MURTADIN_KAFIRUN

Latest topics
Gallery


MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 12 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 12 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed May 26, 2010 3:49 am
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


pendeta minta pesangon...... matre bgt

View previous topic View next topic Go down

pendeta minta pesangon...... matre bgt

Post by kermit_penjilat_memek on Wed Jan 28, 2015 7:17 am

MERASA telah diberhentikan secara sewenang-wenang, Pendeta Yohanes Lucky Tinga, M.Th., menggugat Gereja Tiberias Indonesia (GTI). Kini perkaranya sedang diproses di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Jakarta. Sayangnya, sebelum upaya pendeta yang melayani di Gereja Tiberias Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat ini membuahkan hasil, ia lebih dahulu dipanggil Tuhan. Kini sengketa itu diteruskan oleh ahli warisnya.
Sengketa berawal dari pemberhentian pelayanan yang dilakukan oleh GTI sejak 3 Mei 2009 silam. Tidak jelas alasan pemecatannya, tapi lewat pengumuman di buletin Tiberias Warta Mingguan diketahui bahwa alasan pemecatan itu lantaran Yohanes telah memasuki usia pensiun.
Yang menjadi masalah, GTI tak memberikan kompensasi apa pun kepada Yohanes yang sudah mengabdi 15 tahun. Upaya hukum pun diluncurkan. Pertama, ke Disnakertrans DKI Jakarta, tapi tuntutan Yohanes kandas. Disnakertrans menyatakan tak ada hubungan kerja antara Yohanes dan GTI.
Dengan dalil adanya unsur pekerjaan, perintah, upah yang diterima setiap bulannya, Yohanes melayangkan gugatan ke PHI Jakarta melalui kuasa hukumnya. Ia menuntut agar GTI—sebagai badan hukum sesuai SK Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama Tahun 2002—memberikan uang kompensasi PHK sesuai UU Ketenagakerjaan. Kompensasi PHK yang diminta berjumlah Rp 425.500.000 (empat ratus dua puluh lima juta lima ratus ribu rupiah). Itu belum terhitung upah berjalan penggugat sejak 3 Mei 2009 hingga Mei 2010 (perkiraan penyelesaian perkara) sebesar Rp 180.000.000 (seratus delapan puluh juta rupiah).
Bukan gaji
Kuasa Hukum GTI, Paskalis Pieter SH, MH, mengatakan bahwa gugatan itu salah alamat. “Sesungguhnya tidak ada hubungan kerja yang terjalin antara pendeta dan GTI. Pendeta merupakan pelayan Tuhan dan manusia yang tak mengenal gaji atau upah,” katanya mengutip pasal 9 ayat (1) AD/ART GTI. Di situ ditulis bahwa GTI tak memiliki peraturan penggajian atau penggolongan gaji untuk para pendetanya dan Guru Injil (evangelist).
“Seperti ustadz yang selesai berkhotbah di masjid dikasih ‘amplop’ atas pelayanannya, sama halnya dengan pendeta yang diberi amplop atau disebut uang persembahan kasih setelah selesai berkhotbah di gereja yang dikunjungi,” kata Paskalis.
Paskalis Ascara Da Cunha, pengacara GTI yang lain, menambahkan bahwa gereja merupakan badan hukum nonprofit atau tak mencari keuntungan. “Gereja mana yang mencari keuntungan?” Sama hal dengan badan hukum yayasan, panti asuhan, atau LSM. Jadi ketika seseorang bekerja di badan hukum nonprofit bukan mengharapkan mencari gaji, melainkan melayani. “Umumnya mereka bekerja merasa terpanggil untuk membantu.” (Paul Makugoru/reformata)
avatar
kermit_penjilat_memek
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 430
Reputation : 1
Points : 2547
Registration date : 2012-09-12

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum