MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 7 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 7 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Sucikah Al'quran?

Page 3 of 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

View previous topic View next topic Go down

Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Fri Apr 12, 2013 12:13 pm

First topic message reminder :

Menanggapi permintaan salah satu netter di sini (Agapo), maka saya buat thread ini:

Dari cara berpikir anda, apakah menurut Al'quran:
- Allah maha pengasih dan penyayang, benar atau salah?
- Allah maha mengampuni, benar atau salah?
- Allah maha adil tanpa membedakan jenis kelamin, benar atau salah?

Dari cara berpikir anda, apakah menurut Al'quran:
- Harta orang kafir halal untuk dirampas, benar atau salah?
- Nyawa orang kafir halal untuk dibunuh, benar atau salah?
- Istri orang kafir halal untuk dijadikan budak, benar atau salah?

Dari cara berpikir anda sebagai umat muslim:
- Apakah membunuh itu dilarang?
- Apakah merampas itu dilarang?
- Apakah mengutuk itu dilarang?
- Apakah memperbudak itu dilarang?

Silahkan netter Agapo menjawabnya seperti tantangan anda di thread lain.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down


Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Wed Apr 24, 2013 5:53 pm

Master Denny wrote:
you7tube7com wrote:
Master Denny wrote:
Ok, sekarang bagaimana jika kasus, seseorang menjadi mualaf? Apakah harus membenci orang tuanya yang kafir?
Tidak..

silahkan anda lihat baik2:
# QS 9:123 Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.

# QS 9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Kolerasinya....
Jika seorang anak dalam agama non-muslim menjadi mualaf, apakah harus memerangi orang tua mereka yang tidak ikut masuk Islam? Sedangkan ajaran Islam sendiri dengan tegas MENGHARUSKAN hal itu. Bagaimana tanggapan anda?

Bagaimana dengan hal ini.... anda belum menanggapinya???

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Wed Apr 24, 2013 6:15 pm

dewarugi wrote:
dalam pemahaman ente, membunuh = salah (apapun alasannya) betul..? karena pertimbangan hati nurani. betul...???
tapi, aturan Allah membunuh siapapun yang melawan/menentang aturan-Nya adalah wajib dan diperbolehkan.

sebagai perumpamaan (aturan manusia),
si A telah membunuh satu keluarga. hakim memutuskan si A bersalah dan memvonis hukuman mati bagi si A.
si A dieksekusi di hadapan regu tembak, dalam arti regu tembak membunuh si A.

contoh diatas, si A dan regu tembak sama2 membunuh. apakah si A dan regu tembak sama2 bersalah krn tlh melakukan pembunuhan? hati nurani boleh mengatakan YA semuanya bersalah.
tapi aturan tdk mengatakan bahwa regu tembak bersalah.

begitu juga aturan Allah, tidak semata-mata membunuh = salah, masih melihat sebab-musababnya.
sesuatu yang baik dalam pandangan manusia belum tentu baik menurut Allah, begitu juga sebaliknya.

ini dipahami dulu, kalo ente blum bisa menerima maka percuma ane lanjutin. toh akhirnya cuma bakal jadi debat kusir... Laughing Laughing Laughing

(Al Baqarah : 216)
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Saya pakai argumen anda di sini:
dalam pemahaman ente, membunuh = salah (apapun alasannya) betul..? karena pertimbangan hati nurani. betul...???
tapi, aturan Allah membunuh siapapun yang melawan/menentang aturan-Nya adalah wajib dan diperbolehkan.

Darimana kita bisa tahu bahwa membunuh itu salah kalau bukan aturan dari Allah?

sebagai perumpamaan (aturan manusia),
si A telah membunuh satu keluarga. hakim memutuskan si A bersalah dan memvonis hukuman mati bagi si A.
si A dieksekusi di hadapan regu tembak, dalam arti regu tembak membunuh si A.
contoh
diatas, si A dan regu tembak sama2 membunuh. apakah si A dan regu
tembak sama2 bersalah krn tlh melakukan pembunuhan? hati nurani boleh
mengatakan YA semuanya bersalah. tapi aturan tdk mengatakan bahwa regu tembak bersalah.

Anda tahu arti hukuman? adalah sebuah konsukuensi dari dari tindakan salah.
Tidak ada yang bisa disalahkan pada waktu kita berbicara masalah hukuman. Karena hukuman itu ada setelah adanya sebuah pelanggaran.
Eksekutor atau hakim yang memberikan hukuman mati tidak bisa disalahkan karena menjalankan proses hukuman.... kecuali kasusnya seperti ini:
Si A dipenjara dan divonis mati, sebelum eksekusi dia kabur dari penjara, lalu bertemu dengan kerabat korban... lalu dibunuh. Nah, keluarga korban ini juga melakukan kesalahan karena membunuh, walaupun yang dibunuh seorang terpidana mati. Karena bukan wewenang dia untuk melakukan eksekusi. Bisa anda lihat perbedaan itu?

begitu juga aturan Allah, tidak semata-mata membunuh = salah, masih melihat sebab-musababnya. Sesuatu yang baik dalam pandangan manusia belum tentu baik menurut Allah, begitu juga sebaliknya.
1. Sudah dijelaskan bahwa ada perbedaan antara membunuh dan hukuman.
sekarang saya tanya balik ke anda.... Tuhan membuat neraka untuk membunuh manusia atau menghukum manusia? Jelas dan tegas bahwa TUHAN TIDAK PERNAH MEMBUNUH TETAPI TUHAN MENGHUKUM MANUSIA YANG BERSALAH.
2. Pengetahuan benar-salah suatu tindakan pada dasarnya Tuhan aturan Tuhan sendiri yang menjadi sebuah ketetapan. Orang bisa mengatakan MEMBUNUH itu salah karena Tuhan melarang orang untuk MEMBUNUH. Dalam taurat Musa,Tuhan dengan JELAS menyatakan DILARANG MEMBUNUH, tidak ada larangan Tuhan yang berbunyi DILARANG MEMBUNUH KECUALI ........... Hal itu diakui seluruh dunia dan oleh agama apapun.

ini dipahami dulu, kalo ente blum bisa menerima maka percuma ane lanjutin. toh akhirnya cuma bakal jadi debat kusir...

Apa yang harus diterima dari sebuah pernyataan yang salah?

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by dewarugi on Wed Apr 24, 2013 7:39 pm

Master Denny wrote:
Darimana kita bisa tahu bahwa membunuh itu salah kalau bukan aturan dari Allah?
kalo ane bisa tunjukan "ayat2 pembunuhan yang diperbolehkan" baik dalam qur'an maupun bible, maukah ente mengakui bahwa membunuh (dg alasan yg tepat) tidaklah berdosa menurut Allah?

Master Denny wrote:Anda tahu arti hukuman? adalah sebuah konsukuensi dari dari tindakan salah.
Tidak ada yang bisa disalahkan pada waktu kita berbicara masalah hukuman. Karena hukuman itu ada setelah adanya sebuah pelanggaran.
Eksekutor atau hakim yang memberikan hukuman mati tidak bisa disalahkan karena menjalankan proses hukuman.... kecuali kasusnya seperti ini:
Si A dipenjara dan divonis mati, sebelum eksekusi dia kabur dari penjara, lalu bertemu dengan kerabat korban... lalu dibunuh. Nah, keluarga korban ini juga melakukan kesalahan karena membunuh, walaupun yang dibunuh seorang terpidana mati. Karena bukan wewenang dia untuk melakukan eksekusi. Bisa anda lihat perbedaan itu?
nah ente mengakui jg ya, ada yg membunuh tdk disalahkan.

Master Denny wrote:1. Sudah dijelaskan bahwa ada perbedaan antara membunuh dan hukuman.
sekarang saya tanya balik ke anda.... Tuhan membuat neraka untuk membunuh manusia atau menghukum manusia? Jelas dan tegas bahwa TUHAN TIDAK PERNAH MEMBUNUH TETAPI TUHAN MENGHUKUM MANUSIA YANG BERSALAH.
2. Pengetahuan benar-salah suatu tindakan pada dasarnya Tuhan aturan Tuhan sendiri yang menjadi sebuah ketetapan. Orang bisa mengatakan MEMBUNUH itu salah karena Tuhan melarang orang untuk MEMBUNUH. Dalam taurat Musa,Tuhan dengan JELAS menyatakan DILARANG MEMBUNUH, tidak ada larangan Tuhan yang berbunyi DILARANG MEMBUNUH KECUALI ........... Hal itu diakui seluruh dunia dan oleh agama apapun.
1. neraka dibuat untuk menghukum. hukuman mati mrupakan salah satu bentuk dari hukuman. tapi menghukum-mati tetaplah membunuh.
2. kalo ane bisa nunjukan baik dalam qur'an ataupun alkitab bahwa ada "ayat2 pembunuhan yang diperbolehkan", ente mau mengakui tidak? bahwa membunuh dg alasan yg tepat tidaklah dosa... Question Question Question


Master Denny wrote:Apa yang harus diterima dari sebuah pernyataan yang salah?
letak kesalahannya dimana ya...???

dewarugi
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 217
Location : Jogja
Reputation : -3
Points : 1562
Registration date : 2013-04-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed Apr 24, 2013 8:14 pm

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
- Pampasan perang itu sesuai dengan perintah Tuhan baik dulu (PL) maupun dijaman nabi Muhammad.
- maaf, saya nggak njawa diluar konteks
- maaf itu beda bahasan (pampasan perang)
- apakah anda melihat Taurat (Perjanjian Lama) hanya sebatas hukum perang menyangkut harta rampasan? apakah anda tahu 10 perintah Allah juga ada dalam perjanjian lama?
- sangat tidak diluar konteks... saya membahas "harta rampasan" yang menurut anda hanya halal diperoleh dalam situasi perang.
Di era modern ini... banyak muslim (jihadis) yang masih menganggap bahwa agama mereka didiskriminasikan dan ditindas oleh negara2 maju (sama halnya dengan mengajak perang), walaupun hal itu hanya klaim sepihak dari golongan muslim... karena kebebasan memeluk agama dan menjalankannya terlaksana dengan baik di negara2 maju.
Relevansinya, atas dasar apa para jihadis itu melakukan aksi2 yang tidak benar dan menganggap mereka tetap dalam "situasi perang". Apa pandangan Islam terkait hal ini? Masih berhubungan kan ketika anda menyebutkan bahwa SITUASI PERANG ADALAH ALASAN YANG DAPAT DIBENARKAN. Jadi pertanyaan saya sangat tidak diluar konteks dan silahkan anda menjawab:
- Dalam kondisi tidak perang pun (jaman modern ini) masih banyak ulah jihadis yang menelan korban, apakah itu dibenarkan dari sudut pandang islam?
- Apa makna sebenarnya dari Jihad menurut ajaran Islam yang benar? dan bilamana hal itu boleh dilakukan?

- Mau anda belokkan kemana ? kan ada tertulis perintah Tuhan tentang pampasan perang di PL. itu fakta.
- Arti kata Jihad sering disalahpahami oleh yang tidak mengenal prinsip-prinsip Din (agama) Islam sebagai ‘perang suci’ (holy war); istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad.
Jihad dalam bentuk perang (Qital) dilaksanakan jika terjadi fitnah yang membahayakan eksistensi ummat (antara lain berupa serangan-serangan dari luar).
Pada dasar kata arti jihad adalah “berjuang” atau “ber-usaha dengan keras” , namun bukan harus berarti “perang dalam makna “fisik” . jika sekarang jihad lebih sering diartikan sebagai “perjuangan untuk agama”, itu tidak harus berarti perjuangan fisik .
Jihad bukan hanya peperangan (Qital) fisik dan extern, untuk membela agama, kalau hanya diartikan sebatas perang (Qital) akan sangat ber-bahaya , sebab akan mudah di-manfaat-kan dan rentan terhadap fitnah .
Maka arti Jihad sesungguhnya adalah “perjuangan membela agama” , maka lebih tepat bahwa ber-Jihad adalah : “perjuangan menegakkan syariat Islam” . Sehingga berjihad haruslah dilakukan setiap saat , 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup .

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Rangkuman itu tidak menghapuskan seluruh isi hukum taurat dan kitab para nabi, sebab Yesus memerintahkan kepada umatnya agar melakukan (mengamalkan) dan mengajarkan hukum taurat untuk bisa masuk kerajaan surga (Mat.5:19). Yesus tidak memerintahkan melakukan dan mengajarkan ke dua hukum kasih untuk bisa masuk surga. Paham ?!
- Hahaha... teliti lagi, ada tidak tulisan saya yang memakai kata "menghapus"? JELAS SALAH jika anda mengatakan bahwa saya berasumsi Yesus menghapus hukum Taurat.
- Anda teliti lagi 10 perintah Allah:
Jika anda melakukan point 1-4, maka anda sudah melakukan apa yang diajarkan Yesus mengenai Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Jika anda melakukan point 5-10, maka anda sudah melakukan apa yang diajarkan Yesus mengenai Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
KESIMPULANNYA : DENGAN MELAKUKAN 2 HAL YANG DIPERINTAHKAN YESUS SAMA DENGAN MELAKUKAN 10 PERINTAH ALLAH.
- sekarang pertanyaan saya untuk anda: Menurut anda apa hukum taurat itu?

Anda bertaqiyah...! Apa anda tidak meyakini pernyataan paulus di Efesus 2:15 bahwa dengan kematian Yesus maka hukum taurat itu batal dengan segala perintah dan ketentuannya ??

Seorang Theolog dari Gereja Baptis, A.H. Strong, mengatakan: “Perintah 10 Perintah Allah, secara sederhana adalah pernyataan sifat Allah dalam bentuk syarat moral, dan suatu pernyataan yang penting dri sifat itu tampak dari keberadaan makhluk moral (Mazmur 19:7; bandingkan dengan ayat 1). Terhadap Perintah ini, semua orang membrikan kesaksian. Bahkan hati nuruani dari para penyembah berhalapun memberikan kesaksian tentang hal ini (Roma 2;14, 15). Mereka yang memiliki Perintah tertulis melihat perintah dasar ini sebagai pedoman (Roma 7:14; 8:4). Penjelmaan yang sempurna dari Perintah ini dapat dilihat hanya di dalam Yesus Kristus (Roma 10:4; Pilipi 3:8, 9”.

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Yesus tidak pernah memerintahkan melakukan 10 perintah Allah atau kedua hukum kasih. Itu fakta. Menambah pertanyaan yang bukan menjadi domain keyakinan saya, tidak ada relevansinya saya jawab. Sebab saya meyakini bahwa Al Quran itu sudah merangkum seluruh hukum taurat dan kitab para nabi lainnya. Maka Al Quran itu sebagai batu penguji kitab2 terdahulu.
1. Trus apa yang diajarkan Yesus?? hahaha... bro2, anda ini terlalu ingin memutar balik segala hal yang menjadikan kesan intelek anda yang muncul pertama kali menjadi semakin pudar.
2. Anda di awal berbicara mengenai dasar ajaran Islam mengenai harta rampasan ada di Perjanjian Lama (dalam hal ini Taurat Musa) yang ada AQ. So sesuai dengan pernyataan anda itu, apakah tidak wajar kalau saya bertanya kepada anda: apa yang anda (Islam) ketahui tentang hukum Taurat? (silahkan anda jawab...).
(Saya bertanya demikian karena anda sendiri yang mengatakan bahwa dasar ajaran rampasan perang anda di Perjanjian Lama.)
3. Kalau anda klaim "
Al Quran itu sebagai batu penguji kitab2 terdahulu" maka seharusnya ajaran AQ menjadi penyempurna (dalam arti ambil yang baik dan tinggalkan yang jelek).
Sekarang kita selidiki: (misalkan... ini hanya sebagai contoh)
- Taurat Musa = mengajarkan rampasan perang (jelek) dan mengajarkan allah yang esa (bagus).
- Injil = mengajarkan kasih (bagus) dan mengajarkan allah yang tidak esa (jelek)
- SEHARUSNYA... apa yang disempurnakan AQ?
mengajarkan allah yang esa (baik) dan mengajarkan kasih (baik). LOGIS BUKAN? dan sangat sesuai dengan jutaan muslim yang mengklaim "AQ kitab penyempurna"

1). Yg diperintah Yesus adalah untuk mengamalkan dan mengajarkan hukum taurat (mat.5:19)
2). Ada banyak di AQ tentang hukum taurat, ada sisi mencintai Allah dan ada sisi yg mencintai sesama manusia dan alam.
3).
- Tuhan memerintahkan adanya pampasan perang, lantas kamu katakan 'jelek' ? kok berani kamu menentang Tuhan !
- Penyempurna dan pengoreksi AQ terhadap kitab2 terdahulu, sekarang ini sedang terjadi, khususnya dapat dilihat dalam forum ini dan forum2 lainnya. Dan sebagian Topik-topik yang ada adalah bentuk2 koreksi. Utamanya dalam masalah teologi.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Wed Apr 24, 2013 10:04 pm

Agapo wrote:
- Mau anda belokkan kemana ? kan ada tertulis perintah Tuhan tentang pampasan perang di PL. itu fakta.
- Arti kata Jihad sering disalahpahami oleh yang tidak mengenal prinsip-prinsip Din (agama) Islam sebagai ‘perang suci’ (holy war); istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad.
Jihad dalam bentuk perang (Qital) dilaksanakan jika terjadi fitnah yang membahayakan eksistensi ummat (antara lain berupa serangan-serangan dari luar).
Pada dasar kata arti jihad adalah “berjuang” atau “ber-usaha dengan keras” , namun bukan harus berarti “perang dalam makna “fisik” . jika sekarang jihad lebih sering diartikan sebagai “perjuangan untuk agama”, itu tidak harus berarti perjuangan fisik .
Jihad bukan hanya peperangan (Qital) fisik dan extern, untuk membela agama, kalau hanya diartikan sebatas perang (Qital) akan sangat ber-bahaya , sebab akan mudah di-manfaat-kan dan rentan terhadap fitnah .
Maka arti Jihad sesungguhnya adalah “perjuangan membela agama” , maka lebih tepat bahwa ber-Jihad adalah : “perjuangan menegakkan syariat Islam” . Sehingga berjihad haruslah dilakukan setiap saat , 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup .
- Apanya yang mau dibelokkan? saya bertanya kepada anda kan? tidak sedang berargumen, so silahkan anda jawab pertanyaan saya.
- Nah.... 1000 persen saya setuju dengan anda.

Sayangnya... hanya sedikit orang2 yang memahami maknanya sampai sejauh ini.

Agapo wrote:
Anda bertaqiyah...! Apa anda tidak meyakini pernyataan paulus di Efesus 2:15 bahwa dengan kematian Yesus maka hukum taurat itu batal dengan segala perintah dan ketentuannya ??
Hahaha...lagi2 saya ketawa bos, karena 1 petikan ayat... anda mengugurkan banyak ayat.
Jadi sekarang saya suruh jelasin arti ayat Efesus 2:15?

Dipersatukan di dalam Kristus

2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",

2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.


Kelihatan jelas belum pokok masalah yang dibicarakan pada perikop ini? saya kasih anda 1 kesempatan lagi untuk membaca dan meneliti... karena saya anggap anda bisa mengerti tanpa perlu penjelasan, kalau masih tidak mengerti, akan saya jelaskan. (clue : SUNAT)

Agapo wrote:
Seorang Theolog dari Gereja Baptis, A.H. Strong, mengatakan: “Perintah 10 Perintah Allah, secara sederhana adalah pernyataan sifat Allah dalam bentuk syarat moral, dan suatu pernyataan yang penting dri sifat itu tampak dari keberadaan makhluk moral (Mazmur 19:7; bandingkan dengan ayat 1). Terhadap Perintah ini, semua orang membrikan kesaksian. Bahkan hati nuruani dari para penyembah berhalapun memberikan kesaksian tentang hal ini (Roma 2;14, 15). Mereka yang memiliki Perintah tertulis melihat perintah dasar ini sebagai pedoman (Roma 7:14; 8:4). Penjelmaan yang sempurna dari Perintah ini dapat dilihat hanya di dalam Yesus Kristus (Roma 10:4; Pilipi 3:8, 9”.

Tadinya saya mau minta link-nya tapi setelah membaca... ternyata tidak ada yang salah atas statement di atas. Kalimat yang anda garisbawahi justru mempertegas bahwa 10 perintah Allah itu dirangkum dalam ajaran Yesus. So... apa masalahnya?

Agapo wrote:
1). Yg diperintah Yesus adalah untuk mengamalkan dan mengajarkan hukum taurat (mat.5:19)
2). Ada banyak di AQ tentang hukum taurat, ada sisi mencintai Allah dan ada sisi yg mencintai sesama manusia dan alam.
3).
- Tuhan memerintahkan adanya pampasan perang, lantas kamu katakan 'jelek' ? kok berani kamu menentang Tuhan !
- Penyempurna dan pengoreksi AQ terhadap kitab2 terdahulu, sekarang ini sedang terjadi, khususnya dapat dilihat dalam forum ini dan forum2 lainnya. Dan sebagian Topik-topik yang ada adalah bentuk2 koreksi. Utamanya dalam masalah teologi.
Anda ngelawak tidak habis2 bro.
1. Anda petik 1 ayat tapi mengabaikan AYAT PERTAMA dari perikopnya.... aneh.
(Baca lagi ayat 17-nya), penggenapan apa yang ada dalam Yesus? yah... AJARAN YESUS TENTANG KASIH.

2. Ada tidak 10 perintah Allah di dalam AQ?
3. - saya katakan jelek (itupun hanya misalkan), karena tidak sesuai dengan ajaran Kasih terhadap sesama manusia yag diajarkan Yesus, juga menabrak norma kebenaran karena merampas.
- Bagaimana anda bisa koreksi kitab orang lain kalau kitab anda sendiri masih berisi ajaran yang tidak benar (rampasan perang misalnya). Anda boleh mengoreksi orang lain ketika anda telah berpijak dan memenuhi kriteria "kesempurnaan" secara universal
.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Thu Apr 25, 2013 2:50 am

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
- Mau anda belokkan kemana ? kan ada tertulis perintah Tuhan tentang pampasan perang di PL. itu fakta.
- Arti kata Jihad sering disalahpahami oleh yang tidak mengenal prinsip-prinsip Din (agama) Islam sebagai ‘perang suci’ (holy war); istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad.
Jihad dalam bentuk perang (Qital) dilaksanakan jika terjadi fitnah yang membahayakan eksistensi ummat (antara lain berupa serangan-serangan dari luar).
Pada dasar kata arti jihad adalah “berjuang” atau “ber-usaha dengan keras” , namun bukan harus berarti “perang dalam makna “fisik” . jika sekarang jihad lebih sering diartikan sebagai “perjuangan untuk agama”, itu tidak harus berarti perjuangan fisik .
Jihad bukan hanya peperangan (Qital) fisik dan extern, untuk membela agama, kalau hanya diartikan sebatas perang (Qital) akan sangat ber-bahaya , sebab akan mudah di-manfaat-kan dan rentan terhadap fitnah .
Maka arti Jihad sesungguhnya adalah “perjuangan membela agama” , maka lebih tepat bahwa ber-Jihad adalah : “perjuangan menegakkan syariat Islam” . Sehingga berjihad haruslah dilakukan setiap saat , 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup .
- Apanya yang mau dibelokkan? saya bertanya kepada anda kan? tidak sedang berargumen, so silahkan anda jawab pertanyaan saya.
- Nah.... 1000 persen saya setuju dengan anda.

Sayangnya... hanya sedikit orang2 yang memahami maknanya sampai sejauh ini.

- Pembelokan adanya perintah Tuhan tentang rampasan barang hasil peperangan kepada 10 perintah Allah.
- Sekarang anda sudah paham makna Jihat sebenarnya menurut ajaran Islam. dengan demikian anda jangan mencampur adukkan antar penyimpangan umat dengan ajaran Islam.

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Anda bertaqiyah...! Apa anda tidak meyakini pernyataan paulus di Efesus 2:15 bahwa dengan kematian Yesus maka hukum taurat itu batal dengan segala perintah dan ketentuannya ??
Hahaha...lagi2 saya ketawa bos, karena 1 petikan ayat... anda mengugurkan banyak ayat.
Jadi sekarang saya suruh jelasin arti ayat Efesus 2:15?

Dipersatukan di dalam Kristus

2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",

2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.


Kelihatan jelas belum pokok masalah yang dibicarakan pada perikop ini? saya kasih anda 1 kesempatan lagi untuk membaca dan meneliti... karena saya anggap anda bisa mengerti tanpa perlu penjelasan, kalau masih tidak mengerti, akan saya jelaskan. (clue : SUNAT)

Akui saja kalau hukum tauarat itu sudah dihapus total seperti yg dikatakan paulus diayat 15 tsb, benarkan ?
Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Seorang Theolog dari Gereja Baptis, A.H. Strong, mengatakan: “Perintah 10 Perintah Allah, secara sederhana adalah pernyataan sifat Allah dalam bentuk syarat moral, dan suatu pernyataan yang penting dri sifat itu tampak dari keberadaan makhluk moral (Mazmur 19:7; bandingkan dengan ayat 1). Terhadap Perintah ini, semua orang membrikan kesaksian. Bahkan hati nuruani dari para penyembah berhalapun memberikan kesaksian tentang hal ini (Roma 2;14, 15). Mereka yang memiliki Perintah tertulis melihat perintah dasar ini sebagai pedoman (Roma 7:14; 8:4). Penjelmaan yang sempurna dari Perintah ini dapat dilihat hanya di dalam Yesus Kristus (Roma 10:4; Pilipi 3:8, 9”.
Tadinya saya mau minta link-nya tapi setelah membaca... ternyata tidak ada yang salah atas statement di atas. Kalimat yang anda garisbawahi justru mempertegas bahwa 10 perintah Allah itu dirangkum dalam ajaran Yesus. So... apa masalahnya?

Itu sebagai rujukan pendukung kalau hukum taurat yg menurtu anda diperas kedalam 10 perintah Allah, dan ternyata benarlah kalau hukum taurat itu telah dihapus sebagaimana paulus katakan di ef.2:15 itu.
Master Denny wrote:
Agapo wrote:
1). Yg diperintah Yesus adalah untuk mengamalkan dan mengajarkan hukum taurat (mat.5:19)
2). Ada banyak di AQ tentang hukum taurat, ada sisi mencintai Allah dan ada sisi yg mencintai sesama manusia dan alam.
3).
- Tuhan memerintahkan adanya pampasan perang, lantas kamu katakan 'jelek' ? kok berani kamu menentang Tuhan !
- Penyempurna dan pengoreksi AQ terhadap kitab2 terdahulu, sekarang ini sedang terjadi, khususnya dapat dilihat dalam forum ini dan forum2 lainnya. Dan sebagian Topik-topik yang ada adalah bentuk2 koreksi. Utamanya dalam masalah teologi.
Anda ngelawak tidak habis2 bro.
1. Anda petik 1 ayat tapi mengabaikan AYAT PERTAMA dari perikopnya.... aneh.
(Baca lagi ayat 17-nya), penggenapan apa yang ada dalam Yesus? yah... AJARAN YESUS TENTANG KASIH.

2. Ada tidak 10 perintah Allah di dalam AQ?
3. - saya katakan jelek (itupun hanya misalkan), karena tidak sesuai dengan ajaran Kasih terhadap sesama manusia yag diajarkan Yesus, juga menabrak norma kebenaran karena merampas.
- Bagaimana anda bisa koreksi kitab orang lain kalau kitab anda sendiri masih berisi ajaran yang tidak benar (rampasan perang misalnya). Anda boleh mengoreksi orang lain ketika anda telah berpijak dan memenuhi kriteria "kesempurnaan" secara universal
.
- Ayat 17 ini umumnya orang2 kristen salah memahami yg dimaksud Yesus menggenapi hukum taurat dengan makna hukum taurat dihapus total semenjak kematian Yesus (Ef.2:15). Padahal Mat.5:19 itu disampaikan semasa Yesus masih hidup. Anehnya kalau setelah kematian Yesus bagi umatnya untuk bisa masuk surga pakai ucapaan Yesus yg mana (setelah kematiannya) ?? Sampai detik ini sayaa belum memperoleh jawabaan dari orang2 kristen, apa lagi anda ?!

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Thu Apr 25, 2013 4:55 am

Agapo wrote:
- Pembelokan adanya perintah Tuhan tentang rampasan barang hasil peperangan kepada 10 perintah Allah.
- Sekarang anda sudah paham makna Jihat sebenarnya menurut ajaran Islam. dengan demikian anda jangan mencampur adukkan antar penyimpangan umat dengan ajaran Islam
- wah anda sudah memfitnah. Saya hanya tanya.. sekedar memastikan sejauh mana perngertian anda tetang Perjanjian Lama (Taurat Musa) dan 10 perintah Allah yang ada di dalam 1 kitab.
- Sebaiknya nasihat itu ditujukan intern ke umat muslim bro. Apakah bukan hal yang wajar ketika orang lain yang non-muslim mempertanyakan sebuah kelakuan seorang muslim yang SEPERTINYA taat beragama namun melakukan hal2 yang keji?

Agapo wrote:
Akui saja kalau hukum tauarat itu sudah dihapus total seperti yg dikatakan paulus diayat 15 tsb, benarkan ?

Berarti anda bener2 gak ngerti dan saya bingung, selama ini anda pakai hanya metode cocokmologi dan petikayatologi.

Dipersatukan di dalam Kristus
2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",

2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.


Sudah saya kasih clue, yaitu SUNAT.
Yang dibicarakan di atas adalah perihal SUNAT yang merupakan bagian TRADISI Yahudi dalam Perjanjian Lama yang dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang menjadi bagian dari umat pilihan Allah. (sampai sini anda mengerti?). - bandingkan dengan ayat 11-12.

Pada jaman Perjanjian Baru... Yesus tidak mengajarkan masalah "sunat lahiriah" ini karena hal ini hanyalah sebuah tradisi bukan dasar iman, tetapi yang terpenting adalah "sunat hati". Namun banyak orang Yahudi yang masih berpegang teguh dengan tradisi ini dan mengatakan bahwa jika seseorang tidak disunat lahiriah maka mereka TIDAK LAYAK menjadi umat Allah. Tetapi Yesus menyatakan bahwa mereka harus menghapus tradisi tersebut dan mengakhiri perseteruan pandangan yang memang bukan sebagai dasar iman Kristen. Tetapi yang terpenting bagi iman Kristen adalah Percaya di dalam nama Yesus dan menerima serta mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. bandingkan dengan ayat 14-22.
(sampai sini anda mengerti?).

Dan selanjutnya pernyataan iman seorang Kristen untuk menjadi bagian dari Yesus Kristus adalah melalui pembabtisan, seperti yang dilakukan Yesus.
Jadi inti dari kata2 "membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya" yang dimaksudkan adalah tradisi sunat yang merupakan suatu ketentuan baku dalam PERJANJIAN LAMA sebagai penyerahan diri menjadi umat Allah. Bukan 10 Perintah Allah... Katholik atau Kristen aliran apapun tetap mengakui 10 Perintah Allah... hanya saja sudah TERANGKUM DALAM 2 AJARAN YESUS TENTANG KASIH. JELAS?

Agapo wrote:
Itu sebagai rujukan pendukung kalau hukum taurat yg menurtu anda diperas kedalam 10 perintah Allah, dan ternyata benarlah kalau hukum taurat itu telah dihapus sebagaimana paulus katakan di ef.2:15 itu.
Baca lagi penjelasan di atas dan bandingkan juga dengan perkataan Yesus dalam Matius 5:17, yang secara TEGAS diucapkan oleh Yesus.

Agapo wrote:
- Ayat 17 ini umumnya orang2 kristen salah memahami yg dimaksud Yesus menggenapi hukum taurat dengan makna hukum taurat dihapus total semenjak kematian Yesus (Ef.2:15). Padahal Mat.5:19 itu disampaikan semasa Yesus masih hidup. Anehnya kalau setelah kematian Yesus bagi umatnya untuk bisa masuk surga pakai ucapaan Yesus yg mana (setelah kematiannya) ?? Sampai detik ini sayaa belum memperoleh jawabaan dari orang2 kristen, apa lagi anda ?!
- Di sini argumen "sok tahu" anda keluar lagi, anda merasa paling hebat sendiri untuk menafsirkan kitab agama orang lain.
- Jawaban apaan? Anda belum nanya dah minta jawaban. Ngigo anda yah? kalau masalah terkait Efesus 2... sudah dijawab di atas. Trus jawaban apa lagi?

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Thu Apr 25, 2013 6:31 pm

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Akui saja kalau hukum tauarat itu sudah dihapus total seperti yg dikatakan paulus diayat 15 tsb, benarkan ?

Berarti anda bener2 gak ngerti dan saya bingung, selama ini anda pakai hanya metode cocokmologi dan petikayatologi.

Sudah saya kasih clue, yaitu SUNAT.
Yang dibicarakan di atas adalah perihal SUNAT yang merupakan bagian TRADISI Yahudi dalam Perjanjian Lama yang dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang menjadi bagian dari umat pilihan Allah. (sampai sini anda mengerti?). - bandingkan dengan ayat 11-12.

Pada jaman Perjanjian Baru... Yesus tidak mengajarkan masalah "sunat lahiriah" ini karena hal ini hanyalah sebuah tradisi bukan dasar iman, tetapi yang terpenting adalah "sunat hati". Namun banyak orang Yahudi yang masih berpegang teguh dengan tradisi ini dan mengatakan bahwa jika seseorang tidak disunat lahiriah maka mereka TIDAK LAYAK menjadi umat Allah. Tetapi Yesus menyatakan bahwa mereka harus menghapus tradisi tersebut dan mengakhiri perseteruan pandangan yang memang bukan sebagai dasar iman Kristen. Tetapi yang terpenting bagi iman Kristen adalah Percaya di dalam nama Yesus dan menerima serta mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. bandingkan dengan ayat 14-22.
(sampai sini anda mengerti?).

Dan selanjutnya pernyataan iman seorang Kristen untuk menjadi bagian dari Yesus Kristus adalah melalui pembabtisan, seperti yang dilakukan Yesus.
Jadi inti dari kata2 "membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya" yang dimaksudkan adalah tradisi sunat yang merupakan suatu ketentuan baku dalam PERJANJIAN LAMA sebagai penyerahan diri menjadi umat Allah. Bukan 10 Perintah Allah... Katholik atau Kristen aliran apapun tetap mengakui 10 Perintah Allah... hanya saja sudah TERANGKUM DALAM 2 AJARAN YESUS TENTANG KASIH. JELAS?
Anda muter-muter toh akhirnya pada akhir tulisan anda : hanya saja sudah TERANGKUM DALAM 2 AJARAN TENTANG KASIH.
Itu namanya hukum taurat dihapus dan diperas menjadi dua hukum kasih. Padahal Yesus dalam perintahnya untuk mengamalkan dan mengajarakan hukum taurat (bukan 2 hukum kasih) agar bisa masuk surga (Mat.5:19)

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
- Ayat 17 ini umumnya orang2 kristen salah memahami yg dimaksud Yesus menggenapi hukum taurat dengan makna hukum taurat dihapus total semenjak kematian Yesus (Ef.2:15). Padahal Mat.5:19 itu disampaikan semasa Yesus masih hidup. Anehnya kalau setelah kematian Yesus bagi umatnya untuk bisa masuk surga pakai ucapaan Yesus yg mana (setelah kematiannya) ?? Sampai detik ini sayaa belum memperoleh jawabaan dari orang2 kristen, apa lagi anda ?!
- Di sini argumen "sok tahu" anda keluar lagi, anda merasa paling hebat sendiri untuk menafsirkan kitab agama orang lain.
- Jawaban apaan? Anda belum nanya dah minta jawaban. Ngigo anda yah? kalau masalah terkait Efesus 2... sudah dijawab di atas. Trus jawaban apa lagi?
- Lha faktanya memang dihapus, kok anda bilang hebat sendiri. Padahal yg dimaksud menggenapi, Yesus lebih memperinci yg menjadi penyebab kenapa ada perintah jangan berzinah, jangan membunuh dsb dalam hukum taurat (silahkan baca Mat.5:21-48)
- Begini, kalau hukum taurat itu dihapus total sejak kematian Yesus (Ef.2:15) lantas pengganti perintah Yesus agar bisa masuk surga di Matius 5:19 pasca kematiannya, perintah Yesus yg mana sebagai gantinya ?

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by jimatkalimasada on Thu Apr 25, 2013 8:32 pm

Agapo wrote:- Lha faktanya memang dihapus, kok anda bilang hebat sendiri. Padahal yg dimaksud menggenapi, Yesus lebih memperinci yg menjadi penyebab kenapa ada perintah jangan berzinah, jangan membunuh dsb dalam hukum taurat (silahkan baca Mat.5:21-48)
- Begini, kalau hukum taurat itu dihapus total sejak kematian Yesus (Ef.2:15) lantas pengganti perintah Yesus agar bisa masuk surga di Matius 5:19 pasca kematiannya, perintah Yesus yg mana sebagai gantinya ?

di ayat mana dinyatakan penghapusan taurat?

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by ImLestat on Thu Apr 25, 2013 10:33 pm

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
- Pembelokan adanya perintah Tuhan tentang rampasan barang hasil peperangan kepada 10 perintah Allah.
- Sekarang anda sudah paham makna Jihat sebenarnya menurut ajaran Islam. dengan demikian anda jangan mencampur adukkan antar penyimpangan umat dengan ajaran Islam
- wah anda sudah memfitnah. Saya hanya tanya.. sekedar memastikan sejauh mana perngertian anda tetang Perjanjian Lama (Taurat Musa) dan 10 perintah Allah yang ada di dalam 1 kitab.
- Sebaiknya nasihat itu ditujukan intern ke umat muslim bro. Apakah bukan hal yang wajar ketika orang lain yang non-muslim mempertanyakan sebuah kelakuan seorang muslim yang SEPERTINYA taat beragama namun melakukan hal2 yang keji?

Maaf saya hanya anggota baru di sini yang lagi belajar, dan saya berusaha bersikap untuk tidak menilai Agama manapun. tapi saya aga sedikit terbangun untung berbicara ketika anda hanya menilai agama Islam melalui perilaku menyimpang yang dilakukan umat - umat dengan ajaran Islam, seperti Amrozi CS dan penghadangan beribadahnya Umat kristen yang dilakukan uleh umat Islam dll, itu tidak fair lah. Smile

Saya sebagai muslim juga sangat tidak setuju dengan hal hal tersebut. dan ada juga Muslim yang berbuat baik terhadap agama lain.

Contoh (mohon maaf hanya sekedar link agar lebih netral karena websitenya dari Jewish) : http://jewishinfonews.wordpress.com/2009/09/01/turkey-and-the-holocaust-how-turkey-saved-jewish-lives/

Itu salah satu bukti bahwa kita (Muslim) bisa hidup bertoleransi antar agama juga.

Tapi juga jangan naif dengan hanya menjelekan agama Islam saja, apakah agama lain tidak memiliki umat yang melakukan penyimpangan?

Contoh (maaf lagi lagi link saja ) : http://abcnews.go.com/Blotter/norway-shooter-anders-breivik-smiles-21-year-prison/story?id=17072142#.UXnqt8rwQt0

orang tersebut terkenal dengan kejadian "Norway massacre" beberapa media menyebut dirinya sebagai Christian Terrorism, orang terebut dari group new Knights Templar.

Kejadian lain http://www.youtube.com/watch?v=sp0dVGIR5p4

http://vaticancrimesincanada.blogspot.com/2011/10/catholic-united-church-and-anglican.html

dan banyak kejadian kejadian lain dari masa lalu sampai sekarang, So kalo menurut saya pribadi,mereka semua terlihat taat - taat juga, jadi bukan Agamanya yang salah tapi Manusia manusianya aja yang ngawur. Smile


Mohon maaf jika ada perkataan saya yang tidak berkenan. Smile

ImLestat
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 9
Reputation : 0
Points : 1352
Registration date : 2013-04-06

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Fri Apr 26, 2013 7:01 am

Agapo wrote:
Anda muter-muter toh akhirnya pada akhir tulisan anda : hanya saja sudah TERANGKUM DALAM 2 AJARAN TENTANG KASIH.
Itu namanya hukum taurat dihapus dan diperas menjadi dua hukum kasih. Padahal Yesus dalam perintahnya untuk mengamalkan dan mengajarakan hukum taurat (bukan 2 hukum kasih) agar bisa masuk surga (Mat.5:19)
Anda belajar lagi bahasa Indonesia agar dapat membedakan arti DIRANGKUM dan DIHAPUS. Kalau sudah mengerti, baru anda diskusi lagi dengan saya masalah ini.

Agapo wrote:
- Lha faktanya memang dihapus, kok anda bilang hebat sendiri. Padahal yg dimaksud menggenapi, Yesus lebih memperinci yg menjadi penyebab kenapa ada perintah jangan berzinah, jangan membunuh dsb dalam hukum taurat (silahkan baca Mat.5:21-48)
- Begini, kalau hukum taurat itu dihapus total sejak kematian Yesus (Ef.2:15) lantas pengganti perintah Yesus agar bisa masuk surga di Matius 5:19 pasca kematiannya, perintah Yesus yg mana sebagai gantinya ?
- Anda belajar lagi bahasa Indonesia agar dapat membedakan arti DIRANGKUM dan DIHAPUS. Kalau sudah mengerti, baru anda diskusi lagi dengan saya masalah ini.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Fri Apr 26, 2013 7:45 am

ImLestat wrote:
Maaf saya hanya anggota baru di sini yang lagi belajar, dan saya berusaha bersikap untuk tidak menilai Agama manapun. tapi saya aga sedikit terbangun untung berbicara ketika anda hanya menilai agama Islam melalui perilaku menyimpang yang dilakukan umat - umat dengan ajaran Islam, seperti Amrozi CS dan penghadangan beribadahnya Umat kristen yang dilakukan uleh umat Islam dll, itu tidak fair lah. Smile
(Uuuppss...tidak fair dalam arti apa? tindakan mereka dibenarkan atau adakah aksi balas dendam?)

ImLestat wrote:
Saya sebagai muslim juga sangat tidak setuju dengan hal hal tersebut. dan ada juga Muslim yang berbuat baik terhadap agama lain.
Contoh (mohon maaf hanya sekedar link agar lebih netral karena websitenya dari Jewish)
: http://jewishinfonews.wordpress.com/2009/09/01/turkey-and-the-holocaust-how-turkey-saved-jewish-lives/
Itu salah satu bukti bahwa kita (Muslim) bisa hidup bertoleransi antar agama juga.
(Muslim seperti ini adalah contoh yang sangat baik sepeti halnya anda dan teman saya agapo, tidak usah dipermasalahkan muslim yang sudah bertindak dengan akal dan hati nurani, yang tidak menabrak kebenaran karena sebuah pembenaran ajaran).

ImLestat wrote:
Tapi juga jangan naif dengan hanya menjelekan agama Islam saja, apakah agama lain tidak memiliki umat yang melakukan penyimpangan?
Contoh (maaf lagi lagi link saja ) : http://abcnews.go.com/Blotter/norway-shooter-anders-breivik-smiles-21-year-prison/story?id=17072142#.UXnqt8rwQt0
orang tersebut terkenal dengan kejadian "Norway massacre" beberapa media menyebut dirinya sebagai Christian Terrorism, orang terebut dari group new Knights Templar.
Kejadian lain http://www.youtube.com/watch?v=sp0dVGIR5p4
http://vaticancrimesincanada.blogspot.com/2011/10/catholic-united-church-and-anglican.html
Bro or Sis..., anda bisa tunjukan puluhan bahkan ratusan artikel terkait dari media luar negeri masalah kekerasan dalam ajaran semua agama (terutama Kristen/Katholik) bahkan saya pun bisa menunjukan artikel2 kepada anda masalah gereja setan, pemujaan setan yang berlatar belakang ajaran Kristen, dsb... dari luar negeri. Di sini kita tidak sedang membahas hal itu, kenapa? karena kebudayaan, cara hidup dan pemahaman yang berbeda antara kita dan mereka. Di sini kita hanya menyoroti apa yang terjadi pada bangsa ini. Yang terjadi di sekitar kita, dekat degan keluarga2 kita, juga demi kelangsungan anak2 kita. Itu yang terpenting.... jika perpecahan dan pertikaian di negeri ini sudah semakin parah, bagaimana nantinya untuk generasi selanjutnya. Kita di sini... belajar untuk memahami bahwa TIDAK ADA KESEMPURNAAN TANPA PERBEDAAN.

Bagi saya... perbedaan merupakan unsur penting dari kesempurnaan dan bukan merupakan sesuatu yang akan jadi masalah. Itu pandangan kami sebagai umat Kristen di Indonesia. Tapi bisakah hal ini juga dilihat oleh orang2 muslim yang notabene tidak bisa berpikir seperti anda dan tidak terima arti perbedaan? think about that...

Di Indonesia, hampir seluruh umat sangat menjaga toleransi, kecuali "oknum" Islam (it's fact). Namun sayangnya... "oknum" ini persentasenya hampir sama jumlahnya dengan yang bukan "oknum" (once again this is a fact), ini yang menjadi perbedaan jelas di masyarakat kita, apa penyebabnya? pemahaman yang salah dari sebuah ajaran yaitu kata KAFIR (inilah masalah paling utama).
- Bagi kami non-muslim disebut kafir tidak ada efek berarti sama sekali tatkala anda masih bersikap untuk menghargai hak asasi manusia.
- Bagi anda muslim yang memahami arti "kafir" juga tidak membawa dampak yang berlebihan dalam sikap dan toleransi anda untuk menghargai hak asasi kafir.
- Bagi muslim yang tidak memahami (OKNUM, yang jumlahnya hampir sama dengan yang memahami) sangat jelas berbeda yang mereka lakukan terhadap "kafir", tidak ada istilah toleransi bahkan terkadang menginjak hak asasi kafir.
Bisa anda lihat inti masalanya?


ImLestat wrote:
dan banyak kejadian kejadian lain dari masa lalu sampai sekarang, So kalo menurut saya pribadi,mereka semua terlihat taat - taat juga, jadi bukan Agamanya yang salah tapi Manusia manusianya aja yang ngawur. Smile
Mohon maaf jika ada perkataan saya yang tidak berkenan.
Smile
Tenang Bro or Sis... kita di sini terbuka dan bebas mengutarakan pandangan, so tidak perlu sungkan.
Kebenaran ajaran agama (Akidah) adalah mutlak benar tatkala tidak menabrak norma kebenaran itu sendiri. Dalam arti, ketika seseorang yang dengan pemahaman dan nalar yang tinggi bisa mengartikan Akidah itu dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata TANPA menabrak rambu kebenaran universal maka hal itu tidak jadi masalah... Namun yang terjadi di Indonesia sangatlah memprihatinkan karena Akidah sudah salah diinterpretasikan.
Dan celakanya tidak sedikit "oknum" yang salah menginterpretasikan akidah ini.

Maaf sedikit OOT... Terkadang saya lebih setuju statement JIL yang mengatakan ada beberapa ketentuan hukum dalam AQ yang bersifat temporar dan harus mengalami perubahan karena tidak lagi sesuai dengan kondisi di Indonesia. (baik dari segi pemahaman maupun segi pelaksanaan). Menurut saya statement itu ada benarnya untuk membangun bangsa ini menjadi lebih solid tanpa perpecahan.


Thanks for ur opinion.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by ImLestat on Fri Apr 26, 2013 10:55 am

Thanks atas responnya bro or sis?, btw saya male. Smile

Master Denny wrote:
(Uuuppss...tidak fair dalam arti apa? tindakan mereka dibenarkan atau adakah aksi balas dendam?)

Tentu saya tidak sama sekali membenarkan aksi - aksi tersebut, seperti pernyataan saya sebelumnya.

ImLestat wrote:
Saya sebagai muslim juga sangat tidak setuju dengan hal hal tersebut.

Yang saya maksud tidak Fair adalah, menilai Agama Islam in general itu bejat, tidak berprikemanusiaan etc, karena aksi - aksi "OKNUM" Umat Islam.

Jangan menilai Umat Islam in general
atau menilai Umat Agama apapun dari tindakan - tindakan yang telah dilakukan oleh "OKNUM". itu sebenarnya inti dari pembicaraan saya di atas dan yang ingin saya sampaikan dibawah.

Master Denny wrote:(Muslim seperti ini adalah contoh yang sangat baik sepeti halnya anda dan teman saya agapo, tidak usah dipermasalahkan muslim yang sudah bertindak dengan akal dan hati nurani, yang tidak menabrak kebenaran karena sebuah pembenaran ajaran).

Terima kasih kalo anda sudah menilai sebagian dari kami seperti itu. Smile

Master Denny wrote:
Bro or Sis..., anda bisa tunjukan puluhan bahkan ratusan artikel terkait dari media luar negeri masalah kekerasan dalam ajaran semua agama (terutama Kristen/Katholik) bahkan saya pun bisa menunjukan artikel2 kepada anda masalah gereja setan, pemujaan setan yang berlatar belakang ajaran Kristen, dsb... dari luar negeri. Di sini kita tidak sedang membahas hal itu, kenapa? karena kebudayaan, cara hidup dan pemahaman yang berbeda antara kita dan mereka. Di sini kita hanya menyoroti apa yang terjadi pada bangsa ini. Yang terjadi di sekitar kita, dekat degan keluarga2 kita, juga demi kelangsungan anak2 kita. Itu yang terpenting.... jika perpecahan dan pertikaian di negeri ini sudah semakin parah, bagaimana nantinya untuk generasi selanjutnya. Kita di sini... belajar untuk memahami bahwa TIDAK ADA KESEMPURNAAN TANPA PERBEDAAN.

Bagi saya... perbedaan merupakan unsur penting dari kesempurnaan dan bukan merupakan sesuatu yang akan jadi masalah. Itu pandangan kami sebagai umat Kristen di Indonesia. Tapi bisakah hal ini juga dilihat oleh orang2 muslim yang notabene tidak bisa berpikir seperti anda dan tidak terima arti perbedaan? think about that...

Di Indonesia, hampir seluruh umat sangat menjaga toleransi, kecuali "oknum" Islam (it's fact). Namun sayangnya... "oknum" ini persentasenya hampir sama jumlahnya dengan yang bukan "oknum" (once again this is a fact), ini yang menjadi perbedaan jelas di masyarakat kita, apa penyebabnya? pemahaman yang salah dari sebuah ajaran yaitu kata KAFIR (inilah masalah paling utama).
- Bagi kami non-muslim disebut kafir tidak ada efek berarti sama sekali tatkala anda masih bersikap untuk menghargai hak asasi manusia.
- Bagi anda muslim yang memahami arti "kafir" juga tidak membawa dampak yang berlebihan dalam sikap dan toleransi anda untuk menghargai hak asasi kafir.
- Bagi muslim yang tidak memahami (OKNUM, yang jumlahnya hampir sama dengan yang memahami) sangat jelas berbeda yang mereka lakukan terhadap "kafir", tidak ada istilah toleransi bahkan terkadang menginjak hak asasi kafir.
Bisa anda lihat inti masalanya?


Saya sangat setuju dengan anda mengenai Bhinneka Tunggal Ika.

Saya tidak tahu apakah persentase anda benar atau tidak mengenai jumlah Umat Islam extremist dengan Umat Islam adalah 50 - 50 %, kecuali anda bisa memberikan data akurat dari lembaga independen.

Anda tau jumlah penduduk umat Islam di Indonesia, "mungkin" bisa mencapai 80% dari total jumlah penduduk Indonesia. anda bisa bayangkan jika sampai setengah dari 80% tersebut adalah extremist Islam seperti Amrozi CS? mungkin Indonesia sudah dalam perang antar agama secara besar - besaran, bombing setiap hari,genocide etc, nauzubillahiminzalik !.

Tapi kenyataannya tidak, kenapa? karena extremist Islam ini masih minoritas hingga tidak mempunyai power untuk melakukan itu Alhamdulilah.

Yang saya lihat inti permasalahannya dari pertenggkaran yang terjadi yaitu, antara kaum mayoritas melawan kaum minoritas. Dimana kaum mayoritas merasa memiliki power untuk menegakkan pemikiran mereka yang mereka anggap itu benar, sedangkan kedua kaum tersebut mayoritas dan minoritas memiliki pandangan masing masing bahwa mereka benar. lalu siapa yang harus meleraikan dan mencari jalan tengah? "Pemerintah, sampai tokoh - tokoh masyarakat."

Karena itu saya meberikan contoh dari luar negri, karena Mayoritas umat kristen ada di sana, disana juga ada kejadian seperti di Indonesia sara tapi dilakukan oleh umat kristen. jika saya mencari sara yang dilakukan oleh umat Hindu pasti saya akan merujuk ke India etc.

Master Denny wrote:
ImLestat wrote:
dan banyak kejadian kejadian lain dari masa lalu sampai sekarang, So kalo menurut saya pribadi,mereka semua terlihat taat - taat juga, jadi bukan Agamanya yang salah tapi Manusia manusianya aja yang ngawur. Smile
Mohon maaf jika ada perkataan saya yang tidak berkenan. Smile
Tenang Bro or Sis... kita di sini terbuka dan bebas mengutarakan pandangan, so tidak perlu sungkan.
Kebenaran ajaran agama (Akidah) adalah mutlak benar tatkala tidak menabrak norma kebenaran itu sendiri. Dalam arti, ketika seseorang yang dengan pemahaman dan nalar yang tinggi bisa mengartikan Akidah itu dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata TANPA menabrak rambu kebenaran universal maka hal itu tidak jadi masalah... Namun yang terjadi di Indonesia sangatlah memprihatinkan karena Akidah sudah salah diinterpretasikan.
Dan celakanya tidak sedikit "oknum" yang salah menginterpretasikan akidah ini.

Harusnya disitulah peran Pemerintah harusnya berfungsi, membantu meluruskan pemikiran pemikiran yang salah bisa melalui tokoh tokoh masyarakat,OOT saya sungguh kecewa sama polisi yang diam saja ketika pengghadangan umat kristen ingin beribadah ya itulah pemerintah kita "hebat".

Sekarang kita masuk ke masalah mengapa jangan menilai Agama melalui perbuatan "OKNUM"

Contoh apa yang terjadi menilai Agama melalui perbuatan "OKNUM" di USA : http://www.youtube.com/watch?v=XvIDqgyK8fw

Kalo saya ikut menilai seperti itu saya akan ikut mengecam seperti ini kira kira: "Bajingan tuh kristen Rasis kejam dan ga punya otak" sedangkan di dalam toko itu ada orang yang beragama kristen yang baik dan membela wanita Beragama Islam itu :D. Atau "Bajingan nih orang - orang USA rasis" bisa di gampar saya sama suami kaka sepupu saya karena dia warga negara USA Smile. (maaf kalo perkataan saya agak kasar)

tapi apa yang akan saya lakukan sebenarnya, saya akan mengecam "Personalnya"yang beragama Kristen (jadi "OKNUM" Kristen) dan "pemerintahnya". bukan Agama in general dan Nasionalitynya. Kenapa? Smile

Karena saya tau tidak semua Kristen dan warga America yang seperti itu!. saya memiliki teman baik melalui organisasi International yang beragama Kristen dari bermacam negara, UK, Spain, Germany etc. dan kita berteman baik baiki saja, menerima saya sebagai muslim dengan baik.

apakah saya bijak jika menilai teman saya yang berwarga negara German dan beragama Kristen itu sebagai "NAZI" "christian extremist"! (Nazi, memiliki phaham bahwa suku Aria adalah superior yang beragama Kristen) http://en.wikipedia.org/wiki/Religion_in_Nazi_Germany, padahal dia orang yang sangat baik dan sangat kagum akan perjuangan Indonesia :D.

apakah bijak saya menilai seluruh umat kristen Maaf "Jahat, kejam" etc karena kejadian yang dilakukan oleh Vatican ketika membakar orang hidup hidup (Friday the 13th) di tiang atau seperti kejadian di canada (link yang saya berikan sebelumnya).

apakah saya bijak menilai agama anda itu mebenarkan membakar orang di tiang hidup hidup seperti yang di lakukan Vatican? (saya lebih baik di penggal kepala saya karena lebih cepet matinya, Joking Wink )

Tentu tidak!, kalo agamanya yang salah mengajarkanya, maka seluruh manusia yang beragama Kristen Yahudi,Islam dan agama apapun manusianya jahat semua. Karena kejahatan
mengatas namakan agama terjadi diseluruh dunia, dan manusia yang melakukan kejahatan itu pasti beragama sekalipun Atheis (karena Atheis juga termasuk paham) jadi yang salah manusianya, entah salah mengartikan di diri pribadi mereka, atau salah mengajarkanya atau keterbatasan kepinteran manusia itu sendiri banyaklah faktor - faktor lain.

jadi kalo menurut saya lebih bijak menggunakan kata "mengapa "OKNUM" Umat Agama Islam sesat" bukan "Umat Agama Islam saja" jadinya in General.

Master Denny wrote:Maaf sedikit OOT... Terkadang saya lebih setuju statement JIL yang mengatakan ada beberapa ketentuan hukum dalam AQ yang bersifat temporar dan harus mengalami perubahan karena tidak lagi sesuai dengan kondisi di Indonesia. (baik dari segi pemahaman maupun segi pelaksanaan). Menurut saya statement itu ada benarnya untuk membangun bangsa ini menjadi lebih solid tanpa perpecahan.

Mohon maaf saya tidak sepaham dengan JIL dan saya tidak pernah menelusuri JIL juga Smile.

Maaf OOT saya berlatar belakang TK sampai SMP di Al-Azhar (tapi saya bukan ahli agama :D) lebih banyak teman teman yang jauh
lebih pintar dari saya disini, jadi saya ngga mau ikut membahas ayat - ayat dan lain lain, karena takut Sotoy haha :D.

Thanks juga atas opinion anda. Wink

maaf kalo ada yang belum saya bahas dan mohon maaf juga jika ada salah salah kata.

Cheers Smile




Last edited by ImLestat on Fri Apr 26, 2013 1:43 pm; edited 2 times in total (Reason for editing : Edit : penggunaan kata Islam Dan Muslim, karena nanti artinya jadi beda)

ImLestat
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 9
Reputation : 0
Points : 1352
Registration date : 2013-04-06

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Fri Apr 26, 2013 1:45 pm

ImLestat wrote:Thanks atas responnya bro or sis?, btw saya male. Smile
ok... I'll call u bro from now until later

ImLestat wrote:
Saya sebagai muslim juga sangat tidak setuju dengan hal hal tersebut.
Yang saya maksud tidak Fair adalah, menilai kaum Muslimin in general itu bejat, tidak berprikemanusiaan etc, karena aksi - aksi "OKNUM" Umat Muslim.
Jangan menilai kaum Muslimin in general atau menilai Umat Agama apapun dari tindakan - tindakan yang telah dilakukan oleh "OKNUM". itu sebenarnya inti dari pembicaraan saya di atas dan yang ingin saya sampaikan dibawah.

Tidak ada pembahasan masalah generalisasi umat islam, karena yang kita soroti adalah mereka yang tidak masuk bagian dari orang2 yang sepaham dengan anda.

ImLestat wrote:Saya sangat setuju dengan anda mengenai Bhinneka Tunggal Ika.
Saya tidak tahu apakah persentase anda benar atau tidak mengenai jumlah Muslim extremist dengan muslim adalah 50 - 50 %, kecuali anda bisa memberikan data akurat
dari lembaga independen. Anda tau jumlah penduduk umat islam di Indonesia, "mungkin" bisa mencapai 80% dari total jumlah penduduk Indonesia. anda bisa bayangkan jika sampai setengah dari 80% tersebut adalah extremist Muslim seperti Amrozi CS? mungkin Indonesia sudah dalam perang antar agama secara besar - besaran, bombing setiap hari,genocide etc, nauzubillahiminzalik !.
Tapi kenyataannya tidak, kenapa? karena extremist Muslim ini masih minoritas hingga tidak mempunyai power untuk melakukan itu Alhamdulilah.

Yang anda lihat dan jadikan referensi adalah yang terekspos, tapi tatkala anda dengan jujur melihat sekeliling anda, banyak hal2/perilaku2 diskriminasi dari para "oknum" (kita sebut demikian) dalam berbagai macam situasi dan kondisi.

ImLestat wrote:
Yang saya lihat inti permasalahannya dari pertenggkaran yang terjadi yaitu, antara kaum mayoritas melawan kaum minoritas. Dimana kaum mayoritas merasa memiliki power untuk menegakkan pemikiran mereka yang mereka anggap itu benar, sedangkan kedua kaum tersebut mayoritas dan minoritas memiliki pandangan masing masing bahwa mereka benar. lalu siapa yang harus meleraikan dan mencari jalan tengah? "Pemerintah, sampai tokoh - tokoh masyarakat."

Faktor penyebabnya adalah arogansi dan pemilihan golongan, ketika golongan itu menjadi mayoritas dan timbul arogansi maka akan menindas golongan minoritas... itu faktor utama.
Tanpa ada penggolongan dan arogansi, maka tidak akan ada masalah dalam mayoritas/minoritas.

ImLestat wrote:
Karena itu saya meberikan contoh dari luar negri, karena Mayoritas umat kristen ada di sana, disana juga ada kejadian seperti di Indonesia sara tapi dilakukan oleh umat kristen. jika saya mencari sara yang dilakukan oleh umat Hindu pasti saya akan merujuk ke India etc.

Apakah seekstrim di sini? kita tidak tahu dengan pasti. Saya setuju anda bahwa tiap agama manapun ada "oknum" yang membuat jelek agamanya. Tetapi anda juga harus jujur bahwa aksi "oknum" di dalam/luar negeri banyak dilakukan oleh "oknum" islam (itu kalau anda mau jujur), apalagi di Indonesia. Kenapa? Karena ada sebuah pandangan yang salah dari sebuah ajaran mengenai "jihad", ini yang tidak bisa dipungkiri sebagai alasan utama para aksi teroris untuk menghalalkan perbuatan mereka (minimal dipandang halal dan didukung oleh sebagian "oknum" lainnya).

ImLestat wrote:
Harusnya disitulah peran Pemerintah harusnya berfungsi, membantu meluruskan pemikiran pemikiran yang salah bisa melalui tokoh tokoh masyarakat,OOT saya sungguh kecewa sama polisi yang diam saja ketika pengghadangan umat kristen ingin beribadah ya itulah pemerintah kita "hebat".
sekarang kita masuk ke masalah mengapa jangan menilai Agama melalui perbuatan "OKNUM"
Contoh apa yang terjadi menilai Agama melalui perbuatan "OKNUM" di USA : http://www.youtube.com/watch?v=XvIDqgyK8fw
Kalo saya ikut menilai seperti itu saya akan ikut mengecam seperti ini kira kira: "Bajingan tuh kristen Rasis kejam dan ga punya otak" sedangkan di dalam toko itu ada orang kristen yang baik dan membela wanita muslim itu :D. Atau "Bajingan nih orang - orang USA rasis" bisa di gampar saya sama suami kaka sepupu saya karena dia warga negara USA Smile. (maaf kalo perkataan saya agak kasar)
tapi apa yang akan saya lakukan sebenarnya, saya akan mengecam "Personalnya"yang beragama Kristen (jadi "OKNUM" Kristen) dan "pemerintahnya". bukan Agama in general dan Nasionalitynya. Kenapa? Smile
Karena saya tau tidak semua Kristen dan warga America yang seperti itu!. saya memiliki teman baik melalui organisasi International yang beragama Kristen dari bermacam negara, UK, Spain, Germany etc. dan kita berteman baik baiki saja, menerima saya sebagai muslim dengan baik.
apakah saya bijak jika menilai teman saya yang berwarga negara German dan beragama Kristen itu sebagai "NAZI" "christian extremist"! (Nazi, memiliki phaham bahwa suku Aria adalah superior yang beragama Kristen) http://en.wikipedia.org/wiki/Religion_in_Nazi_Germany, padahal dia orang yang sangat baik dan sangat kagum akan perjuangan Indonesia :D.

Tidak ada pemerintah negara manapun yang membenarkan penindasan hak asasi manusia, itu kalau kita bicara segi pemerintahan.
Kalau ditilik dari segi ajaran... nah ini masalahnya, mari sama-sama kita telaah.
Seperti yang sudah saya bahas di atas bahwa saya setuju dengan "oknum" yang ada di seluruh agama. Tapi ada yang terlewatkan oleh kita yaitu alasan/dasar pemikiran "oknum" tersebut (disini saya bukan membela "oknum" agama lain, hanya memberikan sebuah realita yang memang ada di hadapan kita).
Dalam ajaran non-muslim, tidak pernah ada istilah "membunuh" (ambil salah satu saja) yang dihalalkan DALAM SITUASI APAPUN (dibenarkan karena situasi). Tetapi dalam ajaran muslim hal ini dapat dibenarkan jika menyangkut situasi2 tertentu.
Jadi ketika "oknum" agama itu melakukan aksi teror, ada 2 kemungkinan:
1. Mutlak kesalahan si pelaku karena psykologisnya yang terganggu
2. Pemikiran yang salah karena merasa dibenarkan ajaran agamanya.
Melihat 2 kemungkinan itu, aksi "oknum" non-muslim hanya memenuhi kriteria pertama. Sedangkan pelaku muslim bisa memenuhi 2 kriteria tersebut (lebih banyak kemungkinan).
Jadi sekali lagi... Karena adanya dasar ajaran yang dianggap membenarkan inilah yang ditafsirkan salah oleh seseorang sehingga membuat dia lebih berani melakukan aksi2 yang tidak benar... ini baru 1 contoh ajaran yang salah ditafsirkan.

ImLestat wrote:
apakah bijak saya menilai seluruh umat kristen Maaf "Jahat, kejam" etc karena kejadian yang dilakukan oleh Vatican ketika membakar orang hidup hidup (Friday the 13th) di tiang atau seperti kejadian di canada (link yang saya berikan sebelumnya).
apakah saya bijak menilai agama anda itu mebenarkan membakar orang di tiang hidup hidup seperti yang di lakukan Vatican? (saya lebih baik di penggal kepala saya karena lebih cepet matinya, Joking Wink )
Tentu tidak!, kalo agamanya yang salah mengajarkanya, maka seluruh manusia yang beragama Kristen Yahudi,muslim dan agama apapun manusianya jahat semua. Karena kejahatan mengatas namakan agama terjadi diseluruh dunia, dan manusia yang melakukan kejahatan itu pasti beragama sekalipun Atheis (karena Atheis juga termasuk paham) jadi yang salah manusianya, entah salah mengartikan di diri pribadi mereka, atau salah mengajarkanya atau keterbatasan kepinteran manusia itu sendiri banyaklah faktor - faktor lain.

Tidak ada agama yang mengajarkan ketidak-benaran, bahkan islam sekalipun. Tetapi ada sedikit celah yang dapat ditafsirkan menghalalkan sebuah ketidakbenaran dalam ajaran islam. Celah itu tidak berarti apa2 bagi anda dan muslim lainnya yang mengetahui secara pasti KEBENARAN UNIVERSAL. Tapi akan menjadi masalah ketika disalahtafsirkan oleh "oknum" untuk pembenaran aksi mereka.

ImLestat wrote:
jadi kalo menurut saya lebih bijak menggunakan kata "mengapa "OKNUM" Muslim sesat" bukan "Muslim saja" jadinya in General.

Sama halnya dengan generalisasi kafir dalam islam untuk istilah non-islam namun dibagi menjadi kelompok2 yang berbeda. Saya pun mengeneralisasi islam untuk istilah dan membagi muslim menjadi 2 kelompok berdasarkan pemahaman mereka terhadap ajaran agamanya... islam dan "oknum" islam.

ImLestat wrote:
Mohon maaf saya tidak sepaham dengan JIL dan saya tidak pernah menelusuri JIL juga Smile.

Saya tidak mengharuskan anda sepaham dengan JIL, tetapi jika kita mau lebih terbuka (untuk menambah wawasan) anda bisa mengambil segi positif dari maksud dan tujuan mereka.

ImLestat wrote:
Maaf OOT saya berlatar belakang TK sampai SMP di Al-Azhar (tapi saya bukan ahli agama :D) lebih banyak teman teman yang jauh lebih pintar dari saya disini, jadi saya ngga mau ikut membahas ayat - ayat dan lain lain, karena takut Sotoy haha :D.
Thanks juga atas opinion anda. Wink
maaf kalo ada yang belum saya bahas dan mohon maaf juga jika ada salah salah kata.
Cheers Smile
Berarti saya terdaftar dalam daftar teman anda yang non-muslim. (PD mode:ON].
Tidak ada perlu sungkan menyampaikan pendapat... tidak harus setuju, minimal hanya untuk menambah wawasan.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by ImLestat on Fri Apr 26, 2013 4:42 pm

Master Denny wrote:
ok... I'll call u bro
from now until later

Tidak ada pembahasan masalah generalisasi umat islam, karena yang kita soroti adalah mereka yang tidak masuk bagian dari orang2 yang sepaham dengan anda.


Pernyataan anda kadang sperti menggeneralisasi
umat islam seperti ini "para Umat Muhammad SAW". Cuma ya sudahlah yang penting sekarang saya sudah tau maksud dan tujuan anda. Smile

Master Denny wrote:
Yang anda lihat dan jadikan referensi adalah yang terekspos, tapi tatkala anda dengan jujur melihat sekeliling anda, banyak hal2/perilaku2 diskriminasi dari para "oknum" (kita sebut demikian) dalam berbagai macam situasi dan kondisi.

Jujur secara pribadi depan mata belum, kecuali FPI dan saya juga sangat tidak setuju dengan mereka.


Master Denny wrote:Faktor penyebabnya adalah arogansi dan pemilihan golongan, ketika golongan itu menjadi mayoritas dan timbul arogansi maka akan menindas golongan minoritas... itu faktor utama.
Tanpa ada penggolongan dan arogansi, maka tidak akan ada masalah dalam mayoritas/minoritas.

Susah, pasti terjadi Pengkotakan, bahkan di instansi terkecilpun terjadi, misal Sekolah.

Master Denny wrote:
Apakah seekstrim di sini? kita tidak tahu dengan pasti. Saya setuju anda bahwa tiap agama manapun ada "oknum" yang membuat jelek agamanya. Tetapi anda juga harus jujur bahwa aksi "oknum" di dalam/luar negeri banyak dilakukan oleh "oknum" islam (itu kalau anda mau jujur), apalagi di Indonesia. Kenapa? Karena ada sebuah pandangan yang salah dari sebuah ajaran mengenai "jihad", ini yang tidak bisa dipungkiri sebagai alasan utama para aksi teroris untuk menghalalkan perbuatan mereka (minimal dipandang halal dan didukung oleh sebagian "oknum" lainnya).

Saya mepercayai "Jihad" dan menjalankannya setiap hari. Smile

Gini bro saya ngga mau hitung - hitungan, banyakan siapa etc, karena akan jadi panjang lebar, dari itung - itungan brapa nyawa yang sudah menjadi korban dari kedua belah pihak, sampai membahas Israel
dan lain2 yang jelas kita akan sangat tidak sependapat karena saya sudah membacat statement anda mengenai Israel di halaman depan, yang jelas semuanya pernah berbuat salah.

Master Denny wrote:
Tidak ada pemerintah negara manapun yang membenarkan penindasan hak asasi manusia, itu kalau kita bicara segi pemerintahan.
Kalau ditilik dari segi ajaran... nah ini masalahnya, mari sama-sama kita telaah.
Seperti yang sudah saya bahas di atas bahwa saya setuju dengan "oknum" yang ada di seluruh agama. Tapi ada yang terlewatkan oleh kita yaitu alasan/dasar pemikiran "oknum" tersebut (disini saya bukan membela "oknum" agama lain, hanya memberikan sebuah realita yang memang ada di hadapan kita).
Dalam ajaran non-muslim, tidak pernah ada istilah "membunuh" (ambil salah satu saja) yang dihalalkan DALAM SITUASI APAPUN (dibenarkan karena situasi). Tetapi dalam ajaran muslim hal ini dapat dibenarkan jika menyangkut situasi2 tertentu.
Jadi ketika "oknum" agama itu melakukan aksi teror, ada 2 kemungkinan:
1. Mutlak kesalahan si pelaku karena psykologisnya yang terganggu
2. Pemikiran yang salah karena merasa dibenarkan ajaran agamanya.
Melihat 2 kemungkinan itu, aksi "oknum" non-muslim hanya memenuhi kriteria pertama. Sedangkan pelaku muslim bisa memenuhi 2 kriteria tersebut (lebih banyak kemungkinan).
Jadi sekali lagi... Karena adanya dasar ajaran yang dianggap membenarkan inilah yang ditafsirkan salah oleh seseorang sehingga membuat dia lebih berani melakukan aksi2 yang tidak benar... ini baru 1 contoh ajaran yang salah ditafsirkan.

Hukum pemerintahannya iya, tapi kenyataannya? kejahatan perang, atau dari yang terkecil di dalam negaranya sendiri, pemerintah pura - pura buta. dll (politik)
"Melihat 2 kemungkinan itu, aksi "oknum" non-muslim hanya memenuhi kriteria pertama"

http://abcnews.go.com/Blotter/norway-shooter-anders-breivik-smiles-21-year-prison/story?id=17072142#.UXrlXsrwQt1

The man who killed 77 people -- many of them teenagers -- in a bombing and shooting rampage in Norway last July appeared unable to conceal his happiness after he was declared sane and sentenced to 21 years in prison today.

Dia di anggap waras bro, dan motivenya agama.

Atau bagaimana kejahatan yang dilakukan oleh Vatican sendiri ?.

http://www.vaticancrimes.us/


Master Denny wrote:Saya tidak mengharuskan anda sepaham dengan JIL, tetapi jika kita mau lebih terbuka (untuk menambah wawasan) anda bisa mengambil segi positif dari maksud dan tujuan mereka.

Saya sudah tidak sepaham dengan mereka bedasarkan pernyataan anda ini.


Master Denny wrote:Maaf sedikit OOT...
Terkadang saya lebih setuju statement JIL yang mengatakan ada beberapa
ketentuan hukum dalam AQ yang bersifat temporar dan harus mengalami
perubahan karena tidak lagi sesuai dengan kondisi di Indonesia.
(baik
dari segi pemahaman maupun segi pelaksanaan). Menurut saya statement itu
ada benarnya untuk membangun bangsa ini menjadi lebih solid tanpa
perpecahan.

AQ
= Al Quran ?

Tapi akan saya coba baca baca tentang mereka.

Master Denny wrote:Berarti saya terdaftar dalam daftar teman anda yang non-muslim. (PD mode:ON].
Tidak ada perlu sungkan menyampaikan pendapat... tidak harus setuju, minimal hanya untuk menambah wawasan.

Tentu kenapa ngga bro Smile, toh kita juga saudara sebangsa.

Iya saya memang tidak sungkan, saya hanya ingin mecoba ngobrol secara sopan dan bertata kerama.


Thanks Smile

ImLestat
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 9
Reputation : 0
Points : 1352
Registration date : 2013-04-06

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Fri Apr 26, 2013 5:16 pm

ImLestat wrote:
Jujur secara pribadi depan mata belum, kecuali FPI dan saya juga sangat tidak setuju dengan mereka.

Kedepannya mudah2an tidak pernah, berarti negara ini membaik.


ImLestat wrote:
Susah, pasti terjadi Pengkotakan, bahkan di instansi terkecilpun terjadi, misal Sekolah.

Ini yang menjadi PR kita, kenapa dan bagaimana?

ImLestat wrote:
Saya mepercayai "Jihad" dan menjalankannya setiap hari. Smile
Gini bro saya ngga mau hitung - hitungan, banyakan siapa etc, karena akan jadi panjang lebar, dari itung - itungan brapa nyawa yang sudah menjadi korban dari kedua belah pihak, sampai membahas Israel dan lain2 yang jelas kita akan sangat tidak sependapat karena saya sudah membacat statement anda mengenai Israel di halaman depan, yang jelas semuanya pernah berbuat salah.

Tepat saya buka thread ini, bertepatan dengan saya baca salah satu artikel. Ada sedikit pernyataan yang menarik dan sangat terkait:
"Dlm Bukhari, 97% rujukan jihad adalah ttg perang dan 3% ttg perjuangan batin. JADI, statistiknya adalah jihad = 97% perang dan 3% = perjuangan batin. Jadi apakah jihad = perang ? Ya—97%. Apakah jihad = perjuangan batin ? Ya—3%"
Jadi anda termasuk yang 3%.

ImLestat wrote:
Hukum pemerintahannya iya, tapi kenyataannya? kejahatan perang, atau dari yang terkecil di dalam negaranya sendiri, pemerintah pura - pura buta. dll (politik)
"Melihat 2 kemungkinan itu, aksi "oknum" non-muslim hanya memenuhi kriteria pertama"
http://abcnews.go.com/Blotter/norway-shooter-anders-breivik-smiles-21-year-prison/story?id=17072142#.UXrlXsrwQt1
The man who killed 77 people -- many of them teenagers -- in a bombing and shooting rampage in Norway last July appeared unable to conceal his happiness after he was declared sane and sentenced to 21 years in prison today.
Dia di anggap waras bro, dan motivenya agama.
Atau bagaimana kejahatan yang dilakukan oleh Vatican sendiri ?.
http://www.vaticancrimes.us/

Bro... sebanyak apapun anda memberikan link, sejauh itu juga saya bisa memberikan link tandingan, tapi bukan itu kan tujuan diskusi ini?
Yang jadi faktor bahasan utama adalah apa penyebab sehingga terjadi hal2 seperti itu dan bagaimana bisa memperbaikinya. Dengan seperti itu, maka tidak perlu lagi forum2 seperti ini, tidak perlu lagi diskriminasi, tidak perlu lagi aksi2 "oknum". Itu yang jadi tujuan utama.
Penyadaran akan sebuah pemahaman yang salah dan mencari solusinya.

ImLestat wrote:
Saya sudah tidak sepaham dengan mereka bedasarkan pernyataan anda ini.

Uuppss... jangan sepaham bro, nanti gak seru lagi... hahaha-lol
Tapi bener bro, kita harus melihat sesuatu yang negatif dari sudut pandang positif, kalau ingin menambah wawasan. Bukan berarti harus mengikuti yang negatif.

ImLestat wrote:
AQ = Al Quran ?
Tapi akan saya coba baca baca tentang mereka.
- Yupz.... saya ngikutin tulisan dari teman muslim yang menyingkatnya menjadi AQ.
- Yah... itung2 buat nambah wawasan aja bro.


ImLestat wrote:
Tentu kenapa ngga bro Smile, toh kita juga saudara sebangsa.
Iya saya memang tidak sungkan, saya hanya ingin mecoba ngobrol secara sopan dan bertata kerama.
Thanks Smile
yupz... akur bro.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Fri Apr 26, 2013 6:49 pm

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Anda muter-muter toh akhirnya pada akhir tulisan anda : hanya saja sudah TERANGKUM DALAM 2 AJARAN TENTANG KASIH.
Itu namanya hukum taurat dihapus dan diperas menjadi dua hukum kasih. Padahal Yesus dalam perintahnya untuk mengamalkan dan mengajarakan hukum taurat (bukan 2 hukum kasih) agar bisa masuk surga (Mat.5:19)
Anda belajar lagi bahasa Indonesia agar dapat membedakan arti DIRANGKUM dan DIHAPUS. Kalau sudah mengerti, baru anda diskusi lagi dengan saya masalah ini.

Agapo wrote:
- Lha faktanya memang dihapus, kok anda bilang hebat sendiri. Padahal yg dimaksud menggenapi, Yesus lebih memperinci yg menjadi penyebab kenapa ada perintah jangan berzinah, jangan membunuh dsb dalam hukum taurat (silahkan baca Mat.5:21-48)
- Begini, kalau hukum taurat itu dihapus total sejak kematian Yesus (Ef.2:15) lantas pengganti perintah Yesus agar bisa masuk surga di Matius 5:19 pasca kematiannya, perintah Yesus yg mana sebagai gantinya ?
- Anda belajar lagi bahasa Indonesia agar dapat membedakan arti DIRANGKUM dan DIHAPUS. Kalau sudah mengerti, baru anda diskusi lagi dengan saya masalah ini.
Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya.
Rangkuman atau ringkasan tidak menghilangkan suatu tulisan atau pembicaraan yang ada.(Kamus populer)

Faktanya hukum taurat itu sudah dirangkum menjadi hukum kasih, sedangkan isi seluruh hukum taurat itu dihapus )(dibatalkan) sejak kematian Yesus (Ef.2:15).
Apalagi Yesus tidak pernah memerintahkan untuk melakukan hasil rangkuman (hukum kasih) kepada umatnya agar bisa masuk surga.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by ImLestat on Fri Apr 26, 2013 7:11 pm

Master Denny wrote:Kedepannya mudah2an tidak pernah, berarti negara ini membaik.


Amin.


Master Denny wrote:Ini yang menjadi PR kita, kenapa dan bagaimana?

One world order, kaya Freemason hahaha serem. Kidding

Mirip mirip sih kaya Paham itu, satu negara, satu agama, satu suku, satu rasa, satu karsa. semua sama - kaya / miskin bareng - bareng.

Tapi saya rasa tetep juga gabakal damai, emang udah sifat manusia memiliki rasa iri, dengki yang di kendalikan oleh nafsu. pasti ada aja masalah baru.

Master Denny wrote:Tepat saya buka thread ini, bertepatan dengan saya baca salah satu artikel. Ada sedikit pernyataan yang menarik dan sangat terkait:
"Dlm Bukhari, 97% rujukan jihad adalah ttg perang dan 3% ttg perjuangan batin. JADI, statistiknya adalah jihad = 97% perang dan 3% = perjuangan batin. Jadi apakah jihad = perang ? Ya—97%. Apakah jihad = perjuangan batin ? Ya—3%"
Jadi anda termasuk yang 3%.



Saya tidak tau tentang itu dan belum pernah baca :D, mungkin ada teman yang lebih faham dan ingin menanggapi ini.

ya saat ini saya sedang menjalani untuk batin atau mikrokosmos saya, berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin.

Tapi kalo ada orang yang menghalangi saya dalam beribadah secara fisik dan mengancam ke imanan saya secara paksa jadinya lain cerita. Smile


Master Denny wrote:Bro... sebanyak apapun anda memberikan link, sejauh itu juga saya bisa memberikan link tandingan, tapi bukan itu kan tujuan diskusi ini?
Yang jadi faktor bahasan utama adalah apa penyebab sehingga terjadi hal2 seperti itu dan bagaimana bisa memperbaikinya. Dengan seperti itu, maka tidak perlu lagi forum2 seperti ini, tidak perlu lagi diskriminasi, tidak perlu lagi aksi2 "oknum". Itu yang jadi tujuan utama.
Penyadaran akan sebuah pemahaman yang salah dan mencari solusinya.


iya bukan itu maksud saya bro....yang saya ingin tekankan adalah semua manusia secara waras pernah berbuat salah.

Master Denny wrote:Uuppss... jangan sepaham bro, nanti gak seru lagi... hahaha-lol
Tapi bener bro, kita harus melihat sesuatu yang negatif dari sudut pandang positif, kalau ingin menambah wawasan. Bukan berarti harus mengikuti yang negatif.


Yup, saya rasa perbedaan itu adalah salah satu test Allah terhadap manusia.

Setuju!

Master Denny wrote:
- Yupz.... saya ngikutin tulisan dari teman muslim yang menyingkatnya menjadi AQ.
- Yah... itung2 buat nambah wawasan aja bro.

yupz... akur bro.

Siap Smile

Cheers

ImLestat
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 9
Reputation : 0
Points : 1352
Registration date : 2013-04-06

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Fri Apr 26, 2013 8:07 pm

Agapo wrote:
Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya.
Rangkuman atau ringkasan tidak menghilangkan suatu tulisan atau pembicaraan yang ada.(Kamus populer)
Alhamdulilah... akhirnya anda mengerti arti rangkuman.
Nah tidak menghilangkan hanya mempersingkat.


Agapo wrote:
Faktanya hukum taurat itu sudah dirangkum menjadi hukum kasih, sedangkan isi seluruh hukum taurat itu dihapus )(dibatalkan) sejak kematian Yesus (Ef.2:15).
Apalagi Yesus tidak pernah memerintahkan untuk melakukan hasil rangkuman (hukum kasih) kepada umatnya agar bisa masuk surga.
Efesus 2:11-22 berbicara mengenai SUNAT lahiriah yang merupakan sebuah tradisi pada perjanjian lama sebagai lambang seseorang menjadi bagian dari umat pilihan Allah.
Tradisi ini dihapus dalam perjanjian baru dan digantikan dengan sebuah cara baru yaitu baptisan, dengan arti yang sama (menjadi bagian dalam iman pada Yesus). That's all.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Sat Apr 27, 2013 4:15 pm

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya.
Rangkuman atau ringkasan tidak menghilangkan suatu tulisan atau pembicaraan yang ada.(Kamus populer)
Alhamdulilah... akhirnya anda mengerti arti rangkuman.
Nah tidak menghilangkan hanya mempersingkat.


Agapo wrote:
Faktanya hukum taurat itu sudah dirangkum menjadi hukum kasih, sedangkan isi seluruh hukum taurat itu dihapus )(dibatalkan) sejak kematian Yesus (Ef.2:15).
Apalagi Yesus tidak pernah memerintahkan untuk melakukan hasil rangkuman (hukum kasih) kepada umatnya agar bisa masuk surga.
Efesus 2:11-22 berbicara mengenai SUNAT lahiriah yang merupakan sebuah tradisi pada perjanjian lama sebagai lambang seseorang menjadi bagian dari umat pilihan Allah.
Tradisi ini dihapus dalam perjanjian baru dan digantikan dengan sebuah cara baru yaitu baptisan, dengan arti yang sama (menjadi bagian dalam iman pada Yesus). That's all.
Anda kelihatan bertaqiyah, nih tak kutipkan penjelasan SARAPAN PAGI : http://www.sarapanpagi.org/efesus-2-15-kematian-kristus-membatalkan-hukum-taurat-vt3813.html

IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT, καταργησας - katargêsas, grammar Yunani dalam bentuk aorist aktif partisip nominatif tunggal maskulin dari kata kerja καταργεω - katargeô. Kata Yunani καταργεω - katargeô berasal dari gabungan partikel κατα - kata yang berarti menurut, sesuai dengan, dan kata kerja αργεω - argeô, non-aktif, tidak berfungsi.
Maka, kata Yunani καταργεω - katargeô bermakna : membinasakan, membatalkan, menghilangkan, menyebabkan tidak bekerja lagi, tidak beroperasi lagi, tidak aktif, berakhir, dan makna-makna lain yang sejenis.

Menurut konstruksi kalimat ini, en tê sarki autou (= dalam daging-Nya) harus dihubungkan dengan katargêsas (= telah membatalkan, telah memusnahkan): sarx di sini dianggap sebagai "tempat", di mana KRISTUS telah menang oleh sengsara dan kematian-Nya.


Apakah yang telah Ia (= KRISTUS) batalkan/musnahkan di dalam daging-Nya? Jawab Paulus: hukum Taurat dengan perintah-perintah dan ketentuannya-ketentuannya:

Ho nomos tôn entolôn = hukum Taurat yang terdiri dari dan yang diperkembangkan dalam entolai (= perintah-perintah, ordinansi-ordinansi), yang dapat dibandingkan a.l. dengan Roma 7:8 dyb.; 13:9 ; 1 Korintus 7:19 ; dll. "Dogmata" = keputusan-keputusan, peraturan-peraturan, ketentuanketentuan En dogmasin = dalam bentuk dogmata, dalam bentuk keputusan-keputusan, peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan: suatu sistim yang menuntut dan memerintah, tetapi yang tidak dapat memusnahkan kuasa dosa, dan lain-lain. Seluruh ungkapan ton nomon tôn entolôn en dogmasin itu dapat kita terjemahkan sebagai berikut: hukum Taurat yang terdiri dari (dan yang berkembang dalam) perintah-perintah, yang berbentuk ketentuan-ketentuan (dan peraturan-peraturan).

Jadi, pengertiannya adalah : Kematian KRISTUS di dalam dagingNya MEMBATALKAN HUKUM TAURAT BERSAMA MACAM-MACAM PERINTAH-PERINTAH DAN KETENTUAN-KETENTUANNYA.

Perhatikan lagi, bahwa untuk kata TAURAT (Yunani: "NOMOS") dalam 2 Efesus ini ditulis dalam bentuk tunggal (mengarah kepada keseluruhan hukum itu secara integral), yang didalamnya terdapat perintah-perintah (Yunani: "ENTOLÊ", dalam bentuk plural: "entolai") dan di dalamnya pula terdapat ketentuan-ketentuan (Yunani: DOGMA, dalam bentuk plural: "dogmata"), maka:

Ayat 15 ini sama sekali tidak menyatakan adanya bagian-bagian dari Taurat yang disisakan untuk kembali dilaksanakan dalam ibadah umat Kristiani. Tetapi justru jelas menulis "Ia membatalkan Hukum Taurat bersama macam-macam perintah-perintah dan ketentuan-ketentuannya."


Dan... Cantik sekali bahwa dalam terjemahan KJV bahasa Inggris untuk kata "katargeô" ini digunakan istilah yang kita kenal di masa sekarang sebagai "bahasa hukum" yang sungguh amat tepat, yaitu ABOLITION: The act of abolishing a system or practice or institution (especially abolishing slavery), reff: http://www.audioenglish.net/dictionary/abolition.htm

Sedangkan kata "ABOLISI" dalam kamus bahasa Indonesia, juga merupakan "bahasa hukum" yang maknanya adalah: 1) peniadaan peristiwa pidana; 2) penghapusan (perbudakan di Amerika);
meng•a•bo•li•si•kan = menghapuskan, membatalkan, atau mengakhiri (tentang perbudakan dsb)


Terjemahan bahasa Inggris yang lain untuk kata "katargeô" menuliskan "having annulled", "making void"

Apakah yang sebenarnya "MEMBATALKAN/ ABOLISHING/ NULLIFYING/ MAKING VOID" (dalam bentuk aorist aktif partisip) Taurat itu (LAW/ TORAH)? Yaitu "perseteruannya di dalam daging" adalah "the enmity" (in His flesh). Bahasa Yunani mempunyai bentuk grammar yang begitu dalam, menulis kata tsb dalam bentuk aoris itu mirip past tense dalam bahasa Inggris dan kata ini ditulis dalam bentuk aktif partisip yang artinya telah dilakukan secara aktif oleh oknum maskulin (yaitu YESUS KRISTUS).


YESUS KRISTUS dengan "perseteruan di dalam daging-Nya" (sebagai manusia) yaitu kematianNya di kayu Salib telah menggenapi secara penuh Hukum Taurat (Surat Hutang, perbudakan atas dosa), dan "Ia dengan kematianNya" Ia telah memenuhi Taurat dan mengakhiri Taurat itu sendiri (lihat istilah "END OF THE LAW" dalam Roma 10:4).

Maka dengan kematianNya itu dengan sendirinya TAURAT MENJADI BATAL (ANNULLED).

Dengan kematian-nya, perbudakan dosa terhadap manusia telah berakhir, dan dosa adalah Hutang. Hutang itu telah dilunasi dengan harga tunai (lihat 1 Korintus 6:20; 7:23).




Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Sat Apr 27, 2013 5:08 pm

Agapo wrote:
Anda kelihatan bertaqiyah, nih tak kutipkan penjelasan SARAPAN PAGI : http://www.sarapanpagi.org/efesus-2-15-kematian-kristus-membatalkan-hukum-taurat-vt3813.html

IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT, καταργησας - katargêsas, grammar Yunani dalam bentuk aorist aktif partisip nominatif tunggal maskulin dari kata kerja καταργεω - katargeô. Kata Yunani καταργεω - katargeô berasal dari gabungan partikel κατα - kata yang berarti menurut, sesuai dengan, dan kata kerja αργεω - argeô, non-aktif, tidak berfungsi.
Maka, kata Yunani καταργεω - katargeô bermakna : membinasakan, membatalkan, menghilangkan, menyebabkan tidak bekerja lagi, tidak beroperasi lagi, tidak aktif, berakhir, dan makna-makna lain yang sejenis.

Menurut konstruksi kalimat ini, en tê sarki autou (= dalam daging-Nya) harus dihubungkan dengan katargêsas (= telah membatalkan, telah memusnahkan): sarx di sini dianggap sebagai "tempat", di mana KRISTUS telah menang oleh sengsara dan kematian-Nya.


Apakah yang telah Ia (= KRISTUS) batalkan/musnahkan di dalam daging-Nya? Jawab Paulus: hukum Taurat dengan perintah-perintah dan ketentuannya-ketentuannya:

Ho nomos tôn entolôn = hukum Taurat yang terdiri dari dan yang diperkembangkan dalam entolai (= perintah-perintah, ordinansi-ordinansi), yang dapat dibandingkan a.l. dengan Roma 7:8 dyb.; 13:9 ; 1 Korintus 7:19 ; dll. "Dogmata" = keputusan-keputusan, peraturan-peraturan, ketentuanketentuan En dogmasin = dalam bentuk dogmata, dalam bentuk keputusan-keputusan, peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan: suatu sistim yang menuntut dan memerintah, tetapi yang tidak dapat memusnahkan kuasa dosa, dan lain-lain. Seluruh ungkapan ton nomon tôn entolôn en dogmasin itu dapat kita terjemahkan sebagai berikut: hukum Taurat yang terdiri dari (dan yang berkembang dalam) perintah-perintah, yang berbentuk ketentuan-ketentuan (dan peraturan-peraturan).

Jadi, pengertiannya adalah : Kematian KRISTUS di dalam dagingNya MEMBATALKAN HUKUM TAURAT BERSAMA MACAM-MACAM PERINTAH-PERINTAH DAN KETENTUAN-KETENTUANNYA.

Perhatikan lagi, bahwa untuk kata TAURAT (Yunani: "NOMOS") dalam 2 Efesus ini ditulis dalam bentuk tunggal (mengarah kepada keseluruhan hukum itu secara integral), yang didalamnya terdapat perintah-perintah (Yunani: "ENTOLÊ", dalam bentuk plural: "entolai") dan di dalamnya pula terdapat ketentuan-ketentuan (Yunani: DOGMA, dalam bentuk plural: "dogmata"), maka:

Ayat 15 ini sama sekali tidak menyatakan adanya bagian-bagian dari Taurat yang disisakan untuk kembali dilaksanakan dalam ibadah umat Kristiani. Tetapi justru jelas menulis "Ia membatalkan Hukum Taurat bersama macam-macam perintah-perintah dan ketentuan-ketentuannya."


Dan... Cantik sekali bahwa dalam terjemahan KJV bahasa Inggris untuk kata "katargeô" ini digunakan istilah yang kita kenal di masa sekarang sebagai "bahasa hukum" yang sungguh amat tepat, yaitu ABOLITION: The act of abolishing a system or practice or institution (especially abolishing slavery), reff: http://www.audioenglish.net/dictionary/abolition.htm

Sedangkan kata "ABOLISI" dalam kamus bahasa Indonesia, juga merupakan "bahasa hukum" yang maknanya adalah: 1) peniadaan peristiwa pidana; 2) penghapusan (perbudakan di Amerika);
meng•a•bo•li•si•kan = menghapuskan, membatalkan, atau mengakhiri (tentang perbudakan dsb)


Terjemahan bahasa Inggris yang lain untuk kata "katargeô" menuliskan "having annulled", "making void"

Apakah yang sebenarnya "MEMBATALKAN/ ABOLISHING/ NULLIFYING/ MAKING VOID" (dalam bentuk aorist aktif partisip) Taurat itu (LAW/ TORAH)? Yaitu "perseteruannya di dalam daging" adalah "the enmity" (in His flesh). Bahasa Yunani mempunyai bentuk grammar yang begitu dalam, menulis kata tsb dalam bentuk aoris itu mirip past tense dalam bahasa Inggris dan kata ini ditulis dalam bentuk aktif partisip yang artinya telah dilakukan secara aktif oleh oknum maskulin (yaitu YESUS KRISTUS).


YESUS KRISTUS dengan "perseteruan di dalam daging-Nya" (sebagai manusia) yaitu kematianNya di kayu Salib telah menggenapi secara penuh Hukum Taurat (Surat Hutang, perbudakan atas dosa), dan "Ia dengan kematianNya" Ia telah memenuhi Taurat dan mengakhiri Taurat itu sendiri (lihat istilah "END OF THE LAW" dalam Roma 10:4).

Maka dengan kematianNya itu dengan sendirinya TAURAT MENJADI BATAL (ANNULLED).

Dengan kematian-nya, perbudakan dosa terhadap manusia telah berakhir, dan dosa adalah Hutang. Hutang itu telah dilunasi dengan harga tunai (lihat 1 Korintus 6:20; 7:23).
Baru selesai sarapan pagi nasi uduk, sekarang dikasih sarapan pagi tulisan. Hahaha...
Bro... ada beberapa hal yang perlu saya kasih tahu sebelumnya:
1. Anda copas, kenapa gak sekalian semuanya? Penjelasannya sekalian, jadi kan saya gak capek2 ketik di sini lagi.
2. Dari kemarin saya tanya anda... tapi anda tidak jawab. Apa yang anda tahu tentang hukum Taurat (Taurat Musa)? Bagi Kristen intisari dari Hukum Taurat itu adalah 10 Perintah Allah, makanya dari kemarin saya bilang... itu dirangkum menjadi 2 hukum kasih.
3. Pembatalan hukum Taurat yang dimaksud dalam Efesus 2:15 itu adalah segala macam tradisi dan peraturan yang berlaku pada jaman perjanjian lama. Contoh: SUNAT, RAMPASAN PERANG, NAZAR, HARAM DAN HALAL, DOA DAN BERKAT, DLL (ada 613 aturan). Silahkan anda lihat di sini:
http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p424
4. So... tidak ada kolerasinya dengan statement anda. Masa saya suruh copas penjelasnya di sini? Anda ada linknya kan? Anda baca sendiri... pelajari sendiri... dan ngerti sendiri...(insya Allah)

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Sat Apr 27, 2013 8:17 pm

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Anda kelihatan bertaqiyah, nih tak kutipkan penjelasan SARAPAN PAGI : http://www.sarapanpagi.org/efesus-2-15-kematian-kristus-membatalkan-hukum-taurat-vt3813.html

IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT, καταργησας - katargêsas, grammar Yunani dalam bentuk aorist aktif partisip nominatif tunggal maskulin dari kata kerja καταργεω - katargeô. Kata Yunani καταργεω - katargeô berasal dari gabungan partikel κατα - kata yang berarti menurut, sesuai dengan, dan kata kerja αργεω - argeô, non-aktif, tidak berfungsi.
Maka, kata Yunani καταργεω - katargeô bermakna : membinasakan, membatalkan, menghilangkan, menyebabkan tidak bekerja lagi, tidak beroperasi lagi, tidak aktif, berakhir, dan makna-makna lain yang sejenis.

Menurut konstruksi kalimat ini, en tê sarki autou (= dalam daging-Nya) harus dihubungkan dengan katargêsas (= telah membatalkan, telah memusnahkan): sarx di sini dianggap sebagai "tempat", di mana KRISTUS telah menang oleh sengsara dan kematian-Nya.


Apakah yang telah Ia (= KRISTUS) batalkan/musnahkan di dalam daging-Nya? Jawab Paulus: hukum Taurat dengan perintah-perintah dan ketentuannya-ketentuannya:

Ho nomos tôn entolôn = hukum Taurat yang terdiri dari dan yang diperkembangkan dalam entolai (= perintah-perintah, ordinansi-ordinansi), yang dapat dibandingkan a.l. dengan Roma 7:8 dyb.; 13:9 ; 1 Korintus 7:19 ; dll. "Dogmata" = keputusan-keputusan, peraturan-peraturan, ketentuanketentuan En dogmasin = dalam bentuk dogmata, dalam bentuk keputusan-keputusan, peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan: suatu sistim yang menuntut dan memerintah, tetapi yang tidak dapat memusnahkan kuasa dosa, dan lain-lain. Seluruh ungkapan ton nomon tôn entolôn en dogmasin itu dapat kita terjemahkan sebagai berikut: hukum Taurat yang terdiri dari (dan yang berkembang dalam) perintah-perintah, yang berbentuk ketentuan-ketentuan (dan peraturan-peraturan).

Jadi, pengertiannya adalah : Kematian KRISTUS di dalam dagingNya MEMBATALKAN HUKUM TAURAT BERSAMA MACAM-MACAM PERINTAH-PERINTAH DAN KETENTUAN-KETENTUANNYA.

Perhatikan lagi, bahwa untuk kata TAURAT (Yunani: "NOMOS") dalam 2 Efesus ini ditulis dalam bentuk tunggal (mengarah kepada keseluruhan hukum itu secara integral), yang didalamnya terdapat perintah-perintah (Yunani: "ENTOLÊ", dalam bentuk plural: "entolai") dan di dalamnya pula terdapat ketentuan-ketentuan (Yunani: DOGMA, dalam bentuk plural: "dogmata"), maka:

Ayat 15 ini sama sekali tidak menyatakan adanya bagian-bagian dari Taurat yang disisakan untuk kembali dilaksanakan dalam ibadah umat Kristiani. Tetapi justru jelas menulis "Ia membatalkan Hukum Taurat bersama macam-macam perintah-perintah dan ketentuan-ketentuannya."


Dan... Cantik sekali bahwa dalam terjemahan KJV bahasa Inggris untuk kata "katargeô" ini digunakan istilah yang kita kenal di masa sekarang sebagai "bahasa hukum" yang sungguh amat tepat, yaitu ABOLITION: The act of abolishing a system or practice or institution (especially abolishing slavery), reff: http://www.audioenglish.net/dictionary/abolition.htm

Sedangkan kata "ABOLISI" dalam kamus bahasa Indonesia, juga merupakan "bahasa hukum" yang maknanya adalah: 1) peniadaan peristiwa pidana; 2) penghapusan (perbudakan di Amerika);
meng•a•bo•li•si•kan = menghapuskan, membatalkan, atau mengakhiri (tentang perbudakan dsb)


Terjemahan bahasa Inggris yang lain untuk kata "katargeô" menuliskan "having annulled", "making void"

Apakah yang sebenarnya "MEMBATALKAN/ ABOLISHING/ NULLIFYING/ MAKING VOID" (dalam bentuk aorist aktif partisip) Taurat itu (LAW/ TORAH)? Yaitu "perseteruannya di dalam daging" adalah "the enmity" (in His flesh). Bahasa Yunani mempunyai bentuk grammar yang begitu dalam, menulis kata tsb dalam bentuk aoris itu mirip past tense dalam bahasa Inggris dan kata ini ditulis dalam bentuk aktif partisip yang artinya telah dilakukan secara aktif oleh oknum maskulin (yaitu YESUS KRISTUS).


YESUS KRISTUS dengan "perseteruan di dalam daging-Nya" (sebagai manusia) yaitu kematianNya di kayu Salib telah menggenapi secara penuh Hukum Taurat (Surat Hutang, perbudakan atas dosa), dan "Ia dengan kematianNya" Ia telah memenuhi Taurat dan mengakhiri Taurat itu sendiri (lihat istilah "END OF THE LAW" dalam Roma 10:4).

Maka dengan kematianNya itu dengan sendirinya TAURAT MENJADI BATAL (ANNULLED).

Dengan kematian-nya, perbudakan dosa terhadap manusia telah berakhir, dan dosa adalah Hutang. Hutang itu telah dilunasi dengan harga tunai (lihat 1 Korintus 6:20; 7:23).
Baru selesai sarapan pagi nasi uduk, sekarang dikasih sarapan pagi tulisan. Hahaha...
Bro... ada beberapa hal yang perlu saya kasih tahu sebelumnya:
1. Anda copas, kenapa gak sekalian semuanya? Penjelasannya sekalian, jadi kan saya gak capek2 ketik di sini lagi.
2. Dari kemarin saya tanya anda... tapi anda tidak jawab. Apa yang anda tahu tentang hukum Taurat (Taurat Musa)? Bagi Kristen intisari dari Hukum Taurat itu adalah 10 Perintah Allah, makanya dari kemarin saya bilang... itu dirangkum menjadi 2 hukum kasih.
3. Pembatalan hukum Taurat yang dimaksud dalam Efesus 2:15 itu adalah segala macam tradisi dan peraturan yang berlaku pada jaman perjanjian lama. Contoh: SUNAT, RAMPASAN PERANG, NAZAR, HARAM DAN HALAL, DOA DAN BERKAT, DLL (ada 613 aturan). Silahkan anda lihat di sini:
http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p424
4. So... tidak ada kolerasinya dengan statement anda. Masa saya suruh copas penjelasnya di sini? Anda ada linknya kan? Anda baca sendiri... pelajari sendiri... dan ngerti sendiri...(insya Allah)
1. Copasan saya itu sengaja yg saya ambil inti penjelasan Sarapan Pagi. Linknya sudah saya berikan.
2. Bagi saya hukum Taurat adalah seluruh aturan yg ada adalam kitab Taurat. Sedangkan intisari (rangkuman)nya ada pada 10 perintah Allah dan kemudian dirangkum (diringkas) lagi menjadi dua hukum kasih. Mestinya penjelasan Yesus pada ayat 40 Matius pasal 22 bahwa seluruh isi hukum taurat dan kitab para Nabi itu TERGANTUNG (diwarnai -pen-) oleh de dua hukum kasih, bukannya DIPERAS dari hukum taurat dan kitab para Nabi menjadi dua hukum kasih. sebagaimana pemahaman kristen.
3. Itulah arti penghapusan hukum taurat beserta ketentuan dan aturannya.
4. Dalam faktanya kekristenan (paulus) itu telah menghapuskan secara total seluruh aturan dan ketentuan yg ada. Itu fakta !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Sat Apr 27, 2013 10:28 pm

Agapo wrote:
1. Copasan saya itu sengaja yg saya ambil inti penjelasan Sarapan Pagi. Linknya sudah saya berikan.
2. Bagi saya hukum Taurat adalah seluruh aturan yg ada adalam kitab Taurat. Sedangkan intisari (rangkuman)nya ada pada 10 perintah Allah dan kemudian dirangkum (diringkas) lagi menjadi dua hukum kasih. Mestinya penjelasan Yesus pada ayat 40 Matius pasal 22 bahwa seluruh isi hukum taurat dan kitab para Nabi itu TERGANTUNG (diwarnai -pen-) oleh de dua hukum kasih, bukannya DIPERAS dari hukum taurat dan kitab para Nabi menjadi dua hukum kasih. sebagaimana pemahaman kristen.
3. Itulah arti penghapusan hukum taurat beserta ketentuan dan aturannya.
4. Dalam faktanya kekristenan (paulus) itu telah menghapuskan secara total seluruh aturan dan ketentuan yg ada. Itu fakta !
1. Iya... tahu dan tidak salah... coba baca lagi statement saya.
2. Berarti pengertian anda yang salah... buktinya:
banyak hal2 yang ada pada hukum Taurat tetapi tidak masuk dalam 10 perintah Allah.
misalnya: sunat, harta rampasan, nazar, haram dan halal, dsb. Yang dirangkum menjadi 2 hukum kasih ajaran Yesus adalah 10 perintah Allah. Jelas bedanya?
3. Yupz... tapi bukan 10 perintah Allah. Kan yang saya bahas kemarin 10 perintah Allah.
4. Tidak ada tu penghapusan dari 10 perintah Allah, buktinya masih dipakai di banyak gereja2 terutama umat Katholik.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Sun Apr 28, 2013 6:15 pm

Master Denny wrote:
Agapo wrote:
1. Copasan saya itu sengaja yg saya ambil inti penjelasan Sarapan Pagi. Linknya sudah saya berikan.
2. Bagi saya hukum Taurat adalah seluruh aturan yg ada adalam kitab Taurat. Sedangkan intisari (rangkuman)nya ada pada 10 perintah Allah dan kemudian dirangkum (diringkas) lagi menjadi dua hukum kasih. Mestinya penjelasan Yesus pada ayat 40 Matius pasal 22 bahwa seluruh isi hukum taurat dan kitab para Nabi itu TERGANTUNG (diwarnai -pen-) oleh de dua hukum kasih, bukannya DIPERAS dari hukum taurat dan kitab para Nabi menjadi dua hukum kasih. sebagaimana pemahaman kristen.
3. Itulah arti penghapusan hukum taurat beserta ketentuan dan aturannya.
4. Dalam faktanya kekristenan (paulus) itu telah menghapuskan secara total seluruh aturan dan ketentuan yg ada. Itu fakta !
1. Iya... tahu dan tidak salah... coba baca lagi statement saya.
2. Berarti pengertian anda yang salah... buktinya:
banyak hal2 yang ada pada hukum Taurat tetapi tidak masuk dalam 10 perintah Allah.
misalnya: sunat, harta rampasan, nazar, haram dan halal, dsb. Yang dirangkum menjadi 2 hukum kasih ajaran Yesus adalah 10 perintah Allah. Jelas bedanya?
3. Yupz... tapi bukan 10 perintah Allah. Kan yang saya bahas kemarin 10 perintah Allah.
4. Tidak ada tu penghapusan dari 10 perintah Allah, buktinya masih dipakai di banyak gereja2 terutama umat Katholik.
Yang dihapus kristen itu hukum taurat berdasar pendapat paulus di Efesus 2:15. Sedangkan 10 perintah adalah inti dari segala hukum Taurat. Sedangkan hukum moral masyarakat yg ada dalam hukum taurat adalah untuk melaksanakan 10 perintah tersebut secara nyata yang diuraikan secara mendetil. Di zaman itu para pemimpin agama mengelompokkan hukum Taurat sebanyak 613 jenis. Di Matius 22:35-36 seorang ahli Taurat mendatangai Yesus dan bertanya tentang hukum yang terutama di dalam hukum Taurat. Waktu itu Yesus menjawab, “Kasihilah Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia.” Itu inti dari 10 perintah.

Jadi 10 perintah adalah inti pokok serta prinsip dasar dari seluruh Alkitab, itu bukan perasan dari seluruh hukum taurat
Di Matus 22:40, ungkapan ‘seluruh hukum taurat dan kitab para nabi’ tidak semata 10 Perintah, tetapi menunjuk pada Alkitab Perjanjian Lama (Ref: Luk 24:27, Yoh 1:45, Kis 24:14). Dan intisari dari Alkitab PL adalah 10 perintah dan inti pokok dari 10 perintah tersebut adalah ke 2 hukum: ‘Kasihilah Allahmu’ adalah intisari hukum 1-4, dan ‘kasihilah sesamamu manusia’ adalah intisari hukum 5-10. Di Matius 22:40 mengatakan, “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Kata ‘tergantung’ adalah kremannuimi yang artinya: (1) prinsip dasar dan (2) tongkat. Di zaman dulu untuk membawa puluhan helai baju kita memakai tongkat. Jadi hal yang bagaikan tongkat yang menggantung sekian banyak jenis hukum Taurat, inilah 10 perintah (Hos 8:12). 10 perintah yang dapat menjadi 2 hukum, ini adalah fondasi yang menyangga seluruh hukum PL. Jadi segala hukum di PL tergantung dan bersandar pada hukum yang bernama ‘kasih.’ Maka jika kita menyadari 10 perintah dengan benar kita dapat menyadari seluruh Alkitab.

Disinilah kontroversinya paulus yg telah menghapus hukum taurat dengan seluruh aturan dan ketentuannya yang ada, dan itu diyakini oleh kristen sebagai kebenaran (seolah-olah dari Tuhan).

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Haqiqi on Sun Apr 28, 2013 8:11 pm

Master Denny wrote:
Master Denny wrote:
you7tube7com wrote:
Master Denny wrote:
Ok, sekarang bagaimana jika kasus, seseorang menjadi mualaf? Apakah harus membenci orang tuanya yang kafir?
Tidak..

silahkan anda lihat baik2:
# QS 9:123 Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.

# QS 9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Kolerasinya....
Jika seorang anak dalam agama non-muslim menjadi mualaf, apakah harus memerangi orang tua mereka yang tidak ikut masuk Islam? Sedangkan ajaran Islam sendiri dengan tegas MENGHARUSKAN hal itu. Bagaimana tanggapan anda?

Bagaimana dengan hal ini.... anda belum menanggapinya???
Hai "orang2 yg beriman" perangilah "orang2 kafir".. siapa yang beriman dan siapa yg kafir? terutama bagi yg "merasa" beriman.. dari mana anda tau anda beriman dan yg lain kafir?

Haqiqi
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Male
Number of posts : 41
Age : 26
Location : Medan
Job/hobbies : Music
Reputation : 1
Points : 1951
Registration date : 2011-09-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Sun Apr 28, 2013 8:26 pm

Agapo wrote:
Yang dihapus kristen itu hukum taurat berdasar pendapat paulus di Efesus 2:15. Sedangkan 10 perintah adalah inti dari segala hukum Taurat. Sedangkan hukum moral masyarakat yg ada dalam hukum taurat adalah untuk melaksanakan 10 perintah tersebut secara nyata yang diuraikan secara mendetil. Di zaman itu para pemimpin agama mengelompokkan hukum Taurat sebanyak 613 jenis. Di Matius 22:35-36 seorang ahli Taurat mendatangai Yesus dan bertanya tentang hukum yang terutama di dalam hukum Taurat. Waktu itu Yesus menjawab, “Kasihilah Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia.” Itu inti dari 10 perintah.
Jadi 10 perintah adalah inti pokok serta prinsip dasar dari seluruh Alkitab, itu bukan perasan dari seluruh hukum taurat
Di Matus 22:40, ungkapan ‘seluruh hukum taurat dan kitab para nabi’ tidak semata 10 Perintah, tetapi menunjuk pada Alkitab Perjanjian Lama (Ref: Luk 24:27, Yoh 1:45, Kis 24:14). Dan intisari dari Alkitab PL adalah 10 perintah dan inti pokok dari 10 perintah tersebut adalah ke 2 hukum: ‘Kasihilah Allahmu’ adalah intisari hukum 1-4, dan ‘kasihilah sesamamu manusia’ adalah intisari hukum 5-10. Di Matius 22:40 mengatakan, “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Kata ‘tergantung’ adalah kremannuimi yang artinya: (1) prinsip dasar dan (2) tongkat. Di zaman dulu untuk membawa puluhan helai baju kita memakai tongkat. Jadi hal yang bagaikan tongkat yang menggantung sekian banyak jenis hukum Taurat, inilah 10 perintah (Hos 8:12). 10 perintah yang dapat menjadi 2 hukum, ini adalah fondasi yang menyangga seluruh hukum PL. Jadi segala hukum di PL tergantung dan bersandar pada hukum yang bernama ‘kasih.’ Maka jika kita menyadari 10 perintah dengan benar kita dapat menyadari seluruh Alkitab.

Disinilah kontroversinya paulus yg telah menghapus hukum taurat dengan seluruh aturan dan ketentuannya yang ada, dan itu diyakini oleh kristen sebagai kebenaran (seolah-olah dari Tuhan).
Gak perlu taqqiya panjang lebar bro... gini aja, kita sederhanakan:
1. sebutkan aturan dalam taurat di perjanjian lama !
2. sebutkan 10 perintah Allah !
Jawab itu dulu.... tidak perlu macam2 dulu, anda mau dikasih penjelasan kan?

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Sun Apr 28, 2013 8:42 pm

Haqiqi wrote:Hai "orang2 yg beriman" perangilah "orang2 kafir".. siapa yang beriman dan siapa yg kafir? terutama bagi yg "merasa" beriman.. dari mana anda tau anda beriman dan yg lain kafir?
Pengertian Iman menurut kaedah ajaran Islam adalah keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.
Iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan (pelanggaran). Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Al-Imam Muhammad ibnu Husain Al-Ajurri di dalam kitabnya Asy-Syari’ah, beliau t menyebutkan:

“Ketahuilah, sesungguhnya yang diyakini oleh seluruh ulama kaum muslimin adalah bahwasanya iman adalah perkara wajib (yang harus dimiliki) oleh seluruh manusia, dan (iman) adalah pembenaran di dalam hati dan pernyataan dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Kemudian, ketahuilah (pula) bahwasanya tidaklah mencukupi sekadar ma’rifah (meyakini adanya Allah) dan pembenaran di dalam hati, kecuali bersamanya ada iman (yang diwujudkan) dalam bentuk pengucapan dengan lisan. Begitu pula tidaklah mencukupi sekadar ma’rifat (keyakinan) di dalam hati dan pengucapan dengan lisan, sampai adanya pengamalan dengan anggota badan. Apabila terkumpul tiga perkara ini (pada seseorang) maka dia adalah seorang yang beriman. Hal ini sebagaimana ditunjukkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama kaum muslimin.”

Siapapun yg imannya tidak sesuai dengan ucapannya dan lebih jauh dengan perbuatannya maka dia telah kafir.

Seandainya iman sekadar pengakuan dengan lisan, tentu orang-orang munafik akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman. Namun Allah telah memberitakan dalam firman-Nya:

“Dan di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir’, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak menyadarinya.” (Al-Baqarah: 8-9)

Begitu pula, apabila iman sekadar meyakini adanya Allah dan membenarkan di dalam hati, tentunya iblis dan orang-orang musyrikin dahulu termasuk golongan orang-orang yang beriman. Karena iblis adalah makhluk yang mengetahui adanya Allah, orang-orang musyrikin dahulu adalah orang-orang yang mengakui kebenaran, namun karena kesombongan dan fanatiknya kepada ajaran nenek moyangnya mereka tidak mau menyatakan keimanan dengan lisannya dan tidak mau mengikuti agama Rasul yang diutus oleh Allah kepada mereka. Allah menyebutkan tentang orang-orang kafir dalam ayat-Nya:

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.” (An-Naml: 14)

Maka jelaslah bahwa iman itu tidak cukup dengan sekadar keyakinan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, namun harus dibuktikan dengan amalan (bukti perbuatan).

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Haqiqi on Sun Apr 28, 2013 8:51 pm

Agapo wrote:
Haqiqi wrote:Hai "orang2 yg beriman" perangilah "orang2 kafir".. siapa yang beriman dan siapa yg kafir? terutama bagi yg "merasa" beriman.. dari mana anda tau anda beriman dan yg lain kafir?
Pengertian Iman menurut kaedah ajaran Islam adalah keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.
Iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan (pelanggaran). Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Al-Imam Muhammad ibnu Husain Al-Ajurri di dalam kitabnya Asy-Syari’ah, beliau t menyebutkan:

“Ketahuilah, sesungguhnya yang diyakini oleh seluruh ulama kaum muslimin adalah bahwasanya iman adalah perkara wajib (yang harus dimiliki) oleh seluruh manusia, dan (iman) adalah pembenaran di dalam hati dan pernyataan dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Kemudian, ketahuilah (pula) bahwasanya tidaklah mencukupi sekadar ma’rifah (meyakini adanya Allah) dan pembenaran di dalam hati, kecuali bersamanya ada iman (yang diwujudkan) dalam bentuk pengucapan dengan lisan. Begitu pula tidaklah mencukupi sekadar ma’rifat (keyakinan) di dalam hati dan pengucapan dengan lisan, sampai adanya pengamalan dengan anggota badan. Apabila terkumpul tiga perkara ini (pada seseorang) maka dia adalah seorang yang beriman. Hal ini sebagaimana ditunjukkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama kaum muslimin.”

Siapapun yg imannya tidak sesuai dengan ucapannya dan lebih jauh dengan perbuatannya maka dia telah kafir.

Seandainya iman sekadar pengakuan dengan lisan, tentu orang-orang munafik akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman. Namun Allah telah memberitakan dalam firman-Nya:

“Dan di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir’, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak menyadarinya.” (Al-Baqarah: 8-9)

Begitu pula, apabila iman sekadar meyakini adanya Allah dan membenarkan di dalam hati, tentunya iblis dan orang-orang musyrikin dahulu termasuk golongan orang-orang yang beriman. Karena iblis adalah makhluk yang mengetahui adanya Allah, orang-orang musyrikin dahulu adalah orang-orang yang mengakui kebenaran, namun karena kesombongan dan fanatiknya kepada ajaran nenek moyangnya mereka tidak mau menyatakan keimanan dengan lisannya dan tidak mau mengikuti agama Rasul yang diutus oleh Allah kepada mereka. Allah menyebutkan tentang orang-orang kafir dalam ayat-Nya:

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.” (An-Naml: 14)

Maka jelaslah bahwa iman itu tidak cukup dengan sekadar keyakinan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, namun harus dibuktikan dengan amalan (bukti perbuatan).
tapi tetep aja yg menentukan seseorang "beriman" atau tidak adalah Allah.. bukan dirinya sendiri..
bicara amalan, mas "Sidharta" itu kurang baik apa? lantas dia "beriman"? dan banyak lagi org2 yg punya amalan baik dimata manusia namun masih dipertanyakan apakah amalan itu iman atau insan..

Haqiqi
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Male
Number of posts : 41
Age : 26
Location : Medan
Job/hobbies : Music
Reputation : 1
Points : 1951
Registration date : 2011-09-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Sun Apr 28, 2013 9:08 pm

Haqiqi wrote:
Agapo wrote:
Haqiqi wrote:Hai "orang2 yg beriman" perangilah "orang2 kafir".. siapa yang beriman dan siapa yg kafir? terutama bagi yg "merasa" beriman.. dari mana anda tau anda beriman dan yg lain kafir?
Pengertian Iman menurut kaedah ajaran Islam adalah keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.
Iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan (pelanggaran). Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Al-Imam Muhammad ibnu Husain Al-Ajurri di dalam kitabnya Asy-Syari’ah, beliau t menyebutkan:

“Ketahuilah, sesungguhnya yang diyakini oleh seluruh ulama kaum muslimin adalah bahwasanya iman adalah perkara wajib (yang harus dimiliki) oleh seluruh manusia, dan (iman) adalah pembenaran di dalam hati dan pernyataan dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Kemudian, ketahuilah (pula) bahwasanya tidaklah mencukupi sekadar ma’rifah (meyakini adanya Allah) dan pembenaran di dalam hati, kecuali bersamanya ada iman (yang diwujudkan) dalam bentuk pengucapan dengan lisan. Begitu pula tidaklah mencukupi sekadar ma’rifat (keyakinan) di dalam hati dan pengucapan dengan lisan, sampai adanya pengamalan dengan anggota badan. Apabila terkumpul tiga perkara ini (pada seseorang) maka dia adalah seorang yang beriman. Hal ini sebagaimana ditunjukkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama kaum muslimin.”

Siapapun yg imannya tidak sesuai dengan ucapannya dan lebih jauh dengan perbuatannya maka dia telah kafir.

Seandainya iman sekadar pengakuan dengan lisan, tentu orang-orang munafik akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman. Namun Allah telah memberitakan dalam firman-Nya:

“Dan di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir’, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak menyadarinya.” (Al-Baqarah: 8-9)

Begitu pula, apabila iman sekadar meyakini adanya Allah dan membenarkan di dalam hati, tentunya iblis dan orang-orang musyrikin dahulu termasuk golongan orang-orang yang beriman. Karena iblis adalah makhluk yang mengetahui adanya Allah, orang-orang musyrikin dahulu adalah orang-orang yang mengakui kebenaran, namun karena kesombongan dan fanatiknya kepada ajaran nenek moyangnya mereka tidak mau menyatakan keimanan dengan lisannya dan tidak mau mengikuti agama Rasul yang diutus oleh Allah kepada mereka. Allah menyebutkan tentang orang-orang kafir dalam ayat-Nya:

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.” (An-Naml: 14)

Maka jelaslah bahwa iman itu tidak cukup dengan sekadar keyakinan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, namun harus dibuktikan dengan amalan (bukti perbuatan).
tapi tetep aja yg menentukan seseorang "beriman" atau tidak adalah Allah.. bukan dirinya sendiri..
bicara amalan, mas "Sidharta" itu kurang baik apa? lantas dia "beriman"? dan banyak lagi org2 yg punya amalan baik dimata manusia namun masih dipertanyakan apakah amalan itu iman atau insan..
Konteks IMAN dalam ajaran Islam adalah kesamaan keyakinan, lisan dan perbuatan (amalan) yg sesuai dengan syariat Islam (Al Quran dan hadits yg valid). Beriman kepada Allah harus sesuai dengan penjelasan AQ dan hadits, beriman kepada kitabNya, termasuk kepada AQ. Beriman kepada para nabi, termasuk kepada nabi Muhammad saw... dst.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Haqiqi on Sun Apr 28, 2013 9:27 pm

Agapo wrote:
Haqiqi wrote:
Agapo wrote:
Haqiqi wrote:Hai "orang2 yg beriman" perangilah "orang2 kafir".. siapa yang beriman dan siapa yg kafir? terutama bagi yg "merasa" beriman.. dari mana anda tau anda beriman dan yg lain kafir?
Pengertian Iman menurut kaedah ajaran Islam adalah keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.
Iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan (pelanggaran). Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Al-Imam Muhammad ibnu Husain Al-Ajurri di dalam kitabnya Asy-Syari’ah, beliau t menyebutkan:

“Ketahuilah, sesungguhnya yang diyakini oleh seluruh ulama kaum muslimin adalah bahwasanya iman adalah perkara wajib (yang harus dimiliki) oleh seluruh manusia, dan (iman) adalah pembenaran di dalam hati dan pernyataan dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Kemudian, ketahuilah (pula) bahwasanya tidaklah mencukupi sekadar ma’rifah (meyakini adanya Allah) dan pembenaran di dalam hati, kecuali bersamanya ada iman (yang diwujudkan) dalam bentuk pengucapan dengan lisan. Begitu pula tidaklah mencukupi sekadar ma’rifat (keyakinan) di dalam hati dan pengucapan dengan lisan, sampai adanya pengamalan dengan anggota badan. Apabila terkumpul tiga perkara ini (pada seseorang) maka dia adalah seorang yang beriman. Hal ini sebagaimana ditunjukkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama kaum muslimin.”

Siapapun yg imannya tidak sesuai dengan ucapannya dan lebih jauh dengan perbuatannya maka dia telah kafir.

Seandainya iman sekadar pengakuan dengan lisan, tentu orang-orang munafik akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman. Namun Allah telah memberitakan dalam firman-Nya:

“Dan di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir’, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak menyadarinya.” (Al-Baqarah: 8-9)

Begitu pula, apabila iman sekadar meyakini adanya Allah dan membenarkan di dalam hati, tentunya iblis dan orang-orang musyrikin dahulu termasuk golongan orang-orang yang beriman. Karena iblis adalah makhluk yang mengetahui adanya Allah, orang-orang musyrikin dahulu adalah orang-orang yang mengakui kebenaran, namun karena kesombongan dan fanatiknya kepada ajaran nenek moyangnya mereka tidak mau menyatakan keimanan dengan lisannya dan tidak mau mengikuti agama Rasul yang diutus oleh Allah kepada mereka. Allah menyebutkan tentang orang-orang kafir dalam ayat-Nya:

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.” (An-Naml: 14)

Maka jelaslah bahwa iman itu tidak cukup dengan sekadar keyakinan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, namun harus dibuktikan dengan amalan (bukti perbuatan).
tapi tetep aja yg menentukan seseorang "beriman" atau tidak adalah Allah.. bukan dirinya sendiri..
bicara amalan, mas "Sidharta" itu kurang baik apa? lantas dia "beriman"? dan banyak lagi org2 yg punya amalan baik dimata manusia namun masih dipertanyakan apakah amalan itu iman atau insan..
Konteks IMAN dalam ajaran Islam adalah kesamaan keyakinan, lisan dan perbuatan (amalan) yg sesuai dengan syariat Islam (Al Quran dan hadits yg valid). Beriman kepada Allah harus sesuai dengan penjelasan AQ dan hadits, beriman kepada kitabNya, termasuk kepada AQ. Beriman kepada para nabi, termasuk kepada nabi Muhammad saw... dst.
Untuk itu, saya setuju.. tapi, apakah kita sudah..? Salam..

Haqiqi
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Male
Number of posts : 41
Age : 26
Location : Medan
Job/hobbies : Music
Reputation : 1
Points : 1951
Registration date : 2011-09-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Sun Apr 28, 2013 10:30 pm

@ Saudara Agapo

Anda masih mau lanjutkan diskusi???


Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Yang dihapus kristen itu hukum taurat berdasar pendapat paulus di Efesus 2:15. Sedangkan 10 perintah adalah inti dari segala hukum Taurat. Sedangkan hukum moral masyarakat yg ada dalam hukum taurat adalah untuk melaksanakan 10 perintah tersebut secara nyata yang diuraikan secara mendetil. Di zaman itu para pemimpin agama mengelompokkan hukum Taurat sebanyak 613 jenis. Di Matius 22:35-36 seorang ahli Taurat mendatangai Yesus dan bertanya tentang hukum yang terutama di dalam hukum Taurat. Waktu itu Yesus menjawab, “Kasihilah Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia.” Itu inti dari 10 perintah.
Jadi 10 perintah adalah inti pokok serta prinsip dasar dari seluruh Alkitab, itu bukan perasan dari seluruh hukum taurat
Di Matus 22:40, ungkapan ‘seluruh hukum taurat dan kitab para nabi’ tidak semata 10 Perintah, tetapi menunjuk pada Alkitab Perjanjian Lama (Ref: Luk 24:27, Yoh 1:45, Kis 24:14). Dan intisari dari Alkitab PL adalah 10 perintah dan inti pokok dari 10 perintah tersebut adalah ke 2 hukum: ‘Kasihilah Allahmu’ adalah intisari hukum 1-4, dan ‘kasihilah sesamamu manusia’ adalah intisari hukum 5-10. Di Matius 22:40 mengatakan, “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Kata ‘tergantung’ adalah kremannuimi yang artinya: (1) prinsip dasar dan (2) tongkat. Di zaman dulu untuk membawa puluhan helai baju kita memakai tongkat. Jadi hal yang bagaikan tongkat yang menggantung sekian banyak jenis hukum Taurat, inilah 10 perintah (Hos 8:12). 10 perintah yang dapat menjadi 2 hukum, ini adalah fondasi yang menyangga seluruh hukum PL. Jadi segala hukum di PL tergantung dan bersandar pada hukum yang bernama ‘kasih.’ Maka jika kita menyadari 10 perintah dengan benar kita dapat menyadari seluruh Alkitab.

Disinilah kontroversinya paulus yg telah menghapus hukum taurat dengan seluruh aturan dan ketentuannya yang ada, dan itu diyakini oleh kristen sebagai kebenaran (seolah-olah dari Tuhan).
Gak perlu taqqiya panjang lebar bro... gini aja, kita sederhanakan:
1. sebutkan aturan dalam taurat di perjanjian lama !
2. sebutkan 10 perintah Allah !
Jawab itu dulu.... tidak perlu macam2 dulu, anda mau dikasih penjelasan kan?

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Mon Apr 29, 2013 10:18 pm

Master Denny wrote:@ Saudara Agapo

Anda masih mau lanjutkan diskusi???


Master Denny wrote:
Agapo wrote:
Yang dihapus kristen itu hukum taurat berdasar pendapat paulus di Efesus 2:15. Sedangkan 10 perintah adalah inti dari segala hukum Taurat. Sedangkan hukum moral masyarakat yg ada dalam hukum taurat adalah untuk melaksanakan 10 perintah tersebut secara nyata yang diuraikan secara mendetil. Di zaman itu para pemimpin agama mengelompokkan hukum Taurat sebanyak 613 jenis. Di Matius 22:35-36 seorang ahli Taurat mendatangai Yesus dan bertanya tentang hukum yang terutama di dalam hukum Taurat. Waktu itu Yesus menjawab, “Kasihilah Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia.” Itu inti dari 10 perintah.
Jadi 10 perintah adalah inti pokok serta prinsip dasar dari seluruh Alkitab, itu bukan perasan dari seluruh hukum taurat
Di Matus 22:40, ungkapan ‘seluruh hukum taurat dan kitab para nabi’ tidak semata 10 Perintah, tetapi menunjuk pada Alkitab Perjanjian Lama (Ref: Luk 24:27, Yoh 1:45, Kis 24:14). Dan intisari dari Alkitab PL adalah 10 perintah dan inti pokok dari 10 perintah tersebut adalah ke 2 hukum: ‘Kasihilah Allahmu’ adalah intisari hukum 1-4, dan ‘kasihilah sesamamu manusia’ adalah intisari hukum 5-10. Di Matius 22:40 mengatakan, “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Kata ‘tergantung’ adalah kremannuimi yang artinya: (1) prinsip dasar dan (2) tongkat. Di zaman dulu untuk membawa puluhan helai baju kita memakai tongkat. Jadi hal yang bagaikan tongkat yang menggantung sekian banyak jenis hukum Taurat, inilah 10 perintah (Hos 8:12). 10 perintah yang dapat menjadi 2 hukum, ini adalah fondasi yang menyangga seluruh hukum PL. Jadi segala hukum di PL tergantung dan bersandar pada hukum yang bernama ‘kasih.’ Maka jika kita menyadari 10 perintah dengan benar kita dapat menyadari seluruh Alkitab.

Disinilah kontroversinya paulus yg telah menghapus hukum taurat dengan seluruh aturan dan ketentuannya yang ada, dan itu diyakini oleh kristen sebagai kebenaran (seolah-olah dari Tuhan).
Gak perlu taqqiya panjang lebar bro... gini aja, kita sederhanakan:
1. sebutkan aturan dalam taurat di perjanjian lama !
2. sebutkan 10 perintah Allah !
Jawab itu dulu.... tidak perlu macam2 dulu, anda mau dikasih penjelasan kan?
Ini diskusi maca apa ?? Anda mau ngeles ya. belum menyanggah penjelasan saya diatas, lantas membuat pertanyaan. Sanggah itu kalau anda anggap tidak benar.

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Tue Apr 30, 2013 12:36 pm

Agapo wrote:
Ini diskusi maca apa ?? Anda mau ngeles ya. belum menyanggah penjelasan saya diatas, lantas membuat pertanyaan. Sanggah itu kalau anda anggap tidak benar.
Apa yang mau disanggah? pandangan anda sendiri tentang Taurat tidak jelas anda tahu sejauh apa, mau dibahas jauh semanapun tidak akan ketemu, nah sekarang saya ingin tahu dulu sejauh apa anda mengetahui apa itu hukum Taurat? makanya saya tanyakan:
1. sebutkan aturan dalam taurat di perjanjian lama !
2. sebutkan 10 perintah Allah !
Setelah itu baru bisa dilihat, sama tidak pengertian Taurat Musa menurut anda dan menurut saya. Sebab kalau tidak sama, gak akan pernah ketemu.
contoh: anda membahas tentang kambing, saya membahas tentang sapi, apakah bisa ketemu?

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Tue Apr 30, 2013 7:56 pm

SHAGA77 wrote:
Agapo wrote:
Ini diskusi maca apa ?? Anda mau ngeles ya. belum menyanggah penjelasan saya diatas, lantas membuat pertanyaan. Sanggah itu kalau anda anggap tidak benar.
Apa yang mau disanggah? pandangan anda sendiri tentang Taurat tidak jelas anda tahu sejauh apa, mau dibahas jauh semanapun tidak akan ketemu, nah sekarang saya ingin tahu dulu sejauh apa anda mengetahui apa itu hukum Taurat? makanya saya tanyakan:
1. sebutkan aturan dalam taurat di perjanjian lama !
2. sebutkan 10 perintah Allah !
Setelah itu baru bisa dilihat, sama tidak pengertian Taurat Musa menurut anda dan menurut saya. Sebab kalau tidak sama, gak akan pernah ketemu.
contoh: anda membahas tentang kambing, saya membahas tentang sapi, apakah bisa ketemu?
Nggak usah anda muter2 membuat pertanyaan, intinya adalah sebagaimana yg dikatakan paulus di Efesus 2:15

"sebab dengan matinya (Yesus) sebagai manusia, ia telah membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya..dst."

Itu sangat jelas kalau paulus telah menghapus Hukum Taurat secara total, termasuk 10 perintah dan dua hukum kasih, karena itu merupakan rangkuman dan inti sari dari hukum taurat.



Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Tue Apr 30, 2013 11:05 pm

Agapo wrote:
Nggak usah anda muter2 membuat pertanyaan, intinya adalah sebagaimana yg dikatakan paulus di Efesus 2:15

"sebab dengan matinya (Yesus) sebagai manusia, ia telah membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya..dst."

Itu sangat jelas kalau paulus telah menghapus Hukum Taurat secara total, termasuk 10 perintah dan dua hukum kasih, karena itu merupakan rangkuman dan inti sari dari hukum taurat.
ANDA TIDAK BISA JAWAB KENAPA? APA ANDA TAKUT DITERTAWAKAN NANTINYA KARENA TERNYATA MEMANG ANDA TIDAK MENGERTI APA YANG DIMAKSUD DENGAN HUKUM TAURAT.

SILAHKAN ANDA CATAT!!! ANDA JAWAB PERTANYAAN SAYA SEBELUMNYA, APAPUN PERTANYAAN ANDA AKAN SAYA JAWAB.

KENAPA SAYA TIDAK MAU JAWAB SEKARANG, PERCUMA KALAU SAYA TIDAK TAHU SEJAUH MANA ANDA MENGERTI TENTANG TAURAT.

SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 5:12 pm

SHAGA77 wrote:
Agapo wrote:
SHAGA77 wrote:
Agapo wrote:
Ini diskusi maca apa ?? Anda mau ngeles ya. belum menyanggah penjelasan saya diatas, lantas membuat pertanyaan. Sanggah itu kalau anda anggap tidak benar.
Apa yang mau disanggah? pandangan anda sendiri tentang Taurat tidak jelas anda tahu sejauh apa, mau dibahas jauh semanapun tidak akan ketemu, nah sekarang saya ingin tahu dulu sejauh apa anda mengetahui apa itu hukum Taurat? makanya saya tanyakan:
1. sebutkan aturan dalam taurat di perjanjian lama !
2. sebutkan 10 perintah Allah !
Setelah itu baru bisa dilihat, sama tidak pengertian Taurat Musa menurut anda dan menurut saya. Sebab kalau tidak sama, gak akan pernah ketemu.
contoh: anda membahas tentang kambing, saya membahas tentang sapi, apakah bisa ketemu?
Nggak usah anda muter2 membuat pertanyaan, intinya adalah sebagaimana yg dikatakan paulus di Efesus 2:15

"sebab dengan matinya (Yesus) sebagai manusia, ia telah membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya..dst."

Itu sangat jelas kalau paulus telah menghapus Hukum Taurat secara total, termasuk 10 perintah dan dua hukum kasih, karena itu merupakan rangkuman dan inti sari dari hukum taurat.

ANDA TIDAK BISA JAWAB KENAPA? APA ANDA TAKUT DITERTAWAKAN NANTINYA KARENA TERNYATA MEMANG ANDA TIDAK MENGERTI APA YANG DIMAKSUD DENGAN HUKUM TAURAT.

SILAHKAN ANDA CATAT!!! ANDA JAWAB PERTANYAAN SAYA SEBELUMNYA, APAPUN PERTANYAAN ANDA AKAN SAYA JAWAB.

KENAPA SAYA TIDAK MAU JAWAB SEKARANG, PERCUMA KALAU SAYA TIDAK TAHU SEJAUH MANA ANDA MENGERTI TENTANG TAURAT.

SAYA MASIH INGAT PENJELASAN ANDA YG LALU, TAK KUTIPKAN LAGI :
SHAGA77 wrote:buktinya:
banyak hal2 yang ada pada hukum Taurat tetapi tidak masuk dalam 10 perintah Allah.
misalnya: sunat, harta rampasan, nazar, haram dan halal, dsb. Yang dirangkum menjadi 2 hukum kasih ajaran Yesus adalah 10 perintah Allah. Jelas bedanya?

Coba perhatikan pengajaran Yesus di Matius 22 sbb. :

Seorang ahli taurat bertanya kpd Yesus : "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"

Dijawab oleh Yesus dengan dua Hukum Kasih. Itu artinya inti (utama) dari hukum Taurat adalah 2 hukum kasih.(Mat.22:37-39)
Sedangkan ayat 40 menjelaskan bahwa seluruh isi hukum taurat itu tergantung kepada kedua hukum kasih tsb.
Benda yg menggantung kepada sesuatu, maka sesuatu itu menjadi gantungan benda tsb. sedangkan benda tsb. masih ada yg menggantung pada sesuatu tsb.

Sedangkan kitab Taurat yg memuat hukum taurat adalah : kitab Kejadian, kitab Keluaran, kitab Imamat, kitab Bilangan, kitab Ulangan.
Adapun sepuluh perintah Allah itu ada di kitab Ulangan 5:6-21 dan Keluaran 20:2-17 yg merupakan bagian dari kitab Taurat. Kalau 10 perintah itu mengandung hukum, maka itu termasuk bagian dari hukum taurat.

Tapi dari semua itu, yang terpenting bahwa Yesus memerintahkan di Matius 5:19 untuk bisa masuk kerajaan surga, hanya dengan mengamalkan (melakukan) dan mengajarkan Hukum Taurat. Yesus tidak pernah memerintahkan melakukan hukum kasih atau 10 perintah Allah. Itu yang harus anda pahami.



Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by SHAGA77 on Wed May 01, 2013 5:34 pm

Agapo wrote:
Coba perhatikan pengajaran Yesus di Matius 22 sbb. :

Seorang ahli taurat bertanya kpd Yesus : "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"

Dijawab oleh Yesus dengan dua Hukum Kasih. Itu artinya inti (utama) dari hukum Taurat adalah 2 hukum kasih.(Mat.22:37-39)
Sedangkan ayat 40 menjelaskan bahwa seluruh isi hukum taurat itu tergantung kepada kedua hukum kasih tsb.
Benda yg menggantung kepada sesuatu, maka sesuatu itu menjadi gantungan benda tsb. sedangkan benda tsb. masih ada yg menggantung pada sesuatu tsb.

Sedangkan kitab Taurat yg memuat hukum taurat adalah : kitab Kejadian, kitab Keluaran, kitab Imamat, kitab Bilangan, kitab Ulangan.
Adapun sepuluh perintah Allah itu ada di kitab Ulangan 5:6-21 dan Keluaran 20:2-17 yg merupakan bagian dari kitab Taurat. Kalau 10 perintah itu mengandung hukum, maka itu termasuk bagian dari hukum taurat.

Tapi dari semua itu, yang terpenting bahwa Yesus memerintahkan di Matius 5:19 untuk bisa masuk kerajaan surga, hanya dengan mengamalkan (melakukan) dan mengajarkan Hukum Taurat. Yesus tidak pernah memerintahkan melakukan hukum kasih atau 10 perintah Allah. Itu yang harus anda pahami.
Ok... sebatas itu saya anggap anda mengerti hukum Taurat.
Anda baca lagi keseluruhan pada link yang penah anda kasih ke saya, ada 613 hukum/aturan/tradisi yang ada dalam Taurat. Itu yang dihapuskan/tidak dipakai lagi oleh Perjanjian Baru. Bagian terpenting yang diambil dari perjanjian baru adalah 10 perintah Allah yang dirumuskan menjadi 2 hukum kasih. Itu yang diajarkan KRISTEN. Diluar dari itu, terserah anda mau menganggap seperti apa.


SHAGA77
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Male
Number of posts : 626
Age : 38
Location : Jakarta
Job/hobbies : Reading
Humor : hihihi.... lucu
Reputation : 2
Points : 1985
Registration date : 2013-04-04

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 6:38 pm

SHAGA77 wrote:
Agapo wrote:
Coba perhatikan pengajaran Yesus di Matius 22 sbb. :

Seorang ahli taurat bertanya kpd Yesus : "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"

Dijawab oleh Yesus dengan dua Hukum Kasih. Itu artinya inti (utama) dari hukum Taurat adalah 2 hukum kasih.(Mat.22:37-39)
Sedangkan ayat 40 menjelaskan bahwa seluruh isi hukum taurat itu tergantung kepada kedua hukum kasih tsb.
Benda yg menggantung kepada sesuatu, maka sesuatu itu menjadi gantungan benda tsb. sedangkan benda tsb. masih ada yg menggantung pada sesuatu tsb.

Sedangkan kitab Taurat yg memuat hukum taurat adalah : kitab Kejadian, kitab Keluaran, kitab Imamat, kitab Bilangan, kitab Ulangan.
Adapun sepuluh perintah Allah itu ada di kitab Ulangan 5:6-21 dan Keluaran 20:2-17 yg merupakan bagian dari kitab Taurat. Kalau 10 perintah itu mengandung hukum, maka itu termasuk bagian dari hukum taurat.

Tapi dari semua itu, yang terpenting bahwa Yesus memerintahkan di Matius 5:19 untuk bisa masuk kerajaan surga, hanya dengan mengamalkan (melakukan) dan mengajarkan Hukum Taurat. Yesus tidak pernah memerintahkan melakukan hukum kasih atau 10 perintah Allah. Itu yang harus anda pahami.
Ok... sebatas itu saya anggap anda mengerti hukum Taurat.
Anda baca lagi keseluruhan pada link yang penah anda kasih ke saya, ada 613 hukum/aturan/tradisi yang ada dalam Taurat. Itu yang dihapuskan/tidak dipakai lagi oleh Perjanjian Baru. Bagian terpenting yang diambil dari perjanjian baru adalah 10 perintah Allah yang dirumuskan menjadi 2 hukum kasih. Itu yang diajarkan KRISTEN. Diluar dari itu, terserah anda mau menganggap seperti apa.

Kok terserah saya ?!
Yesus kan memerintahkan di Matius 5:19 kepada umatnya untuk mengamalkan (melakukan) dan mengjarkan hukum taurat agar bisa masuk surga. Kok malah kristen menolak perintah Yesus tsb. bagaimana anda ini...?!

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by jimatkalimasada on Wed May 01, 2013 7:02 pm

Agapo wrote:
Yesus kan memerintahkan di Matius 5:19 kepada umatnya untuk mengamalkan (melakukan) dan mengjarkan hukum taurat agar bisa masuk surga. Kok malah kristen menolak perintah Yesus tsb. bagaimana anda ini...?!

tauratnya sudah digenapi, po
ikuti secara penggenapan

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 7:53 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Yesus kan memerintahkan di Matius 5:19 kepada umatnya untuk mengamalkan (melakukan) dan mengjarkan hukum taurat agar bisa masuk surga. Kok malah kristen menolak perintah Yesus tsb. bagaimana anda ini...?!

tauratnya sudah digenapi, po
ikuti secara penggenapan
Yang lalu kau katakan contoh Yesus menggenapi itu seperti yang dikhutbahkan Yesus di Matius 5:21-48, sedangkan hukum taurat keseluruhan kan masih berlaku bagi umatnya Yesus. Bahkan Yesus memerintahkan :

"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi
Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan
kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka
mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."(Matius 23:2-3)

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by jimatkalimasada on Wed May 01, 2013 8:01 pm

Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Yesus kan memerintahkan di Matius 5:19 kepada umatnya untuk mengamalkan (melakukan) dan mengjarkan hukum taurat agar bisa masuk surga. Kok malah kristen menolak perintah Yesus tsb. bagaimana anda ini...?!

tauratnya sudah digenapi, po
ikuti secara penggenapan
Yang lalu kau katakan contoh Yesus menggenapi itu seperti yang dikhutbahkan Yesus di Matius 5:21-48, sedangkan hukum taurat keseluruhan kan masih berlaku bagi umatnya Yesus. Bahkan Yesus memerintahkan :

"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi
Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan
kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka
mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."(Matius 23:2-3)

sudah digenapi juga, po..

33 Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36 ''Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?''
37 Jawab Yesus kepadanya: ''Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.''


jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 8:14 pm

jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
jimatkalimasada wrote:
Agapo wrote:
Yesus kan memerintahkan di Matius 5:19 kepada umatnya untuk mengamalkan (melakukan) dan mengjarkan hukum taurat agar bisa masuk surga. Kok malah kristen menolak perintah Yesus tsb. bagaimana anda ini...?!

tauratnya sudah digenapi, po
ikuti secara penggenapan
Yang lalu kau katakan contoh Yesus menggenapi itu seperti yang dikhutbahkan Yesus di Matius 5:21-48, sedangkan hukum taurat keseluruhan kan masih berlaku bagi umatnya Yesus. Bahkan Yesus memerintahkan :

"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi
Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan
kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka
mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."(Matius 23:2-3)

sudah digenapi juga, po..

33 Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36 ''Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?''
37 Jawab Yesus kepadanya: ''Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.''

Pada ayat 40 menjelaskan bahwa hukum taurat itu tergantung kepada ke dua hukum kasih.

Benda A tergantung pada benda B, maka benda A tersebut masih ada dan menggantung di benda B.

Makanya Yesus memerintahkan umatnya di Matius 5:19 untuk mengamalkan (melakukan) dan mengajarkan hukum Taurat agar bisa masuk surga. Untuk itu Yesus memrintahkan pula kepada umatnya untuk belajar kepada ahli taurat tersebut pada Matius 23:2-3 itu.

Bisa dipahami Jim ??!!


Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by jimatkalimasada on Wed May 01, 2013 8:19 pm


ada dan menjadi seperti ini:
37 Jawab Yesus kepadanya: ''Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


silakan dijalankan!

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 8:25 pm

jimatkalimasada wrote:
ada dan menjadi seperti ini:
37 Jawab Yesus kepadanya: ''Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


silakan dijalankan!

Kenapa ayat 40 itu kau buang Jim ??

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by jimatkalimasada on Wed May 01, 2013 9:09 pm


40 justeru memperkuat 37/39

silakan jalankan:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 9:31 pm

jimatkalimasada wrote:
40 justeru memperkuat 37/39

silakan jalankan:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Itu pemahaman yg salah kalau hukum taurat itu diperas jadi dua hukum kasih. Makanya kau menentang terus perintah Yesus di Matius 5:19, apakah kau tdk termasuk umatnya yg disuruh belajar kepada ahli taurat tentang hukum taurat (Matius 23:2-3) ??

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by jimatkalimasada on Wed May 01, 2013 9:40 pm


yang bilang peras/memeras siapa?
kita bicara penggenapan taurat (dan kitab para nabi) oleh Yesus
dan menjadi hukum ini:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


itu yang harus dilakukan dan diajarkan..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 9:46 pm

jimatkalimasada wrote:
yang bilang peras/memeras siapa?
kita bicara penggenapan taurat (dan kitab para nabi) oleh Yesus
dan menjadi hukum ini:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


itu yang harus dilakukan dan diajarkan..
Yesus tidak pernah mengatakan "lakukan dan ajarkan dua hukum kasih" untuk bisa masuk surga. Camkan itu !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by jimatkalimasada on Wed May 01, 2013 11:32 pm


lha Yesus kan datang untuk menggenapi..
inilah penggenapan hukum taurat dan kitab para nabi tersebut:

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


itulah yang harus diajarkan dan dijalankan..

jimatkalimasada
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 4627
Reputation : 5
Points : 6278
Registration date : 2012-06-07

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Agapo on Wed May 01, 2013 11:57 pm

jimatkalimasada wrote:
lha Yesus kan datang untuk menggenapi..
inilah penggenapan hukum taurat dan kitab para nabi tersebut:

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


itulah yang harus diajarkan dan dijalankan..
Menggenapi bukan mengganti, sebab Yesus memerintahkan melakukan hukum taurat, bukan hukum kasih. Ngararang kau Jim !

Agapo
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Number of posts : 1355
Reputation : -8
Points : 2920
Registration date : 2012-10-16

View user profile

Back to top Go down

Re: Sucikah Al'quran?

Post by Sponsored content Today at 2:14 pm


Sponsored content


Back to top Go down

Page 3 of 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum