MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 12 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 12 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Muhammad S.A.W ,Kepalsuan dan Intimidasi

View previous topic View next topic Go down

Muhammad S.A.W ,Kepalsuan dan Intimidasi

Post by DariKelMuslim on Wed Nov 26, 2014 11:19 am

KHADIJA

Masa kecil Muhammad relatif tidak ditandai dengan peristiwa yang berarti, tapi sebagai seorang pria muda, menurut beberapa tradisi Islam, ia mempunyai keyakinan yang kuat akan takdir besar yang sedang menantinya; ia nampaknya tidak senang karena ia harus berkebun, dan ia berkata “Saya telah dibesarkan untuk jihad dan saya tidak dibesarkan untuk berladang”.(Cool Rangkaian peristiwa yang akan menjadikannya seorang pemimpin dan inspirasi semua jihad telah diatur ketika ia bertemu dengan seorang sepupu jauh, Khadija bint Khuwaylid, yang disebut Ibn Ishaq “seorang wanita pedagang yang berwibawa dan kaya raya”.(9) Tanpa Khadija, Muhammad tidak akan pernah menjadi seorang nabi sama sekali. Khadija yang berusia 15 tahun lebih tua dari Muhammad adalah seorang wanita yang telah menggapai sukses ketika mereka bertemu. Khadija mempekerjakannya sebagai pedagang keliling untuk pergi ke Syiria untuk menjual dagangannya. Ia mengutusnya dengan seorang budak laki-laki bernama Maysara. Dalam perjalanan pulang mereka ke Mekkah, di tengah panas terik, Maysara melihat 2 malaikat menaungi Muhammad. Di Mekkah, Maysara menceritakan pada Khadija apa yang telah dilihatnya. Khadija juga terkesan pada Muhammad yang telah menggandakan hartanya pada perjalanannya itu. Khadija melamarnya, walaupun ia telah berumur 40 tahun dan Muhammad baru berusia 25 tahun.

Persaudaraan Muhammad:
Jejak karir Muhammad sebagai seorang pedagang muncul dalam Qur’an, dalam bentuk nasehat kepada orang beriman dalam bahasa yang biasa dipakai dalam dunia perdagangan: “Dan mereka berkata: ‘Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami’. Dan apakah Kami tidak meneguhkan keadaan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (Sura 28:57). Sudah tentu orang-orang beriman seperti itu “mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapatkan petunjuk” (Sura 2:16).

Khadija mempunyai seorang sepupu, Waraqa bin Naufal bin Asad bin ‘Abdul-‘Uzza bin Qusai, yang bertobat kepada Kristen dari Yudaisme, seorang imam yang “telah mempelajari kitab suci yang mengatakan bahwa seorang nabi akan muncul dari antara umatnya”.(10) Khadija menceritakan padanya mengenai penglihatan Maysara dan Waraqa sangat tersentuh: “Jika ini benar, Khadija”, kata Waraqa, “sesungguhnya Muhammad adalah Nabi bagi bangsa ini. Saya tahu bahwa seorang nabi dari bangsa ini sedang dinantikan. Waktunya telah tiba”.(11)
Waraqa kemudian memainkan peranan yang penting dalam awal karir kenabian Muhammad, namun hanya setelah 15 tahun kemudian, setelah menurut tradisi Islam, banyak peramal pagan, rabi-rabi Yahudi, dan rahib-rahib Kristen menerima status kenabian Muhammad. Menurut seorang Muslim mula-mula, Asim bin Umar bin Qatada, pada tahun-tahun sebelum permulaan pelayanan Muhammad, orang Yahudi di wilayah itu biasa berkata demikian kepada orang Arab: “sudah tiba saatnya muncul seorang nabi yang akan diutus. Kami akan membunuh kalian dengan pertolongannya”. Tetapi ketika Muhammad benar-benar mulai berkhotbah, Asim melanjutkan, “Kami percaya kepadanya tetapi mereka menyangkalnya.”(12) Qur’an meratapi kesesatan mereka: “dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu” (Sura 2:89).
Akibat dari penolakan ini berdampak besar hingga masa kini.
KEMBALINYA KEINGINAN UNTUK BUNUH DIRI
Tanpa adanya perhatian dari Khadija (yang menjadi satu-satunya istri Muhammad hingga ia wafat) dan penegasan Waraqa, dunia mungkin tidak akan pernah mengenal Islam. Tidak lama setelah Waraqa mengindentifikasi makhluk yang telah menampakkan diri kepada Muhammad, orang tua itu wafat. Nabi yang telah diurapinya sekali lagi merasa putus asa yang sangat dalam sehingga ia mulai memikirkan untuk bunuh diri:

“Tetapi beberapa hari setelah kematian Waraqa dan turunnya wahyu ilahi juga sejenak terhenti dan Nabi menjadi sangat sedih, dan sebagaimana yang kami dengar ia berniat beberapa kali untuk menjatuhkan dirinya dari puncak gunung tinggi, dan setiap kali ia pergi ke puncak gunung untuk menjatuhkan dirinya, Gabriel (Jibril) akan muncul di hadapannya dan berkata, ‘Wahai Muhammad! Engkau sungguh-sungguh adalah Utusan Allah dalam kebenaran’, sehingga hatinya menjadi tenang dan ia menjadi lega dan kembali ke rumah”.

Skenario ini nampaknya dimainkan lagi apabila Muhammad telah menunggu kemunculan kembali Gabriel terlalu lama: “Dan ketika waktu turunnya wahyu menjadi terlalu lama, ia akan berbuat seperti sebelumnya, tetapi ketika ia akan mencapai puncak gunung, Gabriel akan muncul di hadapannya dan berkata kepadanya apa yang telah dikatakannya sebelumnya”.(32)

Dalam kisah lainnya, Muhammad bereaksi terhadap turunnya wahyu berikutnya dengan cara yang sama seperti yang pertama. Ia menjelaskan:
Penjelasan:

“Inspirasi ilahi tertunda untuk sejangka waktu yang singkat tetapi tiba-tiba, ketika saya sedang berjalan, saya mendengar sebuah suara di langit, dan ketika saya melihat ke langit, saya terkejut, saya melihat malaikat yang telah datang pada saya di gua Hira, dan ia duduk di kursi di antara langit dan bumi. Saya sangat ketakutan melihatnya sehingga saya jatuh ke tanah dan menemui keluarga saya dan berkata (kepada mereka), ‘Selimuti aku! Selimuti aku!”(33)

Utusan spiritual itu memberikannya sebuah pesan:

“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah” (Sura 74:1-7).

Muhammad tidak ragu lagi bahwa yang mengunjunginya adalah Gabriel – namun tidak demikian dengan orang-orang lain. Salah seorang Muslim mula-mula, Jundab bin ’Abdullah menceritakan: “Gabriel tidak datang kepada Nabi (untuk sementara waktu) maka salah seorang wanita Quraysh berkata, ‘Setannya telah meninggalkannya’. Lalu datanglah wahyu ilahi: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu” (Sura 93:1-3).(34)

Seperti yang akan kita lihat, Muhammad sering menjadi frustrasi oleh karena orang-orang yang meragukan pengajarannya, ditambah dengan hasil akhir yang sangat tidak menyenangkan.

_________________

  • Jadilah Forumer yg baik.
    Jangan Junk (mo debat pake refrensi Grozz)


Grozz Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
avatar
DariKelMuslim
MURTADIN
MURTADIN

Male
Number of posts : 491
Age : 29
Location : Bali- Sesetan, Sidakarya
Job/hobbies : Project-Blackout Brazil
Humor : org ISLAM suka makan babi, mknya berebutan dg orang BATAK, yg Jawa anteng2 ajahhh
Reputation : 177
Points : 3010
Registration date : 2011-09-29

View user profile http://andriepekalongancheater.blogspot.com/

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum