MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 15 users online :: 1 Registered, 0 Hidden and 14 Guests :: 2 Bots

sai_baba

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 9:49 am
Rss feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Murtad atau Hijrahnya Haji Magdi dari Mesjid ke Gereja

View previous topic View next topic Go down

Murtad atau Hijrahnya Haji Magdi dari Mesjid ke Gereja

Post by agama on Sat Jan 03, 2009 5:25 pm

Murtad atau Hijrahnya Haji Magdi dari Mesjid ke Gereja
Penulis: Jacob Thomas on Wednesday, November 12, 2008 - 01:21 AM

Tampaknya mulai muncul harapan dari dunia Arab Muslim. Salah satu contohnya adalah munculnya berbagai website berbahasa Arab yang menganjurkan dilaksanakannya modernisasi dan pembaharuan dlm cara berpikir masyarakat Arab. Baru2 ini aku menemukan website baru yakni www.alawan.org yang memuat sebuah artikel tentang murtad dan dibaptisnya seorang intelek terkemuka Mesir yang terkenal yakni Magdi ‘Allam.


Haji Magdi 'Allam dibaptis Paus Benedict XVI pada tanggal 22 Maret 2008.

Aku ingin membagi dgn para pembaca FFI ulasan yang tajam berikut. Tujuan penulis artikel itu adalah untuk menekankan tidak adanya hubungan sehat antara Islam dan pihak Barat. Lihat saja contoh kenyataan sikap jumlah besar masyarakat Muslim yang hidup di Eropa dan AS yang semakin keras menuntut hak untuk hidup dan berlaku sebagai Muslim. Pada saat yang sama, para non-Muslim yang hidup di tanah Islam (Darul Islam), tidak punya banyak hak yang berarti dibandingkan dengan hak warga Muslim di tanah tersebut. Hal ini tampak nyata pada saat orang murtad dan pindah agama. Muslim bersorak-sorai jika ada orang Kristen, Hindu, Yahudi, atau Budha yang memeluk Islam, tapi mereka jadi ganas dan beringas jika ada Muslim yang berani meninggalkan agama Allâh dan lalu memeluk agama lain. Orang ini dituduh melakukan dosa murtad (radda/ridda) yang tak terampuni, dan harus dibunuh. Seringkali satu2nya jalan keluar adalah pergi ke negara Barat.

Penulis artikel yang adalah seorang intelek Aljazair yang hidup di Perancis, memulai tulisannya sebagai berikut:

“Kata radda mengandung arti melakukan perbuatan kriminal. Jika saja masyarakat Arab mengikuti prinsip2 kemanusiaan abad ke-21, kata ini sudah lama hilang secara otomatis dari kamus bahasa. Hal ini karena mengapa kita harus menganggap orang yang berubah pikiran sebagai orang kriminal? Apakah masuk akal memaksa orang yang terlahir dari keluarga Muslim untuk jadi Muslim seumur hidup sedangkan hal itu bertentangan dengan kehendak hatinya? Apakah dia tidak punya hak untuk memilih agama lain? Apakah kita mewarisi cara pandang hidup kita sama seperti kita mewarisi harta milik kambing dari orangtua kita? Bagaimana mungkin kita menghukum Muslim murtad hanya karena kita menghendaki dia untuk tetap jadi Muslim? Bukankah orang itu punya hak untuk membela diri, dan bertanya: Memangnya aku pernah bilang pada kamu bahwa aku sukarela jadi Muslim karena keinginanku sendiri?

Bahkan seorang Muslim kaffah sekalipun punya hak untuk memikirkan kembali keyakinan Islamnya, bukan? Mengapa hal ini harus menyakiti hati Muslim yang lain? Dapatkah Muslim bersikap lebih toleransi terhadap orang lain?

Muslim sangat senang mengabarkan berita2 kafir yang masuk Islam. Mereka rajin membual tentang Islamisasi di Eropa atau Amerika. Aku ingat ketika Cat Stephens datang ke Aljazair dan mengumumkan bahwa dia memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam, dan berhenti menyanyi. “Mualaf”nya Yusuf Islam ini jadi berita besar di Aljazair, dan digunakan sebagai pembakar semangat gerakan Islam FIS (Islamic Salvation Front). Surat kabar FIS yakni al-Munqidh juga mencetak berita di halaman depan dengan huruf2 yang besar untuk menyatakan bahwa Michael Jackson sekarang memeluk agama Allâh. Jika orang Kristen memeluk Islam, maka Muslim menganggap itu merupakan bimbingan Allâh. Tapi di lain pihak, jika seorang Muslim murtad dan lalu memeluk agama sang Messiah, orang itu dituduh sesat! Ini contoh jelas bahwa Muslim memang punya standard ganda! Mereka bersorak-sorai jika kafir jadi mualaf dan menganggapnya sebagai kemenangan bagi agama Allâh. Akan tetapi jika Muslim meninggalkan agama Muhammad, maka murtadin ini dianggap sebagai kriminal, yang harus dicabut nyawanya! Muslim bersorak-sorai jika saja ribuan kafir memeluk Islam, tapi tidak mampu bertoleransi jika satu Muslim saja murtad dan memeluk agama Yesus!

Usaha mencegah Muslim untuk meninggalkan Islam ternyata juga tidak berhasil. Contohnya, di Perancis yang terkenal dengan budayanya yang sekuler, setiap tahun sekitar 200 Muslim secara terang2an mengumumkan meninggalkan Islam dan memeluk Kristen!

Universitas Al-Azhar menyambut kafir yang mau memeluk Islam. Banyak sekali duit yang dialirkan ke seluruh dunia oleh berbagai organisasi dari negara2 Islam untuk membiayai dakwah Islamisasi di negara2 kafir. Tapi di negara2 Islam, kafir dilarang sama sekali untuk membujuk Muslim memeluk agama non-Islam. Pada saat yang sama, Muslim menyerukan dengan suara keras toleransi terhadap Islam dan Muslim, sambil mengritik pihak Barat yang mereka anggap kurang toleransi terhadap Islam.

Jika seorang Muslim menyimpan Alkitab, dia cepat2 dituduh berusaha melakukan Kristenisasi terhadap Muslim lain. Kata Kristenisasi dianggap sebagai hinaan terhadap Islam. Jika kafir memeluk Islam, dia dianggap sebagai orang yang bijaksana yang mengambil keputusan benar berdasarkan bimbingan Allâh. Tapi jika Muslim murtad dan jadi Kristen, dia dianggap sesat karena bujukan misionaris dan Setan, dan akhirnya akan masuk neraka.

Apakah Setan memang benar mempengaruhi pikiran editor dan penulis ternama Mesir Magdi ‘Allam yang dibaptis Paus Benedict XVI pada tanggal 22 Maret, 2008? Mengapa pula dia lalu diancam bunuh oleh Muslim hanya karena dia mengritik Islam? Pak ‘Allam yang mengajar mata pelajaran sosiologi di kota Roma, Italia, menulis artikel di koran terkemuka Italia yakni Manifesto Republica:
Mereka yang menganggap perubahan imanku sebagai pengkhianatan sebenarnya malah telah melakukan pengkhianatan terhadap kebebasan beriman dan berpikir.

Pak ‘Allam tidak memeluk Kristen secara membuta karena keputusannya ini melalui tahap lama berpikir serius dan kedewasaan yang mendalam. Dia mengenal agama Kristen di masa mudanya. Ibunya yang bekerja pada keluarga Katolik yang kaya, mendaftarkan Pak ‘Allam sebagai murid di sekolah Katolik di usia 4 tahun. Sejak saat itu dia mulai mengenal lebih jauh agama Kristen Katolik. Ini penjelasan dari Pak ‘Allam:
Guru2ku di sekolah menawarkan padaku tidak hanya pengetahuan saja; mereka membantuku menghargai pandangan2 moral berdasarkan kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab.

Meskipun Pak ‘Allam bersama ibunya menjalankan ibadah haji di Mekah pada tahun 1991, tapi pada tahun 2000 dia menjadi terkenal sebagai pembela hak2 azasi manusia dan secara terang2an mengritik Islam, yang dianggapnya bertentangan dengan nilai2 kemanusiaan universal. Pada bulan Juli 2007, dia mengadakan demonstrasi besar2an di Roma untuk memprotes penindasan dan pengusiran orang2 Kristen di Timur Tengah. Dia menentang pembangunan mesjid2 di Italia dan mengutuk Islamisasi yang tengah terjadi di tengah masyarakat Eropa. Di tahun 2004, dia menjadi anggota delegasi “Muslim moderat” yang bertemu dengan Presiden Italia setelah mereka mengumumkan pernyataan “Melawan Irhab, untuk Selamanya” (Against Irhab and For Life). Tak lama kemudian dia mulai memikirkan kembali keimanannya. Ini penjelasannya:
Tatkala para Irhabi mulai melakukan tindakan2 kriminal dalam nama Islam, aku tidak lagi percaya dengan keberadaan Islam moderat. Aku tahu sekali perbedaan antara Islam dan Muslim, aku percaya akan adanya kemungkinan berdialog dengan moderat Muslim; tapi bagaimana mungkin mereka bisa jadi moderat? Hal ini karena untuk jadi Muslim moderat, maka mereka harus mengutuk pembunuhan massal orang2 Kristen di tanah2 Muslim, menentang hukum murtad Islam (radda), menentang diskriminasi terhadap kaum wanita, dan mengakui keberadaan negara Israel.

Apa sih yang mengakibatkan Pak Haji Magdi ‘Allam hijrah dari mesjid ke gereja? Ini penjelasannya:
Aku telah merdeka dari ideologi yang menghalalkan dusta, taqiyya, kekerasan, bunuh diri, dan pembunuhan.
Begitulah penjelasan pak ‘Allam tentang agama Islam.

Perkataan dan tindakan Pak ‘Allam membuat banyak Muslim murka. Tapi sasaran kemarahan mereka tujukan pada Paus Benedict XVI yang terang2an membaptis Pak ‘Allam di muka umum. Dalam suratnya pada sang Paus, direktur Pusat Strategis Penelitian Islam di Yordania, mengecam tindakan sang Paus sebagai tindakan provokatif yang direncanakan.

Ahli Islam Aljeria yakni Mustapha al-Cherif, terpana melihat Paus sendiri yang membaptis orang yang terkenal sebagai penyerang Islam. Aku kaget membaca tulisan orang intelek Aljazair ini karena dia tidak pernah protes sepatah katapun tentang keadaan yang mengejutkan di negaranya sendiri. (Contohnya kekerasan yang tak berkesudahan yang dilakukan kelompok Islam radikal Front Islamique (FIS) melawan Pemerintahan Militer Aljazair di tahun 1991. Sejak tahun itu, sekitar 100.000 warga Aljazair tewas karena pembunuhan2 yang dilakukan kelompok Islamic Salvation Front.) Pada saat yang sama, pak al-Cherif menasehatkan diadakannya dialog antar agama2 dunia! Ketika dia jadi Menteri pendidikan tinggi, dia membisu dan dia ajah melihat banyak kawasan universitas Aljazair dijadikan mesjid2, dan membiarkan saja kampus dijadikan tempat bersarang Islamis2 radikal!

Para Muslim bertindak seakan-akan mereka sendiri yang punya hak, sedangkan orang lain tidak. Mengapa tidak? Bukankah mereka merasa sebagai Umat TERBAIK? Sewaktu mereka memuji kafir yang jadi mualaf, mereka juga tidak segan membunuh Muslim yang berani meninggalkan Islam.

Kalimat akhir. Dengan membaptis Magdi ‘Allam secara terang2an, apakah Paus mengumumkan pada al-Azhar lahirnya sebuah era baru? Mungkin sekarang gereja harus lebih terbuka menerima Muslim murtad yang ingin memeluk Kristen. Bukankah sekarang saatnya untuk melakukan quid pro quo?


Inilah paragraf terakhir artikel di Al-Awan tersebut. Tulisan ini sangat membangkitkan harapan. Satu hal yang ingin kuluruskan adalah mengenai mualafnya Cat Stephens dan Michael Jackson. Banyak umat Kristen yang ragu menyebut orang2 ini sebagai Kristen. Lahir di negara kafir Barat tidak otomatis membuat orang jadi Kristen.

http://www.alawan.org/?page=articles&op ... le_id=1804

A note about the website, al-awan
This website which began in March, 2007, describes itself as “an Intellectual and Educational site.” Its motto is, “Toward a Rational, Secular, and Enlightened Culture.” It is headquartered in Paris, France.
The choice of the name, al-awan

The Arabic word awan has the same meaning as the Greek word kairos. It points to the qualitative meaning of time, rather than its chronological sense. The choice of the name for this website indicates that the organizers believe that it is “high time” to get rid of the age-long obscurantist and hegemonic worldview that has afflicted Islam for centuries.

“Kairos (καιρός) is an ancient Greek word meaning the right or opportune moment. The ancient Greeks had two words for time, chronos and kairos. While the former refers to chronological or sequential time, the latter signifies a time in between, a moment of undetermined period of time in which something special happens. What the special something is depends on who is using the word. While chronos is quantitative, kairos has a qualitative nature.”
http://en.wikipedia.org/wiki/Kairos

1. Usooliyya signifies an attachment to the early expositions of the Islamic worldview. It is derived from Usool, roots, or basics.
2. Al-Munqidh, the Deliverer!
3. Reference here is to the unending violence that was launched by the radical Islamist group, Front Islamique to Salut (FIS) against the Algerian Military Government in 1991. Since then, over 100,000 Algerians have lost their lives due to the murderous acts of a group that has arrogated to itself the name of “Islamic Salvation Front.”


Wartawan Muslim Magdi Allam akan Dibaptis oleh Paus Benedict XVI
http://www.server.faithfreedom.org/foru ... 102#310102

_________________
http://asia.groups.yahoo.com/group/debate-religious-spirituality/

agama
MODERATOR
MODERATOR

Number of posts: 48
Reputation: 0
Points: 1939
Registration date: 2008-12-27

View user profile

Back to top Go down

Re: Murtad atau Hijrahnya Haji Magdi dari Mesjid ke Gereja

Post by Sal-iblis on Wed Sep 22, 2010 11:59 am

Emang Gue Pikirin. Yang anda tulis di atas adalah dusta dan bohong belaka. Coba tanya sama orang-orang yang telah pindah ke agama kristen di Indonesia. Apakah Nafa Urbach merasa terancam setelah pindah ke Kristen? Apakah Broery semasa hidupnya juga was-was dan merasa terancam nyawanya setelah kembali ke Kristen? Demikian juga dengan Junaedi Salat, Diana Papilaya, Diana Nasution. Mereka aman-aman saja kok. Tuduhan anda tidak terbukti. Apakah memang agama anda memang suka mengajarkan pengikutnya memfitnah agama lain? Ya 4JJ I ampunilah mereka yang telah berbuat aniaya pada orang-orang yang berserah diri kepada-Mu.

Sal-iblis
RED MEMBERS
RED MEMBERS

Number of posts: 56
Reputation: 7
Points: 1505
Registration date: 2010-06-19

View user profile

Back to top Go down

Re: Murtad atau Hijrahnya Haji Magdi dari Mesjid ke Gereja

Post by agus on Wed Sep 22, 2010 12:46 pm

Benar bro, sudah jelas mana jalan yang terang dan mana jalan yang sesat. Masing-masing punya pilihan. Tidak ada paksaan dalam Islam.

agus
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 8585
Location: Everywhere but no where
Job/hobbies: Baca-baca
Humor: Shaggy yang malang
Reputation: 45
Points: 10966
Registration date: 2010-04-16

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum