MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 11 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 11 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 9:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Sisa 25% Mandat Palestina diperebutkan Yahudi dan Arab

View previous topic View next topic Go down

Sisa 25% Mandat Palestina diperebutkan Yahudi dan Arab

Post by Tom Jerry on Thu Nov 25, 2010 5:29 am

Negara Yordania sebenarnya adalah wilayah milik Yahudi (wilayah Kampung Halaman Yahudi), tapi Yahudi ngalah aja deh demi perdamaian.

Deklarasi Balfour tahun 1917

Pada tanggal 2 Nopember 1917 Perdana Menteri Inggris Arthur Balfour mengeluarkan deklarasi yang disebut Deklarasi Balfour, yang disetujui oleh Liga Bangsa-bangsa, mengharuskan Pemerintah Inggris pada prinsip bahwa:
"Pemerintah Inggris memandang perlunya pembangunan di Palestina sebuah Kampung Halaman Yahudi, dan akan menggunakan usaha yang terbaik untuk memfasilitasi pencapaian tujuan ini..."

Juga dicatat bahwa Inggris tidak punya hak untuk membagi tanah tersebut atau menciptakan negara-negara fiksi baru yang ekslusif dari Yahudi. Ditentukan juga bahwa area ini akan terbuka bagi "pemukiman tetap Yahudi" dan bahwa hak-hak pribadi dari semua penghuni yang sudah ada di negara ini dipelihara dan dilindungi.



Wilayah Mandat Palestina pertama-tamanya mencakup semua wilayah seluas 119.290 km persegi yang sekarang disebut Yordan (Yordania), dan juga Israel sekarang, dan wilayah di antara mereka. Tahun 1922 Inggris memisahkan administrasi lebih dari 75% wilayah Mandat Palestina menjadi Trans-Yordan. Tahun 1946 Emir Abdullah yang dilindungi Inggris Raya dipaksa meninggalkan kekuasaan lelulur Hashemite di jazirah Arab, dan Inggris menciptakan sebuah kerajaan baginya yang mencakup seluruh Mandat Palestina sebelah timur Sungai Yordan (75% wilayah). Tidak ada nama Arab tradisional atau historikal untuk tanah tersebut, maka kerajaan itu dinamakan dari nama sungai: pertama-tama Trans-Yordan dan kemudian menjadi Yordan (Yordania).



Dengan tindakan politik ini (yang melanggar persyaratan dari Deklarasi Balfour dan Mandat), Inggris memotong lebih dari 75% (92.300 km persegi) Kampung Halaman Yahudi. Tidak seorangpun Yahudi pernah diizinkan untuk tinggal di Trans-Yordan/Yordan.

Kurang dari 25% (26.990 km persegi) kemudian tetap sebagai Mandat Palestina, dan bahkan di dalam sisa ini, Inggris lagi-lagi melanggar persyaratan Balfour dan Mandat bagi sebuah "Kampung Halaman Yahudi" dan bagi "pemukiman tetap Yahudi". Mereka secara progresif membatasi di mana orang-orang Yahudi dapat membeli tanah, di mana mereka dapat tinggal, membangun, beternak atau bekerja.

Israel akhirnya mampu bermukim di beberapa bagian dari tanah-tanah Palestina di mana orang-orang Yahudi sebelumnya telah dihalang-halangi oleh Inggris. Pemerintahan-pemerintahan Inggris berikutnya secara tetap mengecam pemukiman mereka sebagai "illegal". Kenyataannya, adalah Inggris yang bertindak secara illegal dengan melarang orang-orang Yahudi memperoleh bagian dari Kampung Halaman Yahudi.

75% Mandat Palestina menjadi negara Yordania

Pada tanggal 25 Mei 1946 lahirlah negara kerajaan Trans-Yordania (sekarang menjadi Yordania) dari mandat Liga Bangsa-bangsa (Palestina) di bawah administrasi Inggris. Ya, 75% wilayah milik Israel harus direlakan buat Arab Yordan, Sisanya 25% inilah yang sekarang menjadi Jalur Gaza, Israel, dan Tepi Barat.


Sisa 25% Mandat Palestina diperebutkan Yahudi dan Arab

Rencana Partisi PBB tahun 1947 (55% Yahudi - 45% Arab)

Pada tanggal 29 Nopember tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat Rencana Partisi PBB, yaitu memutuskan untuk membagi wilayah Mandat Inggris atas Palestina (sisa 25% setelah Pembentukan Trans-Yordania) dengan mengesahkan Resolusi 181 Majelis Umum PBB.

Kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 32% (650.000 jiwa) dari seluruh penduduk di daerah ini yang mencakup Galilea dan daerah gersang Gurun Negev.
Kaum Arab yang berjumlah 68% (1,38juta jiwa) mendapat 45% wilayah, tetapi mencakup daerah yang subur.

Kaum Yahudi menerima resolusi 181 tersebut, sedangkan kaum Arab menolak karena keyakinan agama bahwa kaum Yahudi tidak berhak sejengkalpun atas tanah Palestina. Penolakan ini didukung negara-negara Arab. Hal ini memicu terjadinya perang sipil di Palestina.



Perang Sipil di Palestina tahun 1947

Pada tanggal 1 Desember 1947 terjadi kerusuhan oleh etnis Arab di Yerusalem. Inilah awal dimulainya perang sipil di Palestina antara etnis Yahudi dan etnis Arab yang berlanjut ke Perang Kemerdekaan Israel.



Negara Israel berdiri tahun 1948

Di tengah-tengah gencarnya perang sipil di Palestina, lahirlah negara Israel dari mandat Liga Bangsa-bangsa di bawah administrasi Inggris. Pada tanggal 14 Mei 1948 negara Israel resmi diproklamasikan dengan Perdana Menteri pertamanya, David Ben-Gurion.



Perang Kemerdekaan 1948 (hasilnya: 70% Yahudi – 30% Arab)

Pada tanggal 15 Mei 1948, satu hari setelah Negara Israel diproklamasikan, Israel langsung diserang oleh 5 negara Arab, yaitu: Mesir, Yordania, Libanon, Suriah, dan Irak, dibantu sukarelawan dari Arab Saudi dan Yaman, serta Tentara Pembebasan Arab maka pecahlah Perang Kemerdekaan (War of Independence). Perang ini berlangsung setahun lebih melewati beberapa fase yang berakhir bulan Juli 1949.

Hasil dari Perang Kemerdekaan :
Israel menambah wilayah menjadi 70%, sedangkan negara-negara Arab memperoleh 30%, yaitu :
• Yordania merebut Tepi Barat (Yudea and Samaria) plus Yerusalem Timur, dan
• Mesir merebut Jalur Gaza.
(CATATAN: Kedua wilayah ini akhirnya direbut Israel dalam Perang 6 Hari tahun 1967 yang dimulai negara-negara Arab yang berusaha menghancurkan Israel. Konsekuensinya: Pihak yang menang merebut wilayah musuh, pihak yang kalah harus kehilangan wilayahnya.)

Jadi, tahun 1949 kota Yerusalem terbagi dua, Yordania menguasai bagian Timur (termasuk Kota Tua) dan Israel menguasai bagian Barat.

Israel memenangkan perang ini (walaupun dengan korban 6.000 jiwa lebih atau 1% dari populasi 600.000 jiwa) dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat Inggris atas Palestina. Etnis Arab beruntung memperoleh 30% (Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza).
(Nyaho khan? Aturan Arab dapet 45%, gara2 kalah perang jadi cuma dapet 30%...!!!)


Masalah Pengungsi Palestina

Perang ini menyebabkan masalah pengungsi Palestina sampai sekarang. Banyak kaum Arab Palestina (sekitar 720.000 jiwa) mengungsi dari daerah Israel ke kam-kam pengungsi, DITOLAK oleh negara2 Arab. Tetapi di sisi lain tidak kurang pula kaum Yahudi (sekitar 600.000 jiwa) yang diusir dari negara-negara Arab lainnya bermigrasi ke Israel dan diterima dengan tangan terbuka dengan ucapan: "Welcome Home, Selamat Pulang ke Rumah."



Masalah pengungsi Palestina (sampai HARI INI) adalah kesalahan negara-negara Arab yang meng-invasi Israel pada tahun 1948.
(Salah sendiri deh. Ini tanggung jawab negara2 Arab yang menginvasi Israel. Mesir, Suriah, dan Yordania harusnya mau menerima mereka sebagai pengungsi atau diberi kewarganegaraan masing2 negara Arab.)




Tom Jerry
SILVER MEMBERS
SILVER MEMBERS

Male
Number of posts: 1829
Location: Jakarta
Job/hobbies: Cari kebenaran
Reputation: 11
Points: 3676
Registration date: 2010-09-21

View user profile

Back to top Go down

Re: Sisa 25% Mandat Palestina diperebutkan Yahudi dan Arab

Post by hamba tuhan on Fri Mar 11, 2011 10:42 am

Konflik Palestina-Israel terus saja berlangsung entah sampai kapan berakhir. Sekarang orang Israel mengklem sebagai tanah milik mereka sejak 400 tahun sebelum Masehi! Benarkah? Kenapa baru tahun 1897 dipertanyakan kembali? Siapa sebenarnya bangsa Israel itu? Mari kita lihat kembali sejarahnya.Orang-orang Israel adalah anak keturunan nabi Yakub as anak nabi Ishak cucu nabi Ibrahim. Nabi Yakub as tinggal di Nablus daerah Kan’an Palestina. Anak keturunan nabi Yakub ada 12 suku yang tersebut 12 suku keturunan Israel. Jumlahnya kurang dari seratus orang dan hidup sampai 500 tahun lebih. Salah satu keturunan Israel ini adalah nabi Yusuf Bendahara Negri Mesir. Nabi Yusuf as berusaha mengumpulkan kembali keturuan nabi Yakub ini yang sudah terpencar-pencar di sepanjang pantai laut tengah sampai daerah Irak bagian utara kembali ke Mesir. Selain nabi Yusuf yang juga keturunan Israel adalah nabi Harun dan nabi Musa, nabi Daud, nabi Sulaiman.

Sehingga pada zaman nabi Musa yang juga keturunan Israel, lebih dari 1600 laki-laki keturunan 12 suku Israel berhasil lolos dari kejaran Fir’aun (Raja Mesir bergelar Fir’aun yang sebenarnya bernama Bernevtah atau Ramses II). Karena sebelum itu mereka berkumpul di Mesir hasil usaha nabi Yusuf as. Mereka berdiam dan berkembang di Mesir sampai Raja Fir’aun yang ke 32 berkuasa yang memusuhinya berkat usaha nabi Musa yang keturunan Israil juga mereka berhasil lolos ke daerah Madyan, dekat Baitul Maqdis dan Padang pasir Tih.

Kira-kira sebelum tahun 500 SM Orang-orang Yahudi berkembang dekat Baitul Maqdis. Berdasarkan wahyu yang diterima nabi Musa bahwa diperintahkan Bani Israil untuk masuk ke kampung bernama Baitul Maqdis (QS: 2:58-59). Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah Baitul Maqdis adalah yang disebut orang Yahudi dengan Yerusalem lama, atau Hebron dalam keadaan menang.)1. Tetapi mereka tidak mau masuk seperti yang diperintahkan Allah SWT kepadanya. Karena keingkarannya kepada perintah Allah SWT maka jadilah mereka tersesat di padang Tih selama empat puluh tahun. Sampai datang generasi baru dibawah Yusha’ bin Nun membebaskan mereka dan memasuki kota tersebut.)2 Tetapi orang-orang zalim menukar perintah Allah swt kata Hiththah maksudnya masuk dengan menunduk atau merendahkan diri kepada Allah swt sebagai tanda tobat dan mohon ampun kepada Allah swt atas dosa-dosa yang lalu. Kata Hiththah mereka plesetkan menjadi Hinthah artinya mohon gandum. Bahkan sangkin menghinanya dalam Hadits yang dikutip di dalam catatan kaki Tafsir Zhilalil Qur’an tersebut penerjemah menambahkan: mereka memasuki pintu kota sambil merayap diatas pantatnya seraya berkata “Habbah fi syara’i” Kami minta biji-bijian gandum.”)3

Karena sifat orang yahudi yang tengkar ini banyak orang yang tidak suka, Roger Garaudy juga menyatakan bahwa memang benar sifat orang Yahudi (Israel) yang tidak patuh terhadap perintah nabi-nabinya, sehingga ia mengatakan dengan mengutip Bernard Lazare:

“… Orang-orang Yahudi “melindungi kembali diri mereka sendiri di balik pagar yang telah didirikan sekitar Taurat serta tulisan-tulisan yang pertama, kemudian oleh orang-orang Farisi/munafik serta kaum Talmudis, pada penerus Ezra, para penyimpang yang telah menyeleweng dari ajaran-ajaran nabi Musa as yang masih primitif, serta musuh-musuh para Nabi dan Rasul. Semua tindakan yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ajaran-ajaran Nabi Musa as yang sebenarnya, yang dimurnikan dan diperluas oleh isaiah, jeremiah dan Ezekiel, serta selanjutnya diperluas dan digeneralisasikan oleh orang-orang Yudeo-Hellinis.”)4

dan Allah swt pun menurunkan azab padanya berupa penghancuran masyarakatnya mereka kembali terusir dari Baitul Maqdis dan terpencar-pencar, karena Baitul Maqdis dikuasai oleh Raja Jalut (Goliath), Ketika itu Allah mengirim pasukan Jalut yang perkasa, kecuali mereka yang selamat dibawah pimpinan raja Thalut dan nabi Daud sebagai raja orang Yahudi ketika itu. Daud memimpin Bani Israel setelah mengalahkan jalut (Kisah selengkapnya ada dalam QS: 2:246-249). Tetapi mereka tetap tidak masuk ke Baitul Maqdis karena kehendak Allah swt. Mereka diam dan berkembang disebelah baitul Maqdis yaitu yang disebut Masyaaruts-Tsani. Masyaaruts Tsani bukan wilayah Palestina. Tetapi daerah dekat antara Syria dengan Irak Utara sekarang.

Kemudian nabi Ilyas as adalah anak nabi Harun as mengajak Bani Israil untuk patuh kepada Allah sesuai dengan ajaran Taurat dan Zabur. Tetapi tiada yang mengikuti kecuali sedikit selainnya hanyalah kedurhakaan saja.Sampai daerah itu dikuasai oleh Nebucadnesar raja Chaldea. Chaldea adalah kerajaan yang berada diwilayah Irak Utara kemudian berkembang luas sampai ke tanah Palestina. Bani Israil kembali terpencar sampai ke daerah Mesoppotamia Utara.

“Orang-orang Chaldea menjadi penguasa di kawasan itu. Sedangkan penguasa dan raja terbesar dari mereka adalah Nebuchadnessar yang mampu menaklukkan negri Syam dan menghancurkan Al-Qud. Dia membunuh orang-orang Yahudi dan merampas kerajaannya. Orang-orang Yahudi itu dihancurkan diusir dan ditawan. Sejak sa’at itulah orang-orang Yahudi Bani Israil terpencar kemana-mana dan bertebaran ke segala tempat. Sebagian dari mereka berdiam di Hijaz, Mesir dan negri yang lain.”)5

Pada tahun 504 SM Palestina ditaklukkan kerajaan Persia, yang kerajaan dipimpin oleh raja Darius Agung (522SM-485SM).orang-orang bani Israel kembali terpencar-pencar. Ketika itu Allah swt mengutus nabi Zakaiya as dan nabi Yahya as. Sampai Alexander Agung (356SM-323SM) raja Macedonia mengalahkan Persia yang menguasai daerah Persia, Mesopotamia sampai ke Mesir. Setelah Palestina dikuasai oleh Macedonia Yahudipun terpencar-pencar, ditambah lagi setelah Alexander Agung mangkat Kerajaan Macedonia terbagi dengan Romawi yang rajanya ketika itu Oktavianus Agustus (31SM-14SM). Ketika itu Romawi sedang bangkit. Setelah mengalahkan kerajaan Karthago di utara Afrika dalam sebuah pertempuran semangat Romawi bangkit untuk menaklukkan negri-negri lain termasuk Maceconia, Palestina, dan Mesir bekas taklukkan Alexander Agung.

Selanjutnya Palestina dikuasai oleh kerajaan Romawi sampai nabi Isa as diangkat orang Yahudi dan Bani Israel tidak mau mengikuti ajaran nabi Isa as kecuali beberapa orang saja yang mengikuti ajaran nabi Isa as. Bani Israil tetap dalam keadaan terpencar-pencar. Sampai kerajaan Yunani menguasai daerah tersebut dibawah kaisar Konstantin Agung (303M-337M). Agama kristen pun berkembang yang diajarkan oleh St. Paulus seorang Yahudi yang mengaku-ngaku mengikuti ajaran nabi Isa as.

Sampai Islam berkembang dan Palestina dibawah khilafah Islam Utsmaniah. Orang-orang Israel menyebar sampai ke Yunani, Romawi, Iran, Hijaz, Arab, Mesir, dan negara-negara yang ada di eropa selama lebih dari 250 tahun. Sampai meletus Perang Dunia pertama, melalui makar Yahudi dan Inggris dan sebagian negara-negara Eropa untuk menumbangkan Kekalifahan Islam dan setelah tumbang untuk menutup kemungkinan bangkitnya kekalifahan Islam kembali maka, akhirnya terbentuklah negara Israel untuk mengacaukan situasi Timur Tengah.

Terbentuknya Negara Yahudi (Israel).

Sejarah terbentuknya negara Israel, sebenarnya tidak terlepas dari problematik negara-negara yang didiami oleh orang Yahudi yang mempunyai karakter tidak disukai orang, sehingga timbul sifat antisemitisme di negara-negara yang didiaminya. Bernard Lazare yang telah menulis buku Antisemitisme et revolution (Maret 1895) menulis sebagai berikut:

…Dalam tulisan saya itu saya kemukakan bahwa terjadinya antisemitisme di dalam sejarah kita karena di manapun juga, sampai saat kita sekarang ini(huruf miring tersebut sesuai dengan tulisan yang terdapat pada karangan Lazare), “orang-orang Yahudi itu merupakan manusia yang tidak suka bermasyarakat”. Sekarangpun saya masih tetap berkata demikian mengenai mereka… akhirnya, pada bagian penutup buku tersebut saya menulis: “Penyebab-penyebab terjadinya antisemitisme, kalau kita perhatikan dari sifatnya, tentulah berdasarkan masalah-masalah etnik, keagamaan, politik dan ekonomi.)6

Kebencian terhadap orang Yahudi di negara-negara yang ditempatinya disebabkan tuduhan bahwa orang Yahudi penyebab terjadinya krisis Ekonomi akibat praktek rentenir yang diterapkan orang Yahudi dan Bank-bank yang sifat memeras rakyat, krisis sosial karena mereka orang-orang Yahudi melakukan praktek prostitusi di negara-negara yang didiami Yahudi di mana-mana khususnya Eropa. Dan mereka orang-orang Yahudi merasa merupakan ras yang paling baik didunia dan tidak segan-segan membunuh manusia lainnya.

Adalah Theodor Herzl (1860-1904) seorang Yahudi yang mencetuskan berdirinya negara Yahudi dalam bukunya Der Jundenstaat dan menerapkannya pada kongres Zionis pada tahun 1897.Herzl berpendapat karena terjadinya sifat antisemitisme di negara-negara Eropa terutama Jerman yang berakhir menurutnya dengan peristiwa “Dreyfus” maka ia menyimpulkan:

1. Orang-orang Yahudi, dimanapun juga mereka berada di permukaan bumi ini, di negara manapun juga meereka bertempat tinggal akan tetap saja merupakan sebuah “bangsa” yang tunggal.
2. Mereka selamanya dan di mana sajapun selalu menjadi korban pengejaran.
3. Mereka sama sekali tidak dapat diasimilasikan oleh negara-negara dimana mereka telah bertempat tiddal sekian lamanya (sangkaan yang sama yang juga ada pada orang-orang antisemit serta orang-orang rasialis).7

Akibat ditariknya kesimpulan oleh Herzl tersebut maka pemecahan masalahnya menurut Herzl dan menurut orang-orang antisemit juga adalah membuat negara Yahudi baru diatas tanah kosong dunia. Maka dipilihlah Palestina agar juga mendapat dukungan orang-orang Yahudi aliran Zion (Pecinta tanah sejarah yaitu Mesir, Kan’aan dan sekitarnya)

Jadi tidak benar orang Israel mengaku sebagai tanah suci orang Israel. Karena :

1. Ummat Israel tidak pernah tinggal lama di daerah Palestina walaupun Nabi Yakub as tinggal di Nablus daerah kan’aan tetapi keturunannya tidak lagi tinggal disana. Mereka lebih lama tinggal di Mesir ketika zaman nabi Musa as. dan daerah-daerah sekitarnya.
2. Tidak bisa pula dikatakan bahwa Palestina sebagai tanah warisan nabi Nuh as sebagai mutlak milik orang-orang Israel, karena keturunan nabi Nuh as mencakup nabi Luth as, dan nabi Ibrahim as.
Mereka berdasarkan kitab suci mereka yaitu sejak nabi Ibrahim (Abram) as sudah membagi dua tanah Palestina dengan nabi Luth (Lot) as.
Kitab Kejadian pasal 13:Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia.Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. –Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. –Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.(Kejadian 13:1-13)

Kalau memang benar berkeyakinan demikian tentunya dan seharusnya tidak seluruh tanah Palestina dijadikan milik Israel karena paling tidak setengahnya adalah milik nabi Luth (Lot) as.
Dan Pembagian Warisan yang adil adalah: Tanah Palestina dibagi dua. Setengahnya untuk keturunan nabi Luth as. dan setengahnya lagi untuk nabi Ibrahim as. serta keturunannya.
Setengah milik nabi Luth as.bagian sebelah timur Palestina.

Bagian timur adalah lembah dengan tanah yang subur. Ini adalah yang setengah yang milik nabi Luth as. adalah zona bebas yang boleh dimiliki setiap orang karena nabi Luth as. tidak ada keturunan lagi dan tanah dan negri miliknya sudah ditenggelamkan oleh Allah swt karena keingkaran dan dosa-dosa yang telah mereka perbuat dalam bentuk bencana alam gunung meletus. Jadi setengah Palestina bagian timur hak semua orang adalah hak penduduk setempat dan setiap orang bebas memilikinya.

Setengah milik nabi Ibrahim as. bagian sebelah barat Palestina.

Daerah bagian barat adalah tanah padang gersang.
Setengah milik nabi Ibrahim dibagi dua karena keturunan nabi Ibrahim as ada dua dari dua Istri yaitu Ismail as dan Ishak as.

Karena Bani Israil adalah keturunan nabi Yakub as. Dan nabi Yakub as adalah anak nabi Ishak as. Maka jatah bani Israil hanya seperempat wilayah Palestina dan seperempatnya lagi adalah untuk keturunan nabi Ismail as. orang-orang Arab yang ada di Saudi Mekah sekitarnya.


http://sunatullah.com/tulisan-artikel/apakah-memang-benar-palestina-untuk-israel.html

_________________
Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Inget-inget lho...bagi yang bukan 12 suku israel, ayat matius 19:28 berlaku kelak sesudah kiamat yaitu waktu penciptaan kembali..

hamba tuhan
MUSLIM
MUSLIM

Male
Number of posts: 9905
Age: 14
Location: Aceh
Humor: Obrolan Santai dengan Om Yesus
Reputation: -206
Points: 12277
Registration date: 2010-09-19

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum