MURTADIN_KAFIRUN

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 25 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 25 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 9:49 am
Rss feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Beda Pemahaman antara Alkitab dan Alquran

View previous topic View next topic Go down

Beda Pemahaman antara Alkitab dan Alquran

Post by i_gede_manuke on Thu Jan 01, 2009 1:02 pm

Beda Pemahaman antara Alkitab dan Alquran


Sebelum kita lebih jauh membahas tentang “ Kebingungan “ umat islam thd keimanan yang tertulis dalam Kitab Sucinya karena ketidak jelasan Al’quran dan menurut anda hanya menuls “Garis besar nya” saja dan ternyata garis besar yang dimaksud tidak menceritakan hal yang sebenarnya serta mengaburkan yang sudah jelas ….dan menyebabkan penyimpangan dari ajaran yang sesungguhnya. Maka terlebih dahulu kita fahami kontekstual dari masing-masing Kitab suci tersebut dan bagaimana perbedaan cara memandang antara Alkitab dan Al’quran.

Kita tidak bisa memandang satu kitab suci menurut persepsi masing-masing dlm hal ini menilai Alkitab menurut kaca mata dan penilain yg sama thd Al’quran, karena keduanya berbeda dalam hal cara penyampaian dan penulisannya.

Saya akan jelaskan secara singkat perbedaan kedua kitab tersebut dan bagaimana kita melihat keilahiannya.

ALKITAB

Adalah Kitab suci Umat Kristen yang terdiri dari Kitab Taurat, Kitab Para Nabi, Kitab Injil dan Surat dari Para Rasul Kristus. Proses pembetukan Alkitab memerlukan waktu yang sangat lama dan jumlah penulis ( Nabi dan Rasul ) yang cukup banyak. (yaitu jangka waktu 2.000 tahun dengan 40 penulis )
Awal mula manusia mengenal ajaran yang bersumber dari Pencipta ( Allah ) tidaklah seperti yang kita alami sekarang, tidak ada tulisan/tulisan atau buku atau literature lain yang menjadi patokan/hukum untuk ditaati.
Sejarah awal terbentuknya kitab suci Alkitab sangat berbeda jauh dengan Al’quran, dimana segala tulisan dalam Alkitab tidak hanya berisi Perintah, Larangan, Aturan, Hukum-Hukum yang Utama dari Allah tetapi juga berisi Sejarah satu bangsa (Bgs Israel), segala tata cara dan ketentuan dari bangsa tsb dalam beribadat, raja-raja dan kerajaan termasuk silsilah dan segala perbuatan manusia pada masa itu yang baik maupun buruk, bahkan segala tulisan yang “ Dianggap “ banyak orang tidak bermanfaat dan tidak mencerminkan kitab tersebut sebagai Kitab yang diilhami oleh Allah.
Walaupun Alkitab berisi banyak hal yang Penting maupun “ Anggapan “ orang tidak penting tetapi proses pembentukan dan penggunaan dari Kitab-Kitab tersebut sejak Zaman Musa sampai Sekarang tetapi dipakai sebagai satu pedoman menuju Allah yang benar.

Awal mula segala kisah yang tertulis sebelum terciptanya Tulisan dan bacaan yang dikenal manusia adalah bahwa segala firman baik perintah, larangan, penjelasan dan aturan yang Allah berikan kepada manusia merupakan HUKUM LISAN (Oral Law) yang tersiar dari mulut ke mulut.

Tradisi Hukum Lisan (Berupa Hukum, Legenda, Puisi ) terus dipelihara dan menjadi landasan/pedoman kehidupan manusia pd masa itu sampai akhirnya dipelihara dalam tulisan-tulisan dikemudian hari.

Proses ini memakan waktu cukup lama dan dipelihara,dihafalkan dan menjadi semacam dongeng atau legenda yang sudah mendarah daging dalam kepercayaan manusia pada masa itu ……era ini mungkin mencakup Zaman Adam dan keturunannya sampai Zaman Abraham dan segala firman dan ketentuan Allah hanya didasari oleh perkataan orang-orang secara lisan atau cerita, dongeng dsb. Dan tentu saja terus diajarkan dan diperdengarkan oleh mereka secara terus menurus kepada keturunan-keturunan mereka.

Ketika era Baca dan Tulis diperkenalkan dan menurut sejarah Alkitab, Kitab yang pertama dibuat yang berisi Hukum Taurat dalam bentuk literature adalah pada zaman Musa di mana mula-mula Allah memerintahkan Musa untuk menuliskan segala Hukum-Hukum Allah yang disebut Hukum Taurat dan dijadikan pedoman untuk kehidupan mereka.
Hal ini kita dpt baca dalam Alkitab “

Ulangan: 31:9. Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam bani Lewi, yang mengangkut tabut perjanjian TUHAN, dan kepada segala tua-tua Israel.
31:10 Dan Musa memerintahkan kepada mereka, demikian: "Pada akhir tujuh tahun, pada waktu yang telah ditetapkan dalam tahun penghapusan hutang, yakni hari raya Pondok Daun,
31:11 apabila seluruh orang Israel datang menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya, maka haruslah engkau membacakan hukum Taurat ini di depan seluruh orang Israel.
31:12 Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam di dalam tempatmu, supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini,
31:13 dan supaya anak-anak mereka, yang tidak mengetahuinya, dapat mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, --selama kamu hidup di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."

Penjelasan
Sejak dikenalnya Tulisan maka Hukum –Hukum Allah yg pada saat Musa disebutkan Hukum Taurat dan aturannya telah mulai ditulis oleh Musa dan hasil tulisan tersebut terus dipelihara dan disimpan di Bait Allah dan pada waktu-waktu tertentu (Seperti penjelasan pada Hari Pondok Daun yaitu setiap akhir dari tujuh tahun sekali) maka Kitab Taurat tersebut dibacakan didepan seluruh Bangsa Israel sebagai sarana untuk menarik manfaat, pengenalan dan pengingat bangsa tsb dan keturunannya dalam Takut akan Allah.

Sebelum dikenal tulisan maka kita bayangkan Firman Allah “HANYA” menjadi Hukum Lisan yang diperdengarkan layaknya suatu dongeng atau legenda saja seperti kisah Penciptaan, kisah Adam dan hawa, Kisah Abraham dan bangsa Israel dll ….dan setelah dikenal Tulisan pada masa Musa dan mulailah musa menuliskan dongeng atau legenda dari Hukum Lisan tersebut dan termasuk didalamnya Hukum Taurat……mengenai pembacaannya …...........itupun masih dibatasi untuk dibacakan setiap tujuh tahun sekali pada saat perayaan pondok daun kepada seluruh Umat Israel dan akhirnya pada Zaman Yesus Kitab-kitab tersebut dibacakan dalam pertemuan-pertemuan di sinagoga-sinagosa saja dan di rumah-rumah pertemuan ……..Bisa anda bayangkan bagaimana Manusia pada masa itu mengetahui segala aturan dan hukum yang bersumber dari Allah……sangat berbeda dengan sekarang.

Sehingga jika Kita menemukan perbedaan ataupun ketidak sesuaian penulisan dan mungkin dianggap kesalahan-kesalahan (Seperti anggapan Umat islam termasuk anda ) dalam Kitab suci yang kita baca sekarang……hal itu merupakan hasil dari proses yang panjang dan seleksi-seleksi yang dilakukan oleh Umat Allah pada masa itu yang diyakini dan dipercayai oleh mereka bersumber dari Allah melalui para Nabi-Nabinya dan dibacakan secara berkala dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadat. Dan oleh Manusia pada saat itu dikatakan sebagai Ucapan yang terilham dari Pencipta.

Seperti contoh dijelaskan dalam :

II Samuel: 23:1. Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel:23:2 Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku;

Penjelasan:
Perkataan dari Nabi dan Raja Daud yang pada masa itu diyakini oleh Umat Allah sebagai yang terilham dan bersumber dari Allah …..dan mereka tidak meragukannya.

Atau contoh dari penulisan Rasul Yohanes yang diyakini bersumber dari Allah melalui Yesus Kristus dalam penulisan Kitab Wahyu seperti yang dijelaskan :

Wahyu: 1:1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Bahkan Yesus sendiri mereferensikan kitab-kitab dalam Taurat sebagai landasan pengajaran nya bahkan pengajaran kepada Setan SiIblis sengan dikatakan “ Ada Tertulis “ :
Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Kesimpulan:
Keyakinan Umat Allah pada Zaman dahulu, sampai kepada Zaman Yesus dan akhirnya kepada Zaman sekarang adalah sama dan tidak berubah dan semua yang ditulis dalam Alkitab ( Perjanjian Lama dan Baru, Taurat dan Injil ) yang walaupun terdapat kitab-kitab yang secara langsung tidak bermanfaat bagi kita dizaman sekarang bahkan terlihat berbeda dan bertolak belakang , tetapi manfaat dan kegunaannya dapat diambil dari kitab-kitab terilham tsb.
Seperti yang dijalaskan dalam Alkitab manfaat dari penulisan-penulisan kitab tasb :

I Korintus 10:6. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
Dan 10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

II Timotius 1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

II Petrus 2:6 Sama juga halnya dengan kota Sodom dan Gomora: Allah memusnahkan kota-kota itu dengan api supaya menjadi contoh tentang apa yang akan terjadi dengan orang-orang yang jahat.

Oleh sebab itu cara memandang dari proses pembentukan, penyampaian ilham dan penulisan Alkitab sangat jauh berbeda dengan apa yang dipercaya oleh Umat Islam tentang Al’qurannya.

Saya akan menjelaskan perbedaan thd Al’quran yang oleh anda dianggap sebagai “KITAB DEWA“ yang dikatakan bersumber dari Allah langsung yang sempurna dan tanpa cacat.

AL’QURAN
Merupakan kitab Suci yang sangat diagungkan dan dianggap sebagai Buku Suci tanpa cacat dan cela, Keimanan Umat islam terhadap buku ini diyakini berdasarkan Proses penulisannya yang penuh kesan keilahian dan diyakini terpelihara dalam bentuk aslinya sampai sekarang…….Apakah memang demikian kenyataannya …..?
Proses penulisan Al’quran adalah proses layaknya seorang Direktur memerintahkan anak buahnya menuliskan apa yang diucapkan. Perintah ini langsung tertuang dalam tulisan setiap direktur tersebut berbicara .
Muhammad menerima wahyu dari Allahnya secara berkala dalam rentang waktu 23 tahun dan setiap penerimaan wahyu tersebut Muhammad memerintahkan untuk dicatatkan dalam serpihan-serpihan yang terpisah dan ditandai .

Bagaimana Proses itu berlangsung sesuai dengan ayat ayat 185 surah al-Baqarah, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)."

Dalam bulan ramadhan diturunkannya pertama kali Al’quran kepada Muhammad sebagai wahyu dari Allahnya, dan adapun Muhammad sebagai pribadi sentral , satu-satunya yang menerima wahyu tersebut mengalami banyak kejadian-kejadian yang aneh dan diluar nalar manusia seperti yang dikemukakan oleh :

Al-Harith bin Hisham bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu itu sampai padamu?" Beliau menjawab, "Kadang-kadang seperti bunyi lonceng, dan itu sesuatu paling dahsyat yang sampai pada saya, kemudian lenyap dan saya dapat mengulangi apa yang dikatakan. Kadang-kadang Malaikat hadir dalam jelmaan manusia dan berkata padaku dan saya dapat memahami apa yang dikatakan."( Al-Bukhari, Sahih, Ba'd al-Wahy: 1. ) dan ‘A'isha menuturkan, "Sungguh aku pernah melihat Nabi saat wahyu turun kepadanya di mana pada hari itu beliau merasa kedinginan sebelum wahyu berhenti dan dahinya penuh keringat."( Ibid, Bad' al-Wahy: 1)

Atau “ Ya'la pernah sekali bercerita pada `Umar tentang keinginannya melihat Nabi Muhammad menerima wahyu. Pada kesempatan lain ‘Umar memanggil dan ia menyaksikan Nabi Muhammad wajahnya kemerahan, bernapas sambil ngos-ngosan. Lalu tampak sembuh (dari gejala itu).'(21. Muslim, Sahih, Manasik: 6)

Kesimpulan:
Proses terbentuknya Al’quran yang dalam jangka waktu pendek dan hanya terpusat pada pribadi Muhammad sangat riskan akan kebenaran dan keabsahan atas berita tsb, terlebih menurut hadist-hadist yang mendukung terciptanya Al’quran diawali dengan kejadian-kejadian yang bersifat subjektif dan sulit dibuktikan kebenarannya. Karena proses tersebut tidak ada saksi yang secara langsung melihatnya termasuk penampakan-penampakan dari malaikat pemberita ilham tsb.




_________________
http://tech.groups.yahoo.com/group/Informasi_Teknologi/

i_gede_manuke
KAFIRUN
KAFIRUN

Number of posts: 181
Reputation: -3
Points: 1953
Registration date: 2008-12-24

View user profile

Back to top Go down

Re: Beda Pemahaman antara Alkitab dan Alquran

Post by i_gede_manuke on Thu Jan 01, 2009 1:02 pm

Dalam penulisan dan pembacaan Al’quran diyakini bahwa Muhammad telah berulang kali berguru ( Les Private ) kepada Malaikat Jibril dalam mengingat dan menghafalkan ayat-ayat Al’quran sebelum dituliskan kedalam serpihan-serpihan yang terpisah.
Dikatakan bahwa Malaikat Jibril secara berkala :


Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan agama kamu al-kitab dan al-hikmah.... ("Qur'an, 2: 151.)

"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasainya). Sesungguhnya atas tanggungan Kami mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya."( Qur'an, 75: 16-19 )

Penjelasan:
Muhammad diutus oleh Allahnya melalui malaikat Jibril untuk membacakan Al’quran dan menghapalkan melalui gerakan lidah agar dapat cepat menerima wahyu tersebut Muhammad melakukannya secara tergesa-gesa.
Walaupun tergesa-gesa, oleh Umat islam diyakini bahwa apa yang diucapkan Muhammad adalah sama persis dengan apa yang disampaikan malaikat Jibril tsb.
Apa buktinya : Ternyata secara berkala malaikat Jibril dan Muhammad saling silih berganti membacakan Al’quran. Dan dilakukan setahun sekali ( Keseluruhan Al’quran ) dan akhirnya pembacaan 2 kali sebelum kematian Muhammad.

Fatima berkata, "Nabi Muhammad memberitahukan kepadaku secara rahasia, Malaikat Jibril hadir membacakan Al-Qur'an padaku dan saya membacakannya sekali setahun. Hanya tahun ini la membacakan seluruh isi kandungan Al-Qur'an selama dua kali. Saya tidak berpikir lain kecuali, rasanya, masa kematian sudah semakin dekat."( Al-Bukhari, Sahih, Fada'il Al-Qur'an, : 7.)

Ibn ‘Abbas melaporkan bahwa Nabi Muhammad berjumpa dengan Malaikat Jibril setiap malam selama bulan Ramadan hingga akhir bulan, masing-masing membaca Al-Qur'an silih berganti.( Al-Bukhari, Sahih, Saum: 7)

Abu Huraira berkata bahwa Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril membaca Al-Qur'an bergantian tiap tahun, hanya pada tahun kematiannya mereka membaca bergantian dua kali. ( AlBukhari, Sahih, Fada'il Al-Qur'an : 7)

Ibn Mas'ud melaporkan serupa dengan di atas, dengan tambahan, "Manakala Nabi Muhammad dan Malikat Jibril selesai membacanya, lalu memberi giliran saya membaca untuk Nabi Muhammad dan beliau memberi penghargaan akan keindahan bacaan saya." (At_Tabari, at-Tafsir, i: 28. Sanadnya dianggap lemah)

Nabi Muhammad, Zaid bin Thabit, dan Ubayy bin Ka'b membaca secara bergiliran setelah sesi terakhir dengan Malaikat Jibril.( A. Jeffery (ed.), Muqaddimatan, hlm. 227) Nabi Muhammad juga membaca di depan Ubbay dua kali dalam tahun kematiannya. (Ibid, hlm.74; juga Tahir al-Jaza'iri, at-Tibyan, hlm. 126).

Kesimpulan:
Prosen penulisan Al’quran yang begitu singkat dan hanya tersentralisasi pada diri Muhammad dan bahkan terdapat peran Malaikat jibril yang secara kontinyue setiap tahun mengulang-ulang bacaan merupakan proses penulisan yang penuh kejanggalan dan rekayasa ….terlebih awal penerimaan wahyu tersebut setelah Muhammad melakukan “Pertapaan” dalam Gua Hira dan dikunjungi berkali-kali oleh Malaikat Jibril sebagai wujud penerimaan ilham tersebut.

Gambaran singkat yang difahami tentang cara penulisan Alkitab dan Al’quran memberikan kita kesimpulan bahwa kedua kitab tersebut memiliki criteria dan tingkat kebenaran yang berbeda ……dari prosesnya, jangka waktu, siapa penulisnya dan akhirnya bagaimana kitab tersebut dipelihara dan digunakan tidak bisa disamakan.

Jika Umat Islam menuntut pembuktian akan kebenaran beberapa penjelasan ayat dalam Alkitab (Yang pada dasarnya bisa merupakan sejarah, aturan–aturan dan tradisi Bangsa Israel yang bersumber dari Hukum Lisan) maka adalah seimbang jika Umat Islam pun membuktikan kebenaran dari kisah-kisah penulisan Al’quran yang disebutkan di atas…………!!!!

Sdr Martin berkomentar bahwa Al’quran tidak mengalami perubahan dan tetap terjaga ……………..apakah umat Islam telah melihat Al’quran yang asli berupa serpihan-serpihan yang ditulis Pengikut Muhammad ketika mendiktekan kepada mereka ……..atau Apakah mereka telah melihat Al’quran yang telah dikumpulkan dan disusun oleh Kalifah Usman dengan mengabaikan serpihan-serpihan Al’quran lainnya (Dengan membakar 7 kitab yang lainnya) …………..atau Apakah Umat Islam tidak melihat perbedaan dalam hal penulisan Arab antara serpihan ayat-ayat Al’quran, Kumpulan Kitab Usman dengan Al’quran yang anda baca sekarang…….??

Dari Proses penulisannya saja sudah meragukan……dan perbandingan tulisan Arab Zaman Muhammad sampai kepada Zaman sekarang mengalami banyak perubahan ……???? Apakah ini menepis bahwa Al’quran dalam tulisan Arab zaman Muhammad sama persis dengan Al’quran sekarang….ditinjau dari isinya ….bagaimana membuktikan keaslianya jika Malaikat jibril tidak lagi secara kontinyu mengadakan Les private (Pembacaan silih berganti) kepada pengikut –pengikut Muhammad…..?
Semua pernyataan Umat Islam terhadap hal tsb di atas hanya sekedar Klaim mereka terhadap keotentikan dan keaslian Al’quran.

Jika terdapat tantangan bahwa “……………adanya tantangan pada seluruh umat manusia untuk membuat hal yang serupa dengan Al-Qur’an & sampai detik ini belum ada yang bisa membuat hal serupa dengan Al-Qur’an. Mengapa ada tantangan seperti itu jika memang Al-Qur’an itu buatan manusia ………..” Maka jawabannya adalah sangat mudah membuat ayat-ayat serupa dengan Al’quran, Apakah wujudnya sama persis dengan Al’quran itu sendiri atau berbeda sama sekali dengan Al’quran.

Saya ingin memberikan bukti bahwa ternyata seorang yang bernama “Mirza Ghulam Ahmad Qadiani “ mampu menbuat kitab yang sama dengan Al’quran dan bahkan karena kesamaannya kitab tersebut dijadikan pedoman hidup bagi pengikut-pengikutnya.
Kitab yang dimaksud adalah kumpulan dari serpihan kitab-kitab yang dijadikan satu kitab utama yang bernama “'ROOHAINI KHAZAIN' dan dipakai sebagai pedoman dan landasan keimanan pengikut ahmadiah.

Adapun isi kitab tersebut di antaranya :

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan (petikan dari Izala-e-Auham, Roohani Khazain, jilid 3, ms. 114-472):
• Nabi Muhammad (Sallallahu alaihi wa sallam) tidak mengerti maana Surah Al-Zilzal.
• Para rasul yang lain juga telah berbuat salah dan berbohong. Kesilapan juga didapati dalam wahyu yang diterima Rasulullah (Sallallahu alaihi wa sallam). (Di sini Mirza coba menutup kesalahannya sendiri baik kenyataannya yang palsu atau telaah-telaahan -telahannya yang tidak berlaku - pegarang).
• Wahyu yang diterima Nabi Muhammad (Sallallahu alaihi wa sallam) tidak memaklumkan tentang Ibnu-Maryam, Dajal, Ya'juj dan Ma'juj dan Daabatul Ardh.
• Braheen-e-Ahmadiyya dirujuk sabagai Kitab Allah dalam karangan Mirza yang lain umpamanya dalam Roohani Khazain jilid 22. Ms 502.
Contohnya… " Inna Anzalnaahu Qareeban min alQadian wa bil Haq anzalnaahu" {Sasungguhnya kami telah mengutus-nya [Mirza] di-Qadian dan mengutus-nya dengan kebenaraan}. Ayat yang kononnya wahyu ini juga telah dikandungkan dalam Braheen-e-Ahmadiyya dan dengan nyata mendakwa bahwa Qadian telah disebut terdahulunya di dalam Qur'an atau Hadis.
• Rujukan kapada Makkah, Madinah dan Qadian di dapati dalam Al-Qur'an yang suci.
• Al-Qur'an megandungi perkataan-perkataan yang kurang sopan. {Mirza kini berusaha mempertahankan kata-kata pesat yang digunakan terhadap mereka yang membangkangnya}.

Jika anda memperhatikan proses penulisan antara Muhammad dan Ghulam Ahmad memiliki kesamaan dan kitab yang dibuatnyapun tidak jauh berbeda ……………..apakah Umat Islam (Termasuk anda) mempercayai Kitab Suci tersebut…..!!!!! Jika Ghulam Ahmad mampu menerima tantangan untuk membuat Kitab yang serupa dengan Al’quran dan prosesnyapun tidak jauh berbeda……kenapa anda tidak mengimaninya…..?

Janganlah Umat Islam menggunakan dalil bahwa Kitab tersebut bukan bersumber dari Muhammad sehingga tidak layak diimani…….!!!! Ataupun Kitab tersebut bertentangan dengan Al’quran sehingga dianggap kitab palsu !!!!!!

Jika umat Islam konsekuen menerima tantangan yang tertulis dalam Al’quran maka secara keimananpun mereka harus menerima Kitab yang serupa dengan Al’quran dan mengajarkan Ketauhitan (Ketuhanan ) yang sama yaitu “ Allah Yang Maha Esa “ yang diajarkan dalam Kitab 'ROOHAINI KHAZAIN' oleh Nabi Gulham Ahmad.

Semua tulisan diatas hanyalah sedikit ulasan dan penjelasan yang bisa dijadikan dasar renungan bagi umat Islam agar tidak memiliki keimanan yang buta akan Kitab sucinya dan akan nabinya …..!!!

_________________
http://tech.groups.yahoo.com/group/Informasi_Teknologi/

i_gede_manuke
KAFIRUN
KAFIRUN

Number of posts: 181
Reputation: -3
Points: 1953
Registration date: 2008-12-24

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum