MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 12 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 12 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Penelaahan Moral pada Perkawinan Sang Nabi dengan Aisha

View previous topic View next topic Go down

Penelaahan Moral pada Perkawinan Sang Nabi dengan Aisha

Post by admin on Thu May 23, 2013 7:08 am

Penelaahan Moral pada Perkawinan Sang Nabi dengan Aisha
Oleh Ali Sina

Aisha berumur 9 tahun atau 8 tahun 9 bulan berdasarkan perhitungan tahun tatasurya ketika Muhamad menidurinya. Kenyataan ini
ditunjukkan dalam sejumlah besar hadis. Kesemua hadis ini konsisten isinya.

Hal ini tadinya tidak pernah jadi masalah sampai saat kaum Muslim berhubungan dengan nilai2 Barat dan malu mengakui bahwa Nabi mereka seorang pedofil. Muslimin menyangkal fakta2 yang menganga dengan jelas didepan hidung mereka. Herannya, sebagian besar Muslimin tetap merasa perkawinan Aisa pada usia muda sbg hal NORMAL.

Seorang wanita Amerika, yang berkiriman surat denganku tentang Islam, merasa tertarik akan agama ini karena pacar prianya adalah Muslim. Dia mengakui kaget mendengar Muhamad berhubungan seks dengan anak perempuan berusia 9 tahun, tapi dia lalu lega saat beberapa orang Muslim menyangkal hal ini. Ini memang menjadi bahan pertentangan semua orang Muslim. Karena itu aku menulis jawaban ini.

Masih juga ada orang yang menyangkal terjadinya holocaust (pembantaian kaum Yahudi oleh Nazi dalam PD2). Ini baru saja terjadi 55 tahun yang lalu dan direkam dengan cermat. Tetap saja ada orang yang menyangkalnya. Mereka lalu mulai mengarang2 pertentangan kenyataan.
Tetapi apakah kau akan meragukan terjadinya holocaust hanya karena orang menentangnya ? Orang2 cerdas tidak terpengaruh akan pertentangan. Mereka melihat fakta dan tidak terombang-ambing dengan kata2 orang. Justru orang2 yang mempertentangkan ini menutup dan menghindari masalah utama.

Hanya beberapa tahun yang lalu, Sheikh Baaz di Saudi Arabia mengeluarkan fatwa bahwa setiap orang yang mengatakan bumi bulat adalah kafir. Tentu saja ini tidak bisa bertahan terlalu lama, tapi dia sudah memulai sebuah pertentangan. Lalu apakah pendapatmu tentang bentuk bumi? Apakah engkau tidak mau memikirkannya karena ini merupakan pokok bahasan yang bertentangan? Bagaimana dengan evolusi? Banyak orang Muslim dan Kristen yang tidak percaya akan hal itu. Mereka percaya dongeng Adam dan Hawa dan penciptaan bumi. Ini merupakan pertentangan yang besar. Apakah kau tidak mau memikirkannya? Bukan masalah bagimu? Hampir semua hal di dunia ini merupakan masalah yang bertentangan. Dari masalah hukuman mati ke masalah alasan Perang Irak dsb dsb, semuanya adalah masalah yang penuh pertentangan. Bahkan masalah agama pun merupakan masalah yang bertentangan. Tetapi kau tidak bisa melarikan diri dari tanggung jawab jika kau dihadapkan dengan masalah yang bertentangan.

Aku setuju bahwa moralitas itu relatif dan kita tidak boleh menghakimi moralitas masyarakat kuno dengan moralitas modern yang kita anut sekarang.

Sudah jelas kita akan merinding jika kita berpikir tentang fedofilia dan mengakui bahwa itu adalah tindakan memalukan yang tak bermoral. Tapi pada zaman Muhamad dan bahkan sekarang pun di beberapa negara Islam, menikahi anak berusia 9 tahun bukanlah tindakan tak bermoral. Pada kenyataannya Aisha diberikan pada Muhamad dengan persetujuan orang tuanya dan tidak seorang pun mengangkat alis (kaget). Pertanyaannya adalah, jika meniduri anak perempuan berusia 9 tahun tidak dipandang sebagai sesuatu yang jelek sehingga tidak dianggap amoral, apakah itu tetap dapat diterima? Tidak semua yang diterima suatu masyarakat adalah baik. Berhubungan seks dengan anak kecil mungkin bukan tindakan amoral bagi bangsa Arab 1.400 tahun yang lalu, tapi sekarang, dan juga dulu, merupakan tindakan yang tidak etis. Moralitas terbentuk oleh keadaan, tapi etika melampaui batasan waktu dan tempat. Etika berakar dari akal sehat (logika). Moralitas dapat ber-ubah2 dari satu budaya ke budaya lainnya, dari satu waktu ke waktu lain dan dari satu orang ke orang lain. Siapa yang menentukan mana yang bermoral dan tidak?

Berhubungan seks dengan anak kecil mungkin bukan tindakan amoral bagi Muhammad dkk di kebudayaan tak beradab itu, tapi secara etika ini salah. Jika Muhamad adalah seorang utusan Tuhan dan seorang yang terhormat, seperti yang diakuinya Allahnya (katanya), maka dia seharusnya tahu apa yang dilakukannya bukan perbuatan terhormat dan tidak etis.

Memang benar zaman dulu orang menikah di usia sangat dini. Dan memang benar bahwa se-kali2 orang2 tua yang kaya menikahi gadis2 yang sangat muda. Kita harus menyadari bahwa orang2 ini bersikap sesuai dengan budayanya. Kita tidak mencela mereka karena memang mereka tidak tahu tata-cara yang lebih baik. Yang mereka lalukan adalah normal (bagi mereka). Tapi kita mencela budaya2 seperti itu.

Akan tetapi, kita tidak dapat menggunakan penilaian yang sama bagi orang2 yang mengaku sbg standar moralitas bagi umat manusia.

Jika rata2 orang tidak dapat membedakan mana yang baik dan jelek, maka utusan2 Tuhan--jika benar2 mereka diutus Tuhan--harus lebih tahu. Jika pernyataan mereka benar, jika pengetahuan mereka datang dari illahi, jika mereka terinspirasi (illahi), maka mereka seharusnya tidak mengikuti tradisi masyarakat mereka sendiri tapi sebaliknya harus menerapkan contoh yang baik. Muhamad mengikuti moralitas masyarakatnya. Tapi moralitas ini secara etis salah. Dia mengaku sebagai orang yang berakhlak terbaik dan utusan terakhir dari Tuhan. Menurut dia, Tuhan telah mewahyukan pesanNYa lewat dirinya kepada seluruh umat manusia. Jadi segala kelakuan dan ajarannya kita harus ketahui dan ikuti se-lama2nya. Sementara segala yang ia lakukan dan kerjakan, di bawah pengamatan nilai2 modern, terbukti sangat salah.

Sekarang kita menyadari bahwa kita tidak dapat hidup berdasarkan contoh2nya lagi dan tidak bisa lagi melakukan ajaran2nya. Moralitas kita sudah berubah. Negara manapun (kecuali negara Islam) akan tegas2 memenjarakan pria kalau sampai meniduri anak umur 9 tahun. Kita tidak mengizinkan orang mengambil budak atau memperdagangkan perbudakan seperti yang dilakukan Muhamad.

Jika kita tidak bisa mengikuti moralitas Muhamad lagi, jika yang dia katakan dan lakukan tidak cocok lagi untuk dunia modern, kenapa kita masih butuh seorang Muhamad ? Bagian mana dari ajarannya yang masih harus kita terima dan bagian mana yang harus kita buang? Siapa yang bisa menentukan itu? Ini adalah pertanyaan yang penting. Jika kita bebas memilih ajaran yang cocok bagi kita, maka kita harus memberi kebebasan yang sama bagi orang lain.

Misalnya kau percaya bahwa menikahi anak kecil harus dilarang, atau bahwa poligami tidak dapat diterima lagi di zaman ini. Kau tidak setuju dengan perbudakan, sunat laki atau wanita, memukuli istri, atau Jihad. Kau lebih suka konsentrasi pada bagian lain dari Islam seperti Salat, Zikat, Haji, dll. Ini adalah pilihanmu. Tapi dapatkah kau melarang orang2 Muslim lain yang memilih hal yang berbeda (dari agama Islam)? Bagaimana kau dapat menghentikan seorang Muslim yang mengikuti ajaran2 Islam yang bagimu sudah ketinggalan zaman? Dengan otoritas apa kau bisa mencegah orang yang ingin menyebarkan Islam melalui Jihad, sama seperti yang dilakukan Muhammad?

Bagaimana kau bisa mencegah tindakan pedofilia ? Apa yang dapat kau katakan pada Muslim yang ingin punya empat istri dan suka memukuli mereka jika mereka tidak taat, seperti yang diperintahkan sang Nabi?

Jika kau menggunakan logika untuk memilih ajaran2 (Islam) terbaik, maka kau berkata bahwa logika lebih unggul daripada wahyu (illahi) dan karena itu kau KAFI, tidak Islami karena tidak mengikuti jalan pikir/contoh Muhamad.

Banyak negara2 Islam yang sadar bahwa Islam sejati mustahil diterapkan. Hanya sedikit sekali yang bisa menerapkannya secara penuh; mereka semua telah merubahnya sampai tahap tertentu dan memasukkan paham sekuler ke dalam hukum2 mereka untuk membuat hidup lebih layak. Mereka (negara2) yang mengikuti Islam secara penuh menjadikan NERAKA di bumi. Semakin tinggi kadar Islamnya, semakin parah--bukan semakin baik--nasib warganya. Anda masih juga tidak setuju ?

Di Jaman Pertengahan (sekitar abad 14 - 15), ketika agama menjerumuskan Eropa ke abad kegelapan, negara2 Islam malah maju dan makmur. Ini dimungkinkan karena toleransi para pemimpin (negara Islam) saat itu, terpisahnya pemerintahan dari mesjid dan ketidaktertarikan mereka untuk menerapkan hukum Islam.

Zakaria Ar-Razi, salah satu pemikir terbesar di dunia Islam, menyerang agama secara umum--dan Islam khususnya--dengan pernyataan yang tidak terpikirkan di jaman kini. Dia menulis:

”Para nabi – kambing2 bandot dengan jenggot panjang, tidak dapat menyatakan keunggulan intelektual atau spiritual. Kambing2 bandot ini pura2 datang bawa pesan dari Tuhan, semuanya membuat capek diri mereka sendiri dengan menyemburkan kebohongan2 mereka, dan menuntut ketaatan buta yang menyeluruh pada “firman2 sang pemimpin.”

Muzizat2 para nabi palsu belaka, berdasar tipu daya, atau dongeng2 mereka bohong semua. Kesalahan2 yang dikatakan para nabi jelas tampak pada kenyataan bahwa mereka bertentangan satu sama lain: satu nabi menegaskan hal yang ditentang nabi lainnya, tapi setiap nabi mengaku sebagai satu2nya pembawa kebenaran; karena itu Perjanjian Baru menentang Hukum Taurat, Qur’an menentang Perjanjian Baru.

Tentang Qur’an, ini hanyalah kumpulan berbagai “dongeng2 yang konyol dan tidak konsisten,” yang katanya tidak dapat ditiru, padahal kenyataannya bahasa, gaya, dan pernyataannya banyak salahnya. Kebiasaan, tradisi, dan kemalasan intelektual menuntun orang2 untuk mengikuti pemimpin2 agama mereka secara buta.

Agama telah menjadi satu2nya alasan terjadinya perang2 berdarah yang telah menghancurkan umat manusia. Agama2 memusuhi pandangan2 filosofis dan riset ilmu pengetahuan. Yang disebut sebagai kitab2 suci tidak ada harganya dan malah mengakibatkan kehancuran daripada kebaikan, sedangkan “tulisan2 orang2 kuno seperti Plato, Aristoteles, Euclid dan Hippocrates lebih banyak memberi sumbangan pada humanitas.”

Kritik seperti ini pada Islam di jaman ini, bisa mendatangkan hukuman mati. Dapatkah di jaman sekarang seorang terpelajar dapat bicara bebas menentang Islam dengan memanggil nabi2nya “Kambing Bandot” seperti yang disebut Ar-Razi? Ingatkah kau dengan fatwa yang dijatuhkan pada Salman Rushdi ?

Sudah jelas bahwa di jaman Kejayaan Islam dulu, negara2 Islam menikmati kebebasan dan tingkat sekulerisme yang sekarang tidak nampak lagi. Dan dengan hilangnya itu, kejayaan Islam pun hilang pula. Islam dapat dijadikan alat ukur tingkat kebarbaran dan keterbelakangan. Negara yang menerapkan lebih banyak unsur Islam, menjadi semakin terbelakang dan semakin tak berbudaya.

Aku percaya jika Islam dihapus sama sekali, kita akan mendapatkan lagi kejayaan masa lalu di jaman sekuler dan bahkan bisa lebih jaya lagi. Tidak ada alasan bahwa ras Arab bermata hitam lebih rendah daripada ras Eropa mata biru. Jumlah ilmuwan dan intelektual Arab di negara2 Barat merupakan tanda bahwa kami (orang Arab) tidak lebih **** daripada ras mana pun. Alasan kenapa kami terbelakang, tak berbudaya, dan barbar di tanah air sendiri adalah karena Islam telah mengambil harga diri, humanitas, dan daya pikir kami. Islam telah mencuci otak kami, dan sama seperti obat bius, Islam telah merusak pikiran orang2 kami.

_________________
MURTADINKAFIRUN
MURTADIN KAFIRUN exMUSLIM INDONESIA BERJAYA 11 SEPTEMBER Hari Murtad Dari Islam Sedunia

admin
ADMINISTRATOR
ADMINISTRATOR

Male
Number of posts : 1194
Age : 17
Reputation : -4
Points : 5203
Registration date : 2008-12-17

View user profile http://groups.yahoo.com/group/MURTADIN_KAFIRUN/

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum