuskan kebanggaan Kristiani terhadap dogma keselamatan dalam penebusan dosa oleh penyaliban.

Yesus turun dari atas kayu salib dalam keadaan selamat!

Penyembuhan Dalam Kuburan

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk.

Jim Bishop dalam buku “The Day Christ Died”, mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggalnya.

Mayat diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua

Yohanes 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam.

Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang kekuburan dengan membawa ramu-ramuan? Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.

Markus 16:1
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Pertanyaannya, adalah Mengapa Maria Magdalena pergi ke sana?
Untuk meminyaki Yesus. Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah ‘masaha’ yang berarti mengusap, memijat, meminyaki. Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah tiga hari? Jawabannya tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari?


Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai.
Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal?

Penyamaran (rupa lain) Di Hadapan Maria

Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kuburan Yesus. Manakala Maria tiba dikuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser sehingga kuburan terbuka, dan di dalam kubur tersebut tubuh Yesus sudah tiada.

Yohanes 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Yesus tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan.

Yohanes 20:15
Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Yesus terlihat seperti penunggu taman karena dia sedang menyamar. Untuk apakah Yesus menyamar? Karena dia takut ketahuan terhadap orang Yahudi, penjaga yang disuruh untuk menjaga kuburan Yesus juga masih ada disekitar sana.Karena dia belum mati, karena orang Yahudi akan mencoba untuk membunuh dan menyalib dirinya untuk kedua kalinya.

Yohanes 20:16
Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.

Yohanes 20:17
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, …

Mengapa Yesus melarang Maria menyentuh dirinya?
Pertama karena tubuh beliau meski sudah pulih tentu masih mengalami nyeri akibat penyiksaan fisik sebelumnya, dan kedua beliau tidak ingin ada orang lain yang mencurigai
penyamarannya. Kemudian Yesus berkata :


Yohanes 20:17 …sebab Aku belum pergi kepada Bapa,...

Maksud Yesus tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa dirinya masih hidup dan belum mengalami kematian.

Menemui Murid-Muridnya

Setelah peristiwa itu, Maria pergi kepada kesebelas murid Yesus untuk menyampaikan berita tersebut. Yesus sendiri bertemu dengan dua orang muridnya
yang sedang menuju Emaus. Yesus belum membuka penyamarannya kepada mereka, mereka bercakap-cakap selama perjalanan.


Lukas 24:19
Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?”
Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan
seluruh bangsa kami.


Murid-murid Yesus saja mengakui Yesus hanyalah seorang Nabi dan tidak pernah
mengklaim gurunya tersebut sebagai Tuhan.


Lukas 24:30
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Dari cara Yesus mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Yesus bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka, namun manakala mereka menyadari hal ini, Yesus telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka. Mereka mengabarkan peristiwa yang mereka alami kepada murid lainnya, namun murid lainnya tidak percaya.

Markus 16:13
Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

Setelah semua kejadian tersebut, Yesus pun menemui dan menampakkan dirinya dengan jelas kepada murid-muridnya.


Lukas 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”


Lukas 24:37

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Yesus dan penyelamatan rahasia yang direncanakan terhadapnya, karena mereka tidak berada disisi Yesus menjelang penyaliban melainkan melarikan diri. Sehingga sangat wajar jika mereka mengira Yesus adalah hantu, untuk itu Yesus pun meyakinkan mereka.

Lukas 29:39-40
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.


Kemudian pada akhirnya murid-muridnya tersebut percaya bahwa sosok yang dihadapan mereka tersebut adalah Yesus yang masih hidup dan selamat dari penyiksaan dan penyaliban.
Reaksi Yang Berbeda

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman, karena emang Maria tahu, kalao Yesus belum mati....

Bandingkan dengan reaksi kesebelas murid Yesus setelah menemui Yesus.

Lukas 24:37
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Kesebelas muridnya justru terkejut, takut, penuh keraguan dan bahkan mengira dihadapan mereka adalah hantu Yesus.

Mereka bukan saksi yang melihat Yesus dari dekat, Apalagi mereka sama sekali tidak mengetahui adanya rencana penyelamatan Pontius Pilatus dengan murid rahasia dari golongan Esenes tersebut

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Inilah Faktanya

Semua fakta-fakta diatas yang disadur berdasarkan kronologis dalam Bible sendiri secara nyata telah menunjukkan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib, melainkan selamat dari penyaliban. Berikut kami uraikan fakta-fakta tersebut kembali.

Fakta pertama
, Yesustidak mati di tiang salib karena dia tidak ingin mati disalib !

Yesus bersama muridnya melakukan strategi pertahanan dan penyerangan
dalam menahan penangkapan orang Yahudi, dia berdoa di taman Getsemani meminta dibebaskan dari cawan kematian salib, dia membela diri dihadapan Imam Besar dan Pilatus.

Fakta kedua,
Yesus tidak mati di tiang salib karena dia orang yang benar! Pilatus tahu bahwa Yesus orang benar sehingga tidak seharusnya mati disalib, istri Pilatus pun mengetahui hal yang sama lewat mimpinya. Yesus telah berdoa dengan penuh kesalehan dibebaskan dari kematian salib, doa orang yang benar sangat besar kuasanya.

Fakta ketiga
, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia hanya sebentar di atas kayu salib! Menurut pengamatan medis bahwa secara normal manusia baru dapat mati di tiang salib setelah mengalami proses berhari-hari, Pilatus mengetahui hal ini sehingga kaget sewaktu mendengar berita tentaranya bahwa Yesus telah mati hanya dalam waktu beberapa jam.
• Fakta keempat,Yesus tidak mati ditiang salib karena tulang kakinya tidak dipatahkan! Peremukan tulang adalah alternatif tercepat untuk mematikan seorang yang digantung di kayu salib, jika tidak maka kematian masih dapat ditunda berhari-hari. Yesus tidak diremukkan kakinya karena dikira telah mati dan sesuai dengan nubuat.
• Fakta kelima, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia pingsan sehingga tampak mati! Semua telah diatur sebagai rencana penyelamatan murid rahasia Yesus. Penusukan lambung Yesus sehingga memancar darah dan air membuktikan bahwa organ-organ tubuhnya masih berfungsi.
• Fakta keenam, Yesus tidak mati ditiang salib dan turun dengan selamat! Semua hal yang telah terjadi pada Yesus saat melalui proses penyaliban adalah pembuktian bahwa Yesus masih bernyawa sewaktu turun diatas kayu salib.
• Fakta ketujuh, Yesus tidak mati ditiang salib karena menjalani perawatan dalam kuburan! Bentuk kuburan yang memungkinkan untuk ditinggali makhluk bernyawa serta datangnya murid-murid rahasia Yesus membawa ramu-ramuan dan rempa-rempa menunjukkan bahwa Yesus yang bernyawa sedang dalam masa penyembuhan.
Fakta kedelapan, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia menisbahkan tanda Nabi Yunus untuk dirinya! Yunus masuk dalam perut ikan paus hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut ikan paus hidup-hidup, dan keluar dari perut ikan paus dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Yesus, masuk dalam perut bumi hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut bumi hidup-hidup, dan keluar dari perut bumi dalam keadaan hidup.
Fakta kesembilan, Yesus tidak mati di tiang salib dapat dilihat dari perbedaan reaksi orang yang dia temui! Maria Magdalena bahagia dan gembira melihat Yesus, karena Yesus sadar dari koma. Berbeda dengan kesebelas muridnya ketakutan dan penuh keraguan melihat Yesus, karena dalam pikiran mereka Yesus telah mati dan bangkit sebagai hantu.
Fakta kesepuluh, Yesus tidak mati di
tiang salib dan tidak bangkit dari kematian! Berdasarkan pemaparan cermat diatas


Demikianlah fakta tak terbantahkan dari Bible sendiri bahwa Yesus tidak lah mati ditiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dengan begini gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya. Penelitian secara cermat dan objektif menggunakan sumber Kristen sendiri telah memunahkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.



halah sok teu loe hahahahaha....

ga usah maen potong ayat, plintir tafsir lah hahahahaha.......tanya aja sama sama biarawan dan biarawati yang sehari-hari mengkaji alkitab....hahahaha...loe baru baca sekali dua kali aja udah sok mau bikin tafsiran sendiri hahahaha....


lebih baik loe buka mata buka telinga...lihat musibah lil alamin;
islam vs hindu, di india dan pakistan
islam vs budha, di thailand, myanmar dll
islam vs kristen, di nigeria, dlll
islam vs islam, di indonesia, iran, irak dlll

tuh hari ini...muslim irak dibantai sama muslim juga....

habis muhammad dan anjingnya yang bernama awloh swt dari awal sudah suka kawin, perang dan ngerampok...ya nular ke pengikutnya hahahaha....

Piss
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1889
Reputation : 1
Points : 4157
Registration date : 2011-03-28

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 9:39 pm

Piss wrote:halah sok teu loe hahahahaha....

ga usah maen potong ayat, plintir tafsir lah hahahahaha.......tanya aja sama sama biarawan dan biarawati yang sehari-hari mengkaji alkitab....hahahaha...loe baru baca sekali dua kali aja udah sok mau bikin tafsiran sendiri hahahaha....
Hei Piss, itu fakta alkitabmu, saya hanya merangkum dari
ayat-ayat yg ada. Kalau disuruh tanya sama biarawan/wati itu sama saja bohong
!

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Piss on Fri Mar 29, 2013 9:45 pm

Agapo wrote:
Piss wrote:halah sok teu loe hahahahaha....

ga usah maen potong ayat, plintir tafsir lah hahahahaha.......tanya aja sama sama biarawan dan biarawati yang sehari-hari mengkaji alkitab....hahahaha...loe baru baca sekali dua kali aja udah sok mau bikin tafsiran sendiri hahahaha....
Hei Piss, itu fakta alkitabmu, saya hanya merangkum dari
ayat-ayat yg ada. Kalau disuruh tanya sama biarawan/wati itu sama saja bohong
!

hahahaha....itu bukan fakta.....itu cuma khayalanmu....

para biarawan dan biarawati itu tiap hari mengkaji kebenaran alkitab di biara......kalo faktanya cuma sesimpel yang ente sodorkan....pasti sudah dari dulu mereka temukan.....dan pasti mereka sudah tidak mau jadi kristen lagi hahahaha....
itu para biarawan dan biarawati sekolah sampai S3 alias doktor filsafat......ente apa??? tukang sate?? hahahaha....


lagi pula daripada kau capai dengan khayalanmu.....
lihat saja sekitarmu...agamamu yang sudah menjadi lil alamin...dari semula..
nabimu tukang kawin, suka perang, merampok dan bunuh orang.....ada pendiri agama lain yang seperti itu????
makanya nabimu akhirnya matinya keracunan...
Yesus, tuhannya orang kristen itu memang mati disalib...tapi cerita belum selesai...
karena dia bangkit pada hari yang ketiga....

kalo muhammad sesudah mampus ya sudah...selesai semua....

Piss
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1889
Reputation : 1
Points : 4157
Registration date : 2011-03-28

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 10:01 pm

Piss wrote:
hahahaha....itu bukan fakta.....itu cuma khayalanmu....

para biarawan dan biarawati itu tiap hari mengkaji kebenaran alkitab di biara......kalo faktanya cuma sesimpel yang ente sodorkan....pasti sudah dari dulu mereka temukan.....dan pasti mereka sudah tidak mau jadi kristen lagi hahahaha....
itu para biarawan dan biarawati sekolah sampai S3 alias doktor filsafat......ente apa??? tukang sate?? hahahaha....

Banyak lho orang2 kristen keluar dari kristen, bahkan beberapa uskup, kardinal, pendeta, biarawan/wati, tokoh2 kristen sebagian ada yg masuk Islam dan agama lainnya. Karena menemukan fakta ajaran kristen yg menyesatkan. Masak Tuhan bisa mati !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Piss on Fri Mar 29, 2013 10:15 pm

Agapo wrote:
Piss wrote:
hahahaha....itu bukan fakta.....itu cuma khayalanmu....

para biarawan dan biarawati itu tiap hari mengkaji kebenaran alkitab di biara......kalo faktanya cuma sesimpel yang ente sodorkan....pasti sudah dari dulu mereka temukan.....dan pasti mereka sudah tidak mau jadi kristen lagi hahahaha....
itu para biarawan dan biarawati sekolah sampai S3 alias doktor filsafat......ente apa??? tukang sate?? hahahaha....

Banyak lho orang2 kristen keluar dari kristen, bahkan beberapa uskup, kardinal, pendeta, biarawan/wati, tokoh2 kristen sebagian ada yg masuk Islam dan agama lainnya. Karena menemukan fakta ajaran kristen yg menyesatkan. Masak Tuhan bisa mati !


huahahaha....
itu cuma hoax bung.....
banyak juga ustad2 yang ngaku dulunya kristen...tapi semata-mata untuk cari popularitas di kalangan muslim..
contohnya dulu.ada yang ngaku-ngaku mantan rektor di papua...tapi ternyata bohong...
coba tulis di sini siapa biarawan dan biarawati yang jadi muslim itu hahaha...
itu cuma hoax, dan muslim suka sekali hoax seperti itu, karena kebanyakan muslim kurang kritis dan tidak mau menyelidiki lebih lanjut kebenaran sejarah yang katanya mantan kristen itu....

tuhan tidak mati bung...
ini khas indoktrinasi ke anak-anak muslim...
ceritanya dipotong sampai Yesus mati di kayu salib.....
tapi cerita tidak berhenti di situ...
pada hari yang ketiga Yesus bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga....

beda dengan muhammad...

muhammad setelah mati keracunan...ya sudah....selesai...

Piss
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1889
Reputation : 1
Points : 4157
Registration date : 2011-03-28

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 11:11 pm

Piss wrote:
tuhan tidak mati bung...
ini khas indoktrinasi ke anak-anak muslim...
ceritanya dipotong sampai Yesus mati di kayu salib.....
tapi cerita tidak berhenti di situ...
pada hari yang ketiga Yesus bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga...
hahaha..lha ya tuhanmu itu tdk mati, tapi cuma dikira mati, padahal dia hanya spt pingsan, lantas dikasih rempah2 murid2 setianya maka pulih kembali, malah Yesus dengan rupa lain menemui para murid lainnya, makan ikan goreng pula. wow, ada tuhan makan ikan goreng !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sat Mar 30, 2013 2:33 am

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:mana ada orang belum mati dikafani dan dikubur bahkan kuburnya dijaga pasukan?
karena ada nubuat akan bangkit pada hari ke tiga





Pasukan yg menjaga itu sudah tidak ada pada saat prosesi penyembuhan oleh Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena dan yg lainnya




Yohanes 19:40
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan (sbg kamuflase) menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

penguburan mengejar hari sabat, kok penyelamatan/penyembuhan..
ngawur aja..

luka separah itu di hari jum'at, hari minggu dini hari sudah jalan-jalan..
analisa otak miring

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sat Mar 30, 2013 2:36 am

Agapo wrote:
hahaha..lha ya tuhanmu itu tdk mati, tapi cuma dikira mati, padahal dia hanya spt pingsan, lantas dikasih rempah2 murid2 setianya maka pulih kembali, malah Yesus dengan rupa lain menemui para murid lainnya, makan ikan goreng pula. wow, ada tuhan makan ikan goreng !

kalau kepala pasukan dan pasukan gak bisa membedakan orang mati dengan orang pingsan
mending jadi ustat aja

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sat Mar 30, 2013 6:43 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:mana ada orang belum mati dikafani dan dikubur bahkan kuburnya dijaga pasukan?
karena ada nubuat akan bangkit pada hari ke tiga





Pasukan yg menjaga itu sudah tidak ada pada saat prosesi penyembuhan oleh Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena dan yg lainnya




Yohanes 19:40
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan (sbg kamuflase) menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

penguburan mengejar hari sabat, kok penyelamatan/penyembuhan..
ngawur aja..

luka separah itu di hari jum'at, hari minggu dini hari sudah jalan-jalan..
analisa otak miring
Saya berargumen pakai ayat-ayat, tapi kau hanya modal omong doang (omdo). Mulai goyang kau !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by you7tube7com on Sat Mar 30, 2013 8:37 am

Piss wrote:

halah sok teu loe hahahahaha....

ga usah maen potong ayat, plintir tafsir lah hahahahaha.......tanya aja sama sama biarawan dan biarawati yang sehari-hari mengkaji alkitab....hahahaha...loe baru baca sekali dua kali aja udah sok mau bikin tafsiran sendiri hahahaha....


lebih baik loe buka mata buka telinga...lihat musibah lil alamin;
islam vs hindu, di india dan pakistan
islam vs budha, di thailand, myanmar dll
islam vs kristen, di nigeria, dlll
islam vs islam, di indonesia, iran, irak dlll

tuh hari ini...muslim irak dibantai sama muslim juga....

habis muhammad dan anjingnya yang bernama awloh swt dari awal sudah suka kawin, perang dan ngerampok...ya nular ke pengikutnya hahahaha....


Piss wrote:tuh hari ini...muslim irak dibantai sama muslim juga....

habis
muhammad dan anjingnya yang bernama awloh swt dari awal sudah suka
kawin, perang dan ngerampok...ya nular ke pengikutnya
hahahaha....


Huaa....huaa...huaa...huaa...huaa...huaa...huaaa......

Kasian kristen....... bukannya ngejawab persoalan yg ada (tentunya sesuai konteksnya)...
Malah ngebahas yg lainnya.... hi...hi....hi...hi..

Mungkin karena sungguh menyeramkan kenyataan ini bg kristen... dan kamu tdk bisa berbuat apa2...... lantaran kamu sudah yakin seyakin2nya kalo kristen adl agama yg benar... hi..hi....hi....

Hooooiiii....!!!!! kristen...!!!!!!!!!!
Apa tanggapan kamu ttg persoalan Alkitab kamu itu diatas...???!!!!!!



Piss wrote:ga usah maen potong ayat, plintir tafsir lah hahahahaha.......tanya aja
sama sama biarawan dan biarawati yang sehari-hari mengkaji
alkitab....hahahaha...loe baru baca sekali dua kali aja udah sok mau
bikin tafsiran sendiri hahahaha....

HUaaa..... huaaa....huaa...huaaa..huaaa...huaaa..huaaa.....
Ini lah jawaban supetr ngawur dari kristen.... hi...hi...hi.....

Muslim surah tanya ama biarawati -wan....
Dan dibilang maen potong ayat dan plintir tafsir......

So...... kalo bgt...... bagaimana tafsiran kristen ttg ayat2 tsb diatas...??!!!!

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 5859
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by you7tube7com on Sat Mar 30, 2013 8:39 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
hahaha..lha ya tuhanmu itu tdk mati, tapi cuma dikira mati, padahal dia hanya spt pingsan, lantas dikasih rempah2 murid2 setianya maka pulih kembali, malah Yesus dengan rupa lain menemui para murid lainnya, makan ikan goreng pula. wow, ada tuhan makan ikan goreng !

kalau kepala pasukan dan pasukan gak bisa membedakan orang mati dengan orang pingsan
mending jadi ustat aja

Hi...hi....hi....hi...hi....hi.....

Kenyataan yg mengerikan utk kristen...!!!!!

you7tube7com
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Female
Number of posts : 3297
Reputation : -35
Points : 5859
Registration date : 2010-01-22

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sat Mar 30, 2013 7:30 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:mana ada orang belum mati dikafani dan dikubur bahkan kuburnya dijaga pasukan?
karena ada nubuat akan bangkit pada hari ke tiga





Pasukan yg menjaga itu sudah tidak ada pada saat prosesi penyembuhan oleh Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena dan yg lainnya




Yohanes 19:40
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan (sbg kamuflase) menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

penguburan mengejar hari sabat, kok penyelamatan/penyembuhan..
ngawur aja..

luka separah itu di hari jum'at, hari minggu dini hari sudah jalan-jalan..
analisa otak miring
Saya berargumen pakai ayat-ayat, tapi kau hanya modal omong doang (omdo). Mulai goyang kau !

ayat-ayat tapi kamu tafsir seenak jidatmu sendiri
akal warasnya sama-sekali tak dipakai
contohnya fakta di atas (analisa otak miring)

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sat Mar 30, 2013 9:10 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:mana ada orang belum mati dikafani dan dikubur bahkan kuburnya dijaga pasukan?
karena ada nubuat akan bangkit pada hari ke tiga





Pasukan yg menjaga itu sudah tidak ada pada saat prosesi penyembuhan oleh Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena dan yg lainnya




Yohanes 19:40
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan (sbg kamuflase) menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

penguburan mengejar hari sabat, kok penyelamatan/penyembuhan..
ngawur aja..

luka separah itu di hari jum'at, hari minggu dini hari sudah jalan-jalan..
analisa otak miring
Saya berargumen pakai ayat-ayat, tapi kau hanya modal omong doang (omdo). Mulai goyang kau !

ayat-ayat tapi kamu tafsir seenak jidatmu sendiri
akal warasnya sama-sekali tak dipakai
contohnya fakta di atas (analisa otak miring)
Sudahlah, jangan cuma omongan doang. Silahkan berargumen pakai ayat-ayat juga untuk menyanggah kalau menurut kau dalam peristiwa salib Yesus benar2 mati.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sat Mar 30, 2013 11:41 pm


mati..
- nyawa sudah diserahkan
- prajurit bahkan kepala pasukan menyatakan mati
- dikafani dan dikubur



jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sun Mar 31, 2013 9:00 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Sudahlah, jangan cuma omongan doang. Silahkan berargumen pakai ayat-ayat juga untuk menyanggah kalau menurut kau dalam peristiwa salib Yesus benar2 mati.

mati..
- nyawa sudah diserahkan
- prajurit bahkan kepala pasukan menyatakan mati
- dikafani dan dikubur


Mana ayat-ayatnya ?

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 31, 2013 4:10 pm



bantah aja kalau:
- nyawa tidak/belum diserahkan
- prajurit bahkan kepala pasukan tidak/belum memastikan kematian
- tidak dirempahi, dikafani dan dikubur

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Sun Mar 31, 2013 5:05 pm

Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa' : 157)

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surah An-Nisaa':158)

Nabi Isa akan diturunkan kembali ke bumi

Nabi Isa as. sehingga kini masih hidup dan hanya Allah SWT saja tahu dimana Nabi Isa ditempatkan. Dari keterangan hadis Nabi Muhammad saw. diceritakan bahawa menjelang hari kiamat / akhir zaman, Nabi Isa akan di turunkan oleh Allah SWT dari langit ke bumi (The Second Coming dalam versi Kristian).

Peristiwa itu tergambar dari hadis berikut :

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya,maka ketahuilah;bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang,berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah,kepalanya seakan-akan meneteskan air walaupun ia tidak basah”. (HR Abu Dawud)

“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa Ibn Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi) : “ Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad)

“Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan berkumandangkanlah solat,maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam solat) wahai roh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah dia yang mengimami solat kamu”. (HR Muslim & Ahmad)

Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa setelah turun dari langit adalah menunaikan solat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis-hadis di atas. Nabi Isa akan menjadi makmum dalam solat yang diimamkan oleh Imam Mahdi.

Adapun lokasi turunnya Nabi Isa dijelaskan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadist berikut :

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus)


Kedatangan Nabi Isa akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan & peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi , setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari , maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal
Nabi Isa akan membunuh Dajjal

Turunnya Nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama ,baginda akan bekerjasama dengan Imam Mahdi membanteras semua musuh-musuh Allah.

Dikisahkan setelah Nabi Isa as. selesaikan menunaikan solat, ia berkata : “Keluarlah kamu (pasukan kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, iaitu dajjal.” Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal yang laknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahawa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang arif serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi. Begitu ‘Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di di air. Kemudian dajjal melarikan diri, akan tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestin. Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya :”Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan.” Lalu Isa as. menombak dan membunuhnya, maka Isa as. memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya. Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi , bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal(dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi ‘Isa.

Nabi Isa akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj

Salah satu tugas besar beliau setelah membunuh dajjal adalah menyelamatkan ummat manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog dalam versi Kristian).

Dikisahkan, fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh , tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya, jumlah mereka pun sangat banyak sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka. (seperti yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Nawwas)
Maka saat mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain) maka Allah SWT berkata kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba(Ya’juj dan Ma’juj)yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur (Thursina) ”
Dan di Thur terkepunglah Nabiyullah ‘Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini.Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para sahabatnya ,menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka.Kemudian Nabi Isa dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah , kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun dikota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.” (HR. Ahmad,Muslim & Tirmidzi dari An Nawwas bin Sam’am)

Catatatan dalam versi Kristian "orang-orang beriman akan diselamatkan dibawa ke awan"

Dahsyatnya fitnah Ya’juj dan Ma’juj digambarkan dalam sebuah hadist Rasulullah saw. sbb:

"Dinding Ya'juj dan Majjuj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi" (QS . Al Anbiyaa' : 96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebahagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: "Dulu di sini pernah ada air". Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka: "Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit", kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah. Maka tatkala rnereka sedang asyik berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: "Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami berani mati) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?" maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian dia menemui bahwa mereka semua telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru: "Wahai semua kaum Muslim bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri sudah membinasakan musuhmu", maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong." (HR. Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan Hakim dari Abu Sa’id)

Nabi Isa akan menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman

Menurut suatu riwayat Nabi Isa ,setelah turun dari langit akan menetap di bumi sampai wafatnya selama 40 tahun. Ia akan memimpin dengan penuh keadilan , sebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut :

“Demi yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil,maka ia akan menghancurkan salib,membunuh babi,menolak upeti,melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Bukhari,Muslim,Ahmad,Nasa’I,Ibn Majah dari Abi Hurairah)

Nabi Isa akan menunaikan Ibadah Haji

Diceritakan dalam sebuah hadist bahwa Nabi Isa akan melaksanakan haji.

”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”.(HR. Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah)

Nabi Isa akan wafat

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as. . Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT. akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Nabi Isa as. dunia kemudian akan mengalami kiamat. Wallahu a’lamu bishowab.

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1549
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 31, 2013 5:22 pm

fiqazazfiq wrote:Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa' : 157)

ini lagi malah ngawur: isa tidak disalib dan isa tidak dibunuh
lalu isa diapakan sama yahudi?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Sun Mar 31, 2013 5:55 pm

Yudas yang Disalib, Bukan Nabi Isa as







Yudas yang Disalib, Bukan Nabi Isa as
Mawlana Syaikh Nazhim Adil al-Haqqani
Zawiyah SWITZERLAND, 1985
Farisi adalah para pemimpin yang membuat banyak aturan bagi rakyatnya
untuk mengejar kehidupan materialistik dan mengabaikan tujuan surgawi.
Mereka tidak melihat bagaimana Yesus Kristus datang dengan cara yang
ajaib karena pikirannya dipenuhi hal-hal duniawi. Mereka mengatakan
Yesus adalah sebuah firman Tuhan. Yang berarti ketika Tuhan mengatakan
,”Jadilah !” dan terjadilah dia dalam eksistensinya.

Yesus tidak mempunyai ayah. Begitu juga dengan Adam, beliau tidak
berayah dan tidak beribu, bahkan itu lebih ajaib dari Yesus. Namun tidak
ada yang mengatakan kalau Adam itu putra Tuhan. Mengenai hal ini,
mungkin Yesus pernah mengatakan ,”Ayah !” sebagai tingkatan tertinggi
dari rasa hormatnya pada Tuhan, bukan karena hubungan beliau dengan
Tuhan. Sebuah ciptaan adalah suatu hal dan Penciptanya adalah sesuatu
yang lain lagi. Mustahil bagi Sang Pencipta menjadi seperti ciptaan-Nya.
Seorang manusia bisa mempunyai seorang anak dan ketika ayahnya
meninggal, anaknya menggantikan posisinya, namun Tuhan tidak akan hilang
dari eksistensi supaya sang anak menggantikan posisi-Nya.

Anak-anak biasanya mewarisi sesuatu dari ayahnya. Jika Anda memandang
anak Anda, mereka ada kemiripan dengan Anda. Mungkin hidung atau
bibirnya mirip. Dan jika Yesus adalah sang anak, maka seharusnya beliau
ada kemiripan dengan Ayah-nya. Tuhan Yang Maha Kuasa mempunyai sifat
yang terkenal, yaitu Dia tidak pernah mati, Dia adalah abadi. Mustahil
bila seorang manusia sebagai Anak Tuhan bisa meninggal.

Sesuatu yang tidak bisa kalian terima, kecuali dalam khayalan kalian.
Bisa saja kalian mempercayainya , namun kalian tidak akan mengambil
manfaat darinya. Mungkin saya bicara terlalu banyak, kadang saya
bertanya pada orang-orang beragama, “ Sampai kapan kalian akan menyalib
manusia itu dan menggantungnya ? Belum cukupkah sampai hari ini ? Kapan
kalian turunkan dia untuk istirahat ? Dia harus istirahat! Cukup sudah !
semua orang sudah melihatnya.”

Keadaannya ( disalib. Penerj ) menunjukkan posisi sebagai seorang
manusia lemah. Posisi terlemah ! dan seharusnya dia punya kuasa ! jika
aku mempercayai mereka, dia seharusnya maha kuasa. Dan yang mereka
tunjukkan malah seseorang yang paling lemah untuk bisa di imani. Saya
harus bertanya pada semua orang ,” Bagaimana saya bisa beriman pada
seseorang yang tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri ? lalu
bagaimana dengan yang lain ?”

Banyak sekali injil tentang Yesus Kristus. Ketika saya pergi ke
Iznik, sebuah kota dekat Istambul. Ada sebutan aneh untuk sebuah
pertemuan yang diadakan disana, yaitu Nicea. Saya berada disana, kota
paling tua dan paling terkenal dalam sejarah Kekristenan. Dikelilingi
oleh dinding-dinding tua. Ketika saya melihat-lihat dibawah kubah-kubah
besar, mereka membawaku ke sebuah tempat yang luasnya 25 meter persegi
di kedalaman 5 meter. Pemandu mengatakan bahwa ruangan itu penuh dengan
tengkorak-tengkorak dan tulang- tulang ratusan manusia.

Arkeolog dari Eropa pernah datang dan membukanya, mereka memeriksanya
lalu mengatakan bahwa orang-orang ini telah di kubur semasa Dewan
Nicea, yang dilaksanakan di tempat itu di abad ke-4. Pada masa
pemerintahan Konstantinopel, mereka menyadari bahwa semua injil ternyata
berbeda di seluruh dunia, mereka lalu mengatakan, ” Oh, ada yang
seperti ini, ada yang seperti itu…begitu banyak perbedaan.” Lalu mereka
putuskan bahwa hanya ada 4 kitab dari ratusan yang ada. Bisa saja mereka
menolak kitab-kitab yang benar, karena tak seorangpun mampu memutuskan
manakah yang asli dari keempat injil itu, karena masing-masing juga
berbeda. Kalau memang benar asli, tentunya cukup satu saja, tapi empat !

Mereka memusnahkan seluruh kitab itu kecuali empat injil. Mereka
bunuh semua orang yang membawa injil-injil yang berbeda, supaya tidak
lagi kembali dan menuliskannya lagi. Mereka musnahkan kitab-kitab
mereka, membunuh pemiliknya dan meletakkannya di tempat itu. Makanya,
banyak sekali tipuan-tipuan lewat agama Kristen sampai saat ini. Begitu
banyaknya ide-ide yang berbeda, dan kalian tidak bisa mengatakan mana
yang benar di antara kitab-kitab mereka. Keempatnya membicarakan tentang
penyaliban meskipun kebanyakan injil-injil lain tidak menerima konsep
itu.

Seperti kita tahu, mereka berkumpul untuk menangkap Yesus Kristus,
beliau mengadakan sebuah pertemuan dengan murid-murid beliau.
Orang-orang Romawi datang untuk menangkap dan menyalib beliau. Lalu
Yudas keluar. Mereka menunggu Yesus (as) keluar supaya dapat menangkap
beliau. Ketika mereka menunggu, Yudas mengatakan,” Aku harus kedalam dan
membawa Yesus pada kalian.” Namun ketika Yudas ke dalam, Tuhan mengirim
malaikat Jibril untuk membawa Yesus naik ke Hadirat Tuhan agar tak
seorangpun bisa menyentuhnya. Disaat yang sama, Tuhan membuat kepala
Yudas mirip dengan Yesus. Bukan tubuhnya, hanya kepalanya. Orang-orang
Romawi menunggu dan menunggu. Karena tak seorangpun keluar, mereka
menyerbu masuk, bertemu dengan Yudas, mereka mengatakan, “ Ini Yesus
Kristus !” Mereka menangkapnya, membawanya dan menyalibnya.

Lalu, ketika mereka menyadari bahwa kepala dan tubuhnya berbeda,
mereka mengatakan, “ Dimana Yudas ? jika orang ini Yudas, dimana Yesus ?
Jika dia Yesus, lalu dimana Yudas ?” Mereka mulai meragukannya dan
Tuhan telah mengirim Yesus ke surga. Sebagai hukuman bagi Yudas, dialah
yang disalib, bukan Yesus.

Sampai hari ini, Yahudi dan juga orang Kristen ragu akan apa yang
terjadi. Mereka juga bertanya,” Dimana Yudas ? dia menghilang begitu
saja ? apakah Yesus juga menghilang ? salah satu dari mereka pasti
berada di salib itu.” Mereka terus ragu dan mengatakan hal yang berbeda.
Mereka tahu salah satu dari mereka pasti menghilang. Mereka mengatakan
bahwa Yesus di salib lalu di angkat ke surga. Lalu bagaimana dengan
Yudas ? kemana dia pergi ?

Tanya :
Mereka mengatakan bahwa Yudas pergi dan gantung diri di pohon. Bagaimana
dengan cerita bahwa Yesus bangkit dari kematian dan kembali serta
mengajari murid-muridnya, setelah mereka membuka kuburan beliau 3 hari
kemudian ? Beliau datang dengan pakaian putih, memberi nasihat, dan
makan bersama murid-muridnya. Salah satu murid bernama Thomas, dia
berjumpa dengan beliau di jalan lalu mengatakan,” Aku kira Anda sudah
meninggal.” Lalu Yesus mengatakan,” Tidak, aku tidak mati, lihat luka
itu masih disini.” Dan beliau tunjukkan sebuah sayatan dan paku-paku
menembus tangannya, apakah semua ini dongengan saja ?

Jawaban Syaikh Nazim :
Hal itu sama sekali berlawanan. Karena jika mereka mengatakan sesuatu,
segalanya harus di atur sedemikian rupa. Mereka siap dengan segala macam
pertanyaan.
Ini dilakukan tanpa menyentuh keimanan mereka. Karena Tuhan pernah
berfirman,” Tak seorangpun mampu menyentuh Yesus. Dia diambil dengan
cara yang sama ketika dia datang, tanpa ada kesulitan baginya. “

Tanya :
Tapi para murid yang mencintai Yesus yang menulis hal ini, bagaimana bisa mereka menulis kebohongan ?

Dijawab oleh salah satu hadirin :
Tidak. Orang-orang yang menulis injil-injil itu hidup di masa 80-120 tahun kemudian.

Wa min Allah at Tawfiq

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1549
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 31, 2013 6:15 pm



fiqazazfiq wrote:Yudas yang Disalib, Bukan Nabi Isa as

gimana ceritanya menurut quran, kok bisa yudas yang disalib?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sun Mar 31, 2013 8:02 pm

jimatkalimasada wrote:

bantah aja kalau:
- nyawa tidak/belum diserahkan
- prajurit bahkan kepala pasukan tidak/belum memastikan kematian
- tidak dirempahi, dikafani dan dikubur
Diminta mana ayatnya, kok malah ganti orang disuruh mbantah. Mulai goyang kau !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 31, 2013 8:11 pm

Agapo wrote:
Diminta mana ayatnya, kok malah ganti orang disuruh mbantah. Mulai goyang kau !

semua tertulis kok di injil..

contoh aja ya poin 1:
Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.



kalau nyawa sudah diserahkan: pingsan/mati?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sun Mar 31, 2013 8:16 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Diminta mana ayatnya, kok malah ganti orang disuruh mbantah. Mulai goyang kau !

semua tertulis kok di injil..

contoh aja ya poin 1:
Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.



kalau nyawa sudah diserahkan: pingsan/mati?
Siapa yang menarasikan ucapan Yesus itu ? apakah Lukas ? siapa Lukas ? dimana dia saat itu ?

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Sun Mar 31, 2013 8:17 pm

jimatkalimasada wrote:

fiqazazfiq wrote:Yudas yang Disalib, Bukan Nabi Isa as

gimana ceritanya menurut quran, kok bisa yudas yang disalib?

I. Hawariyyun Menurut Injil dan Al Quran
Sejak kedatangan Isa as. atau Yesus sebagai seorang utusan Tuhan kepada Bangsa Israel umat Yahudi sampai saat ini tidak pernah mengakui Yesus sebagai seorang Rasul Allah—apalagi sebagai seorang Tuhan atau anak Tuhan. Di mata umat Yahudi, Yesus tidak lain dan sebuah masa lampau yang diletakkan dalam “catatan kaki” sejarah Bangsa Israel yang telah berlalu. Dalam Encyclopedia of the Orient[1] disebutkan bahwa umat Yahudi menganggap Yesus hanya sebagai sebuah figur Messiah palsu yang dimasukkan ke dalam sejarah umat Yahudi:

There are no historical evidence that Jesus ever lived, and the history o could easily be reconstructed without basing it upon a rca/Jesus charade,:

Kemudian disebutkan juga:

‘Jelt’s have a/wa vs rejected Jesus as the true Messiah.. Even today Jews have little sympathy for Jesus, and the discrepancy that Jesus have meant between Jews and Christians, is one oft/ic main reasons for the ostracized position that Jews hate suffered in Europe through all centuries and into our tim,ie

Pandangan umat Yahudi jelas sangat berbeda dengan umat Kristen di dunia yang telah mengangap Yesus atau isa putra Maryam sebagai Anak Tuhan serta Messiah[2] yang datang untuk membebaskan manusia dan dosa yang telah diwariskan oleh moyang manusia yang pertama, yaitu Adam dan Hawa,[3]

Sehubungan dengan dua persepsi keyakinan tersebut, agama Islam memiliki posisi yang sangat jauh berbeda. Islam rnengakui dan menganggap Isa putra Marvam sebagai seorang manusia biasa yang diciptakan secara Iangsung oleh Allah SWT dan ditempatkan ke dalam rahim ibunya, Maryam Binti ‘Imran. Islam mengakui bahwa isa as. telah diciptakan dan dipilih oleh Allah ta’ala sebagai seorang Rasul yang diutus kepada Bangsa Israel. Islam juga mengakui bahwa Isa as. adalah seorang Rasul Tuhan yang paling akhir dan sebuah mata rantai kenabian yang panjang dan Bangsa Israel.

Berkaitan dengan para pengikutnya, ajaran Islam ataupun Kristen telah mengakui bahwa dan seluruh Bangsa Israel yang telah menjadi pengikutnya di masa itu, maka isa as. telah memilih dua belas orang pengikutnya yang terbaik kemudian diangkat sebagai utusan kepada tiap-tiap suku Israel yang berjumlah dua belas untuk memberitakan ajaran Injil yang telah dibawanya.

Perbedaan sangat mendasar antara ajaran Islam dan Kristen terletak pada pandangan serta penafsiran kedua kepercayaan tersebut, terutama mengenai kepribadian isa as. dan ajaran yang telah dibawanya. Dalam mengimani ajaran Kristen, maka ada dua pilar utama keimanan terhadap Yesus Kristus. Pertama, meyakini bahwa Yesus Kristus telah mati dengan cara disalib dalam peristiwa penyaliban untuk menebus dosa umat manusia yang telah diwariskan oleh moyang manusia yang pertama yaitu Adam dan Hawa. Pilar kedua adalah percaya secara mutlak bahwa Yesus Kristus adalah Anak Tuhan.

Ajaran Islam dalam hal menolak segala macam konsep yang menyatakan bahwa Isa as. atau Yesus Kristus adalah seorang Tuhan atau Anak Tuhan. Selain perbedaan yang sangat fundamental dalam menolak konsep teologi Kristen tersebut Islam juga menolak dogma ajaran Kristen yang menyatakan bahwa Yesus telah mati dengan cara disalib untuk menebu dosa umat manusia seperti yang diimani dalam ajaran Kristen.

Berkaitan dengan penyaliban, ajaran Islam ataupun Kristen sebenarnya memiliki pandangan yang sama dalam melihat bahwa peristiwa itu sesungguhnya memang telah terjadi. Perbedaannya adalah mengenai “siapa” orang yang sesungguhnya telah mati dengan cara disalib saat peristiwa itu terjadi. Ajaran Kristen meyakini bahwa orang yang telah disalib sampai mati adalah Yesus Kristus, sedangkan ajaran Islam membantah dan tidak pernah mengakuinya. Argumen Islam yang telah membantah mengenai peristiwa penyaliban sebagaimana diyakini ajaran Kristen adalah berlandaskan Alquran yang merupakan Kitab Suci umat Islam. Alquran menyampaikan bahwa orang yang sebenarnya telah mati dengan cara disalib adalah orang yang telah diserupakan dengan isa as.

Dan kedua pandangan tersebut, mustahil apahila kedua versi cenita itu bisa terjadi pada saat yang bersamaan. Untuk dapat menemukan peristiwa yang sebenarnya, cara terbaik yang mungkin dapat ditempuh adalah dengan menelusuri kembali seluruh peristiwa dan awal kejadiannya.

Menurut ke empat Injil kanonik Kristen, peristiwa penyaliban diawali dengan tertangkapnya Yesus di taman Getsmani oleh Imam-imam Kepala yang datang bersama sepasukan prajurit karena salah seorang dan dua belas orang murid-murid Yesus terpilih, Yudas Iskariot, mengkhianati Yesus. Berdasarkan ketenangan dan lnjil-injil Kanonik, sebenarnya dapat dibuat sebuah kesimpulan dasar bahwa kisah penghianatan Yudas Iskariot adalah kunci dan terjadinya peristiwa penyaliban. Menurut kitab-kitab Injil tersebut, Yudas Iskariot telah rnengkhianati Yesus dengan memberitahukan lokasi keberadaannya kepada imam-imam kepala dengan menerima imbalan sebesan 30 keping uang perak. Tapi, bila ditinjau berdasarkan kronologi periwayatan peristiwa penyaliban dalam kitab-kitab Injil sendiri, maka periwayatan kisah

pengkhianatan Yudas Iskariot itu sangat diwarnai informasi informasi yang kontradiktif antara riwayat dan satu Injil dengan Injil-injil lainnya.

Sebelum dapat membenarkan ataupun menyalahkan riwayat riwayat yang telah disampaikan dalam kitab-kitab injil, langkah bijaksana yang seharusnya ditempuh sehuhungan dengan kenyataan-kenyataan tersebut adalah dengan membuktikan terlebih dahulu apakah Yudas Iskariot itu memang seorang pengkhianat?

Dalam menilai sebuah tindak kejahatan, baik yang mungkin telah dilakukan oleh Yudas Iskariot ataupun orang lain, setiap tersangka pelaku kejahatan harus terlebih dahulu dinilai dengan menggunakan “asas praduga tak bersalah”, Selain itu, untuk menyelidiki sebuah tindakan kriminal atau kejahatan, seorang penyidik atau penyelidik harus memulai investigasinya dengan pertama-tama menyelidiki motif atas sebuah tindak kejahatan yang telah dilakukan oleh setiap tersangka pelaku kejahatan. Upaya upaya ini dilakukan agar asas-asas keadilan bagi tersangka pelaku kejahatan tidak terabaikan.

Dalam konteks pengkhianatan Yudas Iskariot, cara-cara yang sama akan diaplikasikan untuk menyelidiki kebenaran tuduhan kitab kitab Injil seputar kisah pengkhianatannya kepada Yesus,

Semua langkah ini dilakukan untuk menjunjung tinggi asas keadilan yang sudah sewajarnya diberlakukan untuk semua makhluk Tuhan sehingga tuduhan tentang pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Yesus tidak ditujukan hanya untuk mencari seorang “kambing hitam” karena kehencian dan rasa permusuhan imam-imam Yahudi terhadap isa as. beserta para pengikutnya yang memang sudah ada saat itu. Dengan demikian, Iangkah pertama yang mungkin lebih bijaksana untuk menyelidiki kisah pengkhianatan Yudas Iskariot adalah dengan mencari motif yang dapat dijadikan alasan ataupun sebab mengapa Yudas Iskariot melakukan tindak kejahatan “penghianatan” tersebut.

Apabila seorang Kristen ditanya mengenai apa yang telah menjadi motif Yudas Iskariot sebagai salah seorang dan dua belas orang murid-murid Yesus yang telah dipilih secara langsung sehingga dia menjadi pengkhianat, maka kebanyakan orang Kristen tidak mampu menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang rasional serta memuaskan. Ini tidak mengejutkan, karena tuduhan pengkhianatan terhadap Yudas Iskariot adalah sangat tidak realistis.

Easton’s Bible Dictionary menjelaskan bahwa sesungguhnya mereka tidak mampu untuk menemukan sebuah motif kejahatan yang jelas dan pasti untuk dapat dijadikan alasan utama mengapa Yudas Iskariot mau mengkhianati Yesus dengan menerima imbalan hanya sebesar “30 keping perak”:

Why such a man was chosen to be an apostle we know not, but it is written that “Jesus knew from the beginning who should betray him’ (John 6:64). Nor can any answer be satisfactorily given to the question as to the motives that led Judas to betray his Master “Of the motives that have been assigned we need not care to fix on any one as that which simply led hi,n on. Crime is, for the most part, the result of a hundred motives rushing with bewildering fury through the mind of the criminal.[4]

Walaupun tidak menemukan motif pasti apapun, tapi pada akhirnya Easton’s Bible Dictionary membuat sebuah kesimpulan yang tidak fair dan sangat berprasangka. Selain menyatakan bahwa ada ratusan motif yang dapat dijadikan alasan mengapa sebuah tindakan kriminal tersebut dapat terjadi, Easton’s Bible Dictionary sendiri pada akhirnya tidak mampu menunjukkan satu motif-pun yang jelas dan kongkrit tentang alasan pengkhianatan Yudas.

Pengakuan dan Easton’s Bible Dictionary itu, sesungguhnya menyimpulkan bahwa ajaran Kristen sebenarnya tidak rnemiliki pengetahuan akan motif pengkhianatan Yudas Iskariot secara pasti. Dengan demikian, apabila ditinjau melalui kacamata hukum, selama hampir dua milenium, Yudas Iskariot sampai saat ini masih merupakan seorang tersangka dan kejahatan yang dituduhkan kepada dirinya dan bukan convicted felon atau orang yang benar benar telah terbukti bersalah.

Tuduhan penghianatan yang telah dilontarkan Injil terhadap Yudas Iskariot sebenarnya hanya dilandasi asumsi dan riwayat riwayat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Jatuhnya vonis sebagai seorang pengkhianat terhadap Yudas Iskariot telah dilakukan tanpa menganalisa riwayat-riwayat tersebut dengan sebuah absolute certainty (kepastian mutlak) dan para intelektual Kristen yang seharusnya berani untuk tampil secara kritis dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran. Penghakiman terhadap Yudas Iskariot sebenarnya hanya melalui Church conviction (keyakinan Gereja), jika tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah kisah fiktif yang sama sekali tidak memiliki dasar periwayatan yang pasti.

Selain meninjau aspek motif, beberapa aspek Iainnya harus ditelusuri secara seksama. Salah satu cara tersebut adalah dengan metakukan penilaian tentang kronologi persaksian peristiwa pengkhianatan Yudas Iskariot yang ada di dalam kitab-kitab Injil.

Menurut riwayat kitab Injil, pengkhianatan Yudas Iskariot menjadi sebab Yesus ditangkap dan dieksekusi di kayu salib oleh Imam-imam Yahudi. Ajaran Kristen hingga saat ini memiliki pandangan bahwa Yesus telah tertangkap, disalib, mati dan bangkit pada hari ketiga.

Ajaran Islam membantah kisah ini dengan mengatakan bahwa Nabi Isa as. tidak pernah disalib ataupun dibunuh dengan cara apapun juga, tapi telah diselamatkan melalui Kekuasaan Allah’SWT Sedangkan orang yang sebenarnya telah disalib adalah orang yang wajahnya telah diserupakan dengan Isa as., seperti dijelaskan melalui firman Allah SWT di dalam Aiquran:

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnva Kami telah membunuh Al Masih, isa putra Maryam, Rasul Allah “. padahal mereka tidak ine dan tidak (pula) menyalibnya, letapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan isa bagi mereka. Sesungguhnva orang-orang yang berselisih paham tentang ‘pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali rnengikutipersangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS 4:157)

Sebagian dan mufassirin[5] Islam sesungguhnya telah menafsirkan Alquran dengan mengkonfirmasi tuduhan yang serupa, yaitu dengan mengatakan bahwa Yudas Iskariot adalah seorang pengkhianat. Meriurut para mufassirin, argumen ini telah diperkuat dengan ditemukannya sebuah Injil yang disebut Injil Barnabas yang mengakui dirinya sebagai salah satu dan dua belas orang murid murid pilihan Yesus, tapi sesuai dengan persaksian di dalam Injilnya sendiri bahwa dia sebenarnya “bukan seorang saksi mata pada saat peristiwa itu terjadi:

Tapi aku tidak mengetahui apa yang terjadi atas diri Yudas, karenaaku tidak menyaksikan segala sesuatunya. “ (Barnabas 221:4)

Injil Barnabas memang memiliki pengakuan yang sangat berbeda terhadap sejarah kehidupan Yesus kita dibandingkan dengan pengakuan Injil-Injil Kanonik. Terutama mengenai kepribadian Yesus yang menganggap Yesus hanya sebagai manusia biasa. Injil Barnabas meriwayatkan bahwa orang yang sesungguhnya disalib pada saat itu adalah Yudas Iskariot. Wajah dan suaranya telah diserupakan dengan Yesus sebagai hukuman dari Allah SWT karena dia telah mengkhianati Yesus dengan memberitahukan lokasi keberadaan Isa as. kepada imam-imam Yahudi. Menurut Barnabas, sesaat sebelum penangkapan terjadi, Yesus telah diselamatkan oleh Allah SWT dengan cara diangkat ke langit, sedangkan Yudas Iskariot yang menjadi pemandu jalan imam-imam Yahudi bersama prajurit-prajuritnya yang akan menangkap Isa as., justru malah menerima akibat pengkhianatannya sehingga kemudian disalib di bukit Golgota sampai mati.

Sebab itulah, Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an [6] menjadikan Injil Barnabas sebagai referensi ber-argumen untuk menerangkan ayat-ayat Aiquran yang menyatakan bahwa orang

yang sesungguhnya disalib itu adalah orang yang wajah, suara dan tubuhnya telah diserupakan dengan isa as. sebagai akibat dari penghianatannya. Dengan demikian, periwayatan Injil Barnabas juga akan menjadi bagian yang dibahas buku ini

A. Murid Yesus di Injil

Untuk mengetahui lebih jauh rnengenai murid-murid Yesus yang berjumlah dua belas orang, maka Injil Matius, Markus dan Lukas telah menyebutkan nama-nama mereka, Sedangkan Injil Yohanes tidak pernah menyebutkan mereka. Dalam Injil Matius dan Injil Markus disebutkan kedua belas orang nama murid-murid yesus tersebut tanpa ada perbedaan dalam nama-nama mereka. Sedangkan di dalam Injil Lukas ada satu nama yang berbeda jika dibandingkan dengan kedua Injil Sinoptis sebelumnya. Adapun dalam Injil Barnabas, tersebut nama-nama murid Yesus yang berjumlah dua belas orang itu, namun Barnabas telah mencantumkan dininya sebagai salah seorang murid-murid pilihan Yesus tersebut yang tidak ada di dalam riwayat Injil-injil Kanonik.[7]

B. ‘Hawariyyun” dalam Al Ouran

Kata Hawariyyun di dalam Alquran adalah sebutan untuk murid Isa as. yang berjumlah duabelas orang. Kata Hawariyyun sendiri bukan berarti duabelas. Hawariyyun adalah bahasa Arab yang berasal dari kata Huur, artinya adalah “sangat putih”[8]. Allah SWT berfirman di dalam Alquran:

Maka takala ia mengetahui keingkaran mereka (Ba,ni Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (rnenegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin sahabat-sahabat setia) menjawab Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Ya tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang yang menjadi saksi (tentang kecsaan Allah) (QS Ali lmran 52-53)

Sehubungan dengan kata Hawariyyun yang disebutkan untuk murid-murid isa as. dalam Alquran para mufassirin Islam memiliki beberapa penafsiran rnengenai makna yang sebenarnya dan kata tersebut. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa makna Hawariyyun adalah untuk menjelaskan pakaian murid-murid Isa as. yang serba putih”[9] Sedangkan pendapat lainnya menyebutkan bahwa Hawariyyun adalah sebutan untuk murid-miurid isa as. karena mereka berasal dan kelompok atau kelas masyarakat yang berbeda beda dalam masyarakat Israel pada saat itu[10]

Pendapat pertama tidak dilandasi oleh fakta-fakta sejarah yang jelas. Sedangkan pendapat kedua, yang menyebutkan bahwa mereka berasal dan kelas atau kelompok masyarakat yang berbeda beda seperti nelayan, pengusaha, rohaniawan dan lain sebagainva, sebenarnya tidak relevan dengan kata Hawariyyun itu sendiri.

Bila kita perhatikan sebab dan fungsi penyampaian kisah Hawariyyun di dalam Alquran, tampak bahwa penjelasan kisah Hawariyyun itu sendiri sesungguhnya tidak terbatas hanya sebagai pembuktian ataupun pengakuan yang menceritakan kembali keberadaan mereka sebagai sebuah kelompok orang yang pernah ikut membantu Isa as. di dalam menjalankan misi kerasulannya. Tapi Alquran juga menjelaskan mengenai keadaan mereka ketika mereka melalui masa-masa sulit yang pernah terjadi bersama Isa as.

Tujuan utama pemberitahuan Alquran sesungguhnya adalah untuk menceritakan kembali mengenai pilihan yang telah diambil oleh Hawariyyun ketika mereka dihadapkan kepada sebuah keadaan yang sangat sulit. Pada saat itu, Hawariyyun telah diminta untuk menunjukkan komitmen iman dan kesetiaan mereka untuk menjawab pertolongan yang telah disampaikan oleh Isa as. Jawaban Hawariyyun dalam Alquran yang mengatakan:

Para Hawariyyun (sahabat-sahabat setia) menjawab:

menjawab Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Ya tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang yang menjadi saksi (tentang kecsaan Allah) (QS Ali lmran 52-53)

Membuktikan bahwa Alquran sebenarnya membantah tuduhan kitab-kitab Injil yang mengatakan bahwa murid-murid Yesus telah kabur pada saat Yesus membutuhkan bantuan mereka.

Bahkan kitab-kitab Injil mengkonfirmasi bahwa salah seorang di antara Hawariyyun adalah orang yang telah mengkhianati Isa as., injil meriwayatkan:

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan ,melarikan diri. (Markus14:50)

Tapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi nabi. Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan,melarikan diri (Matius 26:56)

Lihat .saatnya datang, bahkan sudah datang. bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan .aku seorang diri. Namun .aku tidak seorang diri. sebab Bapa menyertai Aku. (Yohanes 16:32)

Kemudian mengenai kisah pengkhianatan Yudas Iskariot, kitab kitab Injil meriwayatkan:

Kemudian pergilah seorang dan kedua belas munid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam kepala.

ía berkata: Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk ,menyerahkan Yesus. (Matius 26:14-16)12”

Kata Hawariyyun di dalam Alquran sebenarnya tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat materialistik (menerangkan pakaian mereka, atau latar golongan sosial mereka), tapi untuk menjelaskan kembali kepribadian mereka yang suci dan bersih dan segala tuduhan umat Yahudi maupun umat Kristen. Kata Hawariyyun yang berasal dan akar kata Huur sebenarnya pernah disebutkan ketika Alquran menjelaskan mengenai keindahan dan pasangan-pasangan hidup manusia di dalam surga sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT, yaitu:

Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (Ad Dukhaan:54)

Bidadari-hidadari yang jelita. putih bersih dipingit dalam rumah. (Ar Rahmaan: 72)

Kata Huur pada ayat di atas sebenarnya tidak pernah ditujukan untuk memberikan keterangan mengenai uraian-uraian fisik dan pasangan hidup manusia di dalam surga. Kata Huur adalah penjelasan tentang sifat dan kondisi pasangan-pasangan hidup manusia di dalarn surga yang sangat berheda dan cara pandang serta pemahaman manusia mengenai keindahan yang disediakan oleh Allah SWT di dalamnya. Surga adalah tempat yang disucikan oleh Allah SWT Maka segala makhluk yang ada di dalarnnya adalah suci dalam makna yang sebenarnya.

Sejak makhluk-makhluk tersebut diciptakan oleh Allah SWT, kesucian mereka sama sekali tidak pernah disentuh ataupun ternoda oleh hal-hal yang dapat membatalkan atau menajiskan kesucian mereka, ini sangat berbeda dan kondisi kesucian seorang manusia (baik pria maupun wanita) di dunia, tempat kesucian lahiriah (kesucian tubuh) maupun batiniah (kesucian jiwa) mereka dapat ternodai. Sehubungan dengan ini, Syeikh Yusuf Ali di dalam terjemah Alquran-nya yang masyhur membenikan komentar:

“Hurimplies the following ideas: (1) purity possibly the word Hawariyyun, as applied to the first Disciples of Jesus, is connected with this root; (2) beauty, especially of eves, where the intense white of the eyeballs stands out again. the intense black of the pupil, thus giving the appearance of lustre, and intense feeling: as opposed to dullness or want of expression:; and (3) truth and good will [11]

Makna Huur adalah penjelasan mengenai sifat dan keadaan makhluk-mahluk di dalam surga yang kesuciannva akan selalu terpelihara. Dengan dernikian, kata Hawariyyun di dalam Alquran juga merupakan sebutan dan Allah SWT untuk rnenunjukkan sifat dan

keadaan murid-murid Isa as. yang suci dan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh umat Kristen dan umat Yahudi. Penjelasan lainnya adalah firman Allah SWT di dalam Alquran yang mengatakan:

Dan (ingatlah), ketikaAku_wahyukan kepada pengikut isa yang setia “Berimaniah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku Mereka menjawab:

“Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnva kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu) “. (Al Maa-idah:111)

Pada ayat tersebut, Allah SWT menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun dengan menggunakan kata ganti “Aku” atau “Saya”. Sedangkan pada ayat-ayat Iainnya, Allah SWT selalu menggunakan kata ganti “Kami” untuk menyebut Diri-Nya sendiri, seperti ketika Dia berfirman kepada Musa as.:

Dan Kami wahyukan kepada musa: Lemparkanlah tonlgkatmu!’. .maka sekonyong—konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. (Al Araaf:117)

Atau ketika Allah SWT berfirman kepada ibu Nabi musa as.:

Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa: “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnva maka jatuh kanlah dia ke sungal (Nil). Dan janganlah kamu khawathir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikanya kepadamu dan menjadikanya (salah seorang) daripara rasul. (AlQashash:7)

dan ketika Allah SWT berfirman kepada Nahi Muhammad Saw.:

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadarmu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang orang yang bertaqwa. (Hud:49)

Kermudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif “. dan bukanlah dia terniasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An Nahl: 123)

Semua penjelasan Alquran tentu bukan untuk menerangkan bahwa derajat Hawariyyun d sisi Allah SWT melebihi derajat selain mereka. Firman Allah SWT kepada Hawariyyun menggunakan kata ganti Aku” atau “Saya” kepada murid-murid isa as. semata-mata untuk menunjukkan kepastian iman mereka kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Apabila Allah SWT telah menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun secara langsung sebagairnana Allah SWT menyampaikan wahyu kepada Maryam as. atau ibu Nabi Musa as., maka disaat yang sama kondisi mereka juga berarti telah disucikan. Karena sesungguhnya Allah SWT hanya akan menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba yang telah disucikan (lsfhafa)[12] seperti yang dijelaskan Alquran pada firman

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata.’ “Hai, Maryam, sesungguhnva Allah telah ,memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (Ali Imran:42)

Juga buka (Al Hajj. 75)

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan hagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (Al Qashash. 68,)

Anggapan yang menyimpulkan bahwa wahyu hanya dapat diterima oleh Para Nabi dari Rasul, sebenarnya tidak tepat. Alquran menjelaskan bahwa Allah SWT telah menyampaikan ‘wahyu-Nya kepada ibu Musa as. sedangkan ibu Musa[13] as. bukanlah seorang nabi. Atau kepada Maryam as. [14] dan Maryam as[15]. juga bukan seorang nabi — bahkan Maryam as. bertemu dengan malaikat Jibril as. dalam bentuk manusia. Atau kepada para Imam Bangsa Israel[16] dan mereka juga bukan para nabi, seperti firman Allah SWT di dalarn Alquran:

Adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As sajadah:24)

kepada mereka mengerjakan kebaikan dan mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan kamilah mereka selalu menyembah, (Al Anbiya:73)

Dapat dipahami bahwa ketika Allah SWT menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun dengan menggunakan kata ganti “Aku” atau ‘Saya”, maka hal itu sebenarnya untuk menegaskan bahwa wahyu Allah SWT tersebut telah disampaikan secara langsung kepada mereka. ini pada saat yang sama juga mengindikasikan bahwa Hawariyyun adalah orang-orang yang telah disucikan oleh Allah SWT agar dapat menerima wahyu-Nya.

Semua penjelasan Alquran sangat jelas merupakan bantahan dan Allah SWT untuk membersihkan Hawariyyun dan segala macam fitnah serta tuduhan-tuduhan palsu Ahlul Kitab yang mengatakan bahwa salah seorang dan murid-murid Isa as. telah menjadi pengkhianat atau sebagian murid-murid lainnya telah kabur pada saat Isa as. membutuhkan pertolongan mereka. Dengan demikian, Alquran sebenarnya telah mengatakan hal yang sangat bertentangan dan tuduhan umat Kristen atau bahkan Injil Barnabas sendiri yang mengatakan bahwa Yudas Iskariot telah menjadi seorang pengkhianat, karena pada hakekatnya Alquran justru mengabadikan kesetiaan dan kedua belas orang murid-murid Isa as.

Salah satu sebab kebencian imam-imam Yahudi kepada Isa as. dan para pengikut setianya pada saat itu sebenarnya disebabkan oleh pemberitaan yang telah disampaikan Isa as. kepada masyarakat Israel. Bagian yang paling mengkhawatirkan imam imam Yahudi adalah bagian yang memberitahukan mengenai kedatangan Sang Mesiah yang akan berasal dan keturunan Ismail dan bukan keturunan Israel sebagaimana yang telah di propagandakan oleh imam-imam Yahudi, Ketika mereka tidak memiliki jalan lain untuk menghentikan pengaruh penyebaran ajaran Isa as. kepada bangsa Israel kecuali dengan rnembunuhnya. maka mereka merencanakan sebuah makar untuk menghentikan pengajaran isa as. dan juga pengaruh para pengikutnya yang setia, yaitu Hnwariyyun, di masyarakat Israel.

Salah satu jalan yang mereka tempuh untuk menyingkirkan Isa as. adalah dengan mengadukan kepada pemerintahan Romawi— yang pada saat itu bertindak sehagai bangsa yang menjajah wilayah Palestina—dengan mengatakan hahwa Isa as. ingin menobatkan dirinya sebagai raja Israel untuk menghasut masyarakat dan memerangi bangsa Romawi. Sedangkan untuk melemahkan pengaruh Hawariyyun di masyarakat Israel, para imam Yahudi telah membuat fitnah untuk merusak reputasi mereka di mata masyarakat Israel.

sewaktu isa as. menyampaikan ajaran-ajarannya kepada bangsa Israel, belian selalu mengkritik imam-imam Yahudi dengan mengatakan bahwa mereka tidak lagi berpegang terhadap kebenaran kaidah moral ajaran Tuhan yang seharusnya menjadi dasar atau roh dari syariat yang telah dibawa oleh Musa as. kepada umat Israel. Menurutnya, penegakkan hukum-hukurn Taurat hanya terbatas ke dalam hal-hal yang terkait dengan pengumpulan harta umat sebagai pembayaran denda-denda keagamaan dan hukan kepada pencegahannya.

Isa as. mengatakan bahwa imam-imam ‘ sebenarnya telah mengeksploitasi Kitab Taurat dengan mnengatakan kepada bangsa Israel bahwa dosa-dosa mereka dapat ditukar dengan sumbangan atau denda-denda keagamaan yang tidak lagi di ikuti dengan rasa penyesalan atau taubat, bahkan seakan-akan menjadi sarana wang memudahkan orang untuk melakukan perbuatan yang rnelanggar hukum Tuhan. Dalam sebuah khutbahnya, isa as. menyamipaikan:

Tetapi Tuhan berkata kepadanva. “Kamu orang-orang farisi, kamu membersihkan bagian mar dari cawan dan pinggan. tetapi bagian dalammu pcnuh rampasan dan kejahatan

Hai orang-orang bodoh, bukankah dia yang telah menjadikan bagian luar, dia juga menjadikan bagian dalam?

Tapi berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Telapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membatar persepuluhan dan selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu horus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Celakalah kamu, hai orang Farisi, sebab kamu suka duduk di lempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar

Celakalah kamu. sebab kamu sama seperti kubur vyng tidak memakai tanda; orang-o rang yang berjalan di atasnva, tidak mengetahuinya.

Seseorang dari antara ahIi taurat itu menjawab dan berkata kepada Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”

Tetapi ía menjawab: celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun. (Lukas 11:40-46)

Memang tidak dapat disangkal bahwa keberadaan isa as. beserta Hawariyyun pada saat itu sesungguhnya berada di tengah beragamnya konflik sosial sesama Suku-suku Israel. Problema sosial yang terjadi pada masa kenabian isa as dalam tubuh bangsa Israel sebenarnya telah mengakar jauh sebelum kedatangannya dan telah menghantui Bangsa Israel selama berabad-abad semenjak terjadinya awal konfrontasi dan puncak perpecahan serta perpetual war sesama suku-suku Israel setelah periode Nabi Sulaiman as..

[1] Tore Kjcilen, Sidahmed Abubakr, D. Josiya Negahban, E;icvclopedia Of flit’ Orient, artikel “Jesus”, Lexicorient, Electronic Version

[2] Mesiah artinya ‘yang diurapi

[3] Ronia 5:12-14; Ibrani 217

[4] MG. Easton MA., D.D, Easton’s Bible Dictionary, Artikel “Judas”, Edisi ke tiga, diterbitkan oleh Thomas Nelson, Electronic Version

[5] Ibnu Katsir, Tafsir 2:431; Fakhrurazi, Tafsir Al-Kabir 12:100; Sayyid Qutb, Fi Zilalil Quran, 6:18

[6]Sayyid Qutb, Tafsir Fi ZiIaIil Qur’an, 6:18

[7] Injil Barnabas juga mencantumkan Yudas (saudara Yakobus) seperti dalam Injil Lukas tanpa mencanturnkan Tadeus

[8] ‘Al Mawardi, Tafsir 1:395; Sayyid Muhammad 1-lusein Thabathabai, Tafsir AlMizan 3:235; Wahbah Zuhairj, Tafsir Al-Munir 3:237

[9] Al Mawardi, Tafsir 1:395; lbnu Katsir, Tafsir, 2:43

[10] Fakhrurrazi, Tafsir Al-Kabir 863

[11] Kisah yang sama juga dapat ditemukan pada lnjil Markus 14: Injil Lukas 22:4-6; lnjil yohanes 13:2. Apabila di perhatikan dari cara penyampian riwayat— riwayat injil mengenai peristiwa kcpergian Yudas Iskariot kepada ,imam-imam kepala seperti yang disebutkan pada cerita di atas ataupun di dalam riwayat Injil-injil lainnva, maka peristiwa tersebut sesungguhnva adalah sehuah cerita yang sama sekali tidak pernah di dukung oleh saksi-saksi mata yang pernah menyaksiksn peristiwa ini secara langsung ataupun oleh saksi- lain yang pernah mendengar pembicaraan antara Yuda lskariot dengan imam kepala kemudian menceritakannya kepada para penyusun Injil.

[12] Sheikh Abdullah Yusuf Au, Aiquran English Translation, Dikutip dan footnote ayat QS. 52:20 dan 44:54.

[13] Dalam buku Lessons from the Nahj-ul-Balagha oleh Sayvid Au Khamene’i (Islamic [ Organization on the Occasion of the Fifth Anniversary of the Islamic Revolution, ditcrbitkan oleh Council for Ten Days Dawn Celebration). Beliau memberikan komentar

“Istafa (to chuo the hesti is a very important and fundamental issue. In Arabic, not all sele tioiis arc indicated by this word. Only when a pure element is recognized and chosen rum amongst a collection of elements is the istafa’ used. It is actually employed when the pure and the impure are separated in a collection of things and the pure portion is extracted.” (Chapter 4, How are I’rophets chosen?) Electronic Version, Islamic Propagation Organization, Sepehr, Teheran 1984/1404H

[14] Alquran Al Qashash:7

[15] Alquran Ali imran:45

[16] untuk penjelasan lengkap. lihat Sayyid Muhammad Huseein ‘thabathabai, Al mizan fi Tafsir Alquran, 1:262-285, 16:271 dan 14:305

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1549
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 31, 2013 8:28 pm

@agapo
lha kalau siapa Lukas masih kamu pertanyakan,
kenapa berbusa-busa dengan injilnya seperti ini:

Agapo wrote:Mempersiapkan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi.

Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka:“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

[size=16]
Ini adalah persiapan untuk perang.... yesus menolak dirinya ditangkap, dan tampak akan ada perlawanan dan tidak semudah itu utk menangkap yesus. Yesus tidak berniat menyerahkan diri utk penebusan dosa...

Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!!
Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!

bener-bener gak waras..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 31, 2013 8:36 pm

fiqazazfiq wrote:
jimatkalimasada wrote:

fiqazazfiq wrote:Yudas yang Disalib, Bukan Nabi Isa as

gimana ceritanya menurut quran, kok bisa yudas yang disalib?

I. Hawariyyun Menurut Injil dan Al Quran
Sejak kedatangan Isa as. atau Yesus sebagai seorang utusan Tuhan kepada Bangsa Israel umat Yahudi sampai saat ini tidak pernah mengakui Yesus sebagai seorang Rasul Allah—apalagi sebagai seorang Tuhan atau anak Tuhan. Di mata umat Yahudi, Yesus tidak lain dan sebuah masa lampau yang diletakkan dalam “catatan kaki” sejarah Bangsa Israel yang telah berlalu. Dalam Encyclopedia of the Orient[1] disebutkan bahwa umat Yahudi menganggap Yesus hanya sebagai sebuah figur Messiah palsu yang dimasukkan ke dalam sejarah umat Yahudi:

There are no historical evidence that Jesus ever lived, and the history o could easily be reconstructed without basing it upon a rca/Jesus charade,:

Kemudian disebutkan juga:

‘Jelt’s have a/wa vs rejected Jesus as the true Messiah.. Even today Jews have little sympathy for Jesus, and the discrepancy that Jesus have meant between Jews and Christians, is one oft/ic main reasons for the ostracized position that Jews hate suffered in Europe through all centuries and into our tim,ie

Pandangan umat Yahudi jelas sangat berbeda dengan umat Kristen di dunia yang telah mengangap Yesus atau isa putra Maryam sebagai Anak Tuhan serta Messiah[2] yang datang untuk membebaskan manusia dan dosa yang telah diwariskan oleh moyang manusia yang pertama, yaitu Adam dan Hawa,[3]

Sehubungan dengan dua persepsi keyakinan tersebut, agama Islam memiliki posisi yang sangat jauh berbeda. Islam rnengakui dan menganggap Isa putra Marvam sebagai seorang manusia biasa yang diciptakan secara Iangsung oleh Allah SWT dan ditempatkan ke dalam rahim ibunya, Maryam Binti ‘Imran. Islam mengakui bahwa isa as. telah diciptakan dan dipilih oleh Allah ta’ala sebagai seorang Rasul yang diutus kepada Bangsa Israel. Islam juga mengakui bahwa Isa as. adalah seorang Rasul Tuhan yang paling akhir dan sebuah mata rantai kenabian yang panjang dan Bangsa Israel.

Berkaitan dengan para pengikutnya, ajaran Islam ataupun Kristen telah mengakui bahwa dan seluruh Bangsa Israel yang telah menjadi pengikutnya di masa itu, maka isa as. telah memilih dua belas orang pengikutnya yang terbaik kemudian diangkat sebagai utusan kepada tiap-tiap suku Israel yang berjumlah dua belas untuk memberitakan ajaran Injil yang telah dibawanya.

Perbedaan sangat mendasar antara ajaran Islam dan Kristen terletak pada pandangan serta penafsiran kedua kepercayaan tersebut, terutama mengenai kepribadian isa as. dan ajaran yang telah dibawanya. Dalam mengimani ajaran Kristen, maka ada dua pilar utama keimanan terhadap Yesus Kristus. Pertama, meyakini bahwa Yesus Kristus telah mati dengan cara disalib dalam peristiwa penyaliban untuk menebus dosa umat manusia yang telah diwariskan oleh moyang manusia yang pertama yaitu Adam dan Hawa. Pilar kedua adalah percaya secara mutlak bahwa Yesus Kristus adalah Anak Tuhan.

Ajaran Islam dalam hal menolak segala macam konsep yang menyatakan bahwa Isa as. atau Yesus Kristus adalah seorang Tuhan atau Anak Tuhan. Selain perbedaan yang sangat fundamental dalam menolak konsep teologi Kristen tersebut Islam juga menolak dogma ajaran Kristen yang menyatakan bahwa Yesus telah mati dengan cara disalib untuk menebu dosa umat manusia seperti yang diimani dalam ajaran Kristen.

Berkaitan dengan penyaliban, ajaran Islam ataupun Kristen sebenarnya memiliki pandangan yang sama dalam melihat bahwa peristiwa itu sesungguhnya memang telah terjadi. Perbedaannya adalah mengenai “siapa” orang yang sesungguhnya telah mati dengan cara disalib saat peristiwa itu terjadi. Ajaran Kristen meyakini bahwa orang yang telah disalib sampai mati adalah Yesus Kristus, sedangkan ajaran Islam membantah dan tidak pernah mengakuinya. Argumen Islam yang telah membantah mengenai peristiwa penyaliban sebagaimana diyakini ajaran Kristen adalah berlandaskan Alquran yang merupakan Kitab Suci umat Islam. Alquran menyampaikan bahwa orang yang sebenarnya telah mati dengan cara disalib adalah orang yang telah diserupakan dengan isa as.

Dan kedua pandangan tersebut, mustahil apahila kedua versi cenita itu bisa terjadi pada saat yang bersamaan. Untuk dapat menemukan peristiwa yang sebenarnya, cara terbaik yang mungkin dapat ditempuh adalah dengan menelusuri kembali seluruh peristiwa dan awal kejadiannya.

Menurut ke empat Injil kanonik Kristen, peristiwa penyaliban diawali dengan tertangkapnya Yesus di taman Getsmani oleh Imam-imam Kepala yang datang bersama sepasukan prajurit karena salah seorang dan dua belas orang murid-murid Yesus terpilih, Yudas Iskariot, mengkhianati Yesus. Berdasarkan ketenangan dan lnjil-injil Kanonik, sebenarnya dapat dibuat sebuah kesimpulan dasar bahwa kisah penghianatan Yudas Iskariot adalah kunci dan terjadinya peristiwa penyaliban. Menurut kitab-kitab Injil tersebut, Yudas Iskariot telah rnengkhianati Yesus dengan memberitahukan lokasi keberadaannya kepada imam-imam kepala dengan menerima imbalan sebesan 30 keping uang perak. Tapi, bila ditinjau berdasarkan kronologi periwayatan peristiwa penyaliban dalam kitab-kitab Injil sendiri, maka periwayatan kisah

pengkhianatan Yudas Iskariot itu sangat diwarnai informasi informasi yang kontradiktif antara riwayat dan satu Injil dengan Injil-injil lainnya.

Sebelum dapat membenarkan ataupun menyalahkan riwayat riwayat yang telah disampaikan dalam kitab-kitab injil, langkah bijaksana yang seharusnya ditempuh sehuhungan dengan kenyataan-kenyataan tersebut adalah dengan membuktikan terlebih dahulu apakah Yudas Iskariot itu memang seorang pengkhianat?

Dalam menilai sebuah tindak kejahatan, baik yang mungkin telah dilakukan oleh Yudas Iskariot ataupun orang lain, setiap tersangka pelaku kejahatan harus terlebih dahulu dinilai dengan menggunakan “asas praduga tak bersalah”, Selain itu, untuk menyelidiki sebuah tindakan kriminal atau kejahatan, seorang penyidik atau penyelidik harus memulai investigasinya dengan pertama-tama menyelidiki motif atas sebuah tindak kejahatan yang telah dilakukan oleh setiap tersangka pelaku kejahatan. Upaya upaya ini dilakukan agar asas-asas keadilan bagi tersangka pelaku kejahatan tidak terabaikan.

Dalam konteks pengkhianatan Yudas Iskariot, cara-cara yang sama akan diaplikasikan untuk menyelidiki kebenaran tuduhan kitab kitab Injil seputar kisah pengkhianatannya kepada Yesus,

Semua langkah ini dilakukan untuk menjunjung tinggi asas keadilan yang sudah sewajarnya diberlakukan untuk semua makhluk Tuhan sehingga tuduhan tentang pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Yesus tidak ditujukan hanya untuk mencari seorang “kambing hitam” karena kehencian dan rasa permusuhan imam-imam Yahudi terhadap isa as. beserta para pengikutnya yang memang sudah ada saat itu. Dengan demikian, Iangkah pertama yang mungkin lebih bijaksana untuk menyelidiki kisah pengkhianatan Yudas Iskariot adalah dengan mencari motif yang dapat dijadikan alasan ataupun sebab mengapa Yudas Iskariot melakukan tindak kejahatan “penghianatan” tersebut.

Apabila seorang Kristen ditanya mengenai apa yang telah menjadi motif Yudas Iskariot sebagai salah seorang dan dua belas orang murid-murid Yesus yang telah dipilih secara langsung sehingga dia menjadi pengkhianat, maka kebanyakan orang Kristen tidak mampu menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang rasional serta memuaskan. Ini tidak mengejutkan, karena tuduhan pengkhianatan terhadap Yudas Iskariot adalah sangat tidak realistis.

Easton’s Bible Dictionary menjelaskan bahwa sesungguhnya mereka tidak mampu untuk menemukan sebuah motif kejahatan yang jelas dan pasti untuk dapat dijadikan alasan utama mengapa Yudas Iskariot mau mengkhianati Yesus dengan menerima imbalan hanya sebesar “30 keping perak”:

Why such a man was chosen to be an apostle we know not, but it is written that “Jesus knew from the beginning who should betray him’ (John 6:64). Nor can any answer be satisfactorily given to the question as to the motives that led Judas to betray his Master “Of the motives that have been assigned we need not care to fix on any one as that which simply led hi,n on. Crime is, for the most part, the result of a hundred motives rushing with bewildering fury through the mind of the criminal.[4]

Walaupun tidak menemukan motif pasti apapun, tapi pada akhirnya Easton’s Bible Dictionary membuat sebuah kesimpulan yang tidak fair dan sangat berprasangka. Selain menyatakan bahwa ada ratusan motif yang dapat dijadikan alasan mengapa sebuah tindakan kriminal tersebut dapat terjadi, Easton’s Bible Dictionary sendiri pada akhirnya tidak mampu menunjukkan satu motif-pun yang jelas dan kongkrit tentang alasan pengkhianatan Yudas.

Pengakuan dan Easton’s Bible Dictionary itu, sesungguhnya menyimpulkan bahwa ajaran Kristen sebenarnya tidak rnemiliki pengetahuan akan motif pengkhianatan Yudas Iskariot secara pasti. Dengan demikian, apabila ditinjau melalui kacamata hukum, selama hampir dua milenium, Yudas Iskariot sampai saat ini masih merupakan seorang tersangka dan kejahatan yang dituduhkan kepada dirinya dan bukan convicted felon atau orang yang benar benar telah terbukti bersalah.

Tuduhan penghianatan yang telah dilontarkan Injil terhadap Yudas Iskariot sebenarnya hanya dilandasi asumsi dan riwayat riwayat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Jatuhnya vonis sebagai seorang pengkhianat terhadap Yudas Iskariot telah dilakukan tanpa menganalisa riwayat-riwayat tersebut dengan sebuah absolute certainty (kepastian mutlak) dan para intelektual Kristen yang seharusnya berani untuk tampil secara kritis dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran. Penghakiman terhadap Yudas Iskariot sebenarnya hanya melalui Church conviction (keyakinan Gereja), jika tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah kisah fiktif yang sama sekali tidak memiliki dasar periwayatan yang pasti.

Selain meninjau aspek motif, beberapa aspek Iainnya harus ditelusuri secara seksama. Salah satu cara tersebut adalah dengan metakukan penilaian tentang kronologi persaksian peristiwa pengkhianatan Yudas Iskariot yang ada di dalam kitab-kitab Injil.

Menurut riwayat kitab Injil, pengkhianatan Yudas Iskariot menjadi sebab Yesus ditangkap dan dieksekusi di kayu salib oleh Imam-imam Yahudi. Ajaran Kristen hingga saat ini memiliki pandangan bahwa Yesus telah tertangkap, disalib, mati dan bangkit pada hari ketiga.

Ajaran Islam membantah kisah ini dengan mengatakan bahwa Nabi Isa as. tidak pernah disalib ataupun dibunuh dengan cara apapun juga, tapi telah diselamatkan melalui Kekuasaan Allah’SWT Sedangkan orang yang sebenarnya telah disalib adalah orang yang wajahnya telah diserupakan dengan Isa as., seperti dijelaskan melalui firman Allah SWT di dalam Aiquran:

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnva Kami telah membunuh Al Masih, isa putra Maryam, Rasul Allah “. padahal mereka tidak ine dan tidak (pula) menyalibnya, letapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan isa bagi mereka. Sesungguhnva orang-orang yang berselisih paham tentang ‘pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali rnengikutipersangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS 4:157)

Sebagian dan mufassirin[5] Islam sesungguhnya telah menafsirkan Alquran dengan mengkonfirmasi tuduhan yang serupa, yaitu dengan mengatakan bahwa Yudas Iskariot adalah seorang pengkhianat. Meriurut para mufassirin, argumen ini telah diperkuat dengan ditemukannya sebuah Injil yang disebut Injil Barnabas yang mengakui dirinya sebagai salah satu dan dua belas orang murid murid pilihan Yesus, tapi sesuai dengan persaksian di dalam Injilnya sendiri bahwa dia sebenarnya “bukan seorang saksi mata pada saat peristiwa itu terjadi:

Tapi aku tidak mengetahui apa yang terjadi atas diri Yudas, karenaaku tidak menyaksikan segala sesuatunya. “ (Barnabas 221:4)

Injil Barnabas memang memiliki pengakuan yang sangat berbeda terhadap sejarah kehidupan Yesus kita dibandingkan dengan pengakuan Injil-Injil Kanonik. Terutama mengenai kepribadian Yesus yang menganggap Yesus hanya sebagai manusia biasa. Injil Barnabas meriwayatkan bahwa orang yang sesungguhnya disalib pada saat itu adalah Yudas Iskariot. Wajah dan suaranya telah diserupakan dengan Yesus sebagai hukuman dari Allah SWT karena dia telah mengkhianati Yesus dengan memberitahukan lokasi keberadaan Isa as. kepada imam-imam Yahudi. Menurut Barnabas, sesaat sebelum penangkapan terjadi, Yesus telah diselamatkan oleh Allah SWT dengan cara diangkat ke langit, sedangkan Yudas Iskariot yang menjadi pemandu jalan imam-imam Yahudi bersama prajurit-prajuritnya yang akan menangkap Isa as., justru malah menerima akibat pengkhianatannya sehingga kemudian disalib di bukit Golgota sampai mati.

Sebab itulah, Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an [6] menjadikan Injil Barnabas sebagai referensi ber-argumen untuk menerangkan ayat-ayat Aiquran yang menyatakan bahwa orang

yang sesungguhnya disalib itu adalah orang yang wajah, suara dan tubuhnya telah diserupakan dengan isa as. sebagai akibat dari penghianatannya. Dengan demikian, periwayatan Injil Barnabas juga akan menjadi bagian yang dibahas buku ini

A. Murid Yesus di Injil

Untuk mengetahui lebih jauh rnengenai murid-murid Yesus yang berjumlah dua belas orang, maka Injil Matius, Markus dan Lukas telah menyebutkan nama-nama mereka, Sedangkan Injil Yohanes tidak pernah menyebutkan mereka. Dalam Injil Matius dan Injil Markus disebutkan kedua belas orang nama murid-murid yesus tersebut tanpa ada perbedaan dalam nama-nama mereka. Sedangkan di dalam Injil Lukas ada satu nama yang berbeda jika dibandingkan dengan kedua Injil Sinoptis sebelumnya. Adapun dalam Injil Barnabas, tersebut nama-nama murid Yesus yang berjumlah dua belas orang itu, namun Barnabas telah mencantumkan dininya sebagai salah seorang murid-murid pilihan Yesus tersebut yang tidak ada di dalam riwayat Injil-injil Kanonik.[7]

B. ‘Hawariyyun” dalam Al Ouran

Kata Hawariyyun di dalam Alquran adalah sebutan untuk murid Isa as. yang berjumlah duabelas orang. Kata Hawariyyun sendiri bukan berarti duabelas. Hawariyyun adalah bahasa Arab yang berasal dari kata Huur, artinya adalah “sangat putih”[8]. Allah SWT berfirman di dalam Alquran:

Maka takala ia mengetahui keingkaran mereka (Ba,ni Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (rnenegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin sahabat-sahabat setia) menjawab Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Ya tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang yang menjadi saksi (tentang kecsaan Allah) (QS Ali lmran 52-53)

Sehubungan dengan kata Hawariyyun yang disebutkan untuk murid-murid isa as. dalam Alquran para mufassirin Islam memiliki beberapa penafsiran rnengenai makna yang sebenarnya dan kata tersebut. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa makna Hawariyyun adalah untuk menjelaskan pakaian murid-murid Isa as. yang serba putih”[9] Sedangkan pendapat lainnya menyebutkan bahwa Hawariyyun adalah sebutan untuk murid-miurid isa as. karena mereka berasal dan kelompok atau kelas masyarakat yang berbeda beda dalam masyarakat Israel pada saat itu[10]

Pendapat pertama tidak dilandasi oleh fakta-fakta sejarah yang jelas. Sedangkan pendapat kedua, yang menyebutkan bahwa mereka berasal dan kelas atau kelompok masyarakat yang berbeda beda seperti nelayan, pengusaha, rohaniawan dan lain sebagainva, sebenarnya tidak relevan dengan kata Hawariyyun itu sendiri.

Bila kita perhatikan sebab dan fungsi penyampaian kisah Hawariyyun di dalam Alquran, tampak bahwa penjelasan kisah Hawariyyun itu sendiri sesungguhnya tidak terbatas hanya sebagai pembuktian ataupun pengakuan yang menceritakan kembali keberadaan mereka sebagai sebuah kelompok orang yang pernah ikut membantu Isa as. di dalam menjalankan misi kerasulannya. Tapi Alquran juga menjelaskan mengenai keadaan mereka ketika mereka melalui masa-masa sulit yang pernah terjadi bersama Isa as.

Tujuan utama pemberitahuan Alquran sesungguhnya adalah untuk menceritakan kembali mengenai pilihan yang telah diambil oleh Hawariyyun ketika mereka dihadapkan kepada sebuah keadaan yang sangat sulit. Pada saat itu, Hawariyyun telah diminta untuk menunjukkan komitmen iman dan kesetiaan mereka untuk menjawab pertolongan yang telah disampaikan oleh Isa as. Jawaban Hawariyyun dalam Alquran yang mengatakan:

Para Hawariyyun (sahabat-sahabat setia) menjawab:

menjawab Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Ya tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang yang menjadi saksi (tentang kecsaan Allah) (QS Ali lmran 52-53)

Membuktikan bahwa Alquran sebenarnya membantah tuduhan kitab-kitab Injil yang mengatakan bahwa murid-murid Yesus telah kabur pada saat Yesus membutuhkan bantuan mereka.

Bahkan kitab-kitab Injil mengkonfirmasi bahwa salah seorang di antara Hawariyyun adalah orang yang telah mengkhianati Isa as., injil meriwayatkan:

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan ,melarikan diri. (Markus14:50)

Tapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi nabi. Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan,melarikan diri (Matius 26:56)

Lihat .saatnya datang, bahkan sudah datang. bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan .aku seorang diri. Namun .aku tidak seorang diri. sebab Bapa menyertai Aku. (Yohanes 16:32)

Kemudian mengenai kisah pengkhianatan Yudas Iskariot, kitab kitab Injil meriwayatkan:

Kemudian pergilah seorang dan kedua belas munid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam kepala.

ía berkata: Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk ,menyerahkan Yesus. (Matius 26:14-16)12”

Kata Hawariyyun di dalam Alquran sebenarnya tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat materialistik (menerangkan pakaian mereka, atau latar golongan sosial mereka), tapi untuk menjelaskan kembali kepribadian mereka yang suci dan bersih dan segala tuduhan umat Yahudi maupun umat Kristen. Kata Hawariyyun yang berasal dan akar kata Huur sebenarnya pernah disebutkan ketika Alquran menjelaskan mengenai keindahan dan pasangan-pasangan hidup manusia di dalam surga sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT, yaitu:

Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (Ad Dukhaan:54)

Bidadari-hidadari yang jelita. putih bersih dipingit dalam rumah. (Ar Rahmaan: 72)

Kata Huur pada ayat di atas sebenarnya tidak pernah ditujukan untuk memberikan keterangan mengenai uraian-uraian fisik dan pasangan hidup manusia di dalam surga. Kata Huur adalah penjelasan tentang sifat dan kondisi pasangan-pasangan hidup manusia di dalarn surga yang sangat berheda dan cara pandang serta pemahaman manusia mengenai keindahan yang disediakan oleh Allah SWT di dalamnya. Surga adalah tempat yang disucikan oleh Allah SWT Maka segala makhluk yang ada di dalarnnya adalah suci dalam makna yang sebenarnya.

Sejak makhluk-makhluk tersebut diciptakan oleh Allah SWT, kesucian mereka sama sekali tidak pernah disentuh ataupun ternoda oleh hal-hal yang dapat membatalkan atau menajiskan kesucian mereka, ini sangat berbeda dan kondisi kesucian seorang manusia (baik pria maupun wanita) di dunia, tempat kesucian lahiriah (kesucian tubuh) maupun batiniah (kesucian jiwa) mereka dapat ternodai. Sehubungan dengan ini, Syeikh Yusuf Ali di dalam terjemah Alquran-nya yang masyhur membenikan komentar:

“Hurimplies the following ideas: (1) purity possibly the word Hawariyyun, as applied to the first Disciples of Jesus, is connected with this root; (2) beauty, especially of eves, where the intense white of the eyeballs stands out again. the intense black of the pupil, thus giving the appearance of lustre, and intense feeling: as opposed to dullness or want of expression:; and (3) truth and good will [11]

Makna Huur adalah penjelasan mengenai sifat dan keadaan makhluk-mahluk di dalam surga yang kesuciannva akan selalu terpelihara. Dengan dernikian, kata Hawariyyun di dalam Alquran juga merupakan sebutan dan Allah SWT untuk rnenunjukkan sifat dan

keadaan murid-murid Isa as. yang suci dan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh umat Kristen dan umat Yahudi. Penjelasan lainnya adalah firman Allah SWT di dalam Alquran yang mengatakan:

Dan (ingatlah), ketikaAku_wahyukan kepada pengikut isa yang setia “Berimaniah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku Mereka menjawab:

“Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnva kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu) “. (Al Maa-idah:111)

Pada ayat tersebut, Allah SWT menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun dengan menggunakan kata ganti “Aku” atau “Saya”. Sedangkan pada ayat-ayat Iainnya, Allah SWT selalu menggunakan kata ganti “Kami” untuk menyebut Diri-Nya sendiri, seperti ketika Dia berfirman kepada Musa as.:

Dan Kami wahyukan kepada musa: Lemparkanlah tonlgkatmu!’. .maka sekonyong—konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. (Al Araaf:117)

Atau ketika Allah SWT berfirman kepada ibu Nabi musa as.:

Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa: “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnva maka jatuh kanlah dia ke sungal (Nil). Dan janganlah kamu khawathir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikanya kepadamu dan menjadikanya (salah seorang) daripara rasul. (AlQashash:7)

dan ketika Allah SWT berfirman kepada Nahi Muhammad Saw.:

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadarmu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang orang yang bertaqwa. (Hud:49)

Kermudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif “. dan bukanlah dia terniasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An Nahl: 123)

Semua penjelasan Alquran tentu bukan untuk menerangkan bahwa derajat Hawariyyun d sisi Allah SWT melebihi derajat selain mereka. Firman Allah SWT kepada Hawariyyun menggunakan kata ganti Aku” atau “Saya” kepada murid-murid isa as. semata-mata untuk menunjukkan kepastian iman mereka kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Apabila Allah SWT telah menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun secara langsung sebagairnana Allah SWT menyampaikan wahyu kepada Maryam as. atau ibu Nabi Musa as., maka disaat yang sama kondisi mereka juga berarti telah disucikan. Karena sesungguhnya Allah SWT hanya akan menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba yang telah disucikan (lsfhafa)[12] seperti yang dijelaskan Alquran pada firman

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata.’ “Hai, Maryam, sesungguhnva Allah telah ,memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (Ali Imran:42)

Juga buka (Al Hajj. 75)

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan hagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (Al Qashash. 68,)

Anggapan yang menyimpulkan bahwa wahyu hanya dapat diterima oleh Para Nabi dari Rasul, sebenarnya tidak tepat. Alquran menjelaskan bahwa Allah SWT telah menyampaikan ‘wahyu-Nya kepada ibu Musa as. sedangkan ibu Musa[13] as. bukanlah seorang nabi. Atau kepada Maryam as. [14] dan Maryam as[15]. juga bukan seorang nabi — bahkan Maryam as. bertemu dengan malaikat Jibril as. dalam bentuk manusia. Atau kepada para Imam Bangsa Israel[16] dan mereka juga bukan para nabi, seperti firman Allah SWT di dalarn Alquran:

Adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As sajadah:24)

kepada mereka mengerjakan kebaikan dan mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan kamilah mereka selalu menyembah, (Al Anbiya:73)

Dapat dipahami bahwa ketika Allah SWT menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun dengan menggunakan kata ganti “Aku” atau ‘Saya”, maka hal itu sebenarnya untuk menegaskan bahwa wahyu Allah SWT tersebut telah disampaikan secara langsung kepada mereka. ini pada saat yang sama juga mengindikasikan bahwa Hawariyyun adalah orang-orang yang telah disucikan oleh Allah SWT agar dapat menerima wahyu-Nya.

Semua penjelasan Alquran sangat jelas merupakan bantahan dan Allah SWT untuk membersihkan Hawariyyun dan segala macam fitnah serta tuduhan-tuduhan palsu Ahlul Kitab yang mengatakan bahwa salah seorang dan murid-murid Isa as. telah menjadi pengkhianat atau sebagian murid-murid lainnya telah kabur pada saat Isa as. membutuhkan pertolongan mereka. Dengan demikian, Alquran sebenarnya telah mengatakan hal yang sangat bertentangan dan tuduhan umat Kristen atau bahkan Injil Barnabas sendiri yang mengatakan bahwa Yudas Iskariot telah menjadi seorang pengkhianat, karena pada hakekatnya Alquran justru mengabadikan kesetiaan dan kedua belas orang murid-murid Isa as.

Salah satu sebab kebencian imam-imam Yahudi kepada Isa as. dan para pengikut setianya pada saat itu sebenarnya disebabkan oleh pemberitaan yang telah disampaikan Isa as. kepada masyarakat Israel. Bagian yang paling mengkhawatirkan imam imam Yahudi adalah bagian yang memberitahukan mengenai kedatangan Sang Mesiah yang akan berasal dan keturunan Ismail dan bukan keturunan Israel sebagaimana yang telah di propagandakan oleh imam-imam Yahudi, Ketika mereka tidak memiliki jalan lain untuk menghentikan pengaruh penyebaran ajaran Isa as. kepada bangsa Israel kecuali dengan rnembunuhnya. maka mereka merencanakan sebuah makar untuk menghentikan pengajaran isa as. dan juga pengaruh para pengikutnya yang setia, yaitu Hnwariyyun, di masyarakat Israel.

Salah satu jalan yang mereka tempuh untuk menyingkirkan Isa as. adalah dengan mengadukan kepada pemerintahan Romawi— yang pada saat itu bertindak sehagai bangsa yang menjajah wilayah Palestina—dengan mengatakan hahwa Isa as. ingin menobatkan dirinya sebagai raja Israel untuk menghasut masyarakat dan memerangi bangsa Romawi. Sedangkan untuk melemahkan pengaruh Hawariyyun di masyarakat Israel, para imam Yahudi telah membuat fitnah untuk merusak reputasi mereka di mata masyarakat Israel.

sewaktu isa as. menyampaikan ajaran-ajarannya kepada bangsa Israel, belian selalu mengkritik imam-imam Yahudi dengan mengatakan bahwa mereka tidak lagi berpegang terhadap kebenaran kaidah moral ajaran Tuhan yang seharusnya menjadi dasar atau roh dari syariat yang telah dibawa oleh Musa as. kepada umat Israel. Menurutnya, penegakkan hukum-hukurn Taurat hanya terbatas ke dalam hal-hal yang terkait dengan pengumpulan harta umat sebagai pembayaran denda-denda keagamaan dan hukan kepada pencegahannya.

Isa as. mengatakan bahwa imam-imam ‘ sebenarnya telah mengeksploitasi Kitab Taurat dengan mnengatakan kepada bangsa Israel bahwa dosa-dosa mereka dapat ditukar dengan sumbangan atau denda-denda keagamaan yang tidak lagi di ikuti dengan rasa penyesalan atau taubat, bahkan seakan-akan menjadi sarana wang memudahkan orang untuk melakukan perbuatan yang rnelanggar hukum Tuhan. Dalam sebuah khutbahnya, isa as. menyamipaikan:

Tetapi Tuhan berkata kepadanva. “Kamu orang-orang farisi, kamu membersihkan bagian mar dari cawan dan pinggan. tetapi bagian dalammu pcnuh rampasan dan kejahatan

Hai orang-orang bodoh, bukankah dia yang telah menjadikan bagian luar, dia juga menjadikan bagian dalam?

Tapi berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Telapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membatar persepuluhan dan selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu horus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Celakalah kamu, hai orang Farisi, sebab kamu suka duduk di lempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar

Celakalah kamu. sebab kamu sama seperti kubur vyng tidak memakai tanda; orang-o rang yang berjalan di atasnva, tidak mengetahuinya.

Seseorang dari antara ahIi taurat itu menjawab dan berkata kepada Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”

Tetapi ía menjawab: celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun. (Lukas 11:40-46)

Memang tidak dapat disangkal bahwa keberadaan isa as. beserta Hawariyyun pada saat itu sesungguhnya berada di tengah beragamnya konflik sosial sesama Suku-suku Israel. Problema sosial yang terjadi pada masa kenabian isa as dalam tubuh bangsa Israel sebenarnya telah mengakar jauh sebelum kedatangannya dan telah menghantui Bangsa Israel selama berabad-abad semenjak terjadinya awal konfrontasi dan puncak perpecahan serta perpetual war sesama suku-suku Israel setelah periode Nabi Sulaiman as..

[1] Tore Kjcilen, Sidahmed Abubakr, D. Josiya Negahban, E;icvclopedia Of flit’ Orient, artikel “Jesus”, Lexicorient, Electronic Version

[2] Mesiah artinya ‘yang diurapi

[3] Ronia 5:12-14; Ibrani 217

[4] MG. Easton MA., D.D, Easton’s Bible Dictionary, Artikel “Judas”, Edisi ke tiga, diterbitkan oleh Thomas Nelson, Electronic Version

[5] Ibnu Katsir, Tafsir 2:431; Fakhrurazi, Tafsir Al-Kabir 12:100; Sayyid Qutb, Fi Zilalil Quran, 6:18

[6]Sayyid Qutb, Tafsir Fi ZiIaIil Qur’an, 6:18

[7] Injil Barnabas juga mencantumkan Yudas (saudara Yakobus) seperti dalam Injil Lukas tanpa mencanturnkan Tadeus

[8] ‘Al Mawardi, Tafsir 1:395; Sayyid Muhammad 1-lusein Thabathabai, Tafsir AlMizan 3:235; Wahbah Zuhairj, Tafsir Al-Munir 3:237

[9] Al Mawardi, Tafsir 1:395; lbnu Katsir, Tafsir, 2:43

[10] Fakhrurrazi, Tafsir Al-Kabir 863

[11] Kisah yang sama juga dapat ditemukan pada lnjil Markus 14: Injil Lukas 22:4-6; lnjil yohanes 13:2. Apabila di perhatikan dari cara penyampian riwayat— riwayat injil mengenai peristiwa kcpergian Yudas Iskariot kepada ,imam-imam kepala seperti yang disebutkan pada cerita di atas ataupun di dalam riwayat Injil-injil lainnva, maka peristiwa tersebut sesungguhnva adalah sehuah cerita yang sama sekali tidak pernah di dukung oleh saksi-saksi mata yang pernah menyaksiksn peristiwa ini secara langsung ataupun oleh saksi- lain yang pernah mendengar pembicaraan antara Yuda lskariot dengan imam kepala kemudian menceritakannya kepada para penyusun Injil.

[12] Sheikh Abdullah Yusuf Au, Aiquran English Translation, Dikutip dan footnote ayat QS. 52:20 dan 44:54.

[13] Dalam buku Lessons from the Nahj-ul-Balagha oleh Sayvid Au Khamene’i (Islamic [ Organization on the Occasion of the Fifth Anniversary of the Islamic Revolution, ditcrbitkan oleh Council for Ten Days Dawn Celebration). Beliau memberikan komentar

“Istafa (to chuo the hesti is a very important and fundamental issue. In Arabic, not all sele tioiis arc indicated by this word. Only when a pure element is recognized and chosen rum amongst a collection of elements is the istafa’ used. It is actually employed when the pure and the impure are separated in a collection of things and the pure portion is extracted.” (Chapter 4, How are I’rophets chosen?) Electronic Version, Islamic Propagation Organization, Sepehr, Teheran 1984/1404H

[14] Alquran Al Qashash:7

[15] Alquran Ali imran:45

[16] untuk penjelasan lengkap. lihat Sayyid Muhammad Huseein ‘thabathabai, Al mizan fi Tafsir Alquran, 1:262-285, 16:271 dan 14:305

gak usah berbusa-busa:
gimana ceritanya menurut quran, kok bisa yudas yang disalib?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sun Mar 31, 2013 8:40 pm

jimatkalimasada wrote:@agapo
lha kalau siapa Lukas masih kamu pertanyakan,
kenapa berbusa-busa dengan injilnya seperti ini:

Agapo wrote:Mempersiapkan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi.

Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka:“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

[size=16]
Ini adalah persiapan untuk perang.... yesus menolak dirinya ditangkap, dan tampak akan ada perlawanan dan tidak semudah itu utk menangkap yesus. Yesus tidak berniat menyerahkan diri utk penebusan dosa...

Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!!
Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!

bener-bener gak waras..
Ya jelas beda coi, narasi diatas adalah informasi yg datang dari sekian murid Yesus yg mengalami saat-sata krisis sebelum penangkapan Yesus yang secara faktual bisa dilihat dan didengar. Tapi kalau tentang kematian Yesus yg ditandai dengan kata-kata Yesus menyerahkan nyawanya. Itu jelas karangan orang, sebab tidak ada yg tahu apa yang dikatakan Yesus saat ditiang kayu gantungan. Apalagi para murid semuanya melarikan diri. Coba dipikir secara benar ya ?!

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Mar 31, 2013 8:46 pm

Agapo wrote:
Ya jelas beda coi, narasi diatas adalah informasi yg datang dari sekian murid Yesus yg mengalami saat-sata krisis sebelum penangkapan Yesus yang secara faktual bisa dilihat dan didengar. Tapi kalau tentang kematian Yesus yg ditandai dengan kata-kata Yesus menyerahkan nyawanya. Itu jelas karangan orang, sebab tidak ada yg tahu apa yang dikatakan Yesus saat ditiang kayu gantungan. Apalagi para murid semuanya melarikan diri. Coba dipikir secara benar ya ?!

kutipan dan analisismu atas injil lukas itu lho...
padahal siapa lukas, masih kamu pertanyakan
itu kan namanya kamu tidak waras

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sun Mar 31, 2013 8:51 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Ya jelas beda coi, narasi diatas adalah informasi yg datang dari sekian murid Yesus yg mengalami saat-sata krisis sebelum penangkapan Yesus yang secara faktual bisa dilihat dan didengar. Tapi kalau tentang kematian Yesus yg ditandai dengan kata-kata Yesus menyerahkan nyawanya. Itu jelas karangan orang, sebab tidak ada yg tahu apa yang dikatakan Yesus saat ditiang kayu gantungan. Apalagi para murid semuanya melarikan diri. Coba dipikir secara benar ya ?!

kutipan dan analisismu atas injil lukas itu lho...
padahal siapa lukas, masih kamu pertanyakan
itu kan namanya kamu tidak waras
Salah satu sisi memang saya bisa mempercayai narasinya, tapi tentang matinya Yesus dengan ungkapan kata-katanya, itu yg tidak mungkin diketahui orang. dari mana Lukas dapat informasinya ? jangan pakai argumen itu krn dpt roh gentayangan, hoax itu !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Sun Mar 31, 2013 8:54 pm

jimatkalimasada wrote:
fiqazazfiq wrote:
jimatkalimasada wrote:

fiqazazfiq wrote:Yudas yang Disalib, Bukan Nabi Isa as

gimana ceritanya menurut quran, kok bisa yudas yang disalib?

I. Hawariyyun Menurut Injil dan Al Quran
Sejak kedatangan Isa as. atau Yesus sebagai seorang utusan Tuhan kepada Bangsa Israel umat Yahudi sampai saat ini tidak pernah mengakui Yesus sebagai seorang Rasul Allah—apalagi sebagai seorang Tuhan atau anak Tuhan. Di mata umat Yahudi, Yesus tidak lain dan sebuah masa lampau yang diletakkan dalam “catatan kaki” sejarah Bangsa Israel yang telah berlalu. Dalam Encyclopedia of the Orient[1] disebutkan bahwa umat Yahudi menganggap Yesus hanya sebagai sebuah figur Messiah palsu yang dimasukkan ke dalam sejarah umat Yahudi:

There are no historical evidence that Jesus ever lived, and the history o could easily be reconstructed without basing it upon a rca/Jesus charade,:

Kemudian disebutkan juga:

‘Jelt’s have a/wa vs rejected Jesus as the true Messiah.. Even today Jews have little sympathy for Jesus, and the discrepancy that Jesus have meant between Jews and Christians, is one oft/ic main reasons for the ostracized position that Jews hate suffered in Europe through all centuries and into our tim,ie

Pandangan umat Yahudi jelas sangat berbeda dengan umat Kristen di dunia yang telah mengangap Yesus atau isa putra Maryam sebagai Anak Tuhan serta Messiah[2] yang datang untuk membebaskan manusia dan dosa yang telah diwariskan oleh moyang manusia yang pertama, yaitu Adam dan Hawa,[3]

Sehubungan dengan dua persepsi keyakinan tersebut, agama Islam memiliki posisi yang sangat jauh berbeda. Islam rnengakui dan menganggap Isa putra Marvam sebagai seorang manusia biasa yang diciptakan secara Iangsung oleh Allah SWT dan ditempatkan ke dalam rahim ibunya, Maryam Binti ‘Imran. Islam mengakui bahwa isa as. telah diciptakan dan dipilih oleh Allah ta’ala sebagai seorang Rasul yang diutus kepada Bangsa Israel. Islam juga mengakui bahwa Isa as. adalah seorang Rasul Tuhan yang paling akhir dan sebuah mata rantai kenabian yang panjang dan Bangsa Israel.

Berkaitan dengan para pengikutnya, ajaran Islam ataupun Kristen telah mengakui bahwa dan seluruh Bangsa Israel yang telah menjadi pengikutnya di masa itu, maka isa as. telah memilih dua belas orang pengikutnya yang terbaik kemudian diangkat sebagai utusan kepada tiap-tiap suku Israel yang berjumlah dua belas untuk memberitakan ajaran Injil yang telah dibawanya.

Perbedaan sangat mendasar antara ajaran Islam dan Kristen terletak pada pandangan serta penafsiran kedua kepercayaan tersebut, terutama mengenai kepribadian isa as. dan ajaran yang telah dibawanya. Dalam mengimani ajaran Kristen, maka ada dua pilar utama keimanan terhadap Yesus Kristus. Pertama, meyakini bahwa Yesus Kristus telah mati dengan cara disalib dalam peristiwa penyaliban untuk menebus dosa umat manusia yang telah diwariskan oleh moyang manusia yang pertama yaitu Adam dan Hawa. Pilar kedua adalah percaya secara mutlak bahwa Yesus Kristus adalah Anak Tuhan.

Ajaran Islam dalam hal menolak segala macam konsep yang menyatakan bahwa Isa as. atau Yesus Kristus adalah seorang Tuhan atau Anak Tuhan. Selain perbedaan yang sangat fundamental dalam menolak konsep teologi Kristen tersebut Islam juga menolak dogma ajaran Kristen yang menyatakan bahwa Yesus telah mati dengan cara disalib untuk menebu dosa umat manusia seperti yang diimani dalam ajaran Kristen.

Berkaitan dengan penyaliban, ajaran Islam ataupun Kristen sebenarnya memiliki pandangan yang sama dalam melihat bahwa peristiwa itu sesungguhnya memang telah terjadi. Perbedaannya adalah mengenai “siapa” orang yang sesungguhnya telah mati dengan cara disalib saat peristiwa itu terjadi. Ajaran Kristen meyakini bahwa orang yang telah disalib sampai mati adalah Yesus Kristus, sedangkan ajaran Islam membantah dan tidak pernah mengakuinya. Argumen Islam yang telah membantah mengenai peristiwa penyaliban sebagaimana diyakini ajaran Kristen adalah berlandaskan Alquran yang merupakan Kitab Suci umat Islam. Alquran menyampaikan bahwa orang yang sebenarnya telah mati dengan cara disalib adalah orang yang telah diserupakan dengan isa as.

Dan kedua pandangan tersebut, mustahil apahila kedua versi cenita itu bisa terjadi pada saat yang bersamaan. Untuk dapat menemukan peristiwa yang sebenarnya, cara terbaik yang mungkin dapat ditempuh adalah dengan menelusuri kembali seluruh peristiwa dan awal kejadiannya.

Menurut ke empat Injil kanonik Kristen, peristiwa penyaliban diawali dengan tertangkapnya Yesus di taman Getsmani oleh Imam-imam Kepala yang datang bersama sepasukan prajurit karena salah seorang dan dua belas orang murid-murid Yesus terpilih, Yudas Iskariot, mengkhianati Yesus. Berdasarkan ketenangan dan lnjil-injil Kanonik, sebenarnya dapat dibuat sebuah kesimpulan dasar bahwa kisah penghianatan Yudas Iskariot adalah kunci dan terjadinya peristiwa penyaliban. Menurut kitab-kitab Injil tersebut, Yudas Iskariot telah rnengkhianati Yesus dengan memberitahukan lokasi keberadaannya kepada imam-imam kepala dengan menerima imbalan sebesan 30 keping uang perak. Tapi, bila ditinjau berdasarkan kronologi periwayatan peristiwa penyaliban dalam kitab-kitab Injil sendiri, maka periwayatan kisah

pengkhianatan Yudas Iskariot itu sangat diwarnai informasi informasi yang kontradiktif antara riwayat dan satu Injil dengan Injil-injil lainnya.

Sebelum dapat membenarkan ataupun menyalahkan riwayat riwayat yang telah disampaikan dalam kitab-kitab injil, langkah bijaksana yang seharusnya ditempuh sehuhungan dengan kenyataan-kenyataan tersebut adalah dengan membuktikan terlebih dahulu apakah Yudas Iskariot itu memang seorang pengkhianat?

Dalam menilai sebuah tindak kejahatan, baik yang mungkin telah dilakukan oleh Yudas Iskariot ataupun orang lain, setiap tersangka pelaku kejahatan harus terlebih dahulu dinilai dengan menggunakan “asas praduga tak bersalah”, Selain itu, untuk menyelidiki sebuah tindakan kriminal atau kejahatan, seorang penyidik atau penyelidik harus memulai investigasinya dengan pertama-tama menyelidiki motif atas sebuah tindak kejahatan yang telah dilakukan oleh setiap tersangka pelaku kejahatan. Upaya upaya ini dilakukan agar asas-asas keadilan bagi tersangka pelaku kejahatan tidak terabaikan.

Dalam konteks pengkhianatan Yudas Iskariot, cara-cara yang sama akan diaplikasikan untuk menyelidiki kebenaran tuduhan kitab kitab Injil seputar kisah pengkhianatannya kepada Yesus,

Semua langkah ini dilakukan untuk menjunjung tinggi asas keadilan yang sudah sewajarnya diberlakukan untuk semua makhluk Tuhan sehingga tuduhan tentang pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Yesus tidak ditujukan hanya untuk mencari seorang “kambing hitam” karena kehencian dan rasa permusuhan imam-imam Yahudi terhadap isa as. beserta para pengikutnya yang memang sudah ada saat itu. Dengan demikian, Iangkah pertama yang mungkin lebih bijaksana untuk menyelidiki kisah pengkhianatan Yudas Iskariot adalah dengan mencari motif yang dapat dijadikan alasan ataupun sebab mengapa Yudas Iskariot melakukan tindak kejahatan “penghianatan” tersebut.

Apabila seorang Kristen ditanya mengenai apa yang telah menjadi motif Yudas Iskariot sebagai salah seorang dan dua belas orang murid-murid Yesus yang telah dipilih secara langsung sehingga dia menjadi pengkhianat, maka kebanyakan orang Kristen tidak mampu menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang rasional serta memuaskan. Ini tidak mengejutkan, karena tuduhan pengkhianatan terhadap Yudas Iskariot adalah sangat tidak realistis.

Easton’s Bible Dictionary menjelaskan bahwa sesungguhnya mereka tidak mampu untuk menemukan sebuah motif kejahatan yang jelas dan pasti untuk dapat dijadikan alasan utama mengapa Yudas Iskariot mau mengkhianati Yesus dengan menerima imbalan hanya sebesar “30 keping perak”:

Why such a man was chosen to be an apostle we know not, but it is written that “Jesus knew from the beginning who should betray him’ (John 6:64). Nor can any answer be satisfactorily given to the question as to the motives that led Judas to betray his Master “Of the motives that have been assigned we need not care to fix on any one as that which simply led hi,n on. Crime is, for the most part, the result of a hundred motives rushing with bewildering fury through the mind of the criminal.[4]

Walaupun tidak menemukan motif pasti apapun, tapi pada akhirnya Easton’s Bible Dictionary membuat sebuah kesimpulan yang tidak fair dan sangat berprasangka. Selain menyatakan bahwa ada ratusan motif yang dapat dijadikan alasan mengapa sebuah tindakan kriminal tersebut dapat terjadi, Easton’s Bible Dictionary sendiri pada akhirnya tidak mampu menunjukkan satu motif-pun yang jelas dan kongkrit tentang alasan pengkhianatan Yudas.

Pengakuan dan Easton’s Bible Dictionary itu, sesungguhnya menyimpulkan bahwa ajaran Kristen sebenarnya tidak rnemiliki pengetahuan akan motif pengkhianatan Yudas Iskariot secara pasti. Dengan demikian, apabila ditinjau melalui kacamata hukum, selama hampir dua milenium, Yudas Iskariot sampai saat ini masih merupakan seorang tersangka dan kejahatan yang dituduhkan kepada dirinya dan bukan convicted felon atau orang yang benar benar telah terbukti bersalah.

Tuduhan penghianatan yang telah dilontarkan Injil terhadap Yudas Iskariot sebenarnya hanya dilandasi asumsi dan riwayat riwayat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Jatuhnya vonis sebagai seorang pengkhianat terhadap Yudas Iskariot telah dilakukan tanpa menganalisa riwayat-riwayat tersebut dengan sebuah absolute certainty (kepastian mutlak) dan para intelektual Kristen yang seharusnya berani untuk tampil secara kritis dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran. Penghakiman terhadap Yudas Iskariot sebenarnya hanya melalui Church conviction (keyakinan Gereja), jika tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah kisah fiktif yang sama sekali tidak memiliki dasar periwayatan yang pasti.

Selain meninjau aspek motif, beberapa aspek Iainnya harus ditelusuri secara seksama. Salah satu cara tersebut adalah dengan metakukan penilaian tentang kronologi persaksian peristiwa pengkhianatan Yudas Iskariot yang ada di dalam kitab-kitab Injil.

Menurut riwayat kitab Injil, pengkhianatan Yudas Iskariot menjadi sebab Yesus ditangkap dan dieksekusi di kayu salib oleh Imam-imam Yahudi. Ajaran Kristen hingga saat ini memiliki pandangan bahwa Yesus telah tertangkap, disalib, mati dan bangkit pada hari ketiga.

Ajaran Islam membantah kisah ini dengan mengatakan bahwa Nabi Isa as. tidak pernah disalib ataupun dibunuh dengan cara apapun juga, tapi telah diselamatkan melalui Kekuasaan Allah’SWT Sedangkan orang yang sebenarnya telah disalib adalah orang yang wajahnya telah diserupakan dengan Isa as., seperti dijelaskan melalui firman Allah SWT di dalam Aiquran:

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnva Kami telah membunuh Al Masih, isa putra Maryam, Rasul Allah “. padahal mereka tidak ine dan tidak (pula) menyalibnya, letapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan isa bagi mereka. Sesungguhnva orang-orang yang berselisih paham tentang ‘pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali rnengikutipersangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS 4:157)

Sebagian dan mufassirin[5] Islam sesungguhnya telah menafsirkan Alquran dengan mengkonfirmasi tuduhan yang serupa, yaitu dengan mengatakan bahwa Yudas Iskariot adalah seorang pengkhianat. Meriurut para mufassirin, argumen ini telah diperkuat dengan ditemukannya sebuah Injil yang disebut Injil Barnabas yang mengakui dirinya sebagai salah satu dan dua belas orang murid murid pilihan Yesus, tapi sesuai dengan persaksian di dalam Injilnya sendiri bahwa dia sebenarnya “bukan seorang saksi mata pada saat peristiwa itu terjadi:

Tapi aku tidak mengetahui apa yang terjadi atas diri Yudas, karenaaku tidak menyaksikan segala sesuatunya. “ (Barnabas 221:4)

Injil Barnabas memang memiliki pengakuan yang sangat berbeda terhadap sejarah kehidupan Yesus kita dibandingkan dengan pengakuan Injil-Injil Kanonik. Terutama mengenai kepribadian Yesus yang menganggap Yesus hanya sebagai manusia biasa. Injil Barnabas meriwayatkan bahwa orang yang sesungguhnya disalib pada saat itu adalah Yudas Iskariot. Wajah dan suaranya telah diserupakan dengan Yesus sebagai hukuman dari Allah SWT karena dia telah mengkhianati Yesus dengan memberitahukan lokasi keberadaan Isa as. kepada imam-imam Yahudi. Menurut Barnabas, sesaat sebelum penangkapan terjadi, Yesus telah diselamatkan oleh Allah SWT dengan cara diangkat ke langit, sedangkan Yudas Iskariot yang menjadi pemandu jalan imam-imam Yahudi bersama prajurit-prajuritnya yang akan menangkap Isa as., justru malah menerima akibat pengkhianatannya sehingga kemudian disalib di bukit Golgota sampai mati.

Sebab itulah, Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an [6] menjadikan Injil Barnabas sebagai referensi ber-argumen untuk menerangkan ayat-ayat Aiquran yang menyatakan bahwa orang

yang sesungguhnya disalib itu adalah orang yang wajah, suara dan tubuhnya telah diserupakan dengan isa as. sebagai akibat dari penghianatannya. Dengan demikian, periwayatan Injil Barnabas juga akan menjadi bagian yang dibahas buku ini

A. Murid Yesus di Injil

Untuk mengetahui lebih jauh rnengenai murid-murid Yesus yang berjumlah dua belas orang, maka Injil Matius, Markus dan Lukas telah menyebutkan nama-nama mereka, Sedangkan Injil Yohanes tidak pernah menyebutkan mereka. Dalam Injil Matius dan Injil Markus disebutkan kedua belas orang nama murid-murid yesus tersebut tanpa ada perbedaan dalam nama-nama mereka. Sedangkan di dalam Injil Lukas ada satu nama yang berbeda jika dibandingkan dengan kedua Injil Sinoptis sebelumnya. Adapun dalam Injil Barnabas, tersebut nama-nama murid Yesus yang berjumlah dua belas orang itu, namun Barnabas telah mencantumkan dininya sebagai salah seorang murid-murid pilihan Yesus tersebut yang tidak ada di dalam riwayat Injil-injil Kanonik.[7]

B. ‘Hawariyyun” dalam Al Ouran

Kata Hawariyyun di dalam Alquran adalah sebutan untuk murid Isa as. yang berjumlah duabelas orang. Kata Hawariyyun sendiri bukan berarti duabelas. Hawariyyun adalah bahasa Arab yang berasal dari kata Huur, artinya adalah “sangat putih”[8]. Allah SWT berfirman di dalam Alquran:

Maka takala ia mengetahui keingkaran mereka (Ba,ni Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (rnenegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin sahabat-sahabat setia) menjawab Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Ya tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang yang menjadi saksi (tentang kecsaan Allah) (QS Ali lmran 52-53)

Sehubungan dengan kata Hawariyyun yang disebutkan untuk murid-murid isa as. dalam Alquran para mufassirin Islam memiliki beberapa penafsiran rnengenai makna yang sebenarnya dan kata tersebut. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa makna Hawariyyun adalah untuk menjelaskan pakaian murid-murid Isa as. yang serba putih”[9] Sedangkan pendapat lainnya menyebutkan bahwa Hawariyyun adalah sebutan untuk murid-miurid isa as. karena mereka berasal dan kelompok atau kelas masyarakat yang berbeda beda dalam masyarakat Israel pada saat itu[10]

Pendapat pertama tidak dilandasi oleh fakta-fakta sejarah yang jelas. Sedangkan pendapat kedua, yang menyebutkan bahwa mereka berasal dan kelas atau kelompok masyarakat yang berbeda beda seperti nelayan, pengusaha, rohaniawan dan lain sebagainva, sebenarnya tidak relevan dengan kata Hawariyyun itu sendiri.

Bila kita perhatikan sebab dan fungsi penyampaian kisah Hawariyyun di dalam Alquran, tampak bahwa penjelasan kisah Hawariyyun itu sendiri sesungguhnya tidak terbatas hanya sebagai pembuktian ataupun pengakuan yang menceritakan kembali keberadaan mereka sebagai sebuah kelompok orang yang pernah ikut membantu Isa as. di dalam menjalankan misi kerasulannya. Tapi Alquran juga menjelaskan mengenai keadaan mereka ketika mereka melalui masa-masa sulit yang pernah terjadi bersama Isa as.

Tujuan utama pemberitahuan Alquran sesungguhnya adalah untuk menceritakan kembali mengenai pilihan yang telah diambil oleh Hawariyyun ketika mereka dihadapkan kepada sebuah keadaan yang sangat sulit. Pada saat itu, Hawariyyun telah diminta untuk menunjukkan komitmen iman dan kesetiaan mereka untuk menjawab pertolongan yang telah disampaikan oleh Isa as. Jawaban Hawariyyun dalam Alquran yang mengatakan:

Para Hawariyyun (sahabat-sahabat setia) menjawab:

menjawab Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Ya tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang yang menjadi saksi (tentang kecsaan Allah) (QS Ali lmran 52-53)

Membuktikan bahwa Alquran sebenarnya membantah tuduhan kitab-kitab Injil yang mengatakan bahwa murid-murid Yesus telah kabur pada saat Yesus membutuhkan bantuan mereka.

Bahkan kitab-kitab Injil mengkonfirmasi bahwa salah seorang di antara Hawariyyun adalah orang yang telah mengkhianati Isa as., injil meriwayatkan:

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan ,melarikan diri. (Markus14:50)

Tapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi nabi. Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan,melarikan diri (Matius 26:56)

Lihat .saatnya datang, bahkan sudah datang. bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan .aku seorang diri. Namun .aku tidak seorang diri. sebab Bapa menyertai Aku. (Yohanes 16:32)

Kemudian mengenai kisah pengkhianatan Yudas Iskariot, kitab kitab Injil meriwayatkan:

Kemudian pergilah seorang dan kedua belas munid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam kepala.

ía berkata: Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk ,menyerahkan Yesus. (Matius 26:14-16)12”

Kata Hawariyyun di dalam Alquran sebenarnya tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat materialistik (menerangkan pakaian mereka, atau latar golongan sosial mereka), tapi untuk menjelaskan kembali kepribadian mereka yang suci dan bersih dan segala tuduhan umat Yahudi maupun umat Kristen. Kata Hawariyyun yang berasal dan akar kata Huur sebenarnya pernah disebutkan ketika Alquran menjelaskan mengenai keindahan dan pasangan-pasangan hidup manusia di dalam surga sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT, yaitu:

Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (Ad Dukhaan:54)

Bidadari-hidadari yang jelita. putih bersih dipingit dalam rumah. (Ar Rahmaan: 72)

Kata Huur pada ayat di atas sebenarnya tidak pernah ditujukan untuk memberikan keterangan mengenai uraian-uraian fisik dan pasangan hidup manusia di dalam surga. Kata Huur adalah penjelasan tentang sifat dan kondisi pasangan-pasangan hidup manusia di dalarn surga yang sangat berheda dan cara pandang serta pemahaman manusia mengenai keindahan yang disediakan oleh Allah SWT di dalamnya. Surga adalah tempat yang disucikan oleh Allah SWT Maka segala makhluk yang ada di dalarnnya adalah suci dalam makna yang sebenarnya.

Sejak makhluk-makhluk tersebut diciptakan oleh Allah SWT, kesucian mereka sama sekali tidak pernah disentuh ataupun ternoda oleh hal-hal yang dapat membatalkan atau menajiskan kesucian mereka, ini sangat berbeda dan kondisi kesucian seorang manusia (baik pria maupun wanita) di dunia, tempat kesucian lahiriah (kesucian tubuh) maupun batiniah (kesucian jiwa) mereka dapat ternodai. Sehubungan dengan ini, Syeikh Yusuf Ali di dalam terjemah Alquran-nya yang masyhur membenikan komentar:

“Hurimplies the following ideas: (1) purity possibly the word Hawariyyun, as applied to the first Disciples of Jesus, is connected with this root; (2) beauty, especially of eves, where the intense white of the eyeballs stands out again. the intense black of the pupil, thus giving the appearance of lustre, and intense feeling: as opposed to dullness or want of expression:; and (3) truth and good will [11]

Makna Huur adalah penjelasan mengenai sifat dan keadaan makhluk-mahluk di dalam surga yang kesuciannva akan selalu terpelihara. Dengan dernikian, kata Hawariyyun di dalam Alquran juga merupakan sebutan dan Allah SWT untuk rnenunjukkan sifat dan

keadaan murid-murid Isa as. yang suci dan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh umat Kristen dan umat Yahudi. Penjelasan lainnya adalah firman Allah SWT di dalam Alquran yang mengatakan:

Dan (ingatlah), ketikaAku_wahyukan kepada pengikut isa yang setia “Berimaniah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku Mereka menjawab:

“Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnva kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu) “. (Al Maa-idah:111)

Pada ayat tersebut, Allah SWT menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun dengan menggunakan kata ganti “Aku” atau “Saya”. Sedangkan pada ayat-ayat Iainnya, Allah SWT selalu menggunakan kata ganti “Kami” untuk menyebut Diri-Nya sendiri, seperti ketika Dia berfirman kepada Musa as.:

Dan Kami wahyukan kepada musa: Lemparkanlah tonlgkatmu!’. .maka sekonyong—konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. (Al Araaf:117)

Atau ketika Allah SWT berfirman kepada ibu Nabi musa as.:

Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa: “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnva maka jatuh kanlah dia ke sungal (Nil). Dan janganlah kamu khawathir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikanya kepadamu dan menjadikanya (salah seorang) daripara rasul. (AlQashash:7)

dan ketika Allah SWT berfirman kepada Nahi Muhammad Saw.:

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadarmu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang orang yang bertaqwa. (Hud:49)

Kermudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif “. dan bukanlah dia terniasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An Nahl: 123)

Semua penjelasan Alquran tentu bukan untuk menerangkan bahwa derajat Hawariyyun d sisi Allah SWT melebihi derajat selain mereka. Firman Allah SWT kepada Hawariyyun menggunakan kata ganti Aku” atau “Saya” kepada murid-murid isa as. semata-mata untuk menunjukkan kepastian iman mereka kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Apabila Allah SWT telah menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun secara langsung sebagairnana Allah SWT menyampaikan wahyu kepada Maryam as. atau ibu Nabi Musa as., maka disaat yang sama kondisi mereka juga berarti telah disucikan. Karena sesungguhnya Allah SWT hanya akan menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba yang telah disucikan (lsfhafa)[12] seperti yang dijelaskan Alquran pada firman

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata.’ “Hai, Maryam, sesungguhnva Allah telah ,memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (Ali Imran:42)

Juga buka (Al Hajj. 75)

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan hagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (Al Qashash. 68,)

Anggapan yang menyimpulkan bahwa wahyu hanya dapat diterima oleh Para Nabi dari Rasul, sebenarnya tidak tepat. Alquran menjelaskan bahwa Allah SWT telah menyampaikan ‘wahyu-Nya kepada ibu Musa as. sedangkan ibu Musa[13] as. bukanlah seorang nabi. Atau kepada Maryam as. [14] dan Maryam as[15]. juga bukan seorang nabi — bahkan Maryam as. bertemu dengan malaikat Jibril as. dalam bentuk manusia. Atau kepada para Imam Bangsa Israel[16] dan mereka juga bukan para nabi, seperti firman Allah SWT di dalarn Alquran:

Adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As sajadah:24)

kepada mereka mengerjakan kebaikan dan mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan kamilah mereka selalu menyembah, (Al Anbiya:73)

Dapat dipahami bahwa ketika Allah SWT menyampaikan wahyu-Nya kepada Hawariyyun dengan menggunakan kata ganti “Aku” atau ‘Saya”, maka hal itu sebenarnya untuk menegaskan bahwa wahyu Allah SWT tersebut telah disampaikan secara langsung kepada mereka. ini pada saat yang sama juga mengindikasikan bahwa Hawariyyun adalah orang-orang yang telah disucikan oleh Allah SWT agar dapat menerima wahyu-Nya.

Semua penjelasan Alquran sangat jelas merupakan bantahan dan Allah SWT untuk membersihkan Hawariyyun dan segala macam fitnah serta tuduhan-tuduhan palsu Ahlul Kitab yang mengatakan bahwa salah seorang dan murid-murid Isa as. telah menjadi pengkhianat atau sebagian murid-murid lainnya telah kabur pada saat Isa as. membutuhkan pertolongan mereka. Dengan demikian, Alquran sebenarnya telah mengatakan hal yang sangat bertentangan dan tuduhan umat Kristen atau bahkan Injil Barnabas sendiri yang mengatakan bahwa Yudas Iskariot telah menjadi seorang pengkhianat, karena pada hakekatnya Alquran justru mengabadikan kesetiaan dan kedua belas orang murid-murid Isa as.

Salah satu sebab kebencian imam-imam Yahudi kepada Isa as. dan para pengikut setianya pada saat itu sebenarnya disebabkan oleh pemberitaan yang telah disampaikan Isa as. kepada masyarakat Israel. Bagian yang paling mengkhawatirkan imam imam Yahudi adalah bagian yang memberitahukan mengenai kedatangan Sang Mesiah yang akan berasal dan keturunan Ismail dan bukan keturunan Israel sebagaimana yang telah di propagandakan oleh imam-imam Yahudi, Ketika mereka tidak memiliki jalan lain untuk menghentikan pengaruh penyebaran ajaran Isa as. kepada bangsa Israel kecuali dengan rnembunuhnya. maka mereka merencanakan sebuah makar untuk menghentikan pengajaran isa as. dan juga pengaruh para pengikutnya yang setia, yaitu Hnwariyyun, di masyarakat Israel.

Salah satu jalan yang mereka tempuh untuk menyingkirkan Isa as. adalah dengan mengadukan kepada pemerintahan Romawi— yang pada saat itu bertindak sehagai bangsa yang menjajah wilayah Palestina—dengan mengatakan hahwa Isa as. ingin menobatkan dirinya sebagai raja Israel untuk menghasut masyarakat dan memerangi bangsa Romawi. Sedangkan untuk melemahkan pengaruh Hawariyyun di masyarakat Israel, para imam Yahudi telah membuat fitnah untuk merusak reputasi mereka di mata masyarakat Israel.

sewaktu isa as. menyampaikan ajaran-ajarannya kepada bangsa Israel, belian selalu mengkritik imam-imam Yahudi dengan mengatakan bahwa mereka tidak lagi berpegang terhadap kebenaran kaidah moral ajaran Tuhan yang seharusnya menjadi dasar atau roh dari syariat yang telah dibawa oleh Musa as. kepada umat Israel. Menurutnya, penegakkan hukum-hukurn Taurat hanya terbatas ke dalam hal-hal yang terkait dengan pengumpulan harta umat sebagai pembayaran denda-denda keagamaan dan hukan kepada pencegahannya.

Isa as. mengatakan bahwa imam-imam ‘ sebenarnya telah mengeksploitasi Kitab Taurat dengan mnengatakan kepada bangsa Israel bahwa dosa-dosa mereka dapat ditukar dengan sumbangan atau denda-denda keagamaan yang tidak lagi di ikuti dengan rasa penyesalan atau taubat, bahkan seakan-akan menjadi sarana wang memudahkan orang untuk melakukan perbuatan yang rnelanggar hukum Tuhan. Dalam sebuah khutbahnya, isa as. menyamipaikan:

Tetapi Tuhan berkata kepadanva. “Kamu orang-orang farisi, kamu membersihkan bagian mar dari cawan dan pinggan. tetapi bagian dalammu pcnuh rampasan dan kejahatan

Hai orang-orang bodoh, bukankah dia yang telah menjadikan bagian luar, dia juga menjadikan bagian dalam?

Tapi berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Telapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membatar persepuluhan dan selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu horus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Celakalah kamu, hai orang Farisi, sebab kamu suka duduk di lempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar

Celakalah kamu. sebab kamu sama seperti kubur vyng tidak memakai tanda; orang-o rang yang berjalan di atasnva, tidak mengetahuinya.

Seseorang dari antara ahIi taurat itu menjawab dan berkata kepada Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”

Tetapi ía menjawab: celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun. (Lukas 11:40-46)

Memang tidak dapat disangkal bahwa keberadaan isa as. beserta Hawariyyun pada saat itu sesungguhnya berada di tengah beragamnya konflik sosial sesama Suku-suku Israel. Problema sosial yang terjadi pada masa kenabian isa as dalam tubuh bangsa Israel sebenarnya telah mengakar jauh sebelum kedatangannya dan telah menghantui Bangsa Israel selama berabad-abad semenjak terjadinya awal konfrontasi dan puncak perpecahan serta perpetual war sesama suku-suku Israel setelah periode Nabi Sulaiman as..

[1] Tore Kjcilen, Sidahmed Abubakr, D. Josiya Negahban, E;icvclopedia Of flit’ Orient, artikel “Jesus”, Lexicorient, Electronic Version

[2] Mesiah artinya ‘yang diurapi

[3] Ronia 5:12-14; Ibrani 217

[4] MG. Easton MA., D.D, Easton’s Bible Dictionary, Artikel “Judas”, Edisi ke tiga, diterbitkan oleh Thomas Nelson, Electronic Version

[5] Ibnu Katsir, Tafsir 2:431; Fakhrurazi, Tafsir Al-Kabir 12:100; Sayyid Qutb, Fi Zilalil Quran, 6:18

[6]Sayyid Qutb, Tafsir Fi ZiIaIil Qur’an, 6:18

[7] Injil Barnabas juga mencantumkan Yudas (saudara Yakobus) seperti dalam Injil Lukas tanpa mencanturnkan Tadeus

[8] ‘Al Mawardi, Tafsir 1:395; Sayyid Muhammad 1-lusein Thabathabai, Tafsir AlMizan 3:235; Wahbah Zuhairj, Tafsir Al-Munir 3:237

[9] Al Mawardi, Tafsir 1:395; lbnu Katsir, Tafsir, 2:43

[10] Fakhrurrazi, Tafsir Al-Kabir 863

[11] Kisah yang sama juga dapat ditemukan pada lnjil Markus 14: Injil Lukas 22:4-6; lnjil yohanes 13:2. Apabila di perhatikan dari cara penyampian riwayat— riwayat injil mengenai peristiwa kcpergian Yudas Iskariot kepada ,imam-imam kepala seperti yang disebutkan pada cerita di atas ataupun di dalam riwayat Injil-injil lainnva, maka peristiwa tersebut sesungguhnva adalah sehuah cerita yang sama sekali tidak pernah di dukung oleh saksi-saksi mata yang pernah menyaksiksn peristiwa ini secara langsung ataupun oleh saksi- lain yang pernah mendengar pembicaraan antara Yuda lskariot dengan imam kepala kemudian menceritakannya kepada para penyusun Injil.

[12] Sheikh Abdullah Yusuf Au, Aiquran English Translation, Dikutip dan footnote ayat QS. 52:20 dan 44:54.

[13] Dalam buku Lessons from the Nahj-ul-Balagha oleh Sayvid Au Khamene’i (Islamic [ Organization on the Occasion of the Fifth Anniversary of the Islamic Revolution, ditcrbitkan oleh Council for Ten Days Dawn Celebration). Beliau memberikan komentar

“Istafa (to chuo the hesti is a very important and fundamental issue. In Arabic, not all sele tioiis arc indicated by this word. Only when a pure element is recognized and chosen rum amongst a collection of elements is the istafa’ used. It is actually employed when the pure and the impure are separated in a collection of things and the pure portion is extracted.” (Chapter 4, How are I’rophets chosen?) Electronic Version, Islamic Propagation Organization, Sepehr, Teheran 1984/1404H

[14] Alquran Al Qashash:7

[15] Alquran Ali imran:45

[16] untuk penjelasan lengkap. lihat Sayyid Muhammad Huseein ‘thabathabai, Al mizan fi Tafsir Alquran, 1:262-285, 16:271 dan 14:305

gak usah berbusa-busa:
gimana ceritanya menurut quran, kok bisa yudas yang disalib?

Jawaban ada di atas...Jika anda atau nama anda tidak populer..adakah anda akan masuk magazine??? dan jika semua benda harus dimasukkan dalam magazine...itu adalah journal...dan mempunyai jilid satu library...ngak compaq dan precise...tapi nasib baik quran bukan magazine tetapi way of life....

but let me requote..


“dan
kerana ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa
putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,
mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa”.

(An Nisaa’ : 157)

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1549
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 01, 2013 9:59 pm

Agapo wrote:
Salah satu sisi memang saya bisa mempercayai narasinya, tapi tentang matinya Yesus dengan ungkapan kata-katanya, itu yg tidak mungkin diketahui orang. dari mana Lukas dapat informasinya ? jangan pakai argumen itu krn dpt roh gentayangan, hoax itu !

itun namanya kamu TIDAK WARAS


jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 01, 2013 10:06 pm

fiqazazfiq wrote:[
but let me requote..

“dan
kerana ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa
putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,
mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa”.

(An Nisaa’ : 157)

gak ada yudasnya..
lagian itu kan katanya muhamat, tahu apa dia soal itu?
dia orang arab yang hidupnya aja 600an tahun setelah peristiwa
aneh, kalau malah kamu pecayai..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Mon Apr 01, 2013 10:11 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Salah satu sisi memang saya bisa mempercayai narasinya, tapi tentang matinya Yesus dengan ungkapan kata-katanya, itu yg tidak mungkin diketahui orang. dari mana Lukas dapat informasinya ? jangan pakai argumen itu krn dpt roh gentayangan, hoax itu !

itun namanya kamu TIDAK WARAS

Ya..... cuma bgitu doang njawabnya. Skackmat kau !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 01, 2013 10:19 pm



mengacu tulisan lukas, tetapi mempertanyakan siapa lukas
itu namanya orang TAK WARAS

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Mon Apr 01, 2013 10:24 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:

Ya jelas beda coi, narasi diatas adalah informasi yg datang dari sekian murid Yesus yg mengalami saat-sata krisis sebelum penangkapan Yesus yang secara faktual bisa dilihat dan didengar. Tapi kalau tentang kematian Yesus yg ditandai dengan kata-kata Yesus menyerahkan nyawanya. Itu jelas karangan orang, sebab tidak ada yg tahu apa yang dikatakan Yesus saat ditiang kayu gantungan. Apalagi para murid semuanya melarikan diri. Coba dipikir secara benar ya ?!

kutipan dan analisismu atas injil lukas itu lho...
padahal siapa lukas, masih kamu pertanyakan
itu kan namanya kamu tidak waras
Salah satu sisi memang saya bisa mempercayai narasinya, tapi tentang matinya Yesus dengan ungkapan kata-katanya, itu yg tidak mungkin diketahui orang. dari mana Lukas dapat informasinya ? jangan pakai argumen itu krn dpt roh gentayangan, hoax itu !
itun namanya kamu TIDAK WARAS


Ya..... cuma bgitu doang njawabnya. Skackmat kau !
mengacu tulisan lukas, tetapi mempertanyakan siapa lukas
itu namanya orang TAK WARAS
Yang nggak waras itu kamu, asal menelan mentah-mentah narasi Lukas yg jelas tidak mungkin ada orang tahu dan mendengar ucapan Yesus. Mikir Jim....?!!

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 01, 2013 10:27 pm



orang ngomong ya tentu bisa didenger
makin goblok aja kamu itu..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Mon Apr 01, 2013 10:32 pm

jimatkalimasada wrote:

orang ngomong ya tentu bisa didenger
makin goblok aja kamu itu..
Itu kalau orang yg ngomong dekat dengan sipendengar. Tapi saat Yesus ditiang gantungan yg posisinya diatas bukit dan tinggi, sedangkan para murid menjauh melarikan diri. prkatis tidak ada siapa-siapa yg bisa mendengar ucapan Yesus. Itu yang harus kau ketahui. Jangan telan mentah-mentah narasi itu. Goblog !!

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 01, 2013 10:45 pm


banyak orang di sekitar salib
pasti banyak yang dengar

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Tue Apr 02, 2013 12:01 am

jimatkalimasada wrote:
banyak orang di sekitar salib
pasti banyak yang dengar
Siapa yang bilang banyak orang disekitar tiang salib ? padahal letaknya tinggi yg tidak mungkin orang bisa mendengar yg diucapkan Yesus. Itu narasi dibuat panatua gereja awal yg disisipkan kedalam biblemu untuk meyakinkan orang, tapi nggak nalar narasinya.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 6:52 pm

Agapo wrote:
Siapa yang bilang banyak orang disekitar tiang salib ? padahal letaknya tinggi yg tidak mungkin orang bisa mendengar yg diucapkan Yesus. Itu narasi dibuat panatua gereja awal yg disisipkan kedalam biblemu untuk meyakinkan orang, tapi nggak nalar narasinya.

gaya muhammadnya keluar lagi...
sama-sama tulisan lukas, tapi yang sebagaian dijadikan dasar argumen
(tentu dengan tafsiir seenak jidat), yang lain dituduh palsu

ke RSJ aja sonoh!


jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Tue Apr 02, 2013 7:21 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Siapa yang bilang banyak orang disekitar tiang salib ? padahal letaknya tinggi yg tidak mungkin orang bisa mendengar yg diucapkan Yesus. Itu narasi dibuat panatua gereja awal yg disisipkan kedalam biblemu untuk meyakinkan orang, tapi nggak nalar narasinya.

gaya muhammadnya keluar lagi...
sama-sama tulisan lukas, tapi yang sebagaian dijadikan dasar argumen
(tentu dengan tafsiir seenak jidat), yang lain dituduh palsu

ke RSJ aja sonoh!

Mau skackmat ??
Ayo cari lagi bukti kalau dalam peristiwa salib itu Yesus mati !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 7:24 pm


lukas dll. bilang MATI
kamu hanya mempertontonkan ketidak-warasan
akibat kebingungan berpegangan kitab setan yang isa/bukan isa saja buntu

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Tue Apr 02, 2013 7:27 pm

jimatkalimasada wrote:
lukas dll. bilang MATI
kamu hanya mempertontonkan ketidak-warasan
akibat kebingungan berpegangan kitab setan yang isa/bukan isa saja buntu
Ayo jangan melas gitu, cari bukti lainnya yg kuat, biar aku nggak bisa nyanggah ?!!

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 7:42 pm

buktimu semua menyatakan MATI
nyawa sudah diserahkan
selain Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes juga menyatakan demikian

apa tulisan mereka juga kamu tolak, sementara tulisan lain kamu ambil sebagai referensi
dan dasar argumentasi secara tafsir seenak jidat, masih merasa waras???

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Tue Apr 02, 2013 7:53 pm

jimatkalimasada wrote:buktimu semua menyatakan MATI
nyawa sudah diserahkan
selain Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes juga menyatakan demikian

apa tulisan mereka juga kamu tolak, sementara tulisan lain kamu ambil sebagai referensi
dan dasar argumentasi secara tafsir seenak jidat, masih merasa waras???

Sila letakkan referansi Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes di sini..banyak sekali ya versi bible..tapi mana satu kepunyaan sebenar Yesus ya???? mungkin pada masa hadapan akan bertambah lagi....

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1549
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Tue Apr 02, 2013 7:54 pm

jimatkalimasada wrote:buktimu semua menyatakan MATI
nyawa sudah diserahkan
selain Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes juga menyatakan demikian

apa tulisan mereka juga kamu tolak, sementara tulisan lain kamu ambil sebagai referensi
dan dasar argumentasi secara tafsir seenak jidat, masih merasa waras???
Nggak usah melas gitu, ayo tampilkan ayat-ayatnya trus kita kupas !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2917
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 7:55 pm

fiqazazfiq wrote:
jimatkalimasada wrote:buktimu semua menyatakan MATI
nyawa sudah diserahkan
selain Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes juga menyatakan demikian

apa tulisan mereka juga kamu tolak, sementara tulisan lain kamu ambil sebagai referensi
dan dasar argumentasi secara tafsir seenak jidat, masih merasa waras???

Sila letakkan referansi Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes di sini..banyak sekali ya versi bible..tapi mana satu kepunyaan sebenar Yesus ya???? mungkin pada masa hadapan akan bertambah lagi....

gak usah OOT

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6275
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Sponsored content Today at 5:49 pm


Sponsored content


Back to top Go down

Page 1 of 4 1, 2, 3, 4  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum