MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
» Emangnya allah swt itu tuhan??
Sat Apr 29, 2017 9:34 am by shaggy

» Asal Usul Islam - Sebuah Kritik Sejarah
Tue Apr 18, 2017 8:31 am by Frontline Defender

» Allah SWT pun bisa malu
Tue Apr 18, 2017 8:22 am by Frontline Defender

» Apakah Qur'an itu Firman Illahi yang Abadi, Utuh, Komplit sejak Abad 7M?
Tue Apr 18, 2017 8:20 am by Frontline Defender

» The Choice by Ahmad Deedat
Tue Feb 28, 2017 5:17 am by njlajahweb

» Bukti Yesus Bukan Tuhan
Tue Feb 28, 2017 5:14 am by njlajahweb

» Diskusi dengan njlajahweb
Tue Feb 28, 2017 5:12 am by njlajahweb

» pendeta merangkap jadi germo PSK
Wed Feb 08, 2017 8:45 pm by njlajahweb

» CUKUP 1 PERTANYAAN UNTUK ATHEIS
Wed Feb 08, 2017 8:39 pm by njlajahweb

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 11 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 11 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Apakah Adat Budaya Tradisional bs di jadikan DALIL SYARIAH ??

View previous topic View next topic Go down

Apakah Adat Budaya Tradisional bs di jadikan DALIL SYARIAH ??

Post by seruan on Fri Nov 28, 2014 4:07 am

Dalam kaidah hukum Islam memang kita kenal ungkapan : "al-'aadah muhakkamah". Pengertiannya kira-kira bahwa adat atau kebiasaan yang sudah berlaku di tengah masyarakat bisa dijadikan pertimbangan hukum.

Haa_!!!!.!? Adat budaya jahiliyah bisa dijadikan pertimbangan hukum? Kok bisa?

Mungkin itu yang langsung terlintas di kepala anda kalau membaca jawaban sekilas di atas.

Maka biar tidak salah tafsri, ada baiknya kita bedakan terlebih dahulu istilah al-'aadah dengan pengertian tradisi dalam isitlah kita. Keduanya memang ada kesamaan dalam penyebutan, tapi pengertiannya sangat berbeda.

Kata al-'aadah berarti kebiasaan yang lazim dan sudah menjadi konsensus bersama. Atau bisa juga disejajarkan dengan hukum yang tidak tertulis dalam suatu masyarakat tertentu.

Misalnya, kebiasaan suatu kaum kalau suami menceraikan istrinya, dia akan berkata,"Istriku, pulanglah kamu ke rumah orang tuamu". Konsensus ini boleh jadi hanya berlaku pada suatu masyarakat dan belum tentu diakui di masyarakat yang lain.

Sebab bisa saja di masyarakat yang lain, perintah itu artinya memang suami meminta istrinya pulang ke rumah orang tuanya untuk bersilaturahim, atau mengungsi atau tujuan lain, namun sama sekali tidak ada kaitannya dengan perceraian.

Conton lain misalnya, kebiasaan para pedagang ketika memberi uang muka dalam suatu proses jual beli, bila tidak segera dilunasi sampai jatuh temponya, maka akan segera hangus. Kalau hal itu yang sudah menjadi konsensus bersama dan telah berjalan di suatu lingkungan tertentu, maka hal itu diakui dalam syariah Islam.

Ada pun istilah tradisi yang sering kita gunakan, seringkali bermakna produk budaya bahkan secara tradisional. Setiap kita menyebut kata tradisi, ingatan kita sering kali melayang kepada bentuk-bnetuk ritual, upacara dan event rakyat tradisional. Tentu a'l-'aadah yang kita maksud bukan wilayah ini.

Upacara atau ritual tradisional dengan beragam jenisnya di negeri kita, tentu punya kajian hukum tersendiri. Sebagiannnya ada yang dipandang oleh para ulama sebagai hal yang sejalan dengan aqidah dan syariah, sebagian lainnya memang tidak bisa diterima.

Ada begitu banyak budaya yang berakar kepada syirik dan penyembahan kepada yang selain Allah. Misalnya budaya meramal ke dukun, memberi sesaji kepada jin dan roh penunggu tempat keramat, atau menghadirkan roh dan makhluk halus, percaya kepada nasib naas, horoskop, dan wangsit. Termasuk di dalamnya mempelajari ilmu kebal, ilmu santet, ilmu sihir, ilmu teluh, jelangkung dan tuyul. Semua itu jelas tidak akan bisa dijadikan dasar hukum karena pada hakikatnya justru tradisi itu yang ingin dihilangkan dari aqidah bangsa ini.

  Selain terkait dengan syirik, terkadang ada juga budaya yang secara radikal memang bertabrakan dengan garis-garis syariah Islam. Menurut paradigma berfikir MUsLim, tradisi yg dikatakan budaya bertabrakan adalah : bermabuk-mabukan, gonta ganti pasangan, membuka aurat dalam berpakaian, membagi waris dengan tradisi yang berbeda dengan hukum Islam, berjudi, nyawer, sabung ayam dan seterusnya. Maka dari itu penegak dalil Syariah Islam tidak berusaha merangkul masyarakat dr setiap suku-suku untuk kemudian memproleh kebenaran ttg apakah kelassifikasi "bertabrakan dgn syariah Islam" mrpkan "tradisi suku" atau "budaya kelompok" (???). Seharusnya "budaya kelompok" tidak disebut sebagai "tradisi suku".
 


Akan tetapi SEMUA diatas itu adalah tradisi bangsa yang haram dan tidak bisa diterima dalam syariah Islam. Islam dengan pendekat yang baik akan menghilangkan semua tradisi ini secara sistematis hingga tercerabut dari akar-akarnya.

Al-'aadah yang yang bisa menjadi bagian dari hukum Islam adalah kebiasaan yang berlaku di tengah masyarakat dan dapat diterima dalam ukuran aqidah dan syariah Islam.
  Tentu perihal di atas hanya sebahagian kecil dr yg dapat kita bicarakan.
Syariah Islam akan menjadi technik genosida suku-suku Indonesia. Dan Dalil Syariah telah menjadi dampak BURUK untuk kemajuan budaya suku-suku bangsa kita.
avatar
seruan
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Female
Number of posts : 56
Age : 30
Location : Lombok
Job/hobbies : Melukis di ubud
Humor : Makan di RM. Bebek Tepi Sawah bersama SBY
Reputation : 0
Points : 985
Registration date : 2014-11-28

View user profile http://ronniemek@yahoo.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum