MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 13 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 13 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


kiper sepakbola khotbah di gereja

View previous topic View next topic Go down

kiper sepakbola khotbah di gereja

Post by kermit_penjilat_memek on Thu Feb 12, 2015 5:42 pm

Athena, 23 Mei 2007. Begitu Herbert Fandel meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, sukacita menyelimuti AC Milan yang, bersamaan dengan berakhirnya pertandingan, secara resmi dinobatkan sebagai pemenang di pertandingan final Champions League. Lawan mereka adalah Liverpool, tim yang mengalahkan Milan di final dua tahun sebelumnya.
Sementara para pemain Liverpool tertunduk lesu, para pemain Milan berlarian. Berteriak. Saling berpelukan. Mereka meluapkan kebahagiaan. Satu pemain, Ricardo Izecson dos Santos Leite, tidak begitu. Ia berlutut. Kedua tangannya mengarah ke langit. Seragamnya bertandingnya ia tanggalkan.
Di balik seragam Milan, pemain yang lebih akrab disapa Kaká ini mengenakan sebuah kaus tanpa lengan; berwarna putih dan berhiaskan tipografi kapital untuk menunjukkan rasa cintanya kepada Tuhan.
Kaká memang dikenal sebagai sosok yang religius. Tak pernah ia merayakan keberhasilan apapun dengan berlebihan. Ketimbang melakukan perayaan, Kaká lebih memilih untuk mengucap syukur. Baik di dalam maupun di luar lapangan, Kaká adalah pribadi yang sangat santun dan tidak pernah melupakan Tuhan.
Tuhan, kata Kaká, adalah segalanya dalam hidupnya. Kaká tidak pernah suka menjadi juara kedua. Namun ia tidak masalah berada di tempat kedua selama Tuhan menduduki posisi pertama.
Kaká tentu saja hanya sebagian kecil dari cerita mengenai sisi religius para pemain sepakbola yang bersuka cita merayakan hari besar mereka pada hari ini: Hari Natal.
Tanpa bermaksud membandingkan (dan sebaiknya memang tidak demikian), Kaká belum seberapa ketimbang Carlos Ángel Roa. Jika nama ini tidak asing di telinga Anda, wajar saja. Roa adalah sosok yang menyudahi perjalanan Inggris, negara tempat lahirnya sepakbola, di Piala Dunia 1998. Aksi gemilang yang ditunjukkan oleh penjaga gawang Argentina ini membuat Inggris kalah dalam drama adu penalti.
Setahun setelah mematahkan hati Inggris, Roa meninggalkan dunia sepakbola. Ia tidak menderita cedera. Ia tidak sakit. Roa mengambil keputusan untuk menyepi selama setahun di Santa Fe, New Mexico, karena ingin lebih dekat kepada Tuhan. Ini bukan keputusan yang mudah, karena Real Mallorca, klub Roa saat itu, sedang naik daun.
Roa mengisi satu tahun penuh masa pengasingannya dengan bermeditasi dan membaca banyak buku. Pada akhirnya Roa sepakat untuk kembali bermain sepakbola bersama Mallorca, dengan satu syarat: sebagai seorang pengikut gereja Advent, Roa tidak ingin hari Sabtu, hari suci dalam keyakinannya, terganggu oleh sepakbola atau aktivitas non-keagamaan lainnya.
Berbeda dengan Roa, Cláudio André Mergen Taffarel memiliki ceritanya sendiri. Sedari awal, pria berkebangsaan Brasil tersebut memang sudah dekat dengan Tuhan. Ia rajin beribadah dan tak pernah lupa berdoa. Kepada Tuhan, Taffarel selalu meminta untuk menjadi pemain bola basket atau bola voli.
Tangan Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Taffarel tidak menjadi atlet bola basket (atau bola voli); ia menjadi pemain sepakbola profesional. Taffarel menjadi penjaga gawang. Sebuah jalan hidup yang pada akhirnya ia terima dan ia syukuri. Jika tidak menjadi penjaga gawang, Taffarel mungkin tidak akan pernah tahu rasanya menjadi juara Piala Dunia 1994 bersama tim nasional Brasil.
Jika Kaká “hanya” bersikap santun dan selalu mengingat Tuhan di dalam dan di luar lapangan, jika Roa meninggalkan sepakbola untuk sementara agar ibadahnya tidak terganggu, jika Taffarel menerima takdir yang digariskan kepadanya, maka Espen Johnsen adalah gabungan dari ketiganya.
Penjaga gawang Norwegia ini mempelajari Agama Kristen di Universitetet i Agder dan menjalani profesi ganda: sebagai pemain sepakbola untuk Rosenberg dan pendeta di Gereja Evangelis Lutheran Norwegia.
Johnsen bukan penjaga gawang sembarangan. Ia pernah membela tim nasional Norwegia sebanyak 18 kali. Walaupun di dua tahun pertamanya bersama Rosenberg ia hanya menjadi cadangan dari Árni Gautur Arason (eks penjaga gawang Manchester City), perlahan tapi pasti Johnsen menjadi pilihan utama. Johnsen juga merupakan peraih penghargaan Kniksenprisen untuk kategori penjaga gawang terbaik Norwegia di tahun 2003.
Jika di dalam lapangan Johnsen bermain sebagai penjaga gawang, di luar pertandingan ia dikenal sebagai Pendeta Johnsen. Tak hanya mau memenuhi undangan sebagai pembicara dalam beragam forum diskusi keagamaan, Johnsen juga seringkali terlihat memberi ceramah keagamaan.
Sebagai penjaga gawang, dia memang harus mahir berceramah. Setidaknya, menceramahi rekan-rekannya, khususnya para pemain belakang, untuk lekas kembali ke posisinya tiap kali mereka meninggalkan posnya.
avatar
kermit_penjilat_memek
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 430
Reputation : 1
Points : 2547
Registration date : 2012-09-12

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum