MURTADIN_KAFIRUN
Latest topics
» 10 myths—and 10 Truths—About Atheism
Wed 10 Oct 2018, 12:07 pm by admin

» Ajaran Cinta Kasih ala Islam...........
Wed 10 Oct 2018, 12:01 pm by admin

» Why We Critique Only Islam!
Wed 10 Oct 2018, 11:55 am by admin

» MUSLIMS DON'T GROW UP
Wed 10 Oct 2018, 11:49 am by admin

» Why Muslimas should not lead Muslim men in prayers?
Wed 10 Oct 2018, 11:39 am by admin

» The Islamic Psycho
Wed 10 Oct 2018, 11:36 am by admin

» What has ruined those countries ?
Wed 10 Oct 2018, 11:34 am by admin

» Saya Akui bahwa menjadi muslim (masuk islam) adalah hal yang membanggakan
Thu 31 May 2018, 6:30 pm by buncis hitam

» NABI ISLAM TIDAK PERNA EKSIS....SOSOK FIKTIF...
Tue 03 Apr 2018, 7:36 pm by kuku bima

Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 10 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 10 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Jika ada atheist yg bertanya

Go down

Jika ada atheist yg bertanya

Post by hamba tuhan on Wed 24 Nov 2010, 3:13 am

Jika ada yang bertanya,
“untuk apa kita hidup di dunia?”

Theist akan menjawab, untuk beribadah kepada Tuhan sedangkan Atheist mungkin akan menjawab, untuk menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Dari kedua kalimat ini, sebenarnya tidak terlalu kontras. Beribadah kepada Tuhan dilakukan dengan beberapa syarat yaitu dengan melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Perintah Tuhan kepada umatNya jika anda tilik lebih jauh, sangat condong pada menyebarkan kebaikan kepada orang lain dan menjauhi larangan Tuhan kepada umatNya sangat condong kepada mencegah keburukan kepada orang lain. Muncul satu pertanyaan besar.

Lantas, dengan tujuan hidup yang seperti ini, kenapa Atheist memilih menjadi atheist dan Theist memilih menjadi theist?

Atheist mungkin berpendapat bahwa Agama hanyalah dogmatis kuno yang turun temurun bertahan akibat ketidaktahuan manusia terhadap fenomena alam dan kemudian menyerahkan ketidaktahuannya itu kepada faktor omnipotent “Tuhan”. Atau bisa saja, Atheist berpendapat bahwa yang dibawa oleh agama bagi dunia ini tidak akan pernah cocok karena zaman terus berubah. Apa yang benar kemarin, mungkin saja salah total untuk saat ini, dan hal itu berlaku bagi Agama – mungkin begitu menurut para atheist. Atau lebih gila lagi, Atheist tidak mau hidup mereka diatur oleh suatu hal yang tidak terlihat secara kasat mata oleh mereka. APakah itu menjelaskan alasan mereka berbuat baik tanpa harus menyembah Tuhan? secara kasat mata mungkin mereka akan mengatakan bahwa “Manusia tidak butuh Tuhan untuk berbuat baik.” Kelanjutannya apa? Buat apa beribadah, merugikan dan hanya membuang-buang waktu saja. Buat apa pergi ke Mesjid, kaya orang yang kurang kerjaan saja. Buat apa menyembah sesuatu yang tidak kelihatan, kaya orang gila aja. KOmentar-komentar seperti ini akan biasa anda dapatkan dari orang-orang atheist.

Apakah mereka masuk akal? tentu tidak. Disinilah kenapa kita menyebut mereka sebagai pemalasan.

banyak metode-metode yang bisa menunjukkan bahwa atheism adalah hal yang salah tetapi mereka sudah punya counter argumentnya.

Paling mudahnya adalah dengan kalimat “Kamu ada karena Tuhan.” tetapi tentu saja, jika memang semudah itu mengubah pemikiran mereka hanya dengan satu kalimat pendek, maka seharusnya sudah tidak ada lagi atheist di dunia ini. Jadi, untuk kali ini perlu saya katakan bahwa kalimat tersebut memang tidak pernah bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi para atheist. Mereka bisa dengan mudah mematahkannya dengan “kamu ada karena kamu dilahirkan orang tuamu”

Bagaimana dengan keberadaan Ruh atau Nyawa. Jika sesuatu yang gaib semacam Ruh atau Nyawa bisa hadir dalam tubuh fisik kita untuk mengendalikan tubuh fisik kita, kKemauan dan hasrat serta hal-hal psikologis lainnya tentu bukanlah hal yang tidak masuk akal jika kita mengasumsikan bahwa kondisi fisik berupa alam semesta kita ini memiliki Dzat yang gaib sebagai pengaturnya. Namun luar biasa (dalam arti buruk tentu saja) para atheist ini bahkan tidak mempercayai keberadaan Ruh atau Nyawa dalam tubuh makhluk hidup. Kehidupan, sederhananya, hanyalah hasil dari proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh. JIka metabolisme sudah berhenti, maka tubuh ini akan mati. It has nothing to do with Life/ruh/nyawa/arwah whatsoever. Ridicuvelous!!

Bagaimana dengan keseimbangan sempurna yang terjadi di alam ini. Alam semesta yang seimbang, berbagai hal yang berpasang-pasangan, hingga keindahan alam dunia. Bagi atheist, sepengalaman saya, menganggap bahwa hal-hal tersebut memang sudah seharusnya demikian tanpa perlu adanya Tuhan. Mereka mengganggap bahwa hukum-hukum alam seperti Gravitas, Gaya nuklir kuat, gaya nuklir kecil adalah penyebab keseimbangan tersebut. Sementara itu, gaya gravitasi, gaya nuklir kuat, gaya nuklir kecil ditengarai oleh mereka ada sejak dahuluinfinite. Ketika mereka dihadapkan pada Teori Big Bang, dimana dahulu alam semesta ini dimulai dari satu titik bukan dari taktermulakan, mereka akan menjawab dengan Multiverse dimana alam semesta ini sudah dan akan mengalami infinite repetisi dari permulaan dan akhiran. In other words, jikalau pun Big Bang benar adanya, maka Big Bang yang sekarang ini bukanlah yang pertama dan terakhir dan diantara big bang-bigbang itu, akan muncul lagi bumi yang indah seperti ini tanpa campur tangan Tuhan.

Kehidupan membutuhkan Hari Akhir. Life Needs Afterlife. Hari dimana setiap manusia akan ditimbang segala amal perbuatannya di dunia dan diberikan balasan yang setimpal. Bagaimanakah jadinya apabila kehidupan ini tidak memiliki hari akhir. Bagaimanakah jadinya dunia ini apabila tidak ada pembalasan di hari akhir terhadap segala perbuatan kita? Bagi para Theist, jawabannya sudah jelas yaitu kekacauan yang luar biasa di masyarakat. Ketika orang-orang sudah tidak percaya pada hari pembalasan maka mereka akan melakukan apa yang mereka ingin lakukan semata-mata karena anggapan “Hidup ini hanya sekali”. Anda bisa lihat ketika Hitler mengadopsi teori Darwin yang menyebutkan bahwa makhluk hidup adalah hasil dari evolusi bukan kreasi Tuhan dan bahwa campurtangan Tuhan tidaklah masuk akal maka Hitler melakukan kekejian yang luar biasa. Consecutively, Hitler yang mengadopsi teori Darwin ini tentulah tidak mempercayai adanya Tuhan dan dengan demikian tidak mempercayai adanya hari pembalasan, thus, dia tidak takut dengan perbuatan buruknya akan dibalas karena saat itu dia adalah sang Fuhrer. Hal ini bisa saja anda ajukan kepada para atheist untuk menggugah pemikiran para Atheist namun jangan heran apabila mereka membalasnya dengan mengatakan bahwa “Penyebaran agama di dunia ini pun bukan tanpa pertumpahan darah” yang dilanjutkan dengan kalimat “Bukankah agama pun membenarkan pembunuhan apabila tidak sesuai dengan agama tersebut” dan ditutup dengan kalimat penolakan “Kenapa Tuhan diam saja ketika pembunuhan itu terjadi?”

What’s next? sepertinya cukup dengan 4 argumen awal, 4 counterargumen karena berikutnya dibawah ini adalah Counter-counter argumen :

Untuk yang pertama

Theist: “Kamu ada karena Tuhan menciptakan kamu” VS Atheist: “Kami ada karena dilahirkan orang Tua”

Jika dirunut, maka yang melahirkan orang tua adalah orang tuanya dan begitu terus. Manusia pasti dilahirkan oleh manusia. Manusia tidak akan melahirkan Tikus dan manusia tidak dilahirkan oleh selain manusia. Jika para atheist sudah sependapat dalam hal ini, lanjutkan dengan pertanyaan “Siapakah orang tua manusia Pertama?” Jika Atheist berkelit dengan berkata, “waaahh mana ada ujungnya atau Emang apa bukti ada manusia pertama? atau kalimat-kalimat yang menegasikan adanya awal” maka tunjukkanlah bahwa Bumi ini sendiri baru berumur 4 milyaran tahun. “Bumi aja ada ujungnya, masa manusia gak ada ujungnya. Iya kaan?” kalau para atheist bingung di bagian ini, langsung tabrak lagi dengan kalimat “Orang tua manusia pertama siapa?” Perlu saya ingatkan, disini akan ada beberapa versi jawaban. 1. Penolakan FULL dengan bilang, “ah pokoknya Tuhan gak ada”; 2. Melalui Evolusi ketika manusia pertama lahir dari makhluk bukan-manusia-namun-mirip; 3. dari Alien yang menyimpan sepasang manusia percobaan di bumi

Believe me, jawaban seperti 3 diatas adalah hal yang cukup sering kita temui. Jangan khawatir, kita juga masih punya senjata untuk dibagi disini.

Bagi jawaban penolakan pertama dengan mengatakan , “ah pokoknya Tuhan gak ada” maka saya biasanya bilang “Jika konsep atheism anda tidak bisa menjawab pertanyaan semudah itu, maka sebaiknya anda mempertimbangkan ulang pendirian anda menjadi seorang atheist sebelum mendapatkan jawabannya.” Setelah anda mengatakan hal tersebut dan si orang itu tetap pada pendiriannya, segera tinggalkan arena diskusi karena whatever you will say next, tidak akan mendapatkan tanggapan lagi.

Bagi jawaban penolakan kedua dengan mengatakan “Melalui Evolusi”. Maka tanyakan balik apakah mungkin manusia berubah species? Jika ada orang kaukasian menikah dengan orang afrika, dan lahir anak berkulit sawo matang, maka hal itu bukanlah keanekaragaman species namun keanekaragaman Ras. Anak tersebut tetap manusia, bukan makhluk jenis lain. Tanyakan lagi, Apakah mungkin manusia jantan menikah dengan monyet betina dan lahir anak manusia/monyet? Atau yang lebih gilanya, seperti Teori Lamarck dimana jerapah diteorikan olahraga leher agar lehernya memanjang dan kemudian keturunannya ikut berleher panjang, apakah makhluk sebelum-manusia-namun-mirip bisa mengubah dirinya menjadi manusia seiring berjalannya waktu kemudian melahirkan manusia pertama? Atau untuk mematikannya dengan sangat tepat, minta tunjukkan bukti EMPIRIS dari evolusi-makro (perubahan species). Asal anda tahu, ada banyak imajinasi evolusionis tentang berbagai makhluk hasil evolusi makro seperti Ikan Paus menjadi Beruang, Ikan menjadi Kadal, Dinosaurus menjadi burung, kera-keraan menjadi manusia, platypus menjadi bebek, sejenis anjing menjadi Kuda, sejenis Triceratops menjadi babi. Ketika mereka tidak bisa menunjukkan Bukti EMPIRISnya, dan hanya berkelit2 dengan artikel2 tanpa bukti, langsung aja tendang dengan mengatakan bahwa “Teori Evolusi belum terbukti benar secara sains saja anda sudah ambil, mau jadi apa Atheist kalau bergantung pada hal yang belum jelas.”

To tell you the truth, sudah banyak bukti2 EMPIRIS bahwa Evolusi-makro tidak terjadi. misal: penemuan fosil Ikan Coelacanth yang dianggap sebagai cikal bakal ikan2 jaman sekarang, ternyata di daerah Sulawesi berhasil ditemukan yang masih hidup dan dengan bentuk yang sama dengan yang ada di fosil. Jika makhluk dahulukala ternyata sama dengan makhluk saatini, maka evolusi tidak terjadi.

Untuk jawaban penolakan yang ketiga, anda cukup geleng-geleng kepala saja dan bertanya “Mana buktinya?” ketika mereka berkelit-kelit dan tidak bisa menunjukkan buktinya, cukuplah anda mengatakan bahwa anda sama sekali tidak memiliki pemikiran yang masuk akal.

Penutup

Walaupun para atheist dengan sangat teguh berpendirian dan menganggap konsep Ketuhanan adalah hal yang tidak masuk akal, ternyata KOnsep yang para atheist anggap sebagai hal yang masuk akal sekalipun tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dari kaum Theist.
avatar
hamba tuhan
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts : 9932
Age : 18
Location : Aceh
Humor : Obrolan Santai dengan Om Yesus
Reputation : -206
Points : 13855
Registration date : 2010-09-20

View user profile

Back to top Go down

Re: Jika ada atheist yg bertanya

Post by answering-ff on Wed 24 Nov 2010, 9:46 am

@hamba tuhan wrote:Jika ada yang bertanya,
“untuk apa kita hidup di dunia?”

Theist akan menjawab, untuk beribadah kepada Tuhan sedangkan Atheist mungkin akan menjawab, untuk menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Dari kedua kalimat ini, sebenarnya tidak terlalu kontras. Beribadah kepada Tuhan dilakukan dengan beberapa syarat yaitu dengan melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Perintah Tuhan kepada umatNya jika anda tilik lebih jauh, sangat condong pada menyebarkan kebaikan kepada orang lain dan menjauhi larangan Tuhan kepada umatNya sangat condong kepada mencegah keburukan kepada orang lain. Muncul satu pertanyaan besar.

Lantas, dengan tujuan hidup yang seperti ini, kenapa Atheist memilih menjadi atheist dan Theist memilih menjadi theist?

Atheist mungkin berpendapat bahwa Agama hanyalah dogmatis kuno yang turun temurun bertahan akibat ketidaktahuan manusia terhadap fenomena alam dan kemudian menyerahkan ketidaktahuannya itu kepada faktor omnipotent “Tuhan”. Atau bisa saja, Atheist berpendapat bahwa yang dibawa oleh agama bagi dunia ini tidak akan pernah cocok karena zaman terus berubah. Apa yang benar kemarin, mungkin saja salah total untuk saat ini, dan hal itu berlaku bagi Agama – mungkin begitu menurut para atheist. Atau lebih gila lagi, Atheist tidak mau hidup mereka diatur oleh suatu hal yang tidak terlihat secara kasat mata oleh mereka. APakah itu menjelaskan alasan mereka berbuat baik tanpa harus menyembah Tuhan? secara kasat mata mungkin mereka akan mengatakan bahwa “Manusia tidak butuh Tuhan untuk berbuat baik.” Kelanjutannya apa? Buat apa beribadah, merugikan dan hanya membuang-buang waktu saja. Buat apa pergi ke Mesjid, kaya orang yang kurang kerjaan saja. Buat apa menyembah sesuatu yang tidak kelihatan, kaya orang gila aja. KOmentar-komentar seperti ini akan biasa anda dapatkan dari orang-orang atheist.

Apakah mereka masuk akal? tentu tidak. Disinilah kenapa kita menyebut mereka sebagai pemalasan.

banyak metode-metode yang bisa menunjukkan bahwa atheism adalah hal yang salah tetapi mereka sudah punya counter argumentnya.

Paling mudahnya adalah dengan kalimat “Kamu ada karena Tuhan.” tetapi tentu saja, jika memang semudah itu mengubah pemikiran mereka hanya dengan satu kalimat pendek, maka seharusnya sudah tidak ada lagi atheist di dunia ini. Jadi, untuk kali ini perlu saya katakan bahwa kalimat tersebut memang tidak pernah bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi para atheist. Mereka bisa dengan mudah mematahkannya dengan “kamu ada karena kamu dilahirkan orang tuamu”

Bagaimana dengan keberadaan Ruh atau Nyawa. Jika sesuatu yang gaib semacam Ruh atau Nyawa bisa hadir dalam tubuh fisik kita untuk mengendalikan tubuh fisik kita, kKemauan dan hasrat serta hal-hal psikologis lainnya tentu bukanlah hal yang tidak masuk akal jika kita mengasumsikan bahwa kondisi fisik berupa alam semesta kita ini memiliki Dzat yang gaib sebagai pengaturnya. Namun luar biasa (dalam arti buruk tentu saja) para atheist ini bahkan tidak mempercayai keberadaan Ruh atau Nyawa dalam tubuh makhluk hidup. Kehidupan, sederhananya, hanyalah hasil dari proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh. JIka metabolisme sudah berhenti, maka tubuh ini akan mati. It has nothing to do with Life/ruh/nyawa/arwah whatsoever. Ridicuvelous!!

Bagaimana dengan keseimbangan sempurna yang terjadi di alam ini. Alam semesta yang seimbang, berbagai hal yang berpasang-pasangan, hingga keindahan alam dunia. Bagi atheist, sepengalaman saya, menganggap bahwa hal-hal tersebut memang sudah seharusnya demikian tanpa perlu adanya Tuhan. Mereka mengganggap bahwa hukum-hukum alam seperti Gravitas, Gaya nuklir kuat, gaya nuklir kecil adalah penyebab keseimbangan tersebut. Sementara itu, gaya gravitasi, gaya nuklir kuat, gaya nuklir kecil ditengarai oleh mereka ada sejak dahuluinfinite. Ketika mereka dihadapkan pada Teori Big Bang, dimana dahulu alam semesta ini dimulai dari satu titik bukan dari taktermulakan, mereka akan menjawab dengan Multiverse dimana alam semesta ini sudah dan akan mengalami infinite repetisi dari permulaan dan akhiran. In other words, jikalau pun Big Bang benar adanya, maka Big Bang yang sekarang ini bukanlah yang pertama dan terakhir dan diantara big bang-bigbang itu, akan muncul lagi bumi yang indah seperti ini tanpa campur tangan Tuhan.

Kehidupan membutuhkan Hari Akhir. Life Needs Afterlife. Hari dimana setiap manusia akan ditimbang segala amal perbuatannya di dunia dan diberikan balasan yang setimpal. Bagaimanakah jadinya apabila kehidupan ini tidak memiliki hari akhir. Bagaimanakah jadinya dunia ini apabila tidak ada pembalasan di hari akhir terhadap segala perbuatan kita? Bagi para Theist, jawabannya sudah jelas yaitu kekacauan yang luar biasa di masyarakat. Ketika orang-orang sudah tidak percaya pada hari pembalasan maka mereka akan melakukan apa yang mereka ingin lakukan semata-mata karena anggapan “Hidup ini hanya sekali”. Anda bisa lihat ketika Hitler mengadopsi teori Darwin yang menyebutkan bahwa makhluk hidup adalah hasil dari evolusi bukan kreasi Tuhan dan bahwa campurtangan Tuhan tidaklah masuk akal maka Hitler melakukan kekejian yang luar biasa. Consecutively, Hitler yang mengadopsi teori Darwin ini tentulah tidak mempercayai adanya Tuhan dan dengan demikian tidak mempercayai adanya hari pembalasan, thus, dia tidak takut dengan perbuatan buruknya akan dibalas karena saat itu dia adalah sang Fuhrer. Hal ini bisa saja anda ajukan kepada para atheist untuk menggugah pemikiran para Atheist namun jangan heran apabila mereka membalasnya dengan mengatakan bahwa “Penyebaran agama di dunia ini pun bukan tanpa pertumpahan darah” yang dilanjutkan dengan kalimat “Bukankah agama pun membenarkan pembunuhan apabila tidak sesuai dengan agama tersebut” dan ditutup dengan kalimat penolakan “Kenapa Tuhan diam saja ketika pembunuhan itu terjadi?”

What’s next? sepertinya cukup dengan 4 argumen awal, 4 counterargumen karena berikutnya dibawah ini adalah Counter-counter argumen :

Untuk yang pertama

Theist: “Kamu ada karena Tuhan menciptakan kamu” VS Atheist: “Kami ada karena dilahirkan orang Tua”

Jika dirunut, maka yang melahirkan orang tua adalah orang tuanya dan begitu terus. Manusia pasti dilahirkan oleh manusia. Manusia tidak akan melahirkan Tikus dan manusia tidak dilahirkan oleh selain manusia. Jika para atheist sudah sependapat dalam hal ini, lanjutkan dengan pertanyaan “Siapakah orang tua manusia Pertama?” Jika Atheist berkelit dengan berkata, “waaahh mana ada ujungnya atau Emang apa bukti ada manusia pertama? atau kalimat-kalimat yang menegasikan adanya awal” maka tunjukkanlah bahwa Bumi ini sendiri baru berumur 4 milyaran tahun. “Bumi aja ada ujungnya, masa manusia gak ada ujungnya. Iya kaan?” kalau para atheist bingung di bagian ini, langsung tabrak lagi dengan kalimat “Orang tua manusia pertama siapa?” Perlu saya ingatkan, disini akan ada beberapa versi jawaban. 1. Penolakan FULL dengan bilang, “ah pokoknya Tuhan gak ada”; 2. Melalui Evolusi ketika manusia pertama lahir dari makhluk bukan-manusia-namun-mirip; 3. dari Alien yang menyimpan sepasang manusia percobaan di bumi

Believe me, jawaban seperti 3 diatas adalah hal yang cukup sering kita temui. Jangan khawatir, kita juga masih punya senjata untuk dibagi disini.

Bagi jawaban penolakan pertama dengan mengatakan , “ah pokoknya Tuhan gak ada” maka saya biasanya bilang “Jika konsep atheism anda tidak bisa menjawab pertanyaan semudah itu, maka sebaiknya anda mempertimbangkan ulang pendirian anda menjadi seorang atheist sebelum mendapatkan jawabannya.” Setelah anda mengatakan hal tersebut dan si orang itu tetap pada pendiriannya, segera tinggalkan arena diskusi karena whatever you will say next, tidak akan mendapatkan tanggapan lagi.

Bagi jawaban penolakan kedua dengan mengatakan “Melalui Evolusi”. Maka tanyakan balik apakah mungkin manusia berubah species? Jika ada orang kaukasian menikah dengan orang afrika, dan lahir anak berkulit sawo matang, maka hal itu bukanlah keanekaragaman species namun keanekaragaman Ras. Anak tersebut tetap manusia, bukan makhluk jenis lain. Tanyakan lagi, Apakah mungkin manusia jantan menikah dengan monyet betina dan lahir anak manusia/monyet? Atau yang lebih gilanya, seperti Teori Lamarck dimana jerapah diteorikan olahraga leher agar lehernya memanjang dan kemudian keturunannya ikut berleher panjang, apakah makhluk sebelum-manusia-namun-mirip bisa mengubah dirinya menjadi manusia seiring berjalannya waktu kemudian melahirkan manusia pertama? Atau untuk mematikannya dengan sangat tepat, minta tunjukkan bukti EMPIRIS dari evolusi-makro (perubahan species). Asal anda tahu, ada banyak imajinasi evolusionis tentang berbagai makhluk hasil evolusi makro seperti Ikan Paus menjadi Beruang, Ikan menjadi Kadal, Dinosaurus menjadi burung, kera-keraan menjadi manusia, platypus menjadi bebek, sejenis anjing menjadi Kuda, sejenis Triceratops menjadi babi. Ketika mereka tidak bisa menunjukkan Bukti EMPIRISnya, dan hanya berkelit2 dengan artikel2 tanpa bukti, langsung aja tendang dengan mengatakan bahwa “Teori Evolusi belum terbukti benar secara sains saja anda sudah ambil, mau jadi apa Atheist kalau bergantung pada hal yang belum jelas.”

To tell you the truth, sudah banyak bukti2 EMPIRIS bahwa Evolusi-makro tidak terjadi. misal: penemuan fosil Ikan Coelacanth yang dianggap sebagai cikal bakal ikan2 jaman sekarang, ternyata di daerah Sulawesi berhasil ditemukan yang masih hidup dan dengan bentuk yang sama dengan yang ada di fosil. Jika makhluk dahulukala ternyata sama dengan makhluk saatini, maka evolusi tidak terjadi.

Untuk jawaban penolakan yang ketiga, anda cukup geleng-geleng kepala saja dan bertanya “Mana buktinya?” ketika mereka berkelit-kelit dan tidak bisa menunjukkan buktinya, cukuplah anda mengatakan bahwa anda sama sekali tidak memiliki pemikiran yang masuk akal.

Penutup

Walaupun para atheist dengan sangat teguh berpendirian dan menganggap konsep Ketuhanan adalah hal yang tidak masuk akal, ternyata KOnsep yang para atheist anggap sebagai hal yang masuk akal sekalipun tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dari kaum Theist.

pendapat atheis tentang Tuhan secara otomatis memposisikan mereka dengan membuat sebuah alibi.

jika mereka tidak bisa membuat alibi selain kalimat linier "pokoknya Tuhan gak ada" maka mereka lebih baik diam karena mereka tidak bisa berkomentar (tidak bisa berdebat)!

gw kasih link tambahan untuk topik ini,


http://murtadinkafirun.forumotion.net/murtadin-kafirun-f1/tantangan-buat-atheis-dan-agnostik-buktikan-bahwa-allah-itu-tidak-ada-dan-allah-adalah-bukan-sumber-kebaikan-t8253.htm#40171

_________________
"Kafir sadar, kafir diem, kafir nglawan, kafir kedalam, kafir keluar, kafir kelompok, kafir tahu, kafir nubuat, kafir penutup, kafir terakhir "
avatar
answering-ff
MUSLIM
MUSLIM

Number of posts : 3333
Location : ruang humor
Humor : "gile ada yang ngrampok baju gw, Tuhan elu", kata Yesus
Reputation : 10
Points : 6901
Registration date : 2009-11-13

View user profile http://www.aboutkutukupret.tk

Back to top Go down

Re: Jika ada atheist yg bertanya

Post by hamba tuhan on Wed 05 Jan 2011, 9:30 am

@answering-ff wrote:
@hamba tuhan wrote:Jika ada yang bertanya,
“untuk apa kita hidup di dunia?”

Theist akan menjawab, untuk beribadah kepada Tuhan sedangkan Atheist mungkin akan menjawab, untuk menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Dari kedua kalimat ini, sebenarnya tidak terlalu kontras. Beribadah kepada Tuhan dilakukan dengan beberapa syarat yaitu dengan melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Perintah Tuhan kepada umatNya jika anda tilik lebih jauh, sangat condong pada menyebarkan kebaikan kepada orang lain dan menjauhi larangan Tuhan kepada umatNya sangat condong kepada mencegah keburukan kepada orang lain. Muncul satu pertanyaan besar.

Lantas, dengan tujuan hidup yang seperti ini, kenapa Atheist memilih menjadi atheist dan Theist memilih menjadi theist?

Atheist mungkin berpendapat bahwa Agama hanyalah dogmatis kuno yang turun temurun bertahan akibat ketidaktahuan manusia terhadap fenomena alam dan kemudian menyerahkan ketidaktahuannya itu kepada faktor omnipotent “Tuhan”. Atau bisa saja, Atheist berpendapat bahwa yang dibawa oleh agama bagi dunia ini tidak akan pernah cocok karena zaman terus berubah. Apa yang benar kemarin, mungkin saja salah total untuk saat ini, dan hal itu berlaku bagi Agama – mungkin begitu menurut para atheist. Atau lebih gila lagi, Atheist tidak mau hidup mereka diatur oleh suatu hal yang tidak terlihat secara kasat mata oleh mereka. APakah itu menjelaskan alasan mereka berbuat baik tanpa harus menyembah Tuhan? secara kasat mata mungkin mereka akan mengatakan bahwa “Manusia tidak butuh Tuhan untuk berbuat baik.” Kelanjutannya apa? Buat apa beribadah, merugikan dan hanya membuang-buang waktu saja. Buat apa pergi ke Mesjid, kaya orang yang kurang kerjaan saja. Buat apa menyembah sesuatu yang tidak kelihatan, kaya orang gila aja. KOmentar-komentar seperti ini akan biasa anda dapatkan dari orang-orang atheist.

Apakah mereka masuk akal? tentu tidak. Disinilah kenapa kita menyebut mereka sebagai pemalasan.

banyak metode-metode yang bisa menunjukkan bahwa atheism adalah hal yang salah tetapi mereka sudah punya counter argumentnya.

Paling mudahnya adalah dengan kalimat “Kamu ada karena Tuhan.” tetapi tentu saja, jika memang semudah itu mengubah pemikiran mereka hanya dengan satu kalimat pendek, maka seharusnya sudah tidak ada lagi atheist di dunia ini. Jadi, untuk kali ini perlu saya katakan bahwa kalimat tersebut memang tidak pernah bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi para atheist. Mereka bisa dengan mudah mematahkannya dengan “kamu ada karena kamu dilahirkan orang tuamu”

Bagaimana dengan keberadaan Ruh atau Nyawa. Jika sesuatu yang gaib semacam Ruh atau Nyawa bisa hadir dalam tubuh fisik kita untuk mengendalikan tubuh fisik kita, kKemauan dan hasrat serta hal-hal psikologis lainnya tentu bukanlah hal yang tidak masuk akal jika kita mengasumsikan bahwa kondisi fisik berupa alam semesta kita ini memiliki Dzat yang gaib sebagai pengaturnya. Namun luar biasa (dalam arti buruk tentu saja) para atheist ini bahkan tidak mempercayai keberadaan Ruh atau Nyawa dalam tubuh makhluk hidup. Kehidupan, sederhananya, hanyalah hasil dari proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh. JIka metabolisme sudah berhenti, maka tubuh ini akan mati. It has nothing to do with Life/ruh/nyawa/arwah whatsoever. Ridicuvelous!!

Bagaimana dengan keseimbangan sempurna yang terjadi di alam ini. Alam semesta yang seimbang, berbagai hal yang berpasang-pasangan, hingga keindahan alam dunia. Bagi atheist, sepengalaman saya, menganggap bahwa hal-hal tersebut memang sudah seharusnya demikian tanpa perlu adanya Tuhan. Mereka mengganggap bahwa hukum-hukum alam seperti Gravitas, Gaya nuklir kuat, gaya nuklir kecil adalah penyebab keseimbangan tersebut. Sementara itu, gaya gravitasi, gaya nuklir kuat, gaya nuklir kecil ditengarai oleh mereka ada sejak dahuluinfinite. Ketika mereka dihadapkan pada Teori Big Bang, dimana dahulu alam semesta ini dimulai dari satu titik bukan dari taktermulakan, mereka akan menjawab dengan Multiverse dimana alam semesta ini sudah dan akan mengalami infinite repetisi dari permulaan dan akhiran. In other words, jikalau pun Big Bang benar adanya, maka Big Bang yang sekarang ini bukanlah yang pertama dan terakhir dan diantara big bang-bigbang itu, akan muncul lagi bumi yang indah seperti ini tanpa campur tangan Tuhan.

Kehidupan membutuhkan Hari Akhir. Life Needs Afterlife. Hari dimana setiap manusia akan ditimbang segala amal perbuatannya di dunia dan diberikan balasan yang setimpal. Bagaimanakah jadinya apabila kehidupan ini tidak memiliki hari akhir. Bagaimanakah jadinya dunia ini apabila tidak ada pembalasan di hari akhir terhadap segala perbuatan kita? Bagi para Theist, jawabannya sudah jelas yaitu kekacauan yang luar biasa di masyarakat. Ketika orang-orang sudah tidak percaya pada hari pembalasan maka mereka akan melakukan apa yang mereka ingin lakukan semata-mata karena anggapan “Hidup ini hanya sekali”. Anda bisa lihat ketika Hitler mengadopsi teori Darwin yang menyebutkan bahwa makhluk hidup adalah hasil dari evolusi bukan kreasi Tuhan dan bahwa campurtangan Tuhan tidaklah masuk akal maka Hitler melakukan kekejian yang luar biasa. Consecutively, Hitler yang mengadopsi teori Darwin ini tentulah tidak mempercayai adanya Tuhan dan dengan demikian tidak mempercayai adanya hari pembalasan, thus, dia tidak takut dengan perbuatan buruknya akan dibalas karena saat itu dia adalah sang Fuhrer. Hal ini bisa saja anda ajukan kepada para atheist untuk menggugah pemikiran para Atheist namun jangan heran apabila mereka membalasnya dengan mengatakan bahwa “Penyebaran agama di dunia ini pun bukan tanpa pertumpahan darah” yang dilanjutkan dengan kalimat “Bukankah agama pun membenarkan pembunuhan apabila tidak sesuai dengan agama tersebut” dan ditutup dengan kalimat penolakan “Kenapa Tuhan diam saja ketika pembunuhan itu terjadi?”

What’s next? sepertinya cukup dengan 4 argumen awal, 4 counterargumen karena berikutnya dibawah ini adalah Counter-counter argumen :

Untuk yang pertama

Theist: “Kamu ada karena Tuhan menciptakan kamu” VS Atheist: “Kami ada karena dilahirkan orang Tua”

Jika dirunut, maka yang melahirkan orang tua adalah orang tuanya dan begitu terus. Manusia pasti dilahirkan oleh manusia. Manusia tidak akan melahirkan Tikus dan manusia tidak dilahirkan oleh selain manusia. Jika para atheist sudah sependapat dalam hal ini, lanjutkan dengan pertanyaan “Siapakah orang tua manusia Pertama?” Jika Atheist berkelit dengan berkata, “waaahh mana ada ujungnya atau Emang apa bukti ada manusia pertama? atau kalimat-kalimat yang menegasikan adanya awal” maka tunjukkanlah bahwa Bumi ini sendiri baru berumur 4 milyaran tahun. “Bumi aja ada ujungnya, masa manusia gak ada ujungnya. Iya kaan?” kalau para atheist bingung di bagian ini, langsung tabrak lagi dengan kalimat “Orang tua manusia pertama siapa?” Perlu saya ingatkan, disini akan ada beberapa versi jawaban. 1. Penolakan FULL dengan bilang, “ah pokoknya Tuhan gak ada”; 2. Melalui Evolusi ketika manusia pertama lahir dari makhluk bukan-manusia-namun-mirip; 3. dari Alien yang menyimpan sepasang manusia percobaan di bumi

Believe me, jawaban seperti 3 diatas adalah hal yang cukup sering kita temui. Jangan khawatir, kita juga masih punya senjata untuk dibagi disini.

Bagi jawaban penolakan pertama dengan mengatakan , “ah pokoknya Tuhan gak ada” maka saya biasanya bilang “Jika konsep atheism anda tidak bisa menjawab pertanyaan semudah itu, maka sebaiknya anda mempertimbangkan ulang pendirian anda menjadi seorang atheist sebelum mendapatkan jawabannya.” Setelah anda mengatakan hal tersebut dan si orang itu tetap pada pendiriannya, segera tinggalkan arena diskusi karena whatever you will say next, tidak akan mendapatkan tanggapan lagi.

Bagi jawaban penolakan kedua dengan mengatakan “Melalui Evolusi”. Maka tanyakan balik apakah mungkin manusia berubah species? Jika ada orang kaukasian menikah dengan orang afrika, dan lahir anak berkulit sawo matang, maka hal itu bukanlah keanekaragaman species namun keanekaragaman Ras. Anak tersebut tetap manusia, bukan makhluk jenis lain. Tanyakan lagi, Apakah mungkin manusia jantan menikah dengan monyet betina dan lahir anak manusia/monyet? Atau yang lebih gilanya, seperti Teori Lamarck dimana jerapah diteorikan olahraga leher agar lehernya memanjang dan kemudian keturunannya ikut berleher panjang, apakah makhluk sebelum-manusia-namun-mirip bisa mengubah dirinya menjadi manusia seiring berjalannya waktu kemudian melahirkan manusia pertama? Atau untuk mematikannya dengan sangat tepat, minta tunjukkan bukti EMPIRIS dari evolusi-makro (perubahan species). Asal anda tahu, ada banyak imajinasi evolusionis tentang berbagai makhluk hasil evolusi makro seperti Ikan Paus menjadi Beruang, Ikan menjadi Kadal, Dinosaurus menjadi burung, kera-keraan menjadi manusia, platypus menjadi bebek, sejenis anjing menjadi Kuda, sejenis Triceratops menjadi babi. Ketika mereka tidak bisa menunjukkan Bukti EMPIRISnya, dan hanya berkelit2 dengan artikel2 tanpa bukti, langsung aja tendang dengan mengatakan bahwa “Teori Evolusi belum terbukti benar secara sains saja anda sudah ambil, mau jadi apa Atheist kalau bergantung pada hal yang belum jelas.”

To tell you the truth, sudah banyak bukti2 EMPIRIS bahwa Evolusi-makro tidak terjadi. misal: penemuan fosil Ikan Coelacanth yang dianggap sebagai cikal bakal ikan2 jaman sekarang, ternyata di daerah Sulawesi berhasil ditemukan yang masih hidup dan dengan bentuk yang sama dengan yang ada di fosil. Jika makhluk dahulukala ternyata sama dengan makhluk saatini, maka evolusi tidak terjadi.

Untuk jawaban penolakan yang ketiga, anda cukup geleng-geleng kepala saja dan bertanya “Mana buktinya?” ketika mereka berkelit-kelit dan tidak bisa menunjukkan buktinya, cukuplah anda mengatakan bahwa anda sama sekali tidak memiliki pemikiran yang masuk akal.

Penutup

Walaupun para atheist dengan sangat teguh berpendirian dan menganggap konsep Ketuhanan adalah hal yang tidak masuk akal, ternyata KOnsep yang para atheist anggap sebagai hal yang masuk akal sekalipun tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dari kaum Theist.

pendapat atheis tentang Tuhan secara otomatis memposisikan mereka dengan membuat sebuah alibi.

jika mereka tidak bisa membuat alibi selain kalimat linier "pokoknya Tuhan gak ada" maka mereka lebih baik diam karena mereka tidak bisa berkomentar (tidak bisa berdebat)!

gw kasih link tambahan untuk topik ini,


http://murtadinkafirun.forumotion.net/murtadin-kafirun-f1/tantangan-buat-atheis-dan-agnostik-buktikan-bahwa-allah-itu-tidak-ada-dan-allah-adalah-bukan-sumber-kebaikan-t8253.htm#40171

wah... mantap linknya bro AFF, atheis jd terbungkam neh!!!!! pake otak dan hatimu atheis.....


_________________
Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Inget-inget lho...bagi yang bukan 12 suku israel, ayat matius 19:28 berlaku kelak sesudah kiamat yaitu waktu penciptaan kembali..
avatar
hamba tuhan
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts : 9932
Age : 18
Location : Aceh
Humor : Obrolan Santai dengan Om Yesus
Reputation : -206
Points : 13855
Registration date : 2010-09-20

View user profile

Back to top Go down

Re: Jika ada atheist yg bertanya

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum