MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 7 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 7 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Page 2 of 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

View previous topic View next topic Go down

DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Mar 29, 2013 10:15 am

First topic message reminder :

Mempersiapkan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi.

Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka:“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.


Ini adalah persiapan untuk perang.... yesus menolak dirinya ditangkap, dan tampak akan ada perlawanan dan tidak semudah itu utk menangkap yesus. Yesus tidak berniat menyerahkan diri utk penebusan dosa...

Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!!
Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!
Matius 26:36
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya kesuatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”

Yesus membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) ke dalam kebun untuk membuat jalur pertahanan.

Matius 26
37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”


Doa Yesus Di Getsemani


Matius 26:
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”


Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa ‘cawan’ dalam ayat tersebut bermaksud percobaan dan fitnah Yahudi, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi
Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.


Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:

Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.


Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.
Adakah orang2 yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?

Matius 26:40
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?


Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah Yesus tersebut.

Markus 14:40
Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Hal tersebut membuat Yesus pasrah terhadap hal yang akan terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengambil resiko.

Matius 26:44-45
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Yohanes 18:3
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Lukas 22:49
Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”

Tetapi sebelum Yesus menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani mengeluarkan pedang dan menghunus salah seorang penangkapnya sehingga terpotong telinganya.

Matius 26:51
Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Ternyata..... bukan pedang roh....
Yesus tidak melawan tentara Romawi tersebut. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasihatkan murid-muridnya.

Matius 26:52
Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
Yohanes 18:12
Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Pengadilan Di Hadapan Imam Besar

Matius 26:57
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar.


Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuh-musuhnya, murid-muridnya justru enggan menampakkan batang hidungnya

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Yesus melawan tuduhan Imam Besar dan para ahli-ahli Taurat, sendirian.

Matius 26:59-60
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,

Yohanes 18:19-23
Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa
yang telah Kukatakan.”
Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri
di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”
Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”


Kekristenan menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut :

Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Ternyata Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya dan tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut.

Yohanes 11:50
dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Apa maksud bahwa Yesus mati untuk seluruh bangsa?

Yohanes 47-48
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Yohanes 11:53
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia

Pengadilan Di Hadapan Pilatus

Matius 27:2

Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:


Yohanes 18:31
…Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.”

Menurut Pilatus, Yesus tidak membahayakan negaranya, orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat melongsorkan otoritas mereka

Matius 27:18

Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.

Yohanes 18:38b
Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.

Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah
Pilatus
pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.

Yohanes 19:1-3

Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!”
Lalu mereka menampar muka-Nya.
Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah Manusia itu !”


Istri Pilatus mengirimkan pesan dan memberikan dukungan moril terhadap dirinya.

Matius 27:19
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”

Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pilatus memanfaatkan momen hari raya tersebut.

Yohanes 18:39
Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”

Matius 27:16-17

Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”


Pilatus menyandingkan Yesus dengan Barabas yang dikatakan sebagai penyamun,

Matius 27:21-22

Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.”
Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”


Kedengkian orang Yahudi, teriakan kemarahan ditambah hasutan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadapnya.

Yohanes 19:12
…”Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.“

Pilatus
menyambut teriakan kaum Yahudi.

Matius 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”

Metode Penyaliban

Prosesi penyaliban atau hukuman salib adalah suatu bentuk hukuman mati dimana terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian.

Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh).

Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Penyaliban merupakan prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba berdasarkan catatan sejarah dan dari tinjauan sains serta medis.

Umumnya kematian ditiang salib terjadi karena dua hal:

Pertama,
oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infekasi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari.

Kedua, Kematian disalib terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh.

Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energi yaitu pembentukan ATP ATP merupakan energi “siap pakai”. Bila protein yang ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.

Untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulang-tulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyanggah bobot tubuhnya dan kematiannya akan segera terlaksana. Tanpa prosesi ini, terhukum biasanya masih dapat bertahan berhari-hari sebelum menemui ajalnya.

Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak.

Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al­’idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) merupakan salah satu prosesi yang harus dilakukan kepada terhukum. Manusia yang hanya digantung dan tidak mati diatas kayu salib serta tidak menjalani prosesi penyaliban secara sempurna belum dapat dikatakan telah menjalani hukuman penyaliban.

Yesus Tidak Mati Di Tiang Salib

Sebelumnya Yesus telah diserahkan untuk menjalani penyaliban, tangannya dipaku dan kakinya diberikan penyanggah sebagaimana prosesi penyaliban lazimnya. Fakta-fakta dalam Bible berikut yang akan membuktikan bahwa Yesus tidak mati disalib dalam melalui tahapan penyaliban.

• Lama diatas tiang salib
Hal yang perlu menjadi tinjauan adalah berdasarkan penyebab kematian salib yang telah dipaparkan sebelumnya dari tinjauan medis, bahwa kematian salib baru dapat terlaksana setelah berhari-hari. Berapa lamakah Yesus diatas tiang salib?


Menurut Bible, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 sore mereka telah menurunkannya, berarti Yesus digantung di kayu salib hanya sekitar tiga jam! Sedangkan berdasarkan tinjauan medis, manusia yang menjalani prosesi penyaliban baru dapat mati minimal dua hari secara perlahan, tidak ada yang mati dalam hitungan jam. Pertanyaannya, mengapa Yesus diturunkan begitu cepat?

Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum:

Ulangan 21:23
Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik
pusakamu.


Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum’at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang tergantung di kayu salib. Sehingga Yesus harus segera mati di kayu salib dan langsung diturunkan.
Peremukan tulang

Terdesak oleh waktu dalam hukum Yahudi tentang Sabath atau alasan lainnya jika diperlukan untuk mempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korban akan mati karena lemas dalam satu jam. Ini adalah metode cepat dengan mengabaikan kejamnya penyiksaan yang harus djalani korban.

Yohanes 19:31
…maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Pada saat Yesus dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum bersertanya, namun tidak seperti Yesus, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka yang menyangga tubuh mereka. Apakah prosesi ini juga dilakukan untuk Yesus?

Yohanes 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak
mematahkan kaki-Nya,


Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.


Penyebab ke-pingsan-an

Mengapa Yesus pingsan dan tidak sadarkan diri begitu cepat sementara dua penyamun yang dihukum bersamanya masih nampak siuman? Jawaban yang logis dapat dilihat dari Bible sendiri.

Yohanes 19:29
Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.


Kata yang diterjemahkan menjadi anggur asam tersebut tertulis ‘vinegar’, bukan ‘wine’. Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi.

Vinegar yang disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang­-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Yesus.

Yohanes 29:28
berkatalah Ia : “Aku haus!“

Dan akibat dari ramuan inilah Yesus menjadi koma (mati suri) di tiang salib. Sehingga Yesus hanya pingsan diatas kayu salib dan tampak seperti telah mati.

Penusukan lambung

Tentara Romawi tersebut berpikir bahwa Yesus telah mati sehingga tidak perlu mematahkan kakinya. Salah seorang dari mereka kemudian menikam lambungnya dengan tombak.


Yohanes 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Pada kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban. Dengan adanya luka karena penikaman di pinggang, maka sirkulasi darah mengalir teratur kembali.

Perlu diketahui bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup).

Dalam Ensiklopedia Biblica, pada artikel “Cross” kolom 960 dikatakan: “Yesus hidup kembali jika penikaman itu benar”.Dan perlu diperhatikan kalimat “sekejap mengalir keluar” menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi).

Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian “Thinker Digest” mengatakan: “Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban”.

Murid rahasia

Yesus memiliki murid rahasia yang memiliki misi rahasia untuk merencanakan penyelamatan terhadap dirinya. Mereka telah berperan sejak awal bekerja sama dengan Pilatus. Pilatus secara rahasia menolong Yesus dengan menetapkan waktu hukuman salib pada Jum’at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Yesus diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak “mati”.

Kepingsanan Yesus di atas tiang salib sehingga dia tampak mati dengan bantuan ramuan Haoma Drink tidak terlepas dari pekerjaan golongan Essenes tersebut. Para murid rahasia Yesus dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Yesus sebelum dia di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Yesus.

Itulah mengapa Yesus merasa kehausan seperti yang telah diterangkan dimuka. Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan orang-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan dan sangat mengenal ramuan ini.

Turun dari kayu salib

Pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini, para murid rahasia Yesus dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad Yesus, dan mengurus Yesus.

Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Yesus dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus.

Yohanes 19:38
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea — ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi — meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

Sampai pada ini, fakta dengan kesimpulan yang mengejutkan, fakta yang menyeramkan bagi keimanan Kristiani, kesimpulan yang tidak pernah terbayang sedikitpun dalam pemikiran setiap pribadi Kristen. Kesimpulan ini telah menghapuskan kebanggaan Kristiani terhadap dogma keselamatan dalam penebusan dosa oleh penyaliban.

Yesus turun dari atas kayu salib dalam keadaan selamat!

Penyembuhan Dalam Kuburan

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk.

Jim Bishop dalam buku “The Day Christ Died”, mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggalnya.

Mayat diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua

Yohanes 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam.

Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang kekuburan dengan membawa ramu-ramuan? Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.

Markus 16:1
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Pertanyaannya, adalah Mengapa Maria Magdalena pergi ke sana?
Untuk meminyaki Yesus. Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah ‘masaha’ yang berarti mengusap, memijat, meminyaki. Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah tiga hari? Jawabannya tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari?


Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai.
Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal?

Penyamaran (rupa lain) Di Hadapan Maria

Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kuburan Yesus. Manakala Maria tiba dikuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser sehingga kuburan terbuka, dan di dalam kubur tersebut tubuh Yesus sudah tiada.

Yohanes 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Yesus tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan.

Yohanes 20:15
Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Yesus terlihat seperti penunggu taman karena dia sedang menyamar. Untuk apakah Yesus menyamar? Karena dia takut ketahuan terhadap orang Yahudi, penjaga yang disuruh untuk menjaga kuburan Yesus juga masih ada disekitar sana.Karena dia belum mati, karena orang Yahudi akan mencoba untuk membunuh dan menyalib dirinya untuk kedua kalinya.

Yohanes 20:16
Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.

Yohanes 20:17
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, …

Mengapa Yesus melarang Maria menyentuh dirinya?
Pertama karena tubuh beliau meski sudah pulih tentu masih mengalami nyeri akibat penyiksaan fisik sebelumnya, dan kedua beliau tidak ingin ada orang lain yang mencurigai
penyamarannya. Kemudian Yesus berkata :


Yohanes 20:17 …sebab Aku belum pergi kepada Bapa,...

Maksud Yesus tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa dirinya masih hidup dan belum mengalami kematian.

Menemui Murid-Muridnya

Setelah peristiwa itu, Maria pergi kepada kesebelas murid Yesus untuk menyampaikan berita tersebut. Yesus sendiri bertemu dengan dua orang muridnya
yang sedang menuju Emaus. Yesus belum membuka penyamarannya kepada mereka, mereka bercakap-cakap selama perjalanan.


Lukas 24:19
Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?”
Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan
seluruh bangsa kami.


Murid-murid Yesus saja mengakui Yesus hanyalah seorang Nabi dan tidak pernah
mengklaim gurunya tersebut sebagai Tuhan.


Lukas 24:30
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Dari cara Yesus mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Yesus bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka, namun manakala mereka menyadari hal ini, Yesus telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka. Mereka mengabarkan peristiwa yang mereka alami kepada murid lainnya, namun murid lainnya tidak percaya.

Markus 16:13
Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

Setelah semua kejadian tersebut, Yesus pun menemui dan menampakkan dirinya dengan jelas kepada murid-muridnya.


Lukas 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”


Lukas 24:37

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Yesus dan penyelamatan rahasia yang direncanakan terhadapnya, karena mereka tidak berada disisi Yesus menjelang penyaliban melainkan melarikan diri. Sehingga sangat wajar jika mereka mengira Yesus adalah hantu, untuk itu Yesus pun meyakinkan mereka.

Lukas 29:39-40
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.


Kemudian pada akhirnya murid-muridnya tersebut percaya bahwa sosok yang dihadapan mereka tersebut adalah Yesus yang masih hidup dan selamat dari penyiksaan dan penyaliban.
Reaksi Yang Berbeda

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman, karena emang Maria tahu, kalao Yesus belum mati....

Bandingkan dengan reaksi kesebelas murid Yesus setelah menemui Yesus.

Lukas 24:37
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Kesebelas muridnya justru terkejut, takut, penuh keraguan dan bahkan mengira dihadapan mereka adalah hantu Yesus.

Mereka bukan saksi yang melihat Yesus dari dekat, Apalagi mereka sama sekali tidak mengetahui adanya rencana penyelamatan Pontius Pilatus dengan murid rahasia dari golongan Esenes tersebut

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Inilah Faktanya

Semua fakta-fakta diatas yang disadur berdasarkan kronologis dalam Bible sendiri secara nyata telah menunjukkan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib, melainkan selamat dari penyaliban. Berikut kami uraikan fakta-fakta tersebut kembali.

Fakta pertama
, Yesustidak mati di tiang salib karena dia tidak ingin mati disalib !

Yesus bersama muridnya melakukan strategi pertahanan dan penyerangan
dalam menahan penangkapan orang Yahudi, dia berdoa di taman Getsemani meminta dibebaskan dari cawan kematian salib, dia membela diri dihadapan Imam Besar dan Pilatus.

Fakta kedua,
Yesus tidak mati di tiang salib karena dia orang yang benar! Pilatus tahu bahwa Yesus orang benar sehingga tidak seharusnya mati disalib, istri Pilatus pun mengetahui hal yang sama lewat mimpinya. Yesus telah berdoa dengan penuh kesalehan dibebaskan dari kematian salib, doa orang yang benar sangat besar kuasanya.

Fakta ketiga
, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia hanya sebentar di atas kayu salib! Menurut pengamatan medis bahwa secara normal manusia baru dapat mati di tiang salib setelah mengalami proses berhari-hari, Pilatus mengetahui hal ini sehingga kaget sewaktu mendengar berita tentaranya bahwa Yesus telah mati hanya dalam waktu beberapa jam.
• Fakta keempat,Yesus tidak mati ditiang salib karena tulang kakinya tidak dipatahkan! Peremukan tulang adalah alternatif tercepat untuk mematikan seorang yang digantung di kayu salib, jika tidak maka kematian masih dapat ditunda berhari-hari. Yesus tidak diremukkan kakinya karena dikira telah mati dan sesuai dengan nubuat.
• Fakta kelima, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia pingsan sehingga tampak mati! Semua telah diatur sebagai rencana penyelamatan murid rahasia Yesus. Penusukan lambung Yesus sehingga memancar darah dan air membuktikan bahwa organ-organ tubuhnya masih berfungsi.
• Fakta keenam, Yesus tidak mati ditiang salib dan turun dengan selamat! Semua hal yang telah terjadi pada Yesus saat melalui proses penyaliban adalah pembuktian bahwa Yesus masih bernyawa sewaktu turun diatas kayu salib.
• Fakta ketujuh, Yesus tidak mati ditiang salib karena menjalani perawatan dalam kuburan! Bentuk kuburan yang memungkinkan untuk ditinggali makhluk bernyawa serta datangnya murid-murid rahasia Yesus membawa ramu-ramuan dan rempa-rempa menunjukkan bahwa Yesus yang bernyawa sedang dalam masa penyembuhan.
Fakta kedelapan, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia menisbahkan tanda Nabi Yunus untuk dirinya! Yunus masuk dalam perut ikan paus hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut ikan paus hidup-hidup, dan keluar dari perut ikan paus dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Yesus, masuk dalam perut bumi hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut bumi hidup-hidup, dan keluar dari perut bumi dalam keadaan hidup.
Fakta kesembilan, Yesus tidak mati di tiang salib dapat dilihat dari perbedaan reaksi orang yang dia temui! Maria Magdalena bahagia dan gembira melihat Yesus, karena Yesus sadar dari koma. Berbeda dengan kesebelas muridnya ketakutan dan penuh keraguan melihat Yesus, karena dalam pikiran mereka Yesus telah mati dan bangkit sebagai hantu.
Fakta kesepuluh, Yesus tidak mati di
tiang salib dan tidak bangkit dari kematian! Berdasarkan pemaparan cermat diatas


Demikianlah fakta tak terbantahkan dari Bible sendiri bahwa Yesus tidak lah mati ditiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dengan begini gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya. Penelitian secara cermat dan objektif menggunakan sumber Kristen sendiri telah memunahkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down


Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 8:00 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:buktimu semua menyatakan MATI
nyawa sudah diserahkan
selain Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes juga menyatakan demikian

apa tulisan mereka juga kamu tolak, sementara tulisan lain kamu ambil sebagai referensi
dan dasar argumentasi secara tafsir seenak jidat, masih merasa waras???
Nggak usah melas gitu, ayo tampilkan ayat-ayatnya trus kita kupas !

NYAWA SUDAH DISERAHKAN
Matius 27:50; Markus 15:37; Lukas 23:46: Yohanes 19:30

silakan dikupas kalau nyawa sudah tidak ada
berarti pingsan..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Tue Apr 02, 2013 8:19 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:buktimu semua menyatakan MATI
nyawa sudah diserahkan
selain Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes juga menyatakan demikian

apa tulisan mereka juga kamu tolak, sementara tulisan lain kamu ambil sebagai referensi
dan dasar argumentasi secara tafsir seenak jidat, masih merasa waras???
Nggak usah melas gitu, ayo tampilkan ayat-ayatnya trus kita kupas !

NYAWA SUDAH DISERAHKAN
Matius 27:50; Markus 15:37; Lukas 23:46: Yohanes 19:30

silakan dikupas kalau nyawa sudah tidak ada
berarti pingsan..
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)


Perhatikan masing-masing narasi tsb. Narasi Matius dan Markus sama redaksinya, tapi tidak menjelaskan apa yg disuarakan nyaring Yesus seperti pada narasi Lukas dan Yohanes. Tapi narasi Lukas dan Yohanes berbeda apa yg dikatakan Yesus. Dari redaksi ayat-ayat itu dapat diambil kesimpulan bahwa semua narasi itu tidak benar (berlainan) dan itu memang usaha orang (bukan murid2 Yesus yg semuanya tdk ada ditempat kejadian) untuk membenarkan tentang kematian Yesus. Sebab kematian (terlepasnya nyawa) Yesus tidak mungkin dapat diketahui orang lain, selain Tuhan dan Yesus sendiri.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 8:26 pm


semua sama-sama menarasikan:
Ia menyerahkan nyawa-Nya
silakan dikupas secara tidak waras bahwa kalau sudah tidak bernyawa
berarti pingsan..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Tue Apr 02, 2013 8:28 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:buktimu semua menyatakan MATI
nyawa sudah diserahkan
selain Lukas, Matius, Markus, dan Yohanes juga menyatakan demikian

apa tulisan mereka juga kamu tolak, sementara tulisan lain kamu ambil sebagai referensi
dan dasar argumentasi secara tafsir seenak jidat, masih merasa waras???
Nggak usah melas gitu, ayo tampilkan ayat-ayatnya trus kita kupas !

NYAWA SUDAH DISERAHKAN
Matius 27:50; Markus 15:37; Lukas 23:46: Yohanes 19:30

silakan dikupas kalau nyawa sudah tidak ada
berarti pingsan..

Kematian Yesus di tiang salib adalah inti dari iman Kristiani, sebagai
satu-satunya jalan menyelamatkan manusia dari dosa. Mereka meyakini,
Yesus mati di tiang salib untuk menyelamatkan dosa orang yang percaya.

"Kemudian
mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang
undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. Hari jam Sembilan
ketika la disalibkan," (Markus 15: 24-25)

"Akan tetapi Allah
menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk
kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah
dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka
Allah," (Roma 5: 8-9).

"Karena Allah itu esa dan esa Pula Dia
yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus
Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua
manusia," (I Timotius 2: 5-6).


Ajaran Kristen juga
meyakini, setelah disalib Yesus dibangkitkan lagi sebagai Tuhan. Ini
ditulis Paulus dalam surat yang dikirim pada jemaatnya di Roma.

"....Untuk
itulah Kristus mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan baik
atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup," (Roma 14: 9)


Anehnya, kalangan Ahmadiyah dalam menerjemahkan surat an-Nisa 157 juga mirip dengan dogma Kristen ini.

"Dan
karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih Isa
Putra Maryam, rasul Allah', padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya (hingga mati). Tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang
yang diserupakan dengan Isa bagi mereka...," (QS an-Nisa 157).


Ajaran
Ahmadiyah meyakini penyaliban Nabi Isa, tapi tidak sampai mati. Dalam
penyaliban itu, Nabi Isa hanya pingsan dan setelah berumur 120 tahun
akhirnya wafat. Bahkan, Mirza Ghulam Ahmad menunjukkan bukti makam Nabi
Isa di Kanyar, Srinagar, kawasan Kasmir, India (Buletin Ahmadiyah, Nabi Isa as sudah wafat, hal 5, terbitan Jemaat Ahmadiyah Indonesia).

Buletin
itu menulis, Nabi Isa tidak akan turun lagi ke dunia karena sudah mati
dan dikubur di Kashmir. "Kemudian Dia (Allah) menghijrahkan Nabi Isa as
untuk menemui dan mengumpulkan suku-suku Israil yang bercerai berai
hingga ia sampai di Kashmir dan mati di sana. Ia dimakamkan di Kanyar,
Srinagar," (Al Huda wat tabshirah liman yara, hal 125-127).
Ahmadiyah juga tidak meyakini bahwa Nabi Isa kelak akan turun ke dunia
menjadi hakim yang adil, mematahkan salib dan membunuh babi. Alasannya,
karena Nabi Isa telah mati.

Ajaran Islam bertolak belakang dengan iman Kristian. Allah SWT menolak mitos penyaliban Nabi Isa.

"Dan
karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh. Al Masih Isa
Putra Maryam, rasul Allah', padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya. Tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka ...," (QS an-Nisa 157).


Dengan
menegaskan bahwa Isa (Yesus) tidak mati disalib, al-Qur'an telah
membersihkan dan mensucikan RasulNya dari penghinaan besar, karena yang
biasa dihukum salib adalah perampok. Orang yang meyakini dogma kematian
Yesus di atas kayu salib berarti, ia telah melecehkan Yesus.

Tapi anehnya, Alkitab (Bibel) sendiri seakan-akan melegitimasi pelecehan pada Yesus dengan beberapa tuduhan keji. Pertama, Yesus adalah nabi pendusta, sebab yang dihukum mati adalah nabi pendusta (Ulangan 13: 5). Kedua, Yesus adalah manusia najis dan terkutuk.

"Kristus
telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk
karena kita, sebab ada tertulis: Terkutuklah orang yang digantung pada
kayu salib," (Galatia 3: 13) dan Ulangan 21: 22-23.


Ketiga, kematian Yesus dibenci Tuhan, karena Tuhan benci pada korban sembelihan dan penebusan dengan darah.

"Sebab
Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai
pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran." (Hosea 6:
6)


Selain itu, terdapat ratusan ayat di dalam
Alkitab (Bibel) yang saling bertentangan dalam menjelaskan soal
penyaliban Yesus. Jika ayat dalam Alkitab (Bibel) itu wahyu Tuhan
seharusnya tak ada satupun yang bertentangan. Karenanya, validitas
penyaliban Yesus sangat diragukan. Berikut contoh ayat Alkitab (Bibel)
yang saling bertentangan.

Pertama, soal jam berapa Yesus disalib?

"Hari jam sembilan ketika ia disalibkan," (Markus 15: 25).

"Hari
itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus
kepada orang-orang Yahudi itu: 'Inilah rajamu!' Jam 12 belum disalib,"
(Yohanes 19: 14).


Kedua, Yesus disalib dengan rela atau tidak?

"Dan
hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi
kamu dan telah me-nye-rah-kan dirinya untuk kita sebagai persembahan
dan korban yang harum bagi Allah," (Efesus 5:2).

"la sangat takut dan gentar, lulu kata-Nya kepada mereka: Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya," (Markus 14: 33-34).

"Sekarang jiwaku terharu, apakah yang akan kukatakan? Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini?" (Yohanes 12: 27).


Ketiga, ketika disalib, apakah Yesus haus atau tidak?
Dalam
Matius 27: 48 dan Markus 15: 36 mengatakan "Tidak", tapi dalam Yohanes
19: 28-29 mengatakan. "Ya". Keempat, siapa yang menurunkan tubuh Yesus
dari tiang salib? "Yusuf Arimatea sendiri," (Matius 27: 59-60, Markus
15: 45-46 dan Lukas 23: 53). Sedangkan dalam Yohanes 19: 38-42
disebutkan,"? Yusuf Arimatea dan Nicodemus."

Bersambung ke terbitan depan

Kematian
Yesus di tiang salib adalah inti dari iman Kristiani. Mereka meyakini,
kematian Yesus ini sebagai satu-satunya jalan menyelamatkan manusia dari
dosa. Ajaran Kristen juga meyakini, setelah di salib Yesus dibangkitkan
lagi sebagai Tuhan, sebagaimana ditulis Paulus dalam surat yang dikirim
pada jemaatnya di Roma.

"...
Untuk itulah Kristus mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan
baik atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup," (Roma 14:9).


maka dilanjutkan dengan bukti-bukti dari Bibel/Alkitab sendiri yang
menjelaskan bahwa Yesus tidak mati disalib. Bukti-bukti otentik ini bisa
dilihat dari ayat-ayat Bibel/ Alkitab yang menerangkan tentang doa-doa
Yesus yang dikabulkan Tuhan, sehingga dia selamat dari penyaliban.

Pertama, doa orang benar pasti dikabulkan Tuhan.

"Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya," (Yakobus 5: 16).

"Tuhan itu jauh dari orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya, (Amsal 15: 29).

"orang
jujur dipimpin oleh ketulusannya, tapi pengkhianat dirusak oleh
kecurangan-nya. Pada hari kemurkaan harta tak berguna, tetapi kebenaran
melepaskan orang dari maut. jalan orang saleh diratakan oleh
kebenarannya, tapi orang fasik jatuh karena kefasikannya. orang yang
jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tapi pengkhianat tertangkap hawa
nafsunya. Harapan orang fasik gagal pada kematiannya, dan harapan orang
jahat jadi sia-sia. Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang
fasik menggantikan-nya." (Amsal 11: 3-Cool


Kedua, Yesus sendiri juga berdoa pada Tuhan, memohon agar dibebaskan dari cawan kematian.

"Ya
Bapaku, jikalau Engkau man, ambillah cawan ini dari padaku; tetapi
bukanlah kehendakku, melainkan kehendak–Mulah yang terjadi." (Lukas
22:42; Matius 26:39; Markus 14:36)


Ketiga, Doa Yesus dikabulkan oleh Tuhan dengan memberi kekuatan melalui malaikat.

"Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya." (Lukas 22: 43)

Karenanya,
berdasarkan ayat-ayat di atas bisa disimpulkan, jika Yesus mati di
tiang salib berarti Yesus orang fasik, karena doa-doanya yang
dipanjatkan sesaat sebelum disalib ditolak Tuhan. Sesuai ajaran mainstrem
Kristiani yang meyakini Yesus mati di tiang salib, ini berarti bahwa
Tuhan membiarkan Yesus disiksa dan disalib. Tapi, jika Yesus orang
benar, jujur dan saleh, maka Yesus akan selamat dan tidak disalib,
karena Tuhan mengabulkan doa-doanya.

Sementara itu, terhadap
pandangan aliran sesat Ahmadiyah yang meyakini bahwa Nabi Isa as (Yesus)
disalib sampai pingsan tapi tidak mati, al-Qur'an menolak keras
pandangan ini. Allah ta'ala berfirman, "Dan
karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih Isa
Putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya." (QS anNisa 157)


Ayat di atas
menjelaskan bahwa Nabi Isa as tidak pernah disalib yang menyebabkannya
pingsan maupun mati. Di kalangan ulama, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer) yang berakidah ahlus sunnah, tidak ada satu pun yang menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan bahwa nabi Isa as pernah disalib.

Ajaran
Ahmadiyah juga tidak meyakini bahwa Nabi Isa kelak akan turun menjadi
hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi. Alasannya,
karena Nabi Isa telah mati. Padahal, penjelasan tentang turunnya Nabi
Isa as menjelang hari kiamat telah diuraikan oleh Rasulullah saw dalam
sabdanya.

“Demi
Allah yang menguasai diriku, sungguh telah dekat waktunya Isa putra
Maryam akan turun kepada kalian untuk menjadi Hakim yang adil. la akan
menghancurkan salib dan membunuh babi, dan tidak menerima upeti (pajak).
Dan harta akan melimpah sehingga tidak seorang pun mau menerimanya,
sampai-sampai selembar sajadah itu lebih mahal baginya daripada dunia
seisinya," (HR Bukhari no 3448).


Kalangan
Ahmadiyah memahami hadits di atas tidak ditujukan untuk Nabi Isa
Israeli ini, melainkan untuk Mirza Ghulam Ahmad yang mereka percaya
sebagai Isa (Masih alma'ud). Inilah salah satu penyimpangan ajaran
Ahmadiyah yang sangat prinsipiil.


Padahal hadits di atas
riwayatnya sahih sehingga tak ada alasan menolak turunnya Nabi Isa as.
Hanya saja, dalam ajaran Islam, turunnya Nabi Isa itu bukan sebagai
Tuhan sebagaimana keyakinan umat Kristiani, tapi mengikuti syariat Nabi
Muhammad saw dan membenarkan ajaran Islam.

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 8:32 pm


@ atas
gak usah nafsir aneh-aneh..
jawab aja ini:

kalau nyawa sudah tidak ada
mati/pingsan?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Tue Apr 02, 2013 8:42 pm

jimatkalimasada wrote:
semua sama-sama menarasikan:
Ia menyerahkan nyawa-Nya
silakan dikupas secara tidak waras bahwa kalau sudah tidak bernyawa
berarti pingsan..
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)


Ini kupasannya :
Perhatikan masing-masing narasi tsb. Narasi Matius dan Markus sama redaksinya, tapi tidak menjelaskan apa yg disuarakan nyaring Yesus seperti pada narasi Lukas dan Yohanes. Tapi narasi Lukas dan Yohanes berbeda apa yg dikatakan Yesus. Dari redaksi ayat-ayat itu dapat diambil kesimpulan bahwa semua narasi itu tidak benar (berlainan) dan itu memang usaha orang (bukan murid2 Yesus yg semuanya tdk ada ditempat kejadian) untuk membenarkan tentang kematian Yesus. Sebab kematian (terlepasnya nyawa) Yesus tidak mungkin dapat diketahui orang lain, selain Tuhan dan Yesus sendiri.







Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 8:47 pm

Agapo wrote:
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya
.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)

nyawa sudah diserahkan..
silakan dikupas secara tak waras bahwa setelah nyawa diserahkan/tak benyawa
berarti pingsan...

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Tue Apr 02, 2013 8:53 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
semua sama-sama menarasikan:
Ia menyerahkan nyawa-Nya
silakan dikupas secara tidak waras bahwa kalau sudah tidak bernyawa
berarti pingsan..
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)


Ini kupasannya :
Perhatikan masing-masing narasi tsb. Narasi Matius dan Markus sama redaksinya, tapi tidak menjelaskan apa yg disuarakan nyaring Yesus seperti pada narasi Lukas dan Yohanes. Tapi narasi Lukas dan Yohanes berbeda apa yg dikatakan Yesus. Dari redaksi ayat-ayat itu dapat diambil kesimpulan bahwa semua narasi itu tidak benar (berlainan) dan itu memang usaha orang (bukan murid2 Yesus yg semuanya tdk ada ditempat kejadian) untuk membenarkan tentang kematian Yesus. Sebab kematian (terlepasnya nyawa) Yesus tidak mungkin dapat diketahui orang lain, selain Tuhan dan Yesus sendiri.






berpandukan Bible kalian yang empat:
Karenanya,jika Yesus mati di
tiang salib berarti Yesus orang fasik, karena doa-doanya yang
dipanjatkan sesaat sebelum disalib ditolak Tuhan. Sesuai ajaran mainstrem
Kristiani yang meyakini Yesus mati di tiang salib, ini berarti bahwa
Tuhan membiarkan Yesus disiksa dan disalib. Tapi, jika Yesus orang
benar, jujur dan saleh, maka Yesus akan selamat dan tidak disalib,
karena Tuhan mengabulkan doa-doanya.

Jadi jika kamu kata mati: maka yesus itu orang fasik kerana doanya tidak di makbulkan..
Jika kamu kata tidak mati: Yesus adalah orang yang gak fasik malahan benar..
Jadi kamu katakan Yesus itu mati kerana Nyawa diserahkan....maka apa tanggapan kamu????

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 9:13 pm

fiqazazfiq wrote:
Jadi jika kamu kata mati: maka yesus itu orang fasik kerana doanya tidak di makbulkan..
Jika kamu kata tidak mati: Yesus adalah orang yang gak fasik malahan benar..
Jadi kamu katakan Yesus itu mati kerana Nyawa diserahkan....maka apa tanggapan kamu????

- meminta kepada Tuhan boleh, tapi jangan maksakan kehendak!
- cerna poin 1: itu pengajarannya
- Yesus mati (bukan pingsan)

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Tue Apr 02, 2013 9:25 pm

jimatkalimasada wrote:
fiqazazfiq wrote:
Jadi jika kamu kata mati: maka yesus itu orang fasik kerana doanya tidak di makbulkan..
Jika kamu kata tidak mati: Yesus adalah orang yang gak fasik malahan benar..
Jadi kamu katakan Yesus itu mati kerana Nyawa diserahkan....maka apa tanggapan kamu????

- meminta kepada Tuhan boleh, tapi jangan maksakan kehendak!
- cerna poin 1: itu pengajarannya
- Yesus mati (bukan pingsan)

Jika Yesus itu sendiri anak tuhan, tapi dia mati atas kehendak tuhannya,,,itu yang kamu maksudkan??? Tuhan kalian itu tiga..jika Yesus mati di dunia bermakna tiada lagi tuhan kalian jadi tuhan kalian sudah mati???? atau mungkin kembali menyatu dengan Ruh kudus??? gimana pun carannya..Tuhan kamu telah mati ngak??? jika Raja majapahit Mati??? adakah mungkin tahtanya akan menjadi kosong....pasti ada pewaris baru bukan??pasti ada tuhan yang baru untuk kamu??? Mana tuhan baru kamu??? atau masih lagi menyatu dengan ruh kudus...Injil kalian sudah banyak versinya,,,jadi elokkan Yesus turun kembali setelah Mati???

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 9:42 pm

fiqazazfiq wrote:Jika Yesus itu sendiri anak tuhan, tapi dia mati atas kehendak tuhannya,,,itu yang kamu maksudkan??? Tuhan kalian itu tiga..jika Yesus mati di dunia bermakna tiada lagi tuhan kalian jadi tuhan kalian sudah mati???? atau mungkin kembali menyatu dengan Ruh kudus??? gimana pun carannya..Tuhan kamu telah mati ngak??? jika Raja majapahit Mati??? adakah mungkin tahtanya akan menjadi kosong....pasti ada pewaris baru bukan??pasti ada tuhan yang baru untuk kamu??? Mana tuhan baru kamu??? atau masih lagi menyatu dengan ruh kudus...Injil kalian sudah banyak versinya,,,jadi elokkan Yesus turun kembali setelah Mati???

omong apaan seh?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Tue Apr 02, 2013 9:49 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya
.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)

nyawa sudah diserahkan..
silakan dikupas secara tak waras bahwa setelah nyawa diserahkan/tak benyawa
berarti pingsan...
Kau tidak melihat redaksi kalimat keseluruhan (masing2) narasi, jelas semua itu tidak benar. Siapa yg bisa tahu lepasnya nyawa seseorang. Apalagi Yesus diatas tiang gantungan sendiri dan lemah. Nonsens manusia bisa melihat dan mendengar lepasnya nyawa !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Tue Apr 02, 2013 9:50 pm

jimatkalimasada wrote:
fiqazazfiq wrote:Jika Yesus itu sendiri anak tuhan, tapi dia mati atas kehendak tuhannya,,,itu yang kamu maksudkan??? Tuhan kalian itu tiga..jika Yesus mati di dunia bermakna tiada lagi tuhan kalian jadi tuhan kalian sudah mati???? atau mungkin kembali menyatu dengan Ruh kudus??? gimana pun carannya..Tuhan kamu telah mati ngak??? jika Raja majapahit Mati??? adakah mungkin tahtanya akan menjadi kosong....pasti ada pewaris baru bukan??pasti ada tuhan yang baru untuk kamu??? Mana tuhan baru kamu??? atau masih lagi menyatu dengan ruh kudus...Injil kalian sudah banyak versinya,,,jadi elokkan Yesus turun kembali setelah Mati???

omong apaan seh?

Jika tuhan kamu mati..mana tuhan kamu yang baru??? kok dibiarin sepi dunia ini tanpa tuhan??? siapa yang mahu uruskan siang dan malam..tapi siang dan malam tetap ada walau tuhan kalian sudah mati...aneh kan???? tuhan kan perlu memperlihat sosoknya...jadi mesti ada tuhan yang baru????

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 10:42 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya
.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)

nyawa sudah diserahkan..
silakan dikupas secara tak waras bahwa setelah nyawa diserahkan/tak benyawa
berarti pingsan...
Kau tidak melihat redaksi kalimat keseluruhan (masing2) narasi, jelas semua itu tidak benar. Siapa yg bisa tahu lepasnya nyawa seseorang. Apalagi Yesus diatas tiang gantungan sendiri dan lemah. Nonsens manusia bisa melihat dan mendengar lepasnya nyawa !

wartawan bikin laporan peristiwa juga tidak persis sama sudut pandang
apalagi kata per-katanya, tetapi luar biasanya poin ini semua MENULISKAN persis sama:
MENYERAHKAN NYAWANYA
kalau nyawa sudah tidak ada tetapi dibilang pingsan
berarti tidak waras

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Tue Apr 02, 2013 10:54 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya
.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)

nyawa sudah diserahkan..
silakan dikupas secara tak waras bahwa setelah nyawa diserahkan/tak benyawa
berarti pingsan...
Kau tidak melihat redaksi kalimat keseluruhan (masing2) narasi, jelas semua itu tidak benar. Siapa yg bisa tahu lepasnya nyawa seseorang. Apalagi Yesus diatas tiang gantungan sendiri dan lemah. Nonsens manusia bisa melihat dan mendengar lepasnya nyawa !

wartawan bikin laporan peristiwa juga tidak persis sama sudut pandang
apalagi kata per-katanya, tetapi luar biasanya poin ini semua MENULISKAN persis sama:
MENYERAHKAN NYAWANYA
kalau nyawa sudah tidak ada tetapi dibilang pingsan
berarti tidak waras

Tuhan kamu trinitas..maksudnya jika Yesus mati dia harus hidup dengan serta merta setelah mati..jika tidak konsep trinitas tidak terpakai..dan rantaian ketuhanan sudah putus..dan tuhan harus memperlihatkan sosoknya..maka baru dikira trinitas...maka mana sosok tuhan yesus sekarang..dia tidak boleh menyatu di Ruh Kudus kerana ianya trinitas bukan?? jadi dia harus muncul kepada satu sosok atau rupa...jadi mana tuhan baru kamu??? mungkin sudah bukan yesus lagi kok????

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Rhema on Tue Apr 02, 2013 11:02 pm

Ralat dikit dari artikel dari Agapo.
Yesus disalib mulai dari jam 9 pagi.

baca:

Markus 15:25
Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.

Rhema
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Male
Number of posts : 77
Reputation : 0
Points : 1428
Registration date : 2013-04-02

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Tue Apr 02, 2013 11:59 pm

fiqazazfiq wrote:Tuhan kamu trinitas..maksudnya jika Yesus mati dia harus hidup dengan serta merta setelah mati..jika tidak konsep trinitas tidak terpakai..dan rantaian ketuhanan sudah putus..dan tuhan harus memperlihatkan sosoknya..maka baru dikira trinitas...maka mana sosok tuhan yesus sekarang..dia tidak boleh menyatu di Ruh Kudus kerana ianya trinitas bukan?? jadi dia harus muncul kepada satu sosok atau rupa...jadi mana tuhan baru kamu??? mungkin sudah bukan yesus lagi kok????

omong apaan seh?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Wed Apr 03, 2013 1:12 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.(Mat.27:50)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.(Markus 15:37)

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu
Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan
nyawa-Nya
.(Lukas 23:46)


Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah
selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes 19:30)

nyawa sudah diserahkan..
silakan dikupas secara tak waras bahwa setelah nyawa diserahkan/tak benyawa
berarti pingsan...
Kau tidak melihat redaksi kalimat keseluruhan (masing2) narasi, jelas semua itu tidak benar. Siapa yg bisa tahu lepasnya nyawa seseorang. Apalagi Yesus diatas tiang gantungan sendiri dan lemah. Nonsens manusia bisa melihat dan mendengar lepasnya nyawa !

wartawan bikin laporan peristiwa juga tidak persis sama sudut pandang
apalagi kata per-katanya, tetapi luar biasanya poin ini semua MENULISKAN persis sama:
MENYERAHKAN NYAWANYA
kalau nyawa sudah tidak ada tetapi dibilang pingsan
berarti tidak waras
Itu semua narasi yang tidak kredible. Tidak ada bukti kalau ada orang yang tahu terlepasnya nyawa, apalagi Yesus saat itu ditempat yg tinggi. Narasi khayal alias ngarang doang !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 03, 2013 1:15 am

Agapo wrote:
Itu semua narasi yang tidak kredible. Tidak ada bukti kalau ada orang yang tahu terlepasnya nyawa, apalagi Yesus saat itu ditempat yg tinggi. Narasi khayal alias ngarang doang !

gak kredibel kok dijadikan referensi
gak waras

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Wed Apr 03, 2013 1:47 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Itu semua narasi yang tidak kredible. Tidak ada bukti kalau ada orang yang tahu terlepasnya nyawa, apalagi Yesus saat itu ditempat yg tinggi. Narasi khayal alias ngarang doang !

gak kredibel kok dijadikan referensi
gak waras
Khusus narasi matinya Yesus yg tidak kredible alias khayalan orang

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 03, 2013 1:50 am


lha itu gak warasnya..
penulis-penulisnya sama, dicomot dijadikan referensi
tapi dipihak lain dipertanyakan kredibilitas penulis maupun tulisannya yang lain

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Wed Apr 03, 2013 1:56 am

jimatkalimasada wrote:
lha itu gak warasnya..
penulis-penulisnya sama, dicomot dijadikan referensi
tapi dipihak lain dipertanyakan kredibilitas penulis maupun tulisannya yang lain
Kau yg tidak berpikir normal, narasi pemulis2 injil itu tahu dari mana kalau nyawanya Yesus itu diserahkan (mati) ? Mikir Jim !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 03, 2013 6:38 pm


(sebelumnya) Yesus sendiri berseru dengan suara nyaring:
"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Wed Apr 03, 2013 6:49 pm

jimatkalimasada wrote:
(sebelumnya) Yesus sendiri berseru dengan suara nyaring:
"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."

Nyaring??? jika ini hanya omongan paul gimana??? kenapaan sih kamu masih membuat rujukan pada bible yang diragui kebenarannya???? jika kamu benar pengikut yesus...coba kamu cari Manuskrip Asli dong...ini soal akhirat kamu..mati kamu dong...Sorga neraka kamu dong...jika kamu gak mau cari cukup aja kamu liat kontradiksi ayat bible..banyak benar dong...hidup mati kamu gak penting ya dong????

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 03, 2013 6:54 pm

fiqazazfiq wrote:Nyaring??? jika ini hanya omongan paul gimana??? kenapaan sih kamu masih membuat rujukan pada bible yang diragui kebenarannya????

jangan ikuti ketidak-warasan agapo!
menuduh tidak benar, tetapi dijadikan referensi

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Wed Apr 03, 2013 7:01 pm

jimatkalimasada wrote:
fiqazazfiq wrote:Nyaring??? jika ini hanya omongan paul gimana??? kenapaan sih kamu masih membuat rujukan pada bible yang diragui kebenarannya????

jangan ikuti ketidak-warasan agapo!
menuduh tidak benar, tetapi dijadikan referensi

Gimana jika emang benar Bible itu sudah gak asli lagi??? apa buktinya Bible kalian pegang sekarang asli dan tidak di ubah oleh manusia?? sedangkan Quran ramai kafir mencoba untuk merubahnya..inikan pula Bible yang sudah terbiar sepi...terus gimana kamu ingin berhujah isu ketuhanan jika sumbernya gak asli????

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 03, 2013 7:07 pm

fiqazazfiq wrote:
Gimana jika emang benar Bible itu sudah gak asli lagi??? apa buktinya Bible kalian pegang sekarang asli dan tidak di ubah oleh manusia?? sedangkan Quran ramai kafir mencoba untuk merubahnya..inikan pula Bible yang sudah terbiar sepi...terus gimana kamu ingin berhujah isu ketuhanan jika sumbernya gak asli????

tunjukkan isa disalib!

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Wed Apr 03, 2013 9:37 pm

jimatkalimasada wrote:
fiqazazfiq wrote:
Gimana jika emang benar Bible itu sudah gak asli lagi??? apa buktinya Bible kalian pegang sekarang asli dan tidak di ubah oleh manusia?? sedangkan Quran ramai kafir mencoba untuk merubahnya..inikan pula Bible yang sudah terbiar sepi...terus gimana kamu ingin berhujah isu ketuhanan jika sumbernya gak asli????

tunjukkan isa disalib!

Isa masih hidup gan dan dia gak pernah di salib..Adakah masih sukar untuk percaya Tuhan kamu masih Hidup dan di jaga Alloh sehingga sekarng dan hanya menunggu masa untuk turun ke bumi....sebaliknya Yudas disalib..Buktinya??? buktinya lihatlah alam semesta..pasti ada penciptanya..jika ada penciptanya mestiada wahyu Nya....melainkan anda Aties...Jika ada wahyuNya maka ada pesuruhNya...jika ada PesuruNya mesti ada Sorga dan NerakaNya...Jika ada S dan N..maka ada penghuniNya...jika ada penghuniNya maka itu adalah mereka yang gak percaya Allah..Jika Quran itu bersumberkan Riwayat..jika anda Tidak percayakan Riwayat..Baik jadi Aties aja dong...sama sama masuk neraka nanti kerana keduanya telah kabur dari Jlan Alloh......Jika manusia udah mati mana mungkin boleh hidup kembali gan...??? o ya terlupa...itu tuhan kamu...Nabi Isa itu tuhan Kamu...Kok kenapa tak di sembah Ruh Kudus aja...ato Tuhan Bapa Aja...kerana Yesus(Yudas) sudah ilang dong...Tuhan kamu hilang walau berjanji mau kekal hingga akhir Jaman...menurut Bible Paul kamu gan,,,

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Wed Apr 03, 2013 9:48 pm

jimatkalimasada wrote:
(sebelumnya) Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:
"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."
Itu narasi tetap saja tdk kredible, disamping dari mana informasi itu didapat penulis dan juga itu ungkapan tidak membuktikan kematian (lepasnya nyawa) Yesus. Sebab lepasnya nyawa orang saat itu tidak tahu. berbeda dengan jaman sekarang untuk memastikan kematian seseorang dokter atau yg ahlinya yg mengetahui sebuah kematian.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 03, 2013 11:07 pm

fiqazazfiq wrote:Isa masih hidup gan dan dia gak pernah di salib..

lha dia diapakan sama yahudi..
gak diapa-apakan?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 03, 2013 11:13 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
(sebelumnya) Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:
"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."
Itu narasi tetap saja tdk kredible, disamping dari mana informasi itu didapat penulis dan juga itu ungkapan tidak membuktikan kematian (lepasnya nyawa) Yesus. Sebab lepasnya nyawa orang saat itu tidak tahu. berbeda dengan jaman sekarang untuk memastikan kematian seseorang dokter atau yg ahlinya yg mengetahui sebuah kematian.

berseru dengan nyaring..
tentunya banyak yang denger, kecuali orangnya budheg atau kopoken
tentu bukan melihat lepasnya nyawa, tetapi melihatnya dalam kondisi mati
orang awam aja tahu seseorang mati atau pingsan, apalagi disitu ada prajurit
prajurit gak tahu orang sudah mati atau masih hidup, mending gak usa jadi prajurit
jadi ustat aja..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Thu Apr 04, 2013 8:09 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
(sebelumnya) Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:
"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."
Itu narasi tetap saja tdk kredible, disamping dari mana informasi itu didapat penulis dan juga itu ungkapan tidak membuktikan kematian (lepasnya nyawa) Yesus. Sebab lepasnya nyawa orang saat itu tidak tahu. berbeda dengan jaman sekarang untuk memastikan kematian seseorang dokter atau yg ahlinya yg mengetahui sebuah kematian.

berseru dengan nyaring..
tentunya banyak yang denger, kecuali orangnya budheg atau kopoken
tentu bukan melihat lepasnya nyawa, tetapi melihatnya dalam kondisi mati
orang awam aja tahu seseorang mati atau pingsan, apalagi disitu ada prajurit
prajurit gak tahu orang sudah mati atau masih hidup, mending gak usa jadi prajurit
jadi ustat aja..
Tapi itu tidak membuktikan kalau nyawanya Yesus benar-benar diambil Tuhannya. Apalagi mereka hanya melihat yang disangka mati, itu bisa saja. Faktanya Yesus masih hidup dan berkata kepada Maria Magdalena, "Aku belum kembali kepada Bapa". Pada saat ketemu murid2 dengan memperlihatkan luka2nya dan mengatakan bahwa dia bukan hantu lalu makan ikan goreng.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Thu Apr 04, 2013 10:43 am

jimatkalimasada wrote:
fiqazazfiq wrote:Isa masih hidup gan dan dia gak pernah di salib..

lha dia diapakan sama yahudi..
gak diapa-apakan?

Yesus=gak diapakan yahudi...
Yesus(Yudas)=Disalib
Yesus=Tuhan kamu
Yesus(Yudas)=tuhan Kamu
Rumus:Neraka yang kekal Abadi...

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by SHAGA77 on Thu Apr 04, 2013 11:25 am

Ijin Nyimak Gannn..... kayaknya seru nih


SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Thu Apr 04, 2013 9:33 pm

Agapo wrote:Tapi itu tidak membuktikan kalau nyawanya Yesus benar-benar diambil Tuhannya. Apalagi mereka hanya melihat yang disangka mati, itu bisa saja. Faktanya Yesus masih hidup dan berkata kepada Maria Magdalena, "Aku belum kembali kepada Bapa". Pada saat ketemu murid2 dengan memperlihatkan luka2nya dan mengatakan bahwa dia bukan hantu lalu makan ikan goreng.

lha bukti seperti apalagi maumu?
minta bukti keluarnya nyawa? ya ke RSJ aja sonoh..

ketemu MM karena sudah bangkit..
menunjukkan luka dan makan untuk menunjukkan Ia benar-benar bangkit, bukan jadi hantu..





jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Thu Apr 04, 2013 11:55 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:Tapi itu tidak membuktikan kalau nyawanya Yesus benar-benar diambil Tuhannya. Apalagi mereka hanya melihat yang disangka mati, itu bisa saja. Faktanya Yesus masih hidup dan berkata kepada Maria Magdalena, "Aku belum kembali kepada Bapa". Pada saat ketemu murid2 dengan memperlihatkan luka2nya dan mengatakan bahwa dia bukan hantu lalu makan ikan goreng.

lha bukti seperti apalagi maumu?
minta bukti keluarnya nyawa? ya ke RSJ aja sonoh..

ketemu MM karena sudah bangkit..
menunjukkan luka dan makan untuk menunjukkan Ia benar-benar bangkit, bukan jadi hantu..

Gak usah bukti jika kamu gak guna manuskrip Injil yang Asli...Bible Paul???? Banyak versi??? banyak kontradiksi???? gak ada abrogasi???? Yesus X Yesus(Yudas)...Injil(Alkitab) X Bible Paul..



fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Fri Apr 05, 2013 12:52 am

fiqazazfiq wrote:Yesus=gak diapakan yahudi...

berarti antara yahudi dan isa baik-baik saja...

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Fri Apr 05, 2013 12:55 am

fiqazazfiq wrote:Gak usah bukti jika kamu gak guna manuskrip Injil yang Asli...Bible Paul???? Banyak versi??? banyak kontradiksi???? gak ada abrogasi???? Yesus X Yesus(Yudas)...Injil(Alkitab) X Bible Paul..

teks ratusan bahkan ribuan tahun kamu cari..
mending kamu ke RSJ aja..

lha wong musaf asli quranmu yang beru kemarin dibikin aja
sudah gak ada, bahkan abunya juga gak ada
yang ada bikinan usman, yang satu versi bikinan usman


jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Apr 05, 2013 4:22 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:Tapi itu tidak membuktikan kalau nyawanya Yesus benar-benar diambil Tuhannya. Apalagi mereka hanya melihat yang disangka mati, itu bisa saja. Faktanya Yesus masih hidup dan berkata kepada Maria Magdalena, "Aku belum kembali kepada Bapa". Pada saat ketemu murid2 dengan memperlihatkan luka2nya dan mengatakan bahwa dia bukan hantu lalu makan ikan goreng.

lha bukti seperti apalagi maumu?
minta bukti keluarnya nyawa? ya ke RSJ aja sonoh..

ketemu MM karena sudah bangkit..
menunjukkan luka dan makan untuk menunjukkan Ia benar-benar bangkit, bukan jadi hantu..


Orang dibangkitkan dari kematian itu nanti bukan di dunia ini. Disini kebohongan kristen yg menganggap Yesusu masih hidup dalam peristiwa salib, tapi itu dianggap bangkit. Bukti-bukti Yesus masih hidup cukup banyak, tapi kristen berhaluniasi yg katanya itu Yesuus dibangkitkan. Itu pandai-pandainya paulus menyesatkan manusia.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Fri Apr 05, 2013 4:45 am

Agapo wrote: Bukti-bukti Yesus masih hidup cukup banyak, tapi kristen berhaluniasi yg katanya itu Yesuus dibangkitkan. Itu pandai-pandainya paulus menyesatkan manusia.[/color]

buktinya mati semua:
- menyerahkan nyawa
- nyawa sudah diserahkan
- dikafani dan dikubur
- dipastikan mati oleh pasukan
- kubur dijaga pasukan
- gak mungkin jumat sore pingsan dengan luka separah itu, minggu dini hari malah jalan-jalan
- malah memamerkan tangan yang berlobang
- dll

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Fri Apr 05, 2013 5:32 am

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote: Bukti-bukti Yesus masih hidup cukup banyak, tapi kristen berhaluniasi yg katanya itu Yesuus dibangkitkan. Itu pandai-pandainya paulus menyesatkan manusia.[/color]

buktinya mati semua:
- menyerahkan nyawa
- nyawa sudah diserahkan
- dikafani dan dikubur
- dipastikan mati oleh pasukan
- kubur dijaga pasukan
- gak mungkin jumat sore pingsan dengan luka separah itu, minggu dini hari malah jalan-jalan
- malah memamerkan tangan yang berlobang
- dll
Tapi faktanya Yesus masih hidup dan saat bertemu Maria Magdalena (istrinya?) Yesus bilang : "Aku belum kembali kepada Bapa" itu artinya Yesus belum mati. Bahkan selanjutnya bertemu para murid ditempat persembunyian mereka, dengan menunjukkan luka2nya sebab mereka nyangka itu hantu dan bahkan Yesus minta ikan goreng dan memakannya. Itu tanda atau bukti kalau Yesus masih hidup.
Kebangkitan manusia itu tidak terjadi di dunia. manusia itu hanya mati sekali dan kelak dibangkitkan diakherat. Jadi Yesus itu benar-benar masih hidup.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Fri Apr 05, 2013 6:03 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote: Bukti-bukti Yesus masih hidup cukup banyak, tapi kristen berhaluniasi yg katanya itu Yesuus dibangkitkan. Itu pandai-pandainya paulus menyesatkan manusia.[/color]

buktinya mati semua:
- menyerahkan nyawa
- nyawa sudah diserahkan
- dikafani dan dikubur
- dipastikan mati oleh pasukan
- kubur dijaga pasukan
- gak mungkin jumat sore pingsan dengan luka separah itu, minggu dini hari malah jalan-jalan
- malah memamerkan tangan yang berlobang
- dll
Tapi faktanya Yesus masih hidup dan saat bertemu Maria Magdalena (istrinya?) Yesus bilang : "Aku belum kembali kepada Bapa" itu artinya Yesus belum mati. Bahkan selanjutnya bertemu para murid ditempat persembunyian mereka, dengan menunjukkan luka2nya sebab mereka nyangka itu hantu dan bahkan Yesus minta ikan goreng dan memakannya. Itu tanda atau bukti kalau Yesus masih hidup.
Kebangkitan manusia itu tidak terjadi di dunia. manusia itu hanya mati sekali dan kelak dibangkitkan diakherat. Jadi Yesus itu benar-benar masih hidup.

buktinya mati semua:
- menyerahkan nyawa
- nyawa sudah diserahkan
- dikafani dan dikubur
- dipastikan mati oleh pasukan
- kubur dijaga pasukan
- gak mungkin jumat sore pingsan dengan luka separah itu, minggu dini hari malah jalan-jalan
- malah memamerkan tangan yang berlobang
- Nama aku Paul, aku yang ubah Injil menjadi Bible..Kok aku bisa mati..masakan aku mati??? Aku pendosa jika aku mati, trus adakah Yesus(Yudas) akan selamatkan aku sedangkan cerita ini karangan aku????Makanya aku ada agama lain gan...Krsten ini hanya Blacksheep...Aku gak bodoh percaya yang aku sendiri tulis....Kristen tertipu...Hidup Yahudi...Sedangkan Yahudi mahu bunuh Yesus...gimana dengan kitabNya injil...????Nah Bible kamu...!!!baca dan buat pedoman ya....Yesus(Yudas) akan selamatkan mu...Dosamu akan diampunkan...Bodoh banget manusia....

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by fiqazazfiq on Fri Apr 05, 2013 8:29 pm

jimatkalimasada wrote:
fiqazazfiq wrote:Yesus=gak diapakan yahudi...

berarti antara yahudi dan isa baik-baik saja...

Yesus=Gak diapakan yahudi
Yesus(Yudas)= Disalib

Bumi Bulat walau mendatar:
contoh:
Aku d jaman 2013: Aku pasti tahu bahawa Bumi ini bulat
Kamu di jaman majapahit: kamu pasti tahu bumi ini mendatar Tapi kamu Pasti tidak tahu bahawa bumi ini Bulat...
Maka Islam tahu Yesus gak diapakan Yahudi, Yahudi tahu mereka telah Bunuh Yesus(Yudas) dan "membunuh" juga Injilnya....gimana ini boleh berlaku...???? mati tapi hidup??? hidup tapi mati???gampang aja....
Karena Tuhan kamu: Tuhan kamu Yesus(Yudas) itu bukannya Yesus...dan...
Yesus kitabnya Injil, Yesus(Yudas) kitabnya Bible Paul....

fiqazazfiq
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 200
Reputation : 1
Points : 1552
Registration date : 2013-03-31

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by SHAGA77 on Sat Apr 06, 2013 3:52 pm

PENDAHULUAN
Melihat banyaknya perdebatan di berbagai hal membuat saya tergelitik untuk meluruskan apa yang diperdebatkan.
Masalah iman dan ajaran Kristen dan Islam ataupun dengan agama2 lain, sudah ada sejak dahulu dan tidak akan pernah habis apalagi mencapi sebuah titik temu karena memang dasar akidahnya yang berbeda.
Saya tidak membahas tentang agama lain, saya hanya menyoroti Islam dan Kristen.

Dari banyak perdebatan yang pernah saya lihat, jika seseorang sudah terjerat ke dalam sebuah perdebatan maka masing2 dari mereka selalu ngotot dan merasa apa yang mereka yakini dan ketahui adalah 'KEBENARAN SEJATI' dan akhirnya tertutup untuk penjelasan orang lain.
Hal ini tidak salah jika keyakinan itu HANYA UNTUK KONSUMSI PRIBADI karena justru mempertebal iman kita yang membawa dampak lebih khusyuk lagi kita beribadah menurut keyakinan kita.
Tetapi tatkala hal ini dipakai dalam suatu diskusi, maka yang timbul adalah sebuah percecokan yang akhirnya menjurus caci maki dan penghinaan kepada masing2.

Sebelum memulai sebuah diskusi, hal yang perlu kita lakukan agar wawasan kita semakin luas dan kita maju dalam berfikir:
1. Tanggalkan 'ego' kita, silahkan beragumen dengan memberikan bukti-bukti teks (text proof) dan biarkan lawan diskusi anda mengkaji dan memberi sanggahan terhadap bukti teks anda.
2. Terbuka terhadap sanggahan lawan diskusi anda. Teliti dan kaji lebih dalam sanggahan lawan diskusi anda dan bandingkan dengan referensi anda yang anda dapat BUKAN HANYA DARI PIHAK SEKUTU ANDA tetapi pelajari dan cari referensi yang lebih luas dari LUAR SEKUTU ANDA.
3. Gunakan kebenaran dari NURANI ANDA sendiri, jujur terhadap diri anda sendiri. Jika memang sanggahan yang diberikan LEBIH BENAR dan maka kita pun harus berani mengakuinya, bukannya justru mencari-cari (memaksakan) sebuah sanggahan yang di luar topik pembahasan.
4. Jauhi caci maki, tekan emosional anda karena dengan seperti itu maka anda dapat berpikir jauh lebih sehat dan logis.

Dalam suatu diskusi (saya lebih senang menggunakan kata ini dapada kata debat), saya lebih cenderung menyimak dulu para pesertanya, jika yang masuk ke dalam diskusi itu para persertanya mampu terbuka dan tidak emosional, maka biasanya saya akan bergabung, dalam topik apapun. Tapi jika pesertanya hanya orang2 yang saling hujat, maaf.. saya bukan orang seperti itu. Saya ingin menyatakan bahwa tujuan dari diskusi ini HANYA UNTUK PEMBELAJARAN DAN PENAMBAH WAWASAN KITA.


DISKUSI PERTAMA
Saya tertarik dengan TS di sini yang mengajukan beberapa text proof sebagai refensinya... awal yang sangat baik, dan saya akan coba sedikit meluruskan apa yang anda sampaikan. Bagi yang ingin bergabung...
hanya ada 2 syarat saya akan menjawab anda yaitu: pertama, tidak OOT (Out Of Topic) dan kedua, tidak ada hujatan atau caci maki.

Jawaban saya untuk TS:

Sebelum lebih jauh melangkah, saya rasa anda juga akan setuju dengan saya untuk hal2 ini:
1. Dalam memahami sebuah cerita, kita tidak bisa memetik 1 paragraf saja. Kita harus membaca SELURUH ISI cerita tersebut, baru kita tahu apa yang ingin disampaikan penulis.
2. Nilai dari sebuah "tafsiran" tidaklah ABSOLUT (KEBENARAN yang mutlak). Kita tidak bisa menyalahkan sebuah tafsiran dan akhirnya memaksakan tafsiran kita kepada orang lain.
3. Jangan memaksakan IMAN (apa yang kita percayai) kepada orang lain, karena apa yang DIIMANI orang lain berbeda dengan kita. Terima dan hargai perbedaan itu karena IMAN tidak dapat dipaksakan dan disalahkan.

# Anda mengutip: Lukas 22:35-36 dan Lukas 22:38 dan anda berpendapat:
Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi. Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan dan diakhir kalimat anda menambahkan :
Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh.
Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!! Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!

# Jawaban saya:
Jika kita membaca seluruh ayat dalam Lukas 22 mulai dari ayat 1 s/d ayat 71, ini menggambarkan bagaimana Yesus dikhianati, mengadakan perjamuan perpisahan dan ditangkap. Ayat kutipan anda adalah nasehat Yesus kepada para murid-Nya pada waktu perjamuan perpisahan. Yesus tahu bahwa setelah Dia ditangkap dan dihukum mati maka pemerintah Romawi akan menangkap juga para pengikut2 ajaran-Nya, maka para murid yang diberikan tanggung jawab menyebarkan ajaran-Nya, disuruh pergi keluar dari kota ini.
Dalam sebuah perjalanan yang jauh diperlukan persiapan2 (bekal) dalam perjalanan, dan mereka juga mempersiapkan diri mereka dengan pedang karena situasi saat itu membuat mereka harus mempersiapkannya sebagai perlindungan terhadap diri mereka sendiri.
Logika sederhana : Jika memang Yesus ingin melawan, kenapa hanya Dia dan murid2-Nya saja yang melawan? Kenyataannya pendukung Yesus (orang-orang yang mempercayai ajaran-Nya) pada waktu itu banyak dan mungkin sanggup untuk menghalau tentara jika hanya sekedar untuk menyelamatkan Yesus dengan cara melarikan diri keluar dari kota itu. Tapi kenapa cara yang sangat jitu seperti ini tidak dilakukan? Karena Yesus tidak berniat melawan ataupun melarikan diri.
Asumsi 'pedang roh' adalah SALAH. Karena memang tidak merujuk kepada hal tersebut. Jadi jika ada orang Kristen yang mengasumsikannya, anda dapat mengukur sejauh mana pengetahuan orang tersebut tentang Kristen dan Alkitab.


DISKUSI KEDUA
@Sesi 1:
# Anda mengutip: Matius 26:36-37 dan anda berpendapat:
Yesus membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) ke dalam kebun untuk membuat jalur pertahanan.

# Jawaban saya:
Kembali lagi anda memenggal sebuah ayat tanpa membaca seluruh isinya... Jika anda membaca sampai habis isi ayat ini, maka jelas statement anda salah. Mari kita buktikan.
- ayat 40-41, Yesus selesai berdoa dan melihat kepada murid2-Nya lalu memberikan nasehat
- ayat 42-43, Yesus selesai berdoa dan kembali melihat murid2-Nya tertidur lalu membiarkan.
- ayat 44-46, Yesus selesai berdoa dan kembali kepada murid2-Nya lalu membangunkan mereka.
Jika asumsi anda benar, kenapa Yesus tidak membangunkan mereka (pada ayat 42 dst...) dan memarahi mereka?
Karena Yesus mengajak mereka bukan untuk bertahan diri dari penangkapan tetapi ada alasan "tersendiri" yaitu: ikut serta berdoa dengan Dia karena mereka telah dan akan melakukan dosa, mari kita selidiki :
- 2 anak Zebedeus, merupakan nelayan Galilea yang sangat temperamental dan kurang mengerti maksud kedatangan-Nya. Beberapa kali mereka ditegur Yesus seperti dalam: Markus 10:39 dan Lukas 9:54.
- Petrus, seorang dari Betsaida dan menetap di Kapernaum, bekerja sebagai nelayan. Dia juga merupakan sosok yang temperamental dan dikenal memiliki pendirian yang teguh, oleh karena itu dijuluki 'batu karang'. Kita baca dalam Matius 26:31-35 (nubuat penyangkalan Petrus) dan Matius 26:69-75 (penyangkalan Petrus). Ia melakukan kesalahan dan dosa yang cukup fatal.
Jadi, mereka diajak Yesus agar mereka berdoa bersama dengan Dia, memohon pengampunan dan lebih dapat memahami makna ajaran Yesus, bukan seperti asumsi anda.

@Sesi 2:
# Anda mengutip: Matius 26:38-39 dan anda berpendapat:
Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa ‘cawan’ dalam ayat tersebut bermaksud percobaan dan fitnah Yahudi, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban.
Jadi Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.
Lalu anda menyimpulkan:
Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:
Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.

# Jawaban saya:
Ini sangat menarik dan dibahas dibanyak perdebatan karena merupakan salah satu dasar dari IMAN KRISTEN yang tidak pernah bisa diterima oleh umat lain sebagai sesuatu kebenaran. Asumsi anda di atas memiliki 20% kebenaran atas apa yang diyakini oleh umat Kristen.
- BENAR bahwa 'Cawan' yang anda maksud adalah penderitaan dalam penyaliban tetapi penyaliban bukan sebuah percobaan tapi merupakan sebuah keharusan karena menjadi beban tanggung jawab.
- BENAR bahwa Yesus 'takut' menghadapinya dan meminta untuk terbebas dari penyaliban. Untuk menjawab pertanyaan ini, saya harus sedikit menjelaskan IMAN DASAR KRISTEN. Saya tidak meminta anda untuk meyakini hal yang sama, tetapi anda juga tidak berhak menyalahkan keimanan seseorang terhadap apa yang mereka yakini. Hal ini untuk memperluas wawasan anda mengenai Iman Kristen.

Ada 3 hal mendasar dalam IMAN KRISTEN, yaitu:
1. Karya penciptaan Allah, segala yang ada diciptakan Allah dan semua yang diciptakan-Nya adalah BAIK.
2. Karya penyelamatan manusia melalui Yesus, yang akan kita bahas selanjutnya.
3. Karya penyertaan Allah melalui Roh Kudus bagi mereka yang menerima kedua hal di atas.
Masalah yang anda bahas saat ini ada di point ke-2 (karya penyelamatan)

Penjelasan di bawah ini merupakan sebuah benang merah dari persamaan, perbedaan dan akar masalah perdebatan Islam-Kristen. Mungkin sebagian orang tidak akan menerima, saya juga tidak berharap HARUS diterima.
Hanya saja bagi anda yang mau berpikir dan mengkaji lebih dalam maka akan dapat memahami artinya.

Dalam Kristen, ada pembagian yang tegas dan jelas untuk Alkitab yaitu PERJANJIAN LAMA dan PERJANJIAN BARU,
apa yang menjadi batasannya?
PERJANJIAN LAMA berisikan kisah2 Nabi dan perwartaan Injil sebelum Yesus
PERJANJIAN BARU berisikan kehidupan Yesus dan perwartaan Injil setelah kematian-Nya.
Itu penting...

Dalam theologi Kristen, dapat disimpulkan bahwa:

# ALLAH yang digambarkan dalam PERJANJIAN LAMA adalah Allah/YHWH yang keras, tegas dan mengambil tindakan langsung dalam memimpin nabi-Nya.
contoh : menjadi tiang awan dan tiang api sewaktu mempimpin Musa keluar dari tanah Mesir, membumihanguskan Sodom dan Gomorah, memberikan air bah untuk menghukum manusia dan hanya menyelamatkan Nuh serta keluarganya saja bahkan membakar dengan api kedua anak imam HARUN.

Banyak hal2 yang langsung dilakukan ALLAH kepada umatNya untuk menyatakan kebesaran, kekuasaan dan keagungan-Nya agar mereka percaya dan tidak melanggar apa yang menjadi ketentuan-Nya oleh karena itu 10 perintah Allah pun diberikan secara langsung oleh ALLAH kepada Musa yang berisi apa yang diinginkan ALLAH kepada umat yang dicintai-Nya.

Jadi ketika ayat2 yang menceritakan kisah pembalasan Allah/hukuman Allah kepada manusia sudah tidak mengherankan lagi dan memang seperti itu adanya.
INI YANG TERPENTING, justru hal itu memberikan sebuah KEJELASAN DAN REALITA bahwa MUHAMMAD menggambarkan ALLAH seperti ALLAH yang ada dalam PERJANJIAN LAMA. Karena memang 5 kitab terdahulu dalam Alkitab diadopsi ke dalam Al'quran (ini merupakan fakta), jadi gambaran seperti Allah yang menurunkan perintah untuk membunuh dan menghukum para musuh-Nya ada di dalam ALKITAB PERJANJIAN LAMA DAN AL'QURAN. Ini persamaan dari Islam-Kristen.

# ALLAH yg digambarkan dalam PERJANJIAN BARU adalah Allah yang lembut dan membimbing serta mengasihi umat-Nya, tidak memberikan hukuman secara langsung (bertindak secara langsung). Penyampaian cinta kasih Allah dan bimbingan kepada umat-Nya seperti hubungan Bapak dan anak2nya di dalam keluarga, oleh sebab itu Allah senantiasa dipanggil "Bapa" dan para umat menyebut diri sebagai anak2 Allah,
penyampaian Cinta Kasih ini dilakukan Allah melalui Yesus. Jadi anda tidak akan menemukan lagi Allah yang menhukum langsung atau
memerintahkan peperangan/pembunuhan seperti di dalam PERJANJIAN LAMA.
Allah mengambil suatu inisiatif tindakan yang lebih bijaksana dengan menyediakan "JALAN" bagi orang-orang yang mau taat kepada-Nya dan sebagai "PENDAMAI" dengan diri-Nya.

ALLAH itu SUCI dan TIDAK BISA BERCAMPUR dengan dosa, sedangkan Allah tahu bahwa TIDAK ADA 1 manusia pun yang TIDAK BERDOSA. Lalu apakah Allah akan melepaskan begitu saja seluruh manusia yang tidak dapat bersatu dengan-Nya karena belenggu dosa?
Allah sadar bahwa sehebat apapun manusia berusaha, pasti akan tetap ada dosa sekecil apapun yang akan dilakukan, jadi tetap tidak bisa luput dari dosa. Oleh karena itu Allah memberikan "SEORANG PENDAMAI" antara ALLAH dan umat-Nya

Ada 2 kriteria PENTING yang harus dipenuhi "SEORANG PENDAMAI", yaitu:
1. DIA HARUS SUCI TANPA ADA SEDIKIT DOSA PUN, karena bagaimana dia bisa menghubungkan manusia yang berdosa dengan Allah yang suci kalo "PENDAMAI"nya sendiri berdosa. untuk alasan inilah oleh karena itu YESUS lahir tanpa "bapak duniawi", tidak melalui proses hubungan badan seperti layaknya manusia biasa. Dia lahir dari Roh Allah sendiri, ini mujizat yang oleh Islam sendiri diakui.
2. DIA HARUS MENJADI MANUSIA, karena untuk dapat menyampaikan maksud Allah kepada seluruh umat-Nya. untuk alasan inilah Roh Allah dititipkan ke dalam rahim perawan untuk lahir sebagai manusia dan menjadi manusia. Oleh karena itu di dalam Yesus sendiri ada 2 sisi yang tidak pernah dimiliki oleh manusia manapun, meskipun seorang Rasul atau Nabi dari jaman dunia diciptakan sampai sekarang, yaitu sisi Ke-Allah-an dan sisi ke-Manusia-an secara utuh.
Siapapun saya BERANI TANTANG untuk menunjukkan 1 saja perlakuan YESUS YANG BERDOSA, Silahkan anda tunjukan !!!

Pesan Allah yang dibawa oleh Yesus adalah 2 hal yaitu:
= CINTAILAH TUHAN ALLLAH-MU DENGAN SEGENAP HATIMU, SEGENAP JIWAMU DAN SEGENAP AKAL BUDIMU.
= CINTAILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI ENGKAU MENCINTAI DIRIMU SENDIRI.

Kedua ajaran Yesus itu dianggap sebagai "Penghapusan" ajaran 10 perintah Allah oleh orang2 Farisi dan ahli2 Taurat yang waktu itu masih berpegang teguh terhadap Pejanjian Lama.
Namun jika dipahami lebih dalam, ajaran "baru" yang dibawa Yesus merupakan rumusan tepat dari 10 perintah Allah. Jadi sebagai penggenapan bukan penghapusan. Tetapi karena kebiasaan dan pengaruh kuat dari para ahli Taurat yang merasa tersaingi maka YESUS pun DITOLAK dan sampai akhirnya disalibkan. Hal ini memang hal HARUS DIJALANI dan MENJADI KETETAPAN ALLAH, kenapa?
Tradisi dari Jaman Abraham sampai kelahiran Yesus, cara pembayaran dosa adalah dengan "KORBAN" (darah).
Hal ini juga yang menjadi dasar TRADISI IDUL ADHA dalam ISlam. Hanya dengan cara pencurahan darah KORBAN TEBUSAN saja maka akan dapat menyucikan kembali dan menghapus dosa yang berarti berdamai kembali dengan kesucian ALLAH.
Oleh karena TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB inilah kenapa YESUS SEBAGAI MANUSIA YANG MENJADI KORBAN TEBUSAN HARUS MENGALAMI KEMATIAN DI KAYU SALIB. INI ADALAH DASAR DARI IMAN KRISTEN yang merupakan perbedaan terbesar yang tidak bisa diterima oleh para muslim.

Korelasinya dengan pertanyaan anda adalah:
- BENAR 100% Yesus (DARI SISI MANUSIA SEUTUHNYA) takut menghadapi penyaliban, dan hal itu sesuatu yang wajar. oleh karena itu Dia meminta dan berdoa agar terhindar dari hal itu. Akan tetapi jika anda membaca ayat2 selanjutnya, maka Yesus sendiri pun memang menyadari dan menerima BEBAN TANGGUNG JAWAB DAN TUJUANNYA DI DUNIA. Dan dari penjelasan panjang di atas, saya rasa pertanyaan2 anda sejauh ini telah terjawab.

Untuk pertanyaan selanjutnya sengaja saya pisahkan di postingan lain agar tidak terlalu menumpuk dan mudah dipelajari.

salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by SHAGA77 on Sat Apr 06, 2013 4:10 pm

DISKUSI KETIGA
# Anda mengutip: Yohanes 18:12, Matius 26:57, Markus 14:50 dan anda berasumsi:
Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuh-musuhnya, murid-muridnya justru enggan menampakkan batang hidungnya.

# Jawaban saya:
Adalah hal yang lumrah sebagai manusia biasa melarikan diri agar terhindar dari masalah. Bahkan seorang 'Petrus' pun yang terkenal paling pemberani dan paling tangguh di antara para murid Yesus, akhirnya menyangkal mengenal Yesus.
Diluar rasa takut mereka, ada juga beban tanggung jawab mereka untuk meneruskan ajaran2 Yesus, jadi mereka akan berusaha menghindari masalah agar tidak tertangkap.


# Anda mengutip: Yohanes 18:19-23 dan dibandingkan dengan Yesaya 53:7 dan anda berasumsi:
- Kekristenan menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan.
- Ternyata Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya dan tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut.

# Jawaban saya:
- Kalau anda membaca 18:19-23, adakah 1 ayat pun yang mengungkapkan penolakan Yesus terhadap hukuman penyaliban dengan
meminta pengampunan dari para imam? Di sini Yesus hanya menunjukkan bahwa apa yang Dia ajarkan adalah KEBENARAN dan bukan suatu KESALAHAN. Hal ini HARUS dilakukan oleh Yesus untuk menyadarkan mereka dan sebagai pengajaran terakhir dari Yesus. Jadi saat itu Yesus hanya memberikan ajaran yang memang harus disampaikan berkenaan dengan tugasNya di dunia, bukan bentuk penyangkalan apalagi memohon ampunan.
- Di dalam Yesaya, jika anda membaca seluruh isi ayatnya maka anda akan mengerti bahwa yang dimaksud dengan membuka mulut adalah melawan dan menyangkal tanpa bisa menerima hukuman yang memang harus dijalani. Jadi bukannya tidak boleh memberikan pengajaran atau menyampaikan kebenaran.


# Anda mengutip: Yohanes 11:50 dan anda berasumsi:
Apa maksud bahwa Yesus mati untuk seluruh bangsa?

# Jawaban saya:
Ya... Yesus mati bagi seluruh bangsa, namun kematian-Nya HANYA BERARTI bagi mereka yang bisa menerima, memahami dan beriman kepada-Nya. Jadi jika orang yang tidak melakukan hal itu, maka kematian-Nya tidak ada berarti apa-apa terhadap mereka


# Anda mengutip: Yohanes 11:47-48; 53, Yohanes 18:31; 38b, Matius 27:2; 18. Dan anda berasumsi:
- Menurut Pilatus, Yesus tidak membahayakan negaranya, orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat melongsorkan otoritas mereka
- Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.
- Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah Pilatus pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.

# Jawaban saya:
Apa yang anda asumsikan memang benar, Pilatus sendiri tidak menemukan kesalahan pada Yesus apalagi membahayakan negara oleh
karena itu dia membela Yesus. Karena tidak menemukan kesalahan, maka dia tidak bisa memberikan titah untuk penyaliban.
Tapi penyaliban itu merupakan desakan dari para imam besar yang sangat berpengaruh, diakhir sidang Pilatus sendiri mencuci tangan sambil berucap 'Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!' dan apa yang mereka katakan, 'Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!' (Matius 27:24-25).
Jadi jelas bahwa keputusan penyaliban itu dibuat bukan karena Pilatus menemukan kesalahan pada Yesus, tapi akibat desakan dari para imam besar dan pengikutnya yang didasari dari benci dan dengki.


DISKUSI KEEMPAT

# Anda mengutip: Proses penyaliban dan kematian Yesus, disertai argumen medis Dr.W.B.Primrose serta penjelasan mengenai Vinegar, dst... akan terlalu memakan tempat jika harus saya tulis ulang.
Bagi yang ingin membaca kembali argumen TS, silahkan baca di atas (postingan awal).

# Jawaban saya:
Apa yang anda kutip merupakan perdebatan lama dari banyak orang. Sebagian memberikan asumsi Yesus hanya pingsan dengan berbagai argumen seperti yang anda kemukakan, namun tidak kalah banyak juga argumen dan bukti medis yang menyatakan bahwa Yesus mati waktu penyaliban.
1. Di sini saya hanya menyikapi bahwa Sebagai orang Kristen saya yakin akan kematian Yesus di salib karena memang membawa makna yang besar dalam kehidupan saya, masalah sebagian orang di dunia ini menyangkal dan tidak mempercayainya, itu hak mereka.
Seperti yang saya katakan bahwa tatkala suatu hal itu telah menyangkut "IMAN" maka tidak akan dapat dipersalahkan.
Contoh gampang : (maaf jika sedikit keluar konteks, ini hanya contoh)
Dalam Islam, saya yakin 100% bahwa anda percaya dengan sepenuh hati dengan peristiwa Isra and Mi'raj. Namun hal itu pun banyak menimbulkan perdebatan sengit di antara pemuka2 agama di dunia. Sebagian percaya, sebagian lagi tidak. Namun apakah bisa dipersalahkan jika anda mempercayai hal itu? ataupun sebaliknya... itu menyangkut IMAN dan KEPERCAYAAN.
2. Melihat banyak orang2 yang mencoba menyangkal kematian Yesus, saya ingin bertanya kepada mereka...
Masalah kematian memang bisa anda sangkal dengan mengajukan bukti ini-itu, tapi bisakah anda menyangkal kelahiran Yesus yang tanpa bapak duniawi? (Islam pun mengajarkan dan mempercayai hal ini bahwa Isa putra Maryam lahir dari ruh) Adakah 1 orang pun di dunia ini yang berani menyangkal dan membuktikan ketidakbenarannya? Kenapa hal yang ini bisa lebih diterima daripada proses kematian di salib yang sebelumnya melalui proses penyiksaan (dicambuk).

Mungkin anda menganggap saya hanya berkelit karena tidak punya argumen2 medis yang menyatakan Yesus benar2 mati di salib.
Berikut saya berikan refensinya, silahkan anda baca dan telusuri sendiri:
1. Situs: karena tidak diperbolehkan admin, maka saya tidak cantumkan di sini, silahkan anda PM saya untuk mendapatkannya.

2. Buku:
- Yesus yang disalib Bagiku, Mark A. Marinella, M.D. F.A.C.P.
- Journal of the American Medical Association 1986, Dr.William D.Edwards
- The Case for Easter, Lee Strobel
- Antiquities of the Jews-Book XVIII, Flavius Josephus
- The Death of Peregrines, Lucianus Samosata
- Lee Strobel, Alexander Metherell, M.D., PH.D
- A Physician Testifies About the Crucifixion, Dr.C.Thruman Davis
dan masih banyak lagi jika dituliskan semua di sini.

3. Argumen dan Asumsi:
- Dr.William D Edwards, W. J. Gabel dan Floyd E. Hosmer
Yesus dicambuk dan dijatuhi hukuman mati melalui penyaliban. Pencambukan menghasilkan luka robek lurus tidak beraturan yang dalam dan banyak kehilangan darah, dan kemungkinan terkena syok hipovolemik (berkaitan dengan penurunan dalam volume sirkulasi darah),
sebagaimana dibuktikan oleh fakta bahwa Yesus terlalu lemah untuk membawa salib ke Golgota.
Ditempat penyaliban, pergelangan tangan dipaku ke patibulum dan setelah patibilum diangkat ke tiang tegak (stipes), kaki-Nya dipaku ke stipes. Efek patofisiologis utama dari penyaliban adalah gangguan pernapasan yang normal. Oleh kematian terutama disebabkan syok hipovolemik dan asfiksia kelelahan. Kematian Yesus dipastikan oleh tusukan tombak seorang prajurit ke rusuk-Nya. Interpretasi medis modern atas bukti historis menunjukkan bahwa Yesus telah mati ketika diturunkan dari salib.

- Frederick T. Zugibe, M.S. M.D. Ph.D. FCAP. FACC. FAAFS.
Kepala Penguji Medis Rockland County, New York dan Ajun Persatuan Profesor Patologi di Columbia University College pada bagian Dokter dan Ahli Bedah, New York. Prof. Zugibe melakukan beberapa eksperimen untuk mempelajari kesimpulan yang diberikan oleh Pierre Barbet (mengenai kain kafan turin), ternyata hasil yang ia peroleh sangat luar biasa. Prof. Zugibe melakukan tiga eksperimen yang melibatkan sepuluh sukarelawan yang berumur sekitar 20-35 tahun.
Berikut “penyebab kematian” berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Prof. Zugibe : “Agar dapat sampai pada Penyebab kematian yang paling mungkin, adalah penting untuk memeriksa urutan dari
semua peristiwa dari Getsemani melalui Kalvari, penderitaan mental yang berat dipamerkan di Taman Getsemani akan menyebabkan beberapa kehilangan volume darah baik dari berkeringat dan hematidrosis dan memicu yang ditandai kelemahan… bagian ini (proses penyiksaan) dan rasa sakit tak henti-hentinya dinding dada dari pencambukan yang akan sangat memperburuk keadaan shock trauma dan keringat berlebihan yang disebabkan oleh trauma yang sedang berlangsung dan oleh matahari panas, akan menyebabkan peningkatan derajat syok hipovolemik.
dan masih banyak lagi argumen2 para medis yang mendukung kebenaran kematian Yesus di salib. Jadi kalau kita hanya terfokus pada hal ini sama saja dengan buang2 waktu karena kita pasti akan copas (copy-paste) dari hasil tulisan2 mereka.


DISKUSI KELIMA
# Anda mengutip: Masalah kebangkitan dari kubur yang diasumsikan dengan proses penyembuhan Yesus dan pelarian-Nya. Kembali bagi yang ingin membaca kembali argumen TS, silahkan baca di atas (postingan awal).

# Saya menjawab:
Asumsi anda benar bagi mereka yang TIDAK PERCAYA dengan kematian Yesus disalib. Orang bebas berasumsi apapun jika tidak mempercayai sebuah peristiwa. Dan saya tidak bisa menyalahkan anda untuk berasumsi demikian.
Namun saya sendiri dan bagi orang2 Kristen memiliki kepercayaan yang tidak dapat anda persalahkan bahwa Yesus mati disalib dan bangkit pada hari ketiga lalu menampakkan diri kepada para murid-Nya.
Kenapa saya tidak mau mendebat anda di sini, karena hal ini sudah menjadi bahan perdebatan seperti pada DISKUSI KEEMPAT tadi. Hanya buang2 waktu dengan meng-copas (copy-paste) argumen2 mereka yang sudah pernah membahasnya.

Gagasan bahwa Yesus tidak pernah benar-benar mati muncul pada tulisan di abad ketujuh. Di situ dikatakan bahwa Yesus melarikan diri ke India. Bahkan sampai saat ini terdapat sebuah makam keramat yang dianggap makam Yesus di Srinagar, Kashmir.
Pada permulaan abad ke-19, Karl Bahrdt, Karl Venturini, dan yang lain-lainnya mencoba menjelaskan Kebangkitan dengan mengemukakan gagasan bahwa Yesus hanya pingsan karena kepayahan di atas kayu salib, atau Ia telah diberi obat yang membuatnya kelihatan mati, dan bahwa selanjutnya Ia dihidupkan kembali oleh udara kubur yang sejuk dan lembab. Mereka menjelaskan bahwa Yesus telah diberi suatu cairan di suatu bunga karang ketika tergantung di atas salib.

Jadi bukan sesuatu yang baru lagi dan telah dibahas berulang2 oleh para pemuka agama di seluruh dunia. Sebagai analogi seingkat:
Anda (mungkin) merokok 'merek A' dan beritahu kepada saya bahwa rokok 'merek A' itu nikmat. Namun saya dari dulu sudah merokok 'merek B' dan memberitahu bahwa rasanya jauh lebih nikmat.
Anda tidak salah jika tidak percaya saya ataupun sebaliknya walaupun kita sama2 tidak bisa memberi gambaran yang detail apa dan bagaimana kenikmatan rokok masing2.


DISKUSI TERAKHIR
# Anda berasumsi: Hal2 di bawah ini merupakan fakta:
- Fakta pertama, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia tidak ingin mati disalib!
Yesus bersama muridnya melakukan strategi pertahanan dan penyerangan dalam menahan penangkapan orang Yahudi, dia berdoa di taman Getsemani meminta dibebaskan dari cawan kematian salib, dia membela diri dihadapan Imam Besar dan Pilatus.

- Fakta kedua, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia orang yang benar! Pilatus tahu bahwa Yesus orang benar sehingga tidak seharusnya mati disalib, istri Pilatus pun mengetahui hal yang sama lewat mimpinya. Yesus telah berdoa dengan penuh kesalehan dibebaskan dari kematian salib, doa orang yang benar sangat besar kuasanya.

- Fakta ketiga, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia hanya sebentar di atas kayu salib! Menurut pengamatan medis bahwa secara normal manusia baru dapat mati di tiang salib setelah mengalami proses berhari-hari, Pilatus mengetahui hal ini sehingga kaget sewaktu mendengar berita tentaranya bahwa Yesus telah mati hanya dalam waktu beberapa jam.

- Fakta keempat,Yesus tidak mati ditiang salib karena tulang kakinya tidak dipatahkan! Peremukan tulang adalah alternatif tercepat untuk mematikan seorang yang digantung di kayu salib, jika tidak maka kematian masih dapat ditunda berhari-hari. Yesus tidak diremukkan kakinya karena dikira telah mati dan sesuai dengan nubuat.

- Fakta kelima, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia pingsan sehingga tampak mati! Semua telah diatur sebagai rencana penyelamatan murid rahasia Yesus. Penusukan lambung Yesus sehingga memancar darah dan air membuktikan bahwa organ-organ tubuhnya masih berfungsi.

- Fakta keenam, Yesus tidak mati ditiang salib dan turun dengan selamat! Semua hal yang telah terjadi pada Yesus saat melalui proses penyaliban adalah pembuktian bahwa Yesus masih bernyawa sewaktu turun diatas kayu salib.

- Fakta ketujuh, Yesus tidak mati ditiang salib karena menjalani perawatan dalam kuburan! Bentuk kuburan yang memungkinkan untuk ditinggali makhluk bernyawa serta datangnya murid-murid rahasia Yesus
membawa ramu-ramuan dan rempa-rempa menunjukkan bahwa Yesus yang bernyawa sedang dalam masa penyembuhan.

- Fakta kedelapan, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia menisbahkan tanda Nabi Yunus untuk dirinya! Yunus masuk dalam perut ikan paus hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut ikan paus hidup-hidup, dan keluar dari perut ikan paus dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Yesus, masuk dalam perut bumi hidup-hidup,
menjalani kehidupan sementara dalam perut bumi hidup-hidup, dan keluar dari perut bumi dalam keadaan hidup.

- Fakta kesembilan, Yesus tidak mati di tiang salib dapat dilihat dari perbedaan reaksi orang yang dia temui! Maria Magdalena bahagia dan gembira melihat Yesus, karena Yesus sadar dari koma. Berbeda dengan kesebelas muridnya ketakutan dan penuh keraguan melihat Yesus, karena dalam pikiran mereka Yesus telah mati dan bangkit sebagai hantu.

- Fakta kesepuluh, Yesus tidak mati di tiang salib dan tidak bangkit dari kematian! Berdasarkan pemaparan cermat diatas

# Saya menjawab:
- pertama, sudah dipaparkan bahwa Yesus memiliki 2 sisi sepenuhnya (sisi manusia dan sisi Allah) adalah hal yang wajar jika sisi kemanusiaan Yesus mengalami ketakutan untuk menghadapi peristiwa penyaliban, tapi sisi ke-Allah-an Yesus menguatkan untuk menjalani beban tanggung jawab tersebut, terbukti Yesus tidak melarikan diri walaupun Dia punya kesempatan untuk itu.

- kedua, terima kasih sekali jika anda dapat mengakui Yesus sebagai manusia yang BENAR. Justru 'ORANG BENAR' (tanpa cacat-cela) yang HARUS menjadi PENDAMAI antara manusia dengan Allah. Bukan melalui manusia biasa karena TIDAK ADA SATU MANUSIA PUN dari jaman ADAM sampai SEKARANG yang TIDAK BERCACAT-CELA (berdosa), selain dan hanya YESUS. Dan saya tantang siapa pun untuk menunjukkan 1 hal saja yang menyatakan Yesus melakukan dosa, berikan bukti ayat atau teks kepada saya.

- ketiga, Manusia normal mati setelah berhari2 di salib. Yesus bukan manusia normal, bahkan Dia bisa tidak mati dan terbebas dari salib jika memang Dia menghendakinya. Tapi karena Dia sendiri TELAH MENYERAHKAN NYAWA-NYA makanya Dia mati di salib. Ingat ucapan Yesus 'Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku' (Lukas 23:46). Jadi Yesus mengalami kematian karena Dia sendiri yang menyerahkan nyawa-Nya karena memang itulah tugas dan beban tanggung jawab yang dipikul-Nya.

- keempat, pematahan tulang kaki dilakukan kepada mereka yang masih hidup waktu di salib untuk mempercepat kematian mereka.
INGAT!! Yesus mati pada hari Jumat, jam tiga. Sementara jam enam sudah mulai Sabat. Menurut peraturan orang Yahudi, saat memasuki jam enam tersebut, tidak boleh ada mayat yang tergantung.
Bagi orang Yahudi, penyaliban adalah suatu kutuk. Jadi, ketika memasuki hari Sabat tidak boleh ada mayat lagi, kalau pun masih ada maka harus dikuburkan hari itu juga. Bila orang yang disalibkan tersebut masih hidup maka harus dibunuh dengan cara dipatahkan tulangnya, ketika melihat Yesus telah mati di salib dan untuk lebih meyakinkan, tentara Romawi menusuk lambung-Nya dengan tombak. Saat ditombak, Yesus sama sekali tidak bereaksi.

- kelima, masalah murid rahasia merupakan pendapat pribadi anda yang jelas tidak pernah ada di dalam Alkitab atau kitab2 manapun.
Masalah penusukan lambung, coba anda buktikan sendiri dengan menusuk lambung seseorang yang 'baru' meninggal dan bandingkan dengan seseorang yang sudah 1 hari meninggal, pasti anda akan mendapatkan perbedaannya.

- keenam, kalo hal itu terbukti benar, maka akan datang 2-3 orang prajurit dengan membawa tombak untuk kembali menyakinkan bahwa Yesus sudah mati. Hal itu tidak dilakukan karena sebelum diturunkan Yesus sudah dipastikan mati dan disaksikan oleh banyak orang serta prajurit. Mereka tidak akan mengambil resiko dengan membiarkan Yesus pergi dalam keadaan hidup.

- ketujuh, memberikan rempah-rempah pada saat penguburan dan setelahnya adalah tradisi dari orang Yahudi. Lagi pula atas desakan banyak orang kuburan Yesus diperintahkan untuk dijaga prajurit. Lagipula bagaimana Yesus dapat mendorong batunya? Batu itu beratnya 200 kg. Kalaupun Dia dapat menggulingkan batunya, pastilah Dia akan bertemu dengan penjaga di luar. Justru peristiwa ini membuat panik para imam besar dan pengikutnya yang membuat mereka menyogok para penjaga untuk berbohong bahwa Murid-murid Yesus mencuri mayat pada malam hari (Matius 28:11-15).

- kedelapan, saya tidak mengerti maksud anda. Karena memang tidak ada nubuatan bahwa Yesus akan (minimal) seperti apa yang dialami Yunus. Justru banyak nubuat dari Perjajian lama yang menyatakan Yesus akan mengalami kematian dan bangkit.

- kesembilan, itu asumsi pribadi anda, banyak reaksi spontan yang ditimbulkan ketika melihat hal seperti itu. Mungkin juga bukan cuma Maria Magdalena yang senang, tapi beberapa wanita lain yang tidak disebutkan, tapi itu tidak membuktikan seperti apa yang ada asumsikan. Apakah anda yakin tidak ada perasaan senang di hati murid Yesus pada saat itu walaupun mereka seperti ketakutan.

- kesepuluh, kecermatan anda menganalisa sudah cukup baik (dengan bukti2 teks, dsb..) tapi anda melupakan beberapa aspek yang memang bertentangan dengan asumsi anda, seperti tradisi orang Yahudi, kronologis penyaliban dan siapa Yesus sebenarnya serta apa tujuan-Nya di dunia ini. Tanpa memahami itu semua, bukan cuma anda tapi banyak orang yang akan menyangkal KEBENARAN ini. Dan penyangkalan itu sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu. Namun tetap tidak bisa meruntuhkan IMAN Kristen yang sejati.


# Anda beragumen: Demikianlah fakta tak terbantahkan dari Bible sendiri bahwa Yesus tidaklah mati ditiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dengan begini gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya.
Penelitian secara cermat dan objektif menggunakan sumber Kristen sendiri telah memunahkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.

# Saya menjawab: Asumsi pribadi tidak dapat dibuat menjadi fakta karena itu hanya berupa pendapat tanpa bukti otentik.
Sebanyak apapun bukti medis dan penelitian yang diajukan untuk menyangkal KEBENARAN KEMATIAN YESUS, maka sebanyak itu pula para ahli yang PERCAYA akan memberikan argumen dan bukti yang sama, benar atau tidak kembali kepada IMAN masing2.
Anda berhak tidak percaya tapi tidak berhak untuk menyatakan KEPERCAYAAN ORANG LAIN itu salah. Silahkan anda pelajari diskusi2 para ahli... mereka berargumentasi tapi tidak pernah menyalahkan, silahkan anda buktikan.
Kalau anda meng-klaim menggunakan 'sumber Kristen' berarti anda harus menerima keseluruhan apa yang diajarkan Kristen, tidak bisa hanya sepotong2 saja. Dah saya sudah memberikan sedikit dasar tentang IMAN Kristen, jadi jika anda bisa menerima itu, barulah anda bisa pakai apa yang saya berikan untuk menyanggah sesuatu yang menurut anda salah.
Jika anda memakai hanya sejauh apa yang anda ketahui, itu tandanya bukan 'Sumber Kristen' tapi hanya pendapat pribadi.


Sedikit tambahan:
1. Ada banyaknya keragaman dalam perkembangan agama baik itu Kristen maupun Islam, merupakan hasil dari PENAFSIRAN YANG BERBEDA dari para pemuka agama yang terdahulu.
Mereka merasa PALING BENAR dan akhirnya mengatakan yang lain adalah sesat atau BIDAT. Itu terjadi di banyak ajaran agama. Oleh karena itu, saya secara pribadi ingin menyampaikan bahwa saya tidak mau terbatasi oleh penggolongan2 ajaran agama, yang mengatakan Kristen protestan, pantekosta atau katholik... dsb.
Bagi saya pribadi... Kekristenan sejati terletak pada 3 hal yang saya sampaikan di atas dan salah satunya adalah IMAN YANG MENGAMINI PENEBUSAN YESUS MELALUI KEMATIANNYA DI KAYU SALIB. Dan hal ini yang menjadi perbedaan fundamental dengan Islam. Ini adalah masalah keyakinan yang tidak bisa dipersalahkan.

2. Masalah perbedaan pandangan tentang Alkitab dan Al'quran hanya dapat disimpulkan, masing2 dari kita tidak dapat memahami secara menyeluruh BAHASA ASLI sewaktu kitab itu ada. Yang kita baca sekarang adalah hasil terjemahan atau hasil editan dalam bentuk apapun (terbukti penambahan kurung dalam Al'quran untuk mempertegas makna ayatnya).
Jadi yang dapat dilakukan adalah menerima dengan IMAN bahwa kitab2 itu adalah KEBENARAN FIRMAN TUHAN dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari2.


salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by kuku bima on Sat Apr 06, 2013 11:39 pm

Agapo wrote:Mempersiapkan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi.

Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka:“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.


Ini adalah persiapan untuk perang.... yesus menolak dirinya ditangkap, dan tampak akan ada perlawanan dan tidak semudah itu utk menangkap yesus. Yesus tidak berniat menyerahkan diri utk penebusan dosa...

Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!!
Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!
Matius 26:36
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya kesuatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”

Yesus membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) ke dalam kebun untuk membuat jalur pertahanan.

Matius 26
37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”


Doa Yesus Di Getsemani


Matius 26:
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”


Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa ‘cawan’ dalam ayat tersebut bermaksud percobaan dan fitnah Yahudi, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi
Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.


Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:

Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.


Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.
Adakah orang2 yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?

Matius 26:40
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?


Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah Yesus tersebut.

Markus 14:40
Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Hal tersebut membuat Yesus pasrah terhadap hal yang akan terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengambil resiko.

Matius 26:44-45
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Yohanes 18:3
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Lukas 22:49
Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”

Tetapi sebelum Yesus menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani mengeluarkan pedang dan menghunus salah seorang penangkapnya sehingga terpotong telinganya.

Matius 26:51
Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Ternyata..... bukan pedang roh....
Yesus tidak melawan tentara Romawi tersebut. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasihatkan murid-muridnya.

Matius 26:52
Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
Yohanes 18:12
Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Pengadilan Di Hadapan Imam Besar

Matius 26:57
Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar.


Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuh-musuhnya, murid-muridnya justru enggan menampakkan batang hidungnya

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Yesus melawan tuduhan Imam Besar dan para ahli-ahli Taurat, sendirian.

Matius 26:59-60
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,

Yohanes 18:19-23
Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa
yang telah Kukatakan.”
Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri
di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”
Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”


Kekristenan menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut :

Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Ternyata Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya dan tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut.

Yohanes 11:50
dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Apa maksud bahwa Yesus mati untuk seluruh bangsa?

Yohanes 47-48
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Yohanes 11:53
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia

Pengadilan Di Hadapan Pilatus

Matius 27:2

Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:


Yohanes 18:31
…Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.”

Menurut Pilatus, Yesus tidak membahayakan negaranya, orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat melongsorkan otoritas mereka

Matius 27:18

Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.

Yohanes 18:38b
Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.

Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah
Pilatus
pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.

Yohanes 19:1-3

Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!”
Lalu mereka menampar muka-Nya.
Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah Manusia itu !”


Istri Pilatus mengirimkan pesan dan memberikan dukungan moril terhadap dirinya.

Matius 27:19
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”

Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pilatus memanfaatkan momen hari raya tersebut.

Yohanes 18:39
Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”

Matius 27:16-17

Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”


Pilatus menyandingkan Yesus dengan Barabas yang dikatakan sebagai penyamun,

Matius 27:21-22

Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.”
Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”


Kedengkian orang Yahudi, teriakan kemarahan ditambah hasutan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadapnya.

Yohanes 19:12
…”Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.“

Pilatus
menyambut teriakan kaum Yahudi.

Matius 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”

Metode Penyaliban

Prosesi penyaliban atau hukuman salib adalah suatu bentuk hukuman mati dimana terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian.

Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh).

Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Penyaliban merupakan prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba berdasarkan catatan sejarah dan dari tinjauan sains serta medis.

Umumnya kematian ditiang salib terjadi karena dua hal:

Pertama,
oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infekasi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari.

Kedua, Kematian disalib terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh.

Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energi yaitu pembentukan ATP ATP merupakan energi “siap pakai”. Bila protein yang ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.

Untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulang-tulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyanggah bobot tubuhnya dan kematiannya akan segera terlaksana. Tanpa prosesi ini, terhukum biasanya masih dapat bertahan berhari-hari sebelum menemui ajalnya.

Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak.

Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al­’idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) merupakan salah satu prosesi yang harus dilakukan kepada terhukum. Manusia yang hanya digantung dan tidak mati diatas kayu salib serta tidak menjalani prosesi penyaliban secara sempurna belum dapat dikatakan telah menjalani hukuman penyaliban.

Yesus Tidak Mati Di Tiang Salib

Sebelumnya Yesus telah diserahkan untuk menjalani penyaliban, tangannya dipaku dan kakinya diberikan penyanggah sebagaimana prosesi penyaliban lazimnya. Fakta-fakta dalam Bible berikut yang akan membuktikan bahwa Yesus tidak mati disalib dalam melalui tahapan penyaliban.

• Lama diatas tiang salib
Hal yang perlu menjadi tinjauan adalah berdasarkan penyebab kematian salib yang telah dipaparkan sebelumnya dari tinjauan medis, bahwa kematian salib baru dapat terlaksana setelah berhari-hari. Berapa lamakah Yesus diatas tiang salib?


Menurut Bible, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 sore mereka telah menurunkannya, berarti Yesus digantung di kayu salib hanya sekitar tiga jam! Sedangkan berdasarkan tinjauan medis, manusia yang menjalani prosesi penyaliban baru dapat mati minimal dua hari secara perlahan, tidak ada yang mati dalam hitungan jam. Pertanyaannya, mengapa Yesus diturunkan begitu cepat?

Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum:

Ulangan 21:23
Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik
pusakamu.


Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum’at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang tergantung di kayu salib. Sehingga Yesus harus segera mati di kayu salib dan langsung diturunkan.
Peremukan tulang

Terdesak oleh waktu dalam hukum Yahudi tentang Sabath atau alasan lainnya jika diperlukan untuk mempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korban akan mati karena lemas dalam satu jam. Ini adalah metode cepat dengan mengabaikan kejamnya penyiksaan yang harus djalani korban.

Yohanes 19:31
…maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Pada saat Yesus dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum bersertanya, namun tidak seperti Yesus, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka yang menyangga tubuh mereka. Apakah prosesi ini juga dilakukan untuk Yesus?

Yohanes 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak
mematahkan kaki-Nya,


Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.


Penyebab ke-pingsan-an

Mengapa Yesus pingsan dan tidak sadarkan diri begitu cepat sementara dua penyamun yang dihukum bersamanya masih nampak siuman? Jawaban yang logis dapat dilihat dari Bible sendiri.

Yohanes 19:29
Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.


Kata yang diterjemahkan menjadi anggur asam tersebut tertulis ‘vinegar’, bukan ‘wine’. Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi.

Vinegar yang disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang­-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Yesus.

Yohanes 29:28
berkatalah Ia : “Aku haus!“

Dan akibat dari ramuan inilah Yesus menjadi koma (mati suri) di tiang salib. Sehingga Yesus hanya pingsan diatas kayu salib dan tampak seperti telah mati.

Penusukan lambung

Tentara Romawi tersebut berpikir bahwa Yesus telah mati sehingga tidak perlu mematahkan kakinya. Salah seorang dari mereka kemudian menikam lambungnya dengan tombak.


Yohanes 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Pada kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban. Dengan adanya luka karena penikaman di pinggang, maka sirkulasi darah mengalir teratur kembali.

Perlu diketahui bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup).

Dalam Ensiklopedia Biblica, pada artikel “Cross” kolom 960 dikatakan: “Yesus hidup kembali jika penikaman itu benar”.Dan perlu diperhatikan kalimat “sekejap mengalir keluar” menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi).

Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian “Thinker Digest” mengatakan: “Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban”.

Murid rahasia

Yesus memiliki murid rahasia yang memiliki misi rahasia untuk merencanakan penyelamatan terhadap dirinya. Mereka telah berperan sejak awal bekerja sama dengan Pilatus. Pilatus secara rahasia menolong Yesus dengan menetapkan waktu hukuman salib pada Jum’at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Yesus diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak “mati”.

Kepingsanan Yesus di atas tiang salib sehingga dia tampak mati dengan bantuan ramuan Haoma Drink tidak terlepas dari pekerjaan golongan Essenes tersebut. Para murid rahasia Yesus dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Yesus sebelum dia di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Yesus.

Itulah mengapa Yesus merasa kehausan seperti yang telah diterangkan dimuka. Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan orang-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan dan sangat mengenal ramuan ini.

Turun dari kayu salib

Pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini, para murid rahasia Yesus dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad Yesus, dan mengurus Yesus.

Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Yesus dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus.

Yohanes 19:38
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea — ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi — meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

Sampai pada ini, fakta dengan kesimpulan yang mengejutkan, fakta yang menyeramkan bagi keimanan Kristiani, kesimpulan yang tidak pernah terbayang sedikitpun dalam pemikiran setiap pribadi Kristen. Kesimpulan ini telah menghapuskan kebanggaan Kristiani terhadap dogma keselamatan dalam penebusan dosa oleh penyaliban.

Yesus turun dari atas kayu salib dalam keadaan selamat!

Penyembuhan Dalam Kuburan

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk.

Jim Bishop dalam buku “The Day Christ Died”, mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggalnya.

Mayat diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua

Yohanes 19:39
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam.

Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang kekuburan dengan membawa ramu-ramuan? Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.

Markus 16:1
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Pertanyaannya, adalah Mengapa Maria Magdalena pergi ke sana?
Untuk meminyaki Yesus. Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah ‘masaha’ yang berarti mengusap, memijat, meminyaki. Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah tiga hari? Jawabannya tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari?


Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai.
Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal?

Penyamaran (rupa lain) Di Hadapan Maria

Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kuburan Yesus. Manakala Maria tiba dikuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser sehingga kuburan terbuka, dan di dalam kubur tersebut tubuh Yesus sudah tiada.

Yohanes 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Yesus tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan.

Yohanes 20:15
Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Yesus terlihat seperti penunggu taman karena dia sedang menyamar. Untuk apakah Yesus menyamar? Karena dia takut ketahuan terhadap orang Yahudi, penjaga yang disuruh untuk menjaga kuburan Yesus juga masih ada disekitar sana.Karena dia belum mati, karena orang Yahudi akan mencoba untuk membunuh dan menyalib dirinya untuk kedua kalinya.

Yohanes 20:16
Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.

Yohanes 20:17
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, …

Mengapa Yesus melarang Maria menyentuh dirinya?
Pertama karena tubuh beliau meski sudah pulih tentu masih mengalami nyeri akibat penyiksaan fisik sebelumnya, dan kedua beliau tidak ingin ada orang lain yang mencurigai
penyamarannya. Kemudian Yesus berkata :


Yohanes 20:17 …sebab Aku belum pergi kepada Bapa,...

Maksud Yesus tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa dirinya masih hidup dan belum mengalami kematian.

Menemui Murid-Muridnya

Setelah peristiwa itu, Maria pergi kepada kesebelas murid Yesus untuk menyampaikan berita tersebut. Yesus sendiri bertemu dengan dua orang muridnya
yang sedang menuju Emaus. Yesus belum membuka penyamarannya kepada mereka, mereka bercakap-cakap selama perjalanan.


Lukas 24:19
Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?”
Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan
seluruh bangsa kami.


Murid-murid Yesus saja mengakui Yesus hanyalah seorang Nabi dan tidak pernah
mengklaim gurunya tersebut sebagai Tuhan.


Lukas 24:30
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Dari cara Yesus mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Yesus bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka, namun manakala mereka menyadari hal ini, Yesus telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka. Mereka mengabarkan peristiwa yang mereka alami kepada murid lainnya, namun murid lainnya tidak percaya.

Markus 16:13
Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

Setelah semua kejadian tersebut, Yesus pun menemui dan menampakkan dirinya dengan jelas kepada murid-muridnya.


Lukas 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”


Lukas 24:37

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Yesus dan penyelamatan rahasia yang direncanakan terhadapnya, karena mereka tidak berada disisi Yesus menjelang penyaliban melainkan melarikan diri. Sehingga sangat wajar jika mereka mengira Yesus adalah hantu, untuk itu Yesus pun meyakinkan mereka.

Lukas 29:39-40
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.


Kemudian pada akhirnya murid-muridnya tersebut percaya bahwa sosok yang dihadapan mereka tersebut adalah Yesus yang masih hidup dan selamat dari penyiksaan dan penyaliban.
Reaksi Yang Berbeda

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman, karena emang Maria tahu, kalao Yesus belum mati....

Bandingkan dengan reaksi kesebelas murid Yesus setelah menemui Yesus.

Lukas 24:37
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Kesebelas muridnya justru terkejut, takut, penuh keraguan dan bahkan mengira dihadapan mereka adalah hantu Yesus.

Mereka bukan saksi yang melihat Yesus dari dekat, Apalagi mereka sama sekali tidak mengetahui adanya rencana penyelamatan Pontius Pilatus dengan murid rahasia dari golongan Esenes tersebut

Markus 14:50

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Inilah Faktanya

Semua fakta-fakta diatas yang disadur berdasarkan kronologis dalam Bible sendiri secara nyata telah menunjukkan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib, melainkan selamat dari penyaliban. Berikut kami uraikan fakta-fakta tersebut kembali.

Fakta pertama
, Yesustidak mati di tiang salib karena dia tidak ingin mati disalib !

Yesus bersama muridnya melakukan strategi pertahanan dan penyerangan
dalam menahan penangkapan orang Yahudi, dia berdoa di taman Getsemani meminta dibebaskan dari cawan kematian salib, dia membela diri dihadapan Imam Besar dan Pilatus.

Fakta kedua,
Yesus tidak mati di tiang salib karena dia orang yang benar! Pilatus tahu bahwa Yesus orang benar sehingga tidak seharusnya mati disalib, istri Pilatus pun mengetahui hal yang sama lewat mimpinya. Yesus telah berdoa dengan penuh kesalehan dibebaskan dari kematian salib, doa orang yang benar sangat besar kuasanya.

Fakta ketiga
, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia hanya sebentar di atas kayu salib! Menurut pengamatan medis bahwa secara normal manusia baru dapat mati di tiang salib setelah mengalami proses berhari-hari, Pilatus mengetahui hal ini sehingga kaget sewaktu mendengar berita tentaranya bahwa Yesus telah mati hanya dalam waktu beberapa jam.
• Fakta keempat,Yesus tidak mati ditiang salib karena tulang kakinya tidak dipatahkan! Peremukan tulang adalah alternatif tercepat untuk mematikan seorang yang digantung di kayu salib, jika tidak maka kematian masih dapat ditunda berhari-hari. Yesus tidak diremukkan kakinya karena dikira telah mati dan sesuai dengan nubuat.
• Fakta kelima, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia pingsan sehingga tampak mati! Semua telah diatur sebagai rencana penyelamatan murid rahasia Yesus. Penusukan lambung Yesus sehingga memancar darah dan air membuktikan bahwa organ-organ tubuhnya masih berfungsi.
• Fakta keenam, Yesus tidak mati ditiang salib dan turun dengan selamat! Semua hal yang telah terjadi pada Yesus saat melalui proses penyaliban adalah pembuktian bahwa Yesus masih bernyawa sewaktu turun diatas kayu salib.
• Fakta ketujuh, Yesus tidak mati ditiang salib karena menjalani perawatan dalam kuburan! Bentuk kuburan yang memungkinkan untuk ditinggali makhluk bernyawa serta datangnya murid-murid rahasia Yesus membawa ramu-ramuan dan rempa-rempa menunjukkan bahwa Yesus yang bernyawa sedang dalam masa penyembuhan.
Fakta kedelapan, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia menisbahkan tanda Nabi Yunus untuk dirinya! Yunus masuk dalam perut ikan paus hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut ikan paus hidup-hidup, dan keluar dari perut ikan paus dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Yesus, masuk dalam perut bumi hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut bumi hidup-hidup, dan keluar dari perut bumi dalam keadaan hidup.
Fakta kesembilan, Yesus tidak mati di tiang salib dapat dilihat dari perbedaan reaksi orang yang dia temui! Maria Magdalena bahagia dan gembira melihat Yesus, karena Yesus sadar dari koma. Berbeda dengan kesebelas muridnya ketakutan dan penuh keraguan melihat Yesus, karena dalam pikiran mereka Yesus telah mati dan bangkit sebagai hantu.
Fakta kesepuluh, Yesus tidak mati di
tiang salib dan tidak bangkit dari kematian! Berdasarkan pemaparan cermat diatas


Demikianlah fakta tak terbantahkan dari Bible sendiri bahwa Yesus tidak lah mati ditiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dengan begini gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya. Penelitian secara cermat dan objektif menggunakan sumber Kristen sendiri telah memunahkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.
mas anda harus mempelajari kitab perjanjian lama...disana banyak di tulis tentang apa yang akan terjadi dengan kemanusiaan Yesus......apakah dari sedemikian nubuatan tentang kematian kristus tuhan haurs menjadi penipu dengan tidak memelakukan apa yang dia nubuatka dalam kitab terdahulu......YAHWEH adalah Tuhan dan tuhan tidak mungkin menipu.atau menjadi penipou ulung...untuk apa tuhan menipu.....gunakan akalmu perlukah allah tuhanmu menjadi penipu ulung....he he he...sadarlah.....Yesus memang harus menderita..dan kebetulan pada saat itu yang berlaku adalah salib......yahweh adalah nama tuhan yang di berikan pada nabi musa untuk di imani oleh bangsa yahudi....bahkan nama ini mempunyai rahasia...yang besar...........2000 tahun sebelum yesus di lahirkan.....Makna ideografik ‘Yud Heh Waw Heh’(Y H W H) yang secara lazim paling diterima oleh cendekiawan Yahudi sepanjang abad,….. penerjemahan huruf-huruf nama kudus TUHAN,…… yang diperkatakan sebagai ‘Yud Heh Waw Heh’ (Y H W H) secara simbolis dapat diterjemahkan secara akurat sebagai :
* Yud = tangan;
* Heh = jendela atau makna ‘pandanglah’ atau ‘lihatlah’;
* Waw = paku.
Jadi dikatakan secara simbolik, kombinasi huruf-huruf ini bisa secara akurat dan paling pasti diterjemahkan sebagai :
‘Yud Heh Waw Heh’ (Y H W H) = Lihatlah tangan itu, lihatlah paku itu.
Yeshua, atau Yesus, dalam bahasa Ibrani berarti Yahweh (YHWH) , artinya Keselamatan Kita,
Jadi, nama YESUS atau YESHUA adalah YHWH itu sendiri yang datang ke dalam daging menjelma menjadi manusia,…..di atas salib di bukit golgota terdapat rahasia siapa YHWH itu sebenarnya….
” LIHATLAH TANGAN ITU, LIHATLAH PAKU ITU ” = YHWH
Siapakah DIA yang tangannya dipaku di atas kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia ?
DIA adalah YESUS atau YESHUAYHWH = YESUS / YESHUA HAMASIAH
Inilah rahasia nama TUHAN
TUHAN YESUS Memberkati !!!

_________________
ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA.....

Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
"Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
"innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)

kuku bima
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts : 4040
Age : 35
Location : firdaus
Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
Reputation : 12
Points : 7644
Registration date : 2011-05-19

View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Agapo on Sun Apr 07, 2013 8:57 am

DISKUSI 1
Master Danny wrote:
Agapo wrote:
Mempersiapkan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi.

Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36
22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”

22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka:“Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.


Ini adalah persiapan untuk perang.... yesus menolak dirinya ditangkap, dan tampak akan ada perlawanan dan tidak semudah itu utk menangkap yesus. Yesus tidak berniat menyerahkan diri utk penebusan dosa...

Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”

Kekristenan sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Apk jubah yg dijual itu adl jubah roh juga...??!!!
Kita lihat... apkah itu pedang roh ato bukan...!!!!
Matius 26:36
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya kesuatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”

Yesus membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) ke dalam kebun untuk membuat jalur pertahanan.

Matius 26
37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

# Jawaban saya:
- Jika kita membaca seluruh ayat dalam Lukas 22 mulai dari ayat 1 s/d ayat 71, ini menggambarkan bagaimana Yesus dikhianati, mengadakan perjamuan perpisahan dan ditangkap. Ayat kutipan anda adalah nasehat Yesus kepada para murid-Nya pada waktu perjamuan perpisahan. Yesus tahu bahwa setelah Dia ditangkap dan dihukum mati maka pemerintah Romawi akan menangkap juga para pengikut2 ajaran-Nya, maka para murid yang diberikan tanggung jawab menyebarkan ajaran-Nya, disuruh pergi keluar dari kota ini.
Dalam sebuah perjalanan yang jauh diperlukan persiapan2 (bekal) dalam perjalanan, dan mereka juga mempersiapkan diri mereka dengan pedang karena situasi saat itu membuat mereka harus mempersiapkannya sebagai perlindungan terhadap diri mereka sendiri.

- Logika sederhana : Jika memang Yesus ingin melawan, kenapa hanya Dia dan murid2-Nya saja yang melawan? Kenyataannya pendukung Yesus (orang-orang yang mempercayai ajaran-Nya) pada waktu itu banyak dan mungkin sanggup untuk menghalau tentara jika hanya sekedar untuk menyelamatkan Yesus dengan cara melarikan diri keluar dari kota itu. Tapi kenapa cara yang sangat jitu seperti ini tidak dilakukan? Karena Yesus tidak berniat melawan ataupun melarikan diri.

-Asumsi 'pedang roh' adalah SALAH. Karena memang tidak merujuk kepada hal tersebut. Jadi jika ada orang Kristen yang mengasumsikannya, anda dapat mengukur sejauh mana pengetahuan orang tersebut tentang Kristen dan Alkitab.
- Sayangnya alasan kenapa mereka mempersiapkan diri dengan pedang oleh karena para murid diberi tanggung jawab utk menyebarkan ajaran Yesus ke luar kota tidak anda sertakan bukti apapun.
- Menurut anda, Yesus tdk berniat melawan atau melarikan diri.
Argumen yg kau pakai bahwa mempersiapkan pedang dg alasan utk mempertanggung jawabkan untuk menyebarkan ajaran Yesus tsb. tidak anda dukung bukti apa-apa, akhirnya alasan mempertahankan diri dan bila situasinya memungkinkan melawan musuh adalah lebih bisa dipakai. Apalagi pengikut lainnya semua melarikan ke gunung dan mengungsi ketempat yg lain (Lukas 21:21)
Untuk melarikan diri juga tidak mungkin karena musuh (orang2 yahudi dan pasukan) sudah mengincar dan mengepung Yesus (Lukas 21:20)

Diskusi 1 ini kita selesaikan lebih dahulu, biar enak diskusinya.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by SHAGA77 on Sun Apr 07, 2013 10:49 am

# Argumen anda:
- Sayangnya alasan kenapa mereka mempersiapkan diri dengan pedang oleh karena para murid diberi tanggung jawab utk menyebarkan ajaran Yesus ke luar kota tidak anda sertakan bukti apapun.
- Menurut anda, Yesus tdk berniat melawan atau melarikan diri.
Argumen yg kau pakai bahwa mempersiapkan pedang dg alasan utk mempertanggung jawabkan untuk menyebarkan ajaran Yesus tsb. tidak anda dukung bukti apa-apa, akhirnya alasan mempertahankan diri dan bila situasinya memungkinkan melawan musuh adalah lebih bisa dipakai. Apalagi pengikut lainnya semua melarikan ke gunung dan mengungsi ketempat yg lain (Lukas 21:21). Untuk melarikan diri juga tidak mungkin karena musuh (orang2 yahudi dan pasukan) sudah mengincar dan mengepung Yesus (Lukas 21:20)

# Jawaban saya:
Harus ada yang sedikit diluruskan di sini.
- Saya tidak mengatakan bahwa alasan mereka membawa pedang untuk karena para murid diberi tanggung jawab utk menyebarkan ajaran Yesus (silahkan anda check dengan seksama).
Yang saya katakan adalah: Mereka membawa pedang sebagai bekal dan persiapan mereka dalam menempuh perjalanan, ini sangat beda artinya.
Bukti mereka diberikan tugas menyebarkan ajaran Yesus dapat anda dilihat dalam Markus 16:15-16, sangat jelas apa tugas dan tanggung jawab murid Yesus.

- Bukti Yesus memberikan tugas sudah saya berikan di atas.
Masalah dipakai untuk melawan itu adalah asumsi anda sendiri.
Sebenarnya kalau pun asumsi anda benar, justru anda sendiri yang membuat kontradiksi dengan memberi penyataan bahwa kota itu sudah dikepung orang Yahudi dan para pasukan Romawi.
Jadi tidak mungkin para murid berpikiran bodoh untuk mengadakan perlawanan sementara masih ada beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan Yesus.

Oleh karena itu saya dapat simpulkan bahwa:
1. Karena diberikannya tugas dan tanggung jawab untuk pergi ke seluruh penjuru dunia untuk menyebarkan ajaran Yesus dan membaptis mereka yang percaya, yang merupakan tugas penting yang harus dijalankan, maka mereka tidak akan berbuat suatu 'tindakan bodoh' yang dapat membahayakan diri mereka sendiri.
2. Tanpa perlu dukungan siapapun, jikalau Yesus ingin melarikan diri keluar dari kota itu Dia pasti sanggup. Apa dasarnya? Karena Dia memiliki kuasa untuk melakukan hal itu jika memang diriNya menginginkan.
Bukti kongkrit kuasa Yesus: Banyak sekali mujizat yang dilakukan Yesus yang dicatat di dalam Injil ataupun Alquran dan saya rasa anda sudah paham akan hal itu.


salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Apr 07, 2013 6:46 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote: Bukti-bukti Yesus masih hidup cukup banyak, tapi kristen berhaluniasi yg katanya itu Yesuus dibangkitkan. Itu pandai-pandainya paulus menyesatkan manusia.[/color]

buktinya mati semua:
- menyerahkan nyawa
- nyawa sudah diserahkan
- dikafani dan dikubur
- dipastikan mati oleh pasukan
- kubur dijaga pasukan
- gak mungkin jumat sore pingsan dengan luka separah itu, minggu dini hari malah jalan-jalan
- malah memamerkan tangan yang berlobang
- dll
Tapi faktanya Yesus masih hidup dan saat bertemu Maria Magdalena (istrinya?) Yesus bilang : "Aku belum kembali kepada Bapa" itu artinya Yesus belum mati. Bahkan selanjutnya bertemu para murid ditempat persembunyian mereka, dengan menunjukkan luka2nya sebab mereka nyangka itu hantu dan bahkan Yesus minta ikan goreng dan memakannya. Itu tanda atau bukti kalau Yesus masih hidup.
Kebangkitan manusia itu tidak terjadi di dunia. manusia itu hanya mati sekali dan kelak dibangkitkan diakherat. Jadi Yesus itu benar-benar masih hidup.

hidup karena SUDAH BANGKIT, sebagaimana yang dinubuatkan..
bukan karena tidak/belum mati

belum kembali kepada Bapa = belum mati?
tafsir dari goa mana itu? padahal kalimat berikutnya berbunyi: sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku
jadi kalau menurut tafsir goa hira-mu Yesus menyatakan seperti ini:
'aku belum mati, sekarang aku akan mati'
gak waras lagi...

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by jimatkalimasada on Sun Apr 07, 2013 6:48 pm

fiqazazfiq wrote:
- Nama aku Paul, aku yang ubah Injil menjadi Bible..Kok aku bisa mati..masakan aku mati??? Aku pendosa jika aku mati, trus adakah Yesus(Yudas) akan selamatkan aku sedangkan cerita ini karangan aku????Makanya aku ada agama lain gan...Krsten ini hanya Blacksheep...Aku gak bodoh percaya yang aku sendiri tulis....Kristen tertipu...Hidup Yahudi...Sedangkan Yahudi mahu bunuh Yesus...gimana dengan kitabNya injil...????Nah Bible kamu...!!!baca dan buat pedoman ya....Yesus(Yudas) akan selamatkan mu...Dosamu akan diampunkan...Bodoh banget manusia....

ke RSJ!

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: DALAM PERISTIWA SALIB SEBENARNYA YESUS TIDAK MATI

Post by Sponsored content Today at 2:16 pm


Sponsored content


Back to top Go down

Page 2 of 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum