MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 8 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 8 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

View previous topic View next topic Go down

Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by Agapo on Mon Apr 08, 2013 9:25 pm

Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Pemakai bahasa Indonesia semuanya mengerti bahwa perkataan tuan sifatnya insani, dan perkataan tuhan sifatnya ilahi. Artinya, walaupun dalam kata tuan diterangkan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan beberapa catatan, antara lain: satu orang tempat mengabdi, dua yang memberi pekerjaan, tiga orang laki-laki yang patut dihormati, tetap saja dalamnya tidak mengandung pengertian ilahi.

Kita akan melihat perubahan ejaan dari Tuan ke Tuhan dalam kitab suci Nasrani terjemahan Melayu dengan huruf Latin. Melalui itu dapat gerangan kita simpulkan bahwa pencarian ejaan yang lebih aktual untuk sebutan khusus bagi Isa Almasih dalam terjemahan bahasa Melayu beraksara Latin-yang bersumber dari injil asli bahasa Yunani untuk perkataan Kyrios-menjadi Tuhan dan sebelumnya Tuan, serta-merta telah melahirkan juga eksegesis yang jamak. Sebelum kita memeriksa bukti itu dengan membuka pelbagai versi terjemahan kitab suci Nasrani tersebut-semuanya masih tersimpan dengan rapi di perpustakaan Lembaga Alkitab Indonesia, yang sebagian fotokopinya kami sertakan di sini-patutlah terlebih dulu kita melihat juga bagaimana orang Nasrani sekarang mencatat perkataan Tuhan dalam kamus-kamusnya tentang gereja.

Agaknya buku pertama yang memberi keterangan tentang Tuhan dengan cara yang mungkin mengejutkan awam adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ. Keterangannya di situ, Tuhan, “arti kata ‘Tuhan’ ada hubungannya dengan kata Melayu ‘tuan’ yang berarti atasan/penguasa/pemilik.” Ensiklopedia yang hanya satu jilid ini pertama terbit pada tahun 1976. Keterangan tersebut masih kita baca lagi dalam ensiklopedianya yang lebih paripurna, terdiri dari lima jilid, terbit pada tahun 1991, yaitu Ensiklopedi Gereja.

Melihat keterangan itu, dan melihat pula pemakaian kata Tuhan merupakan sesuatu yang mudasir dalam agama Kristen, maka boleh dibilang hal itu sepenuhnya merupakan masalah teologi Kristen. Sesuai data yang kita punyai, istilah Tuhan yang berasal dari kata Tuan, pertama hadir dalam peta kepustakaan Melayu beraksara Latin lewat terjemahan kitabsuci Nasrani tersebut. Perkataan ini dimaksudkan untuk mewakili sifat-sifat omnipresensi atas kata bahasa Yunani, Kyrios, dengan kaitannya pada tradisi Ibrani untuk kata Adon, Adonai, dengan aktualitas sebagai raja dalam kata Yahweh. Maka, memang akan membingungkan, jika orang membaca kitabsuci Nasrani terjemahan Indonesia. Dalam kitab pertama, Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani, untuk kata-kata Adonai dan Yahweh semua diterjemahkan menjadi Tuhan, sementara dalam kitab kedua, Perjanjian Baru, untuk kata Kyrios juga diterjemahkan menjadi Tuhan.

Dalam kitab suci Nasrani bahasa Melayu beraksara Latin terjemahan Brouwerius yang muncul pada tahun 1668, untuk kata yang dalam bahasa Yunaninya, Kyrios, dan sebutan ini diperuntukkan bagi Isa Almasih, diterjemahkannya menjadi tuan. Coba kita periksa itu dalam buku kelima Perjanjian Baru, dari bagian surat injili Paulus kepada umat di Roma. Kita baca bagian 1:1-4, yaitu, “Paulo Jesu Christo pounja hamba, Apostolo bapangil, bertsjerei pada Deos pounja Evangelio, (Nang dia daulou souda djandji derri Nabbi Nabbinja, dalam Sagrada Scriptoura). Derri Annanja lacki lacki (jang souda berjadi derri bidji David dalam daging: Jang dengan coassa souda caliatan jang Annac Deos, dalam Spirito yang bersaksiakan carna bangon derri matti) artinya Jesu Christon Tuan cami.”

Berhubung terjemahan Brouwerius ini dianggap sulit, antara lain banyaknya serapan kata bahasa Portugis, dan karenanya hanya mudah dipakai di kalangan komunitas bekas-bekas budak Portugis, para Mardijker, maka timbul gagasan orang-orang saleh di antara bedebah-bedebah VOC untuk menerjemahkan kembali seluruh bagian Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan bahasa Melayu yang benar-benar bagus. Tugas itu diserahkan kepada Melchior Leijdecker, pendeta tentara yang berlatar pendidikan kedokteran.

Melalui terjemahan Leijdecker-lah kita menemukan perubahan harafiah dari Tuan menjadi Tuhan. Dalam kitab terjemahannya ini, ‘Elkitab, ija itu segala suat Perdjandjian Lama dan Baharuw atas titah Segala Tuawan Pemarentah Kompanija, pada perikop yang sama dengan terjemahan Brouwerius di atas, teksnya adalah, “Pawlus sa’awrang hamba ‘Isaj ‘Elmeseih, Rasul jang terdoa, jang tasakuw akan memberita Indjil Allah, (Jang dihulu telah dedjandjinja awleh Nabijnja, didalam Suratan yang khudus). Akan Anaknja laki (jang sudah djadi deri beneh Daud atas perij daging: Jang telah detantukan Anakh Allah dengan kawasa atas perij Rohu-’Itakhdis, deri pada kabangkitan deri antara awrang mati,) janij ‘Isaj Elmeseih Tuhan kamij.”

Jelas, yang tadinya oleh Brouwerius diterjemahkan Tuan-sama dengan bahasa Portugis Senhor, Perancis Seigneur, Inggris Lord, Belanda Heere-melalui Leijdecker berubah menjadi Tuhan. Nanti pada abad-abad berikut, sepanjang 200 tahun, penerjemah Alkitab bahasa Melayu melanjutkan penemuan Leijdecker tersebut. Kini kata Tuhan yang mula-mula ditemukan Leijdecker untuk mewakili dua pengertian pelik insani & ilahi dalam teologi Kristen atas sosok Isa Almasih-masalah rumit yang memang telah menyebabkan gereja bertikai dan setelah itu melahirkan kredo-kredo: Nicea, Constantinopel, Chalcedon-akhirnya menjadi lema khas dalam bahasa Indonesia.

Apa yang dilakukan Leijdecker, mengapa Tuan menjadi Tuhan, merupakan masalah khas bahasa Indonesia. Hadirnya huruf ‘h’ dalam beberapa kata bahasa Indonesia, seperti ‘asut’ menjadi ‘hasut’, ‘utang’ menjadi ‘hutang’, ‘empas’ menjadi ‘hempas’, ‘silakan’ menjadi ‘silakan’, agaknya seiring dengan kasus nominatif dan singularis dalam tatabahasa Sansekerta ke Kawi dan Jawa. Misalnya tertulis ‘hana’ dibaca ‘ono’, ‘hapa’ dibaca ‘opo’. Di samping itu gagasan Leijdecker mengeja Tuhan untuk mengiring lafaz palatal ‘n’ dengan tepat. Banyak orang yang baru belajar Melayu, bekas budak Portugis asal Goa, terpengaruh Portugis, melafaz ‘n’ menjadi ‘ng’. Juga di Ambon, di pusat tujuan bangsa-bangsa Barat untuk memperoleh rempah-rempah, Tuan dibaca Tuang. Bahkan setelah Leijdecker mengeja Tuhan pun, orang Ambon tetap membacanya Tuang, sampai sekarang. Maka, di Ambon Tuang Ala berarti Tuhan Allah. Selain itu orang Kristen Ambon menyebut Allah Bapa sebagai Tete Manis, harafiahnya berarti ‘kakek yang baik’.

Leijdecker sendiri banyak melakukan kerancuan transliterasi atas kata-kata Melayu dari aksara Arab gundul ke Latin. Melalui contoh acuan perikop di atas, terlihat jelas, bahwa ia tidak mengetahui ketentuan menulis kata-kata Melayu dalam aksara Arab gundul. Umpamanya, agar ‘w’ dan ‘y’ berbunyi ‘o’ dan ‘i’ di depannya harus dipasang alif. Contohnya ‘orang’ adalah (), ‘oleh’ adalah (), ‘itu’ adalah ().

Sudah tentu terjemahan Leijdecker itu tidak mudah dipahami oleh pembaca awam. Karenanya, di abad berikut, di zaman penjajahan Inggris, timbul gagasan untuk merevisi terjemahan Leijdecker tersebut. Robert Hutchings, pastor gereja Anglikan, menghitung sekitar 10.000 kata yang diacu Leijdecker itu tidak tersua dalam kamus Melayu karya William Marsden yang standar baru itu. Terjemahan revisi ini terbit pada tahun 1817, dicetak di Serampura, India.

Sebelum itu, dua tahun setelah Gubernur Jenderal Inggris Raffles, menggantikan kedudukan Gubernur Jenderal Belanda Janssens, telah datang seorang zending dari lembaga London Missionary Society, yaitu William Milne, ke Malaka menemui Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, meminta bantuannya untuk merevisi terjemahan Leijdecker. Lalu, bersama Claudius Thomsen, mereka mengerjakan revisi atas terjemahan Leijdecker tersebut. Abdullah bin Abdulkadir Munsyi merasa terganjel khususnya pada sebutan ‘bapa’ kepada Allah, dan ‘anak Allah’ kepada Isa Almasih. Memang, perkataan itu dipahami pihak Nasrani sebagai acuan teologis, bukan antropologis, untuk mengaktualkan hakikat masyiah dari leluri Ibrani, yang berkonteks diurapi dan bangkit dari kematian.

Setelah itu masih dilakukan lagi revisi-revisi terjemahan Melayu atas kitabsuci Nasrani tersebut oleh pihak zending Inggris. Yang berikut dipimpin oleh Benjamin Keasberry, dan karyanya itu dibantu pula oleh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. Revisi terjemahan ini terbit pada tahun 1852, dicetak di Singapura.

Namun, di antara sekian banyak revisi yang dikerjakan sepanjang abad ke-19 sampai abad ke-20, bahkan sampai bahasa Melayu menjadi bahasa kebangsaan Indonesia, terlihat dengan jelas, bahwa lema yang digagas Leijdecker untuk menyebut Isa Almasih, Tuhan, telah terus terpakai. Penyusun kamus di abad ke-19 pun membakukannya sebagai lema tersendiri di luar Tuan.

Terjemahan kitabsuci Nasrani yang dianggap tertib bahasa Melayunya adalah yang dikerjakan Klinkert. Ia membakukan Tuhan dalam kitab terjemahan itu menurut pengertian yang sama dengan bahasa sekarang. Klinkert menulis dua versi, yaitu edisi Melayu rendah, Wasijat Yang Baroe, terbit pada tahun 1875; dan edisi Melayu tinggi, Kitaboe’lkoedoes, terbit pada tahun 1879. Versi yang kedua ini merupakan kitab yang paling populer di Minahasa. Di Minahasalah tempat lahirnya gereja protestan yang berorientasi kebangsaan, lima tahun setelah Sumpah pemuda, yaitu KGPM.

Kini, secara linguistik, tidak ada masalah bagi kata Tuhan yang muradif dengan pengertian ilahi. Nama ini pun sudah maktub dalam Pancasila. Yang tidak kurang melahirkan pertanyaan, mengapa sila pertama itu berbunyi ‘ketuhanan yang mahaesa’, ‘bukan ‘Tuhan yang mahaesa’ saja. Dengan ‘ketuhanan’, terkesan seakan-akan ada banyak Tuhan di Indonesia, tapi hanya satu Tuhan yang mesti disembah. Memang, dalam kalimat ini kita meraba adanya kompromi politis dari pendiri-pendiri republik. Tidak muncul diskusi bahasa mengenai hal itu sebelum amandemen yang lalu.”..-(Remi Silado)

Sumber : http://www.perisai.net/artikel/dari_mana_asal_kata_tuhan

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2916
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 08, 2013 9:27 pm


Tuan merujuk pada Tuhan
maka gak masalah pakai Tuan ataupun Tuhan

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by Agapo on Mon Apr 08, 2013 9:37 pm

jimatkalimasada wrote:
Tuan merujuk pada Tuhan
maka gak masalah pakai Tuan ataupun Tuhan
Tapi jadi masalah kalau itu merujuk kepada Yesus yg kedatangannya sebagai manusia (2 Yoh.1:7)

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2916
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 08, 2013 9:57 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Tuan merujuk pada Tuhan
maka gak masalah pakai Tuan ataupun Tuhan
Tapi jadi masalah kalau itu merujuk kepada Yesus yg kedatangannya sebagai manusia (2 Yoh.1:7)

Yesus kan Tuhan
dan gak masalah mo disebut TUAN atau TUHAN

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by Agapo on Mon Apr 08, 2013 10:14 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Tuan merujuk pada Tuhan
maka gak masalah pakai Tuan ataupun Tuhan
Tapi jadi masalah kalau itu merujuk kepada Yesus yg kedatangannya sebagai manusia (2 Yoh.1:7)

Yesus kan Tuhan
dan gak masalah mo disebut TUAN atau TUHAN
Kalau murid si-penyesat memang mengakui Yesus saat di dunia ini sebagai Tuhan.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2916
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 08, 2013 10:16 pm


Tuhan menjadi manusia tetep Tuhan
yang tidak mengakui dari roh setan

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by Agapo on Mon Apr 08, 2013 10:21 pm

jimatkalimasada wrote:
Tuhan menjadi manusia tetep Tuhan
yang tidak mengakui dari roh setan
,
Fakta sejarah dan alkitabmu, bahwa Yesus itu terlahir dari rahim seorang ibu, dia be'ol, makan, tidur dan mati. Itu semua kodrat manusia. Kok kau berani-beraninya menganggap Tuhan. Kacau otakmu Jim !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2916
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Mon Apr 08, 2013 10:26 pm


jadi manusia ya harus seperti itu..
malah aneh kalau gak makan, minum, tidur dan sebagainya
tetapi ukan berasal dari benih manusia dan roh yang ada dalam diri-Nya
adalah Roh Allah, bukan roh manusia seperti kita-kita
quranmu aja juga bilang Ruh Kami

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 10:41 am

jimatkalimasada wrote:
jadi manusia ya harus seperti itu..
malah aneh kalau gak makan, minum, tidur dan sebagainya
tetapi ukan berasal dari benih manusia dan roh yang ada dalam diri-Nya
adalah Roh Allah, bukan roh manusia seperti kita-kita
quranmu aja juga bilang Ruh Kami

Makanya itu bukan tuhan tapi manusia..nabi Isa...kamu lagi aneh karena percaya itu tuhan???? jika aku menjadi Paul dan menulis tuhan itu matahari....maka Pasti kamu PERCAYA.... logika + Paul + Setan + BODOH + BUTA =NERAKA

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by SHAGA77 on Wed Apr 10, 2013 11:22 am

# Makanya itu bukan tuhan tapi manusia..nabi Isa...kamu lagi aneh karena
percaya itu tuhan???? jika aku menjadi Paul dan menulis tuhan itu
matahari....maka Pasti kamu PERCAYA.... logika + Paul + Setan + BODOH +
BUTA =NERAKA

Sebuah pertanyaan sederhana, adakah nabi lain yang diciptakan/lahir dari ROH/RUH ALLAH?
- jika ada, siapa?
- jika tidak ada, itulah keistimewaan Yesus (Isa) yang menjadi kebangaan kami sebagai umat KRISTEN.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1981
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 11:27 am

Master Denny wrote:# Makanya itu bukan tuhan tapi manusia..nabi Isa...kamu lagi aneh karena
percaya itu tuhan???? jika aku menjadi Paul dan menulis tuhan itu
matahari....maka Pasti kamu PERCAYA.... logika + Paul + Setan + BODOH +
BUTA =NERAKA

Sebuah pertanyaan sederhana, adakah nabi lain yang diciptakan/lahir dari ROH/RUH ALLAH?
- jika ada, siapa?
- jika tidak ada, itulah keistimewaan Yesus (Isa) yang menjadi kebangaan kami sebagai umat KRISTEN.

Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad

Di bawah ini merupakan petikan dari Buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, halaman 10 hingga 16.

Makhluk yang pertama yang di ciptakan oleh Allah adalah Ruh Muhammad saw. Ia diciptakan dari cahaya ‘Jamal’ Allah. Sebagaimana firman Allah di dalam hadis Qudsi “Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya Zat Ku”.

Nabi Muhammad saw, juga bersabda: “Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruh ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahaya ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah qalam. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah akal”.

Ruh, cahaya, qalam dan akal pada dasarnya adalah satu yaitu hakikat Muhammad.

Hakikat Muhammad di sebut “nur”, karena bersih dari segala kegelapan yang menghalangi untuk dekat kepada Allah sebagaimana firman Allah “Telah datang kepada mu cahaya dan kitab penerang dari Allah”.

Hakikat Muhammad di sebut juga akal, karena ia yang menemukan segala sesuatu. Hakikat Muhammad disebut qalam karena ia yang menjadi sebab perpindahan ilmu (seperti halnya mata pena sebagai pengalih ilmu di alam huruf pengetahuan yang tertulis). Ruh Muhammad adalah ruh yang termurni sebagai makhluk pertama dan asal seluruh makhluk sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Aku dari Allah dan orang-orang mukmin dari aku”.

Dan dari ruh Muhammad itulah, Allah menciptakan semua ruh di alam ‘Lahut’ dalam bentuk yang terbaik yang hakiki. Itulah nama seluruh manusia di alam Lahut. Alam Lahut adalah negeri bagi seluruh manusia. Allah menciptakan Arasy dari cahaya zat Muhammad saw. Bagitu juga makhluk lain berazal dari zat Muhammad.

Selanjutnya ruh-ruh di turunkan ke alam yang terendah, dimasukan pada makhluk yang terendah yaitu jasad. Sebagaimana firman Allah “Kemudian Aku turunkan manusia ke tempat yang terendah” Proses turunnya adalah setelah ruh diciptakan di alam Lahut, maka diturunkan ke alam Jabarut dan dibalut dengan cahaya Jabarut. Sebagai pakaian antara dua haram lapis kedua ini di sebut ruh ‘Sultani’.

Selanjutnya ia diturunkan lagi ke alam Malakut dan dibalut dengan cahaya Malakut yang disebut ruh ‘Ruhani’. Kemudian diturunkan lagi ke alam Mulki dan dibalut dengan cahaya Mulki. Lapis keempat ini di sebut ruh ‘Jismani’.

Selanjutnya Allah ciptakan badan (jasad) dari Mulki (bumi), sebagaimana firman Allah: “Dari bumi aku mencipta kamu. Kepada bumi aku mengembalikan mu. Dan dari bumi pula lah aku mengeluarkan mu”.

Setelah terwujud jasad, Allah memerintahkan ruh agar masuk ke dalam jasad, maka ruh masuk ke dalam jasad, sebagaimana firman Allah: “Ku tiupkan ruh dari Ku ke dalam jasad”.

Ketika ruh berada di dalam jasad, ruh lupa akan perjanjian awal di alam Lahut yaitu hari perjanjian: “Bukankah Aku ini tuhan mu” Ruh menjawab, “Benar, engkau adalah Tuhan kami”.

Karena ruh lupa pada perjanjian awal, maka ruh tidak dapat kembali ke alam Lahut sebagai tempat asal. Karena itu, dan kasihnya Allah menolong mereka (manusia) dengan menurunkan kitab-kitab samawi sebagai peringatan tentang negeri asal mereka, sesuai dengan firman Allah “Berikanlah peringatan pada mereka tentang hari-hari Allah”, yaitu hari pertemuan antara Allah dengan seluruh arwah (ruh) di alam Lahut. Lain halnya dengan para nabi, mereka datang ke bumi dan kembali ke akhirat, badannya di bumi, sedangkan ruhnya berada di negeri asal karena adanya peringatan ini.

Sangat sedikit orang yang sadar dan kembali serta berkeinginan dan sampai ke alam asal mereka. Karena sedikitnya manusia yang mampu kembali ke alam asal, maka Allah melimpahkan kenabian kepada ruh agung Muhammad Rasulullah, penutup penunjuk jalan dari kesesatan ke alam terang. Ia ditulis untuk mengingatkan mereka yang lupa membuka hatinya. Nabi mengajak manusia agar kembali dan sampai serta bertemu dengan ‘Jamal Allah’ yang azali, sesuai dengan firman Allah: “Katakanlah, Ini adalah jalan Ku. Aku mengajak ke jalan Allah dengan pandangan yang jelas. Aku dan para pengikut Ku”.

Nabi bersabda “Para sahabat ku seperti bintang-bintang, mengikuti yang mana pun kamu akan mendapat petunjuk”.

Pada ayat tadi dijelaskan bahwa Nabi mengajak manusia kembali kepada Allah dengan pandangan yang jelas, yang di dalam Al-Quran di sebut ‘basyirah’. Basyirah adalah dari ruh asli yang terbuka pada ‘Mata Hati’ bagi para aulia. Basyirah tidak akan terbuka hanya dengan Ilmu Zahir saja, tetapi untuk membukanya harus dengan Ilmu Ladunni Batin (ilmu yang langsung dari Allah). Sesuai dengan firman Allah “Kepada dia Ku berikan ilmu yang langsung dari Ku”.

Untuk menghasilkan basyirah, manusia mengambilnya dari ahli basyirah dengan mengambil talqin dari seorang wali mursyid yang telah berkomunikasi dengan alam lahut.

Wahai saudara ku, masuklah pada ‘tariq’ (jalan kembali kepada Allah) dan kembalilah kepada Tuhan mu bersama golongan ahli ruhani. Waktu sangat sempit, jalan hampir tertutup dan sulit tempat untuk kembali ke negeri asal (Alam Lahut).Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad

Di bawah ini merupakan petikan dari Buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, halaman 10 hingga 16.

Makhluk yang pertama yang di ciptakan oleh Allah adalah Ruh Muhammad saw. Ia diciptakan dari cahaya ‘Jamal’ Allah. Sebagaimana firman Allah di dalam hadis Qudsi “Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya Zat Ku”.

Nabi Muhammad saw, juga bersabda: “Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruh ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahaya ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah qalam. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah akal”.

Ruh, cahaya, qalam dan akal pada dasarnya adalah satu yaitu hakikat Muhammad.

Hakikat Muhammad di sebut “nur”, karena bersih dari segala kegelapan yang menghalangi untuk dekat kepada Allah sebagaimana firman Allah “Telah datang kepada mu cahaya dan kitab penerang dari Allah”.

Hakikat Muhammad di sebut juga akal, karena ia yang menemukan segala sesuatu. Hakikat Muhammad disebut qalam karena ia yang menjadi sebab perpindahan ilmu (seperti halnya mata pena sebagai pengalih ilmu di alam huruf pengetahuan yang tertulis). Ruh Muhammad adalah ruh yang termurni sebagai makhluk pertama dan asal seluruh makhluk sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Aku dari Allah dan orang-orang mukmin dari aku”.

Dan dari ruh Muhammad itulah, Allah menciptakan semua ruh di alam ‘Lahut’ dalam bentuk yang terbaik yang hakiki. Itulah nama seluruh manusia di alam Lahut. Alam Lahut adalah negeri bagi seluruh manusia. Allah menciptakan Arasy dari cahaya zat Muhammad saw. Bagitu juga makhluk lain berazal dari zat Muhammad.

Selanjutnya ruh-ruh di turunkan ke alam yang terendah, dimasukan pada makhluk yang terendah yaitu jasad. Sebagaimana firman Allah “Kemudian Aku turunkan manusia ke tempat yang terendah” Proses turunnya adalah setelah ruh diciptakan di alam Lahut, maka diturunkan ke alam Jabarut dan dibalut dengan cahaya Jabarut. Sebagai pakaian antara dua haram lapis kedua ini di sebut ruh ‘Sultani’.

Selanjutnya ia diturunkan lagi ke alam Malakut dan dibalut dengan cahaya Malakut yang disebut ruh ‘Ruhani’. Kemudian diturunkan lagi ke alam Mulki dan dibalut dengan cahaya Mulki. Lapis keempat ini di sebut ruh ‘Jismani’.

Selanjutnya Allah ciptakan badan (jasad) dari Mulki (bumi), sebagaimana firman Allah: “Dari bumi aku mencipta kamu. Kepada bumi aku mengembalikan mu. Dan dari bumi pula lah aku mengeluarkan mu”.

Setelah terwujud jasad, Allah memerintahkan ruh agar masuk ke dalam jasad, maka ruh masuk ke dalam jasad, sebagaimana firman Allah: “Ku tiupkan ruh dari Ku ke dalam jasad”.

Ketika ruh berada di dalam jasad, ruh lupa akan perjanjian awal di alam Lahut yaitu hari perjanjian: “Bukankah Aku ini tuhan mu” Ruh menjawab, “Benar, engkau adalah Tuhan kami”.

Karena ruh lupa pada perjanjian awal, maka ruh tidak dapat kembali ke alam Lahut sebagai tempat asal. Karena itu, dan kasihnya Allah menolong mereka (manusia) dengan menurunkan kitab-kitab samawi sebagai peringatan tentang negeri asal mereka, sesuai dengan firman Allah “Berikanlah peringatan pada mereka tentang hari-hari Allah”, yaitu hari pertemuan antara Allah dengan seluruh arwah (ruh) di alam Lahut. Lain halnya dengan para nabi, mereka datang ke bumi dan kembali ke akhirat, badannya di bumi, sedangkan ruhnya berada di negeri asal karena adanya peringatan ini.

Sangat sedikit orang yang sadar dan kembali serta berkeinginan dan sampai ke alam asal mereka. Karena sedikitnya manusia yang mampu kembali ke alam asal, maka Allah melimpahkan kenabian kepada ruh agung Muhammad Rasulullah, penutup penunjuk jalan dari kesesatan ke alam terang. Ia ditulis untuk mengingatkan mereka yang lupa membuka hatinya. Nabi mengajak manusia agar kembali dan sampai serta bertemu dengan ‘Jamal Allah’ yang azali, sesuai dengan firman Allah: “Katakanlah, Ini adalah jalan Ku. Aku mengajak ke jalan Allah dengan pandangan yang jelas. Aku dan para pengikut Ku”.

Nabi bersabda “Para sahabat ku seperti bintang-bintang, mengikuti yang mana pun kamu akan mendapat petunjuk”.

Pada ayat tadi dijelaskan bahwa Nabi mengajak manusia kembali kepada Allah dengan pandangan yang jelas, yang di dalam Al-Quran di sebut ‘basyirah’. Basyirah adalah dari ruh asli yang terbuka pada ‘Mata Hati’ bagi para aulia. Basyirah tidak akan terbuka hanya dengan Ilmu Zahir saja, tetapi untuk membukanya harus dengan Ilmu Ladunni Batin (ilmu yang langsung dari Allah). Sesuai dengan firman Allah “Kepada dia Ku berikan ilmu yang langsung dari Ku”.

Untuk menghasilkan basyirah, manusia mengambilnya dari ahli basyirah dengan mengambil talqin dari seorang wali mursyid yang telah berkomunikasi dengan alam lahut.

Wahai saudara ku, masuklah pada ‘tariq’ (jalan kembali kepada Allah) dan kembalilah kepada Tuhan mu bersama golongan ahli ruhani. Waktu sangat sempit, jalan hampir tertutup dan sulit tempat untuk kembali ke negeri asal (Alam Lahut).

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by SHAGA77 on Wed Apr 10, 2013 11:31 am

# Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad

Di bawah ini merupakan petikan dari Buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, halaman 10 hingga 16.

Penjelasan panjang lebar anda menjadi sia-sia tatkala anda tidak buktikan dengan ayat2 dari Al'quran yang menjadi sebuah KITAB KEYAKINAN IMAN anda.
Apakah anda beriman kepada buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani? Sehingga anda begitu yakinnya meng-copas di sini.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1981
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 11:36 am

Master Denny wrote:# Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad

Di bawah ini merupakan petikan dari Buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, halaman 10 hingga 16.

Penjelasan panjang lebar anda menjadi sia-sia tatkala anda tidak buktikan dengan ayat2 dari Al'quran yang menjadi sebuah KITAB KEYAKINAN IMAN anda.
Apakah anda beriman kepada buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani? Sehingga anda begitu yakinnya meng-copas di sini.

Jika kau yakin...kenapa kamu tidak???
kenapa keyakinan kita berbeda???
Ayat quran ada dalam teks tersebut,,kamu bacalah...Alam ini berlapis2 sedang logika hanya pada satu lapis saja..apa kamu pasti Yesus itu tuhan kamu??? Biar pun ini adalah peribadi...harus kamu kongsikan jika gak keberatan...

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by SHAGA77 on Wed Apr 10, 2013 12:43 pm

Jika kau yakin...kenapa kamu tidak???
kenapa keyakinan kita berbeda???
Ayat
quran ada dalam teks tersebut,,kamu bacalah...Alam ini berlapis2 sedang
logika hanya pada satu lapis saja..apa kamu pasti Yesus itu tuhan
kamu??? Biar pun ini adalah peribadi...harus kamu kongsikan jika gak
keberatan...

Apa ada ketentuan yang mempersalahkan keyakinan yang berbeda?
Logika sederhana:
Anda dan saya melihat sebuah benda di dalam ember yang tertutup rapat.
Anda meyakini bahwa benda di dalam itu adalah seekor ular, dengan berbagai macam argumen.
Saya pun meyakini bahwa benda di dalam itu adalah seekor katak, juga dengan berbagai argumen.
Argumen siapa yang benar? TIDAK ADA BUKAN? sebelum tutup ember tersebut dibuka dan dilihat secara pasti apa isi di dalamnya.
artinya: Argumen anda ataupun saya TIDAK DAPAT DIPASTIKAN SIAPA YANG BENAR SAMPAI NANTI ALLAH SENDIRI YANG MENYATAKAN APA YANG SEBENARNYA. Paham?
Kalau logika sederhana ini masih tidak dipahami, saya anggap pengetahuan anda belum layak untuk berdiskusi.


salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1981
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 1:01 pm

Master Denny wrote:Jika kau yakin...kenapa kamu tidak???
kenapa keyakinan kita berbeda???
Ayat
quran ada dalam teks tersebut,,kamu bacalah...Alam ini berlapis2 sedang
logika hanya pada satu lapis saja..apa kamu pasti Yesus itu tuhan
kamu??? Biar pun ini adalah peribadi...harus kamu kongsikan jika gak
keberatan...

Apa ada ketentuan yang mempersalahkan keyakinan yang berbeda?
Logika sederhana:
Anda dan saya melihat sebuah benda di dalam ember yang tertutup rapat.
Anda meyakini bahwa benda di dalam itu adalah seekor ular, dengan berbagai macam argumen.
Saya pun meyakini bahwa benda di dalam itu adalah seekor katak, juga dengan berbagai argumen.
Argumen siapa yang benar? TIDAK ADA BUKAN? sebelum tutup ember tersebut dibuka dan dilihat secara pasti apa isi di dalamnya.
artinya: Argumen anda ataupun saya TIDAK DAPAT DIPASTIKAN SIAPA YANG BENAR SAMPAI NANTI ALLAH SENDIRI YANG MENYATAKAN APA YANG SEBENARNYA. Paham?
Kalau logika sederhana ini masih tidak dipahami, saya anggap pengetahuan anda belum layak untuk berdiskusi.


salam

1.tidak karena ketentuan Sorga neraka itu sendiri.
2.ya benar..persoalannya??? kenapa itu mungkin katak dan kenapa mungkin ular????
-dimana lokasi amber itu??
-gimana katak bisa masuk dan gimana ular mungkin masuk???
-gimana anda tahu bahawa di dalamnya ember ada benda???? bisa saja ember itu kosong....
-jika di dalamnya ada benda,,,kenapa anda asumsi itu adalah katak jika memang benar bunyi didalamnya adalah ular berdesir???
-kenapa kamu tidak mampu bedakan bunyi katak dan ular??
-kenapa kamu tidak percaya sedangkan aku bilang itu bunyinya ular tapi kamu tetap yakin dengan katak..
-makanya risiko untuk katak itu benar adalah 0%...sedangkan kamu merasa kamu 100% yakin dan percaya...
-Ular berdesir masakan katak...jika didalamnya ada katak dan ular...adalah gak mungkin karena ular pasti makan kataknya....
-kenapa kamu masih percaya itu katak sedangkan hakikat bunyi dan gerak di dalam ember itu adalah ular???? jika katak maka ia tidak akan berdesir.....kamu ternyata salah tapi masih rasa benar....

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by SHAGA77 on Wed Apr 10, 2013 1:08 pm

1.tidak karena ketentuan Sorga neraka itu sendiri.
2.ya benar..persoalannya??? kenapa itu mungkin katak dan kenapa mungkin ular????
-dimana lokasi amber itu??
-gimana katak bisa masuk dan gimana ular mungkin masuk???
-gimana anda tahu bahawa di dalamnya ember ada benda???? bisa saja ember itu kosong....
-jika di dalamnya ada benda,,,kenapa anda asumsi itu adalah katak jika memang benar bunyi didalamnya adalah ular berdesir???
-kenapa kamu tidak mampu bedakan bunyi katak dan ular??
-kenapa kamu tidak percaya sedangkan aku bilang itu bunyinya ular tapi kamu tetap yakin dengan katak..
-makanya risiko untuk katak itu benar adalah 0%...sedangkan kamu merasa kamu 100% yakin dan percaya...
-Ular berdesir masakan katak...jika didalamnya ada katak dan ular...adalah gak mungkin karena ular pasti makan kataknya....
-kenapa
kamu masih percaya itu katak sedangkan hakikat bunyi dan gerak di dalam
ember itu adalah ular???? jika katak maka ia tidak akan
berdesir.....kamu ternyata salah tapi masih rasa benar....

Silahkan para netter menilai sendiri...
Bagi saya, cara berpikir anda menunjukkan anda belum layak untuk berdiskusi, jadi saya lebih memilih untuk tidak menjawab.


salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1981
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by SHAGA77 on Wed Apr 10, 2013 1:14 pm

Apakah harus saya tulis...
Di dalam acara sebuah quiz yang pesertanya 2 orang, ada sebuah ember yang jauh dan tertutup rapat hingga tidak terdengar suara apapun yang harus ditebak oleh kedua peserta itu apa yang ada di dalamnya? bla...bla...bla... dsb.

Saya akan menulis seperti itu jika saya berbicara dengan anak berusia 10 tahun, tapi saya akan menulis seperti sebelumnya jika saya berbicara dengan orang yang cukup dewasa umur dan pemikrannya.
Jadi silahkan anda nilai sendiri... arti dan makna analoginya.


salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1981
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 1:15 pm

Master Denny wrote:1.tidak karena ketentuan Sorga neraka itu sendiri.
2.ya benar..persoalannya??? kenapa itu mungkin katak dan kenapa mungkin ular????
-dimana lokasi amber itu??
-gimana katak bisa masuk dan gimana ular mungkin masuk???
-gimana anda tahu bahawa di dalamnya ember ada benda???? bisa saja ember itu kosong....
-jika di dalamnya ada benda,,,kenapa anda asumsi itu adalah katak jika memang benar bunyi didalamnya adalah ular berdesir???
-kenapa kamu tidak mampu bedakan bunyi katak dan ular??
-kenapa kamu tidak percaya sedangkan aku bilang itu bunyinya ular tapi kamu tetap yakin dengan katak..
-makanya risiko untuk katak itu benar adalah 0%...sedangkan kamu merasa kamu 100% yakin dan percaya...
-Ular berdesir masakan katak...jika didalamnya ada katak dan ular...adalah gak mungkin karena ular pasti makan kataknya....
-kenapa
kamu masih percaya itu katak sedangkan hakikat bunyi dan gerak di dalam
ember itu adalah ular???? jika katak maka ia tidak akan
berdesir.....kamu ternyata salah tapi masih rasa benar....

Silahkan para netter menilai sendiri...
Bagi saya, cara berpikir anda menunjukkan anda belum layak untuk berdiskusi, jadi saya lebih memilih untuk tidak menjawab.


salam

Jawab saja...kenapa ular yang berdesir kamu sangka katak???? adakah karena hanya di dalam ember???

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by SHAGA77 on Wed Apr 10, 2013 1:16 pm

sudah saya jawab di atas....

salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1981
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 1:33 pm

Master Denny wrote:Apakah harus saya tulis...
Di dalam acara sebuah quiz yang pesertanya 2 orang, ada sebuah ember yang jauh dan tertutup rapat hingga tidak terdengar suara apapun yang harus ditebak oleh kedua peserta itu apa yang ada di dalamnya? bla...bla...bla... dsb.

Saya akan menulis seperti itu jika saya berbicara dengan anak berusia 10 tahun, tapi saya akan menulis seperti sebelumnya jika saya berbicara dengan orang yang cukup dewasa umur dan pemikrannya.
Jadi silahkan anda nilai sendiri... arti dan makna analoginya.


salam

jawabanya adalah ular karena penganjur Quiz itu pernah memberitahu bahawa hewan itu adalah sejenis reptilia dan kamu menyangka maksud reptilia itu adalah sejenis katak..dan kamu menyangkanya katak karena banyak bunyi katak disekeliling ember tersebut sedangkan kamu juga tidak menyedari bahawa ember itu tertutup rapat...dan kamu mendengar omongan sobat kamu bahawa ianya adalah katak...Makanya katak adalah 0%...jika kamu faham ini maka kamu pasti masuk islam...

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by SHAGA77 on Wed Apr 10, 2013 2:26 pm

jawabanya adalah ular karena penganjur Quiz itu pernah memberitahu
bahawa hewan itu adalah sejenis reptilia dan kamu menyangka maksud
reptilia itu adalah sejenis katak..dan kamu menyangkanya katak karena
banyak bunyi katak disekeliling ember tersebut sedangkan kamu juga tidak
menyedari bahawa ember itu tertutup rapat...dan kamu mendengar omongan
sobat kamu bahawa ianya adalah katak...Makanya katak adalah 0%...jika
kamu faham ini maka kamu pasti masuk islam...

1. Hahaha... justru saya menganggap anda dan sang pembawa acara melakukan kecurangan. Anda diberitahu tetapi saya tidak.

2. Kalau anda tambahkan analogi seperti itu, berarti anda menganggap bahwa TUHAN SECARA LANGSUNG DATANG DAN MEMBERITAHU KEPADA ANDA bahwa apa yang anda yakini adalah benar. APA ANDA MENGALAMI PERISTIWA DIDATANGI TUHAN?

Cobalah lebih beragumen yang lebih masuk akal jangan mengada-ada.


Terakhir kali saya katakan, silahkan anda anggap benar KEYAKINAN ANDA TANPA HARUS MEMPERSALAHKAN APA YANG DIYAKINI ORANG LAIN. Itu jauh lebih bijaksana daripada anda selalu menghakimi orang lain dengan merasa PALING BENAR.


salam

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1981
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 5:35 pm

Master Denny wrote:jawabanya adalah ular karena penganjur Quiz itu pernah memberitahu
bahawa hewan itu adalah sejenis reptilia dan kamu menyangka maksud
reptilia itu adalah sejenis katak..dan kamu menyangkanya katak karena
banyak bunyi katak disekeliling ember tersebut sedangkan kamu juga tidak
menyedari bahawa ember itu tertutup rapat...dan kamu mendengar omongan
sobat kamu bahawa ianya adalah katak...Makanya katak adalah 0%...jika
kamu faham ini maka kamu pasti masuk islam...

1. Hahaha... justru saya menganggap anda dan sang pembawa acara melakukan kecurangan. Anda diberitahu tetapi saya tidak.

2. Kalau anda tambahkan analogi seperti itu, berarti anda menganggap bahwa TUHAN SECARA LANGSUNG DATANG DAN MEMBERITAHU KEPADA ANDA bahwa apa yang anda yakini adalah benar. APA ANDA MENGALAMI PERISTIWA DIDATANGI TUHAN?

Cobalah lebih beragumen yang lebih masuk akal jangan mengada-ada.


Terakhir kali saya katakan, silahkan anda anggap benar KEYAKINAN ANDA TANPA HARUS MEMPERSALAHKAN APA YANG DIYAKINI ORANG LAIN. Itu jauh lebih bijaksana daripada anda selalu menghakimi orang lain dengan merasa PALING BENAR.


salam

1.Ya penganjur itu tidak curang malahan berkali-kali bilang bahawa ianya sejenis reptilia..kamu juga dengar...tapi kamu rasakan ialah reptilia itu adalah sejenis katak?? knapa begitu??? :
1.karena kamu meyakini reptilia itu adalah sejenis katak.
2. Bunyi katak di sekeliling ember sehingga kamu terlupa ember itu tertutup dan kamu merasakan benar bahawa didalamnya katak.
3.Sobat kamu bilang itu Pasti katak.
4.kamu melihat sesuatu dengan benar sedangkan ianya salah.
5.Jika keyakinanmu bahawa ianya adalah katak..maka kamu mesti mempercayainya berdasarkan metode kamu yang kamu yakin pasti kan???? Ternyata kamu salah karena kamu gak memahami istilah reptiliah itu...kenapa kamu dan aku melihat istilah reptilia dari sudut yang berbeda?????
6.Gimana kamu tahu jika penganjur itu secara langsung datang dan memberitahu kamu dan aku??? jika penganjur itu menghantar pesuruhnya??
7.dan gimana kamu begitu pasti bahawa pesuruhnya itu adalah penganjur??? sedangkan kamu gak tahu siapa sebetulnya yang menganjur????? jika kamu sangka pesuruh penganjur itu adalah penganjur itu sendiri...apa kamu pasti sorga itu masih milikMU???

8.Dan apa kamu benar2 pasti bahawa reptilia itu adalah sejenis katak????? dan kamu begitu pasti mahukan resikonya pada jawaban kamu itu adalah katak???? Gimana kamu mahu mengurangkan resikonya????

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 10, 2013 7:16 pm

XXX999XXX wrote:Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad

Di bawah ini merupakan petikan dari Buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, halaman 10 hingga 16.
Makhluk yang pertama yang di ciptakan oleh Allah adalah Ruh Muhammad saw. Ia diciptakan dari cahaya ‘Jamal’ Allah. Sebagaimana firman Allah di dalam hadis Qudsi “Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya Zat Ku”.

Nabi Muhammad saw, juga bersabda: “Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruh ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahaya ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah qalam. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah akal”.

pengakuan orang gila

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 11:05 pm

jimatkalimasada wrote:
XXX999XXX wrote:Awal ciptaan makhluk (Manusia) dan Nur Muhammad

Di bawah ini merupakan petikan dari Buku “Sirr al-Asrar” oleh As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, halaman 10 hingga 16.
Makhluk yang pertama yang di ciptakan oleh Allah adalah Ruh Muhammad saw. Ia diciptakan dari cahaya ‘Jamal’ Allah. Sebagaimana firman Allah di dalam hadis Qudsi “Aku ciptakan ruh Muhammad dari cahaya Zat Ku”.

Nabi Muhammad saw, juga bersabda: “Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruh ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahaya ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah qalam. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah akal”.

pengakuan orang gila

Makanya...masih lagi berandalkan logika kamu???? jika logika kamu hanya sampai di kaki...gimana kamu mahu sampi kepundak???

logika=benar=NERAKA...

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 10, 2013 11:09 pm



kenapa orang mengaku seperti itu kamu percayai?
narsis mengarah ke gila

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 11:14 pm

jimatkalimasada wrote:

kenapa orang mengaku seperti itu kamu percayai?
narsis mengarah ke gila

Apa istilah gila mengikut logika kamu???? jika diluar logika istilah gila kamu maka itu adalah benar??? dan gimana jika ada istilah gila yang logika kamu tidak akan sampi???

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Wed Apr 10, 2013 11:16 pm


atas dasar apa dia ngomong kek gini:
Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruh ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahaya ku.

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by XXX999XXX on Wed Apr 10, 2013 11:37 pm

jimatkalimasada wrote:
atas dasar apa dia ngomong kek gini:
Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruh ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahaya ku.

makanya...rohnya muhammad itu adalah cahaya...senang banget kan??? ato logika kamu sedang bekerja keras untuk memahami dan jika logika tidak mampu terima maka=salah...kenapa sih harus ada pertama untuk kali kedua???? jika kedua makanya itu kedua..pusing banget kamu kan...

XXX999XXX
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 149
Reputation : 1
Points : 1487
Registration date : 2013-04-08

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by jimatkalimasada on Sun Apr 14, 2013 9:20 pm


silakan dijawab:
atas dasar apa dia ngomong kek gini:
Yang pertama diciptakan oleh Allah ialah ruh ku. Dan yang pertama diciptakan oleh Allah ialah cahaya ku.


jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6274
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Post by Sponsored content Today at 7:29 am


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum