MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 23 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 23 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 9:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Agama Pembunuh (Terrorist)

View previous topic View next topic Go down

Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 9:24 am

1. Tahun 315. Pada tahun ini, walaupun Kekristenan belum disahkan sebagai
agama (baru disahkan 10 tahun kemudian dalam konsili di Nicaea), banyak para
penyembah berhala yang sudah dibinasakan oleh orang-orang Kristen. Para Imam
penyembah berhala dibunuh. Antara tahun 315 dan abad ke-6, beribu-ribu
penyembah berhala telah dibunuh.

Contoh dari Kuil para penyembah berhala yang dibinasakan: Tempat Suci
Aesculap di Aegaea, Kuil Aphrodite di Golgotha, dan Aphaka di Lebanon,
Heliopolis.


2. Tahun 325 Masehi. Kaisar Romawi, Konstantin mengadakan kongres yang
dikenal dengan Konsili Nicea yang dihadiri oleh 2.048 utusan dari berbagai
negeri untuk menetapkan konsep ketuhanan dan Injil yang dianggap sah, karena
terjadi pertentangan antara aliran Unitarian dengan Trinitarian.

Aliran Unitarian berpandangan bahwa Tuhan itu satu -sama seperti ajaran
seluruh nabi-nabi Yahudi seperti nabi Musa, Ibrahim, Daud dll- melawan
aliran Trinitarian yang berpandangan bahwa Tuhan itu satu tapi terdiri dari
tiga oknum Tuhan (three in one). Dogma Trinitarian ini diciptakan oleh
Paulus dan jelas bertentangan dengan ajaran seluruh nabi-nabi Yahudi selama
ribuan tahun.

Salah satu tokoh Trinitarian yang paling terkenal adalah Athanasius.
Sedangkan tokoh aliran Unitarian adalah Arius, seorang ketua majelis
agama/gereja digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan
terpenting dikota itu pada tahun 318 M. Logika Arius adalah:

"Jika Yesus itu benar-benar anak Tuhan, maka Bapa harus ada lebih dahulu.
Oleh karena itu harus ada 'masa' sebelum adanya anak. Berarti anak adalah
makhluk. Maka dari itu anak tidak selamanya ada atau tidak abadi. Sedangkan
Tuhan yang sebenarnya adalah abadi, berarti Yesus tidaklah sama dengan
Tuhan." Beliau juga mengatakan: "Ada masa sebelum adanya Yesus, sedangkan
Tuhan sudah ada sebelumnya. Yesus ada kemudian, dan Yesus hanyalah makhluk
biasa yang bisa binasa seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak
akan binasa."

Namun karena konsili berpihak kepada kelompok Trinitarian, maka para tokoh
Unitarian pun dibungkam pendapatnya dan kemudian disisihkan. Seperti Arius
ini walaupun pendapatnya benar namun karena dianggap sesat oleh Gereja, maka
beliau akhirnya dikucilkan oleh Gereja sampai akhir hayatnya.

Dan karena pihak Trinitarian telah menjadi pemenang dalam Konsili tersebut,
maka Injil-injil yang menurut kalangan Trinitarian mendukung ketuhanan Yesus
pun kemudian dikumpulkan -termasuk surat-surat Paulus yang dikirimkan kepada
teman-temannya- oleh mereka.

Setelah sebelumnya "dipoles" dengan beberapa ayat baru (PALSU), maka
ayat-ayat "gado-gado" itupun kemudian digabungkan dan dijilid menjadi satu
dalam buku/kitab yang kemudian kita kenal dengan nama Perjanjian Baru (The
New Testament), dan Kitab tersebut selanjutnya dijadikan sebagai Kitab Suci
umat Kristen (baca: Trinitarian). Sedangkan puluhan-puluhan Injil lainnya
tidak diakui, seperti Injil Barnabas dll.

Arius sangat menentang keras keputusan Nicea pada tahun 325 M. Sebelum
matinya, Arius sempat mengeluhkan mengenai keadaan dirinya yang senantiasa
mendapatkan tantangan dari orang-orang gereja Paulus. Hal itu dikatakannya
kepada salah seorang sahabatnya bernama Eusibius dari Nicomedia yang
merupakan salah seorang sahabatnya ketika sama-sama belajar dengan Lucian.
Setelah itu semakin lama aksi kekerasan terhadap siapapun yang tidak sefaham
dengan dogma Trinitarian semakin kasar dan kejam.


3. Tahun 356. Para imam Kristen seperti Mark Arethusa atau Cyrill Heliopolis
dikenal sebagai "perusak kuil." Orang-orang yang melayani para penyembah
berhala dihukum mati pada tahun 356.


4. Tahun 372-444. Bidaah Manichaean, sebuah sekte crypto-Christian dibasmi
secara besar-besaran di seluruh kerajaan Romawi antara tahun 372 dan 444.
Jumlah korban yang tewas ribuan.


5. Tahun 385, termasuk ke dalam orang-orang Kristen yang pertama, yaitu
seorang Spanyol Priscillianus dan enam pengikutnya, dipancung karena
dianggap bidaah (heretics/heresy) atau sesat di Trier, Jerman.


6. Tahun 388. Kuil pertama Yahudi di dekat sungai Euprath, Irak dihancurkan
atas perintah Uskup Kallinikon.


7. Tahun 395. Kaisar Theodosius membentuk institusi gereja Kristen yang
dikenal dengan Inkuisisi (Inquisition). Inkuisisi adalah institusi hukum
kepausan yang dibentuk untuk memberantas kaum heretic, kekuatan magic dan
kekuatan yang dianggap berbahaya. Inkuisisi memiliki kekuasaan yang tak
terbatas. Siapapun yang dianggap berbahaya ditangkap dan dijatuhi hukuman
dari yang ringan sampai yang berat seperti digantung, dibakar hidup-hidup,
dibunuh pelan-pelan, giginya dicabut satu persatu, kulitnya dikelupas, dst.


8. Abad ke 4. Pada awal abad abad ke-4 ahli filsafat Sopatros dieksekusi
atas permintaan Otoritas Kristen.


9. Abad ke 4. Dalam pertengahan abad ke 4 kuil pertama Yahudi lainnya juga
dihancurkan atas perintah Uskup Innocentius dari Dertona di Utara Italia.


10. Abad ke 4 dan 5. Banyak kuil-kuil Yahudi lainnya juga dibakar oleh orang
Kristen. Jumlah orang Yahudi yang terbunuh tidak diketahui.


11. Tahun 415. Ahli filsafat wanita dunia yang terkenal Hypatia Alexandria
telah dibantai dalam sebuah pembantaian oleh orang-orang Kristen yang
histeris yang dipimpin oleh seorang Menteri Kristen bernama Petrus, dalam
sebuah gereja tahun 415.


12. Tahun 476. Periode Mediaeval di Eropa atau berkuasanya Gereja bermula
pada tahun 476 Masehi. Gereja menambahkan kekuasaan temporal kepada
kepemimpinan spiritualnya dan menjadi pemimpin pemikiran dan cara hidup
masyarakat. Pada masa itu, Eropa jatuh ke dalam era kegelapan invasi
barbari, pertumpahan darah, pertarungan nasionalistik dan etnis.

Di sepanjang abad kekuasaan gereja, ketika ekonomi Eropa berlandaskan kepada
penguasaan atas tanah, sejumlah uang atau barang diambil dari semua hasil
pertanian untuk membantu anggaran belanja institusi agama yang mahal. Sebuah
komisi telah dibuat untuk mengontrol sistem layanan masyarakat. Di sini,
gereja memainkan perannya yang penting.

Pihak gereja mengelola perencanaan pendidikan pra-sekolah dan sekolah dasar.
Selama sembilan tahun masa sekolah, murid-murid diharuskan menghadiri gereja
pada hari minggu dengan berbagai pelayanan yang disediakan secara khusus.
Semuanya berdasarkan instruksi agama sesuai dengan kelompok usia mereka.
Yang paling aneh ialah, anak-anak tidak berdosa itu harus pergi ke gereja
untuk mengakui dosa mereka kepada pastur.

Agama Kristen disebarkan tanpa mengajarkan prinsip sosial, undang-undang,
atau sistem yang definitif dalam pelaksanaan suatu urusan. Kekurangan ini
telah lama menghalangi pemimpin spiritual kristen untuk ikut campur tangan
dalam urusan sosial, politik, atau pemerintahan. Begitulah seterusnya hingga
abad keenam era kristiani.


13. Pada abad ke-6 para penyembah berhala dihilangkan semua hak-haknya.


14. Tahun 589 di Toledo, Spanyol.

Dalam soal misi Kristen, ada ayat Alkitab yang biasanya banyak dikutip
missionaris Kristen dan dijadikan pijakan misinya. Misalnya, dalam Matius
28:19 dikatakan: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."

Maka itu, para pemuka agama dan penguasa Kristen melakukan tindakan
pembaptisan paksa terhadap semua manusia. Siapa yang menolak dibaptis, maka
akan disiksa atau dibunuh. Sebagai contoh, di Spanyol, berdasarkan hasil The
Third Council of Toledo (589), maka Katolik dijadikan sebagai agama negara,
dan ditetapkan sejumlah keputusan terhadap kaum Yahudi:

(1) Larangan perkawinan antara pemeluk Yahudi dengan pemeluk Kristen, (2)
Keturunan dari pasangan itu harus dibaptis dengan paksa,
(3) Budak-budak Kristen tidak boleh dimiliki Yahudi,
(4) Yahudi harus dikeluarkan dari semua kantor publik,
(5) Yahudi dilarang membaca Mazmur secara terbuka saat upacara kematian.

Sedikit intermezzo dari Forza Islam. Lewat bukti-bukti yang sejak awal saya
paparkan diatas, dengan jelas telah menunjukkan bahwa sebelum Nabi Muhammad
menyebarkan agama Islam -bahkan pada banyak kasus sebelum Nabi Muhammad Saw
dilahirkan- kekerasan atas nama agama, seperti perusakan rumah ibadah,
pembantaian dan pengkristenan secara paksa (Kristenisasi) terhadap umat
agama lain (baca: Yahudi) memang sudah LUMRAH dilakukan oleh Kristen.

Kebiadaban-kebiadaban atas nama agama ini memang "orisinil" sudah genetiknya
Kristen. Itu karena dalam diri mereka bersemayam Roh Iblis dan kuasa-kuasa
jahat lainnya, sehingga mereka tidak pernah mengenal takut apalagi bosan
dalam melampiaskan nafsu biadabnya.

Mereka tidak bisa cuci tangan dan menimpakan kejahatan keagamaan Kristen ini
ke pundak bangsa Yahudi, karena orang Yahudi tidak pernah memaksa orang
agama lain untuk memeluk agamanya. Coba saja baca Taurat, Zabur atau Talmud,
bahkan bangsa Yahudi menganggap orang-orang non-Yahudi tidak lebih dari
binatang, dan tidak sudi bila agama Yahudinya dipeluk oleh mereka.

TALMUD
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/9888

Orang-orang Kristen juga tidak bisa mengarang alibi bahwa mereka melakukan
pengkristenan secara paksa itu ke pundak umat Islam, karena terbukti
orang-orang Kristen sudah melakukan Kristenisasi, serta pembantaian dan
perusakan rumah ibadah umat agama lain sejak sebelum Nabi Muhammad Saw
menyebarkan agama Islam.


15. 9 September tahun 571, terjadi pertempuran sengit antara dua kekuasaan
besar besar dunia saat itu, yaitu pasukan kekaisaran Romawi melawan
kekaisaran Persia atau Iran. Perang yang dikenal dengan "Pertempuran Tujuh
Tahun" itu dimulai dengan serangan yang dilakukan pasukan Romawi terhadap
kawasan barat Iran.

Setelah berlangsung pertempuran selama tujuh tahun, pasukan Iran yang
dipimpin oleh Raja Anushiravan berhasil memukul mundur tentara Romawi.
Akibatnya, Kaisar Romawi Zusti Nin disingkirkan dan Romawi diharuskan
membayar ganti rugi peperangan kepada Iran sebesar 45 ribu keping mata uang
emas. Karena memang orang-orang Kristen itulah -SEPERTI BIASA/LAZIMNYA
PERILAKU KRISTEN- yang bersalah, karena lebih dulu melakukan penyerangan dan
kejahatan.


16. Dalam periode 612-620, banyak terjadi kasus dimana orang Yahudi dibaptis
secara paksa kedalam agama Kristen. Ribuan orang Yahudi terpaksa melarikan
diri ke Prancis dan Afrika untuk menghindari pengkristenan paksa tersebut.


17. Pada 621-631, di bawah pemerintahan Swinthila, perlakuan terhadap Yahudi
sedikit lebih lunak. Pelarian Yahudi kembali ke tempat tinggalnya semula dan
mereka yang telah dibaptis secara paksa kembali lagi ke agama Yahudi.


18. Tetapi, Swinthila ditumbangkan oleh Sisinad (631-636), yang melanjutkan
praktik pembaptisan paksa kembali kepada orang Yahudi.


19. Tahun 8 Hijriah (sekitar 630 Masehi). Utusan Nabi Muhammad, Al-Harits
ibu Umair al-Azady, yang membawa surat untuk pemimpin Bushro, dihadang dan
diculik untuk selanjutnya dipenggal lehernya oleh pegawai Romawi atas
perintah Kaisar Romawi, Heraklius. Padahal, membunuh duta merupakan
kejahatan yang amat keji dan sama halnya dengan mengumumkan perang.

Akibat kebiadaban kaisar Kristen ini timbullah perang Mut'ah dan perang
Tabuk antara umat Islam melawan Kristen Romawi. Inilah konflik pertama kali
antara umat Islam dengan orang Kristen. Dan seperti yang terpampang dalam
sejarah, Kristen lah yang lebih dulu membunuhi umat Islam.


20. Tahun 638. Pada masa pemerintahan Chintila (636-640), dibuatlah
keputusan dalam The Six Council of Toledo (638), bahwa selain orang Katolik
dilarang tinggal di wilayahnya.


21. 18 Agustus tahun 653, terjadilah perang Ajnadin antara kaum muslimin dan
orang-orang Romawi. Perang yang berlangsung di kawasan Ajnadin Palestina
ini, dimenangkan oleh kaum muslimin, meskipun jumlah pasukan Romawi beberapa
kali lipat dari pasukan muslim. Pasukan Romawi setelah mengalami kekalahan
besar, mundur sampai ke Damaskus, sehingga kawasan jajahannya yang sangat
luas terpaksa dilepaskan.


22. Euric (680-687) membuat keputusan: seluruh Yahudi yang dibaptis secara
paksa ditempatkan dibawah pengawasan khusus pejabat dan pemuka gereja.
Setelah diKristenkan secara paksa, orang-orang Yahudi itu tetap diawasi
secara ketat oleh gereja, takut kalau-kalau mereka kembali melakukan ibadah
agama Yahudi.


23. Raja Egica (687-701) membuat keputusan: semua Yahudi di Spanyol
dinyatakan sebagai budak untuk selamanya, harta benda mereka disita, dan
mereka diusir dari rumah-rumah mereka, sehingga akibatnya mereka orang-orang
Yahudi itu tersebar ke berbagai propinsi. Upacara keagamaan Yahudi dilarang
keras. Lebih dari itu, anak-anak Yahudi, umur 7 tahun keatas diambil paksa
dari orang tuanya dan diserahkan kepada keluarga Kristen. (Lihat, Max L.
Margolis dan Alexander Marx, A History of the Jewish People, hal. 304-306).


24. Tahun 694, Dewan Toledo. Misi Kristen terus berjalan, berangkat dari
doktrin, bahwa "di luar Gereja tidak ada keselamatan" (Extra ecclesiam nulla
salus), maka orang Yahudi dijadikan budak, harta mereka disita dan anak-anak
mereka dibaptis secara paksa.


25. Tahun 782. Kaisar Karl (Charlemagne) pada tahun 782 memerintahkan 4500
orang Saxon dipenggal kepalanya karena menolak masuk Kristen. Kaisar Kristen
yang satu ini benar-benar mempraktekkan perintah Yesus untuk memaksa orang
masuk agama Kristen:

[Lukas 14:23] Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan
dan lintasan dan PAKSALAH ORANG-ORANG, yang ada di situ, masuk, KARENA
RUMAHKU HARUS PENUH.

Atau kalau menolak dibunuh:

[Markus 16:15] Lalu Ia (Yesus) berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh
dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16:16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi SIAPA YANG
TIDAK PERCAYA AKAN DIHUKUM.

[Lukas 19:27] Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi
rajanya, bawalah mereka ke mari dan BUNUHLAH MEREKA DI DEPAN MATAKU."
[19:28] Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan
meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Ajaran ini sungguh bertentangan dengan Islam, yang dalam Kitab Sucinya jelas
tidak ada pemaksaan terhadap orang non-Muslim untuk masuk ke dalam agama
Islam:

[2.256] TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK (MEMASUKI) AGAMA (ISLAM); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.

[6.68] Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat
Kami, MAKA TINGGALKANLAH MEREKA sehingga mereka membicarakan pembicaraan
yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka
janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang lalim itu sesudah teringat
(akan larangan itu).

[109.6] UNTUKMULAH AGAMAMU dan UNTUKKULAH AGAMAKU.

Walau kemudian terbukti bahwa ayat Markus 16:15 diatas ini adalah ayat palsu
(juga Mat.28:19), alias cuma susupan illegal Gereja, namun orang Kristen
tetap menganggap SEOLAH-OLAH ini ayat asli.

3 AYAT PALSU DALAM ALKITAB:
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/36385


26. 25 Desember 800. Pada hari natal tahun 800 ini, raja Franks dianugerahi
gelar Kaisar dan dia memindahkan sebagian wilayahnya ke bawah kekuasaan
Paus.

Inilah saat dimulainya zaman supremasi dan kegemilangan kepemimpinan
Kristen. Gereja menjadi lebih berkuasa dan mewah. Konflik pun kemudian
timbul antara pemimpin politik dan agama untuk mendapatkan kekuasaan. Eropa
akhirnya menjadi korban perang penindasan antara Paus dan Imperatur.

Orang yang menganggap gereja sebagai manifestasi maknawi Yesus merupakan
pengikut garis keras para pendeta. Dengan bantuan mereka, gereja memperoleh
kekuasaan. Pengaruh para pendeta dalam urusan dunia semakin hari semakin
besar sehingga akhirnya hegemoni gereja yang tak tertandingi telah mengikat
bangsa-bangsa di Eropa.

Pada awalnya, yaitu sebelum terjadinya perpecahan dalam tubuh Kristen,
setiap kota Kristen mempunyai pendeta sendiri. Kota-kota tersebut lalu
digabungkan di bawah administrasi seorang Archuskup atau Kepala Pendeta.
Pendeta Roma perlahan-lahan memperoleh kekuasaan sebagai Paus. Paus berarti
papa atau bapak bagi semua umat Kristen.

Paus melibatkan diri dalam semua urusan agama, termasuk melantik dan
menyingkirkan pendeta dan kepala pendeta. Akhirnya perilaku ini dianggap
keterlaluan oleh kota-kota metropolitan Kristen di Constantinopel, atau
Istanbul saat ini. Mereka kemudian memutuskan untuk menarik diri dari
wilayah kekuasaan juridiksi Paus dan mendirikan wilayah kekuasaan sendiri.
Mereka pun mengumumkan bahwa ibu kota kekaisaran dipindahkan dari Roma ke
Constantinopel.


27. Tahun 1010. Uskup Limoges (Prancis) pada tahun 1010 memaksa orang Yahudi
untuk masuk Kristen. Kalau tidak mau mereka dibunuh atau diusir.

Sekali lagi, sejarah sudah membuktikan bahwa motto Kristen sejak jaman
baheula memang sudah sangat jelas: "Kristen atau bunuh!". Orang-orang
Kristen yang pintar dan berakal -di Eropa sana- sudah banyak yang mengakui
hal ini. Namun banyak pula umat Kristen -yang goblog-goblog dan tak memiliki
kemampuan untuk berempati- yang menutup mata dan menganggap fakta-fakta
sejarah ini seolah-olah tidak pernah terjadi. Mereka memang goblog, tega dan
tak bosan-bosannya untuk membohongi dirinya sendiri.


28. 29 Juli tahun 1030, Raja Olaf II Haraldsson dari Norwegia, tewas dalam
pertempuran di Stiklestad. Raja Olaf II dikenal sebagai raja efektif pertama
di seluruh Norwegia karena berhasil melepaskan diri dari dominasi Denmark
dan berhasil memperluas ajaran Kristen di negaranya. Selain itu, pada tahun
1024, Raja Olaf II juga menyusun aturan relijius yang dianggap sebagai UU
Norwegia yang pertama.

Olaf II adalah anak dari Lord Harald Grenske. Ia dibesarkan sebagai seorang
penyembah berhala. Ia kemudian bergabung dalam pasukan Viking dan bergabung
dalam berbagai pertempuran. Pada tahun 1015, Olaf pergi ke Prancis dan di
sana dia dibaptis menjadi Kristen. Dua tahun kemudian, Olaf kembali ke
Norwegia dan merebut berbagai wilayah yang diduduki oleh Denmark, Swedia,
dan bangsawan Norwegia, Earl Haakon of Lade.

Hingga tahun 1016, Olaf berhasil menguasai seluruh wilayah Norwegia dan
menjadi raja di sana. Selama 12 tahun kemudian, Raja Olaf II membangun
kerajaan yang berbasiskan Kristen dan tanpa belas kasihan, ia memaksa
rakyatnya untuk memeluk Kristen.

Maksa lagi maksa lagi! Kita memang harus mengurut dada menyaksikan betapa
KECANDUANNYA orang-orang Kristen untuk melakukan pemaksaan (Kristenisasi)
kepada umat agama lain supaya masuk ke dalam agama Kristen. Kali ini giliran
si "Kristen bermahkota", yaitu Raja Olaf II dari Norwegia yang melakukan
pemaksaan kepada rakyatnya supaya masuk Kristen.

Pada tanggal 29 Juli tahun 1030, akhirnya meletuslah pertempuran di
Stiklestad, Norwegia, yang dipimpin oleh Raja Olaf II Haraldsson melawan
para pemberontak. Pertempuran Stiklestad ini merupakan peristiwa penting
dalam penyebaran Kristen di Norwegia.

Sejak abad ke-9 negara ini secara bertahap telah menjadi bagian dari
kebudayaan Kristen dan kepercayaan animisme yang merupakan kepercayaan asli
bangsa Norwegia menjadi tersingkir. Perang Stiklestad merupakan akibat dari
perlawanan sebagian rakyat Norwegia yang dipaksa untuk memeluk agama
Kristen.

Perang ini menyebabkan tewasnya Raja Olaf II, namun sejak itu pula, kerajaan
Kristen berkuasa penuh di Norwegia dan Raja Olaf II diberi gelar sebagai
Saint atau orang suci.

Ada hasilnya juga memang upaya Kristen dengan paksa-memaksa umat agama lain
untuk masuk Kristen, karena itu memang membuat pemeluk agama Kristen
bertambah terus. Tapi kami umat Islam TIDAK TERTARIK untuk melakukan
pemaksaan-pemaksaan seperti yang biasa kalian lakukan. Biarlah strategi
pemaksaan kepada umat agama lain untuk menjadi penganut agama tertentu,
menjadi trade-marknya Kristen.


29. Tahun 1052. Setelah terjadi beberapa kali pertempuran sengit antara Paus
dan para penguasa Istanbul, pada tahun 1052 berakhirlah peperangan itu.
Kristen kemudian terpecah menjadi dua kelompok. Eropa timur yang berada di
bawah kekuasaaan pendeta Constantinopel menamakan diri sebagai Ortodoks.
Eropa barat, yaitu dari Polandia sampai ke Spanyol tetap patuh kepada Paus
dan menyebut diri sebagai Katolik.

Dua lembaga agama ini melakukan upacara yang berbeda dan saling melemparkan
tuduhan satu sama lain. Keduanya saling mengklaim bahwa aliran lawannya
adalah sesat. Ironis memang karena sesungguhnya keduanya sama-sama sesat,
mereka sama-sama kafir dan pasti masuk neraka.

Sementara itu, pada abad ke-11 ini kedudukan Paus mulai dianggap penting. Ia
menjadi pemimpin semua aliran Kristen, baik di Barat maupun di Timur,
seperti yang tadi telah disebutkan oleh Forza Islam. Ia berambisi untuk
menyatukan semua gereja. Pada waktu itu gereja terpecah menjadi dua: gereja
Barat dan gereja Timur, itu terjadi setelah Konferensi Rum pada tahun 869 M
dan Konferensi Konstantinofel pada tahun 879 M. Mereka berbeda paham tentang
roh Kudus.

Paus berusaha menundukan gereja ortodok Timur, tetapi pertentangan antara
gereja Barat dengan kekaisaran Bizantium menghambat niat Paus ini. Datanglah
peluang emas bagi Paus untuk melaksanakan niatnya itu ketika ada permintaan
bantuan dari Bizantium untuk menghadapi tekanan Salajiqah (Turki Seljuk).

Peluang emas ini dimanfaatkan juga agar Paus muncul sebagai pemimpin tunggal
untuk semua rakyat masehi dalam berjuang melawan kaum muslimin, dan
sekaligus bercita-cita menyatukan gereja Timur dan gereja Barat di bawah
pimpinan Paus Butros. Semuanya dilakukan dengan memakai kedok agama untuk
memerangi kaum muslimin, menyelamatkan Bizantium, dan mengembalikan
tanah-tanah suci di Palestina.

Jadi selain motivasi agama, penyebab Kristen melancarkan Perang Salib dan
merebut Yerusalem adalah juga karena ambisi kekuasaan Paus. Ambisi yang
sangat keji dan menyedihkan, karena dengan demikian jutaan darah umat
manusia ditumpahkan.


30. Tahun 1064. Rombongan peziarah Kristen sebanyak 7000 orang yang dipimpin
oleh seorang Uskup telah menyerang orang-orang Arab dan Turki di Yerusalem.


31. Sejak lama, umat Kristen menunjukkan pembasmian etnis manusia
besar-besaran dalam suasana yang romantis, diasosiasikan dengan semangat
agama dan sarat dengan cita-cita kesatriaan Kristen. Dengan baik hal ini
dapat diapresiasikan oleh William Shakespeares dalam judul buku Henry IV,
bab I, dimana letaknya untuk terus mengadakan pembunuhan besar-besaran,
bukan sekedar sebagian bantuan sebagai cita-cita menuju perjuangan akhir
antara zaman Pencerahan, melainkan juga sebagai tugas Kristen:

"Oleh karena itu, teman-teman,
Sejauh kuburan Kristus
Yang kini mempunyai prajurit,
di bawah berkat kayu Salib Kita terkesan dan harus berjuang
Segera kekuatan Inggris akan kita tarik,
Yang mempunyai prajurit yang dibentuk di rahim ibunya
Untuk memburu orang-orang pagan di tempat suci ini
Atas orang yang berjalan kaki penuh berkah
Yang terpaku selama empat belas abad yang lalu
Demi kesempatan kami di tiang salib yang menyakitkan."

(I Henry IV, I.i. 18-27)


32. Tahun 1075. Sedemikian kuatnya kekuasaan Kristen di Eropa sehingga tidak
kurang dari 10 raja dan pemimpin politik Jerman dan Prancis yang telah
disingkirkan oleh Paus. Sebagian dari tuan tanah yang kaya turut kehilangan
tanah mereka. Sebagian lagi dikenai hukuman massa.

Paus Gregory VII telah menyingkirkan Imperatur Jerman, Henry IV pada tahun
1075, karena ia tidak mempedulikan titah Paus. Dia diminta untuk turun dari
tahtanya. Henry dengan segera menyatakan penyesalannya dan pergi ke Mahkamah
Paus. Saat itu Paus menangguhkan pertemuan selama tiga hari sebelum menerima
kedatangan Sang Raja untuk kemudian memberikan pengampunan. Betapa
dominannya kekuasaan Paus dalam segala sendi kehidupan orang Kristen saat
itu.


33. Tahun 1095: Perang Salib (1095-1291). Perang Salib pertama tahun 1095
ini atas perintah Paus Urbanus II.

25 Agustus tahun 1095, dimulailah rangkaian Perang Salib antara kaum
Muslimin dan kaum Kristiani. Hingga tahun 1000, Barat merupakan daerah
miskin, terbelakang, dan buta huruf. Sementara selama empat abad, Islam
mengalami kedamaian dan keamanan intern, sehingga mampu membangun
kebudayaan urban yang cemerlang dan mengesankan.

Tujuan jangka pendek orang-orang Kristen adalah menguasai Yerusalem (Baitul
maqdis), namun tujuan mereka sesungguhnya adalah bergerak ke arah Timur
untuk menguasai wilayah Islam yang luas dan menjajah kaum muslimin. Para
pengikut gereja dalam perang ini menggunakan tanda salib di pundak dan baju
mereka. Oleh karena itulah perang ini dikenal dengan nama Perang Salib.

Tentara Salib setelah beberapa kali berperang dengan kaum muslimin sepanjang
perjalanan menuju Yerusalem, sebelum akhirnya berhasil mencapai kota ini dan
menjajahnya pada tahun 1099. Rakyat kota ini dibunuh massal dan harta benda
mereka dijarah. Di bagian bawah nanti Forza Islam akan menunjukkan betapa
biadabnya kelakukan pasukan Salib ketika menyerbu Yerusalem.

Kemudian pada akhir abad ke-12, pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin
Al-Ayubi berhasil mengalahkan Tentara Salib dan pada tahun 1187, kota
Yerusalem berhasil direbut kembali oleh kaum muslimin. Perang antara kedua
pihak masih terus berlangsung hingga tahun 1270, tetapi Tentara Salib tetap
tidak mampu merebut kembali kota Yerusalem. Namun demikian, perang ini telah
memperkenalkan peradaban Islam kepada Barat dan memberikan pengaruh
kebudayaan, ilmu, dan sosial yang besar terhadap Eropa abad pertengahan.

Latar belakang terjadinya Perang Salib, silahkan baca artikel berikut.

Di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M) Yerusalem
dapat direbut oleh kaum Muslimin dalam suatu penyerahan kuasa secara damai.
Khalifah Umar sendiri datang ke Yerusalem untuk menerima penyerahan kota
Suci itu atas desakan dan persetujuan Uskup Agung Sophronius.

Berabad abad lamanya kota itu berada di bawah kekuasaan Islam, tapi
penduduknya bebas memeluk agama dan melaksanakan ajaran agamanya
masing-masing tanpa ada gangguan. Orang-orang Kristen dari seluruh dunia
juga bebas datang untuk mengerjakan ziarah di kota Suci itu dan mengerjakan
upacara keagamaannya.

Di bawah pemerintahan orang-orang Islam, gereja dan penduduk yang beragama
Kristen tidak pernah diganggu. Tempat-tempat suci dan
peninggalan-peninggalan Kristen menjadi tempat yang selalu dikunjungi oleh
orang-orang Kristen.

Orang-orang Yahudi yang sejak lama dilarang tinggal di tempat itu oleh
pemerintah Kristen, kini diperbolehkan kembali tinggal dan beribadah di kota
Nabi Sulaiman dan Nabi Daud. Orang-orang Muslim membangun sebuah tempat
ibadah, Dome of the Rock (Kubah Batu) dan Al-Aqsha di dekat The Wailing
Wall (Tembok Ratapan), sisa-sisa terakhir Istana Sulaiman, dan menjadi
tempat yang sangat khusus bagi Yudaisme.

Sampai kemudian orang-orang Kristen dari Eropa datang berziarah ke Yerusalem
dalam jumlah rombongan yang besar dengan membawa obor dan pedang seperti
layaknya tentara. Sebagian dari mereka mempermainkan pedang dengan
dikelilingi oleh pasukan gendang dan seruling dan diiringi oleh pasukan
bersenjata lengkap. Selama bertahun-tahun perilaku provokatif ini didiamkan
saja oleh Khalifah Umar bin Khattab yang memerintah Yerusalem, karena dasar
toleransi agama.

Namun semakin lama tingkah mereka cenderung semakin berbahaya. Karena
rombongan peziarah Kristen itu sering menyebabkan kegaduhan dan huru hara.
Diantaranya pada tahun 1064 rombongan Kristen sebanyak 7000 orang yang
dipimpin oleh seorang Uskup telah menyerang orang-orang Arab dan Turki.

Hal ini benar-benar membuat bimbang Kerajaan Islam Seljuk, penguasa
Yerusalem pada saat itu. Maka akhirnya, demi keselamatan bersama maka
Kerajaan Turki ini terpaksa melarang kegiatan itu. Jadi larangan itu demi
keselamatan rombongan peziarah Kristen sendiri.

Namun malangnya, tindakan Seljuk itu mendapat tanggapan yang keliru dari
orang-orang Kristen. Para pemimpin-pemimpin agama mereka malah
mempropagandakan bahwa kebebasan agamanya telah diinjak-injak oleh
orang-orang Islam dan menyerukan agar Tanah Suci itu dibebaskan dari
genggaman umat Islam. Patriach Ermite adalah paderi yang paling lantang dan
bersemangat membakar emosi umat Kristen.

Karena sebelum menjadi uskup dia memang adalah seorang tentara yang sudah
biasa membunuh orang, maka Ermite berwatak panas dan cepat marah. Kemudian
Ermite membeberkan fitnah dan kebohongan kepada orang Kristen, bahwa kuburan
Yesus telah dirusak oleh Kerajaan Seljuk, dan rombongan peziarah Kristen
telah dihina, didzalimi dan dinista oleh orang-orang Islam di Yerusalem,
maka itu Ermite mengajak semua orang untuk bangkit merebut Yerusalem dari
tangan umat Islam.

Namun hasutan Ermite sudah terlanjur tersebar kemana-mana dan ditelan
mentah-mentah oleh orang-orang Kristen, termasuk Paus Urbanus II. Ide Perang
Salib I bersumber dari pidato Paus Urban II pada tahun 1095 di Clermont,
daerah tenggara Prancis.

Dalam catatan sejarah, pada 27 November 1095, Paus Urbanus II
memproklamasikan Perang Salib (Crusade) dalam sebuah pidato yang berapi-api
di Dewan Clermont. Dalam kesempatan itu Paus mengemukakan maksud-maksudnya
atas nama Kristen untuk, "Mempercepat pembasmian ras terhina dari
daerah-daerah kita dan sekaligus membantu penduduk Kristen."

Slogannya yang terkenal: "Enter upon the road to the holy spulcrhe, wrest it
from the wicked race and subject it" [Masuklah ke jalan yang suci, merebut
nya dari pokok dan ras yang jahat itu].

Untuk mengobarkan semangat perang Paus Urbanus II berseru: "Kristus
memerintahkan hal ini". Sehingga para tentara Kristen kemudian biasa
meneriakkan "Deus le volt" (Tuhan menghendaki hal ini) ketika menyerang
kota-kota Muslim tanpa ampun.

Tak lupa ia mengatakan, "Siapa yang ikut serta dalam peperangan akan
diampuni dan dihapus dosa-dosanya." Uskup kemudian memberi pengampunan dosa
bagi siapa saja yang mau bergabung dalam ‘perang suci' ini, sehingga
menambah kebengisan tentara salib. Fucher dari Charres dalam bukunya A
History of the Expedition to Jerusalem, menceritakan bahwa pada tahap-tahap
awal peperangan Salib, kota-kota yang ditaklukkan benar-benar
dibumihanguskan.

Tetapi, tampaknya tidak semua raja di Eropa menopang gerakan salib ini.
Dalam pertemuan bersejarah di Clermont itu, ada juga yang tidak hadir untuk
menyatakan keikutsertaannya. Dari semula Paus Urban II merasa perlu dukungan
dari kekuatan sekuler. Para uskup bersidang dan mengeluarkan keputusan yang
menyatakan bahwa setiap yang turut serta dalam perang suci akan mendapatkan
pengampunan dosa dan kekayaan para bangsawan selama berperang dalam
pengamanan gereja.

Sidang itu juga menghasilkan kesepakatan, sebagai simbol gerakan, bahwa
setiap orang yang turut berperang pakaiannya akan diberi tanda salib merah
pada bagian pundak dan punggung, oleh karena itulah perang ini disebut
Perang Salib, dan gerakan diarahkan menuju Konstantinopel. Keputusan
lainnya, siapa saja yang pulang tanpa menunaikan tugasnya akan menerima
hukuman dari gereja.

Paus Urbanus II mengumumkan ampunan seluruh dosa bagi yang bersedia dengan
suka rela mengikuti Perang Suci itu, sekalipun sebelumnya dia merupakan
seorang perampok, pembunuh, pemerkosa, pencuri dan sebagainya. Maka
keluarlah ribuan umat Kristen untuk mengikuti perang dengan memikul senjata
untuk menyertai perang Suci.

Paus Urbanus menetapkan tanggal 15 Agustus 1096 bagi pemberangkatan tentara
Salib menuju Timur Tengah, tapi kalangan awam sudah tidak sabar menunggu
lebih lama lagi setelah dijanjikan dengan berbagai kebebasan, kemewahan dan
macam-macam. Mereka mendesak Paderi Patriach Ermite agar berangkat memimpin
mereka.

Maka Ermite pun berangkat dengan 60.000 orang pasukan, kemudian disusul oleh
kaum tani dari Jerman sebanyak 20.000, kemudian datang lagi 200.000 orang
menjadikan jumlah keseluruhannya 300.000 orang lelaki dan perempuan.
Sedemikian besar jumlah pasukan pertama yang pergi ke Yerusalem sehingga
digambarkan seolah-olah semua orang Eropa berjalan kaki ke arah Asia.
Sebagian mengatakan bahwa satu juta orang mengikuti arak-arakan ini.

Sepanjang perjalanan, mereka diizinkan merampok, memperkosa, berzina dan
mabuk-mabukan. Juga mereka para pasukan Kristen itu telah membakar, membunuh
dan melukai banyak warga setempat. Setiap penduduk negeri yang dilaluinya,
selalu mengelu-elukan dan memberikan bantuan seperlunya.

Maka mereka pasukan Salib itu benar-benar banyak melakukan pembunuhan
terhadap tentara dan rakyat sipil -termasuk anak-anak dan wanita-,
memperkosa serta melakukan perampokan di sepanjang perjalanannya menuju
Yerusalem. Ketika mereka akhirnya menguasai Yerusalem pada tahun 1099, yaitu
tiga tahun terhitung sejak dimulainya perang, dari jutaan orang yang
terlibat perang itu hanya 20.000 orang saja yang selamat. Perang dan wabah
yang muncul menyusul peristiwa itu dan menimbulkan korban dalam jumlah
banyak di kalangan Kristen dan warga lain.

Karena semata-mata didorong oleh sentimen agama, tanpa organisasi dan
perencanaan yang matang, tentara mereka yang sebagian rakyat biasa akhirnya
kandas di perjalanan. Begitulah sebagaimana diutarakan Dr. Shalaby dengan
mengutif karya Wells, A Short History of the Midle East.

Selain ini, faktor ekonomi juga berperan sebagai pemicu meletusnya Perang
Salib. Ketika Eropa Barat -terutama Prancis- melancarkan propaganda perang
Salib, negaranya sedang sedang menghadapi krisis ekonomi. Karena itu,
sejumlah besar golongan fakir miskin dan kaum kriminal menyambut seruan ini,
bukan semata karena panggilan agama, tetapi juga karena panggilan perut.

Buktinya, mereka merampok serta merampas makanan dan harta benda sesama
orang Kristen dalam perjalanan menuju Konstantinopel ketika menyerbu
Yerusalem.


34. 24 Juni 1096. Akan tetapi sesampainya di Hongaria dan Bulgaria, sambutan
sangat dingin, menyebabkan pasukan Salib yang sudah kekurangan makanan ini
marah dan merampas harta benda penduduk. Penduduk di dua negeri ini tidak
tinggal diam. Walau pun sama-sama beragama Kristen, mereka tidak senang dan
melakukan pembalasan. Terjadilah pertempuran sengit dan pembunuhan yang
mengerikan. Dari 300.000 orang pasukan Salib itu hanya 7000 orang saja yang
selamat sampai di Semenanjung Thracia di bawah pimpinan sang Rahib. Di
Wieselburg, Jerman, juga ribuan orang yang terbunuh.


35. 9 September 1096 di Nikaia, Xerigordon (dahulu wilayah Turki) ribuan
orang juga dibunuh.


36. Tahun 1096. Setelah Antiocia ditaklukan antara 10.000-60.000 pria-wanita
dan anak-anak juga dibunuh oleh pasukan Salib Kristen.


37. Tahun 1096. Sedikit mundur ke belakang, menjelang Perang Salib pertama,
tokoh Kristen Prancis Godfrey Bouillon bersumpah: "the blood of Christ would
be avenged by the blood of Jews", yang berarti: "Darah Kristus harus dibalas
dengan darah orang-orang Yahudi".

Akhirnya terbukti kemudian bahwa Kristen benar-benar merealisasikan
ancamannya untuk menumpahkan darah orang-orang Yahudi. Walaupun sebelumnya
sudah ribuan orang Yahudi yang dibantai oleh orang-orang Kristen, ternyata
itupun masih sangat kurang untuk memuaskan dahaga haus darah orang-orang
Kristen.


38. Tahun 1096. Perang Salib pertama, beribu-ribu orang Yahudi dibunuh,
mungkin total mencapai 12 ribu orang. Di kota Worm pada 18 Mei 1906, di
Mainz pada 27 Mei 1096 sekitar 1100 orang Yahudi juga dibantai. Juga dibunuh
orang-orang Yahudi yang berada di kota-kota lain di Jerman dll seperti:
Cologne, Neuss, Altenahr, Wevelinghoven, Xanten, Moers, Dortmund, Kerpen,
Trier, Metz (Prancis), Regensburg, Prague (Cekoslovakia) dan lain-lain.


39. Pada tahun 1097 sebanyak 150.000 orang, sebagian besar dari Jerman dan
Normandia, dikerahkan dalam tiga angkatan di bawah pimpinan Raja Godfrey,
Raja Bohemond, dan Raja Raymond. Mereka bertemu di Konstantinopel.

Angkatan Perang Salib I ini terdiri dari tiga kelompok. Kelompok pertama
dipimpin oleh Raja Godfrey of Bouillon dari Lorraine dan saudaranya,
Baldwin. Kelompok kedua dipimpin oleh Bohemond dari Normandia. Dan, angkaan
ketiga dipimpin oleh Raymond IV dari Provinve, yang didampingi utusan
pribadi Paus, Uskup Adheman.

Di samping itu, Raymond memperingatkan Paus akan pentingnya bantuan dari
Genoa, yaitu bantuan angkatan lautnya. Akhirnya, Gemoa memberikan bantuan
dua belas kapal perang untuk menopang Perang Salib ini. Karena itu, Genoa
mendapat hak atas pelabuhan-pelabuhan Syiria.

Ketiga kelompok tentara Salib tersebut, setelah sampai di Konstantinopel,
harus tunduk kepada pimpinan dan komando Kaisar Alexius Comenus. Pada
mulanya ada perlawanan terutama dari Godfrey dan Raymond. Namun, akhirnya
mereka terpaksa tunduk kepada kekuasaan Bizantium. Di samping itu, Kaisar
Bizantium dapat memaksakan suatu perjanjian: "Setelah menaklukkan
daerah-daerah di Asia Kecil dan dan di Syam, para raja harus mengembalikan
daerah-daerah bekas kekuasaan Bizantium yang di rebut oleh Saljuq".

Dari fakta-fakta tersebut nampak bahwa pihak Bizantium Timur, Alexius, cukup
berpengalaman dalam memaksakan keinginannya mempertahankan daerah-daearah
jajahannya. Dari pihak raja-raja juga sebenarnya hendak mendirikan
pemerintahan masing-masing.

Perlawanan terhadap kekaisaran Bizantium dibalas dengan pemboikotan bahan
makanan, sehingga mereka tidak berdaya menghadapi Kaisar Alexius itu,
seperti terjadi terhadap Godfrey. Peselisihan Emperor dengan Raymond tidak
setajam dengan Godfrey karena dapat diredakan oleh utusan Paus, Adhemar.
Namun, perselisihan ini berlanjut sampai raja-raja mengingkari janjinya. Ini
merupakan kelemahan pihak tentara Salib, sehingga Paus menjadi kecewa.

Pada permulaan 1097 tentara Salib mulai menyeberangi Selat Bosforus bagaikan
air bah. Mereka berkemah di Asia Kecil yang ketika itu dikuasai oleh Dinasti
Saljuq, Qolej Arslan. Mula-mula mereka mengepung pelabuhan Naicaea selama
sebulan sampai jatuh ke tangan tentara Salib pada tanggal 18 Juni 1097. Ini
berarti Bizantium telah merebut kembali apa yang telah dikuasai dari Antioch
selama enam tahun. Tentara Bizantium di bawah pimpinan Emperor mengadakan
perundingan dengan penguasa kaum muslimin seputar penyerahan kota itu
kepadanya, dengan jaminan muslim Turki akan diselamatkan. Hal ini
mengejutkan tentara Salib karena merasa kalah cepat oleh kelihaian Emperor.

Tentara Salib terus maju. Pertempuran di Darylaeum (Eski-Shar) meluas ke
tenggara Nicaea sampai akhir 1097. Tentara Salib meraih kemenangan karena
Saljuq dalam keadaan lemah. Mereka berhasil memasuki selatan Anatolia dan
Provinsi Torres. Di bawah pimpinan Baldwin, mereka mengepung Ruha, yang
penduduk Armenianya beragama Kristen. Rajanya, Turus, telah melantik Baldwin
untuk menggantikannya setelah ia mati, sehingga Baldwin dapat menaklukan
Ruha pada tahun 1098.

Bohemond menaklukan Antioch, ibu kota lama Bizantium, pada tanggal 3 Juni
1098 setelah susah payah mengepungnya selama sembilan bulan. Antioch
termasuk benteng yang sangat kuat karena secara geografis sangat strategis
-setelah konstantinopel- dengan gunung-gunungnya yang mengelilingi sebelah
utara dan timur, dan sungai yang membatasinya.

Jatuhnya Antioch dari Yagi Sian (Saljuq) disebabkan oleh berpecah-belah dan
lambatnya bantuan dari Salajiqoh Persia (Karbugha), serta terjadinya
pengkhianatan di dalam Antioch sendiri oleh bangsa Armenia yang tentu
memihak Kristen. Bantuan logistik dan perlengkapan dari Inggris dan armada
laut Genoa yang tiba di pelabuhan Suwaida semakin memperkuat tentara Salib.

Bahemond telah menunjukan keberaniannya yang luar biasa. Ketika tentara
Salib mengalami krisis dalam pengepungan Antioch ini, ia pura-pura bersedia
pulang ke Italia. Dengan sendirinya tentara meminta-minta agar tidak
ditinggalkan oleh pemimpinnya, terutama pada saat yang kritis, ketika
mendapat serangan tentara gencar dari tentara Saljuq. Ia menuduh panglima
Bizantium, Titikios, telah mengkhianati tentara Salib karena mengadakan
hubungan rahasia dengan penguasa Saljuq-Turki untuk menghancurkan tentara
Salib. Hal ini menyebabkan kemarahan tentara Salib meluap-luap.

Akhirnya, Tatikios dengan tentaranya lari melalui pelabuhan Suwaida ke Pulau
Cyprus karena takut dibunuh tentara Salib. Nampaknya kali ini Bahemond
berhasil menempatkan dirinya sebagai satu-satunya panglima -setelah mendapat
pengalaman menghadapi kaki tangan Emperor di Nicaea- sehingga ada alasan
untuk tidak menyerahkan Antioch kepada Emperor Bizantium. Di sini nampak
persaingan kekuasaan antara Bizantium dan raja Eropa.

Setelah penaklukan Antioch, Bohemond dapat menguasai daerah-daerah
sekitarnya. Raymond menguasai sebelah barat daya Antioch dan tidak mau
menyerahkannya kepada Bohemond, karena sebenarnya ia pun berambisi menguasai
seluruh Antioch. Krisis ini baru bisa diselesaikan setelah Raymond diserahi
pimpinan untuk penyerangan ke Yerusalem, karena ia mempunyai peluang untuk
menguasai daerah yang lebih luas di tanah suci itu. Akhirnya, Antioch berada
di bawah kekuasaan Kristen selama kurang lebih seperempat abad.

Dalam peristiwa lain, tentara Inggris dan Prancis yang bergerak menuju jalan
laut bertemu di Saqliah. Richard menuju Cyprus kemudian ke Palestina,
sedangkan Philip langsung ke Palestina, dan mengepung Akka dengan bantuan
sisa-sisa tentara Frederik. Dalam pengepungan ini turut pula orang-orang
Latindi Syam di bawah pimpinan Guys yang pernah mengadakan perjanjian damai
dengan Shalahuddin. Berkat dukungan tentara Richard dan angkatan lautnya,
Akka dapat direbut. Tentara Salib melakukan pembunuhan besar-besaran
meskipun setelah itu tidak ada lagi serangan militer.

Perang salib ini diakhiri dengan perjanjian Ramalah (1192) yang isinya
menyisakan sedikit tanah untuk orang Kristen di pantai yang berdekatan
dengan Akka -memanjang dari Sur sampai Haifa- membolehkan jemaah haji
Kristen berziarah ke Yerusalem tanpa membawa senjata, dan Shalahuddin
menguasai wilayah yang ditaklukannya termasuk Ludd, Ar-Ramlah, dan Asqolan.


40. Sampai Januari 1098 total 40 kota besar dan 200 benteng ditaklukkan.
Jumlah yang dibunuh tidak diketahui.

Di sini orang-orang Kristen "melakukan kejahatan kepada wanita-wanita musuh
yang ditemukan di dalam tenda-tenda, dengan menombak perut-perut wanita
itu", begitu menurut penulis Kristen Fulcher Chartres.


41. 11 Desember 1098. Marra (Maraat an-numan), ribuan orang dibunuh. Karena
kelaparan berkepanjangan, mayat musuh yang sudah membusuk dimakan oleh orang
Kristen menurut Albert Aquensis. Hal ini telah diakui sendiri oleh pasukan
salib tersebut dalam surat mereka kepada Paus. Tidak hanya sangat sadis dan
keji, ternyata pasukan Kristen pun kanibal, doyan memakan daging manusia.
Benar-benar tak ada tandingannya memang kebiadaban pasukan salib Kristen
itu.


42. 15 Juli 1099, Yerusalem ditaklukan, kemudian Yerusalem dijadikan sebagai
ibukota kerajaan baru, dengan Godfrey diangkat sebagai raja. Kota-kota
penting di pantai Laut Tengah seperti Tyre, Tripoli dan Akka juga berhasil
dikuasai Pasukan Salib.

Pada saat penaklukan Yerusalem itu, 60.000-100.000 orang dibunuh oleh
pasukan Salib, terdiri dari orang-orang Yahudi, Muslim, laki-laki, perempuan
dan anak-anak. Dilukiskan oleh saksi mata Kengerian begitu dahsyat: "Kami
harus berjalan didalam darah musuh kami sedalam mata kaki".

Akhirnya pada 15 Juli 1099, Baitul Maqdis (Yerusalem) jatuh ke tangan
pasukan Salib, tercapailah cita-cita mereka.

Berlakulah keganasan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat
manusia. Kaum kafir Kristen itu telah menyembelih penduduk sipil Islam baik
lelaki, perempuan dan anak-anak dengan sangat ganasnya. Mereka juga
membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang enggan bergabung
dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristen yang sangat luar biasa itu
telah dikutuk dan diakui oleh para saksi dan penulis sejarah yang terdiri
dari berbagai agama dan bangsa.

Seorang ahli sejarah Prancis, Michaud berkata: "Pada saat penaklukan
Yerusalem oleh orang Kristen tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di
jalan-jalan dan di rumah-rumah. Yerusalem tidak punya tempat lagi bagi
orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang coba mengelak dari kematian
dengan cara mengendap-endap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan
berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun
mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang
Kristen itu.

Tentara Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam
coba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan
yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentara infanteri dan
kavaleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara
yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian.
Orang-orang yang menang itu menginjak-injak tumpukan mayat ketika mereka
lari mengejar orang yang coba menyelamatkan diri dengan sia-sia."

Raymond d’Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya
sendiri mengatakan: "Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan
darah di dalamnya mengenai lutut dan mencapai tali kekang kuda."

Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan
Salib itu berkumpul untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan mereka Yesus
Kristus atas kemenangan mereka. Tapi begitu upacara perayaan itu selesai,
pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.

Seterusnya Michaud berkata: "Semua yang tertangkap yang disisakan dari
pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti,
dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak
menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup-hidup, diseret dari
tempat persembunyian bawah tanah, diseret ke hadapan umum dan dikurbankan di
tiang gantungan."

Selanjutnya Michaud menambahkan: "Air mata wanita, tangisan anak-anak,
begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada
para algojonya, sama sekali tidak dapat meredakan nafsu membunuh orang-orang
yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu. Beberapa
orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan jumlahnya
dengan perbudakan atau kerja paksa yang mengerikan."

Archbishop Tyre, saksi mata melukiskan peristiwa itu sbb:

"It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without
horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was
covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of
headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the
horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon
the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous
sight which brought terror to all who met them. It is reported that within
the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished."

"Adalah mustahil untuk melihat keatas angka-angka luas yang dibunuh tanpa
kengerian; di mana-mana diletakkan bagian-bagian tubuh manusia, dan seluruh
lantai telah tertutup oleh darah para korban. Itu tidak sendiri karena
pertunjukan besar tubuh-tubuh tanpa kepala dan terpotong-potong yang
ditaburkan di segala jurusan, benar-benar membangunkan kengerian bagi semua
yang melihatnya. Meski demikian yang lebih seram adalah untuk menatap atas
para pemenang diri mereka, menitikkan darah seluruh badan, suatu penglihatan
tidak menyenangkan yang membawa teror bagi semua menjumpainya. Itu
dilaporkan di dalam lampiran kuil itu sendiri bahwa sekitar sepuluh ribu
orang pengkhianat binasa."

Gustave Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristen
sebagaimana kata-katanya: "Kaum Salib kita yang 'bertakwa' itu tidak memadai
dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerusakan dan penganiayaan,
mereka kemudian mengadakan suatu pertemuan yang memutuskan supaya dibunuh
saja semua penduduk Yerusalem yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa
Yahudi serta orang-orang Kristen yang tidak memberikan pertolongan kepada
mereka yang jumlahnya mencapai 60.000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh
semua dalam masa 8 hari saja termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua,
tidak seorang pun yang terkecuali."

Gustave Le Bon dalam bukunya "La Civilisation Islamique er Arabe" hal.407
juga mengatakan, "Kekejaman yang dilakukan oleh tentara salib terhadap kawan
maupun lawan, tentara maupun rakyat sipil, wanita ataupun anak-anak, orang
tua maupun anak muda, membuat mereka menduduki tempat teratas dalam sejarah
kekerasan".

Salah seorang saksi sejarah, Robert The Monk, menulis sbb:

"Tentara kami menyerbu seluruh lorong, medan, serta di atas bumbung-bumbung
rumah yang bersambungan seperti singa yang kehilangan anaknya. Kami
mencabik-cabik anak-anak dengan kejam. Kami membunuh orang tua dan muda
dengan pedang. Untuk mempercepat kerja, kami menggunakan satu tali untuk
mengantung leher beberapa orang."

Tentara merampas dan merampok apa saja yang mereka temukan. Mereka bahkan
merobek perut para korban untuk mencari emas dan uang. Apa saja yang
ditemukan, mereka rampas. Akhirnya, Bohemond mengumpulkan semua yang
selamat, lelaki ataupun perempuan, yang cacat dan tidak berdaya di dalam
sebuah istana, dan membunuh mereka semua. Mereka meninggalkan yang muda
untuk dijual di pasar budak Antiochia.

Godfrey Hardouinville melaporkan kepada Paus, "Di Yerusalem, umat Islam yang
ditangkap, dibunuh oleh orang-orang kami di halaman kuil Solomon hingga kuil
itu dipenuhi dengan darah yang menggenang sampai ke lutut."

Ahli sejarah Kristen yang lain, Mill, mengatakan: "Ketika itu diputuskan
bahwa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin.
Orang-orang yang kalah itu diseret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua
kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki
dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang
tidak berpenghuni di Yerusalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki,
dan tubuh anak-anak yang terkoyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam
keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa
mengerikan itu."

Mungkin ekspresi paling baik dari pandangan Kristen kontemporer yang
seimbang tentang Perang Salib dapat diperoleh dalam kata-kata Sir Steven
Runciman, pada kesimpulan ketiga buku sejarahnya tentang Perang Salib:

"Kemenangan pasukan Perang Salib adalah kemenangan iman. Namun iman tanpa
kebijaksanaan adalah berbahaya. Sejarah dengan undang-undang hukum adalah
tidak dapat ditawar-tawar, seluruh dunia harus membayar kejahatan dan
kebodohan semua warga negaranya. Dalam rangka memperpanjang interaksi dan
fusi antara Timur dan Barat dari peradaban kita yang tumbuh berkembang, maka
Perang Salib adalah episode yang tragis dan destruktif. Sejarawan telah
menengok ke belakang berabad-abad lamanya pada kisah mereka yang gagah
berani, mesti mendapatkan kebanggaan yang berlawanan dengan penderitaan pada
persaksian yang membuka batas-batas hakekat manusia."

Runciman melanjutkan:

"Demikian banyak keberanian dan sedemikian sedikit penghargaan, demikian
banyak kesetiaan dan demikian kecilnya pengertian dan pemahaman. Cita-cita
yang tinggi dan agung dinodai oleh kekejaman dan kerakusan, keberanian dan
ketabahan dinodai oleh kebutaan dan kesalihan diri yang picik. Perang suci
itu sendiri tidak lebih lama dari gerakan intoleran atas nama Tuhan, yang
merupakan perbuatan dosa melawan Roh Kudus."

Penaklukan Yerusalem oleh tentara Salib benar-benar diwarnai dengan
pembantaian yang tak pandang bulu (indiscriminate massacre). Kaum muslimin
-meliputi semua umur dan jenis yang tak berdaya- dibantainya. K. Hitti
menuliskan, "Heaps of heads and hand feet were to be seen throughout the
street and squares of the city." (Tumpukan dari kepala-kepala dan kaki
tangan korban pembantaian dipamerkan di jalan-jalan dan di sudut-sudut
kota).

Para ahli sejarah mencatat jumlah korban pembantaian itu sekitar 60.000
sampai 100.000 orang lebih. Peristiwa yang kejam ini, jika dibandingkan
dengan penaklukan Shalahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali Yerusalem,
tentu menimbulkan pertanyaan, "Benarkah motivasi agama (Kristen) menjiwai
perang ini?".

Karena, berbeda 180 derajat dengan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan
Kristen, umat Islam sama sekali tidak melakukan pembantaian balasan ketika
merebut kembali Yerusalem dibawah pimpinan Salahuddin Al-Ayyubi pada tanggal
2 Oktober tahun 1187.

Sedikit kita mengilas balik, tahap pertama Perang Salib dimulai sejak tahun
1095 dan empat tahun kemudian perang tersebut berakhir dengan serangan
tentara Salib ke Baitul Maqdis dan pendudukan kota itu oleh Pasukan Salib.

Pada tahap kedua, Shalahudin Al-Ayyubi setelah menduduki Suriah, Libanon,
dan Mesir, mengepung Yerusalem dan memaksa Tentara Salib yang bercokol di
sana untuk menyerah. Setelah kekalahan ini, pasukan Salib kembali
mengirimkan balatentara dalam jumlah besar ke Yerusalem.

Namun, Pasukan Salib tidak berhasil menduduki kota ini dan Yerusalem tetap
berada di tangan kaum muslimin. Perang Salib terus berlangsung, khususnya
untuk menguasai Mesir, pusat kekuasaan kaum muslimin pada zaman itu.
Akhirnya pada tahun 1270, perang berakhir dengan kekalahan di pihak Pasukan
Salib.

Tak bisa dipungkiri, Kristen membantai sangat banyak umat manusia ketika
merebut Yerusalem, sementara Islam dibawah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi
berperilaku jauh lebih mulia dan beradab daripada Kristen ketika merebut
Yerusalem kembali. Benar-benar bertolak belakang sekali memang antara Islam
dengan Kristen itu.

Sikap Salahuddin ini menambah harum namanya, baik di mata lawan maupun
kawan. Beberapa sejarawan Barat yang pernah menulis ketinggian pribadinya,
antara lain Stanley Lane Poole.

Salah satu komentar tentang kebaikan Shalahuddin dan sebaliknya kejahatan
Kristen, silahkan baca sbb.

Sir Walter Scott, yang sadar akan kekejaman dan kebengisan heronya Richard
Yang Berhati Singa (Richard the Lionheart). Pada pendahuluan kisahnya
tentang peristiwa-peristiwa Perang Salib, The Talisman, dia menulis:

"Periode yang lebih langsung berkaitan dengan Perang Salib yang terakhir
saya putuskan adalah ciri khas Richard I yang suka perang, liar dan
dermawan, pola kekesatriaan dengan semua kebaikan yang luar biasa dan tidak
kurang dari kesalahan-kesalahannya yang absurd, yang menentang Pangeran
Saladin (Shalahuddin al-Ayyubi) dimana monarki Kristen dan Inggris
mempertontonkan semua kekejaman dan kebengisan yang mendukung karakter raja
Timur. Di pihak lain, pangeran Saladin memperlihatkan kebijakan yang
mendalam dan kebijaksanaan penguasa Eropa. Semua ini dikandung makna bahwa
Saladin mempunyai kemampuan kualitas kekesatriaan dan keperwiraan yang baik,
murah hati dan berani, yang melampaui yang lain."

Berikut kisah Shalahuddin Al-Ayyubi:

SHALAHUDDIN AL AYYUBI
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/3088

Sejarah telah membuktikan, bahwa Khilafah Islamiyah memang pernah memerintah
orang-orang Kristen seperti di Yerusalem, Andalusia dll. Namun perlakuan
mereka terhadap umat Kristen RELATIF JAUH-JAUH-JAUH LEBIH BAIK daripada
sebaliknya perlakukan Kristen terhadap umat Islam. Lihat saja daftar
pembantaian Kristen terhadap umat Islam, umat agama lainnya dan agama mereka
sendiri dalam posting Forza Islam kali ini, memang SUNGGUH-SUNGGUH LUAR
BIASA DAHSYAT KEBIADAN KRISTEN itu. Orang Kristen TERBUKTI paling berhak
mendapatkan julukan sebagai "PEMEGANG REKOR PEMBANTAIAN TERHADAP UMAT
MANUSIA", karena jumlah orang-orang yang telah mereka habisi secara sangat
jelas dan fantastik jauh diatas perbuatan sejenis yang dilakukan oleh
umat-umat agama lainnya.


43. Tahun 1099. Pertempuran Askalon 12 Agustus 1099, 200.000 orang dibunuh
atas nama Yesus Kristus, Tuhan mereka pasukan Kristen biadab itu.


44. Tahun 1100. Penulis sejarah Kristen Eckehard Aura mencatat bahwa "bahkan
sampai musim panas tahun berikutnya di seluruh wilayah Palestina, udara
masih dicemari oleh bau busuk mayat korban pembantaian oleh orang-orang
Kristen". Total satu juta orang lebih dibunuh dalam perang salib I.


45. Pada tahun 1141, Paus Innocent II menyingkirkan Louis VII dari tahta.
Gereja sangat berkuasa sehingga dengan mudahnya mampu menyingkirkan raja
yang berdaulat.


46. Tahun 1142. Gereja membakar hidup-hidup Abelard, seorang filosof dan
tokoh Kristen di Prancis.


47. Tahun 1147. Perang Salib kedua. Ratusan orang Yahudi dibunuh di Ham,
Sully, Carentan dan Rameru di Prancis.


48. 20 Oktober tahun 1177 (tahun mungkin perlu dikonfirmasi ulang; Forza),
rakyat muslim Kairo memulai perjuangan mereka melawan penjajahan Prancis.
Pada hari ini, rakyat Kairo bersama para ulama kota itu berkumpul di
Universitas Al-Azhar. Jenderal Dubois (baca: Deboa), komandan militer Kairo,
memerintahkan pasukannya untuk membubarkan kumpulan massa tersebut.
Akibatnya, pecah perang antara rakyat yang tidak bersenjata dengan pasukan
Prancis. Namun demikian, rakyat Kairo berhasil membunuh sejumlah besar
tentara Prancis, termasuk Jenderal Dubois.

Melihat besarnya bahaya yang ada di depan mata, tentara Prancis langsung
melakukan tindakan ganas dengan cara memborbardir sejumlah kawasan Kairo,
khususnya Universitas Al-Azhar, dengan meriam yang ditembakkan dari
benteng-benteng sekeliling kota. Akibatnya, sekitar 3.000 orang, sebagian
besarnya adalah pelajar agama dan warga sipil, tewas. Jenazah para korban
pembunuhan massal itu kemudian dibuang begitu saja ke Sungai Nil. Tahun itu
dikenang rakyat Mesir sebagai peristiwa perjuangan yang diakhiri oleh
tindakan represif yang luar biasa kejam.


49. Perang Salib ke tiga tahun 1189-1190. Komunitas Yahudi di seluruh
Inggris dibasmi habis-habisan oleh pasukan Kristen. Seperti kemasukan setan
memang, amarah dan semangat orang Kristen untuk menghabisi umat Islam dan
Yahudi.


50. Tahun 1182. Pemimpin Kristen yang mengirim armada ke Laut Merah dari
Teluk Aqabah dan pada tahun 1182 Masehi menenggelamkan kapal milik orang
muslim yang melewati rute perjalanannya ke Mekah. Insiden ini begitu dikenal
secara luas dan makin meningkatkan kemarahan dunia Islam yang lebih besar
ketimbang berdirinya negeri-negeri Franka.

Kendatipun demikian, secara pribadi Saladin tetap ramah kepada umat Kristen,
paling kurang pada waktu itu. Namun hubungan-hubungan mesra ini hanya
sedikit meningkatkan persepsi Islam terhadap Kristen.

Bersambung...

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 9:26 am

51. Tahun 1189, Balatentara Salibis yang terdiri dari tentara Inggris dan
Prancis melancarkan serangan dari kota Sour ke kota Aka pada tahun 1189 M
(585 H). Mereka berdiam hingga datang balabantuan ekspedisi ketiga yang
diserukan oleh Paus Urbanus II yang diberi nama dengan misi "perebutan
kembali" Yerusalem, yang dikomandoi oleh tiga Raja Eropa yaitu Fredrik
Barbarosa, yang mana sebagian besar pasukannya mati di tengah perjalanan,
kemudian Richard yang "Berhati Singa" Raja Inggris yang datang dari arah
laut. Serta Phillip Augustas, Raja Prancis.

Richard merupakan orang yang hebat yang merupakan orang Eropa yang paling
jahat dan punya kebencian yang sangat terhadap orang Islam. Ia adalah
rintangan yang paling berat bagi muslim. Tiga kekuatan ini yang mengepung
kota Akka, pada bulan Juni 1191 M (bulan Raiul Tsani- Jumadil Ula 587 H).
Dan kota ini jatuh ke tangan mereka pada tanggal 12 Juli 1191 M (17 Jamadil
Ula 587 H).

Tentara Inggris dan Prancis yang bergerak menuju jalan laut bertemu di
Saqliah. Richard menuju Cyprus kemudian ke Palestina, sedangkan Philip
langsung ke Palestina, dan mengepung Akka dengan bantuan sisa-sisa tentara
Frederik. Dalam pengepungan ini turut pula orang-orang Latindi Syam di bawah
pimpinan Guys yang pernah mengadakan perjanjian damai dengan Shalahuddin.
Berkat dukungan tentara Richard dan angkatan lautnya, Akka dapat direbut.
Tentara Salib melakukan pembunuhan besar-besaran meskipun setelah itu tidak
ada lagi serangan militer. Lagi-lagi pasukan Salib mempertontonkan
kebiadaban khas Kristennya disini.

Dengan pendudukan ini, kekuatan Salibis berupaya untuk dapat membangun basis
kekuatan kembali di Palestina. Umat Islam kembali membalas dan terjadilah
berbagai pertempuran antara kedua belah pihak. Namun, Salibis terus
melanjutkan ekspansi dengan merebut teritori wilayah Selatan pantai dengan
menduduki kota-kota Haifa dan Jaffa.

Perang salib ini diakhiri dengan perjanjian Ramalah (1192) yang isinya
menyisakan sedikit tanah untuk orang Kristen di pantai yang berdekatan
dengan Akka -memanjang dari Sur sampai Haifa- membolehkan jemaah ziarah
Kristen berziarah ke Yerusalem tanpa membawa senjata, dan Shalahuddin
menguasai wilayah yang ditaklukannya termasuk Ludd, Ar-Ramlah, dan Asqolan.


52. Perang salib keempat: 12 April Constantinople dikuasai, jumlah korban
yang tak dikenal, sebanyak ribuan orang. Banyak di antara mereka beragama
Kristen.


53. Tahun 1205. Paus Innocent kedua yang lain menyingkirkan King John of
England karena menyerang beberapa orang uskup.

Akhirnya John terpaksa mengirimkan pesan kepada Paus dengan kata-kata sbb:

"Seorang utusan angelik, atas nama Inggris dan Irlandia, mendoakan Yesus dan
pengikutnya, penaung kami Paus Innocent, dan seluruh penerus katoliknya.
Sejak hari ini, kami menjadikan kerajaan ini sebagai penganut setia Paus dan
hierarkinya. Kami telah menganggarkan 1.000 pound Inggris untuk disumbangkan
kepada kotak gereja setiap tahunnya. 500 pound diberikan setengah tahun
sekali, dalam bentuk uang perak. Jika saya atau pengganti saya yang berada
di tahta Inggris melanggar perjanjian ini, dengan sendirinya kami akan
kehilangan kekuasaan Inggris."

Surat John ini bisa dibaca pada buku karya Marcel Cache berjudul Social
History, jilid dua. Di halaman 123 buku tersebut, tertulis juga bahwa pada
periode ini, 5 juta orang dihukum karena melanggar fikiran ortodoks atau
menentang titah Paus. Mereka dihukum gantung atau mereka dicampakkan ke
dalam penjara yang mirip sumur gelap. Dalam tempo 18 tahun, antara tahun
1481-1499, mahkamah gereja telah membakar hidup-hidup 1.020 orang. 6.860
orang digergaji hingga hancur lebur dan 97.023 orang disiksa hingga mati.

Victor Hugo menulis dalam buku History of Free Thought, halaman 147 sbb:

"Sejarah gereja yang sebenarnya bukan saja dapat dibaca lewat
halaman-halaman buku, tetapi juga di celah-celah baris catatan resmi. Gereja
telah menyebabkan Parnili dihukum cambuk sehingga hampir saja menemui
ajalnya. Hal itu terjadi lantaran ia menyatakan bahwa bintang tidak jatuh
dari jalan yang telah ditentukan. Pihak gereja melemparkan Campland ke dalam
penjara sebanyak 27 kali karena dia mengklaim adanya kehidupan selain di
bumi. Gereja menyiksa Harvey karena membuktikan bahwa darah beredar lewat
urat dan saluran darah di dalam badan."

Itulah Kristen: AGAMA HORROR, AGAMA PENYIKSAAN, AGAMA BANJIR DARAH, AGAMA
KILLER, AGAMA SAMBER NYOWO, AGAMA IBLIS, AGAMA KANIBAL, dan berbagai julukan
lainnya yang seram-seram untuk menggambarkan track-record mereka selama
ribuan tahun yang hanya menunjukkan bahwa mereka itu hanyalah IBLIS. Manusia
biasa tentu tidak sanggup melakukan berbagai macam kekejaman dan kebiadaban
tak henti-henti dengan berbagai macam cara seperti itu, hanya Kristen yang
sanggup karena mereka memang dibimbing oleg Roh Iblis dan kuasa-kuasa jahat
lainnya, sehingga s\\\\\\\\\\\\\\\\anggup melakukan kebiadaban-kebiadaban ini.


54. Perang Salib dan eksesnya.

Sebagian para pakar menyebutkan bahwa akar utama kerjasama antara gerakan
misionaris dengan para imperialis sejak ratusan tahun lalu, ialah
dilancarkannya perang salib. Salah satu periode yang amat penting dalam
sejarah hubungan dunia Islam dan Kristen adalah era Perang Salib. Perang
Salib dimulai pada tahun 1095 Masehi atau 489 Hijriah dan berlangsung sampai
selama hampir dua abad.

Jumlah perang yang terjadi selama masa itu tidaklah jelas, namun perang
terbesar terjadi sepuluh kali dan di setiap perang terjadi banyak
pertempuran. Di sepanjang Perang Salib, yang dimulai dengan serangan
orang-orang Kristen ekstrim untuk menaklukkan Yerusalem, ratusan ribu umat
Islam telah terbunuh. Namun, umat Islam akhirnya berhasil merebut kembali
Yerusalem (Baitul Maqdis) sehingga tentara salib terpaksa meninggalkan
Suriah, Mesir, dan kawasan muslim lainnya.

Banyak pendapat yang dikemukakan mengenai penyebab dan motivasi terjadinya
Perang Salib ini. Doktor John L. Esposito, dosen universitas George Town
Amerika menulis: Sebagian besar masyarakat Barat mengakui adanya kenyataan
tertentu yang berhubungan dengan Perang Salib, tetapi banyak di antara
mereka yang tidak mengetahui bahwa Perang Salib yang mengakibatkan korban
yang amat besar ini adalah atas perintah Paus.

Bagi umat Islam, kenangan atas Perang Salib merupakan satu contoh nyata dari
militerisasi Kristen ekstrim, sebuah kenangan yang membawa pesan bagi
serangan dan imperialisme Kristen barat. Sampai sekarang umat Islam tidak
bisa melupakan kekejaman luar biasa yang dilakukan oleh Kristen terhadap
mereka ketika menyerbu Yerusalem. Hal mana banyak diakui oleh sejarawan
Kristen sendiri bahwa kebiadaban Kristen dalam Perang Salib membuat mereka
(Kristen) "MENDUDUKI TEMPAT TERATAS DALAM SEJARAH KEKERASAN" [Gustave Le Bon
dalam bukunya "La Civilisation Islamique er Arabe" hal.407]. Jadi tokoh
Kristen sendiri sudah mengakui bahwa perbuatan mereka adalah yang TERBIADAB
dari perbuatan apapun yang dilakukan oleh siapapun di dunia ini.

Menurut para ahli sejarah, Perang Salib adalah hasil dari kebijakan para
pemimpin gereja, pemerintah Eropa, serta misionaris yang menentang Islam.
Sikap tamak dan kefakiran yang melanda masyarakat Barat membuat mereka
berambisi merebut kekayaan umat Islam dan inilah salah satu alasan
dimulainya Perang Salib. Alasan-alasan lainnya adalah keinginan mengekspansi
wilayah Eropa, timbulnya fanatisme terhadap agama, keinginan untuk
menaklukkan Yerusalem, serta membebaskan pemakaman suci disana.

Perang Salib pertama dimulai di bawah pimpinan Paus Urbanus ke-II. Dengan
fatwa para pendeta Kristen, pasukan besar Eropa, disertai tokoh-tokoh
pemerintah Eropa dan pimpinan gereja bergerak menuju Yerusalem yang
berlokasi di tanah pendudukan Palestina. Di sepanjang kota-kota Islam yang
mereka lalui, mereka membunuhi ratusan ribu manusia, baik lelaki, wanita,
maupun anak-anak.

Sejarawan terkenal Prancis, Gustave Le Bon mengenai Perang Salib menulis,
"Di zaman terjadinya Perang Salib, peradaban timur berada dalam tahap
kegemilangannya berkat Islam. Sebaliknya, Eropa tenggelam dalam kegelapan
dan kezaliman. Ada sekelompok tentara salib yang ganas. Mereka membunuh dan
merampok kawan maupun lawan, kelompok sendiri maupun pasukan asing."

Perang Salib membawa kemajuan sosial bagi masyarakat Barat. Rakyat Eropa
yang saat itu berperadaban rendah, mulai mengenal kecemerlangan peradaban
umat Islam dan mereka mulai mempelajari ilmu dan peradaban dari rakyat
muslim. Tetapi, seperti apa yang telah ditulis oleh sejarawan terkenal
bernama Twin B, "Orang-orang Kristen mengambil manfaat dari kemajuan
peradaban dan kesenian umat Islam tetapi permusuhan bersejarah fanatisme
Kristen dengan Islam Timur tidak pernah berkurang."

Will Durant penulis sejarah yang terkenal, mengenai infiltrasi dua dunia,
yaitu Kristen dan Islam, di sepanjang Perang Salib, menulis, "Infiltrasi
dunia Kristen terhadap Islam hanya terbatas pada sebagian budaya agama dan
perang, tetapi dunia Islam melakukan berbagai infiltrasi dalam dunia
kristen. Sebaliknya, dari Islam, Eropa mengadopsi makanan, minuman,
obat-obatan, kedokteran, persenjataan, selera dan kecenderungan seni, metode
industri dan perdagangan, undang-undang, dan metode kelautan."

Bahkan Perang Salib telah mengantarkan orang-orang Eropa untuk banyak
mengadopsi peradaban dari kalangan muslim. 'Bath-up' yang menjadi tempat
mandi masyarakat Barat sekarang ini, kabarnya diadopsi dari bejana tempat
berwudhu orng-orang Turki muslim. Namun Perang Salib juga melahirkan
provokasi kebencian terhadap Islam di lingkungan masyarakat Barat.

Di sepanjang era perang Salib dan pasca perang, terutama ketika Byzantium
jatuh ke tangan umat Islam, mereka mulai merusak citra Islam dan menyajikan
gambaran yang telah diubah di kalangan orang-orang Kristen. William
Montgomery Watt, seorang peneliti Inggris, pernah menulis bahwa wajah Islam
telah diubah oleh pendeta Kristen. Dalam pemikiran umat Kristen pada abad
ke-12 ditanamkan penggambaran bahwa Islam itu agama pedang dan kekerasan
serta Nabi Muhammad SAW adalah penentang Nabi Isa a.s.

Menurut Watt, hasil dari distorsi penggambaran Islam ini berlanjut hingga
abad ke-19 dalam pemikiran orang-orang Eropa. Malah, hingga saat ini,
distorsi itu tetap kekal dalam pemikiran masyarakat Barat dan dampaknya
masih bisa dilihat sampai hari ini. Watt juga menambahkan bahwa pembentukan
gambaran buruk mengenai Islam sebagian besar merupakan reaksi umat Kristen
yang melihat bahwa peradaban umat Islam di Andalusia amat tinggi melampaui
mereka.

Sebagian peneliti menyebutkan selain Perang Salib, alasan politik juga
menjadi penyebab lain terjadinya kerjasama antara misionaris dengan
imperialis. Mereka menggunakan ucapan pemimpin gereja seperti Yulius Richter
sebagai dalil. Yulius telah mencerca umat Kristen yang telah membiarkan
kekaisaran Byzantium secara berangsur-angsur digantikan oleh emperator Islam
dan berlanjut dengan jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke tangan umat
Islam. Para peneliti yang berpendapat seperti ini sepertinya lupa bahwa
infiltrasi umat Islam di berbagai penjuru dunia muncul sebelum adanya
gerakan militer. Infiltrasi ini berakar dari masalah kebudayaan dan
kepercayaan.

Dari sudut ini, bisa dipahami mengapa umat Islam dalam masa yang singkat dan
dengan fasilitas yang sedikit bisa memperluas kekuasaannya. Thomas V Arnold,
menerangkan falsafah kemajuan Islam sebagai berikut.

"Ketika tentara Islam tiba di Jordan, orang-orang Kristen Jordan menulis
surat yang isinya sbb: Wahai umat Islam, kalian lebih kami sayangi daripada
orang-orang Roma, meskipun mereka seagama dengan kami, tetapi kalian
berperilaku lebih mulia, lebih adil, dan lebih baik terhadap kami."

Infiltrasi dan perkembangan Islam di Eropa, bisa disebutkan sebagai salah
satu dari penyebab terjadinya kerjasama antara gerakan misionaris gereja
dengan pihak imperialis. Menurut pandangan Norman Daniel dalam bukunya
berjudul "Islam and the West: The making of an image", penentangan politik
dunia Kristen terhadap dunia Islam berubah menjadi satu pemikiran yang
menguasai Barat. Ide ini terus tertanam dalam pikiran Barat meskipun
ideologi persatuan Eropa telah hancur dan agama Kristen telah terpecah
menjadi Katolik dan Protestan.


55. Tahun 1209. Perang Salib Albigensia diumumkan oleh Paus Innocent III
terhadap para pembangkang agama di Prancis Selatan.

Pada tahun 1209 ini terjadi pembantaian terhadap Kelompok Cathary oleh Paus
Innocent III, karena menolak konsep ketuhanan Yesus. Konsep ketuhanan
terhadap Yesus itu sendiri baru diputuskan secara resmi pada Konsili Nicea
tahun 325 M, walau tidak secara aklamasi karena banyak kalangan Kristen yang
menentangnya antara lain Arius, tokoh aliran Unitarian yang kemudian
dikucilkan oleh gereja.

Sebuah buku berjudul 'The Messianic Legacy' mencatat: "At Nicea
Jesus’s divinity, and the precise nature of his divinity, were
established by means of a vote. It is fair to state that Christianity as We
know It today derives ultimately not from Jesus’s time, but from the
Council of Nicea."

Jadi, konsep Ketuhanan Yesus dan hakikat alamiahnya ditetapkan dalam Konsili
tersebut, melalui cara voting. Maka, kata buku ini, adalah fair untuk
menyatakan, bahwa Kekristenan yang dikenal saat ini diturunkan bukan dari
zaman Yesus, tetapi dari Konsili Nicea.

Maka, sejak awal mula perkembangan Kristen, banyak sekali aliran yang tidak
mengakui Ketuhanan Jesus. Contohnya, adalah satu kelompok yang bernama
Cathary yang hidup di Selatan Prancis. Orang-orang Cathary (Albigensian)
memandang diri mereka sebagai orang Kristen yang baik, tetapi mereka tidak
menerima peraturan-peraturan Katolik Roma, dan pajak, dan larangan
pembatasan kelahiran.

Kelompok Cathary adalah penganut Catharism, satu kelompok heresy radikal di
Zaman Pertengahan. Cathary percaya bahwa karena daging adalah jahat, maka
Kristus tidak mungkin menjelma dalam tubuh manusia. Karena itu, Kristus
tidaklah disalib dan dibangkitkan.

Dalam ajaran Cathary, Yesus bukanlah Tuhan, tapi Malaikat. Untuk
memperhambakan manusia, tuhan yang jahat menciptakan gereja, yang
mempertontonkan "sihirnya" dengan mengejar kekuasaan dan kekayaan. Ketika
kaum ini tidak dapat disadarkan dengan persuasif, Paus Innocent III
menyerukan kepada raja-raja untuk memusnahkan mereka dengan senjata,
sehingga ribuan orang penganut aliran Cathary ini dibantai.

Permulaan kekerasan dilakukan atas perintah Paus Innocentius III (ini adalah
salah satu pembantaian terbesar sebelum jaman Nazi Jerman) tahun 1209.
Beziã©Rs (sekarang Prancis) pada 22 Juli 1209 dihancurkan, semua penghuninya
dibantai. Korban (termasuk yang menolak permintaan Katolik untuk menyerahkan
para teman dan tetangga mereka yang dianggap bidaah) yang tewas dibunuh
antara 20.000-70.000 orang. Di Carcassonne pada 15 Agustus 1209 ribuan orang
juga dibunuh. Kemudian Kota besar lain mengikuti.

20 tahun berikutnya setelah peperangan, hampir semua pengikut Cathary
(mungkin separuh populasi dari Languedoc, hari ini Perancis selatan) telah
dibasmi.

Setelah peperangan berakhir (1229), Inkuisisi/Penyelidikan didirikan tahun
1232 untuk mencari dan menghancurkan orang-orang bidaah (heretics/cathary)
yang selamat. Orang-orang Cathary yg terakhir dibakar di pancang 1324.
Jumlah korban diperkirakan sekitar 1 juta orang (orang Cathary saja).


56. Kaum bidaah lainnya: Waldensians, Paulikians, Runcarians, Josephites,
dan banyak lagi lainnya. Kebanyakan sekte ini dibasmi (ada yang percaya
bahwa beberapa orang Waldensians masih ada hingga hari ini, sekalipun begitu
mereka harus lebih dulu bertahan 600 tahun dalam penyiksaan). Diperkirakan
sedikitnya ratusan ribu korban tewas dibantai (termasuk orang-orang Spanyol
tetapi tidak termasuk pembantaian Kristen di Dunia Baru/Amerika).


57. Tidak lama setelah itu Inkuisitor Spanyol Tomas de Torquemada sendiri
bertanggung jawab telah membakar 10.220 orang.


58. Tahun 1215. Kekuasaan absolut Paus di dalam Katolik Eropa pada abad ke
12 dan ke 13 menimbulkan reaksi yang tak terduga. Pada saat itu, muncul
beberapa gerakan menyimpang pembawa doktrin baru yang dikecam oleh Paus.

Keresahan Paus dan kelompok Katolik menjadi sedemikian besar terhadap
gerakan penyimpangan ini, sehingga pada tahun 1215 masehi, Paus membentuk
Lembaga Inkuisisi untuk memerangi dan memberantas penyimpangan tersebut.
Lembaga ini mempunyai cabang di setiap kota di Prancis, Italia, Jerman,
Polandia, Spanyol dan negeri-negeri Kristen yang lain. Orang yang dituduh
melakukan penyimpangan akan berhadapan dengan para penyelidik. Jika didapati
bersalah, ia akan menerima hukuman yang berat.

Lembaga ini memiliki kekuasaan yang besar, sampai-sampai menekan segala
bentuk kebebasan berfikir. Siapapun yang dicurigai memiliki ide dan
pandangan yang bertentangan dengan pandangan gereja akan disiksa dengan
keras. Malah lembaga ini adakalanya mengeluarkan hukum vonis sesat pada
mereka yang sudah mati, dan memerintahkan supaya kerandanya dikeluarkan dari
kuburan. Proses ini dijelaskan oleh Will Durant dalam bukunya History of
Civilisation vol 18 halaman 35 sebagai berikut:

"Mahkamah Inspeksi Ide, Hukum, dan Agama memiliki tatacara legalnya sendiri.
Sebelum mahkamah lokal didirikan, akta-iman akan dibacakan di seluruh mimbar
gereja. Akta ini menuntut informasi tentang orang-orang yang dicurigai
berpaham atheis, tidak beragama, atau sesat. Orang-orang tersebut akan
diseret ke muka pengadilan. Tetangga, rekan, dan sahabat diminta untuk
menjadi informan.

Informan diberi jaminan untuk dirahasiakan dan dilindungi. Siapa saja yang
dianggap sebagai atheis, atau gagal untuk membuktikan bahwa dirinya bukan
atheis, akan dipenjarakan dan diancam dengan penyingkiran, kecaman, dan
berbagai larangan. Adakalanya yang sudah mati divonis sebagai atheis dan
memperolok-olok Tuhan. Upacara khusus dijalankan untuk menunjukkan hukuman
yang dikenakan kepada mereka. Harta mereka dirampas. Ahli waris yang
seharusnya mewarisi harta mereka disingkirkan dari hak waris. 30 hingga 50
persen harta orang mati yang divonis tadi, diberikan kepada yang mendakwa.

Bentuk hukuman juga berlainan mengikuti tempat dan waktu yang berbeda-beda.
Di satu tempat, si terdakwa digantung dengan tangan diikat pada bagian
belakangnya. Di tempat lain terdakwa diikat sedemikian rupa sehingga tidak
bisa bergerak, dan air dikucurkan ke dalam tenggorakannya sampai mati lemas.
Ada pula yang diikat dengan tali sedemikian keras pada bagian lengan dan
kaki sehingga ikatan itu melukai tulangnya."


59. Tahun 1232. Inkuisisi pertama kali dibentuk pada tahun 1232, sebuah
pengadilan berhadapan dengan kejahatan yang dipikirkan dan sendiri
dilengkapi dengan "polisi," untuk mencari dan menghancurkan orang-orang
bidaah terakhir yang berhasil menyelamatkan diri mereka setelah sekitar 1
juta orang Albigensia di Prancis Selatan telah dijagal didalam Perang salib
yang pertama yang diharapkan untuk membunuh orang-orang Krsten yang lain. Di
dalam Banteng "Ad Extirpanda" ("Untuk dihancurkan/dibasmi") Paus Innocentius
IV telah memutuskan 1252 para penguasa sekuler harus menangkap dan
mengeksekusi semua orang Kristen non-Katolik.

Pengadilan inkuisisi telah mendominasi sejarah Eropa dan daerah-daerah
jajahannya sampai awal periode modern, setelah pembasmian orang-orang bidaah
(heretics/heresy) dipusatkan sebagian besar kepada para tukang sihir wanita;
dan Inkuisisi Spanyol mengamuk sampai pertengahan abad ke sembilan belas,
namun kemudian dihidupkan kembali di bawah seorang Diktator Kristen yang
fanatik Jendral Franco pada abad 20.

Tidak dalam semua kasus para korban langsung dieksekusi, bagaimanapun.
Beberapa orang sebagai gantinya dihukum untuk memakai selama bertahun-tahun
sebuah "pakaian malu" yang serupa kepada seorang Yahudi yang dipaksa untuk
memakainya. Lagipula ada Murus Largus, hukuman penjara seumur hidup di dalam
sel di bawah tanah yang dingin dan gelap, di mana para narapidana dirantai
kaki dan tangannya menghadap tembok di sebuah sel yang tak berjendela.

Para terhukum itu dibakar sampai mati, dengan jelas, mereka harus lebih dulu
memakai sebuah topi khusus untuk menyelubungi para bidaah itu, yaitu
mengenakan sebuah topi bidaah yang menirukan sebuah topi tinggi uskup-uskup
yang lazimnya. Sering lidah korban dikerat dengan penjepit merah dan panas
sebelum mereka diikat kepada pancang, suatu ukuran kedua-duanya untuk
mencegah dan untuk menghukum penghinaan pada Tuhan.

Suatu prasangka yang dipegang adalah bahwa hanya negara-negara Katolik yang
mengalami teror oleh Pengadilan inkuisisi, tetapi sesungguhnya, secepat
mereka mempunyai kuasa untuk melakukannya, para penguasa dan alim ulama
Protestan memasukkan sendiri inkuisisi.

Salah satu dari korban yang terkenal dari Protestan ini versi pembasmian
terhadap bidaah adalah di abad yang yang keenambelas dimana seorang Dokter
Spanyol Michael Servetus telah melarikan diri dari Spanyol hanya untuk
ditangkap oleh seorang tokoh "pembaharu" terkenal John Calvin di Swiss.
Servetus akhirnya dibakar di pancang di Geneva, Swiss.

Seorang inkuisitor (penyelidik) menginterogasi seorang yang dicurigai di
bawah siksaan. Satu metode favorit adalah mengikat tangan korban yang tidur
berbaring kebelakang dan kemudian menggantung dia pada sebuah tali yang
diikat kepada tangan nya. Proses ini menarik lengannya ke luar terlepas dari
pangkalnya, yang mana menyebabkan rasa sakit yang mengerikan (dan sering
juga yang dilumpuhkan orang yang dicurigai seumur hidup, bahkan ketika ia
dibebaskan kemudian).

Kebanyakan dari eksekusi adalah membakar para korban hidup-hidup. Adalah
sebuah tindakan yang bermurah untuk yang yang mulia atau yang kaya untuk
mencekik mereka sebelum mereka dibakar di pancang.

Tidak semua yang telah diputuskan untuk dibakar hidup-hidup diikat pada
pancang. Beberapa orang sebagai gantinya secara pelan-pelan dipanggang
sampai mati di dalam oven, sejenis tungku yang mana kemudian pelan-pelan
dipanaskan. Ketika tiga orang bidaah telah pasrah atas nasib mereka, satu
orang harus didorong ke dalam tungku itu.

HANYA KRISTEN YANG MAMPU SEKEJAM DAN SEBIADAB ITU! DASAR KRISTEN!


60. 12 Juli 1233, pelabuhan Iskandariah di Mesir dikepung oleh kapal-kapal
perang Tentara Salib dari Belanda. Pada saat itu, Salahuddin Al-Ayyubi,
pahlawan muslim dalam Perang Salib yang merupakan pemimpin di pelabuhan
tersebut, sedang tidak berada di tempat tersebut. Namun demikian, pasukan
muslimin tetap berjuang keras untuk mempertahankan pelabuhan tersebut.
Ketika akhirnya Salahuddin Al-Ayyubi tiba, ia memimpin perlawanan kaum
muslimin sampai akhirnya mereka berhasil mengusir tentara Salib, yang
nampaknya masih belum kenyang untuk terus melakukan pembantaian terhadap
umat Islam.


Tuhan mereka, baik yang bapak maupun anak juga telah menunjukkan sendiri
kebiadaban dan kebrutalan mereka.

Sedangkan oknum Tuhan yang ketiga -Tuhan Roh Kudus- selalu membimbing dalam
setiap perusakan, penyiksaan, pembantaian, pemerkosaan dan segala kebiadaban
lainnya yang dilakukan oleh orang Kristen.

TUHAN BABE, PEMEGANG REKOR PEMBANTAIAN UMAT MANUSIA
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/39841

20 DOSA YESUS KRISTUS
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/32798


62. Tahun 1235. Di Fulda, Jerman: 34 laki-laki dan perempuan Yahudi dibunuh.


63. 13 September 1250, terjadi perang Manshuriah yang merupakan salah satu
perang dalam peperangan Salib antara kaum Kristen dan umat Islam. Perang
yang terjadi di sebuah kawasan bernama Manshuriah di Mesir ini, dimulai oleh
St.Louis, raja Prancis. Pasukan muslim yang dipimpin oleh Shalahuddin
Al-Ayubi berhasil mengalahkan pasukan Kristen dan kemudian St.Louis ditawan
oleh pasukan muslim.


64. Tahun 1257, 1267: Masyarakat Yahudi di London, Canterbury, Northampton,
Lincoln, Cambridge, dan lain-lain dibasmi oleh orang-orang Kristen.


65. Tahun 1290. Raja Inggris, Edward mengusir keluar orang-orang Yahudi dari
wilayahnya secara paksa. Inggris yang telah menjadi negara kuat juga
menginvasi Irlandia, kemudian melakukan tindakan brutal terhadap penganut
agama Katolik di Irlandia sehingga menimbulkan korban jiwa yang cukup besar.
Peristiwa ini menjadi akar konflik antar agama di Irlandia (Utara) kemudian.


66. 1290 di Bohemian (Polandia) diduga sekitar 10.000 Yahudi dibunuh.


67. Tahun 1291. Istirahat Perang salib, sampai kejatuhan Akkon tahun 1291
mungkin telah jatuh 20 juta korban (di Palestina dan wilayah Arab/Turki).


68. Tahun 1306. Raja Prancis, Philippe menghalau orang-orang Yahudi keluar
dari Prancis. Menurut fakta sejarah, Raja Phillippe kemudian membolehkan
sebagian dari mereka untuk kembali ke Prancis selepas itu, tetapi keputusan
untuk mengusir mereka kembali dilakukan pada 90 tahun kemudian.


69. 1337 Bermula di Deggendorf, Jerman, orang-orang Yahudi dibunuh di 51
kota di Bavaria (Jerman), Austria, dan Polandia.


70. 1348 Semua orang Yahudi di Basel, Swiss dan Strasbourg, Prancis sebanyak
dua ribu orang dibakar.


71. Tahun 1349. Di lebih 350 kota Jerman semua Yahudi dibunuh, kebanyakan
dibakar hidup-hidup. Dalam satu tahun ini saja jumlah orang Yahudi yang
dibunuh jauh lebih banyak dibandingkan jumlah orang Kristen yang dibunuh
selama 200 tahun penindasan Romawi terhadap orang Kristen.


72. 25 Mei tahun 1360, sekelompok pelaut Prancis tiba di Teluk Guinea
Afrika. Sebelumnya, perairan Guinea di Afrika sejak tahun 1460 telah
didatangi oleh pedagang Portugis. Sejak tahun 1849, penguasa Prancis
mendelarasikan kawasan di tepi Teluk Guinea yang saat itu diberi nama oleh
Prancis dengan nama Rivieres Du Sud, menjadi kawasan koloninya yang
disatukan dengan Senegal. Dengan seenak udelnya para Kristen penjajah itu
menyatakan daerah yang ditemuinya itu sebagai koloninya.

Penduduk pribumi Guinea berusaha melawan kolonialisme ini, namun akhirnya
kalah. Pada tahun 1891, Rivieres Du Sud dipisahkan dari Senegal dan menjadi
koloni terpisah yang diberi nama Guinea. Guinea akhirnya merdeka dari
penjajahan Prancis pada tahun 1958.


73. Tahun 1370. Di Belgia orang-orang Yahudi diusir keluar secara
beramai-ramai untuk meninggalkan negara itu.


74. Tahun 1380. Di Cekoslovakia, bangsa Yahudi juga dihalau keluar dari sana
oleh Kristen.


75. 1389 Di Praha, Cekoslovakia 3.000 Yahudi dibantai.


76. Tahun 1391 orang-orang Yahudi dibunuh, Uskup Martinez yang memimpin.
4.000 orang dibunuh, 25.000 dijual sebagai budak. Identifikasi mereka adalah
yang sebuah "lencana malu", sebuah tanda yang dibuat oleh orang-orang
Kristen untuk dipakai oleh orang-orang Yahudi berumur diatas 10 tahun,
mereka dipaksa untuk memakainya.


77. Tahun 1394. Orang-orang Yahudi kembali diusir keluar dari Prancis.


78. Tahun 1415 di Spanyol 31.000 orang yang menentang gereja dibakar.


79. Tahun 1416. Di Bohemia Gereja membakar sampai mati John Huss, seorang
kritikus tentang kemutlakan berkenaan dengan kekuasaan Paus. Jerome juga
dibakar hidup-hidup sampai mati.


80. Tahun 1420. Tidak mau kalah dengan negara-negara Kristen lain yang
mengusir Yahudi keluar dari negaranya, Raja Austria, Raja Bright ke-V juga
menghalau Yahudi keluar dari Austria tahun 1420.


81. 3 Mei tahun 1429, pejuang wanita Prancis bernama Joan Of Arc memimpin
pasukannya untuk membebaskan kawasan Orleans dari kepungan Inggris. Saat
itu, Joan of Arc baru berusia 17 tahun.

Pada usia dini, Joan mengaku menerima wahyu dari Kristus dan salah satu isi
wahyu itu adalah perintah untuk membantu Charles VII untuk meraih kembali
mahkota kerajaan serta mengusir Inggris dari tanah Prancis. Atas bantuan
seorang tentara Prancis, Joan of Arc kemudian dipertemukan dengan Charles
VII dan diapun akhirnya diberi kepercayaan untuk memimpin pasukan Prancis.

Pada tanggal 29 April, Joan dan pasukannya berhasil menyusup ke kawasan
Orleans yang dikepung Inggris untuk membawa bantuan perlengkapan militer dan
tambahan pasukan untuk tentara Prancis yang terkepung. Setelah berperang
selama beberapa hari, pada tanggal 8 Mei, tentara Inggris dipukul mundur dan
Orleans berhasil dibebaskan.

Pada tanggal 16 Juli 1429, Joan of Arc mendampingi Charles VII ketika
menerima penobatan sebagai raja Prancis. Namun pada bulan Mei tahun
berikutnya, ketika sedang memimpin ekspedisi militer untuk mengusir tentara
pendudukan dari Prancis, Joan of Arc tertangkap dan diserahkan kepada
Inggris.

Ia diadili oleh Gereja Inggris lalu dikenai tuduhan sebagai penyihir dan
dihukum bakar hidup-hidup. Joan of Arc hingga kini dianggap sebagai pahlawan
nasional Prancis.

Menerima wahyu dari Yesus? Tapi kemudian dibakar hidup-hidup oleh Gereja?
Dan kemudian dinobatkan sebagai pahlawan Prancis? Akh, kebiadaban Kristen
memang sulit dimengerti.


82. Tahun 1433-1434. Portugis tiba di Afrika, pencarian emas dan perdagangan
budak dimulai. Ada gula, ada semut. Ada Kristen, ada perdagangan budak.


83. Tahun 1444. Orang Yahudi diusir keluar di Outricht, Belanda.


84. Tahun 1456. Pertempuran Belgrade 1456, 80.000 orang Turki dibunuh oleh
orang-orang Kristen.
Sampai disini entah sudah berapa banyaknya nyawa umat manusia yang telah
dihabisi oleh orang Kristen. Umat Yahudi disembelih, umat Islam dibantai,
bahkan umat seimanpun dihabisi juga oleh Kristen.

Kekejaman dan kebiadaban Kristen memang terlalu spektakuler, mungkin sudah
menjadi darah daging mereka untuk menghabisi nyawa orang. Buktinya jumlah
manusia yang telah dibunuh oleh orang Kristen berkali-kali lipat lebih
banyak daripada perbuatan sejenis yang dilakukan oleh umat Islam dan agama
lainnya.


85. 3 Desember 1469, Niccolo Machiavelli, seorang sejarawan dan politikus
Italia, terlahir ke dunia di kota Florence, Italia. Pada masa mudanya,
Machiavelli telah menjadi diplomat penting.

Namun, ketika terjadi peralihan kekuasaan, dia disingkirkan dari publik dan
kemudian berkonsentrasi di bidang penulisan sejarah, filsasfat politik, dan
drama. Akhirnya, oleh pemerintah yang berkuasa, Machiavelli ditarik kembali
untuk aktif dalam pemerintahan.

Karya terbesar Machiavelli adalah The Prince yang ditulisnya tahun 1513 dan
diterbitkan tahun 1532, lima tahun setelah kematiannya. Dalam buku yang
kontroversial ini, Machiavelli berpendapat bahwa para pangeran haruslah
meraih kekuasaan absolut atas wilayah kekuasaan mereka dan mereka harus
menggunakan berbagai cara untuk itu, termasuk penipuan.

Dalam beberapa bagian ia bahkan memuji-muji Caesar Borgia yang tiran dan
despotik. Namun, pada tahun 1810, ditemukan surat yang ditulis si Kristen
Machiavelli bahwa dia menulis The Prince dengan tujuan untuk mengambil hati
rezim yang berkuasa di Florence saat itu. Umat Katolik yang taat ini telah
memberikan inspirasi bagi diktator-diktator otoriter seperti Hilter,
Mussolini, Papa Doc, Pinochet dan teroris-teroris Kristen lainnya dalam
melancarkan penindasan terhadap rakyat dan negara yang dikuasainya.


86. Tahun 1471. Para pedagang Portugis di Afrika Barat mendirikan
benteng-benteng agar pendatang baru sulit masuk. Sudah menguasai, tabiat
Kristen adalah tidak ingin ada saingan yang lain.


87. November 1478, Mahkamah Inquisi dibentuk.

Sejarah mencatat betapa misi Kristen telah memakan begitu banyak korban. Di
Spanyol, misalnya, Mahkamah Inquisisi secara resmi dibentuk oleh Paus Sixtus
IV pada November 1478, dan baru berakhir pada 1820. Selama zaman inkuisisi
di Spanyol ini, total lebih dari 68 juta jiwa manusia yang tewas dibunuh
oleh orang-orang Kristen.

Pembentukan ini dipicu oleh laporan bahwa para Yahudi dan Muslim yang telah
dipaksa memeluk Kristen (dikenal sebagai conversos dan marranos) masih tetap
mempraktekkan ritualitas agama lama mereka. Selama masa inkuisisi di Spanyol
puluhan juta nyawa umat manusia telah dihabisi oleh Gereja Katolik. Maka itu
mari kita ikuti terus posting ‘masterpiece’ dari Forza Islam
ini.


88. Pada tahun 1480, dimulai satu penyelidikan dan pengadilan terhadap para
Conversos (ex Yahudi) dan Marranos (ex Muslim) hasil pengkristenan paksa
ini, di sebuah jalan utama di Kota Barcelona, Spanyol yang dikenal sebagai
Ramblas. Di sini, semua korban disiksa. Kaum Kristen yang berasal dari
Yahudi, misalnya, dicap sebagai heretics karena masih mempraktikkan tradisi
Yahudi, seperti mengenakan baju linen setiap Hari Sabtu, atau tidak mau
memakan babi. Dalam setahun saja, sebanyak 300 orang telah dibakar
hidup-hidup.


89. Tahun 1483. Di Spanyol pada abad ke-15, sejarah kelam gereja ditorehkan
oleh seorang Paderi Dominikan bernama Tomas de Torquemada.

Kondisi kaum Yahudi dan Muslim terus memburuk setelah Tomas de Torquemada
diangkat sebagai 'inquisitor general' untuk Castil dan Aragon, tahun 1483.
Jumlah yang dibakar hidup-hidup semakin banyak.

Tidak puas dengan membantai para "Yahudi tersembunyi" (crypto-Jews),
Torquemada kemudian berusaha mengusir seluruh Yahudi dari Spanyol. Upaya ini
kemudian berhasil, dengan dikeluarkannya perintah pengusiran Yahudi dari
Spanyol oleh Ferdinand dan Isabella, yang dikenal dengan General Edict on
the Expulsion of the Jews from Aragon and Castile. (Martin Gilbert (ed),
Atlas of The Jewish People, hal. 61-64.)

Sejak abad ke-XIV sampai XIV ini, terjadi pembantaian dan pengusiran
terhadap bangsa Yahudi. Tomas de Torguemeda (1420-1498), kepala pengadilan
inkuisisi Spanyol telah membantai kurang lebih 2.000 orang dengan siksaan
dan mengusir sekitar 200.000 orang bangsa Yahudi.

Waktu itu, sang Paderi ditunjuk oleh Raja untuk menjadi Inquisitor Agung
yang tugasnya mengusut bathin orang: Apakah ia seorang Kristen tulen,
ataukah dia mempunyai kesetiaan yang bercabang. Kerja Tomas yang dikenal
sebagai sang Inquisitor Agung paling kejam ini berjalan dengan mulus. Selama
ia menunaikan kepercayaan Raja, banyak orang yang berhasil ia telisik
hatinya. Mereka yang diidentifikasi melakukan bidah dan tak taat pada ajaran
kristiani yang "murni" kemudian dihukum. Sejarah mencatat, selama Tomas
menjadi Inquisitor Agung tak kurang 2.000 orang telah berhasil ia habisi
dengan cara keji, yakni mati dibakar atas titahnya!


90. Tahun 1483. Bangsa Katolik Kolonialis Portugis bersahabat dengan Raja
Kongo di Afrika. Mereka sepakat untuk membiarkan perdagangan perbudakan
serta Raja Kongo dibaptis. Cocok sekali memang, Kristen dengan raja yang
zalim = saling melengkapi.


91. Dari awal Kekristenan sampai tahun 1484 lebih dari beberapa ribu orang
tukang sihir (umumnya wanita) yang telah dibunuh. Di dalam jaman pemburuan
tukang sihir (1484-1750) menurut para sarjana modern beberapa ratus ribu
(80% diantaranya wanita) yang dibakar di pancang atau digantung oleh
orang-orang Kristen fanatik-biadab itu. Walau daftar kasus yang
didokumentasikan tidak terlalu komplet, riwayat dibakarnya ratusan ribu
orang oleh orang-orang Kristen atas tuduhan tukang sihir tidak bisa
dipungkiri.


92. 2 Januari 1492. Pada kurun waktu tahun 1492, ada tiga peristiwa penting
yang tidak bisa dilupakan dalam sejarah hidup manusia.

Peristiwa pertama terjadi pada 2 Januari 1492. Pasukan Raja Ferdinand dan
Ratu Isabella, dua penguasa Katolik yang pernikahannya pada waktu itu mampu
menyatukan dua kerajaan Iberia kuno, Aragon dan Castille, berhasil
menaklukkan negara kota Granada. Dengan penuh haru dan bangga, para khalayak
memandangi panji-panji Kristen yang dikibarkan di tembok-tembok kota. Dan
ketika berita itu menyebar, bunyi lonceng pun didentangkan dengan penuh
keagungan di seluruh Eropa.

Riwayat di atas dipaparkan Karen Armstrong, pakar lintas agama di daratan
Inggris dan Amerika Serikat dalam buku The Battle for God. Gemuruh lonceng
itu, menurut Arsmtrong, karena Granada merupakan pertahanan terakhir kaum
muslim di daerah Kristen. Perang Salib melawan Islam di Timur Tengah memang
gagal, namun setidaknya kaum muslim telah terusir dari Eropa.

Padahal sejak awal penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam telah membuka
era baru bagi semenanjung tersebut. Hal ini mendorong timbulnya revolusi
sosial dimana kebebasan beragama benar-benar diakui. Ketidaktoleransian dan
penganiayaan yang biasa dilakukan oleh orang-orang Kristen, digantikan oleh
toleransi yang tinggi dan kebaikan hati yang luar biasa oleh penguasa
muslim. Kota-kota yang ditaklukkan menerima syarat-syarat yang menguntungkan
yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Tentara Islam yang kedapatan melakukan tindakan kekerasan dikenakan hukuman
yang berat. Tidak ada harta atau tanah milik rakyat yang disita dengan
sewenang-wenang. Orang-orang Islam malahan memperkenalkan sistem perpajakan
yang jitu dan dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu serta
menjadikannya sebagai negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristen dibiarkan
memiliki hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semua
komunitas mendapat kesempatan yang sama dalam pelayanan umum.

Pemerintahan penguasa-penguasa Islam yang baik dan bijaksana ini membawa
efek yang baik. Orang-orang Kristen, termasuk para pendetanya yang pada
mulanya meninggalkan rumah mereka dalam keadaan ketakutan, kembali pulang
dan menjalani kehidupan yang makmur dan bahagia. Seorang penulis Kristen
terkenal menulis: "Muslim-muslim Arab itu mengorganisir kerajaan Kordoba
dengan baik, yang merupakan keajaiban Abad Pertengahan. Merekalah yang
memegang obor pengetahuan dan peradaban, kecemerlangan dan keistimewaan
kepada dunia Barat di saat semua negara Eropa terperosok di dalam
percekcokan dan kebodohan yang biadab."


93. 31 Maret 1492. Peristiwa kedua pada tahun 1492, lanjut Karen Armstong,
terjadi pada 31 Maret 1492, yaitu ketika Ferdinand dan Isabella
menandatangani Perintah Pengusiran (Edict of Expulsion) yang dibuat untuk
membersihkan Spanyol dari kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi juga diberi
pilihan: dibaptis masuk Kristen atau dideportasi. Menurut Armstrong, banyak
kaum Yahudi yang sangat mencintai Andalus (nama lama dari kerajaan muslim di
Spanyol), sehingga mereka terpaksa masuk Kristen supaya tetap tinggal di
Spanyol.

Namun, banyak pula kaum Yahudi yang tidak sudi untuk memeluk agama Kristen,
yang mereka tahu pasti menyimpang dari ajaran nabi-nabi mereka selama ribuan
tahun. Maka sekitar 80.000 orang Yahudi kemudian menyeberang ke Portugal,
dan ada 50.000 orang yang mengungsi ke kerajaan baru Islam Utsmaniyah,
dimana mereka disambut dengan baik. Banyak diantara orang-orang Yahudi yang
diusir keluar itu tewas dalam perjalanannya karena dirampok secara keji
-lagi-lagi- oleh orang-orang Kristen.

Selain bermotif keagamaan, pengusiran kaum Yahudi dan Muslim dari Spanyol
oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella juga memberikan banyak kekayaan kepada
para penguasa Kristen Spanyol. Dengan pengusiran itu, mereka berhasil
menguasai seluruh kekayaan Yahudi dan Muslim dan menjual mereka sebagai
budak. Bahkan, diantara mereka yang diusir itu, mereka dirampok di tengah
jalan dan sering dibedah perutnya untuk mencari emas yang diduga
disembunyikan dalam perut kaum yang terusir itu.

Masa kekuasaan Ferdinand -The King of Aragon- dan Isabella -the Queen of
Castile- dicatat sebagai puncak persekusi kaum Yahudi dan Muslim di Spanyol.
Keduanya dikenal sebagai "the Catholic Kings", yang dipuji sebagai pemersatu
Spanyol. Namun berlumuran darah ribuan umat Islam dan Yahudi yang mereka
bantai.


94. 2 Agustus 1492. Peristiwa ketiga di tahun 1492, menurut Armstrong yang
lulusan Oxford University ini, berkaitan dengan seseorang yang mengalami
langsung saat-saat pendudukan Kristen di Granada. Pada Agustus, Christopher
Columbus alias Cristobal Colon, seorang kepercayaan Ferdinand dan Isabella,
berlayar dari Spanyol untuk menemukan jalur perdagangan ke India, suatu misi
yang justru akhirnya menemukan Amerika. Tiga peristiwa itu mencerminkan
kejayaan dan kehancuran dari periode awal modern.

Sehari sebelum rezim Columbus berangkat, 2 Agustus 1492 menuju Palos,
kesemua yang menganut agama Yahudi, seramai 120.000-150.000, serta penduduk
yang muslim seketika itu juga diusir dari Moorish (Granada) ke Afrika,
dipaksa meninggalkan tanah airnya dan semua harta kekayaan: emas, perak,
perhiasan dan apa saja yang dimilikinya, dirampok oleh rezim Cristobal
Colon, nama lain daripada Columbus.

Pada 3 Agustus tahun 1492, dimulailah perjalanan terbesar Christopher
Columbus, seorang pelaut Italia. Christopher Columbus menandatangani
perjanjian dengan Raja dan Ratu Spanyol yang berisi penugasan untuk
menemukan jalan baru menuju India.

Columbus bersama 120 pelaut lainnya, dengan menggunakan 3 kapal, berlayar
dari pelabuhan Paulus Spanyol dan 33 hari kemudian mereka bertemu dengan
daratan yang mereka sangka adalah India. Ternyata, daratan yang dilabuhi
oleh Columbus dan rombongannya adalah kepulauan Salvador yang terletak di
benua Amerika. Dengan demikian, tanpa disadari oleh Columbus, dia menemukan
benua baru yaitu benua Amerika.

Masa kekuasaan Kristen itu memang telah berakhir di Barat. Masyarakat
Kristen Barat sendiri mengalami trauma dengan kekejaman-kekejaman yang
dilakukan oleh tokoh Gereja dengan mengatasnamakan wakil Kristus.

Karena itu, kemudian mereka tidak memberi tempat lagi kepada institusi
Gereja untuk berkuasa dalam semua bidang, seperti di zaman pertengahan
Eropa. Hanya saja, mereka pun tetap memanfaatkan misi Kristen untuk
kepentingan kolonialisme dan imperialisme mereka.


95. 28 Oktober 1492, Christopher Columbus berhasil menemukan pantai timur
Kuba dan kemudian, pasukan Spanyol memasuki pulau ini serta menguras
kekayaan alam di sana. Untuk memperkuat penguasaannya atas Kuba, pasukan
Spanyol kemudian melakukan pembunuhan massal terhadap orang-orang Indian
yang merupakan penduduk pribumi.

Namun, rakyat Kuba terus melakukan pemberontakan secara sporadis dan
berakhir pada bentuk perjuangan kemerdekaan. Akhirnya, setelah melalui
berbagai tahap, pada tahun 1898, Kuba berpindah ke bawah kekuasaan Amerika.
Baru pada tahun 1902, negara ini berhasil meraih kemerdekaannya.


96. Tahun 1492-1496. Di Hispaniola, populasi Indian (Arawak), orang-orang
Indian yang ramah itu segera berkabung dengan tewasnya 50.000 orang ketika
Colombus datang.

Dimulai dengan Columbus (seorang bekas pedagang budak dan kemudian menjadi
orang Kudus) penaklukan Dunia baru mulai, seperti biasanya dipahami adalah
untuk menyebarkan Kekristenan.

Dalam beberapa jam sejak mendarat di pulau berpenghuni pertama yang ia
temukan di Karibia, Columbus menangkap dan memenangkan enam pribumi, ia
berkata, "hendaknya kalian menjadi pelayan kebaikan... dan akan lebih mudah
untuk dijadikan Kristen, karena nampak kepada saya bahwa mereka tidak
termasuk penganut agama manapun."

Ketika Columbus sedang memikirkan orang-orang Indian sebagai "idolators" dan
"para budak", sebanyak apapun yang dipesan, temannya, Michele de Cuneo,
seorang bangsawan Italia, menunjuk penduduk asli seperti "binatang buas"
sebab "mereka makan manakala mereka lapar," dan bercinta "secara terbuka
kapan saja mereka merasa mau."

Setiap Colombus menginjakkan kakinya di di semua pulau yang dia datangi, ia
menancapkan Salib. Membuat deklarasi yang diperlukan -Requerimento- untuk
mengklaim tanah bagi boss Katoliknya di Spanyol.

Kalau orang-orang Indian menolak atau menunda penerimaan mereka,
requerimento itu berlanjut.

Deklarasi itu berbunyi sbb:

"I certify to you that, with the help of God, we shall powerfully enter your
country and shall make war against you.. And shall subject you to the yoke
and obedience of the church..and shall do you all mischief that we can, as
to the vassals who do not obey and refuse to receive their lord and resist
and contradict him".

"Aku menjamin kepada kalian bahwa, dengan bantuan Tuhan, kami dengan
kekuatan penuh masuk ke negerimu dan akan berperang terhadap kamu.. Dan hal
yang terpenting dari kamu adalah mengenai ketaatan terhadap gereja... dan
akan apakah kamu semua melakukan kejahatan yang kita dapat, menyangkut
budak/pengikut yang tidak mematuhi dan berkeberatan untuk menerima raja
mereka dan menentang dan membantah dia".

Kepala suku Hatuey melarikan diri beserta orang-orangnya tetapi berhasil
ditangkap dan dibakar hidup-hidup. Ketika dia sedang diikat di kayu, Pastor
Fransiscan mendesaknya untuk mengakui Yesus sehingga jiwanya dapat pergi ke
"Sorga" daripada ke neraka. Hatuey menjawab bahwa jika sorga itu adalah
tempat bagi orang-orang Kristen maka dia lebih memilih pergi ke neraka.

Apa yang terjadi pada Indian suku Arawak itu dilukiskan oleh saksi mata:

"The Spaniards found pleasure in inventing all kinds of odd cruelties ...
They built a long gibbet, long enough for the toes to touch the ground to
prevent strangling, and hanged thirteen [natives] at a time in honor of
Christ Our Saviour and the twelve Apostles... then, straw was wrapped around
their torn bodies and they were burned alive."

Or, on another occasion: "The Spaniards cut off the arm of one, the leg or
hip of another, and from some their heads at one stroke, like butchers
cutting up beef and mutton for market. Six hundred, including the cacique,
were thus slain like brute beasts...Vasco [de Balboa] ordered forty of them
to be torn to pieces by dogs."

The "island's population of about eight million people at the time of
Columbus's arrival in 1492 already had declined by a third to a half before
the year 1496 was out." Eventually all the island's natives were
exterminated, so the Spaniards were "forced" to import slaves from other
caribbean islands, who soon suffered the same fate. Thus "the Caribbean's
millions of native people [were] thereby effectively liquidated in barely a
quarter of a century". "In less than the normal lifetime of a single human
being, an entire culture of millions of people, thousands of years resident
in their homeland, had been exterminated."

["Orang-orang orang Spanyol itu menemukan kesenangan di dalam melakukan
berbagai macam kekejaman yang aneh... Mereka membangun suatu tiang gantung
yang panjang, yang cukup panjang bagi jari kaki untuk menyentuh landasan
untuk mencegah cekikan, dan menggantungkan tigabelas orang secara serentak
untuk menghormati "Kristus Kita" dan duabelas Rasul... kemudian, jerami
dibungkus di sekitar tubuh-tubuh mereka yang koyak itu dan kemudian mereka
dibakar hidup-hidup."

Atau, pada kesempatan yang lain: "Orang-orang Spanyol itu memotong tangan
salah satu orang, pinggul atau kaki atau yang lain, dan juga memotong
beberapa kepala dalam sekali tebas, seperti penjagal yang memotong daging
sapi dan domba di pasar. Enam ratus, mencakup cacique, yang telah dibantai
dengan sangat buruk... Vasco [de Balboa] memerintahkan empat puluh orang di
antara mereka yang telah koyak berkeping-keping diberikan kepada anjing.

'Populasi pulau sekitar delapan juta orang ketika kedatangan Columbus pada
1492 telah merosot sepertiga menjadi setengah sebelum tahun 1496 berakhir.'
Secepatnya semua penduduk asli pulau dibasmi, sehingga orang-orang Spanyol
menjadi "pemaksa" untuk mengimport para budak dari pulau-pulau Karibia
lainnya, yang segera menderita nasib yang sama. Begitu pula "berjuta-juta
penduduk pribumi Karibia secara efektif yang dibubarkan hanya dalam
seperempat abad". "Dalam waktu kurang dari seumur hidup kehidupan manusia
normal, suatu keseluruhan kultur berjuta-juta orang, beribu-ribu penduduk
tahun di tanah tumpah darah mereka, telah dibasmi."]

Menurut hasil penelitian Sherburne dan Woodrow dari Universitas California,
mengkalkulasikan bahwa jumlah penduduk di sini telah merosot secara tajam,
terutama sesudah tahun 1496. Penelitian tersebut membuktikan, bahwa
berdasarkan angka pada grafik yang terdapat tahun 1492 menunjukkan, bahwa
jumlah penduduk Hispaniola ketika itu mencapai 8 juta jiwa.

Akan tetapi jumlah tersebut secara mengejutkan telah menurun drastis kepada
kurang dari 100.000 jiwa pada tahun 1508, 1511, 1514 dan 1518, akibat
pembunuhan massal yang biadab disamping adanya serangan penyakit. Bahkan
penelitian tersebut menyimpulkan, penduduk di sini, yang dewasa tinggal
22.000 tahun 1514. Kendatipun menurut peneliti lain -Cook dan Borah- bahwa
jumlah penduduk yang resmi sudah bertambah kepada kira-kira 27.800 orang.

Apa yang sudah berlaku di sini? Jumlah penduduk asli dari 8 juta pada tahun
1492, dalam jangka masa 20 tahun hanya tinggal 28.000 jiwa. Ini berarti
lebih 90% bangsa Hispaniola telah dibunuh secara keji oleh rezim Katolik
Columbus!.

Satu contoh lain, populasi sebuah pulau, adalah 200.000 apabila Columbus
mulai sampai kesana, dan langsung turun menjadi 50.000 saja 20 tahun
kemudian, dan pada 1540 hanya seribu yang masih tinggal. Di pulau
Hispaniola, populasi yang asalnya adalah 7-8 juta pada 1492, telah jatuh
kepada 4 juta pada 1496, dan hanya tinggal 125 orang pada tahun 1570.

Menurut pandangan ahli sejarah, kurang seabad Columbus menjejakkan kakinya
ke benua tersebut 95 juta orang telah dibunuh beramai-ramai oleh penjajah.
Ketika Columbus menemukan benua Amerika, terdapat 30 juta orang asli tinggal
di benua tersebut. Hasil daripada pembunuhan beramai-ramai sejak dahulu
sehingga sekarang, mereka telah berada pada kedudukan menjadi satu bangsa
yang berpopulasi kurang daripada 2 juta.

Dengan terungkapnya fakta ini, Kirkpatrick Sale, telah menyimpulkan bahwa:
"That is more than decimation, it as a carnage of more than 99 percent,
something we must call closer to genocide, and within a single generation".
Artinya: "Tindakan ini lebih daripada pembantaian, ini adalah suatu
pembunuhan besar-besaran yang menewaskan lebih dari 99%, satu perbuatan yang
mesti kita namakan genocide dalam satu generasi". [Kirkpatrick sale, The
conquest of Paradise: Christopher Colombus and the Columbian Legacy, 1991]

Malahan menurut Las Casas bahwa: "Pada masa itu -tahun 1542- hanya 200
penduduk asli yang tinggal di Hispaniola, mungkin penduduk asli terakhir
yang duduk di pulau ini, dimana satu atau dua dekade sebelumnya sudah
musnah."

Yang tidak kalah pentingnya dalam misi Columbus ini ialah, terungkapnya
fakta bahwa pihak Gereja Spanyol terlibat langsung dalam semua rentetan
peristiwa biadab ini. Dalam konteks ini Kirkpatrick Sale mengkritik tajam.

Kirkpatrick Sale mengatakan: "On a higher level, there was the
church-sponsored violence known as the inquistion, with went, methodically
and heartlessly, after any variety of heretic or dissenter, reformer or
mystic, attempting to do by the sword - or by the torturer's rack and the
auto-de-fe what it could not do by word or prayer, under whose jurisdiction
countless millions were imprisoned, by whose decree countless hundreds or
thousand were killed. The inquistion in Spain was the brutal of all in the
fifteenth century, in part because it was, uniquely, under the control of
crown of Castile and Aragon"

(Dalam level tertinggi, mengikuti penyelidikan ternyata diketahui, bahwa
Gereja merupakan sponsor utama dalam tindak kekerasan yang dilakukan secara
teratur dan tidak mengenal belas kasihan, sesudah beberapa pendapat atau
keterangan yang saling berbeda, pembaharu (yang nampak -red), atau yang
mistik (tersembunyi -red), berupaya melakukan dengan pedang -atau
algojo-algojo yang memenggal dan secara resmi ianya tidak dilaksanakan di
bawah perintah dan doa yang menghukum penjara berjuta-juta orang tanpa ada
batas waktu, memberi perintah kepada ratusan atau ribuan orang untuk dibunuh
sebanyak-banyaknya. Menurut penelitian, Spanyol memang telah bertindak
beringas (brutalitas) di abad ke 15, peristiwa yang tiada taranya ini
langsung diawasi oleh sang Mahkota dari Castle (ratu-red) dan (raja-red)
dari Aragon)

"They bear no arm, not are they acquainted with them, for is showed them and
they grasped them by the blade and cut themselves trough ignorance".
Artinya: "Mereka tidak memanggul senjata, mereka tidak bisa menyesuaikan
diri dengan mereka, sebab memperlihatkan dan mengancam dengan sebilah pisau
yang digenggamnya dan membunuh mereka dengan jahil". [Kirkpatrick Sale, The
Conquest of Paradise: Cristopher Colombus and the Columbian Legecy, l991]

Kendatipun sepulangnya dari penjelajahan, Colon (Columbus) telah memberi
kesaksian atas segala perbuatannya, akan tetapi di depan Mahkamah ia
mengaku: "Kami tidak pernah membina tangsi sebagai benteng militer, sebab
kita tahu bahwa rakyat asli tidak memiliki senjata." Dalam realitasnya rezim
Colon tetap saja membina pangkalan militer, setidak-tidaknya sebagai
persembahan kepada Gereja bahwa "peradaban telahpun kita bangun di sini."

Di sini tidak ada satu perkarapun yang bisa ditutup-tutupi lagi, segalanya
terlihat jelas, bahwa pengusiran, penyembelihan, perkosaan, perbudakan dan
pembinasaan serta penghancuran terhadap semua nilai-nilai milik bangsa
terjajah telah musnah sama sekali di Hispaniola, yang diberi sendiri oleh
nama Columbus dan sekarang tanah yang pernah berkubang darah pembantaian
oleh orang-orang Kristen ini dibelah dua menjadi Haiti dan Republik
Dominika.

Sale, secara lebih ekstrem mengatakan bahwa: "Perjalanan Colon adalah
penjelajahan yang penuh berlumur darah, penghancuran budaya bangsa asli,
perbudakan dan genocide. Dengan kata lain: kolonialisme yang banyak
melahirkan penderitaan dimana-mana."

Setelah petualangan Colon dipublikasikan, muncullah anekdot Barat "The White
Men's Burden" (Tanggung-jawab Orang Kulit Putih), merasa diri mereka sebagai
tuan dan bertanggungjawab untuk mengajari bangsa-bangsa yang menurut
pandangan Barat belum beradab. Di atas dasar itu faham "imperialisme"
dikembangkan sebagai alasan melangkah jauh ke dunia lain dengan maksud
melakukan 'kolonialisme'.

Sebab tanggungjawab yang Barat maksudkan barangkali karena mereka memiliki
modal, sehingga atas nama negara atau atas nama "feodalism' dan 'kapitalism'
mereka menentukan hitam-putihnya nasib atau masa depan bangsa-bangsa yang
dijajah. Bahkan untuk mewujudkan faham-faham tersebut, Barat dan Amerika
tidak segan menganiaya, membunuh dan menghancurkan milik bangsa terjajah,
seterusnya Barat membina kebahagiaan di atas penderitaan bangsa-bangsa lain.
Mereka tahu bahwa kekayaan bumi Eropa ternyata tidak berarti apa-apa, jika
dibanding bumi Afrika, Amerika Latin, Australia dan Asia.





97. Abad 15: Perang salib melawan Hussites, ribuan orang terbunuh.


98. Abad 15 di Polandia: 1019 gereja dan 17.987 desa dirampas oleh ksatria
Kristen yang telah diberi perintah. Jumlah korban tidak diketahui.


99. Tahun 1493-1494. Perjanjian Tordesilas. Sejarah mencatat, imperialisme
pertama di dunia dipelopori oleh Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol,
keduanya mendapat mandat dari Paus Alexander VI tahun 1493, yang kemudian
dipertegas dalam Perjanjian Tordesilas tahun 1494, yang pada pokoknya
menugaskan agar para penjelajah (Conquestadores) dan pedagang dari negeri
Katolik menyiarkan agama Katolik di negeri-negeri yang dijajahnya. Para
missionaris ikut menumpang di tiap-tiap kapal penjelajah.

Mereka para Kristen-penjajah itu memang tidak berniat berdagang tetapi
merampok. Kalau memang berniat untuk berdagang tentu pada kapal-kapal mereka
terdapat barang-barang yang akan mereka jual. Tetapi kenyataannya tidak.
Kapal-kapal mereka justru dipenuhi oleh batu dan meriam. Mereka memang
berniat untuk merampok dan menguras kekayaan bangsa lain, selain melakukan
pembantaian massal, hobby tradisional orang Kristen tentunya.


100. Tahun 1499, penduduk muslim Spanyol oleh Raja Ferdinand dan Ratu
Isabella diberikan dua pilihan: pindah agama atau dideportasi. Sejak itu,
selama beberapa abad Eropa menjadi daerah bebas muslim. Diatas tadi Forza
Islam sudah menyinggungnya, namun kali ini kita akan membahas mengenai asal
muasal istilah "April Mop". Ternyata itu semua berasal dari kebiadaban
Kristen. Begini ceritanya...

Dahulu kala, Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam namun memperaktekkan
kehidupan secara Islam. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga
bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk
musik, untuk bir dan juga segala hal yang diharamkan dalam Islam. Jika
mereka membaca tentang hijab di Al-Qur'an, mereka mempraktekkannya tidak
seperti kebanyakan kita.

Kaum Kafir mencoba membersihkan Islam dari kekuasaan Spanyol, mereka selalu
gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Lalu mereka
mengirim pengintai ke Spanyol untuk mempelajari Islam dan menemukan bahwa
kekuatan yang dimiliki kaum Muslim adalah taqwa. Begitu kaum Kristen
mengetahui kekuatan umat Islam, mereka mencari strategi untuk
menghancurkannya.

Mulailah dengan mengirim alkohol dan cigarette secara gratis kepada mereka.
Taktik ini cukup berhasil dan melemahkan keyakinan umat Islam terutama kaum
mudanya. Hasil dari usaha ini adalah jatuhnya Spanyol dari kekuasaan umat
Islam dan mengakhiri penguasaan umat Islam seluruhnya terhadap Spanyol
selama delapan ratus tahun.

Daerah terakhir yang jatuh kepada kekuasaan kaum Kristen adalah Grenada
(Ghornata) pada tanggal 1 April.

Dibalik perayaan April Mop (April Fool's Day) ini, sangat dipercayai bahwa
April Mop mula mula dirayakan pada saat kejatuhan kerajaan Islam di Spanyol.
Setelah sekian lama berkuasa di Granada, Spanyol, kerajaan Islam akhirnya
runtuh diserang tentara-tentara Kristen. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol
(orang Moors) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri.
Tentara-tentara Kristen tidak puas dan berusaha untuk menghapuskan
orang-orang Islam dari Spanyol.

Penduduk-penduduk Muslimin ini, diberitahu bahwa mereka diperbolehkan
berlayar keluar dari Spanyol dengan barang-barang keperluan mereka dengan
menggunakan kapal-kapal yang berlabuh di perlabuhan.

Orang-orang Muslimin khawatir dan curiga atas tawaran tersebut,
dikhawatirkan tawaran tersebut merupakan suatu penipuan, kemudian mereka
pergi ke pelabuhan untuk melihat apakah ada kapal yang dimaksud oleh tentara
Kristen dan setelah dilihat keberadaan kapal- kapal tersebut memang ada di
pelabuhan, merekapun membuat persiapan untuk berlayar.

Keesokan harinya (1 April), mereka mengambil semua barangan yang telah
disiapkan lalu menuju ke pelabuhan. Pada saat itulah, pihak Kristen
mengambil kesempatan menggeledah dan membakar rumah penduduk-penduduk Islam
itu. Bahkan mereka juga tidak sempat untuk menaiki kapal karena semuanya
telah musnah dibakar. Pihak Kristen kemudian menyerang kaum Muslimin dan
membunuh kesemuanya, lelaki, perempuan, serta anak-anak kecil. Peristiwa
berdarah yang meyedihkan ini kemudiannya dirayakan oleh tentara Kristen.
Perayaan ini akhirnya dirayakan setiap tahun bukan saja di Spanyol tetapi
juga di seluruh dunia sebagai April Fool's Day.

Bersambung...

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 9:30 am

101. Diakhir abad ke 15 pada saat Vasco da Gama berhasil menemukan rute
pelayaran ke timur sangatlah sedikit pengetahuan pihak barat akan kebudayaan
yang eksotis dari masyarakat disekitar lautan Hindia yang mereka ketahui.
Perdagangan tradisionil yang terjadi di wilayah itu hanyalah diperankan oleh
saudagar saudagar Arab, India, Cina, Melayu saja dan berlangsung terus
berantai hingga mencapai daratan Eropa melalui pedagang-pedagang Italia,
Spanyol, Portugis, Belanda hingga Inggris.

Portugis tercatat sebagai pihak yang sangat berambisi untuk memotong mata
rantai perdagangan itu ke "sumber"nya dan menguasai tata niaga nya. Inilah
permulaan era kolonialisme dunia barat terhadap masyarakat di Asia serta
Timur jauh yang sekarang masih meninggalkan bekasnya disitu.

Kekejaman Katolik Portugis pada saat itu sangatlah tersohor dan juga menjadi
acuan cara penyiksaan tawanan bagi bangsa bangsa lainnya. Cara yang kejam
termasuk juga ditempuh untuk mendapatkan rute pelayaran ke timur yang
dikuasai oleh pelaut pelaut disekitar lautan Hindia yang pandai memanfaatkan
tiupan angin serta keganasan ombak disetiap musim. Kesalahan bangsa barat
yang tercatat sebagai sejarah adalah ditemukannya Amerika melalui rute yang
dipilih kearah barat untuk mencapai India. Penduduk setempat di Amerika
mereka namakan INDIAN karena mereka kira telah menemukan India.

Kepulauan di Nusantara (Indonesia) yang terdiri dari berbagai
kerajaan-kerajaan terlibat dalam pertikaian kekuasaan yang membuka peluang
pihak lain untuk turut terlibat. Barat dalam hal ini Belanda secara bertahap
berhasil menguasai Indonesia akibat pertikaian yang diawali Banten dan
Jayakarta.

Gerbang kolonialisme terbuka dengan diawalinya keterlibatan Belanda yang
biasanya bermula atas permintaan salah satu pihak yang sedang berseteru; hal
mana menunjukan bahwa Barat biasanya masuk lebih akibat suatu "invitation"
dari pada suatu "invasion". Selanjutnya antara sesama kolonialis yang
memiliki hegemoni atas wilayahnya, dengan gampang demi pengawasan
mempertukarkan wilayah di Nusantara ini, contohnya Bengkulu dengan
Singapura, Belitung dengan Pulau Manhattan di Amerika antara Belanda dengan
Inggris.


102. Irlandia abad ke-16 dan 17. Pasukan Inggris "yang menenangkan dan
membudayakan" Irlandia, di mana hanya Gaelic "Orang Irlandia liar", "tidak
beralasan bagaikan binatang buas hidup tanpa pengetahuan dari Tuhan atau
tatakrama kebaikan, bersama-sama tentang barang-barang mereka, lembu,
wanita-wanita, anak-anak dan semua hal yang lain."

Salah satu tentara paling sukses, adalah Humphrey Gilbert, saudara tiri Tuan
Walter Raleigh, yang merintahkan bahwa "heddes dari semua harus dibunuh
sampai mati, dan harus dimutilasi tubuhnya, usaha yang mana untuk
membudayakan Orang Irlandia tentu saja menyebabkan "teror besar-besaran
kepada penduduk manakala mereka berusaha menyelamatkan para bapak mereka,
saudara laki-laki, anak-anak, balita, dam teman-teman". Puluhan ribu orang
Irlandia Gaelic menjadi korban pertumpahan darah itu.


103. 16 Mei tahun 1502, Columbus pertama kali menginjakkan kaki di benua
Amerika untuk pertama kalinya di Trujillo di utara Honduras. Kawasan itu
oleh Columbus diberi nama Honduras yang berarti "kedalaman" karena letaknya
di tepi laut Karibia yang sangat dalam.

Bangsa Spanyol mendirikan pemukiman di Trujillo pada tahun 1525, namun
kemudian mencari daerah jajahan lain yang lebih tinggi. Pada tahun 1537,
Spanyol mendirikan pemukiman di Comayagua di Honduras tengah dan kota ini
menjadi pusat politik dan agama Honduras hingga 350 tahun kemudian. Sejak
tahun 1880, Tegucigalpa dijadikan ibu kota Honduras.

Penduduk pribumi Honduras awalnya melakukan perlawanan terhadap kolonial
spanyol, namun pada tahun 1538, perlawanan tersebut lenyap setelah
terbunuhnya pemimpin perjuangan mereka. Pada tahun 1821, bersama dengan
negara-negara Amerika Latin lainnya, Honduras berhasil merdeka dari
kekuasaan Spanyol.


104. 3 Juni 1502, terjadilah pembunuhan massal di Kalikut, sebuah kota
pelabuhan di selatan India yang menjadi pusat perdagangan abad ke-16.
Pembunuhan massal yang terjadi atas para pedagang Arab itu dilakukan oleh
Vasco Da Gama seorang pelaut Portugis dan pasukannya.

Awalnya, Vasco da Gama atas perintah raja Manuel dari Portugal, melakukan
ekspedisi laut untuk mencapai India, salah satu tujuannya adalah untuk
mencari rempah-rempah. Ekspedisi ini menggunakan empat kapal dengan 160
tentara dan pelaut. Mereka mengangkat sauh dari pelabuhan Lisabon tanggal 8
Juli 1497 dan tiba di pelabuhan Calicut pada tanggal 22 Mei 1498.

Sebagaimana imperialis Barat lainnya, Vasco da Gama dengan segera mengklaim
Calicut sebagai wilayah dagangnya dan timbulllah pertentangan dengan para
pedagang Arab. Akhirnya, Vasco da Gama memerintahkan pasukannya untuk
membunuh massal para pedagang Arab yang berjumlah 800 orang tersebut.
Calicut kini telah beralih nama menjadi Kozhikode.


105. Tahun 1503-1507. Portugis menjajah Mozambique, sebuah negara di Afrika.
Pada akhir abad ke-15, sekelompok pelaut Portugis di bawah pimpinan Vasco da
Gama tiba di Mozambik dan sejak saat itu dimulailah penjajahan Portugis atas
Mozambik yang terus berlangsung hingga lima abad kemudian.

Mozambik merupakan salah satu kawasan dengan hasil bumi terkaya di Afrika,
namun kekayaan alam itu habis-habisan dikuras oleh bangsa Portugis. Disana
orang-orang Katolik Portugis juga melakukan berbagai aksi kekerasan dan
perbudakan terhadap penduduk asli.

Uskup agung Lourenco Marques, Custodio Alvim Pereira, sering mengatakan
secara terbuka bahwa rakyat Mozambique tidak perlu menuntut kemerdekaan
sebab hal ini hanya akan menguntungkan komunisme dan agama Islam. Dengan
kata lain: memperjuangkan kemerdekaan, adalah dosa melawan Tuhan.

Itulah memang salah satu alasan kenapa para penjajah selalu membawa
missionaris untuk menyebarkan agama Kristen dalam setiap perjalanannya.
Karena kalau para penduduk pribumi itu sudah dikristenkan, maka mereka tidak
bisa lagi melawan penjajah karena ada ayat Alkitab yang mendukung
penjajahan. Sbb:

[Roma 13:1] TIAP-TIAP ORANG HARUS TAKLUK KEPADA PEMERINTAH yang di atasnya,
SEBAB TIDAK ADA PEMERINTAH, YANG TIDAK BERASAL DARI ALLAH; DAN
PEMERINTAH-PEMERINTAH YANG ADA, DITETAPKAN OLEH ALLAH.
[13:2] Sebab itu BARANGSIAPA MELAWAN PEMERINTAH, IA MELAWAN KETETAPAN ALLAH
DAN SIAPA YANG MELAKUKANNYA, AKAN MENDATANGKAN HUKUMAN ATAS DIRINYA.
[13:3] Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada
pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut
terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian
dari padanya.
[13:4] KARENA PEMERINTAH ADALAH HAMBA ALLAH UNTUK KEBAIKANMU. Tetapi jika
engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah
menyandang pedang. PEMERINTAH ADALAH HAMBA ALLAH UNTUK MEMBALASKAN MURKA
ALLAH atas mereka yang berbuat jahat.
[13:5] Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena
kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.
[13:6] Itulah juga sebabnya MAKA KAMU MEMBAYAR PAJAK. KARENA MEREKA YANG
MENGURUS HAL ITU ADALAH PELAYAN-PELAYAN ALLAH.

Romawi, penjajah yang saat itu masih menyembah berhala saja dibilang Paulus
sebagai "pegawai-pegawai Allah", dan "ditetapkan oleh Allah", sehingga
orang-orang yang dijajahnya harus menuruti segala kemauan Romawi. Tentu
apalagi kalau Kristen yang menjadi penjajahnya, perintah untuk menuruti dan
memuliakan mereka pasti lebih besar lagi.

Sejak tahun 1964, gerakan kemerdekaan rakyat Mozambik menjadi semakin
terorganisasi sampai akhirnya pada tahun 1974, Front Pembebasan Mozambik
atau 'Frelimo' dan Portugis menandatangani kesepakatan untuk mempersiapkan
kemerdekaan Mozambik. Setahun kemudian, barulah negara itu meraih
kemerdekaannya. Tepatnya pada tanggal 25 Juni tahun 1975, Mozambik, sebuah
negara yang teletak di Afrika bagian tenggara ini, memproklamasikan
kemerdekaannya.


106. 27 Februari 1509, sembilan tahun setelah ditemukannya Brazil oleh
seorang penjelajah Portugal, Pedro Alvares Cabral (tahun 1494), Portugis
secara resmi memulai penjajahannya atas Brazil. Sejak itu khususnya lagi
pada tahun 1530-1532, sama seperti di negara-negara jajahannya yang lain,
disinipun Portugis berkuasa dan memerintah dengan tangan besi. Pembantaian,
penganiayaan dan pemerkosaan terhadap penduduk pribumi merajalela, tak lupa
pula hasil buminya dikuras masuk ke kantong penjajah.

Selain itu selama ratusan tahun menjajah Brazil, Portugis mendatangkan lebih
dari tiga juta budak dari Afrika dan mempekerjakan mereka di ladang-ladang
tebu dan kopi. Sementara itu, penduduk asli Brazil, yaitu bangsa Indian,
tersingkir dan hidup dalam kemiskinan.

Pada awal abad ke 19, setelah Portugis diduduki oleh Napoleon Bonaparte,
Kaisar Portugis dan keluarganya melarikan diri ke Brazil dan sejak itu
situasi di negara ini semakin tidak tenteram.

Setelah kekalahan Napoleon, Kaisar Portugis kembali ke negerinya namun, anak
laki-lakinya yang bernama Dom Pedro tetap tinggal dan menjadi raja pengganti
di Brazil. Pada tanggal 7 September tahun 1822, raja pengganti ini
mengumumkan kemerdekaan Brazil dari tangan Portugis dan menjadikan dirinya
sebagai kaisar Brazil. Tanggal ini setiap tahun diperingati rakyat Brazil
sebagai hari kemerdekaan.

Pada tahun 1889, sistem pemerintahan Brazil diubah menjadi republik. Brazil
yang memiliki luas wilayah 8,5 juta kilometer persegi ini merupakan kawasan
yang luas di bagian tengah dan timur Amerika Selatan. Negara ini terletak
di tepi samudera Atlantik dan berbatasan dengan Argentina, Paraguay, dan
Uruguay.

Ada satu fakta menarik, bahwa Capoeira seni bela diri Brazil yang terkenal
itu berasal dari penyiksaan-pernyiksaan yang dilakukan oleh orang-orang
Katolik biadab Portugis terhadap para budaknya.

Jika diperhatikan, teknik bela diri Capoeira sangat sedikit menggunakan
tangan. Menurut perkiraan hal ini disebabkan oleh tangan-tangan para budak
di belenggu rantai. Karena itu Capoeira banyak mengembangkan teknik-teknik
menggunakan kaki. Fu Kiau, ilmuwan Kongo, berpandangan lain. Menurut dia,
tradisi kuno di Afrika menganggap tangan seharusnya digunakan untuk
mengerjakan hal-hal yang baik, sementara kaki sebaliknya. Menurut pepatah
kuno Kongo, Mooko mu tunga, malu mu diatikisa (tangan untuk membangun, kaki
untuk menghancurkan).

Capoeira sangat erat dengan perjalanan sejarah bangsa Brasil, sejarah
perbudakan. Pada abad ke 15 dan 16 budak-budak didatangkan dari Afrika
bagian barat. Budak-budak berkulit legam ini menjadi salah satu komponen
produksi produk perkebunan negeri Brasil yang saat itu dijajah bangsa
Portugis.

Mereka diperlakukan secara tidak manusiawi oleh orang-orang Katolik itu.
Seperti hewan ternak, badan mereka diberi tanda dengan cap besi panas. Pada
masa itu mereka merupakan "komoditas yang berharga" serupa dengan kopi,
gula, vanila.

Kekangan belenggu menumbuhkan hasrat untuk bebas. Mereka kemudian
mengembangkan teknik bela diri untuk kepentingan membebaskan diri. Latihan
dilakukan sembunyi-sembunyi, dan sarana penyamaran yang paling baik adalah
tarian. Karena di Afrika tarian adalah bentuk ekspresi yang paling popular,
maka para budak berlatih teknik serangan dan elakan Capoeira diiringi dengan
musik, nyanyian, dan tarian.

Invasi Belanda pada 1624-1630 sempat mengacaukan perkebunan dan industri
gula di Brasil. Peluang itu dimanfaatkan untuk melarikan diri ke dalam hutan
dan membentuk perkampungan. Perkampungan ini dikenal dengan nama Quilombos.
Struktur politik dan sosial perkampungan ini mirip dengan suku-suku di
Afrika. Kampung ini dipimpin oleh seorang yang ditunjuk karena keberanian
dan kemampuannya dalam menghadapi musuh.

Begitu Belanda hengkang dari Brasil, para pemilik budak mengirimkan pasukan
bersenjata ke hutan-hutan untuk menangkapi budak-budak dan menghancurkan
perkampungan mereka. Para budak menyadari mereka kalah dalam persenjataan,
mereka pun mengembangkan sistem bela diri yang mampu melawan senjata. Sistem
bela diri ini disebut Capoeira de Angola.

Capoeira sendiri adalah nama tanaman semak belukar di sekitar mereka dan
Angola adalah nama negara yang diyakini sebagai asal kelompok budak pertama
yang datang ke Brasil. Hingga kini Capoeira terbagi kedalam dua aliran
besar, Capoeira de Angola dan Capoeira Regional. Masing-masing memiliki
karakteristik sendiri.

Pada tahun 1890 Capoeira dilarang oleh pemerintah. Hingga akhirnya pada
tahun 1928 Manoel dos Reis Machado (Master Bimba) memperkenalkan CoLuta
Regional Baiana. Sebuah campuran antara Capoeira de Angola dengan Batuque
(Capoeira jalanan). Belakangan aliran ini terus berkembang dan dikenal
dengan Capoeira Regional. Kini Capoeira tak lagi dikenal sekedar sebagai
sistem bela diri. Capoeira kemudian diakui sebagai aset nasional berupa
tarian, olahraga, permainan sekaligus sebuah ekspresi seni akan kemerdekaan.


107. 22 Maret tahun 1509, Jamaika jatuh ke dalam penjajahan Spanyol. Pulau
Jamaika yang terletak di lautan Karibia dan di selatan Kuba ini ditemukan
oleh petualang Spanyol, Christopher Columbus pada tahun 1494. Lima belas
tahun kemudian, karena Spanyol melihat strategisnya kawasan Karibia untuk
perdagangan, negara ini pun menginvasi dan menduduki Jamaika. Beberapa tahun
kemudian, Jamaika direbut Inggris dan negara ini menjajah Jamaika hingga
abad ke-18.

Pada abad ke-18 itu, sebagian besar penduduk pribumi Jamaika, yaitu bangsa
Indian, telah tewas terbunuh, sedangkan populasi budak asal Afrika semakin
membengkak. Pada tahun 1865, kaum negro mulai memberontak dari pemerintah
Inggris. Pada tahun 1953, Inggris memberikan hak otonomi penuh kepada
Jamaika dan pada tahun 1962, negara ini meraih kemerdekaannya.


108. Tahun 1510. Di Rusia, orang-orang Kristen disana telah bekerjasama
menghalau orang-orang Yahudi pada tahun 1510. Orang-orang Yahudi secara
berangsur-angsur kemudian pulang kembali selepas itu, dengan harapan
orang-orang Kristen itu telah memaafkan mereka dan memperbolehkan mereka
kembali. Namun begitu, tekanan masih terus berlanjut sampai tentara Rusia
ikut campur untuk menyembelih mereka orang-orang Yahudi tersebut secara
beramai-ramai di Ukraina sepanjang tahun 1919.

Menurut hasil penelitian, lebih dari 100.000 orang Yahudi telah direnggut
nyawanya baik laki-laki, perempuan dan anak-anak. Jalan-jalan telah dibasahi
oleh darah mereka. Tentara Rusia telah melakukan kekejaman di luar batas
kemanusiaan manusia ditambah lagi dengan tindakan mereka yang
mencincang-cincang anggota badan orang-orang Yahudi itu.


109. 24 Juni tahun 1509, setelah meninggalnya Raja Inggris, Henry ke-7,
putranya, Henry ke-8 naik tahta. Henry ke-8 terlahir ke dunia tahun 1491.
Berbeda dengan gaya ayahnya yang kokoh dan pendiam, Henry ke-8 lebih senang
pergi berburu ke pedesaan dan menyerahkan urusan pemerintahannya kepada
pegawai-pegawainya.

Sejak tahun 1530-an, Henry ke-8 mulai banyak terlibat dalam pemerintahan dan
pada era itulah gereja Inggris memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma.
Pemisahan ini terjadi untuk meluluskan kehendak Henry ke-8 untuk menceraikan
istrinya Catherine of Aragon dan menikahi Anne Boyle, karena istrinya
tersebut tidak memberikan keturunan laki-laki.

Maka akhirnya pada tanggal 8 Oktober 1534, parlemen Inggris yang berada di
bawah pengaruh Raja Henry Kedelapan, mengesahkan sebuah hukum yang
menyebabkan hubungan antara gereja Inggris dan gereja Katolik Roma terputus.

Raja Henry Kedelapan pada awalnya memiliki hubungan yang baik dengan Paus
Clement Ketujuh. Namun, ketika Paus menolak permintaan Henry Kedelapan untuk
menceraikan istrinya, hubungan keduanya memburuk, bahkan Paus menyatakan
bahwa Raja Henry telah kafir.

Setelah Raja Henry menikah kembali, dia diangkat sebagai pemimpin gereja
Inggris. Dengan demikian, sejak saat itu gereja di Inggris berdiri sendiri
dan dikenal dengan nama "Canterbury".

Sangat lucu, karena ingin bercerai, maka Raja Henry VIII langsung memutuskan
hubungan dengan Gereja Katolik Roma. Padahal ayat Alkitab (baik untuk
Katolik, Protestan dsb) sudah jelas sekali mengatakan adanya larangan bagi
seorang suami untuk menceraikan isterinya, walaupun di ayat lainnya ada
disebutkan bahwa seorang suami boleh menceraikan isterinya, kalau isterinya
telah berbuat zina. Memang biasa pertentangan antar ayat dalam Alkitab. Bagi
yang berminat menelaah kesalahan, kerusakan dan kepalsuan ayat-ayat Alkitab,


110. Tahun 1510. Portugis menaklukan Goa, India dan melakukan penjajahan
disana. Daerah-daerah jajahan Portugis lainnya antara lain: Angola,
Guinea-Bissau, Mozambik, Sao Tome & Principe, dan Tanjung Verde. Di semua
wilayah-wilayah tersebut Portugis melakukan kekerasan dalam merealisasikan
ambisi 6old, 6ospel & 6lorynya (666).


111. 18 Maret tahun 1510 dimulailah penjajahan Spanyol atas Kolombia.
Kawasan Kolombia ditemukan oleh seorang petualang Spanyol pada tahun 1499.
Selama menjajah Kolombia, orang-orang Spanyol menguras kekayaan alam negara
itu. Pada tahun 1781, rakyat kolombia mulai bangkit berjuang melawan
Spanyol.

Kemudian, Napoleon dari Prancis datang menjajah Spanyol hingga kekuatan
bangsa ini melemah dan sebaliknya, perjuangan bangsa Kolombia semakin
meningkat di bawah pimpinan Simon Bolivar. Pada tahun 1819, akhirnya bangsa
Kolombia berhasil meraih kemerdekaannya dari penjajahan
kolonialis-kolonialis Kristen itu.


112. Tahun 1511. Malaka ditaklukan Portugis. Selain membunuh penduduk sipil,
segala bangunan yang berhubungan dengan Islam seperti istana dan masjid juga
dihancurkan.


113. Tahun 1511-1530. Bangsa Portugis sebagai pelopor kolonialisme barat
tiba di Nusantara akhir abad ke-XV untuk berdagang. Namun dengan kelicikan
dan melanggar hukum mereka menduduki Gowa, Malaka dan Sunda Kelapa.

Melihat gelagat tersebut, Ali Mughayat Syah (1511-1530) dari kerajaan Aceh
mengajak kerajaan sekitarnya untuk bersatu dalam kerajaan Aceh Darussalam
untuk mengusir Portugis dari wilayah mereka. Di samping itu juga dikirim
utusan dan bantuan ke Nusantara bagian timur untuk mewaspadai maksud buruk
bangsa Portugis dan bila perlu melawan dengan senjata.

Salah satu yang terkenal adalah Fatahillah yang berbakti di kerajaan Demak
untuk mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Semangat perlawanan diteruskan
secara estafet ke seluruh Nusantara. Hingga akhirnya Portugis gagal
menduduki Pulau Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Di Maluku mereka pun terus
mendapat perlawanan dari Sultan yang beragama Islam.


114. Tahun 1516. Kardinal Ximenes pada tahun 1516, dalam rangka perluasan
infiltrasi dan pengokohan gerakan kristen, memberi perintah supaya setiap
serangan ke India Timur dan Barat haruslah diiringi oleh misionaris kristen.
Adakalanya delegasi dakwah agama juga disertai oleh penemu dunia. Abdulhadi
Haeri, penulis buku ‘Pertentangan pertama pemikiran Iran’
menulis :

"Langkah pertama dunia barat dalam menaklukkan bumi timur pada dasawarsa 15
masehi dilakukan oleh orang-orang Portugis. Pelopor pertama dari kaum
penjajah itu adalah Henry si Pelaut. Dia juga disebut sebagai pemimpin besar
kelompok Kristen. Ambisinya yang terbesar adalah menumpas umat Islam. Dia
berusaha keras memperluas imperialisme Portugis di timur dan melakukan
Kristenisasi di sana."


115. 15 Desember 1516, dimulailah imigrasi pertama bangsa Eropa ke Argentina
yang dipimpin oleh Juan Diaz de Solis. Ekspedisi Spanyol yang pertama ke
Argentina dilakukan pada tahun 1502 dengan pimpinan Amerigo Vespucci. Pada
saat itu, kawasan Argentina ditinggali oleh berbagai suku Indian, yang
terbesar di antaranya, suku Patagoni dan Andeans.

Orang-orang Spanyol kemudian mendirikan berbagai kota di Argentina, misalnya
pada tahun 1526, Sebastian Cabot mendirikan sebuah benteng di tepi sungai
Carcarañá yang menjadi pemukiman bangsa Eropa pertama di Argentina. Pada
tahun 1536, de Mendoza mendirikan Buenos Aires, namun kemudian kota ini
ditinggalkan pada 1541 setelah dihancurkan oleh penduduk pribumi. Kota ini
dibangun kembali pada tahun 1580, dan sejak abad ke-18 kota ini dijadikan
ibu kota seluruh koloni Spanyol di Argentina.

Lambat laun, para imigran Eropa semakin banyak berdatangan ke Argentina dan
Amerika Latin pada umumnya. Mereka kemudian berniat mendirikan pemerintahan
sendiri yang terlepas dari penguasa koloni. Sementara itu, penduduk asli
Argentina, bangsa Indian Pampas, pada abad ke 19, hampir punah dan sisanya
hidup tersingkir.

Perjuangan para imigran Argentina dimulai pada tahun 1810 dan pada tanggal 9
Juli 1816, mereka memproklamasikan kemerdekaan Argentina. Semantara itu,
Spanyol saat itu tengah berperang dengan Inggris dan mulai melemah, sehingga
Buenos Aires, ibu kota Argentina, sempat diduduki oleh Inggris. Namun
akhirnya, atas perlawanan keras rakyat Argentina, negara ini akhirnya
berhasil meraih kemerdekaan. Pada saat yang bersamaan, perjuangan mengusir
pemerintahan Spanyol bergolak di Amerika Latin, di antaranya dengan dipimpin
Simon Bolivar.

Meskipun para imigran telah berhasil mendirikan pemerintahan independen di
Argentina, namun hak-hak penduduk pribumi telah diabaikan oleh para imigran
yang berkuasa di Argentina. Dalam UU pertama negara ini, tahun 1853,
disebutkan bahwa Kongres harus menjamin keamanan bangsa, menjaga perdamaian
dengan kaum Indian, dan menyuruh mereka masuk agama Katolik."

Selama seabad setelah kemerdekaan Argentina, kota Buenos Aires berkembang
pesat dan ramai didatangi imigran Eropa, khususnya dari Italia. Argentina
menjadi sebuah negara yang penuh kaum imigran Eropa dan merupakan rumah bagi
komunitas Yahudi terbesar di dunia. Kaum Indian pemilik asli tanah Argentina
sendiri telah punah pada abad ke-19. Yang kini tersisa adalah bangsa Indian
campuran yang tersisih ke pinggiran.


116. Pada awal abad ke 16, lembaga ketiga dibentuk di Eropa, yang dimulai
oleh Marthin Luther dengan nama Protestan. Luther yang berasal dari Jerman
dan pengikutnya menentang sikap Paus yang menjual tempat di surga dengan
meringankan hukuman atas dosa yang dilakukan.

Marthin Luther, seorang reformis dalam agama kristen, terlahir ke dunia di
Eisleben, Jerman pada tanggal 13 Mei tahun 1483. Luther menuntut ilmu di
Universitas Erfurt dan kemudian bekerja sebagai pengajar teologi. Martin
Luther kemudian melakukan penelitian dan dia mengemukakan banyak pendapat
yang berbeda dengan pandangan umum gereja Katolik saat itu.

Sejak tahun 1517, Martin Luther menyampaikan kritikannya secara
terang-terangan sehingga akhirnya terpaksa bersembunyi karena dikejar-kejar
pihak gereja untuk dibunuh. Selama dalam persembunyian itu, Martin Luther
menulis terjemahan Injil ke dalam bahasa Jerman, sesuatu yang dilarang keras
oleh gereja Katolik. Ide-Ide Martin Luther kemudian berkembang menjadi
aliran Protestan yang menjadi sumber dari berbagai perang dan pertarungan
politik di Eropa.

Mereka berusaha untuk memperbaiki seluruh gereja dan membersihkannya dari
kekeliruan dan korupsi. Usaha mereka malah menambah perpecahan dalam tubuh
agama Kristen. Pengikut Luther yang berjumlah sangat besar, termasuk
sebagian besar Eropa Utara menolak kekuasaan Paus dan mendirikan kelompok
Kristen Ketiga.

Kelompok Kristen bentukan Marthin Luther ini adalah aliran yang sekarang
kita kenal dengan nama Kristen Protestan. Alkitab yang mereka gunakan adalah
hasil "njiplak" begitu saja tanpa malu-malu Alkitab milik Gereja Katolik,
namun Marthin Luther membuang dengan seenak udelnya tujuh kitab dalam
Perjanjian Lama, sehingga Alkitab Protestan hanya berjumlah 66 kitab,
sedangkan Katolik 73 kitab. Jadi Alkitab Protestan lebih tipis tujuh kitab
dari Katolik.

Kitab-kitab yang telah dibuang oleh Marthin Luther sehingga kini tidak
terdapat dalam Alkitabnya Protestan adalah Kitab Tobit, Yudit, Kebijaksanaan
Salomo, Yesus bin Sirakh, Barukh, 1 Makabe dan 2 Makabe.


117. Tahun 1519-1600. Penakluk Spanyol, Hernando Cortez menaklukkan Meksiko,
Pedro de Alvarado menyerbu Guatemala, dan Fransisco Pizzarro menundukkan
Kerajaan Inca di Peru. Trio Katolik penakluk ini telah menghilangkan begitu
banyak nyawa penduduk pribumi daerah-daerah yang dikunjunginya dan
menimbulkan kerusakan yang tak terkira pada budaya lokal. Belum lagi dengan
perampasannya atas emas dan kekayaan alam lainnya.

Ketika Cortez pertama kali menjejakkan kakinya di Meksiko pada Februari
1519, jumlah populasi orang asli ialah 25 juta, tetapi pada 1605 ia telah
menurun kepada 1 juta jiwa saja.

Orang-orang Spanyol memutar perhatian mereka kepada tanah daratan Meksiko
dan Amerika Tengah. Pembantaian telah hampir dimulai. Kota besar Tenochtitan
yang elok [Meksiko City] adalah yang kemudian.

Cortez, Pizarro, De Soto dan beratus-ratus orang Spanyol lain menaklukan
seperti juga mereka menduduki wilayah selatan dan mesoamerican peradaban
atas nama Kristus (De Soto menjajah Florida). "Manakala abad ke-16 berakhir,
sekitar 200.000 orang Spanyol telah bergerak ke Amerika. Pada waktu itu
diperkirakan sekitar 60.000.000 penduduk asli mati.

Secara keseluruhan, orang-orang Kristen (terutama Katolik) selain menghabisi
puluhan juta penduduk asli di Amerika Selatan sejak awal kedatangan mereka
kesana, juga membuat kerusakan-kerusakan lain di bidang lainnya. Peradaban
tinggi suku-suku asli tersebut seperti suku Inca, Maya dll pun menjadi
hancur setelah kedatangan Kristen. Istana-istana Spanyol menjadi gemerlap
dengan kilauan emas curian dari suku-suku pribumi di Amerika Selatan.

Negara-negara jajahan Spanyol antara lain: Andorra, Argentina, Guatemala,
Guinea Khatulistiwa, Kuba, Mexico, Nikaragua, Panama, Peru, Filipina dan
Venezuela.


118. 12 Oktober tahun 1532, tentara penjajah Spanyol di bawah pimpinan
Francisco Pizzaro melakukan penyerbuan ke sebuah kawasan di Amerika selatan
yang kini bernama Peru. Saat itu, kawasan Peru berada di bawah kekuasaan
sebuah suku Indian bernama Inca. Akan tetapi, para penguasa suku Inka tidak
begitu mempedulikan aksi yang dilakukan tentara Spanyol tersebut.

Setelah menguasai Peru, Pizzaro menyampaikan tawaran kepada Suku Inca agar
mau berada di bawah kekuasaan Spanyol. Tawaran ini lantas ditolak suku Inca.
Akibatnya, Pizzaro mengeluarkan instruksi kepada tentaranya agar melakukan
pembunuhan secara massal terhadap seluruh suku Inca.

Peristiwa pembunuhan massal ini kemudian dikenal sebagai salah satu tragedi
sejarah terpahit karena keganasan yang dilakukan oleh orang-orang Katolik
Spanyol itu sampai membuat peradaban suku Inca musnah tak berbekas.


119. Tahun 1521. Kaum Indian Aztek terletak di selatan Meksiko. Hernando
Cortez tiba di Aztek tahun 1500.

Aztec ditaklukkan oleh Spanyol pada 1521, selepas peperangan dan pengepungan
yang berpanjangan, dimana kebanyakan penduduk mati akibat kelaparan dan
demam campak, akhirnya Cuauhtemoc pemimpin Aztek menyerah kepada Hernando
Cortez. Cortez dengan jumlah pasukan 500 orang tidak berperang sendirian
tetapi mendapatkan bantuan sebanyak 150.000-200.000 sekutu dari Tlaxcala dan
akhirnya dari Texcoco yang menentang pemerintahan Aztec. Dia menewaskan
tentara Tenochtitlan pada 13 Agustus 1521.


120. Tahun 1522. Portugis yang mulai menancapkan kekuasaannya di Indonesia
berhasil mengadakan persekutuan dengan Ternate dan membangun sebuah benteng.
Hubungan persekutuan dengan penguasa Islam ini tidak berlangsung lama karena
Portugis berusaha melakukan Kristenisasi terhadap penduduk yang lemah dan
bangsa kolonial itu sendiri tidak berlaku sopan. Sudah menjajah bangsa lain
dan menguras kekayaan alamnya, berlaku kasar pula. Itulah ciri khas
Portugis. Dasar Kristen!


121. Tahun 1524-1526. Kekejaman Gereja di Jerman.

Kala itu gereja di Jerman begitu manunggal dengan negara dan sekelompok
petani yang telah lama merasa tertindas melakukan pemberontakan. Tokohnya,
Thomas Munzer, seorang pengkhotbah radikal, menyatakan bahwa para petani dan
buruh tambang lebih bisa memahami Injil ketimbang para pastor. Kata-kata
Munzer membuat dada para petani gemeretak dan mereka menjadi semakin bulat
menantang.

Tapi sementara pasukan petani hanya mengandalkan artileri bikinan sendiri
ditambah doa dan pidato, pasukan para pangeran menggebuk Kota Frankenhausen
dengan kanon. Syahdan, 5.000 orang yang dikalahkan dibunuh, 300 tawanan
dijatuhi hukuman mati. Ketika istri-istri mereka meminta ampun, permohonan
itu disetujui dengan syarat. Wanita-wanita itu harus menghantam kepala dua
pendeta yang menganjurkan pemberontakan, sampai otaknya muncrat. Mereka
setuju. Akhirnya pemberontakan pun padam, setelah 130.000 petani tewas.
(Goenawan Muhamad, 1991:164,165, 170-171, 210-211).


122. 22 Juni 1527. Ketika gerakan Katolik Portugis lebih mendekat ke
Kesultanan Demak, maka Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati bersama
menantunya, Fatahillah, berjuang membebaskan Kalapa dari penguasaan Katolik
Portugis, pada 22 Juni 1527. Kemenangan ini disyukuri dengan mengganti nama
Kalapa dengan Fat-han Mubina (Al-Qur’an 48:1) atau Jayakarta. Kemudian
lebih dikenal dengan Jakarta artinya Kemenangan Paripurna.

Dari data sejarah ini, para Waliyullah tidak hanya mengkondisikan berdirinya
kekuasaan politik Islam, melainkan juga mempertahankan eksistensinya. Tanpa
adanya kekuasaan politik Islam, maka Syariah Islam mudah di permainkan oleh
penjajah.


123. Gereja di Rusia. Di Rusia, pihak gereja tidak memperdulikan nasib orang
miskin dan fakir. Hubungan erat gereja dengan kelompok kaya menimbulkan
reaksi yang memperkuat timbulnya gerakan komunisme. Pemimpin komunisme saat
itu mengumumkan perang terhadap agama. Agama dianggap sebagai alat kaum
kapitalis dan pemeras tenaga kerja. Bagi kaum komunis, hanya dengan mengikis
Tuhan dalam fikiran manusia, revolusi kebebasan, persamaan, dan keadilan
akan terealisasi.

Ferdof, dalam bukunya berjudul 'Religion in the USSR' halaman 7 menulis sbb,
"Dalam Czarist Rusia, gereja memiliki harta yang banyak dalam bentuk tanah,
bangunan dan harta lainnya berupa jutaan uang emas di bank. Gereja
memperoleh pendapatannya dari kehutanan, peternakan, perdagangan,
perindustrian dan lainnya. Malah, gereja merupakan pemilik tanah terluas dan
pemilik bank terbesar di Rusia. Gereja mengeksploitasi para pedagang kecil
dan besar tanpa belas kasihan dan tidak berusaha memperbaiki kondisi kerja
industri. Sedemikian besarnya kebencian ini timbul pada kelas pekerja dan
peniaga sehingga mereka memanggil para pendeta sebagai serigala berpakaian
rohaniawan."


124. Tahun 1532. Pada tahun 1532, Gubernur Portugis di Malaka, Alfonso
d’Albuquerque mengutus Henrique untuk menemui Raja Samiam (raja Sunda
yang belum ditaklukan Demak). Kedatangan utusan Portugis ini disambut baik.
Waktu itu, Raja Samiam memerlukan dukungan untuk menghadapi kekuatan Demak
yang ingin menguasai seluruh Jawa Barat. Portugis diizinkan membangun
pangkalan dan kantor dagang di pelabuhan Sunda Kelapa. Portugis berharap
kerjasama ini akan memudahkan jalan menuju Banten.

Akan tetapi, maksud Portugis itu tidak tercapai. Dengan cepat tentara Demak,
di bawah pimpinan Sultan Fatahillah, dapat menguasai Banten. Bahkan,
akhirnya Portugis dapat diusir dari Sunda Kelapa.


125. 14 November 1533, Ekuador ditemukan oleh para petualang Spanyol dan
dijadikan sebagai jajahan Spanyol. Setelah tiga abad dijajah oleh Spanyol,
akhirnya pada tahun 1822, perjuangan kemerdekaan rakyat Ekuador di bawah
pimpinan Simon Bolivar, mencapai hasilnya dan Ekuador bergabung ke dalam
Federasi Kolombia Raya.

Namun, federasi ini tidak berdiri lama dan pada tahun 1830 dibubarkan dan
masing-masing anggotanya mendirikan negara independen, termasuk Ekuador.
Ekuador memiliki luas wilayah 283.561 kilometer persegi dan berbatasan
dengan Kolombia dan Peru.


126. Tahun 1534. Serikat Yesus (The Society of Jesus) alias Jesuit atau Ordo
Jesuit diresmikan pada Assumption Day (menurut ajaran Katolik merupakan hari
dimana tubuh Bunda Maria diangkat ke Surga setelah kematiannya) tanggal 15
Agustus 1534 di Kapel Notre-Dame de Montmartre.

Pendiri Society of Jesus (Serikat Yesus) ini adalah seorang Spanyol Basque
bernama Inigo Lopez de Recolde, yang kemudian populer dengan nama Ignatius
Loyola. Ia lahir di puri Loyola, propinsi Guipuzcoa, tahun 1491. Dia adalah
salah satu biarawan paling berbahaya yang pernah dilahirkan oleh sistem
Katolik.

Dari semua pendiri ordo yang ada, dia mungkin seseorang yang kepribadiannya
meninggalkan kesan yang mendalam pada ingatan dan tingkah laku para murid
dan penerusnya. Itulah salah satu ciri dari ordo Jesuit. Ada bantahan tetapi
fakta banyak yang mendukung hal tersebut.

Berdasarkan hasil karya seorang pelukis Jepang yang menggambarkan pendaratan
bangsa Portugis, dan anak-anak Loyola, secara khusus di pulau-pulau di
Jepang. Pelukis itu melukiskan bayangan-bayangan hitam dan panjang serta
wajah-wajah mereka yang penuh duka tetapi membekukan dan menunjukkan
arogansi penguasa yang fanatik.

Seperti halnya santo-santo yang lain, Inigo -kemudian merubah namanya
menjadi berbau Roma yaitu Ignatius- memandang dirinya sebagai orang yang
diutus untuk memberi pencerahan kepada orang-orang yang sejaman dengannya.
Masa mudanya dipenuhi dengan banyak kesalahan dan kejahatan.

Sebuah laporan polisi menuliskan bahwa dia seorang yang tidak dapat diajar,
brutal, pendendam. Semua yang menulis biografinya mengakui bahwa ia suka
akan kekerasan. "Seorang prajurit yang tidak dapat diatur dan angkuh,"
komentar salah seorang teman karibnya "kehidupannya hanya seputar wanita,
judi dan perkelahian."

Organisasi iblis bentukan Inigo yang juga dikenal dengan sebutan Ordo Jesuit
ini adalah pasukan rahasia Vatikan. Yang mana kekejamannya telah terbukti
lewat pembantaian terhadap puluhan juta manusia dalam masa inkuisisi, juga
turut serta mengompori meletusnya Perang Dunia I dan II.


127. 9 Juni tahun 1535, Paraguay secara resmi menjadi daerah jajahan Spanyol
dan tanggal ini menandai dimulainya 276 tahun penjajahan Spanyol atas negara
ini. Penduduk pribumi Paraguay adalah bangsa Indian suku Guarani dan mereka
mengalami berbagai penderitaan dibawah kekuasaan Katolik kolonialis Spanyol.

Pada tahun 1524, petualang Spanyol, Alejo Garcia menjadi orang Eropa pertama
yang menginjakkan kaki di Paraguay. Selanjutnya, ekspedisi Spanyol yang
dipimpin Pedro de Mendoza mendirikan pemukiman Spanyol di Paraguay dan
secara bertahap daerah kekuasaan Spanyol di Paraguay semakin luas sampai
akhirnya mencapai Buenos Aires, Argentina.

Pada 14 Mei tahun 1811, barulah Paraguay memproklamasikan kemerdekaannya
dari penjajahan. Paraguay adalah negara Amerika Latin yang terletak di
antara Brazil, Bolivia, dan Argentina.

Setelah merdeka, Paraguay terus dilanda konflik internal akibat terjadinya
beberapa kali kudeta. Pemerintahan yang terbentuk hasil kudeta itu juga
selalu memunculkan karakter diktatorisme, khas Gereja Katolik.


128. Tahun 1538. Profesor universitas B.Hubmaier dibakar di pancang pada
tahun 1538 di Vienna, Austria.


129. Tahun 1538 Paus Paulus III mengumumkan Perang salib melawan orang
Inggris yang (dianggap) murtad dan semua orang Inggris dijadikan sebagai
budak Gereja (yang kebetulan tidak mempunyai kekuatan untuk mengambil
tindakan).


130. 12 Juni 1540, Chile, sebuah negara yang terletak di pantai barat
Amerika Selatan, mulai dijajah oleh Kristen-Kristen kolonialis Spanyol.
Orang Eropa pertama yang datang ke Chile adalah petualang Portugis,
Ferdinand Magellan pada tahun 1520. Penduduk pribumi Chile adalah bangsa
Indian Araucanian. Pada tahun 1535, setelah Spanyol menguasai Peru, mereka
datang ke Chile untuk mencari tambang emas, namun tidak menemukan hasil.

Pada tahun 1540, Spanyol kembali ke Chile dan mendirikan beberapa pemukiman
di sana. Mereka mendapatkan perlawanan gigih dari bangsa Indian Araucanian
yang terus berlangsung selama 100 tahun berikutnya. Banga pribumi tersebut
berjuang sampai mati-matian menentang kolonialisme Spanyol yang ingin
menguasai negara mereka.

Perkembangan negara koloni di Chile berjalan lambat karena tidak memiliki
emas atau perak dan tidak ada penduduk pribumi yang mau menjadi buruh bangsa
penjajah. Chile lebih banyak dijadikan lahan pertanian untuk menyuplai
makanan bagi pemerintahan koloni Spanyol di Peru. Chile akhirnya merdeka
dari Spanyol tahun 1810.


131. Tahun 1540. Orang-orang Yahudi diusir keluar dari Napoli dan Sardinia
(Italia) oleh orang-orang Katolik.


132. Tahun 1551. Di Jerman, golongan Yahudi dihambat dari Bavaria pada tahun
1551.


133. Tahun 1553. Kala Protestan berkuasa di Jenewa, Swiss, hal
bakar-membakar manusia yang padahal tak lain adalah citra-Nya sendiri itu
masih juga berlangsung. Seperti di sebuah hari di musim gugur pada tahun
1553.

Korbannya adalah Michael Servetus, seorang ahli agama asal Spanyol. Ia
dihukum mati di bukit Champel, di selatan Kota Jenewa. Ia diikat ke sebuah
tiang, dan dibakar pelan-pelan. Ia tewas kesakitan dengan tubuh menghangus.
Ia dibakar hidup-hidup karena dianggap sesat oleh pemerintah Kota Jenewa.
Yang memilukan, saat itu Kota Jenewa dipimpin oleh seorang yang sangat
terkenal sebagai tokoh reformasi, yang tak lain adalah John Calvin.

Apa salahnya Michael Servetus sehingga harus dibunuh secara bengis begitu?
Tak lain dan tak bukan adalah ia hanya menulis buku, ia menulis surat, ia
berpendapat. Tetapi ia punya kesimpulannya sendiri tentang Tuhan, dan sebab
itu mengusik para penjaga iman Protestan di Jenewa, kota yang telah jadi
sebuah teokrasi yang lebih keras ketimbang Roma. Adalah Jean Calvin sendiri
yang menyeret Servetus ke dalam api. Pelopor dahsyat dari Protestanisme
itulah yang memimpin Jenewa ke suatu masa ketika iman sama artinya dengan
ketidaksabaran.

Servetus sebenarnya hanya salah satu suara yang mengguncang, di zaman ketika
doktrin retak-retak seperti katedral tua yang digoncang gempa. Ia lahir di
Villanueva, Spanyol, mungkin di tahun 1511. Ia bermula belajar ilmu hukum di
Toulouse, Prancis. Di sini ia menemukan injil, yang ia baca "seribu kali"
dengan haru. Tapi kabarnya ia juga membaca Qur’an dan terpengaruh oleh
Yudaisme, dan sebab itu sangat meragukan doktrin Trinitas. Marthin Luther
menjulukinya "Si Arab".

Di tahun 1531 ia menerbitkan bukunya, De Trinitatis erroribus libri vii
(Kesalahan Trinitas). Konon ia mengemukakan bahwa inilah arti Yesus sebagai
"Putra Allah", yaitu "Tuhan Bapa mengembuskan Logos ke dalam dirinya, tapi
Sang Putra tak setara dengan Sang Bapa". Seperti dikutip oleh Will Drant
dalam jilid ke-6 The Story of Civilization, bagi Servetus, Yesus "dikirim
oleh Sang Bapa dengan cara yang tak berbeda seperti salah seorang Nabi".

E.M. Wilbur dalam bukunya "History of Unitarianism" mengemukakan pendapat
Michael Servetus itu dalam karangannya berjudul "The Error of Trinity" yang
terlarang itu antara lain sebagai berikut:

"Servetus confesses that in his book he called believers in Trinity
trinitarians and atheists. He declared our evangelical religion to be
without faith and without God, and that in place of God we have a
threeheaded Cerberus" (Servetus mengakui bahwa di dalam bukunya ia menyebut
para penganut Trinitas adalah Trinitarians dan Atheist. Ia menyatakan bahwa
agama kita yang berdasar Injil itu adalah tanpa iman dan tanpa Tuhan, kita
menempatkan di tempat Tuhan itu Cerberus Dewa Pengawal yang berkepala Tiga).

Servetus menulis bukunya itu ketika ia berusia 20-an tahun, dengan bahasa
Latin yang masih kaku, buku itu cukup membuat amarah para imam Katolik dan
pemimpin Protestan sekaligus, di tengah suhu panas (dan berdarah) yang
menguasai mereka. Di tahun 1532, Servetus pun buru-buru pindah ke Prancis.

Tapi di sana ia dihadang. Badan Inkuisisi Gereja Katolik -yang bertugas
mengusut lurus atau tidaknya iman seseorang, dengan cara menginterogasinya
dan kalau perlu menyiksanya- mengeluarkan surat perintah penangkapan.
Servetus lari lagi sampai Wina, Austria dengan nama samaran Michel de
Villeneuve. Selama itu ia berhasil menguasai ilmu kedokteran, tetapi ia toh
selalu ingin mengemukakan pendapatnya tentang agama.

Di tahun 1546 ia menyelesaikan Christianismi Restitutio, dan mengirim
naskahnya ke Calvin. Mungkin ia ingin menunjukkan oposisinya terhadap tafsir
Calvin atas injil. Bagi Servetus, Tuhan tak menakdirkan sukma manusia ke
neraka. Baginya, Tuhan tak menghukum orang yang tak menghukum dirinya
sendiri. Iman itu baik, tetapi Cinta Kasih lebih baik.

Calvin, yang memandang Tuhan seperti yang tergambar dalam Perjanjian Lama
-angker dan penghukum- tak melayani Servetus. Ia hanya mengirimkan karyanya,
Christianae religionis institutio. Servetus pun mengembalikannya -dengan
disertai catatan yang penuh hinaan, disusul dengan serangkaian surat yang
mencemooh- "Bagimu manusia adalah kopor yang tak bergerak, dan Tuhan hanya
sebuah gagasan ganjil dari kemauan yang diperbudak". Calvin tak bisa
memaafkan cercaan ini.

Calvin pula, lewat orang lain, yang memberitahu padri inkuisitor di Prancis
tentang tempat bersembunyi Servetus. Kerja sama Protestan-Katolik yang tak
lazim ini yang akhirnya membuat Servetus tertangkap di Wina. Ia memang
berhasil melarikan diri. Tapi nasibnya sudah diputuskan: pengadilan sipil
Wina, dengan napas Gereja Katolik, memvonisnya dengan hukuman bakar bila
tertangkap.

Anehnya ia lari ke Jenewa, tempat Calvin berkuasa. Mungkin Servetus berpikir
bahwa orang protestan, yang di Prancis dianiaya karena berbeda keyakinan,
akan lebih toleran di kota itu. Tapi ternyata tidak. Mereka membakarnya.

Calvin kemudian membela kekejaman di bukit Champel itu dengan sebuah argumen
yang kita kenal: Aku beriman kepada Kitab Suci, maka akulah yang tahu
kebenaran itu. Yang tak sama dengan aku adalah musuh ajaran, musuh Tuhan,
harus ditiadakan.

Argumen dengan api itu masih bisa kita dengar kini, dalam pelbagai versinya,
dalam pelbagai agama, meskipun di tahun 1903, seperti sebuah sesal, sebuah
monumen untuk Servetus dibangun di bukit Champel. Salah satu donaturnya:
gereja Protestan yang dulu dipimpin Calvin. Tampaknya manusia sudah lebih
sadar tentang kerumitannya sendiri, sedikit.


134. Tahun 1554. Pada tahun-tahun ini infiltrasi oleh Gereja Katolik sedang
kuat-kuatnya di Eropa. Pada tahun ini di Skotlandia biasa ditemukan seorang
pastur yang membawa ekaristi (kue Yesus yang kecil) berdiri di hadapan
sebuah keluarga Kristen, dimana keluarga tersebut diikatkan pada tiang dan
dari kaki sampai pinggang ditimbuni batang semak kering.

Pastur tersebut memegang sepotong roti itu dan menanyai mereka apakah roti
yang ditangannya itu adalah tubuh, darah dan melambangkan ketuhanan Yesus
Kristus. Kalau mereka menjawab, "Tidak, itu hanya simbol belaka", maka
seorang asisten pastur itu akan menyalakan semak tersebut dengan obornya dan
pengikut Kristus itu akan mati dibakar. Pada saat korban menjerit kesakitan,
pastor tersebut akan mengangkat salibnya dan berkata, "Semua ini adalah
untuk kemuliaan Tuhan."

MEMANG AGAMA IBLIS-BIADAB KAU KRISTEN! Hiiiih.... JIJIK!!!


135. Tahun 1556. Pada 7 Juli 1556, 8 pastor dan 12 guru Jesuit memasuki
Ingoistadt, Jerman. Dimulailah era baru bagi Bavaria. Konsepsi Katolik Roma
mengatur arah politik para pangeran dan tingkah laku para bangsawan Bavaria.
Tetapi konsepsi itu hanya menjangkau kalangan atas saja, tidak rakyat biasa.
Walaupun demikian disiplin besi yang diterapkan oleh negara dan gereja
membuat masyarakat Bavaria menjadi umat Katolik yang setia, patuh, fanatik
dan tidak toleran terhadap para "heresy" (pembangkang agama).

Mayrhofer of Ingoistadt, seorang Jesuit, mengajarkan bahwa orang-orang
Jesuit (anggota Ordo Jesuit) tidak akan dihakimi jika kami memerintahkan
untuk membunuh kaum Protestan, lain halnya kalau kami diminta menjatuhkan
hukuman mati untuk para pencuri, pembunuh, penghianat dan para pelaku
revolusi.


136. Tahun 1560. Misi Kristenisasi Katolik Portugis tahap pertama berhasil
dilakukan dengan adanya 10.000 orang Kristen di Ambon dan Ternate.


137. Tahun 1561. Berdasarkan sebuah laporan dari Jesuit, Emmanuel Phillibert
of Savoy melakukan penghakiman berdarah terhadap para Heresi (orang-orang
yang tidak sejalan dengan faham Katolik Roma) tahun 1561. Hal yang sama
terjadi di Calabria, Casal di San Sisto dan Guardia Fiscale. Jesuit sangat
berkuasa di Parma dan Napoli, Italia selama abad ke-16 dan ke-17.

Tetapi di Venice, dimana mereka sebelumnya diterima dengan segala kemurahan
hati, kemudian dipaksa keluar dari kota tersebut pada 14 Mei 1606. Mereka
kembali lagi tahun 1656, tetapi pengaruh mereka di Republik Venice tersebut
tidak ada lagi.


138. Tahun 1562-1598. Perang Keagamaan di Prancis, orang Hugenot (Prancis
Protestan) dibantai oleh Katolik.

Pihak yang membunuh (Katolik) maupun yang dibunuh (Protestan) dalam perang
keagamaan ini, baik menurut Al-Qur’an maupun Alkitab dipastikan masuk
neraka. Karena mereka adalah orang-orang kafir dan sesat.

MENURUT ALKITAB ORANG KRISTEN MASUK NERAKA
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/31382

MENURUT AL-QUR'AN ORANG KRISTEN MASUK NERAKA
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/31381


139. Tahun 1563. Sesaat setelah para pastor Jesuit tiba di Bavaria (Jerman),
kelakuan Albert V terhadap kaum Protestan dan semua yang simpatik terhadap
Protestan semakin kejam dan menjadi-jadi. Sejak tahun 1563, tanpa belas
kasihan dia memusnahkan semua orang-orang yang tidak patuh dan juga para
penganut Anabaptis, mereka ditenggelamkan, dibakar, dipenjarakan dan
dirantai. Semua tindakan Albert V itu disetujui oleh Jesuit Agricola.


140. Tahun 1565, Filipina dijajah Spanyol. Pada tahun 1519, Ferdinand
Magellan memulai ekspedisi penemuan wilayah baru dengan lima buah kapal.
Ketika sampai di pantai Amerika Selatan, ia menemukan selat yang kemudian
diberi nama Selat Magellan. Melalui selat ini, Magellan dan pasukannya
mencapai Lautan Teduh, namun di laut ini mereka kelaparan dan tersesat,
sampai akhirnya mencapai Filipina.

Akibat turut campur dalam urusan internal kaum pribumi Filipina, Magellan
dan anak buahnya terlibat dalam pertempuran dengan kaum pribumi. Dalam
pertempuran tanggal 23 November 1521, Fernando Magellan, pelaut Spanyol
termasyhur beserta sebagian besar anak buahnya, tewas terbunuh. Pelaut yang
tersisa hanya 18 orang, dan dengan satu kapal, mereka kembali ke Spanyol.

Pada tanggal 18 Oktober tahun 1565, Filipina secara resmi menjadi bagian
dari koloni Spanyol di Asia. Kawasan ini ditemukan pada tahun 1521 oleh
Ferdinand Magellan, namun baru empat puluh dua tahun kemudian Filipina resmi
dijadikan koloni Spanyol.

Spanyol menjajah Filipina selama tiga abad dan merampas sebagian besar hasil
alam bangsa ini. Secara keseluruhan, bangsa Katolik Spanyol telah membunuh
dua juta jiwa lebih penduduk Filipina. Selama masa penjajahannya itu mereka
juga memaksa penduduk Filipina yang sebagian besar telah beragama Islam
untuk masuk agama Katolik.

Sejak pemerintahan Spanyol pada pertengahan abad ke-16, rakyat Filipina
tidak puas dengan corak pemerintahannya. Perasaan tidak puas semakin
memuncak apabila Sistem Polo dan Sistem Vandala diperkenalkan.


141. 1568 Pengadilan Penyelidikan Spanyol memerintahkan pembasmian 3 juta
pemberontak di Belanda (kemudian Spanyol). Ribuan orang terbukti kemudian
benar-benar dibunuh.


142. Tahun 1570. Dalam Kiblat No.: 19/XXX buku "Jesus Prophet of Islam"
mencatat isi surat Adam Neuser yang telah dikutip oleh Areland di dalam
bukunya berjudul "Treaties Concerning The Mohametons" halaman 215-223, surat
itu dikirim kepada Yang Mulia Sultan Selim II (memerintah 1566-1574) Emperor
Turki Usmani di Istambul. Surat itu dewasa ini termasuk dalam "Antiquities
Palatinae" tersimpan dalam arsip kota Heidelberg. Isi surat itu di
antaranya:

"Saya Adam Neuser, seorang Kristen kelahiran Jerman dan menjabat Penginjil
(Preacher) orang banyak di Heidelberg, dengan ini menyatakan ingin mengungsi
ke bawah perlindungan Paduka Tuan, ingin menyerahkan diri sepenuhnya pada
Allah beserta Nabi Paduka Tuan. Dengan anugerah Allah Yang Maha Kuasa saya
lihat dan saya ketahui dan saya percaya sepenuh hati bahwa ajaran yang Anda
anut dan ajaran agama anda (Islam) adalah murni dan jelas diterima Allah".

Sebagai akibat suratnya itu Adam Neuser ditangkap dan dipenjarakan bersama
kedua pengikutnya bernama Sylvan dan Mathias Vehe. Pada tanggal 15 Juli 1570
Adam Neuser dan kawan-kawan lolos tetapi tertangkap kembali dan dihukum
mati. Namun sebelum dilaksanakan dia sendiri dibantu lolos oleh
simpatisannya dan akhirnya tiba di Istambul dengan selamat dan menjadi
penyiar Islam disana.


143. Tahun 1571. Archduke (bangsawan agung) Charles of Styrie, putra
terakhir Ferdinand menikah dengan seorang putri bangsawan Bavaria tahun
1571. Dibawah pengaruh putri ini, Charles bekerja keras memusnahkan para
heresi, orang-orang yang tidak sejalan dengan Katolik dari kerajaannya.


144. 28 Maret 1572, rakyat Belanda memulai gerakan perlawanan secara
nasional terhadap raja sekaligus penguasa militer Spanyol yang menduduki
kawasan mereka, yaitu Raja Philip II. Sebelumnya, yaitu tahun 1566, kaum
protestan Belanda pernah melakukan perlawanan serupa.

Akan tetapi, karena tidak adanya kepemimpinan yang efektif, perlawanan
tersebut bisa ditumpas habis oleh tentara Spanyol. Pada tahun 1572,
kesadaran nasional rakyat Belanda mendorong mereka melakukan perlawanan
secara menyeluruh. Akhirnya, rakyat Belanda berhasil meraih kemerdekaan dari
pendudukan Spanyol empat tahun berikutnya, yaitu tahun 1576.


145. Tahun 1572. Pembantaian pada hari St.Bartolomeus, orang Protestan
Prancis dibantai secara massal oleh Catherina de Medici. Sekitar 20.000
Huguenots (Prancis Protestan) dibunuh atas perintah Paus Pius V. Sampai abad
ke-17 200.000 orang melarikan diri.

Pembantaian ini merupakan salah satu peristiwa yang secara fatal
menghancurkan gerakan kaum Protestan di Prancis. Raja Prancis dengan cerdik
mengatur pernikahan antara adik perempuannya dengan Laksamana Coligny,
seorang pemimpin kaum Protestan. Pesta pernikahan dirayakan dengan
besar-besaran.

Setelah empat hari berpesta, para serdadu diberi tanda. Pukul 12 malam,
semua rumah kaum Protestan di seluruh kota Paris didobrak satu per satu.
Coligny dibunuh, tubuhnya dibuang ke jalan melalui jendela, kemudian
kepalanya dipenggal dan dikirimkan kepada Paus. Mereka juga memotong tangan
dan alat kelaminnya dan menyeretnya sepanjang jalan kota Paris selama tiga
hari dan akhirnya tubuhnya digantung di dekat bukit yang terletak di luar
kota tersebut.

Afer murdering him, the Catholic mob mutilated his body, "cutting off his
head, his hands, and his genitals... and then dumped him into the river
[...but] then, deciding that it was not worthy of being food for the fish,
they hauled it out again [... and] dragged what was left ... to the gallows
of Montfaulcon, 'to be meat and carrion for maggots and crows'."

"Setelah membunuh Coligny, orang-orang Katolik memotong-motong tubuhnya,
"memotong kepalanya, tangannya, dan alat kelamin nya... dan kemudian
membuang mayatnya ke dalam sungai. Tetapi kemudian, mereka memutuskan bahwa
ia tidak pantas untuk menjadi makanan ikan, maka mereka menariknya lagi
keluar, jenazah Coligny diseret dan kemudian ditaruh diatas tiang gantungan
Montfaulcon, untuk menjadi daging makanan untuk burung gagak dan belatung'."

Mereka juga membantai semua orang yang diketahui beragama Protestan. Selama
tiga hari pertama, lebih dari 10.000 orang dibunuh. Tubuh orang-orang yang
sudah mati itu dibuang ke sungai dan darah mengalir di seluruh jalan-jalan
di kota menuju ke sungai sehingga seperti membentuk aliran sungai darah.
Karena kemarahan yang meluap-luap, mereka juga membunuh pengikut mereka
sendiri kalau mereka dicurigai tidak mempunyai kepercayaan yang kuat
terhadap paus.

Dari Paris, pembunuhan menyebar ke seluruh bagian Prancis. Lebih dari 8.000
orang dibunuh. Hanya sedikit orang Protestan yang selamat dari kemarahan
para penganiaya itu.


146. 29 Maret tahun 1573, Raja Prancis Charles IX mengeluarkan sebuah
undang-undang bersejarah yang berisikan kebebasan kaum Protestan negara itu
untuk menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinan kelompok mereka.

Keputusan itu menyusul kemenangan yang diperoleh kaum Protestan atas
kelompok Katolik dalam perang keempat yang terjadi antara kedua kelompok
Kristen itu yang telah selama hampir setahun, yaitu sejak tanggal 15 Juli
tahun 1572. Perang yang terkenal dengan nama La Rochelle itu berakhir dengan
kemenangan kaum Protestan.

Jadi Katolik akhirnya memberikan kebebasan untuk umat Protestan bukan karena
itu yang mereka inginkan, tetapi karena mereka kalah perang melawan
Protestan.


147. 14 Mei tahun 1575, Angola secara resmi dinyatakan sebagai koloni
Portugis. Setelah dijajah Portugis, Angola yang sebelumnya merupakan bagian
dari kerajaan Afrika Ghana, berubah menjadi kawasan perbudakan yang sangat
mengerikan selama lebih dari 400 tahun. Selepas Perang Dunia II berakhir,
muncul sejumlah bentrokan yang menginginkan diakhirinya kolonialisme di
Angola. Akhirnya, pada tahun 1975 Angola berhasil memerdekakan diri.


148. Tahun 1575. Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabullah berhasil
menghancurkan benteng Portugis di Maluku. Dipimpin Sultan Baabullah
(1570-1583) ini Ternate mengalami kemajuan pesat dan berhasil mengusir
Portugis dan Spanyol dari Maluku. Untuk sementara waktu mereka berhasil
menarik napas lega, karena telah mengusir keluar penjajah-penjajah biadab
atas nama Yesus Kristus itu.


149. 17 Juni tahun 1576, pangeran William memimpin perjuangan rakyat Belanda
dan mengumumkan kemerdekaan negeri itu dari jajahan bangsa Spanyol.
Perlawanan terhadap Spanyol yang dipimpin oleh pangeran William mencapai
puncaknya pada tahun 1568.

Setelah tujuh provinsi di utara negeri itu menyatakan bergabung dengan
perjuangan kemerdekaan, peluang untuk mendirikan negara yang bebas di sana
kian terbuka. Meski sejak tahun 1576 Belanda telah mengumumkan
kemerdekaannya, namun rakyat di negeri itu tetap harus berhadapan dengan
aksi pembantaian yang dilakukan oleh tentara Spanyol.

Akhirnya pada tahun 1609, raja Spanyol dan para pemimpin Belanda
menandatangani kesepakatan damai yang juga berarti pengakuan kedaulatan
belanda oleh Spanyol. Setelah merdeka, secara perlahan Belanda menjadi salah
satu negeri penjajah terbesar yang melakukan penjajahan di berbagai belahan
dunia.

Belanda terletak di barat laut benua Eropa di pesisir laut Utara. Negeri ini
memiliki luas wilayah hanya 42 ribu kilometer persegi dan berbatasan dengan
Jerman dan Belgia. Pemerintahan Belanda menggunakan sistem monarki dengan
penduduk yang berjumlah sekitar 15 juta orang.


150. Tahun 1579. Gereja melakukan penindassn terhadap Francis David. Francis
David (1510-1579) semula menganut Protestan yang sangat brilyan dan ketika
Luther dan Calvin pecah, David mengikuti Calvin. Pada tahun 1566 ia
menghasilkan pengakuan keimanan (Confession of Faith) yang mencengangkan. Di
antara isinya:

"Bentuk Kebaktian yang bagaimanapun sederhananya tidak boleh ditujukan
kepada Kristus tetapi kepada Allah Tuhan Bapa". (The Forms of simple prayers
are directed not to Christ, but to the Father).

"Kristus, Guru Kebenaran mengajarkan, bahwa tiada siapapun tempat mohon
pertolongan terkecuali hanya Allah Tuhan di surga". (Christ, the Teacher of
Truth taught no one is to be invoked beside the Heavenly Father).

Francis David tidak melakukan kesalahan apa-apa, apa yang dilakukannya
hanyalah mengatakan apa yang tertulis dalam Alkitab apa adanya. Dia hanya
mencoba untuk berlaku jujur. Tetapi Francis David karena pernyataannya itu
dihukum seumur hidup dan mati dipenjara pada tahun 1579. Setelah David mati
ditemukan sajak yang ditinggalkannya di penjara yang kemudian tersebar
berbunyi:

"Dua puluh tahun dengan jujur
Aku melayani negaraku
Dan terhadap pangeran
Kesetiaanku dapat dibuktikan
Apakah anda pertanyakan kejahatan
Yang dituduhkan tanah air padaku?
Cuma disebabkan keyakinanku Allah itu Esa bukan tiga
Yang aku sembah
Walaupun petir, salib dan pedang Paus
Serta maut tampil di depan mata
Bahkan kekuasaan apapun
Tidak akan mampu mencegah
Perkembangan kebenaran
Apa yang aku rasakan
Dan aku tuliskan
Dengan ikhlas hati
Aku Bicara
Sesudah kematianku
Dogma kepalsuan akan ambruk"


Bersambung...

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 9:33 am

151. Tanggal 6 April tahun 1580, kerajaan Spanyol secara resmi memasukkan
Portugis sebagian bagian dari wilayah kekuasaannya. Awalnya, Portugis adalah
sebuah kerajaan dengan kekuatan besar di Eropa. Negara ini bahkan memilik
banyak tanah koloni di Asia, Afrika, dan Amerika. Akan tetapi, pada
tahun-tahun itu, muncul resesi ekonomi di dalam negeri Portugis.

Akibatnya, terjadi emigrasi besar-besaran warga Portugis ke kawasan-kawasan
koloninya. Begitu kekuatan dalam negeri Portugis melemah, Spanyol melakukan
serangan ke Portugis dan dengan mudah menaklukan negeri itu. Menyusul
penaklukan Portugis, tanah-tanah jajahan negara itu juga akhirnya
satu-persatu jatuh ke tangan negara penjajah lainnya seperti Belanda.
Portugis kembali berhasil meraih kemerdekaannya tahun 1640.

Biasanya dua bangsa Katolik KOLONIALIS TERBESAR ini saling berlomba-lomba
untuk memperebutkan dan menaklukan daerah jajahan. Namun kali ini mereka
saling "memakan" sesamanya. Akh dasar Kristen emang kemaruk, nggak ada musuh
saudara seimanpun dimakan!


152. Tahun 1582. Orang-orang Yahudi yang sebelumnya telah diusir secara
beramai-ramai di Hungaria, memberanikan diri untuk kembali pulang kesana.
Namun akhirnya mereka dihalau kembali untuk keluar dari sana oleh
orang-orang Kristen tahun 1582.


153. Tanggal 5 April 1585 sebuah tragedi pembunuhan massal terjadi di
Harlem, Belanda. Tragedi yang juga dikenal dengan nama Tragedi Harlem ini
terjadi saat Raja Spanyol Philip II menginstruksikan represi secara meluas
atas rakyat Belanda yang kemudian berpuncak dengan pembunuhan di Harlem itu.
Dalam kasus tersebut, sekitar 6.000 aktivis kemerdekaan Belanda dibunuh
oleh tentara Spanyol. Perjuangan rakyat Belanda untuk meraih kemerdekaannya
akhirnya mencapai hasil pada tahun 1609.


154. Tahun 1586. Pada tahun 1586, seorang Sultan Aceh menyerang Portugis di
Malaka dengan armada yang terdiri dari 500 kapal perang dengan angkatan laut
yang berjumlah 60.000.

Diketahui bahwa antara tahun 1547, 1568, 1579, 1586 dan 1629 adalah
merupakan masa-masa yang sangat kritis dalam usaha menentukan siapa pemenang
dalam perang panjang dan meletihkan antara Portugis melawan Aceh itu.
Panglima perang Portugis, Diego Lopez de Fonesco, telah berhasil dibunuh
oleh pasukan elite tentara Aceh. Benteng pertahanan Portugis, Gereja Sint
John, yang oleh Melayu lebih dikenali sebagai Sang Yoang dan Gereja Madre de
Dios, telah sepenuhnya dikuasai.

Namun akhirnya Aceh terpaksa mundur karena Portugis mendapatkan bantuan dari
Sultan Pahang, dan karena pertimbangan strategis, adalah lebih baik untuk
pulang dan menjaga wilayah Aceh daripada mati-matian merebut Malaka.


155. Tahun 1586. Akhir tahun 1586, para penganut Anabaptis dari Movaria
berhasil menyembunyikan 600 korban yang selamat dari penyiksaan Duke
Guillaume. Ini satu contoh yang membuktikan bahwa beribu-ribu dan bukan
beratus-ratus yang dimusnahkan oleh Ordo Jesuit. Benar-benar kekejaman yang
mengerikan yang menimpa negara berpopulasi rendah ini. Secara perlahan,
semua pengajaran di Bavaria diserahkan kepada Jesuit dan bumi Bavaria
menjadi pusat penetrasi Jesuit ke Jerman bagian barat, timur dan selatan.


156. Tahun 1587. Pada tahun ini terjadi peperangan antar klan di Jepang.
Jesuit memanfaatkan perang ini dan bekerja sama dengan pedagang Portugis.
Karena kerja samanya ini, penguasa Jepang yang menang tidak mempercayai
Jesuit lagi. Akibatnya gereja Katolik di Jepang dihancurkan, 6 pastor ordo
Fransiskan dan 3 pastor ordo Jesuit disalib, orang-orang Katolik Jepang
dibunuh dan ordo Jesuit pun dilarang.


157. Tahun 1590. Sekitar 50.000 sampai 60.000 orang di Ternate telah
berhasil dikristenkan oleh Portugis, dan kaum Katolik-kolonialis ini juga
telah meninggalkan ciri kebudayaan orang Ternate antara lain bahasa dan nama
keluarga. Selain membuat sesat kaum kolonialis Kristen itu juga telah
merusak adat istiadat penduduk tempatan.


158. Perbudakan ras Afrika mulai abad XVI oleh Kristen kulit putih. Dan
musik gereja Gospel itu berasal dari kejahatan yang dilakukan oleh
orang-orang Kristen kulit putih terhadap budak-budaknya.

Konsep rasialisme yang ada sekarang, mulai muncul pada abad ke-XVI ketika
perdagangan budak mulai berkembang. Budak-budak didatangkan dari Afrika
menuju Eropa atau Amerika. Para pedagang budak yang hampir semuanya Kristen
itu menyebarkan paham bahwa masyarakat kulit hitam (ras Afrika) adalah ras
yang terkuat namun inferior, sehingga cocok untuk mengerjakan pekerjaan
kasar dan harus tunduk pada perintah. Pandangan inferioritas ini sama dengan
yang terjadi pada masa Romawi dan Yunani.

Diperkirakan 11,8 juta rakyat Afrika diperdagangkan selama masa Perdagangan
Budak Atlantik, di mana sekitar 10 sampai 20% nya tewas dalam perjalanan
menyeberangi samudera Atlantik. Pada abad 19, tercatat bahwa 90% budak
belian adalah anak-anak. Beberapa negeri Kristen telah menjadi kaya raya
karena perdagangan budak ini. Perbudakan Afrika adalah saudara kembar
kolonialisme di benua itu.

Bahkan ada satu fakta menarik, bahwa musik Rap yang kita kenal sekarang ini
adalah berasal dari budak-budak kulit hitam yang dipelihara oleh orang-orang
Kristen kulit putih.

Kebanyakan buku, Acara Tv dan sejarawan mengatakan bahwa rap di buat atau
diciptakan di Bronx, tapi ini tidak sepenuhnya betul. Rap Amerika yang kita
tau sekarang dimulai sekitar 1970 di Boogie Down Bronx. Untuk mengerti
secara keseluruhan, kita harus kembali ke masa lampau: dimulai di Afrika. Di
Afrika -untuk lebih spesifik- Suku-suku disana mengabadikan sejarah mereka
dalam bait-bait ritmik dan nyanyian.

Karena ada banyak suku-suku, banyak terdapat bahasa daerah dan suku-suku
yang bahasa mereka seringnya tidak dibuang/dilupakan. Jadi, untuk menjaga
sejarah dan legenda mereka menggunakan lagu dan ritmik untuk
menceritakannya. Karena pedagang budak kulit putih datang dan memisahkan
mereka dari keluarga dan suku mereka.

Orang Afrika asli membawa cerita dan rima mereka bersama pedagang budak
eropa. Mereka (pedagang budak)tidak mengijinkan para budak bicara
menggunakan "Bahasa Ibu" (bahasa afrika asli). Para pedagang budak itu
berpikir bahwa mereka berencana untuk membuat rusuh. Walaupun mereka
dirantai, tapi mereka di perbolehkan untuk menyanyi. Ini membuat para budak
bertahan hidup dan merasa lebih baik. Para budak wanita di perkosa dan
sering kali hamil oleh crew (para pembantu pedagang budak). Budak wanita
dijadikan bonus buat para crew. Perjalanan seperti ini bisa memakan waktu
hingga sebulan.

Dan bila dari sekitar 1000 budak, ada 600-700 budak yang selamat, itu adalah
perjalanan yang bagus. Dan bila budak wanita hamil maka mereka akan
mendapatkan harga yang lebih baik (karena ada tambahan bayi dalam kandungan
budak wanita). Lalu orang-orang Kristen/para majikan alias pemilik budak itu
berlaku sama untuk mendapatkan lebih banyak budak, yaitu memperkosa budak
wanita hingga hamil dan anak hasil perbuatan itu di jadikan budak lagi.
Mereka, para majikan bahkan memberikan tamu mereka satu atau dua wanita
untuk teman tidur...

Ketika mereka menyanyi mereka bekerja lebih giat karena isi nyanyiannya
adalah tentang dari mana mereka berasal dan sejarah suku-suku mereka. Waktu
selanjutnya, karena majikan bersifat lebih lunak, para budak diperbolehkan
libur setiap hari minggu. Pada hari minggu tersebut, para budak pergi ke
gereja dan menyanyikan lagu kebebasan. Hal ini kemudian berubah menjadi
paduan suara Gospel.

Jadi musik Gospel Gereja berasal dari pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan
orang-orang Kristen terhadap budak-budak kulit hitam! Yesus pasti tersenyum
bangga melihat buah hasil akibat pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan oleh
para pengikutnya ini! (^_^)


159. Yang memberikan kesempatan bagi meluasnya kehadiran misionaris Kristen
di negara-negara timur adalah masuknya tentara imperialis di kawasan itu.
Seperti yang kita ketahui bersama, aksi penjajahan Portugis dan Spanyol
mendapat dukungan Paus Aleksander ke-VI pada abad ke 15 masehi.

Paus memberi dukungan kepada pemerintah Spanyol dan Portugal dengan syarat
kedua imperialis ini memberi jalan kepada misionaris kristen untuk masuk ke
negara jajahan dan mendukung segala upaya dan aktivitas delegasi misionaris
kristen dalam menyampaikan ajaran mereka kepada rakyat di sana.

Jadi hubungan antara missionaris Kristen dengan penjajahan = sangat erat.
Mereka saling bahu membahu dalam mencari mangsa dan melakukan kebiadaban.

Di berbagai tempat Kristen-Kristen imperialis itu melakukan berbagai
kekejaman dan penindasan terhadap wilayah yang dijajahnya. Benua Afrika
dengan mudah mereka duduki dan penduduknya dijadikan budak belian, walaupun
berhasil mereka kristenkan.

Bangsa Aborigin di Australia diperlakukan dengan biadab, hak-hak atas tanah
negeri leluhurnya dirampas. Bahkan tubuh mereka dijadikan koleksi seperti
barang antik. Nasib lebih buruk dialami bangsa Indian yang budaya dan
kegagahannya sangat dipuji. Satu persatu mereka punah oleh sistim imperialis
barat. Tidak peduli apakah mereka menjadi Kristen atau tidak.

Nasib bangsa Papua Nugini, Papua Barat dan Timor juga hampir sama saja.
Belanda yang menguasai Papua Barat, Portugis yang menguasai Timor dan
Inggris yang menguasai Australia dan Papua Timur membiarkan saja penduduk
pribumi dalam budaya primitifnya. Dalam masa ratusan tahun kekuasaannya atas
negeri negeri itu Imperialis barat berkesempatan luas mengkristenkan dan
mengangkat martabat dan budaya penduduk wilayah tersebut.

Tetapi itu TIDAK mereka lakukan, karena mereka (Imperialis Barat) tidak
melihat manfaatnya untuk kepentingan sistim penjajahan. Pengkristenan di
Timor, Papua Barat dan wilayah Nusantara non-Islam lain giat mereka lakukan
karena mereka anggap perlu untuk membatasi pengaruh Islam atas
wilayah-wilayah itu dan mempertahankan pengaruh barat terhadap Nusantara
secara keseluruhan


160. Akhir tahun 1590-an Belanda datang di Ambon. Masuknya Belanda yang
mengusung misi Protestan ke daerah Maluku yang masih dikuasai Portugis
menimbulkan perang agama yang dahsyat.

Ketika mereka bertemu dengan Katolik Portugis di sini, lalu orang-orang
Belanda yang Protestan itu menganggap Portugis yang Katolik itu adalah
musuhnya, sehingga kemudian mereka bantai Portugis itu. 15.000 orang
Katolik, orang asli pribumi Katolik di Ambon, mereka habiskan dalam 1 malam.

Fakta ini diungkapkan sendiri oleh Jenderal Purnawirawan Theo Syafei, dalam
pidatonya di Kupang yang kasetnya telah beredar dimana-mana. Yang mana
pidatonya itu telah memprovokasi orang-orang Kristen disana sehingga terjadi
kerusuhan Kupang tahun 1998 lalu.


161. Tahun 1595. Pada tahun 1595, Belanda mengirimkan pasukan yang dipimpin
oleh Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer. Tujuan utama ialah membeli
rempah-rempah dari tempat-tempat asalnya. Mula-mula mereka mencari jalan
melalui Kutub Utara, tetapi usaha ini tidak berhasil. Kemudian mereka
menempuh jalan lain yakni melalui Tanjung Harapan. Setelah berlayar selama
14 bulan, akhirnya tanggal 22 Juni 1596 Belanda berhasil mendarat di Banten.

Kedatangan Belanda dianggap akan dapat meningkatkan keuntungan perdagangan.
Belanda mula-mula menunjukkan sikap bersahabat. Kemudian Belanda melakukan
perjanjian dagang dengan Banten. Tetapi akhirnya Belanda memperlihatkan
sifat aslinya, yaitu keserakahan dan bersikap kasar. Tindakan itu
menyebabkan mereka dimusuhi dan diusir keluar dari Banten.

Belanda kemudian berlayar menyusuri pantai utara Pulau Jawa. Kedatangannya
tidak mendapat sambutan yang baik sehingga mereka tidak dapat meneruskan
perjalanannya ke Maluku. Akhirnya, mereka kembali ke Belanda melalui Pulau
Bali.

Armada Belanda yang pertama tersebut tentu menderita kerugian besar.
Meskipun armada Belanda tersebut menderita kerugian, kedatangan mereka di
Belanda disambut gembira. Mereka sudah menemukan jalan laut menuju
Indonesia. Sebab ternyata, selang beberapa tahun kemudian, mereka memang
kembali berlayar ke Indonesia. Kristen macam mereka tidak akan berhenti
berusaha sebelum niat jahatnya terkabulkan.


162. Tahun 1598. Pada tahun 1598, Belanda tiba untuk kedua kalinya di
Banten. Armada ini dipimpin oleh van Neck serta disusul armada lain yang
dipimpin oleh Warwijk. Kehadiran mereka yang kedua itu telah membawa
keuntungan yang besar.

Sejak saat itu, orang-orang Belanda berlomba-lomba datang ke Indonesia.
Persaingan diantara mereka sendiri tidak dapat dihindari. Persaingan ini
sudah tentu merugikan diri sendiri. Untuk mengatasi masalah itu, mereka
membentuk persatuan (kongsi) dagang, yang kemudian dikenal dengan VOC. Biar
lebih enak dan leluasa mengeruk kekayaan alam Indonesia tujuannya.


163. Tahun 1599. Pasukan Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan
Frederick de Houtman pada tahun 1599 melakukan kudeta kepada Sultan Aceh.
Tentara Aceh ketika itu dapat melumpuhkan kekuatan armada Belanda, dan
Sultan Alaudin Riayat Shah (1588-1604) yang berkuasa ketika itu telah
menjatuhkan hukuman bunuh kepada Cornelis de Houtman yang dieksekusi
langsung oleh Laksamana Malahayati dengan rencongnya sendiri.

Sementara saudaranya, Frederick de Houtman ditawan beserta dengan seluruh
anak buahnya sebagai tahanan perang, yang masing-masing dijatuhi hukuman
selama sepuluh tahun. Silahkan baca "Oede Glorie", karangan Marie C. Van
Zegelen.

Kejadian ini dilaporkan Sultan Aceh kepada Kerajaan Belanda. Sehubungan
dengan peristiwa itu Kerajaan Belanda telah mengirim surat permintaan maaf
secara resmi. Dalam kasus ini, Sultan Aceh telah berlaku arif dan bijaksana
dengan membebaskan semua tahanan yang kemudian mereka pulang dan diserahkan
oleh Tengku Abdul Hamid, Duta besar Aceh di negeri Belanda.

Selain daripada itu, dalam sejarahnya Aceh memberi kebenaran kepada
kapal-kapal dagang dan perang Prancis yang dipimpin oleh Panglima perang
Beaulieu, untuk menggunakan Pelabuhan Aceh sebagai pangkalan untuk
memperbaiki kapal-kapal yang rusak.


164. Tahun 1600. Seorang pakar astronomi yang sepemahaman dengan Copernicus,
yakni Bruno Giordano, mengalami nasib yang lebih tragis. Ia dijatuhi fatwa
mati oleh pihak gereja karena dianggap ajarannya melawan kebenaran isi
Alkitab. Karena Giordano masih kepingin hidup lebih lama, mengetahui
nyawanya terancam oleh fatwa mati ia segera kabur menyelamatkan diri.
Perjuangannya ternyata menuai kegagalan. Tahun 1600 ia berhasil ditangkap
oleh pihak berwajib di Campo de Fiori, Italia dan dijatuhi hukuman mati pada
17 Februari 1600, yakni dengan cara dibakar hidup-hidup!


165. Maret 1602. Belanda berusaha memonopoli perdagangan rempah rempah di
Indonesia dengan membentuk suatu kongsi dagang bernama VOC (Vereenigde
Oost-Indische Compagnie), yang artinya Persekutuan Dagang Hindia Timur.
Namun bangsa Indonesia menyebutnya kompeni Belanda.

Awalnya VOC menunjukkan sikap bersahabat terhadap penguasa-penguasa pribumi,
sehingga hubungan mereka baik. Lebih-lebih dalam menghadapi saingannya
sesama perampok di tanah Indonesia, yaitu Portugis.

Pangkalan pertama VOC bertempat di Ternate. Gubernur Jendral VOC pada waktu
itu adalah Pieter Both. VOC kemudian melakukan monopoli perdagangan
rempah-rempah. Artinya, Indonesia hanya boleh berdagang dengan VOC dengan
harga yang telah ditentukan oleh VOC. Cara perdagangan seperti ini tentu
saja sangat merugikan Indonesia. Dengan demikian Kristen Belanda semakin
menguasai dan menginjak-injak rakyat Indonesia dan merampas kekayaan
alamnya.

Selain itu, melalui lembaga dagang (VOC) ini, Belanda juga mencoba untuk
meruntuhkan kekuasaan ekonomi Islam Indonesia dan kekuasaan maritimnya.
Upaya ini dibantu oleh East Indian Company (EIC) dari Inggris. Protestan
Belanda memang berhasil menguasai secara fisik Jayakarta yang diubah menjadi
Batavia (1619). Tetapi tidaklah mampu membendung pengaruh ajaran Islam di
hati rakyat.

Imperialis Barat ini, mengembangkan pengertian dagang identik dengan
perampokan. Barat dengan armada perangnya yang tidak memiliki barang
dagangan, melalui kekuatan senjata, merampok dan mencoba menaklukkan bangsa
yang di jumpainya. Namun mengapa Barat gagal menghancurkan Islam Indonesia?.

Dari sisi wilayah Portugal (92.082 km persegi) dan Belanda (41.160 km
persegi), hanya sebanding dengan Provinsi Jawa Barat (44.176 km persegi) +
Jawa Tengah (34.862 km persegi) + DI Yogyakarta (3.142 km persegi). Sangat
tidak sebanding hanya dengan Pulau Jawa dan Madura (131.174 km persegi).

Mereka bertemu dengan kekuatan umat Islam dengan populasi dan wilayah yang
jauh lebih besar. Untuk Kerajaan Protestan Belanda, berhasil bertahan lama
menjajah, sebagai akibat menciptakan sistem pemerintahan indirect rule yang
didukung oleh Lurah hingga Bupati bekerja sebagai aparat penjajah.


166. Pada musim semi 1612 beberapa kolonialis Inggris di Amerika Serikat
menemukan kehidupan di antara (yang umumnya dermawan dan ramah) penduduk
asli yang menarik, sehingga cukup untuk meninggalkan Jamestown.

Namun "Gubernur Thomas Dale telah mengejar mereka dan mengeksekusinya:
'Beberapa dari mereka ditangkap untuk kemudian digantung, beberapa dibakar
dan lainnya dipatahkan dan dan beberapa yang lain ditembak sampai mati'."

Tentu saja ukuran yang rapi ini terbatas untuk peserta orang-orang Inggris:
"Ini adalah perawatan bagi mereka yang ingin untuk bertindak seperti orang
Indian. Bagi mereka yang tidak punya pilihan di dalam perihal ini, sebab
mereka adalah penduduk asli Virginia".

Metode-metode berbeda: "manakala seorang Indian dituduh oleh seorang lelaki
Inggris mencuri sebuah cangkir dan lupa untuk mengembalikannya, orang
Inggris itu akan meresponsnya dengan menyerang pribumi itu dengan kekerasan,
membakarnya supaya seluruh masyarakat takut."

Pada wilayah yang kini disebut Massachusetts para bapak pendiri dari daerah
jajahan itu telah bersepakat untuk melakukan genosida (pembantaian massal),
didalam apa yang kemudian dikenal sebagai "Peperangan Peqout". Para pembunuh
adalah Puritan Kristen dari New England, yang telah mengungsi dari
penyiksaan di dalam negeri asal mereka alias rumah mereka sendiri di
Inggris.

Ketika seorang penduduk yang mati baru ditemukan, yang mana dia diduga
dibunuh oleh orang-orang Indian Narragansett, akhirnya para Penduduk puritan
Kristen ingin melakukan pembalasan dendam. Di samping orang Indian sendiri
telah berikrar untuk berperang melawan kebiadaban orang-orang Kristen itu.

Bagaimanapun juga mereka nampak telah kehilangan ide untuk apa yang akan
mereka lakukan sesudahnya, sebab ketika mereka disambut oleh orang Indian
Pequot (musuh lama Indian Narragansetts) namun pasukan Kristen itu tetap
memerangi orang-orang Pequot dan membakar desa/kampung mereka.

Seorang komandan Puritan John Mason setelah satu pembantaian menulis: "Dan
tentu saja teror yang seram seperti itu melakukan apa yang diinginkan Tuhan
atas Roh mereka, yang mana mereka itu akan terbang dari kita dan ditumbuk
seluruh nyala api, di mana banyak di antara mereka binasa... Tuhan adalah di
atas mereka semua, yang menertawakan musuh nya dan musuh dari umatnya untuk
merendahkan, membuat mereka sebagai tungku yang berapi-api... Begitu
perlakuan Tuhan di antara para penyembah berhala, mengisi tempat dengan
mayat-mayat orang mati."

Maka Tuhan pun disenangkan untuk memukul musuh-musuh kita yang merintangi,
dan untuk memberi kita tanah mereka sebagai suatu warisan. Oleh karena
pengetahuan mereka berkiblat pada Deuteronomy, disana Mason mengikuti dengan
mengutip kata-kata: "Engkau boleh menyelamatkan hidup tidak ada yang
dibiarkan tidak bernafas. Tetapi engkau boleh sepenuhnya menghancurkan
mereka."

Teman John Mason, kamerad Underhill mengingat bagaimana "yang sedih dan
agung adalah penglihatan yang berdarah kepada pandangan dari tentara muda"
sekalipun begitu menenteramkan hati para pembacanya yang "kadang-kadang
kitab Injil itu menyebutkan bahwa para wanita dan anak-anak harus binasa
bersama-sama dengan orang tua mereka".

Orang Indian yang lainnya dibunuh di dalam rencana peracunan yang sukses.
Para Kristen penjajah itu memiliki anjing-anjing yang khusus dilatih untuk
membunuh orang-orang Indian dan untuk merenggut anak-anak kecil dari dada
para ibu mereka, mereka diilhami oleh Kristen-Kristen Spanyol dalam
melakukan penyiksaan dan pembantaian.

Orang Indian yang selamat dibagi-bagikan untuk tinggal di daerah perbudakan.
John Endicott dan pastur nya menulis kepada gubernur dan meminta untuk
'pembagian' dari para tawanan, khususnya seorang wanita muda atau gadis dan
seorang laki-laki jika diperbolehkan juga.

Komentar orang-orang Kristen pembasmi tersebut: "Kehendak Tuhan, kehendak
yang mana memberi kita alasan untuk berkata: 'Betapa Agung KebaikanNya!
Betapa Agung KecantikanNya!'".

Sampai hari ini, kebohongan adalah syah-syah saja bagi orang Kristen. Dasar
Kristen anak buah Yesus Kristus Biadab!


167. Tahun 1613. Kasus yang menimpa Galileo Galilei. Penganut kristiani
saleh yang lahir 15 Februari 1564 ini, pada tahun 1613 menerbitkan sebuah
karya berjudul "Sejarah dan Konsep-konsep tentang Noda Matahari Beserta
Fenomenanya", yakni sebuah ulasan yang menunjukkan dukungan pada teori
Copernicus.

Pada tanggal 22 Juni tahun 1633, Galileo Galilei, astronom, matematikawan,
dan fisikawan Italia abad ke-17, diajukan ke pengadilan gereja karena
pemikirannya dianggap bertentangan dengan kebijakan gereja. Pada zaman itu,
gereja meyakini bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan planet-planet lain
berputar mengelilingi bumi. Pada tahun 1632, Galileo menulis sebuah buku
yang menolak pandangan ilmuwan bernama Bartholomeus berkenaan dengan sistem
tata surya.

Dalam buku itu, Galileo mengemukakan hasil penelitiannya, bahwa mataharilah
pusat tata surya dan bumi serta planet-planet lainnya berputar mngelilingi
matahari.

Tahun 1633, gereja menuduh teori "Matahari Centris" sebagai ajaran sesat dan
melarang Galileo yang penemu thermometer ini untuk memberi ceramah. Tahun
1633, "Bapak Sains Masa Kini" ini dibawa ke Roma, dihadapkan ke Pengadilan
Gereja dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Gereja kemudian menjatuhkan vonis kafir kepada Galileo dan mengancamnya
dengan hukuman mati. Demi menghindari hukuman mati, Galileo menyatakan
menarik pandangannya itu, namun ketika keluar dari pengadilan, dia
mengatakan, "Meskipun demikian, bumi tetaplah berputar."

Galileo meninggal tahun 1642 dan statusnya sebagai tahanan rumah dibawanya
sampai mati. Ironis, akhirnya kemudian terbukti pendapat Galileo Galilei
bahwa bumi yang mengelilingi matahari adalah benar, sedangkan pendapat
Alkitab bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi adalah salah.


168. Gereja memenjarakan Christopher Columbus yang menemukan benua tanpa
memberitahu Saint Paul. Gereja memvonis setiap penemuan hukum alam, evolusi
dunia, ataupun benua yang sebelumnya tidak diramalkan oleh kitab suci,
sebagai sebuah pelanggaran moral.


169. Gereja menyingkirkan Pascal dan Montey karena dianggap tidak bermoral,
dan Muller dengan tuduhan pencabulan.


170. Tahun 1614. Peristiwa kelam yang telah dialami oleh Jesuit yaitu
dibantai dan diusir keluar dari Jepang pada tahun 1587 tidak menyurutkan
semangat mereka. Jesuit tetap bertahan di Jepang dan melakukan kegiatannya
dengan rahasia. Namun tahun 1614, Shogun pertama, Tokugawa Yagasu, tidak
menyukai aksi berhala mereka dan mulai mengeksekusi para Jesuit. Mereka
orang-orang Katolik itu memang tidak ada kapok-kapoknya walaupun sudah
jelas-jelas ditolak.


171. Tahun 1614. Oleh karena sikapnya yang tamak, licik dan kasar, Portugis
dimusuhi hampir di semua daerah. Di Sumatera, Portugis tidak bisa menandingi
kekuatan Kerajaan Aceh. Di Jawa, karena pengaruh Kerajaan Demak yang begitu
kuat, Portugis hanya dapat diterima di Pasuruan dan Blambangan. Di Ternate,
Portugis semakin terdesak oleh perlawanan rakyat Ternate.

Akhirnya, Portugis memutuskan mengalihkan kegiatannya ke daerah Nusa
Tenggara. Pangkalan pusat yang mereka pilih adalah Timor Timur. Setelah
Belanda datang dan merebut Malaka pada tahun 1614, kedudukan Portugis makin
lama makin terdesak.

Di Timor Timur, Portugis membunuhi ribuan penduduknya selama 450 tahun masa
penjajahan mereka disana. Dengan berbagai cara yang keji seperti dibakar,
disembelih, ditembak, pemerkosaan dll yang terutama ditujukan kepada yang
menentang penjajahan mereka. Selama masa penjajahan yang panjang itu
orang-orang Portugis mengeskploitasi habis-habisan bangsa Timor dan nyaris
tidak ada yang mereka lakukan untuk memajukan pembangunan disana apalagi
mengangkat derajat penduduk Timor.

Ketika Portugis keluar dari sana pada tahun 1975, jalan beraspal di Timor
Timur hanya beberapa KM saja! Ini salah satu bukti bahwa Portugis tidak
berusaha membuat keadaan di daerah jajahannya tersebut mengalami perbaikan.
Pantas saja kalau bangsa Kristen Portugis dijuluki sebagai penjajah paling
biadab, dibandingkan dengan biadab-biadab Kristen penjajah lainnya seperti
Belanda, Inggris, Belgia, Prancis, Jerman, Spanyol, Amerika dll.


172. Tahun 1617. Pada tahun ini Archduke Ferdinand dimahkotai sebagai Raja
Bohemia. Dipengaruhi oleh Viller, seorang Jesuit, Ferdinand berperang
melawan kaum Protestan. Tindakannya itu merupakan awal perang agama
berdarah, yang selama 30 tahun ke depan, mencengkeram Eropa dalam ketakutan.


173. Tahun 1618-1648. Perang 30 tahun antara Katolik lawan Protestan di
Eropa. Ribuan orang telah dibantai. Selain kafir orang-orang Kristen memang
biadab dan haus darah.

Pada tanggal 23 Mei 1618, kaum Protestan Cheko yang mengkhawatirkan
dibatasinya kebebasan mereka oleh raja Katolik Roma, Ferdinand II, membunuh
dua orang utusan raja tersebut dan meletuslah perang di Eropa yang
berlangsung selama 30 tahun.

Ada banyak wilayah, dinasti, dan isu agama yang melatarbelakangi perang ini,
namun secara keseluruhan "Perang 30 Tahun" ini adalah perang antara
pangeran-pangeran Jerman Protestan yang beraliansi dengan kekuatan-kekuatan
asing, yaitu Prancis, Swedia, Denmark, dan Inggris, melawan kekuatan
Imperium Katolik Romawi.

Perang dimulai dengan perlawanan dari bangsawan Protestan di Bohemia melawan
Raja Katolik Roma, Ferdinand II. Perang ini meluas ke seluruh Eropa karena
lemahnya UU Imperium Romawi, ketidakmampuan negara-negara bagian di Jerman
untuk bertindak secara kompak, dan ambisi dari kekuatan-kekuatan lain di
Eropa.

Perang berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Westphalia pada 24
Oktober 1648, meskipun tetap terjadi bentrokan-bentrokan hingga tahun 1659.
Salah satu dampak dari perang ini adalah berakhirnya secara relatif
pertentangan antara kaum Katolik dan Protestan serta berkembangnya paham
nasionalisme di Eropa.

Yang menandatangani perjanjian Westphlia adalah Prussia, Austria, Swedia,
dan Prancis. Dengan demikian, berakhirlah peperangan antara kaum Protestan
dan Katolik. Swedia dan Prancis memulai peperangan dengan Prussia untuk
melindungi kaum Protestan di negara ini. Namun, setelah ditandatanganinya
perjanjian Westphlia, Swedia mengakui penguasaan Prussia atas kaum Protestan
di negara itu.

Prancis juga bersedia berdamai dengan Prussia dengan menerima ganti rugi
perang dan penguasaan atas sebagian wilayah bagian barat Prussia. Di antara
hasil penting perjanjian ini adalah keluarnya sebagian wilayah dari
kekuasaan Paus dan menurunnya pengaruh Gereja secara tajam di Eropa. Pada
perang 30 tahun antara Katolik melawan Protestan yang terjadi pada abad
ke-17 ini, sedikitnya 40% dari populasi telah dibantai, kebanyakan di
Jerman.


174. Tahun 1619. Wabah fatwa mati ternyata tak hanya menimpa Giordano, tapi
juga Lucilio Vanini. Ilmuwan yang sealiran dengan Copernicus ini ditangkap
di Kota Toulouse pada tahun 1619 karena dianggap menghina Tuhan. Ia menerima
hukuman dari gereja yang begitu kejam, yakni dipotong lidahnya dan dibakar
hidup-hidup!


175. Tahun 1619. Jan Pieterszoon Coen ditunjuk menjadi Gubernur Jendral VOC.
Monopoli perdagangan semakin dikembangkan. Kristen yang satu ini menggunakan
kekerasan untuk memperkokoh kekuasaannya dan tidak segan-segan untuk
menghancurkan semua yang merintangi.

Agar monopoli dapat dijalankan di seluruh Indonesia ia memindahkan pangkalan
pusat VOC dari Ternate ke Jakarta. Pada tahun 1619, kota ini dapat dikuasai
dan diganti namanya menjadi Batavia. Dia menjadikan Batavia sebagai
Rendezvous yaitu tempat bertemunya kapal-kapal dagang VOC. Sejak VOC
berkuasa di Batavia, penjajahan Kristen Belanda plus penghisapan kekayaan
alamnya di Indonesia semakin menjadi-jadi.


176. Tahun 1620. Tahun 1620, Jesuit berhasil membuat populasi Katolik di
Veltlin, Swiss bangkit melawan kaum Protestan dan membunuh 600 orang
Protestan. Paus memanjakan orang-orang yang ambil bagian dalam rencana
tersebut.


177. 8 Mei 1621, 14.000 orang di pulau Banda, Maluku dibantai Kristen
Belanda. Contoh kongkrit bisa dilacak lewat bukti lembaran sejarah
pembantaian bangsa Banda pada tanggal 8 Mei 1621, yang menelan hampir
seluruh jumlah penduduk pulau Banda sebanyak 14.000 orang. Penduduk asli
Banda tiada tersisa (Willard A. Hanna; Indonesian Banda Colonialism and its
aftermath in the nutmeg island).


178. Tahun 1623. VOC melanggar kerjasama dengan Inggris, Belanda membunuh 12
agen perdagangan Inggris, 10 orang Inggris, 10 orang Jepang, 1 orang
Portugis dipotong kepalanya oleh Kristen Belanda. Sudah ciri khas Kristen
untuk menipu dan melanggar perjanjian yang telah ditandatanganinya sendiri.


179. 22 Agustus tahun 1628, terjadi Perang "La Rochelle" di Prancis, yang
merupakan perang terakhir antara kaum Katolik dan Protestan. Perang ini
dimulai oleh kaum Protestan Inggris.

Kaum Katolik yang dilindungi oleh tentara Prancis di bawah pimpinan Kanselir
Prancis saat itu, Richelieu, berjuang melawan kaum Protestan dan
mempertahankan kota La Rochelle. Perang berakhir satu tahun kemudian dengan
kemenangan kaum Katolik dan pembebasan kota La Rochelle dari penguasaan
Protestan.


180. Tahun 1624 enam puluh orang pasukan Inggris di Amerika yang bersenjata
menyembelih 800 orang Indian yang pasrah tidak berdaya terdiri dari
laki-laki, perempuan dan anak-anak.


181. Dalam pembantaian pada "Perang Raja Philip" tahun 1675 dan 1676 sekitar
600 orang Indian dibinasakan. Mereka dengan bangga menyebut pembantaian
sadis ini seperti sebuah "barbeque."

Sebelum kedatangan orang-orang Inggris, masyarakat New Hampshire dan Vermont
telah berjumlah 12.000 orang. Lebih sedikit dibanding setengah abad kemudian
ketika hanya sekitar 250 orang dari mereka yang masih hidup -suatu
pembinasaan sekitar 98%!. Orang-orang Pocumtuck yang tadinya berjumlah lebih
dari 18.000 orang, lima puluh tahun kemudian 92% sampai 95% dari mereka
telah dibinasakan orang-orang Kristen!.

Orang Quiripi-Unquachog yang telah berjumlah 30.000 orang, lima puluh tahun
kemudian jumlah mereka turun drastis menjadi hanya tinggal 1500 orang -jadi
95% telah dibinasakan!. Orang Massachusetts yang setidaknya telah berjumlah
44.000 orang, lima puluh tahun kemudian tidak sampai 6000 orang hidup -jadi
sekitar 81% yang dibinasakan.

Ini adalah hanya sedikit contoh tentang banyaknya suku bangsa yang telah
tinggal sebelum orang-orang kolonialis-Kristen datang menginjakkan kaki di
"dunia baru" tersebut. Semua kebiadaban ini terjadi sebelum wabah cacar yang
mewabah di tahun 1677 dan 1678 terjadi.

Semua data di atas hanya permulaan menyangkut kolonisasi Eropa, ini sebelum
kebiadaban yang sebenar-benarnya bermula. Jumlah total barangkali lebih dari
150 juta orang Indian (dari kedua bagian benua Amrika) yang telah
dibinasakan di dalam periode tahun 1500 sampai 1900, sedangkan yang dibunuh
akibat wabah cacar dan wabah lainnya sekitar 50 juta dibunuh secara langsung
dengan kekerasan, perbudakan dan perlakukan yang tidak baik. Di banyak
negara-negara, seperti Brazil, dan Guatemala, kebiadaban ini terus berlanjut
bahkan sampai hari ini.


182. Tahun 1628-1629. Perlawanan terhadap VOC terjadi di berbagai daerah di
Indonesia. Misalnya pada tahun 1628 dan 1629, Mataram melancarkan serangan
secara besar-besaran terhadap VOC di Batavia. Sultan Agung mengirimkan
ribuan prajurit untuk menggempur Batavia dari darat dan laut. VOC banyak
menderita kerugian akibat serangan tersebut.

Perlawanan terhadap VOC juga terjadi di daerah-daerah lain seperti di
Sulawesi Selatan, dibawah pimpinan Sultan Hasanuddin. Di Pasuruan (Jawa
Timur) di bawah pimpinan Untung Suropati. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten
juga mengobarkan perang melawan VOC.

Walaupun VOC mendapat tentangan dan perlawanan, mereka pada akhirnya dapat
menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia. Belanda dengan mudah dapat
menguasai kerajaan-kerajaan tersebut dengan cara mengadu domba, politik
perpecahan KHAS KRISTEN, yaitu "Devide et Impera" alias pecah belah dan
jajahlah. Bahkan, Belanda memperalat kerajaan yang satu dengan kerajaan yang
lain. Politik pertentangan atau "devide et impera" ini adalah ciptaan Yesus:

[Lukas 12:51] Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas
bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
[12:52] Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang
di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
[12:53] Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan
anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak
perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan
menantu perempuan melawan ibu mertuanya."


183. Tahun 1634. Dua pertiga penduduk pribumi Indian tewas oleh penyakit
cacar yang dibawa oleh orang-orang Katolik. Kristen-kristen BIADAB itu
memberikan seimut-selimut yang sudah terkontaminasi cacar untuk dipakai oleh
orang-orang Indian, sehingga mereka mati secara mengenaskan. Itulah
kebiadaban-kebiadaban keji yang dilakukan oleh pendatang yang hendak
"menyelamatkan" mereka dari api neraka itu.

Dan ini tentu saja menggembirakan bagi orang Kristen sebagai "berkah dari
Tuhan", sehingga Gubernur Massachusets menulis pada tahun 1634 "For the
natives, they are near all dead of smallpox, so as the Lord hath cleared our
title to what we posses" (Untuk penduduk asli, mereka semua pantas untuk
mati akibat penyakit cacar, sehingga sebagaimana kehendak Tuhan kita bersih
dan bisa mempengaruhi).


184. Berikut lebih mendalam lagi tentang kebiadaban Kristen di Benua
Amerika. Selamat membaca.

Setelah orang-orang Kristen yang pertama berkunjung dan "menemukan" benua
amerika -dimana telah ditemukan dan dihuni 10 ribu tahun sebelumnya- telah
diduduki mereka dalam perjalanannya, sebagaimana gubernur pertama
Massachussets bay colony John Winthrop mengatakan:

"Untuk membawa Gospel ke dalam bagian dunia itu,... dan untuk menaikkan
sebuah kerjakeras melawan kerajaan Anti-Kristus."

Apa yang dimulai dengan perjalanan Columbus, pertama didalam abad yang yang
keenam belas di Selatan dan Meso-America di bawah peraturan Spanyol,
kemudian dari abad yang ketujuhbelas di Amerika Utara yang berada dalam
jajahan Inggris, terjadi genocide dan bencana yang paling besar dalam semua
sejarah manusia, dengan angka kematian rata-rata di atas 80 persen, dan
mungkin lebih dari 150 juta korban. Di banyak negara, seperti Mexico,
Guatemala, Negara Peru, dan Bolivia, ini berlanjut pada suatu intensitas
rendah sampai hari ini, salah satu dari pertimbangan bagi suku Maya untuk
melakukan pemberontakan yang yang terbaru di dalam sebuah provinsi di
selatan Mexico.

Bandingkan dengan contoh laporan berikut. Yang pertama bercerita tentang
nasib dari seorang anak laki-laki Indian yang pernah sekali bermain di
tempat suatu teluk yang tenang dekat desa orang tua nya. Kemudian Tentara
Kristen datang. Sekarang tulang nya dicampur dengan beratus-ratus tukang
orang Indian yang lain tanpa nama (tak dikenal) dalam sebuah kuburan massal.
Satu saksi mata dari atas apa yang terjadi melaporkan:

"Ada satu anak kecil, yang mungkin berusia tiga tahun, yang baru cukup besar
untuk berjalan mengelilingi pasir itu. Orang Indian telah maju selangkah,
dan anak kecil ini ada belakang mengikuti mereka... Saya melihat satu orang
manusia mulai menaiki kudanya, berjarak sekitar 75 yard, dan mempersiapkan
senapan apinya, namun ia luput ketika menembak anak itu. Seorang yang lain
yang lain muncul dan berkata, "Beri aku kesempatan untuk mencoba anak
pelacur itu; Aku dapat memukul dia." Lalu ia mulai turun dari kuda nya,
kebawah dan kemudian menembak anak kecil itu, tetapi ia gagal juga. Orang
yang ketiga kemudian datang dan melakukan hal yang sama, menembak anak itu,
dan akhirnya anak kecil itupun roboh."

Ada peristiwa lain yang serupa dengan ini, tetapi diuraikan oleh seorang
Indian yang berhasil selamat:

"Dengan alat penghenti pendarahan mereka membunuh anak-anak, yang berumur
dua tahun, sembilan bulan, dan enam bulan. Mereka membunuh dan membakar
mereka semuanya... Apa yang mereka melakukan [kepada ayahku] adalah
meletakkan sebuah machete (sejenis pisau) disini (menunjuk pada dada nya)
dan mereka membedah jantung nya, dan mereka meninggalkan dia semua dalam
kebakaran."

Yang pertama dari peristiwa-peristiwa ini mengambil tempat dalam suatu pagi
yang dingin pada di bulan November 1864 di Colorado timur, yang lain
dilaporkan oleh seseorang yang berhasil selamat dari suatu pembantaian
massal di Guatemala tahun 1982.

Bahkan di antara Para pemimpin Kristen yang terkenal, terkemuka dan terkenal
keluar perintah/panggilan untuk pembasmian total terhadap orang Indian
secara umum. Sebagai contoh, Presiden AS Andrew Jackson -setelah pensiun
dari masa kepresidenan- masih merekomendasikan bahwa pasukan Amerika secara
rinci harus terus mencari dan secara sistematis membunuh wanita-wanita
Indian dan anak-anak seperti terhadap seorang gadis Kiowa yang berusia
sekitar tiga tahun.

Sejak kamu memintanya, apa yang anak perempuan punya di dalam tangan nya
adalah sebuah boneka di tas ranselnya, versi orang dewasa disana digunakan
oleh wanita-wanita Kiowa untuk membawa anak-anak mereka. Dan tidak, boneka
benar-benar jelas bersih di (dalam) foto yang asli. Dan ya, Mrs. Custer, dan
kamu istri-isteri yang lain dari orang-orang Kristen Pahlawan Amerika yang
tua; manakala para suami mu pergi, mereka ke luar untuk membunuh
wanita-wanita Indian dan anak-anak kecil yang manis-manis.

Kolonel John Chivington, seorang menteri Gereja Metodis (dan masih dituakan
didalam gereja), memimpin sekitar 700 tentara bersenjata ke dalam sebuah
desa Arapaho dan Cheyenne yang dinamakan Teluk Pasir, Colorado (peristiwa
disebutkan di atas). Beberapa bulan sebelumnya Chivington, yang tahun itu
juga adalah seorang seorang calon/kandidat untuk Kongres, telah mengumumkan
didalam sebuah pidatonya tentang kebijakan nya untuk "membunuh dan
mengelupaskan kulit kepala semuanya, baik yang besar maupun yang kecil".

Setelah pembantaian seorang saksi mata bersaksi:

"Pagi hari berikutnya setelah pertempuran (!) Aku lihat seorang anak lelaki
kecil menutupi semua orang Indian yang berada di dalam sebuah parit, dia
masih hidup. Aku lihat seorang pemimpin dari resimen ke-3 mengangkat ke luar
pistol nya dan membidik kearah kepala anak kecil itu."

Para Penakluk Kristen itu tidak hanya mengimpor "Gospel" kepada Dunia yang
baru, tetapi juga -terlepas dari cacar yang mana yang membunuh rata-rata
lebih dari separuh dari penduduk asli (suatu tanda tentang 'Rahmat Tuhan'
kepada orang-orang yang dipilihnya tentu saja)- kebiasaan dan pertunjukan
mereka dari Eropa mereka negara-asal mereka, adalah pembakaran massal ini.

Barangkali orang Indian ini tadinya enggan untuk menjadi bagian dari
orang-orang Kristen Spanyol dan Gereja Spanyol itu. Lebih Mungkin adalah
bahwa mereka pun tidak memahami apa yang orang-orang Kristen itu katakan.

"Mereka orang-orang Kristen itu mampu untuk memotong tangan orang-orang
Indian dan meninggalkan mereka yang potongan kulitnya terayun-ayun... [dan]
mereka akan menguji pedang mereka dan kekuatan kejantanan mereka pada orang
indian yang ditangkap dan ditempatkan taruhan padanya, mereka mulai memotong
kepala-kepala atau memotong separuh tubuh mereka dalam sekali ayun... [Satu]
kapten menempuh perjalanan di banyak tempat, menangkap semua orang Indian
yang bisa ia temukan. Karena orang Indian tidak mau memberitahukan siapa
Tuan baru mereka (Yesus Kristus), maka orang-orang Kristen itu mengerat
tangan beberapa dari mereka dan melemparkan orang-orang yang lain kepada
anjing," ini dilaporkan oleh seorang saksi mata menyangkut perbuatan orang
Kristen Spanyol.

Orang-orang Spanyol mengambil bayi-bayi dari dada ibu mereka, merebut mereka
dengan kaki dan memukulkan kepala mereka dengan batu karang... Mereka
membangun sebuah tiang gantungan panjang, cukup rendah untuk membuat jari
kaki bisa menyentuh landasan mencegah untuk cekikan, dan menggantung tiga
belas penduduk asli secara serentak serentak untuk menghormati "Kristus
Saviour" dan duabelas Rasul... Kemudian, jerami dibungkus di sekitar badan
koyak mereka dan mereka dibakar hidup-hidup.

Pembantaian di Wounded Knee, Dakota Selatan 1891:

"Mereka [Tentara Kristen] memutar senjata mereka, Senjata Hotchkiss dll,
keatas wanita-wanita yang berada di dalam pondokan yang berdiri disana
dibawah sebuah bendera genatan senjata... Ada seorang perempuan dengan
seorang bayi dalam pelukan ditangannya juga ikut dibunuh disaat dia hampir
menyentuh bendera gencatan senjata..."

Yang diamati oleh isteri dari seorang wartawan yang ada ditempat kejadian:
"Ada seorang anak lelaki kecil dengan kerongkongan nya yang yang
kelihatannya hancur berantakan... dan manakala mereka memberi makan dia
sekarang air dan makanan, maka air dan makanan itu muncul dari bagian
lehernya."

"Di dalam satu tempat ada sekitar 48 tubuh-tubuh yang telah keras karena
beku," ini dilaporkan oleh wartawan Carl Smith. Sebuah senapan ditempatkan
sebagai penyangga di sisi dukun yang mati, untuk menyatakan bahwa suatu
pertempuran, bukannya suatu pembantaian, yang telah terjadi. Foto yang
kemudiannya dirubah sedikit untuk merahasiakan alat kelamin orang mati,
menunjukkan bahwa pantalonnya telah ditembak habis (orang-orang Kristen
selalu MENGAKU memperhatikan akhlak padahal yang terjadi adalah
sebaliknya!).


185. Sekilas mengenai Kristenisasi oleh Belanda dan lain-lain.

Sejarah mencatat Kristenisasi di Afrika dengan berdalih bantuan, di Spanyol
dengan paksaan dan pembunuhan. Di Indonesia dengan metode sumbangan,
hamilisasi dll. Belanda yang selama tahun-tahun pertama abad ke-17
melancarkan program imperialismenya di Asia Tenggara dan Timur Jauh, juga
menggunakan bantuan dari para misionaris.

VOC atau Perusahaan Belanda di Hindia Timur yang dibentuk sejak tahun 1602
yang merupakan wakil imperialisme Belanda di Asia Tenggara, selalu
melindungi para misionaris dan rakyat pribumi di Asia Tenggara dipaksa untuk
mau menerima ajaran Kristen.

Latourette, penulis buku sejarah Kristen yang berjudul "A History of
Christianity", meskipun berusaha mengaburkan adanya hubungan antara
misionaris dengan program-program imperialisme, mengakui dalam bukunya itu,
bahwa "Prinsip dan kaidah Kristen dalam kebijakan-kebijakan imperialisme
Belanda memainkan peranan yang sangat banyak."

Sementara para penjajah Belanda memaksa rakyat pribumi untuk menerima ajaran
Kristen, sebaliknya, jika seorang Belanda masuk Islam, keuangannya akan
dihentikan dan orang itu akan ditangkap serta dikeluarkan dari wilayah
tersebut.


186. Tahun 1638. Pada tahun ini terjadi pemberontakan oleh orang-orang
Kristen di Nagasaki, Jepang. Namun pemberontakan yang dikompori oleh Jesuit
ini akhirnya ditumpas oleh penguasa Jepang. Maka berakhirlah petualangan
Jesuit di Jepang. Akhirnya manusia-manusia Katolik iblis itu bisa disadarkan
juga untuk enyah meninggalkan tanah Jepang, karena kehadiran mereka tidak
disukai.


187. 12 Juni 1639, rakyat provinsi Normandy yang terletak di pantai sebelah
barat Prancis bangkit memberontak melawan pemerintahan Raja Louis ke-13.
Pemberontakan itu dikenal dengan nama pemberontakan Nu-pieds atau "telanjang
kaki" karena dilakukan oleh para pekerja kasar di penyulingan garam.

Akibat keputusan pemerintah Prancis untuk menaikkan pajak produksi garam,
lima ribu pekerja penyulingan garam tersebut menyerang para pengumpul pajak.
Penduduk Normandy lainnya juga ikut serta dalam pemberontakan yang dipimpin
oleh pendeta lokal, Jean Morel, tersebut. Pemerintah kemudian mengirimkan
4000 tentaranya untuk menumpas pemberontakan itu dan para pemimpinnya
dihukum gantung.


188. 23 Oktober 1641. Pembantaian Katolik terhadap Protestan di Irlandia.
Para konspirator memilih tanggal 23 Oktober, pada perayaan Ignatius Loyola,
pendiri ordo Jesuit.

Mereka merencanakan pemberontakan besar di seluruh negeri. Semua orang
Kristen (Protestan) akan dibunuh semuanya. Untuk mengendorkan kewaspadaan
mereka, keramahtamahan ekstra diperlihatkan kepada kaum Protestan. Pagi
harinya, para konspirator dipersenjatai dan setiap orang Protestan yang
mereka temui langsung dibunuh. Bahkan orang cacatpun tidak diberi ampun.

Kaum Protestan Irlandia terkejut. Selama ini mereka hidup damai dan aman
selama bertahun-tahun tetapi sekarang tidak ada tempat untuk menyelamatkan
diri. Mereka dibunuh oleh tetangga sendiri, teman dan bahkan oleh saudaranya
sendiri.

Tetapi kematian bukanlah hal yang mereka takuti. Para wanita diikat
ditiang-tiang, ditelanjangi sampai pinggang, dadanya dipotong dengan pedang
dan dibiarkan mati kehabisan darah. Wanita yang sedang hamil diikat pada
cabang pohon, bayi mereka yang belum lahir dibelah dan diberikan kepada
anjing sedangkan para suaminya dipaksa menyaksikan kekejaman itu.

Pada pembantaian massal di hari perayaan St.Bartholomeus ini, 40.000 orang
Protestan tewas dibantai oleh orang-orang Katolik.


189. Tahun 1647. Uskup Palafox, menulis surat kepada Paus Innocent VIII
dengan isi surat: "Semua kekayaan Amerika Selatan ada di tangan Jesuit".


190. 1648 Pembantaian Chmielnitzki: Di Polandia 200.000 Yahudi telah
dibunuh.


191. 5 April tahun 1654, terjadi perang laut besar-besaran antara dua
kekuatan Eropa saat itu, yaitu Belanda dan Inggris, berakhir dengan
kemenangan di pihak Inggris. Perang yang bermula bulan Maret tahun 1652 itu
berlangsung karena kedua negara memperebutkan kekuasaan atas kawasan Laut
Utara dan Samudera Atlantik. Dengan kemenangan itu, Inggris berhasil menjadi
penguasa satu-satunya atas kawasan laut Eropa.


1921. Tahun 1656. Seluruh penduduk Ambon yang tersisa dibuang oleh Kristen
Belanda. Semua tanaman rempah-rempah di Hoamoal dimusnahkan dan akibatnya
daerah tersebut tidak didiami manusia kecuali jika ekspedisi Hongi (armada
tempur) melintasi wilayah itu untuk mencari pohon-pohon cengkeh liar yang
harus dimusnahkan.


193. Tahun 1656. Kembali ke Eropa, tahun ini Ordo Jesuit menimbulkan perang
diantara anggota-anggota dari berbagai macam aliran agama. Sekali lagi
sebuah perang agama baru diprakarsai oleh Jesuit.


194. Tahun 1660. Armada VOC yang terdiri dari 30 kapal menyerang Gowa,
Makassar dan menghancurkan kapal-kapal Portugis. Kristen Belanda berusaha
menyisihkan Katolik Portugis dalam menguasai Gowa.


195. 25 Desember 1665, berdirilah 'Perusahaan Dagang Hindia Timur Prancis'
di masa pemerintahan raja Louis ke-14. Perusahaan ini didirikan Prancis di
India untuk menyaingi politik, ekonomi, dan imperialisme Inggris. Enam puluh
enam tahun sebelumnya, Inggris juga sudah mendirikan perusahaan dagang India
Timur. Akibat berdirinya dua perusahaan imperialis yang saling bersaing ini,
peperangan antara Inggris dan Prancis semakin meningkat untuk memperebutkan
wilayah kekuasaan di India.


196. Tahun 1653-1669. Kerajaan Gowa-Tallo (Gowa) di Sulawesi Selatan
mencapai puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan Hasanuddin
(1653-1669). Pada waktu itu pula, Kristen Belanda berusaha menguasai
Kerajaan Gowa-Tallo, namun mendapat perlawanan dari Sultan Hasanuddin.

Ketika Belanda menghalangi pelaut Makassar untuk membeli rempah-rempah dari
Maluku, dengan tegas Sultan Hasanuddin berkata, "Laut merupakan kepunyaan
Allah dan semua manusia bebas menggunakannya". Oleh karena ketegasannya
itulah, Belanda menjulukinya "Sang Ayam Jantan dari Timur."


197. Tanggal 24 Januari tahun 1667, perjanjian Breda ditandatangani oleh
Inggris dan Belanda. Atas dasar perjanjian ini, Belanda harus menyerahkan
daerah jajahannya di Amerika kepada Inggris. Pada tahun 1602, pemerintah
Belanda memerintahkan Perusahaan dagang Hindia Belanda (VOC) untuk mencari
jalan pintas menuju India dan mereka mengklaim semua wilayah yang ditemukan
sebagai jajahan Belanda.

Pada tahun 1621, sebuah perusahaan baru bernama WIC didirikan untuk
memonopoli perdagangan di Amerika dan Afrika Barat. Perusahaan ini pun
kemudian mendirikan berbagai pemukiman dan pusat perdagangan Eropa di
Amerika, di antaranya Manhattan, New York, dan Philadelphia. Pada tahun
1664, tentara Inggris datang menyerang koloni Belanda di Amerika dan
meletuslah perang Inggris-Belanda kedua selama tahun 1665 hingga 1667.
Perang ini diakhiri dengan Perjanjian Breda.

Sebagai kompensasi atas diserahkannya koloni Belanda di Amerika kepada
Inggris, Inggris menyerahkan Suriname kepada Belanda. Kristen-kristen
imperialis itu saling tukar-menukar daerah jajahannya seperti menukar-nukar
kue saja.


198. April 1668 dan Juni 1669. VOC melakukan serangan besar-besaran terhadap
Gowa dan setelah pertempuran ini perjanjian Bongaya antara Kristen Belanda
dengan Sultan Hasanuddin benar-benar dilakukan di Makassar. Pertama kali
Belanda memaksa Sultan Hasanuddin Raja Goa untuk menerima persetujuan
perdamaian adalah pada Agustus-Desember 1660, namun persetujuan ini tidak
berhasil mengakhiri pertempuran.

Pada 18 November 1667 kembali Belanda memaksa Sultan Hasanuddin untuk
menandatangani perjanjian Bongaya, akan tetapi Hasanuddin kembali
mengobarkan pertempuran. Barulah setelah Belanda melancarkan serangan
besar-besaran terhadap Goa sejak April 1668 dan Juni 1669, Sultan Hasanuddin
terpaksa menandatangani perjanjian Bongaya.


199. Tahun 1669. Di Cina seperti halnya di Malabar, Katolik tidak akan
bertahan kalau tidak disertai dengan kelicikan-kelicikan Jesuit yang
mencampuradukkan doktrin Roma dengan pengajaran Cina. Misalnya Tuhan
disamakan dengan Tien atau Chang-Ti, mencampur ritual Kristen dengan Ritual
Cina, menerima pengajaran Konfusius, pemujaan para leluhur dan lain-lain.

Paus Clement XI mengecam cara Jesuit tersebut dan akhirnya pekerjaan Jesuit
di Cina hancur. Pengganti Kang-Hi melarang kekristenan dan para pastur
terakhir di Cina meninggal dan tidak digantikan.


200. Tahun 1670. VOC telah berhasil melakukan konsolidasi kedudukannya di
Indonesia Timur. Pada tahun ini juga VOC menebangi tanaman rempah-rempah
yang tidak dapat diawasi, Hoamoal tidak dihuni lagi, orang Bugis dan
Makassar meninggalkan kampung halamannya. Banyak orang-orang Eropa dan
sekutu-sekutu yang tewas, semata-mata guna mencapai tujuan VOC untuk
memonopoli rempah-rempah. Sudah kafir, biadab, kemaruk pula. Itulah Kristen.


Bersambung...


Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 9:37 am

201. Tahun 1671. Jesuit mempunyai murid Leopold I, yang kemudian memerintah
sebagai kaisar, dan berjanji untuk mengeksekusi orang-orang Protestan di
seluruh negerinya, terutama Hungaria. "Dikawal" oleh pasukan bersenjata
berat kekaisaran, Jesuit menjalankan tugas mengkatolikkan orang Hungaria
tahun 1671.


202. 28 November 1676, Pelabuhan Pondicherry yang terletak di India timur
dan salah satu kawasan banyak hasil bumi di negara ini, diduduki oleh
Prancis. Pelabuhan yang terletak dekat Teluk Bengali di lautan Hindia ini,
sebelumnya menjadi rebutan negara-negara imperialis Eropa dan beberapa kali
berpindah di bawah kekuasaan Prancis dan Belanda. Akhirnya, melalui
perjuangan rakyat kawasan tersebut, pada tahun 1956, yaitu sembilan tahun
setelah kemerdekaan India, pelabuhan Pondicherry kembali berada di bawah
kekuasaan bangsa India.


203. 20 Februari 1677, pasukan Prancis berhasil mengalahkan tentara Spanyol
yang saat itu tengah menduduki Haiti. Dengan kemenangan ini, dimulailah
penjajahan Prancis atas Haiti. Selama masa penjajahannya, Prancis banyak
mendatangkan budak-budak negro dari Afrika.


204. Tahun 1682. Pasukan VOC dipimpin Francois Tack dan Isaac de Saint
Martin berlayar menuju Banten guna menguasai perdagangan di Banten. VOC
merebut dan memonopoli perdagangan lada di Banten. Orang-orang Kristen Eropa
yang merupakan saingan Kristen VOC Belanda diusir.


205. Tahun 1685. Dekrit Nantes dibatalkan, orang Protestan Prancis dibantai
oleh Gereja Katolik.


206. Abad 17. Salah satu Basis katolik adalah kota besar Magdeburg di
Jerman, dimana dengan kasar 30.000 orang Protestan dibunuh. Di dalam
satu-satunya gereja disana lima puluh orang wanita ditemukan dipancung,
seperti yang dikatakan oleh sang penyair Friedrich Schiller, "bayi-bayi
masih menghisap dada dari para ibu tak bernyawa mereka."


207. Sekitar abad ke-17 Inggris yang sudah menjadi Anglikan yang dipimpin
Oliver Cromwell (seorang Puritan yang kaku) kembali berperang di Irlandia,
yang tetap setia beragama Katolik. Kali ini terjadi apa yang kemudian
dikenal sebagai Irish massacre yang dilakukan Cromwell terhadap tentara
Irlandia yang menyerah. Mereka tetap dibantai dengan keji oleh pasukan
Kristen Inggris.

Agaknya kalangan Gereja mengamalkan nasehat si Kristen Niccolo Machiavelli.
Machiavelli mengatakan: "A prince cannot do all the thing for with men are
esteemed good, for, in order to maintain the state, he is often obliged to
act contrary to humanity, contary to charity, contrary to religion." (Raja
tidak bisa disalahkan, sebab semua orang mesti patuh, untuk mempertahankan
negara, raja berkewajiban melakukan sesuatu, walaupun ianya berlawanan
dengan prinsip kemanusiaan, bertentangan dengan kebajikan dan melanggar
ketentuan agama)


208. Abad ke-17. Gereja Katolik semakin menjadi-jadi melakukan Kristenisasi.

Pada abad ke17 masehi, gereja Katolik Roma yang memiliki kekuasaan atas
pemerintahan Eropa, mendirikan Kementerian Propaganda Agama di Vatikan
dengan mendirikan dan mengembangkan agama kristen di dunia. Bersamaan dengan
gerakan ini, sekolah propaganda agama asing telah dibangun di Paris dengan
pembiayaan dari kementrian tersebut.

Berbagai institusi juga telah didirikan di Jerman, Prancis, dan Belgia
disertai dengan aktivitas misionaris yang berpengaruh. Dalam rangka
propaganda ini pula, sekolah-sekolah baru turut didirikan untuk memberikan
latihan yang lebih baik kepada misionaris.

Sebagian percaya bahwa sebab utama permusuhan di antara sebagian kapitalis
dengan umat Islam adalah dampak dari perang salib. Karl Heinrich Bekker,
orientalis dan politikus Jerman, menyebutkan bahwa permusuhan kapitalis
gereja dengan Islam mempunyai sejarah yang bermula sejak zaman kemunculan
Islam.

Islam kemudian semakin berkembang pada abad pertengahan dan secara gradual
masuk ke negara-negara berpenduduk kristen. Gairdner juga membenarkan
pernyataan Bekker ini. Dia menyatakan bahwa kekuatan yang tersembunyi dalam
Islam menyebabkan Eropa merasa takut dan terjadilah permusuhan antara gereja
dan Islam.

Invasi dua negara imperialis Portugis dan Spanyol ini, kemudian diikuti pula
oleh negara Eropa yang lain seperti Belanda, Prancis, Inggris, dan Rusia.
Mereka pun turut melaksanakan kebijakan mengembangkan agama kristen dan
menggunakannya sebagai sebuah faktor pendukung bagi penguasaan dan
penaklukan daerah jajahan.

Selepas itu, agama Protestan juga turut melakukan aktivitas mereka di dunia
timur dan memperluas agama mereka di negara-negara jajahan. Para misionaris
agama Protestan yang mendapat dukungan eropa dan berbagai perusahaan mereka
di timur ini memulai aktivitas mereka dengan mengkristenkan penduduk daerah
jajahan.


209. Pada abad ke 17 ini di Eropa, Pengakuan dosa digalakkan dimana-mana
melalui para Confessor (pastur yang mendengarkan pengakuan dosa mereka).
Namun selalu saja ada hal yang ironis. Misalnya, pastor Benzi, dia
menyatakan bahwa memegang dada biarawati adalah pelanggaran ringan.

Peraturan-peraturan lain yang menguntungkan Jesuit antara lain: adalah sah
untuk membunuh para tiran yang terbukti bersalah karena tidak mengerjakan
kepentingan Tahta Suci; seorang biarawan diijinkan untuk membunuh siapa saja
yang memfitnah dia atau komunitasnya.

Jadi Ordo Jesuit menetapkan hak-hak bagi dirinya sendiri untuk memusnahkan
lawan-lawannya dan bahkan anggota ordo itu sendiri yang sudah keluar dari
ordo tersebut, berbicara terlalu banyak mengenai Ordo Jesuit. Caramuel, anak
rohani Loyola, mengatakan bahwa aturan-aturan tersebut harus dipegang erat
dan dipertahankan: "Seorang Pastor dapat menggunakan aturan-aturan tersebut
sebagai alasan untuk membunuh wanita dan mempertahankan kehormatannya
sebagai seorang pastor."


210. Voltaire (1694-1778), orang Prancis yang bekas murid Pater-pater
Yesuit, betul-betul muak melihat praktek keagamaan Kristen yang penuh dengan
kepalsuan dan kekerasan.

Itulah sebabnya, jika kemudian ia secara keras menggugat gereja bahkan juga
meragukan agama-agama, sedikit banyak prosesnya memang tak lepas dari
keprihatinannya yang mendalam atas tingkah laku gereja yang congkak. Waktu
itu, masih di kota yang sama, Toulouse, Prancis, hidup seorang Protestan
bernama Jean Calas. Sebagai seorang Protestan yang hidup di Kota Katolik,
hak-haknya sungguh dibabat habis.

Di Toulouse pada tahun 1761 tak diizinkan adanya orang di luar Katolik yang
jadi advokat, dokter, tukang cetak, pedagang kelontong atau pemilik rumah
obat dan Calas musti menghadapi semua itu. Buntutnya, malapetaka pun segera
menimpanya. Anak perempuannya berpindah Katolik dan anak lelakinya mati
bunuh diri.

Di Toulouse ada undang-undang: setiap orang yang mati bunuh diri mayatnya
harus dipajang bugil pada sebuah gawang dengan wajah tertelungkup dan
kemudian diarak. Di ujung jalan, ia akan digantung pada sebuah tonggak dan
di sana masyarakat akan mengirimkan sumpah serapahnya. Calas tak mau jenazah
anaknya dinista seperti itu, ia pun lalu meminta para famili dan kenalan
untuk sudi bersaksi bahwa si anak meninggal bukan karena bunuh diri,
melainkan karena kematiannya yang wajar.

Tapi upaya Calas, berbalik seratus delapan puluh derajat dari harapannya.
Desas-desus mengabarkan, bahwa ia telah membunuh anaknya sendiri agar tak
jadi masuk Katolik seperti saudaranya perempuan. Lalu, tanpa diperiksa
terlebih dahulu Calas ditahan. Ia disiksa, mati, dan keluarganya berantakan.
Sebagian jadi buruan, dan lari ke Ferney. Di Ferney ada seorang tua berumur
70-an tahun tempat mereka bisa mengadu, dan dia tak lain adalah: Voltaire.

Bagi Voltaire, kata penulis biografinya, sejak peristiwa Toulouse, ia
menjadi seorang yang benar-benar serius. Namun berbeda dengan Sartre yang
berlalih menjadi atheis, Voltaire hingga akhir hidupnya tetap teis. Hanya,
karena telah dianggap melawan gereja, saat meninggal jasadnya tak mendapat
tumpangan berkat tangan bapa pastor. Padahal, Voltaire sendiri mengatakan,
"Aku mati memuja Tuhan, mencintai kawan-kawan, tak membenci lawan...."


211. Tahun 1703. Pendeta Solomon Stoddard, salah satu pemimpin religius yang
paling dihargai di New England, pada tahun 1703 mengusulkan kepada Gubernur
Massachusetts supaya para penduduk diberi perlengkapan yang diperlukan dan
dukungan keuangan untuk membeli dan melatih anjing-anjing besar 'untuk
memburu orang-orang Indian seakan-akan mereka adalah beruang'.


212. 15 Juni 1708, kerajaan Inggris melakukan aksi penumpasan terhadap
gerakan kemerdekaan Skotlandia. Sejak lama, Inggris berusaha untuk mencaplok
wilayah Skotlandia dan memasukkannya ke dalam wilayah Britania. Ambisi ini
tercapai setelah Raja James I yang berdarah Skotlandia naik tahta tahun
1603. Sejak saat itulah, Skotlandia secara resmi menjadi bagian dari
kerajaan Inggris.

Gerakan perlawanan bersenjata luas di Skotlandia menunjukkan bahwa rakyat
Skotlandia menolak pendudukan Inggris atas negeri mereka. Tahun 1707, London
melakukan penggabungan dua parlemen Inggris dan Skotlandia. Kebijakan ini
tak urung memicu protes dan kemarahan rakyat Skotlandia yang berakibat pada
munculnya gerakan perlawanan bersenjata.

Akhirnya pada tanggal 15 Juni 1708, kerajaan Inggris melakukan penumpasan
besar-besaran terhadap gerakan perlawanan rakyat Skotlandia ini. Tahun 1999,
menyusul kian meningkatnya tekanan terhadap London, kerajaan Inggris
terpaksa menyetujui pemberian hak kepada rakyat Skotlandia untuk membentuk
parlemen terpisah.


213. 9 Oktober 1708, Swedia mengalami kekalahan perang dari Rusia. Perang
ini sebenarnya diawali pada bulan Januari tahun itu dengan ditandai oleh
serangan yang dilakukan Swedia ke Rusia. Dalam perang ini, sekitar setengah
dari jumlah tentara Swedia tewas akibat dinginnya udara Rusia serta habisnya
bahan makanan. Selepas ini, pada bulan Juli tahun 1709, tentara Swedia
kembali mengalami kekalahan telak dari Rusia. Sisa-sisa tentara Swedia
kemudian melarikan diri ke kawasan Turki yang dikuasai oleh kekaisaran
Utsmani.


214. Tahun 1713. Perjanjian Asiento di Afrika: Pemerintah Inggris memonopoli
perdagangan budak ke Amerika Selatan.


215. Tahun 1722. Perlakuan Kristen Belanda terhadap orang-orang Cina di
Batavia bertambah kejam dan korup. Walaupun demikian jumlah orang Cina yang
berdatangan dari Tiongkok tetap bertambah dengan pesat. VOC kemudian
melakukan sistem kuota untuk membatasi imigrasi, tetapi kapten-kapten kapal
Cina mampu menghindarinya dengan bantuan dari pejabat VOC yang korupsi.
Kebanyakan orang-orang Cina pendatang itu tidak memperoleh pekerjaan.
Akhirnya sebagian besar dari mereka bergabung menjadi gerombolan-gerombolan
penjahat disekitar Batavia.


216. Tahun 1727. Posisi ekonomi orang Cina di Batavia makin penting disatu
pihak dan juga sering terjadinya kejahatan oleh orang Cina, ini menimbulkan
perasaan tidak senang terhadap orang Cina. Rasa tidak senang menjadi semakin
tebal dikalangan warga bebas, dan kolonis-kolonis Belanda yang tidak dapat
menandingi orang Cina. Timbullah kemudian rasa permusuhan dan sikap rasialis
terhadap orang Cina.

Maka kemudian pada tahun ini juga pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan
peraturan bahwa semua orang Cina yang telah tinggal 10 sampai 12 tahun di
Batavia dan belum memiliki surat izin akan dikembalikan ke Cina dan pada
tahun 1729 Pemerintah kolonial memberikan kesempatan selama 6 bulan kepada
orang Cina untuk mengajukan permohonan izin tinggal di Batavia dengan
membayar 2 ringgit. Ini adalah usaha VOC untuk mereduksi jumlah orang Cina
di Batavia.


217. Tahun 1740. Terdapat 2.500 rumah orang Cina di dalam tembok Batavia
sedangkan jumlah orang Cina di kota dan daerah sekitarnya diperkirakan
15.000 jiwa. Jumlah ini setidak-tidaknya merupakan 17% dari keseluruhan
penduduk di daerah terebut. Ada kemungkinan bahwa orang-orang Cina
sebenarnya merupakan unsur penduduk yang lebih besar lagi jumlahnya. Ada
pula orang-orang Cina di kota-kota pelabuhan Jawa dan Kartasura walaupun
jumlahnya hanya sedikit.

Pada tahun ini juga terjadi penangkapan terhadap orang-orang Cina, tidak
kurang dari 1.000 orang Cina dipenjarakan oleh Kristen VOC Belanda. Orang
Cina menjadi gelisah lebih-lebih setelah sering terjadi penangkapan,
penyiksaan, dan perampasan hak milik Cina oleh Belanda. Akibatnya pada
tanggal 4 Februari 1740, segerombolan orang Cina melakukan pemberontakan dan
penyerbuan pos penjagaan untuk membebaskan bangsanya yang ditahan Kristen
Belanda.


218. Juni 1740. Kompeni Belanda mengeluarkan lagi peraturan bahwa semua
orang Cina yang tidak memiliki izin tinggal akan ditangkap dan diangkut ke
Sailan/Ceylon (Srilanka). Peraturan ini dilaksanakan oleh Kristen Belanda
dengan sewenang-wenang. Apapun, akibat konflik yang berlarut-larut ini
akhirnya menimbulkan aksi pembantaian massal oleh Kristen VOC terhadap
orang-orang Cina. Maka itu ikuti terus posting Forza Islam ini.


219. September 1740. Tersiar berita bahwa segerombolan orang Cina di daerah
pedesaan sekitar Batavia bergerak mendekati pintu gerbang Batavia.
Mr.Cornelis, Tangerang, de Qual, Bekasi, memerintahkan memperkuat pos-pos
penjagaan. Dan pada 7 Oktober 1740 Pasukan bantuan yang dikirim ke Tangerang
oleh pemerintah kolonial diserang oleh gerombolan Cina, sebagian besar dari
pasukan tersebut tewas. Orang-orang Cina memang tak kalah sadisnya daripada
Kristen Belanda. Ini juga supaya menjadi pelajaran bagi rekan-rekan
Tionghoa, bahwa nenek moyang mereka dulu itu banyak yang menjadi bajingan di
Batavia ini, kota dari negeri yang sesungguhnya tak pernah mengundang
mereka, namun telah menerima mereka dengan baik ketika mereka datang.


220. 9 Oktober 1740. Berdasarkan bukti yang didapatkan VOC menarik
kesimpulan bahwa orang-orang Cina sedang merencanakan sebuah pemberontakan
sehingga pada tanggal 8 Oktober 1740 Kompeni Belanda mengeluarkan maklumat,
antara lain perintah menyerahkan senjata kepada kompeni. Jam malam pun
diadakan.

Akhirnya pada keesokan harinya, 9 Oktober 1740 dimulailah aksi pembunuhan
massal terhadap orang Cina secara besar-besaran di Batavia oleh VOC di bawah
pimpinan Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier. Yang banyak melakukan
pembunuhan ini adalah orang-orang-orang Kristen Eropa dan para budak. Dan
pada akhirnya ada sekitar 10.000-15.000 orang Cina yang tewas, serta ratusan
rumah (perkampungan Cina) dijarah dan dibakar dengan semena-mena selama
beberapa hari.

Darah dan mayat korban pembunuhan tersebut memenuhi sebuah sungai yang
sampai sekarang dinamakan kali Angke. Dinamakan sungai "Ang-Ke" karena
banyak mayat orang-orang Cina yang dibantai oleh Kristen Belanda dibuang ke
sungai ini. "Ang-Ke" berasal dari bahasa Cina dan berarti "Sungai Merah",
karena sungai tersebut saat itu dibanjiri oleh mayat dan darah ribuan
orang-orang etnis Cina yang disembelih Kristen Belanda.

Kekerasan ini baru berhenti setelah orang Cina memberikan uang premi kepada
serdadu-serdadu VOC guna melakukan tugasnya yang rutin. Karena itu adalah
sungguh-sungguh ironis kalau sekarang orang Cina di Indonesia memusuhi umat
Islam, karena kejahatan yang (mungkin) dilakukan oleh umat Islam terhadap
mereka, TIDAK ADA APA-APANYA dengan pembantaian besar-besaran yang telah
dilakukan oleh orang Kristen terhadap orang Cina.


221. Sebagai kelanjutan dari pembantaian massal tersebut, terjadi
pemberontakan oleh orang-orang Tionghoa yang bersekutu dengan orang-orang
Jawa melawan pasukan VOC di Jawa Tengah (1740-1743).

Pada Mei 1741, orang-orang Cina yang berhasil lolos dari pembantaian Kristen
Belanda di Batavia melarikan diri kearah timur menyusur sepanjang daerah
pesisir. Mereka melakukan perebutan pos di Juwana. Markas besar VOC dikepung
dan pos-pos lainnya terancam.

Pada bulan Juli 1741 Pos VOC di Rembang dihancurkan oleh orang-orang Cina
dan membantai seluruh personel VOC. Aksi saling membantai antara Cina
melawan Belanda terus berlanjut.


222. Tahun 1741. Thomas Emlyn (1663-1741) lahir di Dublin Irlandia dan
lulusan Cambridge University telah mengarang buku berjudul: "An Humble
Inquiry Into The Scripture Account Of Jesus Christ".

Dalam buku itu Emlyn telah menafsirkan Bible mengenai Yesus Kristus dengan
menempatkannya dalam kedudukan sebagai Mediator (perantara) di antara
manusia dengan Tuhan. Lalu secara halus Emlyn memisahkan Yesus itu dari
Kedudukan Tuhan, dan akhirnya menghapuskan ide tentang Trinitas.

Karena pendapatnya itu Emlyn dipenjarakan. Beliau dituduh: "menulis dan
menerbitkan suatu Bible bersifat hina dengan skandal dan mengumumkan bahwa
Yesus Kristus bukan Tuhan Maha Agung". (He is writing and publishing an
infamous and scandalous bible declaring that Jesus Christ is not the Supreme
God).

Tetapi banyak pengagum Emlyn kemudian menyebutnya sebagai: "The Galaxy of
Saints" (Bimasaktinya para Santo) demikian kata A.Wallace dalam bukunya yang
berjudul: "Anti Trinitarian Biographies".


223. Tahun 1744. Orang-orang Yahudi yang telah diusir keluar dari
Cekoslovakia pada tahun 1380, akhirnya kembali ke negara tersebut tahun
1592. Namun malangnya pada tahun 1744 ini, Queen Maria Theressa telah
memerintahkan penghalauan kembali terhadap semua orang Yahudi.


224. 29 April tahun 1747, pasukan Prancis dengan kekuatan 90.000 tentara
memulai serangan mereka terhadap Belanda. Meskipun Belanda mendapat dukungan
dari Inggris dan Austria, namun peperangan ini berakhir dengan kemenangan
Prancis. Kekalahan Belanda ini semakin memperparah proses melemahnya
kekuatan Belanda yang dimulai sejak akhir abad ke-19. Hal inilah yang
membuat Belanda terpaksa melepaskan sebagian besar daerah jajahannya di luar
Eropa.


225. Tahun 1756-1763. Perang Tujuh Tahun antara Inggris melawan Kristen
Prancis dalam perang perebutan daerah jajahan. Prancis kehilangan Kanada dan
India. Kristen Inggris menjadi penjajah terbesar di dunia.

Pada tanggal 17 Mei tahun 1756, meletuslah perang antara tentara Prancis dan
Inggris untuk memperebutkan tanah jajahan di benua Amerika. Sebelumnya,
Prancis yang mengklaim seluruh wilayah sungai Missisipi dan St. Lawrence,
semakin khawatir melihat perluasan wilayah yang dilakukan Inggris. Oleh
karena itu, Prancis membangun benteng di berbagai tempat untuk melindungi
wilayahnya dan hal yang sama juga dilakukan oleh Inggris.

Pada tahun 1750, perwakilan Inggris dan Prancis bertemu di Paris untuk
merundingkan masalah perebutan wilayah ini namun tidak berhasil mencapai
titik temu. Pasukan dari kedua pihak beberapa kali terlibat peperangan,
namun secara resmi perang dideklarasikan pada tanggal 17 Mei 1756. Perang
itu berakhir tahun 1763 dengan ditandatanganinya Perjanjian Paris.


226. 23 Juni tahun 1757, meletuslah perang antara tentara Inggris melawan
pasukan Raja Bengal, Sirajud-Daulah. Perang ini terjadi di kawasan bernama
Plassey yang terletak di antara Kalkuta dan Murshidabad sehingga diberi nama
Perang Plassey.

Tentara Inggris yang dipimpin oleh Robert Clive terdiri dari 800 orang Eropa
dan 2200 pribumi sementara Sirajud-Daulah memiliki 50.000 pasukan yang
dibantu oleh Prancis.

Perang ini dimenangkan oleh Inggris, dan saingan imperialisnya, Prancis,
terpaksa angkat kaki dari India. Perang Plassey berakhir setelah berlangsung
tujuh tahun dan sejak saat itu, hingga dua abad kemudian, India resmi
menjadi daerah jajahan Inggris.


227. Tahun 1762. Terjadi pembantaian terhadap ribuan orang etnis Cina oleh
pemerintah Kolonial Spanyol di Filipina. Sebelumnya telah berkali-kali
terjadi pembantaian terhadap etnis Cina yang di Filipina disebut dengan
"Sangley" oleh kolonialis Katolik Spanyol.

Pada tahun 1760, Inggris sudah menyapu bersih Spanyol yang makin lemah dari
Manila. Tentara Inggris ketika itu banyak dibantu oleh kelompok Sangley
(Cina) yang sudah lama merasa diperas oleh penguasa Spanyol setempat. Maka
ketika Inggris pergi, orang-orang Spanyol itu pun balas dendam dengan
membantai ribuan orang-orang Cina itu tahun 1762.


228. Tanggal 6 April 1762, Parlemen Prancis mengeluarkan pernyataan bahwa
Ordo Jesuit tidak dapat diterima keberadaannya di negara beradab manapun,
karena sifatnya yang bermusuhan terhadap semua agama dan pemerintah.

Singkatnya doktrin Jesuit digambarkan sebagai berikut: "Sesat, menghancurkan
agama dan kejujuran, menghina moral Kekristenan, pembunuh masyarakat sipil,
musuh hak-hak asasi, kerajaan dan bahkan keamanan serta ketaatan penguasa
negara; dapat menciptakan kekacauan besar, menciptakan dan mempertahankan
sifat korupsi dalam hati manusia."

Di Prancis, kekayaan ordo tersebut diambil alih untuk kepentingan raja dan
tidak seorang pun anggota ordo tersebut diijinkan tinggal di dalam kerajaan
kecuali dia mau mengucapkan kaul dan bersumpah untuk mengikuti peraturan
umum kependetaan di Prancis.


229. 8 September tahun 1763, Kanada berhasil memerdekakan diri dari
kekuasaan Prancis. Kemerdekaan itu diperoleh rakyat Kanada melalui berbagai
pertempuran yang memakan waktu cukup lama.

Akan tetapi, meskipun telah merdeka, Kanada masih terus dirundung konflik
antara orang-orang Kanada keturunan Prancis dan orang-orang Inggris yang
tinggal di negeri itu. Meskipun secara resmi menyatakan diri merdeka, secara
politik Kanada masih berada di bawah pemerintahan Inggris. Selama beberapa
waktu, sejak tahun 1867, Kanada diperntah oleh seorang gubernur jenderal
yang diangkat oleh ratu Inggris.


230. 15 Februari tahun 1782, dimulailah perang laut antara pasukan Inggris
dan Prancis di pantai lautan India. Perang yang berlangsung selama tujuh
bulan ini adalah rangkaian perang yang terjadi di antara kedua negara
imperialis dalam memperebutkan kawasan India sebagai daerah koloni. Sebelum
perang ini meletus, Prancis dan Inggris sebenarnya terikat "Perjanjian
Paris" setelah keduanya terlibat perang lain selama 13 bulan di kota Madras,
India.

Dalam perjanjian itu, Prancis bersedia untuk melepaskan India dari
incarannya sebagai wilayah koloni. Akan tetapi, ternyata perjanjian itu
dilanggar oleh Prancis. Perang laut yang akhirnya dimenangi Prancis itu
ternyata hanya berpengaruh di lautan, karena pada kenyataannya, Inggris
tetap menjadi penjajah resmi India.


231. 19 Desember 1787, Sierra Leone jatuh ke tangan Inggris. Kawasan Sierra
Leone ditemukan oleh ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Pedra da Cintra
dan dialah yang memberi kawasan itu nama Sierra Leone. Selama berada di
bawah penjajahan Portugis, ribuan orang laki-laki dan perempuan penduduk
Sierra Leone dibawa ke Eropa dan dijual sebagai budak.

Setelah kekalahan Portugis dari Inggris dan jatuhnya kawasan-kawasan
penjajahan Portugis ke tangan Inggris, praktek penjualan budak itu terus
berlangsung. Pada tahun 1808 Sierra Leone resmi menjadi koloni Inggris dan
sejak tahun 1896, statusnya naik menjadi protektorat.

Baru pada tahun 1961 Sierra Leone meraih kemerdekaannya. Sierra Leone adalah
negara di bagian barat Afrika yang terletak di tepi Samudera Atlantik, serta
berbatasan dengan Ghana dan Liberia.


232. 14 Juli tahun 1789, warga Paris menyerbu Bastille, sebuah penjara yang
menjadi simbol tirani kerajaan Dinasti Bourbon. Aksi dramatis ini menandai
dimulainya Revolusi Prancis. Bastille dibangun pada tahun 1370 sebagai
benteng untuk melindungi kota Paris dari serangan Inggris.

Pada abad ke-17, Bastille untuk pertama kalinya digunakan sebagai penjara
tempat menahan para penjahat kelas atas, tahanan politik, dan mata-mata.
Sebagian besar tahanan langsung dipenjara tanpa melalui pengadilan atas
perintah raja. Menjelang musim panas tahun 1789, proses pergolakan revolusi
di Prancis semakin menghebat seiring dengan kekurangan makanan yang diderita
rakyat tahun itu atau akibat buruknya situasi ekonomi saat itu.

Penyerbuan dan pendudukan atas penjara Bastille menandai berakhirnya rezim
monarkhi dan memberikan momentum bagi kelanjutan revolusi Prancis. Para
pejuang revolusi yang didukung oleh empat perlima tentara Prancis akhirnya
berhasil menguasai kota Paris dan sekitarnya lalu memaksa Raja Louis XVI,
yang naik takhta kerajaan pada tahun 1773, untuk menerima pemerintahan
konstitusional.

Pada tahun 1792, perjuangan rakyat Prancis akhirnya berhasil menumbangkan
sistem kerajaan Prancis. Raja Louis sendiri terguling dari kekuasaan. Akan
tetapi, ia kemudian diketahui meminta bantuan dari pihak asing untuk
mengembalikan kekuasaannya. Akhirnya pada 21 Januari tahun 1793, Raja
Prancis Louis XVI dihukum pancung dengan menggunakan alat penjagal terkenal
di Prancis waktu itu, yaitu guilllotine.

Raja Kristen yang lalim itu akhirnya mati akibat tuduhan telah melakukan
pengkhianatan kepada negara. Atas perintah pemerintahan baru, penjara
Bastille diruntuhkan dan tanggal 14 Juli setiap tahun diperingati sebagai
hari libur nasional dengan nama Hari Bastille.


233. 10 Juni tahun 1790, tentara Inggris menyerang semenanjung Malaya yang
saat itu berada di bawah pendudukan Belanda. Sebelumnya, semenanjung Malaya,
yang kini merupakan bagian dari negara Malaysia, telah dijajah dan dikuras
kekayaan alamnya oleh Belanda.

Secara bertahap, Inggris melakukan infiltrasi ke Malaya dan dengan
melancarkan serangan militer, akhirnya berhasil memukul mundur Belanda dari
wilayah itu. Pada tahun 1824, Inggris dan Belanda menandatangani perjanjian,
yang berisi penyerahan Malaya kepada Inggris dan sebaliknya, Inggris
berjanji tidak mengutak-atik kolonialisasi Belanda atas Indonesia.

Malaysia akhirnya merdeka pada tahun 1957, 12 tahun setelah Indonesia
memproklamirkan kemerdekaannya.


234. Di tahun 1793, Seiring dengan bergolaknya Revolusi Prancis, kaum budak
Haiti di bawah pimpinan Toussaint L’Ouverture melakukan pemberontakan
untuk melawan dan mengusir penjajahan Prancis. L’Ouverture kemudian
menghapuskan perbudakan di Haiti dan membuat konstitusi. Namun,
pemberontakan ini gagal setelah Toussaint ditangkap dan dipenjarakan oleh
Napoleon dan kemudian dihukum di Prancis.

Perjuangannya kemudian dilanjutkan oleh Jenderal Dessalines. Pada tahun
1804, Haiti akhirnya merdeka dan menjadi negara Amerika Latin pertama yang
meraih kemerdekaan. Kemudian Jendral Dessalines dinobatkan sebagai kaisar.
Namun tak lama kemudian, Dessalines tewas dibunuh. Dan sejak itu hingga
kini, Haiti selalu dililit berbagai krisis politik.


235. 27 Juli tahun 1793, Maximilian Robespierre, seorang tokoh revolusi
Prancis yang kejam beserta beberapa orang pengikut setianya dihukum mati.
Peristiwa hari itu menandai berakhirnya masa revolusi menakutkan dengan
Robespierre sebagai ketua pengadilan revolusi Prancis. Masa menakutkan itu
sebenarnya hanya berlangsung satu tahun. Akan tetapi, dalam jangka waktu
yang tidak lama itu, ratusan ribu nyawa orang Prancis melayang dihukum mati
dengan tuduhan melakukan kegiatan kontra revolusi.

Awalnya, Robespierre mendapatkan mandat untuk membentuk sebuah pengadilan
dengan tujuan menjaga revolusi yang baru saja berhasil dibuat oleh rakyat
Prancis. Mandat itu diperolehnya dari Majelis Konvensi yang memiliki
kewenangan untuk mengatur seluruh urusan dalam negeri.

Robespierre kemudian menyalahgunakan mandatnya ini untuk memperoleh
kekuasaan atas seluruh Prancis. Ia kemudian menjatuhkan vonis hukuman mati
kepada siapa saja yang dianggapnya menghambat ambisinya. Tercatat lebih dari
120 ribu warga Prancis dibunuh oleh si Kristen Robespierre, termasuk
sejumlah cendekiawan dan sastrawan terkenal Prancis.


236. Tahun 1798. Srilanka (waktu itu bernama Ceylon) dijajah Inggris. Dan
pada tahun 1808 Inggris di Afrika juga menjajah Sierra Leone dan menjadikan
Gambia dibawah pemerintahannya. Gambia adalah negara jajahan pertama Inggris
di Afrika. Penjajahan Kristen Inggris atas Gambia dimulai sejak tahun 1588
dan selama empat abad, kekayaan alam negara ini dikuras oleh Inggris.

Namun kerugian yang dialami Inggris akibat Perang Dunia II membuatnya tidak
mampu lagi mempertahankan daerah-daerah jajahannya, sehingga pada tahun
1963, Inggris memberikan kekuasaan otonomi kepada Gambia.

Pada tanggal 18 Februari 1965, Gambia meraih kemerdekaannya dari Inggris dan
menjadi anggota negara-negara persemakmuran Inggris, dan hari ini dijadikan
hari nasional Gambia. Pada tahun 1970, sistem pemerintahan Gambia beralih
menjadi republik.


237. 23 Juli tahun 1798, tentara Napoleon memasuki kota Kairo, Mesir, dan
merebut kekuasaan Dinasti Mamalik yang telah lama berkuasa di negeri
Piramida itu. Awalnya tentara Napoleon menduduki Pelabuhan Laut Iskandariah.
Setelah itu, mereka bertolak menuju Kairo.

Penguasa Mesir waktu itu, Murad Beik, bersama pasukannya melakukan
perlawanan mati-matian. Akan tetapi, karena peralatan perang Prancis jauh
lebih modern dibandingkan dengan yang dimiliki Mesir, dalam prtempuran tidak
seimbang yang dikenal dengan nama perang Piramida itu, tentara Prancis
berhasil mematahkan perlawanan Mesir, untuk kemudian menduduki negara itu.


238. Tahun 1798-1801. Portugis, Spanyol, Prancis, Denmark, Belanda dan
Swedia mendirikan pos-pos perdagangan budak di Pantai Afrika. Dengan
entengnya mereka Kristen-Kristen sialan itu saling berbagi budak-budak kulit
hitam untuk diperjual-belikan.

Dengan berbekal konsep 'imperialisme' dan 'kapitalisme', kekuatan-kekuatan
Barat seperti dari Spanyol, Portugal, Belgia, Prancis, Italia, Inggris dan
Jerman menundukkan negeri jajahan masing-masing di Afrika dengan pendekatan
brutal & kekerasan militer. Pada gilirannya, sesudah bumi Afrika dikuasai
secara ekonomis, setelah manusia Afrika dikuasai secara moral dan politis,
maka mulai dilaksanakan 'Salvation’ (perbudakan) yang luar biasa.

Lebih daripada 3 juta orang Afrika diangkut ke Amerika latin untuk bekerja
pada perusahaan-perusahaan mereka di Brazil, Chile, Meksiko, Peru,
Nikaragua, Costarika dan lain-lain tempat sebagai buruh tanpa gaji. Umumnya
perbudakan akan melahirkan kelas masyarakat -majikan dan buruh- yang tidak
mengenal adanya kontak moral yang berlandaskan peri kemanusiaan. Kontrak
kerja mereka hanyalah di satu pihak manusia diperhamba, di lain pihak adalah
tuan yang kaya raya, alias Kristen-kristen biadab imperialis itu.


239. Pada awal abad ke-XVIII manufaktur Belanda telah jauh dilampaui dan
Belanda telah berhenti menjadi bangsa yang paling unggul dalam perdagangan
dan industri. Oleh karenanya, salah satu bidang usahanya yang pokok dari
tahun 1701-1776 ialah meminjamkan kapital ke luar negeri yang luar biasa
jumlahnya, terutama kepada saingannya yang besar, Inggris.

Tentang kejamnya penindasan kolonial Belanda terhadap rakyat Indonesia
diungkapkan oleh Karl Marx sebagai berikut: "Sementara membawakan perbudakan
anak-anak di Inggris, di Amerika Serikat industri katun memberi dorongan
untuk mengubah perbudakan yang sedikit banyak bersifat patriarkal menjadi
sistim eksploitasi yang komersil. Sebenarnya, perbudakan yang terselubung
atas buruh-buruh upahan di Eropa, untuk batu-alasnya, memerlukan perbudakan
terbuka di dunia baru".

"Dalam tahun 1790 di Hindia Barat jajahan Inggris terdapat 10 orang budak
lawan seorang bebas, jajahan Prancis 14 lawan seorang, jajahan Belanda 23
lawan seorang". Demikianlah, di masa hidup Marx dan Engels, "Kapital" jilid
I, II dan III sempat dicetak.


240. 24 September tahun 1805, pasukan "Grande Armee" Napoleon Bonaparte
mengakhiri operasi militernya di Austria. Operasi militer ini dilancarkan
untuk mencegah serangan tentara Austria. 200 ribu tentara Prancis dalam
waktu 27 hari menyerang dari tepi sungai Rhine dan menjatuhkan kekalahan
telak kepada tentara Austria. Meskipun Austria merupakan sahabat Prancis,
namun dalam perundingan rahasianya dengan Rusia dan Inggris, Austria
bermaksud menggulingkan Napoleon.


241. 21 Oktober 1805, terjadilah Perang Trafalgar di barat daya Spanyol.
Dalam perang ini, Angkatan Laut Inggris yang dikomandoi oleh Horatio Nelson,
berhadapan dengan Angkatan Laut gabungan Spanyol dan Prancis. Dalam perang
yang merupakan bagian dari ambisi Napoleon untuk menguasai Inggris ini,
sebagian besar kapal-kapal Spanyol dan Prancis tenggelam sehingga Prancis
mengalami kerugian yang sangat besar. Akhirnya, perang ini berakhir dengan
kemenangan Inggris dan menjadi kekalahan penting pertama Napoleon pada masa
itu.

Perang... perang... perang! = Kristen... kristen... kristen! Perang dengan
Kristen memang tidak bisa dipisahkan, itu memang hobby mereka sejak dulu
kala. Mereka memang sangat menikmati bagaimana rasanya ketika memenggal
kepala manusia, bagaimana rasanya membunuh wanita, orang tua, dan anak-anak.
Dasar Kristen!


242. 19 April tahun 1807, menyusul kekalahan yang dialami tentara Inggris
dalam melawan pasukan Mesir, tentara Inggris akhirnya terpaksa mundur dari
pelabuhan Iskandariah. Pemerintah Inggris yang saat itu berencana untuk
memperluas kawasan penjajahannya, memutuskan untuk menaklukkan Mesir yang
ketika itu merupakan bagian dari wilayah Imperium Ottoman. Dengan cara ini,
Inggris berharap bisa menundukkan Imperium Ottoman.

Pada awal pertempuran, Iskandariah sempat diduduki oleh tentara Inggris,
namun Muhammad Ali Pasha, pemimpin Mesir saat itu, dengan bantuan dari
rakyat dan ulama yang mengeluarkan fatwa jihad, berusaha keras
mempertahankan Mesir. Kaum muslim Mesir dengan gigih berjuang melawan
tentara Inggris yang memiliki persenjataan yang lebih lengkap dan modern
sehingga akhirnya tentara Inggris mundur dan meninggalkan Mesir


243. 17 Desember 1807, Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte, mengeluarkan
dekrit yang dikenal dengan nama Dekrit Milan. Dekrit ini dikeluarkan sebagai
reaksi atas blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Prancis yang dilakukan
Inggris sejak bulan Mei di tahun yang sama.

Sebelumnya, pada tanggal 21 November 1806, Napoleon telah mengeluarkan
dekrit atau "Komando Berlin" yang berisi larangan bagi semua negara-negara
Eropa yang berada di bawah kekuasaan Prancis untuk melakukan perdagangan
dengan Inggris.

Dalam Dekrit Milan pasal 3, disebutkan bahwa pulau-pulau Inggris dinyatakan
sebagai kawasan yang diblokade. Setiap kapal, milik negara manapun, yang
berlayar dari pelabuhan Inggris, atau koloni Inggris, atau negara-negara
yang diduduki oleh tentara Inggris akan menjadi hak milik Prancis. Akibat
dari dekrit ini, perdagangan Inggris di daratan Eropa menjadi berkurang,
namun di lautan, Inggris masih tetap berjaya.


244. Sekitar abad 18 terjadi kelaparan di Irlandia akibat kebijakan
pemerintah Inggris yang mengakibatkan banyaknya orang Irlandia berimigrasi
ke Eropa. Benih-benih kebencian rakyat Irlandia yang mayoritas beragama
Katolik semakin menjadi-jadi terhadap Kristen Anglican Inggris dan para
pengikutnya (kaum loyalis) di Irlandia Utara.


245. Tanggal 15 Februari 1808, Finlandia secara utuh dijajah oleh Rusia.
Finlandia, sebuah negara lemah secara militer, memang sejak lama selalu
merasa berada di bawah ancaman negara-negara kuat di sekitarnya, terutama
Rusia. Karena itu, pada abad ke-12, Finlandia meminta bantuan Kristen Swedia
yang saat itu dikenal sebagai pesaing Kristen Rusia di bidang militer.
Swedia bukannya memberikan bantuan, melainkan malah menjajah Finlandia.

Setelah kekuatan Swedia semakin melemah akibat masalah-maslah internal,
Rusia mulai mencaplok wilayah-wilayah Finlandia secara bertahap. Akhirnya,
setelah 650 tahun berlalu dari penjajahan Swedia atas Finlandia, kawasan itu
secara utuh dijajah Rusia. Sejak saat itu pula, rakyat Finlandia mulai
bangkit mengadakan perlawanan. Akhirnya, seiring dengan meletusnya revolusi
Rusia pada tahun 1917, Finlandia memerdekakan diri.


246. 20 Juli tahun 1810, Kolombia memproklamasikan kemerdekaannya. Para
imperialis Spanyol mulai menginjakkan kaki di wilayah Kolombia pada akhir
abad ke-15 dan sejak itu, Kolombia dijajah oleh Spanyol.

Penduduk asli Kolombia adalah bangsa Indian yang telah hidup di sana sejak
5000 tahun sebelum Masehi. Sejak Kolombia dijajah Spanyol, para imigran
Eropa berdatangan ke wilayah itu dan penduduk pribumi pun tersingkir. Pada
abad ke 19, Napoleon menyerbu Spanyol dan kesempatan itu digunakan oleh para
penduduk imigran di negara-negara Amerika Latin untuk mengusir tentara
imperialis Spanyol dan mendirikan pemerintahan sendiri.

Hal yang sama terjadi pula di Kolombia, yang merdeka dengan nama republik
Kolombia Raya yang meliputi Kolombia, Venezuela, dan Ekuador. Namun akhirnya
pada tahun 1830, Kolombia Raya pecah dan masing-masing anggotanya mendirikan
negara terpisah.


247. Tahun 1808-1811. Untuk memperkuat pertahanan di Pulau Jawa, Gubernur
Jendral Herman William Daendels memerintahkan pembuatan jalan raya. Jalan
itu sangat panjang, 1000 km terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Si
Kristen bengis Daendels MEMAKSA rakyat Indonesia untuk mengerjakan pembuatan
jalan raya tersebut tanpa diberi upah. Banyak rakyat Indonesia yang mati
menjadi korban dalam pembuatan jalan tersebut.

Penindasan Daendels ini menyebabkan hubungan antara dia dengan penguasa
pribumi menjadi tegang. Salah seorang penguasa pribumi yang melawan tindakan
Daendels itu ialah Pangeran Kusumadinata dari Sumedang, Jawa Barat. Beliau
berani menentang Daendels karena banyak di antara rakyat Sumedang yang ikut
kerja paksa itu menjadi korban.


248. Desember 1810. William Daendels menuju Yogyakarta dengan membawa 3.200
serdadu untuk memaksa Sultan Hamengkubuwono turun takhta dan merampas uang
kira-kira 500.000 gulden. Nyawa orang Indonesia DIBUANG, uang milik orang
Indonesia DIAMBIL. Kristen oh Kristen... betapa luar biasa biadabnya dirimu!


249. Tahun 1811. Pasukan Inggris yang dipimpin oleh Thomas Stanford Raffles
mendarat di Batavia dan melakukan penyerangan terhadap Belanda. Pasukan
Belanda yang dipimpin oleh Jendral Jansen berhasil dikalahkan dan menyerah
kepada Inggris di Tuntang (dekat Salatiga, Jawa Tengah). Jendral Jansen
terpaksa menandatangani penyerahan kekuasaan kepada Inggris dalam Perjanjian
Tuntang tahun 1811.

Sejak penandatanganan Perjanjian Tuntang tersebut, kedudukan Belanda di
Indonesia digantikan oleh Inggris. Inggris menunjuk Gubernur Jendral Raffles
sebagai kepala pemerintahan dan berkedudukan di Batavia. Raffles menerapkan
sistem sewa tanah dan pemungutan pajak. Para petani yang menggarap tanah
harus membayar sewa (pajak) kepada pemerintah.

Semasa si Kristen Raffles berkuasa terjadi berbagai kesewenang-wenangan
antara lain: kesultanan Banten yang dibangun oleh Falatehan dihapus, sultan
di Yogyakarta diturunkan, Patih Danureja dihukum mati, Raja Sepuh ditangkap
dan dibawa ke Pulau Pinang. Kesultanan Cirebon dihapuskan.

Raffles segera pulang ke Inggris setelah Napoleon menderita kekalahan dalam
sebuah perang besar. Menurut Perjanjian London 1815, kekuasaan Inggris atas
Indonesia harus diserahkan kembali kepada Belanda.


250. 5 Juli 1811, Venezuela memproklamasikan kemerdekaannya dari Spanyol
yang telah menjajah negara itu selama tiga abad. Selama periode tersebut,
penduduk pribumi Venezuela, yaitu bangsa kulit merah Indian disingkirkan dan
dibunuh, sementara imigran Spanyol datang membanjiri Venezuela.

Sejak awal abad ke-19, para imigran Spanyol yang telah menjadi warga
Venezuela, menghendaki pemerintahan independen yang terpisah dari Spanyol.
Dengan dipimpin oleh Fransesco Miranda, rakyat Venezuela pada tahun 1806
memulai perjuangan mengusir tentara Spanyol, namun menemui kegagalan. Pada
tahun-tahun berikutnya, Miranda bersama Simon Bolivar meneruskan perjuangan
mereka, sampai akhirnya Spanyol angkat kaki dari Venezuela.


Bersambung...

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 9:43 am


Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by gusti_bara on Sun May 02, 2010 11:57 am

Khalifah wrote:

wah....jadi tahu neh krisetan kek mana....

oya di forum sebelah http://forum-swaramuslim.net

netters kristen gak bisa berkutik, soal debatnya sangat ilmiah sama2 menggunakan dalil masing2 so ketika ditunjukan ayat2 babi'el mereka terperangah gak bisa apa apa...

diskusinya bener2 sipp..sangat mendalam...akhirnya mati kutu

gusti_bara
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 1550
Location: samping yesus
Job/hobbies: yang penting seneng
Humor: pantaskah saya menjadi anak yesus?
Reputation: -12
Points: 3990
Registration date: 2010-04-29

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 1:26 pm

251. Di mana saja orang-orang Belanda menginjakkan kaki mereka, terjadilah
perusakan dan kemerosotan jumlah penduduk. Di Banyuwangi, suatu provinsi di
Jawa, dalam tahun 1750 berpenduduk lebih dari 80.000 orang, dalam tahun 1811
hanya tinggal 18.000. Penurunan drastis ini terutama karena banyak diantara
mereka yang dijadikan budak oleh Kristen Belanda dan kemudian dikirim ke
luar Jawa, selain banyak yang dibunuh oleh Belanda.

Sejarah pemerintah kolonial negeri Belanda 'memberikan gambaran tentang
hubungan-hubungan penghianatan, penyuapan, pembunuhan besar-besaran dan
licik yang paling luar-biasa'. Tidak ada yang lebih karakteristik daripada
sistim mereka untuk mencuri manusia, memperoleh budak-budak di Sulawesi
untuk pulau Jawa. Pencuri-pencuri manusia itu dilatih untuk keperluan ini.
Malingnya, jurubahasanya, adalah agen-agen terpenting dalam perdagangan ini,
raja-raja pribumi adalah penjual-penjualnya yang utama.

Pemuda-pemuda yang diculik dilemparkan ke dalam tahanan-tahanan rahasia di
Sulawesi, sampai mereka siap untuk dimasukkan ke dalam kapal-kapal budak.
Suatu laporan resmi mengatakan: 'Kota Makassar ini, misalnya, penuh dengan
penjara-penjara rahasia, yang satu lebih mengerikan darapada yang lain,
penuh sesak dengan orang-orang malang, korban-korban kerakusan dan kelaliman
yang dirantai, yang dengan paksa direnggut dari keluarga mereka'.

Untuk mendapatkan Malaka, orang-orang Belanda menyuap Gubernur Portugis. Ia
membolehkan mereka memasuki kota itu pada tahun 1641. Mereka ini dengan
seketika cepat-cepat datang kerumahnya dan membunuhnya agar 'bebas' dari
keharusan membayar 21.875 poundsterling, yaitu harga pengkhianatannya.


252. 24 Juni tahun 1812, Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte melakukan
serangan besar ke wilayah Tzar Rusia. Lima tahun sebelumnya kedua imperium
ini menandatangani perjanjian non-agresi namun secara bertahap, hubungan
kedua negara menjadi memburuk.

Dalam serangan tersebut, pasukan Napoleon berhadapan dengan cuaca yang
sangat dingin sehingga akhirnya mengalami kekalahan dari tentara Rusia. Dari
350 ribu tentara Prancis yang dikerahkan Napoleon untuk menyerang Rusia,
hanya 30 ribu tentara Prancis yang berhasil kembali dengan selamat ke negara
mereka.

Kesalahan yang sama diulangi oleh pasukan NAZI Jerman 220 tahun kemudian
ketika mereka bermaksud menyerbu Moskow, Rusia dalam Perang Dunia II. Mereka
dikalahkan oleh suhu dibawah nol derajat Rusia yang sangat menyiksa. Kalau
ingin mengetahui lebih mendetail kisah-kisah peperangan dalam Perang Dunia
II, silahkan baca buku:

Perang Eropa. Jilid 1. P.K. Ojong. Editor: R.B. Sugiantoro. Penerbit Buku
Kompas Jakarta, Juli 2003.

Tapi dalam posting masterpiece "KRISTEN TETAP PALING BIADAB SEPANJANG MASA
INI" juga sedikit banyak dipaparkan mengenai Perang Dunia II. Maka itu
silahkan telusuri terus posting Forza Islam ini. Karena Forza Islam
adalah...

1- Orang Islam
2- Berwajah tampan -menurut banyak gadis-gadis kenalannya-
3- Cowok humoris
4- IQ diatas rata-rata
5- Baik hati
6- Agak sensitif
7- Berani
8- Pribadi yang menyenangkan bagi siapa saja
9- Mengetahui sangat banyak keburukan-keburukan Kristen
10- Memiliki selera yang bagus dalam berpakaian

Diatas itu bukan berarti saya sombong lho... itu kan cuma kesan-kesan dari
teman-teman saya saja. Sebetulnya masih sangat banyak lagi, tapi sengaja
tidak saya tuliskan satu per satu, karena saya orangnya tidak suka
menonjolkan diri. Sesungguhnya saya menyadari bahwa kita semua tidak ada
apa-apanya dibandingkan kekusaan Allah Swt.

Anggap aja diatas itu selingan, biar kalian semua, khususnya saudara-saudara
seiman saya tidak lelah membaca daftar panjang kebiadaban Kristen ini (^_^).


253. 19 Oktober 1813, berlangsunglah Perang Leipzig atau dikenal pula
sebagai Perang Bangsa-Bangsa. Perang ini merupakan perang terbesar dalam era
Perang Napoleon dan kekalahan terbesar yang dialaminya. Dalam perang ini,
bertarung sekitar 560 ribu pasukan, 300 ribu di antaranya pasukan gabungan
beberapa negara, yaitu Swedia, Inggris, Prusia, Rusia, dan Austria.
Kekalahan Napoleon di Leipzig ini mengawali kekalahannya dalam perang-perang
berikutnya. Pada tahun 1814, Napoleon dibuang ke Pulau St. Elba.


254. Tahun 1815. Perang Napoleon telah menghancurkan perekonomian Belanda.
Pada tahun 1815, hutang Belanda telah meningkat menjadi 600 juta gulden.
Gubernur Jeneral yang dilantik di Jawa selepas Perang Napoleon yaitu Elout
(1816), Buysken (1817) dan Van der Capellen (1819) telah diarahkan untuk
melaksanakan rancangan bagaimana Jawa dapat digunakan untuk membantu ekonomi
Belanda.

Salah satu langkah yang dijalankan oleh Kristen Belanda ialah rakyat Jawa
dikehendaki menjual hasil mereka kepada Kerajaan Belanda dengan harga yang
lebih redah daripada harga pasaran sebagai sumbangan rakyat Jawa untuk
ekonomi Belanda.

Selain itu, rakyat Jawa juga dikenakan pelbagai cukai yang tinggi. Salah
satu cukai yang dianggap membebankan ialah cukai sempadan. Di bawah sistem
cukai sempadan, rakyat Jawa yang melalui tanah kerajaan dikehendaki membayar
cukai. Hak memungut cukai telah diserahkan kepada orang Cina yang mengambil
kesempatan mengenakan cukai tambahan seperti cukai pintu gerbang, cukai
jembatan dan sebagainya yang lebih tinggi daripada yang ditetapkan oleh
Kristen Belanda.


255. 18 Juni tahun 1815, dimulailah perang Waterloo yang merupakan perang
terakhir antara Napoleon Bonaparte melawan negara-negara Eropa lainnya.
Perang ini terjadi di sebuah desa bernama Waterloo di Belgia.

Pada saat itu, hujan yang sangat lebat menghalangi gerakan pasukan Prancis
sehingga pasukan bantuan tidak sampai ke garis depan tepat pada waktunya.
Akibatnya, Napoleon dan pasukannya kalah melawan tentara Prusia dan Inggris
serta bertekuk lutut kepada negara-negara Sekutu. Setelah perang, Napoloen
diasingkan ke pulau St. Helen dan akhirnya meninggal di sana.


256. 10 Desember 1816, Belanda kembali meraih kekuasaannya atas Sumatera,
dan Indonesia pada umumnya. Belanda menginjakkan kaki di wilayah Indonesia
pada tahun 1651 dengan menginvasi Kupang di Timur Barat.

Sebelum kedatangan Belanda, beberapa wilayah Indonesia timur telah dikuasai
oleh Portugis. Namun, hingga 200 tahun kemudian, batas jajahan antara dua
kekuasaan imperialis itu masih belum jelas. Pada tahun tanggal 20 April
1859, Belanda dan Portugis menjalin perjanjian bahwa Belanda menguasai
bagian barat pulau Timor dan Portugis menguasai bagian timurnya.

Selama era Perang Napoleon, Belanda jatuh ke tangan Prancis dan akibatnya,
wilayah jajahan Belanda di Indonesia diambil oleh Inggris. Gubernur Jenderal
Inggris di Indonesia dipegang oleh Sir Thomas Raffles.

Setelah jatuhnya Napoleon dan berakhirnya pendudukan Belanda oleh Prancis,
Belanda dan Inggris menandatangani sebuah konvesi di London pada tahun 1814,
yang berisi pengembalian wilayah kolonial Belanda yang didapatnya sejak
tahun 1803. Dua tahun kemudian, Sumatera pun kembali jatuh ke tangan
Belanda.

Selama waktu itu, rakyat Indonesia dengan gigih berjuang melawan penjajahan
Belanda, namun selalu mengalami kegagalan, sampai akhirnya berhasil merdeka
pada tahun 1945.


257. Tahun 1816. Belanda memperoleh kembali seluruh tanah jajahannya di
Hindia Timur dari Inggris dan segera berusaha kembali menguasai Borneo
(Kalimantan). Pemerintah Hindia Belanda sangat tertarik dengan pertambangan
emas yang dikelola orang Tionghoa. Kristen Belanda mengirim pasukannya untuk
mengambil alih tambang-tambang orang Tionghoa.

Tetapi penyerbuan ke tempat pemukiman orang Tionghoa tersebut pada awalnya
dapat digagalkan karena mendapatkan perlawanan bersenjata orang-orang
Tionghoa dan taktik lainnya, antara lain dengan meracuni sumur-sumur dan
sungai-sungai sehingga prajurit Belanda banyak yang meninggal dunia dan
mengalami kesulitan air minum.

Pasukan Tionghoa juga berhasil memotong jalur supply pasukan Belanda yang
akhirnya memaksa mereka meninggalkan daerah tersebut. Karena pasukan Belanda
harus menghadapi Perang Jawa, sejak tahun 1826 untuk jangka waktu yang cukup
lama pertempuran tersebut berhenti. Namun pada tahun 1854 Belanda yang telah
menguasai lautan berhasil mengalahkan pasukan Tionghoa dan kongsi-kongsi
dibubarkan.


258. Tahun 1817. Maluku terkenal sebagai penghasil rempah-rempah. Setelah
Maluku berhasil dikuasai Kristen Belanda, rempah-rempah tersebut dijadikan
bahan monopoli perdagangan oleh belanda. Monopoli perdagangan artinya
rempah-rempah itu harus dijual hanya kepada Belanda. Menjual selain kepada
Belanda tidak dibenarkan. Harga penjualan telah ditentukan Kristen Belanda,
yang biasanya sangat murah.

Untuk mencegah perdagangan gelap dan untuk mencegah hasil yang berlebih,
diadakanlah ‘pelayaran hongi’. Tujuannya adalah untuk mengawasi
setiap pulau guna membinasakan rempah-rempah yang dianggap berlebihan.
Tujuan lain adalah mengawasi perdagangan rakyat.

Rakyat Maluku di bawah pimpinan Kapitan Pattimura alias Thomas Matulessi
akhirnya mengobarkan perlawanan terhadap Belanda. Pada tanggal 16 Mei 1817
berhasil merebut Benteng Duurstede. Perang semakin berkobar dan meluas ke
berbagai daerah di Maluku, seperti Ambon, Seram, Hitu dan lain-lain.

Kekalahan Belanda menyebabkan Belanda mengirim pasukan yang lebih besar. Di
bawah pimpinan Laksamana Buykes, Belanda berhasil menguasai daerah-daerah
Hitu, Haruku, serta Saparua. Karena kekuatan tidak seimbang, pasukan
Pattimura seperti Paulus Tiahahu dan anaknya, Martha Christina Tiahahu
tertangkap Belanda. Menyusul kemudian akhirnya Pattimura pun dapat ditangkap
Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan
Benteng Victoria di Ambon.

Selepas penggantungan tersebut, arwah Pattimura memang langsung terbang ke
neraka karena dia kafir. Namun setidaknya perlawanan yang dia lakukan cukup
membangkitkan harapan rakyat Maluku untuk melawan penjajahan Belanda.


259. 18 September 1818, negara Chile berhasil meraih kemerdekaannya dari
Spanyol dan hari ini dijadikan sebagai Hari Nasional negara tersebut. Chile
pada tahun 1536 dijajah oleh Spanyol dan dijadikan bagian dari wilayah Peru
yang juga dijajah oleh Spanyol.

Pada tahun 1788, Raja Spanyol Carlos III memisahkan Chile dari Peru.
Perjuangan kebebasan pertama rakyat Chile dimulai pada tahun 1814. Namun,
pejuang Chile kalah dalam melawan tentara pemerintah Spanyol.

Pada tahun 1817, Jose San Martin, komandan Argentina bersama beberapa ribu
pasukannya menyerbu beberapa sejumlah wilayah jajahan Spanyol, di antaranya
Peru dan chile. Dengan dukungan rakyat Chile, Jose San Martin berhasil
mengusir tentara Spanyol dan pada tahun 1818, Chile berhasil menjadi negara
merdeka.

Chile memiliki luas wilayah 756.626 kilometer persegi dan terletak di bagian
barat Amerika selatan. Negara Chile berbatasan dengan Argentina, Bolivia,
dan Peru.


260. Tanggal 28 Juli tahun 1821, Peru memerdekakan diri dari penjajahan
Spanyol. Peru adalah tempat kediaman asli Suku Indian bernama Inca. Suku ini
menguasai kawasan barat laut Amerika latin sejak abad 12 hingga abad 16.
Awal abad ke-16, masuklah tentara Kristen (Katolik) Spanyol ke kawasan itu
dan melakukan pembunuhan massal atas warga kulit merah yang mendiami kawasan
Peru itu. Kawasan Peru kemudian dimasukkan ke dalam koloni Spanyol.

Cara-cara penjajah Spanyol dalam mengekspolitasi kekayaan Peru membuat
rakyat setempat tidak penah berhenti melakukan perlawanan. Akhirnya, saat
berlangsung kebangkitan rakyat Amerika latin melawan kaum penjajah di bawah
pimpinan Jose San Martin dan Simon Bolivar, rakyat Peru juga ikut bangkit
dan negara itu meraih kemerdekaannya.

Peru terletak di kawasan barat daya Amerika latin. Negara ini memiliki luas
wilayah 1.285.216 kilometer persegi. Peru berbatasan dengan Lautan Teduh,
Ekuador, Kolombia, Chile, Brazil, dan Bolivia.


261. Tahun 1821, Belanda menyerang Palembang. Namun rakyat Palembang dengan
gigih melawan agresi Kristen ini. Diketahui bahwa serdadu Belanda pada
awalnya mengalami kekalahan besar di Palembang, mereka banyak yang mati
terjerat dalam rawa-rawa. Namun pada akhirnya perang melawan Kristen Belanda
perlahan-lahan meredup, dan akhirnya rakyat Palembang pun kalah dan jatuh
terhempas dalam pelukan penjajahan Kristen Londo sialan itu.


262. 24 Agustus tahun 1821, Meksiko meraih kemerdekaannya dari Spanyol.
Meksiko memiliki sejarah yang sangat tua sejak 5000 tahun sebelum Masehi.
Negeri ini memiliki berbagai peradaban penting dan kekaisaran terakhir di
sana adalah kekaisaran Aztec.

Pada tahun 1518, Spanyol masuk ke Meksiko dan dengan memanfaatkan krisis
internal serta ketidakpahaman rakyat Meksiko terhadap maksud kedatangan
Spanyol, akhirnya Spanyol berhasil menjajah negeri ini. Sejak saat itu,
jutaan orang Spanyol datang ke Spanyol dan membunuh sebagian besar kaum
kulit merah negeri ini.

Meksiko juga menjadi pintu gerbang bagi masuknya Spanyol ke benua Amerika.
Setelah hampir tiga abad menjajah Meksiko, kekuatan Spanyol mulai berkurang
dan sejak awal abad ke-19, rakyat Meksiko memulai perlawanan untuk merebut
kemerdekaannya. Kebangkitan rakyat Meksiko ini dua kali digagalkan oleh
Spanyol dengan melakukan represi yang keras. Akhirnya pada tahun 1821,
rakyat Meksiko berhasil mengalahkan Spanyol dan meraih kemerdekaan mereka.

Meksiko memilki luas wilayah dua juta kilometer persegi, terletak di tepi
Lautan Teduh dan Teluk Meksiko, serta berbatasan dengan Amerika di utara dan
dengan Guatemala di selatan.


263. 15 September 1821, Nikaragua, Honduras, El Salvador, Guatemala, dan
Costarica, memproklamasikan kemerdekaannya dari Spanyol. Kemerdekaan ini
diraih setelah Napoleon menguasai Spanyol sehingga pemerintah negeri ini
menjadi lemah. Kelima negara tersebut kemudian mendirikan Persatuan Amerika
Tengah. Dengan bubarnya persatuan ini pada tahun 1838, negara-negara
tersebut menjadi negara yang terpisah-pisah.

Pada pertengahan abad ke-19, seorang Amerika bernama Wiliam Walker dengan
dukungan tentara AS, menduduki kelima negara ini. Namun, dengan persatuan di
antara mereka, pasukan AS itu berhasil diusir. Kelima negara Amerika Latin
ini, ditambah Meskio, Panama, dan Belize, merupakan negara-negara yang
terletak di Amerika tengah dan berada di tepi Lautan Teduh dan Laut Karibia.


264. 1 Nopember 1821, Panama lepas dari penjajahan Spanyol dan bergabung
dengan Kolombia. Panama dijajah oleh Spanyol sejak tahun 1501. Pada tahun
1513, Spanyol membangun Terusan Panama yang menghubungkan Samudera Pasifik
dengan Atlantik. Seiring dengan mundurnya Spanyol dari Panama, terusan itu
menjadi sepi.

Pada tahun 1848, setelah ditemukannya tambang emas di California, Terusan
Panama kembali ramai dilalui para pedagang. Karena terusan ini pula, Panama
bersengketa dengan Kolombia. Akibatnya, pada tahun 1903, Panama memisahkan
diri dan mendirikan negara independen.


265. Tahun 1821-1999. Ratusan masjid dihancurkan di Yunani. Kini hanya
tersisa puluhan masjid saja di negara tersebut, dan tidak boleh digunakan
untuk dipakai sebagai sarana peribadatan umat Islam. Karena pemerintah
Kristen Ortodoks Yunani menjadikan masjid-masjid itu sebagai museum.
Baru-baru ini usaha kaum muslimin disana untuk membangun masjid di kota
Athena pun gagal karena dijegal oleh Kristen Yunani, dengan berbagai macam
dalih dan alasan.


266. 25 Juni tahun 1822, para budak kulit hitam di Amerika Serikat yang
telah dibebaskan, kembali ke tanah air mereka, Afrika. AS membeli daerah di
barat daya pantai Afrika untuk dijadikan tempat penyaluran para budak yang
telah dibebaskan dan memberinya nama Monrovia sebagai penghormatan atas
presiden AS, James Monroe.

Sejak tahun 1824, nama Liberia mulai digunakan dan Monrovia dijadikan pusat
pemerintahan. Awalnya, Liberia berstatus sebagai salah satu negara bagian
dari AS. Akhirnya pada tahun 1947, Joseph Roberts, Gubernur Liberia dan
bekas budak dari Virginia, memproklamasikan kemerdekaan Liberia dan menjadi
presiden pertama.


267. Tanggal 4 Maret tahun 1823, pasukan Yunani dalam era peperangan melawan
tentara Imperium Ottoman, melakukan pembunuhan massal terhadap 12 ribu
muslim di kota Tripolitza. Tentara Yunani dalam pertempuran itu mendapatkan
dukungan dari beberapa negara Eropa.

Negara-negara Eropa sejak awal abad ke-19 mulai berjuang melawan kekuasaan
Ottoman di negeri mereka dan sejak tahun 1822 bersatu untuk memperkuat diri.
Akhirnya, Yunani berhasil merdeka pada tahun 1832.


268. 7 November 1823, dideklarasikan Doktrin Monroe oleh Presiden AS kelima,
James Monroe. Dalam doktrin ini dinyatakan bahwa benua Amerika adalah milik
bangsa-bangsa Amerika dan tidak ada pemerintahan selain bangsa Amerika yang
boleh berkuasa di benua ini, terutama di Amerika Serikat. Sebaliknya,
Amerika juga berjanji tidak akan mencampuri urusan Eropa.

Deklarasi ini dijalankan dengan tegas oleh AS, sehingga negara-negara Eropa
terpaksa menerimanya. Di dalam deklarasi ini juga sangat ditekankan mengenai
pembentukan koloni baru bagi AS. Sesungguhnya, dengan dikeluarkannya
deklarasi ini AS telah memonopoli penjajahan di Amerika Selatan dan Tengah
untuk dirinya sendiri.


269. Tahun 1824-1888. Rangkaian perang Inggris-Burma, Burma dicaplok
Inggris. Banyak sekali sebetulnya kalau kita mau menyebutkan selengkapnya,
satu demi satu daerah jajahan Kristen Inggris berikut tahun-tahun
penjajahannya.


270. Tahun 1824-1957, ketika Kristen Inggris menjajah semenanjung Malaysia
(1824-1942 & 1945-1957), ratusan ribu orang India dari kasta paria telah
dijadikan buruh tanpa gaji yang bekerja pada perkebunan Karet dan Kelapa
Sawit di Tanah Semenanjung Malaya (sekarang Malaysia).

Pemerintahan kolonialis itu juga memperbudak orang Cina yang didatangkan
dari Hongkong yang bekerja di lumbung-lumbung Timah dan emas di negeri
Perak, Kedah, Terengganu, Selangor, Malaka dan Johor.

Itulah mengapa di Malaysia itu kini banyak orang India dan Cina, banyak dari
mereka adalah keturunan dari kuli-kuli yang dibawa oleh Inggris tersebut.
Berjuta-juta poundsterling telah dikuras dari kekayaan bumi Tanah
Semenanjung Malaysia selama abad ke-18 sampai 19 oleh Kristen Inggris.


Bersambung...

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 1:27 pm

271. 20 Juli 1825. Kristen Belanda mengirim serdadunya dari Yogyakarta untuk
menangkap Pangeran Diponegoro. Desa Tegalrejo direbut dan dibakar. Namun
Diponegoro berhasil melarikan diri dan mencanangkan panji pemberontakan.


272. 25 Agustus tahun 1825, Uruguay berhasil meraih kemerdekaaannya dari
Brazil dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan bangsa Uruguay.
Uruguay sejak tahun 1516 dijajah oleh Portugis dan Spanyol. Antara tahun
1810 hingga 1814, setelah terjadi pertempuran berdarah, negara ini meraih
kemerdekaannya.

Namun, pada tahun 1820, Brazil menjajah negeri ini dan menjadikannya sebagai
salah satu provinsi bagian dari Brazil. Lima tahun kemudian, pada
kebangkitan gerakan kemerdekaan Amerika Latin, Uruguay juga berhasil meraih
kemerdekaannya kembali.

Uruguay memiliki luas wilayah 176.215 kilometer persegi, terletak di bagian
timur Amerika Selatan dan di tepi Samudera Atlantik, serta berbatasan dengan
Brazil dan Argentina.


273. 1 Desember 1825, persatuan negara-negara Eropa yang dinamakan Persatuan
Suci membubarkan diri seiring dengan keluarnya Rusia dari persatuan
tersebut. Organisasi ini berdiri pada tahun 1815 menyusul tumbangnya
kekaisaran Napoleon serta terbentuknya Kongres Wina.

Pada saat itu, ditandatangani sebuah kesepakatan di antara negara-negara
Rusia, Austria, dan Kekaisaran Prusia. Ketiga negara itu sepakat untuk
melaksanakan ajaran Kristen dalam kehidupan bernegara ataupun dalam hubungan
internasional. Tidak lama kemudian, sejumlah negara Eropa lainnya turut
menandatangani dan bergabung dengan Persatuan Suci ini.

Akan tetapi, hanya berselang sepuluh tahun dari ditandatanganinya
kesepakatan itu, persatuan tersebut bubar karena banyak prinsip-prinsip yang
tidak terjelaskan dari isi kesepakatan, ditambah lagi dengan bermunculannya
revolusi di sejumlah negara yang digerakkan oleh kelompok-kelompok yang
menginginkan kebebasan.


274. Tahun 1825-1830 Meletus perang Jawa, pusatnya didaerah Yogyakarta, 15
dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro.

Dalam menghadapi Belanda, Pangeran Diponegoro dibantu oleh teman-temannya
diantaranya: Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi
Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja sebagai
panglima perang. Demikian pula, para ulama dan bangsawan turut berjuang
bersama-sama Pangeran Diponegoro.

Daerah-daerah lain ikut pula berjuang melawan Belanda, diantaranya Kyai Maja
dari Surakarta yang mengobarkan Perang Sabil. Kyai Hasan Basri, pemimpin
spiritual lainnya juga memimpin Perang Sabil melawan Kristen Belanda di
daerah Kedu.

Pemberontakan-pemberontakan ini juga menyerang orang-orang Cina, karena
orang-orang Cina bertindak curang dan juga banyak mendapat kemudahan dari
pihak Kristen Belanda.


275. Tahun 1827. Perlawanan yang dilakukan Pangeran Diponegoro antara tahun
1825-1826 ini menyebabkan Belanda terdesak. Akhirnya pada tahun 1827, di
bawah pimpinan Jendral De Kock, Belanda membuat siasat perang ‘benteng
stelsel’. Sistem ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pasukan
Pangeran Diponegoro. Caranya ialah dengan jalan mendirikan benteng
pertahanan di daerah-daerah yang telah dikuasainya.

Kristen Belanda terus melakukan penyerangan terhadap Pangeran Diponegoro
dengan menggunakan sistem benteng. Gerombolan pemberontak dipaksa bertempur
sebelum mereka sempat tumbuh dalam jumlah besar. Pasukan Diponegoro
terjepit, kolera, malaria, disentri merajalela menyerang kedua belah pihak.


276. 20 Oktober 1827, Sebuah perang berlangsung antara pasukan gabungan
Prancis, Rusia, dan Inggris melawan pasukan Turki Ottoman. Perang yang
berlangsung di perairan utara Laut Mediterania dan dalam rangka pembelaan
pasukan gabungan terhadap Yunani itu berakhir dengan kekalahan telak
pasukan Turki Ottoman. Disebutkan bahwa pasukan gabungan tiga negara
berhasil menghancurkan 60 kapal induk serta menewaskan sekitar 6.000 tentara
Turki.

Enam tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1821, rakyat Yunani memulai
perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan dari Turki. Upaya ini kemudian
mendapatkan dukungan meluas dari negara-negara Eropa. Akhirnya, setelah
berlangsungnya perang tersebut, Yunani merdeka dari Turki pada tahun 1829.


277. April 1829. Kyai Maja tertangkap Kumpeni Kristen Belanda. Dan pada
bulan September 1829 paman Pangeran Diponegoro, Pangeran Mangkubumi dan
panglima utamanya Sentot Alisyahbana terpaksa menyerah kepada Kristen
Belanda dalam Perang Jawa ini. Tetapi perjuangan melawan kedzaliman Kristen
di Jawa itu terus dilanjutkan oleh Pangeran Diponegoro.


278. Tahun 1829-1830. Gubernur Jendral Van Der Capellen mempertahankan
monopoli perdagangan dan kerja paksa. Penindasan yang dilakukan Van Der
Capellen menimbulkan perlawanan dimana-mana. Bagi Belanda, peperangan yang
terjadi itu semakin memakan korban dan biaya yang cukup banyak Apalagi
Belanda sedang berperang melawan Belgia. Keuangan di dalam negeri menjadi
kacau.

Pada tahun 1830, Van Der Cappelen digantikan oleh Van Den Bosch. Ia diberi
tugas untuk mengisi kas keuangan Belanda yang kosong. Setelah memeras otak
beberapa lama, Van Den Bosch menemukan suatu cara. Ia memberlakukan
kebijakan Cultur Stelsel atau Tanam Paksa.

Isi usulan tersebut antara lain setiap desa harus menyisihkan sebagian
tanahnya untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu, nila. Hasil
tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah
dipastikan (20%) dan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial.

Tanam paksa menimbulkan penderitaan rakyat yang amat menyedihkan. Beban
rakyat semakin berat. Hasil pertanian pun semakin turun. Rakyat mengalami
kelaparan. Banyak rakyat Indonesia yang mati kelaparan, gara-gara penindasan
Kristen biadab. Sebaliknya, sistem tanam paksa ini menguntungkan Kristen
Belanda. Kas negara Belanda yang tadinya kosong, kini terisi kembali. Hasil
tanam paksa diangkut seluruhnya ke Belanda. Kemudian, hasil tersebut
digunakan untuk membangun negeri Belanda.


279. Maret 1830. Karena Pangeran Diponegoro tetap sulit ditaklukkan walaupun
Belanda telah melancarkan berbagai cara, akhirnya Belanda menempuh cara-cara
licik KHAS KRISTEN dengan menawarkan "perundingan".

Sebagai umat Islam yang berprasangka baik, Diponegoro kemudian bersedia
melakukan perundingan di Magelang tanggal 28 Maret 1830 sesuai kesepakatan.
Padahal ini hanyalah taktik licik Kristen Belanda saja. Tepu-menepu memang
sudah tabiat mendarah daging orang Kristen. Karena ternyata perundingan ini
hanyalah siasat Kristen Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro.

Kemudian Diponegoro ditawan dan diasingkan di Manado setelah sebelumnya
sempat dibawa ke Batavia. Akhirnya Diponegoro kemudian dipindahkan ke
Makassar, dan ditahan di benteng Fort Rotterdam pada tahun 1834.

Pangeran Diponegoro akhirnya wafat dan dimakamkan di Makassar pada tahun
1855. Selain tak berprikemanusiaan, sadis, biadab, haus darah, ternyata
Kristen itu licik juga.


280. Tahun 1830. Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan perlawanan elit
bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak memakan korban dipihak pemerintah
Kristen Belanda sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000
berkebangsaan Indonesia, dan 200.000 orang Jawa tewas. Sehingga jumlah
penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya. Perang Jawa telah membawa kepada
penderitaan lain seperti penyakit, kekurangan makanan dan sebagainya.

Perang Jawa telah memberi kesan terhadap kebangkitan nasionalisme Indonesia.
Van de Krof dalam bukunya "Prince Depo Negoro: Progenitor of Indonesia
Nationalism" menegaskan walaupun Perang Jawa bukan merupakan kebangkitan
nasionalisme, tetapi ianya telah dijadikan ilham oleh nasionalis-nasionalis
pada abad ke-20 untuk membangkitkan penentangan terhadap Belanda.

Perang Jawa juga mempengaruhi kebangkitan lain oleh rakyat Hindia Timur
untuk menentang Belanda. Antaranya ialah Kebangkitan Ambon dan Kebangkitan
Sumatera.

Perang Jawa telah meninggalkan pelbagai kesan terutamanya terhadap
nasionalisme Indonesia. Peperangan ini merupakan gerakan anti-Belanda yang
terbesar pada abad ke-19. Ahli-ahli Sejarah menganggap Perang Jawa sebagai
"fore runner" kepada gerakan anti-Belanda yang lebih sistematik pada abad
ke-20. Hal ini ditegaskan oleh Van de Krof dalam bukunya "Prince Depo
Negoro: Progenitor of Indonesia Nationalism".


281. Sejak tahun 1830, Prancis menyerang Aljazair dengan tujuan untuk
menguasai negeri ini. Amir Abdul Qadir Aljazairy dengan 50 ribu pasukannya
terus berjuang melawan kolonialis Kristen Prancis.

Pada 18 Mei tahun 1830, tentara Prancis memulai invasinya ke Aljazair atas
perintah Raja Charol Kesepuluh. Alasan yang diungkapkan oleh raja Prancis
atas invasinya ini adalah karena dalam usahanya menagih piutang dari Prancis
yang jumlahnya mencapai 7 juta Frank, pemerintah Aljazair telah memberikan
ancaman terhadap Prancis. Namun Berlawanan dengan perkiraan pemerintah
Prancis, rakyat Aljazair melakukan perlawanan gigih terhadap invasi
tersebut.

14 Juni 1830, tentara Prancis mendarat di pantai Aljazair yang mengawali
serbuan negara imperialis ini ke Aljazair. Prancis menghadapi perlawanan
sengit rakyat Aljazair yang menolak penjajahan atas negeri mereka.

Pada 18 Februari 1834, tentara Prancis mengalami kekalahan telak melawan
pasukan Amir Abdul Qadir Aljazairy. Sepertiga tentara Prancis tewas dalam
pertempuran itu dan setengah dari tentara yang masih hidup menjadi tawanan
perang.

Kristen kolonialis Prancis yang baru pertama kalinya mengalami kekalahan
besar di Afrika, menawarkan perdamaian. Namun, pemimpin perjuangan rakyat
Aljazair, Amir Abdul Qadir Aljazairy itu menolak tawaran damai itu dan
meneruskan perjuangannya sehingga hampir seluruh kawasan Aljazair berhasil
dibebaskan.

Namun pada tahun 1836, tentara Prancis kembali mengalahkan pasukan Abdul
Qadir dan setahun kemudian ditandatangani perjanjian di antara kedua pihak.

27 Mei tahun 1837, ditandatanganilah Perjanjian Tafna, yaitu perjanjian
damai antara pemerintah Prancis dengan Amir Abdul Qadir Aljazairi, pemimpin
perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair, yaitu Perjanjian Tafna, yang berisi
penyerahan wilayah barat Aljazair kepada Amir Abdul Qadir serta kesediaan
Prancis untuk mengakui pemerintahan Abdul Qadir.

Tujuan Prancis melalui perjanjian ini adalah agar Prancis dapat
mengkonsolidasikan kekuatannya dan berkonsentrasi dalam menghadapi
perlawanan rakyat di Aljazair timur. Tetapi tahun 1839, Prancis melanggar
perjanjian dan perang kembali meletuslah.

Pada tanggal 18 November 1839, dimulailah periode kedua perjuangan rakyat
Aljazair melawan penjajahan Prancis dengan dipimpin oleh Abdul Qadir bin
Mahyud-Din.

Dalam perang ini, Kristen Prancis menambah pasukannya dalam jumlah besar dan
menggunakan strategi penghancuran terhadap basis-basis militer Abdul Qadir.
Selain itu, tentara Prancis juga membuat rakyat kelaparan dengan cara
menghancurkan ladang, kebun buah, dan hewan ternak.

Akhirnya, Amir Abdul Qadir terpaksa menyerah pada tahun 1847 dan
dipenjarakan di Prancis. Dengan kekalahan tersebut, Prancis pun berkuasa
penuh atas Aljazair. Dengan berbagai cara, akhirnya Prancis berhasil
menduduki Aljazair secara penuh tahun 1910.

Meski demikian perlawanan bersenjata rakyat Aljazair tetap berlanjut dan
memuncak seiring dengan berakhirnya perang dunia kedua. Setelah Perang Dunia
Kedua, sekali lagi rakyat Aljazair memulai perjuangannya melawan penjajahan
Prancis.

1 Nopember 1954, dengan didirikannya Gerakan Pembebasan Aljazair oleh Ahmed
Ben Bella, perang kemerdekaan negara ini pun kembali dimulai. Tahun 1962,
dengan semakin meningkatnya perlawanan rakyat dan tekanan dunia, Presiden
Prancis saat itu Charles de Gaulle terpaksa menyetujui pemberian status
kemerdekaan penuh kepada Aljazair. Pada tanggal 31 Juli 1962, barulah
Aljazair meraih kemerdekaannya, dan Ben Bella menjadi presiden pertama
negara yang terletak di Afrika utara itu.


282. 4 Oktober 1830, Belgia memproklamasikan kemerdekaannya. Negara ini
sejak awal abad ke-18 berada di bawah kekuasaan Austria dan pada akhir abad
itu pula, Belgia dikuasai oleh Prancis. Namun, setelah kekalahan Napoleon
dari negara-negara Eropa, pada tahun 1815, Belgia dan Belanda membentuk
negara persatuan.

Namun, persatuan ini tidak berlangsung lama karena terjadi peperangan antara
rakyat Katolik Belgia dan rakyat Protestan Belanda. Kedua bangsa itu
kemudian mendirikan dua negara terpisah. Serangan Belanda ke Belgia berakhir
dengan kekalahan karena campur tangan Inggris dan Prancis. Raja Belgia yang
pertama adalah Raja Leopold dan sistem pemerintahan negara ini berbentuk
monarkhi konstitusional.

Belgia memiliki luas wilayah 30 ribu km persegi dan berbatasan dengan
Prancis, Jerman, dan Luxemburg.


283. Tahun 1837. Peperangan antara rakyat Minang, yang dipimpin oleh Tuanku
Imam Bonjol melawan Kristen Belanda tahun 1817-1837. Ketika Belanda
menyerang kota Padang tahun 1817, Bangsa Minangkabau tidak mudah menyerah,
walaupun kekuatan musuh pada ketika itu sulit dilawan.

Perang melawan Belanda baru berhenti setelah seluruh bumi Minang ditawan
oleh Belanda dan perlawanan baru tamat setelah berakhir perang Padri tahun
1837, yang melibatkan kaum Ulama dan rakyat bersama-sama melawan penjajah.
Setelah pemimpin perangnya, Imam Bonjol, dikhianati, ditangkap dan ditawan
dan diasingkan oleh Belanda ke Sulawesi, maka perlawanan bangsa Minangpun
terhenti.

Tanggal 25 Oktober 1837, pemimpin perjuangan kaum Paderi di Sumatera Barat,
Tuanku Imam Bonjol berhasil ditangkap dan ditahan oleh Kristen Belanda. Ia
dipindahkan ke Ambon, kemudian ke Manado. Akhirnya Imam Bonjol wafat pada
tanggal 6 November 1864 di Manado dan dimakamkan di Desa Pineleng.

Dengan begitu, sejak tahun 1838, Belanda sudah mulai mendirikan sekolahnya
dan melakukan ‘brain washing’ terhadap bangsa Minangkabau.


284. 15 Januari 1839, setelah bubarnya Federasi Amerika Tengah, El Salvador
memproklamasikan kemerdekaannya. El Salvador dihuni oleh bangsa Indian suku
Pipil saat bangsa Katolik Kolonialis Spanyol datang ke kawasan ini pada abad
ke-16. Awalnya, suku Pipil melakukan perlawanan terhadap pasukan Spanyol,
namun akhirnya kalah dan tersingkir. Bangsa Spanyol menjajah El Salvador
hingga abad ke-19.

Lepas dari Spanyol, El Salvador menjadi bagian dari Guatemala, lalu pada
tahun 1821, El Salvador dan beberapa negara Amerika Tengah lainnya dikuasai
oleh Meksiko. Pada tahun 1824, negara-negara Amerika Tengah melepaskan diri
dari kekuasaan Meksiko dan membentuk Federasi Amerika Tengah. Federasi ini
bubar pada tahun 1839 dan sejak itu pula El Salvador menjadi negara yang
merdeka penuh. Namun konflik internal dan perang saudara silih berganti
melanda El Salvador sehingga hingga kini rakyat negara ini masih belum
merasakan ketentraman.


285. Perang Candu 1839-1842 di China.

Satu contoh permainan politik kotor imperialisme orang-orang Kristen ialah
"Perang Candu" menentang China. Pemerintah Inggris mulai menyelundupkan
candu yang ditanam di India dan Turki ke China sejak kuartal pertama abad
ke-19. Penyelundupan candu ini selalu ditingkatkan dari masa ke masa untuk
mendapatkan defisit yang baik bagi kas Inggris.

Keruntuhan masyarakat akhirnya mencapai ke satu dimensi yang serius.
Pengharaman candu yang terpaksa dilakukan oleh kerajaan China setelah sekian
lama merasa ragu, telah membawa mereka kepada Perang Candu yang pertama
(1838-1842). Tidak dapat disangkal lagi bahwa peperangan ini telah
menyebabkan China hancur. Cina terpaksa menundukkan kepalanya karena
penyusutan angkatan tentaranya di dalam setiap konfrontasi dengan kekuasaan
asing dan menerima permintaan mereka yang senantiasa meningkat.

Kristen Barat mulai menduduki kawasan jajahan China sedikit demi sedikit
semenjak tahun 1842. Mereka telah mengambil pelabuhan konsesi dari tangan
China, menyewa ladang-ladang mereka, dan memaksa negara tersebut membuka
kepada negara luar dengan cara yang memberikan keuntungan yang
berlipat-lipat ganda kepada mereka. Hasil daripada ini, kemiskinan di dalam
negara, kelemahan pemerintahan, dan kehilangan kawasan jajahan Cina secara
pelahan-lahan, telah membawa banyak pemberontakan.

Semuanya hanya bermula karena China merasa tidak memerlukan untuk membuka
hubungan perdagangan dengan Kerajaan Inggris, padahal Inggris memerlukan
barang-barang China seperti teh dan sutera sementara China tidak membutuhkan
barang-barang apapun dari Inggris. Maka Kristen Inggris mengeluarkan taktik
keji untuk meraih keuntungan sekaligus merusak moral bangsa China, yaitu
menyelundupkan candu. Untuk menyeimbangkan perdagangan, Inggris membawa
masuk candu dari India dan Turki dan sejak 1773 jumlahnya semakin membesar
secara gila-gilaan.

- Sebelum 1720: 200 peti candu setahun
- Sebelum 1750: 400 peti candu setahun
- Sejak 1773 : 1.000 peti candu setahun
- Sejak 1800 : 4.500 peti candu setahun
- Sejak 1810 : 10.000 peti candu setahun
- Sejak 1820 : 20.000 peti candu setahun
- Sejak 1830 : 30.000 peti candu setahun
- Sejak 1837-1840: 40.000-60.000 peti candu setahun

Kemasukan candu telah merusakkan negeri China dari segi politik, ekonomi dan
sosial. Dari segi politik berlaku kelambanan dalam pekerjaan, penyuapan
serta penyelewengan karena banyak pegawai kerajaan telah menjadi pecandu
ganja. Dari segi ekonomi banyak uang China mengalir keluar karena mengimport
candu. Nilai import candu telah melebihi nilai ekspor barang-barang lain.
Keadaan ini sudah tentu memberi beban ekonomi kepada China.

Dari segi sosial, timbul masalah kesehatan dan keruntuhan akhlak karena
banyak rakyat China menjadi pecandu. Ahli-ahli sejarah menganggap masalah
candu hanya merupakan faktor segera yang mempercepatkan Perang Candu I. W.E.
Soothills dalam bukunya "China and the west" menegaskan "opium was the
accidental cause".

Inggris mengumumkan perang terhadap China pada 31 Januari 1840. Angkatan
Bersenjata Inggris diketuai oleh Charles Elliot dan Laksamana George Elliot.
Setelah berperang beberapa lama, akhirnya China dan Inggris mengadakan
perundingan-perundingan. Perundingan diadakan di atas kapal perang British
Cornwallis sejak 20 Agustus 1842. Cina diwakili oleh Ki Ying, Nieu Chien dan
Illippi. Inggris diwakili oleh Henry Pottingger. Hasil daripada perundingan
tersebut, Perjanjian Nanking telah ditandatangani pada 29 Agustus 1842.

Namun perjanjian itu amat merugikan pihak China. China bukan saja terpaksa
menyerahkan Hongkong kepada Inggris, tetapi juga diharuskan membayar ganti
rugi sebanyak 21 juta taels kepada British, yaitu 12 juta taels untuk ganti
rugi peperangan, 6 juta taels untuk ganti rugi terhadap candu yang telah
dimusnahkan oleh pihak China dan 3 juta taels hutang cohong kepada
pedagang-pedagang British. Selain itu, China juga terpaksa membuka 5
pelabuhannya kepada pedagang asing, iaitu Canton, Amoy, Foochow, Ningpo dan
Shanghai.

Di pihak lain, Perjanjian Nanking amat menguntungkan Inggris. Pihak British
bukan saja mendapat koloni baru yaitu Hongkong, namun juga malah mendapatkan
ganti rugi sebanyak 21 juta taels. Pada masa yang sama, pedagang-pedagang
Inggris juga dibenarkan berdagang sepanjang tahun di pelabuhan-pelabuhan
yang dibuka untuk pedagang asing iaitu Amoy, Foochow, Canton, Ningpo dan
Shanghai. Di samping itu, China juga menjadi tempat pemasaran barang-barang
keluaran industri barat serta tempat untuk mendapatkan bahan mentah
terutamanya teh dan sutera.

Apalagi berkaitan dengan candu yang disebarkan oleh Inggris di China,
orang-orang China menganggap perjanjian tersebut berlaku karena masalah
candu. Walau bagaimanapun dalam Perjanjian Nanking, tidak terdapat syarat
yang berkaitan dengan perdagangan Candu. Candu terus dibawa masuk oleh
Kristen Inggris dengan kadar yang lebih banyak:

1843: 33.000 peti
1848: 46.000 peti
1850: 52.929 peti

Perang Candu telah menyebabkan negeri China mengalami krisis ekonomi. China
terpaksa mengeluarkan pengeluaran yang banyak untuk menghadapi peperangan
serta untuk membayar ganti rugi. Kemasukan barang-barang produksi barat
telah mematikan pasaran barang-barang produksi dalam negeri China.
Akibatnya, banyak industri lokal terpaksa ditutup. Kemasukan candu semakin
memperuncing masalah ekonomi China. Untuk mengatasi masalah ekonomi, China
telah meminta supaya Inggris mengurangi pembayaran ganti rugi. Namun
keengganan Inggris untuk berbuat demikian telah semakin merusak hubungan
kedua negara.

Pembukaan pelabuhan China kepada orang asing telah mengakibatkan kemasukan
pengaruh barat. Banyak rakyat China terutama golongan muda di
pelabuhan-pelabuhan perjanjian telah terpengaruh dengan budaya barat. Selain
itu, berlaku perkembangan agama Kristen di pelabuhan-pelabuhan perjanjian.
Selain mendapatkan tanah jajahan, merampas kekayaan alamnya, Kristen Inggris
juga menyebarkan agama iblisnya itu di China. Dasar Kristen!

Perjanjian Nanking menandakan permulaan kepada bertapaknya kuasa asing di
China. Mengikut perjanjian ini, 5 pelabuhan China dibuka kepada pedagang
asing, iaitu Amoy, Ningpo, Shanghai, Foochow dan Canton. Seterusnya dalam
perjanjian Tientshin pada 26 Jun 1858, 11 lagi pelabuhan China dibuka kepada
perdagangan asing iaitu Newchwang, Tungchow, Chefoo, Chinkiang, Hankow,
Kiukiang, Swatow, Tainan, Tanshui, Kiungchow dan Nanking.

Selepas Perang Candu, banyak rakyat China yang mulai eksodus ke seberang
laut, terutama ke Asia Tenggara. Eksodus rakyat China semakin hebat ketika
Inggris menjalankan perdagangan kuli untuk memenuhi keperluan tenaga buruh
di Asia Tenggara. Orang-orang China terpaksa hijrah ke luar negeri karena
mereka telah hilang keyakinan terhadap Kerajaan China serta untuk melarikan
diri daripada penderitaan di negeri China, akibat penjajahan dan eksploitasi
Kristen Inggris.

Perjanjian Nanking hanya menamatkan peperangan tetapi tidak menyelesaikan
masalah dalam hubungan antara China dengan Inggris. Hubungan antara keduanya
tetap runcing sehingga mengakibatkan peperangan yang kedua pada tahun
1856-1860 yang dikenal sebagai Perang Candu Kedua atau Perang Arrow.
Akhirnya kedua belah pihak kembali berunding dan menandatangani
perjanjian-perjanjian, yang isinya lagi-lagi hanya semakin merugikan China
dan menguntungkan Kristen Inggris.

Sampai kepada tahun 1898-1900 ketika rakyat China kembali bangkit melawan
penjajahan Kristen-Kristen sialan. Pada tanggal 7 September 1899, terjadi
gerakan Perlawanan Boxer di China. Kaum boxer adalah julukan bagi sekelompok
militer China yang bernama "Ay Hu Chuan" atau "pukulan bersama yang telak".
Perkumpulan Rahasia Jago Kungfu China ini mencoba untuk mengusir orang
asing. Kaum boxer berhasil menduduki kedubes-kedubes Barat di Beijing dan
terjadi bentrokan yang keras dengan para missionaris Eropa.

Namun akhirnya pemberontakan mereka berhasil dikalahkan oleh kekuatan
gabungan Inggris, Rusia, Jerman dan AS. Kekuatan-kekuatan Kristen Salibis
bersatu padu untuk menguasai tanah China dan memadamkan perjuangan rakyatnya
untuk meraih kebebasan dan berdaulat di negerinya sendiri.

Membunuh, memperkosa, menganiaya, menjajah dan mengeksploitasi bangsa lain
memang sudah mendarah daging dalam benak dan perbuatan orang Kristen.
Ironisnya, setelah berhasil memadamkan perjuangan Kaum Boxer China untuk
meraih kemerdekaan, justru China sendiri yang kemudian dipaksa membayar
ganti rugi kepada para imperialis Kristen itu dalam jumlah yang sangat
besar. Dasar Kristen!


286. Diskriminasi terhadap bangsa Indian di Amerika Serikat.

Kedatangan bangsa kulit putih ke benua Amerika ternyata menimbulkan sebuah
masalah terhadap bangsa asli benua Amerika, Bangsa Indian. Perebutan tanah
oleh para pendatang menimbulkan peperangan kecil dengan bangsa indian di
berbagai pelosok benua Amerika.

Pada tahun 1830 di Amerika Serikat lahir Indian Removal Act, peraturan yang
memungkinkan pengusiran terhadap bangsa indian demi kepentingan para
pendatang yang didominasi oleh kulit putih. Akibatnya, lebih dari 70.000
orang Indian di usir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang
meninggal.

Pada pertengahan abad ke-XIX, peperangan antara bangsa Indian dengan tentara
kavaleri terus terjadi. Kaum pendatang terus berusaha mempersempit lahan
yang dimiliki oleh indian. Hal ini dikarenakan banyaknya penemuan
tambang-tambang emas di wilayah barat, terutama California. Keberpihakan
pemerintah kepada kaum kulit putih Kristen tergambar dari dikeluarkannya
Dawes Act pada tahun 1887. Peraturan tersebut mempersempit lahan yang
dimiliki oleh bangsa Indian dengan cara menjatah tanah per kepala keluarga.

Perjuangan untuk memperbaiki kehidupan bangsa indian memang sangat panjang.
Bangsa Indian akhirnya mendaptkan status kewarga negaraan Amerika pada tahun
1934 dengan disahkannya Reorganization Act. Peraturan ini juga menghentikan
semua bentuk pengusiran terhadap bangsa indian. Walau demikian, bangsa
indian tetap diberi tempat yang diberi nama reservation area yang berfungsi
seperti ghetto (penampungan) bagi kaum indian.


287. Tahun 1831-1877. Anggaran Belanja kolonial Kristen Belanda sudah
seimbang. Perbendaharaan kerajaan Belanda menerima 832 juta Gulden. Tahun
1831-1850 pengiriman uang tersebut 19% dari pendapatan kerajaan dan tahun
1850-1860 72%. Pendapatan uang tersebut digunakan untuk melunasi
hutang-hutang kerajaan, membangun kubu-kubu pertahanan, jalur kereta api
yang sebagian besar dibangun dari keuntungan Cultuur Stelsel yang DIPERAS
dari daerah Jawa.


288. Tahun 1842. Inggris yang selama bertahun-tahun berusaha menjajah
Afghanistan, dan telah membunuhi banyak penduduk sipil Afghan, harus mundur
teratur pada 1842 karena tidak tahan menghadapi perlawanan yang tak pernah
berhenti dari pejuang-pejuang Islam Afghanistan.

Tahun 1842, pasukan Inggris sangat dipermalukan dan terpaksa ditarik dari
Kabul setelah frustasi berat menghadapi perlawanan sengit pejuang
Afganistan. Dalam eksodus dari Kabul menuju Celah Kyber, sekitar 4.000
tentara Inggris tewas disergap pasukan Afghan, dari celah-celah tebing
terjal.

MAMPUS LUH KRISTEN PENJAJAH BIADAB!
MAMPUS TUKANG RAMPOK HARTA BANGSA LAIN!
MAMPUS LUH TUKANG BANTAI RAKYAT PRIBUMI!

Rangkaian perang Inggris-Afghanistan berlangsung pada tahun 1839-1849.


289. Tahun 1846. Jesuit adalah kelompok elit Vatikan, mereka memberikan
inspirasi, mengatur, merambah kemana-mana, dan membentuk sistem
pemerintahan. Melalui Syllabus 1864 yang dirancang oleh Jesuit sendiri, Pius
IX menyatakan perang terhadap kebebasan dalam berpikir.


290. 16 Januari 1846, AS menyerang Meksiko dan dimulailah perang antara
kedua negara tersebut, yang berlangsung selama dua tahun. Alasan yang
dipakai AS untuk memulai perang ini adalah adanya gangguan terhadap warga AS
yang hijrah ke Meksiko. Namun sebetulnya ini hanyalah alasan kibul saja,
KHAS KRISTEN.

Karena sesungguhnya, AS memang berkeinginan untuk menguasai sebagian wilayah
Meksiko. Di akhir perang yang tidak berimbang itu, AS merebut sebagian
wilayah Meksiko, yaitu California, Texas, Navada, Utah, Arizona, dan New
Meksiko.

Amerika Serikat telah mengambil dengan paksa lebih daripada separuh tanah
Meksiko ini dengan kekuatan militer. Tanah-tanah tersebut telah jatuh
kedalam cengkeraman Amerika dan dianggap sebagai bagian Amerika Serikat,
seperti Texas dan California dan daerah-daerah yang saya sebutkan diatas.

Kekayaan alamnya kemudian dirampok untuk kepentingan penduduk Amerika
Serikat bagian utara. AS juga telah melakukan intervensi dan terorisme di
Chile, Dominica, Guatemala, Granada, El Salvador, Nicaragua dan Panama.

Inilah politik Amerika yang paling menonjol dalam melaksanakan imperialisasi
terhadap Amerika Latin dan mencengkeramnya, agar negeri-negeri, bangsa dan
rakyat di sana tetap dalam keadaan dicengkeram, diperhambakan, dihinakan dan
dieksploitasi. Dan agar negeri-negeri tersebut tetap menjadi ladangnya
Kristen AS untuk selama-lamanya.


291. Tahun 1846, Kristen Belanda mendarat di sebelah utara Bali, daerah
kerajaan Buleleng. Belanda menyatakan ultimatum yang berisi: raja Buleleng
harus mengakui kekuasaan Belanda, hukum tawan karang harus dihapuskan dan
harus memberikan perlindungan kepada perdagangan Belanda.

Raja Buleleng menolak ultimatum tersebut sehingga terjadilah pertempuran
antara Belanda dan rakyat Bali. Dalam peperangan tersebut raja Buleleng
dibantu oleh Gusti Ketut Jelantik. Menghadapi perlawanan rakyat Bali,
Belanda terpaksa mengerahkan ekspedisi militer besar-besaran sebanyak tiga
kali, yaitu:

(1) Tahun 1846, dengan kekuatan 1700 orang pasukan darat, Belanda menyerbu
Bali namun serangan Belanda ini dapat dipatahkan oleh Ketut Gusti Jelantik.

(2) Tahun 1848, kembali Belanda mengirim pasukan militer. Pertempuran sengit
berkobar di daerah Jagaraga.

(3) Tahun 1849, Belanda untuk ketiga kalinya mengirim pasukan dari Batavia
(Jakarta) dalam jumlah yang besar.

Pasukan Belanda yang berjumlah besar itu disambut oleh Ketut Gusti Jelantik.
Sementara itu, pasukan dari Karangasem dan Buleleng melakukan perlawanan di
sekitar Benteng Jagaraga. Pertempuran berlangsung beberapa hari. Pasukan
Ketut Gusti Jelantik dan Raja Buleleng terdesak dan akhirnya Benteng
Jagaraga dapat dikuasai Belanda. Pada tahun 1849 itu Belanda berhasil
menguasai Bali Utara.

Setelah menguasai Bali Utara, Belanda mengadakan perluasan kekuasaan ke Bali
Selatan. Belanda berhasil mendarat di Pantai Sanur serta memasuki Denpasar.
Kemudian Belanda memasuki Keraton Badung. Raja Badung dan seluruh isi
keraton mengadakan perlawanan. PUPUTAN! Bertempur habis-habisan. Akhirnya
Keraton Badung dapat dikuasai oleh Kristen Belanda.

Selanjutnya, secara berturut-turut Belanda mengadakan penyerangan ke Keraton
Pamecutan dan Klungkung. Raja Klungkung mengadakan perlawanan. Perang
Puputan! Tetapi karena unggul dalam persenjataan, Kristen Belanda akhirnya
berhasil mengalahkan Klungkung dan menguasai seluruh Pulau Bali.


292. Tahun 1848. Keinginan Tahta Suci (Vatikan) untuk mendominasi masyarakat
sipil ditegaskan kembali, seperti yang telah dituliskan oleh Renan tahun
1848: "Kekuasaan rakyat, kebebasan hati nurani dan semua kebebasan modern
dikutuk oleh gereja Katolik. Gereja menganggap bahwa Inkuisisi adalah
konsekuensi logis dari seluruh sistem Ortodoks. Kalau gereja mampu, dia akan
membangkitkan inkuisisi lagi; jika tidak, itu karena ia tidak mampu."

Beberapa waktu lalu Forza Islam telah mengirim artikel mengenai fakta bahwa
orang-orang komunis telah membunuh ratusan juta orang:

KOMUNIS TELAH MEMBANTAI RATUSAN JUTA MANUSIA
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/47058

Namun jika kita bandingkan dengan Kristen, kekejaman komunis itu MASIH KALAH
JAUH. Kekejaman komunis itu KECIIIIIIIIIIIIIL SEKALI kalau mau dibandingkan
dengan kekejaman Kristen yang luar biasa itu.

Baca, pelajari dan renungkan saja daftar kebiadaban-kebiadaban Kristen yang
dikirimkan Forza Islam dalam posting ini. Kemudian bandingkan dengan
korban-korban kekejaman komunis dalam posting tersebut. Maka kalian akan
temukan bahwa memang benar-benar TIDAK ADA APA-APANYA kekejaman komunis itu
mau diadu dengan kekejaman Kristen.

Karena Kristen telah membantai umat manusia jauh lebih banyak daripada yang
dilakukan oleh orang-orang komunis. Kristen memang PEMEGANG SUPREMASI DUNIA
DALAM KUALITAS & KUANTITAS pembasmian nyawa umat manusia, ALL OF TIME.


293. Tanggal 4 Maret 1848, perjuangan kemerdekaan bangsa Hongaria melawan
kekuasaan Austria dimulai. Kebangkitan rakyat Hongaria ini hampir bersamaan
dengan dimulainya kebangkitan di negara-negara lainnya yang berada di bawah
kekuasaan Austria.

Pada tanggal 4 April 1849, perjuangan rakyat Hongaria semakin meningkat
dengan diumumkannya kemerdekaan negara ini. Namun, pemerintahan Austria
dengan bantuan tentara Tzar Rusia berhasil menghentikan perjuangan tersebut
dan para pemimpin revolusi Hongaria itu dihukum mati.


294. 24 Desember 1849, pasukan Prancis menyerang Ghana yang terletak di
Afrika Barat. Serangan ini merupakan pendahuluan dari rencana penaklukan
kawasan Ghana yang kaya hasil bumi itu. Sebelum terjadinya serangan
tersebut, perusahaan dagang Prancis bernama Perusahaan Pantai Emas didirikan
di Ghana dan perusahaan inilah yang mempersiapkan invasi militer Prancis ke
wilayah ini.

Selepas invasi tersebut, pasukan Prancis mendirikan banyak pangkalan militer
di Ghana. Kemudian, pemerintah Prancis mengadakan perjanjian dengan
negara-negara Eropa mengenai kedudukannya di Ghana, sehingga akhirnya pada
tahun 1913, Ghana secara resmi menjadi jajahan Prancis. Rakyat Ghana meraih
kemerdekaannya melalui referendum pada tahun 1958.


295. Orang-orang asli Australia dikenali sebagai orang Aborigin. Mereka yang
telah tinggal di benua tersebut selama beratus-ratus tahun telah mengalami
penghapusan paling besar di dalam sejarah karena kedatangan orang-orang
Kristen dari Eropa di negara tersebut.

Orang-orang Kristen ini melakukan pembantaian terhadap orang Aborigin,
selain karena berpedoman pada ayat-ayat Alkitab yang memerintahkan untuk
membunuh orang-orang non-Kristen atau yang menolak masuk Kristen [Lukas
14:23, Lukas 19:27-28 dan Markus 16:15-16), juga karena mereka orang-orang
Kristen pembunuh itu berpedoman pada Teori Evolusi (Darwinisme), ciptaan
seorang Kristen yang bernama Charles Darwin. Pandangan ideologi Darwinisme
tentang orang-orang Aborigin telah membentuk teori liar yang telah menyiksa
mereka.

Bangsa pribumi Australia, Aborigin ini telah dilihat sebagai satu spesies
manusia yang tidak membangun oleh para pendukung teori evolusi dan telah
dibunuh beramai-ramai. Pada tahun 1890 Wakil Presiden Royal Society di
Tasmania, James Barnard, telah menulis: "proses pemusnahan ini adalah satu
prinsip evolusi dan 'yang kuatlah, yang terus hidup' yang telah diterima
umum". Oleh karena itu adalah tidak perlu untuk beranggapan bahwa "telah
berlaku kecualian yang buruk" di dalam pembunuhan dan pencabulan terhadap
orang-orang Aborigin Australia.

Hasil daripada pandangan rasialis, ganas, dan liar yang telah dipupuk oleh
Darwin ini, satu operasi pembunuhan beramai-ramai telah dijalankan untuk
menghapuskan orang-orang Aborigin. Kepala Aborigin telah dipaku di
pintu-pintu stasiun oleh orang-orang Kristen "tamu tak diundang" itu. Roti
beracun telah diberikan kepada keluarga-keluarga Aborigin. Di kebanyakan
kawasan-kawasan Australia, kawasan penempatan Aborigin telah dihapuskan
dengan cara yang ganas dalam masa 50 tahun.

Kebijakan-kebijakan yang ditujukan kepada orang-orang Aborigin ini tidak
hanya terhenti dengan pembunuhan beramai-ramai. Banyak di antara mereka yang
dijadikan sebagai hewan-hewan eksperimen. Institut Smithsonia di Washington
D.C. telah menyimpan 15.000 jasad orang bangsa ini yang masih utuh. 10.000
orang Abogin Australia telah dihantar dengan kapal laut ke Museum British
dengan tujuan untuk memastikan apakah mereka benar-benar adalah "mata rantai
yang hilang" (missing link) di dalam perubahan dari monyet kepada manusia,
sesuai teori si Kristen Darwin.

Museum-museum ini tidak hanya berminat dengan tulang-tulang mereka, tetapi
dalam masa yang sama mereka juga menyimpan otak kepunyaan orang-orang
Aborigin ini dan menjualnya dengan harga yang tinggi. Terdapat juga bukti
yang menunjukkan bahawa orang-orang Aborigin ini juga dibunuh untuk
digunakan sebagai spesimen. Fakta di bawah membuktikan keganasan ini:

Memoir sebelum mati dari Korah Wills, yang telah menjadi walikota Bowen,
Queensland pada 1866, telah menceritakan bagaimana dia telah membunuh dan
memenggal seorang penduduk asli pada tahun 1865 untuk mendapatkan spesimen
sains. Edward Ramsay, pegawai kurator Australian Museum di Sydney sejak 20
tahun dari tahun 1874, juga ikut terlibat. Beliau telah menerbitkan sebuah
risalah yang memasukkan Aborigin di bawah tajuk "hewan-hewan Australia". Ia
juga memberikan panduan tidak hanya bagaimana hendak merompak kubur, tetapi
juga bagaimana untuk mencabut peluru daripada daging "spesimen" yang telah
dibunuh.

Seorang pendukung teori evolusi dari Jerman, Amalie Dietrich (digelar juga
'Angel of Black Death') telah datang ke Australia dan bertanya kepada
pemilik-pemilik stasiun tentang Aborigin untuk dibunuh demi mendapatkan
spesimen, selalunya kulit mereka dijadikan sebagai sarung pelapik dan rangka
untuk majikan museumnya. Walaupun, pernah dihalau sekurang-kurangnya sekali,
tetapi dalam masa yang singkat beliau telah kembali bersama spesimennya.

Seorang missionaris di New South Wales adalah saksi atas penyembelihan oleh
polisi atas berlusin-lusin orang Aborigin, baik lelaki, perempuan dan
anak-anak. Empat puluh lima kepala telah dididihkan dan 10 tengkorak yang
sempurna telah dibungkus untuk dikirim ke luar negeri.

Eksperimen ke atas orang-orang Aborigin ini terus berkelanjutan hingga abad
ke-20. Di antara metode yang digunakan di dalam eksperimen ini ialah
pemisahan secara paksa anak-anak Aborigin dari keluarga mereka. Cerita baru
oleh Alan Thornhill, yang telah muncul di dalam edisi 28 April 1997
Philadelphia Daily News, telah menceritakan dengan panjang lebar tentang
metode ini yang digunakan untuk menentang Aborigin, seperti berikut:

Bangsa Aborigin yang tinggal di padang pasir barat laut Australia, pernah
melumuri kulit anak-anak mereka yang cerah dengan arang, supaya kelompok
agen kerajaan tidak akan merampas mereka. "Kumpulan ini akan menangkap kamu
apabila mereka menemui kamu", salah seorang anak-anak yang dicuri
melaporkan, beberapa tahun kemudian. "Orang-orang kami akan menyembunyikan
kami dan mewarnai kami dengan arang".

"Saya telah dibawa ke Moola Bulla", kata seorang penggembala lembu yang
telah diculik ketika masih kanak-kanak. "Kami berusia 5 atau 6 tahun". Kisah
beliau adalah satu daripada beratus-ratus kisah yang telah didengar oleh
Lembaga Hak Asasi Manusia dan Hak Persamaan Taraf Australia, ketika
dilakukan penyelidikan ke atas "generasi yang dicuri".

Antara tahun 1910 sampai 1970-an, kira-kira 100.000 anak-anak Aborigin telah
diambil daripada orang tua mereka. anak-anak Aborigin yang berkulit cerah
itu akan diberikan kepada keluarga-keluarga kulit putih sebagai anak angkat.
Kanak-kanak berkulit hitam pula menjadi yatim piatu.

Sehingga kini, kepedihannya amat dahsyat sehinggakan kebanyakan
cerita-cerita telah dicetak secara diam-diam di dalam laporan akhir lembaga
tersebut, "Bringing Them Home". Lembaga tersebut menyatakan bahwa tindakan
yang dilakukan ketika itu adalah bersamaan dengan pemusnahan bangsa seperti
yang digambarkan oleh PBB. Pemerintah Australia telah menolak untuk
mengikuti penyelidikan yang akan dilakukan dimana sebuah dewan telah
dibentuk untuk menilai pembayaran ganti rugi untuk anak-anak Aborigin yang
diculik.

Seperti yang kita lihat, layanan tidak berperikemanusiaan ini, pembunuhan
beramai-ramai, keganasan, kebuasan, dan pemusnahan yang dilakukan telah
dijusfikasikan oleh Alkitab, juga berpegang pada tesis Darwin tentang
"pilihan langsung", "perjuangan untuk terus hidup", dan "'yang kuatlah, yang
terus hidup'".

Segala penyiksaan yang dialami oleh orang-orang asli Australia ini hanyalah
sebagian kecil daripada malapetaka yang dibawakan oleh Kristen dan
Darwinisme kepada dunia. Yang pasti, Kristen Inggris telah melakukan
pembunuhan dan penekanan terhadap ribuan penduduk asli benua Australia, suku
Aborigin dan suku Maori (New Zealand).

Diskriminasi terhadap penduduk asli yang jumlahnya sudah menyusut jauh
tersebut masih terus berlangsung sampai saat ini. Ironis memang, "si empunya
rumah" (penduduk asli) justru menjadi tamu di negerinya sendiri, dan kaum
pendatang yang bengis-bengis itu justru telah menjadi "si tuan rumah".

Di dalam buku beliau The Origin of Species Darwin melihat penduduk asli
Australia dan Negro sebagai makhluk-makhluk yang sama taraf dengan gorilla
dan mengatakan bahwa bangsa-bangsa ini akan lenyap. Sementara bagi
bangsa-bangsa lain yang dilihatnya sebagai "bermartabat rendah", dia
menegaskan bahwa adalah perlu untuk menyekat mereka supaya bangsa-bangsa ini
pupus. Oleh karena itu, laluan rasisme dan diskriminasi yang masih wujud
sehingga ke hari ini, telah disahkan dan diterima oleh Darwin dengan cara
ini.

Memang sungguh malang sekali nasib bangsa Aborigin. Mereka adalah bangsa
asli pemilik sah benua Australia. Namun ketika orang-orang Kristen itu
menerobos masuk Australia, bangsa Aborigin yang tidak memiliki senjata itu
telah diperlakukan secara sangat tidak manusiawi. Di mata Inggris, Aborigin
tidak lebih daripada hewan liar yang mesti diburu dan dibunuh. Tangan
orang-orang Kristen Inggris benar-benar berlumuran darah ketika mencaplok
Australia. Bangsa Aborigin terpaksa menerima proses "civilized" dan
"cultured" yang diterapkan oleh penjajah Inggeris.

Captain Arthur Phillip memperhitungkan, kira-kira 1.500 bangsa Aborigin di
sekitar Sidney di tahun 1788. Akan tetapi angka tersebut merosot tajam
kepada kurang dari 200 orang yang hidup tahun 1830-an.

Charles Darwin yang berkelana ke Australia tahun 1836, masih sempat
menyaksikan angka tragis itu. Kunjungan Charles Darwin kononnya membawa
missi humanitarian untuk menyelamatkan dan memelihara keturunan Aborigin
supaya tidak musnah, akan tetapi realitas yang terjadi adalah, mereka diburu
oleh orang-orang Kristen seperti binatang buas. Mereka juga diperkosa, serta
perkampungan mereka dibakar dan dihanguskan oleh orang-orang Kristen itu.

Beberapa tahun kemudian, bangsa Aborigin tersisa hanya beberapa orang saja
lagi di jalan Sidney, hidup sebagai manusia yang hina di tanah airnya
sendiri dan tidak memiliki lagi masa depan. Kenangan ini dilukiskan Darwin
sbb: "Wherever the European has trod, death seems to pursue the aboriginal.
We may look to the wide extent of the Americas, Polynesia, the Cape of Good
Hope and Australia, and we find the same result..." (Dimana-mana orang Eropa
telah menyakiti hati sepanjang masa, membunuh. Memburu orang Aborigin
menjadi kebanggaan sebelum mati. Kita bisa menyaksikan dengan jelas di
merata tempat di Amerika, Polynesia, Tanjung Harapan dan Australia, ternyata
semua saja sama hasilnya...").

Bahkan John Glover mengatakan: "...the only alternative now is, if they do
not ready become friendly, to annihilate them at once" (sekarang tinggal
hanya satu pilihan saja, jika mereka tidak mau bersahabat dengan kita, maka
dijahanamkan sekaligus).

Sesudah mobilitas politik Inggris mapan, barulah pada pada tahun 1831,
kepada bangsa Aborigin yang berdomisili di wilayah Tasmania, DIPAKSA
menerima Hukum Perkawinan BUATAN INGGRIS. Bagaimanapun bangsa Aborigin
menolak, sebab mereka juga memiliki hukum perkawinan mengikut budaya dan
kepercayaannya sendiri. Sebagai balasan kepada mereka yang menolak, mereka
dikapalkan ke sebuah pulau di Bass Strait. Tragis sekali, dalam jangka masa
satu tahun saja, jumlahnya kurang dari 50 orang lagi yang tinggal. "They
last pure-blooded Tasmanian died in 1876".

Di atas kejadian itu, Charles Darwin ketika mengunjungi Tasmania berkata: "I
fear there is no doubt that this train of evil and its consequences
originated in the infamous conduct of some of our countrymen" (Aku takut
bahwa disana ada keraguan bahwa kereta kejahatan/iblis ini dan konsekwensi
nya dimulai di dalam perlakuan buruk yang dilakukan oleh orang-orang kita).

Di Maralinga, suatu negeri dimana bangsa Aborigin menetap di sana. Inggris
telah melakukan ujian bom atom. Laporan daripada "Green peace Book of
Nuclear Age: The Hidden Human Cost" menyimpulkan bahwa: "the test had
probably caused an increase in the level of cater among the Australian
population in general, and among Aborigines living near the test sites and
thousand of servesmen and civilians directly involved with the tests".
(Ujian ini pada umumnya telah memungkinkan sekali terjadinya pertambahan
jumlah penderita penyakit cacar diantara orang Australia sendiri, kalangan
Aborigin yang berdekatan dengan lokasi dan secara langsung ribuan dari
pekerja dan orang sipil juga ikut merasakan akibat daripada ujian tersebut).

Akan tetapi sedihnya, Henry Kissinger, bekas Menteri Luar negeri Amerika
justeru berkata: "There are only 90.000 people out there. "Who gives a
damn?" demikian dilaporkan oleh "Day of two Suns. US Nuclear Testing and The
Pacific islanders."

Begitulah arogansi dan keangkuhan penjajah Inggris ketika itu untuk melucuti
bangsa Aborigin melalui metode 'civilized' dan 'cultured' yang dilaksanakan
Kristen Inggris. (catatan dari buku "Sumatra Menggugat").

Ketika kulit putih datang pertama kalinya pada tahun 1788, Sydney ibarat
sebuah museum raksasa Aborigin berisi sekitar 10.000 batu ukiran dan beragam
karya kesenian lainnya. Baru sebagian saja peninggalan itu digali dan
ditemukan, yang lainnya menjadi korban vandalisme kulit putih. Belum lama
ini, salah satu karya dihancurkan cuma karena tempat itu dijadikan lapangan
golf.

Dalam versi pemerintahan Australia kulit putih, orang-orang Aborigin yang
dikolonialisasi itu adalah rakyat yang bermusuhan dan tidak beradab. Akan
tetapi, bagi Aborigin kedatangan penjajah putih itu mengawali sebuah invasi
dan penghancuran yang tak habis-habisnya bagi kebudayaan mereka.

Seorang pahlawan Eora bernama Pemulwuy, yang memimpin perjuangan selama 12
tahun, dan sempat membunuh gubernur Inggris di Botany Bay pada tahun 1790.
"Namun, serdadu-serdadu Inggris sungguh tidak tahu malu, mereka malah
memenggal kepala Pemulwuy," kata Eric Willmot, pengarang buku berjudul
'Pemulwuy, The Rainbow Warrior', yang menceritakan bagaimana kepala itu
dikirim ke Inggris.

Jadi kita semua tak bisa memungkiri data dan fakta otentik yang sangat valid
ini, bahwa ribuan orang Aborigin di Australia telah dibunuh secara kejam
oleh orang-orang Kristen, atau mati karena berbagai penyakit menular.
Sebagian lagi dari mereka diculik, lalu dibawa ke Inggris untuk dihukum
mati.

Lebih mengerikan lagi, di dalam masyarakat mereka hanya digolongkan bersama
binatang dan tumbuhan (Flora and Fauna Act), dan baru memperoleh
kewarganegaraan tahun 1967. Sebagian lagi wajib mengenakan "kalung anjing"
sebagai tanda pengenal.

Australia juga menerapkan Undang-Undang Kesejahteraan Nasional (National
Welfare Act), yang mengesahkan pemerintah memisahkan anak Aborigin dari
orang tuanya.

Akibat UU tersebut, dari tahun 1910 sampai 1970, sedikitnya 100.000 anak
Aborigin yang pada umumnya berasal dari ayah atau kakek berkulit putih,
terpisah dari orang tuanya. Anak Aborigin itu ditempatkan di panti asuhan
yang disubsidi pemerintah. Biasanya, yang berkulit sedikit terang diadopsi
keluarga kulit putih Australia. Mereka yang berkulit gelap biasanya akan
menghabiskan masa kanak-kanak mereka di panti asuhan dengan sedikit atau
bahkan tanpa pendidikan memadai.

Pemerintah Australia menganggap kebijakan itu sebagai kebijakan kemanusiaan
untuk mengangkat harkat bangsa Aborigin. Dalam kenyataannya, kebijakan itu
mengeliminasi jumlah orang Aborigin, yang berada di Australia sejak 60.000
tahun silam.

Yang diharapkan oleh orang-orang Kristen Inggris dan selanjutnya menjadi
Kristen Australia itu adalah, keturunan asli Aborigin akan meninggalkan
habitat mereka, kemudian musnah karena meninggal akibat penyakit atau
tingkat kelahiran rendah. Rencana ini hampir berhasil. Populasi Aborigin di
Australia terus menyusut dari sekitar 60.000 jiwa pada tahun 1870-an menjadi
tinggal 20.000 jiwa pada dasawarsa 1930-an.

Pada Juni 1997, pemerintah Australia mendirikan Komisi HAM dan Persamaan
Kesempatan, yang menyeru dihentikannya kebijakan pembunuhan massal.

"Diskriminasi secara sistematik dan pembunuhan massal jangan dianggap remeh,
dan pemerintah Australia berdasarkan atas hukum internasional, wajib
memperbaiki kesalahan mereka,'' kata Komisi HAM dan Persamaan Kesempatan
dalam laporannya setebal 689 halaman.

Pemerintah Australia menolak menanggapi laporan tersebut. Begitu juga dengan
PM John Howard. Dengan congkak, Howard mengesampingkan seruan komisi HAM
tersebut dengan mengatakan, isi laporan itu tidak lebih sebagai "pita hitam
pada lengan'' dalam sejarah Australia. "Generasi Australia sekarang tidak
perlu menerima dosa lama dan menyalahkan tindakan salah di masa lalu, yang
tidak bisa mereka kendalikan,'' kata Howard.

Padahal, diskriminasi terhadap bangsa Aborigin itu sampai kini masih terus
berlangsung. Agaknya, bagi orang-orang Kristen Australia, daripada harus
mengakui kesalahan sendiri, mereka lebih suka menjadi "ksatria kulit putih''
bagi orang Timtim, sepupu dekat bangsa Aborigin.

Sekelumit artikel tentang penderitaan bangsa Aborigin lainnya:

ANTARA ABORIGIN DAN OLIMPIADE SIDNEY
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/45047

Bersambung...

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 1:31 pm

296. 3 Desember 1851, dimulailah pemberontakan warga Paris, Prancis dalam
melawan rezim diktator Louis Napoleon, kemenakan dari Napoleon Bonaparte.
Selama masa pemerintahannya, Louis Napoleon bertindak represif terhadap para
penentangnya. Banyak di antara tokoh-tokoh terkemuka Prancis yang
dipenjarakan dalam waktu lama oleh Louis Napoleon.

Hal ini menimbulkan kemarahan warga Paris dan melakukan pemberontakan.
Namun, Louis Napoleon membungkam pemberontakan warganya itu dengan
pembunuhan, pemenjaraan, dan pembuangan. Victor Hugo, seorang penulis
terkemuka Prancis adalah salah satu korban yang dibuang oleh Louis Napoleon.
Louis Napoleon nan sadis itu memang benar-benar Kristen sejati!


297. 15 Agustus tahun 1857, dimulailah sebuah perlawanan melawan penjajahan
Inggris yang dimulai oleh tentara India. Para tentara India yang berada di
bawah komandan Inggris ini dengan segera berhasil menguasai Delhi, ibu kota
India, dan mengalahkan tentara Inggris. Rakyat kemudian bergabung dengan
tentara India dan beberapa kota yang berada di bawah pendudukan Inggris
berhasil dibebaskan.

Namun, kemudian terjadi pertentangan pendapat mengenai kepemimpinan dan
hal-hal lainnya di antara para pejuang India tersebut. Hal ini membuka jalan
bagi Inggris untuk melakukan serangan balasan dan membunuh massal rakyat
sipil. Satu tahun setelah perlawanan besar rakyat India ini, Inggris secara
resmi menjadikan India sebagai koloni sehingga dengan mudah bisa melakukan
represi terhadap rakyat dan menguras kekayaan India.


298. 1 September 1858. Penjajahan Kristen Prancis di Vietnam.

Pada tahun 1820, Maharaja Minh Mang mengeluarkan perintah untuk melarang
masuknya para missionaris Kristen yang telah membuat resah rakyat dan
Kerajaan Vietnam. Thien Tri, pengganti Minh Mang meneruskan kebijakan
ayahandanya. Keadaan menjadi semakin tegang semasa pemerintahan Tu Duc
(1848-1883). Oleh karena itu akhirnya Kristen Prancis mengambil tindakan
untuk menakluki Vietnam.

Semasa Tu Duc, keadaan anti Kristen memuncak. Pada tahun 1852, Paderi
Augustin Schoeffler dibunuh dan seterusnya Paderi Jean-Louis Bonnard (1852).
Akibatnya, Napoleon III mengambil tindakan menakluki Vietnam. Alasannya
ialah pembunuhan Bishop Diaz di Tongking.

Pada 1 September 1858, de Genouilly menyerang Tourance dan menaklukinya pada
hari esoknya. Kemudian, tentaranya menuju ke Saigon dan menaklukkan Saigon
pada 17 Februari 1859.

Pada tahun 1862, Maharaja Tu Duc akhirnya menyerah kalah kepada Kristen
Prancis. Bangsa penjajah yang sebetulnya tak pernah diundang untuk datang ke
Vietnam itu. Satu perjanjian damai ditandatangani, hasilnya:

-A- 3 wilayah Timur Cochin-Cina diserahkan kepada Prancis.
-B- Pelabuhan Tourance, Balat dan Kuang Anh dibuka untuk Prancis.
-C- Kapal Prancis diperbolehkan belayar di Sungai Mekong.
-D- Missionaris diperbolehkan menyebarkan agama Kristen.

Bangsa Vietnam dijajah oleh bangsa Prancis mulai 1867 sampai 1957. Saigon
menjadi ibu kota wilayah pendudukan Prancis yang meliputi wilayah Laos,
Kamboja dan Vietnam pada abad ke-19. Selama berabad-abad bangsa Vietnam
berupaya melepaskan diri dari penjajahan Prancis.

Sejak 8 Oktober 1885, Prancis mengokohkan kekuasaannya atas Vietnam. Sebelum
dikuasai oleh Prancis, Vietnam merupakan bagian dari wilayah Cina. Namun,
ketika kekuatan Cina semakin melemah akibat perang saudara dan penjajahan
bangsa Eropa di negara itu, Prancis menduduki sebagian wilayah Cina.

Prancis sejak pertengahan abad ke-19, memulai pendudukannya atas wilayah
Vietnam dan pada tanggal 8 Oktober 1885, Vietnam resmi menjadi jajahan
Prancis. 70 tahun kemudian, rakyat Vietnam melakukan perlawanan dan terjadi
berbagai peperangan. Akhirnya Prancis terpaksa angkat kaki dari negara ini
pada tahun 1945.

Terowongan di provinsi Cu Chi adalah salah satu saksi perjuangan kemerdekaan
Vietnam melawan penjajahan Prancis. Terowongan bersejarah ini sekarang
menjadi salah satu tujuan wisata yang ingin dikunjungi banyak orang untuk
menyaksikan bukti-bukti kegigihan kaum komunis Vietnam melawan pasukan
asing, terutama semasa Prancis, semasa perang kemerdekaan dan pasukan AS
saat menginvasi negara ini.

Namun kisah terowongan di Cu Chi bukanlah diawali pada Perang Vietnam.
Terowongan itu sudah dibangun oleh rakyat setempat sebagai bentuk perlawanan
terhadap penjajahan Prancis. Ketika itu, pihak kolonial mengembangkan
perkebunan karet di wilayah itu. Sebagai tenaga kerjanya, para pengelola
kebun memakai kaum laki-laki dari perkampungan sekitar untuk bekerja paksa.

Inilah yang akhirnya membangkitkan perlawanan rakyat Vietnam dan kebencian
terhadap Prancis. Akhirnya, sambil melakukan perlawanan, penduduk membangun
terowongan-terowongan di dekat rumah mereka untuk bersembunyi bila tentara
Prancis datang untuk mencari kaum pria. Terowongan bawah tanah inilah yang
akhirnya membuat kolonialisme Prancis diakhiri.

Salah satu episode terkenal pertempuran antara pasukan Vietnam melawan
Prancis adalah dalam pertempuran di Dien Bien Phu tahun 1954 yang sangat
memalukan Prancis.


299. Tahun 1859. Perlawanan rakyat Banjarmasin, Kalimantan Selatan melawan
penjajahan Kristen Belanda dipimpin oleh Pangeran Antasari. Ia berhasil
menyerang pos-pos Kristen Belanda pada tanggal 28 April 1859.

Dalam berbagai berbagai pertempuran melawan Belanda ini, Pangeran Antasari
dibantu oleh Pangeran Hidayat. Adapun tokoh-tokoh lain yang berperan dalam
Perang Banjar ini antara lain: Kyai Demang Leman, Surapati, Kyai Lang-Lang
Haji Nasrum, Haji Buyasin dan lain-lain.

Pada tahun 1860, Pangeran Hidayat berhasil ditangkap dan dibuang ke Jawa.
Kyai Demang Leman kemudian menyusul tertangkap, tetapi ia dapat meloloskan
diri untuk meneruskan perlawanan.


300. 24 Juni tahun 1859, dalam era perjuangan bangsa Italia untuk
mempersatukan wilayahnya, meletuslah perang antara pasukan Raja Sardinia,
Victor Emmanuel III yang kelak menjadi raja Italia, dengan dukungan Prancis,
melawan Austria. Perang ini terjadi di daerah Solferino, Italia, sehingga
dinamakan Perang Solferino.

Selama lebih dari lima generasi, Austria telah menduduki wilyah Italia,
Lombardy dan Venesia, serta bertindak brutal terhadap rakyat Italia di sana.
Di akhir perang, Austria mengalami kekalahan dan Venezia berhasil diambil
kembali oleh Italia.


301. Tahun 1860. Seorang mantan pejabat kolonial Belanda, Edward Douwes
Dekker menerbitkan sebuah novel yang berjudul Max Havelaar dengan nama
samaran Multatuli. Buku ini mengungkapkan keadaan pemerintah kolonial yang
bersifat menindas dan korup. Memang kenyataan penindasan dan kebiadaban
Kristen Belanda terhadap bangsa Indonesia tak bisa dipungkiri lagi.


302. Pada 1860an di Hawaii Pendeta Rufus Anderson mensurvey pertumpahan
darah yang pada waktu itu telah mengurangi populasi penduduk asli pulau itu
sebanyak 90 persen atau lebih, dan ia merosot akibat sebuah tragedi; yang
yang diharapkan total mati satu per satu menyangkut populasi orang-orang
Hawaiian hanya alami, misionaris ini berkata, sedikit banyak setara dengan
"pemotongan dari anggota-anggota badan".


303. Tahun 1862. Penjajahan Prancis di Kamboja. Kekuatan asing mulai masuk
ke Kamboja sejak abad ke-15, yaitu sejak runtuhnya kekaisaran Khmer yang
telah berkuasa selama 11 abad.

Pada pertengahan abad ke-19, penguasa Kamboja saat itu meminta bantuan
kepada Prancis untuk membebaskan Kamboja dari serangan negara-negara
tetangga. Prancis memanfaatkan kesempatan ini dengan menjadikan Kamboja
sebagai kawasan protektorat dan terus berkuasa di sana hingga tahun 1953.

Pada tahun 1862, Raja Kamboja Norodom diperintahkan untuk membayar upeti
kepada Prancis oleh Laksamana Bonnard. Pada tahun berikutnya, Raja Norodom
dipaksa untuk menandatangani satu perjanjian dengan Prancis bagi untuk
menghentikan pembayaran upeti kepada Vietnam dan Siam (Thailand).

Pada tahun 1867, satu perjanjian lagi ditanda tangani. Berdasarkan
perjanjian ini, Prancis mengakui kedaulatan Siam terhadap Battambang dan
Siemreap, dan sebagai konsesi dari perjanjian ini Siam menarik segala
tuntutannya untuk mendapatkan upeti dari Kamboja. Dengan itu, Kamboja
menjadi negara koloni Prancis dan Raja Norodom menjadi raja boneka Kristen
Prancis.

Negara-negara dan daerah-daerah jajahan Prancis: Afrika Tengah, Aljazair,
Benin, Burkina Faso, Djibouti, Guinea, Haiti, Kamboja, Kamerun, Komoro,
Kongo (Bukan Kongo Zaire), Laos, Lebanon, Madagaskar, Mali, Maroko,
Mauritania, Niger, Pantai Gading, Papua Nugini, Paraguay, Kaledonia Baru,
St.Pierre & Miquelon, Guadelope, Guiana Prancis, Polinesia Prancis, Reunion,
Mahore, Martiniq, Wallis & Pulau Futuna, Senegal, Suriah, Togo, Tunisia dan
Vietnam.

Pada tanggal 17 April tahun 1953, akhirnya Kamboja berhasil meraih
kemerdekaannya dari Prancis. Setelah merdeka, Kamboja menjadi ajang perang
antara berbagai pihak, seperti tentara Khmer Merah, Vietnam, Amerika, dan
lain-lain. Akhirnya, pada tahun 1999, diadakan pemilu di antara pihak-pihak
yang berseteru dan kondisi Kamboja menjadi relatif tenang.


304. Tahun 1864. Pembantaian Teluk Pasir, Colorado 29 November 1864. Kolonel
John Chivington, seorang bekas menteri Gereja Metodis dan masih dituakan
dalam gereja ("merindukan untuk menjadi penyerbu darah kental") menyerbu
sebuah desa di Cheyenne yang dihuni sekitar 600 orang, kebanyakan anak-anak
dan wanita-wanita, dan walaupun mereka telah melambai kepala dengan suatu
bendera putih, namun tetap saja Kristen-Kristen biadab itu membunuh 400-500
orang!.

Dari laporan seorang saksi mata: "Ada sekitar tiga puluh atau empat puluh
orang wanita Indian yang dikumpulkan dalam keadaan susah untuk perlindungan;
mereka mengirim keluar anak perempuan kecil yang berusia sekitar enam tahun
dengan sebuah bendera putih pada sebuah tongkat; dia tidak pernah meneruskan
karena hanya beberapa langkah setelah melangkah, dia ditembak dan dibunuh.
Semua para wanita Indian di dalam lubang itu setelah itu dibunuh..."


305. Tanggal 24 Desember 1865, berdirilah sebuah kelompok rasialis ekstrim
bernama Ku Klux Klan di AS. Kelompok ini berkeyakinan bahwa ras kulit putih
adalah ras yang terbaik. Mereka mendirikan organisasi tersebut dengan maksud
untuk berjuang memberantas kaum kulit hitam di AS.

Meskipun kelompok Ku Klux Klan empat tahun setelah berdirinya diumumkan
pemerintah sebagai organisasi illegal, namun hingga sekarang masih tetap
menjalankan aksi pembunuhannya terhadap warga kulit hitam. Bahkan, kelompok
ini juga menyerang warga kulit putih yang dianggap sebagai pelindung kulit
hitam. Namun demikian, hingga kini pemerintah AS belum pernah melakukan
usaha serius untuk memberantas kelompok berbahaya ini.


306. Tahun 1866. Universitas Amerika di Beirut didirikan oleh Salibis
Kristen.

Universitas Amerika di Beirut yang nama awalnya adalah Sekolah Protestan
Suriah, berusaha menyampaikan pahamnya dengan metode westernisasi dan
liberalisasi. Universitas ini menerapkan rencananya dengan jalan
menyebarluaskan materialisme, nasionalisme, dan liberalisme. Oleh karena
itu, Universitas Amerika di Beirut didirikan dengan tujuan memecah-belah
dunia Islam dan kaum muslimin, mempropagandakan nasionalisme Arab dan
anti-Turki.


307. Tanggal 20 Februari 1866, berakhirlah perang antara Prancis dengan
Meksiko yang telah meletus sejak tahun 1862.

Setelah Benito Juarez pada tahun 1855 menjadi presiden Meksiko, ia melakukan
kebijakan liberal dan sekularisasi gereja. Akibatnya, kekuasaan gereja yang
merupakan perpanjangan tangan imperialisme negara-negara Eropa menjadi
berkurang dan hal ini menimbulkan kemarahan negara-negara Eropa, terutama
Prancis.

Meksiko meraih kemerdekaan pada tahun 1810 (1821?). Namun situasi di negara
itu tak kunjung stabil karena didera berbagai peperangan, di antaranya
melawan AS yang berakhir dengan dicaploknya sebagian kawasan Meksiko ke
dalam wilayah AS dan Perang Reformasi yang berakhir dengan hutang bertimbun
kepada Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Karena pemerintah Meksiko berhenti membayar hutang, tentara ketiga negara
itu datang Meksiko pada tahun 1862. Kemudian Inggris dan Spanyol keluar dari
Meksiko segera setelah mereka melihat bahwa Prancis lebih bertujuan mencari
kekuasaan politik daripada menagih hutang.

Kaisar Prancis, Napoleon, mengambil kesempatan itu dengan menduduki Meksiko.
Meksiko City direbut Prancis tahun 1863 dan Presiden Meksiko saat itu,
Benito Juarez, melarikan diri dari ibu kota. Tahun 1864, seorang tokoh
konservatif Meksiko bernama Maxmilian, yang merupakan saudara Kaisar
Austria, diangkat sebagai Kaisar Meksiko atas dukungan Napoleon.

Perlawanan kelompok liberal di bawah pimpinan Benito Juarez dan tekanan dari
Amerika Serikat, membuat Napoleon akhirnya menarik pasukannya dari Meksiko
tahun 1866. Kaisar Maxmilian sebagai raja dari kerajaan boneka buatan
Prancis itu akhirnya ditangkap dan ditembak mati oleh pejuang liberal
Meksiko pada tahun 1867. Benito Juarez kembali menjadi presiden hingga
meninggal dunia tahun 1872.

Gereja pun terpaksa gigit jari, karena ambisinya tidak tercapai di Meksiko.


308. Tanggal 1 Juli 1867, Kanada meraih kemerdekaannya dari Inggris. Kanada
adalah sebuah kawasan di ujung timur benua Amerika dan berbatasan dengan AS.
Bangsa Inggris sejak abad ke-15 mengklaim kawasan itu sebagai wilayah
kekuasaannya dan terjadilah migrasi besar-besaran orang-orang Inggris ke
sana.

Pada abad ke-16, bangsa Prancis juga datang ke Kanada dan mengklaimnya
sebagai bagian dari kekuasaan Prancis. Akibatnya, pecah perang antara
adalah kedua bangsa imperialis tersebut yang berlangsung selama 75 tahun dan
berakhir dengan kekalahan Prancis. Kanada akhirnya menjadi koloni Inggris
secara penuh. Sementara itu, penduduk asli Kanada, yaitu suku Maori, ditekan
dan tersingkir.

Sejak awal abad ke-19, bangsa Eropa penghuni Kanada mulai menghendaki
didirikannya pemerintahan sendiri yang terpisah dari Inggris. Akhirnya pada
tahun 1867, Inggris menyetujui didirikankan Dominion Kanada.


309. Tahun 1868-1898. Tigapuluh tahun perang kemerdekaan Kuba melawan
penjajahan Spanyol. Mereka menentang kolonialis Katolik itu dari tahun 1868
sampai 1898.


310. Tahun 1870. Ku Klux Klan didirikan pada tahun 1870 dan menjadi amat
kuat di Amerika ketika bangkitnya Perang Dunia I. Pada 1920-an, Klan
mempunyai sekitar 3-4 juta anggota, semuanya adalah orang Kristen.

Seperti semua ideologi rasis lainnya, akar paham dan ajaran Klan, yang
dimulai dengan pernyataan bahwa "kami akan membantai musuh-musuh kami ketika
perang untuk melindungi ras kulit putih", ini merupakan pandangan bahwa ras
kulit putih menduduki tempat teratas pada garis evolusi, sedangkan ras
lainnya diletakkan lebih rendah di bawah, yang menyebabkan mereka
mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.

Banyak sekali jumlah orang di Amerika yang masih berpegang pada pandangan
ini. Bisa dikatakan bahwa kelompok-kelompok ini, yang dikelola dengan
nama-nama berbeda, seperti National Alliance (Aliansi Nasional), the World
Church of the Creator (Gereja Dunia Sang Pencipta) dan Arian Nation (Bangsa
Aria), sebenarnya beroperasi di bawah payung Ku Klux Klan.

Persamaan hal terpenting dari pandangan organisasi-organisasi ini, yang
beberapa di antaranya akan dibahas di bawah ini, adalah bahwa mereka tidak
mempunyai keraguan atas penggunaan kekerasan untuk mencapai tujuannya, dan
justru sering menganggap kekerasan dan penyerangan perlu dilakukan.


311. Tahun 1871. Inggris mencaplok Daerah Oranye Merdeka di Afrika dan pada
tahun 1877 mencaplok Transvaal. Sangat banyak negara-negara di dunia dan
khususnya di Afrika ini yang menjadi jajahan Kristen Inggris. Sampai-sampai
ada pameo yang mengatakan matahari tak pernah terbenam di daerah kekuasaan
Inggris.

Nyawa umat manusia mereka habisi, tapi tanah-tanah jajahan mereka kumpulkan
dan koleksi. Begitulah memang tabiat Kristen, mungkin karena mereka merasa
sudah dijamin masuk surga walaupun membunuh jutaan manusia dan menjajah
puluhan negara.


312. Tahun 1871. Setelah kejatuhan Kerajaan Prancis tanggal 2 Desember 1871,
Jesuit semakin berani. Gaston Bally menjelaskan: "Selama kekacauan terjadi,
Jesuit akan kembali ke sarangnya dengan cepat dan meninggalkan Prancis,
mereka berusaha untuk menyelamatkan diri. Tetapi pada saat keadaan Negara
mulai membaik, invasi 'Gelap' terjadi lagi. Negeri ini baru saja keluar dari
mimpi buruknya dan saat itulah yang tepat untuk mengendalikan massa yang
panik."

Merupakan fakta yang tidak perlu diragukan bahwa gereja Roma selalu
mendapatkan keuntungan dari kekacauan massa; bahwa kematian, kesedihan dan
penderitaan mendorong masyarakat untuk mencari penghiburan dalam
kegiatan-kegiatan keagamaan. Dengan cara demikian, kekuasaan Jesuit menguat.
Dua perang dunia yang terjadi timbul karena konsekuensi yang sama seperti
yang terjadi tahun 1870.


313. Tahun 1873, penyerangan Prancis di Tongking. Tujuan penyerangan Kristen
Prancis terhadap Tongking adalah meluaskan pengaruh Prancis dalam segi
perdagangan dan akibat kekhawatiran Prancis atas persaingan dengan kekuatan
Kristen barat lainnya. Ketidaksukaan Maharaja Tu Duc terhadap orang Kristen
juga menjadi salah satu alasan Kristen Prancis menaklukkan Tongking.

23 November 1873, Hanoi, ibu kota Vietnam, jatuh ke tangan Prancis. Prancis
juga merebut kubu-kubu pertahanan lain seperti Haiphong dan Nihn Ninh.

Prancis sejak pertengahan abad ke-19, memang berusaha untuk memperluas
wilayah penjajahannya. Kehidupan rakyat Vietnam yang saat itu diliputi
kemiskinan, semakin diperburuk oleh eksploitasi Prancis. Meskipun imperialis
Prancis membawa kemajuan di bidang transportasi, komunikasi, dan industri,
namun secara keseluruhan Prancis hanya sedikit membawa kemajuan bagi rakyat
Vietnam.

Selanjutnya, pada tahun 1882, Kapten Henry Riviere telah menyerang dan
menguasai Hanoi dan Tongking pada tahun 1883. Pada Agustus 1883, Maharaja
Hiep Hoa (pengganti Tu Duc) akhirnya setuju untuk menandatangani perjanjian
damai dengan Kristen Prancis, isi perjanjian tersebut:

-A- Vietnam menjadi negara koloni Prancis.
-B- Binh Thuan diserahkan kepada Prancis.
-C- Vietnam menarik kembali semua angkatan perangnya dari Tongking.

Pada tahun 1930, seorang tokoh revolusioner didikan Moskow, Ho Chi Minh,
mendirikan Partai Komunis Indocina yang mengorganisasi perjuangan
kemerdekaan Vietnam secara luas. Pada tahun 1954, pemerintah Prancis
bersedia mengadakan perundingan damai di Geneva dan akhirnya Prancis
bersedia menarik pasukannya dari Vietnam.


314. Pada tahun 1870, Pemerintah Hindia Belanda yang berpusat di Jawa, sudah
membuat rencana untuk melakukan serangan kepada kesultanan Aceh, akan tetapi
ramai penasehat militer dan sipil Belanda melarang, kalau bisa jangan! Sebab
rakyat Muslim Aceh adalah orang-orang yang berani berperang.

Gubernur Jenderal Hindia Belanda sendiri -Loudon- pada awalnya berkata:
"Wilayah kekuasaan kita di Hindia Timur sudah begitu luas sekali dan
sekarang susah untuk diawasi. Memperluas wilayah kekuasaan, sama artinya
dengan menambah runyam dan dapat menghancur masa depan kita di wilayah
Hindia Timur".

Bahkan Multatuli sempat mengirim surat kepada Raja Belanda, katanya:

"Gubernur-Jenderal dan Paduka yang Maha mulia sudah siap sedia, pada saat
ini, untuk menyatakan perang kepada Sultan Aceh, dengan alasan pura-pura
yang dicari-cari dan diada-adakan, paling banyak atas dasar yang tidak benar
yang dikarang-karang, sebagai ‘provokasi’ semata-mata.
Pernyataan perang atas kerajaan Aceh itu dengan niat untuk merampas
kedaulatan dari Sultan Aceh dan merampok segala harta pusakanya. Paduka Yang
Mulia, ini adalah perbuatan yang tidak membalas budi, yang tidak bersifat
mulia, yang tidak mempunyai kehormatan, dan yang tidak patut" October, 1872
(Paul Van ‘t Veer, Atjéh Oorlog, p 39)


315. 13 Desember tahun 1870, dimulailah operasi militer Prancis untuk
menduduki wilayah Afrika Barat. Dalam operasi militer yang berlangsung
selama sepuluh tahun ini, puluhan ribu tentara Prancis tewas atau terluka
akibat perlawanan dari suku-suku dan pemerintahan lokal di Afrika Barat.

Namun, karena terpencar-pencarnya lokasi suku-suku tersebut, tidak
bersatunya antar suku, serta lebih lengkapnya persenjataan Prancis, akhirnya
sebagian besar bangsa-bangsa Afrika Barat, seperti Senegal, Zambia, Guinea,
dan Pantai Gading, jatuh ke tangan Prancis. Negara-negara tersebut berada
dalam penjajahan Prancis dalam waktu yang sangat lama, yaitu hingga abad
ke-19.

Negara-negara yang dijajah tersebut berpenduduk mayoritas Islam, sedangkan
Prancis, sang penjajah itu beragama Kristen. Lagu lama...


Dud capek juga yaaa.......

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Sun May 02, 2010 1:37 pm

316. Tahun 1871. Untuk melicinkan niatnya menguasai Aceh, Belanda mengajak
Inggris untuk menanda tangani suatu perjanjian yang isinya: bekas jajahan
Belanda di Afrika (Gold Coast -sekarang Ghana) diserahkan kepada Inggris dan
jajahan Inggris di Sumatera diserahkan kepada Belanda. Untuk menguasai
seluruh Sumatera jika perlu Belanda akan memerangi Aceh. Perjanjian ini
ditanda tangani tahun 1871.

Ketika itu seorang anggota Parlemen Inggris Lord Standley Aderley, seorang
bangsawan Inggris telah membantah dan menolak isi perjanjian itu. Katanya:
"Belanda tidak mempunyai alasan dan tidak mempunyai sebab untuk menyerang
Aceh yang tidak berbuat apa-apa kepada Belanda. Sekarang Belanda sudah
menyerang Kerajaan Aceh, dan digagalkan. Kejatuhan Aceh akan menyebabkan
kehancuran kemuliaan kita di seluruh Asia Timur dan Asia Tenggara;
kekecewaan besar akan dirasa oleh warga Inggris di Asia Tenggara dan oleh
orang-orang Melayu di Malaysia yang kesan baik dari mereka adalah sangat
penting bagi kita.

Perjanjian baru antara Inggris dengan Belanda ini bukan saja merusakkan
kemuliaan Negara Inggris tetapi juga merusakkan kepentingan ekonomi kita.
Sistem pemerintahan Belanda di Jawa bukan saja berlawanan sekali dengan
kebebasan perdagangan, tetapi hampir tidak berbeda dari perbudakan -Belanda
menamakannya 'kerja tidak bergaji'- sehingga tidak ada alasan sama sekali
mengapa pemerintah Inggris mau menolong meluaskan sistem ini sampai ke
Sumatera Utara, atau sekurang-kurangnya mengapa tidak dibuat pengecualian
untuk Aceh, sebab Kerajaan Aceh berhak mengharap kita tidak melupakan
kedaulatannya yang dari zaman purbalaka, dan sejarah yang gilang-gemilang,
sebab Aceh sudah menjadi suatu kerajaan yang berdaulat ketika Belanda
sendiri masih menjadi satu provinsi Spanyol".

Bantahan terhadap perjanjian ini terus dilancarkan oleh beberapa anggota
Parlemen Inggris baik sebelum dan sesudah meletusnya perang antara Aceh
melawan Belanda, seperti: Thomas Gibson Bowles telah menjawab dalam Surat
kabar LONDON TIMES, 3 Februari, 1874. Katanya:

"Perjanjian Belanda-Inggris tahun 1871 sama sekali tidak dapat membebaskan
Pemerintah Inggris dari kewajibannya menepati janji untuk mempertahankan
Aceh menurut Perjanjian Pertahanan tahun 1819. Maka adalah suatu pelanggaran
umum yang luar biasa dan hina sekali untuk menolak menepati kewajiban yang
timbul dari Perjanjian yang sudah ditanda tangani itu" (THE TIMES, London, 3
Februari, 1874, p.10)

Selanjutnya Surat kabar VANITY FAIR, 12 September, 1874, telah mengeluarkan
tajuk rencana mengenai Perjanjian Pertahanan Aceh-Inggris yang sudah
dikhianati itu: "Dikatakan bahwa Inggris adalah neutral dalam perang ini,
tetapi Belanda dibiarkan menggunakan wilayah jajahan kita di sini sebagai
basis operasi menyerang Aceh. Jadi Inggris bukan saja tidak membantu Aceh,
sebagai kewajibannya menurut perjanjian, tetapi ia memberikan kepada Belanda
segala bantuan untuk menaklukan Aceh.

Sudah pasti ini adalah puncak dari pengkhianatan. Dan Perdana Menteri baru,
Tuan Disraeli, sesudah menyela Perdana Menteri yang lama, Tuan Gladstone,
dalam perkara ini, sekarang dia sendiri berbuat demikian: membantu Belanda
menundukkan Aceh. Walaupun demikian masih banyak orang menyangka bahwa dalam
demokrasi semua dapat diperbaiki dan diubah dengan menggantikan satu Kabinet
dengan Kabinet baru, partai Pemerintah dengan Oposisi. Suatu bangsa sudah
menjadi rendah sekali apabila ia tidak perduli lagi kepada kehormatannya dan
kepada perkara-perkara seperti ini."

"Perkara kenyataan dalam soal ini tidak mungkin ada perdebatan: sebab
semuanya adalah terang-benderang. Inggris terikat dengan Perjanjian
Pertahanan untuk mempertahankan Aceh. Mula-mula Lord Granville berusaha
menolak perjanjian itu. Lord Debry, yang seharusnya memperbaiki nama
negerinya dan bangsanya tetapi berbuat sebagai orang-orang yang digantinya.
Mereka adalah pantas menjadi Menteri-menteri dari suatu bangsa yang sudah
hilang perasaan kehormatannya".


317. Tahun 1873. Berkaitan dengan fakta-fakta yang telah disebutkan diatas,
maka pada 26 Maret 1873, Gubernur Hindia Belanda yang berpusat di Jawa,
menyatakan perang kepada Sultan Mahmud Shah yang dilengkapi dengan
"Ultimatum" yang berisi:

-1- Aceh menyerah kalah dengan tanpa syarat;
-2- Turunkan Bendera Aceh dan kibarkan bendera Belanda warna merah, putih
biru;
-3- Hentikan perbuatan berpatroli di Selat Melaka;
-4- Serahkan kepada Belanda sebagian Sumatera yang berada dalam lindungan
Sultan Aceh;
-5- Putuskan hubungan diplomatik dengan Khalifah Osmaniyah di Turki.

"Ultimatum" ini ditolak mentah-mentah oleh Sultan Aceh, maka terjadilah
perang melawan Belanda pada 4 April 1873.


318. Tahun 1870-1871. Kekuasaan Jesuit atas Vatikan, semakin kuat beberapa
tahun setelah Syllabus, karena diumumkannya secara resmi dogma bahwa Paus
tidak pernah bersalah. Pengikut Abbe Brugerette menulis bahwa dogma ini
untuk menutupi peristiwa tragis yang menimpa Prancis 1870-1871 dan Gereja
Prancis sudah pindah ke Roma.

Monsiegneur Pie (Uskup Poiters) menambahkan bahwa dogma tersebut merupakan
pengorbanan otoritas dasar, doktrin dan hak asasi; dogma tersebut meletakkan
ketiga hal itu dibawah kekuasaan Paus dan terompet berbunyi mengatakan:
"Pauslah raja kita, tidak hanya keinginan dan perintahnya, tetapi harapannya
adalah perintah bagi kita."


319. Pada tanggal 26 Maret 1873, kerajaan Belanda mengeluarkan Pernyataan
perang dengan resmi atas kerajaan Aceh.

Maka pasukan Kristen Belanda dibawah pimpinan Jendral J.H.R Kohler pada
tanggal 5 April 1873 mulai menyerang Aceh. Pasukan Belanda memusatkan
serangannya pada Masjid Raya Baiturrahman. Setelah pertempuran berlangsung
beberapa lama, Masjid Raya Baiturrahman terbakar dan dapat dikuasai Belanda.

Dalam pertempuran tersebut Jendral Kohler tewas. Meskipun Masjid Raya
Baiturrahman dapat dikuasai Belanda, namun hal itu tidak berlangsung lama.
Belanda semakin terdesak dan akhirnya pergi meninggalkan Aceh pada tanggal
29 April 1873.

Namun kemudian Belanda datang lagi. Kedatangan kembali Belanda ke Aceh
dipimpin oleh Jendral J.Van Swieten. Belanda berhasil menguasai istana dan
dijadikan daerah pertahanan.

Walaupun istana dapat dikuasai Belanda, namun perlawanan rakyat Aceh terus
berlangsung. Di bawah pemimpin-pemimpin Aceh seperti Panglima Polim, Teungku
Cik Di Tiro, Teuku Ibrahim, Cut Nya Dien, Teuku Umar dll, rakyat Aceh terus
berperang melawan kedzaliman dan penjajahan Kristen Belanda.

Bagaimana peperangan itu terjadi, dituliskan oleh LONDON TIMES, pada 22
April 1873 sebagai berikut: "Suatu kejadian yang luar biasa dalam sejarah
penjajahan baru sudah terjadi di kepulauan Melayu, Suatu kekuatan Eropa yang
besar sudah dikalahkan oleh tentara anak negeri, tentara Kerajaan Aceh.
Rakyat Aceh sudah mencapai kemenangan yang menentukan. Musuh mereka bukan
saja sudah kalah tetapi dipaksa lari".

Surat Kabar THE NEW YORK TIMES, 6 Mei, 1873 menulis: "Suatu pertempuran
bertumpah darah sudah terjadi di Aceh. Serangan Belanda sudah ditangkis
dengan penyembelihan besar-besaran terhadap tentara Belanda. Panglima
Belanda sudah dibunuh dan tentaranya lari lintang-pukang. Kekalahan Belanda
itu dianggap hebat sekali dan ini terbukti dengan terjadinya debat yang
hebat dalam Parlemen Belanda di Den Haag, dimana seorang anggota Parlemen
sudah menyatakan bahwa kekalahan di Aceh ini adalah permulaan dari kejatuhan
kekuasaan Belanda di Dunia Timur".

Dari rangkaian peristiwa inilah sehingga New York Times, 15 Mei 1873 menulis
bahwa: "Now the Achehnese education of the present generation of Christendom
may be said to have fairly begun".

Sudah tentu ulasan New York Times, didasarkan kepada fakta sejarah yang
dilengkapi dengan bukti-bukti kukuh. Walaupun ulasan tersebut dalam rangka
menyambut kemenangan tentara Aceh melawan serdadu Belanda dalam perang Aceh,
pada 4 April 1873, namun jauh sebelum itu orang Aceh memang sudah dikenal
mahir berperang, terutama dalam kurun waktu abad ke-16 sampai 17.


320. Kemudian pada 24 Desember, 1873, Belanda kembali menyerang Aceh dengan
mengerahkan serdadu upahannya dari Jawa, Madura, Sunda dan Maluku. Mereka
juga menyewa ribuan penjahat dari Penjara Swiss, Prancis dan termasuk
penjahat dari Afrika untuk dikerahkan mempertaruhkan nyawa mereka di Aceh.

Setelah terjadinya perang periode ke II ini, maka perang melawan Kristen
Belanda tidak berhenti sampai kemudian Belanda melarikan diri dari Aceh
tahun 1942. Belanda keok di Aceh!

Peperangan yang panjang dan melelahkan ini telah mengorbankan ratusan ribu
nyawa manusia dari kedua belah pihak. Demikian juga dengan dana perang yang
sangat besar dikeluarkan oleh Belanda, sehingga menyebabkan semua
perusahaan-perusahaan sebagai sumber ekonomi Belanda terpaksa gulung tikar
sebagai konsekuensi logis dari perang yang dahsyat dan paling lama dalam
sejarah mereka.

Bagi Belanda segalanya sudah menjadi tidak terkendali. Seorang penulis
sejarah Belanda mengatakan: "Bangsa Belanda dan negeri Belanda tidak pernah
menghadapi satu peperangan yang lebih besar daripada peperangan dengan Aceh.
Menurut kurun waktunya, perang ini dapat dinamakan perang delapan puluh
tahun. Menurut korbannya -1ebih seratus ribu orang yang mati- perang ini
adalah suatu kejadian militer yang tidak ada bandingannya dalam sejarah
bangsa Belanda. Untuk negeri dan bangsa Belanda, perang Aceh itu lebih
daripada hanya pertikaian militer: selama satu abad inilah persoalan pokok
politik internasional, politik nasional, dan politik kolonial Belanda". Paul
Van’ t Veer, De Acheh Oorlog, Amsterdam, 1969, p.10.

Rakyat Aceh tidak dapat dikalahkan Belanda dengan pendekatan militeristik,
sebab bangsa Aceh memandang perang melawan Belanda sebagai perang suci
-jihad fisabilillah- yang bermakna orang Aceh akan berlomba-lomba untuk mati
syahid menggempur musuh yang dirangsang dengan aqidah Islam yang sudah masuk
ke dalam tulang sumsumnya. Itulah sebabnya perang ini telah melibatkan semua
lapisan masyarakat, tidak terkecuali kaum wanitanya.

Para Ulama telah menghembuskan roh jihad dalam perang ini. Tengku Thjik di
Tiro Muhammad Saman telah memimpin peperangan ini dan diikuti oleh bangsa
Aceh serta keluarga di Tiro yang lain sampai kepada Tengku Tjhik Maat di
Tiro yang mati syahid dalam satu peperangan di Alue Bhôt, Pidië, tahun 1911.

Perang terus merebak ke seluruh Aceh. Tengku Mata Ië bersama pasukannya
berjuang di sektor Aceh Besar; Tengku Tapa bersama pasukannya berjuang di
sektor Timur; Tengku Paja di Bakông bersama pasukannya berjuang di sektor
Utara; Tjut Ah dan Tengku di Barat bersama pasukannya berjuang di sektor
Barat-selatan; Pang Jacob, Pang Bedel dan Pang Masém berjuang di sektor
Tengah; Panglima Tjhik bersama pasukannya berjuang di sektor Tenggara.
Akhirnya, pada tahun 1942 Belanda angkat kaki dari bumi Aceh dalam keadaan
hina.

Setelah itu Belanda kapok dan tidak pernah berani lagi menginjak Aceh.
Ketika tahun 1946-1948 Belanda kembali dan telah menduduki seluruh wilayah
Indonesia, mereka tidak mau terperangkap kembali di Aceh. Keadaan di Aceh
persis seperti dikatakan oleh seorang penulis Belanda. "sesudah tahun 1945
pemerintah Belanda tidak kembali lagi ke Aceh, pada ketika aksi-aksi militer
tahun 1946-1947, ketika bagian-bagian besar Sumatera diduduki tidak
dilakukan upaya untuk menembus sampai ke Aceh. Di bagian satu-satunya dari
Indonesia inilah antara tahun 1945 dan 1950 merdeka sudah menjadi
kenyataan." (Paul Van ‘t Veer. Perang Acheh, hal.254).


321. Tahun 1874. Universitas St.Joseph didirikan oleh organisasi missi
Kristen pada tahun 1874 di Suriah. Universitas St.Joseph menekankan pada
pengkristenan kaum muslimin dan penyebaran kebudayaan Barat.

Banyak universitas-universitas maupun sekolah-sekolah dan
institusi-institusi lainnya di seluruh dunia yang membawa misi iblis semacam
ini. Kami dari Forza Islam Foundation mengangkat tentang Universitas
St.Joseph ini hanya sebagai salah satu contoh saja.


322. Tahun 1875, penindasan terhadap orang-orang kulit hitam di Amerika
Serikat, khususnya di wilayah Selatan negeri itu oleh Kristen-kristen sialan
berkulit putih.

Begitu undang-undang pertama yang memperkenalkan pengasingan di dalam
pengangkutan keretapi dan trem yang dijalankan di Tennessee tahun 1875,
seluruh negeri-negeri Selatan telah melaksanakan pemisahan di dalam
pengangkutan-pengangkutan kereta api mereka. Papan tanda "untuk orang kulit
putih saja" dan "untuk orang kulit hitam" telah digantung di mana-mana.

Sebenarnya semua ini hanya membuktikan penerimaan status resmi kepada satu
situasi yang telah ada. Perkawinan di antara dua bangsa yang berbeda adalah
haram. Berdasarkan undang-undang ini, pemisahan hanya diwajibkan di rumah
sakit, penjara, dan kuburan. Tetapi nyatanya pemisahan ini juga dipraktekkan
di hotel, teater, perpustakaan, dan malah di lift dan gereja. Bidang di mana
pemisahan ini paling dirasakan adalah di sekolah. Ini adalah praktek yang
memberikan kesan yang hebat kepada orang-orang kulit hitam dan merupakan
halangan terbesar terhadap pembangunan kebudayaan mereka.


323. Tahun 1876. Leopold II, Raja Belgia mendirikan organisasi untuk
mengolah kekayaan Kongo. Dengan entengnya orang Kristen menguasai dan
mengeksploitasi kekayaan alam milik bangsa lain.


324. Tahun 1878. Pasukan Kristen Belanda menyerang daerah Tapanuli. Serangan
ini dapat digagalkan rakyat Tapanuli.


325. Tahun 1879. Belanda menyerbu Aceh dari segala penjuru dan akhirnya
berhasil menguasainya. Namun demikian, daerah-daerah hutan dan pegunungan
masih dikuasai rakyat Aceh. Teuku Ibrahim memimpin perang gerilya. Dalam
suatu serbuan terhadap pos Belanda, Teuku Ibrahim gugur. Teuku Ibrahim
meninggalkan seorang istri yang bernama Cut Nya Dien.

Perjuangan diteruskan oleh Teuku Umar. Ia masih kerabat Teuku Ibrahim.
Kemudian Teuku Umar mengawini Cut Nya Dien dan bersama-sama berjuang melawan
kafir-kafir kolonialis Belanda. Ingat kalau kita melihat film "Tjoet
Njak’ Dhien" arahan sutradara Eros Djarot yang dibintangi oleh
Christine Hakim, Cut Nya Dien selalu menyebut "kape-kape" untuk menyebut
tentara-tentara Belanda. "Kape-Kape" maksudnya adalah KAFIR-KAFIR.


326. 7 Juni tahun 1879, meletuslah perang antara Peru, Chile, dan Bolivia.
Perang yang berlangsung selama lima tahun ini terjadi akibat pelanggaran
perjanjian yang pernah dilakukan antara Bolivia dengan Chile tahun 1874.

Dalam perjanjian itu, Chile mengakui hak Bolivia atas gurun pasir Atacama
dan perusahaan Chile di kawasan itu dibebaskan dari pajak selama 25 tahun ke
depan. Namun, Bolivia meminta pajak pada tahun 1878, sehingga Chile
menduduki pelabuhan Antofagasta.

Sebagai reaksi, Bolivia mendeklarasikan perang dengan dukungan Peru.
Angkatan laut Chile meraih kemenangan besar dan Bolivia mundur dari perang.
Namun, Chile meneruskan perang dengan menduduki ibu kota Peru, Lima. Setelah
lewat dua tahun masa pendudukan, Peru menerima rancangan perjanjian damai
dari Chile yaitu Treaty of Ancón pada tahun 1883 yang memberikan beberapa
wilayah Bolivia dan Peru kepada Chile.


327. 13 Maret tahun 1881, Tzar Alexander II yang menjadi pemimpin Rusia
sejak tahun 1855, terbunuh di jalan kota St.Petersburg akibat bom yang
dilemparkan seorang anggota kelompok revolusioner bernama "Kehendak Rakyat".

Organisasi ini didirikan pada tahun 1879 dengan tujuan untuk menggulingkan
sistem kerajaan di Rusia. Kelompok ini sebelumnya telah melakukan pembunuhan
terhadap pejabat kerajaan dan beberapa kali melakukan percobaan pembunuhan
terhadap Tzar Alezander II.

Sebagai raja, Alexander II banyak melakukan reformasi untuk meliberalisasi
dan memodernisasi Russia, termasuk pembebasan budak pada tahun 1861. Namun,
ketika kekuasaannya ditentang, Tzar Alexander II berubah menjadi represif
dan dengan keras menentang gerakan reformsi politik.

Ironisnya, pada hari ketika Alexander II dibunuh, dia telah menandatangani
UU pendirian dua komisi legislatif yang terdiri dari wakil-wakil rakyat yang
dipilih secara tidak langsung. Pengganti Alexander II adalah anaknya, yaitu
Alexander III. Raja baru itu membatalkan UU tersebut serta menghukum gantung
para pembunuh ayahnya. Perjuangan rakyat Rusia untuk menggulingkan kerajaan
berhasil pada tahun 1917.


328. 26 Mei tahun 1881, Prancis secara resmi menyatakan Tunisia sebagai
daerah jajahannya. Sebelum secara resmi menjajah, Prancis telah memiliki
intervensi atas kawasan Tunisia di bidang ekonomi dan perdagangan.

Tahun 1930-an, Habib Bourguiba, seorang pemimpin perjuangan rakyat
melancarkan aksi pemberontakan hingga akhirnya negara itu memperoleh
kemerdekaannya tahun 1957. Bourguiba menjadi presiden pertama negara itu dan
memerintah secara diktator sampai tahun 1978. Negara Tunisia terletak di
utara Afrika dan berbatasan dengan Libya, Aljazair, dan Lautan Mediterania.


329. Tahun 1883, indeks sebuah kongregasi di Prancis yang didalangi oleh
Jesuit mengecam beberapa buku terutama tertentu tentang pengajaran moral dan
kewarganegaraan. Lebih dari 50 uskup mengumumkan secara resmi dekrit indeks,
dan salah satunya, Monseigneur Isoard, menyatakan dalam surat pastoralnya
tanggal 27 Februari 1883 bahwa guru-guru, orang tua dan murid-murid yang
menolak menghancurkan buku-buku tersebut akan dilarang mengikuti sakramen.


330. Tahun 1884. Di Berlin, Jerman, beberapa negara yaitu Inggris Raya,
Prancis, Spanyol, Jerman, Belgia, Belanda dan Portugal bertemu untuk
membagi-bagi wilayah Afrika di antara mereka. Masyarakat adat Afrika yang
selama ini menjadi satu kesatuan menjadi terbelah mengikuti garis
kepemilikan yang digambar di atas peta oleh bangsa Eropa, menjadi
negara-negara yang berbeda.

Inilah sebabnya mengapa banyak suku etnik Afrika misalnya suku Somalia dapat
ditemukan tersebar di lima atau enam negara yang berbeda. Hal ini pula yang
menjadi benih konflik antar suku di Afrika, seperti antara suku Tutsi dan
Hutu yang kebetulan disatukan oleh garis batas negara Rwanda. Semuanya
gara-gara ulah Kristen yang membagi-bagi batas negara lain seenak udelnya.
Emangnya Afrika itu milik bapak moyangmu apa? (^_^)


331. Tanggal 4 Juli 1886, perwakilan dari 13 negara bagian di AS
menandatangani deklarasi kemerdekaan AS. Benua Amerika selama ribuan tahun
adalah tempat tinggal kaum kulit merah Indian. Pada akhir abad ke-15, para
pelaut Eropa datang ke benua Amerika dan sejak itu, berbagai negara
imperialis Eropa menduduki kawasan itu, terutama Prancis dan Inggris.

Secara bertahap, jumlah imigran Eropa di Amerika semakin banyak dan mereka
pun mendatangkan budak-budak dari Afrika untuk bekerja di pertanian dan
pabrik-pabrik. Sejak awal abad ke-18, mulai muncul gerakan untuk mendirikan
sebuah negara independen yang terpisah dari pemerintahan Eropa. Para imigran
Eropa tersebut kemudian mengangkat senjata untuk mengusir tentara Prancis
dan Inggris.

Sementara itu, akibat berbagai tindakan represif, termasuk pembunuhan massal
yang dilakukan para imigran Eropa tersebut, penduduk pribumi AS, yaitu
bangsa Indian, justru tersingkir dan hampir punah. Akh dasar Kristen...
tukang basmi penduduk pribumi dimana-mana!


332. 7 Mei tahun 1888, penjajahan Inggris di Zimbabwe dimulai. Arsitek dan
pelaksana penjajahan atas Zimbabwe itu adalah seorang politikus dan pedagang
Inggris bernama Cecil Rhodes yang mendirikan Perusahaan Afrika
Selatan-Inggris.

Perusahaan itu kemudian diperluas hingga ke Zimbabwe dan dengan bantuan
tentara Inggris, ribuan penduduk pribumi dibunuh massal dan sebagian lainnya
ditawan. Ketika akhirnya seluruh wilayah Zimbabwe dikuasai, negeri itu
diberi nama Rodhesia. Setelah puluhan tahun berjuang, rakyat Rhodesia
berhasil memerdekakan diri dan mengubah nama negara mereka menjadi Zimbabwe.

Sejak abad ke-16, Portugis telah datang ke wilayah itu dan mengeruk kekayaan
bumi bangsa Zimbabwe. Kemudian, sejak tahun 1889, Cecil Rhodes mendirikan
Perusahaan Dagang Inggris Afrika.

Sejak tahun 1923, pemerintah Inggris secara resmi menjadikan Rhodesia
Selatan sebagai tanah jajahan. Setelah berakhirnya Perang Dunia II dan
melemahnya Inggris, rakyat kulit hitam Rhodesia melancarkan perlawanan
sengit dan membentuk kelompok-kelompok bersenjata.

Sejak tahun 1970, dimulailah bentrokan bersenjata antara pemerintah Inggris
melawan bangsa pribumi. Pada tahun 1978 pemerintahan kulit putih bersedia
mundur dan pada tahun 1979 diadakan pemilu yang dimenangkan oleh partai
kulit hitam. Akhirnya pada tanggal 18 April 1980, Zimbabwe yang semula
bernama Rhodesia Selatan, meraih kemerdekaannya.


333. Tahun 1889-1911. Perjanjian Uccialli: Italia menganggap dirinya
pelindung Ethiopia, kemudian Ethiopia menyangkalnya.

Baru saja saya tadi menimpali "Emangnya Afrika itu milik bapak moyangnya
Kristen apa?", langsung satu bukti lagi klaim-klaim seenaknya khas Kristen
terhadap negara Afrika dilancarkan oleh Italia terhadap Ethiopia.


334. Sekitar tahun 1890 sampai 1901 kira-kira 1300 orang kulit hitam telah
dibunuh tanpa bicara oleh Ku Klux Klan di Amerika. Hasil daripada
pelaksanaan ini orang-orang kulit hitam telah mulai memberontak di beberapa
negeri di Amerika.


335. Tahun 1890-1930. Orang-orang Jawa diangkut oleh Kristen Belanda untuk
diperbudak, dipekerjakan sebagai kuli di Suriname, di benua Amerika.

Suriname adalah negara jajahan Belanda sejak 1667 hingga 1975 setelah
sebelumnya dijajah oleh Katolik Spanyol, Katolik Portugis dan Kristen
Inggris. Suriname sejak awal abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Inggris.

Namun, Inggris dalam negoisasi imperialismenya, pada awal abad ke-17
menyerahkan Suriname kepada Belanda. Sebaliknya, Belanda melepaskan sebagian
wilayah jajahannya di Amerika Utara. Pada tahun 1954, Suriname diberi hak
otonomi dan baru 21 tahun kemudian berhasil meraih kemerdekaan penuh.

Dengan berakhirnya sistem perbudakan di Kerajaan Belanda tahun 1863 membawa
konsekuensi hilangnya sebagian besar pekerja perkebunan di wilayah jajahan.
Banyak pekerja itu meninggalkan pekerjaannya dan beralih ke lapangan kerja
lain sesuai keinginan masing- masing. Sementara di lain pihak, hasil
perkebunan merupakan tulang punggung perekonomian pemerintah kolonial
Belanda.

Untuk mengantisipasi penurunan perekonomian ini, Belanda terpaksa merekrut
kuli-kuli kontrak bergaji sangat murah dari wilayah jajahan yang lain.
Kebanyakan yang direkrut adalah penduduk asal Pulau Jawa.

Hampir semua kuli imigran Indonesia berasal dari Jawa Tengah, karena saat
itu Jawa Tengah merupakan wilayah yang padat penduduk namun rendah tingkat
perekonomiannya. Kelompok imigran Jawa yang terdiri dari 94 orang tiba di
Suriname pada tanggal 9 Agustus 1890 dengan menggunakan kapal Prins Willems
II.

Kelompok ini direkrut oleh De Nederlandsche Handel Maatschappij, untuk
dipekerjakan di perkebunan tebu dan perusahaan gula Marrienburg. Empat tahun
kemudian (1894) perusahaan yang sama mendatangkan kelompok kedua yang
terdiri dari 582 orang Jawa. Dan sejak 1890 hingga 1930 sebanyak 32.965 kuli
kontrak asal Jawa itu diberangkatkan ke negeri yang terletak di benua
Amerika tersebut.

Berdasarkan kontrak, para kuli harus bekerja selama lima tahun. Setelahnya
mereka boleh memilih, yakni tinggal menetap di Suriname atau pulang ke tanah
air. Sebagian besar kuli asal Jawa ini pada akhirnya lebih memilih menetap
di Suriname.

Pada tanggal 25 November 1975, Suriname berhasil meraih kemerdekaannya dari
Belanda dan menyandang nama Republik Suriname. Penduduk aslinya adalah
Indian, orang asli benua Amerika. Suriname terletak di tepi pantai Samudera
Atlantis dan berbatasan dengan Brazil, Guyana, dan Guiana Prancis.


336. Tahun 1891. Belanda merasa kesulitan dalam menghadapi Aceh. Kristen
Belanda akhirnya menemukan suatu cara pemecahan dilema terhadap Aceh dengan
menerima kebijakan dua orang Belanda Dr. Christiaan Snouck Hurgronje dan
Johannes Benedictus van Heuts. Untuk itu, Belanda berusaha mengetahui
kekuatan Aceh terutama yang menyangkut kehidupan sosial-budayanya.

Dr.Snouck Hurgronje dikirim untuk mempelajari kehidupan rakyat Aceh. Ia
adalah seorang ahli mengenai Islam. Dengan jalan menyamar sebagai orang
Islam, si Kristen ini berhasil bergaul dan bertempat tinggal di
tengah-tengah rakyat Aceh. Ia melakukan taktik penyamaran "undercover"
ajaran Paulus:

[I Korintus 9:19] Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan
diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin
orang.
[9:20] Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi,
supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di
bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat,
supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
[9:21] Bagi orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi
seperti orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku
tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus,
supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
[9:22] Bagi orang-orang yang lemah, aku menjadi seperti orang yang lemah,
supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah
menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa
orang di antara mereka.
[9:23] Segala sesuatu aku lakukan karena injil, supaya aku mendapat bagian
di dalamnya.

Maka ayat itu pun ditambahkan dan didogmakan oleh Kristen Belanda: "Bagi
orang Aceh, aku menjadi seperti orang Aceh", serta "Bagi orang Islam, aku
menjadi seperti orang Islam". Lewat Snouck Hurgronje, kelicikan Paulus
itupun ditebarkan.

Dari hasil penelitiannya, dapat diketahui bahwa sebenarnya sultan Aceh itu
tidak mempunyai kekuatan tanpa persetujuan dari para pemimpin-pemimpin di
bawahnya. Selain itu, juga diketahui bahwa pengaruh ulama sangat besar.
Kemudian ia mulai menyebarkan aroma busuknya dengan mempertentangkan peran
antara ulama dengan hulu balang di Aceh.

Hasil penyelidikan Dr.Snouck Hurgronje ini dijadikan siasat Belanda untuk
menundukkan pasukan Aceh. Pelaksana siasat itu adalah Jendral Joanes
Benedictus Van Heutsz. Ia segera membentuk pasukan gerak cepat, dan dilatih
sebagai pasukan anti-gerilya. Pasukan itu disebut Marsose. Pasukan Marsose
menyerang kubu-kubu pertahanan Aceh di gunung-gunung, lembah-lembah,
hutan-hutan secara terus menerus. Mereka tidak memberi kesempatan kepada
pasukan Aceh untuk beristirahat.


337. Tahun 1892. Inggris merebut Oman, sebuah daerah di Arabia Timur, dan
melarang Kepala-Kepala Daerah itu untuk membuat perjanjian dengan siapapun.

Oman adalah sebuah negara di pesisir semenanjung Arab yang memiliki sejarah
kuno. Setelah meninggalnya Rasulullah, kaum muslimin menaklukkan Oman dan
rakyat kawasan inipun memeluk Islam. Sekitar seabad kemudian, kelompok Islam
Khawarij yang bernama Abadhiah merebut kekuasaan di Oman dan mendirikan
pemerintahan di sana. Sejak tahun 1508, Oman jatuh ke tangan bangsa Eropa,
yaitu Portugis.

Abad ke-17, pasukan Iran dan Inggris mengusir Portugis dari Oman dan Dinasti
Imami Ya’rubi pun berkuasa di sana meskipun berada di bawah pengaruh
Inggris. Sejak tahun 1901, kelompok Abadhiah melakukan pemberontakan melawan
imperialisme Inggris, namun dinasti yang berkuasa di Oman bersama Inggris
menaklukkan pemberontakan itu pada tahun 1922.

Pada tahun 1952, Oman dan Inggris menandatangani perjanjian yang memberikan
kemerdekaan penuh kepada Oman. Akhirnya pada 20 Desember 1951, Oman meraih
kemerdekaannya dari Inggris.

Negara-negara yang pernah/masih dijajah Inggris adalah:

Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Bahamas, Bahrain, Bangladesh,
Barbados, Belize, Botswana, Brunei Darussalam, Dominika, Fiji, Gambon,
Gambia, Ghana, Grenada, Guyana, India, Anquilla, Bermuda, Kepulauan Virgin,
Kepulauan Cayman, Gibraltar, Isle of Man, Malvinas, Montserrat, Kepulauan
Pitcairn, Saint Helena, Turk & Caicos dan Jamaika.

Selanjutnya: Kanada, Kenya, Kiribati, Kuwait, Lesotho, Maladewa, Malawi,
Malaysia, Mauritius, Mesir, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Qatar, Saint Lucia,
St.Vincent & Grenadines, Selandia Baru, Seychelles, Sierra Leone, Singapura,
Siprus, Kep.Solomon, Srilanka, Sudan, Swaziland, Tanzania, Tonga, Trinidad &
Tobago, Tuvalu, Uganda, Vanuatu, Yaman, Zambia.


338. Tahun 1893, penjajahan Prancis di Laos. Prancis melarang Laos membayar
upeti kepada Siam (Thailand) dan mengharuskan Laos untuk membayar upeti
kepada Prancis saja. Pada tahun 1886, Prancis menuntut kawasan di sebelah
Timur Sungai Mekong termasuk Luang Prabang. Laos menentang keras tuntutan
Prancis.

Hal ini menyebabkan Prancis melantik Auguste Pavie sebagai Wakil Konsular
di Luang Prabang. Di lain pihak Siam juga membantu pemberontak Cina yang
melarikan diri ke wilayah Sip Song Chu Thai. Sementara itu, Auguste Pavie
membantu Raja Luang Prabang menentang pemberontak itu. Pada tahun 1888,
Auguste mengambil alih Sip Song Chu Thai. Raja Luang Prabang dinobatkan
kembali.

Pada tahun 1892, Auguste menjadi Residen Menteri di Bangkok. Beliau
mengklaim wilayah sebelah Barat Sungai Mekong sebagai hak Prancis. Siam
tidak mengakui tuntutan itu. Pada tahun 1893, 2 kapal Prancis tiba di Paknam
tetapi ditembaki oleh Siam. Walau bagaimanapun, tentara Siam akhirnya
berhasil juga dikalahkan dan kapal Prancis terus melaju menuju Bangkok.

Siam akhirnya menyetujui untuk berdamai dan menyerahkan wilayah Barat Sungai
Mekong. Siam juga berjanji mengundurkan tentaranya dari Battambang dan
Siemreap. Wilayah itu disatukan menjadi Laos, manakala Luang Prabang
ditetapkan sebagai sebuah negeri naungan di bawah rajanya.

Akhirnya tanggal 20 Januari 1893, dalam periode perluasan imperialisme
Prancis di Asia, Laos dimasukkan ke dalam wilayah koloni Prancis. Penjajahan
itu berlangsung selama 52 tahun. Ketika Perang Dunia Kedua akan berakhir,
tentara Jepang datang dan menjajah Laos.

Akan tetapi, pendudukan tentara Jepang atas Laos hanya berlangsung sebentar
karena tentara Prancis kembali datang ke Laos dan berhasil memukul mundur
tentara Jepang dari kawasan itu. Tahun 1949, Laos diberi status otonomi oleh
Prancis, sampai akhirnya rakyat kawasan tersebut bangkit melawan penjajah
Prancis. Laos akhirnya memperoleh kemerdekaannya tahun pada 2 Desember 1954.

Kemerdekaan negara ini disahkan dalam Konferensi Jenewa tahun 1954 yang
dihadiri oleh negara-negara kawasan Indocina dan negara-negara adidaya. Laos
sejak tahun 1893 resmi dijajah oleh Prancis. Pada tahun 1949, menyusul
gerakan kemerdekaan yang bergolak di India dan Cina, Prancis terpaksa
memberikan kemerdekaan terbatas kepada Laos.

Kemudian, bersamaan dengan perjuangan melawan Prancis di Vietnam, sejak
tahun 1950, kelompok sosialis Laos, yaitu "Pathet Lao" dengan dukungan Cina
dan Vietnam, juga melancarkan perlawanan terhadap Prancis. Selepas
kemerdekaan tahun 1954, perang saudara bergolak di Laos hingga tahun 1975,
yaitu ketika kaum komunis berhasil meraih kekuasaan di negara itu.


339. Tahun 1894. Seorang anarkis (teroris) di Italia membunuh Presiden
Prancis Sadi Carnot. Tiga tahun kemudian, seorang anarkis lain menusuk Ratu
Elizabeth dari Austria, serta membunuh PM Spanyol Antonio Canovas.


340. Tahun 1896. Karena sering terdesak melawan perjuangan rakyat Aceh,
Belanda mengadakan siasat baru, yaitu siasat pemusatan yang disebut "Stelsel
Konsentrasi". Dengan siasat itu, Belanda berhasil mengadakan penghematan
seperti tenaga, alat-alat perang, dan uang.

Akan tetapi, Belanda terus mengalami kerugian karena mendapat serangan terus
menerus dari para pejuang Aceh. Apalagi jalan-jalan kereta api sering
dirusak pula oleh para pejuang Aceh.

Belanda kemudian membujuk agar para pejuang Aceh menyerah. Pada tahun 1893,
Teuku Umar menyerah kepada Belanda. Belanda sangat gembira dan menghargai
kepandaian Teuku Umar. Ia diangkat menjadi Panglima Legiun Aceh. Ia diberi
gelar Teuku Johan Pahlawan.

Teuku Umar menyatakan sanggup melaksanakan tugas itu dan meminta tambahan
prajurit dan senjata. Ternyata tindakan yang dilakukan Teuku Umar itu
hanyalah tipu muslihat belaka. Setelah merasa kuat dan persenjataannya
lengkap, pada tahun 1896 ia balik menyerang Belanda.


341. Tahun 1897. "Kini kami sibuk memuat hewan-hewan denda penduduk.
Sungguh-sungguh hal yang memalukan kita. Gubernur memerintahkan supaya
rumah-rumah besar di kampung-kampung dibakar jika penduduk tidak membayar
denda. Tadinya ia menginginkan supaya penduduknya ditembak mati saja, tetapi
perintah itu telah kami protes...,"

Itulah bagian dari kutipan surat seorang opsir muda Belanda yang cemerlang,
ditujukan kepada istrinya yang berada jauh di Belanda. Ditulis di sebuah
bivak di kawasan Hutan Tamun tanggal 25 April 1897. Sebagai Kepala Staf
Divisi XII Marsose, opsir yang bernama Van Daalen itu sedang memimpin
pasukannya mengejar Teuku Umar di Aceh Barat.

Sebagai bagian dari pasukan elite Belanda, Van Daalen terpaksa melaksanakan
perintah yang mirip perampokan itu. Di kantung-kantung gerilya, mereka
membakar rumah-rumah penduduk, memusnahkan tanaman di kebun, agar penduduk
tidak punya tenaga lagi untuk melakukan perlawanan.

Penduduk kampung atau pemukim yang terbukti memberi tempat berlindung bagi
pejuang Aceh, dikenakan denda mencekik leher. Kenegerian Lhong, masih di
Aceh Barat, misalnya, didenda 30.000 gulden karena Teuku Umar sempat
bersembunyi di sana. Suatu angka yang mustahil bisa dipenuhi penduduk miskin
di kenegerian itu. Ini artinya, rumah mereka akan dimusnahkan berikut
tanaman di ladang. Sedang ternak disita.

Namun, Van Daalen yang kelak menjadi gubernur, malah mendapat julukan "si
jagal yang kejam". Ia adalah pejabat yang terbengis selama penjajahan
kolonial di Aceh. Van Daalen menggerakkan segala mesin perang, karena
Kerajaan Belanda memerintahkannya untuk memenangkan perang ini secepat
mungkin. Belanda baru kemudian sadar mereka terperangkap dalam perang
berkepanjangan, yang nyaris membuat bangkrut kas Hindia Belanda.

Kekerasan dihadapi dengan kekerasan, itulah motto Van Daalen. Perlawanan
Aceh hanya akan berakhir jika dihadapi dengan superioritas militer.
Mayat-mayat kemudian bergelimpangan di sana-sini. Benar bahwa tahun 1913,
atau setelah 40 tahun perang, Aceh berhasil ditaklukkan, tetapi bukan
berarti perang sudah usai.

Kurang lebih 10.000 prajurit Belanda tewas dalam Perang Aceh. Belanda
mengerahkan kekuatan maksimum. Invasi pertama saja tiba dengan 5.000
personel, suatu jumlah yang amat besar untuk masa itu. Bagi Belanda, Perang
Aceh merupakan pengalaman pahit. Itu sebabnya hanya Aceh, di luar Pulau
Sabang, satu-satunya daerah yang tidak dijamah Belanda ketika kembali ke
Indonesia dengan menumpang Sekutu seusai PD II.


342. Tahun 1897, orang Eskimo jadi bahan hinaan orang-orang Kristen.

Seorang penyelidik Artik terkenal, Robert Peary telah membawa sekumpulan
orang Eskimo Pole ke New York pada 1897. Anggota paling muda di dalam
kelompok ini adalah seorang budak bernama Minik.

Kelompok tersebut, termasuk Minik dan ayahnya, telah dipamerkan untuk jangka
waktu yang panjang di American Museum of Natural History. Pada masa itu,
ayah Minik telah menemui ajalnya karena sakit. Minik tinggal sendirian dan
tanpa pelindungan di New York.

Sampai suatu huatu hari, Minik telah melihat tengkorak ayahnya sedang
dipamerkan di American Museum of Natural History sebagai "satu contoh
spesies". Walaupun, dia telah meminta kembali mayat ayahnya, lembaga museum
telah menolak permintaannya.

Fakta lain berkaitan dengan kehidupan Minik ialah Robert Peary, penyelidik
yang membawa orang-orang Eskimo ini ke Amerika, adalah seseorang yang
memiliki pandangan rasialis.

Walaupun beliau hidup di kalangan orang Eskimo, Peary secara terbuka
beranggapan mereka tidak setaraf dengannya. Menurut Peary, Eskimo dan Negro
adalah termasuk bangsa-bangsa kelas rendahan. Walaupun, mereka kuat, bijak
dan amanah, bekerja untuk keluarga mereka, mereka tidak sebaik bangsa kulit
putih, demikian menurut si Kristen Peary.

Dia pernah mengeluarkan pernyataan biadab seperti berikut: "Saya sering
ditanya: Apakah nilai bangsa Eskimo kepada dunia? Mereka sama sekali tidak
mempunyai apapun nilai komersial. Dan, lebih dari itu, mereka tidak
mempunyai impian. Nilai hidup mereka adalah sama dengan seekor musang, atau
seekor beruang, segalanya berdasarkan kepada naluri".

Tujuan dia membawa Eskimo-eskimo ini ke Amerika telah dijelaskan oleh
seorang penyelidik di dalam subjek: "Apakah tujuan Peary membawa orang-orang
Eskimo ini ke New York?... Mungkin Eskimo-eskimo ini hanyalah spesimen,
seperti tengkorak dan rangka yang telah diambilnya pada waktu yang
terdahulu, tetapi yang lebih menarik lagi ialah darah masih mengalir di
dalam urat saraf mereka... Dia juga merasa tidak senang dengan mayat-mayat
Eskimo lain yang diketahui nama mereka, yang telah digalinya beberapa tahun
sebelumnya dari kubur-kubur mereka dan mengangkutnya untuk menghiasi ruang
museum".

Minik, Ota Benga, dan banyak lagi manusia yang tidak diketahui nama mereka,
telah menerima layanan tidak berperikemanusiaan, di dalam berbagai cara, di
tangan mereka yang dikenali sebagai "pakar sains" yang melihat sebahagian
bangsa lain sebagai "bawahan". Dan para "pakar sains" yang telah melakukan
kebiadaban itu, sebagian besar beragama Kristen.


343. Pada tahun 1898, menyusul kekalahan Spanyol dari AS, Filipina
diserahkan kepada Amerika. Dari mulut buaya Filipina masuk ke mulut singa.
Dari dijajah Katolik beralih menjadi jajahan Protestan.

Pada 12 Juni 1898, dalam era perang Spanyol-AS, pejuang Filipina, Emilio
Aguinaldo memproklamasikan kemerdekaan negaranya yang telah 300 tahun
dijajah oleh Spanyol. Hingga pertengahan Agustus tahun tersebut, pejuang
Filipina dan tentara AS telah berhasil mengusir tentara Spanyol keluar dari
Filipina.

Namun ternyata AS dan Spanyol menandatangani perjanjian damai yang berisi
penyerahan Filipina kepada AS dan sebaliknya, AS akan memberikan 20 juta
dolar kepada Spanyol. Aguinaldo kemudian melancarkan perjuangan melawan
penjajahan AS atas negaranya yang dihadapi AS dengan mengirimkan 60.000
tentara.

Perang terus berlanjut hingga tahun 1901 ketika tentara AS berhasil
menangkap Aguinaldo. Pada tahun 1935 AS menyetujui didirikannya negara
persemakmuran Filipina. Barulah pada tahun 1946 Republik Filipina berdiri
dan meraih kemerdekaan penuh.

Negara/daerah jajahan Amerika Serikat lainnya antara lain ialah Liberia,
Vietnam dan Hawaai. Kini Afghanistan dan Irak juga sedang dijajah oleh AS.


344. 1 Maret 1898, pulau Puerto Rico yang terletak di samudera Atlantik, di
utara Amerika Selatan, diduduki oleh Amerika Serikat. Kristen AS kemudian
mendirikan 13 pangkalan militer di pulau ini.

Pulau Puerto Rico ditemukan oleh Christopher Columbus pada tahun 1493, namun
kemudian ditinggalkan begitu saja. Lima belas tahun kemudian, pada tahun
1508, Juan Ponce de Leon, seorang tentara yang ikut serta dalam ekspedisi
Columbus menginvasi Puerto Rico bersama sejumlah tentara dan menjadi
gubernur Puerto Rico yang pertama.

Sementara itu, penduduk pribumi Puerto Rico, yaitu suku Taino, dijadikan
budak di pertambangan. Suku Taino pernah mencoba melakukan pemberontakan,
namun akhirnya kalah. Pada tahun 1898, AS menginvasi Puerto Rico dan
meletuslah perang Spanyol-AS. Perang ini berakhir di bulan Desember 1898,
dan kedua pihak menandatangani perjanjian Paris yang menyatakan bahwa
Spanyol menyerahkan Puerto Rico, Guam dan Filipina kepada AS.


345. Tahun 1898-1900. 7 September 1899, terjadi gerakan Perlawanan Boxer di
China. Kaum boxer adalah julukan bagi sekelompok militer China yang bernama
"Ay Hu Chuan" atau pukulan bersama yang telak. Perkumpulan Rahasia Jago
Kungfu China mencoba untuk mengusir orang asing. Kaum boxer berhasil
menduduki kedubes-kedubes Barat di Beijing dan terjadi bentrokan yang keras
dengan para misionaris Eropa.

Namun akhirnya pemberontakan mereka berhasil dikalahkan oleh kekuatan
gabungan Inggris, Rusia, Jerman dan AS. Kekuatan-kekuatan Kristen Salibis
bersatu padu untuk menguasai tanah China dan memadamkan perjuangan rakyatnya
untuk meraih kebebasan dan berdaulat di negerinya sendiri.

Membunuh, memperkosa, menganiaya, menjajah dan mengeksploitasi bangsa lain
memang sudah mendarah daging dalam benak dan perbuatan orang Kristen.
Ironisnya, China yang justru kemudian dipaksa membayar ganti rugi kepada
para imperialis itu dalam jumlah yang sangat besar.


346. 11 Oktober tahun 1899, dimulailah perang antara kaum kulit putih Afrika
Selatan asal Belanda yang disebut kaum "Boer" dan pasukan Inggris.
Orang-orang Belanda datang ke Afsel pada tahun 1652 dan mendirikan koloni di
kawasan Tanjung.

Pada tahun 1814, pasukan Inggris datang ke Afrika Selatan dan merebut
kedudukan penguasa resmi daerah koloni Tanjung. Setelah pertambangan intan
dan emas ditemukan, arus imigran dari Eropa, terutama dari Inggris, semakin
membanjir ke Afsel. Orang-orang Boer merasa tidak senang sehingga terjadilah
pertempuran antara kaum Boer dan imigran Inggris.

Perang ini dimenangkan Inggris karena adanya dukungan dari pemerintah
Inggris. Sejak saat itu, Afsel menjadi jajahan Inggris dan baru pada tahun
1931 berhasil meraih kemerdekaannya.


347. Tahun 1900, Raja Italia Umberto I tewas dalam serangan kelompok
anarkis. Setahun kemudian, Presiden AS William McKinley juga tewas oleh
seorang anarkis Amerika.

Tepat pada tanggal 29 Juli tahun 1900, Raja Umberto I dari Italia ditembak
oleh seorang warganya bernama Gaetano Bresci. Raja Umberto naik tahta pada
tahun 1878 dan ia memerintah secara otoriter dan represif.

Sementara itu, Gaetano Bresci adalah warga miskin Italia yang hijrah ke AS
dan di sana ia aktif dalam kelompok radikal imigran Italia. Ia kemudian
mendirikan sebuah suratkabar anarkhis bernama La Questione Sociale. Pada
tahun 1898, Bresci membaca kabar mengenai tindakan represif yang dilakukan
Raja Italia terhadap para petani yang melakukan demonstrasi karena kelaparan
akibat gagal panen.

Raja Umberto memerintahkan tentaranya untuk mengusir para demonstran itu dan
menembaki mereka, sehingga ratusan petani tewas. Bresci memutuskan bahwa
Raja Umberto I harus dibunuh dan iapun kembali ke Italia untuk melaksanakan
niatnya itu. Pada tanggal 29 Juli 1900, Bresci menembak Raja Umberto I
hingga tewas dan dia sendiri akhirnya dijatuhi hukuman kerja paksa seumur
hidup.

Banyak lagi sebetulnya contoh aksi-aksi terorisme yang terjadi di dunia ini
yang dilakukan oleh Anak Buah Paulus alias Kristen, namun kami dari Forza
Islam Enterprise tidak akan menyebutkan semuanya satu per satu, karena
terlalu banyak.


348. Pada abad ke-19, Kekaisaran Czar di Rusia menindas rakyat Chechnya,
sehingga bangsa Chechen yang mayoritas muslim tersebut terpaksa melawan.

Chechnya adalah sebuah negeri Islam yang dicaplok menjadi provinsi dalam
federasi Rusia sejak zaman Tsar yang feodalistik dan beragamakan Kristen
Ortodoks. Karena pencaplokan itu berwujud provinsi dalam federasi, maka
setiap gerakan dan perang kemerdekaan Chechnya dianggap masalah dalam negeri
Kristen Ortodoks Rusia, sehingga perang kemerdekaan Chechnya di mata Moskow
adalah pemberontakan yang bersifat separatis.

Seperti misalnya perang kemerdekaan yang dipimpin oleh seorang syaikh dari
tariqat anNaqsyabandiyah, yaitu pahlawan legendaris Chechnya Syaikh Syamil
yang mengangkat senjata selama 34 tahun (1825-1859).

Kemudian perlawanan mujahidin Chechnya yang disemangati oleh tariqat
tersebut diteruskan oleh Imam Mansur, seorang syaikh dari Bukhara.
Perlawanan bersenjata yang disemangati tariqat itu terhadap Rusia tak pernah
padam sampai terjadinya revolusi Bolshevik (1917), bahkan pengaruh tariqat
ini masih terlihat dalam perlawanan bersenjata dari gerakan Basmachi di
zaman Uni Sovyet (1920).


349. Tahun 1899. Kristen Belanda berhasil membunuh Teuku Umar dalam sebuah
pertempuran di Meulaboh, Aceh. Teuku Umar gugur sebagai Syuhada dalam
memperjuangkan rakyat Aceh dan agama Islam.


350. 22 Januari tahun 1901, Victoria, Ratu Inggris terkenal, meninggal dunia
pada usia 82 tahun. Ia dilahirkan tahun 1819 di kota London. Pada usia yang
masih sangat muda, yaitu 18 tahun, Victoria sudah menjadi penguasa kerajaan
Inggris, menggantikan pamannya, Raja Wiliam IV, yang meninggal dunia. Ratu
Victoria memerintah selama 63 tahun sehingga merupakan masa pemerintahan
terlama dalam sejarah Inggris.

Victoria berhasil mempertahankan keberadaan sistem monarkhi di Inggris dan
menjadikannya sebagai institusi politik seremonial. Pada masa
pemerintahannya itulah, aksi represi terhadap rakyat di kawasan-kawasan
koloni Inggris meningkat secara signifikan. Walaupun hanya seorang wanita,
kekejaman khas Kristen tak lepas dari pribadi Ratu Victoria.


Bersambung...

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Wed May 19, 2010 6:32 am

401. Tanggal 18 Februari 1926, perlawanan pejuang Maroko di bawah pimpinan
Abdul Karim Rifi, melawan tentara Prancis dan Spanyol, namun akhirnya beliau
mengalami kekalahan dan akhirnya Abdul Karim Rifi dibuang ke Afrika Selatan.

Maroko pada akhir abad ke-7 ditaklukkan oleh kaum muslimin dan diperintah
oleh beberapa dinasti muslim. Mulai abad ke-15, Maroko jatuh ke tangan
Portugis dan Spanyol, lalu pada tahun 1906 resmi berada di bawah penjajahan
Prancis.

Abdul Karim Rifi memulai perjuangan mengusir penjajah bersamaan dengan
pendudukan Katolik Spanyol atas sebagian wilayah Maroko pada tahun 1912.

Meskipun pasukan Spanyol semakin menambah kekuatannya dan melakukan
pembunuhan massal terhadap warga Maroko, namun pasukan Abdul Karim Rifi
berhasil meraih kemenangan besar tahun 1921 dan bahkan memproklamirkan
kemerdekaan sebagian wilayah Maroko. Sementara itu, sebagian wilayah Maroko
yang lain berada di bawah penjajahan Kristen Prancis.

Kemenangan Abdul Karim Rifi melawan Spanyol ini menimbulkan ketakutan di
kalangan Prancis sehingga pada tahun 1924, tentara Prancis turun tangan
untuk menolong Spanyol. Tujuannya adalah untuk mencegah meluasnya kemenangan
Abdul Karim Rifi ke wilayah yang diduduki oleh Prancis.

Pada tahun 1924 ini, Prancis melancarkan serangan besar-besaran terhadap
pasukan Abdul Karim Rifi dan dua tahun, tanggal 27 Mei 1926 Prancis meraih
kemenangan. Akhirnya, perjuangan Abdul Karim Rifi dan pasukannya mengalami
kekalahan setelah terbunuhnya para pemimpin pasukan dan ribuan rakyat muslim
kawasan Rif. Prancis menjajah Maroko hingga tahun 1956.

Pada 2 Maret 1956, Maroko meraih kemerdekaannya. Maroko terletak di utara
Afrika, di tepi laut Mediterania dan Samudera Atlantik, serta berbatasan
dengan Aljazair dan Sahara Barat.


402. 29 Desember 1929. Bung Karno ditangkap oleh Belanda dan kemudian
dipenjarakan di penjara Sukamiskin, Bandung. Namun baru 8 bulan kemudian
beliau disidangkan oleh pemerintah kolonial Kristen Belanda.


403. 12 Maret tahun 1930, Mahatma Gandhi memimpin sebuah gerakan perlawanan
rakyat sipil untuk memprotes monopoli garam yang diberlakukan pemerintah
Inggris di India. Aturan monopoli garam yang ditetapkan Kristen Inggris
berisi larangan bagi rakyat India untuk mengumpulkan atau menjual garam dan
paksaan untuk membeli garam dari Inggris yang telah dikenai bea pajak yang
tinggi. Mengingat bahwa garam merupakan kebutuhan vital bangsa India,
Mahatma Gandhi memimpin gerakan satyagraha atau perlawanan rakyat sipil.

Pada tanggal 12 Maret 1930, Gandhi dan 78 pengikutnya melakukan pawai ke
kota Dandi yang terletak di pantai Laut Arab yang berjarak 241 mil. Di
sepanjang jalan, puluhan ribu rakyat India bergabung dalam pawai itu.
Setelah mereka sampai ke kota Dandi, mereka memulai gerakan penyulingan
garam dari laut. Gerakan ini dengan segera meluas ke seluruh India, termasuk
kota pantai Bombay dan Karachi.

Tentara Inggris pun turun tangan menghadapi perlawanan rakyat India ini dan
menahan 60.000 orang, termasuk Gandhi. Namun, gerakan satyagraha terus
berlangsung, sampai akhirnya Gandhi dibebaskan dan bersedia menghentikan
gerakan itu dengan kompensasi akan diadakan konferensi untuk menentukan masa
depan India.

Tanah air India memiliki sejarah yang panjang dan peradaban yang maju, serta
berbagai dinasti dari dalam dan luar India pernah menjadi penguasa di negeri
itu. Pada abad ke-8, Islam menyebar di sebagian kawasan India dan sebagian
wilayah India berada di tangan kaum muslimin. Sejak abad ke-16, dimulailah
penjajahan Inggris terhadap negeri ini.

Rakyat India berkali-kali melakukan perlawanan melawan Inggris, namun selalu
gagal. Sejak tahun 1895, dengan didirikannya partai Kongres Nasional India,
perjuangan rakyat India menajdi lebih terorganisasi dan semakin kuat.
Apalagi, setelah Mahatma Gandi bergabung dengan partai ini dan memimpin
kebangkitan "perlawanan negatif", perlawanan rakyat India semakin besar
sampai akhirnya di tahun 1948 Inggris terpaksa melepaskan wilayah jajahannya
yang terluas dan terpenting itu. Setahun kemudian, Gandhi dibunuh. Pada
tahun 1950, pemerintahan republik terbentuk di India.

India memiliki luas wilayah sekitar 3 juta 287 ribu kilometer persegi dan
berbatasan dengan Pakistan, Cina, Nepal, Bangladesh, Butan, dan Myanmar.


404. Tahun 1930-1948. Perjuangan Kemerdekaan di Palestina melawan penjajahan
Kristen Inggris.

Perjuangan bangsa Palestina untuk melepaskan diri dari penjajahan kafir
Kristen maupun kafir Yahudi bukanlah perjuangan yang baru dimulai 1 atau 2
tahun lalu, melainkan perjuangan yang sudah dimulai sejak lama. Mereka tak
akan pernah menyerah untuk mendapatkan haknya kembali, Islam pasti menang,
Palestina pasti merdeka!


405. 16 September 1931, Umar Mukhtar, pemimpin perjuangan bangsa Libya dalam
melawan penjajahan Italia, dihukum gantung.

Umar Mukhtar dilahirkan pada tahun 1859 dan merupakan seorang alim ulama.
Pada tahun 1895, Umar Mukhtar pergi ke Sudan dan ikut serta dalam
kebangkitan Mahdi Sudani melawan penjajahan Inggris. Setelah kekalahan
perjuangan Madhi Sudani, Mukhtar kembali ke Libya. Pada tahun 1911, imperium
Katolik-Fasis Italia dengan tujuan untuk menguasai Libya berperang memlawan
Utsmani dan meraih kemenangan.

Umar Mukhtar dengan dukungan kabilah-kabilah Libya melakukan perlawanan
terhadap Italia dan menjatuhkan banyak korban di pihak lawan. Akhirnya,
Italia dengan mengerahkan pasukan yang sangat banyak dan senjata canggih,
mengepung Umar Mukhtar dan pasukannya. Umar Mukhtar pun kemudian tertangkap
dan dihukum gantung. Beliau gugur sebagai syuhada melawan kebrutalan dan
kebiadaban Katolik fasis Italia.


406. 3 Oktober 1932, Irak memproklamasikan kemerdekaannnya dari Kristen
Inggris. Irak memiliki peradaban kuno, yaitu Assyria dan Akkad. Mulai tahun
539 sebelum Masehi, Irak menjadi bagian dari imperium Iran sampai kedatangan
pasukan muslimin ke wilayah Irak pada tahun 642.

Irak kemudian berada di bawah pemerintahan Dinasti Bani Umayah dan ketika
Dinasti Abasiah berkuasa, kota Baghdad dijadikan ibu kota kekhalifahan
Islam. Sejak pertengahan abad ke-10, Irak berada di bawah kekuasaan Iran
hingga direbut oleh pemerintah Utsmani.

Menyusul kekalahan Utsmani pada Perang Dunia Pertama, Irak diserahkan kepada
Inggris. Rakyat Irak dengan dipimpin para ruhaniawan melakukan perlawanan
keras terhadap Ingris, sampai akhirnya Inggris terpaksa mengakui kemerdekaan
Irak pada tahun 1932.


407. Kolonel Beck, menteri luar negeri Polandia dari tahun 1932-1939
berkomentar (setelah Perang Dunia II): "Vatikan adalah penyebab utama
tragedi di negeri saya. Saya terlambat menyadari bahwa kami telah
menjalankan politik luar negeri untuk kepentingan gereja Katolik".

Beliau pantas mengatakan demikian karena dominasi Jesuit di Polandia
merupakan yang terburuk dibandingkan di negara-negara lain. Jesuit
sepenuhnya bertanggungjawab terhadap pengrusakan dan kemerosotan Polandia
dimulai bahkan sebelum mereka tiba di negeri ini.

Dari semua negara, Polandia yang memiliki berjuta-juta penganut Kristen
Ortodoks, sudah sepantasnya mengakui toleransi beragama sebagai seluruh satu
prinsip utama dalam politik dalam negerinya. Namun Jesuit tidak menyukai hal
tersebut.


408. 30 Januari 1933. Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi di Jerman, menjadi
kanselir dan membentuk Pemerintahan ke-Tiga (The Third Reich) yang brutal.
Dia mendirikan kamp-kamp konsentrasi didirikan di berbagai tempat untuk
menghabiskan kaum Yahudi. Juga terdapat 45 kamp konsentrasi di Jerman,
dengan 40.000 tahanan yang berasal dari berbagai latar belakang pandangan
politik, tetapi kebanyakan adalah yang liberal.


409. 26 April tahun 1933, polisi rahasia pemerintah atau Gestapo, didirikan
oleh rezim Nazi Jerman. Pendiri Gestapo adalah Herman Goering, seorang
perwira tinggi Jerman yang merupakan orang dekat Hitler. Tujuan didirikannya
Gestapo adalah untuk menangkap dan menghukum orang-orang yang dianggap
penentang Nazi dan Hitler. Organisasi iblis yang sangat kejam ini
benar-benar khas Jesuit.


410. 20 Juli 1933. Terjadi perjanjian (konkordat) antara Jerman dan Tahta
Suci (Vatikan). Para Uskup bersumpah untuk setia kepada para pemerintah
Jerman (Nazi) dan negara. Ini menunjukkan betapa sangat erat dan saling
mendukung hubungan antara Gereja Katolik dengan NAZI Jerman itu.

Yang ikut dalam penandatanganan itu adalah Kardinal Pacelli (kemudian
menjadi Paus Pius XII). Sebelum tahun 1933 dia adalah Sekretaris Negara
Vatikan. Juga ada Franz von Papen, seorang nazi yang kejam dan seorang
Katolik Roma yang setia dan juga diplomat penting Hitler dan agen Vatikan
yang menolong Hitler untuk berkuasa. Lalu ada pula seorang wali gereja
Vatikan yang kurang terkenal, Montini, yang kemudian menjadi Paus Paulus VI.

Hitler adalah seorang yang setia kepada Vatikan. Dia berjanji untuk
"mencekik" para anti-paus. Mereka (Pius XI, Pius XII, Hitler) mengirimkan
kaum liberal dan orang Yahudi ke kamp konsentrasi. Nasib bangsa Yahudi sudah
ditentukan (oleh Hitler): dibunuh atau disuruh bekerja sampai kehabisan
tenaga kemudian dibinasakan.

Walter Schellenberg, mantan kepala spionase Nazi membuat pernyataan ini:
"Organisasi S.S. dibentuk oleh Himmler berdasarkan prinsip-prinsip dari Ordo
Jesuit. Peraturan dan Latihan Kerohanian yang disusun oleh Ignatius Loyola
adalah model yang ditiru habis oleh Himmler. Julukan Himmler sebagai kepala
tertinggi S.S. adalah setara dengan Jenderal Jesuit dan seluruh struktur
S.S. adalah tiruan dari hierarki ordo dalam Gereja Katolik."

Franz von Papen, orang Nazi berpengaruh lainnya, yang merupakan otak dari
pembentukan konkordat antara Jerman dan Vatikan menyatakan: "THE THIRD REICH
adalah kekuatan dunia pertama yang tidak hanya sekedar pernyataan saja
tetapi juga dapat mempraktekkan prinsip-prinsip kepausan." Jika anda tidak
mengetahui apa itu konkordat, konkordat adalah perjanjian antara Vatikan
dengan sebuah pemerintahan.

Bagi Vatikan, pemerintahan yang menandatangani konkordat sudah menjadi
bagian dari pemerintahan Tuhan, dan Vatikan berkompeten untuk menstabilkan
pemerintahan tersebut, memberi perlindungan mutlak, dan perlindungan secara
internasional.

Adolph Hitler mengatakan: "Saya yakin akan kekuasaan besar dan pentingnya
Kekristenan, dan saya tidak akan membiarkan agama lain manapun muncul ke
permukaan. Maka dari itu saya beralih dari Ludendorff dan menolak buku yang
ditulis Rosenberg. Buku itu ditulis oleh seorang Protestan. Buku itu bukan
buku partai. Buku itu tidak ditulis olehnya sebagai bagian dari Partai.
Biarkan saja para Protestan berdebat dengan dia... Sebagai seorang Katolik
saya tidak pernah merasa suka berada dalam gereja Injili ataupun di dalam
strukturnya. Makanya saya akan menemui kesulitan jika saya mencoba untuk
menjalin hubungan dengan gereja-gereja Protestan. Penginjil-penginjil atau
orang-orang Protestan akan menolak saya. Tetapi anda tidak perlu khawatir:
Saya akan melindungi hak dan kebebasan dari gereja-gereja tersebut dan tidak
akan membiarkan mereka dicampuri, jadi anda tidak perlu khawatir tentang
masa depan Gereja Injili."

Hitler juga bersedia berdiskusi dengan uskup mengenai pandangannya terhadap
pertanyaan yang berkenaan dengan bangsa Yahudi: "Mengenai bangsa Yahudi,
saya hanya menjalankan kebijakan yang sama yang telah diterapkan oleh Gereja
Katolik selama 1500 tahun, dimana sudah ditetapkan bahwa bangsa Yahudi
adalah bangsa yang berbahaya dan harus dipaksa masuk ke dalam ghetto
(perkampungan khusus untuk orang Yahudi), karena Gereja mengetahui seperti
apa orang Yahudi itu. Saya tidak meletakkan sebuah ras diatas agama, saya
betul-betul melihat sesuatu yang berbahaya dari ras ini terhadap Gereja dan
negara, dan mungkin saya telah memberikan pelayan agung terhadap
kekristenan."

HITLER = KRISTEN SEJATI UTUSAN YESUS MEMBANTAI YAHUDI DEMI YESUS
http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/message/52672

Tiga orang pahlawan iman Katolik Roma adalah Hitler, Mussolini dan Franco.
Semuanya menandatangani konkordat dengan Vatikan. Pada saat Nazi menyapu
habis negara Balkan, dalam perjalanannya untuk menyerang Rusia, Yugoslavia
menjadi negara yang dikuasai oleh Nazi. Paus pada saat itu memandang rendah
para kaum Orthodoks Rusia. Mereka adalah orang-orang Serbia dan harus
berbaris untuk kemudian dibunuh di Yugoslavia. Mereka hanya diberi satu
pilihan: menjadi Katolik atau mati.


411. Masih mengenai hubungan antara Hitler dengan Jesuit.

Hitler mengakui bahwa dia belajar banyak dari Ordo Jesuit. Organisasi S.S.
dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip Ordo Jesuit, baik itu berdasarkan
peraturan-peraturannya, maupun latihan spiritual yang "diresepkan" oleh
Ignatius de Loyola; sedangkan struktur perintah/birokrasi meniru susunan
hirarki Gereja Katolik.

Salah satu prinsip yang dijunjung tinggi pihak kepausan adalah pembunuhan
yang terorganisir, yaitu inkuisisi. Apakah inkuisisi hanya terjadi di masa
lalu? Tidak! Apakah bisa terjadi pada masa sekarang? Ya. Mengapa? Karena
prinsip yang dijunjung tinggi itu tidak berubah!

Hitler, Joseph Goebbel, Himmler dan sebagian besar anggota Nazi adalah
Katolik. Hitler sendiri menganggap Himmler, pimpinan Gestapo, sebagai
Ignatius de Loyola-nya Nazi. Hitler mempunyai alasan untuk menyebutnya
demikian. Kurt Heinrich Himmler, Reichsfuhrer (Jenderal) S.S., Gestapo dan
pasukan polisi Jerman adalah seorang yang paling banyak diisi oleh paham
Kekatolikan dibandingkan dengan anggota-anggota Katolik lainnya dalam grup
Hitler. Ayahnya seorang direktur sekolah Katolik di Munich (Muenchen), guru
pribadi Pangeran Ruprecht dari Bavaria. Saudara laki-lakinya seorang
biarawan Benedictine. Pamannya memegang posisi penting di Mahkamah Bavaria.

Tetapi apakah karena kemampuannya dia bisa memperoleh posisi sebagai kepala
Gestapo? Seorang jeniuskah dia sehingga diperbandingkan dengan Ignatius de
Loyola? Bagaimana halnya dengan Hitler? Seorang pemimpin sejatikah dia?
Master sejati untuk Jerman, seorang negarawan jenius yang akan
memutarbalikkan dunia? Hitler sendiri mengakui bahwa dia hanyalah sebuah
klarion (alat musik sejenis terompet).

M.Francois-Poncet, duber Prancis untuk Berlin, mengkonfirmasikan bahwa
Hitler hanya melakukan sedikit kerja, tidak gemar membaca dan membiarkan
kaki tangannya bekerja sendiri-sendiri. Ternyata para pahlawan Nazi adalah
orang-orang yang tidak mempunyai intelektual dan karakter. Hanya satu yang
"normal" Franz von Papen, dialah yang mengerjakan semuanya. Hitler hanyalah
legenda yang sengaja diciptakan, sama seperti Mussolini.

Di Italia dan Jerman, ada beberapa negarawan dan pemimpin sejati,
dibandingkan dengan Hitler dan Mussolini. Tetapi mereka terlalu pandai
sehingga Vatikan, khususnya von Ledochowski (seorang paus hitam), tidak
dapat mengendalikan mereka. Awalnya rencana Ledochowski adalah membentuk
federasi negara-negara Katolik di Eropa Tengah dan Timur, dimana Bavaria dan
Austria (pemerintahannya dipimpin oleh Jesuit Seipel) akan mempunyai peranan
yang menonjol. Bavaria harus dipisahkan dari Republik Jerman Weimar.

Tetapi kesempatan untuk mewujudkan federasi ini semakin kecil, sewaktu
Monseigneur pacelli menyadari kelemahan Republik Jerman, yaitu kurangnya
dukungan. Rencana pun dimodifikasi.

"Hegemoni Prussia Protestan harus dihindari dan pada saat jerman mendominasi
Eropa -untuk mencegah federalisme orang Jerman- seorang "Reich" harus
dibentuk kembali dimana Katoliklah yang menjadi tuannya".

Para Katolik adalah para tuannya Nazi Jerman yang melaksanakan
prinsip-prinsip kepausan. Gereja Roma merasa berhak untuk memusnahkan siapa
saja, baik dengan cara lambat atau cepat, yang menghalanginya, yaitu
orang-orang liberal dan kaum Yahudi, dikirim ke Auschwitz, Dochau, Belsen,
Buchenwald dan kamp-kamp kematian lainnya.

Vatikan sendiri cuci tangan terhadap kekejaman ini, seperti yang dinyatakan
oleh Pius XII kepada Dr.Nerin F. Gun, jurnalis Swiss yang mempertanyakan
mengapa paus tidak menolong orang-orang malang tersebut: "Kami mengetahui
bahwa, karena asalan politik, adanya pembunuhan kejam terjadi di Jerman,
tetapi kami tidak pernah diinformasikan seperti apa penindasan Nazi yang
tidak berperikemanusiaan itu".

Tahta Suci diketahui terlibat dalam pendeportasian 528 misionaris Protestan
dari penjara, oleh orang-orang Jepang, di Kepulauan Pasifik dan diasingkan
ke kamp-kamp konsentrasi di Filipina. Cukup banyak bukti yang menyatakan
keterlibatan Gereja Roma dalam hal-hal yang dilakukan Oustachi, Nazi,
pemusnahan kaum Ortodoks dan bangsa Yahudi. Gereja Roma tidak pernah
mengakui bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Tangan mereka
berlumuran darah ratusan juta umat manusia yang mereka bantai.


412. Tahun 1933. Kembali Bung Karno ditangkap oleh Belanda. Bung Karno
kemudian dibuang ke Ende, Flores dan 4 tahun kemudian dipindahkan ke
Bengkulu.


413. Tahun 1934. Di Kroasia, muncul organisasi teroris bernama Oustachis
(Ustasha) yang dipimpin oleh Pavelitch, seorang yang haus darah dan juga
dijuluki "Pembunuh yang menggunakan nama Tuhan". Oustachis terkenal di
kalangan masyarakat Prancis karena telah membunuh Raja Alexander I dari
Yugoslavia dan menteri luar negeri Prancis Louis Barthou, tahun 1934.


414. Masih tentang NAZI, USTASHI dan kebiadaban Kristen.

Bertentangan dengan klaim mereka hari ini, rejim fasis di Eropa dari 1920
sampai 1940an telah secara luas didukung oleh mayoritas orang Kristen,
mencakup Nazi yang memerintah di Jerman. Contoh lain adalah Fasisme Italia
di bawah Mussolini, peraturan tentang agama oleh Dikator Katolik Spanyol
Franco (dan sebuah yang seupa lagi di Portugal), aturan Clerofascist dari
rejim Tiso di Slovakia, dan organisasi rejim Ustasha di Croatia, bagian
dari Yugoslavia.

15 November 1933: Lebih dari seribu agamawan, biarawati Lutheran, bertemu
dibawah lambang swastika NAZI. Uskup Berlin di dalam pidato nya: "Ijinkan
saya untuk untuk membandingkan para saudari kita dengan SA!" (sebuah
organisasi paramiliter pendudukan NAZI).

September 1933: Diakon Protestan Jerman bertemu di Hamburg untuk merayakan
perkumpulan mereka. Seorang Pastor Protestan menunjuk temannya di dalam
sebuah pidato berjudul Deaconry ketika serangan:

Semua ini adalah diakon Protestan: Melayani dan berjuang. Kita menyambut
kamu semua sebagai AS dari Yesus Kristus dan SS dari Gereja, kamu yang
berani... (pejuang) tentang kebutuhan, kesengsaraan, kelalaian dan
keputus-asaan.

Pada tahun 1939, mayoritas Kejahatan Nazi telah dilakukan. Orang-orang
Komunis, demokrat, homoseks, dan lain-lain telah dimasukan ke dalam
kamp-kamp konsentrasi, orang-orang anti-Yahudi telah berhasil membuat hukum
Nuremberg diperkenalkan pada 1935. Bahkan mereka dalam jangka waktu panjang
telah menutup mata mereka atas kejahatan Nazi. Setelah "Kristallnacht" pada
November 1938, suatu pembunuhan berencana publik yang dilakukan pemerintah
terhadap Yahudi terjadi dimana ribuan dibunuh di jalan-jalan, telah
berlangsung. angkatan perang Jerman telah "secara damai" menganeksasi
Austria di awal 1938, dan -lebih sedikit dengan damai- Negeri Cekoslovakia
yang diserbu di pada Maret 1939.

Setelah pasukan Jerman telah menduduki bagian dari wilayah Yugoslavia pada
pertengahan PD II, sebuah tentara Katolik fanatik di bawah pimpinan mereka
Ante Paveliç mengambil alih di Croatia yang berdekatan. Kristen pemberontak
ini menyebut diri mereka Ustashi. Dalam hanya beberapa minggu mereka
membentuk sebuah rejim teror yang mana menyaingi Nazi versi Jerman. SEMUA
AGAMA kecuali Katolik Roma dianiaya, kebanyakan dari pengikut mereka
dikumpulkan di kamp konsentrasi.

Di antara korban dari fanatik Kristen Ustashi adalah Yahudi dan orang Islam,
tapi kebanyakan korban, diperkirakan antara 300.000 sampai 600.000 orang,
adalah Kaum ortodox Kristen Serbian. Kebanyakan korban telah dibunuh,
ditikam, atau ditembak. Kaum ortodox Serbia Ini telah dicincang sampai mati
dengan sebuah kampak. Orang-orang yang lain dibunuh dengan pisau khusus, dan
salah satu biarawan Fransiskan -yang pada saat itu menggunakan senjata
mesin- telah membunuh lebih dari seribu orang dalam satu malam.

Setelah jelas NAZI Jerman dan aliasnsi mereka kalah pada PD II, usaha kalut
dikerjakan untuk membersihkan semua jejak perbuatan mengerikan mereka.


Bersambung .....

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Khalifah on Wed May 19, 2010 6:41 am

415. Tahun 1935-1940. Pemerintahan diktator bermunculan di Amerika Latin.
Semua diktator-diktator tersebut adalah penyembah Yesus alias pemeluk
Kristen, khususnya Katolik. Tapi saya tidak akan menyebutkan biografi dan
deskripsi mereka Katolik-katolik biadab itu satu per satu, karena akan
menjadikan posting kali ini menjadi semakin panjang. Biarlah rekan-rekan
Kristiani disini mencarinya sendiri, jadi biar kalian jadi lebih pinteran
sedikit lah, jangan saya suapi terus fakta-fakta kebiadaban mereka sendiri
ini.


416. Tahun 1935-1942. Italia menyerang dan menaklukan Ethiopia. Negara
jajahan Italia lainnya adalah Libya dan Somalia. Semuanya berpenduduk
mayoritas Islam. Orang-orang Kristen memang sudah "kecanduan" untuk
membantai dan menjajah umat Islam.


417. Pada kurun waktu yang sama Jerman juga menyerbu negara-negara
tetangganya, sehingga menyebabkan meletusnya Perang Dunia II.

Nazi pertama-tama mencaplok Sudetenland, dengan bantuan Partai Sosial
Kristen dan Republik tersebut pun terbagi. Tetapi Hitler berkeinginan untuk
mencaplok Slovakia dan berkuasa penuh atasnya. Hal ini tidak terlalu sulit
bagi Hitler karena sebagian besar pemimpin politik Slovakia adalah pengikut
Katolik, termasuk seorang pastor bernama Hlinka (seorang Jesuit).

Kita mengetahui, berdasarkan Kanon (hukum dalam lembaga Katolik), tidak
seorang pastor pun bisa mempunyai kedudukan baik di publik maupun di dunia
politik tanpa persetujuan Tahta Suci. Jadi karena persetujuan Tahta Sucilah,
seorang pastor dapat mempunyai kedudukan dalam parlemen Cekoslowakia.

Negara-negara jajahan Jerman: Austria, Nauru, Samoa Barat dan Kepulauan
Solomon. Dalam Perang Dunia II ini Jerman juga menduduki Polandia, Prancis,
Belanda, Belgia dll.


418. Tahun 1936. Petualangan Jenderal Franco di Spanyol dimulai pada
pertengahan Juli 1936. Sebelumnya pada tanggal 21 Maret 1934, Pakta Roma
ditandatangani antara Mussolini dan para kepala partai pembangkang di
Spanyol, salah satunya adalah M. Goicoechea, ketua "Renovacian Espanola".
Berdasarkan pakta ini, partai fasis Italia mensuplai para pemberontak dengan
uang, material perang, senjata, aviasi dan 'tenaga sukarela'.

18 Juli 1936, perang saudara di Spanyol meletus antara kelompok kanan
melawan pemerintahan yang beraliran sosialis. Perang itu dimulai setelah
Jenderal Franco menyerukan seluruh tentara Spanyol untuk bergabung
menggulingkan pemerintahan Spanyol saat itu. Jerman dan Italia mendukung
Franco dengan pesawat, tank, dan persenjataan, sedangkan Uni Soviet
mendukung pemerintah dan kelompok sosialis.

Pada bulan Januari 1939, ibu kota Spanyol, Barcelona, berhasil direbut
pasukan pemberontak dan tak lama kemudian, seluruh Spanyol jatuh ke tangan
mereka. Pada tanggal 28 Maret 1939, perang berakhir dengan menyerahnya kubu
pemerintah, atau yang disebut juga sebagai kubu Republik. Perang ini
mengorbankan lebih dari sejuta nyawa dan Jenderal Franco berkuasa di Spanyol
dengan tangan besi sampai ia meninggal pada tanggal 20 November 1975.
Jendral Katolik biadab ini tangannya berlumuran darah ribuan orang yang
telah dibantainya, selama berkuasa dalam pemerintahan fasis Spanyol.

Bagi Vatikan, orang yang beriman harus menghargai pemerintah yang sah, maka
dia menekan Spanyol dengan ancaman-ancaman. Paus bahkan memproklamirkan
perang spiritual antara Tahta Suci dan Madrid, yang kemudian dikembangkan
menjadi perang sipil. Vatikan bahkan mengakui pemerintahan Franco pada
tanggal 3 Agustus 1937, 20 bulan sebelum perang sipil berakhir. Ini
membuktikan betapa eratnya hubungan antara Jendral Franco dengan Gereja
Katolik.


419. Tahun 1937. Pius XI, dibawah tekanan dunia, "mengecam" teori rasial
yang bertentangan dengan doktrin-doktrin prinsip Katolik. Rasialis Nazi
dikecam, tetapi tidak mengecam Hitler. Di Jerman, "salib Kristus" dan
swastika bekerja sama, sementara itu Benito Mussolini menaklukkan Ethiopia,
dengan berkat dari Bapa yang Kudus. Kepausan tidak mengecam politik
Mussolini dan membiarkan para biarawan Italia bebas bekerjasama dengan
pemerintah Fasis.


420. 29 Desember 1937, perjanjian yang mengakui kemerdekaan Republik
Irlandia, ditandatangani oleh pemimpin Irlandia Selatan dan pemerintah
Inggris. Namun, dengan alasan tengah berlangsungnya Perang Dunia Kedua,
Inggris tidak melaksanakan isi perjanjian tersebut.

Setelah perang berakhir, pada tahun 1949, rakyat Irlandia selatan yang
mayoritas Katolik, mengumumkan secara resmi kemerdekaannya dari Inggris.
Kemerdekaan ini berhasil dicapai setelah rakyat Irlandia selama delapan abad
berjuang melawan Inggris.

Enam provinsi di Irlandia utara yang mayoritasnya umat Protestan
pro-Inggris, menolak bergabung dengan Republik Irlandia karena ingin tetap
bersatu di bawah pemerintahan Inggris. Oleh karena itu, hingga kini di
Irlandia utara masih terus berlangsung perang saudara antara kaum Katolik
minoritas yang menghendaki kemerdekaan dan penggabungan dengan Republik
Irlandia, melawan kaum Protestan dan pemerintahan Inggris.


421. 12 Maret 1938. Tentara NAZI Jerman masuk ke Austria. Para Jesuit telah
mempersiapkan Perang Dunia II secara rahasia dan Hitler adalah mesin perang
yang dibentuk dan dibiayai oleh Vatikan untuk menaklukkan dunia demi
KeKatolikan Roma. Hitler, Mussolini, dan Franco merupakan pahlawan bagi iman
Katolik Roma.

Mereka dirancang untuk menang dan menaklukkan dunia, dan membentuk kerajaan
seribu tahun bagi Paus. Di belakang layar, para Jesuit mengatur Gestapo.
Semuanya ini didokumentasikan dalam buku The Secret History of The Jesuits,
diterbitkan oleh Chick Publications.

Pada 12 Maret 1938, Hitler dan tentaranya memasuki Austria dan menganeksasi
negara itu. Pada awal tahun 1938, warga Austria pendukung Nazi melakukan
konspirasi untuk menggulingkan pemerintah dan menyatukan Austria dengan Nazi
Jerman. Kanselir Austria saat itu, Kurt von Schuschnigg, ketika mengetahui
adanya konspirasi tersebut, menemui Hitler dengan harapan bisa menyelamatkan
kemerdekaan bangsanya.

Namun, Hitler malah memaksa Kanselir Austria untuk mengangkat beberapa tokoh
Nazi Austria di dalam kabinetnya. Pada tanggal 11 Maret, Kanselir Austria
dipaksa untuk mengundurkan diri dan dipaksa untuk menyampaikan pidato kepada
rakyatnya agar tidak melawan kedatangan pasukan Nazi. Keesokan harinya,
Hitler dan pasukan Nazi datang ke Austria dan dia mengangkat pemerintahan
baru yang pro-Nazi. Austria menjadi sebuah negara bagian Jerman hingga
Perang Dunia II berakhir.

Pada tanggal 13 April tahun 1945, pada bulan-bulan terakhir era Perang Dunia
II, Austria diduduki oleh pasukan Sekutu. Sebelum PD II, Austria adalah
negara independen, namun menjelang dimulainya perang, Hitler mencaplok
Autria dan menajdikannya sebagai bagian dari wilayah Jerman. Dengan demikian
tentara Austria pun terjun ke medan perang untuk membela Jerman.

Setelah kekalahan Jerman dalam perang, Tentara Merah Soviet menduduki ibu
kota Austria, Wina, sementara tentara AS menginvasi Austria melalui Bavaria
dan tentara Inggris masuk ke negeri itu melalui Italia utara. Kemudian,
Austria dibagi menjadi lima bagian yang masing-masing dikuasai oleh sebuah
negara anggota blok Sekutu.

Sementara itu, kota Wina diperintah secara bersama oleh empat negara Sekutu.
Pada tahun 1946, Sekutu menyerahkan kemerdekaan Austria dan pada tahun 1955,
seluruh pasukan Sekutu keluar dari negara itu. Selama PD II, Austria
kehilangan 400.000 tentara dan sekitar 150.000 warga sipil.


422. 28 November 1912, Albania meraih kemerdekaanya. Jauh sebelum Masehi,
Albania telah menjadi negara independen. Namun, setelah terbentuknya
kekaisaran Romawi, Albania menjadi bagian dari kekuasaan imperium ini. Pada
tahun 1501, seiring dengan meredupnya kekuatan imperium Rumawi, Albania
jatuh ke tangan Imperium Ottoman. Pada awal abad ke-20, kekuatan Ottoman
melemah dan terpaksa melepaskan wilayah kekuasaannya di Balkan. Tepat pada
tahun 1912, Albania meraih kemerdekaannya.

7 April tahun 1937, Italia memulai serangan besarnya ke Albania. Dua hari
sebelumnya, pihak militer Italia dan Jerman melakukan perundingan menyangkut
rencana serangan Roma ke Albania tersebut. Dalam perundingan yang dikenal
dengan "Perundingan Para Jenderal" itu, Jerman memberikan dukungannya kepada
Italia untuk menyerang Albania. Akhirnya, dengan dukungan 400 unit pesawat
tempur, 10.000 pasukan Italia menyerang Albania. Setelah bertahan selama
lima hari menghadapi gempuran hebat tentara Italia, Albania akhirnya
menyerah dan negara ini menjadi salah satu kawasan pendudukan Italia.

Para Fasis Italia kemudian mengagresi Albania pada Jumat Agung 1939, yang
tentunya merupakan keuntungan untuk Gereja, karena dari 1 juta penduduk
Albania ada 68% Muslim, 20% Ortodoks Yunani dan hanya 12% Katolik Roma. Dari
sudut pandang politik, aneksasi suatu negara oleh sebuah kekuatan Katolik
dapat meningkatkan posisi Gereja dan menyenangkan Vatikan. Apa yang telah
dilakukan di Italia dan Jerman, juga dilakukan di Spanyol.

Albania merupakan satu-satunya negara Eropa yang penduduk muslimnya
mayoritas. Negara ini terletak di semenanjung Balkan dan berbatasan dengan
Yunani, Yugoslavia, dan Makedonia.


423. Tahun 1939. Tanggal 15 Maret 1939, Hitler mencaplok seluruh Bohemia dan
Moravia, dan membuat Republik Slovakia "dalam perlindungannya". Pada pucuk
pimpinan, dia menempatkan Monseigneur Tiso (Jesuit) yang berambisi untuk
menyatukan paham Katolik dan Nazi, karena keduanya mempunyai persamaan dan
keduanya bergandengan tangan untuk merubah dunia.

Regim Tiso di Slovakia berusaha menekan pengaruh seperlima populasi
Protestan ke tingkat paling minimum, dan bahkan berusaha untuk
melenyapkannya dengan mengirim para anggota berpengaruh Gereja Protestan ke
kamp-kamp konsentrasi. Terhadap orang-orang Yahudi, Tiso melakukan hal yang
sama. Tahun 1941, rombongan pertama orang Yahudi dari Slovakia dan Silesia
tiba di Auschwitz. Siapapun yang tidak bisa bekerja dengan baik dikirim ke
kamar gas. Kesaksian ini ditulis oleh Lord Russell dari Liverpool, konselor
hukum pada pengadilan penjahat perang.

Setelah perang dunia II berakhir, Tiso diserahkan oleh Amerika Serikat
kepada Cekoslowakia, dan diputuskan hukuman mati untuknya tahun 1946. Dia
dihukum gantung.


424. 28 Maret 1939, kelompok pro-monarki Spanyol di bawah pimpinan Jenderal
Fransisco Franco berhasil mengalahkan kelompok pro-republik yang sempat
berkuasa beberapa tahun di negeri matador itu. Kemenangan kelompok
pro-monarki itu ditandai dengan jatuhnya Madrid, ibu kota Spanyol, ke tangan
mereka. Kemenangan jenderal Franco ini mengembalikan sistem kerajaan di
Spanyol sekaligus mengawali masa panjang diktatorisme di negara itu.

Sebelumnya, kelompok pro-republik menguasai Spanyol ketika mereka berhasil
memaksa Raja Alfonso XIII mengundurkan diri dari jabatannya sebagai raja.
Akan tetapi, masa kekuasaan kaum republikan ini berbarengan dengan krisis
keamanan dalam negeri Spanyol. Hal inilah yang mendorong Jenderal Franco
untuk tampil memimpin kelompok militer merebut kekuasaan dengan dalih untuk
mengembalikan situasi keamanan di Spanyol.

Saat itu, Jenderal Franco mendapatkan bantuan dari Nazi Jerman dan Fasis
Italia. Kelompok republikan sendiri mendapatkan bantuan dari negara-negara
sekutu. Akhirnya, perang saudara berakhir dengan kemenangan Jenderal Franco
yang kemudian mengangkat dirinya sebagai penguasa Spanyol. Franco berkuasa
dengan menggunakan politik tangan besi di Spanyol selama 36 tahun.


425. 1 September 1939. Pagi-pagi buta, Komando Tertinggi Jerman mengeluarkan
perintah harian yang berbunyi: "Saat penuh cobaan telah tiba. Tatkala semua
upaya lain telah habis, maka senjatalah yang harus memutuskan. Kami memasuki
pertempuran ini dengan menyadari bahwa keadilanlah yang menuntun kami. Kami
percaya akan Fuehrer, pemimpin kami. Maju, BERSAMA TUHAN, demi Jerman."

Saya sengaja menulis kata-kata "bersama Tuhan" diatas dengan huruf kapital,
adalah untuk menunjukkan bahwa erat sekali kaitan antara motivasi agama
-dalam hal ini Katolik- dengan ambisi-ambisi NAZI.

1 September 1939, dengan serangan tentara Nazi Jerman ke Polandia, Perang
Dunia Kedua dimulai. Hitler dalam masa kekuasaannya di Jerman, dengan
memanfaatkan nasionalisme rakyatnya yang kalah dalam Perang Dunia Pertama,
telah memperkuat pasukan dan persenjataan negara ini.

Tiga minggu kemudian, tepatnya tanggal 24 September tahun 1939, dimulailah
pengeboman besar-besaran di Warsawa, Polandia, oleh pasawat-pesawat Jerman.
Pengeboman ini dilakukan pada awal Perang Dunia Kedua dan terjadi selama
tiga hari. Setelah melakukan perlawanan hebat, rakyat Warsawa akhirnya
menyerah kepada Jerman. Hitler telah memerintahkan kepada pasukan Nazi agar
dengan cara apapun, kota ini harus ditaklukkan. Dalam pengeboman ini, lebih
dari 15 ribu rakyat Warsawa tewas.

Hitler menjustifikasi aksi perluasan kekuasaannya dengan bersandar kepada
pemikiran rasialismenya. Dalam waktu singkat, tentara Jerman berhasil
menguasai sebagian besar kawasan eropa dan sebagian utara Afrika. Sementara
itu, Italia dan Jepang, dua sekutu Jerman dalam Perang Dunia Kedua, juga
menguasai wilayah lain di Afrika dan Asia.

Namun, sejak awal tahun 1943, setelah tentara Jerman menghadapi pelawanan
kuat rakyat Soviet, mereka mulai mengalami kekalahan beruntun sampai
akhirnya menyerah tanpa syarat di bulan Mei 1945. Jepang masih meneruskan
peperangan yang juga berakhir dengan penyerahan tanpa syarat setelah kota
Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika pada bulan Agustus 1945. Perang
Dunia Kedua ini telah menyebabkan lebih dari 40 juta orang tewas terbunuh
dan mengakibatkan kerugian milyaran dolar di berbagai negara.


426. Tahun 1940. Belgia juga dikuasai oleh Kekatolikan. Persiapan-persiapan
dilakukan untuk menyongsong invasi yang dilakukan oleh pasukan Fuhrer
(Hitler). Dengan dalih pembaharuan spiritual, injil Fasis Hitler disebarkan
oleh Monseigneur Picard (seorang Jesuit), Pastor Arendt, seorang Jesuit,
pastor Foucart, seorang Jesuit, dll. Seorang anak muda Belgia menyatakan
bahwa para pemuda terobsesi dengan Fasisme.

Moseigneur Picaard mengatakan bahwa Mussolini adalah seorang yang jenius.
Bersama 300 orang murid lainnya, dia pergi ke Italia, setiap orang, dalam
perjalanan pulang ke rumah masing-masing memberi hormat dengan gaya Roma,
dan menyanyikan Giovinezza.

Pada tanggal 28 Mei 1940, pada awal Perang Dunia Kedua, Belgia yang
sebelumnya telah memproklamirkan diri sebagai pihak yang netral, diinvasi
oleh tentara Nazi Jerman. Setelah tentara Belgia dengan dukungan Inggris
berjuang melawan Jerman selama 18 hari, Raja Leopold III memutuskan untuk
menghentikan perang. Keputusan ini ditentang oleh rakyat Belgia dan
menimbulkan ketidaksukaan rakyat terhadap Raja Leopold III. Pada tahun 1951,
Raja Leopold III secara resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai raja.

Pada tanggal 29 Mei 1940, sehari setelah penundukan Belgia, Kardinal van
Roey menyatakan bahwa invasi Hitler ke Belgia merupakan hadiah dari surga.
Tetapi tampaknya Hitler hanyalah sebuah alat yang dipakai untuk menghukum
masyarakat Belgia. Propaganda yang dilakukan Hitler sepenuhnya didukung oleh
Tahta Suci sesuai dengan surat yang dikirimkan Pius XI kepada seknegnya
Kardinal Gaspari tanggal 26 Juni 1923.


427. Tahun 1940. Orang-orang Kristen non Katolik di Krosia (bagian dari
Yugoslavia yang mayoritas beragama Katolik) hanya diberi dua pilihan: pindah
menjadi penganut agama Katolik atau mati. Gedung-gedung gereja mereka
ditutup, dokumen-dokumen jemaat dimusnahkan, gedung-gedung yang masih
berhubungan dengan kegiatan gereja dibakar habis.

Sering kali para umat Ortodoks ditangkap sewaktu mereka beribadat, dan
disekap dalam gerejanya atau dalam aula-aula gereja sambil menunggu nasib
mereka ditentukan: dipaksa pindah agama, dikirim ke kamp konsentrasi atau
dieksekusi. Orang-orang yang selamat, biasanya hanya sedikit, akhirnya
menggantung nasibnya kepada para Komandan Ustachi dan para padri Katolik
yang bersama mereka."

"Pembunuhan massal dilakukan dengan membunuh secara orang per orang,
kebanyakan terjadi di daerah pinggiran kota. Para Ustachi sering menggunakan
senjata-senjata primitif, seperti garpu, sekop, palu dan gergaji, untuk
menyiksa korban-korban mereka tergantung dari hukuman yang diberikan. Mereka
mematahkan kaki, menguliti tubuh dan janggut korbannya, membuat buta
korbannya dengan mengiris mata mereka dan bahkan mengeluarkan bola matanya."

Informasi ini direkam dalam bentuk gambar dan kesaksian tersumpah para
korban yang selamat. Mereka tidak membedakan antara anak-anak atau wanita.
Sebagai contoh: 'Di desa-desa antara Vlasenica dan Kladani tentara Nazi
menemukan anak-anak yang disalib oleh Ustachi. Para pastor Katolik
mendalangi pembunuhan anak-anak tersebut.’

Seorang pastor Katolik bernama Juric berkata, "Saat ini bukan merupakan
suatu dosa jika membunuh anak berusia tujuh tahun kalau anak tersebut
ternyata menghalangi gerakan Ustachi." [Dari buku Teror Katolik Saat Ini
(Catholic Terror Today) oleh Avro Manhattan]


428. Tahun 1941. Oustachis (Militan Katolik Kroasia) disewa oleh Mussolini
untuk membantu Italia di pantai Adriatik. Tahun 1941, Hitler dan Mussolini
menginvasi dan memecah Yugoslavia. Pavelitch
dijadikan pemimpin "Negara Merdeka Kroasia".

Tanggal 18 Mei 1941, Paus Pius XII menerima Pavelitch beserta
rekan-rekannya. Pada hari itu juga, pembunuhan besar-besaran terhadap kaum
Ortodoks Kroasia mencapai puncaknya, mereka dipaksa menganut paham Katolik.
Para Oustachis juga memburu kaum minoritas Serbia. Andrija Artukovic adalah
perancang utama dari pembunuhan besar-besaran tersebut.


429. Tanggal 22 Juli 1941, Pius XII menerima kunjungan 100 anggota "Croation
Security Police" (Polisi Keamanan Kroasia) pimpinan Eugen Kvaternik-Dido,
kepala polisi Zagreb. Grup ini adalah bagian dari S.S. Kroasia yang bertugas
menjemput dan menyiksa para terhukum di kamp-kamp konsentrasi.
Kvaternik-Dido adalah seorang penjahat besar, sehingga membuat ibunya bunuh
diri karena putus asa melihat anaknya.


430. 2 Mei tahun 1941, dimulailah perang antara Irak dan Inggris. Alasan
utama terjadinya peperangan ini adalah berlanjutnya penguasaan Kristen
Inggris terhadap ladang-ladang minyak milik Irak dan besarnya campur tangan
yang dilakukan Inggris dalam urusan dalam negeri Irak.

Pendudukan Inggris di Irak dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia Pertama
yang mengakibatkan kekalahan Imperium Ottoman sehingga wilayah kekuasaannya,
di antaranya Irak, dibagi-bagi oleh negara-negara pemenang perang.

Inggris kemudian mengangkat Amir Feisal, putra Husain, penguasa Mekah,
sebagai raja di Irak. Namun, secara bertahap partai-partai politik di Irak
mulai bangkit dan berusaha untuk meraih kemerdekaan Irak.

Rashid Ali Gilani, salah seorang pejuang kemerdekaan Irak, memimpin perang
melawan Inggris dengan mengharapkan dukungan dari Jerman. Namun, bantuan
dari Jerman tak kunjung sampai, sehingga pejuang Irak terpaksa menelan
kekalahan dan Inggris kembali menduduki Irak. Sementara itu, Rashid Ali
sendiri melarikan diri ke luar negeri.


Bersambung .....

Khalifah
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 597
Reputation: 31
Points: 2535
Registration date: 2009-12-25

View user profile http://www.facebook.com/home.php?filter=app_2915120374#!/profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by paulus on Wed May 19, 2010 10:24 am

Mudah2an setelah penjelasan yg panjang lebar ini membuka hati kebenaran kaum kafir
jadi ga akan lagi ada fitnah ttg Islam yang di katakan haus darah Smile

kalo toh juga tetap ngeyel ya hanya membuktikan kembali kata2 dalam ayat QURAN
bahwa kaum kafir itu tidak ubahnya seperti orang yg buta,tuli dan bisu

paulus
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 2496
Age: 34
Location: sekitar israel
Reputation: 35
Points: 4679
Registration date: 2010-01-11

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by rein on Sun Sep 12, 2010 8:31 pm

bos....
jangan salah kapra nih...
dicerita bos yang bilang kristen juga melakukan denagn cara membunuh.. yang melakukan hal tersebut manusia bos..
bukan nabi,,,
nabi kita tak mengajarkan kita tuk membunuh,,,!!!
sedangkan nabi kalian mengajarkan tuk membunuh..!!!
kalo seandainya TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan kita tuk membunuh,,,,!!!
skarang ini juga aku bersiap tuk membunuh siapapun manusia itu jika dia melakukan kesalahn kepadaku sedikit saja..!!!
dan mungkin juga..!!! saya dapat menyatakan kalo TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan membunuh.. berarti TUHAN tersebut masih lebih baik HATINYA MANUSIA dibanding HATI TUHAN yang mengajarkan pembunuhan terhadap manusia...!!!
lagian kalo seandainya nabi muhammad melakukan pembunuhan hanya karna nabi muhammad tidak mau saudara dan umatnya ditindas berarti nabi muhammad tidak percaya akan penyelamatan dan pertolongan ALLAH akan kehidupan dan keluarga serta pengikutnya,,,...!
jika nabi muhammad atau pengikutnya ingin menyebarkan agama islam... mengapa tidak dengan dakwah.. melainkan pembunuhan kekerasan dan terorisme...!!

ISLAM ITU INDAH JIKA TRADISI MEMBUNUH DAN KEKERASAN DALAM ISLAM ITU DIHILANGKAN...!!!

rein

Number of posts: 2
Reputation: 0
Points: 1506
Registration date: 2010-09-12

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by f4lcon16 on Mon Sep 13, 2010 2:49 am

rein wrote:bos....
jangan salah kapra nih...
dicerita bos yang bilang kristen juga melakukan denagn cara membunuh.. yang melakukan hal tersebut manusia bos..
bukan nabi,,,
nabi kita tak mengajarkan kita tuk membunuh,,,!!!
sedangkan nabi kalian mengajarkan tuk membunuh..!!!
kalo seandainya TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan kita tuk membunuh,,,,!!!
skarang ini juga aku bersiap tuk membunuh siapapun manusia itu jika dia melakukan kesalahn kepadaku sedikit saja..!!!
dan mungkin juga..!!! saya dapat menyatakan kalo TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan membunuh.. berarti TUHAN tersebut masih lebih baik HATINYA MANUSIA dibanding HATI TUHAN yang mengajarkan pembunuhan terhadap manusia...!!!
lagian kalo seandainya nabi muhammad melakukan pembunuhan hanya karna nabi muhammad tidak mau saudara dan umatnya ditindas berarti nabi muhammad tidak percaya akan penyelamatan dan pertolongan ALLAH akan kehidupan dan keluarga serta pengikutnya,,,...!
jika nabi muhammad atau pengikutnya ingin menyebarkan agama islam... mengapa tidak dengan dakwah.. melainkan pembunuhan kekerasan dan terorisme...!!

ISLAM ITU INDAH JIKA TRADISI MEMBUNUH DAN KEKERASAN DALAM ISLAM ITU DIHILANGKAN...!!!

Ini Orang Bego Banget Yak ??

Apa Nggak Pernah Baca Alkitab ???

Bener Deh Kata orang.....Orang kristen itu Sudah Mau Masuk Jurang Sambil Loncat.........Nggak merasa Kalau Semakin tersesat...........

f4lcon16
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Male
Number of posts: 98
Reputation: 7
Points: 1687
Registration date: 2010-07-25

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by answering-ff on Mon Sep 13, 2010 3:08 am

rein wrote:bos....
jangan salah kapra nih...
dicerita bos yang bilang kristen juga melakukan denagn cara membunuh.. yang melakukan hal tersebut manusia bos..
bukan nabi,,,
nabi kita tak mengajarkan kita tuk membunuh,,,!!!
sedangkan nabi kalian mengajarkan tuk membunuh..!!!
kalo seandainya TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan kita tuk membunuh,,,,!!!
skarang ini juga aku bersiap tuk membunuh siapapun manusia itu jika dia melakukan kesalahn kepadaku sedikit saja..!!!
dan mungkin juga..!!! saya dapat menyatakan kalo TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan membunuh.. berarti TUHAN tersebut masih lebih baik HATINYA MANUSIA dibanding HATI TUHAN yang mengajarkan pembunuhan terhadap manusia...!!!
lagian kalo seandainya nabi muhammad melakukan pembunuhan hanya karna nabi muhammad tidak mau saudara dan umatnya ditindas berarti nabi muhammad tidak percaya akan penyelamatan dan pertolongan ALLAH akan kehidupan dan keluarga serta pengikutnya,,,...!
jika nabi muhammad atau pengikutnya ingin menyebarkan agama islam... mengapa tidak dengan dakwah.. melainkan pembunuhan kekerasan dan terorisme...!!

ISLAM ITU INDAH JIKA TRADISI MEMBUNUH DAN KEKERASAN DALAM ISLAM ITU DIHILANGKAN...!!!

loe ini dah baca-baca alkitab belum sih?

ayat-ayat alkitab pada bertaburan God nyuruh bunuh orang loe malah berlagak bego n culun???????????????

hhhhh... gaul dikit donk ma alkitab ente...
maloe gw ma yesus atu...... hhhhh

_________________
"Kafir sadar, kafir diem, kafir nglawan, kafir kedalam, kafir keluar, kafir kelompok, kafir tahu, kafir nubuat, kafir penutup, kafir terakhir "

answering-ff
MUSLIM
MUSLIM

Number of posts: 3333
Location: ruang humor
Humor: "gile ada yang ngrampok baju gw, Tuhan elu", kata Yesus
Reputation: 10
Points: 5444
Registration date: 2009-11-13

View user profile http://www.aboutkutukupret.tk

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by agoes on Mon Sep 13, 2010 6:52 am

rein wrote:bos....
jangan salah kapra nih...
dicerita bos yang bilang kristen juga melakukan denagn cara membunuh.. yang melakukan hal tersebut manusia bos..
bukan nabi,,,
nabi kita tak mengajarkan kita tuk membunuh,,,!!!
sedangkan nabi kalian mengajarkan tuk membunuh..!!!
kalo seandainya TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan kita tuk membunuh,,,,!!!
skarang ini juga aku bersiap tuk membunuh siapapun manusia itu jika dia melakukan kesalahn kepadaku sedikit saja..!!!
dan mungkin juga..!!! saya dapat menyatakan kalo TUHAN yang kita yakin hanya satu itu mengajarkan membunuh.. berarti TUHAN tersebut masih lebih baik HATINYA MANUSIA dibanding HATI TUHAN yang mengajarkan pembunuhan terhadap manusia...!!!
lagian kalo seandainya nabi muhammad melakukan pembunuhan hanya karna nabi muhammad tidak mau saudara dan umatnya ditindas berarti nabi muhammad tidak percaya akan penyelamatan dan pertolongan ALLAH akan kehidupan dan keluarga serta pengikutnya,,,...!
jika nabi muhammad atau pengikutnya ingin menyebarkan agama islam... mengapa tidak dengan dakwah.. melainkan pembunuhan kekerasan dan terorisme...!!

ISLAM ITU INDAH JIKA TRADISI MEMBUNUH DAN KEKERASAN DALAM ISLAM ITU DIHILANGKAN...!!!

Bantahan asal-asalan, baca dan belajar dulu sejarah Islam dan bagaimana kaum muslimin awal dianiaya dan harus membela diri...


agoes
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 123
Reputation: 12
Points: 1641
Registration date: 2010-09-13

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Jesus Cute on Mon Sep 13, 2010 7:03 am

si rein dagelan baruuuuu,,



nambah deh hiburan2 baru

_________________
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. [73:10]

Jesus Cute
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 131
Age: 26
Location: satu kost-an sama Yesus
Humor: preeeeethhh emmmmmhh brooothh
Reputation: 8
Points: 1645
Registration date: 2010-09-12

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by rein on Mon Sep 13, 2010 2:05 pm

ngapain harus belajar islam...
toh aku udah belajar islam dari kecil...
sejak lahirpun aku dilahirkan dari keluarga islam..
tapi ibuku berasal dari keluarga kristen...!!!
yang nggak pernah baca alkitab itu kalian...!!!
nabi isya mengatakan .. bahwa sesudah dia maka tidak akan ada lagi nabi setelah kematiannya..!!!
dan jika ada yang sedang menyebarkan agama allah kepada umat manusia setelah kematiannya.. maka orang tersebut adalah rasul bukan nabi..!!! jika dia menyatakan bahwa dia nabi... maka orang tersebut adalah nabi palsu..!!!
itulah sebabnya aku tak percaya pada nabi muhammad..!!!
yang menyatakan bahwa dirinya seorang nabi..!!! tapi kalo sebagai rasul aku percaya..!!!

saat ini juga saya dalam masa untuk mengajarkan kisah nabi muhamadd pada teman2ku di negara barat dan eropa..!!!
untuk jangan mempercayai nabi muhamad..!!! lewat logika logika yang ada..!!!
sebab nabi muhammad melanggar hukum taurat ALLAH yang diberikan lewat 2 loh batu kepada nabi MUSA digunung sinai..!!!
lagi pula nabi muhammad adalah keturunan budakk....!! ismail merupakan anak ibrahim lewat budak(HAGAR) yang diberikan oleh istrinya sarah..!!! hanya karena ketidak percayaannya ibrahim terhadap janji allah yang akan memberikan dia anak..!!!
dan dimana mana yang kita tau.. penerus dari kerajaan tahta ibrahim itu seharusnya diturunkan oleh anak pertama dari istri yang bukan budak..!!!

skali lagi...
kalo nabi muhamad percaya kepada allah... dia cukup meminta pertolongan kepada allah untuk menyelamatkan umatnya...
dan bukan dengan terorism...!!!!
bukti bahwa muhammad bukanlah nabi..!!!
tak ada satu pun nabi yang menceritakan kisahnya sendiri... semua kisah para nabi diceritakkan oleh pengikutnya.!!!
dan tidak mungkin jibril bertemu muhammad di goa hira..
setau saya goa adalah tempat para bersembunyi setan2 dan iblis..!!! karena goa tersebut tempatnya gelap..!!! dan gelap merupakan tempat yang identik dengan setan...!!! sangat tidak mungkin seorang malaikat bertemu dengan muhammad ditempat para setan...!!!

dan soal tradisi melempar batu disuatu tempat yang diceritakan bahwa muhammad bertemu dengan iblis lalu melempar batu kepada iblis untuk mengusir iblis tersebut..!!! aneh... kenapa harus dengan melempar batu..!!! apakah doa doa seperti ayat kursi, surat yasin dll.. tidak dapat membuat setan itu pergi...!!!

nabi muhammad adalah nabi palsu................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
nabi muhammab bukanlah nabi melainkan rasul...........!!!!!!!!!!!!!!


rein

Number of posts: 2
Reputation: 0
Points: 1506
Registration date: 2010-09-12

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by agoes on Mon Sep 13, 2010 2:39 pm

Dari pernyataan anda dapat diketahui bahwa ilmu Islam anda masih setengah-setengah. Kasihan teman anda yang belajar sama anda, akan bertmbah kesesatannya. Atau mungkin justru anda yang disesatkan oleh mereka...

agoes
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts: 123
Reputation: 12
Points: 1641
Registration date: 2010-09-13

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by Jesus Cute on Mon Sep 13, 2010 3:32 pm

biarin deh rein mau ngoceh apa..

Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. [18:05]

bisanya ngejudge padahal ilmunya seiprit.. sudah jelas ada kedustaan dalam post anda rein..

_________________
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. [73:10]

Jesus Cute
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 131
Age: 26
Location: satu kost-an sama Yesus
Humor: preeeeethhh emmmmmhh brooothh
Reputation: 8
Points: 1645
Registration date: 2010-09-12

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by admin. on Mon Sep 13, 2010 8:01 pm

ngikut lagi ah, 2 hari ga online karna si lappy kena virus, akhirnya online juga.....
cuma mo bilang... kaya nya banyak banget deh kristen disini yang ngaku dari islam...
haduuuuh bener kagak yak...

_________________
Salam sayang tuk muslim semua yang ada di forum ini...

admin.
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Female
Number of posts: 712
Location: Kandang Domba
Job/hobbies: Mengajarkan cinta kasih...
Humor: oh yes... oh no...
Reputation: 19
Points: 2340
Registration date: 2010-07-09

View user profile

Back to top Go down

Re: Agama Pembunuh (Terrorist)

Post by answering-ff on Tue Sep 14, 2010 4:23 am

rein wrote:ngapain harus belajar islam...
toh aku udah belajar islam dari kecil...
sejak lahirpun aku dilahirkan dari keluarga islam..
tapi ibuku berasal dari keluarga kristen...!!!
yang nggak pernah baca alkitab itu kalian...!!!
nabi isya mengatakan .. bahwa sesudah dia maka tidak akan ada lagi nabi setelah kematiannya..!!!
dan jika ada yang sedang menyebarkan agama allah kepada umat manusia setelah kematiannya.. maka orang tersebut adalah rasul bukan nabi..!!! jika dia menyatakan bahwa dia nabi... maka orang tersebut adalah nabi palsu..!!!
itulah sebabnya aku tak percaya pada nabi muhammad..!!!
yang menyatakan bahwa dirinya seorang nabi..!!! tapi kalo sebagai rasul aku percaya..!!!

saat ini juga saya dalam masa untuk mengajarkan kisah nabi muhamadd pada teman2ku di negara barat dan eropa..!!!
untuk jangan mempercayai nabi muhamad..!!! lewat logika logika yang ada..!!!
sebab nabi muhammad melanggar hukum taurat ALLAH yang diberikan lewat 2 loh batu kepada nabi MUSA digunung sinai..!!!
lagi pula nabi muhammad adalah keturunan budakk....!! ismail merupakan anak ibrahim lewat budak(HAGAR) yang diberikan oleh istrinya sarah..!!! hanya karena ketidak percayaannya ibrahim terhadap janji allah yang akan memberikan dia anak..!!!
dan dimana mana yang kita tau.. penerus dari kerajaan tahta ibrahim itu seharusnya diturunkan oleh anak pertama dari istri yang bukan budak..!!!

skali lagi...
kalo nabi muhamad percaya kepada allah... dia cukup meminta pertolongan kepada allah untuk menyelamatkan umatnya...
dan bukan dengan terorism...!!!!
bukti bahwa muhammad bukanlah nabi..!!!
tak ada satu pun nabi yang menceritakan kisahnya sendiri... semua kisah para nabi diceritakkan oleh pengikutnya.!!!
dan tidak mungkin jibril bertemu muhammad di goa hira..
setau saya goa adalah tempat para bersembunyi setan2 dan iblis..!!! karena goa tersebut tempatnya gelap..!!! dan gelap merupakan tempat yang identik dengan setan...!!! sangat tidak mungkin seorang malaikat bertemu dengan muhammad ditempat para setan...!!!

dan soal tradisi melempar batu disuatu tempat yang diceritakan bahwa muhammad bertemu dengan iblis lalu melempar batu kepada iblis untuk mengusir iblis tersebut..!!! aneh... kenapa harus dengan melempar batu..!!! apakah doa doa seperti ayat kursi, surat yasin dll.. tidak dapat membuat setan itu pergi...!!!

nabi muhammad adalah nabi palsu................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
nabi muhammab bukanlah nabi melainkan rasul...........!!!!!!!!!!!!!!


rein loe baca doloe ini:

http://www.reocities.com/noorullahwebsite/st1.html#Are Christians morally fit to criticize Muslims over the issue of terrorism

http://www.reocities.com/noorullahwebsite/st1.html

_________________
"Kafir sadar, kafir diem, kafir nglawan, kafir kedalam, kafir keluar, kafir kelompok, kafir tahu, kafir nubuat, kafir penutup, kafir terakhir "

answering-ff
MUSLIM
MUSLIM

Number of posts: 3333
Location: ruang humor
Humor: "gile ada yang ngrampok baju gw, Tuhan elu", kata Yesus
Reputation: 10
Points: 5444
Registration date: 2009-11-13

View user profile http://www.aboutkutukupret.tk

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum