MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 9 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 9 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


ORANG BUTA YANG MERASA LEBIH MNGENAL TUHAN

View previous topic View next topic Go down

ORANG BUTA YANG MERASA LEBIH MNGENAL TUHAN

Post by bileambinbeor on Sat Jun 22, 2013 5:01 pm

Waktu yang panjang ternyata tidak menjamin teologi suatu agama dapat dipahami dengan baik oleh umatnya. Contohnya agama mana lagi kalau bukan agama Kristen. Coba anda bayangkan, dogma Trinitas sudah muncul paling tidak sebelum tahun 40 Masehi dan baru dikukuhkan sebagai dogma resmi gereja pada tahun 325 Masehi di Konsili Nicea. Namun belum ada umat Kristen yang hidup sebelum tahun 40 Masehi sampai dengan umat Kristen sekarang (2013 Masehi) yang memahami dengan baik Trinitas. Umat Kristen yang pernah anda temui boleh saja mengatakan dengan mulutnya menjelaskan Trinitas seolah-olah mereka sangat memahaminya, tapi yakinlah itu hanya di mulut, berbeda dengan kenyataan yang ada dalam hati. Mulanya mereka memberi penjelasan mengenai Trinitas dengan dogma gereja, kemudian setelah melihat lawan bicara tidak memahaminya, mereka akan menjelaskan dogma Trinitas melalui analogi dengan alasan agar lebih dapat dipahami. Tahukah anda mengapa mereka lebih sering menjelaskan dogma Trinitas dengan analogi? Karena sesungguhnya, mereka sama sekali tidak paham dengan Trinitas, yang mereka pahami selama ini adalah analoginya saja, itulah sebabnya mereka menjelaskan Trinitas dengan analogi, karena hanya itulah yang mereka pahami.
 
Trinitas bukanlah dogma yang dapat dipahami, melainkan dogma yang hanya dapat dan harus diimani. Sebagaimana pernah saya baca dalam sebuah artikel di sebuah situs Kristen, menurut penulis situs Kristen tersebut, Trinitas hanya dapat dipahami dengan keterbukaan hati untuk memandang Allah dari sudut pandang yang mengatasi pola berpikir manusia. Apakah anda tahu arti kata-kata tersebut? Menurut saya, kata-kata tersebut bermaksud mengajak anda yang ingin memahami Trinitas untuk tidak menggunakan akal untuk berpikir. Manusia memahami sesuatu dengan cara berpikir, jika untuk memahami Trinitas manusia tidak diperkenankan untuk berpikir, lantas bagaimana manusia memperoleh pemahaman? Kristen beralasan bahwa dasar dogma Trinitas terdapat dalam Bible Perjanjian Baru, namun sayangnya, sebagian ayat-ayatnya diyakini palsu, sisipan, atau ucapan pengarang Injil Kristen sendiri, seperti Yohanes 1:1-3, Matius 28:18-20, 1 Yohanes 5:7, 1 Petrus: 1-2, 2 Petrus 1:2, 1Korintus 1:2-10, 1Korintus 8:6, Efesus 1:3-14. Sebagian lainnya adalah ayat-ayat yang sengaja di salah tafsirkan oleh gereja, seperti Yohanes 10:30, Yohanes 14:9, Yohanes 17: 21, Lukas 3: 22, Matius 17:5, padahal apa yang ditulis oleh pengarang Injil Kristen bukanlah ajaran yang pernah diajarkan oleh Yesus atau bahkan seluruh nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Trinitas tidak lain merupakan pengaruh ajaran filsafat Plato yang kemudian dianut para pemimpin Gereja sejak abad II.
 
Seakan melupakan betapa pelik dan rumitnya dogma Trinitas yang harus mereka pahami, umat Kristen merasa diri begitu mengenal dan dekat dengan Tuhan dan merasa pantas menyebut diri mereka sendiri sebagai anak-anak Tuhan. Mereka juga kerap menyebut orang-orang di luar agamanya sebagai orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Mereka menyatakan demikian lantaran Tuhan yang dipahami oleh orang-orang bukan Kristen adalah Tuhan yang berbeda dengan Tuhan menurut dogma Trinitas, padahal Trinitas yang merupakan dogma ketuhanan bagi agama Kristen sendiri tidak pernah mereka pahami. Umat Kristen ibarat orang-orang buta yang merasa lebih mengenal gajah dari pada orang-orang yang matanya dapat melihat gajah dengan sangat jelas. Umat Kristen mengenal Tuhan mereka dengan cara meraba dan mengira-ngira bagaimanakah sesungguhnya Tuhan dan apa yang terlintas dalam benak atau khayal mereka inilah yang kemudian mereka anggap Tuhan. Sama persis dengan cara orang-orang buta dalam usaha mereka mengenal gajah, meraba dan mengira-ngira. Sumber kesesatan Kristen sesungguhnya berasal dari kitab Injil yang menjadi pegangan mereka. Kitab tersebut dianggap sebagai firman Tuhan walaupun tidak ada alasan cukup kuat untuk menyebutnya firman Tuhan. Kitab Injil adalah kitab karangan manusia, yang pengarang-pengarang dianggap telah diilhami oleh Roh Kudus walaupun tidak ada satu pun pengarang-pengarang Injil tersebut yang menulis dalam kitab karangannya atau mengaku secara terbuka bahwa kitab yang dikarangnya tersebut berasal dari ilham Roh Kudus, yang ada, justru pengakuan seorang pengarang Injil Lukas, bahwa apa yang dia tulis adalah hasil dari penyelidikan-penyelidikan dari sumber yang tidak pernah dia sebutkan dengan jelas dan pengarang Injil Lukas bukanlah satu-satunya pengarang Injil. Pengarang-pengarang Injil hanya menuliskan kisah perjalanan hidup Yesus yang setelah sekian lama kisah-kisah tersebut tersebar melalui tradisi lisan. Dengan cara penulisan seperti itu, sangat tidak mungkin kemudian Injil disebut firman Tuhan atau ilham roh kudus. Penulisan Injil-Injil yang jauh sesudah kepergian Yesus, membuat Injil-Injil ini tidak pernah dikonfirmasi kebenaran isinya.
 

Sandaran satu-satunya umat Kristen menganggap Injil firman Tuhan adalah karena Injil-Injil tersebut dipercaya ditulis oleh murid-murid Yesus, yang murid-murid tersebut dianggap tidak mungkin salah dalam menulis Injil. Itu semua hanya klaim, karena Injil-Injil yang kita kenal sekarang ini, sebenarnya tidak pernah mencantumkan nama penulisnya dan tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis oleh murid-murid Yesus. Sumber-sumber Kristen yang membahas masalah kanon Perjanjian Baru yang pernah saya baca tidak pernah memberikan penjelasan bagaimana Injil-Injil tersebut dinamakan dengan nama-nama yang dianggap murid-murid Yesus. Hal tersebut membuat saya berasumsi bahwa Injil-Injil tersebut sengaja diatasnamakan dengan nama orang-orang yang dianggap murid-murid Yesus agar dapat diterima sebagai firman Tuhan sederajat dengan kitab Musa dan kitab nabi-nabi lainnya, serta isinya tidak akan ada lagi yang meragukannya.  


SUMBER: http://kristolologi.blogspot.com/2013/06/orang-buta-yang-merasa-lebih-mengenal.html#more

bileambinbeor
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts : 61
Reputation : 0
Points : 1709
Registration date : 2012-08-22

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum