MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 13 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 13 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


ALKITAB JELAS MENDUKUNG GAY, LGBT, HOMOSEKSUALITAS

View previous topic View next topic Go down

ALKITAB JELAS MENDUKUNG GAY, LGBT, HOMOSEKSUALITAS

Post by kermit_penjilat_memek on Wed Mar 09, 2016 3:58 am

Saya tidak menemukan dukungan terhadap homoseksualitas dalam Perjanjian Lama. Banyak orang menyatakan bahwa persahabatan Daud dan Yonatan adalah juga romantisme, namun saya tidak berpendapat demikian.

Menurut saya, Daud dan Yonatan tidak berpacaran melainkan bersahabat. Dukungan tidak tertulis terhadap homoseksualitas saya temukan hanya dalam Perjanjian Baru.

Yesus tidak pernah membahas percintaan sejenis kelamin. Jika memang orientasi seksual merupakan suatu masalah, maka Yesus tidak mungkin lupa untuk membahasnya. Saya menyimpulkan bahwa untuk Yesus, orientasi seksual seseorang bukan merupakan hal yang perlu menjadi pembahasan.

Yesus mencintai anda apa adanya, baik anda adalah seorang heteroseksual maupun homoseksual. Orientasi seksual adalah bagian dari identitas alami / jati diri anda dan merupakan salah satu anugerah dalam kehidupan anda. Nikmati apa adanya dan jalani dengan baik.

Dalam Matius 19, Yesus sedang membahas pernikahan dalam konteks heteroseksualitas bersama para murid-Nya. Karena itu, Dia hanya menyebutkan pernikahan yang terwujud antara pria dan wanita dan tidak membahas pernikahan antara sesama pria ataupun sesama wanita. Walaupun demikian, Matius 19 tidak dapat diartikan bahwa Yesus tidak menyetujui pernikahan sejenis kelamin. Tidak membahas bukan berarti tidak menyetujui, benar bukan?

Matius 19 : 12 adalah ucapan Yesus mengenai orang-orang yang tidak menikah, dan kelompok pertama adalah orang-orang yang tidak dapat menikah / kawin dengan lawan jenisnya karena mereka memang lahir demikian. Saya mengartikan bahwa orang-orang yang Yesus maksudkan ini adalah Homoseksual.

Ucapan Yesus tersebut merupakan penegasan religius bahwa homoseksualitas adalah bagian dari identitas atau jati diri manusia seperti halnya heteroseksualitas. Saya dan sahabat-sahabat homoseksual saya dengan sendirinya memiliki ketertarikan seksual terhadap jenis kelamin sama seperti halnya anda yang heteroseksual juga secara alami memiliki ketertarikan seksual terhadap jenis kelamin berbeda. Orientasi seksual terjadi secara alami dalam diri setiap orang dan bukan suatu hal yang dapat dipilih, diusahakan, ataupun dikontrol. Karenanya, orientasi seksual bukanlah dan tidak akan pernah menjadi suatu kesalahan.

Pernikahan membutuhkan rasa cinta, komitmen, dan ketertarikan seksual antara dua manusia yang mewujudkannya. Tentu saja homoseksual tidak dapat menikah dengan lawan jenis karena mereka hanya dapat jatuh cinta dan tertarik secara seksual kepada jenis kelamin sama. Hal ini merupakan bawaan lahir sama seperti halnya anda yang heteroseksual.

Lukas 7 : 1 – 10 adalah mengenai Yesus yang menyembuhkan seorang budak milik seorang Perwira Romawi di Kapernaum. Menurut sebagian ahli sejarah dan sebagian peneliti Alkitab, budak dan perwira tersebut adalah sepasang kekasih atau memiliki hubungan romantis dan seksual.

Yesus sama sekali tidak mempermasalahkan hubungan mereka. Dia justru melakukan karya besar-Nya di sana dan memberikan pujian bagi si perwira atas iman yang dia miliki.

Kisah Para Rasul 8 : 26 – 40 adalah mengenai Filipus, salah satu aktivis gereja pada saat itu yang melakukan pembaptisan terhadap seorang sida-sida asal Etiopia. Sida-sida (kasim) adalah seorang lelaki yang mengalami pengebirian (pemotongan testis untuk mengurangi hasrat seksual) dan bekerja sebagai pelayan di suatu kerajaan atau kekaisaran dengan dandanan dan riasan yang feminin.

Mungkin saja, lelaki-lelaki yang dipilih untuk menjadi sida-sida adalah mereka yang dianggap “potensial” untuk mengambil posisi tersebut, seperti karakteristik yang feminin atau kesukaan untuk memakai pakaian wanita.

Sida-sida diistilahkan sebagai eunuch. Pada zaman tersebut di Yunani dan Romawi, eunuch juga dipakai sebagai istilah untuk homoseksual dan waria. Penyamaan istilah ini terjadi mungkin disebabkan oleh anggapan bahwa homoseksual, waria, dan sida-sida memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama tidak bisa melakukan pernikahan yang umum (pernikahan heteroseksual, sepasang pria dan wanita).

Momen pembaptisan sida-sida ini adalah suatu pernyataan bahwa jati diri anda adalah diri anda apa adanya. Be yourself always! Bagi Tuhan, yang terpenting adalah iman dan perilaku anda.

Filipus tidak meminta sida-sida tersebut untuk mengubah jati dirinya ataupun meninggalkan aktivitas kerjanya. Iman kepada Yesus yang telah dimiliki oleh sida-sida tersebut, itulah yang penting bagi Filipus.

Bagi saya pribadi, Alkitab tidak memenuhi kebutuhan logika saya secara total. Namun, dengan iman, saya mengetahui bahwa Alkitab adalah suatu perwujudan cinta Tuhan kepada manusia dan alam semesta.

Karena rasa cinta-Nya pada kita dan kehidupan ini, Tuhan hadir di dunia dalam pribadi Yesus untuk mengajar dan mewujudkan karya salib-Nya. Melalui seluruh karya-Nya, Yesus membagikan cinta dan keselamatan kepada semua orang tanpa terkecuali.

Tidak ada satu pun ayat Alkitab yang menyatakan bahwa karya Yesus tidak dilakukan untuk orang-orang dengan orientasi seksual pada jenis kelamin sama. Orientasi seksual adalah suatu hal alamiah yang merupakan bawaan lahir dalam diri setiap individu dan bukan merupakan pilihan ataupun usaha. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa orientasi seksual baik heteroseksual maupun homoseksual adalah anugerah Tuhan.

Anugerah tersebut bukanlah untuk kita diamkan atau kita sangkal apalagi kita paksakan untuk berubah, melainkan untuk kita praktekkan, kita wujudkan, dengan baik dan bertanggung jawab. Tuhan tidak akan menganugerahkan sesuatu untuk kita sia-siakan, diamkan, atau kita buang.

Jadi, ketika seorang homoseksual menjalani kehidupan cintanya sesuai identitas diri sendiri apa adanya dengan baik dan bertanggung jawab, mewujudkan cinta dan pengajaran Kristus dalam kehidupannya pribadi, dan menjadi berkat bagi banyak orang, alasan apakah yang akan anda kemukakan untuk menyatakannya tidak mendapat bagian dalam karya keselamatan Tuhan….?

Cinta, dalam bermacam hubungan manusia satu sama lain, dalam kepedulian akan lingkungan, maupun bentuk perasaan Sang Pencipta pada dunia, tidak mengenal diskriminasi!
avatar
kermit_penjilat_memek
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 430
Reputation : 1
Points : 2547
Registration date : 2012-09-12

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum